Permintaan Kendaraan Terjangkau Menguat, BRI Finance Perkuat Pembiayaan Mobil Bekas

Jakarta, 10 September 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) melihat pembiayaan mobil bekas masih memiliki ruang pertumbuhan di tengah dinamika pasar otomotif nasional. Pilihan kendaraan dengan harga yang lebih terjangkau menjadi salah satu pertimbangan konsumen, terutama ketika masyarakat semakin selektif dalam menentukan kendaraan sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.

Peluang tersebut berjalan di tengah perbaikan pasar otomotif nasional. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan penjualan mobil baru secara wholesales pada Januari–Agustus 2026 mencapai 599.491 unit, tumbuh 20,1% secara tahunan. Sementara penjualan retail mencapai 594.984 unit atau meningkat 13,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Agustus 2026 saja, penjualan retail tercatat 83.442 unit, menjadi capaian bulanan tertinggi sepanjang tahun ini.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan perkembangan tersebut memberikan gambaran bahwa aktivitas pasar otomotif mulai menunjukkan momentum yang lebih positif. Namun, perseroan melihat pasar mobil bekas memiliki karakteristik dan dinamika permintaan tersendiri.

“Mobil bekas tetap menjadi pilihan bagi konsumen yang mencari kendaraan dengan harga yang lebih terjangkau. Bagi kami, kebutuhan tersebut membuka ruang untuk memperkuat pembiayaan mobil bekas secara selektif, dengan tetap memperhatikan profil konsumen dan kualitas aset,” ujar Dhani.

Minat terhadap kendaraan bekas juga masih terlihat pada segmen kendaraan dengan harga yang relatif terjangkau. Sejumlah pelaku industri menilai mobil jenis multi purpose vehicle (MPV), khususnya dengan harga di bawah Rp200 juta, masih menjadi salah satu pilihan yang banyak dicari konsumen. Kondisi ini menunjukkan bahwa aspek keterjangkauan tetap menjadi pertimbangan penting dalam keputusan pembelian kendaraan.

Dari sisi BRI Finance, peluang tersebut turut tercermin dari kinerja pembiayaan. Hingga Mei 2026, pembiayaan mobil bekas BRI Finance tercatat tumbuh 77,64% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa kebutuhan pembiayaan kendaraan bekas masih memiliki ruang untuk dikembangkan.

Untuk memperkuat penetrasi di segmen tersebut, BRI Finance mengoptimalkan jaringan pembiayaan dan memperkuat kerja sama dengan dealer. Perseroan juga terus meningkatkan kualitas proses akuisisi serta layanan kepada konsumen, sehingga pertumbuhan pembiayaan dapat berjalan seiring dengan pengelolaan risiko yang terukur.

“Pertumbuhan pembiayaan tetap kami dorong dengan pendekatan yang selektif. Kami terus mencermati perkembangan pasar dan daya beli masyarakat, sekaligus memastikan kualitas aset dan penerapan manajemen risiko tetap menjadi bagian penting dalam setiap proses pembiayaan,” kata Dhani.

BRI Finance memandang mobil bekas memiliki peran dalam memberikan alternatif kepemilikan kendaraan bagi masyarakat dengan kebutuhan dan kemampuan finansial yang beragam. Dengan memperkuat jaringan, kemitraan dealer, serta kualitas proses pembiayaan, perseroan akan terus mengembangkan segmen tersebut secara terukur dan berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Menkeu Baru Dilantik, Bagaimana Arah Kebijakan Kripto di Indonesia?

Jakarta, 15 September 2026 — Pergantian Menteri Keuangan menjadi perhatian industri aset kripto Indonesia, terutama terkait arah kebijakan fiskal dan perpajakan di sektor aset digital. Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan pada Senin (14/9/2026), menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

Meski pengaturan dan pengawasan aset kripto berada di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan tetap memiliki peran dalam menentukan kebijakan fiskal dan perpajakan sektor tersebut.

Saat ini, ketentuan perpajakan aset kripto mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 50 Tahun 2025. Regulasi tersebut menghapus Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas penyerahan aset kripto, namun tetap mengenakan PPh Pasal 22 final sebesar 0,21 persen atas transaksi melalui Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) dalam negeri.

Dari rekam jejak publiknya, Suahasil belum secara spesifik menyatakan sikap mendukung atau menolak aset kripto sebagai instrumen investasi. Pandangannya selama ini lebih banyak berkaitan dengan perkembangan fintech, transformasi keuangan digital, serta pentingnya menjaga keamanan dan stabilitas sistem keuangan.

Suahasil juga pernah terlibat dalam riset akademik mengenai central bank digital currency (CBDC) pada 2022. Namun, pembahasan mengenai CBDC tersebut tidak secara langsung menunjukkan sikap terhadap aset kripto terdesentralisasi seperti Bitcoin.

Industri Soroti Daya Saing Pasar Kripto Indonesia

Selain arah kebijakan fiskal, struktur perpajakan juga menjadi perhatian pelaku industri aset kripto. Pajak transaksi dinilai menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi daya saing platform domestik, terutama ketika industri Indonesia berhadapan dengan pasar global.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan pelaku industri terus mencermati perkembangan kebijakan perpajakan aset kripto di Indonesia. Menurutnya, dialog antara industri dan regulator menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem aset digital yang dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Kami melihat pentingnya dialog yang konstruktif antara industri dan regulator untuk terus menyempurnakan ekosistem aset digital di Indonesia, termasuk dari sisi kebijakan perpajakan,” ujar Yudho.

Ia menilai kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan fiskal, kepatuhan, dan pertumbuhan industri akan menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat ekosistem aset digital Indonesia.

Menurutnya, penyesuaian kebijakan tetap menjadi bagian dari pembahasan untuk menciptakan kondisi industri yang lebih sehat. Di sisi lain, ia menegaskan bahwa pelaku industri tetap perlu menjalankan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Yudho juga menilai tantangan Indonesia untuk berkembang sebagai pusat industri kripto global tidak hanya berkaitan dengan jumlah pengguna maupun nilai transaksi domestik. “Menjadi pasar besar berbeda dengan menjadi pusat kripto global,” ujarnya.

Pandangan dia, Indonesia perlu membangun produk dan ekosistem yang kompetitif agar mampu menarik likuiditas serta pelaku industri dari pasar global.

Dengan fondasi regulasi aset digital yang semakin terbentuk, tahap berikutnya dinilai akan berkaitan dengan bagaimana Indonesia meningkatkan daya saing ekosistem domestik sekaligus menciptakan ruang bagi inovasi dan partisipasi pelaku global.

Potensi Pajak Kripto Global Capai US$457 Miliar

” />

Perhatian terhadap perpajakan aset kripto juga muncul di tengah besarnya potensi penerimaan pajak dari aktivitas aset digital secara global.

Laporan perusahaan analitik blockchain Chainalysis yang dirilis pada 26 Agustus 2026 mencatat aktivitas kripto on-chain global yang berpotensi dikenakan pajak mencapai sedikitnya US$457 miliar sepanjang 2025.

Aktivitas tersebut mencakup capital gain dari central exchange maupun terdesentralisasi, pendapatan dari staking dan mining, serta aktivitas pinjaman dan pembayaran berbasis aset kripto.

Amerika Serikat tercatat memiliki potensi terbesar dengan nilai US$112,6 miliar. Posisi berikutnya ditempati Jerman, China, Inggris, dan India. Sementara itu, Indonesia berada di peringkat ke-12 dengan potensi aktivitas kena pajak mencapai sekitar US$10,1 miliar. Angka tersebut terdiri dari sekitar US$3,6 miliar capital gain, US$2,6 miliar pendapatan dari imbal hasil, dan US$3,9 miliar dari aktivitas pembayaran.

Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya dapat dijangkau oleh sistem pengawasan pajak transaksi aset, seperti Bitcoin yang ada. Chainalysis memperkirakan kerangka pelaporan pajak internasional OECD, Crypto-Asset Reporting Framework (CARF), baru mencakup sekitar 14 persen aktivitas transaksi kena pajak di jaringan blockchain.

Sejumlah aktivitas seperti decentralized finance (DeFi), transaksi peer-to-peer, dan aktivitas melalui self-custody wallet juga menjadi tantangan tersendiri bagi otoritas pajak karena tidak seluruhnya dapat dipantau melalui mekanisme pelaporan konvensional.

Pergantian Menteri Keuangan dan besarnya aktivitas ekonomi aset kripto yang berpotensi menjadi sumber penerimaan negara, arah kebijakan fiskal sektor aset digital diperkirakan masih akan menjadi perhatian industri.

Di tengah perkembangan tersebut, Yudho melihat Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat posisinya di industri aset digital global, selama pengembangan ekosistem berjalan seiring dengan kepastian regulasi.

“Indonesia memiliki pasar dan potensi yang besar. Tantangan berikutnya adalah bagaimana potensi tersebut dapat berkembang menjadi ekosistem yang kompetitif secara global, dengan tetap mengedepankan kepatuhan dan perlindungan konsumen,” pungkas CEO FLOQ.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Didorong oleh Permintaan yang Tinggi, Enago Meluncurkan Situs Web Terlokalisasi untuk Memperkuat Ekosistem Riset Akademik Indonesia

JAKARTA, Indonesia – Dengan didukung pengalaman selama lebih dari 20 tahun dalam bidang penerbitan akademik, pengembangan kapasitas institusional, dan kemitraan dengan jurnal global, Enago hari ini mengumumkan peluncuran platform berbahasa Indonesia yang telah dilokalisasi, www.enago.id.

Platform terlokalisasi ini dirancang untuk mendukung seluruh ekosistem akademik di Indonesia – membantu peneliti Indonesia meraih penerimaan naskah di jurnal, mendukung universitas dalam meningkatkan metrik pemeringkatan internasional, serta mendampingi jurnal menuju pengindeksan Scopus.

Dengan mengatasi hambatan bahasa, pembayaran, dan pengajuan naskah, pusat layanan regional ini menyediakan dukungan operasional yang dibutuhkan untuk mengubah hasil riset ilmiah lokal menjadi dampak yang diakui secara global.

“Setelah satu dekade melayani dan tumbuh bersama komunitas akademik Indonesia, saya bangga melihat kehadiran lokal kami akhirnya terwujud,” ujar N Arya, Senior Manager Strategic Alliances, Enago.

Untuk mengetahui selengkapnya dan mulai menggunakan layanan kami, kunjungi www.enago.id hari ini.

JAKARTA, Indonesia – Dengan
didukung pengalaman selama lebih dari 20 tahun dalam bidang penerbitan
akademik, pengembangan kapasitas institusional, dan kemitraan dengan jurnal global,
Enago hari ini mengumumkan peluncuran platform berbahasa Indonesia yang telah
dilokalisasi, www.enago.id. Berlandaskan pengalaman selama dua dekade dalam
membantu peneliti di seluruh dunia meraih penerimaan naskah di jurnal, mendukung
universitas dalam meningkatkan metrik pemeringkatan internasional, serta mendampingi
jurnal menuju pengindeksan Scopus, platform terlokalisasi ini dirancang untuk
mendukung seluruh ekosistem akademik di Indonesia.

“Setelah satu dekade
melayani dan tumbuh bersama komunitas akademik Indonesia, saya bangga melihat kehadiran
lokal kami akhirnya terwujud, sebuah babak baru dalam melayani dunia akademik
Indonesia dengan tujuan yang lebih kuat, komitmen yang lebih besar, serta visi untuk
tahun-tahun mendatang. Terima kasih atas seluruh dukungan dan kepercayaan yang
telah diberikan selama ini, serta untuk perjalanan selanjutnya!”
ujar
N Arya, Senior Manager Strategic Alliances, Enago.

Dengan mengatasi hambatan
bahasa, pembayaran, dan pengajuan naskah, pusat layanan regional ini
menyediakan dukungan operasional yang dibutuhkan untuk mengubah hasil riset
ilmiah lokal menjadi dampak yang diakui secara global.
“Tujuan kami sejak awal
adalah mengatasi berbagai hambatan dalam komunikasi ilmiah global dengan cara
memadukan keahlian manusia yang mendalam di bidang keilmuan dengan teknologi canggih
dan solusi AI yang bertanggung jawab.”
ujar Sharad Mittal, Pendiri
Enago.

“Seiring perkembangan AI
yang dengan cepat mengubah cara penelitian dilakukan, dievaluasi, dan
dipublikasikan, penyediaan infrastruktur regional khusus akan memastikan bahwa para
akademisi dan institusi di Indonesia dapat memanfaatkan berbagai perangkat
mutakhir untuk menghadapi standar publikasi yang kompleks dengan penuh
keyakinan.”

Untuk mengetahui selengkapnya
dan mulai menggunakan layanan kami, kunjungi www.enago.id hari ini.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Menggeliat Lewat Rel Kereta: Menakar Wajah Baru Pariwisata dan Ekonomi Kebumen

Peningkatan pergerakan wisatawan domestik di Kebumen juga berbanding lurus dengan lompatan pengakuan atas bentang alamnya. Data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kebumen mencatat angka kunjungan wisatawan domestik terus menanjak, dengan total kunjungan menembus lebih dari 600.000 hingga 1 juta pengunjung ke berbagai objek wisata daerah setiap tahunnya.

KEBUMEN — Deru lokomotif yang melintasi jalur ganda lintas selatan Jawa kini membawa dinamika baru bagi Kabupaten Kebumen. Daerah yang dahulu kerap diposisikan sekadar perlintasan transit antara Daerah Istimewa Yogyakarta dan Purwokerto ini mulai memantapkan posisinya sebagai destinasi mandiri dalam peta pariwisata Jawa Tengah. Transformasi ini didorong oleh integrasi moda transportasi kereta api, penetapan status kawasan sebagai taman bumi dunia, serta pergeseran preferensi pelancong menuju konsep slow travel dan liburan singkat (short staycation). 

 Konektivitas langsung tanpa hambatan jalan raya memberi kemudahan bagi pelancong kota-kota besar untuk merancang perjalanan berdurasi ringkas. Keberadaan infrastruktur akomodasi seperti Mexolie Hotel—yang menempati kompleks cagar budaya bekas pabrik minyak kelapa era kolonial persis di sisi timur Stasiun Kebumen—menjadi katalis bagi tren perjalanan 24 jam: tiba dengan kereta, beristirahat leluasa, menjelajah denyut kota, lalu kembali tanpa risiko kemacetan antarkota.

Kereta Api Jadi Akselerator Mobilitas

Berdasarkan data operasional PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto, tren volume penumpang kereta api antarkota menunjukkan peningkatan yang konsisten, mencatatkan pertumbuhan penumpang lebih dari 14 persen secara tahunan (year-on-year). Pada masa-masa angkutan liburan nasional, Stasiun Kebumen dan Stasiun Gombong tercatat konsisten melayani puluhan ribu pergerakan penumpang datang dan berangkat.

Peningkatan ketepatan waktu (on-time performance), modernisasi sarana, serta kemudahan reservasi digital dinilai menjadi alasan utama tingginya preferensi wisatawan menggunakan jalur rel. 

“Keandalan operasional, ketepatan waktu, dan kemudahan akses stasiun menjadi faktor penentu meningkatnya loyalitas masyarakat menggunakan kereta api. Peningkatan volume penumpang di stasiun-stasiun seperti Kebumen memperlihatkan bahwa konektivitas rel memegang peran vital dalam membuka akses perekonomian dan pariwisata daerah,” tulis evaluasi operasional PT KAI Daop 5 Purwokerto.

 Bagi pelancong berdurasi 24 jam, stasiun berfungsi sebagai simpul logistik yang presisi. Akses stasiun yang langsung terhubung dengan area penginapan memangkas ongkos transfer dan keletihan fisik perjalanan, sehingga waktu pelesir dapat dimaksimalkan sejak jam pertama kedatangan.

Daya Tarik Alam Berstandar Dunia dan Munculnya Destinasi Baru

Peningkatan pergerakan wisatawan domestik di Kebumen juga berbanding lurus dengan lompatan pengakuan atas bentang alamnya. Data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kebumen mencatat angka kunjungan wisatawan domestik terus menanjak, dengan total kunjungan menembus lebih dari 600.000 hingga 1 juta pengunjung ke berbagai objek wisata daerah setiap tahunnya.

Tonggak capaian terbesar terjadi seiring ditetapkannya Geopark Kebumen ke dalam jaringan UNESCO Global Geoparks (UGGp). Meliputi 22 kecamatan dan 374 desa, kawasan bertajuk “The Mother of Earth” ini memadukan lebih dari 40 situs geologi purba, keanekaragaman hayati, dan kekayaan budaya:

Pesisir Selatan Bertebing Kapur: Pantai Menganti dengan panorama tebing karst dan pasir putih, Pantai Karangbolong, hingga Pantai Mliwis.

Keajaiban Karst Bawah Tanah: Goa Jatijajar dan Goa Petruk yang menyuguhkan formasi stalaktit eksotis serta legenda pewayangan lokal.

Laboratorium Geologi Terbuka: Singkapan batuan dasar samudera purba di kawasan Karangsambung.

Meski demikian, para pengamat perjalanan menyarankan segmentasi logistik yang realistis bagi pelancong.

“Kunjungan 24 jam paling efektif bila difokuskan pada ritme pusat kota, eksplorasi kuliner lokal, dan wisata heritage. Untuk destinasi alam seperti Pantai Menganti atau Goa Jatijajar yang memerlukan waktu tempuh 1 hingga 1,5 jam dari pusat kota, opsi terbaik adalah menambah minimal satu malam inap agar agenda tidak terburu-buru dan terhindar dari risiko tertinggal kereta,” papar catatan kurasi panduan perjalanan lokal Kebumen. 

Multiplier Effect Ekonomi dan Ekosistem UMKM

Geliat pariwisata ini secara nyata mendongkrak denyut ekonomi kerakyatan dan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Peningkatan lama tinggal wisatawan (length of stay) serta tingginya tingkat hunian kamar (occupancy rate) hotel pada periode akhir pekan dan libur panjang menggerakkan rantai nilai sektor jasa.

Dampak berganda (multiplier effect) terlihat pada sektor-sektor penunjang:

Rantai Pasok Kuliner Tradisional: Permintaan harian terhadap kuliner khas seperti Nasi Penggel, Sate Ambal berlumur bumbu kedelai, pecel kangkung, hingga industri rumahan Lanthing Kebumen mengalami lonjakan penjualan berkala. 

Jasa Transportasi & Pemandu: Tumbuhnya ekosistem sewa kendaraan pribadi, sopir lokal berlisensi, hingga komunitas tour guide geopark.

Ekonomi Kreatif Pedesaan: Pengembangan desa-desa wisata berbasis komunitas (Pokdarwis) di sekitar geosite yang membuka lapangan kerja baru bagi generasi muda daerah.

“Pariwisata berbasis geopark bukan sekadar pelestarian alam, tetapi lokomotif pembangunan ekonomi inklusif. Setiap kunjungan wisatawan domestik menghasilkan perputaran uang langsung ke pelaku usaha mikro, perhotelan, hingga pedagang pasar tradisional,” terang pejabat Pemkab Kebumen dalam tinjauan pembangunan pariwisata berkelanjutan.

Sinergi antara ketepatan waktu moda rel kereta api, preservasi peninggalan bersejarah di pusat kota, dan kekayaan geologi kelas dunia membuktikan bahwa Kebumen bukan lagi sekadar lintasan, melainkan destinasi yang hidup dan menggerakkan roda ekonomi masyarakatnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pasar Crypto Semakin Dinamis, Bittime Hadirkan Program Berhadiah $HYPE hingga Sepuluh Juta Rupiah

Bittime menghadirkan program perdagangan pada 11–27 September 2026 dengan total reward hingga sepuluh juta rupiah dalam bentuk $HYPE. Program ini memberikan apresiasi kepada pengguna berdasarkan akumulasi volume perdagangan yang dicapai selama periode berlangsung.

Pasar aset digital terus berkembang dengan munculnya berbagai ekosistem blockchain yang menawarkan fungsi dan aktivitas berbeda. Salah satunya adalah Hyperliquid, blockchain yang dikenal dengan aktivitas perdagangan aset digital, khususnya perpetual futures dan spot trading. Berdasarkan data CoinGecko, token native ekosistem tersebut, $HYPE, mencatatkan all-time high (ATH) sebesar US$89,60. Pergerakan tersebut turut diikuti oleh volume perdagangan yang tinggi, dengan volume harian $HYPE menembus lebih dari US$1 miliar pada sejumlah hari di awal September, termasuk sekitar US$1,68 miliar pada 4 September dan US$1,48 miliar pada 7 September.

Melihat perhatian pasar terhadap ekosistem tersebut, Bittime menghadirkan program perdagangan pada 11–27 September 2026 dengan total reward hingga sepuluh juta rupiah dalam bentuk $HYPE. Program ini memberikan apresiasi kepada pengguna berdasarkan akumulasi volume perdagangan yang dicapai selama periode berlangsung.

Ryan Lymn, Direktur Operasional Bittime, mengatakan bahwa meningkatnya perhatian terhadap $HYPE mencerminkan semakin beragamnya ekosistem dan aset yang tersedia di pasar crypto. “Perkembangan $HYPE dan ekosistem Hyperliquid menjadi salah satu dinamika yang menarik untuk diperhatikan. Semakin beragamnya ekosistem aset digital memberikan lebih banyak pilihan bagi pelaku pasar untuk mengeksplorasi berbagai instrumen. Melalui program ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada pengguna berdasarkan aktivitas perdagangan yang memenuhi ketentuan program,” ujar Ryan.

Berbeda dari program yang hanya menghitung transaksi pada satu aset, volume perdagangan dalam program Bittime ini diakumulasikan dari seluruh token yang diperdagangkan pengguna selama periode berlangsung. Transaksi dalam IDR maupun USDT akan diperhitungkan dalam menentukan pencapaian tier reward, sehingga volume dapat dikumpulkan dari berbagai aset yang tersedia di Bittime.Syarat dan Ketentuan Program 

Reward diberikan satu kali berdasarkan tier volume trading yang dicapai pengguna selama periode kampanye. Pengguna dengan volume trading minimal Rp5 juta berkesempatan memperoleh reward hingga Rp100 ribu, dengan nominal reward yang meningkat sesuai tier, yaitu hingga Rp300 ribu untuk volume Rp25 juta, Rp1 juta untuk Rp100 juta, Rp2,5 juta untuk Rp350 juta, dan hingga Rp10 juta dalam bentuk $HYPE untuk volume minimal Rp2 miliar. 

Besaran reward yang diterima dapat berbeda-beda, tergantung pada proporsi volume trading dalam tier yang dicapai serta ketersediaan kuota. Pemberian reward dilakukan secara first-come, first-served, sehingga mencapai minimum volume pada suatu tier tidak otomatis menjamin pengguna mendapatkan reward maksimum. 

Menurut Ryan, semakin banyaknya pilihan aset dan strategi di pasar crypto juga perlu diikuti dengan pemahaman yang memadai mengenai karakteristik serta risiko masing-masing aset. “Di tengah pasar yang semakin dinamis, edukasi tetap menjadi bagian penting dalam aktivitas trading. Pengguna perlu memahami karakteristik aset, mekanisme perdagangan, dan risiko yang menyertainya sebelum mengambil keputusan. Dengan pemahaman yang baik, pengguna dapat menyikapi peluang pasar secara lebih terukur dan tidak hanya mengikuti momentum,” lanjut Ryan.

Untuk berpartisipasi, pengguna wajib menyelesaikan verifikasi akun atau KYC dan melakukan registrasi melalui halaman event Bittime. Program menggunakan mekanisme first-come, first-served dengan kuota terbatas pada setiap tier. Bittime juga menerapkan ketentuan untuk menjaga integritas program, termasuk larangan penggunaan multi-akun, wash trading, maupun aktivitas manipulatif lainnya.

Reward akan diberikan dalam bentuk $HYPE dan dikreditkan ke wallet Bittime pengguna maksimal 7–14 hari kerja setelah periode program berakhir, sesuai ketentuan program. Melalui program ini, Bittime melihat dinamika $HYPE dan ekosistem Hyperliquid sebagai bagian dari semakin beragamnya perkembangan pasar aset digital, sekaligus memberikan apresiasi kepada pengguna yang berpartisipasi dalam aktivitas perdagangan selama periode program. Informasi lengkap mengenai program ini dapat dilihat melalui halaman resmi program Bittime.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Sasar Peluang Kemitraan dan Investasi Strategis, Sanggabiz Tampil Memukau Lewat Business Showcase dan Pitching di Capital Room GIK UGM

Mempertegas posisinya sebagai konsultan bisnis dan pengembang kapasitas terdepan, Sanggabiz berpartisipasi aktif dalam ajang bergengsi “Capital Room: Business Pitching & Business Showcase”. Dalam acara yang didukung oleh Komdigi dan Garuda Spark ini, Founder Sanggabiz, Dwi Andi Rohmatika, mempresentasikan visi masa depan perusahaan melalui sesi Curated Startup Pitching, sekaligus memamerkan inovasi operasional Sanggabiz melalui area Business Showcase di hadapan para investor dan mitra strategis.

Yogyakarta, 4 September 2026 — Dalam upaya mengakselerasi pertumbuhan bisnis dan memperluas jaringan kemitraan berskala nasional, Sanggabiz sukses mengambil peran strategis dalam ajang “Capital Room: Business Pitching & Business Showcase“. Mengusung tema utama “Pitch. Connect. Raise.”, acara bergengsi ini diselenggarakan secara kolaboratif oleh Taka Lab, ConnectX, dan GIK UGM pada Jumat, 4 September 2026, berlokasi di GIK UGM, Jl. Persatuan, Sendowo, Sleman, Yogyakarta.

Didukung penuh oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Garuda Spark, ajang ini didedikasikan khusus bagi startup dan perusahaan rintisan yang tengah mencari peluang investasi, mitra strategis, serta peluang bisnis baru (For Startups Seeking Investment, Strategic Partners, Business Opportunities).

Sepanjang acara yang berlangsung dari pukul 15.00 hingga 20.00 WIB ini, Sanggabiz tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga menghadirkan ekshibisi interaktif pada area Business Showcase. Melalui showcase ini, tim Sanggabiz mendemonstrasikan secara langsung inovasi layanan mereka kepada para pemangku kepentingan dan calon investor. Pengunjung dapat melihat bagaimana Sanggabiz mengimplementasikan workflow operasional yang telah di-infused dengan kapabilitas AI-powered system serta penerapan RAPI Method, sebuah pendekatan yang dirancang untuk memastikan proses bisnis klien berjalan jauh lebih terarah dan terotomatisasi secara efisien.

Puncak momentum dari partisipasi Sanggabiz dalam ajang ini adalah penampilan Founder Sanggabiz, Dwi Andi Rohmatika (DA), yang terpilih untuk tampil dalam sesi Curated Startup Pitching. Di hadapan panel investor, kolaborator, dan pemimpin industri digital, DA memaparkan cetak biru (blueprint) pertumbuhan Sanggabiz dan bagaimana perusahaan telah berhasil mendampingi lebih dari 400 organisasi mitra.

Dalam pitching-nya, DA menekankan bahwa keunggulan kompetitif Sanggabiz tidak hanya terletak pada pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) atau teknologi mutakhir, tetapi juga pada nilai fundamental perusahaan yang sangat inklusif. Ia menyoroti penerapan R.E.A.L™ Framework yang diusung perusahaannya, serta komitmen nyata terhadap kepemimpinan perempuan (women-led) dan pemberdayaan komunitas disabilitas di dalam struktur tim Sanggabiz.

“Kami berada di Capital Room hari ini bukan sekadar untuk mencari investasi, tetapi untuk menemukan mitra strategis yang memiliki kesamaan visi. Sanggabiz telah membuktikan bahwa integrasi antara teknologi AI yang efisien dan lingkungan kerja yang inklusif dapat menciptakan solusi bisnis yang scalable dan berkelanjutan. Inilah masa depan operasional bisnis yang ingin kami tawarkan kepada skala pasar yang lebih luas,” tegas DA saat menutup sesi pitching-nya yang disambut antusiasme tinggi dari para peserta.

Melalui partisipasi aktif dalam ekosistem Capital Room di GIK UGM, Sanggabiz memproyeksikan terjadinya kesepakatan bisnis strategis baru yang akan mengokohkan langkah perusahaan dalam mengekspansi layanan konsultasi bisnis dan pengembangan kapasitas di tingkat nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Arsitek di Balik Layar: Selo Pangestu Imawan dan Agency yang Dibangunnya dalam Dua Tahun

Ia menghabiskan sepuluh tahun membantu media besar merebut perhatian orang Indonesia. Lalu ia keluar, dan membangun sesuatu yang menjual keahlian itu kepada brand.

Ada satu pertanyaan yang hampir selalu muncul ketika sebuah brand tiba-tiba ramai dibicarakan di media sosial Indonesia: siapa yang mengatur ini? Jawabannya jarang sekali punya wajah. Industri yang menggerakkan percakapan publik di negara ini bekerja dengan cara yang membuat pelakunya nyaris tidak pernah terlihat.

Selo Pangestu Imawan adalah salah satu dari mereka. Bedanya, ia tidak keberatan menjelaskan cara kerjanya.

Sebagai Founder dan CEO Posthinks Agency, ia memimpin perusahaan yang dalam waktu kurang dari dua tahun sudah menangani nama-nama seperti Pertamina, Shopee, Telkom, OCBC, Unilever, dan BRI. Angka yang dipegangnya juga tidak kecil: jaringan lebih dari 100 ribu talent dan buzzer, 10 ribu jaringan media, serta 500 lebih content clipper.

Sepuluh tahun di dalam ruang mesin

Untuk memahami bagaimana Posthinks bisa berdiri dengan skala seperti itu sejak awal, jejak kariernya perlu dibaca lebih dulu. Ia melewati hampir seluruh babak perubahan media Indonesia dari dalam: Suara Merdeka Group, Kompas Gramedia, RWE Digital Agency, Okezone, kumparan, hingga Urbanasia Group, tempat ia menjabat Chief Sales & Marketing Officer.

Susunan itu bukan sekadar daftar pindah kerja. Ia berada di media cetak ketika distribusi adalah segalanya, di era portal ketika trafik menjadi mata uang, di ruang redaksi digital-native ketika algoritma mulai menggantikan peran editor, lalu di kursi komersial ketika pertanyaannya berubah menjadi bagaimana semua ini dibayar.

“Saya tidak pernah pindah industri. Yang saya lakukan cuma pindah posisi duduk, sampai akhirnya saya melihat seluruh ruangannya.”

Yang ia temukan dari kursi terakhir itulah yang jadi alasan Posthinks ada. Brand membutuhkan satu pihak yang memahami redaksi, algoritma, komunitas, dan target bisnis sekaligus. Yang tersedia di pasar, menurutnya, umumnya hanya menguasai satu atau dua di antaranya.

Taruhan yang diambil pada Januari 2025

Ia mendirikan Posthinks pada Januari 2025, meninggalkan posisi C-level yang sudah mapan. Keputusan yang, diakuinya sendiri, terdengar tidak masuk akal di atas kertas.

Yang membuatnya berani adalah satu hal yang tidak dimiliki kebanyakan agency baru: ia sudah punya jaringannya lebih dulu. Sepuluh tahun berpindah dari satu ruang redaksi ke ruang redaksi lain meninggalkan sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan modal awal — nomor telepon orang-orang yang memutuskan.

Yang bisa dibuktikan

Posthinks memposisikan diri sebagai 360° media-tech agency, dan menolak dinilai dari metrik yang biasa dipakai industri. Bukan jangkauan, melainkan hasil yang bisa dilacak.

Salah satu angka yang mereka bawa ke meja klien: tiga juta unique visitor per bulan untuk OCBC — yang menurut Selo datang bukan dari memperbanyak jumlah konten, melainkan dari membenahi struktur dan otoritasnya.

“Reach itu angka yang enak dipresentasikan dan hampir tidak pernah menjelaskan apa pun soal penjualan.”

Ke mana ia melihat

Taruhan berikutnya sudah ia pasang: pergeseran dari mesin pencari ke mesin penjawab. Ketika semakin banyak orang bertanya langsung kepada AI alih-alih mengetik kata kunci, pekerjaan berubah dari merebut peringkat menjadi merebut kutipan.

Ia menyebut lima tahun ke depan akan ditentukan oleh tiga hal yang saling mengunci: SEO yang berevolusi, AI yang masuk ke alur kerja harian, dan data perilaku yang akhirnya benar-benar dipakai untuk mengambil keputusan.

Sampai di sana, ia tetap memilih bekerja dari balik layar. Yang berubah hanya satu: kali ini ia bersedia menjelaskan apa yang dikerjakannya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PTPP Mulai Pembangunan Museum Majapahit, Usung Konsep Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan

Jakarta, 15 September 2026 – PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”) perusahaan konstruksi dan investasi nasional dibawah naungan Danantara, memulai Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Rancang dan Bangun Museum Majapahit di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Pembangunan museum ini ditujukan sebagai wadah konservasi dan pelestarian sejarah Majapahit, sekaligus menjadi pusat informasi dan edukasi bagi masyarakat serta mendukung pengembangan wisata budaya di kawasan Trowulan.

Groundbreaking Museum Majapahit yang dilaksanakan pada Minggu, 13 September 2026, dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Bupati Jombang Warsubi, Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan Restu Gunawan, serta Direktur Utama PTPP Novel Arsyad beserta jajaran. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan PTPP dalam mendukung pembangunan serta pelestarian warisan budaya nasional.

Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa pembangunan Museum Majapahit merupakan bagian dari program revitalisasi sejumlah istana, keraton, museum, dan cagar budaya yang menjadi arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Menurutnya, desain museum yang terpilih melalui proses sayembara diharapkan tidak hanya merepresentasikan nilai sejarah dan budaya, tetapi juga memperhatikan aspek environmentally friendly serta menyatu dengan alam.

“Kita harapkan juga environmentally friendly. Jadi harus menyatu juga dengan alam desainnya. Mungkin harus ada juga dipikirkan pakai tenaga surya, solar nantinya, supaya ke depan maintenance tidak terlalu besar. Ini mungkin kepada Pak Novel PTPP yang akan melaksanakan ini,” ujar Fadli Zon.

Proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp145,30 miliar di luar PPN ini memiliki masa pelaksanaan selama 114 Hari Kerja. Dalam pelaksanaannya, PTPP memperhatikan karakter kawasan Trowulan sebagai kawasan yang memiliki nilai sejarah dan arkeologi.

Salah satu inovasi yang diterapkan adalah penggunaan pondasi dangkal (raft foundation) yang lebih ramah terhadap kondisi arkeologi di sekitar area pembangunan.

Sejalan dengan arahan Menteri Kebudayaan, PTPP juga menerapkan prinsip keberlanjutan dalam pembangunan Museum Majapahit. Sistem drainase dirancang untuk mengelola air hujan agar dapat ditampung dan dimanfaatkan kembali (reuse), antara lain untuk penyiraman tanaman. Museum juga akan dilengkapi sistem solar panel yang dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk penerangan, sehingga dapat mendukung efisiensi penggunaan listrik.

Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyampaikan bahwa PTPP berkomitmen menerjemahkan arahan pemerintah tersebut melalui pelaksanaan pembangunan yang memperhatikan nilai sejarah sekaligus prinsip keberlanjutan.

“Museum Majapahit merupakan proyek yang memiliki nilai penting bagi pelestarian warisan budaya Indonesia. PTPP berkomitmen untuk melaksanakan pembangunan dengan memperhatikan karakter kawasan, kualitas konstruksi, serta prinsip keberlanjutan, sehingga museum ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan mendukung pengembangan kawasan Trowulan sebagai destinasi budaya,” ujar Joko Raharjo.

Melalui pembangunan Museum Majapahit, PTPP turut mendukung upaya pemerintah dalam melestarikan warisan budaya sekaligus menghadirkan fasilitas publik yang edukatif dan ramah lingkungan. PTPP berkomitmen menyelesaikan pekerjaan sesuai ketentuan dengan mengedepankan kualitas, keselamatan, dan penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan.

—SELESAI—

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

5 Tips Membangun Hubungan dengan Calon Klien di Online Meeting Pertama

First meeting atau pertemuan pertama dengan calon klien menjadi momen penting dalam membangun hubungan bisnis. Kesan yang terbentuk pada pertemuan pertama dapat memengaruhi bagaimana calon klien melihat bisnis Anda dan mempertimbangkan kerja sama selanjutnya.

Namun, melakukan meeting pertama dengan calon klien secara online memiliki tantangan tersendiri. Dibandingkan dengan pertemuan face-to-face, komunikasi secara online membuat Anda lebih sulit melihat bahasa tubuh, reaksi, dan nuansa percakapan secara langsung.

Oleh karena itu, penting bagi para sales untuk dapat melakukan pendekatan yang smooth dan tetap profesional dengan calon klien. Berikut beberapa trik yang dapat Anda lakukan untuk melakukan pendekatan dengan calon klien saat online meeting pertama:

1. Kenalkan Diri Anda, Baru Produk Anda

Alih-alih langsung memperkenalkan produk atau layanan Anda, mulailah meeting online dengan perkenalan diri Anda terlebih dahulu. Anda dapat menyebutkan nama, posisi Anda di perusahaan, pengalaman karier, hingga hobi Anda.

Momen ini bisa menjadi kesempatan untuk menemukan kesamaan dengan calon klien Anda. Jangan sia-siakan kesempatan tersebut dan cobalah membangun komunikasi dengan melakukan small talk. 

Melalui upaya ini, Anda dapat memahami bagaimana jenis percakapan yang disukai calon klien, membangun kepercayaan, dan mencapai komunikasi bisnis yang efektif.

2. Cegahlah Terciptanya Momen Hening yang Canggung

Dalam percakapan secara langsung, momen diam terkadang diperlukan untuk memberikan waktu berpikir. Namun, hal ini dapat berbeda ketika momen diam terjadi dalam percakapan secara online karena dapat menciptakan suasana yang canggung. Oleh karena itu, cobalah untuk menjadi aktif dan proaktif dalam online meeting.

Jadilah peka dan perhatikan reaksi calon klien selama percakapan. Anda sesekali dapat bertanya, misalnya:

“Apakah ada yang ingin Anda tanyakan dari penjelasan Saya sejauh ini?”

“Adakah detail yang ingin Anda ketahui lebih lanjut?”

Memastikan komunikasi berjalan secara dua arah akan mencegah terciptanya momen hening dalam percakapan Anda.

3. Berikan Respons dalam Setiap Percakapan

Saat mengikuti online meeting, kita terkadang terlalu fokus mendengarkan penjelasan sehingga lupa memberikan respons. Kondisi ini dapat membuat lawan bicara bertanya-tanya apakah penjelasannya sudah dipahami dengan baik.

Sebagai bentuk apresiasi sekaligus menunjukkan bahwa Anda benar-benar menyimak, biasakan untuk memberikan tanggapan kecil seperti “oh ya, betul”, “setuju”, “luar biasa!”, atau “Saya mengerti”. Reaksi ini akan membuat calon klien Anda merasa benar-benar didengarkan dan dihargai.

4. Lakukan Follow-up setelah Meeting

Saat selesai melakukan meeting, ucapkanlah terima kasih sekaligus follow-up melalui e-mail. Hal ini bermanfaat untuk memberikan kesan yang baik pada calon klien Anda. Dengan memberikan ringkasan detail komunikasi dan negosiasi bisnis yang dilakukan, Anda juga dapat lebih mudah melanjutkan pembahasan pada tahap berikutnya.

5. Analisis dan Pelajari Online Meeting yang Berhasil

Pada tim sales, tidak jarang ada anggota yang berhasil menjalankan online meeting pertama dengan calon klien, sementara anggota lainnya masih menghadapi kesulitan. Kondisi ini merupakan hal yang wajar. Namun, bagaimana jika tim dapat mengetahui apa yang membuat sebuah online meeting berjalan dengan baik dan menjadikannya pembelajaran bersama?

Untuk mengetahuinya, Anda perlu melihat kembali bagaimana percakapan dalam online meeting berlangsung. Mulai dari seberapa banyak sales berbicara, kapan terjadi momen hening, hingga topik atau kata kunci apa yang paling sering muncul. Dengan begitu, tim dapat menemukan pola dari meeting yang berhasil dan menerapkannya pada percakapan berikutnya.

MiiTel Meetings dapat membantu tim melakukan analisis tersebut. Dengan fitur analisis online meeting, MiiTel Meetings dapat memberikan insight dari berbagai aspek percakapan, seperti talk ratio, silences, overlaps, kata kunci yang sering disebutkan, hingga tingkat sentimen positif dan negatif dalam percakapan antara tim sales dan calon klien.

Dengan dukungan analisis tersebut, tim sales tidak hanya mengandalkan pengalaman atau asumsi, tetapi dapat mempelajari percakapan berdasarkan data dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan performa online meeting.

MiiTel Meetings mendukung berbagai platform online meeting seperti Zoom, Google Meet, dan Microsoft Teams. Tertarik mengetahui lebih lanjut? Konsultasikan kebutuhan tim Anda secara gratis bersama tim MiiTel di sini.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

5 Cara Mengidentifikasi Penyebab Perbedaan Performa Tim Sales

Tim sales merupakan salah satu bagian penting dalam mendorong penjualan bisnis. Karena itu, perusahaan biasanya merekrut anggota dengan keterampilan dan pengalaman yang sesuai untuk bergabung dalam tim sales.

Namun, meskipun memiliki keterampilan dan pengalaman yang relatif sama, tidak jarang muncul performance gap atau perbedaan performa dalam tim sales. Ada anggota yang konsisten mencapai target, sementara anggota lainnya masih mengalami kesulitan.

Perbedaan performa tersebut menjadi salah satu tantangan bagi sales manager. Berbagai insentif seperti komisi dan bonus juga tidak selalu menjamin seluruh anggota tim sales dapat mencapai performa yang optimal.

Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi penyebab gap atau kesenjangan performa dalam tim sales agar perusahaan dapat menentukan langkah yang tepat untuk meningkatkan kinerja tim. Lalu, bagaimana cara mengidentifikasinya?

1. Buatlah Tujuan dan Metrik yang Transparan

Pertama-tama, pastikan setiap anggota tim sales memahami target yang ingin dicapai perusahaan dan bagaimana keberhasilan tersebut diukur.

Tujuan tim sales tentu perlu selaras dengan tujuan bisnis dan kebutuhan pelanggan. Oleh karena itu, penting untuk menetapkan metrik yang relevan dan realistis untuk mengukur kinerja tim sales.

Beberapa metrik yang dapat digunakan antara lain conversion rate, average deal size, customer retention, hingga skor kepuasan pelanggan. Metrik tersebut dapat membantu Anda membandingkan capaian dari waktu ke waktu dan mengidentifikasi area yang masih perlu ditingkatkan.

Dengan tujuan dan metrik yang jelas, setiap anggota tim sales dapat memahami ekspektasi perusahaan sekaligus mengetahui aspek yang perlu mereka tingkatkan untuk mencapai target.

2. Menilai Kompetensi, Keterampilan, dan Motivasi

Melakukan penilaian dan evaluasi kompetensi, keterampilan, serta motivasi tim sales secara rutin dapat membantu mengidentifikasi penyebab perbedaan performa.

Mulailah dengan mengidentifikasi keterampilan yang dibutuhkan dalam proses penjualan, seperti pengetahuan produk, problem solving, negosiasi, hingga layanan pelanggan. Kemudian, lakukan evaluasi melalui observasi, survei, tes, atau penilaian diri.

Memahami motivasi setiap anggota tim sales juga dapat membantu Anda menggali penyebab perbedaan performa secara lebih mendalam. Dari evaluasi tersebut, Anda dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan setiap anggota sekaligus mengidentifikasi kesenjangan keterampilan yang perlu diatasi.

3. Perhatikan Alat Pendukung dan Sistem Kerja

Di tengah transformasi digital, teknologi dapat menjadi salah satu faktor yang membantu meningkatkan efektivitas kerja tim sales.

Cobalah pelajari bagaimana anggota tim dengan performa terbaik memanfaatkan teknologi dalam proses penjualan mereka. Pastikan seluruh anggota tim memiliki akses terhadap tool, sistem, proses, dan informasi yang dibutuhkan untuk menjalankan pekerjaan secara efektif dan efisien.

Selain alat pendukung, evaluasi juga perlu dilakukan terhadap sistem kerja dan kolaborasi tim sales dengan tim lain di perusahaan, seperti marketing, product development, hingga customer service.

Dengan sistem kerja yang tepat dan dukungan teknologi yang memadai, tim sales dapat bekerja dengan lebih terstruktur dan memiliki dukungan yang lebih merata untuk mencapai target.

4. Tinjau Proses Perekrutan dan Onboarding

Proses perekrutan dan onboarding yang tidak merata dapat menyebabkan anggota tim sales memiliki tingkat pemahaman yang berbeda mengenai produk, strategi penjualan, dan pendekatan kepada pelanggan. Hal ini dapat menjadi salah satu penyebab perbedaan performa dalam tim.

Evaluasi kembali apakah proses onboarding telah memberikan landasan yang cukup bagi setiap anggota tim untuk bekerja secara efektif. Pastikan materi onboarding mencakup elemen penting seperti keunggulan produk, teknik menangani keberatan pelanggan, dan penggunaan alat penjualan dengan format yang sederhana dan mudah dipahami.

Untuk mengatasi keterbatasan waktu atau anggaran, pelatihan berbasis pengalaman juga dapat menjadi pilihan. Libatkan anggota tim dengan performa terbaik untuk berbagi praktik terbaik melalui sesi diskusi atau mentoring informal.

Selain itu, role-playing sederhana selama meeting tim dapat membantu meningkatkan keterampilan komunikasi dan strategi penjualan melalui latihan yang praktis dan langsung dapat diterapkan.

5. Evaluasi Cara Komunikasi Tim Sales Anda

Kemampuan komunikasi tim sales dengan pelanggan juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan untuk mengetahui penyebab perbedaan performa.

Metrik seperti talk ratio, kecepatan berbicara, intonasi, hingga pilihan kata dapat memberikan gambaran mengenai pola komunikasi yang efektif dalam proses penjualan. Dengan memahami pola tersebut, sales manager dapat mengetahui strategi komunikasi yang efektif untuk diterapkan oleh anggota tim lainnya.

Namun, mengidentifikasi dan membandingkan berbagai aspek komunikasi secara manual tentu membutuhkan waktu dan dapat menimbulkan bias dalam penilaian.

Oleh karena itu, teknologi AI dapat membantu tim sales menganalisis percakapan secara lebih objektif dan berbasis data. Salah satunya melalui MiiTel, platform analisis percakapan yang dapat menganalisis interaksi sales dalam panggilan telepon maupun meeting secara otomatis.

MiiTel dapat membantu tim memahami berbagai aspek dalam percakapan, seperti talk ratio, silences, overlaps, kata kunci yang sering muncul, hingga sentimen dalam percakapan. Hasil analisis tersebut dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk memahami pola komunikasi anggota tim dengan performa terbaik dan menjadikannya pembelajaran bersama.

Dengan demikian, tim sales tidak hanya mengandalkan pengalaman atau asumsi dalam mengevaluasi performa, tetapi dapat menggunakan data percakapan sebagai dasar untuk melakukan coaching dan meningkatkan kualitas komunikasi dengan pelanggan.

Tertarik mengetahui bagaimana MiiTel dapat membantu meningkatkan performa tim sales Anda? Konsultasikan kebutuhan Anda secara gratis bersama tim MiiTel di sini.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES