Dukung Swasembada Pangan, PTPN Group dan PT KUAB Kembangkan Ekosistem Kedelai Nasional

JAKARTA – Utusan Khusus Presiden RI, Hashim S. Djojohadikusumo, menyambut baik sinergi antara Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dan PT Karya Unggulan Anak Bangsa (KUAB) dalam mendukung pengembangan kedelai nasional. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun fondasi menuju swasembada kedelai sekaligus mengoptimalkan potensi lahan pertanian di Indonesia.

Sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman mengenai pemanfaatan lahan dan pengembangan budidaya kedelai dari hulu hingga hilir, dengan salah satu fokus utama membangun Pusat Pengembangan Benih Kedelai yang diharapkan dapat mendukung ketersediaan benih berkualitas bagi pengembangan kedelai nasional.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT KUAB, Prof. Ali Zum Mashar, dan Direktur Aset PTPN III (Persero), Agung Setya Imam Efendi, disaksikan oleh Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, serta Hashim S. Djojohadikusumo.

“Saya kira ini sangat strategis untuk swasembada pangan kedelai. Saya menyampaikan terima kasih kepada PTPN. Ini suatu kerja sama yang sangat strategis untuk bangsa Indonesia,” ujar Hashim dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman antara PTPN Group dan PT KUAB di Jakarta, Jumat (11/09/2026).

Hashim berharap pengembangan kedelai nasional dapat mendorong tercapainya swasembada dalam waktu sekitar tiga hingga empat tahun. Ia juga melihat peluang besar untuk membangun ekosistem perbenihan kedelai yang dapat mendukung koperasi dan petani di berbagai wilayah Indonesia.

“Hendaknya, kita bisa swasembada kedelai ini mungkin dalam waktu 3–4 tahun. Dan saya kira maksud kita adalah untuk menyuplai, memasok benih ke koperasi atau ke banyak petani di seluruh Indonesia. Karena banyak lahan di Indonesia yang sangat cocok untuk kedelai,” ujarnya.

Program tersebut sejalan dengan agenda strategis Pemerintah melalui Kementerian Pertanian dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional, termasuk upaya menuju swasembada kedelai yang diprakarsai oleh Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman.

Sebagai BUMN yang memiliki peran strategis dalam menggerakkan sektor perkebunan nasional, PTPN Group berkomitmen mendukung berbagai program prioritas Pemerintah di bidang ketahanan pangan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui optimalisasi aset dan kapabilitas perusahaan serta pengembangan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk membangun ekosistem kedelai nasional yang produktif dan berkelanjutan.

Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, mengatakan bahwa Holding Perkebunan Nusantara akan menjalankan fungsi koordinasi dan fasilitasi untuk memastikan sinergi antarentitas PTPN Group berjalan secara terarah, terukur, dan sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

“PTPN Group siap mengambil peran dalam mendukung pengembangan kedelai nasional melalui kolaborasi yang terukur dan berbasis kelayakan. Program ini akan dijalankan secara bertahap agar model bisnis, produktivitas, kesiapan lahan, serta keberlanjutannya dapat diuji dan dievaluasi secara objektif,” kata Denaldy.

Menurut Denaldy, PTPN Group memiliki pengalaman dalam pengelolaan perkebunan, kapabilitas operasional, serta potensi aset yang dapat disinergikan dengan teknologi, varietas, pendanaan, dan kemampuan budidaya yang dimiliki PT KUAB.

Dalam rencana kerja sama tersebut, PTPN I, PTPN IV PalmCo, dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) akan berperan sesuai dengan kepemilikan serta pengelolaan lahan masing-masing. PTPN IV PalmCo juga akan mendukung transfer pengetahuan, pengembangan budidaya, serta penyerapan kedelai untuk kebutuhan penanaman berikutnya.

Sementara itu, PT KUAB akan berperan dalam pelaksanaan budidaya, penyediaan teknologi dan varietas kedelai MIGO, pendanaan, serta transfer pengetahuan dalam pelaksanaan program.

Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran Direksi dan perwakilan entitas PTPN I, PTPN IV PalmCo, dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).

Potensi Pengembangan Mencapai 4.800 Hektare

Rencana kerja sama mencakup sejumlah lokasi indikatif di lingkungan PTPN Group dengan total potensi pengembangan sekitar 4.800 hektare. Lokasi tersebut meliputi Kebun Jalupang di Kabupaten Subang, Kebun Pasir Badak di Kabupaten Sukabumi, Kebun Cikumpay di Kabupaten Purwakarta, Kebun Cibungur di Kabupaten Sukabumi, Kebun Cisalak Baru di Kabupaten Lebak, serta areal PG Jatitujuh di Kabupaten Majalengka.

Pengembangan tersebut juga diarahkan untuk mendukung terbentuknya Pusat Pengembangan Benih Kedelai sebagai salah satu fondasi dalam membangun ekosistem kedelai nasional. Melalui inisiatif ini, kolaborasi tidak hanya mencakup aspek budidaya, tetapi juga penguatan sistem perbenihan yang diharapkan dapat direplikasi dan dikembangkan bersama koperasi serta petani di berbagai daerah.

Inisiatif ini juga sejalan dengan rencana Pemerintah untuk mendorong pengembangan kedelai nasional, termasuk rencana penugasan kepada PTPN Group dalam pengembangan kedelai hingga seluas 250 ribu hektare secara bertahap sampai dengan tahun 2029. Kolaborasi PTPN Group dan PT KUAB diharapkan dapat menjadi salah satu bagian dalam membangun kesiapan ekosistem, model pengembangan, serta kapasitas produksi yang diperlukan untuk mendukung agenda tersebut.

Nota Kesepahaman ini menjadi landasan awal bagi para pihak untuk melakukan kajian lebih mendalam terhadap aspek teknis, produktivitas, model bisnis, kesiapan lahan, serta keberlanjutan program.

Sebelum penandatanganan Nota Kesepahaman, PTPN Group dan PT KUAB telah melakukan kunjungan serta pemeriksaan lapangan di sejumlah calon lokasi budidaya. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pembahasan kesesuaian lahan, pemetaan areal usulan, serta penyusunan rancangan kerja sama.

Melalui kolaborasi ini, PTPN Group menegaskan komitmennya sebagai BUMN penggerak sektor perkebunan untuk terus mendukung program-program strategis Pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional. Sinergi PTPN Group dan PT KUAB diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kedelai nasional yang terintegrasi, mulai dari pengembangan benih, budidaya, hingga penguatan kapasitas petani, guna mendukung percepatan terwujudnya swasembada kedelai Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

DUKUNG KELANCARAN DAN KENYAMANAN PENGGUNA JALAN, PT JASAMARGA TOLLROAD MAINTENANCE LAKUKAN REKONSTRUKSI PERKERASAN DI RUAS TOL SEMARANG

Semarang, 13 September 2026 – PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) melaksanakan pekerjaan rekonstruksi perkerasan di Ruas Tol Semarang sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas infrastruktur jalan tol serta mendukung kelancaran dan kenyamanan perjalanan pengguna jalan.

Pekerjaan berlokasi di Seksi A KM 420+965 s.d. KM 421+050 Jalur A/BL-L1 dan akan dilaksanakan mulai Senin, 14 September 2026 pukul 09.00 WIB hingga Selasa, 29 September 2026 pukul 09.00 WIB.

Direktur Utama PT JMTM, Suchandra P. Hutabarat, menyampaikan bahwa kegiatan preservasi merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memastikan kondisi jalan tol tetap terjaga dan memberikan pelayanan yang optimal kepada pengguna jalan.

“Melalui kegiatan preservasi ini, kami berupaya memastikan kualitas infrastruktur jalan tol tetap terjaga sehingga dapat mendukung perjalanan pengguna jalan yang aman, lancar, dan nyaman. Kami juga terus memperhatikan aspek keselamatan serta kelancaran lalu lintas selama pekerjaan berlangsung,” ujar Suchandra.

Pekerjaan rekonstruksi perkerasan ini diharapkan dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas kondisi jalan, sehingga mendukung keamanan, kenyamanan, serta kelancaran pengguna jalan dalam melintasi Ruas Tol Semarang.

Selama pekerjaan berlangsung, pengguna jalan diimbau untuk berhati-hati, mengurangi kecepatan, mematuhi rambu-rambu, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Pengguna jalan juga diharapkan dapat mengantisipasi potensi perlambatan lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan.

PT JMTM berkomitmen untuk melaksanakan pekerjaan preservasi secara optimal dengan tetap mengutamakan keselamatan pengguna jalan dan pekerja, serta menjaga kelancaran lalu lintas di sekitar area pekerjaan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KEMENTERIAN PPN / BAPPENAS DORONG ENSIA 2026 PERKUAT INOVASI UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN INDONESIA

Denpasar, (09/10) – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional / Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia mendorong Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 sebagai upaya kontribusi nyata dalam mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan di Indonesia melalui inisiatif dan memperkuat inovasi lingkungan dan sosial yang relevan dengan kebutuhan pembangunan Indonesia.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia Rachmat Pambudy menyampaikan pada keynote speech-nya bahwa ENSIA dapat menjadi salah satu pendorong untuk memperluas penerapan inovasi yang telah terbukti memberikan manfaat. Menurutnya, keberhasilan inovasi perlu tercermin melalui perbaikan kualitas lingkungan, penguatan usaha, serta peningkatan kemampuan masyarakat dalam menghadapi berbagai perubahan.

“Kualitas lingkungan dan ketahanan masyarakat harus menjadi bagian strategi pertumbuhan ekonomi. Kita perlu memastikan bahwa investasi dan kegiatan produksi menjaga sumber daya alam yang menopang pembangunan serta memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya,” kata Rachmat Pambudy.

Sejalan dengan hal tersebut, dalam kesempatan ENSIA 2026, Rachmat Pambudy menyampaikan empat arahan strategis yang perlu didorong secara bersama oleh berbagai sektor. Arahan pertama adalah mempercepat dekarbonisasi industri dan memperkuat daya saing hilirisasi.

“Fokus pertama yaitu mempercepat dekarbonisasi industri dan memperkuat daya saing hilirisasi. Respons kita perlu mencakup penguatan pengukuran dan verifikasi jejak karbon, percepatan pemanfaatan energi terbarukan, diversifikasi pasar ekspor, serta perluasan akses pembiayaan hijau. Langkah ini perlu disertai efisiensi energi dan elektrifikasi proses produksi secara bertahap, sesuai karakteristik dan kesiapan industri”

Rachmat Pambudy melanjutkan, “Saya mendorong dunia usaha menjadikan dekarbonisasi sebagai bagian dari strategi investasi dan pengembangan rantai pasok, Lembaga pengujian, inspeksi dan sertifikasi termasuk SUCOFINDO memiliki peran penting dalam memastikan bahwa kinerja keberlanjutan dapat dibuktikan secara kredibel. Dengan demikian, inovasi memperkuat kepercayaan pasar dan nilai tambah produk Indonesia,” ucap Rachmat Pambudy.

Arahan selanjutnya yaitu mengembangkan ekonomi biru untuk memperkuat ketahanan pangan dan masyarakat pesisir. Ketiga menerapkan prinsip ekonomi biru, hijau dan sirkular dalam pariwisata. Keempat, memperluas pembiayaan dan kemitraan untuk membawa inovasi ke skala yang lebih besar, dan yang terakhir yaitu memperluas pembiayaan dan kemitraan untuk membawa inovasi ke skala yang lebih besar.

“Sebagai Bridge Builder, Indonesia siap menghubungkan pembiayaan global dengan proyek hijau dan biru di dalam negeri. Saya berharap ENSIA turut mempertemukan inovasi, kebutuhan masyarakat, dan dukungan pembiayaan, serta mendorong replikasi praktik yang berhasil agar manfaatnya semakin luas,” tegas Rachmat Pambudy.

Hal tersebut selaras dengan yang disampaikan oleh Direktur Utama PT SUCOFINDO (PERSERO) Sandry Pasambuna yang mengatakan bahwa ENSIA merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendorong budaya inovasi dan keberlanjutan di Indonesia.

“Sejak diselenggarakan pada tahun 2022, ENSIA menjadi ajang apresiasi bagi perusahaan dan local hero yang berhasil menghadirkan inovasi lingkungan dan sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Sehingga, Fokus inovasi ENSIA 2026 diarahkan pada isu-isu strategis nasional, seperti ketahanan pangan, pengelolaan sampah, dan transisi energi bersih yang memiliki dampak langsung terhadap pembangunan masa depan Indonesia,” kata Sandry Pasambuna.

Kemudian Sandry Pasambuna melanjutkan bahwa ajang ENSIA 2026 menjadi wadah berinovasi dalam memberikan dampak bagi masyarakat sehingga membuka peluang ekonomi dan memperkuat ketahanan komunitas secara luas,“Kami ingin mendorong dunia usaha untuk terus berinovasi yang berdampak positif pada kualitas lingkungan, sosial serta kemandirian sehingga menjadikani masyarakat yang lebih tangguh terhadap pembangunan nasional,” tutur Sandry Pasambuna.

Direktur Utama PT SUCOFINDO (PERSERO) berharap ke depan ENSIA terus berkembang sebagai platform inovasi keberlanjutan yang semakin inklusif dan berdampak bagi tidak hanya untuk lingkungan dan sosial namun juga meningkatkan pembangunan Indonesia yang semakin tangguh dan berkelanjutan.

“Kami ingin melihat semakin banyak perusahaan, komunitas, dan local hero yang terlibat serta menghadirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan dan menjadi solusi bagi lingkungan dan sosial secara nyata. Yang terpenting, inovasi yang lahir dari ENSIA tidak berhenti pada penghargaan, tetapi dapat direplikasi dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan berdampak bagi pembangunan nasional yang berkualitas dan kredibel,” tutup Sandry Pasambuna.

Turut hadir di ajang Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 Menteri Lingkungan Hidup / Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Moh Jumhur Hidayat, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Hanif Faisol Nurofiq serta Gubernur Provinsi Bali Wayan Koster.

Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) adalah bentuk apresiasi PT SUCOFINDO (PERSERO) sebagai ajang penghargaan kepada pelaku usaha di Indonesia yang memiliki inovasi di bidang lingkungan dan sosial yang diselenggarakan sejak tahun 2022. ENSIA tidak hanya memberikan apresiasi, tetapi juga menjadi wadah berbagi praktik terbaik antar pelaku usaha. Melalui ajang ini, perusahaan dapat menunjukkan capaian inovasinya, memperluas jejaring, serta memperkuat reputasi keberlanjutan di hadapan para pemangku kepentingan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Hilirisasi Mineral Ciptakan Nilai Lebih Besar bagi Indonesia

JAKARTA — Kekayaan mineral Indonesia tidak seharusnya berhenti sebagai komoditas yang diambil dari dalam bumi. Melalui hilirisasi, sumber daya mineral dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang mendukung pengembangan industri, menciptakan aktivitas ekonomi baru, membuka lapangan kerja, serta memperkuat daya saing nasional.

Semangat tersebut menjadi bagian dari komitmen Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID bersama PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) dalam mengelola sumber daya mineral Indonesia agar mampu memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

Corporate Secretary ANTAM, Wisnu Danandi Haryanto, mengatakan bahwa perjalanan mineral tidak semestinya berakhir ketika sumber daya tersebut berhasil ditambang. Nilai sesungguhnya justru tercipta ketika mineral mampu diolah lebih lanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas.

“Bagi ANTAM, setiap mineral memiliki perjalanan, mulai dari mine, kemudian diolah menjadi value, dan pada akhirnya harus memberikan meaning. Artinya, sumber daya mineral Indonesia harus mampu mendorong industri dan perekonomian, membuka peluang bagi masyarakat, sekaligus tetap dikelola dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan,” kata Wisnu dalam sosialisasi MediaMIND 2026 di Gedung Science Techno Park Universitas Indonesia, Jumat (11/9/2026).

Menurut Wisnu, hilirisasi bukan hanya mengenai pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian, tetapi bagaimana sumber daya alam dapat menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar di dalam negeri. Mineral yang sebelumnya memiliki nilai terbatas dapat diolah menjadi produk yang mendukung berbagai industri strategis, menarik investasi, mendorong transfer teknologi, serta menggerakkan pertumbuhan ekonomi di daerah.

Transformasi tersebut antara lain terlihat pada komoditas bauksit dan nikel. Melalui rantai hilirisasi, bauksit dapat diolah menjadi alumina hingga aluminium yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan menjadi bahan baku bagi berbagai sektor industri. Sementara itu, nikel dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi produk bernilai tambah yang mendukung penguatan industri nasional, termasuk pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik.

Hilirisasi juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian. Berkembangnya industri pengolahan mineral turut mendorong tumbuhnya rantai pasok baru, investasi, transfer teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, hingga hadirnya berbagai industri pendukung di sekitar wilayah pengembangan.

“Ukuran keberhasilan pertambangan bukan hanya apa yang dapat dihasilkan hari ini, tetapi juga manfaat yang dapat kita tinggalkan bagi masyarakat, lingkungan, dan generasi mendatang,” ujar Wisnu.

Sebagai Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID terus mendorong hilirisasi sebagai salah satu instrumen strategis untuk memastikan kekayaan mineral Indonesia memberikan nilai tambah yang semakin besar di dalam negeri.

Department Head Corporate Communication MIND ID, Pratiwa Dyatmika, mengatakan penguatan hilirisasi menjadi bagian penting dalam membangun industri nasional yang semakin kuat dan mandiri.

“Hilirisasi menjadi bagian penting untuk memastikan sumber daya mineral Indonesia memberikan nilai tambah yang semakin besar di dalam negeri. Pertambangan bukan hanya mengenai komoditas yang dihasilkan, tetapi bagaimana kekayaan mineral tersebut dapat memperkuat industri, mendukung kemandirian nasional, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Pratiwa.

Penguatan nilai tambah melalui hilirisasi turut menopang kinerja Grup MIND ID. Sepanjang 2025, Grup MIND ID membukukan pendapatan sebesar Rp159,46 triliun serta memberikan kontribusi kepada negara melalui pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan dividen sebesar Rp92,56 triliun.

Namun, transformasi industri pertambangan tidak hanya diarahkan untuk menciptakan nilai ekonomi. Aspek sosial dan lingkungan juga menjadi bagian penting dalam memastikan manfaat pertambangan dapat dirasakan secara berkelanjutan. Hingga 2025, Grup MIND ID telah menanam lebih dari 7,48 juta pohon dan mereklamasi lebih dari 7.800 hektare lahan.

Melalui hilirisasi dan pengelolaan pertambangan yang berkelanjutan, sumber daya mineral Indonesia dapat bergerak dari sekadar hasil tambang menjadi penggerak industri, pencipta nilai tambah, serta fondasi bagi Indonesia yang semakin mandiri dan berdaya saing.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tips Membagi Waktu untuk yang Punya Pekerjaan Sampingan Berjualan

Punya pekerjaan sampingan berjualan bisa menjadi cara untuk menambah pemasukan sekaligus mengembangkan usaha. Namun, menjalankan bisnis di luar pekerjaan utama membutuhkan pengaturan waktu yang baik.

Ketika pesanan mulai bertambah, aktivitas seperti membalas chat pelanggan, menyiapkan barang, mengatur stok, hingga mencatat transaksi bisa ikut menyita waktu. Kalau tidak diatur, pekerjaan sampingan justru bisa mengganggu pekerjaan utama dan waktu istirahat.

Supaya keduanya tetap berjalan, berikut beberapa tips membagi waktu yang bisa kamu coba.

1. Tentukan Waktu Khusus untuk Mengurus Usaha

Mulai dengan menentukan waktu khusus untuk mengurus pekerjaan sampingan. Misalnya, kamu bisa menggunakan waktu setelah pulang kerja untuk membalas pesan pelanggan dan memproses pesanan.

Sementara itu, pekerjaan yang membutuhkan waktu lebih panjang seperti membuat konten, mengecek stok, atau menyiapkan barang bisa dilakukan pada akhir pekan.

Dengan pembagian seperti ini, kamu tidak perlu terus-menerus memikirkan pekerjaan sampingan sepanjang hari.

2. Buat Daftar Pekerjaan Berdasarkan Prioritas

Ketika mengurus bisnis sendirian, ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Namun, semuanya tidak harus diselesaikan dalam waktu yang sama.

Buat daftar pekerjaan berdasarkan tingkat kepentingannya. Misalnya:

– Memproses pesanan yang masuk

– Membalas pertanyaan pelanggan

– Menyiapkan dan mengemas barang

– Mengecek stok

– Mencatat transaksi

– Membuat konten promosi

Pekerjaan yang berkaitan langsung dengan pesanan pelanggan bisa menjadi prioritas. Sementara pekerjaan lainnya dapat dijadwalkan sesuai waktu yang tersedia.

3. Manfaatkan Waktu Luang dengan Efisien

Tidak semua aktivitas bisnis membutuhkan waktu berjam-jam. Beberapa pekerjaan bisa dilakukan di sela-sela waktu yang tersedia.

Misalnya, kamu bisa membalas pesan pelanggan pada waktu yang sudah ditentukan atau membuat beberapa konten sekaligus untuk digunakan selama beberapa hari.

Mengelompokkan pekerjaan yang serupa juga bisa membantu menghemat waktu. Dengan begitu, kamu tidak perlu berulang kali berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya.

4. Tetapkan Batas antara Pekerjaan dan Bisnis

Memiliki pekerjaan sampingan bukan berarti seluruh waktu di luar kantor harus digunakan untuk berjualan.

Tetapkan batas yang jelas antara pekerjaan utama, bisnis, dan waktu pribadi. Ketika jam kerja selesai, kamu bisa beralih ke bisnis sesuai jadwal yang sudah dibuat. Setelah pekerjaan sampingan selesai, beri waktu untuk beristirahat.

Pembagian ini penting agar kamu tetap bisa menjalankan bisnis tanpa mengorbankan kebutuhan istirahat.

5. Pisahkan Keuangan Pribadi dan Usaha

Selain membagi waktu, pisahkan juga keuangan pribadi dengan keuangan usaha.

Ketika pemasukan dari penjualan bercampur dengan uang pribadi, kamu akan lebih sulit mengetahui berapa omzet, pengeluaran, dan dana yang sebenarnya tersedia untuk bisnis.

Menggunakan rekening usaha khusus dapat membantu transaksi bisnis menjadi lebih mudah dipantau. Pemasukan dari pelanggan dan pengeluaran untuk kebutuhan usaha bisa dicatat secara terpisah dari transaksi pribadi.

6. Evaluasi Rutinitas Secara Berkala

Rutinitas bisnis bisa berubah ketika jumlah pelanggan dan pesanan bertambah. Jadwal yang awalnya terasa cukup mungkin menjadi kurang efektif ketika usaha mulai berkembang.

Karena itu, luangkan waktu untuk mengevaluasi aktivitas usaha. Perhatikan pekerjaan apa yang paling banyak menyita waktu dan cari cara untuk membuat prosesnya lebih efisien.

Kamu juga tidak harus mengerjakan semuanya sendiri. Ketika bisnis sudah semakin berkembang, beberapa pekerjaan bisa mulai didelegasikan atau menggunakan bantuan layanan tertentu sesuai kebutuhan.

Kelola Keuangan Usaha dengan Neo Bisnis

Setelah waktu untuk pekerjaan utama dan bisnis mulai tertata, jangan lupa memperhatikan pengelolaan keuangan usaha. Salah satunya dengan memiliki rekening yang digunakan khusus untuk transaksi bisnis.

Buat kamu yang ingin buka rekening atas nama usaha, Neo Bisnis di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce dapat menjadi pilihan untuk kebutuhan perbankan usaha secara digital.

Melalui layanan neobank merchant di Neo Bisnis, pelaku usaha dapat menerima pembayaran menggunakan satu kode QR sesuai standar QRIS. Neo Bisnis menyediakan layanan yang dirancang untuk mendukung kebutuhan transaksi pelaku usaha, di antaranya:

– Pencatatan kas masuk dan kas keluar secara otomatis

– Bunga tabungan kompetitif*

– Gratis transfer antarbank hingga 90 kali per bulan

– Pembuatan QRIS merchant yang praktis dan mudah

– Pencairan dana hasil transaksi QRIS hingga 3 kali sehari, termasuk saat akhir pekan dan hari libur nasional untuk transaksi yang diproses sebelum pukul 14.00 WIB

Fitur-fitur tersebut dapat membantu pelaku usaha mengelola transaksi harian dengan lebih praktis sekaligus memantau arus kas bisnis.

Sebelum membuka rekening, pastikan kamu memahami fitur produk, manfaat, biaya, risiko, serta syarat dan ketentuan yang berlaku.

***

Jika ingin mulai menggunakan Neo Bisnis, unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Neo Bisnis di website resmi Bank Neo Commerce.  

*Perhatikan tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Tabungan dengan bunga melebihi tingkat bunga penjaminan tidak dijamin oleh LPS. Tingkat bunga penjaminan LPS sampai 30 September 2026 adalah 3,75% per tahun

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

September Ceria, Saatnya Bikin Rencana Makin Nyata Bersama Fasilitas Dana Tunai BRI Finance

Jakarta, 14 September 2026 – September kerap menjadi momentum untuk kembali melihat rencana yang telah berjalan sepanjang tahun. Setelah melewati paruh pertama tahun, masyarakat mulai menata kembali berbagai kebutuhan, mulai dari aktivitas keluarga, pengembangan usaha, hingga rencana yang sempat ditunda dan ingin diwujudkan sebelum akhir tahun.

Sejalan dengan kebutuhan tersebut, kendaraan tetap menjadi bagian penting dari aktivitas masyarakat. Hal ini tercermin dari kinerja pasar otomotif nasional yang menunjukkan pertumbuhan pada Juli 2026. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), penjualan mobil secara wholesales pada Juli 2026 mencapai 81.115 unit, tumbuh 33,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan secara retail mencapai 77.412 unit atau tumbuh 12,1% secara tahunan. Secara kumulatif, penjualan Januari–Juli 2026 tercatat sebanyak 517.742 unit secara wholesales dan 511.514 unit secara retail.

Di tengah tingginya kebutuhan terhadap kendaraan sebagai sarana mobilitas, kendaraan juga dapat memiliki fungsi lain bagi pemiliknya, yaitu sebagai aset yang dapat dimanfaatkan ketika terdapat kebutuhan dana. Kondisi ini membuka ruang bagi masyarakat untuk mengelola nilai aset yang dimiliki tanpa harus menghentikan fungsi kendaraan dalam menunjang aktivitas sehari-hari.

Memahami kebutuhan tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menghadirkan BRI Flash, fasilitas pembiayaan dengan jaminan BPKB kendaraan yang memberikan akses terhadap dana tunai, sementara kendaraan tetap dapat digunakan oleh pemiliknya.

Melalui BRI Flash, nasabah dapat memperoleh pencairan dana hingga 90% dari harga kendaraan, dengan bunga mulai dari 0,73% per bulan dan pilihan tenor hingga 4 tahun, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “September bisa menjadi momen untuk melihat kembali rencana yang sudah dibuat sejak awal tahun dan menentukan mana yang ingin segera diwujudkan. Kebutuhan setiap orang tentu berbeda, baik untuk mendukung usaha, keluarga, maupun kebutuhan produktif lainnya. Dalam kondisi tersebut, memiliki pilihan dalam mengelola aset dan kebutuhan keuangan dapat memberikan ruang yang lebih fleksibel bagi masyarakat.”

Menurut Aditia, keberadaan fasilitas pembiayaan dengan jaminan BPKB memberikan alternatif bagi pemilik kendaraan yang membutuhkan tambahan dana namun tetap memerlukan kendaraan untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

“Melalui BRI Flash, kami ingin memberikan alternatif bagi masyarakat untuk memanfaatkan nilai kendaraan yang dimiliki ketika membutuhkan dana, tanpa harus kehilangan akses terhadap kendaraan tersebut. Dengan begitu, kendaraan tetap dapat digunakan untuk mobilitas, sementara kebutuhan dana dapat dikelola melalui skema pembiayaan yang tersedia,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Potensi Kendaraan Listrik Menguat, BRI Finance Perbesar Pembiayaan Ramah Lingkungan

Jakarta, 10 September 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan pembiayaan berkelanjutan melalui penyaluran pembiayaan kendaraan ramah lingkungan, khususnya kendaraan listrik. Segmen ini dinilai memiliki prospek seiring berkembangnya ekosistem kendaraan rendah emisi di Indonesia.

Hingga saat ini, penyaluran pembiayaan kendaraan ramah lingkungan BRI Finance meningkat sekitar 14,8 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin terbukanya kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan untuk kendaraan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Pertumbuhan pembiayaan kendaraan ramah lingkungan menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap produk pembiayaan yang mendukung mobilitas berkelanjutan terus berkembang. BRI Finance melihat peluang ini tidak hanya dari sisi pertumbuhan bisnis, tetapi juga sebagai bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung transisi menuju transportasi yang lebih rendah emisi.”

Dalam mengembangkan pembiayaan berkelanjutan, BRI Finance tetap mengacu pada kriteria dan ketentuan yang berlaku. Perusahaan memastikan objek pembiayaan memenuhi karakteristik kegiatan yang mendukung aspek lingkungan, termasuk melalui identifikasi jenis dan spesifikasi kendaraan sebelum pembiayaan disalurkan. Kendaraan listrik dan hybrid menjadi bagian dari objek pembiayaan yang mendukung pengembangan portofolio tersebut.

Proses verifikasi juga dilengkapi dengan dokumentasi, monitoring, dan pengawasan secara berkala untuk memastikan klasifikasi pembiayaan tetap sesuai dengan ketentuan. Langkah ini menjadi bagian dari penerapan tata kelola dan manajemen risiko BRI Finance dalam menjaga kualitas portofolio pembiayaan berkelanjutan.

Pengembangan pembiayaan tersebut sejalan dengan arah keuangan berkelanjutan di Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan yang diklasifikasikan dalam Kategori Usaha Keuangan Berkelanjutan (KUKB) pada industri multifinance mencapai Rp93,70 triliun per Juli 2026, atau 17,25% dari total penyaluran pembiayaan. OJK juga memasukkan pembiayaan kendaraan listrik sebagai salah satu contoh penerapan keuangan berkelanjutan dalam Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI).

“Pengembangan pembiayaan kendaraan ramah lingkungan merupakan bagian dari upaya BRI Finance untuk memperkuat portofolio pembiayaan berkelanjutan. Kami tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap penyaluran pembiayaan, sekaligus memastikan penerapan tata kelola, manajemen risiko, dan perlindungan konsumen berjalan secara konsisten,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pasar Mobil Baru Menguat pada Q3 2026, BRI Finance Hadirkan Pembiayaan Kompetitif

Jakarta, 9 September 2026 – Pasar otomotif nasional menunjukkan momentum positif memasuki paruh kedua 2026. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat penjualan mobil secara ritel pada Agustus 2026 mencapai 83.422 unit, meningkat 7,7% dibandingkan Juli 2026 dan tumbuh 25,5% secara tahunan. Capaian tersebut sekaligus menjadi penjualan ritel bulanan tertinggi sepanjang tahun berjalan.

Penguatan juga terlihat pada distribusi kendaraan dari pabrikan ke jaringan dealer. Penjualan wholesales pada Agustus mencapai 81.756 unit, naik 0,8% dibandingkan bulan sebelumnya dan tumbuh 32,4% dibandingkan Agustus 2025. Secara kumulatif, penjualan ritel sepanjang Januari–Agustus 2026 telah mencapai 594.984 unit, atau meningkat 13,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap kendaraan baru tetap memiliki ruang pertumbuhan di tengah pasar yang semakin beragam. Konsumen kini dihadapkan pada semakin banyak pilihan model dan teknologi kendaraan, mulai dari kendaraan konvensional hingga kendaraan elektrifikasi, sehingga keputusan pembelian semakin erat kaitannya dengan kebutuhan mobilitas sekaligus perencanaan keuangan.

Di tengah kondisi tersebut, aspek pembiayaan menjadi salah satu pertimbangan penting ketika konsumen hendak memiliki mobil baru. Pemilihan tenor, besaran cicilan, serta kemampuan memenuhi kewajiban secara berkelanjutan perlu menjadi bagian dari pertimbangan sebelum mengambil keputusan.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa meningkatnya pilihan kendaraan di pasar memberikan lebih banyak alternatif bagi masyarakat untuk menyesuaikan kendaraan dengan kebutuhan masing-masing.

“Perkembangan pasar otomotif menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap mobil baru masih memiliki momentum yang positif. Namun, keputusan membeli kendaraan tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Konsumen perlu melihat pembelian mobil secara menyeluruh, termasuk memiliki pilihan untuk mendapatkan skema pembiayaan yang sesuai dengan perencanaan keuangan,” ujar Dhani.

Sebagai bagian dari upaya memberikan pilihan pembiayaan yang relevan bagi masyarakat, BRI Finance menyediakan fasilitas pembiayaan mobil baru dengan bunga mulai dari 3,33% flat per tahun dan pilihan tenor hingga lima tahun.

Menurut Dhani, fleksibilitas tenor dapat membantu konsumen menyesuaikan rencana pembayaran dengan kondisi keuangan masing-masing. Meski demikian, konsumen tetap perlu memperhitungkan keseluruhan biaya kepemilikan kendaraan, termasuk uang muka, cicilan, biaya operasional, perawatan, hingga kebutuhan lainnya.

“Bagi kami, pembiayaan bukan sekadar bagaimana konsumen dapat memiliki kendaraan. Yang lebih penting adalah bagaimana pembiayaan tersebut dapat menjadi solusi yang terukur dan sesuai dengan kemampuan konsumen. Kami ingin memberikan pilihan pembiayaan yang kompetitif sekaligus mendorong konsumen mengambil keputusan secara bijak,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Peduli Risiko Stroke & Alzheimer, BRI Finance Gandeng RS PON Berikan Edukasi & Test Kesehatan bagi Para Owner Dealer Rekanan

JAKARTA – PT BRI Multifinance Indonesia atau BRI Finance menggelar kegiatan kesehatan bertajuk “Rahasia Terhindar dari Stroke dan Alzheimer: Kenali, Cegah, dan Tangani dengan Tepat”. Kegiatan yang diikuti Owner, Direksi, dan Pimpinan Group Dealer Rekanan BRI Finance tersebut digelar pada Selasa (8/9/2026), dengan rangkaian kegiatan berupa health talk dan tes risiko Alzheimer. Dalam kegiatan tersebut, BRI Finance juga menghadirkan tim dari RSPON Mahar Mardjono sebagai narasumber untuk memberikan edukasi mengenai stroke dan Alzheimer, mulai dari faktor risiko, gejala yang perlu dikenali, hingga langkah pencegahan dan penanganan. Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan tes risiko Alzheimer sebagai bagian dari upaya mengenali risiko kesehatan sejak dini. Direktur Bisnis BRI Finance, Primartono Ginawan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya BRI Finance terhadap kesehatan para mitra bisnis yang selama ini mendukung perkembangan perusahaan. “Kesehatan merupakan salah satu hal penting yang perlu diperhatikan, termasuk oleh para mitra bisnis kami. Melalui kegiatan ini, kami berharap para peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai stroke dan Alzheimer, termasuk pentingnya mengenali faktor risiko dan melakukan pencegahan sejak dini,” ujar Primartono, Selasa (8/9/2026). Menurutnya, edukasi kesehatan menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penyakit degeneratif, termasuk stroke dan Alzheimer. Pengetahuan mengenai faktor risiko dan gejala awal diharapkan dapat mendorong peserta untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan diri dan keluarga. Melalui kegiatan ini, BRI Finance juga terus mendorong hubungan yang positif dengan para mitra dealer melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat di luar hubungan bisnis. Edukasi kesehatan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk dukungan perusahaan bagi para mitra dalam menjaga kesehatan dan kualitas hidup. 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

LRT Jabodebek Tetap Beroperasi Normal Pascagempa 5,9 SR

PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan prasarana dan operasional LRT Jabodebek tetap aman dan berjalan normal setelah gempa bumi 5,9 SR yang terjadi di wilayah Kepulauan Seribu pada Sabtu (12/9). Setelah menerima informasi gempa, petugas OCC segera melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap jalur, persinyalan, stasiun, serta prasarana pendukung dengan dukungan Seismic Detection Alarm System (SDAS). Pemeriksaan yang dimulai sekitar pukul 04.30 WIB tidak menemukan kerusakan atau kondisi yang berdampak pada keselamatan dan kelancaran perjalanan. LRT Jabodebek menegaskan bahwa setiap informasi gempa akan ditindaklanjuti melalui pemantauan dan pemeriksaan prasarana, dengan keselamatan pengguna dan perjalanan sebagai prioritas.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan prasarana dan operasional LRT Jabodebek dalam kondisi aman dan berjalan normal setelah gempa bumi 5,9 SR yang terjadi pada Sabtu (12/9) pukul 04.23 WIB di wilayah Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan setelah menerima informasi gempa, petugas di Operating Control Center (OCC) segera melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan petugas di lapangan. Pemantauan juga didukung oleh Seismic Detection Alarm System (SDAS) yang memberikan informasi terkait dampak getaran gempa terhadap prasarana.

“Setelah menerima informasi gempa, petugas segera melakukan pemeriksaan terhadap prasarana LRT Jabodebek. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi jalur, persinyalan, stasiun, serta prasarana pendukung lainnya tetap dalam kondisi aman,” ujar Radhitya.

Pemeriksaan mulai dilakukan sekitar pukul 04.30 WIB, dan tidak ditemukan kerusakan maupun kondisi yang berdampak terhadap keselamatan dan kelancaran operasional LRT Jabodebek.

“Petugas memastikan bahwa perjalanan LRT Jabodebek tetap dapat beroperasi normal,” ucapnya.

SDAS merupakan salah satu sistem pendukung keselamatan yang digunakan dalam operasional LRT Jabodebek. Sistem tersebut membantu memberikan informasi dampak prasarana terhadap getaran gempa, sehingga dapat menjadi acuan petugas dalam melakukan pemeriksaan dan menentukan tindak lanjut yang diperlukan.

“LRT Jabodebek memastikan setiap informasi terkait gempa ditindaklanjuti melalui pemantauan dan pemeriksaan prasarana. Keselamatan perjalanan dan pengguna menjadi prioritas dalam setiap kondisi,” tutup Radhitya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES