Telkom AI Center Aceh Dorong Generasi Muda Kuasai Teknik “Coding tanpa Ngoding” Melalui Pemanfaatan AI

Telkom AI Center Aceh menggelar workshop “Coding tanpa Ngoding” untuk generasi muda, memperkenalkan konsep No-Code AI, pemanfaatan tools digital, serta membangun komunitas teknologi berkelanjutan di Aceh.

Banda Aceh, 6 Juli 2026 –  Telkom AI Center Aceh kembali memperkuat literasi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di kalangan masyarakat melalui penyelenggaraan technical workshop bertajuk “Coding tanpa Ngoding” (2/6). Kegiatan yang berlangsung secara hybrid di Telkom AI Center Aceh ini diikuti oleh puluhan peserta secara offline dan online dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, developer, pekerja profesional, hingga pegiat teknologi.

Workshop menghadirkan pemateri Chusnul Zamzami, AI Engineer dari Universitas Syiah Kuala bersama tim fasilitator Telkom AI Center Aceh dan komunitas teknologi, untuk memperkenalkan konsep pengembangan aplikasi dan situs web tanpa harus memiliki kemampuan pemrograman tradisional.

Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami bagaimana teknologi AI dan platform No-Code kini memungkinkan siapa saja membangun produk digital secara lebih cepat dan mudah. Berbagai tools seperti GitHub, Vercel, Supabase, hingga platform pengembangan berbasis AI diperkenalkan dan dipraktekkan secara langsung.

Membuka Akses Teknologi bagi Semua Kalangan  

Salah satu fokus utama workshop adalah memperlihatkan bahwa transformasi digital tidak lagi terbatas bagi mereka yang memiliki latar belakang teknis.

“Teknologi AI telah mengubah cara kita membangun solusi digital. Hari ini, seseorang tanpa kemampuan coding sekalipun dapat membuat website atau aplikasi dengan bantuan AI. Namun, yang lebih penting adalah memahami cara kerja teknologi tersebut dan menggunakannya secara bijak,” ujar Chusnul dalam sesi workshop.

Peserta juga diperkenalkan pada konsep pengembangan AI No-Code, automasi menggunakan berbagai tools, serta pentingnya memahami desain antarmuka pengguna (UI/UX) dan logika bisnis di balik sebuah aplikasi.

Selain sesi teori, workshop menghadirkan demonstrasi praktis mulai dari pembuatan akun GitHub, Vercel, dan Supabase, hingga proses membangun dan melakukan hosting website secara publik menggunakan bantuan AI.

AI Sebagai Alat Bantu, Bukan Pengganti Manusia

Dalam diskusi mengenai implementasi AI, para fasilitator menekankan bahwa kecerdasan buatan merupakan alat bantu yang dapat meningkatkan produktivitas, namun tidak sepenuhnya menggantikan peran manusia dan programmer.

“AI dapat mempercepat proses pengembangan, tetapi kemampuan berpikir kritis, memahami kebutuhan pengguna, dan menyelesaikan masalah tetap menjadi peran manusia. Teknologi ini adalah mitra, bukan pengganti,” jelas Jurnalis JH , Business and Community Lead Telkom AI Connect Aceh.

Peserta juga diajak memahami pentingnya validasi hasil yang dihasilkan AI, termasuk cara mengatasi kesalahan, melakukan debugging, dan menjaga kualitas produk digital yang dibangun.

Membangun Komunitas Digital Berkelanjutan di Aceh

Selain pelatihan teknis, kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat jejaring komunitas digital di Aceh. Para peserta didorong untuk mengembangkan proyek website berbantuan AI mereka sendiri dan membagikan pengalaman melalui komunitas yang telah dibentuk.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian program nasional Telkom yang akan dilaksanakan di sembilan kota di Indonesia, termasuk Banda Aceh, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Malang, Makassar, Padang, dan Papua.

“Kami ingin menunjukkan bahwa era digital memberikan kesempatan yang sama bagi semua orang untuk berinovasi. Melalui workshop seperti ini, kami berharap semakin banyak talenta muda Aceh yang mampu menciptakan solusi digital, membangun startup, dan menjadi bagian dari ekosistem AI Indonesia,” ujar Jurnalis JH, Business and Community Lead Telkom AI Connect Aceh.

Melihat tingginya antusiasme peserta, Telkom AI Center Aceh berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan serupa dengan tema-tema yang lebih spesifik, mulai dari pengembangan AI, automasi bisnis, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk pendidikan dan ekonomi kreatif.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Saatnya Indonesia–India Pererat Hubungan Saling Menguntungkan

Hubungan Indonesia dan India telah melintasi ribuan tahun sejarah. Kini, saatnya kedua negara tidak hanya mewarisi masa lalu yang agung, tetapi bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik, yang membuat kedua negara memiliki pengaruh signifikan di dunia. Kunjungan Perdana Menteri India Shri Narendra Modi ke Indonesia pada 7 Juli 2026 kiranya menjadi titik balik lahirnya kemitraan strategis baru yang saling menguntungkan.

Kedatangan Perdana Menteri India Shri Narendra Modi sebagai tamu resmi Presiden Prabowo Subianto bukanlah kunjungan kenegaraan biasa. Kunjungan ini merupakan kunjungan balasan atas kehadiran Presiden Prabowo sebagai tamu kehormatan pada peringatan Hari Republik India (Republic Day) tanggal 26 Januari 2024. Lebih dari itu, pertemuan kedua pemimpin menjadi momentum penting untuk membawa hubungan Indonesia–India memasuki babak baru: dari hubungan historis menuju kemitraan strategis abad ke-21.

Hubungan Indonesia dan India sesungguhnya adalah hubungan peradaban. Jauh sebelum lahirnya negara modern, Nusantara dan anak benua India telah dihubungkan oleh jalur perdagangan Samudra Hindia yang menjadikan kedua kawasan saling bertukar komoditas, agama, bahasa, ilmu pengetahuan, seni, arsitektur, dan filsafat. Pengaruh Hindu dan Buddha dari India kemudian berakar kuat di Nusantara, melahirkan mahakarya seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, wayang, kisah Ramayana dan Mahabharata, serta berbagai nilai budaya yang hingga kini menjadi bagian dari identitas bangsa Indonesia. Hubungan tersebut bukan sekadar hubungan antarnegara, melainkan hubungan dua peradaban besar Asia.

Namun, sejarah tidak boleh hanya dikenang. Sejarah harus menjadi fondasi untuk membangun masa depan. Kedua negara memiliki modal yang sangat besar untuk menjadi negara yang diperhitungkan dunia. Kuncinya adalah hubungan saling memahami dan kerjasama saling menguntungkan.

Jika masa lalu Indonesia dan India ditandai oleh pertukaran rempah-rempah, agama, dan kebudayaan, maka masa depan kedua negara akan ditentukan oleh teknologi, kecerdasan buatan, ekonomi digital, keamanan siber, industri semikonduktor, pertahanan, energi bersih, dan kedaulatan data. Pergeseran inilah yang menjadikan hubungan Indonesia– India memasuki transformasi besar: dari warisan peradaban menuju kemitraan inovasi.

Transformasi tersebut semakin relevan ketika dunia sedang mengalami perubahan geopolitik terbesar sejak berakhirnya Perang Dingin. Rivalitas antara Amerika Serikat dan Tiongkok telah mengubah peta perdagangan, investasi, rantai pasok global, hingga perkembangan teknologi tinggi. Negara-negara menengah seperti Indonesia dan India dituntut memiliki strategic foresight —kemampuan melihat jauh ke depan— agar tidak sekadar menjadi pasar atau objek persaingan kekuatan besar, melainkan menjadi pelaku utama yang ikut membentuk tatanan ekonomi dunia yang baru Dalam konteks itulah, hubungan Indonesia dan India memiliki nilai strategis yang semakin besar.

India saat ini merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. Menurut proyeksi International Monetary Fund (IMF) dan World Bank, India diperkirakan akan menjadi ekonomi terbesar ketiga dunia dalam dekade mendatang. Dengan jumlah penduduk 1,4 miliar, populasi terbesar di dunia, bonus demografi yang kuat, industri teknologi informasi yang matang, serta keberhasilan membangun Digital Public Infrastructure melalui identitas digital, sistem pembayaran digital, dan jaringan perdagangan digital, India telah menjadi salah satu pusat inovasi global.

Sementara itu, Indonesia merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan sumber daya alam strategis, populasi lebih dari 285 juta jiwa, posisi geografis yang menghubungkan Samudra Hindia dan Pasifik, serta potensi besar dalam hilirisasi mineral kritis, transisi energi, dan ekonomi digital. Berbagai proyeksi dari OECD, PwC, dan Goldman Sachs menunjukkan bahwa Indonesia berpeluang menjadi salah satu ekonomi terbesar dunia pada pertengahan abad ini apabila berhasil meningkatkan produktivitas, kualitas sumber daya manusia, dan kemampuan teknologi.

Artinya, Indonesia dan India sesungguhnya memiliki karakter yang saling melengkapi. Sayangnya, hubungan ekonomi kedua negara masih belum mencerminkan potensi tersebut. Dalam perdagangan, Indonesia memang menikmati surplus yang cukup besar terhadap India. Ekspor Indonesia masih didominasi batu bara, minyak sawit, karet, mineral, serta berbagai komoditas berbasis sumber daya alam. Sebaliknya, India mengekspor produk farmasi, mesin, kendaraan, teknologi informasi, jasa digital, dan berbagai produk manufaktur bernilai tambah tinggi.

Surplus perdagangan tentu merupakan kabar baik bagi Indonesia. Namun, dalam perspektif ekonomi pembangunan, surplus yang bertumpu pada ekspor komoditas primer belum cukup untuk membawa Indonesia menjadi negara maju. Pandangan ini sejalan dengan pemikiran ekonom pembangunan seperti Ha-Joon Chang dari Korea Selatan dan Alice H. Amsden dari Amerika Serikat.

Keduanya menunjukkan bahwa hampir semua negara yang berhasil melakukan catch-up terhadap negara maju —mulai dari Jepang, Korea Selatan, hingga Taiwan— tidak hanya mengandalkan perdagangan bebas, tetapi juga membangun industri nasional melalui kebijakan negara yang terarah, investasi pada teknologi, pengembangan sumber daya manusia, serta transfer pengetahuan. Menurut mereka, kemajuan ekonomi tidak lahir dari ekspor bahan mentah, melainkan dari kemampuan menciptakan produk bernilai tambah tinggi dan menguasai teknologi.

Karena itu, hubungan ekonomi Indonesia–India sudah saatnya memasuki babak baru. Fokus kerja sama tidak lagi hanya meningkatkan volume perdagangan, tetapi juga mendorong investasi dua arah, transfer teknologi, riset bersama, pengembangan industri manufaktur, ekonomi digital, kecerdasan buatan, semikonduktor, farmasi, serta pembangunan ekosistem inovasi. Dengan demikian, hubungan kedua negara tidak hanya menghasilkan surplus perdagangan, tetapi juga mempercepat transformasi ekonomi Indonesia menuju negara industri yang lebih maju dan berdaya saing global.

Ketimpangan juga masih terlihat dalam bidang investasi. Data menunjukkan bahwa investasi India di Indonesia jauh lebih besar dibandingkan investasi Indonesia di India. Pada 2025, investasi India di Indonesia mencapai sekitar US$237,6 juta, sedangkan investasi Indonesia di India hanya sekitar US$9,8 juta. Kesenjangan ini menunjukkan bahwa hubungan investasi kedua negara masih memiliki ruang yang sangat besar untuk dikembangkan secara lebih seimbang.

BRICS

Momentum tersebut semakin penting karena Indonesia dan India kini berada dalam satu forum strategis yang sama, yakni BRICS. Indonesia resmi menjadi anggota penuh BRICS pada 6 Januari 2025 sebagai anggota ke-11. Bersama India, Indonesia juga merupakan anggota World Trade Organization (WTO) dan Group of Twenty (G20). Indonesia memang berbeda dengan India karena juga menjadi anggota Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) dan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC). Sebaliknya, India memiliki pengaruh yang jauh lebih besar dalam BRICS dan berbagai forum Global South.

Keanggotaan bersama di BRICS seharusnya tidak dipandang sebagai simbol politik semata. BRICS merupakan wadah kerja sama Selatan-Selatan yang bertujuan memperkuat pembangunan, perdagangan, investasi, inovasi, serta reformasi tata kelola ekonomi global agar lebih inklusif. Indonesia masuk BRICS bukan untuk menjauh dari Amerika Serikat ataupun Eropa, melainkan untuk memperluas ruang diplomasi dan pilihan ekonomi. Politik luar negeri Indonesia tetap berlandaskan prinsip bebas dan aktif: bersahabat dengan semua negara dan tidak menjadi bagian dari blok kekuatan mana pun.

Dalam BRICS sendiri, konfigurasi kekuatan nasional menunjukkan dinamika yang menarik. Jika diukur berdasarkan kekuatan nasional secara menyeluruh, tiga negara paling berpengaruh adalah Tiongkok, India, dan Rusia. Tiongkok unggul dalam ekonomi, teknologi, industri, dan kapasitas manufaktur. India unggul dalam pertumbuhan ekonomi, bonus demografi, inovasi digital, serta prospek jangka panjang. Rusia tetap menjadi kekuatan utama dalam bidang militer, energi, dan strategi keamanan. Dalam diplomasi internasasional, Tiongkok, India, Rusia, dan Brasil memainkan peran paling menonjol, sementara dalam sektor energi, Arab Saudi, Rusia, Iran, dan Uni Emirat Arab menjadi aktor utama.

Indonesia memang belum termasuk tiga besar dalam kekuatan ekonomi global, teknologi, ataupun diplomasi. Namun, Indonesia memiliki sesuatu yang tidak dimiliki banyak negara lain: posisi geopolitik yang sangat strategis, demokrasi yang relatif stabil, ekonomi terbesar di Asia Tenggara, cadangan mineral kritis yang sangat besar, serta kemampuan memainkan peran sebagai middle power yang menjembatani berbagai kepentingan internasional.

Kemitraan Strategis

Mengapa Indonesia dan India perlu mempererat kemitraan strategis? Jawabannya dapat dijelaskan melalui pemikiran dua tokoh besar hubungan internasional, Hans J. Morgenthau dan Joseph S. Nye Jr. Morgenthau, pelopor teori realisme dalam hubungan internasional, menjelaskan bahwa setiap negara pada dasarnya akan memperjuangkan kepentingan nasionalnya. Namun, kekuatan suatu negara tidak hanya ditentukan oleh besarnya militer, melainkan juga oleh ekonomi, sumber daya alam, teknologi, kualitas pemerintahan, moral bangsa, serta kemampuan berdiplomasi. Sementara itu, Nye memperkenalkan konsep soft power dan smart power, yakni kemampuan sebuah negara memengaruhi negara lain melalui daya tarik, inovasi, budaya, teknologi, reputasi, dan kepercayaan, bukan semata-mata melalui tekanan militer atau ekonomi.

Dalam dunia yang semakin saling terhubung, kekuatan nasional tidak lagi hanya diukur dari besarnya produk domestik bruto (PDB) atau jumlah persenjataan, tetapi juga dari kemampuan membangun jaringan kemitraan yang produktif dan saling menguntungkan. Negara yang mampu berkolaborasi akan memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan negara yang berjalan sendiri.

Di sinilah kemitraan Indonesia–India menemukan relevansinya. Indonesia memiliki keunggulan pada sumber daya alam strategis, posisi geopolitik, dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. India unggul dalam teknologi informasi, ekonomi digital, farmasi, inovasi, serta bonus demografi. Keunggulan tersebut bukan untuk dipertandingkan, melainkan dipadukan. Kolaborasi dalam investasi, transfer teknologi, kecerdasan buatan, industri digital, pertahanan, pendidikan, dan ekonomi maritim akan menciptakan nilai tambah yang jauh lebih besar dibandingkan jika kedua negara berjalan sendiri-sendiri.

Pada akhirnya, hubungan Indonesia–India tidak boleh berhenti pada romantisme sejarah atau besarnya nilai perdagangan. Kemitraan sejati adalah kemitraan yang memperkuat daya saing kedua bangsa, memperluas pengaruh diplomasi di kawasan Indo-Pasifik, serta menghadirkan manfaat yang nyata bagi kesejahteraan rakyat di kedua negara. Itulah makna sesungguhnya dari kemitraan strategis yang saling menguntungkan.

India bukan hanya pasar yang sangat besar, tetapi juga mitra yang dapat mempercepat transformasi digital Indonesia. Sebaliknya, Indonesia dapat menjadi pintu masuk India menuju ASEAN, pusat hilirisasi mineral strategis dunia, serta mitra penting dalam ketahanan energi, ketahanan pangan, ekonomi maritim, dan rantai pasok Indo-Pasifik.

Hubungan yang saling menguntungkan (mutually beneficial partnership) inilah yang perlu menjadi arah baru hubungan Indonesia–India. Kedua negara tidak boleh lagi hanya berbangga dengan sejarah panjang atau angka perdagangan yang terus meningkat. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana membangun nilai tambah bersama, menciptakan inovasi bersama, dan membentuk pusat pertumbuhan baru Asia yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi stabilitas dan kemakmuran dunia.

Kekuatan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh apa yang dimilikinya hari ini, tetapi oleh siapa yang dipilihnya untuk berjalan bersama menghadapi masa depan. Indonesia dan India telah berbagi sejarah selama ribuan tahun. Kini, kedua negara memiliki kesempatan untuk berbagi masa depan.

Jika abad ke-20 adalah abad hubungan diplomatik Indonesia–India, maka abad ke-21 harus menjadi abad kemitraan strategis Indonesia–India, kemitraan yang tidak hanya dibangun atas dasar romantisme sejarah, melainkan atas visi bersama untuk menjadi dua kekuatan demokrasi, ekonomi, teknologi, dan diplomasi yang menentukan arah Asia dan dunia.

*Primus Dorimulu adalah CEO Investortrust.id

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Marianna Resort Luncurkan Paket Escape Lake Toba untuk Liburan Juli di Pulau Samosir

Samosir, 6 Juli 2026 – Memasuki musim liburan pertengahan tahun, minat masyarakat untuk menikmati destinasi alam di Indonesia terus meningkat. Sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas, Danau Toba menawarkan perpaduan panorama alam, udara pegunungan yang sejuk, serta pengalaman budaya yang menjadikannya pilihan ideal untuk beristirahat sejenak dari rutinitas.

Menjawab tren tersebut, Marianna Resort menghadirkan Escape Lake Toba, sebuah paket menginap spesial yang dirancang untuk memberikan pengalaman menikmati keindahan Danau Toba secara lebih menyeluruh. Berlaku untuk periode menginap 12-31 Juli 2026, paket ini menawarkan diskon 15% untuk pemesanan melalui website resmi Marianna Resort, lengkap dengan berbagai fasilitas eksklusif selama menginap.

“Kami melihat semakin banyak wisatawan yang tidak hanya mencari tempat menginap, tetapi juga pengalaman yang membuat mereka benar-benar terhubung dengan destinasi yang dikunjungi. Melalui Escape Lake Toba, kami ingin menghadirkan pengalaman tersebut melalui kombinasi panorama Danau Toba, kenyamanan resort, serta aktivitas yang memungkinkan tamu menikmati Pulau Samosir dengan cara yang berbeda,” ujar I Ketut Gunarta, General Manager Marianna Resort.

Berlokasi di tepian Danau Toba, Marianna Resort menghadirkan panorama danau yang dapat dinikmati dari berbagai area resort, mulai dari kamar, infinity swimming pool, hingga Escape Rooftop & Bar. Saat matahari terbit maupun menjelang senja, tamu dapat menikmati salah satu lanskap terbaik di Pulau Samosir tanpa harus meninggalkan kawasan resort.

Salah satu daya tarik utama dalam paket Escape Lake Toba adalah 30 Menit Vespa Experience, aktivitas eksklusif yang mengajak tamu menjelajahi kawasan sekitar resort menggunakan Vespa. Dengan rute yang melewati jalanan tenang berlatar Danau Toba, pengalaman ini menawarkan cara yang berbeda untuk menikmati suasana Pulau Samosir sekaligus mengabadikan momen perjalanan.

Selain pengalaman tersebut, paket Escape Lake Toba juga mencakup sarapan harian untuk dua orang di The Rise Restaurant, akses ke infinity swimming pool, Kids Club, serta berbagai fasilitas resort lainnya. Kombinasi ini menjadikan paket ini sesuai bagi pasangan yang menginginkan liburan romantis maupun keluarga yang ingin menikmati waktu berkualitas bersama di tengah suasana alam Danau Toba.

Dengan menghadirkan pengalaman yang menggabungkan kenyamanan menginap, aktivitas rekreasi, dan panorama alam, Marianna Resort berharap Escape Lake Toba dapat menjadi salah satu pilihan bagi wisatawan yang berencana menghabiskan liburan Juli di Pulau Samosir.

Escape Lake Toba tersedia untuk periode menginap 12 – 31 Juli 2026 dan hanya dapat dipesan melalui website resmi Marianna Resort.

Untuk info lengkap dan reservasi mohon kontak:

Reservasi – 08197896999

Tentang Marianna Resort & Convention Tuktuk Samosir

Marianna Resort & Convention Tuktuk Samosir merupakan resort premium yang berada di kawasan Danau Toba, Sumatra Utara. Mengusung konsep budaya Batak dan keindahan alam Danau Toba, resort ini menghadirkan fasilitas modern, ballroom terbesar di kawasan Tuktuk, serta pengalaman wisata budaya dan kuliner khas Sumatra Utara.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KA Siliwangi Angkut Hampir 5 ribu Pelanggan dalam Sehari, Tertinggi Selama Periode Liburan Sekolah

Info Daop 2 Bd

Senin, 6 Juli 2026

KA Siliwangi Angkut Hampir 5 ribu Pelanggan dalam Sehari, Tertinggi Selama Periode Liburan Sekolah

Bandung (Jawa Barat), 6 Juli 2026 – Kereta Api (KA) Siliwangi kembali membuktikan perannya sebagai moda transportasi andalan masyarakat di wilayah Cianjur dan sekitarnya selama masa liburan sekolah. Pada Minggu (5/7), KA Siliwangi mencatat 4.628 pelanggan yang berangkat dari wilayah Daerah Operasi 2 Bandung, menjadi jumlah keberangkatan tertinggi sepanjang periode liburan sekolah 20 Juni hingga 5 Juli 2026.

Tingginya minat masyarakat menggunakan KA Siliwangi terlihat secara konsisten selama 16 hari masa liburan sekolah. Tercatat, tiga perjalanan KA Siliwangi yang berangkat awal dari wilayah Daop 2 Bandung menyediakan 45.792 tempat duduk, atau rata-rata 2.862 tempat duduk per hari.

Selama periode tersebut, sebanyak 47.353 pelanggan telah menggunakan KA Siliwangi dengan tingkat okupansi mencapai 103,41 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa kapasitas yang tersedia mampu dimanfaatkan secara optimal melalui pola perjalanan pulang-pergi dalam satu hari serta tingginya mobilitas masyarakat di sepanjang lintas Cipatat–Sukabumi.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan bahwa tingginya okupansi KA Siliwangi menjadi bukti semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api, khususnya untuk mendukung aktivitas wisata, silaturahmi, maupun mobilitas harian selama liburan sekolah.

“Pencapaian jumlah pelanggan tertinggi pada Minggu, 5 Juli 2026 menunjukkan bahwa KA Siliwangi semakin menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian pada masa liburan sekolah. Selain menawarkan perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu, KA Siliwangi juga menjadi solusi transportasi yang efisien untuk menghubungkan berbagai wilayah di Kabupaten Cianjur hingga Sukabumi,” ujar Kuswardojo.

Kuswardojo menambahkan, tingginya okupansi yang melampaui 100 persen selama periode liburan sekolah mencerminkan tingginya tingkat pemanfaatan layanan KA Siliwangi oleh masyarakat.

“Okupansi sebesar 103,41 persen menunjukkan tingginya pergerakan pelanggan pada setiap perjalanan. Hal ini menjadi motivasi bagi KAI untuk terus menjaga keandalan operasional, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memastikan setiap pelanggan dapat menikmati perjalanan yang aman, selamat, nyaman, dan berkesan,” tambahnya.

Selama periode 20 Juni hingga 5 Juli 2026, Stasiun Cianjur menjadi stasiun dengan aktivitas pelanggan tertinggi di lintas KA Siliwangi. Sebanyak 26.310 pelanggan tercatat naik dari Stasiun Cianjur, sementara 27.853 pelanggan turun di stasiun tersebut.

Sementara itu, di Stasiun Cipatat, tercatat 16.459 pelanggan naik dan 17.749 pelanggan turun selama periode yang sama. Tingginya mobilitas di kedua stasiun tersebut menunjukkan besarnya peran KA Siliwangi dalam mendukung konektivitas masyarakat di wilayah Cianjur dan sekitarnya.

KAI Daop 2 Bandung mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang terus memilih kereta api sebagai moda transportasi selama masa liburan sekolah. KAI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang aman, selamat, nyaman, dan tepat waktu sehingga kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam setiap perjalanan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kemenko Bidang Pangan dan IDSurvey Akselerasi Program Green and Smart Port Demi Perkuat Efektivitas Logistik Pangan dalam Mendorong Terwujudnya Ketahanan Pangan Nasional

Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama IDSurvey menyelenggarakan serangkaian agenda Green and Smart Port Initiatives (GSPI) ASRI 2026 sebagai tindak lanjut hasil Asesmen Green and Smart Port 2025 yang telah dilaksanakan oleh IDSurvey pada 8 pelabuhan di Indonesia.

Mengusung tema “Hijau Hari Ini, Cerdas Esok Hari, Ketahanan Pangan Selamanya,” GSPI ASRI 2026 menjadi wadah kolaborasi untuk mendorong pelabuhan-pelabuhan di Indonesia menerapkan praktik terbaik dalam pengelolaan lingkungan, efisiensi operasional, serta digitalisasi layanan. Program ini sebagai upaya mempercepat transformasi sektor kepelabuhanan nasional sebagai simpul distribusi logistik yang menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus pangan antardaerah, menekan biaya logistik, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional.

Seiring meningkatnya tuntutan perdagangan global terhadap rantai pasok yang berkelanjutan, transparan, dan terdigitalisasi, daya saing pelabuhan tidak lagi semata ditentukan oleh kapasitas dan kecepatan layanan. Kemampuan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, efisiensi energi, dan transformasi digital kini menjadi faktor strategis dalam memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok internasional.

Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Tatang Yuliono, menegaskan bahwa transformasi pelabuhan merupakan bagian penting dalam memperkuat kelancaran logistik pangan demi terwujudnya ketahanan pangan nasional.

“Pelabuhan merupakan simpul strategis dalam rantai pasok pangan nasional. Melalui Green and Smart Port Initiatives (GSPI) ASRI 2026, kami ingin mendorong terwujudnya pelabuhan yang tidak hanya efisien dan berdaya saing, tetapi juga berkelanjutan serta adaptif terhadap perkembangan teknologi. Sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam meningkatkan efektifitas logistik yang mampu menjamin kelancaran distribusi pangan, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global”,ujar Tatang.

Program Green and Smart Port merupakan serangkaian instrumen asesmen yang dirancang untuk mengukur sekaligus mendorong implementasi praktik terbaik dalam pengelolaan pelabuhan melalui pendekatan Green Port dan Smart Port. Indikator penilaian pada Green and Smart Port telah dikategorikan berdasarkan aspek Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), dikarenakan program ini selaras dengan program Presiden Republik Indonesia yaitu melalui Gerakan Indonesia ASRI.

Penilaian GSPI mengacu pada Green and Smart Port Guidelines 3.0/2023, yang disusun berdasarkan regulasi nasional dan praktik terbaik internasional. Asesmen mencakup aspek tata kelola, teknis operasional, pengelolaan lingkungan, efisiensi energi, keselamatan dan kesehatan kerja, kepelabuhanan, serta digitalisasi dengan komposisi penilaian 80 persen Green Port dan 20 persen Smart Port. Pelabuhan peserta mengikuti tahapan asesmen melalui mekanisme self-assessment pada platform My Green Port, dilanjutkan dengan verifikasi dokumen, survei lapangan oleh tim asesor independen, hingga penilaian akhir oleh dewan pertimbangan sesuai bidang keahlian masing-masing.

Sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan Asesmen Green and Smart Port Tahun 2025, Kegiatan GSPI ASRI 2026 yang akan diselenggarakan pada tanggal 15 Juli 2026 di Dermaga C Pelabuhan PT Petrokimia Gresik, Jawa Timur sebagai salah satu peserta GSP. Kegiatan ini menjadi momentum yang tepat untuk penyerahan hasil penilaian GSP kepada 8 (delapan) pelabuhan peserta asesmen yang telah menunjukkan komitmen dan capaiannya yakni PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Krakatau Bandar Samudera, PT Vale Indonesia, PT Pelindo Petikemas – TPK Banjarmasin, PT Indonesia Kendaraan Terminal, PT Pelindo Multi Terminal – Branch Tanjung Intan, dan Terminal Petikemas Bitung. Melalui GSPI ASRI 2026, hasil asesmen tersebut ditindaklanjuti melalui pendampingan, penguatan implementasi praktik terbaik, serta akselerasi transformasi pelabuhan agar semakin hijau, cerdas, dan berdaya saing dalam mendukung sistem logistik nasional serta ketahanan pangan Indonesia.

Program Green and Smart Port menunjukkan adanya kebermanfaatan terhadap kinerja dan citra pelabuhan dengan penerapan prinsip keberlanjutan dan digitalisasi. Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Kemenhub menyatakan siap untuk mendorong pelabuhan lain yang belum ikut berpartisipasi untuk bisa ikut serta mengimplementasikan program Green and Smart Port ini. Harapannya lebih banyak pelabuhan di Indonesia yang menerapkan prinsip pelabuhan yang pintar dan ramah lingkungan.

“Sebagai Strategic Holding BUMN Jasa Survei, IDSurvey bersama dengan entitasnya PT SUCOFINDO (Persero), PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), dan PT Surveyor Indonesia (Persero) berkomitmen menghadirkan layanan assurance yang tidak hanya menjamin kepatuhan terhadap standar, tetapi juga mendorong peningkatan kinerja dan daya saing pelabuhan nasional. Green and Smart Port Initiatives menjadi instrumen penting untuk mempercepat transformasi menuju pelabuhan yang lebih hijau, lebih cerdas, dan mampu memenuhi tuntutan perdagangan global di masa depan,” ujar David.

Melalui penyelenggaraan GSPI ASRI 2026, Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama IDSurvey menargetkan semakin banyak pelabuhan yang berpartisipasi untuk mengikuti asesmen Green and Smart Port, sehingga mampu meningkatkan efisiensi logistik, memperkuat distribusi pangan, dan mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Libur Sekolah Dongkrak Mobilitas Masyarakat, Ini 5 Kereta Api Favorit Keberangkatan Daop 2 Bandung

Info Daop 2 Bd

Senin, 6 Juli 2026

Libur Sekolah Dongkrak Mobilitas Masyarakat, Ini 5 Kereta Api Favorit Keberangkatan Daop 2 Bandung

Bandung (Jawa Barat), 6 Juli 2026 – Tingginya mobilitas masyarakat selama masa libur sekolah mendorong peningkatan volume pelanggan kereta api keberangkatan awal dari wilayah Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung. Sejumlah kereta api bahkan mencatat tingkat okupansi yang melampaui 100 persen, menandakan tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api untuk berbagai tujuan perjalanan.

Berdasarkan data operasional KAI Daop 2 Bandung, lima kereta api dengan jumlah pelanggan terbanyak selama periode libur sekolah adalah

– KA Sangkuriang,

– KA Kahuripan,

– KA Malabar,

– KA Papandayan, dan

– KA Mutiara Selatan.

KA (7044) Sangkuriang menjadi kereta api dengan tingkat okupansi tertinggi. Dengan kapasitas tempat duduk sebanyak 7.040 kursi selama periode tersebut, KA relasi Bandung-Ketapang PP ini melayani sebanyak 19.997 pelanggan atau mencatat okupansi mencapai 284,0 persen.

Posisi berikutnya ditempati KA (70) Malabar relasi Bandung–Malang PP yang melayani 18.768 pelanggan dari kapasitas 8.320 tempat duduk, dengan tingkat okupansi sebesar 225,6 persen.

Selanjutnya, KA Kahuripan (274) relasi Kiaracondong–Blitar PP melayani 23.707 pelanggan dari kapasitas 11.872 tempat duduk atau mencatat okupansi 199,7 persen.

KA (129) Papandayan relasi Garut-Gambir PP juga menjadi salah satu favorit masyarakat dengan jumlah pelanggan mencapai 14.013 orang dari kapasitas 7.520 tempat duduk atau okupansi sebesar 186,3 persen.

Sementara itu, KA (72) Mutiara Selatan relasi Bandung–Surabaya Gubeng PP melayani 13.934 pelanggan dari kapasitas 8.320 tempat duduk, dengan tingkat okupansi mencapai 167,5 persen.

Selain kereta api favorit, sejumlah relasi perjalanan juga menjadi tujuan utama pelanggan selama musim libur sekolah. Lima relasi dengan permintaan tertinggi yakni

– Bandung–Gambir,

– Bandung–Yogyakarta,

– Kiaracondong–Kutoarjo,

– Kiaracondong–Lempuyangan, serta

– Bandung–Surabaya Gubeng.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan bahwa tingginya okupansi sejumlah kereta api menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat terhadap layanan transportasi kereta api.

“Selama masa libur sekolah, kereta api tetap menjadi moda transportasi pilihan masyarakat karena menawarkan perjalanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan bebas dari kemacetan. Tingginya tingkat okupansi pada sejumlah kereta api juga menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat untuk berwisata maupun untuk bersilaturahmi bersama keluarga,” ujar Kuswardojo.

Kuswardojo menambahkan bahwa tingginya angka okupansi tidak berarti terjadi kelebihan kapasitas tempat duduk, melainkan merupakan akumulasi jumlah pelanggan yang naik dan turun di berbagai stasiun sepanjang perjalanan (dinamis), sehingga satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan dalam satu rangkaian perjalanan.

“KAI menerapkan sistem penjualan tiket sesuai kapasitas tempat duduk yang tersedia pada setiap segmen perjalanan. Dengan demikian, seluruh pelanggan tetap memperoleh tempat duduk sesuai tiket yang dimiliki, meskipun secara akumulatif tingkat okupansi dapat melebihi 100 persen,” jelasnya.

KAI Daop 2 Bandung mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayakan kereta api sebagai moda transportasi selama masa libur sekolah. KAI akan terus meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan, keamanan, serta kenyamanan perjalanan agar masyarakat semakin nyaman menggunakan kereta api sebagai pilihan utama dalam bepergian.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Alasan Business Management & Marketing Unggul di International Undergraduate Program

Di era bisnis yang semakin kompetitif dan terhubung secara global, membangun karier di bidang manajemen dan pemasaran tidak lagi terbatas oleh lokasi atau negara. Dengan memilih international undergraduate program yang tepat, kamu dapat mengembangkan kemampuan bisnis, strategi pemasaran, serta wawasan internasional yang dibutuhkan untuk bersaing di pasar global.  

Salah satu pilihan yang menawarkan kombinasi tersebut adalah Business Management & Marketing di BINUS International. Program ini mengintegrasikan ilmu manajemen dan marketing dalam kurikulum berstandar internasional sekaligus menghadirkan pengalaman belajar global yang dapat mendukung kesuksesan karier di masa depan. Yuk, simak apa saja keunggulan yang ditawarkan program ini di artikel berikut! 

1. Membentuk mindset global yang kritis 

Selama berkuliah di program studi Business Management & Marketing BINUS International, kamu akan dibekali pemahaman mendalam mengenai kondisi pasar, tren industri, dan perilaku konsumen di berbagai negara sehingga mampu menyusun strategi bisnis dan pemasaran yang lebih tepat sasaran.  

Melalui kurikulum berstandar internasional, pendekatan lintas budaya, pemanfaatan analitik bisnis, serta berbagai kesempatan memperoleh pengalaman global seperti student exchange dan double degree, mahasiswa dilatih untuk berpikir strategis, adaptif, dan siap menghadapi tantangan bisnis di tingkat internasional. 

2. Kerja sama dengan berbagai kampus bergengsi di luar negeri 

Business Management & Marketing BINUS International memiliki jaringan kerja sama yang luas dengan berbagai universitas terkemuka di dunia. Kolaborasi ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk merasakan pengalaman belajar internasional sekaligus memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai praktik bisnis global.  

Siapa saja mitra tersebut? Beberapa contohnya adalah Queensland University of Technology (QUT), Macquarie University, dan Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) di Australia.  

Selain itu, terdapat pula kerja sama dengan Saxion University of Applied Sciences di Belanda, Cologne Business School (CBS) di Jerman, SolBridge International School of Business di Korea Selatan, serta Bournemouth University di Inggris. Kolaborasi ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar internasional, memperluas wawasan global, serta membangun jaringan profesional yang dapat mendukung karier mereka di masa depan. 

3. Peluang dapat dua gelar sekaligus 

Melalui program double degree, mahasiswa Business Management & Marketing BINUS International berkesempatan memperoleh dua gelar dari BINUS University dan universitas mitra luar negeri. Skema pembelajaran yang menggabungkan studi di BINUS dan universitas partner ini memberikan nilai tambah yang signifikan karena lulusan tidak hanya memiliki kualifikasi akademik yang diakui secara internasional, tetapi juga pengalaman belajar lintas budaya yang semakin dibutuhkan oleh perusahaan global saat ini. 

4. Banyak kesempatan menerapkan ilmu dalam praktik  

Selain mempelajari teori bisnis dan pemasaran, mahasiswa juga memiliki banyak kesempatan untuk menerapkan ilmu yang dipelajari melalui berbagai aktivitas praktis. Mulai dari kompetisi bisnis dan marketing, proyek bersama industri, kegiatan pengabdian kepada masyarakat, hingga riset kolaboratif dengan dosen berpengalaman, seluruh pengalaman tersebut membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan analisis, komunikasi, kepemimpinan, dan pemecahan masalah yang sangat dibutuhkan di dunia kerja. 

5. Prospek karier yang beragam 

Lulusan Business Management & Marketing BINUS International memiliki peluang karier yang sangat luas karena menguasai keterampilan manajemen, pemasaran, dan bisnis global sekaligus. Bekal tersebut memungkinkan mereka berkarier sebagai Brand Manager, Digital Marketing Strategist, Business Analyst, hingga International Business Consultant di berbagai sektor industri seperti ritel, e-commerce, perbankan, FMCG, dan pariwisata. Fleksibilitas ini membuat lulusan mampu beradaptasi dengan berbagai kebutuhan perusahaan, baik di tingkat nasional maupun internasional. 

Business Management & Marketing di BINUS International menawarkan lebih dari sekadar pemahaman tentang bisnis dan pemasaran. Dengan kurikulum berstandar internasional, peluang double degree, jaringan universitas mitra global, serta berbagai pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan industri, program ini dirancang untuk membantu mahasiswa menjadi profesional yang siap bersaing di pasar global. 

Punya cita-cita mengembangkan kemampuan manajemen dan pemasaran sekaligus membangun karier internasional yang menjanjikan? Tidak perlu ragu memilih Business Management & Marketing BINUS International! Cari tahu informasi lengkap mengenai program ini di halaman Business Management & Marketing BINUS International dan mulailah perjalananmu menuju karier global dari sekarang! 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Survei dan Pemetaan 3D untuk Proyek Konstruksi dan AEC

Proyek konstruksi dan AEC membutuhkan data spasial yang akurat di setiap tahap, dari perencanaan awal hingga verifikasi as-built. Data terrain dan model 3D yang tidak akurat berdampak langsung pada efisiensi konstruksi dan keandalan dokumentasi proyek.

Drone survei menghasilkan data 2D dan 3D beresolusi tinggi yang mencakup orthophoto, Digital Surface Model, Digital Terrain Model, kontur, dan model 3D as-built dari area konstruksi aktif.

Sistem yang digunakan mencakup drone DJI Matrice 400 dengan payload Zenmuse P1 untuk fotogrametri full-frame beresolusi tinggi, Zenmuse L3 untuk LiDAR survey dengan akurasi centimeter, serta DJI Dock 3 dengan drone M4D untuk pemantauan kondisi site secara otomatis dan terjadwal selama masa konstruksi berlangsung. Data diproses menggunakan Terrasolid dan divisualisasikan melalui Nira untuk review tim proyek.

“Data survei drone untuk konstruksi mencakup orthophoto, DSM, DTM, dan model 3D as-built yang langsung kompatibel dengan workflow BIM dan ArcGIS. Akurasi centimeter memastikan data dapat digunakan sebagai referensi konstruksi dan dokumentasi proyek jangka panjang,” ujar Halo Robotics.

Program survei konstruksi berbasis drone telah dijalankan untuk proyek infrastruktur skala besar, mencakup survei LiDAR area hingga 210 hektar, inspeksi kondisi konstruksi berkala, dan pembuatan as-built 3D model untuk manajemen proyek internasional dengan akurasi hingga 1,2 cm.

Penggunaan drone untuk survei konstruksi dan AEC mempercepat siklus pengumpulan data lapangan, mengurangi kebutuhan ground survey manual, dan menghasilkan dokumentasi kondisi site yang konsisten dan dapat diaudit di setiap tahap proyek.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Grand Filano Ramai di Medsos, Warganet Soroti Bobot Ringan hingga Irit BBM

Yamaha Grand Filano belakangan ramai diperbincangkan di TikTok. Menariknya, mayoritas konten yang masuk ke beranda pengguna media sosial itu bukan berupa ulasan otomotif, melainkan video ringan yang mengangkat pengalaman sehari-hari pengendara.

Ramainya pembahasan Grand Filano di TikTok menunjukkan bahwa percakapan mengenai kendaraan kini tidak lagi hanya berfokus pada spesifikasi mesin maupun performa. Pengalaman sehari-hari, kemudahan penggunaan, desain, hingga fitur yang menunjang gaya hidup justru menjadi topik yang lebih mudah menarik perhatian pengguna media sosial.

Salah satu konten yang banyak menarik perhatian bertema “cewek nggak standar pas standarin motor”. Video tersebut menampilkan momen seorang perempuan yang berhasil menstandarkan motor lalu menunjukkan ekspresi bangga secara berlebihan.

Konten sederhana itu dinilai mudah dipahami karena banyak pengguna sepeda motor pernah mengalami kesulitan saat menstandarkan kendaraan, terutama jika bobot motor cukup berat.

Video lain yang juga ramai dibahas memperlihatkan kemudahan mengeluarkan motor dari area parkir dan bermanuver di ruang sempit. Dengan durasi singkat dan minim dialog, konten tersebut berhasil menarik perhatian warganet karena menggambarkan situasi yang sering ditemui dalam aktivitas sehari-hari.

Selain itu, sejumlah kreator juga mengangkat humor ringan, seperti permainan kata “ngikutin standar orang lain” yang diartikan secara harfiah dengan membawa standar motor ke mana-mana. Pendekatan komedi tersebut membuat pembahasan Grand Filano terasa lebih dekat dengan keseharian pengguna media sosial.

Di balik konten-konten yang menghibur itu, warganet juga banyak membahas berbagai fitur Yamaha Grand Filano. Salah satu yang paling sering disorot ialah bobot motor yang relatif ringan sehingga dinilai memudahkan saat menstandarkan kendaraan, memundurkan motor, maupun bermanuver di area parkir yang terbatas.

Efisiensi bahan bakar juga menjadi topik yang kerap muncul dalam berbagai unggahan. Teknologi Blue Core Hybrid yang disematkan pada Grand Filano dinilai mendukung konsumsi bahan bakar yang lebih hemat untuk penggunaan harianDengan kapasitas tangki sekitar 4,4 liter, skutik ini dinilai mampu menemani mobilitas sehari-hari, mulai dari perjalanan ke kantor, kampus, hingga beraktivitas di dalam kota tanpa perlu terlalu sering mengisi bahan bakar.

Tak hanya itu, bagasi berkapasitas 27 liter menjadi salah satu fitur yang paling banyak mendapat perhatian. Kapasitas tersebut memungkinkan pengguna membawa berbagai barang kebutuhan harian, seperti helm half face, jas hujan, tas kerja, belanjaan, hingga perlengkapan olahraga atau kebutuhan perjalanan singkat tanpa harus menambah boks penyimpanan.

Pembahasan lain yang tak kalah ramai adalah pilihan warna Grand Filano. Skutik ini hadir dalam beragam pilihan warna, mulai dari White Pearl, Pink Mauve, Dull Blue, Black, Green, hingga beberapa warna lain yang disesuaikan dengan variannya. Banyak kreator mengaitkan pilihan warna tersebut dengan tren fesyen sehingga motor ini dinilai mudah dipadukan dengan berbagai gaya berpakaian, baik bergaya kasual, smart casual, maupun gaya vintage yang kini banyak digemari kalangan muda.

Selain desain yang bergaya retro modern, ruang dek kaki yang lega juga kerap disebut sebagai nilai tambah karena memberikan kenyamanan saat berkendara. Pengguna dapat membawa tas belanja, ransel, atau barang bawaan lain dengan lebih praktis selama perjalanan.

Melalui berbagai konten tersebut, Yamaha Grand Filano semakin dikenal bukan hanya sebagai skutik bergaya, tetapi juga sebagai kendaraan yang menawarkan kepraktisan untuk mobilitas harian. Kombinasi desain yang modern, pilihan warna yang beragam, konsumsi bahan bakar yang efisien, serta bagasi luas menjadikan Grand Filano sebagai pilihan ideal bagi pengguna yang mengutamakan gaya hidup modern tanpa mengesampingkan fungsi.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Budaya Organisasi Jadi Faktor Kunci Penguatan E-Government di BSKDN, Temuan Riset Fahsul Falah

Jakarta, 6 Juli 2026 – Transformasi digital
pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh
kualitas sumber daya manusia dan budaya kerja di dalam organisasi. Hal tersebut
menjadi temuan utama dalam penelitian Dr. T.R. Fahsul Falah, S.Sos., M.Si. yang
mengkaji pengaruh learning organization, kompetensi pegawai, dan budaya
organisasi terhadap e-government serta implikasinya pada efektivitas Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di BSKDN Kemendagri.

Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi
birokrasi membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif, tidak hanya berbasis
infrastruktur teknologi, tetapi juga pada aspek kelembagaan dan perilaku
organisasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel
utama—learning organization, kompetensi pegawai, dan budaya organisasi—secara
simultan memberikan kontribusi sebesar 61 persen terhadap penguatan
e-government di lingkungan organisasi yang diteliti.

Dari ketiga variabel tersebut, budaya organisasi menjadi
faktor dengan pengaruh paling besar, yakni 22,22 persen
, disusul learning
organization sebesar 21,33 persen dan kompetensi pegawai sebesar 19,58 persen.

Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan digital di sektor
pemerintahan sangat dipengaruhi oleh pola pikir, nilai, dan kebiasaan kerja
aparatur, selain kemampuan teknis dan sistem pembelajaran organisasi.

“Transformasi digital tidak bisa dipahami hanya sebagai
pengadaan sistem atau aplikasi. Yang lebih penting adalah bagaimana organisasi
membangun budaya kerja yang adaptif, kolaboratif, dan terbuka terhadap
perubahan,” ujar Fahsul Falah.

E-Government sebagai Penghubung Transformasi SPBE

Penelitian ini juga menempatkan e-government sebagai
variabel mediasi yang menjembatani hubungan antara faktor internal organisasi
dengan efektivitas SPBE. Hasil analisis menunjukkan seluruh hubungan
antarvariabel bersifat positif, yang berarti peningkatan pada learning
organization, kompetensi pegawai, dan budaya organisasi akan memperkuat
implementasi e-government, yang pada akhirnya berdampak pada efektivitas SPBE.

Model ini memperlihatkan bahwa e-government memiliki peran
strategis sebagai penghubung antara kapasitas organisasi dengan keberhasilan
transformasi digital pemerintahan.

“SPBE yang efektif membutuhkan keselarasan antara teknologi,
manusia, dan budaya organisasi. Tanpa itu, digitalisasi hanya berhenti pada
penggunaan sistem, bukan perubahan tata kelola,” tambahnya.

Urutan Transformasi Organisasi

Dalam analisis konseptualnya, penelitian ini juga menegaskan
bahwa transformasi birokrasi paling realistis dilakukan melalui tiga tahap
berurutan: penguatan kompetensi pegawai, pembentukan budaya organisasi adaptif,
dan pengembangan learning organization.

Tahap pertama dimulai dari peningkatan kompetensi ASN
sebagai fondasi utama. Tahap ini mencakup kompetensi teknis, manajerial,
digital, dan sosial-kultural.

Tahap kedua adalah membangun budaya organisasi yang
mendukung kolaborasi, inovasi, dan keterbukaan terhadap perubahan. Peran
kepemimpinan menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang
kondusif bagi transformasi.

Tahap ketiga adalah membangun organisasi pembelajar yang
mampu menginstitusionalisasikan proses pembelajaran melalui berbagi
pengetahuan, mentoring, evaluasi pengalaman, dan pengelolaan pengetahuan secara
berkelanjutan.

Relevansi bagi Pemerintah Daerah

Penelitian ini juga menyoroti implementasi pada pemerintah
daerah yang memiliki keterbatasan anggaran, infrastruktur, dan kompetensi
pegawai. Dalam konteks tersebut, mekanisme learning organization tidak selalu
harus berbasis teknologi tinggi, tetapi dapat dilakukan melalui pendekatan
sederhana seperti coaching, mentoring, komunitas praktik, dan evaluasi rutin.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kondisi
keterbatasan, budaya organisasi adaptif justru menjadi faktor yang semakin
menentukan keberhasilan transformasi digital.

“Daerah dengan sumber daya terbatas tetap dapat mendorong
transformasi jika mampu membangun budaya kerja yang adaptif dan memaksimalkan
pembelajaran berbasis pengalaman,” jelas Fahsul.

Metodologi dan Validasi

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
metode sensus terhadap seluruh ASN di BSKDN. Analisis data dilakukan
menggunakan path analysis untuk menguji hubungan antarvariabel.

Instrumen penelitian dinyatakan valid dan reliabel, dengan
nilai Cronbach Alpha di atas 0,7. Hasil kuantitatif juga diperkuat melalui
expert judgement dari akademisi, praktisi, dan pengambil kebijakan.

Menurut Fahsul, hasil penelitian ini diharapkan dapat
menjadi kontribusi akademik sekaligus rujukan praktis dalam memperkuat
implementasi SPBE di Indonesia.

“Intinya, keberhasilan transformasi digital
bukan hanya soal sistem, tetapi soal bagaimana organisasi belajar, beradaptasi,
dan membangun budaya kerja yang tepat,” tutupnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES