Profil Narendra Modi, Perdana Menteri India yang Akan Berkunjung ke Indonesia

Jakarta — Menjelang kunjungan resmi Perdana Menteri India, Narendra Modi, ke Indonesia dalam waktu dekat, berikut kami bagikan profil mendalam mengenai rekam jejak beliau. Memasuki masa jabatan ketiganya berturut-turut pada tahun 2024, PM Modi mencatatkan sejarah sebagai salah satu Kepala Pemerintahan dengan masa jabatan terlama di dunia modern. Di bawah kepemimpinannya, India mengalami transformasi ekonomi dan sosial yang masif. Profil ini diharapkan dapat memberikan latar belakang dan referensi yang kaya bagi rekan-rekan media dalam menyambut momentum penting hubungan bilateral Indonesia – India.

PM Narendra Modi lahir pada 17 September 1950 di sebuah kota kecil di Gujarat. Keluarganya termasuk dalam kelompok ‘other backward class’ (kelas masyarakat tertinggal), yang merupakan salah satu bagian masyarakat yang terpinggirkan. Beliau tumbuh dalam keluarga yang miskin namun penuh kasih sayang. Kesulitan hidup di masa kecil tidak hanya mengajarkan nilai dari kerja keras, tetapi juga membukanya pada realitas penderitaan rakyat kecil yang sebenarnya bisa dihindari. Hal ini menginspirasinya sejak usia sangat muda untuk mengabdikan diri pada pelayanan masyarakat dan bangsa. Di tahun-tahun awalnya, beliau bekerja di Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS), sebuah organisasi nasionalis yang berdedikasi pada pembangunan bangsa, dan kemudian terjun ke dunia politik bersama organisasi Bharatiya Janata Party (BJP) di tingkat nasional dan negara bagian. PM Modi menyelesaikan gelar MA dalam bidang ilmu politik dari Universitas Gujarat.

Shri Narendra Modi dilantik sebagai Perdana Menteri India untuk ketiga kalinya pada 9 Juni 2024, menyusul kemenangan telak lainnya dalam Pemilihan Parlemen 2024. Kemenangan ini menandai masa jabatan ketiga berturut-turut bagi PM Modi, yang semakin memperkokoh kepemimpinannya. Pemilu 2024 mencatatkan jumlah partisipasi pemilih yang luar biasa, di mana sebagian besar pemilih menunjukkan kepercayaan yang berkelanjutan terhadap kepemimpinan dan visi PM Modi untuk negara tersebut. Kampanyenya berfokus pada perpaduan antara pembangunan ekonomi, keamanan nasional, dan program kesejahteraan sosial, yang mendapat sambutan luas dari masyarakat.

Sebagai Perdana Menteri pertama yang lahir setelah kemerdekaan India, PM Modi sebelumnya telah menjabat sebagai Perdana Menteri India dari tahun 2014 hingga 2019 dan dari tahun 2019 hingga 2024. Beliau juga memegang predikat sebagai Kepala Menteri (Gubernur) Gujarat dengan masa jabatan terlama, yang membentang dari Oktober 2001 hingga Mei 2014.

Dalam Pemilihan Parlemen 2014 dan 2019, PM Modi memimpin Bharatiya Janata Party menuju rekor kemenangan dengan mengamankan mayoritas mutlak pada kedua kesempatan tersebut. Terinspirasi oleh semboyan ‘Sabka Saath, Sabka Vikas, Sabka Vishwas’ (Bersama Semua, Pembangunan untuk Semua, Kepercayaan Semua), PM Modi telah membawa pergeseran paradigma dalam tata kelola pemerintahan yang menghasilkan kepemimpinan yang inklusif, berorientasi pada pembangunan, dan bebas korupsi. Perdana Menteri telah bekerja dengan cepat dan dalam skala besar untuk mewujudkan tujuan Antyodaya, atau memastikan penyaluran program dan layanan hingga ke lapisan masyarakat yang paling ujung (terpencil).

Berbagai lembaga internasional terkemuka mencatat bahwa di bawah kepemimpinan PM Narendra Modi, India telah mengentaskan kemiskinan dengan kecepatan yang sangat pesat. Menurut temuan dari laporan terbaru NITI Aayog bertajuk ‘Multidimensional Poverty in India since 2005-06’, hampir 250 juta orang berhasil keluar dari kemiskinan multidimensi dalam sembilan tahun terakhir. Kredit atas pencapaian luar biasa ini diberikan kepada inisiatif-inisiatif signifikan pemerintah dalam mengatasi seluruh dimensi kemiskinan.

Saat ini, India menjadi rumah bagi program layanan kesehatan terbesar di dunia, Ayushman Bharat. Menjangkau lebih dari 500 juta warga India, Ayushman Bharat menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dan terjangkau bagi masyarakat miskin dan kelas menengah baru.

Memahami bahwa eksklusi keuangan merupakan beban bagi kaum miskin, Perdana Menteri meluncurkan Pradhan Mantri Jan Dhan Yojana, yang bertujuan untuk membuka rekening bank bagi setiap warga India. Kini, lebih dari 510 juta rekening bank Jan Dhan telah dibuka. Rekening-rekening ini tidak hanya menyediakan akses perbankan bagi mereka yang sebelumnya belum terjangkau perbankan (unbanked), tetapi juga membuka pintu bagi jalur pemberdayaan lainnya.

Pradhan Mantri Ujjwala Yojana, yang diluncurkan pada tahun 2016, menyediakan sambungan gas memasak gratis bagi kaum miskin. Program ini terbukti menjadi pengubah keadaan (gamechanger) yang besar dalam menyediakan dapur bebas asap bagi lebih dari 100 juta penerima manfaat, yang sebagian besar adalah perempuan. Sebanyak 18.000 desa yang belum dialiri listrik bahkan setelah 70 tahun kemerdekaan kini telah mendapatkan akses listrik.

PM Modi percaya bahwa tidak boleh ada warga India yang tidak memiliki rumah. Untuk mewujudkan visi ini, lebih dari 42 million rumah telah disetujui pembangunannya di bawah program PM Awas Yojana antara tahun 2014 dan 2024. Pada Juni 2024, setelah menjabat untuk masa jabatan ketiga, salah satu keputusan pertama Kabinet adalah membantu 30 juta rumah tangga tambahan di pedesaan dan perkotaan untuk pembangunan rumah. Hal ini menegaskan komitmen PM Modi dalam mengatasi kebutuhan perumahan negara serta memastikan martabat dan kualitas hidup yang layak bagi setiap warga negara.

Pertanian merupakan sektor prioritas bagi PM Modi. Hingga Juni 2024, pemerintahan PM Modi telah mencairkan cicilan ke-17 dari skema PM-KISAN – sebuah skema bantuan untuk sektor pertanian, di mana lebih dari 92 juta petani menerima manfaat senilai lebih dari 2,11 miliar Dolar AS. PM Modi juga berfokus pada inisiatif-inisiatif terobosan untuk pertanian, mulai dari Kartu Kesehatan Tanah (Soil Health Cards), E-NAM untuk pasar yang lebih baik, hingga fokus baru pada irigasi.

Pada 2 Oktober 2014, bertepatan dengan Hari Kelahiran Mahatma Gandhi, PM meluncurkan ‘Swachh Bharat Mission’ (Misi India Bersih), sebuah gerakan massa untuk kebersihan di seluruh negeri. Skala dan dampak dari gerakan ini sangat bersejarah. Hari ini, cakupan sanitasi telah melonjak dari 38% pada tahun 2014 menjadi 100% pada tahun 2019.

PM Modi percaya bahwa transportasi merupakan sarana penting menuju transformasi. Oleh karena itu, Pemerintah India terus bekerja untuk menciptakan infrastruktur generasi masa depan, baik dalam hal penambahan jalan tol, jalur kereta api, jalur internet (i-ways), maupun jalur air. Skema UDAN (Ude Desh Ka Aam Nagrik) telah membuat sektor penerbangan menjadi lebih ramah masyarakat dan meningkatkan konektivitas antardaerah.

PM Modi meluncurkan inisiatif ‘Make in India’ untuk mengubah India menjadi pusat manufaktur internasional. Upaya ini telah membuahkan hasil yang transformatif. India telah membuat kemajuan signifikan dalam ‘Ease of Doing Business’ (Kemudahan Berbisnis), dengan memperbaiki peringkatnya dari urutan 142 pada tahun 2014 menjadi urutan 63 pada tahun 2019. Pemerintah India menerapkan Pajak Barang dan Jasa (GST) dalam sidang bersejarah Parlemen pada tahun 2017, yang mewujudkan impian ‘One Nation, One Tax’ (Satu Negara, Satu Pajak).

Narendra Modi adalah seorang ‘Pemimpin Rakyat’ yang berdedikasi untuk menyelesaikan masalah masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Tidak ada yang lebih memuaskan baginya selain berada di tengah-tengah rakyat, berbagi kegembiraan, dan meringankan kesedihan mereka. Hubungan personalnya yang kuat dengan masyarakat di lapangan dilengkapi dengan kehadiran online yang masif. Beliau dikenal sebagai pemimpin India yang paling melek teknologi (techno-savvy), menggunakan internet untuk menjangkau masyarakat dan membawa perubahan dalam hidup mereka. Beliau sangat aktif di berbagai platform media sosial termasuk YouTube, Facebook, Twitter, Instagram, SoundCloud, LinkedIn, dan forum lainnya.

Di luar dunia politik, Narendra Modi gemar menulis. Beliau telah menulis beberapa buku, termasuk kumpulan puisi. Beliau memulai harinya dengan Yoga, yang memperkuat tubuh dan pikirannya serta menanamkan kekuatan ketenangan di tengah rutinitasnya yang serba cepat.

Info lebih lanjut kunjungi: https: www.pmindia.gov.in

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Indonesia dan India: Membangun Motor Baru Pertumbuhan Asia

Oleh Dr. (HC) Setyono Djuandi Darmono, Founder & Chairman Jababeka Group dan Founder President University

Jakarta — Kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia dalam waktu dekat bukan sekadar agenda diplomatik rutin. Lebih dari itu, kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk mengangkat salah satu hubungan tertua di Asia menjadi salah satu kemitraan strategis paling menentukan pada abad ke-21.

Indonesia dan India telah terhubung selama lebih dari dua ribu tahun. Jauh sebelum lahirnya negara-bangsa modern, para pedagang, cendekiawan, dan pelaut telah melintasi Samudra Hindia, membawa perdagangan, budaya, filsafat, ilmu pengetahuan, serta berbagai gagasan yang turut membentuk peradaban kedua bangsa. Warisan sejarah tersebut kini menjadi fondasi yang kokoh untuk membangun kemitraan baru yang berfokus pada inovasi, investasi, pendidikan, teknologi, dan pembangunan berkelanjutan.

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke India pada Januari 2025 telah membuka babak baru hubungan bilateral. Berbagai kesepakatan strategis yang dihasilkan dalam kunjungan tersebut menunjukkan komitmen kedua pemerintah untuk memperkuat kerja sama di berbagai sektor. Kini, kunjungan balasan Perdana Menteri Modi menjadi kesempatan untuk mengubah berbagai kesepakatan itu menjadi langkah nyata.

Momentum ini hadir ketika perekonomian global tengah mengalami perubahan struktural yang sangat besar. Rantai pasok dunia sedang mengalami reorganisasi, transformasi digital mengubah wajah berbagai industri, perubahan demografi menciptakan peluang ekonomi baru, sementara ketidakpastian geopolitik mendorong banyak negara untuk mendiversifikasi kemitraan ekonominya.

Di tengah dinamika tersebut, Indonesia dan India memiliki keunggulan yang saling melengkapi.

India telah berkembang menjadi salah satu ekonomi besar dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Keberhasilannya di bidang teknologi informasi, infrastruktur digital publik, farmasi, rekayasa teknik, teknologi antariksa, hingga kewirausahaan telah menarik perhatian dunia. India juga menunjukkan bahwa inovasi dapat tumbuh seiring dengan kuatnya institusi demokrasi dan sektor swasta yang dinamis.

Di sisi lain, Indonesia merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara yang dianugerahi sumber daya alam melimpah, posisi maritim yang strategis, stabilitas politik, serta populasi usia produktif yang besar. Lebih penting lagi, Indonesia kini tengah memasuki fase transformasi industri, beralih dari ketergantungan pada ekspor komoditas menuju pengembangan industri hilir, manufaktur berteknologi tinggi, energi terbarukan, layanan kesehatan, ekonomi digital, dan sektor berbasis pengetahuan.

Dengan karakteristik tersebut, kedua negara tidak berada dalam posisi saling bersaing, melainkan saling melengkapi.

Indonesia menawarkan kawasan industri, infrastruktur logistik, akses strategis ke pasar ASEAN, sumber daya energi yang melimpah, serta peluang investasi jangka panjang. Sementara itu, India menghadirkan sumber daya manusia berkualitas, kemampuan teknologi kelas dunia, keahlian rekayasa, inovasi digital, sistem kesehatan yang berkembang pesat, serta ekosistem kewirausahaan yang kuat.

Ketika kekuatan tersebut dipadukan, Indonesia dan India memiliki peluang untuk tumbuh jauh lebih kuat bersama.

Dari pengalaman saya membangun Kota Jababeka selama lebih dari tiga dekade, saya belajar bahwa pembangunan ekonomi yang berhasil tidak hanya bergantung pada infrastruktur fisik. Yang jauh lebih penting adalah membangun ekosistem yang utuh, di mana kawasan industri berkembang bersama universitas, lembaga riset, fasilitas kesehatan, kawasan hunian, dan komunitas masyarakat.

Karena itu, fase berikutnya dalam hubungan Indonesia dan India seharusnya melampaui kerja sama perdagangan konvensional. Kedua negara perlu bersama-sama membangun ekosistem inovasi yang mampu menciptakan nilai tambah jangka panjang.

Ada sejumlah bidang yang sangat potensial untuk segera dipercepat.

Pertama, pengembangan industri. Perusahaan-perusahaan manufaktur India yang ingin memperluas pasar ke Asia Tenggara dapat menjadikan Indonesia sebagai basis produksi strategis. Sebaliknya, perusahaan Indonesia dapat memanfaatkan kemampuan rekayasa teknik India serta jaringan bisnis global yang dimilikinya.

Kedua, sektor kesehatan dan ilmu hayati. Indonesia tengah berinvestasi besar dalam pendidikan kedokteran dan riset kesehatan. Kolaborasi dengan institusi medis terkemuka di India dapat memperkuat penelitian bersama, pengembangan teknologi kesehatan, industri farmasi, layanan telemedisin, hingga inovasi layanan kesehatan yang terjangkau bagi jutaan masyarakat.

Ketiga, pendidikan tinggi dan pengembangan talenta. Universitas perlu menjadi jembatan strategis antara kedua negara. Program pertukaran mahasiswa, pusat riset bersama, program gelar ganda, kolaborasi dosen, penelitian kecerdasan buatan, bioteknologi, hingga pendidikan kewirausahaan akan menghasilkan sumber daya manusia yang dibutuhkan oleh industri masa depan.

Keempat, ekonomi digital dan kecerdasan buatan. Ekosistem digital India yang telah diakui dunia dipadukan dengan pasar digital Indonesia yang berkembang sangat cepat menciptakan peluang besar untuk berkolaborasi dalam pengembangan aplikasi AI, teknologi finansial, keamanan siber, manufaktur cerdas, tata kelola digital, hingga pengembangan perusahaan rintisan.

Kelima, energi terbarukan dan keberlanjutan. Indonesia dan India sama-sama berkomitmen terhadap transisi energi. Investasi bersama dalam energi surya, hidrogen hijau, teknologi baterai, kendaraan listrik, serta kawasan industri berkelanjutan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, kemitraan internasional akan menjadi semakin penting. Namun, kerja sama tersebut tidak boleh hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar yang lebih besar bagi produk asing. Sebaliknya, kemitraan harus mampu mendorong Indonesia menjadi produsen barang bernilai tambah tinggi, pengembang teknologi baru, pencetak tenaga profesional, pusat riset ilmiah, serta rumah bagi perusahaan-perusahaan yang mampu bersaing secara global.

Demikian pula, hubungan India dengan Indonesia tidak seharusnya hanya diukur dari besarnya nilai perdagangan bilateral. Hubungan ini perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk membangun kawasan Indo-Pasifik yang lebih kuat melalui kemakmuran bersama, saling menghormati, nilai-nilai demokrasi, dan ketahanan ekonomi.

Peran sektor swasta juga akan menjadi penentu keberhasilan kemitraan tersebut. Pemerintah memang dapat membangun kerangka kebijakan, tetapi dunia usaha menghadirkan investasi, perguruan tinggi mencetak talenta, lembaga penelitian menghasilkan inovasi, dan para wirausahawan mengubah ide menjadi nilai ekonomi. Model kolaboratif seperti inilah yang menjadi salah satu faktor utama keberhasilan berbagai negara maju.

Ke depan, Indonesia dan India perlu bercita-cita menjadi mitra strategis dalam membangun generasi baru ekosistem industri dan inovasi di Asia.

Bersama, kedua negara memiliki populasi lebih dari 1,7 miliar jiwa.

Bersama, Indonesia dan India merupakan dua demokrasi terbesar di dunia.

Bersama pula, kedua negara memiliki sumber daya manusia yang besar, kemampuan teknologi yang terus berkembang, kelas menengah yang semakin kuat, serta struktur ekonomi yang saling melengkapi.

Tidak banyak kemitraan bilateral di dunia yang memiliki potensi sebesar ini.

Karena itu, kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi seharusnya tidak hanya dikenang sebagai sebuah kunjungan kenegaraan. Kunjungan tersebut semestinya menjadi titik awal ketika dua peradaban besar memutuskan untuk membangun masa depan bersama, yang tidak hanya bertumpu pada sejarah, tetapi juga pada inovasi, kemitraan, dan kesejahteraan bersama.

Apabila peluang ini dapat dimanfaatkan dengan baik, manfaatnya tidak hanya akan dirasakan oleh Indonesia dan India. Kemitraan tersebut juga akan berkontribusi pada lahirnya Asia yang lebih kuat, lebih tangguh, dan lebih sejahtera bagi generasi-generasi mendatang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mengapa Indonesia Kembali Menjadi Prioritas India

Oleh Gautam Kumar Jha, Assistant Professor di Jawaharlal Nehru University

Jakarta — Rencana kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada pekan pertama Juli 2026, menyusul kunjungan bersejarah Presiden Indonesia Prabowo Subianto sebagai tamu kehormatan pada peringatan Hari Republik India tahun lalu, menjadi tonggak baru dalam hubungan bilateral yang terus berkembang pesat antara New Delhi dan Jakarta.

Setelah Pertemuan Komisi Bersama (Joint Commission Meeting/JCM) ke-8 di New Delhi awal bulan ini, Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono mengonfirmasi bahwa persiapan kunjungan Modi tengah berlangsung. Ia menyebut kunjungan tersebut sebagai bentuk timbal balik atas kunjungan Presiden Prabowo sekaligus menegaskan bahwa kerja sama kedua negara kini telah meluas, tidak hanya mencakup diplomasi tradisional, tetapi juga farmasi, perdagangan, pelatihan tenaga medis, pariwisata, kebudayaan, hingga kerja sama ekonomi yang lebih luas.

Sekilas, perkembangan ini mungkin tampak seperti rutinitas diplomasi biasa. Namun kenyataannya tidak demikian.

Intensitas pertukaran kunjungan para pemimpin, pertemuan tingkat menteri, dialog strategis, konsultasi pertahanan, kolaborasi lembaga pemikir, hingga kemitraan antara institusi dalam tiga tahun terakhir menunjukkan bahwa baik South Block di India maupun Kementerian Luar Negeri Indonesia menanamkan modal politik yang belum pernah sebesar ini dalam hubungan bilateral.

Hal tersebut memunculkan pertanyaan penting. Mengapa Indonesia kini menempati posisi yang begitu strategis dalam prioritas diplomasi India? Mengapa hubungan ini justru memperoleh perhatian yang lebih besar dibandingkan hubungan India dengan sejumlah negara Asia Tenggara lainnya?

Jawaban-jawaban konvensional tidak lagi memadai.

Kawasan Indo-Pasifik memang menjadi konteks strategis yang penting. Keamanan maritim, kerja sama pertahanan, rantai pasok yang tangguh, dan konektivitas regional telah menjadi tema utama hubungan kedua negara. Negosiasi akhir mengenai kemungkinan pembelian sistem rudal BrahMos, peningkatan kerja sama angkatan laut, semakin besarnya perhatian terhadap Selat Malaka, hingga rencana pembangunan bandar antariksa di Biak, Papua, menunjukkan bahwa India dan Indonesia kini semakin memandang satu sama lain sebagai mitra maritim yang tidak tergantikan.

Namun, semua itu hanya menjelaskan sebagian dari keseluruhan cerita.

Faktor ekonomi pun belum sepenuhnya memberikan jawaban. Nilai perdagangan bilateral telah mendekati US$30 miliar dan terus menunjukkan tren peningkatan. Indonesia kini menjadi salah satu mitra dagang terbesar India di ASEAN, sementara India merupakan salah satu tujuan ekspor utama Indonesia.

Meski demikian, India masih mencatat defisit perdagangan lebih dari US$17 miliar terhadap Indonesia, salah satu defisit bilateral terbesar yang dimilikinya. Jika ketimpangan ekonomi semata menjadi penentu prioritas diplomatik, situasi seperti ini seharusnya membatasi, bukan justru mempercepat, kedekatan politik kedua negara.

Dengan demikian, jawabannya terletak di tempat lain.

Dalam Jakarta Futures Forum tahun lalu, Presiden Observer Research Foundation, Samir Saran, menyatakan bahwa hubungan India dan Indonesia pada banyak aspek sesungguhnya lebih besar dibandingkan kemitraan India dengan Inggris, Jepang, maupun Jerman. Namun ironisnya, hubungan tersebut justru memperoleh perhatian yang sangat minim dalam diskursus strategis India.

Lebih jauh, ia menilai bahwa Indo-Pasifik baru akan benar-benar menemukan bentuknya ketika India dan Indonesia, bersama mitra-mitra yang memiliki visi serupa, mengambil tanggung jawab lebih besar dalam membentuk masa depan kawasan.

Pandangan tersebut layak mendapat perhatian serius. Indonesia kini tidak lagi sekadar penting sebagai mitra dagang atau mitra keamanan maritim. Indonesia telah menjadi bagian penting dari cara India membayangkan masa depan Indo-Pasifik.

Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, juga mengingatkan bahwa hubungan kedua negara tidak hanya dibangun oleh dinamika geopolitik kontemporer, tetapi oleh hampir dua ribu tahun interaksi peradaban.

Mulai dari aksara Pallawa, prasasti berbahasa Sanskerta, hingga jalur perdagangan maritim yang memanfaatkan angin muson, Teluk Benggala dan Kepulauan Nusantara telah menjadi ruang peradaban bersama jauh sebelum lahirnya negara-bangsa modern.

Sebagaimana ia sampaikan, hubungan India dan Asia Tenggara saat ini hampir tidak dibayangi sengketa wilayah. Sebaliknya, hubungan tersebut ditandai oleh kesamaan kepentingan strategis, kerja sama ekonomi yang terus berkembang, serta posisi bersama sebagai bagian dari Global South.

Dengan demikian, tantangan utama bukanlah kurangnya kepentingan bersama, melainkan belum adanya perhatian strategis yang berkelanjutan.

Di sinilah tampaknya perubahan paling mendasar sedang berlangsung.

Selama beberapa dekade, hubungan India dan Indonesia lebih banyak dipahami melalui lensa kemitraan strategis. Kerja sama pertahanan, keamanan maritim, perdagangan, dan konektivitas menjadi fondasi utama hubungan bilateral.

Semua itu tetap penting. Namun kini, fondasi tersebut tidak lagi cukup.

Yang mulai berkembang adalah kesadaran baru bahwa kemitraan yang benar-benar berkelanjutan tidak bisa hanya bergantung pada kalkulasi geopolitik yang selalu berubah.

Kemitraan strategis dibangun oleh pemerintah. Namun kemitraan yang bertahan lama justru dipelihara oleh masyarakat.

Hubungan semacam itu membutuhkan peran universitas, lembaga penelitian, pertukaran budaya, kolaborasi ilmiah, pengembangan pengetahuan tradisional, serta pemahaman sejarah bersama yang mampu menciptakan basis sosial bagi kerja sama jangka panjang.

Sejumlah perkembangan belakangan ini menunjukkan arah perubahan tersebut. Kerja sama pengobatan tradisional melalui Ayurveda dan Jamu, kolaborasi ilmiah dalam Indonesia–India Bioresources Consortium (IIBC), meningkatnya kemitraan akademik, semakin intensifnya pertukaran antar lembaga pemikir, hingga tumbuhnya kembali perhatian terhadap warisan maritim menjadi bukti bahwa agenda hubungan kedua negara kini jauh melampaui diplomasi konvensional.

Di tengah dunia yang semakin terfragmentasi dan mekanisme multilateralisme tradisional yang semakin sulit mengakomodasi aspirasi negara-negara berkembang, India dan Indonesia mulai membangun kemitraan yang melampaui kepentingan strategis jangka pendek.

Diplomasi kini semakin berakar pada ketahanan kawasan, otonomi strategis, serta modal peradaban yang dimiliki bersama.

Sebagai dua negara demokrasi terbesar di Asia Selatan dan Asia Tenggara, India dan Indonesia memiliki bonus demografi, posisi geografis maritim yang sangat strategis, kapasitas teknologi, keanekaragaman hayati yang luar biasa, serta warisan peradaban yang sama.

Kombinasi tersebut menempatkan kedua negara pada posisi yang unik untuk membentuk masa depan Indo-Pasifik sekaligus memperkuat kerja sama di antara negara-negara Global South.

Karena itu, kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi mendatang seharusnya tidak hanya dipandang sebagai agenda diplomatik rutin, tetapi juga sebagai momentum untuk merumuskan kembali fondasi intelektual hubungan kedua negara.

Di samping berbagai kesepakatan mengenai perdagangan, pertahanan, dan konektivitas, kedua pemerintah juga dapat mulai melembagakan kemitraan yang lebih mendalam melalui inisiatif bersama di bidang warisan peradaban, riset keanekaragaman hayati, pengobatan tradisional, sejarah maritim, pendidikan tinggi, serta diplomasi budaya.

Inisiatif-inisiatif tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan kemitraan strategis yang telah ada, melainkan memperkuatnya dengan fondasi sosial yang lebih luas dan lebih kokoh.

Sejarah mengajarkan bahwa India dan Indonesia tidak pernah terhubung hanya melalui perdagangan atau kepentingan strategis semata.

Selama berabad-abad, kedua bangsa dipersatukan oleh pertukaran gagasan, sistem pengetahuan, jaringan maritim, dan interaksi peradaban yang membentuk kawasan Samudra Hindia.

Tantangan bagi para pembuat kebijakan saat ini bukanlah menghidupkan kembali masa lalu, melainkan menafsirkan kembali warisan tersebut agar relevan bagi masa depan.

Mungkin itulah yang kini sedang berlangsung secara perlahan antara South Block dan Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Apa yang kita saksikan hari ini tampaknya bukan sekadar penguatan satu lagi kemitraan strategis.

Lebih dari itu, kita mungkin sedang menyaksikan ditemukannya kembali salah satu hubungan tertua di Asia sekaligus lahirnya babak baru, ketika India dan Indonesia bersama-sama berupaya membentuk masa depan Indo-Pasifik sekaligus menawarkan visi kerja sama yang lebih inklusif bagi Global South.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

QuickPro Gelar Meet Up Bandung 2026, Dorong Trader Emas Lebih Mandiri Lewat Edukasi

Meningkatnya minat terhadap trading emas mendorong kebutuhan edukasi yang lebih praktis. Melalui QuickPro Meet Up Bandung 2026, QuickPro membekali trader dengan strategi, analisa pasar, dan dukungan komunitas agar mampu mengambil keputusan trading secara mandiri serta tidak lagi bergantung pada sinyal trading.

Kebutuhan
Edukasi Trading Emas Terus Meningkat

BANDUNG – Meningkatnya minat masyarakat
terhadap trading emas (XAUUSD) dalam beberapa tahun terakhir turut mendorong
kebutuhan akan edukasi yang lebih praktis dan mudah diterapkan. Di tengah
perkembangan tersebut, masih banyak trader yang mengandalkan sinyal trading
tanpa memahami proses analisa yang mendasarinya.

Kondisi ini sering membuat trader kesulitan
membaca peluang market secara mandiri, kurang percaya diri dalam mengambil
keputusan, serta kesulitan beradaptasi ketika kondisi pasar berubah.

Melihat kebutuhan tersebut, QuickPro
kembali menggelar QuickPro Meet Up Bandung 2026 yang telah berlangsung pada 26
Juni 2026 di Function Rooms Menara Asia Afrika Lt.1, Bandung. Acara ini menjadi
bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas akses edukasi trading yang
lebih praktis, aplikatif, dan mudah dipahami oleh trader Indonesia.

QuickPro Perkuat Posisi sebagai Tempat Edukasi Favoritnya
Trader Emas

Seiring berkembangnya industri trading di
Indonesia, kebutuhan trader tidak lagi sebatas mencari platform untuk
bertransaksi. Banyak trader kini mencari wadah belajar yang dapat membantu
mereka memahami market secara lebih mendalam.

Melalui berbagai program edukasi yang
telah dijalankan, mulai dari analisa harian, webinar strategi, komunitas
trader, hingga event tatap muka di berbagai kota, QuickPro terus memperkuat
posisinya sebagai tempat edukasi favorit trader emas Indonesia.

“QuickPro saat ini dikenal bukan
hanya sebagai broker dan platform trading, tetapi sebagai tempat belajar
favoritnya trader emas Indonesia. Melalui edukasi yang praktis, komunitas yang
aktif, kami ingin membantu lebih banyak trader berkembang dan mampu mengambil
keputusan trading secara mandiri,” ujar perwakilan manajemen QuickPro.

Perubahan Perilaku Trader: Dari Ikut Sinyal ke Analisa
Mandiri

Menurut QuickPro, terjadi perubahan pola
pikir di kalangan trader retail dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya
banyak trader berfokus mencari sinyal trading, kini semakin banyak yang ingin
memahami proses analisa agar dapat mengambil keputusan secara lebih terukur.

Kesadaran ini muncul karena trader mulai
memahami bahwa kondisi market terus berubah dan tidak selalu bisa dihadapi
hanya dengan mengikuti rekomendasi pihak lain.

Kemampuan membaca peluang market,
memahami momentum pergerakan harga, serta mengelola risiko menjadi keterampilan
yang semakin dibutuhkan oleh trader modern.

Hadirkan Strategi Spider Scalper dan Live Bedah Market

Sebagai bagian dari materi utama, peserta
mendapatkan edukasi strategi Spider Scalper yang dirancang untuk membantu
trader menemukan peluang entry dengan pendekatan yang lebih terukur pada market
Gold dan Forex.

Selain sesi materi, peserta juga
mengikuti Live Trade Session dan Bedah Market yang memungkinkan mereka melihat
secara langsung bagaimana proses analisa dilakukan dalam kondisi market yang
sesungguhnya.

QuickPro berharap pendekatan pembelajaran
yang lebih aplikatif ini dapat membantu trader memahami market secara lebih
mudah dibanding hanya mempelajari teori semata.

Komunitas Menjadi Faktor Penting dalam Perjalanan Trader

Tidak hanya menghadirkan materi edukasi,
acara ini juga menjadi sarana bagi trader untuk memperluas jaringan dan
berdiskusi dengan sesama pelaku pasar.

Peserta 
mendapatkan kesempatan mengikuti sesi networking bersama komunitas
trader QuickPro, serta sesi sharing bersama Bapak Kadjatni sebagai Ketua BAKTI dan Dewan Penasehat
Aspebtindo (Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia), beliau
membahas tentang perkembangan industri perdagangan berjangka dan pentingnya
peningkatan literasi trader di Indonesia.

Bagi QuickPro, komunitas yang aktif
merupakan salah satu faktor penting dalam membantu trader berkembang secara
berkelanjutan melalui pertukaran pengalaman, diskusi, dan pembelajaran bersama.

Mendorong Trader Indonesia Lebih Mandiri

QuickPro meyakini bahwa perkembangan
trader tidak hanya ditentukan oleh strategi trading semata, tetapi juga oleh
akses terhadap edukasi yang berkualitas, komunitas yang aktif, serta kemampuan
memanfaatkan teknologi yang terus berkembang.

“Tujuan utama acara ini bukan
sekadar mengajarkan strategi trading dengan mudah, tetapi membantu trader emas
memahami cara berpikir dalam membaca peluang market emas secara lebih
terukur,” lanjut perwakilan QuickPro.

Melalui penyelenggaraan QuickPro Meet Up
Bandung 2026, perusahaan berharap dapat mendorong lebih banyak trader Indonesia
untuk membangun kemampuan analisa secara mandiri sehingga tidak selalu
bergantung pada sinyal dari pihak lain dalam mengambil keputusan trading.

Tentang QuickPro

QuickPro hadir dengan visi membantu
trader emas Indonesia berkembang melalui edukasi, analisa market, dan teknologi
trading yang lebih mudah dipahami.

Sesuai dengan tagline “Favoritnya
Trader Emas Indonesia”
, QuickPro berkomitmen menghadirkan ekosistem trading
yang membantu trader mulai dari pemula hingga profesional dalam mengambil
keputusan trading secara lebih terarah.

Melalui aplikasi QuickPro, trader dapat
mengakses layanan trading, analisa market, edukasi, serta komunitas dalam satu
platform yang dirancang untuk memberikan pengalaman trading yang lebih mudah,
cepat, dan terpercaya.

QuickPro – Favoritnya Trader Emas Indonesia

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

“Biji-biji Initiative” dan “Mereka” Perkuat Literasi AI di Sekolah Lewat Peluncuran Microsoft AI Classroom Toolkit

Jakarta, 26 Juni 2026 — Penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence) kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan pendidikan. Menurut UNESCO, lebih dari dua pertiga siswa sekolah menengah di negara berpendapatan tinggi (high income countries) telah menggunakan AI dalam aktivitas belajar mereka. Di sisi lain, UNESCO juga menegaskan bahwa besarnya potensi AI dalam meningkatkan kualitas pembelajaran harus diimbangi dengan kemampuan guru dan siswa untuk memahami risiko serta menggunakan teknologi tersebut secara aman, kritis, dan bertanggung jawab.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Biji-biji Initiative bersama ekosistem pengembangan talenta Mereka, sebagai mitra strategis Microsoft, meluncurkan Microsoft AI Classroom Toolkit, sebuah learning resource yang dirancang untuk membantu pendidik membangun literasi AI di ruang kelas sekaligus mendorong penggunaan teknologi yang lebih bertanggung jawab sejak usia dini.

Seperti yang disampaikan oleh Digital Safety Director, Asia, Microsoft, Madeline Shepherd, “AI akan menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki generasi masa depan. Untuk itulah, Microsoft AI Classroom Toolkit kami hadirkan untuk membantu para pendidik dalam menggunakan AI tidak hanya menjadi alat untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga membentuk kemampuan berpikir kritis, etika digital, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.”

Peluncuran Microsoft AI Classroom Toolkit diselenggarakan pada 23 Juni 2026 di kantor Microsoft Indonesia, di kawasan Jakarta Selatan. Acara ini dihadiri oleh Digital Safety Director, Asia, Microsoft, Madeline Shepherd, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), Dr. Suparto, S.Ag., M.Ed., Ph.D., perwakilan Save the Children Indonesia, serta puluhan guru dari berbagai daerah di Indonesia.

Toolkit ini dikembangkan sebagai resource pembelajaran kreatif yang menggabungkan pendekatan naratif dengan materi instruksional sehingga menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif bagi pendidik maupun siswa usia 13–15 tahun. Melalui berbagai studi kasus dan aktivitas kelas, Microsoft AI Classroom Toolkit membantu guru membuka diskusi mengenai penggunaan AI yang bertanggung jawab, mulai dari memahami potensi fabrikasi informasi (AI hallucination), menjaga privasi data pribadi, mengenali potensi bias pada hasil AI, hingga membangun kebiasaan digital yang sehat demi menjaga kesehatan mental di era AI.

Sebagai bagian dari peluncuran, diselenggarakan pula diskusi panel bertajuk “Mengajar di Era AI” yang menghadirkan perwakilan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), Microsoft Indonesia, dan Save the Children Indonesia. Diskusi ini membahas berbagai peluang sekaligus tantangan pemanfaatan AI dalam lingkungan pendidikan.

“Anak-anak merupakan kelompok yang tumbuh bersama teknologi AI. Karena itu, literasi AI perlu dibangun tidak hanya dari sisi keterampilan menggunakan teknologi, tetapi juga dari kemampuan memahami risikonya, menjaga keamanan digital, serta tetap mengedepankan empati, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis. Kolaborasi seperti ini menjadi langkah penting agar AI benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung tumbuh kembang anak secara positif,” ujar Ratri Sutarto selaku Director of Program Development and Impact Save the Children Indonesia.

Selain sesi diskusi, tercatat sekitar 70 guru dari berbagai sekolah yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia turut mengikuti workshop bertajuk “AI di Ruang Kelas”.

Menutup rangkaian acara, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), Dr. Suparto, S.Ag., M.Ed., Ph.D., menyampaikan, “Transformasi pendidikan di era digital memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia industri, dan masyarakat. Kami mengapresiasi inisiatif Microsoft bersama Biji-biji Initiative dan Mereka dalam menghadirkan Microsoft AI Classroom Toolkit sebagai sumber belajar yang membantu guru memahami sekaligus mengajarkan pemanfaatan AI secara bertanggung jawab. Harapannya, semakin banyak pendidik Indonesia yang mampu memanfaatkan teknologi untuk memperkaya proses pembelajaran tanpa mengesampingkan aspek etika, keamanan, dan karakter peserta didik.”

Melalui peluncuran Microsoft AI Classroom Toolkit, Biji-biji Initiative, Mereka, dan Microsoft Indonesia berharap semakin banyak sekolah di Indonesia yang mampu membangun budaya pemanfaatan AI yang tidak hanya inovatif, tetapi juga bertanggung jawab. Dengan memperkuat literasi AI sejak di ruang kelas, para pendidik dan siswa diharapkan dapat memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar, berkreasi, dan berkolaborasi secara aman sekaligus menjadi bekal menghadapi masa depan digital.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

“Visi Itu Murah.” Pesan Narko Santoso yang Mencuri Perhatian Leadership Youth Summit 4.0

“Visi itu Murah”

– Narko Santoso, CTA., CHt., Founder NS TRADE | Top 50 Global Trader

JAKARTA, 25 Juni 2026 — Di tengah derasnya arus motivasi yang mendorong generasi muda untuk “berani bermimpi besar”, Narko Santoso, CTA., CHt., justru membuka sesinya dengan sebuah kalimat yang tidak biasa.

“Visi itu murah.”

Kalimat singkat tersebut sontak mengundang perhatian ratusan peserta Leadership Youth Summit 4.0 yang diselenggarakan oleh Ideal Indonesia di Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI), Jakarta.

Alih-alih berbicara mengenai strategi menghasilkan keuntungan, peluang investasi, atau kesuksesan finansial, Founder NS TRADE sekaligus Top 50 Global Trader itu justru mengajak peserta untuk mempertanyakan kembali fondasi di balik setiap mimpi yang mereka miliki.

Menurut Narko, dunia hari ini dipenuhi oleh orang-orang yang memiliki visi besar. Hampir semua orang memiliki target, impian, dan cita-cita yang tinggi. Namun, hanya sedikit yang benar-benar mempersiapkan sistem untuk mewujudkannya.

“Visi itu murah, karena semua orang punya. Semua orang bisa bermimpi, semua orang bisa punya keinginan. Tapi yang mahal sistemnya—eksekusinya bagaimana, mitigasi risikonya bagaimana, dan bagaimana kita mempersiapkan diri menghadapi situasi terburuk.”

Pesan tersebut menjadi benang merah dalam sesi kepemimpinan yang membahas bagaimana generasi muda dapat membangun daya saing di tengah perubahan dunia yang semakin cepat akibat perkembangan teknologi, Artificial Intelligence (AI), serta disrupsi di berbagai sektor industri.

Leadership Youth Summit 4.0 sendiri mempertemukan mahasiswa, organisasi kepemudaan, profesional muda, pelaku industri, komunitas, hingga pemimpin organisasi dalam sebuah forum kolaboratif untuk membahas kepemimpinan, inovasi, literasi finansial, pengembangan sumber daya manusia, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan.

Dalam sesi panel diskusi, Narko Santoso hadir bersama Biltraviano Ferian Harda, S.Kom., MBIS., Group CEO DOT Indonesia Group, serta Ike Suharjo, S.IP., M.Si., entrepreneur dan politikus. Ketiga narasumber membagikan perspektif mengenai kualitas kepemimpinan yang dibutuhkan Indonesia dalam menghadapi era transformasi digital.

Berbeda dengan pendekatan yang sering menekankan motivasi semata, Narko lebih banyak berbicara mengenai pentingnya membangun sistem berpikir (systems thinking), sebuah cara pandang yang menurutnya akan menentukan apakah seseorang mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.

Menurutnya, banyak orang menghabiskan waktu mencari motivasi baru, padahal yang sesungguhnya dibutuhkan adalah membangun kebiasaan dan proses yang dapat dijalankan secara konsisten setiap hari.

Ia juga menilai bahwa keinginan generasi muda untuk mencari cara yang lebih cepat bukanlah sesuatu yang keliru. Justru, kemampuan menemukan solusi yang lebih efisien merupakan salah satu karakter penting dalam dunia modern. Namun, efisiensi tersebut harus tetap dibangun di atas integritas.

“Kita kadang pengen apa-apa itu kalau bisa instan, cepat. Pengennya selalu dimudahkan, cari jalan pintas, cari jalan cepat. Apakah itu salah? Tidak. Justru saya kalau mencari tim, selalu mencari orang-orang yang berpikir seperti itu. Tetapi caranya harus halal, legal, dan bertanggung jawab. Cari cara tercepat, apalagi sekarang kita terbantu AI. Namun jangan pernah menghalalkan segala cara.”

Bagi Narko, perkembangan Artificial Intelligence bukan ancaman, melainkan akselerator bagi mereka yang memiliki fondasi berpikir yang benar. Teknologi mampu mempercepat proses belajar, meningkatkan produktivitas, hingga membantu pengambilan keputusan. Namun AI tidak akan pernah menggantikan disiplin, karakter, dan kemampuan seseorang membangun sistem kerja yang baik.

Ia menegaskan bahwa sistem terbaik selalu dimulai dari bagaimana seseorang mengelola dirinya sendiri.

Mulai dari mengatur waktu, menentukan prioritas, menjaga energi, hingga memahami kapan harus berhenti untuk memulihkan diri.

“Bangun dulu sistem untuk diri kita sendiri. Cara kita mengatur waktu, menentukan prioritas, menjaga ritme kerja, sampai mengatur waktu istirahat. Mesin saja bisa overheat kalau dipaksa terus bekerja, apalagi manusia. Setelah itu barulah kita bicara sistem dalam organisasi atau pekerjaan. Ketika kita berbicara tentang sistem, kita sedang berbicara tentang lima atau sepuluh tahun ke depan, bukan hanya apa yang kita kerjakan hari ini.”

Sepanjang sesi berlangsung, antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang mengangkat isu kepemimpinan, pengembangan karier, AI, kewirausahaan, hingga bagaimana membangun daya tahan mental di tengah perubahan yang begitu cepat.

Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut Tommy Tarumanegara, Chief Strategic & Execution Officer (CSEO) NS TRADE, yang mengikuti rangkaian forum serta menjalin diskusi dan networking bersama peserta, narasumber, akademisi, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan yang hadir.

Melalui forum tersebut, Narko berharap semakin banyak generasi muda Indonesia mulai menggeser cara pandang mereka terhadap kesuksesan. Menurutnya, masa depan tidak akan dimenangkan oleh mereka yang memiliki motivasi terbesar, melainkan oleh mereka yang mampu membangun sistem terbaik untuk mengeksekusi setiap ide, beradaptasi terhadap perubahan, dan terus bertumbuh secara berkelanjutan.

“Pada akhirnya, yang membedakan seseorang bukanlah seberapa besar ia bermimpi, tetapi seberapa disiplin ia membangun sistem yang membuat mimpi tersebut dapat diwujudkan.”

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

MIND ID Targetkan Pangkas 2 Juta Ton Emisi

JAKARTA — Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID menetapkan target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 15,5% atau setara sekitar 2 juta ton CO2 ekuivalen (CO2e) pada 2030. Target ini dicanangkan di tengah proyeksi lonjakan kebutuhan energi yang hampir dua kali lipat seiring progam hilirisasi mineral strategis nasional.

Division Head of Sustainability MIND ID, Binahidra Logiardi, menyampaikan bahwa tantangan dekarbonisasi sektor pertambangan semakin kompleks justru di tengah ekspansi program hilirisasi yang menjadi mandat utama perusahaan yang bergerak di sektor industri pertambangan.

Program hilirisasi membutuhkan energi yang tinggi dan MIND ID terus mengintegrasikan program keberlanjutan terkait agar upaya pengendalian emisi GRK menjadi lebih optimal.

“Dengan mandat hilirisasi yang diberikan kepada MIND ID, kebutuhan energi operasional kami diperkirakan meningkat hampir dua kali lipat pada 2030. Terlebih, emisi ini diproyeksikan bisa meningkat sekitar 2,1 kali lipat apabila tidak dilakukan intervensi,” ujarnya.

Berdasarkan proyeksi perusahaan, kebutuhan energi Grup MIND ID akan meningkat dari sekitar 149.000 terajoule (TJ) pada 2026 menjadi 293.000 TJ pada 2030, yakni lonjakan lebih dari 90%. Tanpa intervensi, emisi GRK diproyeksikan meningkat dari 6.100 kiloton CO2e menjadi 12.900 kiloton CO2e dalam periode yang sama.

Lonjakan ini mencerminkan skala ekspansi yang sedang dijalankan, mulai dari pengembangan tambang di Kalimantan, proyek ekosistem baterai kendaraan listrik di Halmahera Timur, ekspansi fasilitas aluminium, pembangunan smelter, hingga proyek penambangan bawah laut.

Karena itu, MIND ID menempuh sejumlah langkah strategis untuk memastikan pertumbuhan program hilirisasi ini berjalan dengan program lingkungan yang terintegrasi dan berdampak nyata.

Langkah pertama adalah konversi menuju bahan bakar rendah karbon, yang meliputi peningkatan penggunaan biodiesel dari B35 menuju B40, penggantian High Speed Diesel (HSD) menjadi liquefied natural gas (LNG), hingga optimalisasi pemanfaatan listrik dari jaringan PLN.

PT Bukit Asam Tbk telah mengimplementasikan langkah ini melalui penggunaan Bucket Wheel Excavator (BWE) untuk coal handling di Unit Pertambangan Tanjung Enim, menggantikan dump truck berbahan bakar fosil dan berhasil menurunkan emisi sekitar 5.200 ton CO2e per tahun.

PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) juga melakukan konversi dari HSD ke LNG pada fasilitas baking plant, menghasilkan penurunan emisi sekitar 3.700 ton CO2e sekaligus meningkatkan efisiensi energi operasional.

Di sisi energi terbarukan, MIND ID memperluas pemanfaatan biomassa dan energi surya. PT Indonesia Chemical Alumina (ICA) telah menerapkan co-firing menggunakan biomassa cangkang kelapa sawit sebagai pengganti sebagian batu bara, menurunkan emisi sekitar 560 ton CO2e.

PT Timah Tbk mengoperasikan instalasi PLTS berkapasitas 300 kilowatt peak (kWp) yang mampu mengurangi emisi sekitar 300 ton CO2e sekaligus mendorong penggunaan energi bersih di kawasan industri.

Sebagai pelengkap strategi reduksi langsung, MIND ID mengembangkan skema offset karbon melalui proyek berbasis alam atau nature-based solutions (NBS), pemanfaatan Renewable Energy Certificate (REC), serta partisipasi dalam perdagangan karbon.

Binahidra menegaskan bahwa upaya dekarbonisasi bukan sekadar kewajiban lingkungan, melainkan juga faktor penentu daya saing produk mineral Indonesia di pasar global. Investor, lembaga keuangan, dan rantai pasok internasional kini semakin ketat mensyaratkan aspek keberlanjutan sebagai syarat akses pasar.

“Kami berkomitmen mendukung target Indonesia dalam mencapai Second NDC tahun 2030 serta aspirasi Net Zero Emissions Indonesia. Karena itu seluruh strategi kami harus mengintegrasikan aspek ESG ke dalam operasional perusahaan,” ujar Binahidra.

Melalui berbagai inisiatif ini, MIND ID transformasi menuju operasional dengan emisi karbon yang lebih terkelola merupakan komitmen nyata untuk memastikan ekspansi hilirisasi menghasilkan nilai tambah ekonomi sekaligus manfaat lingkungan bagi Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Penguatan Kesehatan Primer di Indonesia: Mencegah Penyakit Sebelum Membebani Rumah Sakit

Sistem kesehatan yang kuat tidak hanya diukur dari banyaknya rumah sakit besar atau kecanggihan alat medis. Kekuatan utama justru terletak pada pelayanan kesehatan primer, yaitu layanan pertama yang paling dekat dengan masyarakat. Di Indonesia, puskesmas, posyandu, klinik pratama, dokter keluarga, bidan desa, dan kader kesehatan memiliki peran penting dalam mencegah penyakit, mendeteksi masalah sejak dini, serta mendampingi masyarakat menjaga kesehatan sehari-hari.

Selama ini, layanan kesehatan sering dipahami sebagai tempat berobat ketika sakit. Pandangan ini membuat masyarakat datang ke fasilitas kesehatan setelah penyakit berkembang lebih berat. Padahal, banyak penyakit dapat dicegah atau dikendalikan lebih awal. Hipertensi, diabetes, anemia, stunting, tuberkulosis, penyakit jantung, dan beberapa jenis kanker membutuhkan deteksi dini dan pemantauan rutin. Jika terlambat ditangani, penyakit tersebut dapat menyebabkan komplikasi serius dan membutuhkan biaya besar.

Kesehatan primer berperan mengubah fokus dari mengobati menjadi mencegah. Puskesmas dapat melakukan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, status gizi, imunisasi, edukasi ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang anak, konseling berhenti merokok, serta penyuluhan pola makan sehat. Posyandu juga dapat menjadi pusat pemantauan balita, lansia, dan kelompok rentan. Dengan dukungan kader, informasi kesehatan dapat menjangkau rumah tangga secara lebih personal.

Namun, penguatan layanan primer menghadapi tantangan. Banyak puskesmas memiliki beban administratif tinggi, sementara tenaga terbatas. Di beberapa wilayah, kegiatan promotif dan preventif kalah prioritas dibanding pelayanan pasien sakit yang datang setiap hari. Selain itu, kualitas posyandu sangat bergantung pada kapasitas kader, dukungan pemerintah daerah, serta partisipasi masyarakat. Jika kader tidak mendapat pelatihan dan penghargaan yang layak, keberlanjutan program dapat melemah.

Tantangan lain adalah perilaku masyarakat. Pencegahan membutuhkan perubahan kebiasaan, seperti mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak; berhenti merokok; rutin bergerak; menjaga kebersihan lingkungan; serta mengikuti pemeriksaan berkala. Perubahan perilaku tidak dapat dicapai hanya dengan poster atau ceramah singkat. Diperlukan komunikasi yang konsisten, contoh nyata, dan lingkungan yang mendukung pilihan hidup sehat.

Solusi pertama adalah memperkuat puskesmas sebagai pusat koordinasi kesehatan masyarakat. Puskesmas perlu memiliki data keluarga, peta risiko penyakit, dan program kunjungan rumah untuk kelompok rentan. Pendekatan berbasis keluarga dapat membantu tenaga kesehatan memahami masalah secara lebih utuh, termasuk faktor ekonomi, sanitasi, pendidikan, dan pola makan.

Kedua, kader kesehatan harus diberdayakan. Mereka perlu pelatihan sederhana tetapi rutin, alat bantu pencatatan, insentif yang pantas, serta hubungan kerja yang jelas dengan puskesmas. Kader adalah jembatan antara sistem kesehatan dan masyarakat, terutama di wilayah yang sulit dijangkau.

Ketiga, sekolah, tempat kerja, rumah ibadah, dan komunitas lokal perlu dilibatkan. Edukasi kesehatan akan lebih kuat jika hadir dalam ruang kehidupan sehari-hari. Program kantin sehat, aktivitas fisik bersama, pemeriksaan rutin di tempat kerja, dan gerakan bebas asap rokok dapat memperluas dampak layanan primer.

Keempat, pembiayaan kesehatan harus memberi ruang lebih besar untuk pencegahan. Investasi pada imunisasi, gizi, sanitasi, dan deteksi dini akan mengurangi beban rumah sakit dalam jangka panjang. Sistem kesehatan yang terlalu berpusat pada pengobatan akan selalu tertinggal di belakang penyakit.

Dengan memperkuat kesehatan primer, Indonesia dapat membangun masyarakat yang lebih sehat, mengurangi antrean rumah sakit, menekan biaya pengobatan, dan meningkatkan kualitas hidup warga sejak tingkat keluarga.

Bank Neo Commerce Gandeng HIMMAS UIN Sunan Gunung Djati Bandung Adakan Literasi Keuangan, Ajak Mahasiswa Waspada Terhadap Penipuan Digital

Bandung, 26 Juni 2026 – PT Bank Neo Commerce Tbk (“Bank Neo Commerce”, “Bank”, “BNC”, “Perseroan”), sebagai salah satu pelaku jasa keuangan di Indonesia, menggelar kegiatan literasi keuangan pada Jumat (26/6) dengan menggandeng Himpunan Mahasiswa Hubungan Masyarakat (HIMMAS) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung. Pada kegiatan literasi keuangan yang menyasar mahasiswa dan dilakukan secara daring tersebut, BNC membahas tantangan mengelola keuangan dan juga waspada terhadap tindak kejahatan di era digital.  

Bertajuk “Tantangan Mengelola Keuangan di Era Digital dan Mawas Terhadap Penipuan Digital”, hadir sebagai pembicara yaitu Vicky Valentino Frickel, selaku Fraud Operations Head PT Bank Neo Commerce Tbk yang membahas betapa pentingnya kita sebagai generasi muda yang hidup di era digital seperti ini untuk lebih memahami seluk beluk terkait keuangan, mulai dari mengelola keuangan, berbagai tantangannya hingga bagaimana cara terhindar dari beragam tindak kejahatan digital.  

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jurusan Ilmu Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. H. Enjang Muhaemin, M.Ag.  dalam sambutannya mengatakan, “Mewakili para mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung terutama yang hadir di webinar ini, saya mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi Bank Neo Commerce yang sebesar-besarnya karena telah memberikan edukasi penting terkait keuangan di era digital ini. Kami merasa beruntung setiap ada praktisi di berbagai industri yang berkenan memberikan pengetahuan dan wawasannya kepada para mahasiswa kami, hal ini penting karena sangat bermanfaat untuk melengkapi pembelajaran. Baik teori yang diberikan di dalam kelas, dan pengalaman yang dibagikan oleh praktisi langsung seperti ini, merupakan hal yang sangat penting untuk dipelajari oleh mahasiswa karena komprehensif dan saling melengkapi. Semoga kegiatan literasi keuangan ini dapat menjadi awal dari berbagai kolaborasi di masa depan antara UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Bank Neo Commerce.” 

Juga memberikan sambutan dalam acara webinar tersebut, Public Relations Head PT Bank Neo Commerce Tbk, Puji Agung Budiman mengatakan, “Sebagai salah satu bank dengan layanan digital di Indonesia, yang mendukung program pemerintah dalam meningkatkan tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia, kami perlu turut serta untuk memberikan literasi kepada berbagai lapisan masyarakat. Di era digital ini, sangat mudah bagi kita untuk melakukan segala transaksi keuangan hanya melalui aplikasi di smartphone. Di sisi lain tindak kejahatan di era digital juga menjadi mudah dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Tugas kita lah untuk paham bagaimana cara mengenali dan menghindari tindak kejahatan digital tersebut. Bank Neo Commerce secara konsisten memberikan literasi keuangan bagi masyarakat, dengan membahas segala macam aspek, termasuk waspada terhadap penipuan digital.” 

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) penanganan penipuan oleh Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 s.d. 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran. Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp386,5 miliar.  

Dalam sesi paparan pada kegiatan literasi keuangan, Fraud Operations Head PT Bank Neo Commerce Tbk, Vicky Valentino Frickel mengatakan, “Di era digital yang semakin canggih ini, banyak celah yang digunakan pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindak kejahatan digital. Beberapa diantaranya dan banyak kasus terjadi mereka menggunakan modus penipuan dengan menggunakan suara Artificial Intelligence (AI), video call dengan menggunakan pengubah wajah, deepfake dan voice cloning, serta beragam modus lainnya seperti phising yang sangat umum dilakukan. Sebagai pengguna teknologi, utamanya aplikasi-aplikasi terkait keuangan, kita harus paham beragam modus yang digunakan oleh scammers yang mencoba menipu kita. Penting untuk memahami modus, ciri-ciri, kejahatan siber sehingga kita bisa dengan mudah untuk mengenali dan menghindarinya, agar terhindar dari kerugian.” 

BNC menyelenggarakan kegiatan literasi keuangan bersama HIMMAS UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini juga dalam rangka mendukung program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) 2026, serta dalam rangka menyemarakkan Bulan Literasi Keuangan yang dicanangkan oleh OJK. “Ke depan, Bank Neo Commerce akan selalu berkomitmen untuk terus memberikan edukasi terkait keuangan kepada khalayak luas, dan menggandeng berbagai pihak untuk berkolaborasi sehingga jangkauannya akan lebih luas lagi. Kami berterima kasih kepada HIMMAS UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang mau bekerja sama untuk turut meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia, dan dalam konteks ini terhadap mahasiswa,” tutup Vicky.  

Bank Neo Commerce juga menyediakan berbagai kanal informasi dan panduan terkait serba serbi keuangan, baik terkait menabung, investasi hingga menyangkut keamanan digital yang dapat diakses melalui situs resmi, akun media sosial resmi bank, dan neobank, aplikasi milik BNC. Hal ini sejalan dengan kampanye yang tengah digalakkan oleh OJK yaitu GENCARKAN 2026. Nasabah diharapkan dapat memanfaatkan berbagai informasi yang terdapat di berbagai kanal yang disediakan Bank Neo Commerce tersebut guna meningkatkan pemahaman tentang berbagai aspek terkait keuangan, diantaranya terkait pengelolaan keuangan dan meingkatkan kewaspadaan terhadap tindak kejahatan keuangan di era digital.  

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

RAYAKAN “LIVABLE ART” DAN DEKONSTRUKSI MONOKROM: PURANA DAN PURAGRAPH RESMI LUNCURKAN KOLABORASI BERSAMA AFGANIAL DI HÖRBISS, YATS COLONY

YOGYAKARTA, 27 Juni 2026 – Hari ini, ruang kreatif rindang Hörbiss di YATS Colony Yogyakarta menjadi pusat desain kontemporer tanah air. PURANA dan PURAGRAPH secara resmi meluncurkan koleksi kolaborasi yang telah lama dinantikan bersama desainer dan seniman ternama, Anton Afganial. Peluncuran ini ditandai dengan pameran privat berkonsep tinggi dan instalasi interaktif, menerjemahkan bentuk arsitektural menjadi ekspresi busana yang hidup dan fungsional.

Koleksi kolaboratif ini menonjolkan kontras estetika yang memukau. PURANA menghadirkan busana resort kelas atas yang anggun dengan siluet mengalir di mana coretan kuas ekspresif Anton tertanam langsung dalam motif dasarnya. Sebaliknya, PURAGRAPH menarik perhatian lewat rangkaian atasan monokrom hitam dan putih polos tanpa motif (patternless deconstructive tops) yang mengandalkan potongan struktural dan selembar statement patch dari potongan lukisan Anton yang dijahit dengan presisi.

“Livable Art adalah tentang bercerita lewat apa yang kita kenakan,” kata Nonita Respati, Founder & Chief Creative Officer Purana. “Melalui lensa arsitektural Anton, aliran motif Purana dan dekonstruksi monokrom Puragraph menemukan suara yang seimbang dan menyatu. Dengan menyematkan sapuan kuas ‘Abundance’ ke dalam motif dasar orisinal kami, kami menciptakan ‘Livable Art’ dalam arti sesungguhnya—seni yang tidak hanya Anda lihat, tetapi seni yang Anda tinggali dan rasakan sehari-hari.”

Seniman Anton Afganial merefleksikan sinergi dari peluncuran langsung ini: “Energi kreatif di YATS Colony adalah kanvas yang sempurna bagi kolektif kami. ‘Abundance’ dilukis untuk merayakan kebahagiaan-kebahagiaan sederhana dalam hidup. Melihat emosi-emosi dinamis tersebut keluar dari kanvas datar untuk dihidupi di atas kain—mengalir anggun pada sutra Purana dan tersemat sebagai lencana struktural pada katun polos Puragraph—menjadikan tubuh manusia sebagai galeri utama yang bergerak.”

“Atasan hitam dan putih dekonstruktif polos khas Puragraph bertindak sebagai jangkar esensial yang memperkokoh seluruh pameran ini,” ujar Maritza Putri, Lead Designer sekaligus representasi Puragraph. “Fokus kami pada konstruksi mentah tanpa motif menyediakan garis-garis tenang namun kuat yang membiarkan statement patch artistik Anton melompat keluar dari kain dengan kontras luar biasa. Ini memberi ruang bagi generasi muda kreatif untuk mengenakan karya seni ini sebagai lencana kehormatan yang langka.”

Acara peluncuran privat ini dihadiri oleh para kurator kreatif terkemuka Yogyakarta, seniman, VIP lokal, dan penentu tren, mengukuhkan kolaborasi ini sebagai salah satu pencapaian desain paling signifikan secara budaya tahun ini.

Supported by:

Wardah · Optik Seis · KLAR · Havaianas · Fuguku

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES