Mulai.com Terpilih Sebagai Finalis Global FinTech Hackcelerator 2026 oleh Monetary Authority of Singapore

Mulai.com resmi terpilih sebagai salah satu finalis Global FinTech Hackcelerator 2026 yang diselenggarakan oleh Monetary Authority of Singapore (MAS). Terpilih dari 195 pendaftar global, Mulai menghadirkan solusi untuk tantangan GXS Bank terkait Sistem Pemodelan Risiko Adaptif guna menyatukan penilaian kredit dan penipuan secara real-time.

SINGAPURA, 24 Oktober 2026 – Platform pencegahan penipuan dan anti-pencucian uang (AML) berbasis no-code, Mulai.com, resmi diumumkan sebagai salah satu dari 18 finalis dalam ajang MAS Global FinTech Hackcelerator 2026 yang diselenggarakan oleh Monetary Authority of Singapore (MAS) bekerja sama dengan Global Finance & Technology Network (GFTN). Terpilih dari total 195 pendaftar yang berasal dari 52 negara, Mulai berfokus menyelesaikan tantangan dari GXS Bank dalam kategori Adaptive Risk Modelling Systems.

Menyatukan Penilaian Kredit dan Penipuan di Era AI

Melalui partisipasinya dalam program ini, Mulai menghadirkan kerangka kerja risiko adaptif yang menyatukan penilaian risiko kredit dan penipuan (fraud) ke dalam satu model yang terus belajar secara berkelanjutan. Pendekatan ini dirancang untuk mengeliminasi celah analisis (blind spots) yang sering kali memicu kerugian finansial beruntun di lembaga perbankan. Dengan sistem terpadu ini, lembaga keuangan dapat menilai nasabah bertipikal thin-file secara aman serta mengambil keputusan berkecepatan tinggi dalam skala industri.

Guna memperkuat kapabilitas investigasi dan analisis risiko, platform Mulai dilengkapi dengan inovasi kecerdasan buatan serta integrasi Marketplace. Fitur AI Risk Score memberikan opini kedua (second opinion) berbasis model AI untuk setiap pengguna dan transaksi guna menampilkan perbedaan penilaian terhadap skor utama secara otomatis. Selain itu, AI Trace hadir sebagai asisten investigasi konversasional yang memungkinkan analis mengajukan pertanyaan dalam bahasa sehari-hari untuk memperoleh tampilan menyeluruh atas pengguna, transaksi, maupun jaringan data. Melalui integrasi Marketplace, platform Mulai juga terhubung secara langsung dengan penyedia pihak ketiga seperti biro kredit, alternative credit scoring, telco scoring, hingga penyedia basis data pemindaian (screening database).

Komitmen Industri dan Tahap Final di Singapore FinTech Festival

“Tidak boleh ada lagi celah atau titik lemah antara risiko kredit dan risiko penipuan,” tegas Tommy Hartono, Chief Executive Officer (CEO) Mulai. Ia menambahkan bahwa keterpilihan Mulai sebagai finalis menjadi langkah strategis untuk berkolaborasi dengan para mentor dan corporate champions dalam membangun fondasi manajemen risiko yang lebih tangguh di era kecerdasan buatan.

Sebagai bagian dari tahapan kompetisi, Mulai akan mempresentasikan solusinya dalam ajang Singapore FinTech Festival (SFF) Demo Day pada 18 November 2026. Informasi selengkapnya mengenai inovasi platform Mulai dapat diakses melalui https://mulai.com atau dengan menghubungi tim media melalui email di pr@mulai.com.

Pengumuman MAS (Monetary Authority of Singapore): https://www.mas.gov.sg/news/media-releases/2026/mas-announces-finalists-for-the-2026-global-fintech-hackcelerator-and-fintech-excellence-awards

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

SQUEEZE SUNDOWN VOL.8 BLEND BEYOND BOUNDARIES; Merayakan Kolaborasi dan Kreativitas Tanpa Batas dalam Ekosistem Hospitality

Bali, Oktober 2026 — SQUEEZE kembali menghadirkan SQUEEZE SUNDOWN VOL. 8 dengan mengusung tema “Blend Beyond Boundaries”, sebuah perayaan kolaborasi yang mempertemukan berbagai talenta, keahlian, dan industri yang menjadi bagian dari ekosistem hospitality.

Melalui Blend Beyond Boundaries, SQUEEZE mengusung semangat bahwa kreativitas tidak harus hadir dalam satu bidang yang sama. Pertemuan antara berbagai keahlian, perspektif, produk, dan karakter justru dapat membuka ruang bagi ide serta pengalaman baru.

Semangat tersebut diwujudkan melalui kolaborasi bersama berbagai brand dan mitra dari lintas industri. PT Panca Inti Bermitra hadir sebagai professional audio distributor, sementara Sun East membawa keahlian di bidang kitchen equipment. Dari industri beverage, SQUEEZE berkolaborasi dengan Hatten sebagai local wine, PT Mulia Dewata Gemilang sebagai local spirit crafter, DSP sebagai distributor minuman spirit, Breman Beer sebagai artisanal beer crafter, serta Balian sebagai brand air mineral.

Eksplorasi lintas kategori juga hadir melalui berbagai pelaku industri kuliner. Mamas & Soejasch membawa keahlian dalam pengolahan dan distribusi daging serta sosis, bersama Gripiz Pizza, Brofood (Boga Frozen Food) DimSum, dan Fruta Gelato yang menghadirkan karakter serta craft mereka masing-masing. Melengkapi kolaborasi tersebut, SIP turut hadir melalui solusi cup yang lebih ramah lingkungan.

“Kehadiran berbagai industri dalam satu ruang menjadi representasi nyata dari Blend Beyond Boundaries. Bukan sekadar menjadi customer gathering, event ini dirancang untuk membuka interaksi antara pelaku hospitality yang memiliki latar belakang dan keahlian berbeda. Dari sini, kami berharap dapat tercipta percakapan, pertukaran ide, serta kolaborasi yang membuka berbagai kemungkinan baru, ” ujar Karmelita Paula Costa, Head of Brand & Marketing SQUEEZE, CV Prima Indonesia.

Lebih dari sebuah event, SQUEEZE SUNDOWN VOL. 8 menjadi platform untuk mempertemukan people, craft, and ideas. Sebuah ruang dimana dunia kuliner, beverage, equipment, audio, hingga sustainability dapat saling terhubung dan menjadi bagian dari pengalaman hospitality yang lebih luas.

“Melalui SQUEEZE SUNDOWN VOL. 8, kami kembali menegaskan komitmen untuk terus tumbuh bersama para pelaku di dalam ekosistem hospitality, sekaligus menciptakan ruang bagi connection, collaboration, and creativity” ujar Yoppie Lesmana, General Manager SQUEEZE, CV Prima Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mahasiswa BINUS @Bandung Ini Bangun Bisnis Pertanian yang Kini Jangkau 59 Mitra Toko di 9 Kota

Bandung,  22 Oktober 2026 – Bagi sebagian mahasiswa, masa kuliah menjadi waktu untuk mengejar prestasi akademik atau memperluas organisasi dan pertemanan. Namun bagi sebagian lainnya, bangku perkuliahan juga menjadi tempat untuk mulai mewujudkan mimpi dan membangun sesuatu yang nyata. Dengan keberanian untuk memulai dari langkah kecil, berbagai ide yang lahir di lingkungan kampus dapat berkembang menjadi peluang bisnis yang memberikan dampak lebih luas.

Perjalanan tersebut dialami oleh Ibrena Hagan Reynard Singarimbun, mahasiswa Program Digital Business Innovation BINUS @Bandung (Binusian 2026) yang berhasil mengembangkan bisnisnya dari sebuah usaha konsinyasi sederhana hingga menjadi perusahaan yang bermitra dengan puluhan toko pertanian di Jawa Barat.

Bisnis yang dijalankan Ibrena bernama CV Anugerah Citra Semayang, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang distribusi dan penyediaan produk pertanian. Menariknya, bisnis tersebut lahir dari proses pembelajaran yang dijalaninya di BINUS @Bandung dan berkembang melalui Program Entrepreneurship BINUS Incubator.

Dalam perusahaan tersebut, Ibrena berperan sebagai Founder sekaligus CEO, dengan tanggung jawab mulai dari membangun konsep bisnis, menyusun strategi, memperluas jaringan kemitraan, hingga memastikan operasional perusahaan berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

Perjalanan tersebut dimulai sejak semester pertama saat Ibrena mencoba menjalankan usaha melalui sistem konsinyasi di kantin BINUS @Bandung. Pengalaman sederhana tersebut menjadi titik awal yang membuka matanya terhadap peluang bisnis yang lebih besar.

“Sejak awal menjadi mahasiswa BINUS @Bandung, saya mulai mencoba berwirausaha dengan menitipkan produk secara konsinyasi di kantin BINUS. Dari pengalaman tersebut, saya menyadari besarnya potensi pasar sekaligus peluang membangun jaringan yang dimiliki BINUS. Kesadaran itu mendorong saya untuk mengambil langkah yang lebih besar dan berkomitmen membangun bisnis secara serius,” ungkap Ibrena.

Selain aktif mengembangkan bisnis, Ibrena juga memanfaatkan pengalaman belajar yang tersedia di BINUS University melalui program Mobility ke BINUS @Kemanggisan pada semester lima hingga enam. Pengalaman tersebut memberinya kesempatan untuk belajar dalam lingkungan yang berbeda sekaligus memperluas wawasan mengenai dunia bisnis dan inovasi.

Setelah menyelesaikan program Mobility, ia melanjutkan perjalanan akademiknya melalui Program Enrichment Entrepreneurship BINUS Incubator yang menjadi salah satu titik penting dalam perkembangan bisnisnya. Melalui program tersebut, Ibrena memperoleh pendampingan, wawasan, serta akses ke berbagai jaringan yang mendukung pertumbuhan usahanya.

Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam mengembangkan CV Anugerah Citra Semayang menjadi bisnis yang beroperasi secara nyata. Hingga saat ini, perusahaan yang dibangunnya telah berkembang ke 9 kota dan menjalin kemitraan dengan 59 toko pertanian di Jawa Barat.

Bagi Ibrena, perjalanan membangun bisnis sambil menyelesaikan pendidikan tinggi mengajarkannya banyak hal tentang ketekunan, keberanian mengambil peluang, dan pentingnya konsistensi dalam menghadapi berbagai tantangan.

Saat ini, Ibrena berada di semester sembilan dan tengah menyelesaikan skripsinya sambil tetap menjalankan bisnis yang terus bertumbuh. Baginya, pengalaman tersebut membuktikan bahwa dunia perkuliahan dapat menjadi ruang yang tepat untuk memulai berbagai hal besar jika dimanfaatkan dengan baik.

Perjalanan Ibrena menunjukkan bagaimana ide yang dimulai dari lingkungan kampus dapat berkembang menjadi bisnis yang memberikan dampak nyata. Melalui keberanian untuk memulai, kemauan untuk terus belajar, serta pemanfaatan berbagai peluang yang tersedia selama perkuliahan, ia berhasil mengubah pengalaman belajar menjadi perusahaan yang terus bertumbuh hingga saat ini.

Hal tersebut sejalan dengan komitmen BINUS @Bandung sebagai Creative Technology & Entrepreneurship Campus yang mendorong mahasiswa untuk mengembangkan ide, mengeksplorasi peluang, dan memperoleh pengalaman nyata melalui berbagai program seperti Mobility, Enrichment, dan BINUS Incubator. Melalui ekosistem tersebut, mahasiswa tidak hanya dibekali dengan pengetahuan akademik, tetapi juga kesempatan untuk membangun inovasi, menciptakan bisnis, dan mempersiapkan diri menjadi entrepreneur masa depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

SUCOFINDO Dorong Pengelolaan Minyak Jelantah Bernilai Tambah melalui Peresmian UCOllect Box

Jakarta – Dalam rangka memperingati HUT ke-70, PT SUCOFINDO (PERSERO) berkolaborasi dengan PT Noovoleum Indonesia Investama menghadirkan fasilitas UCOllect Box di Graha SUCOFINDO, Jakarta. Inisiatif yang dilaksanakan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini bertujuan mendorong pengelolaan minyak jelantah secara bertanggung jawab sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah menjadi sumber daya bernilai tambah.

Dalam sambutannya, Direktur Sumber Daya Manusia PT SUCOFINDO (PERSERO), Budi Utomo, menyampaikan bahwa program TJSL berperan sebagai katalisator dalam mendorong pengelolaan minyak jelantah secara bertanggung jawab. Melalui inisiatif ini, minyak jelantah diharapkan dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku energi alternatif yang memberikan nilai tambah sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.

“Melalui kehadiran UCOllect Box, kami ingin mendorong kesadaran bahwa upaya menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana di sekitar kita. Kami berharap inisiatif ini tidak hanya diterapkan di lingkungan kerja, tetapi juga menginspirasi insan SUCOFINDO untuk menerapkan kebiasaan serupa di rumah dan membagikan manfaatnya kepada masyarakat,” ujarnya.

Selanjutnya, Kepala Unit TJSL PT SUCOFINDO (PERSERO), Nuri Hidayat, mengapresiasi dukungan seluruh pihak dalam menghadirkan UCOllect Box di Graha SUCOFINDO, Kantor Pusat. Nuri Hidayat berharap kehadiran fasilitas ini dapat meningkatkan kesadaran pegawai mengenai pentingnya pengelolaan limbah secara tepat.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pihak sehingga UCOllect Box dapat hadir di Graha SUCOFINDO. Melalui program ini, kami mengajak seluruh insan SUCOFINDO untuk memanfaatkan fasilitas ini agar tidak mencemari lingkungan dan tetap memiliki nilai manfaat. Kami berharap inisiatif ini dapat tumbuh menjadi budaya peduli lingkungan sekaligus memperkuat komitmen perusahaan dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG),” tutur Nuri Hidayat.

Dalam kesempatan yang sama, CEO PT Noovoleum Indonesia Investama, Karl Philippe Emmanuel Galarneau Micone, mengapresiasi kolaborasi dengan PT SUCOFINDO (PERSERO) dalam menghadirkan solusi pengelolaan minyak jelantah. Menurutnya, kerja sama ini menunjukkan pentingnya sinergi antara dunia usaha dan inovator dalam mendorong praktik keberlanjutan.

“Kami bangga dapat berkolaborasi dengan SUCOFINDO dalam menghadirkan UCOllect Box. Mesin ini dikembangkan dan diproduksi di Indonesia, sehingga menjadi salah satu contoh potensi inovasi dalam negeri untuk mendukung pengelolaan minyak jelantah yang lebih berkelanjutan. Dukungan SUCOFINDO terhadap inisiatif ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara perusahaan dan inovator dapat mendorong partisipasi yang lebih luas dalam menjaga lingkungan,” ujarnya.

Peresmian UCOllect Box ditandai dengan penyetoran minyak jelantah perdana oleh perwakilan manajemen PT SUCOFINDO (PERSERO) bersama PT Noovoleum Indonesia Investama. Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi penggunaan mesin serta sosialisasi aplikasi UCOllect kepada pegawai, meliputi tata cara penyetoran, pencatatan aktivitas, dan pemanfaatan fitur aplikasi dalam mendukung pengelolaan minyak jelantah.

Sebagai perusahaan Testing, Inspection, and Certification (TIC), PT SUCOFINDO (PERSERO) turut berkontribusi dalam mendukung keberlanjutan dan penerapan ESG melalui berbagai layanan, meliputi konsultasi dan pendampingan keberlanjutan, pengukuran dan pemantauan lingkungan, verifikasi emisi gas rumah kaca, serta audit dan sertifikasi sistem manajemen lingkungan. Melalui sinergi antara program TJSL dan layanan TIC, PT SUCOFINDO (PERSERO) terus mendorong terciptanya praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pertamina Foundation Hadirkan Daycare Bumi Patra Simprug untuk Mewujudkan Lingkungan Kerja Ramah Keluarga

JAKARTA – Pertamina Foundation secara resmi menandai dimulainya operasional layanan pengasuhan anak melalui penyelenggaraan Soft Opening Daycare Bumi Patra Simprug di area Kompleks Pertamina Simprug, Jakarta. Kehadiran fasilitas ini merupakan wujud nyata komitmen organisasi dalam menghadirkan ekosistem kerja yang ramah keluarga (family-friendly workplace), sekaligus memberikan dukungan pengasuhan anak yang aman, terstruktur, dan mendukung tumbuh kembang optimal bagi para pekerja.

Layanan pengasuhan anak ini terbuka untuk umum dengan prioritas khusus bagi putra-putri karyawan Pertamina Foundation serta civitas akademika dan staf Universitas Pertamina, serta para pekerja di lingkungan Kompleks Pertamina Simprug, mencakup rentang usia tiga bulan hingga tujuh tahun.

Berlokasi strategis di dekat area perkantoran, fasilitas ini dirancang untuk mempermudah aksesibilitas harian, meningkatkan efisiensi waktu, serta memberikan ketenangan pikiran bagi para orang tua khususnya para pekerja institusi di bawah naungan Pertamina dalam menjalankan tanggung jawab profesional sekaligus peran pengasuhan di dalam keluarga.

President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap kesejahteraan pekerja serta pemenuhan hak tumbuh kembang anak secara setara, termasuk bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

“Daycare Bumi Patra Simprug kami hadirkan untuk mendukung keseimbangan hidup para pekerja (work-life balance), sekaligus memastikan bahwa orang tua dapat bekerja dengan tenang karena buah hati mereka berada di lingkungan yang aman, penuh kasih, dan teredukasi dengan baik,” ungkap Agus.

Lebih lanjut, Agus menambahkan bahwa kehadiran fasilitas ini juga merefleksikan nilai-nilai inklusivitas sosial yang senantiasa dijunjung tinggi oleh Pertamina Foundation dalam setiap program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan.

“Kami juga membuka jangkauan layanan ini secara inklusif, termasuk bagi anak-anak berkebutuhan khusus, agar setiap anak memperoleh kesempatan dan ruang tumbuh kembang yang setara tanpa terkecuali,” imbuh Agus Mashud S. Asngari.

Dari perspektif pendidikan anak usia dini, pengasuhan pada masa awal kehidupan memegang peranan krusial bagi kondisi fisik, kognitif, emosional, serta sosial anak. Dengan ini, Daycare Bumi Patra Simprug menerapkan pendekatan pengasuhan terintegrasi yang memadukan lingkungan bermain aman, rutinitas harian konsisten, interaksi hangat yang responsif, serta pembiasaan positif guna melatih kemandirian anak sejak dini.

Guru Daycare Bumi Patra Simprug, Sayyidatun, menjelaskan bahwa proses adaptasi anak di lingkungan baru selalu menjadi prioritas utama. Langkah ini dijalankan agar setiap anak dapat merasa aman, nyaman, dan siap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan harian secara optimal.

“Kami mengedepankan pendekatan yang hangat dan responsif agar anak merasa aman, serta menstimulasi kemampuan sosial dan kognitif mereka melalui kegiatan bermain yang edukatif dan sesuai usia,” ujar Sayyidatun.

Selain aktivitas harian yang terstruktur, layanan ini dilengkapi dengan program pemantauan tumbuh kembang secara berkala, seperti skrining psikologi anak, pemeriksaan kesehatan rutin oleh dokter anak, deteksi kesehatan gigi sejak dini, hingga kegiatan edukatif luar ruangan (field trip). Seluruh aspek operasional dijalankan dengan memprioritaskan standar keselamatan, kebersihan, dan kesehatan yang ketat sesuai prinsip Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), termasuk pengawasan langsung yang cermat dan perlindungan privasi data kesehatan anak.

Melalui penyediaan fasilitas pengasuhan yang komprehensif ini, Pertamina Foundation berharap dapat membantu mengelola kebutuhan keluarga secara lebih terukur, yang pada akhirnya berdampak positif pada peningkatan fokus, produktivitas, serta kesejahteraan menyeluruh bagi para karyawan. Rangkaian kegiatan soft opening kemudian ditutup dengan doa bersama, tur pengenalan fasilitas, serta sesi ramah tamah untuk mempererat silaturahmi antara pengelola dan para orang tua.

Melalui langkah strategis ini, Pertamina Foundation terus memperkuat perannya dalam mendukung tumbuh kembang anak, pendidikan usia dini, serta pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), khususnya dalam pilar pekerjaan layak, pertumbuhan ekonomi, serta kesehatan dan kesejahteraan yang baik.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dari Kedaulatan Digital hingga AI untuk Semua

Seiring Indonesia memperkuat infrastruktur komputasi dan kemandirian teknologinya, para pembuat kebijakan dan pemimpin industri menghadapi tantangan yang lebih besar: memastikan kecerdasan buatan menciptakan peluang ekonomi bagi seluruh masyarakat.

Oleh Sachin V Gopalan, Founder & CEO, Indonesia Economic Forum

BALI, 22 Oktober 2026 — Ambisi Indonesia dalam bidang kecerdasan buatan (AI) memasuki tahap yang semakin menantang. Pembangunan pusat data, investasi perusahaan teknologi internasional, dan perluasan akses komputasi merupakan langkah penting, tetapi belum menjamin kemandirian teknologi maupun kemakmuran ekonomi. Tantangan utamanya adalah memastikan investasi memperkuat industri domestik, meningkatkan produktivitas, dan memperluas manfaat ekonomi ke berbagai sektor.

Hari keempat Bali Tech Week 2026 menyoroti tantangan tersebut melalui Sovereign Tech Summit, Digital Economy Policy Forum, dan agenda AI for All. Diskusi membahas infrastruktur, investasi, regulasi, serta upaya memastikan AI memberikan manfaat yang lebih merata bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Kedaulatan Digital Dimulai dari Kekuatan Komputasi

Nezar Patria menekankan bahwa kedaulatan digital tidak cukup diwujudkan melalui penyimpanan data di dalam negeri. Indonesia juga membutuhkan sumber daya komputasi, tenaga ahli, dan rantai pasok industri yang mendukung teknologi canggih.

Kapasitas pusat data Indonesia diperkirakan mencapai 580 megawatt dan ditargetkan meningkat menjadi 1,3 gigawatt pada 2027–2028. Namun, persaingan regional semakin ketat, terutama dengan Malaysia yang dilaporkan memiliki kapasitas lebih besar.

Sistem AI membutuhkan prosesor canggih, listrik yang andal, sistem pendingin, dan jaringan komunikasi berkapasitas tinggi. Karena itu, Indonesia perlu memperkuat kemampuan dalam bidang semikonduktor, perangkat keras, riset, dan pengembangan talenta melalui kemitraan internasional.

Empat Komitmen untuk Mengubah Diskusi Menjadi Aksi

Sovereign Tech Summit menghasilkan empat prioritas tindak lanjut yang disampaikan Nezar Patria.

Pertama, menyusun kajian infrastruktur nasional dalam 30 hari yang mencakup jaringan serat optik, kabel bawah laut, dan konektivitas satelit. Kedua, mendorong adopsi teknologi melalui proyek percontohan bersama BUMN, perusahaan besar, dan UMKM.

Ketiga, memperkuat pengembangan talenta AI melalui kerja sama universitas, peneliti, dan industri. Keempat, menyelaraskan regulasi, termasuk untuk teknologi seperti layanan satelit orbit rendah.

Nezar menekankan pentingnya mengukur keberhasilan forum melalui tindakan setelah acara. Kajian infrastruktur dalam 30 hari menjadi salah satu tolok ukur awal untuk memastikan diskusi dan inisiatif teknologi menghasilkan program terkoordinasi dengan dampak nyata.

Menjadikan Infrastruktur Berdaulat Bernilai Komersial

TelkomGroup melalui bisnis pusat datanya, NeutraDC, memberikan perspektif industri mengenai pengembangan infrastruktur digital nasional. Erik Orbandi, Vice President of Sales and Marketing NeutraDC, disorot dalam pemberitaan pascaacara terkait percepatan adopsi infrastruktur digital berdaulat oleh perusahaan.

Pusat data dan layanan komputasi awan membutuhkan investasi besar, tetapi nilai ekonominya bergantung pada pemanfaatan oleh perusahaan dan institusi. Infrastruktur tersebut perlu menyediakan layanan yang andal dan kompetitif untuk pengolahan data hingga kebutuhan AI.

Investasi tidak otomatis menghasilkan inovasi domestik. Tanpa permintaan yang cukup dari perusahaan Indonesia, fasilitas tersebut berisiko memberikan kontribusi terbatas. Sebaliknya, meningkatnya kebutuhan terhadap AI, komputasi awan, dan perangkat lunak lokal dapat menarik investasi, mendukung penyedia teknologi domestik, dan membuka peluang kerja bagi tenaga ahli.

Karena itu, pembangunan infrastruktur harus disertai proyek percontohan dan adopsi teknologi nyata agar mampu meningkatkan produktivitas serta memperluas pilihan penyedia layanan bagi perusahaan.

Kebijakan Ekonomi Digital: Kedaulatan Tanpa Isolasi

Digital Economy Policy Forum membahas ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA), arus data lintas negara, pajak digital, tata kelola data, dan persaingan pasar digital yang adil.

Pemerintah perlu melindungi infrastruktur strategis dan informasi sensitif, tetapi inovasi serta perdagangan digital juga membutuhkan konektivitas internasional. Perusahaan Indonesia dapat menggunakan layanan komputasi awan dari luar negeri dan melayani pelanggan di berbagai negara ASEAN.

Kebijakan yang mendukung teknologi domestik dapat memperkuat kemampuan nasional. Namun, pembatasan yang tidak tepat berisiko meningkatkan biaya bisnis dan menghambat investasi.

Keselarasan regulasi ASEAN dan pengurangan hambatan perdagangan digital dapat membantu perusahaan Indonesia memperluas pasar. Dengan demikian, kedaulatan teknologi dapat berjalan seiring dengan keterbukaan internasional, kemitraan, dan pertumbuhan komersial.

AI untuk Semua: Mengatasi Kesenjangan Digital Indonesia

Sesi AI for All: Catalyzing Inclusive Economic Growth in Indonesia membahas hubungan antara pertumbuhan ekonomi, literasi digital, dan infrastruktur publik digital.

Susunan panel yang diumumkan mencakup Dandy Rafitrandi, peneliti CSIS Indonesia; Donny B.U., pendiri ICT Watch; dan Gopa Kumar T.N., CEO Protean International DMCC. Bambang Cahyo Susilo, Co-founder dan CFO Eratani, tercantum sebagai moderator.

Riset yang dikutip dalam bahan konferensi memperkirakan adopsi AI mencapai sekitar 15% pada usaha kecil Indonesia, dibandingkan 63% pada perusahaan besar. Peningkatan adopsi AI oleh usaha kecil diperkirakan berpotensi menyumbang Rp910 triliun, setara 3,8% terhadap PDB Indonesia.

AI dapat membantu UMKM mengelola persediaan, melayani pelanggan, merencanakan produksi, dan mengakses layanan keuangan. Namun, manfaatnya bergantung pada ketersediaan aplikasi yang terjangkau dan sesuai kebutuhan.

Kesenjangan perangkat, akses internet, dan keterampilan digital juga dapat membuat sebagian masyarakat tertinggal. Perempuan, pekerja muda, usaha informal, dan masyarakat di luar Jawa membutuhkan akses lebih luas terhadap pelatihan serta peluang ekonomi.

Infrastruktur publik digital dapat membantu memperluas partisipasi. Pengalaman Protean dalam sistem identitas, pensiun, dan verifikasi digital di India menunjukkan bagaimana infrastruktur tepercaya dan interoperabel dapat mendukung layanan berbagai institusi. Inisiatif pertanian berbasis AI di Ethiopia, yang menggabungkan identifikasi petani dan konsultasi dalam bahasa lokal, juga memperlihatkan manfaat teknologi yang dirancang sesuai kebutuhan masyarakat.

Di Indonesia, AI dapat membantu pedagang kecil merencanakan stok, petani memperoleh rekomendasi sesuai kondisi lokal, dan pekerja informal mengakses layanan keuangan maupun administrasi.

Pemerataan AI membutuhkan lebih dari distribusi perangkat lunak. Sistem digital tepercaya, aplikasi praktis, keterampilan relevan, dan institusi yang mampu menyediakan layanan dalam skala luas juga diperlukan.

Dari Investasi Infrastruktur Menuju Nilai Ekonomi

Keberhasilan transformasi digital Indonesia tidak cukup diukur dari jumlah pusat data atau besarnya investasi teknologi. Semua itu merupakan sarana untuk mencapai pembangunan ekonomi.

Indonesia perlu menggabungkan investasi dengan inovasi domestik, lapangan kerja berketerampilan tinggi, perusahaan kompetitif, dan layanan yang meningkatkan produktivitas.

Infrastruktur menyediakan kapasitas, sementara keterampilan dan aplikasi menciptakan permintaan. Permintaan komersial menarik investasi tambahan, sedangkan tata kelola yang efektif membangun kepercayaan.

Komputasi canggih membutuhkan listrik terjangkau, sementara perusahaan teknologi domestik memerlukan modal dan tenaga ahli. UMKM juga membutuhkan solusi praktis yang mudah digunakan. Karena itu, kerja sama pemerintah, penyedia infrastruktur, pengembang teknologi, universitas, lembaga keuangan, dan komunitas bisnis menjadi penting.

Ujian Sesungguhnya bagi Ambisi AI Indonesia

Hari keempat Bali Tech Week 2026 membawa diskusi dari potensi teknologi menuju prioritas pembangunan yang lebih konkret.

Penekanan Nezar Patria terhadap kapasitas komputasi memperjelas tantangan infrastruktur, sementara empat komitmen tindak lanjut memberikan arah aksi yang terukur. Diskusi industri menyoroti pentingnya adopsi komersial, sedangkan Digital Economy Policy Forum menegaskan perlunya regulasi yang terbuka dan kompetitif.

Pembahasan AI inklusif mengingatkan bahwa seluruh upaya tersebut harus memberikan manfaat nyata bagi bisnis dan masyarakat.

Masa depan digital Indonesia membutuhkan kemampuan nasional, kerja sama internasional, investasi yang diikuti adopsi komersial, serta inovasi dengan tata kelola yang efektif.

Ujian sebenarnya bagi ambisi AI Indonesia bukanlah seberapa banyak teknologi yang dapat dibangun atau dikendalikan, melainkan seberapa efektif teknologi tersebut menciptakan produktivitas, peluang, dan kemakmuran bagi perekonomian.

Tentang Bali Tech Week 2026

Bali Tech Week 2026 (BTW 2026) merupakan inisiatif Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) yang dikelola bersama DS Group sebagai platform kolaborasi pemerintah, industri, startup, investor, dan komunitas teknologi.

Edisi perdana BTW 2026 diselenggarakan pada 19–23 Oktober 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Bali, dengan tema “Archipelago Ascending — Maju Bersama, Berinovasi Lebih Jauh”.

Menggabungkan 13 acara utama, BTW 2026 mencakup berbagai bidang, termasuk startup, gim, AI, keamanan siber, aset digital, infrastruktur, kebijakan, dan investasi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

AI Indonesia Mulai Terwujud di Bali Tech Week 2026

Dari inisiatif kecerdasan buatan (AI) Indonesia-Singapura hingga kemunculan pengembang gim lokal dan upaya menarik investasi startup, hari ketiga Bali Tech Week menyoroti tantangan mengubah ambisi teknologi menjadi nilai ekonomi nasional.

Oleh Sachin V Gopalan, Founder & CEO Indonesia Economic Forum

BALI, 21 Oktober 2026 — Indonesia telah berkembang menjadi salah satu pasar digital terbesar di dunia. Namun, besarnya jumlah konsumen digital belum menjamin Indonesia menjadi produsen teknologi terkemuka. Tantangan berikutnya adalah membangun kapabilitas domestik, kekayaan intelektual, investasi, dan kemitraan internasional agar Indonesia dapat memperoleh nilai ekonomi lebih besar dari transformasi digital.

Tema tersebut menjadi sorotan pada hari ketiga Bali Tech Week 2026 melalui AI Impact Summit, Indonesia Game Developer Exchange (IGDX), dan pembahasan investasi startup. Berbagai inisiatif ini menunjukkan upaya Indonesia untuk beralih dari sekadar pengguna teknologi menjadi negara yang mampu mengembangkan dan mengomersialkannya.

Project NUSA: Pendekatan Baru terhadap Kedaulatan AI

Salah satu pengumuman utama AI Impact Summit adalah Project NUSA, singkatan dari Network for Unified, Secure AI, hasil kolaborasi antara Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial Indonesia (KORIKA) dan AI Singapore. Inisiatif ini diperkenalkan oleh Ketua KORIKA Hammam Riza bersama perwakilan AI Singapore, William Tjhi.

Kolaborasi tersebut menggabungkan ekosistem riset Singapura dengan pasar Indonesia yang besar, tenaga kerja teknologi yang berkembang, dan kebutuhan aplikasi AI untuk berbagai sektor.

Keberhasilan Project NUSA akan ditentukan oleh kemampuannya menghasilkan keahlian lokal, sistem yang berfungsi, dan aplikasi bernilai komersial, bukan sekadar pengumuman kerja sama.

AI sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang menyampaikan sambutan secara virtual, menyoroti potensi AI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

AI dapat meningkatkan efisiensi manufaktur, memperkuat analisis risiko keuangan, mengoptimalkan logistik, dan meningkatkan pelayanan publik. Namun, manfaat tersebut membutuhkan infrastruktur yang andal, data berkualitas, tenaga profesional terlatih, serta penyesuaian proses bisnis.

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga perlu memperoleh akses terhadap teknologi ini. Perangkat terjangkau, pelatihan praktis, dan aplikasi yang sesuai kebutuhan industri dapat membantu mereka berpartisipasi dalam transformasi digital.

KORIKA turut berperan menghubungkan riset, kebijakan pemerintah, dan kebutuhan industri. Perguruan tinggi serta lembaga riset membutuhkan akses terhadap komputasi, data, pendanaan, dan mitra bisnis agar penelitian dapat dikembangkan menjadi produk komersial.

Sementara itu, industri membutuhkan solusi yang relevan dengan kebutuhan Indonesia, mulai dari pertanian, mobilitas perkotaan, inklusi keuangan, hingga administrasi publik. Tujuannya adalah mendorong lahirnya perusahaan lokal yang mampu mengembangkan teknologi bernilai dan bersaing di pasar regional.

Industri Game: Peluang Ekspor Digital Indonesia

Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) 2026 mempertemukan pengembang gim, penerbit, dan pelaku industri internasional selama tiga hari. Ketua Asosiasi Game Indonesia, Shafiq Husein, menyampaikan bahwa sekitar 240 pengembang gim berpartisipasi dalam acara tersebut.

Indonesia memiliki pasar gim yang besar, tetapi nilai komersialnya masih banyak mengalir kepada pengembang dan pemilik platform luar negeri. Penguatan studio lokal dapat membuka peluang untuk menciptakan kekayaan intelektual orisinal, menghasilkan pendapatan ekspor, dan menyediakan lapangan kerja di bidang teknologi serta industri kreatif.

IGDX menjadi wadah penting untuk membangun hubungan bisnis, menjajaki kesepakatan penerbitan, dan memperluas peluang distribusi. Perkembangan ini menunjukkan bahwa ekonomi digital Indonesia dapat menghasilkan nilai lebih besar melalui produk dan kekayaan intelektual yang mampu dipasarkan secara internasional.

Target Investasi Startup Rp1 Triliun

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Edwin Hidayat Abdullah, menyampaikan ambisi pemerintah untuk memfasilitasi investasi startup sekitar Rp1 triliun sepanjang 2026.

Hingga 21 Oktober, sekitar Rp400 miliar telah terealisasi, sementara tambahan Rp600 miliar masih diupayakan hingga akhir tahun.

Di tengah kondisi pendanaan yang semakin selektif, investor kini lebih memperhatikan pendapatan berkelanjutan, profitabilitas, permintaan pelanggan, dan model bisnis yang jelas.

Program seperti HUB.ID dapat membantu mempertemukan startup dengan investor, pelanggan korporasi, dan mitra strategis. Namun, target investasi perlu dibedakan dari komitmen maupun transaksi yang benar-benar telah diselesaikan.

Prioritas Indonesia bukan hanya menarik modal, melainkan memastikan investasi mendukung perusahaan yang mampu membangun nilai teknologi dan komersial secara berkelanjutan.

Open Networks: Pelajaran ONDC India bagi Ekonomi Digital Indonesia

Bali Tech Week 2026 juga menyoroti jaringan perdagangan digital terbuka melalui sesi yang menghadirkan T. Koshy, pendiri sekaligus Managing Director dan CEO Open Network for Digital Commerce (ONDC) India serta Komisaris Indonesia Open Network (ION). Sesi yang dimoderatori Alvin Evander tersebut membahas pengalaman India membangun infrastruktur perdagangan digital yang interoperabel.

Berbeda dengan lokapasar konvensional, ONDC memungkinkan aplikasi, pedagang, dan penyedia layanan independen terhubung melalui protokol bersama. Dengan demikian, pelaku usaha dapat menjangkau ekosistem perdagangan yang lebih luas tanpa sepenuhnya bergantung pada satu platform.

Pendekatan ini relevan bagi UMKM Indonesia yang menghadapi tantangan dalam memperluas pasar, meningkatkan visibilitas digital, mengelola logistik, dan menanggung biaya perdagangan daring.

Indonesia Open Network (ION), yang mengadopsi arsitektur ONDC India dan kerangka interoperabilitas Beckn, mengembangkan pendekatan serupa sesuai kondisi pasar Indonesia. ION bertujuan menghubungkan aplikasi pembeli, platform penjual, penyedia logistik, layanan pembayaran, dan peserta ekosistem lainnya melalui infrastruktur bersama.

Jaringan terbuka berpotensi memperluas akses pasar, mendorong persaingan, dan membuka ruang inovasi bagi penyedia layanan. Pengalaman India menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi digital tidak harus bergantung pada platform eksklusif, tetapi dapat dibangun melalui infrastruktur bersama yang memungkinkan berbagai bisnis berkolaborasi.

Kemitraan Internasional dan Nilai Ekonomi Nasional

Project NUSA menghubungkan pengembangan AI Indonesia dengan keahlian Singapura, sementara IGDX membuka peluang bagi pengembang lokal untuk berinteraksi dengan penerbit dan investor global. Kemitraan ini penting untuk memperluas akses terhadap pengetahuan, modal, dan pasar internasional.

Namun, manfaatnya bagi Indonesia akan lebih besar apabila kolaborasi tersebut memperkuat kemampuan domestik. Dalam bidang AI, prioritasnya mencakup pengembangan talenta, data relevan, aplikasi lokal, dan pengelolaan teknologi yang bertanggung jawab. Industri gim perlu memperkuat kepemilikan kekayaan intelektual, sedangkan startup membutuhkan investasi yang disertai akses pasar dan pengalaman komersial.

Besarnya pasar Indonesia merupakan keunggulan, tetapi tidak otomatis menjamin kepemimpinan teknologi. Tantangannya adalah menjadikan kemitraan internasional sebagai sarana meningkatkan daya saing nasional, bukan sekadar memperluas pasar bagi teknologi asing.

Dari Konsumsi Digital Menuju Penciptaan Teknologi

Hari ketiga Bali Tech Week 2026 memperlihatkan perkembangan di berbagai sektor. Peneliti AI membangun kapabilitas nasional melalui kolaborasi, pemerintah mendorong produktivitas, pengembang gim menciptakan produk untuk pasar global, dan startup mencari investasi untuk memperluas bisnis.

Perkembangan tersebut mencerminkan arah transformasi digital Indonesia, dari ekonomi yang terutama digerakkan oleh konsumsi menuju ekonomi yang mampu menciptakan lebih banyak teknologi, produk, dan nilai ekonomi sendiri.

Transisi ini membutuhkan investasi berkelanjutan dalam talenta, riset, komersialisasi, dan koordinasi antarlembaga. Keberhasilannya perlu diukur melalui teknologi yang berfungsi, perusahaan yang berkembang, lapangan kerja berketerampilan tinggi, serta produk yang mampu bersaing secara internasional.

Masa depan digital Indonesia tidak hanya ditentukan oleh seberapa luas teknologi diadopsi, tetapi juga oleh kemampuan negara untuk mengembangkan, memiliki, dan mengomersialkannya.

Tentang Bali Tech Week 2026

Bali Tech Week 2026 (BTW 2026) merupakan inisiatif Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi), yang dikelola bersama DS Group sebagai platform kolaborasi pemerintah, industri, startup, investor, dan komunitas teknologi.

Edisi perdana BTW 2026 berlangsung pada 19–23 Oktober 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Bali, dengan tema “Archipelago Ascending — Maju Bersama, Berinovasi Lebih Jauh.” Menggabungkan 13 acara utama, BTW 2026 mencakup startup, gim, AI, keamanan siber, aset digital, infrastruktur, kebijakan, dan investasi. Acara ini menargetkan lebih dari 4.000 peserta, termasuk 1.000 delegasi internasional dari lebih dari 30 negara.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PERTASINDO Gelar SIERA III 2026: Dorong Penguatan Ketahanan Kesehatan Nasional Melalui Kerangka 5M

Perkumpulan Ketahanan Kesehatan Indonesia (PERTASINDO) menggelar The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA) pada 21-23 Oktober 2026 di Jakarta. Mengusung tema “Advancing Health Resilience Through the 5M Framework: Man, Money, Material, Machine, and Methods”, forum ini mempertemukan pembuat kebijakan, praktisi kesehatan militer dan sipil, akademisi, serta pakar internasional untuk membahas strategi penguatan ketahanan kesehatan Indonesia secara terintegrasi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tips Menabung Cepat untuk Membeli HP Keluaran Terbaru

HP keluaran terbaru sering kali menawarkan peningkatan kamera, performa, kapasitas penyimpanan, dan fitur lainnya. Jika ingin mengganti HP, kamu bisa mulai dengan menyiapkan dana secara bertahap agar pembelian tidak mengganggu anggaran kebutuhan sehari-hari.

Menabung untuk membeli HP tidak harus dimulai dengan nominal besar. Dengan menentukan target, mengatur pengeluaran, dan menyisihkan uang secara rutin, kamu bisa membangun kebiasaan menabung harian yang lebih terarah.

1. Tentukan Target Harga HP yang Ingin Dibeli

Langkah pertama adalah menentukan HP yang ingin kamu beli dan memperkirakan total dana yang dibutuhkan. Jangan hanya melihat harga perangkat, tetapi pertimbangkan juga aksesori atau kebutuhan tambahan jika memang diperlukan.

Setelah mengetahui target, kurangi harga tersebut dengan dana yang sudah tersedia. Hasilnya adalah jumlah yang perlu kamu kumpulkan melalui tabungan.

Sebagai contoh, jika HP yang diinginkan seharga Rp6.000.000 dan kamu sudah memiliki tabungan Rp1.000.000, berarti dana yang perlu dikumpulkan lagi sebesar Rp5.000.000.

2. Buat Target Menabung Harian

Salah satu tips menabung harian yang bisa diterapkan adalah membagi target tabungan berdasarkan waktu yang tersedia. Cara ini membantu kamu mengetahui berapa banyak uang yang perlu disisihkan secara rutin.

Misalnya, kamu perlu mengumpulkan Rp5.000.000 dalam waktu lima bulan atau sekitar 150 hari. Dengan perhitungan sederhana, kamu perlu menyisihkan sekitar Rp33.334 per hari, atau sekitar Rp1.000.000 per bulan.

Kamu bisa menyesuaikan target tersebut dengan kondisi keuangan. Jika nominal harian terasa berat, perpanjang waktu menabung atau cari pengeluaran yang bisa dikurangi tanpa mengorbankan kebutuhan pokok.

3. Evaluasi Pengeluaran yang Bisa Dikurangi

Agar target lebih cepat tercapai, periksa kembali pengeluaran sehari-hari. Bukan berarti semua pengeluaran hiburan harus dihilangkan, tetapi kamu bisa menentukan prioritas berdasarkan kebutuhan.

Misalnya, kurangi pembelian impulsif, batasi pesan makanan jika masih ada pilihan yang lebih hemat, atau pertimbangkan kembali langganan yang jarang digunakan.

Dana yang berhasil dihemat dapat langsung dialokasikan ke tabungan HP. Dengan begitu, penghematan memiliki tujuan yang jelas dan lebih mudah dievaluasi setiap minggu.

4. Pisahkan Dana Tabungan dari Uang Harian

Salah satu tips menabung harian yang bisa diterapkan adalah memisahkan dana untuk membeli HP dari uang yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan begitu, saldo tabungan lebih mudah dipantau dan tidak tercampur dengan pengeluaran rutin.

Kamu bisa menggunakan aplikasi menabung harian untuk memeriksa saldo, mencatat setoran, dan memantau perkembangan target. Pilih aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan serta perhatikan fitur, biaya, dan ketentuan produk sebelum menggunakannya.

5. Pertimbangkan Bunga Tabungan untuk Menambah Dana

Selain menyisihkan uang secara rutin, kamu juga bisa mempertimbangkan bunga tabungan sebagai tambahan dana. Saat membandingkan produk, perhatikan tingkat bunga, cara perhitungan, dan frekuensi pembayaran bunga.

Istilah tabungan bunga harian merujuk pada produk tabungan yang memberikan bunga dengan perhitungan atau pembayaran harian sesuai ketentuan produknya. Sementara itu, bunga cair harian berarti bunga dibayarkan setiap hari, tetapi bukan berarti tingkat bunga tahunan diterima secara penuh setiap hari.

Jika sedang mencari informasi mengenai bunga tabungan neobank, periksa suku bunga dan ketentuan Tabungan NOW melalui kanal resmi Bank Neo Commerce.

Perlu diingat, hasil bunga tetap bergantung pada saldo, lama penyimpanan, pajak, dan ketentuan yang berlaku. Karena itu, bunga sebaiknya menjadi tambahan, bukan sumber utama untuk mencapai target pembelian HP.

6. Pantau Progres dan Sesuaikan Target

Catat jumlah dana yang berhasil dikumpulkan setiap minggu atau setiap bulan. Jika progres belum sesuai rencana, evaluasi kembali nominal setoran dan pengeluaran yang dapat disesuaikan.

Kamu juga bisa memanfaatkan uang tambahan, seperti bonus atau penghasilan sampingan, untuk mempercepat pencapaian target. Namun, pastikan kebutuhan pokok, dana darurat, dan kewajiban finansial tetap menjadi prioritas.

Jika harga HP berubah atau muncul model baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan, evaluasi kembali target pembelian sebelum mengambil keputusan. Dengan begitu, kamu tidak perlu memaksakan pembelian hanya karena sudah menentukan tenggat waktu.

Menabung untuk HP Lebih Terencana dengan Tabungan NOW

Konsistensi menjadi kunci dalam mengumpulkan dana untuk membeli HP keluaran terbaru. Dengan target yang realistis, setoran rutin, dan pemisahan dana dari pengeluaran harian, proses menabung dapat dilakukan secara lebih terarah. Untuk membantu mengelola dana tabungan, Tabungan NOW dari neobank menawarkan suku bunga 4% per tahun dan bunga cair harian. 

Dengan fitur yang mendukung pengelolaan tabungan, kamu bisa memantau perkembangan dana secara berkala dan menyesuaikan nominal setoran sesuai kemampuan. Jadikan kebiasaan menabung sebagai bagian dari perencanaan keuangan agar keinginan memiliki HP keluaran terbaru dapat diwujudkan tanpa mengabaikan kebutuhan utama.

***

Fitur, biaya, dan ketentuan produk dapat berubah sesuai kebijakan masing-masing penyedia layanan. 

*Perhatikan tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Simpanan dengan bunga melebihi tingkat bunga penjaminan tidak dijamin oleh LPS. Tingkat bunga penjaminan LPS sampai 31 Januari 2027 adalah 3,75% per tahun.

Jika ingin mulai menggunakan Tabungan NOW, unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Tabungan NOW di website resmi Bank Neo Commerce.  

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Waskita Beton Precast Laksanakan RUPSLB, Bahas Langkah Perseroan ke Depan

Jakarta, Oktober 2026 – PT Waskita Beton Precast Tbk melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan agenda pengukuhan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham sebelumnya terkait konversi utang menjadi ekuitas dan penyesuaian permodalan Perseroan. Agenda tersebut berkaitan dengan pelaksanaan ketentuan Perjanjian Perdamaian.

Dalam RUPSLB, pemegang saham menyetujui agenda terkait pengukuhan keputusan RUPS sebelumnya mengenai konversi utang menjadi ekuitas bagi kreditur tertentu, penyesuaian jumlah penerbitan saham biasa Seri C, serta penambahan modal ditempatkan dan disetor melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) beserta perubahan Anggaran Dasar Perseroan.

Salah satu agenda yang disetujui mencakup penyesuaian nilai penyelesaian utang Perseroan kepada kreditur golongan Tranche D dari maksimal Rp1,713 triliun menjadi maksimal Rp1,719 triliun. Agenda ini merujuk pada pengukuhan keputusan RUPSLB 30 Juni 2023 dan RUPS Tahunan 22 Mei 2025 mengenai konversi utang menjadi ekuitas kepada kreditur tertentu.

Selain itu, pemegang saham menyetujui penyesuaian jumlah penerbitan saham biasa Seri C menjadi sebanyak-banyaknya 33.831.589.017 saham. Persetujuan juga mencakup penambahan modal ditempatkan dan disetor melalui PMTHMETD menjadi sebanyak-banyaknya Rp4,328 triliun serta perubahan Anggaran Dasar Perseroan yang berkaitan dengan agenda tersebut.

Rangkaian agenda tersebut merupakan bagian dari proses korporasi Waskita Beton Precast dalam menindaklanjuti Perjanjian Perdamaian sekaligus mempersiapkan langkah Perseroan ke depan.

“Waskita Beton Precast menjalankan agenda korporasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan terus berupaya memenuhi kewajiban berdasarkan Perjanjian Perdamaian. Persetujuan pemegang saham atas agenda ini menjadi landasan bagi Perseroan untuk melanjutkan langkah korporasi ke depan, sejalan dengan upaya menjaga keberlangsungan usaha,” ujar Fandy Dewanto Kepala Divisi Corporate Secretary Waskita Beton Precast.

Waskita Beton Precast senantiasa mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, termasuk kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan keterbukaan informasi kepada pemegang saham serta pemangku kepentingan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES