Punya Simpanan Sejak Lama, Kapan Reksa Dana Bisa Dicairkan?

Reksa dana bisa menjadi salah satu pilihan investasi untuk membantu menyiapkan dana sesuai tujuan finansial. Namun, ketika dana tersebut mulai dibutuhkan, ada satu pertanyaan yang sering muncul: reksa dana bisa dicairkan kapan?

Berbeda dengan tabungan yang bisa digunakan secara langsung, pencairan reksa dana mengikuti mekanisme penjualan kembali unit penyertaan dan ketentuan dari produk yang dipilih. Karena itu, memahami prosesnya sejak awal akan membantu kamu mengatur waktu investasi dan kebutuhan dana dengan lebih baik.

Reksa Dana Bisa Dicairkan Kapan?

Pada reksa dana terbuka, investor dapat menjual kembali sebagian atau seluruh unit penyertaannya sesuai dengan ketentuan produk.

Proses pencairan tidak selalu berarti dana langsung masuk ke rekening pada hari yang sama. Ada proses transaksi dan penyelesaian yang perlu dilalui. Waktu pencairan juga dapat berbeda sesuai dengan ketentuan masing-masing produk.

Kenapa Pencairan Reksa Dana Memerlukan Waktu?

Ketika berinvestasi di reksa dana, dana investor dikelola dalam portofolio investasi oleh Manajer Investasi. Saat investor ingin mencairkan dana, unit penyertaan tersebut dijual kembali sesuai mekanisme yang berlaku.

Nilai yang diterima saat pencairan mengikuti nilai investasi pada saat unit penyertaan dijual kembali sesuai ketentuan produk. Karena nilai investasi dapat mengalami kenaikan maupun penurunan, jumlah dana yang diterima juga dapat berbeda dari jumlah dana yang pertama kali diinvestasikan.

Dengan memahami hal ini sejak awal, kamu bisa mengatur kapan investasi perlu dicairkan dan menghindari keputusan yang terburu-buru ketika dana sedang dibutuhkan.

Bagaimana Cara Investasi di Reksa Dana?

Sebelum mulai berinvestasi, ada beberapa hal sederhana yang bisa diperhatikan agar pilihan produk sesuai dengan kebutuhan.

1. Tentukan tujuan investasi

Mulailah dengan menentukan untuk apa dana tersebut disiapkan dan kapan kira-kira akan digunakan.

Tujuan investasi dapat membantu menentukan jangka waktu investasi serta mempertimbangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko.

2. Kenali profil risiko

Setiap produk reksa dana memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda. Karena itu, kenali profil risiko sebelum memilih produk.

Pertimbangkan juga kemampuan finansial dan jangka waktu investasi agar dana yang ditempatkan tidak mengganggu kebutuhan lain.

3. Pelajari produk sebelum membeli

Sebelum berinvestasi, baca informasi produk dengan teliti. Perhatikan jenis reksa dana, tujuan investasi, risiko, biaya, serta ketentuan pembelian dan penjualan kembali.

Prospektus dan Fund Fact Sheet dapat digunakan sebagai sumber informasi untuk memahami produk yang dipilih.

4. Gunakan dana yang memang dialokasikan untuk investasi

Sebaiknya dana yang ditempatkan dalam investasi sudah dialokasikan untuk tujuan tersebut. Dengan begitu, kebutuhan sehari-hari tetap dapat dipenuhi tanpa harus menjual investasi secara terburu-buru.

Kapan Sebaiknya Reksa Dana Dicairkan?

Tidak ada satu waktu pencairan yang berlaku untuk semua investor. Waktu yang tepat bergantung pada tujuan investasi dan kapan dana tersebut dibutuhkan.

Jika sejak awal reksa dana ditujukan untuk kebutuhan tertentu, kamu dapat mempertimbangkan waktu pencairannya sebelum dana benar-benar diperlukan. Berikan ruang untuk proses penjualan kembali sesuai ketentuan produk.

Kondisi nilai investasi juga perlu diperhatikan. Nilai unit penyertaan dapat berubah sehingga jumlah dana yang diterima saat pencairan dapat berbeda dari modal awal.

Selain itu, reksa dana memiliki risiko yang perlu dipahami, termasuk risiko penurunan nilai unit penyertaan, risiko pasar, risiko likuiditas, dan risiko likuidasi. 

Reksa Dana di neobank

Melalui Reksa Dana di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce, kami menyediakan akses ke berbagai pilihan reksa dana yang dapat dipilih berdasarkan profil risiko dan tujuan finansial. 

Reksa Dana di neobank tersedia melalui kerja sama dengan mitra. Informasi produk, ketersediaan, dan ketentuan transaksi dapat berubah. Pastikan menggunakan informasi terbaru yang tersedia di aplikasi neobank sebelum melakukan investasi. 

***

Investasi reksa dana mengandung risiko. Calon investor wajib membaca dan memahami prospektus serta Ringkasan Informasi Produk sebelum melakukan investasi. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang.

Jika ingin mulai investasi reksa dana, unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Reksa Dana di website resmi Bank Neo Commerce. 

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

IRGCE 2026 CONCLUDES WITH STRONG INTERNATIONAL PARTICIPATION AND BUSINESS PROSPECTS

Post-event feedback indicated potential business sales of more than USD1.48 billion, equivalent to over RM6 billion, over the next six months, reflecting the strong commercial opportunities and business connections generated through the event.

KUALA LUMPUR, 3rd OCTOBER 2026 — The Malaysian Rubber Glove Manufacturers Association (MARGMA), together with co-host the Malaysian Rubber Council (MRC), successfully concluded the 12th International Rubber Glove Conference & Exhibition 2026 (IRGCE 2026) at the Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), recording strong international participation and encouraging business prospects.

Held from 8 to 10 September 2026, IRGCE 2026 attracted nearly 9,000 visitors from 75 countries, with 215 exhibitors from 17 countries occupying 605 exhibition booths. The Conference also drew approximately 600 delegates from 22 countries.

Post-event feedback indicated potential business sales of more than USD1.48 billion, equivalent to over RM6 billion, over the next six months, reflecting the strong commercial opportunities and business connections generated through the event.

MARGMA President Mr Oon Kim Hung said the strong participation reaffirmed IRGCE’s role as an important global platform for the rubber glove industry. “IRGCE is more than an exhibition and conference. It is where the industry comes together to exchange ideas, understand market developments, explore new technologies and create new business opportunities and partnerships.”

Held under the theme “Synergising Innovation: Redefining the Future of the Rubber Glove Ecosystem,” IRGCE 2026 brought together manufacturers, buyers, suppliers, technology providers, researchers, regulators and other industry stakeholders from across the global rubber glove ecosystem.

The Conference addressed key developments shaping the future of the industry, including global trade and market access, automation, artificial intelligence, advanced materials, sustainability, regulatory requirements and talent development. The Exhibition, meanwhile, provided participants with opportunities to explore new technologies and solutions, reconnect with business partners and establish new commercial relationships.

The Conference also featured prominent international and Malaysian experts, including Dr Robert G. Hamilton of Johns Hopkins University School of Medicine, Dr Zhaomin Hou of RIKEN Center for Sustainable Resource Science, Prof Dato’ Dr Adeeba Kamarulzaman of Monash University Malaysia, Prof Alex Routh of the University of Cambridge and Prof Dr Yeah Kim Leng of the Jeffrey Cheah Institute on Southeast Asia.

Mr Oon said the industry’s continued competitiveness would increasingly depend on its ability to innovate, improve productivity and create greater value. “Our future cannot depend only on scale. It must depend on how well we operate, how quickly we adapt, how effectively we innovate and how much value we can create.”

Malaysian Rubber Glove Industry Outlook

In the first half of 2026, rubber gloves generated more than RM7 billion in export revenue, accounting for approximately 66% of Malaysia’s total rubber product exports.

The Malaysian Rubber Council has projected global glove consumption to reach approximately 405 billion pieces in 2026, compared with around 290 billion pieces in 2019, reflecting sustained demand across healthcare, industrial, cleanroom and other applications.

MARGMA said the outlook reinforces the importance of continued investment in innovation, technology, productivity and higher-value manufacturing to strengthen Malaysia’s competitiveness in the global market.

MARGMA expressed its appreciation to the Malaysian Rubber Council as co-host, supporting ministries and agencies, sponsors, supporting organisations, exhibitors, speakers, delegates and industry partners for their contribution to the success of IRGCE 2026.

Following the successful conclusion of this year’s event, MARGMA announced that the 13th International Rubber Glove Conference & Exhibition will return to the Kuala Lumpur Convention Centre from 5 to 7 September 2028.

“We look forward to building on the momentum of IRGCE 2026 and welcoming the global rubber glove community back to Kuala Lumpur in 2028,” Mr Oon said.

For booth bookings, sponsorship enquiries and preliminary information on IRGCE 2028, please contact the MARGMA Secretariat at lysaiyeni@margma.com.my

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Software Distributor: 5 Kebocoran Margin yang Tak Terlihat di Laporan Manual

Kebocoran margin pada bisnis distributor sering berasal dari selisih kecil yang berulang dan sulit terlihat dalam laporan manual. Software distributor membantu memantau penjualan, gudang, dan pengiriman agar potensi kebocoran margin lebih mudah ditemukan.

Omzet distributor bisa naik dua digit sementara labanya jalan di tempat. Angka penjualan terlihat sehat pada laporan bulanan. Selisihnya justru menghilang di antara gudang, pengiriman, dan meja penjualan. Kebutuhan software distributor biasanya muncul tepat setelah pola ini disadari.

Kebocoran margin jarang datang sebagai satu kejadian besar. Bentuknya potongan kecil yang berulang setiap hari kerja. Karena nilainya kecil, tidak ada yang merasa perlu melapor. Setelah setahun berjalan, jumlahnya bisa setara laba satu kuartal.

Pencatatan manual memperburuk keadaan tanpa disadari siapa pun. Rekap baru rampung dua minggu setelah bulan ditutup. Pada saat itu barang sudah terkirim dan faktur sudah terbit. Koreksi pun berubah menjadi catatan, bukan lagi keputusan.

Persoalannya bukan pada ketelitian staf, melainkan pada alat kerjanya. Sistem terintegrasi menutup celah sejak transaksi pertama dicatat. Karena itu banyak distributor mulai mencari ERP terbaik yang sesuai alur gudangnya. Lima kebocoran berikut paling sering ditemukan di lapangan.

Lima Titik Kebocoran yang Jarang Terbaca di Laporan Manual

Polanya cenderung mirip di banyak perusahaan distribusi:

• Selisih stok yang baru ketahuan saat opname tahunan

• Barang lambat bergerak yang menahan modal hingga nilainya susut

• Retur dan klaim kerusakan yang tidak dipotongkan dari margin

• Diskon manual di luar daftar harga yang disepakati

• Biaya angkut dan bea yang tidak masuk harga pokok

Kelima pola itu tampak sepele bila dilihat satu per satu. Dampaknya baru terasa ketika volume pengiriman ikut meningkat. Software distributor yang tepat membuat setiap potongan kecil tercatat otomatis. Angka margin pun berhenti bergantung pada ingatan tim gudang.

Selisih Stok dan Barang yang Terlalu Lama Diam

Selisih fisik umumnya baru terlihat pada penghitungan akhir tahun. Saat itu penyebabnya sudah mustahil ditelusuri satu per satu. Barang lambat bergerak juga menahan modal dalam diam. Nilainya menyusut, apalagi bila produk memiliki masa kedaluwarsa.

Retur dan Klaim yang Tidak Pernah Dipotongkan

Retur sering hanya tercatat lewat percakapan atau nota kecil. Barang kembali ke gudang, tetapi margin order awal tidak diperbaiki. Klaim kerusakan pengiriman mengalami nasib serupa. Laporan penjualan pun menampilkan laba lebih besar dari kenyataan.

Kebocoran yang Lahir dari Keputusan Harga Harian

Diskon di Luar Daftar Harga Resmi

Setiap sales memiliki pelanggan lama dengan perlakuan khusus. Potongan tambahan diberikan lisan agar order tidak lepas ke pesaing. Tanpa daftar harga yang mengikat, diskon itu tidak pernah terlihat. Produk bermargin tipis justru paling sering dijadikan alat tawar.

Biaya Kirim dan Bea yang Tidak Masuk Harga Pokok

Ongkos angkut, bongkar muat, dan bea sering dicatat terpisah. Akibatnya harga pokok tampak lebih murah dari biaya sebenarnya. Standar akuntansi persediaan PSAK 14 menempatkan biaya tersebut sebagai bagian biaya perolehan. Fitur landed cost membebankannya langsung ke nilai barang.

Cara Software Distributor Menutup Celah Tersebut

Penutupan celah tidak dimulai dari fitur, melainkan dari alur kerja. Setiap titik kebocoran perlu memiliki pemilik proses yang jelas. Urutan berikut lazim dipakai selama pendampingan implementasi:

1. Petakan titik kebocoran memakai data enam bulan terakhir

2. Tetapkan daftar harga resmi beserta batas diskon tiap segmen

3. Aktifkan aturan pengisian ulang stok agar pembelian darurat berkurang

4. Bebankan biaya angkut dan bea ke harga pokok tiap penerimaan

5. Jadwalkan penghitungan stok bergilir, bukan sekali dalam setahun

Data yang Perlu Rapi Lebih Dulu

Hasil sistem selalu mengikuti kualitas data awalnya. Harga beli, satuan, dan kode barang wajib konsisten antar gudang. Data pelanggan juga perlu dikelompokkan sesuai segmen harganya. Tahap ini biasanya memakan waktu terpanjang sebelum sistem dipakai.

Angka yang Bisa Dibaca Sebelum Bulan Berakhir

Nilai terbesar sistem terintegrasi bukan pada kecepatan input. Manajemen dapat melihat margin ketika transaksi masih berjalan. Keputusan harga dan pembelian pun masih sempat diperbaiki. Laporan berhenti menjadi catatan sesudah semuanya terlambat.

Margin per Pelanggan, Bukan Sekadar Total

Laporan yang benar-benar dipakai biasanya terdiri atas tiga sudut:

• Margin per pelanggan untuk menilai kelayakan diskon rutin

• Margin per produk untuk menentukan prioritas pembelian

• Perputaran stok per gudang untuk menekan barang mengendap

Vendor ERP berpengalaman umumnya menyiapkan tiga laporan itu sejak awal. Formatnya disesuaikan dengan cara pemilik membaca angka. Tanpa penyesuaian tersebut, laporan bagus pun jarang dibuka. Adopsi sistem justru ditentukan oleh hal sederhana semacam ini.

Memilih Software Distributor yang Mengikuti Alur Kerja Gudang

Perangkat lunak sebaik apa pun gagal bila dipaksakan pada proses keliru. Implementasi perlu dimulai dari pemetaan alur barang dan dokumen. Semakin dekat sistem dengan kebiasaan kerja tim, semakin cepat adopsinya. Kebocoran margin menyusut seiring pencatatan yang menjadi disiplin harian.

i2C Studio mendampingi implementasi Odoo sebagai vendor ERP yang berbasis di Bandung. Statusnya sebagai Odoo Silver Partner ditopang pendekatan audit alur kerja di lapangan. Konfigurasi baru disentuh setelah proses bisnisnya dipetakan bersama tim Anda. Diskusi awal biasanya cukup untuk menilai ERP terbaik bagi skala bisnis Anda.

1. Apakah distributor skala kecil tetap membutuhkan sistem terintegrasi?

Perlu bila jumlah SKU dan transaksi harian sudah sulit dipantau melalui catatan manual.

2. Apakah biaya kirim bisa masuk otomatis ke harga pokok barang?

Bisa, karena fitur landed cost mengalokasikan biaya pengiriman ke nilai persediaan.

3. Berapa lama implementasi sistem distribusi biasanya berjalan?

Durasinya bergantung pada jumlah gudang, kerapian data, dan kesiapan tim mengikuti proses baru.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dokumen yang Belum Bisa Ditandatangani Secara Elektronik di Indonesia

Tidak semua dokumen di Indonesia dapat diproses menggunakan tanda tangan elektronik. Memahami batasan dokumen sejak awal membantu menghindari penundaan, pengulangan proses, dan biaya tambahan.

Tim legal sudah memindahkan hampir semua kontrak ke format digital. Lalu muncul satu berkas yang ditolak notaris dengan alasan tidak bisa diproses. Ternyata tidak semua dokumen boleh ditandatangani secara elektronik di Indonesia.

Ketidaktahuan soal batas ini menimbulkan kerugian yang tidak perlu. Jadwal mundur, pihak lawan menunggu, dan berkas harus disiapkan ulang dalam bentuk kertas. Pada transaksi properti, keterlambatan semacam itu bisa menggeser tanggal serah terima. Biaya yang muncul jelas lebih besar daripada waktu yang sempat dihemat.

Batasnya sebenarnya bisa dipetakan sejak awal. Memahami cakupan Tandatangan Elektronik membuat tim tahu kapan harus beralih ke kertas. Pemetaan itu cukup dilakukan sekali untuk dipakai seterusnya.

Yang Berubah pada Aturan Induknya

Dulu Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik memuat daftar pengecualian yang gamblang. Disebutkan di sana surat yang wajib tertulis serta akta notaris dan akta pejabat pembuat akta.

Perubahan kedua pada tahun 2024 mengganti rumusan itu. Pengecualiannya kini dinyatakan berlaku sepanjang ada undang-undang lain yang mengaturnya. Artinya jawabannya tidak lagi berhenti di satu pasal, melainkan menyebar ke aturan sektoral.

Kenapa perubahan ini penting

Rumusan baru membuat peta pengecualian lebih dinamis. Selama undang-undang sektoralnya belum berubah, praktik lamanya tetap berjalan. Karena itu pengecekan sebaiknya dilakukan per jenis dokumen, bukan disamaratakan.

Dokumen yang Belum Bisa Ditandatangani Secara Elektronik

Berikut kelompok yang sampai sekarang masih menuntut bentuk kertas atau kehadiran fisik.

● Akta notaris, karena Undang-Undang Jabatan Notaris masih mensyaratkan pembuatan akta dalam bentuk kertas.

● Akta pejabat pembuat akta tanah, termasuk akta jual beli dan pengikatan hak atas tanah.

● Surat yang oleh undang-undang tertentu diwajibkan dibuat dalam bentuk tertulis dengan tata cara khusus.

● Dokumen yang menuntut kehadiran para pihak di hadapan pejabat berwenang.

Perlu dicatat, larangannya tidak bersifat mutlak untuk seluruh pekerjaan notaris. Sebagian kewenangan yang menyangkut sertifikasi transaksi elektronik justru diakui. Pembahasan mengenai akta elektronik pun masih terus berjalan di kalangan akademisi dan praktisi.

Hambatan Praktis yang Bukan Soal Hukum

Ada kelompok kedua yang sering tertukar dengan kelompok pertama. Dokumennya sebenarnya boleh diteken elektronik, tetapi penerimanya belum siap.

Contohnya institusi yang prosedur internalnya masih mensyaratkan berkas bercap basah. Ada pula dokumen untuk keperluan luar negeri yang membutuhkan legalisasi berjenjang. Penanganannya berbeda, karena yang perlu disesuaikan adalah prosedur, bukan cara penandatanganan.

Cara membedakannya dengan cepat

Tanyakan dasar penolakannya secara tertulis. Bila yang dirujuk undang-undang, persoalannya memang batas hukum. Bila yang disebut kebijakan internal, jalan keluarnya melalui pembicaraan antar bagian legal.

Memastikan Dokumen Boleh Ditandatangani Secara Elektronik

Pemeriksaan ini tidak memakan waktu lama bila dijadikan kebiasaan.

1. Kelompokkan dokumen perusahaan menurut jenis dan dasar hukumnya.

2. Tandai dokumen yang melibatkan notaris atau pejabat pembuat akta.

3. Tanyakan kepada penerima dokumen apakah format elektronik diterima.

4. Konsultasikan kelompok yang meragukan kepada penasihat hukum perusahaan.

5. Tuangkan hasilnya dalam satu daftar rujukan internal yang mudah dibuka.

Daftar seperti ini sangat membantu tim administrasi. Mereka tidak perlu menebak-nebak setiap kali ada berkas baru. Peninjauan ulang setahun sekali biasanya sudah memadai.

Bagi tim yang sedang mempelajari cara buat tanda tangan digital, pemetaan ini sebaiknya didahulukan. Percuma alurnya rapi bila dokumennya ternyata tidak boleh diproses elektronik.

Menempatkan Tanda Tangan Elektronik pada Porsinya

Sebagian besar dokumen bisnis sudah bisa dikerjakan secara digital. Kontrak vendor, surat tugas, invoice, dan perjanjian kerja sama termasuk di dalamnya. Yang tersisa hanyalah kelompok kecil yang memang diatur khusus oleh undang-undang.

ezSign merupakan layanan PT Solusi Identitas Global Net, penyelenggara sertifikasi elektronik yang diakui Kementerian Komunikasi dan Digital. Layanannya mencakup sertifikat elektronik, tanda tangan, e-Meterai, serta pencatatan aktivitas dokumen. Perusahaan yang ingin merapikan alur dokumennya sekaligus memahami cara buat tanda tangan digital dapat menjadikannya rujukan diskusi awal.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Apakah akta jual beli tanah bisa ditandatangani secara elektronik?

Belum, karena pembuatannya masih terikat ketentuan yang mensyaratkan kehadiran para pihak di hadapan pejabat berwenang.

2. Apakah pengecualian dalam undang-undang bersifat permanen?

Tidak, sebab rumusannya kini bergantung pada undang-undang sektoral yang sewaktu-waktu dapat diperbarui.

3. Bagaimana bila mitra menolak dokumen elektronik tanpa dasar hukum?

Penolakan seperti itu tergolong persoalan kebijakan internal, sehingga jalan keluarnya lewat kesepakatan antar pihak.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Komisioner BP Tapera Dampingi Menteri PKP dalam Kunjungan Program Bedah Rumah dan Gentengisasi di Purwakarta

Melalui pendampingan dalam kegiatan tersebut, BP Tapera mendukung koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan program perumahan, khususnya untuk memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian yang layak, aman, dan nyaman. Sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program perumahan yang tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Purwakarta, 2 Oktober 2026 — Komisioner BP Tapera, Heru
Pudyo Nugroho, mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP),
Maruarar Sirait, dalam kunjungan kerja di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat,
Jumat (2/10). Kegiatan ini mencakup peninjauan penerima bantuan Program Bantuan
Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Desa Pamoyanan, Kecamatan Plered, serta
pelepasan 500.000 genteng yang diangkut menggunakan 125 truk di Pasar Citeko,
Plered.

Dalam kunjungan ke Desa Pamoyanan, rombongan meninjau
kondisi rumah calon penerima bantuan (CPB) yang membutuhkan perbaikan, termasuk
rumah milik Eti Nurhayati dan Didi. Kedua rumah tersebut memiliki tingkat
kerusakan yang memerlukan penanganan, mulai dari kerusakan elemen struktur
bangunan hingga kondisi lantai, dinding, pencahayaan, dan penghawaan yang belum
memadai.

Eti Nurhayati tercatat memiliki keluarga beranggotakan lima
orang dengan penghasilan keluarga sekitar Rp2 juta per bulan. Sementara itu,
Didi memiliki empat anggota keluarga dengan penghasilan sekitar Rp1,7 juta per
bulan dan bekerja sebagai buruh harian genteng. Peninjauan ini menjadi bagian
dari upaya memastikan bantuan perumahan menyasar masyarakat yang membutuhkan
perbaikan hunian layak.

Agenda dilanjutkan dengan simulasi Pemilihan Terbuka Toko
(PTT) atau Tender Rakyat sebagai bagian dari mekanisme pengadaan bahan bangunan
untuk mendukung pelaksanaan program BSPS.

Selanjutnya, di Pasar Citeko, Menteri PKP bersama jajaran
pemerintah pusat dan daerah menghadiri prosesi pelepasan 500.000 genteng yang
didistribusikan menggunakan 125 truk. Kegiatan ini merupakan bagian dari
program gentengisasi yang diarahkan untuk mendorong penggunaan atap genteng
pada rumah masyarakat sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi para perajin
genteng.

Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito
Karnavian menyampaikan bahwa program gentengisasi merupakan arahan Presiden
yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, baik melalui
peningkatan aktivitas ekonomi dan kesempatan kerja bagi perajin genteng maupun
melalui peningkatan kenyamanan dan kesehatan hunian.

Pemerintah juga meningkatkan alokasi program BSPS di
Kabupaten Purwakarta pada 2026. Berdasarkan data yang ditampilkan dalam materi
kegiatan, alokasi BSPS di Purwakarta meningkat dari 317 unit pada 2025 menjadi
2.914 unit pada 2026, atau meningkat sekitar 819 persen. Peningkatan alokasi
ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap bantuan
perbaikan rumah.

Melalui pendampingan dalam kegiatan tersebut, BP Tapera
mendukung koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan program perumahan,
khususnya untuk memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap
hunian yang layak, aman, dan nyaman. Sinergi pemerintah pusat, pemerintah
daerah, serta pemangku kepentingan terkait diharapkan dapat mendukung
pelaksanaan program perumahan yang tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata
bagi masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Sinyal The Fed Berubah, Bitcoin Belum Lepas dari Konsolidasi US$83.000

Jakarta, 1 Oktober 2026 – Ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga The Fed pada Oktober berubah dalam sepekan terakhir. Peluang The Fed mempertahankan suku bunga kini mencapai 52,9%, berbalik dari ekspektasi sepekan sebelumnya yang memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 54–55%.

Di tengah perubahan tersebut, Bitcoin (BTC) bergerak dalam fase konsolidasi di kisaran US$83.400–83.800 setelah sebelumnya sempat menguat hingga mendekati US$87.000. Hal ini tercantum dalam Market Outlook mingguan FLOQ Trading Desk yang dirilis Kamis (1/10).

Ekspektasi The Fed Berubah, Bitcoin Masih Konsolidasi

Perubahan ekspektasi suku bunga dipengaruhi sejumlah perkembangan ekonomi AS, termasuk komentar Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams pada 29 September serta perlambatan inflasi PCE inti menjadi 3,3%.

Sebelumnya, The Fed telah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75–4,00%.

“Pergeseran ekspektasi dari kenaikan ke penahanan suku bunga hanya dalam sepekan menunjukkan betapa sensitifnya pasar terhadap setiap sinyal The Fed. Dalam jangka pendek, arah Bitcoin masih sangat ditentukan oleh kebijakan moneter AS,” ujar Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ.

Dalam tujuh hari terakhir, BTC bergerak pada rentang US$82.581–85.518 atau turun sekitar 1%. FLOQ Trading Desk mencatat US$82.500 sebagai level support dan US$85.500 sebagai resistance.

“Dua level itu menjadi batas penting pekan ini. Data Non-Farm Payrolls AS pada 2 Oktober akan menjadi salah satu katalis yang dapat menentukan apakah BTC menembus resistance atau kembali menguji support,” kata Yudho.

Inflow ETF Bitcoin Tertinggi 2026, tetapi Melambat

Arus dana institusional masih menjadi perhatian pasar. ETF Bitcoin spot mencatat inflow mingguan sebesar US$2,39 miliar pada pekan yang berakhir 26 September, menjadi inflow mingguan tertinggi sepanjang 2026.

IBIT menyerap sekitar US$1,2 miliar, sedangkan FBTC mencatat inflow sekitar US$701,7 juta. Namun, arus dana harian melambat tajam, dari sekitar US$999 juta pada 21 September menjadi US$134 juta pada 25 September atau turun sekitar 87%.

“Inflow mingguan memang tertinggi tahun ini, tetapi momentumnya melambat tajam. Investor sebaiknya membaca tren arus dana, bukan hanya angka puncaknya. Angka besar di headline belum tentu berarti permintaan masih kuat,” analisa Yudho.

Sementara itu, ETF Ethereum spot mencatat inflow US$689,8 juta pada pekan 25 September setelah sebelumnya mengalami outflow US$140 juta. Pada 29 September, ETF Ethereum kembali mencatat outflow tipis US$2,81 juta.

Strategy Berbalik Diskon

Strategy (MSTR) terus menambah kepemilikan Bitcoin. Perusahaan membeli 950 BTC pada 14–20 September dengan harga rata-rata US$79.670 dan 1.665 BTC pada 21–27 September dengan harga rata-rata US$85.681.

Total kepemilikan Strategy kini mencapai 847.665 BTC dengan nilai sekitar US$70,77 miliar. Namun, rasio mNAV perusahaan berbalik dari premium 1,16 kali menjadi diskon 0,90 kali dalam sepekan.

“Saat mNAV turun di bawah 1x, kemampuan Strategy menerbitkan saham baru untuk membeli Bitcoin menjadi terbatas. Ini perlu dicermati karena mekanisme itulah mesin akumulasi utama salah satu pembeli institusional terbesar di pasar,” ujar Yudhono.

Dari sisi regulasi, CLARITY Act masih tertahan di Senat AS setelah pemungutan suara cloture pada 15 September berakhir 49–50. DPR AS juga membatalkan sidang pada 21 dan 28 September sehingga pembahasan berpotensi tertunda hingga periode lame-duck setelah pemilu 3 November.

Meski demikian, BTC masih bergerak relatif stabil di US$83.000–85.000. FLOQ Trading Desk menilai kebijakan The Fed dan arus dana saat ini lebih dominan memengaruhi harga dibandingkan perkembangan regulasi.

Minyak, Rupiah, dan Agenda Pasar

Harga minyak Brent masih berada di kisaran US$97–102 per barel. Sementara itu, aliran minyak melalui Selat Hormuz masih sekitar 677 ribu barel per hari, jauh di bawah sekitar 3,6 juta barel per hari sebelum konflik.

FLOQ Trading Desk menilai eskalasi geopolitik dapat mendorong harga Brent bertahan di atas US$100 per barel, meningkatkan tekanan inflasi, dan mempersempit ruang The Fed untuk bersikap dovish.

Di dalam negeri, Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di 5,75% pada RDG 22–23 September. Rupiah sempat melemah ke kisaran Rp17.950–17.998 per dolar AS sebelum menguat ke Rp17.894 pada 30 September.

“Penguatan rupiah pekan ini patut dicatat, tetapi ini masih pemulihan parsial, belum tren penguatan baru. Investor domestik perlu memperhitungkan faktor kurs dan harga minyak saat menyusun portofolio,” jelas Yudho.

Untuk pekan ini, pasar akan mencermati sejumlah data ekonomi AS. ISM Manufacturing PMI dirilis pada 1 Oktober, disusul Non-Farm Payrolls pada 2 Oktober. Pada tanggal yang sama, opsi mingguan BTC dan ETH di Deribit akan jatuh tempo.

Pasar kemudian menunggu ISM Services PMI pada 5 Oktober dan risalah FOMC September pada 7 Oktober. Perkembangan konflik Iran dan Selat Hormuz juga tetap menjadi faktor risiko yang perlu diperhatikan.

FLOQ Trading Desk menilai data Payrolls yang kuat dapat kembali meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga dan menekan BTC. Sebaliknya, data ekonomi yang lebih lemah serta risalah FOMC bernada dovish dapat membuka ruang bagi BTC untuk kembali menguji US$85.500.

“Ketika ekspektasi pasar bisa berbalik dalam hitungan hari, disiplin manajemen risiko jauh lebih penting daripada menebak arah. Kami mendorong investor menghindari leverage berlebihan dan menyiapkan rencana untuk dua skenario,” pungkas Yudho.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

HUT ke-70 SUCOFINDO: Dukung Akses Air Bersih untuk Negeri melalui Sumur Bor di Kalimantan Barat

Pontianak, (3/10) – Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) bersama PT SUCOFINDO (PERSERO) Cabang Pontianak meresmikan fasilitas sumur bor air bersih di lingkungan MIS Miftahussalam, Desa Punggur Kecil, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Peresmian ini merupakan bagian dari program bertajuk “Jaga Air Bersih untuk Desa” yang menyasar 70 titik wilayah operasional cabang dan unit pelayanan PT SUCOFINDO (PERSERO) di seluruh Indonesia Indonesia dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 PT SUCOFINDO (PERSERO). Pembangunan sumur bor ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.

Kegiatan peresmian dihadiri oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS), Adi, Kepala PT SUCOFINDO (PERSERO) Cabang Pontianak, Leonardo Pardede, Kepala Desa Punggur Kecil, Adi Kusuma Jaya, serta Kepala Sekolah MIS Miftahussalam, Asmiatun.

Dalam sambutannya, Adi mengungkapkan apresiasinya kepada PT SUCOFINDO (PERSERO) atas dukungan penyediaan fasilitas air bersih bagi masyarakat Desa Punggur Kecil. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti, mengingat air bersih merupakan kebutuhan pokok yang sempat menjadi tantangan bagi warga selama musim kemarau.

“Bantuan ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan kontribusi SUCOFINDO yang telah membantu menghadirkan solusi nyata bagi warga,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Leonardo Pardede menyampaikan bahwa pembangunan sumur bor ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya melalui program-program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berorientasi pada kebutuhan nyata di lapangan.

“Tahun ini menjadi momentum istimewa bagi SUCOFINDO karena memasuki usia ke-70 tahun. Rasa syukur atas perjalanan tujuh dekade tersebut kami wujudkan melalui berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Pembangunan sumur bor air bersih ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kami dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar yang berpengaruh terhadap kesehatan, pendidikan, dan kualitas hidup masyarakat,” tuturnya.

Leonardo Pardede juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang telah berkolaborasi dalam merealisasikan program pembangunan sumur bor tersebut. Menurutnya, sinergi yang terjalin menjadi faktor penting dalam memastikan manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

“Kami mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan program ini. Kami berharap fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” tambahnya.

Peresmian fasilitas ditandai dengan pemotongan pita dan penyaluran air sumur bor secara simbolis sebagai penanda bahwa sarana tersebut siap dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penyerahan Berita Acara Serah Terima (BAST) kepada pihak penerima manfaat sebagai bentuk komitmen bersama untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas secara berkelanjutan.

Program pembangunan sumur bor ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), khususnya mengenai akses air bersih dan sanitasi yang layak, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat. Melalui inisiatif ini, PT SUCOFINDO (PERSERO) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung pembangunan sosial dan pelestarian lingkungan sekaligus memperluas dampak positif perusahaan bagi masyarakat.

“Kami percaya bahwa keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja bisnis, tetapi juga dari manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat. Karena itu, SUCOFINDO akan terus menghadirkan program-program yang berdampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat, sejalan dengan semangat ‘Ensuring Quality Protecting Trust’,” tutup Leonardo Pardede.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Beralihlah dari Kartu Nama Kertas, KartuNamaDigital.id Resmi Diluncurkan: Hadirkan Solusi Profil Profesional Interaktif Berbasis QR Code

Melalui KartuNamaDigital.id, setiap pengguna memiliki halaman arahan (profile landing page) personal yang memuat informasi kontak terpadu—mulai dari nomor telepon, email, tautan website, portofolio kerja, hingga saluran media sosial—yang dapat disimpan langsung ke buku kontak ponsel mitra bisnis dalam satu klik.

JAKARTA, 1 Oktober 2026 — Di tengah mobilitas profesional dan bisnis yang serba cepat, kartu nama kertas konvensional kian menghadapi berbagai keterbatasan: mudah hilang, ruang informasi yang sempit, serta pemborosan biaya setiap kali terjadi pembaruan data kontak atau jabatan. Menjawab tantangan efisiensi tersebut, KartuNamaDigital.id hari ini resmi diluncurkan sebagai platform kartu nama digital berbasis web yang memungkinkan para profesional dan pelaku usaha bertukar kontak secara cepat melalui pemindaian kode QR (QR code).  

Menghubungkan Profesional Tanpa Hambatan

Tidak seperti kartu nama fisik yang statis, KartuNamaDigital.id memaksimalkan kemudahan akses melalui peramban web tanpa mewajibkan lawan bicara mengunduh aplikasi tambahan apa pun, memudahkan menyimpan detail kontak : Nama, nomor telepon, email, media social, website ke dalam handphone.

Pindai QR Code & Buka Profil Instan: Mitra kerja cukup memindai kode QR menggunakan kamera ponsel pintar untuk langsung melihat profil digital lengkap yang rapi dan profesional, bisa segera save contact, menghubungi lewat whatsapp dan sebagainya

Fitur Simpan Kontak Sekali Klik (Save to Contacts): Menghilangkan kerepotan mengetik ulang nomor secara manual; penerima kartu nama dapat langsung mengunduh dan menyimpan data kontak (vCard) ke memori ponsel secara instan.

Etalase Portofolio & Bisnis: Tidak hanya mencantumkan identitas dasar, platform ini dirancang untuk menampilkan tautan portofolio profesional, katalog layanan, situs web resmi perusahaan, dan akun media sosial dalam satu wadah.

Pembaruan Data Secara Real-Time: Perubahan nomor WhatsApp, alamat kantor, jabatan, maupun tautan proyek terkini dapat diubah kapan saja melalui dashboard, sehingga informasi yang diakses mitra selalu akurat tanpa perlu mencetak ulang kartu.

Efisiensi Anggaran dan Ramah Lingkungan (Paperless): Mengurangi pemborosan kertas secara signifikan sekaligus menekan anggaran cetak kartu nama berkala bagi individu, konsultan, pekerja lepas (freelancer), hingga tim korporat.

Pernyataan Resmi Pendiri

“Kartu nama bukan sekadar secarik kertas bertuliskan nama dan nomor telepon, melainkan pintu gerbang pertama pembuktian kredibilitas profesional dan bisnis. Dengan KartuNamaDigital.id, kami ingin memberikan solusi modern di mana siapa pun bisa membagikan identitas lengkap mereka—termasuk portofolio dan proyek yang sedang dikerjakan—secara elegan, cepat, dan selalu terbarui hanya lewat satu pemindaian kode QR,” – KartuNamaDigital.id.

Ketersediaan

Layanan KartuNamaDigital.id kini telah resmi dibuka untuk umum dan dapat diakses langsung melalui peramban di https://kartunamadigital.id. Pengguna dapat langsung mendaftar, mengatur profil kartu nama digital, serta mengunduh kode QR personal mereka untuk mulai memperluas jejaring bisnis.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Fokus Garap Pasar Eksternal, InfraNexia Bidik Kebutuhan Infrastruktur Pemain Industri Telco Nasional

Resmi tuntaskan pemisahan, InfraNexia perkuat peran sebagai katalis pertumbuhan pendapatan TelkomGroup dan fondasi ekosistem digital Indonesia

Jakarta, 1 Oktober 2026 – PT Telkom Indonesia Persero (Tbk) (Telkom) memperoleh persetujuan pemegang saham independen atas aksi korporasi pemisahan aset dan bisnis (spin-off) wholesale fiber connectivity ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan secara daring pada Rabu (30/9). Sebagai transaksi afiliasi yang diatur dalam Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan, pelaksanaan aksi korporasi ini telah memenuhi ketentuan kuorum dari mayoritas pemegang saham independen. 

Terbentuknya InfraNexia sebagai operating company yang menggawangi bisnis infrastruktur jaringan TelkomGroup merupakan bagian dari implementasi strategi TLKM 30 dalam mendorong monetisasi aset bernilai tinggi dan kemitraan strategis untuk menangkap peluang pertumbuhan. Sejalan dengan hal tersebut, langkah ini juga memperkuat transformasi Telkom dari Operating Holding menuju Strategic Holding dengan model Holding Company-Operating Company (HoldCo-OpCo) yang berorientasi pada penciptaan nilai dan fokus pada sinergi antar entitas secara berkelanjutan. 

Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno menyampaikan, “Atas nama direksi Perseroan, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan yang senantiasa menyertai perjalanan transformasi Telkom. Kepercayaan yang diberikan kepada Telkom atas Spin-Off InfraCo ini menjadi langkah penting untuk membangun struktur bisnis yang lebih fokus, sekaligus memberi ruang dan fleksibilitas bagi InfraNexia untuk berkembang lebih optimal. Telkom memastikan transformasi yang tengah dijalankan dapat memberikan dampak nyata terhadap kinerja dan value creation, sekaligus menghadirkan kontribusi yang semakin besar bagi kemajuan ekosistem digital Indonesia.” 

InfraNexia Buka Jalur Pertumbuhan Baru bagi Indonesia

Pada hari yang sama, Telkom dan InfraNexia juga melaksanakan penandatanganan akta pemisahan (deed of spin-off) sebagai milestone utama dalam penyelesaian Spin-Off InfraCo Tahap 2, setelah memperoleh persetujuan pemegang saham independen Telkom melalui RUPSLB. Akta pemisahan ditandatangani oleh Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno dan Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf, di Telkom Landmark Tower, Jakarta.  

Melalui tahapan ini, lebih dari 90% aset infrastruktur jaringan yang sebelumnya berada di bawah Telkom resmi dikonsolidasikan ke InfraNexia, memperkuat skala perusahaan sebagai penyedia infrastruktur digital berbasis wholesale dengan jaringan yang membentang di berbagai wilayah Indonesia. Secara keseluruhan, skala tersebut mencakup sekitar 112.000 kilometer jaringan fiber optic, termasuk 26.000 km Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik, dengan total nilai transaksi mencapai sekitar Rp85,7 triliun. 

Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno mengatakan, InfraNexia diarahkan untuk semakin mempertajam fokus bisnis serta meningkatkan produktivitas aset infrastruktur guna mendorong peningkatan kontribusi pasar eksternal terhadap pendapatan segmen B2B Infrastructure TelkomGroup. 

“Dengan skala dan fokus yang semakin solid, InfraNexia diharapkan mampu mengelola infrastruktur secara lebih optimal sekaligus membuka pemanfaatannya bagi lebih banyak pelaku industri. Langkah ini menjadi bagian dari upaya TelkomGroup membangun bisnis agar semakin fokus, kompetitif, dan mampu menciptakan nilai yang jauh lebih besar dari tiap aset strategis yang dimiliki,” ujar Nanang. 

Sejalan dengan arahan tersebut, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menyampaikan, konsolidasi memberikan ruang yang lebih luas bagi InfraNexia untuk meningkatkan utilisasi jaringan dan juga memperluas kolaborasi di dalam ekosistem digital nasional. 

“Skala infrastruktur yang semakin besar memberi kami fleksibilitas untuk menghadirkan solusi yang lebih relevan bagi berbagai kebutuhan pelanggan. Fokus kami bukan hanya memperluas pemanfaatan aset, tetapi memastikan infrastruktur yang kami miliki dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan lebih banyak mitra dan layanan digital, serta mendukung penguatan ekosistem dan kedaulatan digital Indonesia,” tambah Seno. 

Pasca konsolidasi, InfraNexia mengelola jaringan serat optik yang terhubung melalui infrastruktur darat dan laut, didukung 4 area, 12 regional, dan 61 distrik di seluruh Indonesia. Infrastruktur dan cakupan yang ekstensif ini menjadi fondasi bagi operator telekomunikasi, penyedia layanan internet, perusahaan cloud, data center, serta berbagai pelaku industri dalam memperluas kapasitas dan jangkauan layanan. 

Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf menambahkan, fase baru ini memperkuat peran InfraNexia dalam mengembangkan jaringan nasional sebagai AI Ready Infrastructure yang terbuka, terintegrasi, dan dapat dimanfaatkan bersama oleh berbagai pelaku industri. 

“Indonesia membutuhkan AI Ready Infrastructure yang mampu berkembang seiring kebutuhan industri dan teknologi. Dengan jaringan yang semakin terintegrasi dan scalable, kami ingin menghadirkan fondasi yang dapat mendukung pertumbuhan AI, cloud, data center, serta berbagai inovasi digital lainnya di masa depan, sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi mitra untuk memperluas layanan dan menciptkan  peluang pertumbuhan baru tanpa harus mengembangkan seluruh infrastrukturnya secara mandiri,” pungkas Lukman. 

InfraNexia menjalankan model bisnis berbasis prinsip carrier-neutral dan open-access melalui dua lini utama, yaitu Wholesale Connectivity dan Wholesale FTTx. Portofolio tersebut mencakup layanan konektivitas berkapasitas tinggi, akses jaringan, hingga pemanfaatan infrastruktur pasif bersama yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kapasitas, cakupan, dan model bisnis masing-masing pelanggan. 

Sejalan dengan penguatan skala bisnis, InfraNexia juga terus mempercepat modernisasi operasi jaringan melalui otomasi, integrasi sistem, dan pengembangan kapabilitas autonomous network. Transformasi ini diarahkan untuk meningkatkan keandalan layanan, efisiensi operasional, serta kemampuan jaringan dalam merespons permintaan pelanggan yang terus meningkat. 

Penguatan skala dan kapabilitas tersebut menjadi bagian dari upaya InfraNexia untuk memastikan infrastruktur yang dikelolanya terus relevan dan mengalir dengan kebutuhan Indonesia yang semakin terkoneksi. Dengan skala jaringan nasional, model bisnis terbuka, dan pengelolaan yang semakin terintegrasi, InfraNexia memperkuat perannya sebagai fondasi infrastruktur bagi pertumbuhan ekosistem digital Indonesia. 

“InfraNexia dengan semangat Flowing Through Nusantara merefleksikan bagaimana infrastruktur kami akan terus menghubungkan wilayah, industri, dan berbagai peluang pertumbuhan di seluruh Indonesia. Semangat ini menjadi pengingat bahwa setiap pengembangan yang kami lakukan harus memberikan ruang bagi konektivitas dan ekosistem digital untuk terus bertumbuh,” tutup Lukman.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Zentara Soroti Pentingnya API Security bagi Ekosistem Fintech dan Bisnis Digital Indonesia

JAKARTA, INDONESIA – Oktober 2026 – Ketergantungan bisnis digital Indonesia terhadap API terus meningkat. Bank, fintech, penyedia pembayaran, e-wallet, marketplace, dan berbagai layanan digital mengandalkan API untuk menghubungkan sistem dan bertukar data.

Bertambahnya endpoint juga memperluas area yang perlu diamankan. Salah satu risiko yang mendapat perhatian dalam OWASP API Security Top 10 adalah Broken Object Level Authorization (BOLA), ketika sebuah API memastikan pengguna telah login tetapi gagal memastikan bahwa pengguna tersebut memang berhak mengakses objek atau data yang diminta.

Jenis kerentanan seperti ini tidak selalu mudah ditemukan melalui automated scanner karena respons API dapat terlihat valid dari sisi teknis. Pengujian membutuhkan pemahaman terhadap business logic, hak akses, dan hubungan antarobjek di dalam aplikasi.

Zentara melakukan pengujian terhadap REST, GraphQL, dan gRPC dengan mengacu pada risiko API Security Top 10, termasuk BOLA, Broken Function Level Authorization, mass assignment, dan penyalahgunaan schema. Certified testers melakukan validasi manual dan menghasilkan proof of concept yang dapat direproduksi.

Untuk kebutuhan pengujian yang lebih luas, perusahaan dapat menggabungkan API security testing dengan automated vulnerability assessment. Pendekatan ini membantu menggabungkan discovery berskala besar dengan validasi terhadap business logic yang membutuhkan analisis manusia.

Zentara juga menggunakan AVAS untuk melakukan assessment otomatis terhadap application dan integration layers. Menurut Zentara, full enterprise scan dapat selesai dalam waktu kurang dari 15 menit, sehingga assessment dapat dilakukan lebih dekat dengan siklus perubahan aplikasi.

Bagi perusahaan yang memproses data pribadi, keamanan API juga berkaitan dengan perlindungan data. API yang salah mengimplementasikan authorization dapat membuka akses terhadap data milik pengguna lain dan menciptakan risiko yang melampaui persoalan teknis aplikasi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES