Respon Cepat, Koordinasi Tepat, Skor Kepuasan Pelanggan WSBP Naik Lagi jadi 91,9

Jakarta, April 2026 – PT Waskita Beton Precast Tbk (kode saham: WSBP) mencatat hasil survei kepuasan pelanggan terbaru dengan skor mencapai 91,9, meningkat dari 89,8 pada periode sebelumnya.

Berdasarkan hasil survei, penilaian pelanggan tidak hanya berkaitan dengan kualitas produk, tetapi juga pengalaman selama proses kerja sama berlangsung, terutama dalam hal respons terhadap kebutuhan serta koordinasi yang dilakukan dalam setiap tahapan pekerjaan.

“Tidak hanya merespons masukan dari pelanggan, koordinasi dengan berbagai pihak juga menjadi bagian penting dalam memastikan kebutuhan proyek dapat terpenuhi. Hal ini turut mendukung upaya kami dalam menjaga kualitas produk dan layanan,” ujar Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP.

Pada segmen penjualan, respons terhadap kebutuhan pelanggan terlihat sejak tahap awal kerja sama. Permintaan informasi ditindaklanjuti secara langsung, penyesuaian kebutuhan dilakukan selama proses berjalan, serta koordinasi antara tim terus dilakukan guna memastikan setiap permintaan dapat dipenuhi sesuai kebutuhan proyek. Proses ini membentuk pengalaman pelanggan dalam menilai layanan yang diberikan.

Sementara itu, pada segmen konstruksi, respons terhadap kebutuhan di lapangan dilakukan melalui koordinasi yang melibatkan berbagai pihak dalam proyek. Penyesuaian terhadap kondisi pekerjaan, pemenuhan spesifikasi, hingga pengaturan waktu pelaksanaan menjadi bagian dari proses yang dijalankan untuk menjaga kelancaran pekerjaan. Dalam pelaksanaannya, koordinasi yang berjalan menjadi faktor yang turut dirasakan dalam pengalaman pelanggan selama proyek berlangsung.

“Penilaian yang diberikan pelanggan menjadi acuan dalam melakukan evaluasi dan peningkatan layanan secara berkelanjutan, sehingga setiap proses dapat memberikan nilai tambah,” tambahnya.

Peningkatan skor kepuasan pelanggan ini menjadi salah satu indikator dalam melihat penilaian pelanggan terhadap layanan yang diterima. Respons yang lebih cepat serta koordinasi yang terjaga menjadi faktor yang turut memengaruhi tingkat kepuasan tersebut. Ke depan, penguatan kualitas layanan dan operasional akan terus dilakukan dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik serta manajemen risiko yang terukur, guna mendukung hubungan yang berkelanjutan dengan seluruh pemangku kepentingan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

Jakarta, 3 Mei 2026 – Di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan terhadap mata uang emerging markets, investor mulai menggeser fokus dari sekadar mengejar imbal hasil ke arah yang lebih strategis: melindungi nilai portofolio tanpa kehilangan fleksibilitas untuk menangkap peluang. 

Dalam beberapa waktu terakhir, rupiah bergerak di kisaran Rp17.300–Rp17.400 per dolar AS, mencerminkan tekanan dari penguatan dolar global serta ekspektasi kebijakan suku bunga yang bertahan lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Kondisi ini mendorong investor untuk semakin selektif dalam mengelola eksposur risiko, sekaligus mencari instrumen yang mampu menjaga nilai di tengah volatilitas pasar. 

Dalam konteks tersebut, pendekatan terhadap portofolio pun mulai berubah. Portofolio tidak lagi dipandang semata sebagai alat untuk pertumbuhan, tetapi sebagai sistem yang membutuhkan keseimbangan antara proteksi, likuiditas, dan potensi upside. Di tengah dinamika ini, stablecoin mulai memainkan peran yang semakin signifikan sebagai bagian dari strategi alokasi aset modern. 

Fenomena ini tercermin dari perkembangan pasar dalam beberapa waktu terakhir. Kapitalisasi stablecoin global terus menunjukkan peningkatan, dengan USDT berada di kisaran US$189 miliar, diikuti USDC sekitar US$77 miliar, sementara pemain baru seperti RLUSD telah menembus US$1,5 miliar dalam waktu relatif singkat. Menariknya, pertumbuhan ini terjadi di tengah volatilitas pasar kripto, mengindikasikan bahwa likuiditas tidak keluar dari ekosistem, melainkan berpindah ke posisi yang lebih defensif. 

Peningkatan ini tidak terjadi secara terisolasi. Dalam beberapa bulan terakhir, kombinasi faktor global telah mendorong investor untuk mencari aset yang lebih stabil dan likuid. Ketegangan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah yang memicu volatilitas harga energi, serta inflasi global yang masih berada di atas target, menciptakan lingkungan pasar yang lebih defensif. 

Di saat yang sama, kebijakan moneter yang cenderung higher-for-longer membuat biaya risiko menjadi lebih tinggi, sehingga investor semakin berhati-hati dalam menempatkan modal. Dalam kondisi seperti ini, terjadi pergeseran alokasi aset secara global, dari aset berisiko tinggi menuju instrumen yang mampu menjaga nilai sekaligus mempertahankan fleksibilitas. 

Stablecoin berada di titik pertemuan dari kebutuhan tersebut. Berbeda dengan emas yang bersifat defensif namun kurang likuid dalam konteks repositioning cepat, atau dolar konvensional yang memiliki keterbatasan dalam mobilitas, stablecoin menawarkan eksposur terhadap dolar AS dengan likuiditas tinggi serta akses pasar selama 24 jam. Hal ini menjadikannya alternatif yang semakin relevan bagi investor yang ingin tetap berada dalam ekosistem pasar global tanpa terekspos langsung pada volatilitas tinggi. 

Akibatnya, aliran dana yang sebelumnya berpotensi keluar dari pasar kripto tidak sepenuhnya meninggalkan ekosistem, melainkan berpindah ke stablecoin sebagai bentuk reposisi sementara. Dalam konteks ini, pertumbuhan stablecoin bukan sekadar refleksi dari kehati-hatian investor, tetapi indikasi bahwa likuiditas global masih berada di dalam system, menunggu momentum berikutnya. 

Perubahan ini juga mencerminkan pergeseran perilaku investor. Jika sebelumnya kondisi risk-off sering diartikan sebagai keluar dari pasar sepenuhnya, kini semakin banyak pelaku pasar yang memilih untuk tetap berada dalam ekosistem melalui stablecoin. Dengan demikian, mereka tetap memiliki fleksibilitas untuk kembali masuk ke aset berisiko ketika kondisi mulai membaik. 

Dalam konteks Indonesia, pilihan safe haven juga menjadi semakin beragam. Emas tetap menjadi instrumen lindung nilai dalam jangka panjang, sementara dolar AS mempertahankan posisinya sebagai mata uang global yang dominan. Namun, stablecoin menghadirkan dimensi baru dengan menggabungkan karakteristik dolar dengan fleksibilitas aset digital yang dapat diakses secara real-time. 

“Kita sedang berada di fase pasar yang tidak nyaman, dan justru di situlah peluang biasanya muncul. Dalam jangka pendek, tekanan makro masih tinggi dan volatilitas tidak akan hilang. Karena itu, sebagian investor mulai lebih taktis, termasuk meningkatkan alokasi ke stablecoin sebagai ‘dry powder’,” ujar Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ. 

Menurut Yudhono, pertanyaan yang lebih relevan bagi investor saat ini bukan lagi sekadar arah pasar, tetapi kesiapan dalam merespons perubahan tersebut. “Bukan soal apakah pasar akan naik atau turun, tetapi apakah kita siap saat likuiditas kembali masuk. Karena ketika arah kebijakan mulai berubah, pergerakan pasar biasanya terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan,” tambahnya. 

Ke depan, stablecoin diperkirakan akan semakin menguat perannya, tidak hanya sebagai alat transaksi, tetapi sebagai bagian integral dari strategi alokasi aset modern. Dalam lingkungan pasar yang ditandai oleh ketidakpastian dan perubahan kebijakan global, kemampuan untuk menjaga keseimbangan antara proteksi, likuiditas, dan kesiapan menjadi faktor pembeda bagi investor. 

Dalam perspektif ini, stablecoin bukan sekadar aset defensif, melainkan alat strategis yang memungkinkan investor untuk tetap bertahan tanpa kehilangan posisi. Di tengah dinamika global yang terus berkembang, pendekatan yang lebih adaptif dan terukur menjadi kunci dalam menjaga nilai portofolio sekaligus memanfaatkan peluang yang muncul. 

Tentang FLOQ 

FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia. FLOQ memiki komunitas aktif dengan lebih dari 250,000 followers yang bergabung di 7 platform social media, 25,000 anggota komunitas aktif dan juga platform yang berkomitmen untuk meningkatkan edukasi bagi setiap pengguna dan publik dengan penyediaan FLOQ Akademi yang dapat diakses tanpa biaya. 

Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar and 2 juta App downloads dan mendukung 100+ aset digital. Dengan fokus pada pengembangan ekosistem dan kolaborasi strategis, FLOQ bertujuan menghadirkan manfaat nyata bagi penggunanya di era ekonomi digital. 

 

 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dorong Akses Motor Premium, BRI Finance Tawarkan Skema Pembiayaan Mulai 0,7%

Jakarta, 1 Mei 2026 – Di tengah dinamika daya beli masyarakat yang masih menghadapi sejumlah tantangan, kendaraan roda dua tetap mempertahankan posisinya sebagai moda transportasi paling relevan di Indonesia. Fleksibilitas, efisiensi biaya, serta kemampuannya menjangkau berbagai kebutuhan mobilitas menjadikan sepeda motor tidak hanya sebagai alat transportasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup masyarakat urban yang semakin dinamis.

Kinerja industri pun mencerminkan hal tersebut. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor nasional sepanjang 2025 melampaui 6,4 juta unit atau tumbuh sekitar 1,3% secara tahunan. Rata-rata penjualan bulanan yang konsisten di atas 500 ribu unit menjadi indikator kuat bahwa permintaan pasar tetap terjaga, bahkan di tengah tekanan ekonomi.

Dari sisi skema transaksi, pembelian dengan angsuran masih menjadi pilihan utama dengan porsi sekitar 65% dari total penjualan. Hal ini menegaskan peran penting perusahaan pembiayaan dalam menjaga keberlanjutan konsumsi masyarakat sekaligus menopang pertumbuhan industri otomotif nasional.

Merespons tren tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menghadirkan program pembiayaan motor baru segmen premium dengan suku bunga kompetitif mulai dari 0,7% per bulan dan tenor fleksibel hingga lima tahun. Program ini secara khusus ditujukan bagi nasabah BRI serta karyawan BRI Group sebagai bagian dari optimalisasi sinergi dalam ekosistem keuangan BRI.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengungkapkan bahwa pasar roda dua saat ini menunjukkan pergeseran preferensi yang semakin jelas, terutama pada meningkatnya minat terhadap kendaraan di segmen premium.

“Sepeda motor kini tidak lagi dipandang semata sebagai sarana mobilitas, tetapi juga sebagai representasi gaya hidup dan identitas penggunanya. Kami melihat adanya peningkatan demand pada motor premium yang menawarkan kombinasi performa, desain, dan nilai prestis. Melalui program ini, BRI Finance berupaya menghadirkan solusi pembiayaan yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan tersebut,” jelas Dhani.

Lebih lanjut, pertumbuhan pasar juga turut didukung oleh kondisi makro yang lebih kondusif, termasuk tren penurunan suku bunga serta kemudahan akses pembiayaan yang semakin luas. Kombinasi faktor ini berkontribusi terhadap peningkatan transaksi dalam beberapa periode terakhir.

Untuk memberikan kemudahan akses, pengajuan pembiayaan dapat dilakukan secara digital melalui platform resmi BRI Finance maupun melalui jaringan dealer rekanan di seluruh Indonesia. Dengan proses yang semakin terintegrasi dan efisien, BRI Finance optimistis dapat terus memperkuat perannya dalam mendukung ekosistem pembiayaan otomotif nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dari Nol ke First Trade: Strategi Trading untuk Pemula dan 5 Aset Kripto untuk Memulai Secara Lebih Terukur

Minat terhadap aset kripto terus meningkat, namun banyak investor pemula masih belum memiliki strategi yang terstruktur. FLOQ menekankan pentingnya diversifikasi portofolio, manajemen risiko, serta penggunaan fitur seperti Limit Order untuk membantu investor mengambil keputusan yang lebih disiplin dan terukur. Melalui kombinasi edukasi dan pendekatan portofolio yang seimbang, investor dapat membangun fondasi investasi yang lebih stabil di tengah dinamika pasar.

Jakarta, [3 Mei 2026] – Minat masyarakat terhadap aset kripto terus menunjukkan peningkatan, seiring dengan kemudahan akses dan berkembangnya ekosistem digital. Namun di balik pertumbuhan tersebut, banyak investor pemula masih memasuki pasar tanpa strategi yang jelas, mengandalkan intuisi, mengikuti tren, atau bereaksi terhadap pergerakan harga jangka pendek. 

“Trading bukan sekadar menebak arah harga. Ini adalah kombinasi antara disiplin, probabilitas, dan manajemen risiko. Pendekatan yang terstruktur sejak awal akan sangat menentukan hasil dalam jangka panjang,” ujar Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ

Strategi Dasar: Dari Spekulasi ke Pendekatan Sistematis 

Dalam praktiknya, banyak pemula mengalami kerugian bukan karena salah membaca arah pasar, melainkan karena tidak memiliki sistem yang konsisten. Perilaku seperti FOMO (fear of missing out), panic selling, atau terlalu sering melakukan transaksi tanpa dasar yang jelas menjadi penyebab utama. 

Untuk itu, FLOQ menekankan beberapa prinsip dasar: 

• Mengutamakan perlindungan modal sebelum mengejar keuntungan 

• Menggunakan stop-loss dan take-profit sebagai kontrol risiko 

• Menghindari keputusan berbasis emosi 

• Membangun rutinitas investasi yang konsisten 

Pendekatan ini membantu investor berpindah dari spekulasi jangka pendek menuju strategi yang lebih terukur dan berkelanjutan. 

Membangun Portofolio Awal: Pendekatan Diversifikasi untuk Pemula 

Sebagai langkah awal, diversifikasi menjadi strategi penting dalam mengelola risiko di tengah volatilitas pasar kripto. Alih-alih berfokus pada satu aset, investor pemula dapat mempertimbangkan kombinasi beberapa kategori aset yang memiliki peran berbeda dalam ekosistem. 

Berikut adalah lima aset kripto yang dapat menjadi fondasi portofolio awal, lengkap dengan peran strategis dan kondisi pasar terkini: 

1. Bitcoin (BTC): Fondasi dan “Digital Safe Haven” 

*Harga diambil pada Sabtu, 2 Mei, pukul 14.00 WIB 

Harga saat ini: ~US$78,306* Sebagai aset kripto pertama dan terbesar di dunia, Bitcoin sering dianggap sebagai “digital gold” dan berperan sebagai penyimpan nilai (store of value). Dalam beberapa tahun terakhir, Bitcoin semakin banyak diadopsi oleh institusi global sebagai bagian dari strategi diversifikasi aset. 

Peran dalam portofolio: Stabilitas relatif + fondasi utama investasi 

2. Ethereum (ETH): Mesin Inovasi Web3 

Harga saat ini: ~US$2,304*. Ethereum bukan hanya aset kripto, tetapi juga platform teknologi yang mendukung berbagai aplikasi seperti decentralized finance (DeFi), NFT, dan smart contracts. 

Peran dalam portofolio: Kombinasi antara utilitas teknologi dan potensi pertumbuhan 

3. Tether (USDT): Stabilitas dan Likuiditas 

Harga saat ini: ~US$0.997*. Sebagai stablecoin yang dipatok terhadap dolar AS, USDT digunakan sebagai alat lindung nilai terhadap volatilitas dan sebagai “cash position” dalam portofolio kripto. 

Peran dalam portofolio: Stabilizer + fleksibilitas dalam strategi trading 

4. Solana (SOL): Pertumbuhan dan Adopsi Cepat 

Harga saat ini: ~US$83.76*. Solana dikenal sebagai salah satu blockchain dengan kecepatan tinggi dan biaya transaksi rendah, menjadikannya populer di kalangan developer dan pengguna ritel. 

Peran dalam portofolio: Eksposur ke aset dengan potensi pertumbuhan lebih agresif 

5. Hyperliquid (HYPE): Eksposur Emerging Asset 

Harga saat ini: ~US$41.48*. Sebagai bagian dari kategori aset yang sedang berkembang, HYPE mencerminkan peluang pertumbuhan di fase awal adopsi, namun juga memiliki volatilitas yang lebih tinggi. 

Peran dalam portofolio: Pelengkap dengan porsi terbatas untuk mengeksplorasi peluang upside 

Sebagai ilustrasi sederhana, alokasi portofolio awal dapat dipertimbangkan sebagai berikut:  

Contoh Alokasi Portofolio Pemula (Total: Rp1.000.000) 

Pendekatan ini menekankan keseimbangan antara stabilitas, likuiditas, dan potensi pertumbuhan, dengan tetap menjaga eksposur risiko pada level yang terukur. 

Sebagai ilustrasi, portofolio awal sebesar Rp1.000.000 dapat dialokasikan secara terstruktur untuk menyeimbangkan stabilitas, likuiditas, dan potensi pertumbuhan. Sekitar 40% atau Rp400.000 dialokasikan ke Bitcoin (BTC) sebagai fondasi utama portofolio, mengingat posisinya sebagai aset paling matang dengan likuiditas tinggi dan dominasi pasar yang kuat. 

Selanjutnya, 25% atau Rp250.000 ditempatkan pada Ethereum (ETH), yang memberikan eksposur terhadap pertumbuhan ekosistem Web3, termasuk DeFi dan berbagai inovasi berbasis blockchain. Untuk menjaga fleksibilitas, 20% atau Rp200.000 dialokasikan ke Tether (USDT) sebagai aset stabil yang berfungsi sebagai buffer likuiditas dan cadangan saat peluang pasar muncul. 

Di sisi pertumbuhan, 10% atau Rp100.000 dialokasikan ke Solana (SOL), yang dikenal dengan kecepatan tinggi dan adopsi yang berkembang pesat. Sementara itu, 5% atau Rp50.000 ditempatkan pada Hyperliquid (HYPE) sebagai eksposur terbatas terhadap aset emerging dengan potensi upside yang lebih tinggi, namun tetap dalam porsi kecil untuk menjaga risiko tetap terkendali. 

Logika di Balik Alokasi Ini 

Core Stability (65%) → BTC + ETH Mayoritas portofolio ditempatkan pada aset dengan: 

• Likuiditas tinggi 

• Adopsi luas 

• Risiko relatif lebih rendah Ini memastikan portofolio tidak terlalu terpengaruh volatilitas ekstrem. 

Defensive Layer (20%) → USDT Berfungsi sebagai: 

• “Dry powder” untuk buy the dip 

• Proteksi saat market turun 

Growth & Upside (15%) → SOL + HYPE Memberikan: 

• Eksposur ke pertumbuhan cepat 

• Potensi return lebih tinggi Namun dengan porsi kecil untuk menjaga risiko. 

Simulasi Potensi Return 

Catatan: Ini adalah simulasi berbasis performa historis 12 bulan terakhir (perkiraan), bukan jaminan hasil di masa depan. Estimasi berikut menggunakan pendekatan CAGR (Compound Annual Growth Rate), yaitu rata-rata pertumbuhan tahunan suatu aset berdasarkan performa historis, dengan asumsi pertumbuhan yang terakumulasi secara konsisten. Simulasi ini bersifat indikatif dan bukan jaminan hasil di masa depan. Harga aset kripto tercantum di artikel ini merupakan data pasar yang diambil pada Sabtu, 2 Mei 2026 pukul 14.00 WIB dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar. Investor wajib melakukan riset tersendiri (DYOR). Artikel ini bertujuan untuk edukasi dan bukan nasihat finansial. 

Untuk memberikan gambaran yang lebih kontekstual, simulasi ini menggunakan asumsi alokasi portofolio sebesar Rp1.000.000. 

Bitcoin (BTC): US$78.306,26

Rp400.000 → Rp520.000 (+30%)

Ethereum (ETH): US$2.304,74

Rp250.000 → Rp312.500 (+25%)

Tether (USDT): US$0,9997

Rp200.000 → Rp200.000 (0%)

Nilai dalam Rupiah dapat berubah mengikuti pergerakan kurs USD/IDR saat dikonversikan.

Solana (SOL): US$83,76

Rp100.000 → Rp140.000 (+40%)

Hyperliquid (HYPE): US$41,48

Rp50.000 → Rp80.000 (~+60%)

Secara keseluruhan, portofolio ini berpotensi berkembang dari Rp1.000.000 menjadi sekitar Rp1.252.500 dalam satu tahun, mencerminkan estimasi blended return sebesar kurang lebih 25%

Ingat bagi para investor 

• Performa masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan 

• Aset kripto memiliki volatilitas tinggi 

• Investor disarankan menyesuaikan dengan profil risiko masing-masing 

• Anda diwajibkan melakukan riset sendiri (DYOR) 

“Pendekatan portofolio yang terstruktur membantu investor pemula tidak hanya mengejar potensi keuntungan, tetapi juga mengelola risiko secara disiplin. Dengan kombinasi aset yang tepat, investor dapat membangun fondasi investasi yang lebih stabil di tengah dinamika pasar kripto.”

Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan keseimbangan antara stabilitas, likuiditas, dan potensi pertumbuhan, sekaligus membatasi eksposur terhadap risiko tinggi. 

Dengan memahami peran masing-masing aset, investor pemula tidak hanya sekadar membeli kripto, tetapi mulai membangun portofolio yang terstruktur dan selaras dengan profil risiko mereka. 

Membangun Kebiasaan Investasi yang Berkelanjutan 

FLOQ menekankan bahwa keberhasilan dalam investasi tidak hanya ditentukan oleh pemilihan aset, tetapi juga oleh perilaku dan konsistensi investor. Pendekatan bertahap, disiplin, dan berbasis strategi menjadi kunci dalam membangun portofolio yang sehat. 

Dengan semakin rendahnya hambatan untuk memulai investasi, investor kini memiliki kesempatan untuk belajar dan berkembang secara bertahap tanpa tekanan modal besar. 

Eksekusi yang Tepat: Mengoptimalkan Strategi dengan Limit Orde

Di tengah pergerakan pasar yang dinamis, cara melakukan transaksi menjadi faktor yang tidak kalah penting. Salah satu pendekatan yang dapat membantu investor pemula adalah penggunaan fitur Limit Order. 

Berbeda dengan Market Order yang mengeksekusi transaksi secara instan pada harga pasar, Limit Order memberikan kontrol lebih besar terhadap harga, sehingga membantu mengurangi risiko slippage dan meningkatkan presisi eksekusi. 

“Sering kali, investor sudah memiliki analisis yang tepat, namun hasilnya tidak optimal karena eksekusi yang kurang terkontrol. Dengan Limit Order, pengguna dapat menjalankan strategi mereka dengan lebih disiplin dan terukur,” tambah Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ

Langkah Berikutnya 

Di mana pun Anda berada dalam perjalanan investasi, langkah selanjutnya adalah memastikan Anda memiliki pemahaman dan strategi yang tepat. 

Bagi pemula, FLOQ menyediakan FLOQ Academy, sebuah platform edukasi yang dirancang untuk membantu pengguna memahami dasar-dasar investasi kripto secara bertahap dan terstruktur. Seluruh materi dapat diakses secara gratis, termasuk seri video edukasi melalui kanal YouTube FLOQ, sehingga pengguna dapat belajar kapan saja sesuai kebutuhan mereka. 

Sementara itu, bagi trader yang membutuhkan dukungan lebih lanjut dalam analisis maupun eksekusi transaksi, FLOQ juga menghadirkan layanan Guest Relation dan VIP Service. Dengan dukungan tim trading desk serta layanan yang lebih personal, pengguna dapat memperoleh insight yang lebih mendalam dan pengalaman trading yang lebih optimal. Tim kami dapat dihubungi melalui business@floq.id 

Layanan ini tidak hanya membantu meningkatkan efisiensi strategi, tetapi juga mendukung pengelolaan portofolio yang lebih terarah di tengah dinamika pasar yang terus berkembang. 

Tentang FLOQ 

FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia. FLOQ memiki komunitas aktif dengan lebih dari 250,000 followers yang bergabung di 7 platform social media, 25,000 anggota komunitas aktif dan juga platform yang berkomitmen untuk meningkatkan edukasi bagi setiap pengguna dan publik dengan penyediaan FLOQ Akademi yang dapat diakses tanpa biaya. 

Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar and 2 juta App downloads dan mendukung 100+ aset digital. Dengan fokus pada pengembangan ekosistem dan kolaborasi strategis, FLOQ bertujuan menghadirkan manfaat nyata bagi penggunanya di era ekonomi digital. 

 

 

 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PetroSync Offers API 570 Training to Reduce Piping Inspection Errors

Reduce piping inspection errors with PetroSync API 570 Training. Build practical skills, improve accuracy, and grow your engineering career with confidence.

Many engineers in oil and gas have faced this situation: you’ve done the inspection, reviewed the data, but when it’s time to decide, there’s still hesitation. The information is there, but the confidence is not.

This is where growth starts to slow down. Not because you lack experience, but because reducing errors and making the right call under pressure is still a challenge.

When Piping Inspection Errors Start Creating Bigger Operational Risks

In real operations, piping inspection errors rarely look serious at first. But small mistakes can quietly grow and lead to bigger failures that disrupt reliability and safety.

The real problem is not just detecting issues, but knowing which ones matter and acting before they escalate.

1. Small Inspection Errors Can Escalate into Costly Failures Without Early Detection

Small inspection errors can go unnoticed for weeks. Without early detection, they may lead to failures causing 24–48 hours of downtime and significantly impacting operational performance.

2. Engineers Struggle to Identify Critical Issues in Complex Piping Systems

Complex piping systems make it difficult to identify which issues are critical. Many engineers spend extra time reviewing data but still struggle to determine the right priority.

3. Inconsistent Inspection Methods Lead to Repeated Errors Across Teams

Different inspection approaches often result in repeated errors. In some cases, teams produce conflicting conclusions, delaying action and increasing uncertainty in operational decision-making.

4. Lack of Confidence Causes Delays in Making Critical Inspection Decisions

When confidence is low, decisions are delayed. What should take minutes can take hours, increasing the risk of minor issues turning into serious operational problems.

At this stage, many engineers start to feel stuck. The more they review inspection data, the harder it becomes to make a clear decision under pressure.

But the real issue is not the complexity of piping systems. It is the lack of a structured way to reduce errors and make confident decisions.

How Engineers Can Reduce Piping Inspection Errors in Real Operations

Reducing inspection errors requires more than experience—it requires a clear way to think, evaluate, and act under real conditions.

With the right approach, engineers can reduce uncertainty, improve consistency, and make faster, more accurate decisions in the field.

1. Understand Common Piping Failures Through Real Field Scenarios

Engineers who learn from real piping failure cases can better recognize patterns and avoid repeated mistakes. This helps improve decision accuracy and reduces the chance of overlooking critical issues.

2. Build Practical Inspection Skills through API 570 Training

Through API 570 Training, engineers follow a structured learning path over 40–60 hours. This helps them apply inspection concepts directly and improve consistency in real operational situations.

3. Reduce Repeated Inspection Errors with a Clear and Structured Approach

A structured approach helps engineers evaluate conditions step by step. This reduces repeated errors and makes inspection decisions more consistent across different situations.

4. Apply Consistent Inspection Standards Based on API 570

Applying API 570 standards helps align inspection practices across teams. This reduces conflicting decisions and improves reliability when evaluating piping conditions.

When inspection becomes structured and consistent, engineers no longer rely on guesswork. Decisions become clearer, faster, and easier to justify.

This is where the right training approach starts to accelerate both performance and career growth.

Why PetroSync Helps Engineers Make More Accurate Inspection Decisions

At some point, engineers realize that reducing errors is not optional. It is what defines reliability, performance, and professional credibility in the field.

PetroSync focuses on delivering training that is practical, relevant, and directly applicable to real inspection challenges.

1. Training Built Around Real Piping Inspection Challenges in the Field

The program is designed using real piping inspection cases from field experience. Engineers learn how to handle actual challenges and apply solutions directly in their daily work.

2. Structured Learning That Reduces Errors in Daily Inspection Work

Each session is structured to improve how engineers think and make decisions. This approach makes it easier to apply knowledge and reduce mistakes during inspection activities.

3. Delivered by PetroSync to Support Certification and Career Growth

PetroSync provides guided preparation that helps engineers stay focused and consistent. This support improves readiness for certification and opens opportunities for long-term career advancement.

In the end, reducing inspection errors is not just about avoiding mistakes—it’s about making the right decision every time it matters.

In an industry where small errors can lead to major consequences, engineers who move forward are the ones who take control. If mistakes keep repeating, your growth will follow the same pattern.

Now is the time to improve your accuracy, build confidence, and move forward with PetroSync.

This press release is also published on VRITIMES

RM8++ Per Hour: Karaoke Manekineko’s Selayang Deal Is Worth a Visit

If you’ve been looking for an easy, low-commitment way to unwind, here’s something that hits all the right notes. Karaoke Manekineko is rolling out a wallet-friendly promo at its outlet in Selayang Mall—and it’s as straightforward as it gets: RM8++ per person for one hour of karaoke.

Yes, that’s basically the price of a casual meal, except this time you get a mic, a private room, and full permission to belt out your current obsession on repeat without offending your neighbours.

Whether you’re planning a spontaneous hangout, a midweek stress release, or just want to test who in your friend group can actually hold a tune, this deal makes it ridiculously easy to say “why not?”. The space is perfect for small groups, and the song selection spans everything from throwback classics to today’s chart-toppers.

Located not too far from the iconic Batu Caves, Selayang Mall feels like a familiar fixture in this long-established neighbourhood. With convenient access via nearby stations such as Batu Caves Station and Taman Wahyu Station, getting to the mall shouldn’t be an issue for visitors within Klang Valley.

This promotion is available all day, every day at the Karaoke Manekineko Selayang outlet until further notice.

Important Notice: Guests visiting after 10:00 PM are advised to enter the venue via the Hero Hypermarket entrance within Selayang Mall.

All prices are subject to 8% SST and 10% service charge.

If your playlist has been living rent-free in your head, this might be your sign to finally give it a proper stage.

 

This Press Release is also published on VRITIMES

Long Weekend 1–3 Mei, LRT Jabodebek Operasikan 270 Perjalanan per Hari, Jadi Solusi Mobilitas Liburan yang Efisien, Tepat Waktu, dan Terintegrasi

KAI mengoptimalkan layanan LRT Jabodebek selama libur panjang 1–3 Mei 2026 dengan 270 perjalanan per hari. Pada Jumat (1/5), pengguna tercatat 45.077 orang dengan stasiun terpadat Dukuh Atas 7.840 pengguna. Hingga Sabtu (2/5) pukul 14.00 WIB, tercatat 22.201 pengguna dengan Harjamukti tertinggi 3.254 pengguna. LRT Jabodebek menawarkan tarif maksimal Rp10.000, bebas macet, dan terintegrasi dengan KRL, MRT, TransJakarta, KA Bandara, hingga Whoosh.

Pada libur panjang akhir pekan pada 1–3 Mei 2026, KAI mengoptimalkan layanan LRT Jabodebek dengan mengoperasikan 270 perjalanan per hari guna mendukung mobilitas masyarakat yang diperkirakan meningkat selama periode liburan.

Dengan jaringan yang terhubung ke berbagai kawasan strategis di Jabodebek, LRT Jabodebek menjadi solusi transportasi publik yang efisien bagi masyarakat untuk mengakses pusat perkantoran, pusat perbelanjaan, kawasan hunian, hingga titik-titik rekreasi, sekaligus terintegrasi dengan moda lain seperti KRL Commuter Line, KA Bandara, kereta cepat Whoosh, MRT, TransJakarta, dan layanan feeder lainnya.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menegaskan bahwa momentum long weekend menjadi waktu yang tepat bagi masyarakat untuk menggunakan transportasi publik yang lebih efisien dan andal.

“Pada periode libur panjang, transportasi menggunakan LRT Jabodebek menawarkan keunggulan dari sisi efisiensi waktu dan kenyamanan karena bebas dari kemacetan. Dengan sistem perjalanan yang terjadwal dan terpantau, masyarakat dapat bepergian dengan lebih pasti,” ujarnya.

Berdasarkan data, pada Jumat (1/5), jumlah pengguna LRT Jabodebek tercatat sebanyak 45.077 pengguna. Adapun stasiun dengan jumlah pengguna tertinggi yakni :

-Dukuh Atas : 7.840 pengguna,

-Harjamukti : 5.338 pengguna,

-Cikoko : 4.718 pengguna,

-Bekasi Barat : 3.845 pengguna,

-Jati Mulya : 3.160 pengguna,

-TMII : 2.204 pengguna, dan

-Kampung Rambutan : 933 pengguna.

Sementara itu, pada Sabtu (2/5) hingga pukul 14.00 WIB, tercatat sebanyak 22.201 pengguna. Stasiun dengan jumlah pengguna tertinggi didominasi oleh :

-Harjamukti : 3.254 pengguna,

-Jati Mulya : 2.000 pengguna,

-Cikoko : 1.888 pengguna,

-Dukuh Atas : 1.863 pengguna,

-Bekasi Barat : 1.654 pengguna,

-Cikunir 1 : 1.652 pengguna, dan

-TMII : 901 pengguna.

Ditambahkannya, bahwa tren tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap LRT Jabodebek sebagai moda transportasi pilihan selama menikmati libur panjang akhir pekan.

“Ini mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap transportasi LRT Jabodebek yang efisien, terjangkau, dan memiliki kepastian waktu tempuh. LRT Jabodebek hadir sebagai solusi mobilitas yang tidak hanya praktis, tetapi juga memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan terintegrasi,” tambahnya.

Selain itu, LRT Jabodebek menawarkan tarif yang terjangkau dengan tarif maksimal Rp10.000, sehingga menjadi pilihan ekonomis bagi masyarakat dalam merencanakan perjalanan selama libur panjang.

Di tengah peningkatan mobilitas tersebut, KAI mengimbau seluruh pengguna LRT Jabodebek untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama selama perjalanan, dengan:

* Memprioritaskan tempat duduk bagi ibu hamil, ibu menyusui, pengguna dengan balita, lansia, dan penyandang disabilitas;

* Tidak makan dan minum selama berada di dalam kereta maupun area stasiun;

* Tidak berbicara dengan suara keras serta tidak menyalakan perangkat elektronik dengan volume tinggi; pengguna diimbau menggunakan earphone;

* Tidak membawa barang yang dilarang seperti makanan berbau menyengat, senjata tajam, hewan, dan barang lainnya yang dapat mengganggu kenyamanan pengguna

KAI juga memastikan kesiapan operasional LRT Jabodebek melalui pengawasan terintegrasi dan kehadiran petugas di lapangan guna menjaga keselamatan, keamanan, dan kelancaran perjalanan pengguna selama periode libur panjang.

Melalui layanan yang terhubung, andal, dan terjangkau, KAI mengajak masyarakat untuk memanfaatkan transportasi publik LRT Jabodebek sebagai pilihan utama selama long weekend, sekaligus mendukung mobilitas perkotaan yang lebih efisien, tepat waktu, dan berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

Bulan Mei 2026 dipenuhi beberapa long weekend yang cukup panjang, dan pola ini sering mendorong pengeluaran tanpa terasa. Kalau kamu tidak punya rencana besar, justru ada peluang untuk menghemat dan mulai mengalokasikan dana ke hal yang lebih produktif.

Mei 2026 menjadi waktu yang sangat dinanti karena deretan tanggal merah dan cuti bersama yang melimpah. Berikut informasi libur berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang hari libur nasional dan cuti bersama 2026:

Hari Libur Nasional

1 Mei (Jumat): Hari Buruh Internasional

14 Mei (Kamis): Kenaikan Yesus Kristus

27 Mei (Rabu): Hari Raya Idul Adha 1447 H

31 Mei (Minggu): Hari Raya Waisak

Cuti Bersama

15 Mei (Jumat): Cuti bersama Kenaikan Yesus Kristus

28 Mei (Kamis): Cuti bersama Idul Adha 1447 H

Pola Long Weekend Mei 2026

1. Awal Bulan (3 Hari)

1–3 Mei (Jumat–Minggu) Libur akhir pekan yang diawali Hari Buruh.

2. Kenaikan Isa Almasih (4 Hari)

14–17 Mei (Kamis–Minggu) Libur nasional dan cuti bersama yang berlanjut ke akhir pekan.

3. Akhir Mei – Awal Juni (Potensi 5–6 Hari)

27 Mei (Rabu): Idul Adha

28 Mei (Kamis): Cuti bersama

29 Mei (Jumat): Hari kerja (opsi cuti pribadi)

30–31 Mei (Sabtu–Minggu): Akhir pekan

1 Juni (Senin): Hari Lahir Pancasila

Libur dapat menjadi panjang jika mengambil cuti tambahan di tanggal 29 Mei.

Struktur seperti ini membuat Mei menjadi salah satu bulan dengan potensi pengeluaran yang lebih tinggi dibanding bulan biasa.

Libur Panjang, Pengeluaran Ikut Panjang

Secara perilaku, periode libur sering diikuti peningkatan konsumsi. Pengeluaran biasanya naik untuk:

– Transportasi

– Makanan dan nongkrong

– Hiburan

– Dalam keseharian, bentuknya sering sederhana:

– Sekali jalan saja

– Mumpung lagi libur

– Belanja impulsif karena waktu luang lebih banyak

Frekuensi yang berulang ini membuat total pengeluaran meningkat tanpa terasa.

Tidak Punya Rencana? Itu Posisi yang Menguntungkan

Kalau kamu tidak merencanakan liburan besar, kamu punya ruang lebih untuk mengontrol keuangan.

Beberapa hal yang bisa dilakukan:

– Menahan pengeluaran tidak perlu

– Menjaga saldo tetap stabil

– Mulai mengalokasikan dana ke aset

Libur bisa jadi momen untuk menata ulang kebiasaan finansial, bukan hanya menghabiskan uang.

Simulasi Sederhana

Skenario liburan (3 hari):

– Transportasi: Rp500.000

– Makan dan nongkrong: Rp600.000

– Hiburan: Rp400.000

Total: Rp1.500.000

Skenario hemat (di rumah):

– Tambahan konsumsi: Rp200.000

Sisa dana: ±Rp1.300.000

Kalau pola ini terjadi dua kali dalam satu bulan, selisihnya bisa lebih dari Rp2 juta.

Dari Penghematan ke Aset

Dana sisa dari periode libur bisa dialihkan ke aset, salah satunya emas.

Emas sering dipilih karena:

– Cenderung lebih stabil dibanding beberapa instrumen lain dalam jangka panjang

– Mudah dicairkan

– Bisa diakses mulai nominal kecil

Secara historis, harga emas menunjukkan tren meningkat dalam jangka panjang, meski tetap mengalami fluktuasi mengikuti kondisi ekonomi global seperti inflasi dan suku bunga.

Artinya, emas lebih cocok untuk pendekatan bertahap dibanding jangka pendek.

Mulai Tidak Harus Besar

Kamu tidak perlu menunggu dana besar untuk mulai.

Dengan sisa sekitar Rp1 jutaan:

– Bisa mulai membeli emas digital melalui platform resmi atau dijadikan tabungan rutin

Pendekatan kecil tapi konsisten sering lebih mudah dijalankan dalam jangka panjang.

Cara Pandang yang Lebih Relevan

Libur tidak harus selalu identik dengan pengeluaran.

Kamu bisa melihatnya sebagai:

– Waktu untuk evaluasi keuangan

– Kesempatan mengurangi impuls belanja

– Titik awal mulai investasi

Perubahan cara pandang ini sederhana, tapi bisa berdampak pada kebiasaan finansial ke depan.

Tetap Perlu Pahami Risiko

Emas tetap memiliki risiko. Harganya dapat berfluktuasi tergantung kondisi ekonomi global, nilai tukar, dan permintaan pasar.

Sebelum mulai:

– Pahami biaya transaksi

– Gunakan platform yang terpercaya

– Sesuaikan dengan tujuan keuangan kamu

Dalam sektor jasa keuangan, informasi perlu disampaikan secara jelas, akurat, dan tidak menyesatkan agar kamu bisa mengambil keputusan dengan sadar .

Mengenal Fitur Neo Emas di neobank

Neo Emas merupakan fitur jual-beli emas digital di aplikasi neobank yang bekerja sama dengan mitra penyedia emas seperti Lakuemas dan Treasury.

Melalui fitur ini, pengguna dapat melakukan pembelian dan pemantauan emas digital dalam satu aplikasi. Mekanisme transaksi, biaya, dan penyimpanan mengikuti ketentuan masing-masing mitra penyedia. Emas digital memberikan akses yang lebih fleksibel karena dapat dilakukan secara online. 

Memahami cara kerja, biaya transaksi, serta potensi risiko menjadi hal penting sebelum memulai.

Jika ingin mempelajari produk yang tersedia, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di  PlayStore atau App Store. Cek info lebih lanjut dan terbaru mengenai Neo Emas di link https://s.id/igneoemas atau Neo Emas

***

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).⁣

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa

Siaran Pers

Jumat, 1 Mei 2026

KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa

Bandung (Jawa Barat), 1 Mei 2026 — PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi mengoperasikan KA Sangkuriang relasi Bandung–Ketapang (PP) pada Jumat, 1 Mei 2026 dari Stasiun Bandung. Pada perjalanan perdana ini, KA Sangkuriang diberangkatkan langsung oleh Direktur Utama PT KAI didampingi jajaran Direksi PT KAI, EVP Daop 2 Bandung, serta jajaran PT KAI Kantor Pusat dan Daop 2 Bandung.

KA Sangkuriang menjadi layanan strategis baru yang menghubungkan wilayah Jawa Barat hingga ujung timur Pulau Jawa, sekaligus memperluas akses mobilitas masyarakat, pertumbuhan sektor ekonomi, dan pariwisata antar daerah.

KA Sangkuriang berangkat dari Stasiun Bandung pukul 14.45 WIB dan dijadwalkan tiba di Stasiun Ketapang, Banyuwangi pukul 06.52 WIB keesokan harinya, dengan waktu tempuh 16 jam 7 menit dan jarak perjalanan sekitar ± 1.002 kilometer.

Perjalanan KA ini melintasi enam wilayah operasional KAI, yaitu Daop 2 Bandung, Daop 5 Purwokerto, Daop 6 Yogyakarta, Daop 7 Madiun, Daop 8 Surabaya, dan Daop 9 Jember.

Rangkaian KA Sangkuriang terdiri atas:

– 3 kereta ekonomi dengan total 240 tempat duduk

– 4 kereta eksekutif dengan total 200 tempat duduk

– 1 kereta compartemen dengan total 16 tempat duduk

Sehingga total kapasitas tempat duduk yang tersedia yakni 456 kursi.

Adapun tarif yang ditawarkan yaitu:

– Ekonomi: mulai dari Rp450.000

– Eksekutif: mulai dari Rp700.000

– Compartemen: mulai dari Rp2.250.000

Pada keberangkatan perdana hari ini, tercatat sebanyak 1.076 tiket terjual dengan tingkat okupansi mencapai 235,9% dari total kapasitas tempat duduk yang tersedia. Angka tersebut menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat terhadap hadirnya layanan baru KA Sangkuriang.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo menyampaikan bahwa tingginya minat pelanggan menjadi bukti kebutuhan masyarakat terhadap layanan perjalanan langsung lintas wilayah yang nyaman, aman, dan efisien.

“KA Sangkuriang hadir sebagai jawaban atas kebutuhan pelanggan yang menginginkan konektivitas langsung dari Bandung menuju berbagai kota besar di Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Banyuwangi. Tingginya penjualan tiket pada hari pertama menunjukkan layanan ini sangat diminati masyarakat,” ujar Kuswardojo.

Kuswardojo menambahkan, kehadiran KA Sangkuriang tidak hanya memberikan pilihan transportasi baru, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di kota-kota yang dilalui.

“Rute ini menghubungkan banyak destinasi unggulan. Mulai dari wisata belanja, kuliner, kawasan heritage, keindahan alam, wisata budaya, perdagangan, kawasan industri, metropolitan, wisata alam, hingga mendekati pelabuhan Ketapang sebagai gerbang menuju Bali,” tambahnya.

Beberapa potensi wisata yang terhubung melalui KA Sangkuriang antara lain:

– Bandung: wisata belanja, kuliner, Lembang, Kawah Putih;

– Tasikmalaya: Kampung Naga, kerajinan bordir dan payung geulis;

– Ciamis & Banjar: wisata alam dan budaya Galuh

– Kroya: akses menuju Cilacap dan pantai selatan Jawa;

– Yogyakarta: Malioboro, Keraton, Candi Prambanan;

– Solo: wisata budaya Keraton Surakarta dan kuliner khas;

– Madiun: wisata kota dan sentra kuliner pecel;

– Caruban: jalur strategis menuju kawasan Madiun Raya;

– Kertosono, Jombang, Mojokerto: akses menuju wisata sejarah Majapahit dan religi;

– Surabaya: wisata kota metropolitan dan sejarah perjuangan;

– Sidoarjo: wisata kuliner dan sentra UMKM;

– Bangil & Pasuruan: akses menuju Tretes dan Bromo;

– Probolinggo: gerbang wisata Gunung Bromo;

– Jember: wisata pantai dan Jember Fashion Carnaval;

– Banyuwangi: Kawah Ijen, Pulau Merah, Baluran;

– Ketapang: pelabuhan penyeberangan menuju Bali.

KAI berharap hadirnya KA Sangkuriang dapat menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin bepergian jarak jauh dengan nyaman, aman, tepat waktu, serta menikmati pengalaman perjalanan lintas kota dan provinsi dengan moda transportasi massal yang ramah lingkungan.

Untuk informasi jadwal, tarif, dan pemesanan tiket, masyarakat dapat menggunakan aplikasi Access by KAI, website resmi KAI, maupun seluruh kanal penjualan resmi lainnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi

JAMBI – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui Subholding PTPN IV PalmCo terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui penguatan kemitraan bersama petani di daerah.

Komitmen tersebut tercermin dalam kehadiran Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, yang mendampingi Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dalam rangkaian kegiatan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) tingkat Provinsi Jambi, pekan lalu.

Provinsi Jambi merupakan salah satu wilayah strategis bagi operasional PalmCo. Selain sebagai sentra kelapa sawit, wilayah ini juga memiliki komoditas unggulan lain seperti teh dan kopi yang sebagian besar dikelola oleh petani rakyat. Dalam konteks tersebut, sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan petani menjadi kunci dalam menjaga produktivitas sekaligus keberlanjutan sektor pertanian.

Di sela kegiatan, Jatmiko menegaskan bahwa peran petani merupakan bagian integral dari kinerja perusahaan. Ia menyebut kontribusi petani terhadap pasokan bahan baku sangat signifikan.

Sepanjang 2025, sekitar 25 persen dari total produksi Tandan Buah Segar (TBS) yang dikelola PalmCo berasal dari petani mitra, dengan volume penyerapan mencapai 3,25 juta ton. Capaian ini menempatkan PalmCo sebagai salah satu offtaker utama yang berperan dalam menyerap hasil panen rakyat sekaligus mendukung program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

“Petani bukan sekadar mitra, tetapi bagian dari identitas perusahaan. Tanpa mereka, pertumbuhan PalmCo tidak akan seperti sekarang,” ujar Jatmiko.

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui berbagai inisiatif, termasuk pelibatan petani dalam kegiatan nasional serta penguatan kapasitas kelembagaan di tingkat daerah.

Selama kunjungan di Jambi, PalmCo bersama Kementerian Pertanian dan HKTI terlibat dalam sejumlah agenda, mulai dari pertemuan dengan organisasi petani seperti Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI), Wanita Tani, dan Pemuda Tani, hingga kegiatan tanam bersama.

Di kawasan Bukit Cinto Kenang, Kabupaten Muara Jambi, dilakukan penanaman benih jagung dan bibit buah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman padi brigade di Kabupaten Batanghari serta pelantikan pengurus DPD HKTI Provinsi Jambi.

Rangkaian kegiatan ini mencerminkan pendekatan pembangunan pertanian yang terintegrasi lintas komoditas dalam satu ekosistem yang berkelanjutan.

Menurut Jatmiko, sinergi antara pelaku hulu dan hilir, termasuk perusahaan, organisasi petani, serta penyedia sarana produksi, menjadi faktor kunci dalam percepatan swasembada pangan nasional.

“Di wilayah multikomoditas seperti Jambi, kolaborasi menjadi kunci. Ketika petani berdaya dan ekosistemnya kuat, maka target swasembada pangan bukan hal yang sulit dicapai,” katanya.

Penguatan kemitraan ini sekaligus menegaskan peran Holding Perkebunan Nusantara tidak hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai bagian dari solusi dalam menjawab tantangan pangan nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES