Harga Emas Menguat Seiring Redanya Ketegangan Global, Tren Positif Diproyeksikan Berlanjut

Pergerakan harga emas global kembali menunjukkan penguatan dalam perdagangan terkini, didorong oleh meredanya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah serta pelemahan mata uang dolar Amerika Serikat. Kombinasi sentimen tersebut meningkatkan daya tarik emas sebagai instrumen lindung nilai, sekaligus memicu minat beli dari pelaku pasar global.

Kondisi ini terjadi setelah muncul sinyal positif terkait kemungkinan de-eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Pernyataan dari otoritas Iran yang membuka peluang untuk mengakhiri konflik, dengan syarat adanya jaminan keamanan, disambut optimistis oleh pelaku pasar. Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat juga dikabarkan mempertimbangkan untuk menghentikan langkah militernya, meskipun jalur strategis seperti Selat Hormuz masih belum sepenuhnya pulih. Harapan terhadap proses perdamaian yang semakin nyata ini turut menopang penguatan harga emas dalam beberapa sesi terakhir.

Dari perspektif teknikal, Dupoin Futures melalui analisnya, Andy Nugraha, menilai bahwa tren pergerakan emas (XAU/USD) masih berada dalam fase bullish, khususnya dalam timeframe jangka pendek. Hal ini tercermin dari terbentuknya pola candlestick yang mengindikasikan dominasi tekanan beli, yang diperkuat oleh posisi harga di atas indikator Moving Average. Sinyal tersebut menjadi indikasi bahwa momentum kenaikan masih cukup kuat untuk mendorong harga ke level yang lebih tinggi.

Dalam perdagangan sebelumnya, harga emas sempat mengalami tekanan hingga menyentuh level 4.482 dolar AS. Namun, tekanan tersebut tidak berlangsung lama karena pasar dengan cepat merespons sentimen positif, sehingga harga berbalik arah dan naik ke kisaran 4.648 dolar AS. Rebound ini menunjukkan adanya area support yang solid, sekaligus memperlihatkan bahwa pelaku pasar masih memanfaatkan setiap pelemahan sebagai peluang untuk masuk.

Andy Nugraha memproyeksikan bahwa apabila momentum bullish terus terjaga, maka harga emas berpeluang melanjutkan kenaikan hingga mendekati level resistance di 4.862 dolar AS. Sebaliknya, jika terjadi koreksi akibat aksi ambil untung atau perubahan sentimen, maka penurunan diperkirakan akan tertahan di sekitar level 4.539 dolar AS yang menjadi area support terdekat.

Selain faktor teknikal, pergerakan emas juga dipengaruhi oleh dinamika makroekonomi global, khususnya dari Amerika Serikat. Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun ke level 4,31% menjadi salah satu faktor pendorong utama penguatan emas. Penurunan yield ini berimbas pada melemahnya dolar AS, yang tercermin dari penurunan Indeks Dolar AS (DXY) ke level 99,91. Pelemahan dolar membuat harga emas menjadi lebih kompetitif bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga meningkatkan permintaan.

Di sisi lain, data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat menunjukkan adanya tanda-tanda pelemahan di sektor ketenagakerjaan. Laporan Survei Lowongan Kerja dan Perputaran Tenaga Kerja (JOLTS) mencatat penurunan jumlah lowongan pekerjaan, yang mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja mulai kehilangan momentum. Kondisi ini menjadi perhatian investor karena dapat memengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi ke depan.

Meski demikian, tekanan inflasi masih menjadi faktor yang tidak dapat diabaikan. Kenaikan harga energi mendorong ekspektasi inflasi tetap tinggi, yang pada akhirnya memengaruhi arah kebijakan moneter. Pernyataan dari pejabat Federal Reserve yang menegaskan pentingnya menjaga ekspektasi inflasi menunjukkan bahwa bank sentral masih akan berhati-hati dalam menentukan kebijakan suku bunga. Bahkan, ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga dalam beberapa tahun ke depan mulai berkurang.

Dengan latar belakang tersebut, pergerakan harga emas diperkirakan akan tetap dinamis dalam jangka pendek. Meskipun tren bullish masih mendominasi, pelaku pasar tetap perlu mencermati berbagai faktor eksternal yang dapat memengaruhi arah harga, termasuk perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter global. Dalam kondisi pasar yang penuh ketidakpastian, emas tetap menjadi salah satu instrumen yang menarik sebagai lindung nilai, sekaligus peluang investasi di tengah volatilitas yang tinggi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

WhatsApp Blast Resmi untuk Kirim Pesan Massal dengan Barantum

Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal.

Banyak Bisnis Masih Menggunakan WhatsApp Blast Tidak Resmi

WhatsApp kini menjadi salah satu channel utama dalam komunikasi bisnis. Banyak perusahaan menggunakannya untuk mengirim promo, update produk, hingga follow up pelanggan secara langsung. Namun, masih banyak bisnis yang keliru dalam mengelola pengiriman pesan massal. Alih-alih meningkatkan penjualan, cara yang tidak tepat justru berisiko merusak komunikasi dengan pelanggan, bahkan menyebabkan nomor WhatsApp diblokir.

Masalah ini sering muncul karena bisnis memilih cara instan tanpa mempertimbangkan sistem yang digunakan. Padahal, pengiriman pesan massal tidak bisa dilakukan sembarangan. Tanpa pendekatan yang benar, performa marketing justru bisa menurun, bukan meningkat.Jika Anda ingin menggunakan WhatsApp sebagai channel marketing yang efektif, penting untuk memahami perbedaan antara blast resmi dan tidak resmi.

Risiko Nomor Whatsapp Diblokir Karena Melanggar Kebijakan

Banyak bisnis menggunakan tools WhatsApp blast ilegal atau WhatsApp API tidak resmi untuk menghindari biaya broadcast. Alih alih menghemat dan agar lebih murah, risikonya malah lebih besar karena berpotensi besar mengganggu operasional karena nomor terblokir dan kehilangan omset

Pesan Promosi Sering Tidak Terkirim dengan Stabil

Selain risiko blokir, penggunaan sistem tidak resmi juga sering menyebabkan pengiriman pesan menjadi tidak stabil. Ada pesan yang tertunda, gagal terkirim, atau bahkan tidak sampai ke pelanggan tanpa pemberitahuan yang jelas. Hal ini tentu membuat campaign marketing menjadi tidak maksimal.

Tidak Ada Sistem Monitoring Pengiriman Pesan

Masalah lain yang sering terjadi adalah tidak adanya sistem monitoring. Tanpa dashboard yang jelas, Anda tidak bisa mengetahui apakah pesan sudah terkirim, dibaca, atau gagal. Akibatnya, sulit untuk mengevaluasi performa campaign yang dijalankan.

“Sekitar 81% konsumen mengatakan bahwa mereka perlu mempercayai brand sebelum melakukan pembelian.” sumber: Edelman Trust Barometer

Penting Menggunakan WhatsApp Blast Resmi untuk Bisnis

Jika Anda ingin menjalankan WhatsApp marketing secara profesional, maka penggunaan sistem resmi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Pendekatan ini tidak hanya lebih aman, tetapi juga memberikan hasil yang lebih terukur.

Pengiriman Pesan Mengikuti Kebijakan Whatsapp

Dengan sistem resmi, setiap pesan yang dikirim mengikuti kebijakan WhatsApp.Ini membantu Anda menghindari risiko spam sekaligus menjaga kualitas komunikasi dengan pelanggan. Strategi seperti WhatsApp Blast pun menjadi lebih terarah karena dilakukan dengan cara yang benar.

Pesan Massal Dapat Dikirim Lebih Stabil

Salah satu keunggulan utama menggunakan sistem resmi adalah stabilitas pengiriman pesan. Pesan yang Anda kirim memiliki peluang lebih besar untuk sampai ke pelanggan tanpa gangguan teknis, sehingga campaign marketing dapat berjalan lebih optimal.

Tersedia Laporan Status Pengiriman Pesan

Anda dapat mengetahui apakah pesan sudah terkirim, dibaca, atau gagal, sehingga strategi marketing dapat dievaluasi dengan lebih akurat. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa banyak bisnis mulai beralih menggunakan berbagai aplikasi WhatsApp blast terbaik yang berbasis sistem resmi.

“Akun WhatsApp bisnis yang terverifikasi lebih mudah dikenali dan meningkatkan kepercayaan pengguna saat berinteraksi.” sumber: Meta Business Documentation

Gunakan WhatsApp Blast Resmi dengan Barantum

Untuk membantu bisnis mengelola pengiriman pesan massal dengan lebih aman dan efisien, Barantum menyediakan solusi WhatsApp Blast berbasis API resmi. Dengan sistem ini, Anda dapat menjalankan campaign WhatsApp marketing tanpa harus khawatir melanggar kebijakan.

Menggunakan WhatsApp Business API Resmi

Barantum menggunakan WhatsApp Business API resmi yang dirancang khusus untuk kebutuhan bisnis. Dengan pendekatan ini, Anda dapat mengirim pesan dalam jumlah besar dengan cara yang aman dan sesuai aturan.

Kirim Pesan ke Banyak Pelanggan Sekaligus

Melalui sistem yang terintegrasi, Anda dapat mengirim pesan ke banyak pelanggan sekaligus tanpa perlu melakukannya secara manual. Fitur ini sangat membantu dalam menjalankan campaign promosi, update produk, maupun komunikasi rutin dengan pelanggan.

Pantau Status Pesan Terkirim, Dibaca, dan Gagal Dalam Satu Dashboard

Barantum juga menyediakan dashboard yang memudahkan Anda memantau status pengiriman pesan secara real-time. Semua informasi mulai dari pesan terkirim, dibaca, hingga gagal dapat dilihat dalam satu tampilan melalui sistem WhatsApp Broadcast Barantum.

Mengirim pesan massal melalui WhatsApp memang bisa menjadi strategi marketing yang sangat efektif. Namun tanpa sistem yang tepat, risiko yang muncul justru bisa merugikan bisnis Anda.

Dengan menggunakan WhatsApp Blast resmi dari Barantum, Anda tidak hanya mengirim pesan, tetapi juga membangun komunikasi yang lebih aman, terstruktur, dan berdampak langsung pada pertumbuhan bisnis.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Melampaui Keuntungan Jangka Pendek, Cara Investor Indonesia Menyusun Strategi Jangka Panjang di Market Volatile 2026

Tahun ini diawali dengan situasi geopolitik dan ekonomi dari dalam negeri dan luar negeri yang menyebabkan arah market tidak menentu, Nanovest menyelenggarakan “Golden Hours” dimana sesi pre-iftar ini dihadiri oleh  pakar finansial yang sudah mempunyai pengalaman di bidang investasi, berbagai komunitas melek finansial, serta rekan media dengan harapan acara ini dapat memberikan insight menarik terkait strategi investasi jangka panjang di 2026.

Diselenggarakan di Kyro, Pacific Place, acara ini menggabungkan suasana Ramadhan yang hangat dengan diskusi ekonomi ringan namun relevan. Pada sesi “Golden Hours” ini pembicara akan membahas mengenai kondisi market hingga investasi apa saja yang akan menjadi spotlight di tahun 2026 ini. Nanovest melihat Ramadhan sebagai momentum refleksi, tidak hanya secara spiritual tetapi juga finansial. Di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian, literasi investasi menjadi semakin penting agar masyarakat dapat membangun keputusan keuangan yang lebih bijak serta menyusun kembali strategi investasi yang tepat sesuai dengan profil masing-masing.

Sepanjang 2025, platform Nanovest mencatat pertumbuhan signifikan, baik dari sisi pengguna maupun aktivitas transaksi. Tercatat adanya kenaikan Trading Volume hingga ~70% (YoY) dengan total lebih dari 1,1 juta pengguna yang telah terverifikasi (KYC). Pertumbuhan ini didukung oleh peluncuran berbagai produk inovatif Nanovest yang berfokus ke Web 3 seperti IDDB, Crypto Staking, Gadai Digital, dan Web 3 Trading. Namun di saat yang sama, perilaku investor mulai berubah.

Menurut Jovita Widjaja, CMO Nanovest, tahun 2026 bukan lagi era mengejar keuntungan instan. “Kami melihat perubahan pola pikir investor, terutama generasi muda. Fokusnya bukan lagi sekadar mencari investasi yang cepat naik, tetapi bagaimana membangun portofolio yang sehat dan bertahan dalam berbagai kondisi pasar yang penuh ketidakpastian. Maka dari itu Golden Hours bisa memberikan insight menarik yang relevan sehingga investor dapat menyusun strategi yang tepat dari pakar-pakar financial yang hadir menemani para participant.”

Pandangan tersebut sejalan dengan kondisi industri yang mulai bergerak menuju pendekatan investasi lebih disiplin. Tjoe Ay, CMO Jarvis Asset Management, menambahkan, “Money Kalau untuk IHSG di tahun 2026 kita harus tetap melihat money flow di market. Kita expect Money flow dari institusi seperti dapen, insurance dan BPJS ditingkatkan, kalau institution flow meningkat maka saham fundamental akan mendapatkan more money flow. Jadi 2026, saham fundamental boleh di lirik.”

Diskusi panel bersama Tjoe Ay, CMO Jarvis Asset Management dan Jason Nathanael, Investment Expert menyoroti bahwa pasar mulai memasuki fase yang lebih selektif. Investor didorong untuk memahami fundamental, bukan sekadar mengikuti tren.

Dalam sesi Market Talks, para pembicara memaparkan bahwa tahun 2026 akan menjadi periode kedewasaan pasar:

Saham AS & Sektor Potensial: Sektor finansial (JPMorgan, Visa, Mastercard) dan teknologi (NVIDIA, Microsoft) diprediksi tetap menjadi motor pertumbuhan melalui monetisasi nyata AI dan normalisasi aktivitas ekonomi.

Kebangkitan Emas: Emas diproyeksikan tetap kuat (higher for longer) sebagai aset safe haven utama, didukung oleh kebijakan pelonggaran Federal Reserve dan inisiatif global seperti “Project Vault”. 

Lonjakan minat investasi masyarakat Indonesia semakin terlihat dari pertumbuhan jumlah investor saham domestik yang terus mencetak rekor baru. Di tengah volatilitas perdagangan IHSG yang tinggi, investor lokal mulai memperluas wawasan mereka dengan melirik saham Amerika Serikat sebagai alternatif investasi. Menjawab kebutuhan tersebut, Nanovest sebagai platform investasi aset digital dengan pilihan saham Amerika Serikat terlengkap menyediakan akses ke koleksi saham AS yang komprehensif sehingga pengguna dapat membangun portofolio saham AS dengan nyaman dalam satu aplikasi. 

Kombinasi antara aset pertumbuhan dan aset stabil dipandang sebagai strategi paling relevan, khususnya bagi Gen Z dan milenial yang mulai merencanakan keuangan jangka panjang.

Jason Nathanael, Investment Expert, menjelaskan, “Portofolio ideal ke depan bukan lagi soal memilih satu aset terbaik, melainkan mengkombinasikan beberapa peran aset. Aset pertumbuhan menangkap peluang ekonomi baru, sementara aset defensif menjaga daya beli. Investor muda justru punya keunggulan waktu, sehingga strategi seimbang sejak awal akan jauh lebih berdampak dalam jangka panjang.”

Melalui inisiatif Golden Hours, Nanovest menegaskan perannya bukan hanya sebagai platform investasi, tetapi sebagai partner finansial bagi semua generasi. Nanovest kedepannya akan fokus untuk menghadirkan edukasi investasi yang mudah dipahami, relevan, dan kontekstual dengan kehidupan sehari-hari—mulai dari generasi muda yang baru memulai perjalanan finansial hingga generasi yang lebih matang dalam membangun dan melindungi asetnya. Dengan pendekatan yang inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan lintas generasi, Nanovest berkomitmen memperkuat literasi keuangan nasional serta dorongan masyarakat Indonesia untuk dapat berinvestasi secara bijak dan berkelanjutan.

Ramadhan menjadi momen yang tepat untuk memulai kebiasaan baru, tidak hanya menahan diri dalam konsumsi, tetapi juga mulai membangun masa depan finansial secara sadar. Karena waktu terbaik memulai investasi bukan saat pasar sempurna, melainkan saat kita memahami tujuan kita.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES