Enam Tahun IFG Life, Terus Bertumbuh untuk Hidup Lebih Berarti

Jakarta, 22 Oktober 2026 – PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), anggota Indonesia Financial Group (IFG), BUMN holding asuransi, penjaminan, dan investasi, memperingati enam tahun perjalanan dengan memperkuat komitmen untuk menghadirkan perlindungan yang bermakna bagi masyarakat Indonesia. Mengusung semangat Hidup Lebih Berarti, IFG Life terus bertumbuh melalui penguatan layanan, perluasan kemitraan, inovasi digital, serta berbagai inisiatif sosial yang mendukung kebutuhan masyarakat di setiap tahap kehidupan.

Salah satu wujud komitmen tersebut tercermin dari pembayaran klaim yang mencapai Rp33,76 triliun sejak berdiri pada Oktober 2020 hingga September 2026. Capaian tersebut menegaskan tanggung jawab IFG Life dalam memenuhi kewajiban kepada para pemegang polisnya.

Enam tahun perjalanan ini menjadi momentum bagi IFG Life untuk terus memperkuat perannya sebagai perusahaan asuransi jiwa dan kesehatan yang berfokus pada proteksi. Bagi IFG Life, pertumbuhan tidak hanya tercermin dari perkembangan bisnis, tetapi juga dari kemampuan perusahaan menjaga komitmen perlindungan, meningkatkan kualitas pelayanan, dan menghadirkan manfaat yang relevan bagi nasabah serta masyarakat luas.

Direktur Keuangan IFG Life, Ryan Diastana Firman, mengatakan bahwa enam tahun perjalanan perusahaan menjadi momentum untuk merefleksikan pencapaian sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.

“Enam tahun perjalanan IFG Life menjadi momentum bagi kami untuk terus menghadirkan perlindungan yang bermakna bagi masyarakat Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperluas akses perlindungan melalui kemitraan strategis, serta menghadirkan inovasi yang memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan asuransi,” ujar Ryan.

Memperkuat Akses Perlindungan melalui Kemitraan Strategis

Dalam memperluas akses perlindungan, IFG Life terus membangun kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, termasuk perbankan. Kerja sama ini menjadi salah satu jalur distribusi untuk mendekatkan produk perlindungan kepada masyarakat melalui jaringan dan layanan mitra.

Sejumlah kolaborasi yang dijalankan IFG Life mencakup kerja sama dengan bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam Danantara Housing Expo; serta kemitraan dengan Hana Bank, Bank Sulselbar, dan Bank Papua. Melalui kolaborasi tersebut, IFG Life berupaya memperluas jangkauan layanan dan menghadirkan pilihan perlindungan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasabah.

Penguatan kemitraan ini sejalan dengan upaya IFG Life untuk terus meningkatkan relevansi layanan asuransi jiwa dan kesehatan. Dengan membangun kolaborasi bersama berbagai pelaku industri keuangan, IFG Life berupaya membuka akses yang lebih luas sekaligus memperkuat sinergi dalam memberikan layanan kepada masyarakat.

Menghadirkan Kemudahan Layanan melalui Transformasi Digital

Selain memperkuat kemitraan, IFG Life terus mengembangkan layanan digital untuk memberikan kemudahan bagi nasabah dalam mengakses informasi dan mengelola perlindungan. Melalui One by IFG, platform digital terpadu yang memungkinkan pengguna mengakses produk asuransi jiwa, mengeksplorasi serta membeli produk sesuai kebutuhan, hingga mengelola polis secara digital dalam satu aplikasi.

One by IFG juga mengintegrasikan layanan kesehatan pendukung, seperti konsultasi dokter secara daring dan penerbitan surat rujukan medis, sehingga nasabah dapat mengakses berbagai layanan dalam satu ekosistem.

Pengembangan layanan digital merupakan upaya menghadirkan pengalaman layanan yang semakin praktis dan terintegrasi. Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung peningkatan literasi asuransi dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan perlindungan.

Tumbuh Bersama Masyarakat, Menghadirkan Manfaat yang Lebih Luas

Komitmen IFG Life dalam menghadirkan hidup lebih berarti juga diwujudkan melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). Program-program tersebut mencakup edukasi literasi keuangan kepada mahasiswa, komunitas UMKM perempuan, dan pengemudi ojek daring tunarungu.

IFG Life juga menjalankan berbagai inisiatif sosial lainnya, mulai dari donasi pada hari besar keagamaan hingga bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana alam serta kebakaran hutan dan lahan. Di bidang lingkungan, perusahaan turut melaksanakan kegiatan pelestarian lingkungan, seperti penanaman mangrove dan pelestarian terumbu karang, sebagai bagian dari upaya mendukung keberlanjutan.

Berbagai inisiatif tersebut mencerminkan upaya IFG Life untuk memperluas kontribusinya melampaui layanan perlindungan asuransi. Melalui edukasi, pemberdayaan, kepedulian sosial, dan pelestarian lingkungan, perusahaan berupaya berkontribusi terhadap masyarakat sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya kesiapan finansial dan keberlanjutan.

“Sejalan dengan tema ulang tahun keenam IFG Life, Hidup Lebih Berarti, kami percaya bahwa peran IFG Life tidak berhenti pada penyediaan produk perlindungan. Kami ingin tumbuh bersama masyarakat Indonesia, memberikan edukasi keuangan, mendukung pemberdayaan komunitas, serta berkontribusi ke lingkungan. Ke depan, IFG Life akan terus berupaya menghadirkan perlindungan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus memastikan setiap langkah pertumbuhan perusahaan membawa manfaat yang lebih luas,” tambah Ryan.

Bagi IFG Life, semangat Hidup Lebih Berarti diwujudkan melalui upaya untuk terus bertumbuh, melindungi hal-hal yang berarti bagi masyarakat, dan melayani dengan sepenuh hati. Dengan komitmen tersebut, IFG Life berharap dapat terus mendampingi masyarakat dalam menghadapi berbagai risiko, menjaga kesejahteraan keluarga, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik di setiap tahap kehidupan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Generasi Muda Vietnam “Melangkah ke Panggung Global” di Ibu Kota Mode Milan

Di sela-sela hari yang dihabiskan dengan menjelajahi Milan—ibu kota mode yang megah serta Venesia yang puitis, dua jiwa yang sejalan di usia dua puluhan telah menorehkan langkah awal dari sebuah impian besar. Mereka adalah Namie Trịnh dan Nguyễn Thị Hiền Thảo, sosok di balik koleksi peragaan busana terbaru bertajuk “Gods within Her”.

Terinspirasi oleh perjalanan tersebut, proyek mode “Gods within Her” dari LA TRỊNH Atelier resmi diluncurkan, menarik perhatian besar dari para penikmat mode maupun media internasional.

Aspirasi untuk Membawa Material Kerajinan Tradisional Vietnam ke Kancah Global, Sekaligus Menyoroti Simbol Budaya Vietnam dan Asia di Eropa

Desainer Namie Trịnh mengungkapkan: “Kami memiliki impian yang membara: membawa bakat kreatif, seni bercerita, dan haute couture (busana adibusana) dari Vietnam ke panggung mode dunia.”

Generasi muda memiliki energi yang sungguh luar biasa. Ketika bakat, dedikasi penuh, dan solidaritas berpadu, karya yang dihasilkan bukan sekadar pekerjaan, melainkan simbol persahabatan yang mendalam dan cita-cita yang diperjuangkan bersama.

Dari Layar Digital Menuju Panggung Mode Internasional

Produser Hiền Thảo menuturkan: “Di balik kesuksesan proyek ini, terdapat ikatan yang tenang namun tangguh dari sebuah tim yang terdiri lebih dari 40 anak muda. Meski terpisah oleh jarak geografis dan perbedaan zona waktu antara Vietnam dan Italia, saya beserta tim telah mencurahkan segenap hati dan bekerja tanpa henti, siang maupun malam.

Terlebih lagi, setelah menjelajahi lebih dari 25 negara dalam perjalanan saya untuk menjangkau dunia internasional, jauh di lubuk hati, saya menyimpan rasa syukur yang mendalam kepada keluarga dan tanah air—jangkar kokoh yang memberi saya kekuatan untuk terus melangkah maju dan berjuang setiap harinya.

Saya sangat menghargai dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendampingi LA TRỊNH atelier dalam perjalanan ini.”

Semuanya dipersatukan oleh keyakinan yang teguh: proyek ini tidak hanya akan meraih pencapaian-pencapaian gemilang, tetapi juga akan melahirkan nilai-nilai kemanusiaan dan artistik yang mendalam.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

LA TRỊNH Atelier dan Sebuah Perjalanan yang Berawal dari Sebuah Mimpi.

Setiap gagasan bermula dari impian dua anak muda berusia 23 tahun, yang didorong oleh kebebasan, keberanian, serta tekad kuat untuk mengangkat bakat-bakat asal Vietnam. LA TRỊNH Atelier didirikan sebagai wujud nyata dari semangat “berani berpikir, berani mengambil risiko” yang diusung oleh perancang busana Namie Trịnh dan produser Hiền Thảo.

Melalui kepekaan artistik yang halus dan kreativitas tanpa batas, mereka telah mengubah sketsa di atas kertas menjadi sebuah dunia mode yang memikat—ranah di mana identitas Vietnam berpadu dengan pemikiran desain kontemporer.

Atelier LA TRỊNH dan sebuah perjalanan yang berawal dari sebuah mimpi.Karya-karya dari LA TRỊNH Atelier bukan sekadar busana; karya-karya tersebut menjadi pengingat bahwa di dalam diri setiap individu, terdapat jati diri sejati yang menanti untuk dibangkitkan.

“Gods within her” menghadirkan sebuah impian—di mana sosok dewi dari budaya Timur maupun Barat melangkah keluar, menuturkan kisah tentang keindahan, keyakinan, kreativitas, dan kekuatan feminin melalui bahasa mode.

Ini juga merupakan sebuah perjalanan bagi warisan budaya Vietnam untuk menemukan suaranya, yang memungkinkan nilai-nilai kerajinan tangan serta memori budaya untuk ditafsirkan kembali dalam bentuk-bentuk yang baru.

Sebab, sosok dewi tidak pernah sekadar terkurung dalam mitologi kuno.

Sang dewi bersemayam di dalam dirinya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dopper dan Blibli Ajak Masyarakat Kurangi Penggunaan Single-Use Plastic Bottles di Langkah Membumi Market 2026

Dopper Indonesia bersama Blibli mengajak masyarakat mengurangi penggunaan single-use plastic bottles melalui kampanye Just Refill di Langkah Membumi Market 2026. Melalui aktivasi pengumpulan botol plastik dan edukasi sustainability, Dopper mendorong kebiasaan refill serta memperkenalkan komitmennya terhadap prinsip ekonomi sirkular melalui sertifikasi Cradle to Cradle Certified®.

Dopper dan Blibli Ajak Masyarakat Kurangi Penggunaan Single-Use Plastic Bottles di Langkah Membumi Market 2026

JAKARTA — Dopper Indonesia bersama Blibli mengajak masyarakat mengurangi penggunaan single-use plastic bottles melalui kampanye Just Refill dalam Langkah Membumi Market 2026 di Grand Indonesia, Jakarta. Inisiatif ini menggabungkan edukasi lingkungan dan aktivitas interaktif untuk mendorong gaya hidup yang lebih berkelanjutan.

Dalam aktivasi ini, pengunjung diajak membawa lima botol plastik bekas air minum dalam kemasan (AMDK) untuk dikumpulkan melalui dropbox di lantai 3 Grand Indonesia. Pengunjung kemudian dapat mengambil voucher dari tim Blibli dan melanjutkan aktivitas ke booth Dopper di lantai 5, dengan kesempatan mendapatkan botol Dopper atau keychain sesuai ketentuan dan ketersediaan hadiah.

Just Refill: Mengurangi Ketergantungan pada Single-Use Plastic Bottles

Sebagai brand botol minum pakai ulang asal Belanda, Dopper mengusung misi mengurangi ketergantungan pada botol plastik sekali pakai. Melalui kampanye Just Refill, Dopper mendorong masyarakat membiasakan diri membawa botol minum sendiri dan mengisi ulang air dalam aktivitas sehari-hari.

Penggunaan botol minum pakai ulang dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi kebutuhan akan single-use plastic bottles. Melalui kebiasaan refill, masyarakat diajak mempertimbangkan pilihan yang lebih berkelanjutan dalam keseharian.

Cradle to Cradle Certified®: Komitmen Dopper terhadap Sustainability

Komitmen Dopper terhadap keberlanjutan juga tercermin melalui sertifikasi Cradle to Cradle Certified®. Dopper Original telah memperoleh sertifikasi Cradle to Cradle Certified® Gold, yang mengevaluasi produk berdasarkan lima kategori utama, termasuk kesehatan material, sirkularitas produk, perlindungan udara dan iklim, pengelolaan air dan tanah, serta keadilan sosial.

Prinsip Cradle to Cradle mendorong produsen mempertimbangkan siklus hidup produk sejak tahap desain, termasuk bagaimana material dikelola secara bertanggung jawab dan berpotensi dimanfaatkan kembali dalam sistem ekonomi sirkular.

Dopper juga merupakan Certified B Corporation, yang mencerminkan komitmen perusahaan terhadap praktik bisnis yang memperhatikan aspek sosial, lingkungan, dan tata kelola.

Melalui partisipasi bersama Blibli dalam Langkah Membumi Market 2026, Dopper mengajak masyarakat memulai perubahan dari kebiasaan sederhana: membawa botol minum pakai ulang, mengisi ulang air, dan mengurangi ketergantungan pada single-use plastic bottles.

Just Refill. Less Single-Use. More Thoughtful Choices.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

FGD IKN Sebagai Model Kota Masa Depan

Ibu Kota Nusantara, 17 September 2026. Asosiasi Katalog Elektronik Nasional (AKEN) bersama Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), dan Kejaksaan Republik Indonesia menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “IKN Sebagai Model Kota Masa Depan: Tata Kelola, Pengadaan Pembangunan dan Transformasi Infrastruktur Teknologi” pada Kamis, 17 September 2026, pukul 08.00 sampai 12.35 WITA di Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur. Forum ini mempertemukan regulator, penegak hukum, dan otoritas pembangunan untuk membahas penguatan tata kelola, pengadaan, serta transformasi teknologi demi mewujudkan IKN sebagai kota cerdas yang berkelanjutan.

Latar Belakang dan Tujuan

Pembangunan IKN mempertemukan agenda infrastruktur, reformasi tata kelola, ekonomi masa depan, dan keberlanjutan dalam satu ekosistem. Sebagai kota cerdas berkelanjutan yang dirancang menuju Forest City, Sponge City, dan Smart City, IKN menuntut layanan publik terintegrasi, keputusan pembangunan yang selaras dengan rencana induk, serta tata kelola data dan keamanan siber yang kuat.

FGD digelar untuk menyatukan pemahaman antar pemangku kepentingan mengenai tiga hal yang saling terkait, yakni tata kelola pemerintahan yang akuntabel, pengadaan barang/jasa yang menghasilkan nilai manfaat, dan transformasi infrastruktur teknologi yang berkelanjutan. Forum menegaskan bahwa kecepatan pembangunan dan kepastian hukum bukan dua tujuan yang dipertentangkan, melainkan harus berjalan beriringan sejak tahap perencanaan.

Pokok Bahasan dan Paparan Narasumber

Diskusi menghadirkan empat narasumber dari unsur asosiasi, otoritas pembangunan, penegak hukum, dan lembaga pengadaan nasional.

Sutardi, B.Bus & B.Com (Hons), Ketua Umum Asosiasi Katalog Elektronik Nasional (AKEN), menyoroti peran katalog elektronik dalam mempercepat transaksi pengadaan pembangunan IKN sekaligus menjaga akuntabilitasnya.

Dr. (H.C.) Ir. H. M. Basuki Hadimuljono, M.Sc., Ph.D., Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, memaparkan visi IKN sebagai kota cerdas berkelanjutan yang mencakup enam domain, 21 subdomain, dan 67 smart features, dengan dukungan infrastruktur digital seperti Nusantara Command Center dan ekosistem pusat data.

Dr. Sila Pulungan, S.H., M.Hum., Sekretaris Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, menegaskan kepastian hukum sebagai infrastruktur pembangunan yang tak kasat mata. Ia menguraikan peran bidang DATUN Kejaksaan dalam memitigasi risiko tata kelola dan pengadaan secara preventif, agar hukum hadir sejak tahap awal dan bukan hanya ketika masalah telah terjadi.

Patria Susantosa, S.Si., M.Si., Deputi Bidang Transformasi Pengadaan Digital LKPP, menjelaskan arah pengadaan digital terkini melalui Perpres 46/2025 dan PerLKPP 2/2026, dengan penekanan pada value for money, penguatan produk dalam negeri, serta katalog elektronik yang akuntabel dari hulu ke hilir.

Partisipasi dan Antusiasme Peserta

Kegiatan diikuti 156 peserta terdaftar dari beragam latar belakang jabatan, termasuk analis kebijakan, perekayasa, penata kelola perumahan, staf, serta pejabat pengadaan barang dan jasa.

Antusiasme peserta terlihat dari pertanyaan yang masuk sepanjang sesi, mulai dari harapan agar forum semacam ini terus menjadi ruang bertukar informasi, upaya mengembangkan industri di IKN, hingga kiat agar daerah penyangga dapat berkembang beriringan. Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyediakan lucky draw berupa satu unit monitor, satu unit proyektor, dan dua unit switch.

Tentang Onesia

Penyelenggaraan FGD ini didukung oleh Onesia (PT Onesia Nusantara Evolusioner) sebagai mitra teknologi acara. Melalui platform manajemen acara digitalnya, Onesia menangani pendaftaran peserta, check-in berbasis pemindaian tiket, pengelolaan informasi dan fasilitas acara, hingga rekapitulasi data peserta secara real-time, sehingga panitia dapat memantau kehadiran dan menjaring masukan peserta sepanjang kegiatan berlangsung.

Narahubung

Untuk informasi lebih lanjut, media dan pihak terkait dapat menghubungi panitia penyelenggara:

Asosiasi Katalog Elektronik Nasional (AKEN)

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dari Ruang Kelas ke Panggung MotoGP Mandalika, Pertamina Buka Akses Digital bagi Anak Disabilitas Netra

LOMBOK TENGAH, NTB – Sebuah smartphone mungkin terlihat sederhana bagi sebagian orang. Namun, bagi anak penyandang disabilitas netra, perangkat tersebut dapat menjadi pintu menuju dunia pengetahuan yang lebih luas membantu mereka mengakses materi pelajaran, mengenali informasi, dan belajar dengan cara yang lebih mandiri.

Kesempatan itulah yang ingin dibuka Pertamina melalui Pertamina Foundation lewat program Beasiswa Sobat Istimewa: Digital Netra Setara. Pada Jumat (9/10/2026), sebanyak 10 siswa penyandang disabilitas netra di SLB Negeri 1 dan SLB Negeri 2 Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menerima bantuan smartphone yang dilengkapi aplikasi pendukung aksesibilitas untuk menunjang kegiatan belajar mereka.

Kepedulian ini berlanjut ke panggung yang lebih luas. Sehari kemudian, dua penerima manfaat, Rendi dan Nindi, terlibat dalam seremoni penyerahan bantuan dari Pertamina dalam rangkaian Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Sabtu (10/10/2026).

Dari ruang kelas hingga momentum ajang balap internasional, program ini membawa pesan yang sama: setiap anak memiliki potensi, dan setiap anak berhak mendapatkan kesempatan yang setara untuk mengembangkan potensinya.

Bagi Izron Harsan Sahilin, penerima manfaat dari SLBN 2 Lombok Tengah yang ditampilkan dalam dokumentasi program, dukungan teknologi ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih aksesibel. Proses penyerahan bantuan juga disertai edukasi penggunaan smartphone dan aplikasi pendukung agar perangkat dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan pengguna.

Melalui fitur pembaca layar TalkBack dan teknologi text-to-speech berbahasa Indonesia, smartphone yang diberikan dirancang untuk membantu siswa mengakses informasi digital melalui suara. Teknologi ini dapat mendukung aktivitas belajar, mulai dari membaca materi digital hingga menjelajahi aplikasi penunjang pendidikan.

“Kami ingin memastikan bahwa kesempatan untuk belajar dan berkembang terbuka bagi setiap anak. Bagi anak-anak penyandang disabilitas netra, akses terhadap teknologi yang sesuai kebutuhan dapat membantu membuka lebih banyak pintu menuju pengetahuan dan kemandirian. Melalui Digital Netra Setara, Pertamina berupaya menghadirkan dukungan yang tidak berhenti pada pemberian perangkat, tetapi juga mencakup pendampingan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam proses belajar sehari-hari,” ujar Agus Mashud S. Asngari, President Director Pertamina Foundation.

Pendekatan program ini memang tidak berhenti pada penyerahan perangkat. Para siswa juga memperoleh dukungan pelatihan, sementara guru dan mentor pendamping dibekali pemahaman mengenai penggunaan teknologi pendukung pembelajaran bagi siswa penyandang disabilitas netra.

Materi pelatihan mencakup navigasi dasar menggunakan TalkBack, komunikasi dan pengetikan, pemanfaatan aplikasi pendidikan dan Learning Management System (LMS), hingga keamanan digital. Pendampingan direncanakan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan untuk membantu siswa membangun keterampilan digital secara bertahap.

Dengan pendekatan tersebut, bantuan diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih berkelanjutan: bukan hanya membuat perangkat tersedia, tetapi juga membantu siswa memahami cara menggunakannya untuk belajar dan beraktivitas secara lebih mandiri.

Di balik setiap perangkat yang disalurkan, terdapat pengalaman dan harapan seorang anak yang ingin terus belajar. Karena itu, keberhasilan program tidak cukup dilihat dari jumlah bantuan yang diberikan, tetapi juga dari bagaimana teknologi tersebut membantu penerima manfaat menjalani proses belajar.

Izron Harsan Sahilin menjadi salah satu wajah dari upaya tersebut. Kehadirannya dalam dokumentasi program memperlihatkan bahwa dukungan teknologi perlu berjalan bersama edukasi penggunaan perangkat, sehingga siswa tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memperoleh bekal untuk memanfaatkannya.

“Saya senang mendapatkan bantuan smartphone ini. Semoga smartphone ini bisa membantu saya belajar, membaca materi pelajaran, dan mendapatkan lebih banyak pengetahuan. Saya ingin terus belajar dan meraih cita-cita saya,” ujar Izron.

Secara nasional, Beasiswa Sobat Istimewa: Digital Netra Setara menjangkau 30 penerima manfaat di empat wilayah, yaitu Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Maluku, dan Maluku Utara. Di Lombok Tengah, bantuan diberikan kepada enam siswa SLBN 1 Lombok Tengah dan empat siswa SLBN 2 Lombok Tengah.

Program ini menyasar siswa penyandang disabilitas netra yang membutuhkan dukungan perangkat dan akses digital untuk menunjang pendidikan. Melalui kombinasi bantuan perangkat, pelatihan, dan pendampingan, program diharapkan dapat memperluas akses terhadap sumber pembelajaran serta meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri penerima manfaat.

Keterlibatan penerima manfaat dalam seremoni di Pertamina Mandalika International Circuit memberikan dimensi lain bagi program Digital Netra Setara. Di tengah perhatian publik terhadap Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, kehadiran anak-anak penyandang disabilitas netra membawa pesan bahwa inklusi harus hadir dalam berbagai ruang kehidupan, termasuk dalam momentum olahraga internasional.

Bagi Pertamina, penyelenggaraan ajang besar juga menjadi kesempatan untuk memperkuat pesan mengenai pentingnya memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Pendidikan, aksesibilitas, dan kesempatan berkembang merupakan bagian penting dari upaya membangun masa depan yang inklusif.

Melalui Pertamina Foundation, komitmen tersebut diterjemahkan menjadi dukungan nyata bagi anak-anak yang membutuhkan akses terhadap teknologi pembelajaran. Inisiatif ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan.

Pada akhirnya, nilai sebuah program tidak hanya terletak pada apa yang diberikan hari ini, tetapi juga pada kesempatan yang terbuka setelahnya. Smartphone menjadi sarana, pendampingan menjadi penguat, dan pendidikan tetap menjadi tujuan utama.

Melalui Digital Netra Setara, Pertamina dan Pertamina Foundation berharap semakin banyak anak penyandang disabilitas netra dapat mengakses pengetahuan, mengembangkan keterampilan, dan melangkah menuju cita-cita dengan lebih percaya diri.

Sebab, masa depan yang inklusif dimulai ketika setiap anak tidak hanya diberi kesempatan untuk belajar, tetapi juga didukung untuk tumbuh dan menentukan masa depannya sendiri.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

GADAI ATAU JUAL ASET? MANA YANG LEBIH TEPAT SAAT MEMBUTUHKAN DANA?

Menjual aset berarti kepemilikan barang berpindah secara permanen dan Anda tidak memiliki kewajiban pembayaran kembali. Pilihan ini lebih cocok jika aset sudah tidak dibutuhkan, ingin mengurangi kewajiban, atau tidak memiliki sumber dana yang jelas untuk pelunasan.

Sementara itu, gadai memungkinkan Anda mendapatkan dana tanpa harus langsung kehilangan aset. Setelah kewajiban dilunasi sesuai perjanjian, aset dapat kembali kepada pemilik. Karena itu, gadai lebih relevan jika kebutuhan dana bersifat sementara dan aset masih ingin dipertahankan.

Ketika membutuhkan uang, salah satu keputusan yang sering muncul adalah: lebih baik menjual aset atau menggadaikannya?

Keduanya sama-sama dapat menghasilkan dana, tetapi konsekuensi finansialnya berbeda. Tidak ada jawaban yang selalu benar. Keputusan tergantung kepada kebutuhan uang, kemampuan membayar kembali, serta seberapa penting aset tersebut bagi pemiliknya.

Apa Perbedaan Paling Sederhana?

Ketika menjual barang, kepemilikan aset berpindah secara permanen kepada pembeli. Ketika menggadaikan barang, aset digunakan sebagai jaminan untuk mendapatkan pinjaman. Setelah kewajiban dilunasi sesuai perjanjian, aset dapat kembali kepada pemilik.

Pertanyaan pertama bukan “mana yang memberi uang lebih banyak?”, tetapi “apakah saya masih ingin memiliki aset ini setelah kebutuhan dana selesai?”

 Kapan Menjual Aset Lebih Masuk Akal?

Menjual dapat lebih rasional ketika Anda memang sudah tidak membutuhkan barang tersebut. Contohnya sebuah kendaraan kedua yang jarang digunakan atau perangkat elektronik yang sudah akan diganti.

Menjual juga dapat dipertimbangkan apabila Anda tidak memiliki sumber pembayaran yang cukup pasti, tidak ingin memiliki kewajiban pembayaran, atau memperkirakan nilai aset akan terus turun. Dalam kondisi seperti itu, menerima dana dari penjualan sekaligus melepaskan aset mungkin lebih sederhana.

Kapan Gadai Lebih Relevan?

Gadai mulai menarik ketika kebutuhan uang bersifat sementara sedangkan aset masih ingin dipertahankan. Bayangkan seorang pemilik bisnis memiliki invoice Rp300 juta yang baru akan dibayar 30 hari lagi, sementara minggu ini ia membutuhkan Rp100 juta untuk membeli stok.

Ia sebenarnya memiliki aset bernilai tinggi, tetapi tidak ingin menjualnya karena kebutuhan kas hanya terjadi selama beberapa minggu. Dalam skenario seperti itu, aset dapat berfungsi sebagai jembatan likuiditas. Namun keputusan ini hanya masuk akal apabila sumber pembayaran kembali cukup jelas.

Contoh Sederhana

Misalkan Anda memiliki sebuah jam mewah dan mempunyai dua pilihan:

Pilihan A — jual jam. Anda menerima uang dan kepemilikan jam selesai. Tidak ada kewajiban pembayaran berikutnya.

Pilihan B — gadai jam. Anda mendapatkan dana menggunakan jam sebagai jaminan. Ada biaya sesuai ketentuan transaksi, tetapi ketika kewajiban telah diselesaikan, jam dapat kembali kepada Anda.

Jika jam tersebut mempunyai nilai sentimental atau Anda masih ingin mempertahankannya sebagai bagian dari koleksi, perbedaan tersebut menjadi signifikan.

Jangan Lupa Opportunity Cost

Dalam keuangan terdapat konsep opportunity cost atau biaya peluang. Contohnya, Anda menjual aset seharga Rp100 juta hari ini untuk menutup kebutuhan uang Rp50 juta. Tiga bulan kemudian kebutuhan dana sudah selesai dan Anda ingin memiliki barang yang sama kembali, tetapi harga pasarnya sudah Rp115 juta.

Secara ekonomi, keputusan menjual tidak hanya menghasilkan kas hari ini; ada pula konsekuensi kehilangan aset dan biaya apabila ingin membelinya kembali. Sebaliknya, gadai juga memiliki biaya. Karena itu bandingkan total economic cost, bukan hanya uang yang masuk pada hari pertama.

Lima Pertanyaan Sebelum Memutuskan

1.     Apakah saya masih membutuhkan aset tersebut?

2.     Berapa dana yang sebenarnya saya perlukan?

3.     Berapa lama saya membutuhkan dana?

4.     Dari mana dana untuk pelunasan berasal?

5.     Berapa total biaya gadai dibandingkan konsekuensi menjual aset?

Jika jawaban nomor empat tidak jelas, berhati-hatilah menggunakan pinjaman apa pun. OJK juga menyarankan masyarakat memastikan benar-benar membutuhkan gadai, memahami biaya dan risiko serta memastikan kemampuan untuk melunasi pinjaman agar barang jaminan dapat kembali.

Bukan Gadai vs Jual, Tetapi Tujuan Keuangannya

Kesalahan umum dalam mengambil keputusan finansial adalah melihat produk terlebih dahulu dan tujuan belakangan. Seharusnya dibalik: tentukan berapa kebutuhan dana, untuk apa, berapa lama, dari mana pembayaran kembali, baru memilih sumber dana.

Jika uang dibutuhkan secara permanen dan aset tidak lagi diperlukan, menjual mungkin lebih efisien. Jika kebutuhan dana bersifat sementara dan aset masih ingin dipertahankan, gadai dapat menjadi alternatif yang layak dipertimbangkan.

deGadai menyediakan fasilitas gadai untuk berbagai kategori aset yang memenuhi kriteria penilaian. PT deGadai Solusi Digital memiliki izin usaha perusahaan pergadaian dari OJK KEP-31/D.05/2023.

Langkah Selanjutnya

Jangan buru-buru menjual aset. Ketahui dulu estimasi nilai dan pilihan yang tersedia melalui konsultasi di deGadai.com.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Harga Minyak Pekan Depan Berpeluang Bullish, Risiko Pasokan Timur Tengah Jadi Sorotan

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berpeluang mempertahankan momentum penguatan pada pekan depan di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, pergerakan WTI pada timeframe Daily masih menunjukkan kecenderungan bullish selama harga bertahan di atas zona support US$95,23–US$97,70. Jika momentum kenaikan berlanjut, harga berpotensi menguji resistance berikutnya di US$104,15–US$106,62.

Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menilai bahwa zona US$95,23–US$97,70 menjadi area teknikal penting untuk mempertahankan prospek penguatan minyak mentah. Selama harga mampu bertahan di atas rentang support tersebut, peluang kelanjutan tren bullish masih terbuka. Sebaliknya, apabila tekanan jual meningkat dan harga menembus zona support, skenario kenaikan perlu dievaluasi kembali.

Dalam analisis Dupoin Futures, rentang US$104,15–US$106,62 menjadi area resistance yang perlu diperhatikan jika WTI melanjutkan penguatan. Pergerakan menuju zona tersebut akan bergantung pada kemampuan harga mempertahankan momentum beli serta dukungan sentimen fundamental. Dengan demikian, respons harga di sekitar support dan perkembangan risiko pasokan menjadi dua faktor penting dalam menilai prospek minyak pada pekan mendatang.

Dari sisi fundamental, risiko gangguan pasokan di Timur Tengah masih menjadi salah satu faktor yang berpotensi menopang harga minyak. Berdasarkan rangkuman Reuters, serangan kelompok Houthi terhadap sejumlah target di Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap keamanan infrastruktur energi dan kelancaran distribusi minyak di kawasan tersebut. Jika eskalasi konflik mengancam fasilitas produksi atau jalur distribusi, pasar dapat memperhitungkan risiko berkurangnya pasokan yang tersedia.

Selain ketegangan di Timur Tengah, gangguan produksi di Libya turut menambah perhatian terhadap kondisi pasokan global. Ketika produksi dari sejumlah negara terganggu secara bersamaan, keseimbangan antara pasokan dan permintaan dapat semakin ketat. Kondisi tersebut berpotensi memberikan dukungan terhadap WTI, terutama jika kebutuhan energi tetap kuat dan pasokan pengganti belum mampu menutup kekurangan yang terjadi.

Ketidakpastian pasokan Rusia akibat sanksi dan konflik geopolitik juga menjadi faktor yang perlu dipantau. Perubahan kebijakan, hambatan ekspor, maupun gangguan distribusi dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap ketersediaan minyak mentah. Menurut skenario fundamental yang dirangkum Reuters, tingginya risiko gangguan pasokan dapat membantu mempertahankan sentimen bullish selama belum terdapat perkembangan yang secara signifikan meredakan kekhawatiran tersebut.

Meski demikian, kenaikan harga minyak tidak berlangsung tanpa risiko. Kemajuan diplomasi yang menurunkan ketegangan geopolitik dapat mengurangi premi risiko yang tercermin dalam harga. Selain itu, pelemahan permintaan global berpotensi menekan prospek konsumsi energi dan membatasi penguatan WTI. Data persediaan minyak mentah Amerika Serikat juga menjadi perhatian karena dapat memberikan gambaran mengenai keseimbangan pasokan dan permintaan di pasar utama.

Dupoin Futures melihat bahwa prospek harga WTI pekan depan masih cenderung positif selama harga bertahan di atas support US$95,23–US$97,70. Resistance US$104,15–US$106,62 menjadi sasaran teknikal yang perlu dicermati apabila penguatan berlanjut. Namun, perkembangan konflik Timur Tengah, keamanan jalur pelayaran, gangguan produksi Libya, ketidakpastian pasokan Rusia, dan data persediaan minyak AS tetap dapat memengaruhi arah pergerakan.

Dengan demikian, prediksi WTI pekan depan menurut analisis Dupoin Futures masih membuka peluang kelanjutan tren bullish, dengan risiko koreksi apabila sentimen pasokan mereda atau permintaan melemah. Analisis ini merupakan skenario berdasarkan kondisi teknikal dan fundamental, bukan kepastian arah harga maupun rekomendasi transaksi. Perdagangan berjangka memiliki risiko kerugian yang signifikan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Prediksi XAUUSD Pekan Depan: Koreksi Naik Terbuka, Dolar AS Jadi Penentu

Harga emas dunia atau XAUUSD berpeluang mengalami koreksi kenaikan pada pekan depan setelah sebelumnya mengalami penurunan dan menguji area support psikologis US$4.000. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, pergerakan emas pada timeframe Daily menunjukkan potensi pemulihan jangka pendek dengan sasaran resistance di US$4.066–US$4.108. Meski demikian, arah pergerakan selanjutnya masih akan dipengaruhi oleh keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed), pergerakan dolar AS, serta perkembangan risiko geopolitik global.

Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menyoroti level US$4.000 sebagai area penting setelah harga emas menguji zona harmonic support tersebut. Pengujian support ini membuka peluang bagi XAUUSD untuk membentuk koreksi kenaikan pada timeframe yang lebih kecil. Dalam skenario teknikal Dupoin Futures, resistance US$4.066 menjadi area pertama yang perlu diperhatikan, sebelum harga berpotensi melanjutkan pemulihan menuju US$4.108.

Potensi kenaikan tersebut tetap perlu dikonfirmasi melalui respons harga setelah menyentuh support. Apabila minat beli meningkat, emas berpeluang bergerak menuju rentang resistance yang telah diidentifikasi dalam analisis Dupoin Futures. Namun, jika tekanan jual kembali mendominasi dan harga gagal mempertahankan area US$4.000, skenario pemulihan perlu dievaluasi karena risiko pelemahan lanjutan masih terbuka.

Dari sisi fundamental, harga emas diperkirakan bergerak volatil menjelang keputusan suku bunga The Fed pada 27–28 Oktober. Mengacu pada rangkuman Reuters, kekhawatiran terhadap inflasi masih menjadi perhatian pasar, terutama karena tekanan harga berpotensi membuat suku bunga Amerika Serikat bertahan pada level tinggi lebih lama. Kondisi tersebut dapat menopang dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury, yang berpotensi membatasi penguatan emas.

Emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga, sehingga daya tariknya dapat berkurang ketika yield obligasi meningkat. Apabila pernyataan The Fed memperkuat ekspektasi kebijakan moneter ketat, dolar AS dan yield Treasury berpotensi kembali menguat. Dalam kondisi tersebut, XAUUSD dapat menghadapi tekanan meskipun secara teknikal masih memiliki peluang untuk mengalami koreksi kenaikan.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan ketidakpastian pasar keuangan berpotensi meningkatkan permintaan emas sebagai aset safe haven. Ketika investor mencari perlindungan dari risiko global, emas dapat memperoleh dukungan beli yang membantu menahan tekanan penurunan. Oleh karena itu, perkembangan geopolitik tetap menjadi faktor yang dapat mengubah arah pergerakan harga di luar pengaruh kebijakan moneter.

Dupoin Futures menilai bahwa pekan depan menjadi periode penting bagi pergerakan emas karena terdapat pertemuan antara peluang pemulihan teknikal dan ketidakpastian fundamental. Area US$4.066–US$4.108 menjadi rentang resistance yang perlu dicermati apabila koreksi kenaikan berlanjut, sedangkan US$4.000 menjadi level support penting yang telah diuji. Respons dolar AS, yield Treasury, dan pernyataan The Fed akan membantu menentukan apakah pemulihan emas dapat berlanjut atau kembali menghadapi tekanan jual.

Dengan demikian, prediksi harga emas pekan depan menurut analisis Dupoin Futures masih membuka peluang kenaikan korektif, tetapi belum menghilangkan risiko pelemahan. Perubahan sentimen suku bunga dan permintaan safe haven dapat memengaruhi realisasi skenario tersebut. Analisis ini merupakan gambaran potensi pergerakan pasar, bukan kepastian arah harga maupun rekomendasi transaksi. Perdagangan berjangka memiliki risiko kerugian yang signifikan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

ASHTA District 8 Menjadi Ruang Eksplorasi Kreatif Dalam Rangkaian WCCE 2026E

ASHTA District 8 menjadi bagian dari rangkaian World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 sebagai area Village One, salah satu ruang aktivasi Creativillage yang berlangsung pada 21–25 Oktober 2026

ASHTA District 8 menjadi bagian dari rangkaian World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 sebagai area Village One, salah satu ruang aktivasi Creativillage yang berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 di kawasan SCBD, Jakarta. Menghadirkan eksplorasi lintas disiplin kreatif dalam lingkungan yang dekat dengan keseharian masyarakat urban, ASHTA membuka ruang bagi publik untuk mengenal lebih jauh potensi ekonomi kreatif Indonesia melalui arsitektur, desain, fesyen, seni, dan berbagai bentuk ekspresi kreatif lainnya.

Mengusung tema “Inclusively Creative: Collective Continuity”, WCCE 2026 mempertemukan pemangku kepentingan ekonomi kreatif dari berbagai negara untuk mendorong kolaborasi yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui partisipasi dalam Creativillage, ASHTA memperkuat perannya sebagai ruang yang mempertemukan kreativitas, komunitas, pelaku industri, dan publik, sekaligus menghadirkan pengalaman yang memungkinkan gagasan kreatif dikenal lebih luas di luar ruang konferensi.

Village One: Titik Temu Kreativitas dan Publik

Berlokasi di ASHTA District 8, Village One menghadirkan ruang kreatif multidisipliner yang menghubungkan arsitektur, desain interior, seni, desain grafis, fesyen, literatur, dan pameran dalam satu rangkaian aktivasi. Program ini memberikan kesempatan bagi para praktisi dan komunitas kreatif untuk memperkenalkan karya, berbagi perspektif, serta membuka kemungkinan kolaborasi dengan audiens dan mitra dari berbagai latar belakang.

Kehadiran Village One juga menempatkan ASHTA sebagai ruang pertemuan antara praktik kreatif dan kehidupan urban. Melalui lingkungan yang mengintegrasikan pengalaman berbelanja, gaya hidup, dan eksplorasi budaya, pengunjung dapat menikmati karya serta gagasan kreatif secara lebih dekat. Sejumlah pelaku dan organisasi kreatif turut meramaikan Village One, termasuk Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI), Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), serta para desainer dan jenama lokal dari berbagai disiplin.

Membuka Ruang Kolaborasi untuk Masa Depan Ekonomi Kreatif

Bagi ASHTA, keterlibatan dalam WCCE 2026 sejalan dengan komitmen untuk menghadirkan ruang yang mendukung pertukaran gagasan, apresiasi terhadap karya, dan perkembangan ekosistem kreatif. Melalui Village One, pusat perbelanjaan tidak hanya menjadi destinasi gaya hidup, tetapi juga platform yang mempertemukan kreator, komunitas, industri, dan masyarakat dalam pengalaman yang lebih terbuka dan kolaboratif.

Terbuka untuk publik pada 21–25 Oktober 2026, Village One menjadi bagian dari rangkaian Creativillage yang berlangsung bersamaan dengan konferensi utama WCCE pada 21–23 Oktober 2026. Inisiatif ini memperluas jangkauan WCCE ke ruang publik sekaligus membuka peluang bagi karya dan potensi kreatif Indonesia untuk memperoleh eksposur, membangun koneksi, dan menjangkau kesempatan kolaborasi yang lebih luas.

Melalui partisipasi ini, ASHTA District 8 terus memperkuat posisinya sebagai ruang yang mempertemukan kreativitas, budaya, dan gaya hidup Sejalan dengan semangat “Inclusively Creative: Collective Continuity”, ASHTA percaya bahwa ekosistem kreatif yang berkelanjutan tumbuh melalui ruang untuk berekspresi, kesempatan untuk terhubung, dan kolaborasi yang melibatkan lebih banyak pihak.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES