BP Tapera Dorong Penguatan Ekosistem Perumahan dalam Evaluasi PKPN Program Tiga Juta Rumah

Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mendorong penguatan ekosistem pembiayaan dan penyediaan perumahan untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Evaluasi Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) Program Tiga Juta Rumah.

Jakarta, 22 Oktober 2026 — Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mendorong penguatan ekosistem pembiayaan dan penyediaan perumahan untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Evaluasi Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) Program Tiga Juta Rumah.

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menekankan pentingnya memperluas akses pembiayaan perumahan, khususnya bagi pekerja sektor informal dan kelompok masyarakat yang belum terlayani secara optimal. Menurutnya, pengembangan program perumahan perlu memperhatikan tiga aspek utama, yaitu aksesibilitas pembiayaan, fleksibilitas skema hunian, serta ketersediaan pasokan rumah.

Selain mengoptimalkan penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), diperlukan alternatif skema hunian, termasuk rumah sewa dan sewa-beli, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, perbankan, lembaga pembiayaan, dan investor. Optimalisasi aset pemerintah dan BUMN serta pengembangan sumber pendanaan jangka panjang juga menjadi bagian dari upaya memperkuat keberlanjutan pembiayaan perumahan.

Dalam closing remarks, Deputi Bappenas Abdul Malik Sadat Idris menegaskan bahwa hasil evaluasi perlu ditindaklanjuti menjadi rekomendasi kebijakan yang konkret dan percontohan proyek yang dapat dikembangkan. Tindak lanjut tersebut mencakup pembenahan kebijakan dan kelembagaan, pemetaan lokasi potensial, serta penguatan pembiayaan dan optimalisasi aset.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan perumahan perlu dipandang sebagai bagian dari ekosistem permukiman yang terintegrasi, dengan mempertimbangkan kebutuhan sosial-ekonomi masyarakat, mata pencaharian, kearifan lokal, serta dukungan infrastruktur dan aksesibilitas.

Melalui evaluasi dan koordinasi lintas sektor yang berkelanjutan, pelaksanaan Program Tiga Juta Rumah diharapkan tidak hanya berorientasi pada jumlah unit yang dibangun, tetapi juga mampu meningkatkan keterjangkauan, ketepatan sasaran, kualitas hunian, dan keberlanjutan pembiayaan perumahan bagi masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BINUS Online (BION) Menjadi Studi Kasus dalam Buku Kotler Indonesia edition, Angkat Pembelajaran dari Indonesian Marketing Success Stories

Dua studi kasus pemasaran dari Indonesia, BINUS Online (BION) dan Transpulmin dari Menarini Indonesia, menjadi bagian dari Indonesian Case Studies dalam buku ajar Kotler Essentials of Marketing, Indonesia Edition. Kedua kasus tersebut dibahas dalam Forum Diskusi Studi Kasus bertajuk “Learning from Indonesian Marketing Success Stories” yang diselenggarakan BINUS Online di Kampus BINUS Alam Sutera.

Tangerang, 21 Agustus 2026 – Dua studi kasus pemasaran dari Indonesia, BINUS Online (BION) dan Transpulmin dari Menarini Indonesia, menjadi bagian dari Indonesian Case Studies dalam buku ajar Kotler Essentials of Marketing, Indonesia Edition. Kedua kasus tersebut dibahas dalam Forum Diskusi Studi Kasus bertajuk “Learning from Indonesian Marketing Success Stories” yang diselenggarakan BINUS Online di Kampus BINUS Alam Sutera.

Forum ini tidak hanya menghadirkan cerita mengenai keberhasilan dua brand, tetapi juga membuka ruang pembelajaran mengenai bagaimana teori dan konsep pemasaran diterapkan dalam konteks bisnis Indonesia. Melalui studi kasus nyata, akademisi, praktisi, mahasiswa, alumni, dan profesional diajak melihat proses di balik sebuah keputusan pemasaran: mulai dari membaca perubahan konsumen, menentukan strategi, menghadapi tantangan implementasi, hingga menjaga relevansi brand di tengah perubahan pasar.

Buku Kotler Essentials of Marketing, Indonesia Edition menghadirkan berbagai kasus organisasi dan brand Indonesia untuk membantu pembaca memahami konsep pemasaran melalui konteks yang lebih dekat dengan realitas pasar Indonesia. Kehadiran kasus-kasus lokal menjadi penting karena praktik pemasaran tidak berlangsung dalam ruang yang seragam; karakter konsumen, kompetisi, perkembangan industri, serta konteks sosial dan budaya turut memengaruhi bagaimana strategi pemasaran dirancang dan dijalankan.

Prof. Amalia E. Maulana, Ph.D., Professor of Marketing BINUS University, yang merupakan salah satu penulis studi kasus dalam buku Kotler Essentials of Marketing, Indonesia Edition, bertindak sebagai moderator dalam forum tersebut.

Belajar dari Dua Perjalanan Transformasi Brand

Sesi pertama menghadirkan Prof. Dr. Ir. Harjanto Prabowo, M.M., Vice President BINUS Higher Education dan Director BINUS Online, yang membahas studi kasus “Higher Education Without Borders: BINUS Online (BION), Rising with Degrees in Motion.”

Kasus BION mengangkat perjalanan transformasi BINUS Online dalam merespons perubahan dunia pendidikan tinggi, perkembangan teknologi, serta perubahan kebutuhan dan perilaku pembelajar. Pembahasan menunjukkan bahwa transformasi tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi dalam proses pendidikan, tetapi juga bagaimana institusi memahami perubahan kebutuhan konsumennya dan menerjemahkannya ke dalam inovasi layanan, strategi brand, serta pengalaman belajar yang relevan.

Perjalanan tersebut memberikan pembelajaran mengenai bagaimana sebuah organisasi dapat terus membangun relevansi di tengah perubahan lingkungan yang cepat, sekaligus mempertahankan kualitas dan kepercayaan sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Sesi kedua menghadirkan Lydia Tjahaja, Consumer Health Director Menarini Indonesia, yang membahas studi kasus “From Legacy to Relevance: How a Consumer-Centric Strategy Transformed Transpulmin for Gen Z Moms.”

Kasus Transpulmin memperlihatkan tantangan yang berbeda: bagaimana sebuah legacy brand dapat tetap relevan ketika generasi konsumennya berubah. Dengan semakin besarnya peran Gen Z sebagai ibu muda, brand perlu memahami kembali kebutuhan, perilaku pencarian informasi, pertimbangan dalam memilih produk, serta cara konsumen membangun kepercayaan terhadap produk kesehatan bayi.

Studi kasus ini menunjukkan pentingnya pendekatan consumer-centric, yang kemudian diterjemahkan ke dalam strategi branding, edukasi pasar, dan komunikasi pemasaran yang konsisten. Transformasi tersebut memberikan pembelajaran bahwa mempertahankan kekuatan sebuah legacy brand tidak berarti mempertahankan seluruh cara lama, melainkan menemukan kembali relevansinya bagi generasi konsumen yang baru.

Dari Marketing Theory menuju Indonesian Marketing Practice

Salah satu tujuan utama forum ini adalah memperkuat hubungan antara marketing theory dan marketing practice.

Melalui format pemaparan kasus, diskusi, dan tanya jawab, peserta tidak hanya diperkenalkan pada strategi akhir yang digunakan oleh masing-masing organisasi. Peserta juga diajak memahami proses berpikir di balik strategi tersebut: apa persoalan yang dihadapi, bagaimana perubahan konsumen dibaca, pilihan apa yang tersedia, mengapa keputusan tertentu diambil, serta pembelajaran apa yang muncul setelah strategi tersebut dijalankan.

Pendekatan ini menjadi semakin relevan dalam pendidikan bisnis karena kemampuan memahami konsep perlu dilengkapi dengan kemampuan untuk menganalisis situasi, membuat keputusan, dan menghubungkan teori dengan konteks bisnis yang nyata.

Forum ditutup melalui sesi “Panel Reflection: Lessons from Indonesian Marketing Success Stories” yang mempertemukan pembelajaran dari kedua kasus. Meskipun berasal dari industri yang sangat berbeda—pendidikan tinggi dan consumer healthcare—keduanya menunjukkan benang merah yang sama: organisasi perlu terus memahami perubahan konsumennya, menjaga relevansi brand, dan beradaptasi tanpa kehilangan nilai utama yang menjadi kekuatannya.

Mendorong Indonesian Case-Based Learning

Penyelenggaraan forum ini sekaligus memperkuat pentingnya case-based learning dalam pendidikan bisnis di Indonesia.

Selama ini, banyak konsep pemasaran dipelajari melalui kasus perusahaan global. Kasus-kasus tersebut tetap memberikan pembelajaran penting, tetapi kehadiran lebih banyak studi kasus Indonesia memungkinkan mahasiswa dan praktisi memahami bagaimana konsep yang sama bekerja dalam konteks pasar, konsumen, organisasi, dan tantangan bisnis Indonesia.

Bagi mahasiswa, studi kasus lokal membantu mengembangkan kemampuan analisis dan pengambilan keputusan berdasarkan situasi yang lebih dekat dengan lingkungan bisnis yang akan mereka hadapi. Bagi akademisi, kasus Indonesia memperkaya materi pembelajaran dan membuka peluang pengembangan pengetahuan yang lebih kontekstual. Sementara bagi praktisi, studi kasus memberikan kesempatan untuk belajar dari pengalaman organisasi lain tanpa sekadar meniru strategi yang telah dilakukan.

Dengan demikian, studi kasus bukan hanya menjadi dokumentasi mengenai keberhasilan sebuah organisasi, tetapi menjadi jembatan antara pengalaman industri dan pengembangan pengetahuan akademik.

BINUS Online dan Transformasi Pendidikan Tinggi

Terpilihnya BINUS Online sebagai salah satu kasus dalam Kotler Essentials of Marketing, Indonesia Edition juga menjadi momentum untuk melihat perjalanan transformasi pendidikan tinggi di Indonesia.

BINUS Online merupakan salah satu pelopor penyelenggaraan pendidikan tinggi berbasis daring di Indonesia, dengan penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang memperoleh izin pemerintah. Perjalanan tersebut terus berkembang seiring dengan meningkatnya kebutuhan terhadap pendidikan yang lebih fleksibel dan relevan dengan perkembangan dunia kerja.

Pengakuan terhadap kualitas pembelajaran daring BINUS Online juga tercermin dalam pencapaiannya pada Times Higher Education Online Learning Rankings 2024, dengan predikat Silver secara global dan posisi teratas di Indonesia.

Namun, perjalanan BINUS Online menunjukkan bahwa pendidikan daring bukan semata persoalan memindahkan proses belajar ke platform digital. Transformasi tersebut menuntut institusi untuk terus memahami bagaimana kebutuhan mahasiswa berubah, bagaimana teknologi memengaruhi pengalaman belajar, dan bagaimana pendidikan tinggi dapat tetap relevan bagi pembelajar yang memiliki kebutuhan serta perjalanan karier yang semakin beragam.

Memperkuat Kolaborasi Akademisi dan Industri

Forum “Learning from Indonesian Marketing Success Stories” juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pertukaran pengetahuan antara akademisi dan industri.

Praktik bisnis memberikan pengalaman dan pembelajaran yang kaya, sementara dunia akademik menyediakan kerangka konseptual yang membantu pengalaman tersebut dianalisis, didokumentasikan, dan dikembangkan menjadi pengetahuan yang dapat dipelajari oleh lebih banyak orang.

Kolaborasi keduanya memungkinkan pengalaman perusahaan Indonesia tidak berhenti sebagai success story, tetapi dapat berkembang menjadi knowledge, teaching material, dan learning platform bagi generasi berikutnya.

Melalui kehadiran studi kasus BINUS Online dan Transpulmin dalam Kotler Essentials of Marketing, Indonesia Edition, serta pembahasannya secara terbuka bersama akademisi, praktisi, dan mahasiswa, forum ini memperlihatkan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar tempat teori pemasaran diterapkan, tetapi juga dapat menjadi sumber pembelajaran dan pengetahuan pemasaran yang relevan.

Kisah keberhasilan brand Indonesia pada akhirnya bukan sekadar cerita tentang hasil. Di baliknya terdapat proses memahami konsumen, mengambil keputusan, beradaptasi terhadap perubahan, melakukan inovasi, serta membangun relevansi secara berkelanjutan. Pengalaman inilah yang dapat diubah menjadi pembelajaran bagi dunia akademik, industri, dan generasi pemimpin bisnis berikutnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

itel Rilis Smartwatch terbaru Fit O18, Mulai Gaya Hidup Sehat Tanpa Mahal

JAKARTA, INDONESIA – Seiring dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya gaya hidup sehat dan olahraga, itel resmi meluncurkan lini wearable terbarunya yaitu itel Smartwatch Fit O18 pada awal bulan Oktober ini. Peluncuran jam tangan pintar ini menjadi bagian dari ekspansi ekosistem teknologi itel, yang turut dibarengi dengan perilisan smartphone itel A300+ dan tablet Vista Tab 12.

Saat ini, alat pengukur hasil olahraga bukan lagi sekadar aksesori pelengkap, melainkan kebutuhan bagi siapa saja yang ingin melacak kebugaran fisiknya secara terukur. Memahami tingginya permintaan akan perangkat pemantau kesehatan yang akurat namun tidak menguras kantong, itel menghadirkan Fit O18 yang dirancang secara khusus untuk menjawab kebutuhan pengguna pemula.

“Melalui itel O18, kami membuktikan bahwa fitur-fitur esensial mulai dari berbagai mode olahraga, pemantauan kesehatan, hingga ketahanan air dan debu, kini bisa dinikmati siapa saja dengan harga terjangkau” ujar Geza Febriandi selaku Marketing Manager itel Indonesia.

Keunggulan dan Spesifikasi itel Smartwatch Fit O18

Dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau, yakni hanya Rp 189.000, itel Smartwatch Fit O18 mendobrak stigma bahwa jam tangan pintar harus mahal. Meski ditawarkan dengan harga terjangkau untuk semua kalangan, spesifikasi yang disematkan cukup beragam dan mumpuni untuk aktivitas sehari-hari.

Ratusan Mode Olahraga: Hadir dengan berbagai mode olahraga, memungkinkan pengguna memantau progres kalori dan aktivitas fisik mereka mulai dari berlari, bersepeda, yoga, hingga olahraga intensitas tinggi lainnya.

Pemantauan Kesehatan: Dilengkapi dengan fitur pemantauan esensial seperti health monitoring dan sleep tracker untuk melacak kualitas istirahat pengguna.

Daya Tahan Baterai Ekstra: Unggul dalam efisiensi daya, itel Fit O18 mampu bertahan hingga 15 hari hanya dalam satu kali pengisian daya.

Tangguh dan Anti Air (IP68): Memiliki sertifikasi ketahanan air dan debu IP68, memastikan jam tangan ini siap menemani segala kondisi aktivitas pengguna di dalam maupun di luar ruangan dalam cuaca apa pun. Bahkan bisa dibawa berenang hingga kedalaman 2 meter.

Desain Stylish dan Super Ringan: Dirancang untuk kenyamanan, bobot Fit O18 yang ringan membuatnya sangat nyaman digunakan sepanjang hari, baik saat berolahraga berat maupun saat tidur.

Tersedia dalam dua pilihan warna varian netral, yaitu Beige dan Black, menjadikannya aksesori yang cocok digunakan oleh pria maupun wanita.

Ketersediaan Smartwatch itel Fit O18

Saat ini, itel Smartwatch Fit O18 sudah dapat dibeli melalui toko resmi itel di platform e-commerce TikTok Shop dan Shopee dengan harga Rp 189.000. Menyambut Payday pada tanggal 25 Oktober nanti, itel juga menghadirkan promo spesial untuk itel Smartwatch Fit O18, membuktikan komitmennya dalam menyediakan inovasi teknologi berkualitas tinggi yang dapat dijangkau dan dinikmati oleh semua lapisan masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI BO Yogyakarta Cik Ditiro Dorong Digitalisasi UMKM Pasar Kranggan Melalui QRIS, Transaksi Belanja Makin Praktis

BRI BO Yogyakarta Cik Ditiro saat melakukan sosialisasi penggunaan QRIS BRI kepada pedagang di Pasar Kranggan Yogyakarta

YOGYAKARTA – Digitalisasi pembayaran semakin dekat dengan aktivitas masyarakat di pasar tradisional. Di Pasar Kranggan, Yogyakarta, para pedagang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) telah memanfaatkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) BRI sebagai alternatif pembayaran yang memberikan kemudahan bagi pelanggan saat berbelanja. Penggunaan QRIS memungkinkan pembeli melakukan pembayaran cukup dengan memindai kode QR menggunakan aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS. Dengan demikian, pelanggan memiliki pilihan untuk bertransaksi secara nontunai tanpa harus menyiapkan uang tunai, sementara pedagang dapat melayani kebutuhan pembayaran yang semakin beragam.

Pemanfaatan QRIS di pasar tradisional menjadi salah satu langkah adaptasi pelaku UMKM terhadap perkembangan teknologi dan kebiasaan transaksi masyarakat. Kehadiran metode pembayaran digital diharapkan dapat memberikan pengalaman berbelanja yang lebih praktis sekaligus mendukung aktivitas usaha para pedagang.

Sebagai bentuk dukungan terhadap digitalisasi UMKM, BRI Branch Office (BO) Yogyakarta Cik Ditiro telah melaksanakan sosialisasi penggunaan QRIS kepada para pedagang di Pasar Kranggan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pedagang mengenai pemanfaatan pembayaran digital dalam kegiatan usaha sehari-hari. Melalui sosialisasi tersebut, pedagang diberikan pemahaman mengenai penggunaan QRIS, manfaat transaksi nontunai, serta pentingnya memastikan keberhasilan transaksi sebelum menyelesaikan proses jual beli. Edukasi ini menjadi bagian penting untuk mendorong penggunaan QRIS secara tepat, aman, dan optimal.

Branch Office Head BRI BO Yogyakarta Cik Ditiro, Rizqi Darajat, menyampaikan bahwa pemanfaatan QRIS merupakan salah satu upaya untuk membantu pelaku UMKM beradaptasi dengan perkembangan transaksi digital. “BRI BO Yogyakarta Cik Ditiro terus berupaya mendorong pelaku UMKM agar dapat beradaptasi dengan perkembangan transaksi digital. Melalui pemanfaatan QRIS BRI, kami berharap para pedagang di Pasar Kranggan dapat memberikan alternatif pembayaran yang lebih praktis bagi pelanggan sekaligus memperluas pemanfaatan layanan keuangan digital di pasar tradisional. Kami juga terus mendorong edukasi dan pendampingan agar para pedagang semakin memahami penggunaan QRIS secara aman dan optimal dalam mendukung aktivitas usaha sehari-hari,” ujarnya.

Bagi pedagang pasar tradisional, tersedianya pilihan pembayaran nontunai dapat membantu memenuhi kebutuhan pelanggan dengan kebiasaan transaksi yang berbeda-beda. Sementara itu, bagi pembeli, QRIS menawarkan alternatif pembayaran yang praktis tanpa menghilangkan interaksi langsung yang menjadi ciri khas kegiatan jual beli di pasar tradisional. BRI BO Yogyakarta Cik Ditiro terus mendorong pemanfaatan layanan keuangan digital sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan UMKM. Melalui edukasi dan pendampingan, pedagang diharapkan semakin percaya diri menggunakan teknologi pembayaran digital sekaligus memahami pentingnya menjaga keamanan transaksi.

Upaya digitalisasi di Pasar Kranggan diharapkan dapat memperkuat kesiapan pelaku UMKM dalam mengikuti perkembangan ekosistem pembayaran nasional. Dengan semakin optimalnya pemanfaatan QRIS, pasar tradisional dapat terus berkembang sebagai pusat ekonomi masyarakat yang adaptif terhadap kemajuan teknologi tanpa kehilangan karakter dan kedekatannya dengan pelanggan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Anggaran Renovasi Selalu Meleset? Pos Ini Sering Terlupa

Anggaran renovasi sering membengkak karena sejumlah biaya penting tidak diperhitungkan sejak awal, sehingga kualitas material dan pekerjaan finishing terpaksa dikurangi. Perencanaan anggaran yang matang bersama kontraktor berpengalaman dapat membantu mengantisipasi risiko biaya dan menjaga hasil renovasi tetap sesuai rencana.

Angka di awal terlihat aman, bahkan masih bersisa. Tiga bulan kemudian pemilik menambah dana dua kali, lalu memangkas sebagian pekerjaan finishing. Pola ini berulang di hampir semua proyek peremajaan ruang. Anggaran renovasi jarang meleset karena harga naik, melainkan karena pos tertentu tidak pernah masuk hitungan.

Akibatnya terasa di bagian paling akhir pekerjaan. Material yang sudah dipilih diganti kelas yang lebih rendah. Area tertentu ditunda ke tahap berikutnya yang sering tidak pernah terjadi. Hasil akhirnya menyimpang jauh dari rencana semula.

Celakanya, selisih itu sudah bisa diperkirakan sejak awal. Pekerjaan peremajaan punya pola risiko yang berulang dan cukup terdokumentasi. Penyedia jasa Kontraktor Interior yang berpengalaman biasanya mengenali pos rawannya sebelum pekerjaan dimulai.

Anggaran Renovasi Meleset Karena Disusun dari Arah yang Salah

Angka Lahir Lebih Dulu daripada Lingkupnya

Kebanyakan pemilik memulai dari jumlah dana yang tersedia. Desain lalu disesuaikan agar muat di angka itu. Masalahnya, penyesuaian dilakukan pada hal yang terlihat, seperti material dan perabot. Pekerjaan tersembunyi di baliknya tetap berjalan dengan volume penuh.

Urutan yang lebih aman berjalan sebaliknya. Kunci lingkup pekerjaan terlebih dahulu, sedetail yang Anda sanggup. Baru hitung biayanya, lalu putuskan bagian mana yang ditunda. Memotong lingkup jauh lebih terkendali daripada memotong mutu.

Lingkup yang Jelas Membuat Angka Bisa Diuji

Lingkup yang rinci juga mempermudah pemeriksaan di kemudian hari. Setiap kenaikan bisa ditelusuri ke pekerjaan tertentu. Tanpa itu, kenaikan hanya muncul sebagai angka tambahan tanpa penjelasan.

Pos yang Hampir Selalu Hilang dari Hitungan Awal

Biaya di Luar Material dan Upah

Estimasi awal umumnya hanya memuat dua komponen besar. Padahal pekerjaan peremajaan menyeret sejumlah pos pendukung yang nilainya tidak kecil:

• Pembongkaran dan pembuangan puing, termasuk sewa kendaraan serta retribusinya.

• Pengurusan izin kerja ke pengelola gedung beserta uang jaminannya.

• Pemindahan dan penyimpanan sementara barang yang masih terpakai.

• Pembersihan akhir sebelum ruangan diserahkan kembali.

• Penyesuaian instalasi listrik dan jaringan data mengikuti tata letak baru.

Lima pos itu saja sering menyentuh belasan persen dari total. Pemilik yang melewatkannya langsung menghadapi selisih di bulan pertama. Pos terakhir paling sering muncul mendadak, karena baru ketahuan setelah tata letak final.

Dana Cadangan Bukan Tanda Perencanaan yang Buruk

Besarannya Mengikuti Tingkat Ketidakpastian

Banyak pemilik enggan mencantumkan pos cadangan. Kesannya seperti mengaku perhitungannya tidak matang. Padahal praktik penyusunan perkiraan biaya pekerjaan konstruksi justru memperhitungkan ketidakpastian sebagai komponen tersendiri.

Besarannya tidak seragam untuk semua pekerjaan. Bangunan baru dengan gambar lengkap menanggung risiko paling kecil. Peremajaan bangunan lama tanpa gambar terbangun berada di ujung yang berlawanan. Semakin sedikit yang Anda ketahui tentang kondisi eksisting, semakin besar cadangan yang masuk akal.

Yang penting adalah mencatatnya sebagai pos terpisah. Dana cadangan yang dilebur ke dalam harga satuan akan habis tanpa jejak. Ketika benar-benar dibutuhkan, tidak ada lagi yang tersisa.

Kondisi Eksisting Menentukan Besar Risikonya

Temuan di Balik Plafon dan Dinding

Pekerjaan peremajaan selalu menyimpan hal yang belum terlihat. Pembongkaran plafon memunculkan pipa lama, kabel tanpa label, dan struktur yang meleset dari gambar. Temuan semacam ini bukan kelalaian siapa pun. Ia melekat pada sifat pekerjaan di bangunan yang sudah berdiri.

Pemeriksaan awal menekan risikonya secara nyata. Beberapa langkah berikut murah dilakukan tetapi menghemat banyak:

• Buka beberapa titik plafon dan dinding sebelum anggaran dikunci.

• Minta gambar terbangun dari pengelola gedung atau pemilik sebelumnya.

• Periksa kapasitas daya terpasang dibanding kebutuhan tata letak baru.

Ketiganya memakan waktu beberapa hari saja. Dibandingkan pekerjaan tambah di tengah proyek, biayanya hampir tidak berarti.

Menyusun Anggaran Renovasi yang Tahan Kejutan

Urutan Kerja yang Bisa Anda Jalankan

Penyusunan yang tertib mengikuti tahapan berikut:

1. Tetapkan kebutuhan fungsional ruangnya sebelum membahas tampilan apa pun.

2. Lakukan pemeriksaan kondisi eksisting, termasuk membuka titik uji secukupnya.

3. Susun lingkup pekerjaan secara rinci, lengkap dengan pekerjaan pendukungnya.

4. Minta estimasi biaya berbasis harga satuan, bukan nilai paket gelondongan.

5. Tambahkan pos cadangan terpisah sesuai tingkat ketidakpastiannya.

Tentukan bagian mana yang boleh ditunda bila dana ternyata kurang.

Langkah terakhir paling sering dilewati. Memutuskannya di awal, saat kepala masih dingin, jauh lebih baik daripada di tengah pekerjaan.

Ringkasnya, anggaran renovasi yang meleset biasanya tidak kurang teliti pada harga. Ia kurang lengkap pada daftar pekerjaannya. Melengkapi daftar itu lebih menentukan daripada menawar harga satuan.

Terra by Trimitra menyusun rincian pekerjaan yang bisa pemilik telusuri per item, termasuk pos pendukungnya. Pembahasan berangkat dari pemeriksaan kondisi lapangan, bukan dari angka target. Bagi pemilik gedung yang sedang menyiapkan peremajaan, Kontraktor Bangunan yang terbuka pada tahap penyusunan biaya membantu menutup celah itu sejak awal.

Pertanyaan Seputar Penyusunan Biaya Peremajaan

1. Berapa porsi dana cadangan yang wajar?

Bergantung seberapa lengkap data bangunan yang Anda miliki, sehingga bangunan lama tanpa gambar menuntut porsi lebih besar.

2. Apakah perlu memeriksa kondisi bangunan sebelum menyusun biaya?

Perlu, karena temuan di balik plafon dan dinding adalah penyebab pembengkakan yang paling sering terjadi.

3. Lebih baik meminta harga paket atau harga satuan?

Harga satuan, karena rinciannya memungkinkan Anda menelusuri sumber setiap perubahan nilai.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Branch Office Yogyakarta Cik Ditiro Hadirkan BRICafe, Layanan Perbankan dan Kafe dalam Satu Ruang

Aktivitas transaksi di COSAN Coffee, yang berkolaborasi dengan BRI dalam konsep BRICafe di kawasan Rumah BUMN Yogyakarta.

YOGYAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. melalui Branch Office (BO) Yogyakarta Cik Ditiro menghadirkan inovasi layanan perbankan melalui Kantor Kas BRICafe yang berlokasi di Jalan Sagan, Terban, Gondokusuman, Yogyakarta. Mengusung konsep perpaduan layanan perbankan dan kafe, BRICafe menawarkan pengalaman yang berbeda bagi masyarakat dalam mengakses layanan keuangan. Kantor Kas BRICafe telah beroperasi dan melayani nasabah melalui kolaborasi BRI BO Yogyakarta Cik Ditiro dengan COSAN. Dalam kerja sama ini, BRI menghadirkan layanan perbankan, sementara COSAN mendukung aktivitas kafe melalui penyediaan makanan dan minuman bagi pengunjung. Perpaduan tersebut menciptakan ruang yang menggabungkan kebutuhan transaksi perbankan dengan suasana kafe yang nyaman dan santai.

Keunikan BRICafe juga terletak pada lokasinya yang berada dalam satu kawasan dengan Rumah BUMN Yogyakarta. Keberadaan ketiganya dalam satu lokasi membuka peluang sinergi antara layanan perbankan, aktivitas komersial, dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Branch Office Head BRI BO Yogyakarta Cik Ditiro, Bapak Rizqi Darajat, menyampaikan bahwa BRICafe merupakan salah satu upaya untuk menghadirkan layanan perbankan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat melalui pendekatan yang inovatif. “Kehadiran BRICafe merupakan salah satu upaya BRI BO Yogyakarta Cik Ditiro untuk menghadirkan layanan perbankan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat melalui konsep yang inovatif dan nyaman. Melalui kolaborasi dengan COSAN serta keberadaan BRICafe dalam satu kawasan dengan Rumah BUMN Yogyakarta, kami berharap dapat menciptakan sinergi yang memberikan nilai tambah bagi nasabah, mitra usaha, dan pelaku UMKM. Kami ingin layanan perbankan tidak hanya menjadi tempat bertransaksi, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Melalui konsep BRICafe, nasabah dapat mengakses layanan perbankan dalam lingkungan yang berbeda dari kantor layanan konvensional. Sementara itu, keberadaan COSAN memberikan alternatif bagi pengunjung untuk menikmati makanan dan minuman dalam suasana kafe. Kolaborasi ini menghadirkan dua aktivitas yang saling melengkapi dalam satu kawasan. Di sisi lain, keberadaan Rumah BUMN menjadi bagian penting dari ekosistem tersebut. Sebagai ruang pendukung pengembangan UMKM, Rumah BUMN memiliki keterkaitan dengan upaya memperluas kesempatan bagi pelaku usaha untuk berkembang. Kehadiran BRICafe di lokasi yang sama membuka peluang interaksi antara nasabah, pengunjung, dan pelaku usaha dalam lingkungan yang mendukung aktivitas ekonomi.

Bagi BRI BO Yogyakarta Cik Ditiro, inovasi layanan tidak hanya berkaitan dengan kemudahan transaksi, tetapi juga dengan upaya membangun pengalaman yang relevan bagi masyarakat. Kolaborasi bersama COSAN menjadi salah satu bentuk sinergi dengan mitra usaha untuk menghadirkan layanan yang adaptif terhadap perkembangan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat. Kehadiran Kantor Kas BRICafe di kawasan Sagan diharapkan dapat memperkuat kedekatan BRI dengan nasabah sekaligus membuka peluang kolaborasi yang berkelanjutan. Melalui perpaduan layanan perbankan, konsep kafe, dan keberadaan Rumah BUMN dalam satu kawasan, BRI BO Yogyakarta Cik Ditiro terus berupaya menghadirkan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bittime Soroti Pelemahan Harga Bitcoin di Tengah Tekanan Pasar Global

Harga Bitcoin melemah ke kisaran US$81.600 pada 23 Oktober 2026 di tengah tekanan pasar global, ketidakpastian makroekonomi, dan perubahan arus dana ETF. Bittime menyoroti level support US$80.000 dan resistance US$85.000 sebagai referensi analisis pasar. Melalui Bittime Futures, pengguna dapat mengambil posisi long maupun short untuk merespons pergerakan harga, dengan tetap memahami risiko leverage, margin, dan likuidasi.

Harga Bitcoin kembali melemah di tengah meningkatnya kehati-hatian investor terhadap pasar global. Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menilai pergerakan ini perlu dicermati bersama sentimen pasar saham, arus dana ETF, dan perkembangan makroekonomi. Melalui ekosistem 3-in-1 yang mencakup Spot, Staking, dan Futures, Bittime menyediakan beragam pilihan layanan aset digital sesuai kebutuhan pengguna.

Bitcoin Melemah, Area US$80.000 Jadi Perhatian

Berdasarkan data CoinMarketCap yang dihimpun pada pagi 23 Oktober 2026, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$81.600, turun sekitar 2,3% dalam 24 jam. Harga sempat bergerak di rentang US$81.567 hingga US$84.840 dalam periode tersebut, mencerminkan tekanan jual yang masih membayangi pasar. Pelemahan ini terjadi setelah Bitcoin sempat naik mendekati US$85.000 pada 21 Oktober, sebelum kembali tertekan pada sesi berikutnya. 

Menurut laporan MarketWatch, penurunan saham teknologi dan meningkatnya sikap hati-hati investor turut menekan aset berisiko, termasuk Bitcoin. 

Dalam riset internal Bittime periode Oktober, analis Bittime mengidentifikasi US$80.000 sebagai area support bulanan dan US$85.000 sebagai area resistance untuk dicermati. Kedua level tersebut merupakan referensi analisis teknikal, bukan kepastian arah harga selanjutnya.

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan, pelemahan Bitcoin menunjukkan bahwa sentimen pasar masih rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi dan pergerakan aset global. 

“Investor perlu mencermati berbagai indikator untuk memahami konteks pergerakan harga, tanpa berasumsi bahwa tekanan saat ini akan berlanjut atau segera berbalik,” ujar Ryan.

Tekanan Pasar Global dan Faktor Makroekonomi

Pergerakan pasar saham, khususnya sektor teknologi, menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan ketika menilai sentimen terhadap aset berisiko. Ketidakpastian terkait valuasi perusahaan teknologi dan besarnya belanja infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dapat memengaruhi keputusan investor dalam mengatur alokasi aset.

Selain itu, ekspektasi suku bunga Federal Reserve, imbal hasil US Treasury, dan kekuatan dolar AS berpotensi memengaruhi minat investor terhadap aset berisiko, termasuk kripto. 

Riset internal Bittime juga menyoroti inflasi AS sebesar 3,7% secara tahunan pada September 2026 serta kenaikan harga minyak Brent yang mencapai sekitar US$111 per barel pada 20 Oktober sebagai perkembangan yang perlu dipantau dalam konteks risiko inflasi dan kebijakan moneter.

Meski demikian, faktor-faktor tersebut tidak dapat dianggap sebagai penyebab tunggal pelemahan Bitcoin. Harga juga dipengaruhi likuiditas, aktivitas perdagangan spot dan derivatif, serta perubahan posisi investor.

“Ekspektasi suku bunga, perkembangan inflasi, dan kondisi pasar keuangan global dapat memengaruhi selera risiko investor. Namun, respons Bitcoin terhadap faktor-faktor tersebut tidak selalu sama. Karena itu, analisis sebaiknya mempertimbangkan berbagai indikator dan tidak hanya bertumpu pada satu perkembangan,” jelas Ryan.

Arus Dana ETF Bitcoin Tetap Perlu Dicermati

Arus dana spot Bitcoin exchange-traded fund (ETF) di Amerika Serikat merupakan salah satu indikator untuk mengamati minat investor institusional. Berdasarkan laporan Cointelegraph, ETF Bitcoin spot AS mencatat arus masuk bersih sekitar US$ 526,7 juta pada 19 Oktober 2026. Angka tersebut kemudian melambat menjadi sekitar US$ 23,2 juta pada 20 Oktober 2026. 

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa arus dana ETF dapat berfluktuasi dari hari ke hari. Arus masuk berpotensi mendukung permintaan Bitcoin, tetapi tidak selalu langsung tercermin pada harga karena pengaruh likuiditas dan aktivitas perdagangan di pasar yang lebih luas.

Oleh karena itu, data ETF dari beberapa hari sebelumnya perlu dibaca bersama perkembangan harga terbaru. Arus dana ETF dapat membantu memberikan konteks mengenai partisipasi investor institusional, tetapi tidak dapat digunakan sebagai indikator tunggal untuk memastikan arah pasar.

Aktivitas Pasar Kripto Indonesia Tetap Dinamis

Di Indonesia, OJK mencatat nilai transaksi aset kripto mencapai Rp23,16 triliun pada Agustus 2026, meningkat 12,87% dibandingkan Juli yang tercatat sebesar Rp20,52 triliun. Jumlah akun konsumen pedagang aset keuangan digital mencapai 23,21 juta pada periode yang sama.

Data tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan domestik yang tetap dinamis. Namun, peningkatan nilai transaksi tidak serta-merta menunjukkan arah harga aset kripto, karena aktivitas pasar dapat berubah mengikuti sentimen, likuiditas, dan kondisi ekonomi.

Bittime Futures di Tengah Perubahan Pasar

Di tengah volatilitas Bitcoin, Bittime Futures memungkinkan pengguna mengambil posisi long ketika memperkirakan harga akan naik atau short ketika memperkirakan harga akan turun. Fitur ini memberikan fleksibilitas untuk merespons berbagai skenario pasar, tetapi juga memiliki risiko kerugian dan likuidasi, terutama ketika menggunakan leverage.

Ryan menegaskan, “Bittime Futures memungkinkan pengguna mengambil posisi long maupun short berdasarkan analisis pasar. Namun, pengguna perlu memahami mekanisme leverage, margin, dan risiko likuidasi sebelum bertransaksi. Tidak ada strategi yang dapat menjamin keuntungan di tengah pergerakan harga yang tidak pasti.”

Bittime mengimbau pengguna untuk mengikuti perkembangan pasar melalui sumber tepercaya dan memahami karakteristik setiap produk sebelum bertransaksi. Harga aset kripto dapat berubah secara signifikan, sementara indikator teknikal, arus dana ETF, dan perkembangan makroekonomi tidak menjamin arah harga maupun hasil investasi pada masa mendatang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Solusi Pasca Kebijakan Meta 1 Oktober dengan WA Coexistence, Amankah?

Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order.

Perubahan tarif WhatsApp pada 1 Oktober 2026 membuat bisnis perlu lebih cermat mengelola biaya layanan pelanggan, terutama jika volume percakapannya tinggi. Sebagai gambaran, 10.000 balasan dengan tarif Rp367 per pesan dapat menghabiskan Rp3.670.000. Agar biaya operasional tetap terkendali tanpa mengurangi kualitas layanan, bisnis dapat mengevaluasi pola komunikasi dan mempertimbangkan WhatsApp Coexistence sebagai salah satu alternatif.

WhatsApp Coexistence dan Cloud API, Apa Bedanya?

WhatsApp Coexistence dan Full API sama-sama mendukung fitur seperti broadcast, chatbot, AI Agent, dan integrasi CRM. Perbedaannya, Coexistence memungkinkan bisnis menggunakan WhatsApp Business App dan Cloud API pada nomor yang sama, sedangkan Full API mengandalkan sistem terintegrasi untuk mengelola percakapan.

Dari sisi kecepatan pengiriman pesan massal, Coexistence mendukung hingga 20 pesan per detik, sedangkan Full API dapat mencapai 80 pesan per detik. Karena itu, bisnis yang rutin mengirim pesan dalam volume besar perlu mempertimbangkan kapasitas pengiriman kedua metode tersebut.

Apakah WhatsApp Coexistence Aman dan Bebas Biaya?

Metode integrasi ini aman digunakan karena memang fitur resmi dari Meta. Dengan metode coexistence, memungkinkan Anda memiliki dua opsi jalur untuk membalas pelanggan, melalui aplikasi dan melalui sistem.

Untuk balasan manual yang dikirim melalui untuk saat ini tidak dikenakan biaya, alias gratis. Sedangkan pesan melalui sistem API, termasuk respons chatbot dan AI Agent, tetap mengikuti tarif yang berlaku. Jadi, Coexistence dapat membantu mengoptimalkan biaya, tetapi tidak menghapus seluruh biaya komunikasi.

Perlu jadi catatan untuk pebisnis, walaupun saat ini balasan dari aplikasi itu gratis. Bisa saja kedepannya Meta juga menerapkan kebijakan tetap berbayar untuk balasan yang dikirim melalui aplikasi.

Barantum, Vendor WhatsApp API dengan Opsi Coexistence

Barantum merupakan penyedia CRM, Omnichannel, dan WhatsApp Business API sekaligus mitra resmi Meta. Barantum mendukung Coexistence bagi bisnis yang ingin mempertahankan aplikasi WhatsApp Business sambil memanfaatkan sistem terintegrasi. 

Tidak hanya WhatsApp, fitur Omnichannel Barantum memungkinkan bisnis mengelola percakapan dari berbagai saluran lainnya seperti Facebook, Instagram, Tiktok dan lainnya dalam satu platform..

Manfaat pengelolaan komunikasi terpusat juga terlihat dalam studi kasus VIVA Apotek yang dipublikasikan Barantum. Menurut M. Edi Irfandianto, dua admin menangani WhatsApp Blast dan percakapan dari berbagai aplikasi melalui satu sistem. Ia melaporkan peningkatan efisiensi kerja tim sekitar 20–30%. Hasil ini menunjukkan manfaat penggunaan platform Barantum, bukan penghematan khusus dari Coexistence.

Pada akhirnya, WhatsApp Coexistence dapat menjadi alternatif bagi bisnis yang masih membutuhkan WhatsApp Business App sekaligus ingin menggunakan fitur API. Namun, bisnis tetap perlu mempertimbangkan biaya keseluruhan, volume pesan, kebutuhan otomatisasi, dan alur kerja agent sebelum menentukan metode yang paling sesuai.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Karisma Event Nusantara 2026: 125 Festival Budaya yang Menggerakkan Desa dan Kota

Dieng Culture Festival: 62 Ribu Wisatawan dan Rp70 Miliar

Di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Festival Budaya Dieng atau Dieng Culture Festival (DCF) ke-16 menjadi bukti bahwa festival budaya dapat menjadi penggerak ekonomi yang nyata. Sekitar 62.000 wisatawan datang selama sepekan, dengan perputaran uang diperkirakan mencapai Rp70 miliar. Homestay penuh, pedagang lokal berjualan, dan aktivitas masyarakat hidup. Ketua Pokdarwis Pendawa Dieng Kulon, Alif Fauzi, menyebut angka itu merupakan akumulasi transaksi dari paket partisipan, biaya operasional festival, penginapan, transportasi, hingga omzet UMKM.

Kopi Dieng dan Ekonomi Petani di Balik Festival

Salah satu daya tarik DCF 2026 adalah Festival Kopi Dieng yang mencatat transaksi komoditas kopi pegunungan sekitar Rp15 miliar. Angka ini menunjukkan bahwa festival budaya tidak hanya menjual pertunjukan, tetapi juga menghubungkan produk lokal dengan pasar yang lebih luas. Petani kopi, perajin, dan pelaku UMKM memperoleh akses langsung ke wisatawan, sementara wisatawan mendapatkan pengalaman autentik yang sulit ditemukan di pusat perbelanjaan. Model ini sejalan dengan visi Kementerian Pariwisata yang menempatkan DCF sebagai wajah pariwisata Indonesia yang autentik dan berdaya saing global.

KEN sebagai Kurasi Nasional Event Daerah

DCF 2026 merupakan bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, program Kementerian Pariwisata yang menyeleksi 125 event dari 38 provinsi. Jumlah ini meningkat dari 99 event pada 2025, dengan penekanan pada kualitas, keberlanjutan, dan dampak ekonomi yang nyata. KEN mencakup beragam agenda: Festival Budaya Sekala Bekhak, Solo Keroncong Festival, Wayang Jogja Night Carnival, Festival Nasional Reog Ponorogo, Pesta Kesenian Bali, hingga Festival Budaya Lembah Baliem. Kurasi ini penting agar festival daerah tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi terhubung dalam kalender pariwisata nasional yang menarik perhatian wisatawan domestik dan mancanegara.

Dari Sikka hingga Malinau: Festival sebagai Magnet Perjalanan

Selain Dieng, sejumlah festival daerah menunjukkan geliat serupa. Festival Musik Tradisi Sikka di Nusa Tenggara Timur digelar pada 23–24 Oktober 2026 dengan fokus promosi musik tradisi lokal dan kolaborasi UMKM. Irau Malinau ke-12 di Kalimantan Utara masuk KEN 2026 dan berlangsung selama sepekan, memadukan budaya dan ekonomi lokal. Cirebon Mask Festival 2026 menghadirkan delegasi seni topeng dari lima negara, menunjukkan bahwa festival budaya daerah dapat memiliki jangkauan internasional. Pola ini memperlihatkan bahwa magnet perjalanan tidak selalu berupa ikon nasional; festival di daerah pun mampu menarik wisatawan lintas provinsi dan lintas negara.

Menjaga Autentisitas di Tengah Komersialisasi

Tantangan terbesar festival budaya adalah menjaga keseimbangan antara daya tarik komersial dan autentisitas tradisi. DCF, misalnya, tetap mempertahankan ruwatan anak berambut gimbal dan prosesi budaya sebagai inti acara, sementara elemen hiburan seperti Jazz Atas Awan dan festival kopi menjadi pendukung. Jika festival kehilangan akar budayanya, daya tariknya akan pudar. Sebaliknya, jika dikelola dengan kurasi yang baik, festival dapat menjadi jalan bagi desa untuk dikenal dunia tanpa kehilangan identitasnya.

Kirim Uang ke Keluarga Beda Bank? Perhatikan Hal Ini

Mengirim uang kepada orang tua, saudara, atau anggota keluarga yang tinggal di kota berbeda sudah menjadi bagian dari kebutuhan finansial sehari-hari. Namun, ketika rekening pengirim dan penerima berasal dari bank yang berbeda, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar transaksi berjalan lancar.

Mulai dari memastikan nomor rekening tujuan hingga memahami biaya transfer, kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko kesalahan saat mengirim uang. Jika dilakukan secara rutin, memahami cara transfer antarbank juga dapat membantu mengelola pengeluaran dengan lebih teratur.

1. Pastikan Nomor Rekening dan Nama Penerima Benar

Sebelum mengirim uang, periksa kembali nomor rekening dan nama penerima. Kesalahan memasukkan nomor rekening dapat membuat dana terkirim ke rekening yang tidak sesuai dengan tujuan.

Jika menerima informasi rekening melalui pesan, pastikan data tersebut benar-benar berasal dari orang yang ingin kamu kirimi uang. Untuk menghindari penipuan, lakukan konfirmasi melalui saluran komunikasi yang tepercaya apabila ada perubahan nomor rekening atau permintaan transfer yang tidak biasa.

Sebelum menekan tombol konfirmasi, periksa kembali nama penerima yang ditampilkan aplikasi, nominal transfer, dan informasi transaksi lainnya.

2. Ketahui Kode Bank Tujuan

Saat melakukan transfer ke bank lain melalui metode yang meminta kode bank, kamu perlu memasukkan kode yang sesuai dengan bank penerima. Kode bank berfungsi untuk mengidentifikasi bank tujuan dalam transaksi.

Istilah kode bank transfer sering digunakan ketika seseorang mencari informasi mengenai cara mengirim uang ke rekening bank lain. Agar tidak salah memasukkan kode, periksa daftar kode bank yang tersedia pada aplikasi atau kanal resmi bank yang digunakan.

Pada sejumlah layanan transfer digital, bank tujuan dapat dipilih langsung dari daftar yang tersedia. Ikuti petunjuk pada aplikasi dan pastikan nama bank serta rekening penerima sudah benar sebelum melanjutkan transaksi.

3. Periksa Biaya Transfer Antarbank

Biaya transfer menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan, terutama jika kamu rutin mengirim uang kepada keluarga setiap bulan. Biaya yang dikenakan dapat berbeda bergantung pada bank, metode transfer, dan ketentuan layanan yang digunakan.

Karena itu, jika sedang mencari informasi mengenai transfer gratis antar bank atau transfer antar bank gratis, jangan hanya melihat klaim promosi. Periksa juga metode transfer yang digunakan, jumlah kuota gratis yang tersedia, serta biaya yang mungkin dikenakan setelah kuota habis.

Sebagai contoh, layanan BI-FAST dan transfer melalui metode lain dapat memiliki ketentuan biaya yang berbeda. Sebelum mengonfirmasi transaksi, periksa informasi biaya yang ditampilkan pada aplikasi agar kamu mengetahui jumlah dana yang akan dikirim dan biaya yang dikenakan.

4. Simpan Bukti Transferan

Setelah transaksi berhasil, simpan bukti transferan sebagai dokumentasi. Bukti transaksi dapat membantu pengirim dan penerima memastikan bahwa pengiriman uang telah dilakukan.

Dokumen tersebut juga berguna jika perlu memeriksa kembali tanggal transaksi, nominal transfer, atau informasi penerima. Jika uang belum diterima sesuai perkiraan, bukti transaksi dapat membantu ketika melakukan pengecekan melalui layanan resmi bank.

Namun, bukti transfer sebaiknya tidak dibagikan secara sembarangan. Informasi seperti nomor rekening, nama, dan detail transaksi merupakan data yang perlu dijaga. Jika perlu mengirimkan bukti kepada keluarga, gunakan saluran komunikasi pribadi yang aman.

5. Pahami Kuota Gratis Transfer yang Tersedia

Bagi orang yang rutin mengirim uang kepada keluarga, kuota gratis transfer dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih layanan perbankan. Namun, jumlah transfer gratis tidak selalu sama untuk setiap nasabah karena dapat bergantung pada program atau tingkat keanggotaan yang dimiliki.

Jika kamu mencari informasi mengenai neobank gratis transfer berapa kali, periksa ketentuan terbaru pada aplikasi atau situs resmi Bank Neo Commerce. Perhatikan jumlah kuota, metode transfer yang memenuhi syarat, dan biaya yang berlaku setelah kuota gratis habis.

Dengan memahami ketentuan tersebut, kamu dapat memperkirakan biaya transaksi secara lebih baik. Informasi yang diperiksa sebelum transfer juga membantu menghindari asumsi bahwa seluruh transaksi antarbank selalu bebas biaya.

6. Jadikan Transfer Bulanan Bagian dari Perencanaan Keuangan

Mengirim uang kepada keluarga secara rutin sebaiknya masuk dalam perencanaan anggaran bulanan. Tentukan nominal yang sesuai dengan kemampuan keuangan, lalu sisihkan dana untuk kebutuhan tersebut sebelum mengalokasikan uang ke pengeluaran lainnya.

Jika memungkinkan, catat tanggal dan nominal transfer agar pengeluaran lebih mudah dipantau. Cara ini juga membantu membedakan uang yang digunakan untuk kebutuhan pribadi dengan dana yang dialokasikan untuk keluarga.

Selain itu, pastikan saldo mencukupi sebelum transaksi dilakukan. Perencanaan yang sederhana dapat membantu mengurangi risiko kekurangan dana ketika kebutuhan keluarga muncul.

Kirim Uang ke Keluarga dengan Lebih Praktis lewat neobank Plus Gratisnya

Transfer antarbank dapat menjadi bagian penting dari pengelolaan keuangan keluarga. Dengan memastikan rekening tujuan, memeriksa biaya, menyimpan bukti transaksi, dan memahami kuota transfer, kamu dapat mengirim uang dengan lebih cermat.

Melalui neobank Plus Gratisnya, nasabah mendapatkan kuota transfer gratis sesuai level Neo Membership. Berdasarkan informasi promo, manfaat ini berlaku untuk seluruh nasabah dengan level Neo Membership 1–5, dengan rincian sebagai berikut:

L1 Citizen: 100 kali transfer gratis per bulan.

L2 Expert: 110 kali transfer gratis per bulan.

L3 Master: 125 kali transfer gratis per bulan.

L4 Hero: 150 kali transfer gratis per bulan.

L5 Legend: 200 kali transfer gratis per bulan.

Selain kuota transfer gratis, promo neobank PLUS juga menawarkan kupon diskon mingguan sesuai level keanggotaan. Nilai kupon yang ditawarkan mencapai Rp1.000 untuk L1 Citizen, Rp1.500 untuk L2 Expert, Rp2.000 untuk L3 Master, Rp4.000 untuk L4 Hero, dan Rp10.000 untuk L5 Legend. Program ini berlaku hingga 31 Desember 2026.

***

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kuota gratis transfer neobank, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store. Cek info lebih lanjut dan terbaru di link https://s.id/neomembershipplus atau di website resmi Bank Neo Commerce.  

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES