BRI Finance Tawarkan Bunga Mulai 3,33% per Tahun untuk Pembiayaan Mobil Baru

Jakarta, 24 September 2026 – Memasuki penghujung September, rencana memiliki mobil baru menjadi salah satu momentum yang dapat direalisasikan masyarakat, khususnya bagi konsumen yang telah mempersiapkan kebutuhan kendaraan sejak beberapa waktu sebelumnya. Kehadiran kendaraan baru tidak hanya memberikan kenyamanan dalam mobilitas sehari-hari, tetapi juga dapat menunjang aktivitas keluarga, pekerjaan, hingga perjalanan bersama orang-orang terdekat.

Pilihan kendaraan yang semakin beragam membuat konsumen kini dapat menyesuaikan mobil dengan kebutuhan dan preferensi masing-masing. Mulai dari mobil untuk menunjang aktivitas harian, kendaraan keluarga, hingga pilihan kendaraan dengan teknologi elektrifikasi, konsumen memiliki lebih banyak alternatif dalam menentukan kendaraan yang sesuai.

Namun, memiliki mobil baru tetap perlu disertai perencanaan finansial yang matang. Selain menentukan jenis dan spesifikasi kendaraan, konsumen perlu memperhitungkan uang muka, besaran angsuran, tenor pembiayaan, serta biaya kepemilikan kendaraan secara keseluruhan.

Melihat kebutuhan tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menghadirkan pembiayaan mobil baru dengan bunga mulai 3,33% flat per tahun dan pilihan tenor hingga lima tahun. Skema tersebut memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin merealisasikan rencana memiliki mobil baru dengan pembayaran yang dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa keputusan memiliki mobil baru merupakan bagian dari perencanaan kebutuhan jangka menengah maupun panjang, sehingga konsumen perlu memastikan kendaraan dan skema pembiayaan yang dipilih sesuai dengan kondisi finansial.

“Memiliki mobil baru tentu menjadi impian banyak orang, terlebih ketika kendaraan tersebut memang sudah menjadi kebutuhan untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Momentum akhir September dapat menjadi kesempatan untuk merealisasikan rencana tersebut, tentunya dengan tetap memperhitungkan kemampuan finansial dan kebutuhan lainnya,” ujar Dhani.

Menurut Dhani, konsumen dapat memulai dengan menentukan tujuan penggunaan kendaraan, kemudian mempertimbangkan kapasitas, fitur keselamatan, kenyamanan, efisiensi, serta biaya perawatan. Setelah menentukan kendaraan, konsumen juga perlu memilih skema pembiayaan yang membuat kewajiban pembayaran tetap terukur selama masa angsuran.

“Pembiayaan kendaraan sebaiknya bukan sekadar soal mendapatkan mobil yang diinginkan, tetapi juga bagaimana konsumen dapat menjalaninya dengan nyaman sampai akhir tenor. BRI Finance di sini menghadirkan pilihan pembiayaan yang kompetitif dan fleksibel agar masyarakat dapat mewujudkan rencana memiliki mobil baru dengan perencanaan yang lebih terukur,” tambah Dhani.

Melalui pembiayaan mobil baru tersebut, BRI Finance terus memperluas akses masyarakat terhadap solusi pembiayaan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan. Dengan perencanaan yang tepat, impian memiliki mobil baru di penghujung September dapat menjadi langkah untuk menghadirkan kenyamanan dan mendukung mobilitas masyarakat dalam menjalani berbagai aktivitas.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Perkuat Aksi Kemanusiaan, BRI Finance dan YBM BRILiaN Bantu Masyarakat Terdampak Gempa NTT

Jakarta, 22 September 2026 – Upaya pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak. Merespons kondisi tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) berkolaborasi dengan Yayasan Baitul Maal BRILiaN (YBM BRILiaN) menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui program “BRIF Sehati – Tanggap Bencana Gempa NTT”.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Melalui BRIF Sehati, kami ingin mengambil bagian dalam upaya membantu masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Kolaborasi dengan YBM BRILiaN memungkinkan dukungan ini disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam masa pemulihan setelah bencana.”

Gempa bumi M7,7 terjadi pada 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB dengan episentrum di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, NTT, pada kedalaman 15 kilometer. BMKG menyebut gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar naik pada struktur Flores Back-arc Thrust. Gempa juga sempat memicu peringatan dini tsunami sebelum peringatan tersebut diakhiri pada hari yang sama.

Dampak gempa tidak hanya dirasakan pada saat kejadian, tetapi juga berlanjut pada proses pemulihan masyarakat. Berdasarkan data BNPB per 7 September 2026, sebanyak 51.591 unit rumah telah diverifikasi dari 102.384 unit rumah yang menjadi sasaran pendataan awal di tujuh kabupaten terdampak. Dari rumah yang telah diverifikasi tersebut, 2.382 unit tercatat mengalami rusak berat, 7.276 unit rusak sedang, dan 14.177 unit rusak ringan. Data tersebut masih bersifat dinamis seiring proses verifikasi di lapangan.

Kolaborasi menjadi salah satu aspek penting dalam penanganan pascabencana. BNPB sebelumnya juga menekankan pentingnya kerja sama dengan berbagai mitra dalam melakukan pemetaan kebutuhan masyarakat terdampak, termasuk melalui joint needs assessment di Kabupaten Sikka agar dukungan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

BRI Finance berharap bantuan melalui program BRIF Sehati dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak sekaligus menjadi bagian dari semangat gotong royong dalam mendukung proses pemulihan di NTT.

“Semoga masyarakat NTT yang terdampak diberikan kekuatan dalam menghadapi proses pemulihan ini. Kami juga berharap dukungan dari berbagai pihak dapat terus berjalan sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dan membangun kehidupan mereka secara bertahap,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

NPF di Bawah Rata-Rata Industri, BRI Finance Konsisten Jaga Kualitas Pembiayaan

Jakarta, 22 September 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat kualitas aset di tengah upaya mendorong pertumbuhan bisnis. Hingga Agustus 2026, perusahaan mencatat rasio non-performing financing (NPF) gross sebesar 1,69%, di mana hal ini termasuk membaik 63 basis poin (bps) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Perbaikan tersebut mencerminkan konsistensi BRI Finance dalam menerapkan manajemen risiko pada setiap tahapan pembiayaan, mulai dari proses akuisisi hingga pemantauan portofolio. Pendekatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga pertumbuhan pembiayaan tetap sejalan dengan kualitas aset perusahaan.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa perusahaan terus menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kualitas pembiayaan melalui proses seleksi serta analisis yang disesuaikan dengan profil risiko calon nasabah.

“Perbaikan NPF menjadi salah satu indikator bahwa kualitas pembiayaan tetap terjaga. Kami terus memastikan setiap pembiayaan yang disalurkan melalui proses analisis yang terukur, sehingga pertumbuhan bisnis dapat berjalan secara sehat dan berkelanjutan,” ujar Dhani.

Perseroan tidak semata-mata mengejar peningkatan persetujuan pembiayaan, tetapi juga mempertimbangkan kesesuaian antara kebutuhan nasabah, kemampuan pembayaran, dan profil risiko dalam proses pengambilan keputusan. Dengan pendekatan tersebut, perusahaan dapat tetap membuka akses pembiayaan bagi calon nasabah yang memenuhi kriteria sekaligus menjaga kualitas portofolio.

Memasuki semester II 2026, BRI Finance akan melanjutkan penguatan proses akuisisi dan analisis pembiayaan, disertai monitoring portofolio secara berkala. Perusahaan juga akan mengoptimalkan sinergi dan referral dari ekosistem BRI untuk memperluas peluang penyaluran pembiayaan kepada segmen yang sesuai dengan risk appetite perusahaan.

“Strategi kami adalah mendorong pertumbuhan secara selektif dengan tetap menjaga kualitas proses dan portofolio. Penguatan monitoring juga akan terus dilakukan agar setiap perkembangan bisnis dapat diikuti dengan pengelolaan risiko yang memadai,” kata Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Perkuat Literasi Keuangan, BRI Finance Dorong Pembiayaan yang Bertanggung Jawab

Jakarta, 18 September 2026 – Keputusan mengambil pembiayaan perlu disertai perencanaan keuangan yang matang. Selain memastikan pembiayaan sesuai kebutuhan, calon konsumen juga perlu memperhitungkan kemampuan membayar dan memahami ketentuan yang berlaku agar kewajiban dapat dipenuhi hingga akhir masa pembiayaan. Sebagai perusahaan pembiayaan, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus mendorong pengambilan pembiayaan yang terencana melalui edukasi dan penyampaian informasi yang transparan kepada masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat pemahaman konsumen sebelum mengambil keputusan pembiayaan.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan kemampuan finansial perlu menjadi pertimbangan sejak awal.

“Setiap konsumen memiliki kondisi dan kebutuhan keuangan yang berbeda. Karena itu, pembiayaan perlu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing, bukan hanya berdasarkan besaran dana yang dapat diperoleh. Perencanaan sejak awal akan membantu konsumen menjaga kewajiban pembiayaan tetap sejalan dengan arus kasnya,” ujar Dhani.

Salah satu acuan yang dapat digunakan adalah menjaga besaran angsuran agar tetap proporsional terhadap penghasilan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut angsuran sebaiknya tidak lebih dari 30% penghasilan bersih per bulan setelah dikurangi biaya-biaya bulanan. OJK juga menyarankan uang muka yang cukup besar, misalnya 30%, untuk membantu meringankan angsuran.

Acuan tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing, termasuk pendapatan, pengeluaran rutin, dan kewajiban finansial lainnya. Konsumen juga perlu mempertimbangkan tujuan pembiayaan dan menyusun skala prioritas agar keputusan tidak semata-mata didorong oleh promosi atau potongan harga.

Setelah pembiayaan diperoleh, pengelolaan arus kas tetap menjadi bagian penting. Dana untuk angsuran dapat disisihkan sejak awal periode penerimaan penghasilan sehingga pembayaran menjadi bagian dari perencanaan keuangan dan dapat dilakukan sesuai jadwal.

Di sisi lain, pemahaman terhadap perjanjian perlu menjadi perhatian sebelum pembiayaan disepakati. Konsumen perlu mengetahui besaran angsuran, jatuh tempo, biaya, risiko, serta ketentuan lainnya. Dalam kerangka perlindungan konsumen, OJK mengatur hak konsumen untuk memperoleh informasi yang jelas, akurat, benar, mudah diakses, dan tidak menyesatkan, sekaligus kewajiban untuk membaca, memahami, dan melaksanakan perjanjian serta memberikan data yang benar.

“Transparansi informasi merupakan bagian penting dalam membangun hubungan yang sehat antara perusahaan pembiayaan dan konsumen. Konsumen perlu memiliki pemahaman yang cukup sebelum menyepakati pembiayaan, sementara perusahaan memiliki peran untuk memastikan informasi mengenai produk dan kewajiban disampaikan secara jelas,” kata Dhani.

Khusus pembiayaan kendaraan dengan jaminan fidusia, konsumen juga perlu memahami ketentuan mengenai objek jaminan selama masa pembiayaan. Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia mengatur larangan mengalihkan, menggadaikan, atau menyewakan benda yang menjadi objek Jaminan Fidusia kepada pihak lain tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Penerima Fidusia. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenakan pidana penjara paling lama dua tahun dan denda paling banyak Rp50 juta.

Bagi BRI Finance, pemahaman konsumen merupakan bagian dari penerapan prinsip perlindungan konsumen dalam layanan pembiayaan. Karena itu, edukasi tidak hanya diperlukan pada saat pengajuan, tetapi juga selama konsumen menjalankan kewajibannya.

“Literasi pembiayaan tidak berhenti ketika pengajuan disetujui. Konsumen tetap perlu memahami kewajibannya selama masa pembiayaan, termasuk menjaga pembayaran tepat waktu dan mengikuti ketentuan dalam perjanjian. Dengan pemahaman yang baik, pembiayaan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mengapa Pemeriksaan Keaslian Menjadi Langkah Penting dalam Gadai Tas Branded?

Dalam pasar tas mewah, penampilan luar saja tidak selalu cukup untuk memastikan keaslian barang. Dua tas dapat terlihat serupa pada foto, tetapi berbeda pada detail material, konstruksi, kode, atau karakteristik produksinya. Itulah sebabnya pemeriksaan keaslian mempunyai peran penting sebelum sebuah tas diterima sebagai jaminan gadai.

Dalam pasar tas mewah, penampilan luar saja tidak selalu cukup untuk memastikan keaslian barang. Dua tas dapat terlihat serupa pada foto, tetapi berbeda pada detail material, konstruksi, kode, atau karakteristik produksinya. Itulah sebabnya pemeriksaan keaslian mempunyai peran penting sebelum sebuah tas diterima sebagai jaminan gadai.

Autentikasi dan valuasi adalah dua proses berbeda.

Autentikasi bertujuan menilai apakah suatu barang memenuhi indikator keaslian. Valuasi menaksir nilai barang dengan mempertimbangkan merek, model, kondisi, kelengkapan, permintaan pasar, dan faktor lain. Tas yang dinilai asli pun belum tentu otomatis diterima dalam pengajuan gadai.

Mengapa hal ini penting untuk pemilik tas?

Pertama, pemeriksaan dapat membantu mengurangi ketidakpastian dalam proses transaksi. Kedua, dokumentasi barang memudahkan pembahasan penilaian. Ketiga, pemilik mendapat gambaran mengenai aspek yang memengaruhi kelayakan asetnya, bukan hanya angka pinjaman yang ditawarkan.

Sebelum mengajukan tas untuk dinilai, pemilik sebaiknya menyiapkan foto detail bagian luar, interior, hardware, sudut tas, serta kelengkapan yang tersedia. Sertakan informasi model dan kondisi secara jujur, termasuk bekas pemakaian, perbaikan, atau penggantian komponen jika ada.

deGadai memiliki informasi layanan Authenticity Check dan gadai tas branded melalui kanal resminya. Namun, metode, cakupan merek, dan syarat pemeriksaan perlu dikonfirmasi untuk barang tertentu. Calon nasabah tidak seharusnya menganggap satu sertifikat atau satu alat pemeriksaan sebagai jaminan bahwa barang pasti diterima, atau bahwa nilai gadai akan mencapai nominal tertentu.

Pada akhirnya, proses luxury pawn yang baik menggabungkan pemeriksaan barang, penjelasan valuasi, dan transparansi perjanjian. Keaslian adalah fondasi, tetapi keputusan finansial tetap harus mempertimbangkan total biaya dan kemampuan menebus barang.

Informasi autentikasi: https://degadai.com/authenticitycheck

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Finance Hadirkan BRI Flash, Solusi Dana Tunai Tanpa Mengganggu Mobilitas

Jakarta, 17 September 2026 – Kebutuhan dana tunai dapat muncul dalam berbagai situasi, mulai dari kebutuhan rumah tangga, pendidikan, kesehatan, renovasi, hingga tambahan modal untuk mendukung aktivitas usaha. Bagi masyarakat yang memiliki kendaraan, aset tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperoleh akses pembiayaan tanpa harus menghentikan fungsinya sebagai penunjang mobilitas sehari-hari.

Kebutuhan tersebut menjadi salah satu ruang yang dapat dijawab melalui pembiayaan multiguna. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan mencapai Rp513,05 triliun pada Juli 2026, tumbuh 2,01% secara tahunan. Pertumbuhan antara lain ditopang pembiayaan modal kerja yang meningkat 6,32% secara tahunan, sementara rasio non-performing financing (NPF) gross industri tercatat 3,03%.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan perusahaan pembiayaan memiliki peran dalam menyediakan alternatif akses dana bagi masyarakat, termasuk melalui pembiayaan multiguna dengan memanfaatkan aset yang telah dimiliki.

“Perencanaan keuangan masyarakat semakin membutuhkan fleksibilitas, terutama ketika kebutuhan dana hadir di tengah aktivitas yang tetap harus berjalan. Pembiayaan multiguna dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengelola kebutuhan tersebut dengan memanfaatkan aset yang dimiliki secara lebih optimal,” ujar Dhani.

Menjawab kebutuhan tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menghadirkan BRI Flash, fasilitas pembiayaan dana tunai dengan jaminan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Melalui BRI Flash, masyarakat dapat memperoleh pencairan dana hingga 90% dari harga kendaraan, dengan bunga mulai dari 0,73% per bulan dan pilihan tenor hingga 4 tahun, sesuai ketentuan dan hasil analisis pembiayaan.

Fasilitas ini memberikan alternatif bagi pemilik kendaraan yang membutuhkan tambahan dana sekaligus tetap memerlukan kendaraan untuk menunjang pekerjaan, usaha, maupun aktivitas keluarga. Dengan demikian, kendaraan tetap dapat digunakan selama nasabah memperoleh akses terhadap dana yang dibutuhkan.

“BRI Flash kami hadirkan untuk memberikan pilihan pembiayaan yang dapat menyesuaikan kebutuhan masyarakat, tanpa mengesampingkan aspek kehati-hatian. Kami ingin memastikan akses pembiayaan berjalan seiring dengan kemampuan nasabah dalam memenuhi kewajibannya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” tambah Dhani.

Melalui BRI Flash, BRI Finance terus memperkuat kontribusinya dalam menyediakan layanan pembiayaan yang mendukung kebutuhan finansial masyarakat. Akses terhadap dana diharapkan dapat membantu masyarakat menjaga kelancaran aktivitas, sementara kendaraan tetap menjalankan perannya sebagai bagian dari mobilitas sehari-hari.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Profesor Kardiologi University College London (UCL) Inggris: Pencegahan Jadi Kunci Penting Ketahanan Kesehatan

Profesor John Deanfield, pakar kardiologi dari University College London (UCL), menekankan pentingnya memperkuat ketahanan kesehatan melalui pendekatan preventif dan pengendalian faktor risiko sejak dini. Dalam The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA) 2026 di Jakarta, ia mendorong pergeseran sistem kesehatan yang selama ini berorientasi pada pengobatan menuju pencegahan penyakit berbasis bukti ilmiah. Pendekatan tersebut dapat dilakukan melalui perubahan perilaku dan gaya hidup secara bertahap, seperti meningkatkan aktivitas fisik, memperbaiki pola konsumsi makanan, mengurangi asupan gula, serta menyediakan alternatif yang lebih baik, termasuk produk rendah atau tanpa gula, beras multigrain, dan produk tembakau alternatif bagi perokok dewasa yang memilih untuk tetap mengonsumsi nikotin.

Hasil survei terhadap 2.000 responden di Indonesia menunjukkan 77% masyarakat lebih memilih pendekatan kesehatan yang realistis dan mudah diterapkan, sementara 82% percaya bahwa alternatif yang lebih baik dapat membantu transisi menuju gaya hidup sehat. Deanfield menegaskan bahwa perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten, didukung kebijakan berbasis bukti ilmiah dan kolaborasi lintas sektor, dapat memberikan manfaat kesehatan jangka panjang.

Jakarta – Sistem ketahanan kesehatan selama ini kerap dimaknai sebagai kemampuan merespons penyakit atau krisis. Namun, upaya pencegahan sejak dini dan pengendalian risiko perlu menjadi bagian penting dari strategi penguatan ketahanan kesehatan nasional.

Topik tersebut disampaikan Profesor John Deanfield, pakar kardiologi dari University College London (UCL) dalam sambutannya di The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA) 2026 di Jakarta, (21/10/2026). Menurut Deanfield, sistem kesehatan yang tangguh tidak hanya dibangun dengan meningkatkan kemampuan dalam mengobati penyakit. “Kita harus meningkatkan kemampuan dalam mencegah penyakit dan mengelola risiko. Ini adalah konsep yang paling penting,” ujarnya.

Deanfield menambahkan, hal ini tercermin pada sistem medis saat ini yang berorentasi pada pengobatan. Di banyak negara, sekitar 98 persen belanja kesehatan digunakan untuk pengobatan, sementara hanya 2 persen dialokasikan bagi perawatan preventif atau pencegahan.

“Kita harus bergerak ke hulu untuk mengatasi konsekuensi yang muncul di hilir. Kita perlu menangani faktor-faktor penyebab penyakit sejak dini, bukan hanya menangani dampaknya ketika penyakit sudah berkembang,” tegasnya.

Deanfield memberikan sejumlah contoh tantangan kesehatan yang dapat diintervensi melalui pendekatan preventif. Misalnya, penyakit kardiovaskular, obesitas, dan risiko kesehatan yang berkaitan dengan penggunaan tembakau dapat dikelola sejak dini melalui perubahan perilaku dan gaya hidup yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa upaya pencegahan tidak selalu harus dimulai dari perubahan besar. Sebaliknya, langkah-langkah kecil yang realistis dan dapat dijalankan secara konsisten justru berpotensi memberikan manfaat kesehatan yang signifikan dalam jangka panjang.

Pentingnya pendekatan yang realistis dalam pencegahan penyakit juga tercermin dalam hasil survei yang dipaparkan Deanfield. Survei terhadap 2.000 responden di Indonesia itu menunjukkan masyarakat memiliki kesadaran yang tinggi terhadap pentingnya kesehatan preventif. Sebanyak 92% responden menilai program Cek Kesehatan Gratis yang dijalankan Pemerintah bermanfaat bagi mereka.

Di sisi lain, survei yang sama juga menunjukkan bahwa banyak masyarakat masih menghadapi tantangan dalam menerapkan berbagai rekomendasi kesehatan Pemerintah dalam kehidupan sehari-hari, jika rekomendasi tersebut terlampau ketat dan malah menciptakan kekhawatiran yang berujung stres. Aktivitas yang dinilai sulit dilakukan secara konsisten antara lain berolahraga setiap hari, mengonsumsi buah dan sayuran sesuai anjuran, serta membatasi konsumsi gula.

Menurut Prof. Deanfield, temuan ini menunjukkan bahwa penetapan rekomendasi kesehatan sebagai strategi pencegahan perlu mempertimbangkan kondisi dan kapasitas masyarakat dalam menjalankannya. Rekomendasi kesehatan yang terlalu sulit dicapai berisiko menimbulkan tekanan atau stres tambahan yang justru dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan. Karena itu, upaya pencegahan perlu bersifat realistis, bertahap, dan langkah-langkah yang dapat dicapai dalam kehidupan sehari-hari.

”Survei tersebut menemukan bahwa 77% masyarakat Indonesia lebih memilih pendekatan kesehatan yang realistis dan mudah diterapkan. Selain itu, 82% responden percaya bahwa alternatif yang lebih baik dapat membantu masyarakat bertransisi menuju gaya hidup yang lebih sehat. Contoh dari alternatif-alternatif tersebut termasuk produk rendah atau tanpa gula, beras multigrain, hingga produk tembakau alternatif bagi perokok dewasa yang memilih untuk terus mengonsumsi nikotin,” Deanfield menambahkan.

Menutup paparannya, Deanfield menekankan bahwa ketahanan kesehatan harus dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar respons terhadap penyakit dan krisis. Karena itu, ia mendorong pergeseran fokus dari pendekatan yang semata-mata berorientasi pada pengobatan menuju pencegahan yang berbasis bukti ilmiah dan pengurangan faktor risiko. Menurutnya, perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten, didukung lingkungan yang tepat dan kolaborasi lintas sektor, dapat memberikan manfaat kesehatan yang besar bagi individu maupun masyarakat secara luas dalam jangka panjang.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus mengatakan ketahanan kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan nasional. Menurutnya, pengalaman menghadapi bencana alam, ancaman penyakit menular, dan berbagai krisis kesehatan menunjukkan pentingnya sistem kesehatan yang mampu mengantisipasi, merespons, dan pulih dari berbagai ancaman secara cepat dan efektif.

“Untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional, kita perlu meningkatkan kesiapsiagaan dan respons terhadap krisis kesehatan, memperkuat sinergi kesehatan sipil dan militer, mendorong inovasi serta kemandirian teknologi kesehatan, dan membangun kolaborasi global. Ancaman kesehatan tidak mengenal batas wilayah sehingga pertukaran pengetahuan, penelitian bersama, dan kerja sama internasional menjadi bagian penting dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan,” ujarnya dalam video sambutan yang ditayangkan sebagai pembuka SIERA 2026.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Di Balik Infrastruktur Energi, Ada Semangat Muda yang Terus Menyala

Jakarta-Momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa membutuhkan generasi yang mampu beradaptasi, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi nyata. Di lingkungan PLN NPC, semangat tersebut tercermin melalui keterlibatan insan perusahaan dalam berbagai tahapan proyek, mulai dari engineering, pengadaan, konstruksi, pengujian, hingga commissioning.

Demikian disampaikan Direktur Utama PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC), Hendra Fitria dalam keterangan tertulisnya, Senin, 26 Oktober 2026. Menurutnya, di balik pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, terdapat kerja kolektif yang mengandalkan kompetensi, ketelitian, dan semangat untuk terus belajar.

“Tantangan yang dihadapi dalam setiap proyek tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga koordinasi lintas disiplin, pengendalian mutu, pemenuhan jadwal, serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Dalam proses tersebut, kolaborasi antara tenaga muda, tenaga ahli berpengalaman, dan berbagai fungsi pendukung menjadi bagian penting untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai persyaratan yang ditetapkan,” kata Hendra.

Salah satu gambaran nyata dari proses tersebut terlihat dalam pengerjaan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sekupang 50 MW di Batam. Pada 22 April 2026, PLN NPC berhasil melaksanakan first firing terhadap lima unit engine pembangkit.

Ia mengatakan hasil pengujian menunjukkan seluruh engine mampu mencapai putaran nominal secara stabil, dengan sistem mekanikal, bahan bakar, kontrol, dan proteksi berfungsi dengan baik. Pencapaian tersebut merupakan hasil dari serangkaian pekerjaan teknis yang membutuhkan koordinasi erat antartim.

“Mulai dari instalasi peralatan dan pemeriksaan sistem hingga pengujian fungsi, setiap tahapan menuntut ketelitian dan pemahaman menyeluruh terhadap sistem pembangkit. Pengalaman ini sekaligus menjadi ruang bagi insan proyek untuk mengembangkan kompetensi dan menerapkan pengetahuan teknis dalam kondisi kerja nyata,” kata Hendra.

Tantangan serupa juga hadir dalam penyelesaian proyek PLTU Sofifi 2×3 MW di Pulau Halmahera, Maluku Utara. Pada 2 Februari 2026, Unit 2 berhasil mencapai tahap first synchronization dengan jaringan listrik PLN setelah melalui pengujian peralatan dan pemenuhan persyaratan teknis, termasuk penerbitan Rekomendasi Laik Sinkron dari PLN Pusat Sertifikasi (Pusertif).

Menurutnya, pencapaian tersebut melengkapi penyelesaian Unit 1 yang telah diserahterimakan pada November 2025. Proses menuju sinkronisasi membutuhkan koordinasi antara tim proyek, pemilik pekerjaan, dan pihak terkait untuk memastikan setiap tahapan dapat dilaksanakan sesuai ketentuan.

“Di sini, ketelitian dalam pengujian dan kemampuan bekerja sebagai satu tim menjadi bagian penting dari penyelesaian proyek,” ujarnya.

Semangat untuk terus berkembang juga tercermin dalam pengalaman PLN NPC mengerjakan proyek elektrifikasi East Coast Rail Link (ECRL) di Malaysia. Pada 15 Januari 2026, PLN NPC menyelesaikan energization ECRL FS 01 di Tunjung, Kelantan, 15 hari lebih cepat dari target yang ditetapkan. Sebagai proyek luar negeri pertama PLN NPC, pencapaian ini menjadi bagian dari perjalanan perusahaan dalam mengembangkan kapabilitas EPC di pasar internasional.

Hendra menilai pengalaman di dalam dan luar negeri memberikan ruang pembelajaran yang beragam bagi insan PLN NPC. Perbedaan karakteristik proyek, standar teknis, kondisi lapangan, dan pola koordinasi menuntut setiap anggota tim untuk terus meningkatkan kemampuan sekaligus memperkuat kolaborasi lintas keahlian dan generasi.

“Setiap pencapaian proyek merupakan hasil kerja bersama. Generasi muda memiliki peran penting dalam membawa semangat belajar, inovasi, dan adaptasi, yang perlu diperkuat melalui kolaborasi dengan tenaga ahli berpengalaman. Dengan kompetensi dan komitmen terhadap keselamatan serta kualitas, seluruh insan perusahaan dapat berkontribusi dalam membangun infrastruktur ketenagalistrikan yang andal,” ujar Hendra.

Pada Hari Sumpah Pemuda, semangat generasi muda menemukan maknanya melalui kontribusi yang nyata. Dari ruang engineering hingga lokasi konstruksi, dari Batam hingga Halmahera, serta dari Indonesia menuju Malaysia, kolaborasi dan semangat untuk terus berkembang menjadi bagian dari upaya bersama membangun infrastruktur energi bagi masa depan Indonesia. 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PLN NPC Perkuat Kepedulian Sosial melalui Penyerahan Bantuan Paket Kesehatan dan Gizi Anak

Jakarta- PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC) menyalurkan bantuan 100 Paket Kesehatan dan 100 Paket Gizi Anak dalam Kegiatan Bakti Sosial dan Layanan Kesehatan Keliling (KESLING) Gratis bersama Yayasan Yatim Mandiri di RPTRA Pinang Indah, Jakarta Selatan, 26 September 2026. Sebanyak 200 peserta yang terdiri dari anak dan lansia menerima langsung bantuan tersebut.

Sekretaris Perusahaan dan Kepatuhan PLN NPC, Gede Arya Wirama menyerahkan langsung bantuan secara simbolis kepada para penerima manfaat. Acara penyerahan ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.

Dalam kesempatan tersebut, Gede menyampaikan bahwa penyaluran bantuan paket kesehatan dan gizi merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya anak-anak dan lansia. Ia berharap kolaborasi bersama Yayasan Yatim Mandiri dan para tenaga kesehatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat semangat kebersamaan.

“PLN NPC tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi sosial yang berdampak positif bagi masyarakat,” ujar Gede.

Dalam kegiatan ini, masyarakat mendapatkan layanan Kesehatan umum dari RSPPN Soedirman. Lalu, RSGMP Moestopo juga memberikan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut untuk anak-anak.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

SWM Returns to EICMA with Four World Premieres “Smart Evolution · Boundless Adventure”

SWM’s EICMA 2026 showcase brings its off-road heritage into a broader vision of modern riding. From the versatile VENTURO T300 and highway-ready STORMBREAKER V1200 to the TRAILHUNTER ATV and NOMADER UTV, the four world premieres reflect the brand’s ambition to serve riders across urban, touring and all-terrain adventures. Together with its wider motorcycle and powersports lineup, they embody “Smart Evolution · Boundless Adventure” and SWM’s enduring spirit of “Free Your Soul.” Visitors can discover the full range at Hall 11, Stand O06, at Fiera Milano Rho, November 3–9, 2026.

SWM Returns to EICMA with Four World Premieres

“Smart Evolution · Boundless Adventure” — Hall 11, Stand O06, Nov. 3–9, Milan

MILAN, Italy — October 2026

 

MILAN — SWM will present four world premieres at EICMA 2026 (Fiera Milano Rho, November 3–9) under the theme “Smart Evolution · Boundless Adventure,” spanning urban commuting, highway cruising, off-road adventure and utility terrain. The full lineup will be on display at Hall 11, Stand O06.

An Italian Off-Road Legacy, Since 1971

Born in Italy in 1971, SWM helped shape the golden era of European off-road motorcycling, with deep roots in enduro, motocross and trials competition. Today SWM carries that heritage forward under the values of Passion, Challenge and Freedom, living its brand claim “Free Your Soul” across a growing portfolio of motorcycles and all-terrain vehicles that continue to expand the possibilities of riding worldwide.

Two Wheels: From a Crossover Scooter to a Liter-Class Bagger

 

VENTURO T300 is a new all-scenario crossover scooter engineered to merge urban convenience with the capability for weekend getaways, mountain roads and long-distance touring, stretching the traditional boundaries of the scooter category.

 

STORMBREAKER V1200 is SWM’s new liter-class V-twin cruiser, pairing classic bagger styling with accessible ergonomics to bring the highway-cruising experience within reach of a wider range of riders.

All-Terrain Flagships: Two New Powersports Debuts

 

Two flagships from SWM’s Powersports all-terrain family also make their global debut under the new “Zongheng (Traverse)” design language: the TRAILHUNTER sport-utility ATV and the NOMADER comfort-focused flagship side-by-side UTV, both balancing performance, comfort and utility. A selection of current mid-displacement ATV/UTV models will be displayed alongside the flagships.

Beyond the four world premieres, SWM will showcase additional models from its current and heritage lineup, including the VERSANTE 550 mid-displacement adventure bike; the C-FLY 125 / C-FLY 200 lightweight big-wheel scooters designed for everyday urban mobility; the VENTURO 125 ADV-styled 125 cc entry scooter; and the VEGA 300 flat-floor commuter that blends urban practicality with European maxi-scooter refinement. Full technical specifications and detailed product stories will be released on site in Milan. Media, partners and riders are invited to visit Hall 11, Stand O06 throughout the show.

Show Information

Dates: November 3–9, 2026 (Milan local time)

Venue: Fiera Milano Rho — Hall 11, Stand O06

World Premieres: VENTURO T300 · STORMBREAKER V1200 · TRAILHUNTER · NOMADER

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES