Tangkap Peluang Pertumbuhan EV, BRI Finance Perkuat Pembiayaan Berkelanjutan

Jakarta, 8 Juni 2026 – Upaya pemerintah dalam mempercepat transisi menuju transportasi berkelanjutan terus menunjukkan sinyal positif. Salah satunya melalui kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memberikan pembebasan pajak kendaraan listrik, yang dinilai dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan ekosistem kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.

PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) memandang kebijakan tersebut sebagai langkah strategis yang tidak hanya meningkatkan daya tarik kendaraan listrik di mata konsumen, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi pengembangan pembiayaan berkelanjutan (green financing) di sektor multifinance.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Kebijakan pembebasan pajak kendaraan listrik memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang sedang mempertimbangkan penggunaan kendaraan listrik sebagai sarana mobilitas sehari-hari. Di sisi lain, kebijakan ini juga menjadi pendorong bagi industri pembiayaan untuk semakin aktif mendukung pengembangan ekosistem kendaraan ramah lingkungan melalui penyaluran pembiayaan yang lebih luas.”

BRI Finance melihat kendaraan listrik sebagai salah satu segmen yang memiliki potensi pertumbuhan yang signifikan di masa depan. Oleh karena itu, Perseroan terus memperkuat strategi bisnis untuk menangkap peluang tersebut melalui perluasan kerja sama dengan berbagai Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM), dealer resmi, serta mitra strategis di industri otomotif nasional.

Selain memperkuat jaringan kemitraan, BRI Finance juga terus mengoptimalkan kanal pemasaran digital dan konvensional guna meningkatkan akses masyarakat terhadap berbagai solusi pembiayaan kendaraan. Seluruh upaya tersebut tetap dijalankan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang terukur untuk menjaga kualitas portofolio pembiayaan Perseroan.

Komitmen BRI Finance dalam mendukung pembiayaan kendaraan listrik tercermin dari kinerja yang berhasil dicatatkan sepanjang tahun berjalan. Hingga Maret 2026, pembiayaan kendaraan listrik Perseroan tumbuh sebesar 13,74 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik, meskipun saat ini portofolio pembiayaan kendaraan konvensional masih mendominasi keseluruhan pembiayaan otomotif Perseroan.

Tren positif tersebut juga sejalan dengan perkembangan industri multifinance nasional. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran pembiayaan kendaraan listrik oleh perusahaan pembiayaan di Indonesia mencapai Rp22,5 triliun per Maret 2026 atau tumbuh 35,27% secara tahunan (year-on-year).

“BRI Finance akan terus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan melalui penguatan portofolio pembiayaan hijau yang sejalan dengan arah kebijakan pemerintah. Kami optimistis pertumbuhan kendaraan listrik akan terus berlanjut dan menjadi salah satu motor pertumbuhan industri pembiayaan pada masa mendatang,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Resmikan Kerja Sama dengan Kejari Samarinda, BRI Finance Perkuat Tata Kelola GCG

Samarinda, 20 Mei 2026 – Sebagai langkah memperkuat aspek legal dan implementasi tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menjalin kerja sama strategis dengan Kejaksaan Negeri Samarinda melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang dilaksanakan di Kantor Kejaksaan Negeri Samarinda, Kalimantan Timur.

Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya BRI Finance dalam memperkuat kepatuhan hukum, mitigasi risiko, serta mendukung efektivitas penyelesaian permasalahan di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Negeri Samarinda Dr. Haedar, S.H., M.H., Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Ryan Ardiansyah, S.H., M.H., Kasubsi Jaksa Pengacara Negara, beserta jajaran bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), Pidana Umum (Pidum), Pidana Khusus (Pidsus), dan jajaran lainnya. Sementara dari pihak BRI Finance, hadir Pimpinan Cabang Samarinda Surya Adi beserta tim collection dan Legal BRI Finance Samarinda.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menyampaikan, “Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen BRI Finance untuk terus mengedepankan prinsip kehati-hatian, kepatuhan terhadap regulasi, dan penguatan governance dalam seluruh proses bisnis perusahaan. Melalui sinergi bersama Kejaksaan Negeri Samarinda diharapkan dapat mendukung efektivitas penanganan aspek hukum di bidang perdata dan tata usaha negara secara profesional dan sesuai ketentuan yang berlaku.”

Sebagai bagian dari BRI Group, BRI Finance terus berfokus pada penguatan fundamental bisnis yang sehat dan berkelanjutan, termasuk melalui optimalisasi pengelolaan risiko hukum dan peningkatan kualitas tata kelola perusahaan.

“Melalui penandatanganan MoU ini, BRI Finance dan Kejaksaan Negeri Samarinda diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan sinergi dalam mendukung penyelesaian berbagai permasalahan hukum, pemulihan aset, serta menciptakan kepastian hukum yang mendukung stabilitas industri pembiayaan,” ujar Dhani. 

Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari langkah berkelanjutan BRI Finance dalam membangun hubungan kelembagaan yang strategis dengan berbagai pemangku kepentingan guna mendukung pertumbuhan bisnis yang prudent, adaptif, dan berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PLN Indonesia Power UBP Jatigede Salurkan Hewan Qurban dan Jaga Keandalan Listrik di Momen Idul Adha 1447 H

Sumedang, 27 Mei 2026

PLN Indonesia Power UBP Jatigede melaksanakan kegiatan pemotongan dan pembagian hewan qurban dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar wilayah operasional. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam mempererat hubungan harmonis dengan lingkungan serta menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui semangat berbagi dan kebersamaan.

Dalam pelaksanaannya, hewan qurban yang telah dipotong kemudian didistribusikan secara tertib dan merata kepada masyarakat yang berhak menerima. Proses ini dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek kebersihan, ketertiban, serta nilai-nilai kebersamaan yang menjadi esensi dari perayaan Idul Adha. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat nilai empati, solidaritas, dan kepedulian sosial di lingkungan kerja maupun masyarakat sekitar.

Di sisi lain, PLN Indonesia Power UBP Jatigede juga memastikan kesiapsiagaan penuh tim operator dan pemeliharaan selama masa siaga Idul Adha. Personel disiagakan secara optimal untuk menjaga keandalan pasokan listrik, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan hari raya dengan aman dan nyaman. Komitmen ini mencerminkan peran perusahaan dalam menjaga stabilitas sistem kelistrikan sekaligus mendukung kelancaran aktivitas masyarakat pada momen penting keagamaan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Globalisasi dan Perubahan Dinamika Kuliner Indonesia

Globalisasi memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan industri kuliner Indonesia. Pertukaran budaya, teknologi, dan informasi membuat makanan asing mudah ditemukan di kota-kota besar, sehingga masyarakat Indonesia terpapar pada ragam cita rasa baru. Hal ini membawa dampak positif sekaligus menantang bagi para pelaku usaha kuliner.

Salah satu dampak utama adalah hadirnya berbagai restoran internasional, mulai dari kafe ala Barat hingga makanan Asia yang populer. Kehadiran kuliner asing meningkatkan standar rasa, kualitas pelayanan, dan kreativitas menu di industri lokal. Konsumen kini lebih kritis dan mencari pengalaman kuliner yang unik dan berkualitas.

Di sisi lain, globalisasi mendorong inovasi dalam kuliner tradisional Indonesia. Banyak pelaku usaha mengadaptasi resep lokal dengan gaya modern, seperti rendang fusion, sambal dengan rempah baru, atau jajanan tradisional yang dikemas lebih menarik. Pendekatan ini membantu kuliner Indonesia tetap relevan dan bisa diterima oleh selera generasi muda maupun konsumen global.

Digitalisasi juga memainkan peran penting. Media sosial memungkinkan promosi kuliner secara luas dan cepat. Resep atau menu lokal yang dulunya hanya dikenal di satu daerah kini bisa viral di tingkat nasional dan internasional. Hal ini memberikan peluang bagi industri kuliner untuk mendapatkan pengakuan global dan meningkatkan omzet.

Meski begitu, globalisasi juga menghadirkan tantangan serius. Persaingan dengan makanan impor yang memiliki pemasaran kuat menuntut pelaku usaha kuliner lebih kreatif dan adaptif. Selain itu, perubahan cita rasa demi tren global bisa mengancam keaslian makanan tradisional. Pelestarian budaya kuliner tetap menjadi hal penting agar identitas kuliner Indonesia tidak hilang.

Globalisasi juga mendorong profesionalisme dalam sektor kuliner. Standar pelayanan, manajemen restoran, dan kebersihan di Indonesia kini mulai menyesuaikan standar internasional. Hal ini membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menembus pasar global, mengekspor produk, atau membuka restoran di luar negeri.

Dengan demikian, globalisasi membawa transformasi besar pada industri kuliner Indonesia. Ia menuntut keseimbangan antara inovasi modern dan pelestarian cita rasa tradisional. Pelaku usaha yang mampu menyeimbangkan keduanya akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang di era global.

Solid di Tengah Gejolak, Kinerja Grup MIND ID Melampaui Ekspektasi Pasar

JAKARTA — Perusahaan-perusahaan di bawah naungan Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) berhasil menavigasi tantangan volatilitas harga komoditas dan gejolak geopolitik global sepanjang 2025. Alih-alih tertekan, seluruh anggota holding tambang pelat merah tersebut justru mencatat kinerja yang solid dan konsisten positif sepanjang tahun lalu.

Pengamat BUMN Universitas Indonesia (UI), Toto Pranoto menilai capaian kinerja Grup MIND ID telah melampaui ekspektasi dan bukan semata-mata hasil dari kenaikan harga komoditas.

“Kinerja ini menunjukkan kemampuan MIND ID dalam integrasi hulu ke hilir bisnis yang semakin baik. Di luar windfall profit yang diperoleh karena harga komoditas yang meningkat akibat situasi geopolitik yang tidak stabil,” tutur Toto.

Bila dirinci berdasarkan komoditas, segmen emas melalui PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) mencatatkan kinerja mencolok dengan laba tahun berjalan sebesar Rp7,92 triliun pada tahun buku 2025. Capaian tersebut melonjak 106% dibandingkan laba tahun berjalan 2024 yang sebesar Rp3,85 triliun.

Pertumbuhan laba itu sejalan dengan peningkatan pendapatan perseroan yang naik 22% menjadi Rp84,64 triliun pada 2025, dibandingkan Rp69,19 triliun pada tahun sebelumnya. Kinerja tersebut terutama ditopang oleh bisnis emas yang menyumbang sekitar 79% terhadap total penjualan perusahaan. Penjualan emas ANTAM tercatat mencapai Rp66,47 triliun sepanjang 2025 atau meningkat 15% dibandingkan Rp57,56 triliun pada 2024, ditopang oleh permintaan yang tetap kuat.

Dari komoditas batu bara, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) membukukan laba bersih sebesar Rp2,93 triliun pada 2025, dengan pendapatan sebesar Rp42,65 triliun yang relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja ini berlangsung di tengah tekanan harga batu bara global yang masih berlanjut, yang mana Harga Newcastle Index justru tercatat turun 22% secara tahunan, sementara Indonesia Coal Index (ICI-3) melemah 16%. PTBA terbukti mampu menjaga kinerja melalui peningkatan volume penjualan sebesar 6% secara tahunan, dengan porsi penjualan domestik mencapai 54% dan ekspor 46% ke pasar Bangladesh, India, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina.

PT Freeport Indonesia (PTFI) mencatat laba bersih sebesar US$2,52 miliar atau sekitar Rp42,07 triliun (kurs Rp 16.698 per dolar AS) pada 2025 dengan pendapatan sebesar US$8,62 miliar atau sekitar Rp143,9 triliun. Capaian ini mencerminkan kekuatan dari operasional tambang tembaga dan emas di Papua, sekaligus hasil dari penguatan hilirisasi melalui fasilitas smelter tembaga di JIIPE Gresik.

Beranjak ke komoditas aluminium, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mencatatkan kenaikan laba bersih hingga 15% sepanjang 2025, ditopang oleh kenaikan pendapatan sekitar 10% menjadi US$785,7 juta. Kinerja ini mencerminkan stabilitas operasional pabrik peleburan aluminium terbesar di Asia Tenggara di tengah fluktuasi harga aluminium global.

Di segmen timah, PT Timah Tbk. (TINS) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,31 triliun atau mencapai 119% dari target RKAP 2025. Pendapatan TINS tercatat sebesar Rp11,55 triliun atau meningkat 6,41% dibandingkan Rp10,86 triliun pada 2024. Dari sisi operasional, perusahaan membukukan produksi bijih timah sebesar 18.635 ton Sn, produksi logam timah sebesar 17.815 metrik ton, dan penjualan logam timah mencapai 16.634 metrik ton.

Dari hasil tambang nikel, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) turut mencatatkan pertumbuhan laba yang solid pada 2025 dengan pendapatan naik 4,19% menjadi US$990,19 juta. Pertumbuhan ini mencerminkan efisiensi operasional yang konsisten di wilayah Sorowako, Sulawesi Selatan.

Secara keseluruhan, kinerja solid Grup MIND ID sepanjang 2025 turut memberikan kontribusi signifikan bagi penerimaan negara. Melalui pembayaran pajak, royalti, dan dividen kepada pemegang saham, hasil operasional seluruh anggota holding mengalir kembali sebagai manfaat nyata bagi perekonomian nasional. Hal ini menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya mineral strategis Indonesia tidak hanya menghasilkan nilai korporasi, tetapi juga memperkuat fondasi fiskal negara.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Igloo Luncurkan Igi, Asisten AI Asuransi Perjalanan Pertama di Asia Tenggara yang Layani Pembelian Polis dari Awal hingga Akhir

Igloo, perusahaan insurtech full-stack satu-satunya di Asia Tenggara yang membangun infrastruktur digital menyeluruh untuk industri asuransi, hari ini meluncurkan Igi, asisten AI asuransi perjalanan di platform konsumennya, igloo.co.id. Igi memandu pelanggan melalui seluruh proses pembelian asuransi perjalanan: mulai dari memilih destinasi, membandingkan paket, menerima rekomendasi yang disesuaikan dengan profil perjalanan, hingga pembayaran dan penerbitan polis, semuanya dalam satu jendela percakapan.

Igi berbeda dari chatbot FAQ atau layanan bantuan pasca-pembelian yang umum digunakan di industri asuransi. Igi adalah agen penjualan otonom yang menangani seluruh proses pembelian secara langsung dalam sistem produksi: menerima pertanyaan, membandingkan produk, memberikan rekomendasi, dan menyelesaikan transaksi. Halaman web tetap tersinkronisasi dengan percakapan, sehingga pengguna dapat berpindah antarmuka tanpa kehilangan proses pembelian. Untuk pertanyaan yang memerlukan penanganan manusia, Igi mengalihkan percakapan ke tim telesales melalui WhatsApp.

Peluncuran ini menandai evolusi platform konsumen Igloo di Indonesia, dari katalog produk menjadi platform asuransi berbasis AI. Selama beberapa tahun terakhir, Igloo telah mengembangkan dan menerapkan teknologi AI di berbagai lini operasional, mulai dari rekomendasi produk, pemrosesan klaim, deteksi potensi kecurangan, hingga dukungan penjualan. Igi adalah salah satu agen pertama yang dibangun khusus untuk melayani konsumen dari awal hingga akhir, dan menjadi cerminan arah Igloo dalam memanfaatkan AI untuk membangun infrastruktur asuransi yang berjalan secara otonom.

Source: Igloo’s Press Kit

Igi menunjukkan hasil awal yang positif. Sejak diluncurkan pada awal Mei, tingkat penyelesaian pembelian asuransi perjalanan oleh pengguna yang berinteraksi dengan Igi tercatat 44% lebih tinggi dibandingkan pengguna yang hanya menggunakan situs web. Igi menerapkan pendekatan hibrida: memadukan panduan AI percakapan dengan tampilan situs web yang sudah biasa digunakan pelanggan. Igi tidak menggantikan cara pelanggan berbelanja, melainkan mendampingi mereka di sepanjang proses.

Pada tahap pembayaran, tingkat konversi pengguna yang mengikuti pengalaman hibrida antara AI dan antarmuka web mencapai 1,7 kali lebih tinggi dibandingkan proses pembelian konvensional. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi antara percakapan berbasis AI dan pengalaman digital mandiri mampu membantu konsumen mengambil keputusan pembelian dengan lebih percaya diri.

“Setahun terakhir kami habiskan untuk mematangkan strategi dan infrastruktur AI-native kami. Igi membawa infrastruktur yang sama ke hadapan konsumen. Igi mendampingi pelanggan, memahami kebutuhan perjalanan mereka, merekomendasikan paket yang paling sesuai, dan menyelesaikan pembelian, kapan saja, dalam hitungan menit. Di pasar di mana sebagian besar penduduk belum pernah membeli produk asuransi, menghilangkan kerumitan dalam proses pembelian adalah langkah awal untuk menutup kesenjangan perlindungan. Indonesia adalah tempat kami membuktikan hal tersebut,” ujar Raunak Mehta, Co-Founder dan CEO Igloo.

Menjawab tantangan asuransi perjalanan di Indonesia

Penetrasi asuransi di Indonesia baru mencapai 2,7%, salah satu yang terendah di kawasan. Sebagian besar dari 280 juta penduduk Indonesia belum memiliki perlindungan asuransi yang memadai. Asuransi perjalanan, meskipun perjalanan ke luar negeri terus pulih sejak pandemi, tetap jauh dari tingkat adopsi yang seharusnya.

Hambatannya nyata: halaman produk dipenuhi jargon dan tabel manfaat yang membingungkan, pelanggan harus membandingkan sendiri berbagai paket dari perusahaan asuransi yang berbeda tanpa panduan, dan layanan umumnya tidak tersedia di luar jam kerja. Igi menjawab kedua persoalan tersebut dengan asisten AI yang beroperasi sepanjang waktu dan memandu pelanggan melalui seluruh proses pembelian dalam bahasa yang mudah dipahami.

Igloo berencana memperluas Igi ke WhatsApp, sehingga pelanggan dapat mengakses layanan ini langsung di aplikasi pesan yang sudah mereka gunakan sehari-hari. Kemampuan penjualan berbasis percakapan yang sama juga akan diterapkan di lini produk lain di igloo.co.id, termasuk asuransi kendaraan bermotor dan kecelakaan diri. Peluncuran Igi menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Igloo untuk memanfaatkan kecerdasan buatan dalam memperluas akses masyarakat terhadap perlindungan asuransi, sekaligus mendorong transformasi industri menuju pengalaman yang lebih sederhana, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pertimbangkan Kondisi Pasar, BRI Finance Terapkan Strategi Pricing Adaptif

Jakarta, 30 Mei 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus menjaga momentum pertumbuhan bisnis secara terukur di tengah dinamika suku bunga yang terjadi di industri keuangan. Seiring kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate), Perseroan melakukan penyesuaian strategi pembiayaan secara bertahap dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan kualitas portofolio.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa perubahan kondisi suku bunga menjadi salah satu indikator penting dalam penentuan strategi pricing perusahaan.

“Pergerakan BI Rate menjadi salah satu faktor yang diperhatikan Perseroan dalam menentukan kebijakan pricing pembiayaan. Penyesuaian dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi pasar, kebutuhan nasabah, serta daya saing bisnis agar tetap kompetitif,” ujar Dhani.

Di tengah kondisi pasar yang dinamis dan tantangan terhadap daya beli masyarakat, BRI Finance tetap menjalankan ekspansi pembiayaan secara selektif dengan fokus pada kualitas aset dan pengelolaan risiko yang sehat. Saat ini, Perseroan mengedepankan strategi selective growth dan prudent financing guna menjaga pertumbuhan bisnis tetap berkelanjutan. Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan manajemen risiko, monitoring kualitas portofolio, hingga optimalisasi proses collection untuk menjaga rasio kredit bermasalah tetap terkendali.

Selain itu, BRI Finance juga terus mengoptimalkan potensi captive market serta memperkuat kolaborasi joint financing bersama BRI Group sebagai bagian dari strategi memperluas penyaluran pembiayaan secara sehat dan terukur.

“BRI Finance terus melakukan efisiensi biaya operasional dan pengelolaan pricing secara selektif agar profitabilitas perusahaan tetap terjaga di tengah dinamika suku bunga dan kondisi ekonomi saat ini,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Stabilkan Cost of Fund pada Kuartal I-2026, Strategi Bisnis Ampuh BRI Finance

Jakarta, 18 Mei 2026 – Di tengah tren kenaikan suku bunga dan meningkatnya imbal hasil (yield) obligasi yang masih membayangi industri jasa keuangan, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) tetap mampu menjaga efisiensi biaya pendanaan perusahaan pada kuartal I-2026. Kondisi ini menjadi perhatian penting bagi industri multifinance yang saat ini masih mengandalkan pendanaan dari sektor perbankan sebagai sumber utama pendanaan.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa hingga Maret 2026, pendanaan industri pembiayaan nasional masih didominasi oleh pinjaman perbankan dengan total mencapai Rp279,74 triliun atau setara 73,65% dari keseluruhan sumber pendanaan. Ketergantungan tersebut membuat industri multifinance menghadapi tantangan yang cukup besar ketika suku bunga bergerak naik dan pasar obligasi mengalami tekanan yield.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “BRI Finance secara aktif melakukan penyesuaian strategi pendanaan agar tetap adaptif terhadap dinamika suku bunga dan kondisi likuiditas pasar. Dukungan sinergi dengan Group BRI juga menjadi salah satu faktor yang memperkuat stabilitas biaya dana perusahaan.”

Hingga Maret 2026, komposisi pendanaan BRI Finance berasal dari pendanaan perbankan sebesar Rp2,32 triliun atau 56,01% dari total pendanaan perusahaan. Selain itu, pendanaan dari obligasi tercatat sebesar Rp1 triliun atau 24,22%, sementara joint financing mencapai Rp818,7 miliar atau 19,77%.

Perseroan kemudian melakukan penyesuaian strategi pendanaan pada April 2026 seiring perkembangan kondisi pasar. Porsi pendanaan dari perbankan tercatat turun menjadi 52,72% atau sebesar Rp2,20 triliun. Di saat yang sama, kontribusi joint financing meningkat menjadi Rp973,9 miliar atau 23,29%, sedangkan porsi obligasi berada di level 23,99% atau sekitar Rp1 triliun.

Peningkatan porsi joint financing dilakukan karena skema tersebut dinilai mampu memberikan alternatif pendanaan dengan tingkat bunga yang lebih kompetitif. Perusahaan juga memanfaatkan pendanaan jangka pendek secara lebih optimal untuk menjaga fleksibilitas pengelolaan dana.

Selain melakukan diversifikasi sumber pendanaan, BRI Finance turut memperkuat pengelolaan likuiditas internal melalui optimalisasi arus kas dan efisiensi penggunaan dana. Perseroan juga terus meningkatkan kualitas penagihan guna mempercepat cash inflow serta menjaga posisi likuiditas tetap solid.

Dalam strategi penerbitan obligasi, BRI Finance juga menerapkan pendekatan yang lebih selektif dengan mempertimbangkan momentum pasar serta tenor yang dinilai paling optimal bagi perusahaan. “Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menjaga kesinambungan bisnis sekaligus mendukung pertumbuhan pembiayaan secara sehat di tengah tantangan industri yang terus bergerak dinamis,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Apa yang Harus Disiapkan untuk Kuliah di Luar Negeri?

Kuliah
di luar negeri adalah impian bagi banyak mahasiswa walau proses transisinya
sering kali penuh tantangan. Tanpa persiapan yang matang, perbedaan sistem
akademik dan standar penilaian bisa menjadi kendala serius yang menghambat
kelancaran studi. Oleh karena itu, penting untuk menyiapkan beberapa hal agar
proses transfer kreditmu berjalan lancar.

Hal
yang Harus Disiapkan untuk Transfer Kredit Kuliah di Luar Negeri

Untuk
memastikan proses transfer kredit dan masa kuliah ke luar negeri berjalan
mulus, berikut adalah beberapa aspek krusial yang harus kamu siapkan.

1. Kemampuan bahasa Inggris

Umumnya,
sebelum kuliah di luar negeri, kamu harus mengasah kemampuan berbahasa Inggris
secara intens di luar ruang kelas. Namun, mahasiswa di BINUS International
memiliki keuntungan besar karena sudah terbiasa dengan lingkungan English-only
sejak hari pertama kuliah.

Kamu
tidak perlu lagi merasa asing dengan istilah-istilah akademik internasional
atau merasa gugup saat berdiskusi. Apalagi, seluruh materi dan interaksi harian
telah menggunakan bahasa Inggris sebagaimana program international di
Indonesia pada umumnya. Kebiasaan ini tentu sangat membantumu menyiapkan diri
sebelum tiba di negara tujuan. Sehingga, fokusmu bisa langsung beralih pada
pemahaman materi kuliah,

2. IPK sesuai syarat

Indeks
Prestasi Kumulatif (IPK) atau GPA merupakan indikator utama bagi universitas
mitra untuk menerima transfer kreditmu. Sebagian besar universitas top di dunia
memiliki standar minimum yang kompetitif untuk memastikan bahwa mahasiswa yang
datang memiliki kapasitas akademik mumpuni.

Oleh
karena itu, penting bagi kamu untuk menjaga performa nilai sejak semester awal.
Sebab, IPK yang stabil mencerminkan kedisiplinan dan kesiapanmu menghadapi
beban akademik di lingkungan yang baru.

3. Kemampuan belajar yang baik

Kuliah
di luar negeri menuntut kemandirian belajar yang jauh lebih tinggi daripada
biasanya, termasuk kuliah program international di tanah air.

Kamu
harus menguasai keterampilan akademik, seperti manajemen waktu, teknik riset,
hingga kemampuan menulis esai yang bebas plagiat. Perlu kamu tahu bahwa standar
akademik internasional sangat mengutamakan orisinalitas dan argumen yang
kritis. Dengan mengasah kemampuan belajar ini sejak di Indonesia, kamu tidak
akan merasa kewalahan saat harus menghadapi tumpukan tugas atau proyek
penelitian mandiri di universitas mitra.

4. Kemampuan adaptasi budaya

Perbedaan
budaya bukan hanya soal bahasa, tetapi juga etika sosial dan cara berinteraksi
di lingkungan kampus. Mahasiswa yang sukses adalah mereka yang mampu bersikap
terbuka dan cepat beradaptasi dengan norma lokal di negara tujuan. Mempelajari
budaya setempat sebelum berangkat akan membantumu menghindari culture shock
yang berlebihan. Dengan adaptasi yang baik, kamu jadi bisa membangun jejaring
pertemanan internasional yang luas untuk memperkaya pengalaman globalmu.

5. Persiapan mental dan kemandirian

Tinggal
jauh dari rumah menuntut ketangguhan mental dan kemandirian dalam mengurus
kebutuhan sehari-hari, mulai dari manajemen keuangan pribadi hingga mengelola
emosi saat jauh dari keluarga. Kamu akan dihadapkan pada situasi yang
mengharuskanmu mengambil keputusan sendiri dengan cepat. Mental yang kuat
sangat diperlukan agar kamu tetap fokus pada tujuan studi meskipun sedang
menghadapi tantangan di lingkungan baru.

6. Berkas administrasi

Meskipun
bersifat teknis, persiapan administrasi adalah langkah krusial yang tidak boleh
dilewatkan. Kamu perlu memastikan semua dokumen mulai dari paspor, visa
pelajar, transkrip nilai resmi, hingga surat penerimaan dari universitas mitra
sudah lengkap dan valid. Kelalaian dalam mengurus satu dokumen kecil dapat
berdampak pada tertundanya keberangkatan atau kegagalan proses transfer kredit.
Maka, siapkan dokumen-dokumenmu dengan baik, ya!

7. GPA & kemampuan belajar

Aspek
terakhir yang harus diperhatikan adalah kaitan antara Grade Point Average
(GPA) dan kemampuan belajarmu secara keseluruhan. Di luar negeri, GPA sering
kali menjadi tolak ukur awal bagi para dosen untuk melihat kapasitas
intelektualmu. Menggabungkan performa GPA yang tinggi dengan kemampuan belajar
yang eksploratif akan membuatmu lebih menonjol di mata para pengajar
internasional. Konsistensi dalam menjaga kualitas belajar ini memastikan bahwa
setiap kredit yang kamu transfer memiliki nilai yang sepadan dengan standar
pendidikan tinggi dunia.

 

BINUS
International senantiasa mendukung setiap mahasiswa yang hendak melakukan
kuliah di luar negeri melalui program transfer kredit, terutama untuk kamu yang
menjalani program double degree. Persiapan yang matang akan membuat
manfaat dari pengalaman global ini semakin terasa bagi pertumbuhan pribadi dan
pembentukan global mindset. Siap untuk memulai langkah pertamamu menjadi
bagian dari komunitas global? Gabung di BINUS International sekarang!

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pertumbuhan Pembiayaan Alat Berat 33,26%, BRI Finance Pastikan Ekspansi Bisnis Menyeluruh

PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat strategi diversifikasi pembiayaan produktif sebagai bagian dari upaya menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Salah satu segmen yang menunjukkan kinerja positif adalah pembiayaan alat berat yang hingga kuartal I 2026 mencatatkan pertumbuhan sebesar 33,26% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Capaian tersebut diraih di tengah tantangan yang masih membayangi industri pertambangan, termasuk tekanan harga batubara global dan proses penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) di sejumlah pelaku usaha. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan investasi dan operasional pada sektor-sektor produktif masih tetap berjalan, sehingga permintaan terhadap pembiayaan alat berat tetap terjaga.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Meski industri pertambangan menghadapi sejumlah tantangan, aktivitas usaha di sektor produktif masih menunjukkan daya tahan yang baik. Kami melihat kebutuhan pembiayaan alat berat tetap tumbuh untuk mendukung operasional bisnis maupun pengembangan kapasitas usaha di berbagai sektor.”

Pertumbuhan pada segmen alat berat tersebut turut memperkuat upaya BRI Finance dalam memperluas sumber pertumbuhan bisnis di luar pembiayaan kendaraan konvensional. Sejalan dengan strategi diversifikasi yang dijalankan Perseroan, pembiayaan produktif terus didorong sebagai salah satu fokus pengembangan portofolio.

Di tengah upaya memperluas pembiayaan produktif tersebut, BRI Finance tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian guna menjaga kualitas portofolio dan keberlanjutan pertumbuhan bisnis. Perseroan secara konsisten memperkuat manajemen risiko melalui proses seleksi debitur yang prudent, pemantauan portofolio secara berkala, serta mitigasi risiko yang terukur terhadap sektor-sektor yang rentan terhadap fluktuasi harga komoditas.

“Kami tidak hanya berfokus pada pertumbuhan volume pembiayaan, tetapi juga memastikan setiap ekspansi bisnis dilakukan secara sehat dan terukur. Kualitas aset tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan pembiayaan yang kami lakukan,” tambah Dhani.

Hingga akhir Maret 2026, pembiayaan alat berat berkontribusi sebesar 17,8% terhadap total portofolio pembiayaan BRI Finance. Porsi tersebut menunjukkan bahwa segmen alat berat menjadi salah satu pilar penting dalam portofolio pembiayaan produktif Perseroan.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES