BRI Region 6 Gelar TOT Business Continuity Management dengan Simulasi Penggunaan Peralatan Keselamatan

BRI Region 6 kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya sadar risiko dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat melalui pelaksanaan Training of Trainers (TOT) Business Continuity Management (BCM). Kegiatan yang diselenggarakan bekerja sama dengan Operational Risk Group Kantor Pusat BRI dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan ini menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktik langsung penggunaan berbagai peralatan keselamatan dan penanggulangan bencana.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan kesempatan untuk mengenal dan mengoperasikan sejumlah alat pendukung penanganan keadaan darurat, seperti perahu karet untuk evakuasi korban banjir, Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk penanganan kebakaran tahap awal, serta berbagai perlengkapan keselamatan lainnya yang umum digunakan dalam situasi tanggap darurat.

Melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif dan berbasis praktik, peserta diajak memahami fungsi, prosedur penggunaan, serta langkah-langkah keselamatan dalam mengoperasikan setiap peralatan. Simulasi yang dilakukan dirancang menyerupai kondisi nyata sehingga peserta dapat merasakan pengalaman langsung dalam menghadapi potensi bencana yang dapat mengganggu operasional perusahaan.

Pelaksanaan TOT BCM ini bertujuan untuk mencetak agen perubahan dan instruktur internal yang mampu menyebarluaskan pengetahuan serta budaya kesiapsiagaan kepada seluruh pekerja di unit kerja masing-masing. Dengan bekal kompetensi yang diperoleh selama pelatihan, peserta diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam mendukung implementasi Business Continuity Management dan memastikan kesiapan organisasi dalam menghadapi berbagai situasi darurat.

Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga memperkuat koordinasi, komunikasi, dan kerja sama tim yang menjadi elemen penting dalam penanganan krisis. Pemahaman terhadap penggunaan peralatan keselamatan dan prosedur tanggap darurat diharapkan mampu meminimalkan risiko serta mempercepat proses pemulihan operasional apabila terjadi gangguan yang berdampak pada layanan perusahaan.

Melalui kegiatan TOT BCM ini, BRI Region 6 terus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang tangguh, responsif, dan siap menghadapi berbagai tantangan. Kesiapsiagaan yang dibangun melalui pelatihan dan simulasi secara berkelanjutan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan operasional serta memberikan layanan terbaik kepada nasabah dalam berbagai kondisi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Inflasi Mendingin, Wall Street Reli: Saatnya Investor Bersiap?

Wall Street kembali menunjukkan penguatan setelah data inflasi Amerika Serikat memberikan angin segar bagi pelaku pasar. Laporan terbaru menunjukkan bahwa tekanan inflasi mulai mereda, meningkatkan optimisme investor terhadap kemungkinan perubahan arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Di saat yang sama, pasar masih dibayangi berbagai risiko global, mulai dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah hingga dinamika kebijakan politik Amerika Serikat. Meski demikian, awal musim laporan keuangan (earnings season) yang solid berhasil menjaga sentimen positif di pasar saham.

Data terbaru menunjukkan bahwa Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat mencatat perlambatan yang lebih baik dari ekspektasi. Bahkan, inflasi bulanan sempat mencatatkan deflasi, sementara Core CPI, yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi yang cenderung berfluktuasi, juga melambat. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa tekanan harga di ekonomi terbesar dunia tersebut mulai terkendali setelah sebelumnya berada di level yang tinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Meredanya inflasi memberikan ruang yang lebih besar bagi Federal Reserve untuk mengambil sikap yang lebih dovish dalam menentukan arah suku bunga. Selama dua tahun terakhir, The Fed mempertahankan suku bunga tinggi sebagai upaya menekan inflasi. Kini, dengan inflasi yang menunjukkan tren penurunan, pasar mulai memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan semakin terbuka.

Ekspektasi tersebut langsung direspons positif oleh pasar saham. Indeks-indeks utama Wall Street bergerak menguat dengan sektor teknologi menjadi salah satu motor penggerak utama. Saham-saham growth, khususnya perusahaan yang memiliki eksposur besar terhadap pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), kembali menarik minat investor.

Perusahaan teknologi besar yang selama ini memimpin perkembangan AI dipandang sebagai pihak yang paling diuntungkan apabila biaya pendanaan menjadi lebih rendah. Suku bunga yang lebih bersahabat umumnya meningkatkan valuasi saham growth karena prospek pendapatan jangka panjang menjadi lebih menarik dibandingkan saat suku bunga berada di level tinggi.

Meski demikian, optimisme pasar belum sepenuhnya lepas dari berbagai tantangan. Salah satu faktor yang masih menjadi perhatian investor adalah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait hubungan antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi tersebut kembali mendorong kenaikan harga minyak dunia karena pasar mengantisipasi potensi gangguan terhadap pasokan energi global.

Harga minyak yang lebih tinggi dapat kembali memicu tekanan inflasi apabila berlangsung dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, investor masih terus memantau perkembangan geopolitik sebagai salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter maupun kinerja pasar keuangan global.

Selain itu, pasar juga memperhatikan berbagai perkembangan kebijakan politik di Amerika Serikat, termasuk sejumlah pernyataan dan agenda ekonomi yang dikaitkan dengan Donald Trump menjelang dinamika politik berikutnya. Ketidakpastian kebijakan perdagangan, tarif impor, hingga hubungan dagang internasional tetap menjadi variabel yang diperhitungkan investor dalam menyusun strategi investasi.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, musim laporan keuangan kuartalan memberikan dorongan positif bagi pasar. Beberapa bank terbesar Amerika Serikat berhasil membukukan kinerja yang lebih baik dibandingkan ekspektasi analis. JPMorgan Chase, Bank of America, serta sejumlah institusi keuangan besar lainnya melaporkan pendapatan dan laba yang solid, menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi dan sektor perbankan masih berada dalam kondisi yang cukup sehat.

Kinerja positif sektor perbankan memberikan keyakinan bahwa fundamental ekonomi Amerika Serikat masih cukup kuat meskipun sebelumnya menghadapi tekanan akibat suku bunga tinggi. Hal ini juga menjadi indikator awal yang penting menjelang laporan keuangan perusahaan-perusahaan dari sektor teknologi, manufaktur, hingga konsumen dalam beberapa pekan mendatang.

Bagi investor, kombinasi antara inflasi yang mulai melandai, potensi kebijakan moneter yang lebih akomodatif, serta laporan keuangan perusahaan yang solid dapat menjadi katalis positif bagi pasar saham. Namun demikian, volatilitas diperkirakan masih akan tetap tinggi mengingat berbagai risiko eksternal yang belum sepenuhnya mereda.

Investor juga disarankan untuk tetap menerapkan strategi diversifikasi portofolio dan terus memantau perkembangan data ekonomi, keputusan Federal Reserve, serta dinamika geopolitik global sebelum mengambil keputusan investasi.

Pergerakan Saham Amerika Serikat, aset kripto, dan Emas Digital saat ini dapat dipantau melalui aplikasi Nanovest. Bagi masyarakat yang ingin mulai berinvestasi di saham Amerika Serikat maupun mengeksplorasi berbagai aset kripto, Nanovest dapat menjadi pilihan aplikasi investasi saham dan kripto yang terpercaya serta aman bagi investor di Indonesia.

Bagi investor yang baru ingin memulai berinvestasi juga tidak perlu khawatir karena aset yang dimiliki di aplikasi Nanovest mendapatkan perlindungan terhadap risiko cybercrime melalui Asuransi Sinarmas. Selain itu, Nanovest telah resmi terdaftar dan berlisensi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga memberikan rasa aman dalam berinvestasi.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai layanan dan fitur yang tersedia, masyarakat dapat mengunjungi www.nanovest.io. Aplikasi Nanovest juga telah tersedia di Google Play Store maupun Apple App Store, sehingga investor dapat memantau pergerakan pasar dan mulai berinvestasi dengan lebih mudah kapan saja dan di mana saja.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Finance Bidik Pertumbuhan Pasar EV dengan Pembiayaan Bunga Mulai 3,97%

Jakarta, 15 Juli 2026 – Tren kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif. Di tengah meningkatnya pilihan model EV dan dukungan berbagai insentif pemerintah, penjualan kendaraan roda empat nasional juga terus menguat. Data GAIKINDO mencatat penjualan mobil nasional mencapai 436.564 unit pada semester I 2026, meningkat 15,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menandakan daya beli masyarakat terhadap kendaraan bermotor masih bertumbuh.

Melihat potensi tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menghadirkan program pembiayaan mobil listrik baru dengan bunga mulai 3,97% flat per tahun dan tenor hingga 5 tahun, sehingga masyarakat semakin mudah mewujudkan impian memiliki kendaraan listrik.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Minat masyarakat terhadap kendaraan listrik terus meningkat seiring semakin banyaknya pilihan produk di pasar. Kami ingin menjadi bagian dari perkembangan tersebut dengan menghadirkan pembiayaan yang kompetitif, mudah diakses, dan memberikan nilai tambah bagi nasabah yang ingin beralih ke kendaraan listrik.”

Melalui program ini, nasabah dapat mengajukan pembiayaan berbagai merek mobil listrik baru dengan proses yang praktis melalui platform digital BRI Flash, Official WhatsApp BRI Finance, maupun jaringan kantor cabang BRI Finance di seluruh Indonesia.

Melalui program pembiayaan dengan bunga mulai 3,97% ini BRI Finance berharap dapat memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan listrik sekaligus mendukung percepatan terbentuknya ekosistem mobilitas berkelanjutan di Indonesia.

“Kami optimistis permintaan kendaraan listrik akan terus bertumbuh seiring semakin lengkapnya pilihan model dan infrastruktur pendukung. Karena itu, BRI Finance akan terus menghadirkan solusi pembiayaan yang inovatif agar semakin banyak masyarakat dapat menikmati kemudahan memiliki kendaraan yang lebih ramah lingkungan,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tingkatkan Kompetensi dan Kesiapsiagaan, PPO Logistik BRI Region 6 Ikuti Simulasi Business Continuity Management

Petugas Penunjang Operasional (PPO) Logistik unit kerja supervisi BRI Region 6 mengikuti kegiatan simulasi Business Continuity Management (BCM) yang diselenggarakan melalui kolaborasi antara BRI Region 6, Operational Risk Group Kantor Pusat BRI, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan.

Sebagai peserta, para PPO Logistik mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya menjaga keberlangsungan operasional perusahaan di tengah berbagai potensi gangguan, baik yang disebabkan oleh bencana alam, kegagalan sistem, maupun kondisi darurat lainnya. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga pengalaman praktik melalui simulasi penanganan keadaan darurat yang dapat terjadi di lingkungan kerja.

Bagi PPO Logistik, pelatihan ini memberikan manfaat yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan mengidentifikasi risiko, memahami prosedur tanggap darurat, serta menjalankan peran dan tanggung jawab sesuai dengan skenario yang telah ditetapkan dalam kerangka Business Continuity Management. Melalui simulasi yang dilakukan, peserta dapat memahami pentingnya koordinasi, komunikasi, dan pengambilan keputusan yang cepat untuk meminimalkan dampak gangguan terhadap operasional perusahaan.

Selain memperkuat kompetensi individu, kegiatan ini juga memberikan bekal yang dapat diimplementasikan secara langsung di unit kerja masing-masing. Pengetahuan mengenai mitigasi risiko, pengamanan aset, penyusunan langkah-langkah kontingensi, hingga prosedur pemulihan operasional menjadi referensi penting dalam mendukung kelancaran aktivitas kerja sehari-hari. Dengan demikian, setiap petugas memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi situasi yang tidak terduga.

Simulasi BCM ini juga menumbuhkan kesadaran bahwa keberlangsungan bisnis merupakan tanggung jawab bersama. Peran PPO Logistik tidak hanya terbatas pada pengelolaan sarana dan prasarana operasional, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan fasilitas pendukung yang dibutuhkan ketika terjadi kondisi darurat.

Melalui kegiatan ini, PPO Logistik BRI Region 6 semakin memahami bahwa kesiapsiagaan, kedisiplinan dalam menjalankan prosedur, serta kemampuan beradaptasi terhadap berbagai risiko merupakan faktor penting dalam mendukung operasional BRI yang tangguh dan berkelanjutan. Harapannya, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara konsisten di unit kerja sehingga mampu mendukung terwujudnya layanan yang aman, andal, dan tetap berjalan optimal dalam berbagai kondisi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BPBD Jakarta Selatan Dukung Penguatan Kesiapsiagaan Bencana melalui Simulasi Business Continuity Management BRI Region 6

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan terus mendorong peningkatan kesiapsiagaan dan ketangguhan berbagai sektor dalam menghadapi potensi bencana dan situasi darurat. Sebagai bagian dari upaya tersebut, BPBD Jakarta Selatan berkolaborasi dengan BRI Region 6 dan Operational Risk Group Kantor Pusat BRI dalam penyelenggaraan simulasi Business Continuity Management (BCM) bagi petugas penunjang operasional dan logistik unit kerja supervisi BRI Region 6.

Kegiatan simulasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan peserta dalam menghadapi berbagai kondisi darurat yang berpotensi mengganggu operasional perusahaan. Melalui latihan yang dirancang menyerupai situasi nyata, peserta diberikan pembekalan mengenai mitigasi risiko, prosedur tanggap darurat, koordinasi penanganan insiden, serta langkah-langkah pemulihan pascabencana.

BPBD Jakarta Selatan memandang bahwa kesiapsiagaan terhadap bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan peran aktif dunia usaha dalam membangun sistem yang tangguh dan berkelanjutan. Implementasi Business Continuity Management menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan keberlangsungan layanan dan operasional organisasi ketika menghadapi gangguan akibat bencana maupun kondisi krisis lainnya.

Melalui kegiatan ini, BPBD Jakarta Selatan memberikan edukasi dan pendampingan kepada peserta terkait penanganan keadaan darurat, evakuasi, serta penguatan koordinasi antarunit kerja. Diharapkan, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan kerja masing-masing.

BPBD Jakarta Selatan mengapresiasi komitmen BRI Region 6 dan Operational Risk Group Kantor Pusat BRI yang secara aktif mengedepankan aspek mitigasi risiko dan keberlangsungan bisnis. Sinergi antara pemerintah dan sektor perbankan ini diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi yang efektif dalam meningkatkan ketahanan organisasi terhadap berbagai sektor.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Lagi Cari AI Agent untuk CS Bisnis? Coba Ikut Demo Online Barantum

Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order.

AI Agent adalah teknologi berbasis kecerdasan buatan yang membantu bisnis berinteraksi dengan pelanggan secara otomatis. Tidak hanya menjawab pertanyaan, AI Agent juga mampu memahami konteks percakapan, memberikan informasi yang relevan, dan mengarahkan pelanggan ke agent manusia jika diperlukan.

Karena kemampuannya tersebut, semakin banyak perusahaan mulai mengadopsi AI Agent untuk meningkatkan kecepatan respons dan efisiensi layanan pelanggan. Namun, apa sebenarnya alasan utama bisnis mulai beralih ke AI Agent dan menjadikannya bagian dari strategi customer service mereka?.

Mengapa Semakin Banyak Bisnis Menggunakan AI Agent untuk Customer Service?

Perubahan perilaku pelanggan menjadi salah satu alasan utama meningkatnya penggunaan AI Agent. Pelanggan kini menginginkan jawaban yang cepat tanpa harus menunggu lama, bahkan di luar jam operasional.

Di sisi lain, tim customer service sering menghadapi tantangan berupa volume percakapan yang tinggi, pertanyaan yang berulang, dan keterbatasan jumlah agent. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat menurunkan kualitas layanan dan kepuasan pelanggan.

AI Agent membantu bisnis menjawab tantangan tersebut dengan menangani pertanyaan umum secara otomatis, memberikan respons selama 24 jam, serta membantu agent fokus pada kasus yang lebih kompleks dan membutuhkan penanganan manusia.

Tidak heran jika semakin banyak perusahaan mulai menjadikan AI Agent sebagai bagian dari strategi customer service mereka.

Apa yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memilih AI Agent untuk Bisnis?

Setiap bisnis memiliki kebutuhan layanan pelanggan yang berbeda. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengevaluasi beberapa aspek sebelum memilih solusi AI Agent.

Hal yang perlu diperhatikan saat memilih AI Agent antara lain:

● Kemampuan memahami pertanyaan pelanggan.

● Dukungan integrasi dengan WhatsApp dan CRM.

● Kemampuan melayani pelanggan di berbagai channel.

● Fitur otomatisasi dan eskalasi ke agent manusia.

● Dashboard dan analitik performa.

● Keamanan data dan skalabilitas untuk pertumbuhan bisnis.

Selain fitur, perusahaan juga perlu memastikan bahwa solusi yang dipilih mudah diimplementasikan dan dapat disesuaikan dengan proses bisnis yang sudah berjalan. Langkah ini penting agar investasi teknologi dapat memberikan manfaat yang maksimal.

Apa yang Bisa Dipelajari dari Demo Online AI Agent Barantum?

Sebelum memutuskan menggunakan AI Agent, melihat langsung cara kerjanya dapat membantu perusahaan memahami apakah solusi tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Melalui Demo Online AI Agent Barantum, perusahaan dapat mempelajari berbagai hal, seperti:

● Kelebihan dan cara kerja AI agent Barantum dalam merespons dan follow up otomatis

● Cara setup AI agent dari awal sampai live di WhatsApp

● Contoh alur penggunaan AI agent yang efektif untuk bisnis

● Manfaat dan cara kerja fitur Barantum lainnya, seperti broadcast WhatsApp, omnichannel, CRM penjualan hingga call center

Jika bisnis Anda sedang mempertimbangkan penggunaan AI untuk meningkatkan customer service, mengikuti Demo Online Barantum dapat menjadi langkah awal yang tepat.

Anda dapat melihat langsung bagaimana AI Agent membantu menjawab pertanyaan pelanggan secara otomatis, terintegrasi dengan WhatsApp dan CRM, serta disesuaikan dengan kebutuhan operasional perusahaan. Daftarkan tim Anda sekarang dan temukan solusi AI yang tepat untuk menghadirkan layanan pelanggan yang lebih cepat, efisien, dan responsif.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Explorex Siap Bangun Ekosistem Outdoor Indonesia, Dorong Kolaborasi Industri hingga Penguatan Kompetensi SDM

Jakarta, 14 Juli 2026 – PT Debindomulti Adhiswasti menyelenggarakan Launching Explorex 2027 di Balairung Soesilo Soedarman, Kementerian Pariwisata, Jakarta. Explorex merupakan platform berbasis pengalaman (experience-driven platform) yang dirancang untuk mempertemukan pelaku industri, komunitas, praktisi, dan masyarakat dalam satu ekosistem kegiatan luar ruang (outdoor). Melalui kolaborasi lintas sektor, Explorex diharapkan menjadi wadah pengembangan industri outdoor nasional sekaligus mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia, promosi destinasi, dan pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata.

Direktur Utama PT Debindomulti Adhiswasti, Vibiadhi Swasti Pradana, mengatakan bahwa Explorex hadir sebagai platform yang menghubungkan berbagai pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem outdoor yang lebih kuat dan berkelanjutan.

“Explorex kami rancang sebagai platform yang memberikan pengalaman secara langsung sekaligus mempertemukan berbagai brand, komunitas, dan pelaku industri dalam satu ruang kolaborasi. Harapannya, Explorex dapat menjadi titik temu berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengembangkan industri outdoor Indonesia,” ujar Vibiadhi.

Menurut Vibiadhi, selain menjadi ruang promosi bagi pelaku industri, Explorex juga memiliki misi mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui penguatan sertifikasi dan pengembangan keahlian di bidang aktivitas luar ruang. Hasil diskusi yang berkembang dalam penyelenggaraan Explorex nantinya diharapkan dapat menjadi masukan bagi kementerian maupun lembaga terkait dalam penyusunan kebijakan pengembangan sektor outdoor nasional.

Vibiadhi juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata, Kementerian Pendidikan, serta berbagai mitra yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Explorex. Sementara itu, Managing Director PT Industri Pameran Nusantara, Ryan Adrian, menilai Explorex hadir pada momentum yang tepat seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap aktivitas luar ruang dan wisata berbasis pengalaman.

“Explorex tidak hanya menghadirkan sebuah pameran, tetapi juga menjadi platform yang menghubungkan bisnis, komunitas, edukasi, dan berbagai aktivitas outdoor dalam satu penyelenggaraan. Kami optimistis Explorex memiliki potensi untuk menjadi pameran outdoor terdepan di Indonesia,” kata Ryan.

Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan Explorex di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertemuan pelaku industri, tetapi juga memperkuat kawasan tersebut sebagai destinasi kegiatan dan gaya hidup outdoor di Indonesia.

Sementara itu, Ryan Adrian menyampaikan bahwa Explorex hadir pada momentum yang tepat seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap aktivitas luar ruang dan wisata berbasis pengalaman. Menurutnya, Explorex tidak hanya menjadi sebuah pameran, tetapi juga platform yang mempertemukan pelaku industri, komunitas, inovasi, dan peluang bisnis dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

Ryan menambahkan bahwa penyelenggaraan Explorex di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2 diharapkan mampu memperkuat posisi kawasan tersebut sebagai destinasi penyelenggaraan event sekaligus destinasi wisata berbasis aktivitas (experience destination). Dengan fasilitas berstandar internasional dan kawasan yang terus berkembang, Explorex diyakini memiliki potensi menjadi salah satu pameran outdoor dan adventure terbesar di Indonesia.

Pelaksana Tugas Deputi Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata, Hafiz Agung Rifai, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki keunggulan sebagai destinasi wisata berbasis alam dengan kekayaan bentang alam, mulai dari pegunungan, pantai, hingga kawasan dengan keanekaragaman hayati yang tinggi. Potensi tersebut perlu didukung melalui penyelenggaraan event yang mampu memperkuat promosi destinasi sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.

“Kementerian Pariwisata terus mendukung penyelenggaraan berbagai event berbasis minat khusus di Indonesia. Kami berharap Explorex dapat menjadi katalisator dalam mempromosikan destinasi wisata Indonesia, menarik investasi, sekaligus memperkuat ekonomi daerah melalui pengembangan sektor outdoor,” ujar Hafiz.

Pada kesempatan yang sama, Founder Skygers Indonesia, Harry Suliztiarto, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dan sertifikasi bagi pelaku aktivitas luar ruang di Indonesia agar mampu bersaing di tingkat internasional.

Founder Skygers Indonesia, Harry Suliztiarto, menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi alam yang luar biasa untuk mengembangkan industri outdoor bertaraf internasional. Namun, potensi tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui sistem pelatihan dan sertifikasi yang terstandar.

Menurut Harry, Explorex dapat menjadi momentum untuk mendorong lahirnya ekosistem sertifikasi aktivitas outdoor di Indonesia sehingga tidak hanya menjadi tujuan wisata alam, tetapi juga pusat pengembangan kompetensi di kawasan Asia Tenggara. Ia juga menekankan pentingnya melibatkan masyarakat lokal dalam proses sertifikasi agar manfaat ekonomi dari pengembangan destinasi dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Kita memiliki alam yang menjadi salah satu kekuatan terbesar di dunia. Tantangannya adalah bagaimana menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan sertifikasi sehingga Indonesia tidak hanya menjadi tujuan aktivitas outdoor, tetapi juga menjadi pusat pengembangan kompetensi outdoor di kawasan,” ujarnya.

Harry juga mendorong agar pengembangan sertifikasi melibatkan masyarakat lokal sebagai bagian dari ekosistem destinasi wisata sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat di sekitar kawasan wisata.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, komunitas, dan praktisi, Explorex diharapkan menjadi platform yang tidak hanya memperkenalkan berbagai aktivitas dan produk outdoor, tetapi juga mendorong lahirnya ekosistem industri outdoor Indonesia yang semakin kompetitif, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tingkat global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Operasional Lancar, Bisnis Makin Tumbuh: Oxygen.id Hadirkan Talkxygen di Jakarta Utara

Oxygen.id menghadirkan berbagai solusi yang dapat disesuaikan dengan karakteristik setiap perusahaan, seperti internet bisnis Oxygen Biz Startup, Oxygen Biz, dan Oxygen Pro, solusi IP Camera, SD-WAN, serta Data Center dan Cyber Security yang mendukung pengelolaan sekaligus perlindungan data bisnis agar tetap aman dan andal.

Sebagai salah satu kawasan bisnis yang terus berkembang di ibu kota, Jakarta Utara menjadi pusat aktivitas berbagai sektor usaha, mulai dari logistik, perdagangan, pergudangan, manufaktur, hingga jasa. Di tengah aktivitas bisnis yang berlangsung setiap hari, perusahaan membutuhkan dukungan teknologi yang tidak hanya andal, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan kebutuhan operasional yang semakin kompleks. 

MoraRepublic melalui merek komersialnya, Oxygen.id, menggelar Talkxygen pada 10 Juli 2026 di CW Coffee & Eatery, Jakarta Utara. Kegiatan ini menjadi ajang bagi para pelaku usaha untuk bertukar pengalaman, membahas tantangan yang dihadapi dalam menjalankan bisnis, sekaligus mengenal berbagai solusi digital yang dapat membantu meningkatkan efisiensi operasional. 

Cholik, Sales Leader SME Jakarta Utara, mengatakan bahwa kebutuhan teknologi setiap bisnis akan terus berkembang seiring pertumbuhan perusahaan. “Kami sering menemui pelanggan yang awalnya hanya membutuhkan internet untuk operasional sehari-hari. Namun, seiring bisnis berkembang, kebutuhan mereka juga bertambah, mulai dari keamanan, konektivitas antar lokasi, hingga pengelolaan infrastruktur digital. Karena itu, solusi yang diberikan harus mampu mengikuti perkembangan bisnis tersebut,” ujarnya. 

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Oxygen.id menghadirkan berbagai solusi yang dapat disesuaikan dengan karakteristik setiap perusahaan. Selain layanan internet bisnis Oxygen Biz Startup, Oxygen Biz, dan Oxygen Pro, tersedia pula solusi IP Camera untuk membantu memantau keamanan area operasional, SD-WAN guna menghubungkan kantor pusat dan cabang secara lebih efisien, serta Data Center dan Cyber Security yang mendukung pengelolaan sekaligus perlindungan data bisnis agar tetap aman dan andal. 

Sementara itu, Oscar Arief Maulana, Presales Oxygen.id, menambahkan bahwa setiap perusahaan memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga solusi yang diterapkan juga perlu disesuaikan. “Melalui diskusi seperti Talkxygen, kami dapat memahami kebutuhan pelanggan secara lebih mendalam sehingga solusi yang direkomendasikan benar-benar sesuai dengan kondisi dan tujuan bisnis mereka,” jelas Oscar. 

Oxygen.id terus berupaya menghadirkan ruang diskusi yang mempertemukan kebutuhan pelaku usaha dengan solusi digital yang relevan. Harapannya, kegiatan ini dapat membantu perusahaan menemukan teknologi yang tepat sehingga operasional berjalan lebih efisien, produktivitas meningkat, dan bisnis semakin siap menghadapi perkembangan di era digital. 

Informasi lebih lanjut mengenai layanan dan kegiatan terbaru Oxygen.id dapat diakses melalui Instagram resmi @oxygenid_official.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Region 6 Tingkatkan Kesiapsiagaan Operasional Melalui Simulasi Business Continuity Management Bersama BPBD Jakarta Selatan

BRI Region 6 berkolaborasi dengan Operational Risk Group Kantor Pusat BRI dan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan menyelenggarakan simulasi Business Continuity Management (BCM) bagi petugas penunjang operasional dan logistik pada unit kerja supervisi BRI Region 6.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BRI dalam memperkuat budaya sadar risiko serta meningkatkan kesiapsiagaan insan BRI dalam menghadapi berbagai potensi gangguan operasional, termasuk kondisi darurat akibat bencana alam maupun nonalam. Melalui simulasi ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai prosedur penanganan keadaan darurat, koordinasi tanggap bencana, serta langkah-langkah pemulihan operasional untuk memastikan keberlangsungan layanan kepada nasabah tetap terjaga.

Dalam pelaksanaannya, BPBD Jakarta Selatan memberikan pembekalan terkait mitigasi risiko bencana, respons darurat, dan praktik terbaik dalam penanganan situasi krisis. Sementara itu, Operational Risk Group Kantor Pusat BRI turut memberikan penguatan mengenai implementasi Business Continuity Management sebagai bagian dari manajemen risiko perusahaan.

Melalui kegiatan ini, BRI Region 6 berharap seluruh petugas penunjang operasional dan logistik memiliki kompetensi, kesiapan, dan respons yang cepat serta tepat dalam menghadapi berbagai situasi yang berpotensi mengganggu operasional perusahaan. Dengan kesiapsiagaan yang terus ditingkatkan, BRI berkomitmen menjaga keberlangsungan bisnis dan memberikan layanan terbaik kepada nasabah di berbagai kondisi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Keselamatan Pengguna di LRT Jabodebek, Mengapa Kebiasaan Sederhana Tidak Boleh Diabaikan?

LRT Jabodebek mengajak seluruh pengguna untuk membangun budaya keselamatan melalui kebiasaan sederhana selama berada di stasiun maupun di dalam kereta. Keselamatan perjalanan merupakan tanggung jawab bersama antara operator dan masyarakat.

Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan bahwa selain memastikan layanan berjalan sesuai standar operasional, LRT Jabodebek juga mengajak pengguna untuk tertib dalam menggunakan transportasi publik karena setiap kebiasaan positif dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan perjalanan.

LRT Jabodebek mengimbau pengguna untuk selalu berdiri di belakang garis kuning saat menunggu kereta, mendahulukan penumpang yang turun sebelum naik, tidak menghalangi pintu kereta, membawa ransel di bagian depan tubuh saat kereta padat, serta menggunakan fasilitas darurat hanya dalam kondisi yang benar-benar diperlukan.

Selain itu, pengguna juga diimbau segera melaporkan kepada Train Attendant atau petugas stasiun apabila menemukan kondisi yang berpotensi mengganggu keselamatan maupun kenyamanan perjalanan. Dengan kepedulian dan partisipasi seluruh pengguna, LRT Jabodebek berharap tercipta layanan transportasi publik yang semakin aman, tertib, nyaman, dan andal.

Setiap hari, puluhan hingga ratusan ribu masyarakat memanfaatkan LRT Jabodebek untuk beraktivitas, mulai dari bekerja, bersekolah, hingga berwisata. Di tengah tingginya mobilitas tersebut, keselamatan perjalanan tidak hanya bergantung pada sistem dan petugas, tetapi juga pada kebiasaan setiap pengguna selama berada di stasiun maupun di dalam kereta.

Masih terdapat beberapa kebiasaan yang kerap dianggap sepele, seperti berdiri terlalu dekat dengan tepi peron, menghalangi pintu kereta saat proses naik dan turun penumpang, atau menggunakan fasilitas darurat tidak sesuai peruntukannya. Padahal, perilaku tersebut dapat memengaruhi keselamatan, kenyamanan, serta kelancaran perjalanan bersama.

Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan bahwa transportasi publik yang aman dibangun melalui kolaborasi antara operator dan masyarakat.

“Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Selain memastikan layanan berjalan sesuai standar operasional, kami juga mengajak seluruh pengguna untuk membangun budaya menggunakan transportasi publik secara tertib. Kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap pengguna dapat memberikan dampak besar terhadap keselamatan dan kenyamanan perjalanan bagi semua,” ujar Radhitya.

Sebagai bagian dari upaya membangun budaya keselamatan di transportasi publik, LRT Jabodebek mengajak masyarakat menerapkan beberapa kebiasaan berikut saat menggunakan layanan.

Pertama, berdiri di belakang garis kuning saat menunggu kereta. Garis kuning di peron berfungsi sebagai batas aman bagi pengguna sebelum kereta berhenti sempurna. Menunggu di belakang garis tersebut membantu mengurangi risiko tersenggol kereta maupun terdorong akibat kepadatan penumpang.

Kedua, dahulukan pengguna yang turun sebelum naik ke dalam kereta. Kebiasaan ini membantu memperlancar arus perpindahan penumpang, mengurangi kepadatan di pintu, serta mempercepat proses naik dan turun tanpa mengurangi aspek keselamatan.

Ketiga, hindari menghalangi pintu kereta yang akan menutup. Pintu kereta merupakan bagian dari sistem operasi yang dirancang untuk mendukung perjalanan sesuai jadwal. Menghalangi pintu dapat mengganggu proses keberangkatan dan berdampak pada kelancaran perjalanan.

Keempat, lepaskan ransel dan bawa barang bawaan di bagian depan tubuh saat kereta padat. Cara sederhana ini memberikan ruang gerak yang lebih nyaman bagi sesama pengguna, mengurangi risiko menyenggol penumpang lain, serta mempermudah mobilitas di dalam kereta.

Kelima, gunakan fasilitas darurat hanya dalam kondisi yang benar-benar memerlukan penanganan segera. Fasilitas seperti Emergency Intercom disediakan agar pengguna dapat berkomunikasi dengan petugas apabila terjadi kondisi darurat. Penggunaan yang tepat akan membantu petugas memberikan respons secara cepat dan efektif.

Radhitya menambahkan bahwa budaya keselamatan di transportasi publik tidak hanya tercermin dari kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga dari kepedulian terhadap pengguna lain.

“Hal-hal sederhana seperti mengantre dengan tertib, memberikan ruang bagi penumpang yang turun, serta mengikuti arahan petugas merupakan bentuk kepedulian yang dapat menciptakan perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi semua. Semakin banyak masyarakat yang menerapkan kebiasaan tersebut, semakin baik pula pengalaman menggunakan transportasi publik,” tambahnya.

LRT Jabodebek juga mengimbau pengguna untuk segera menyampaikan informasi kepada Train Attendant atau petugas di stasiun apabila menemukan kondisi yang berpotensi mengganggu keselamatan maupun kenyamanan perjalanan. Partisipasi aktif masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan layanan transportasi publik yang aman, tertib, dan andal bagi seluruh pengguna.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES