DJI Zenmuse H30T: Payload Multi-Sensor untuk Inspeksi Jarak Jauh dan Public Safety

Satu payload dengan kamera wide 48MP, zoom 34x optical (hingga 400x hybrid), thermal 1280×1024, laser rangefinder 3.000 m, dan full-color night vision. Dirancang untuk inspeksi aset dan operasi siang maupun malam.

Jakarta — Halo Robotics menghadirkan DJI Zenmuse H30T, payload multi-sensor untuk inspeksi jarak jauh dan public safety. Payload ini menggabungkan lima kemampuan dalam satu unit.

H30T membawa kamera wide 48MP, kamera zoom 40MP dengan 34x optical zoom (hingga 400x hybrid zoom), kamera thermal 1280×1024 dengan rentang pengukuran 0 C hingga 1600 C, laser rangefinder hingga 3.000 m, dan full-color night vision. Payload ini bekerja dengan drone DJI Enterprise seperti Matrice 400 RTK.

Penerapan mencakup public safety, energi, oil & gas, konservasi air, dan kehutanan. Contoh nyata meliputi inspeksi flare stack, jetty, HRSG, dan aset transmisi listrik, dengan dokumentasi visual resolusi tinggi dan data thermal radiometrik untuk analisis kondisi aset.

DJI Zenmuse H30T tersedia di Indonesia melalui Halo Robotics. Ulasan lengkap tersedia di artikel ini.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Peruri Properti Gandeng GEMA Worldwide untuk Mengembangkan Creative Hub Berbasis Kolaborasi Komunitas

Jakarta, 28 Juli 2026 — Industri kreatif Indonesia terus menunjukkan peran strategis sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional. Di tengah meningkatnya kebutuhan akan ruang yang mampu mempertemukan kreator, komunitas, pelaku usaha, hingga institusi dalam satu ekosistem kolaboratif, konsultan marketing terintegrasi, GEMA Worldwide fasilitasi Peruri Properti untuk mengambil langkah awal dengan membuka ruang dialog bersama berbagai pelaku industri kreatif.

Sebagai bagian dari PERURI Group yang berfokus pada pengelolaan dan optimalisasi aset perusahaan, Peruri Properti melakukan diskusi terbuka bersama komunitas dan para pemangku kepentingan. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam mengembangkan kawasan Peruri Properti sebagai ruang yang tidak hanya berfungsi sebagai venue, tetapi juga sebagai pusat kolaborasi bagi industri kreatif Indonesia.

“Kami percaya bahwa sebuah ruang yang baik tidak hanya dibangun dari sisi infrastruktur, tetapi juga dari pemahaman terhadap kebutuhan para penggunanya. Karena itu kami mengapresiasi GEMA Worldwide yang telah memfasilitasi dialog bersama berbagai pelaku industri kreatif untuk menjadi masukan kami dalam merancang kawasan yang lebih inklusif, relevan, dan mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan industri kreatif Indonesia.” ujar Direktur Peruri Properti, Fakky Hidayat.

Peruri Properti merupakan lini bisnis dalam ekosistem PERURI yang memiliki fokus pada pengembangan serta optimalisasi aset properti agar mampu memberikan nilai ekonomi sekaligus nilai sosial yang berkelanjutan. Sejalan dengan visi PERURI untuk terus menciptakan nilai tambah melalui inovasi dan transformasi bisnis, Peruri Properti menghadirkan berbagai fasilitas yang mendukung kebutuhan bisnis, komunitas, hingga penyelenggaraan berbagai kegiatan kreatif.

Salah satu aset unggulannya adalah Peruri Heritage, sebuah kawasan multifungsi yang terdiri atas multifunction hall berkapasitas hingga 500 orang, mezzanine hall berkapasitas sekitar 100 orang, serta berbagai ruang fleksibel yang dapat dimanfaatkan untuk konferensi, peluncuran produk, workshop, pameran, pertunjukan seni, hingga aktivitas komunitas. Melihat besarnya potensi tersebut, Peruri Properti ingin memastikan bahwa pengembangan kawasan dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata para pelaku industri kreatif, sehingga mampu menjadi ruang yang hidup, inklusif, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi ekosistem.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Peruri Properti menunjuk GEMA Worldwide sebagai strategic communication partner yang memiliki pengalaman membangun kolaborasi lintas sektor antara brand, komunitas, media, pemerintah, hingga pelaku industri kreatif di Indonesia dan Asia Tenggara. Melalui pendekatan berbasis kolaborasi dan co-creation, GEMA Worldwide membantu organisasi membangun komunikasi yang lebih partisipatif sehingga setiap inisiatif yang dijalankan dapat berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.

Sebagai langkah awal kolaborasi, GEMA Worldwide memfasilitasi Focus Group Discussion (FGD) yang mempertemukan Peruri Properti dengan sejumlah pelaku industri kreatif, antara lain Founder Event Organizer, Wedding Organizer, Pelaku komunitas kreatif seperti INFIPOP, Minutes of Manager, Endgame Townhall, kreator podcast, serta berbagai komunitas kreatif lainnya. Dalam diskusi tersebut, para peserta memberikan berbagai perspektif mengenai kebutuhan ekosistem kreatif saat ini, mulai dari pentingnya ruang yang fleksibel untuk berbagai format acara, peluang menghadirkan program kolaboratif yang berkelanjutan, hingga bagaimana sebuah venue dapat berkembang menjadi pusat aktivitas komunitas yang aktif sepanjang tahun.

Berbagai masukan tersebut akan menjadi salah satu referensi bagi Peruri Properti dalam merancang pengembangan kawasan yang mampu menjawab kebutuhan industri kreatif yang terus berkembang.

“Kami senang dapat dipercaya oleh Peruri Properti dalam mengelola kegiatan branding dan komunikasi Kota Peruri. Sebagai langkah awal, kami percaya bahwa kolaborasi terbaik selalu dimulai dari mendengarkan. Untuk itulah kami membuka ruang dialog bersama komunitas kreatif untuk memastikan setiap struktur dan model kegiatan yang dilakukan dapat memenuhi kebutuhan audiens. Harapan kami, kolaborasi ini dapat menjadi fondasi lahirnya sebuah creative hub yang bukan hanya menjadi tempat berkegiatan, tetapi juga ruang bertumbuh bagi ide, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.” tutup Founder & CEO GEMA Worldwide, Eveline Anastasia.

Ke depan, Peruri Properti bersama GEMA Worldwide akan terus melanjutkan proses engagement dengan berbagai komunitas, pelaku industri, serta mitra strategis lainnya sebagai bagian dari pengembangan kawasan yang lebih terbuka, adaptif, dan relevan terhadap kebutuhan ekosistem kreatif.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bangun Channel Penjualan Sendiri dengan WhatsApp CRM Barantum

Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order.

Banyak bisnis memanfaatkan marketplace sebagai salah satu sumber penjualan utama. Namun, semakin ketatnya persaingan, biaya layanan yang terus meningkat, dan keterbatasan akses terhadap data pelanggan membuat banyak perusahaan mulai mencari cara untuk membangun channel penjualan yang mereka miliki sendiri.

Memiliki channel penjualan sendiri memberikan lebih banyak kontrol terhadap hubungan dengan pelanggan, proses penjualan, hingga strategi pemasaran. Salah satu cara yang kini banyak dilakukan bisnis adalah memanfaatkan WhatsApp dan CRM sebagai sarana untuk mengelola pelanggan secara lebih terukur.

Mengapa Banyak Bisnis Mulai Membangun Channel Penjualan Sendiri?

Ketika seluruh penjualan bergantung pada marketplace, bisnis memiliki keterbatasan dalam membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Data pelanggan umumnya tidak dapat dikelola secara penuh sehingga peluang untuk melakukan repeat order dan membangun loyalitas menjadi lebih terbatas.

Selain itu, perubahan algoritma, biaya admin, hingga persaingan harga dapat mempengaruhi profitabilitas bisnis. Karena itu, semakin banyak perusahaan mulai membangun channel penjualan sendiri agar memiliki kontrol yang lebih besar terhadap proses pemasaran dan penjualan.

Dengan memiliki channel sendiri, bisnis dapat mengembangkan database pelanggan, membangun komunikasi yang lebih personal, dan menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih baik.

Apa yang Dibutuhkan untuk Mengelola Penjualan Melalui WhatsApp?

WhatsApp telah menjadi salah satu channel komunikasi yang paling banyak digunakan pelanggan. Namun, mengelola penjualan melalui WhatsApp secara manual dapat menjadi tantangan ketika jumlah pelanggan dan percakapan terus meningkat.

Beberapa hal yang dibutuhkan untuk membangun channel penjualan melalui WhatsApp antara lain:

● Database pelanggan yang terpusat.

● Pengelolaan percakapan dari satu dashboard.

● Sistem distribusi leads kepada tim sales.

● Otomatisasi follow-up pelanggan.

● Monitoring aktivitas dan konversi penjualan.

● Laporan performa tim dan kampanye.

Dengan sistem yang tepat, WhatsApp tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga dapat berfungsi sebagai channel penjualan yang mampu membantu bisnis meningkatkan konversi dan menjaga hubungan dengan pelanggan.

Bagaimana WhatsApp CRM Barantum Membantu Bisnis Mengembangkan Channel Penjualan Sendiri?

Melalui WhatsApp CRM Barantum, perusahaan dapat mengelola seluruh aktivitas penjualan dan komunikasi pelanggan dalam satu platform terintegrasi. Seluruh data pelanggan, percakapan, dan aktivitas tim dapat dipantau secara lebih mudah dan terukur.

WhatsApp CRM Barantum membantu bisnis dengan cara:

● Mengelola chat pelanggan dalam satu platform.

● Menyimpan data pelanggan secara otomatis.

● Membantu tim sales melakukan follow-up lebih cepat.

● Mengelola pipeline dan status pelanggan.

● Mengukur performa penjualan secara real-time.

● Terintegrasi dengan Omnichannel dan AI Agent.

Dengan dukungan CRM, bisnis dapat membangun channel penjualan yang dimiliki sendiri, mengurangi ketergantungan pada platform pihak ketiga, dan menciptakan hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan.

Membangun channel penjualan sendiri bukan hanya tentang mendapatkan lebih banyak pelanggan, tetapi juga menciptakan aset jangka panjang berupa data pelanggan dan hubungan yang berkelanjutan. Dengan WhatsApp CRM Barantum, bisnis dapat mengelola pelanggan secara lebih efektif, meningkatkan peluang penjualan, dan membangun pertumbuhan yang lebih berkelanjutan di era digital.

Tentang Barantum.com

Barantum.com adalah penyedia solusi aplikasi all in one CRM yang mengintegrasikan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, call center software, dan WhatsApp Business API dalam satu platform. Barantum cocok digunakan untuk tim penjualan, pemasaran, customer service, call center, telemarketing, dan telesales di berbagai industri di Indonesia.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES.  

FLOQ dan tiket.com Dorong Adopsi Kripto Lewat Reward Perjalanan

Jakarta, 28 Juli 2026 — FLOQ, pedagang aset keuangan digital berlisensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), resmi menjalin kerja sama dengan tiket.com untuk menghadirkan pengalaman booking travel yang lebih menguntungkan bagi pengguna. Melalui kolaborasi ini, pengguna kini dapat memperoleh reward dalam bentuk aset kripto RLUSD setiap kali melakukan pemesanan tiket pesawat, hotel, maupun atraksi wisata melalui fitur Travel di aplikasi FLOQ. 

Program ini menjadi langkah nyata dalam memperluas pemanfaatan aset kripto ke aktivitas sehari-hari, khususnya di sektor perjalanan dan pariwisata. Dengan menghubungkan layanan travel digital dan reward berbasis aset kripto, FLOQ ingin menghadirkan pengalaman yang lebih relevan, praktis, dan bernilai tambah bagi pengguna. 

Melalui fitur Travel di aplikasi FLOQ, pengguna dapat mengakses layanan pemesanan tiket.com untuk berbagai kebutuhan perjalanan, mulai dari tiket pesawat, hotel, hingga atraksi atau tempat wisata. Setelah transaksi berhasil, perjalanan selesai, dan seluruh ketentuan program terpenuhi, reward akan diproses secara otomatis ke dompet dalam bentuk aset kripto. 

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan bahwa kolaborasi ini mencerminkan bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat mempercepat adopsi kripto secara lebih nyata dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. 

“Kolaborasi FLOQ dan tiket.com menunjukkan bahwa adopsi kripto tidak harus selalu terasa kompleks atau jauh dari kehidupan sehari-hari. Melalui program ini, kami ingin menghadirkan use case yang lebih sederhana dan relevan, di mana aktivitas travel yang sudah familiar bagi masyarakat dapat memberikan nilai tambah dalam bentuk reward aset kripto,” ujarnya. 

Reward Kripto untuk Tiket Pesawat, Hotel, dan Atraksi 

Yudho menambahkan, kerja sama antara industri kripto dan sektor travel juga membuka peluang baru untuk memperkenalkan manfaat aset digital kepada pengguna yang lebih luas. 

“Kami percaya masa depan adopsi kripto akan semakin kuat ketika aset digital dapat terhubung dengan kebutuhan riil pengguna. Lewat kolaborasi ini, kami ingin membangun jembatan antara teknologi kripto dan aktivitas sehari-hari masyarakat, sehingga pengalaman menggunakan kripto menjadi lebih mudah dipahami, bermanfaat, dan inklusif,” lanjutnya. 

Dalam program ini, besaran reward yang dapat diterima pengguna bergantung pada kategori produk travel yang dipesan. Untuk tiket pesawat, pengguna berkesempatan mendapatkan reward sebesar 0,5% dari nilai transaksi yang memenuhi syarat. Sementara itu, pemesanan hotel dapat memperoleh reward sebesar 5,5%, dan atraksi atau wisata sebesar 4% dari nilai transaksi yang memenuhi syarat. 

Reward tidak diberikan langsung setelah pembayaran berhasil, melainkan diproses setelah perjalanan selesai dan transaksi divalidasi oleh tiket.com. Untuk tiket pesawat, reward akan diproses setelah tanggal penerbangan berlalu. Untuk hotel, reward diproses setelah pengguna melakukan check-out. Sementara untuk atraksi wisata, reward diproses setelah tanggal kunjungan selesai. 

Mendorong Use Case Kripto yang Lebih Dekat dengan Pengguna 

Program reward travel ini menjadi salah satu langkah FLOQ untuk menghadirkan pemanfaatan aset kripto yang lebih dekat dengan aktivitas harian pengguna. Melalui kolaborasi dengan tiket.com, FLOQ ingin menunjukkan bahwa aset digital tidak hanya dapat digunakan dalam konteks investasi, tetapi juga bisa menjadi bagian dari pengalaman digital yang lebih praktis dan bernilai tambah. 

“Kolaborasi ini bukan hanya tentang memberikan reward, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat aset kripto ke dalam aktivitas yang sudah familiar bagi masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa asetdigital bisa hadir dengan cara yang lebih sederhana, relevan, dan mudah dipahami oleh pengguna,” kata Yudho. 

Menurut Yudho, kerja sama lintas industri seperti ini dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas adopsi kripto di Indonesia. Dengan menggandeng sektor travel yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, Yudho berharap pengalaman menggunakan kripto dapat terasa lebih inklusif dan aplikatif. 

“Kami akan terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai sektor industri untuk menghadirkan lebih banyak use case kripto yang mudah diakses, relevan, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” pungkasnya.

 

***

Disclaimer: Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian akibat volatilitas harga pasar. Seluruh informasi yang tersedia hanya bersifat umum dan bukan merupakan ajakan, penawaran, saran, maupun rekomendasi investasi.

Kami menghimbau seluruh konsumen untuk melakukan riset dan mempertimbangkan keputusan investasi secara matang sebelum melakukan transaksi aset kripto. Konsumen juga diharapkan untuk bertransaksi sesuai dengan profil risiko dan kemampuan finansial masing-masing serta tidak menggunakan dana yang berada di luar batas kemampuan. 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Banyak Proyek AI Canggih Gagal di Pasar, Telkom AI Connect Bedah Strategi Go-To-Market dan Monetisasi Bersama CEO Nortis AI

Mengapa banyak produk AI dengan teknologi canggih justru gagal menembus pasar? Jawabannya sering kali bukan terletak pada kualitas teknologinya, melainkan pada strategi bisnis di baliknya.

Makassar, 20 Juli 2026 – Memiliki algoritma yang canggih dan teknologi Artificial Intelligence (AI) tingkat tinggi ternyata tidak menjadi jaminan sebuah produk digital akan sukses di pasaran. Tanpa strategi bisnis yang tepat, banyak proyek AI yang berakhir hanya sebagai prototipe tanpa pernah menghasilkan nilai bisnis yang nyata.

Menjawab tantangan tersebut, Telkom AI Center of Excellence melalui jaringan Telkom AI Connect menggelar webinar interaktif bertajuk “AI Project Go-to-Market & Monetization Strategy” secara daring via Zoom pada Senin, 20 Juli 2026. Webinar ini dirancang sebagai pembekalan bagi tim peserta AI Connect Innovation Lab agar mampu menyusun strategi go-to-market dan monetisasi sebelum produknya memasuki pasar. 

Kegiatan ini menghadirkan M. Ziaelfikar Albaba, CEO Nortis AI sekaligus Business and Community Lead (BCL) Telkom AI Connect Malang, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Ziaelfikar mengupas tuntas tahap-tahap vital dalam strategi Go-to-Market (GTM) khusus produk AI. Dalam sesi tersebut, Ziaelfikar membahas berbagai tantangan yang sering dihadapi produk AI saat memasuki pasar, termasuk fenomena akurasi tinggi namun sulit menghasilkan keuntungan. Ia juga menjelaskan pentingnya memvalidasi problem-solution fit, menentukan model bisnis, memilih strategi monetisasi seperti subscription (SaaS), hingga menyusun struktur harga yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Di samping membahas strategi teknis bisnis, Ziaelfikar memberikan penekanan kuat pada psikologi pasar dan persepsi calon pengguna terhadap teknologi AI. Ia mengingatkan para pengembang untuk tidak menjebak konsumen dalam ekspektasi yang tidak realistis.

“Asumsi yang kita semua perlu hindari, apalagi mengenai AI, adalah menganggap dan menilai AI terlalu tinggi, dalam arti memercayai AI hingga ‘percaya buta’. Jika hal demikian terjadi, calon pengguna justru bisa menjadi ragu dan takut untuk mencoba menggunakan AI,” tegas M. Ziaelfikar Albaba.

Menurutnya, mengedukasi pasar mengenai batasan fungsionalitas dan nilai nyata (real value) dari produk AI adalah kunci utama dalam membangun trust. Ketika calon pelanggan memahami bahwa AI hadir sebagai alat bantu yang terukur dan bukan “solusi ajaib” tanpa cela, keraguan pasar dapat terkikis, sehingga proses adopsi dan monetisasi dapat berjalan lebih mulus.

Pembekalan ini menjadi bagian dari rangkaian pendampingan AI Connect Makassar terhadap enam tim inovator yang saat ini tengah mengembangkan solusi berbasis AI. Selain aspek teknis, para peserta juga dibekali strategi bisnis agar produk yang dikembangkan memiliki peluang lebih besar untuk diterima oleh pasar, menghasilkan pendapatan secara berkelanjutan, serta sukses diimplementasikan di dunia nyata.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Telkom AI Connect Makassar Dukung Penyelenggaraan Webinar Beyond the Black Box, Kupas Urgensi Explainable AI

Webinar ini membedah mengapa akurasi tinggi saja tidak cukup membuat produk AI dipercaya dan diadopsi industri, sekaligus membekali peserta strategi membangun transparansi AI sejak tahap perancangan, bukan sebagai tambahan di akhir.

Makassar, 21 Juli 2026 – Webinar bertajuk Beyond the Black Box: Why Industry Needs Explainable AI (XAI)? sukses diselenggarakan melalui kolaborasi Humannext dan Telkom AI Connect Makassar pada Selasa (21/7) secara daring melalui Google Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Tanjung Pinang, Aceh, Bali, hingga Makassar yang menunjukkan tingginya antusiasme terhadap pembahasan Explainable AI (XAI).

Persoalan yang diangkat berangkat dari fenomena black box dalam kecerdasan buatan: model yang hasilnya bisa sangat akurat, bahkan menembus 98 persen, namun cara ia sampai pada suatu keputusan tidak dapat ditelusuri. Muhammad Risal, Strategic Research Consultant & Managing Director of HumanNext, membuka sesi dengan menegaskan bahwa prinsip human-centered AI mendorong kecerdasan buatan untuk augmentation, bukan menggantikan manusia dan salah satu syaratnya adalah AI harus bisa menjelaskan dirinya sendiri.

Dalam sesi pemaparan, Fhatiah Adiba, S.Pd., M.Cs., Associate Partner of Humannext, dosen Universitas Negeri Makassar, sekaligus Ph.D. Candidate in Explainable AI, mengajak peserta menelaah tiga kasus nyata kegagalan model black box. Kasus tersebut meliputi sistem penilaian risiko residivisme COMPAS yang terbukti bias terhadap warga kulit hitam di Amerika Serikat, model radiologi yang keliru mengenali kata portable pada citra X-ray sebagai indikator pneumonia, serta BreezoMeter yang menyatakan kualitas udara aman saat kebakaran hutan California pada 2018. Menurut Fhatiah, ketiga kasus tersebut menunjukkan benang merah yang sama, yakni minimnya transparansi dalam model AI sehingga kesalahan sulit dideteksi sebelum menimbulkan dampak nyata.

Fhatiah juga membagikan riset doktoralnya sebagai contoh penerapan Explainable AI yang dirancang sejak tahap pengembangan model. Dalam penelitiannya, ia mengembangkan model hibrida yang menggabungkan spiking neural network dengan belief rule base untuk mendeteksi malnutrisi melalui citra postur tubuh, sehingga setiap hasil prediksi dapat ditelusuri dasar pengambilan keputusannya. Pendekatan tersebut berhasil menyederhanakan 2.916 aturan awal menjadi 279 aturan terstruktur tanpa mengurangi kemampuan interpretasinya.

Meski demikian, Fhatiah menegaskan bahwa tantangan Explainable AI tidak hanya terletak pada aspek teknis. Berdasarkan tinjauannya terhadap 62 studi Explainable AI pada sistem pendukung keputusan klinis, hanya 29 persen yang melibatkan klinisi sejak tahap perancangan. Menurutnya, rendahnya keterlibatan pengguna domain menjadi salah satu celah kepercayaan yang masih perlu dijembatani dalam pengembangan AI di industri.

Pembahasan tersebut mendapat respons dari Tri Mulia Darma, dosen Universitas Jabal Ghafur Sigli, Aceh, yang pernah terlibat dalam penerapan sistem informasi manajemen rumah sakit. Menurutnya, tantangan implementasi AI di sektor kesehatan justru lebih banyak berasal dari aspek sumber daya manusia dibandingkan teknologi. “Tantangan terbesarnya justru dari sisi SDM, baik tenaga kesehatan maupun dokter, karena di jam-jam sibuk mereka harus memeriksa pasien sambil menjelaskan sistem itu sendiri,” ungkapnya, menggarisbawahi bahwa kendala adopsi AI di lapangan seringkali bukan soal teknologi, melainkan soal manusia yang harus menjalankannya di tengah keterbatasan waktu.

Menanggapi hal tersebut, Fhatiah menegaskan pentingnya melibatkan pakar domain sejak tahap awal pengembangan AI, bukan hanya sebagai validator di akhir proses.  “Dokter yang kuliahnya puluhan tahun, tiba-tiba kita klaim ilmu yang mereka pelajari itu bisa direkam dalam AI yang dibangun paling cepat satu tahun. Kita tidak bisa semena-mena mengklaim itu sudah setara pakar,” tegasnya, mengingatkan bahwa kepercayaan terhadap AI dibangun lewat kolaborasi dengan manusia yang punya keahlian, bukan lewat klaim algoritma semata.

Sesi tanya jawab turut memperkaya diskusi, dari pertanyaan Brion K. Sudarman soal etika kolaborasi manusia dan AI, hingga masukan Muhammad Risal di penghujung acara bahwa Explainable AI juga perlu diterjemahkan lewat conversation design yang tepat agar pesannya benar-benar sampai ke pengguna, bukan hanya benar secara teknis. Webinar ini menegaskan bahwa transparansi AI bukan sekadar isu etika, melainkan kebutuhan bisnis yang menentukan apakah sebuah produk AI benar-benar dipercaya dan dipakai. Ke depan, Telkom AI Center of Excellence Makassar dan HumanNext akan terus menghadirkan ruang diskusi serupa melalui rangkaian AI Connect Series, mendorong talenta digital di berbagai kota membangun solusi AI yang tidak hanya cerdas, tapi juga bisa dipertanggungjawabkan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

FisTx Kukuhkan Diri Sebagai Solusi Teknologi Akuakultur Terlengkap & Nomor 1 di Indonesia, Kini Rambah Pasar Timur Tengah

FisTx, perusahaan teknologi akuakultur asal Sleman, Yogyakarta besutan Rico Wisnu Wibisono, hadir sebagai solusi terlengkap dan nomor 1 di Indonesia untuk menjawab masalah rendahnya kualitas benih/pakan dan cara budidaya konvensional, lewat 5 solusi terintegrasi (teknologi air, nutrisi, konstruksi kolam, pendampingan, kemitraan) yang telah menjangkau 25 provinsi dan 3 negara, mendistribusikan 40.000+ produk ke 1.500+ petambak, mendongkrak success rate hingga 83,6%, dan kini berekspansi ke Pakistan, Asia Selatan, hingga Timur Tengah lewat MoU dengan PGA & LF.

Yogyakarta, Juli 2026 – Di tengah tantangan besar industri budidaya perikanan nasional di mana sekitar 65% kegagalan budidaya dipicu oleh kualitas benih dan pakan yang buruk, serta 80% pembudidaya masih mengandalkan cara konvensional yang rentan terhadap fluktuasi musim, FisTx perusahaan teknologi akuakultur asal Sleman, Yogyakarta, tampil sebagai penyedia solusi terintegrasi bagi petambak di seluruh Indonesia.

Didirikan oleh Rico Wisnu Wibisono, FisTx telah mengembangkan lima pilar solusi yang saling terhubung: mulai dari teknologi air lewat FisTx Disinfection System (memadukan Baskara UV, Cakra Elektrolisis, dan Nano Disinfektan) serta Antasena Microbubble untuk oksigenasi kolam; nutrisi dan pemantauan kualitas air lewat lini Aqua Support; perencanaan dan konstruksi kolam modern melalui Aquadex; pendampingan lapangan berbasis data lewat program TAMPAN (Petambak Mapan); hingga kemitraan strategis lintas sektor.

Sejauh ini, FisTx telah hadir di 25 provinsi dan tiga negara Kuwait, Timor Leste, dan Bahrain, dengan lebih dari 40.000 produk terdistribusi ke lebih dari 1.500 petambak dan pembudidaya. Adopsi teknologi FisTx tercatat meningkatkan success rate budidaya hingga 83,6%, menaikkan hasil panen 33%, dan menekan biaya produksi termasuk FCR sebesar 27%.

“Petambak Indonesia tidak butuh produk tunggal, mereka butuh satu ekosistem yang saling menopang dari hulu ke hilir. Itu yang kami bangun di FisTx,” ujar Rico Wisnu Wibisono, Founder & CEO FisTx.

Ekspansi FisTx juga merambah pasar internasional. Perusahaan ini baru saja menandatangani nota kesepahaman dengan Pak Gharo Agri & Livestock Farms (PGA & LF) asal Pakistan untuk memperluas distribusi produk dan layanan ke kawasan Pakistan, Asia Selatan, hingga Timur Tengah. “Sektor akuakultur Pakistan membutuhkan solusi biosekuriti yang teruji di lapangan. Teknologi FisTx melengkapi keahlian kami, dan kami optimistis kemitraan ini mempercepat adopsi budidaya berkelanjutan di kawasan,” kata Arshad Aziz, CEO Pak Gharo Agri & Livestock Farms.

Kalangan pemerintah hingga praktisi senior turut mengapresiasi pendekatan ini. Dr. Hasanuddin Atjo (Pakar Akuakultur Senior & Ex Kadis KP Provinsi Sulawesi Tengah), turut menyampaikan:

“Teknologi treatment air baku untuk budidaya harus menjadi perhatian serius. Inovasi untuk menciptakan infrastruktur sterilisasi air dalam negeri yang murah seperti teknologi UV (Ultra Violet) dan Elektrolisis perlu terus didorong agar industri tidak lagi bergantung pada bahan kimia.”

Salah satu performa dari Fistx Disinfection System (FDS) yaitu Nano Disinfektan telah dirasakan oleh Mas Bayu, Petambak di Pengandaran. “Bakteri vibrio dulu jadi masalah utama di tambak kami. Sekarang bisa kami kendalikan dengan Nano Disinfektan. Kami berhasil pertahankan SR di atas 85% selama 4 siklus terakhir. Ini jadi produk standar wajib di semua kolam tambak kami.“

Capaian ini mengukuhkan posisi FisTx sebagai perusahaan solusi teknologi akuakultur terlengkap dan nomor satu di Indonesia, di mana setiap solusi yang ditawarkan telah dirasakan langsung manfaatnya oleh berbagai tambak di berbagai daerah. Ke depan, FisTx akan terus memperluas kolaborasi dengan BUMDes, masyarakat lokal, dan mitra internasional untuk mengakselerasi budidaya berkelanjutan di seluruh Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

INTI 2026: Pameran B2B Teknologi & Inovasi Terbesar di Indonesia Kembali Hadir Agustus Ini di Jakarta International Expo

Jakarta, INTI – Indonesia Technology & Innovation 2026 (INTI 2026), pameran teknologi dan inovasi B2B terbesar di Indonesia, akan diselenggarakan pada 11–13 Agustus 2026 di Jakarta International Expo. Untuk penyelenggaraan penting ini, penyelenggara telah bermitra dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) sebagai official host. Acara ini akan mempertemukan para pemimpin industri, inovator, startup, investor, pembuat kebijakan, dan profesional teknologi dari seluruh dunia untuk mengeksplorasi masa depan transformasi digital dan kemajuan teknologi di berbagai industri.

Sebagai salah satu platform teknologi terkemuka di Indonesia, INTI berperan sebagai katalisator inovasi dan kolaborasi dalam ekosistem digital Indonesia yang berkembang pesat. Pameran ini memberikan peluang bagi pelaku bisnis untuk menemukan teknologi baru, membangun kemitraan strategis, dan mempercepat pertumbuhan yang didorong oleh inovasi. INTI menyambut partisipasi dari startup dengan ide-ide terobosan, perusahaan yang ingin melakukan transformasi digital, investor yang mencari peluang baru, serta individu yang memiliki ketertarikan terhadap teknologi dan inovasi.

INTI memiliki visi untuk menciptakan masa depan di mana teknologi terintegrasi secara seamless di setiap sektor, mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, meningkatkan efisiensi operasional, dan meningkatkan kualitas hidup. Melalui platform ini, INTI bertujuan untuk mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi yang berbasis inovasi dan memperkuat posisi negara dalam lanskap teknologi global.

Misi acara ini adalah mempercepat pertumbuhan teknologi dan inovasi di berbagai industri dengan mendorong adopsi solusi mutakhir serta membangun kolaborasi antara pelaku bisnis, institusi pemerintah, dan komunitas teknologi. Di tengah era digital yang sangat kompetitif dan berkembang pesat saat ini, INTI terus memposisikan diri sebagai platform strategis yang membantu organisasi untuk tetap unggul melalui inovasi dan transformasi teknologi.

Rekam Jejak Kesuksesan Global

Melanjutkan kesuksesan penyelenggaraan sebelumnya, INTI mencatat partisipasi internasional yang kuat dengan lebih dari 30.000 trade buyers, lebih dari 1.200 exhibitor, lebih dari 450 speaker, partisipasi dari 18 negara, dan area pameran seluas lebih dari 13.000 meter persegi. Pencapaian ini mencerminkan momentum ekonomi digital Indonesia yang semakin meningkat serta minat yang terus berkembang dari para pemain teknologi global terhadap pasar Indonesia.

Platform Imersif untuk Inovasi dan Kolaborasi

INTI 2026 kembali menghadirkan pengalaman yang imersif dan interaktif melalui keynote sessions, panel discussions, workshops, business networking programs, dan technology showcases. Acara ini dirancang untuk menciptakan lingkungan di mana berbagai ide bertemu, kemitraan berkembang, dan inovasi dapat diterapkan secara nyata di berbagai industri.

Peserta akan memperoleh akses ke peluang networking yang berharga dengan para pemimpin bisnis, penyedia teknologi, investor, dan pakar industri yang membentuk masa depan teknologi. Pameran ini juga akan menampilkan teknologi terobosan, solusi generasi berikutnya, dan inovasi perintis yang berpotensi mentransformasi operasional bisnis dan perkembangan industri.

Selain itu, workshop interaktif dan sesi hands-on akan memungkinkan peserta untuk merasakan teknologi yang sedang berkembang secara langsung sekaligus mendapatkan wawasan praktis mengenai strategi transformasi digital. INTI juga menciptakan peluang kolaborasi dengan menghubungkan pelaku bisnis dengan calon mitra, investor, dan inovator yang memiliki visi yang sama untuk masa depan yang semakin berbasis teknologi.

Seiring dengan Indonesia yang terus mempercepat agenda transformasi digitalnya, INTI 2026 diharapkan dapat memainkan peran penting dalam memperkuat inovasi, mendorong kolaborasi, dan mendukung ambisi Indonesia untuk menjadi salah satu ekonomi digital terkemuka di kawasan. Melalui perpaduan antara teknologi, bisnis, dan inovasi, INTI 2026 bertujuan untuk turut membentuk masa depan lanskap digital dan industri Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Jaga Likuiditas Tetap Optimal, BRI Finance Siap Penuhi Kewajiban Obligasi Juli 2026

PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) memastikan telah menyiapkan seluruh dana yang diperlukan untuk memenuhi kewajiban pelunasan Obligasi II BRI Finance Tahun 2023 Seri B yang akan jatuh tempo pada 11 Juli 2026.

Kesiapan tersebut merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam menjaga disiplin keuangan sekaligus mempertahankan kepercayaan investor terhadap kinerja dan tata kelola perusahaan.

Obligasi Seri B yang akan dilunasi memiliki nilai pokok sebesar Rp 303 miliar. Selain pembayaran pokok, BRI Finance juga telah mengalokasikan dana untuk memenuhi kewajiban pembayaran bunga sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Dana pelunasan akan tersedia dalam rekening kas dan setara kas perusahaan sebelum tanggal jatuh tempo, serta akan disetorkan kepada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sesuai mekanisme yang berlaku.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Pemenuhan kewajiban kepada investor merupakan bagian dari komitmen BRI Finance dalam menjaga kredibilitas perusahaan di pasar modal. Kesiapan dana untuk pelunasan obligasi ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki perencanaan likuiditas yang baik serta didukung oleh fundamental bisnis yang sehat.”

BRI Finance dalam hal ini secara konsisten mengelola struktur pendanaan agar tetap optimal, sejalan dengan kebutuhan ekspansi bisnis maupun kewajiban jangka pendek dan jangka panjang perusahaan.

“Kami akan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam mengelola pendanaan sehingga perusahaan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kualitas aset, serta pemenuhan seluruh kewajiban kepada para pemangku kepentingan,” ungkap Dhani.

Obligasi II BRI Finance Tahun 2023 diterbitkan melalui penawaran umum dengan target penghimpunan dana sebesar Rp500 miliar yang terbagi ke dalam dua seri. Seri A memiliki tenor 370 hari kalender, sedangkan Seri B diterbitkan dengan tenor tiga tahun sejak tanggal emisi.

Dana hasil penerbitan obligasi tersebut telah dimanfaatkan untuk memperkuat struktur pendanaan perusahaan guna mendukung pertumbuhan pembiayaan yang berkelanjutan.

Melalui kesiapan pelunasan obligasi ini, BRI Finance menegaskan komitmennya dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, menjaga kesehatan keuangan, serta memenuhi setiap kewajiban kepada investor secara tepat waktu sebagai bagian dari upaya memperkuat kepercayaan pasar terhadap perusahaan.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Tangguh di Tengah Dinamika Global, Integrated Auto Solutions Mendorong Pertumbuhan Berkelanjutan pada Kinerja Keuangan IPCC Semester I 2026

Jakarta, Juli 2026 – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX:IPCC), sebagai anak usaha PT Pelindo Multi Terminal dan satu-satunya operator terminal kendaraan dalam ekosistem kepelabuhanan terintegrasi Pelindo, mencatatkan kinerja keuangan yang mengalami penyesuaian akibat kondisi geopolitik nasional maupun global. Dalam Laporan Keuangan Triwulan II Tahun 2026 yang telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) membukukan laba bersih sebesar Rp103,28 miliar hingga Semester I 2026. Capaian tersebut mengalami penyesuaian sebesar 9,28% secara year-on-year (yoy) atau sebesar Rp10,56 miliar. Meskipun demikian, Perseroan tetap mampu mempertahankan margin laba bersih pada level 24,98%, yang mencerminkan efektivitas pengelolaan biaya, efisiensi operasional, serta kemampuan Perseroan dalam menjaga profitabilitas di tengah tantangan industri.

Penyesuaian kinerja tersebut tidak terlepas dari tantangan geopolitik global dan nasional yang turut mempengaruhi rantai pasok otomotif dunia, termasuk eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada jalur distribusi dan biaya logistik internasional, serta perlambatan impor kendaraan secara nasional. Kondisi ini secara khusus berpengaruh pada kinerja Terminal Internasional IPCC di Jakarta, yang menjadi penopang utama perusahaan dengan kontribusi sekitar 87% terhadap pendapatan dan operasional secara konsolidasi. Meski demikian, manajemen memandang dinamika ini sebagai tantangan bersifat sementara yang tetap dapat dikelola melalui strategi mitigasi risiko dan penguatan efisiensi.

“Kami tidak menutup mata bahwa situasi geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah dan pelemahan impor otomotif nasional, turut memberi tekanan pada kinerja Terminal Internasional yang menjadi tulang punggung pendapatan IPCC. Namun kami meyakini ini adalah tantangan jangka pendek yang lumrah dihadapi industri logistik kendaraan global,” ujar Bagus Dwipoyono, Direktur Operasi dan Teknik merangkap Plt. Direktur Utama IPCC.

Lanjutnya, IPCC tetap optimis dan akan terus memperkuat mitigasi risiko, menjaga kinerja operasional yang solid melalui penguatan efisiensi dari setiap pergerakan operasional, optimalisasi kapasitas terminal, serta pengembangan layanan bernilai tambah dengan fundamental bisnis yang kuat melalui implementasi strategi Integrated Auto Solutions. Hal ini agar IPCC tetap menjadi mitra logistik kendaraan yang andal, berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa, pemegang saham serta perekonomian nasional.

Wing Megantoro, Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko IPCC, menyampaikan berdasarkan posisi neraca keuangan hingga Semester I 2026, IPCC tetap berada dalam kondisi yang sehat dengan fundamental yang solid serta mempertahankan status sebagai debt free company. Hal ini tercermin dari total aset Perseroan yang tetap stabil sebesar Rp2,04 triliun, didukung oleh peningkatan aset lancar sebesar 4,01%, dari Rp1,171 triliun pada akhir Desember 2025 menjadi Rp1,218 triliun pada akhir Juni 2026. Kondisi tersebut mencerminkan likuiditas yang kuat dan kapasitas Perseroan dalam menjaga keberlanjutan operasional sekaligus mendukung pengembangan bisnis ke depan.

“Dalam menghadapi kondisi pasar yang dinamis, IPCC terus memperkuat disiplin pengelolaan biaya melalui program efisiensi yang terukur dan berkelanjutan, sehingga alokasi anggaran difokuskan pada aktivitas yang memberikan dampak langsung terhadap keberlangsungan operasional, peningkatan pendapatan berbasis inovasi bisnis serta berorientasi pada kepuasan pelanggan,” terang Wing.

Sekretaris Perusahaan IPCC, Endah Dwi Liesly, menegaskan komitmen Perseroan dalam menerapkan prinsip keterbukaan informasi sebagai bagian dari implementasi tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). “Sebagai emiten yang mengedepankan prinsip GCG secara transparan dan akuntabel, kami menyampaikan capaian keuangan ini secara lugas dan tepat waktu, termasuk penyesuaian yang terjadi pada periode ini sebagai dampak dari dinamika ekonomi dan geopolitik global yang berada di luar kendali perusahaan,” tutur Endah.

Lebih lanjut Endah menambahkan pentingnya bagi IPCC untuk senantiasa menjaga fondasi keuangan yang sehat sehingga perusahaan dapat terus hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat luas, sejalan dengan semangat Danantara Indonesia yang menempatkan keberlanjutan dan kepentingan publik sebagai prioritas utama dalam memberikan nilai tambah kepada seluruh stakeholder Perusahaan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES