Berdayakan Generasi Muda, BINUS @Medan Perkuat Peran sebagai Penggerak Pengembangan Talenta Kota Medan

Medan 28 April – Perkembangan sektor ekonomi kreatif yang kian pesat menempatkan generasi muda sebagai penggerak utama inovasi dan kewirausahaan di berbagai daerah. Namun, potensi tersebut menuntut kesiapan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pola pikir adaptif, inovatif, dan mampu mengelola ide secara sistematis agar berdampak nyata bagi masyarakat. Dalam menghadapi dinamika tersebut, penguatan entrepreneurial mindset menjadi salah satu kunci penting agar generasi muda dapat beradaptasi dan menciptakan peluang di masa depan.

Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pengembangan kapabilitas generasi muda, BINUS University melalui BINUS @Medan sebagai Global Digitalpreneur Campus menyelenggarakan kegiatan Studium Generale bertajuk “Entrepreneurial Mindset for Young Innovators” yang berlangsung pada Selasa, 28 April 2026 di Xperience Space, Kampus BINUS @Medan. Kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi BINUS sebagai institusi pendidikan dan pemangku kepentingan di pemerintahan Kota Medan.

Mengawali rangkaian kegiatan Studium Generale, Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., CSCA yang diwakili oleh  Tri Juniarty, S.Kom., M.M., Direktur Kampus BINUS @Medan menekankan bahwa pendidikan tinggi memiliki peran strategis tidak hanya dalam mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk pola pikir adaptif bagi generasi muda. “Kehadiran BINUS @Medan bukan hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi sebagai bagian dari ekosistem yang ingin bertumbuh bersama, bersama pemerintah daerah, mitra industri, institusi pendidikan, media, serta seluruh masyarakat Medan yang telah menyambut kehadiran BINUS dengan keterbukaan dan kehangatan.” ungkapnya.

Acara ini menghadirkan Wali kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, sebagai narasumber yang membagikan pandangan mengenai perkembangan ekonomi kreatif serta pentingnya membangun pola pikir kewirausahaan sejak dini. “Generasi muda harus berani berpikir berbeda, berani mencoba, dan mampu melihat peluang di tengah perubahan. Di era ekonomi kreatif dan digital seperti sekarang, mindset menjadi kunci utama agar kita tidak hanya mengikuti perkembangan, tetapi juga bisa menciptakan inovasi,” ujar Rico.

Dari sudut pandang institusi, Tri Juniarty, S.Kom., M.M., Direktur Kampus BINUS @Medan, menyampaikan bahwa kolaborasi dalam kegiatan ini memperkuat peran kampus sebagai mitra strategis pembangunan sumber daya manusia daerah. “Kami senantiasa berupaya menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Kami berkomitmen menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, kreativitas, serta jiwa kewirausahaan, sehingga mampu menciptakan inovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.” ujarnya

Dengan semangat yang diusung dalam penyelenggaraan acara ini, BINUS @Medan terus berkomitmen membangun ekosistem pembelajaran yang tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga melahirkan generasi Global Digitalpreneur yang siap berinovasi dan menciptakan dampak nyata di masa depan. 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan lima Program Studi di BINUS @Medan, yaitu Computer Science, Information Systems, Desain Komunikasi Visual, Digital Business, serta International Trade, yang secara terintegrasi mendukung penguatan entrepreneurial mindset. Melalui kurikulum yang relevan dan kolaboratif, BINUS @Medan mendorong lahirnya lulusan dengan jiwa intrapreneur maupun entrepreneur, berwawasan global, adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus tetap menjunjung kearifan lokal. Seluruh proses pembelajaran tersebut diperkuat dengan kompetensi digital yang mumpuni, sehingga generasi muda tidak hanya siap menghadapi perubahan, tetapi juga mampu menciptakan nilai dan peluang secara berkelanjutan bagi masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

NPF Terkendali di 2,23%, BRI Finance Tunjukkan Ketahanan Kualitas Aset

Jakarta, 4 Mei 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menunjukkan ketahanan kinerja di tengah meningkatnya kewaspadaan industri terhadap risiko pembiayaan. Hingga Februari 2026, Perseroan berhasil menjaga rasio non-performing financing (NPF) pada level 2,23%, mencerminkan kualitas portofolio yang tetap terkelola dengan baik dan berada dalam batas yang sehat sesuai ketentuan regulator.

Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menegaskan bahwa capaian ini tidak terlepas dari konsistensi Perseroan dalam mengedepankan prinsip kehati-hatian serta penguatan kerangka manajemen risiko secara menyeluruh. “Kami memastikan setiap proses pembiayaan dijalankan secara disiplin, mulai dari proses underwriting, analisis kelayakan debitur, hingga pemantauan portofolio yang dilakukan secara berkala dan terukur,” ujarnya.

Seiring dengan itu, BRI Finance juga terus meningkatkan efektivitas fungsi collection serta memperkuat sistem monitoring terhadap kewajiban pembayaran debitur. Langkah ini menjadi bagian integral dari strategi mitigasi risiko guna menjaga stabilitas kualitas aset di tengah dinamika eksternal yang terus berkembang.

Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat adanya tren peningkatan rasio pembiayaan bermasalah di industri dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut mendorong pelaku industri pembiayaan untuk semakin memperketat penerapan prinsip kehati-hatian dan meningkatkan selektivitas dalam ekspansi bisnis.

“Dinamika tersebut berimplikasi pada meningkatnya kebutuhan pencadangan serta mendorong industri untuk lebih prudent dalam menyalurkan pembiayaan, dengan tetap menjaga kualitas portofolio,” tambah Wahyudi.

Meski demikian, BRI Finance melihat ruang pertumbuhan tetap terbuka pada awal tahun 2026. Penyaluran pembiayaan masih menunjukkan tren yang positif, dengan strategi yang lebih selektif dan berbasis pada profil risiko debitur serta daya beli masyarakat.

Hal ini sejalan dengan aktivitas industri yang masih bergerak positif, ditopang oleh perbaikan aktivitas ekonomi dan kinerja sektor otomotif. Dalam konteks tersebut, Perseroan terus menjaga keseimbangan antara akselerasi bisnis dan kualitas aset.

“Dengan disiplin dalam penerapan manajemen risiko serta penguatan fungsi monitoring dan collection, kami optimistis dapat mempertahankan kinerja yang sehat dan berkelanjutan,” tutup Wahyudi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kinerja Q1 2026 Tumbuh Signifikan, Hypefast Catat Lonjakan Net Income Lebih Dari 300 Persen YoY

House of brands lokal terbesar di Indonesia membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba tiga digit secara tahunan, didukung portofolio brand yang semakin kuat dan fundamental bisnis yang solid menjelang IPO 2027.

JAKARTA – Hypefast mengawali tahun 2026 dengan kinerja yang impresif pada kuartal
pertama (Q1 2026), mencatat pertumbuhan Net Income lebih dari 300% (YoY) serta
Net Cashflow mendekati 250% (YoY). 
Sebagai house of brands terbesar untuk brand lokal di Indonesia,
Hypefast menaungi 9 brand dari berbagai kategori seperti kecantikan, fashion,
dan kebutuhan ibu & anak, termasuk Luxcrime, Cessa, dan Bohopanna. Dengan pendekatan berbasis kolaborasi dan
teknologi, Hypefast terus memperkuat perannya dalam membangun ekosistem brand
yang berkelanjutan. Performa ini didorong oleh kontribusi kuat dari portofolio
brand di berbagai kategori.

Sejumlah brand utama mencatatkan pertumbuhan signifikan sepanjang Q1 2026.
Cessa mencatatkan pertumbuhan Net Income sebesar 189% (YoY), sementara Luxcrime
tumbuh 110% (YoY). Kinerja positif ini menunjukkan konsistensi strategi
Hypefast dalam mengembangkan brand dengan pendekatan berbasis data dan
kolaborasi erat bersama para founder.

Di kategori fashion, Bohopanna mencatat revenue kuartalan
tertinggi sepanjang sejarah brand, menandai momentum pertumbuhan yang
kuat. Sementara itu, Nyonya Piyama juga menunjukkan performa yang solid dengan
pertumbuhan pendapatan sebesar 93% dibandingkan periode yang sama tahun
sebelumnya.

Founder dan CEO Hypefast, Achmad Alkatiri, menyebut capaian ini sebagai
refleksi dari kekuatan fundamental yang menopang pertumbuhan Hypefast.

“Kuartal pertama 2026 menjadi pencapaian yang patut kami syukuri.
Angka-angka dalam laporan ini mencerminkan ketangguhan individu di baliknya:
mulai dari tim kami, para founder brand, hingga loyal customer.
Keyakinan yang sama inilah yang terus mendorong kami untuk melangkah maju,”
ujar Achmad.

Di tengah kondisi global yang dinamis, Hypefast tetap melihat peluang
pertumbuhan yang positif, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian
dalam menjalankan bisnis.

Kami melangkah ke
sisa tahun ini dengan optimisme yang kuat, namun tetap dengan berhati-hati di
tengah dinamika geopolitik global yang terus berubah. Apa pun kondisi pasar ke
depan, fundamental bisnis kami tetap kuat, dan kami berkomitmen untuk menjaganya.,
tambahnya.

 

Outlook Strategis & Persiapan
IPO

Sejak berdiri, Hypefast telah membangun portofolio brand lokal lintas
kategori yang terus berkembang, termasuk Luxcrime, Cessa, Bohopanna, dan Nyonya
Piyama. Menuju IPO 2027, Hypefast tengah mempersiapkan serangkaian inisiatif
strategis yang menjadi bagian dari langkah corporate action perusahaan.
Dana yang dihimpun dari pencatatan saham perdana akan dimanfaatkan untuk
memperluas ekosistem Hypefast, mencakup pengembangan jalur distribusi offline,
kapabilitas manufaktur, serta ekspansi brand lokal ke pasar internasional,
dimulai dari Asia Tenggara.

“Momentum di kuartal awal tahun ini menjadi pondasi penting bagi langkah
kami ke depan. Fokus kami adalah menjaga kualitas pertumbuhan, memperkuat
fundamental, dan terus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh
ekosistem,” tutup Achmad.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

54% Investor Pasar Modal Indonesia di Bawah 30 Tahun, BRIDS Catat Lonjakan Transaksi Digital 1.327% di 2025

FinanceAsia dan IDIA 2026 memberikan penghargaan kepada BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) di tengah pertumbuhan basis investor ritel Indonesia yang kini didominasi segmen usia di bawah 30 tahun

Jakarta, 04 Mei 2026 – Jumlah investor pasar modal Indonesia melampaui 20,34 juta pada Desember
2025, tumbuh dari 12,16 juta pada 2022. Lebih dari separuh basis investor
tersebut atau 54,24% berusia di bawah 30 tahun, sementara 48,75% berpenghasilan
bulanan di bawah Rp10 juta. Komposisi yang didominasi anak muda ini membentuk
karakter permintaan yang berbeda, dimana aksesibilitas platform digital,
kemudahan onboarding, dan fitur yang relevan bagi investor dengan modal
terbatas menjadi faktor kompetitif yang semakin menentukan di industri
sekuritas.

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) merespons
pergeseran ini melalui pengembangan platform investasi digital BRIGHTS dan
program literasi pasar modal berskala nasional. Dalam dua tahun terakhir,
strategi ini menghasilkan pertumbuhan operasional yang signifikan sekaligus
mendapat validasi dari dua lembaga industri secara bersamaan pada 2026.

FinanceAsia, publikasi keuangan
yang menjadi referensi komunitas investasi di kawasan Asia, memberikan
penghargaan Best Domestic Securities Services 2026 kepada BRIDS,  penilaian atas kualitas layanan sekuritas
secara menyeluruh. Pada periode yang sama, Warta Ekonomi Research and
Consulting (WERC) menetapkan BRIDS sebagai peraih The Most Innovative
Digitalization of Securities dalam ajang Indonesia Digital Innovation Awards
(IDIA) 2026, dengan metodologi penilaian mengacu pada kerangka Digital Maturity
Assessment Blueprint (DMAB) yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Pengakuan dari dua lembaga dengan
perspektif yang berbeda, yaitu dari sisi kualitas layanan dan inovasi digital,
menjadi bukti bahwa transformasi yang kami jalankan berdampak nyata. Segmen
investor muda yang melek digital akan terus menjadi motor pertumbuhan pasar
modal Indonesia, dan infrastruktur digital yang dibangun hari ini adalah
prasyarat untuk berkompetisi secara berkelanjutan di segmen tersebut,” ungkap
Plt. Direktur
Utama BRIDS Fifi Virgantria.

Dalam beberapa tahun terakhir, BRIDS konsisten dalam mengembangkan
BRIGHTS sebagai platform multi-investasi yang mengintegrasikan transaksi saham,
obligasi, dan reksa dana dalam satu aplikasi tanpa minimum deposit. Platform
ini dilengkapi fitur Rekomendasi Saham berbasis profil risiko, Smartinvest
Reksa Dana untuk optimasi dana idle di RDN, dan Multievent Order untuk eksekusi
otomatis, dirancang agar investor pemula dapat bertransaksi tanpa perlu
memantau pasar secara aktif.

 Dampak digitalisasi ini tercermin langsung dalam kinerja
operasional BRIDS. Dari sisi aktivitas platform, volume transaksi ekuitas pada
BRIGHTS tumbuh 1.327% secara tahunan, sementara jumlah nasabah aktif
bertransaksi meningkat 162%. Secara bisnis keseluruhan sepanjang 2025, total
nasabah ritel tumbuh 20%, rata-rata nilai transaksi harian ritel naik 101%, dan
kanal online ritel melesat 134%. Fitur SmartInvest Reksa Dana mencatat
pertumbuhan AUM 343% sepanjang 2025.

Inovasi produk digital saja tidak cukup bila tidak
diimbangi peningkatan literasi pasar. Sejak Januari 2025 hingga Maret 2026,
BRIDS telah menyelenggarakan 1.918 sesi edukasi pasar modal yang menjangkau
84.331 partisipan di berbagai wilayah Indonesia, melalui program Sapa Mentari,
SKRINBAR, EDUVEST, dan Roadshow Eduvest.

Selain itu, BRIDS juga rutin menyelenggarakan Education Day setiap hari
Kamis, yang dilaksanakan serentak oleh seluruh cabang BRIDS di seluruh
Indonesia secara masif. Skala ini menempatkan BRIDS sebagai salah satu perusahaan
sekuritas yang aktif dalam agenda literasi pasar modal nasional, yang mana selaras
dengan program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang dicanangkan
OJK sebagai gerakan literasi dan inklusi keuangan berskala nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

CEO Bittime, Ryan Lymn: One-Stop-Solution Bagi Investasi New Era of Real-World Assets (RWA)

Jakarta, 4 Mei 2026 – Transformasi aset dunia nyata atau RWA semakin memberikan peluang perluasan diversifikasi aset bagi Investor. Bittime hadir dengan one-stop solution yang memungkinkan pengguna mengakses berbagai aset-aset RWA dalam satu platform. Didukung keunggulan fitur IDR SWAP zero fee yang secara signifikan diharapkan dapat menurunkan hambatan biaya masuk bagi pengguna baru.

Sebelumnya, industri aset kripto tengah mengalami transformasi fundamental, dan bergeser dari aset yang bersifat spekulatif menuju instrumen yang memiliki nilai riil melalui tokenisasi aset dunia nyata (RWA).

Selaras dengan ini, Indonesia menunjukkan langkah progresif dalam mengakui RWA sebagai kelas aset investasi yang sah. Di mana, pada tahun 2024, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membentuk divisi Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) untuk mengawasi pengembangan aset keuangan digital, di mana tokenisasi RWA dikategorikan sebagai Backed Digital Financial Assets.

Langkah ini diperkuat dengan peluncuran regulatory sandbox melalui POJK 3/2024, yang memungkinkan pelaku industri RWA untuk beroperasi dalam kerangka hukum yang lebih jelas. Seiring dengan meningkatnya minat dari regulator maupun pelaku industri, RWA kini menjadi bagian penting dari agenda inovasi keuangan di Indonesia, sekaligus membuka peluang baru dalam mendorong inklusi investasi digital yang lebih luas.

Pergeseran pandangan industri aset kripto dari aset spekulatif menuju aset yang memiliki nilai nyata, serta meningkatnya kebutuhan investor terhadap instrumen yang lebih stabil, aset RWA dipandang sebagai solusi diversifikasi yang relevan di tengah kondisi ekonomi global yang dinamis.

Di sisi lain, keunggulan utama dari aset-aset tokenisasi RWA ini terletak pada sistem kepemilikan fraksional (Fractional Ownership), yang memungkinkan setiap individu untuk memiliki aset dunia nyata (RWA) dengan jumlah yang sangat fleksibel.

Hal ini mendorong nilai likuiditas dan aksesibilitas 24/7 karena sifat terdesentralisasi yang dimiliki oleh aset tokenisasi RWA.

Selaras dengan ini, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), juga mencatatkan minat pasar terhadap aset-aset berbasis RWA. Di mana, pada hari ini, 30 April 2026, tercatat aset kripto Tether ($USDT), Emas Tether ($XAUT), dan Silver ($SLVON) berada pada peringkat teratas pada aset perdagangan hari ini.

Chief Executive Officer (CEO) Bittime, Ryan Lymn  menjelaskan bahwa kondisi geopolitik global yang tidak menentu cenderung mendorong investor beralih ke aset-aset stabil sebagai diversifikasi lindung nilai. Karena itu, aset-aset stabil RWA menjadi pilihan yang relevan dengan kebutuhan investor saat ini.

“Aset stabil Real-World Assets (RWA) kini menjadi pilihan yang sangat relevan. Sebagai platform one-stop solution, Bittime menyediakan akses ke berbagai aset global, termasuk USDT, Tether Gold (XAUT), dan saham AS Magnificent 7. Untuk semakin mendukung investor Indonesia, kami menghadirkan fitur IDR Swap 0 Fee yang memungkinkan konversi Rupiah ke aset kripto seperti USDT, BTC, dan XAUT secara lebih seamless, sekaligus memberikan kemudahan dan efisiensi biaya,” ujar Ryan.

Ia menambahkan, fitur ini diharapkan  dapat membantu pengguna mengonversi Rupiah ke $USDT dan aset lainnya tanpa biaya tambahan. Sehingga memungkinkan pengguna untuk mulai berinvestasi hanya dengan Rp10.000.

Selain itu, guna meningkatkan pertumbuhan portofolio, pengguna baru juga bisa menggunakan fitur staking untuk mendapatkan hingga 10% APY. Dengan begitu, investor dengan risiko investasi jangka panjang dapat mengamankan portofolio, sekaligus meningkatkan nilai investasi aset RWA nya.

Namun, tentu perlu dipahami bahwa investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya.

Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini.

Tentu, perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Solusi Anti Mleyot! napocut Spill Rahasia Hijab Paris Premium yang Tetap Tegak Paripurna Seharian

Bosan dengan hijab yang mudah letoy? Temukan rahasia hijab paris premium dari napocut yang tetap tegak paripurna seharian! Dibuat dari material Voile Premium Japan (Paris) yang awet, minim kusut, dan tersedia dalam 100+ pilihan warna, koleksi kami adalah solusi terbaik untuk tampil elegan dan percaya diri di segala aktivitas. Cek koleksi lengkapnya di napocut.com sekarang!

Jakarta, 4 Mei 2026 – Pernah nggak merasa kurang percaya diri karena hijab tiba-tiba letoy pas lagi sibuk-sibuknya? Bagi wanita dengan aktivitas mobile yang padat, hijab yang rapi itu bukan cuma soal penampilan, tapi juga soal kenyamanan. Sebagai pionir Hijab Paris di Indonesia selama lebih dari 20 tahun, napocut paham banget keresahan itu. Itu kenapa alasan napocut menghadirkan Hijab Paris Premium, solusi buat kamu yang ingin hijab tegak paripurna dari pagi sampai malam.

Kenapa Hijab Paris napocut Jadi Favorit?

Banyak banget yang tanya, apa sih rahasia hijab paris yang nyaman buat cuaca tropis tapi tetap kelihatan elegan? Jawabannya ada di material, Voile Premium Japan (Paris). Bahan ini bukan bahan paris biasa, karena napocut benar-benar jaga kualitasnya supaya jadi investasi terbaik buat jangka panjang.

Ini alasan kenapa koleksi napocut jadi hijab paris anti letoy andalan banyak orang:

1. Tegak Paripurna: Tekstur bahannya gampang banget dibentuk di dahi. Jadi, kamu nggak perlu buang waktu lama di depan cermin buat dapat bentuk yang sempurna.

2. Awet dan Tahan Lama: Kamu nggak perlu takut hijab jadi rusak. Material ini sudah teruji tidak mudah berbulu, bahkan setelah dicuci dengan tangan lebih dari 100 kali.

3. Minim Kusut: Sering cuci pakai softener? Nggak masalah! Serat kainnya tetep kokoh dan nggak gampang lecek. Bahkan buat Hijab Paris napocut, saking effortless-nya, kamu bisa langsung pakai sehabis dibeli tanpa perlu drama dulu.

Ukurannya Ideal untuk Berbagai Styling

Hijab Paris napocut punya ukuran 115 x 115 cm. Ini ukuran yang pas buat dikreasikan sesuka hati. Kamu bisa pakai gaya simpel buat harian, atau dibikin lebih polished buat rapat di kantor. Ukuran ini memberikan keleluasaan buat kamu bereksperimen dengan berbagai look yang tetap sopan dan elegan.

Ada 100+ Warna Hijab Sesuai Undertone Kulit Orang Indonesia

napocut sudah punya lebih dari 100+ pilihan warna yang disesuaikan dengan berbagai undertone kulit perempuan di Indonesia. Koleksi warna earth tone seperti hijab paris warna khaki, taupe, sampai coksu selalu jadi primadona karena bikin tampilan minimalis kamu makin elegan.

Siap Tampil Percaya Diri Seharian?

Sudah saatnya berhenti kompromi sama hijab yang gampang letoy. Sebagai brand yang sudah dipercaya selama dua dekade, napocut selalu memastikan kualitas yang terbaik buat kamu.

Yuk, temukan koleksi lengkap Hijab Paris Premium kami di napocut.com, . Kamu juga bisa intip inspirasi styling terbaru di media sosial napocut, ya!

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Hilirisasi Tembaga dan Emas Terintegrasi di Gresik Serap Hingga 7.500 Tenaga Kerja

GRESIK — Pengembangan ekosistem hilirisasi tembaga dan emas terintegrasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE Gresik diproyeksikan menyerap hingga 7.000 tenaga kerja. Kehadiran proyek ini diharapkan memperkuat peran Gresik sebagai salah satu simpul pertumbuhan industri bernilai tambah yang mendorong penguatan ekonomi nasional.

Melalui seremoni groundbreaking hilirisasi nasional tahap II oleh Danantara, ekosistem hilirisasi tembaga dan emas terintegrasi ini merupakan hasil sinergi antara perusahaan negara mulai dari MIND ID, DEFEND ID, ANTAM, Freeport Indonesia, PINDAD DAN PELINDO. Proyek yang dibangun mencakup fasilitas lini produksi brass mill dan brass cups berkapasitas 10.000 ton per tahun, serta pabrik manufaktur emas logam mulia berkapasitas 30 ton per tahun yang potensi total penyerapan tenaga kerjanya mencapai 7.500 orang.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menekankan bahwa keberhasilan investasi industri sangat bergantung pada dampak nyata bagi masyarakat sekitar, terutama dari sisi serapan tenaga kerja dan stabilitas sosial.

“Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama, karena kestabilan sosial dan penyerapan tenaga kerja akan menentukan seberapa baik hilirisasi ini terwujud di bumi pertiwi. Tentu, prioritas utama kita adalah memberikan ruang seluas-luasnya bagi tenaga kerja Indonesia,” ujar Emil Dardak saat menghadiri seremoni groundbreaking hilirisasi tahap II di KEK Gresik.

Emil menjelaskan bahwa hilirisasi di KEK Gresik telah bergerak ke produk turunan tingkat lanjut. Karena itu, kebutuhan tenaga kerja tidak hanya muncul pada tahap konstruksi, tetapi juga pada fase operasi dan pengembangan industri turunannya.

“Potensi penyerapan tenaga kerjanya cukup besar, mencapai 7.000 orang lebih. Mereka akan tersebar di berbagai lini, mulai dari pengolahan katoda tembaga menjadi pipa dan kawat, hingga fasilitas bahan baku amunisi di bawah Defend ID dan pengolahan emas oleh Antam,” tuturnya dengan nada optimis.

Menurut Emil, penciptaan lapangan kerja ini juga berpotensi mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja daerah, sehingga pembangunan ekonomi ke depan semakin inklusif dan memberi peluang lebih luas bagi masyarakat sekitar.

“Kami sangat mensyukuri adanya keberpihakan afirmasi bagi masyarakat di wilayah Gresik dan Jawa Timur. Inilah tumpuan harapan kita agar Indonesia mampu berkompetisi di kancah global tanpa meninggalkan kesejahteraan masyarakat daerah,” imbuh Emil.

Lebih lanjut, Emil menilai penyerapan tenaga kerja ini dapat memperkuat pemerataan manfaat ekonomi di Jawa Timur, termasuk kawasan Gerbangkertosusila yang kontribusinya signifikan terhadap perekonomian nasional. Ia menekankan strategi hilirisasi perlu dijalankan melalui kolaborasi agar manfaatnya tidak terpusat, tetapi menyebar ke berbagai sektor dan lapisan masyarakat.

“Hilirisasi tahap awal biarlah dirasakan oleh daerah penghasil di hulu. Di Jawa Timur, kita berfokus pada hilirisasi tahap lanjut yang bersifat multi-komoditas. Semangat kita adalah kolaborasi, memastikan kemajuan ini dirasakan bersama, bukan sendiri-sendiri,” pungkasnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Ketika Aset Jadi Solusi: Cara Baru Menghadapi Kebutuhan Dana Tanpa Kehilangan Kepemilikan

Pembiayaan berbasis aset bukan berarti tanpa risiko, tetapi dapat menjadi alternatif yang lebih terukur dibandingkan dengan menjual aset secara terburu-buru atau mengambil pinjaman dengan beban jangka panjang.

Di tengah dinamika ekonomi yang semakin tidak menentu, kebutuhan akan likuiditas kerap datang di saat yang tidak terduga. Tidak sedikit masyarakat yang menghadapi dilema klasik: membutuhkan dana cepat, tetapi tidak ingin kehilangan aset yang telah dimiliki bertahun-tahun. Situasi ini sering kali berujung pada keputusan menjual barang berharga, sebuah langkah yang dalam banyak kasus justru menimbulkan penyesalan di kemudian hari.

Hal tersebut dialami oleh R, seorang profesional di Jakarta yang sempat berada dalam tekanan keuangan akibat kebutuhan mendesak. Di tengah keterbatasan waktu dan pilihan, ia mengaku sempat mempertimbangkan untuk menjual jam tangan mewah yang selama ini menjadi bagian dari koleksinya. “Waktu itu saya hanya melihat dua opsi, jual atau pinjam. Dan jujur saja, dua-duanya terasa berat,” ujarnya.

Namun, keputusan tersebut tidak jadi diambil setelah ia menemukan alternatif lain yang sebelumnya tidak pernah ia pertimbangkan. Alih-alih menjual aset, R memilih untuk memanfaatkan nilai dari barang yang dimilikinya tanpa harus kehilangan kepemilikan. Pendekatan ini, yang dikenal sebagai pembiayaan berbasis aset, kini mulai mendapat perhatian sebagai solusi keuangan jangka pendek yang lebih fleksibel.

Dalam praktiknya, skema ini memungkinkan seseorang untuk memperoleh dana tunai dengan menjaminkan aset bernilai, mulai dari jam tangan mewah, tas branded, hingga kendaraan seperti mobil dan motor. Berbeda dengan penjualan, kepemilikan atas aset tersebut tetap berada pada pemiliknya, dengan opsi untuk menebus kembali dalam jangka waktu tertentu.

Fenomena ini sejalan dengan perubahan cara pandang masyarakat terhadap aset. Jika sebelumnya aset lebih banyak dipandang sebagai simbol atau barang konsumsi, kini semakin banyak yang melihatnya sebagai instrumen finansial yang dapat dioptimalkan. Dalam konteks ini, jam tangan mewah misalnya, tidak lagi sekadar aksesori, tetapi juga memiliki nilai likuiditas yang dapat dimanfaatkan saat dibutuhkan.

Hal serupa juga terjadi pada tas branded. Dalam beberapa tahun terakhir, pasar barang mewah menunjukkan tren yang relatif stabil, bahkan untuk beberapa merek tertentu cenderung mengalami peningkatan nilai. Kondisi ini menjadikan tas sebagai salah satu aset yang dapat diandalkan dalam situasi tertentu, tanpa harus dilepas secara permanen.

Sementara itu, kendaraan pribadi seperti mobil dan motor juga menjadi bagian penting dalam skema pembiayaan berbasis aset. Dengan nilai yang cukup signifikan, kendaraan dapat menjadi solusi cepat untuk memenuhi kebutuhan dana dalam jumlah besar, tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari secara drastis.

Di Indonesia, layanan seperti yang ditawarkan oleh deGadai mulai hadir dengan pendekatan yang lebih modern dan terstruktur. Perusahaan ini menyediakan fasilitas pembiayaan dengan jaminan aset bernilai, dengan proses yang dirancang untuk memberikan kenyamanan dan transparansi bagi nasabah. Melalui platformnya, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai layanan gadai untuk berbagai jenis aset, termasuk jam tangan, tas, hingga kendaraan.

Sebagai contoh, untuk aset berupa tas branded, layanan dapat diakses melalui https://degadai.com/gadaitas, sementara untuk jam tangan mewah tersedia di https://degadai.com/gadaijamtangan. Adapun kendaraan seperti mobil juga dapat dimanfaatkan melalui skema serupa di https://degadai.com/gadaimobil. Seluruh proses dirancang untuk memberikan alternatif likuiditas tanpa harus mengorbankan kepemilikan aset.

Pengamat keuangan menilai bahwa tren ini mencerminkan pergeseran paradigma dalam pengelolaan keuangan pribadi. “Masyarakat mulai memahami bahwa aset tidak hanya untuk dimiliki, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara strategis. Ini merupakan langkah positif dalam meningkatkan literasi finansial,” ujar salah satu analis keuangan yang enggan disebutkan namanya.

Meski demikian, ia juga mengingatkan bahwa setiap keputusan finansial tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu. Pembiayaan berbasis aset bukan berarti tanpa risiko, tetapi dapat menjadi alternatif yang lebih terukur dibandingkan dengan menjual aset secara terburu-buru atau mengambil pinjaman dengan beban jangka panjang.

Bagi R, keputusan untuk tidak menjual asetnya menjadi titik balik dalam cara ia mengelola keuangan. “Yang berubah bukan hanya solusi yang saya pilih, tapi cara saya melihat aset itu sendiri. Sekarang saya tahu, aset itu bukan hanya untuk disimpan, tapi juga bisa membantu di saat dibutuhkan,” katanya.

Di tengah berbagai pilihan yang tersedia, kemampuan untuk memahami dan memanfaatkan aset secara tepat menjadi semakin penting. Bukan sekadar soal memiliki, tetapi bagaimana nilai dari aset tersebut dapat digunakan tanpa harus kehilangan apa yang telah dibangun selama ini. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pendekatan ini, masyarakat dapat mengakses https://degadai.com sebagai salah satu referensi layanan pembiayaan berbasis aset di Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kampus Pertama & Terbaik Penyelenggara Kuliah Jarak Jauh (Kuliah Online) di Indonesia Lagi Buka Pendaftaran Loh!

Banyak orang ingin kuliah. Tapi tidak semua bisa menjalaninya dengan cara yang sama. Tidak semua bisa mengikuti sistem kuliah konvensional yang menuntut hadir di kampus setiap hari.. Ada yang harus bekerja, ada yang tinggal jauh dari pusat kota, ada yang sudah memiliki tanggung jawab keluarga, dan ada juga yang membutuhkan sistem belajar yang bisa menyesuaikan dengan aktivitas sehari-hari. Karena itu, pendidikan tinggi hari ini dituntut untuk lebih fleksibel dan mampu menyesuaikan dengan kehidupan nyata.

Di tengah perubahan tersebut, kuliah jarak jauh atau yang saat ini dikenal luas di masyarakat sebagai kuliah online menjadi semakin penting. Bukan hanya karena perkembangan teknologi, tetapi karena cara hidup masyarakat juga sudah berubah. Orang ingin tetap bisa belajar tanpa harus meninggalkan pekerjaan, tanpa harus pindah domisili, dan tanpa harus mengorbankan tanggung jawab lainnya. Inilah yang membuat kuliah online kini bukan lagi sekadar alternatif, melainkan sudah menjadi pilihan pendidikan yang relevan di era sekarang.

Kuliah Online Menjadi Pilihan yang Dibutuhkan Saat Ini

Saat ini, kuliah online dibutuhkan karena memberikan akses pendidikan yang lebih luas dan lebih efisien. Sistem ini memungkinkan masyarakat untuk tetap melanjutkan pendidikan tinggi dengan cara yang lebih sesuai dengan ritme hidup modern. Di era digital, belajar tidak lagi harus selalu dilakukan dengan cara lama. Teknologi telah mengubah banyak hal, termasuk cara orang mengakses ilmu, mengikuti perkuliahan, dan membangun masa depan.

Karena itu, kuliah online semakin dipilih oleh banyak orang. Bagi pekerja, kuliah online memberi ruang untuk tetap belajar tanpa harus meninggalkan pekerjaan. Bagi masyarakat yang tinggal jauh dari kampus, kuliah online membuka akses pendidikan yang sebelumnya terasa sulit dijangkau. Bagi banyak orang lainnya, kuliah online menjadi solusi nyata karena menawarkan fleksibilitas tanpa menghilangkan tujuan utama pendidikan itu sendiri.

Universitas Terbuka Hadir Sebagai Jawaban

Di tengah kebutuhan tersebut, Universitas Terbuka hadir sebagai jawaban yang nyata. Sebagai kampus negeri, Universitas Terbuka sejak awal telah mengusung sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh. Karena itu, Universitas Terbuka dikenal sebagai pionir kuliah online di Indonesia. Posisi ini bukan lahir karena mengikuti tren, melainkan karena sejak awal Universitas Terbuka memang dibangun untuk membuka akses pendidikan tinggi seluas-luasnya bagi masyarakat.

Ketika hari ini banyak orang membicarakan pentingnya kuliah online, Universitas Terbuka sudah lebih dulu menjalankan sistem tersebut secara konsisten. Hal ini membuat Universitas Terbuka memiliki posisi yang kuat dalam dunia pendidikan tinggi Indonesia, khususnya sebagai kampus negeri yang identik dengan kuliah online. Dengan pengalaman panjang dalam pembelajaran jarak jauh, Universitas Terbuka bukan hanya relevan, tetapi juga memiliki fondasi yang kuat dalam sistem pendidikan modern.

Kampus Negeri yang Dipercaya Ratusan Ribu Mahasiswa

Kepercayaan masyarakat terhadap Universitas Terbuka juga terlihat dari jumlah mahasiswanya yang sangat besar. Dengan 768.248 mahasiswa, Universitas Terbuka menjadi kampus dengan mahasiswa paling banyak se-Indonesia. Angka ini menunjukkan bahwa Universitas Terbuka bukan hanya dikenal luas, tetapi juga benar-benar dipercaya oleh masyarakat sebagai pilihan untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

Jumlah mahasiswa yang besar ini menjadi bukti bahwa kuliah online kini memang dibutuhkan dan diterima oleh masyarakat. Dalam konteks itu, Universitas Terbuka menempati posisi yang sangat kuat karena mampu menjawab kebutuhan dan menjadi bagian penting dari pendidikan tinggi masa kini melalui sistem belajar yang fleksibel, terbuka, dan relevan.

Universitas Terbuka: Jawaban Kuliah di Era Sekarang

Di era digital, kuliah bukan lagi soal datang ke kampus setiap hari. Yang dibutuhkan sekarang adalah sistem yang fleksibel, terjangkau, dan bisa mengikuti ritme hidup yang dinamis. Banyak orang ingin kuliah, tapi terbentur waktu, biaya, atau lokasi. Di sinilah Universitas Terbuka hadir sebagai jawaban yang relevan.

Sebagai perguruan tinggi negeri sekaligus pionir kuliah online di Indonesia, UT menawarkan sistem pembelajaran jarak jauh yang sudah teruji. Kuliah bisa dilakukan dari mana saja, tanpa harus meninggalkan pekerjaan atau kewajiban lainnya. Dengan biaya yang lebih terjangkau dan jangkauan yang luas, UT membuka akses pendidikan tinggi untuk lebih banyak orang—tanpa kompromi pada kualitas.

– Biaya Pendaftaran (Jalur Umum / Non RPL) = Rp. 100.000

– Biaya Pendaftaran (Jalur RPL) = Biaya Pendaftaran + RPL Rp. 400.000 = Rp. 500.000

– Biaya Pendidikan (Program Sarjana dan Diploma FEB, FHISIP, FST, dan FKIP) =

Paket Tanpa Tutorial Tatap Muka:

• Program Studi Diploma: Mulai dari Rp. 1.150.000 / Semester

• Program Studi Sarjana: Mulai dari Rp. 1.300.000 / Semester

Non Sistem Paket Semester

Mulai dari Rp. 35.000 – Rp. 120.000 / SKS

– Biaya Pendidikan (Program Pascasarjana / Magister) =

• Biaya Admisi: Rp. 750.000

• Uang Kuliah: Rp. 8.500.000

– Biaya Pendidikan (Program Pascasarjana / Doktoral) =

• Biaya Admisi: Rp. 1.000.000

• Uang Kuliah: Rp. 12.500.000

Bukan tanpa alasan UT dipercaya oleh ratusan ribu mahasiswa di seluruh Indonesia. Ini bukan lagi sekadar alternatif, tapi solusi nyata bagi siapa pun yang ingin kuliah dengan cara yang lebih fleksibel dan realistis.

Kalau selama ini kuliah terasa sulit dijangkau, sekarang tidak ada lagi alasan untuk menunda. Universitas Terbuka sudah menyediakan sistem, akses, dan kemudahan yang kamu butuhkan.

Kunjungi ut.ac.id sekarang juga untuk melihat pilihan program studi dan informasi pendaftaran, atau follow Instagram @univterbuka untuk update terbaru.

Saatnya berhenti menunda. Mulai kuliahmu hari ini bersama Universitas Terbuka.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Emas Bangkit! Harga Berpotensi Nanjak ke 4.690

Harga emas dunia pada perdagangan hari Senin (4/5) diperkirakan mulai menunjukkan arah penguatan setelah sebelumnya bergerak dalam tekanan. Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai bahwa pergerakan XAU/USD dalam timeframe H1 mengindikasikan adanya potensi perubahan tren dari yang sebelumnya bearish menjadi bullish dalam jangka pendek.

Secara teknikal, harga emas terlihat mulai tertahan di area support penting di level 4.568. Level ini berperan sebagai penahan penurunan, di mana tekanan jual mulai kehilangan momentum. Ketika harga tidak mampu menembus area support tersebut, hal ini sering kali menjadi tanda awal bahwa tren penurunan mulai melemah dan pasar berpotensi berbalik arah.

Sinyal pembalikan arah semakin diperkuat dengan munculnya pola candlestick bullish engulfing. Pola ini terbentuk ketika candle bullish menutup lebih tinggi dan “menelan” pergerakan candle sebelumnya yang bearish. Dalam analisis teknikal, kondisi ini mencerminkan perubahan dominasi dari penjual ke pembeli, yang sering menjadi awal dari tren kenaikan baru.

Selain itu, harga juga mulai membentuk swing low baru, yang menjadi fondasi penting dalam membangun tren naik. Pembentukan titik terendah yang lebih tinggi menunjukkan bahwa pasar mulai bergerak ke arah yang lebih positif. Saat ini, harga emas tengah mengalami koreksi ringan setelah kenaikan awal, yang merupakan bagian wajar dalam proses pembentukan tren sebelum melanjutkan pergerakan berikutnya.

Dengan kondisi tersebut, harga emas diperkirakan memiliki peluang untuk bergerak naik menuju area resistance terdekat di kisaran 4.639. Level ini menjadi target awal yang akan diuji oleh pasar. Apabila tekanan beli terus berlanjut dan mampu mendorong harga menembus area tersebut, maka peluang kenaikan lanjutan menuju level 4.690 semakin terbuka.

Namun demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati pergerakan harga di sekitar area resistance. Kenaikan dalam jangka pendek sering kali tidak berlangsung secara mulus, sehingga diperlukan konfirmasi tambahan untuk memastikan bahwa tren naik dapat berlanjut secara konsisten.

Dari sisi fundamental, potensi penguatan emas juga didukung oleh kondisi dolar Amerika Serikat yang cenderung melemah. Pelemahan dolar biasanya memberikan dorongan bagi harga emas, karena membuatnya lebih terjangkau bagi investor global yang menggunakan mata uang lain.

Selain itu, ekspektasi pasar terhadap kebijakan Federal Reserve yang mulai condong ke arah lebih dovish juga menjadi faktor pendukung. Pelaku pasar mulai melihat peluang bahwa suku bunga tidak akan kembali dinaikkan secara agresif, atau bahkan berpotensi diturunkan di masa mendatang. Kondisi ini meningkatkan daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil tetap.

Faktor lain yang turut memberikan dukungan adalah pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang cenderung stabil atau menurun. Ketika yield tidak meningkat, biaya peluang untuk memegang emas menjadi lebih rendah, sehingga mendorong minat investor terhadap logam mulia tersebut.

Di sisi lain, meningkatnya ketidakpastian di pasar global juga ikut berperan dalam menopang harga emas. Dalam situasi yang belum sepenuhnya stabil, investor cenderung mengalihkan sebagian dana ke aset yang dianggap lebih aman, seperti emas, sebagai langkah lindung nilai.

Secara keseluruhan, kombinasi antara sinyal teknikal yang mengarah pada pembalikan tren dan dukungan dari faktor fundamental memberikan prospek yang cukup positif bagi harga emas dalam jangka pendek. Selama harga mampu bertahan di atas area support dan momentum beli tetap terjaga, peluang kenaikan menuju kisaran 4.639 hingga 4.690 masih terbuka.

Meski demikian, investor tetap disarankan untuk berhati-hati dan terus memantau perkembangan pasar global. Dengan kondisi yang masih fluktuatif, pendekatan yang disiplin serta berbasis analisis menjadi kunci dalam menghadapi pergerakan harga emas ke depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES