Perkuat Sinergi BRI Group, BRI Finance Beri Penawaran Spesial di Pameran Kendaraan

Banyuwangi, 13 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus mendorong penguatan sinergi dalam ekosistem BRI Group melalui keterlibatan dalam pameran otomotif di BRI Branch Office (BO) Banyuwangi yang berlangsung pada 13 April hingga 5 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas akses pembiayaan kendaraan bermotor sekaligus meningkatkan engagement dengan masyarakat di daerah.

Menggandeng berbagai jaringan dealer mobil baru di wilayah Banyuwangi, pameran ini menghadirkan berbagai pilihan kendaraan dari brand ternama dengan konsep rotasi mingguan, sehingga memberikan variasi produk yang lebih luas bagi masyarakat. Setiap minggunya, pengunjung dapat mengeksplorasi penawaran dari dealer dan brand yang berbeda dalam satu lokasi yang terintegrasi.

Sebagai daya tarik utama, BRI Finance menawarkan program Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) mobil baru dengan suku bunga kompetitif mulai dari 2,73%, yang dirancang untuk memberikan solusi pembiayaan yang efisien dan terjangkau.

Selain itu, pengunjung juga dapat melakukan test drive secara langsung di lokasi pameran, sehingga dapat memperoleh pengalaman menyeluruh sebelum menentukan pilihan kendaraan.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menyampaikan bahwa kegiatan ini mencerminkan pendekatan kolaboratif perusahaan dalam memperkuat penetrasi pasar sekaligus menghadirkan solusi keuangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Melalui inisiatif ini, BRI Finance tidak hanya menghadirkan program pembiayaan yang kompetitif, tetapi juga memperkuat sinergi dengan BRI dan mitra dealer. Kami melihat bahwa pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat, didukung oleh pengalaman langsung seperti test drive, akan meningkatkan kepercayaan sekaligus mempercepat proses pengambilan keputusan konsumen,” ujar Dhani.

Lebih lanjut, kegiatan ini juga menjadi langkah konkret BRI Finance dalam mengoptimalkan potensi pasar daerah, seiring dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat dan pertumbuhan sektor otomotif di wilayah Banyuwangi dan sekitarnya. “BRI Finance mengundang masyarakat untuk mengunjungi pameran ini dan memanfaatkan berbagai penawaran menarik selama periode berlangsung,” titip Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Peran Pelaku Pasar dalam Pergerakan Harga Aset

Pasar keuangan global adalah sebuah ekosistem yang sangat dinamis, di mana harga aset berfluktuasi berdasarkan interaksi antara berbagai jenis pelaku pasar. Setiap pergerakan harga, baik itu pada mata uang, saham, maupun komoditas, pada dasarnya merupakan cerminan dari ekspektasi, sentimen, dan kekuatan modal yang saling beradu. Memahami siapa saja entitas yang terlibat dalam pasar sangat penting bagi seorang trader agar dapat memetakan arah tren dengan lebih objektif dan tidak terjebak dalam spekulasi yang tidak berdasar.

Perbedaan Trader Retail dan Institusi dalam Pasar Keuangan

Dalam hierarki pasar, terdapat perbedaan yang sangat mendasar antara trader retail dan institusi. Trader retail merujuk pada individu yang melakukan aktivitas jual beli aset menggunakan modal pribadi melalui platform broker. Meskipun jumlah trader retail sangat banyak secara kuantitas, total volume modal yang mereka kelola relatif kecil jika dibandingkan dengan pemain besar. Trader retail sering kali lebih dipengaruhi oleh faktor psikologis dan berita jangka pendek dalam mengambil keputusan.

Di sisi lain, trader institusi terdiri dari entitas besar seperti bank investasi, hedge fund, perusahaan asuransi, dan dana pensiun. Mereka beroperasi dengan modal raksasa yang mampu menggerakkan harga pasar secara signifikan. Perbedaan utama mereka terletak pada akses informasi, teknologi eksekusi yang canggih, serta manajemen risiko yang sangat disiplin. Trader institusi cenderung menggunakan analisis makroekonomi yang mendalam dan algoritma perdagangan yang kompleks untuk menentukan posisi mereka, sehingga pergerakan harga sering kali didominasi oleh aliran modal dari kelompok ini. Anda dapat mempelajari lebih lanjut mengenai karakteristik pelaku pasar dan strategi analisisnya melalui ulasan di Market Analysis KVB.

Peran Liquidity Provider (LP) sebagai Penyeimbang Pasar

Agar transaksi antara trader retail dan institusi dapat berjalan dengan mulus tanpa hambatan teknis, diperlukan kehadiran Liquidity Provider atau LP. LP adalah institusi keuangan yang bertindak sebagai jembatan utama dalam menyediakan likuiditas di pasar global. Mereka memastikan bahwa selalu tersedia harga jual dan harga beli yang siap dieksekusi setiap saat, sehingga pasar tetap cair dan efisien.

Tanpa adanya dukungan dari LP yang kredibel, trader akan mengalami kesulitan dalam melakukan eksekusi order pada harga yang diinginkan, terutama saat terjadi volatilitas tinggi. LP meminimalkan risiko pelebaran spread dan mencegah terjadinya kekosongan harga yang dapat merugikan trader. Dengan demikian, peran LP bukan hanya sebagai penyedia likuiditas, melainkan juga sebagai penjaga stabilitas ekosistem perdagangan agar tetap kompetitif bagi semua level pelaku pasar.

Akses Pasar Profesional Bersama KVB Futures

Memahami peran setiap pelaku pasar adalah langkah krusial untuk membangun strategi trading yang berkelanjutan. KVB Futures hadir untuk menyediakan infrastruktur perdagangan yang menghubungkan Anda dengan likuiditas pasar global secara transparan dan efisien. Dengan dukungan teknologi mutakhir, kami memastikan setiap trader mendapatkan pengalaman bertransaksi yang setara dengan standar profesional.

Kami berkomitmen untuk menyediakan lingkungan perdagangan yang aman dan andal agar Anda dapat fokus pada analisis dan pengambilan keputusan yang tepat. Untuk melihat berbagai keunggulan layanan dan instrumen yang kami tawarkan, silakan mengunjungi halaman Broker trading Futures KVB Futures. Bagi Anda yang siap mengambil peluang di tengah dinamika pasar global, segera lakukan pendaftaran melalui tautan resmi Registrasi KVB Futures.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Panduan Memberikan Susu pada Anak Kucing Sesuai Kebutuhan

Memberikan susu kucing yang tepat merupakan salah satu aspek penting dalam merawat anak kucing atau kitten. Selain makanan padat, susu kucing menjadi sumber nutrisi utama di fase awal kehidupan. Oleh karena itu, Pawfriends perlu memahami jenis susu kucing, manfaatnya, serta cara pemberian yang benar agar kitten tumbuh sehat dan optimal.

Pentingnya Susu Kucing untuk Anak Kucing

Pada minggu-minggu pertama, susu kucing dari induk adalah satu-satunya sumber nutrisi bagi kitten. Kandungan dalam susu kucing sangat lengkap, mulai dari protein, lemak, hingga antibodi yang membantu memperkuat sistem imun.

Namun, tidak semua kitten bisa mendapatkan susu kucing langsung dari induknya. Dalam kondisi tertentu seperti induk tidak ada atau tidak menyusui, Pawfriends perlu memberikan alternatif susu kucing yang diformulasikan khusus.

Manfaat Susu Kucing bagi Kitten

Beberapa manfaat utama susu kucing antara lain:

1. Mendukung pertumbuhan tulang dan otot

2. Menjaga daya tahan tubuh kitten

3. Membantu perkembangan organ vital

4. Menjadi sumber energi utama

Dengan pemberian susu kucing yang tepat, kitten bisa tumbuh lebih aktif, sehat, dan tidak mudah sakit.

Jenis Susu Kucing yang Aman untuk Kitten

Tidak semua susu aman untuk kucing. Pawfriends perlu memahami bahwa susu sapi bukanlah susu kucing yang ideal karena bisa menyebabkan gangguan pencernaan.

1. Susu Kucing dari Induk

Ini adalah jenis susu kucing terbaik dan paling alami. Kandungannya sudah disesuaikan dengan kebutuhan kitten sejak lahir.

2. Susu Formula Khusus Kucing

Jika tidak ada induk, gunakan susu kucing formula yang tersedia di pet shop. Produk ini dirancang menyerupai komposisi susu kucing alami.

3. Hindari Susu Sapi

Susu sapi bukan susu kucing dan bisa menyebabkan diare. Oleh karena itu, hindari memberikan susu selain susu kucing khusus.

Cara Memberikan Susu Kucing dengan Benar

Memberikan susu kucing tidak boleh sembarangan. Pawfriends perlu memperhatikan teknik dan frekuensi pemberian.

Frekuensi Pemberian

Usia 0–2 minggu: setiap 2–3 jam sekali

Usia 3–4 minggu: setiap 4–6 jam

Usia di atas 4 minggu: mulai transisi ke makanan

Pastikan susu kucing diberikan sesuai kebutuhan agar tidak berlebihan.

Teknik Pemberian

Gunakan botol khusus atau pipet untuk memberikan susu kucing. Posisi kitten harus seperti menyusu alami, bukan terlentang, agar tidak tersedak.

Selain itu, pastikan suhu susu kucing hangat (tidak panas) agar nyaman untuk kitten.

Peran Nutrisi Tambahan Selain Susu Kucing

Seiring pertumbuhan, kebutuhan nutrisi kitten tidak hanya bergantung pada susu kucing. Pawfriends perlu mulai memperkenalkan makanan pendamping. Salah satu pilihan terbaik adalah Deli-Joy (Wet Food Pouch Kitten) dari Unicharm Indonesia. Produk ini dirancang khusus untuk kitten dengan tekstur lembut dan nutrisi lengkap.

 Deli-Joy Wet Food Pouch Kitten

Unicharm Pet Indonesia menghadirkan Deli-Joy All in 1 Kitten Grow, makanan kucing khusus kitten berkualitas yang diformulasikan khusus untuk kebutuhan pertumbuhan kucing.

Deli-Joy hadir dengan keunggulan:

1. Mengandung protein min 10,0% untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kitten

2. Dibuat dari 100% ikan asli tanpa pengawet yang aman bagi kesehatan kitten

3. Tersedia dengan varian yang beragam kombinasi ikan tuna, cakalang, dan ayam 

4. Mengandung Kalsium untuk pertumbuhan tulang & gigi.

5. Mengandung Vitamin A, B, D untuk menjaga kesehatan penglihatan & pertumbuhan badan.

6. Mengandung Taurine. Asam amino penting yang mendukung kesehatan jantung, retina & pertumbuhan.

7. Mengandung Niacin yang membantu memelihara kesehatan kulit.

Kenapa Perlu Kombinasi Susu dan Wet Food?

1. Susu kucing membantu di fase awal kehidupan

2. Wet food membantu transisi ke makanan padat

3. Nutrisi lebih lengkap dan seimbang

Dengan kombinasi susu kucing dan wet food seperti Deli-Joy, kitten mendapatkan asupan yang optimal untuk tumbuh kembangnya.

Tanda Susu Kucing Diberikan dengan Tepat

Pawfriends bisa mengetahui apakah susu kucing yang diberikan sudah sesuai melalui beberapa indikator berikut:

1. Berat badan kitten meningkat

2. Kitten aktif dan responsif

3. Tidak mengalami diare

4. Bulu terlihat sehat

Jika kitten menunjukkan tanda-tanda tersebut, berarti pemberian susu kucing sudah tepat.

Rekomendasi Artikel Lainnya: Usia Ideal Untuk Kitten Mulai Mencerna Makanan

Simpulan

Memberikan susu kucing yang sesuai adalah langkah penting dalam memastikan kesehatan dan pertumbuhan kitten. Mulai dari memilih jenis susu kucing, memahami cara pemberian, hingga mengombinasikannya dengan makanan seperti Deli-Joy (Wet Food Pouch Kitten) dari Unicharm Indonesia., semuanya berperan besar dalam perkembangan anak kucing.

Pastikan Nutrisi Terbaik untuk Kitten Kesayanganmu!

Yuk, Pawfriends! Berikan susu kucing terbaik dan lengkapi nutrisinya dengan  Deli-Joy (Wet Food Pouch Kitten) dari Unicharm Indonesia.. Karena kesehatan kitten dimulai dari asupan yang tepat sejak dini

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Nilai Transaksi SPPA Melonjak 461,6%, BRI Danareksa Sekuritas Jadi Sekuritas Teraktif di 2025

Perdagangan obligasi di pasar sekunder sepanjang 2025 mencatat lonjakan signifikan, dengan nilai transaksi melalui SPPA mencapai Rp1.382 triliun atau tumbuh 461,6% yoy. Peningkatan ini turut didorong oleh kenaikan RNTH obligasi pemerintah dan korporasi masing-masing sebesar 12% dan 74%, mencerminkan semakin aktifnya partisipasi pelaku pasar serta pergeseran menuju mekanisme transaksi yang lebih transparan dan efisien. Secara fundamental, pasar obligasi Indonesia tetap solid, didukung outstanding SBN yang melampaui Rp6.400 triliun dan total emisi obligasi serta sukuk lebih dari Rp160 triliun sepanjang tahun.

Sejalan dengan dinamika tersebut, BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) mencatatkan kinerja unggul di bisnis fixed income dan meraih penghargaan Most Active Securities Firm pada SPPA Awards 2025. Sepanjang tahun, BRIDS membukukan transaksi obligasi pemerintah sebesar Rp275 triliun dan obligasi korporasi Rp49 triliun, memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama di pasar obligasi domestik serta komitmennya dalam mendukung likuiditas dan pendalaman pasar.

Jakarta, 17 April 2026 – Perdagangan obligasi
di pasar sekunder mencatat lonjakan signifikan sepanjang 2025, seiring
meningkatnya pemanfaatan infrastruktur pasar yang disediakan regulator. Nilai
transaksi melalui Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) tercatat
mencapai Rp1.382 triliun, atau tumbuh 461,6% dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan ini
turut diikuti oleh pertumbuhan Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH), di mana
obligasi pemerintah dan korporasi masing-masing meningkat sebesar 12% dan 74%
dibandingkan 2024. Lonjakan tersebut mencerminkan semakin aktifnya partisipasi
pelaku pasar, khususnya institusi, serta pergeseran menuju mekanisme transaksi
yang lebih transparan dan efisien. 

Kondisi ini
didukung oleh meningkatnya kebutuhan pengelolaan likuiditas, strategi
diversifikasi portofolio, serta semakin beragamnya instrumen obligasi dengan
profil risiko dan imbal hasil yang kompetitif. Hal ini mendorong frekuensi dan
volume transaksi di pasar sekunder terus bertumbuh.

Secara
fundamental, pasar obligasi Indonesia juga menunjukkan ketahanan yang solid.
Nilai outstanding Surat Berharga Negara (SBN) telah melampaui Rp6.400 triliun,
sementara aktivitas penerbitan obligasi dan sukuk sepanjang 2025 tetap terjaga
dengan total emisi lebih dari Rp160 triliun. Hal ini menegaskan peran strategis
pasar obligasi sebagai sumber pembiayaan sekaligus instrumen investasi utama di
pasar keuangan domestik.

Seiring dengan
meningkatnya aktivitas tersebut, peran perantara perdagangan menjadi semakin
krusial dalam menjaga kelancaran transaksi antar pelaku pasar. SPPA yang
dikembangkan oleh Bursa Efek Indonesia kini semakin menjadi kanal utama bagi
transaksi obligasi antar institusi, dengan proses pembentukan harga yang lebih
transparan dan efisien.

Merespons
dinamika tersebut, BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS)
berhasil mencatatkan
kinerja unggul di bisnis fixed income sepanjang 2025, dan meraih
penghargaan sebagai Most Active Securities Firm untuk transaksi fixed
income
dalam ajang SPPA Awards 2025 yang diselenggarakan oleh Bursa Efek
Indonesia (BEI).

Penghargaan ini
diberikan kepada perusahaan sekuritas dengan total nilai matched transaction
terbesar, yang mencakup seluruh mekanisme transaksi dan instrumen, termasuk
transaksi obligasi dan REPO. Sebelumnya, pada 2024, BRIDS juga meraih
penghargaan sebagai Most Active RFO Trader dan Most Active Securities
Firm
, yang semakin memperkuat rekam jejak perusahaan dalam industri ini.

Plt. Direktur Utama BRIDS, Fifi Virgantria, menyampaikan bahwa pencapaian ini mencerminkan semakin kuatnya peran
perusahaan dalam mendukung likuiditas pasar obligasi nasional.

“Lonjakan
aktivitas di SPPA menunjukkan bahwa pelaku pasar semakin mengandalkan mekanisme
transaksi yang lebih transparan dan efisien. BRIDS melihat ini sebagai momentum
untuk terus memperkuat peran kami dalam memperdalam pasar obligasi domestik,”
ujar Fifi.

Sepanjang 2025,
BRIDS mencatatkan nilai transaksi obligasi pemerintah sebesar Rp275 triliun dan
obligasi korporasi sebesar Rp49 triliun. Kinerja ini semakin mengokohkan posisi
BRIDS sebagai salah satu penyedia layanan obligasi terdepan di pasar modal Indonesia.

Ke depan, BRIDS
melihat potensi pertumbuhan transaksi obligasi akan tetap kuat, seiring
meningkatnya kebutuhan pembiayaan serta strategi investasi berbasis fixed
income di tengah dinamika pasar dan suku bunga. Perusahaan akan terus
memperkuat kapabilitas bisnis dan jaringan distribusi untuk mengoptimalkan
perannya dalam memfasilitasi transaksi pasar obligasi di Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Finance Tegaskan Peran Strategis Pembiayaan dalam Mendukung Kemandirian Perempuan

Jakarta, 17 April 2026 – Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini sebagai refleksi atas perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam mendorong kesetaraan peran perempuan. Dalam konteks saat ini, semangat tersebut semakin relevan, khususnya dalam mendorong kemandirian finansial perempuan sebagai bagian dari penguatan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Kemandirian finansial tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan menghasilkan pendapatan, tetapi juga mencakup kapasitas dalam mengambil keputusan keuangan secara mandiri, mengelola risiko, serta merencanakan masa depan secara terukur. Hal ini menjadikan akses terhadap layanan keuangan, termasuk pembiayaan, sebagai elemen penting dalam mendukung peran perempuan di berbagai sektor.

Industri pembiayaan memiliki peran strategis dalam memperluas akses tersebut. Melalui skema pembiayaan yang fleksibel dan kompetitif, masyarakat termasuk di dalamnya kaum perempuan dapat memiliki peluang yang lebih luas untuk meningkatkan produktivitas, baik melalui pengembangan usaha maupun pemenuhan kebutuhan penunjang aktivitas ekonomi. Namun demikian, keberlanjutan pembiayaan juga ditentukan oleh kualitas produk serta pemahaman nasabah terhadap pengelolaan keuangan. Oleh karena itu, pendekatan yang mengedepankan keseimbangan antara akses dan edukasi menjadi krusial bagi setiap industri pembiayaan.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menyampaikan, “Kami melihat peran perempuan semakin strategis dalam pengambilan keputusan finansial, baik di level rumah tangga maupun produktif. Oleh karena itu, BRI Finance berkomitmen menghadirkan solusi pembiayaan yang transparan, bertanggung jawab, dan relevan, sehingga dapat menjadi enabler bagi perempuan untuk mengelola dan mengembangkan kapasitas ekonominya.”

Sebagai implementasi dari komitmen tersebut, BRI Finance menyediakan produk Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dengan suku bunga mulai dari 3,35% per tahun. Produk ini dirancang untuk mendukung mobilitas dan produktivitas masyarakat, termasuk perempuan yang semakin aktif dalam berbagai aktivitas ekonomi. Selain itu, melalui program BRI Flash, BRI Finance juga menawarkan fasilitas dana tunai dengan bunga mulai dari 0,7% per bulan yang dapat dimanfaatkan secara fleksibel sesuai kebutuhan.

Sebagai bagian dari Bank Rakyat Indonesia Group, BRI Finance didukung oleh ekosistem yang terintegrasi dan jaringan yang luas di seluruh Indonesia. Sinergi ini memperkuat kapabilitas perusahaan dalam menjangkau lebih banyak segmen masyarakat serta menghadirkan layanan pembiayaan yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.

“Melalui momentum Hari Kartini, kami ingin mempertegas komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan perempuan melalui solusi keuangan yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga memberikan nilai tambah jangka panjang,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Asuransi Modi dari BRI Life Gelar Fun Run 7K

Bagian
dari Pre‑Launching Produk Digital Modi, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Aktif

Sebagai bagian
dari rangkaian pre-launching produk Modi (Mobile Digital Insurance), BRI
Life menyelenggarakan kegiatan Modi Fun Run 7K sebagai wujud komitmen dalam mendorong
masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat dan aktif. Kegiatan ini juga
menjadi sarana strategis dalam memperkenalkan Modi sebagai solusi asuransi
digital yang praktis, fleksibel, dan relevan dengan gaya hidup modern.

Kegiatan Modi
Fun Run 7K dilaksanakan pada Minggu, 12 April 2026, di area Car Free Day Jalan
Sudirman–Setiabudi, Jakarta Selatan, dan diikuti oleh ratusan peserta dari
berbagai komunitas olahraga dan masyarakat umum. Selain lari sejauh 7
kilometer, acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai aktivitas pendukung
seperti; medical check-up, olahraga bersama, hiburan musik dari DJ, serta
pembagian doorprize bagi peserta.

Melalui kegiatan
ini, BRI Life menghadirkan pengalaman berasuransi yang lebih kontekstual dengan
gaya hidup masyarakat masa kini, di mana perlindungan tidak hanya hadir saat
risiko terjadi, namun juga menjadi bagian dari keseharian yang aktif, sehat,
dan produktif.

Direktur BRI
Life, Sutadi, dalam sambutannya menyampaikan, “Modi Fun Run 7K merupakan bagian
dari rangkaian pre-launching produk Modi. Kami ingin memperkenalkan bahwa
asuransi kini dapat hadir lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk
dalam mendukung aktivitas olahraga dan gaya hidup sehat.”

Ia menambahkan:

“Kami
mengapresiasi antusiasme peserta yang hadir. Kegiatan ini sejalan dengan
komitmen BRI Life dalam membantu masyarakat Indonesia hidup lebih baik melalui
perlindungan yang mudah diakses dan sesuai dengan kebutuhan.”

Kolaborasi
Modi dengan Gofit

Dalam
kesempatan yang sama, BRI Life juga melakukan penandatanganan Memorandum of
Understanding (MoU) dengan platform Gofit sebagai bagian dari strategi
penguatan literasi gaya hidup sehat dan perluasan ekosistem proteksi digital.

Kolaborasi
ini berfokus pada edukasi gaya hidup aktif sekaligus pengenalan solusi
perlindungan Modi yang relevan bagi komunitas olahraga dan kebugaran. Sinergi
ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem terintegrasi antara gaya hidup sehat
dan perlindungan finansial berbasis digital.

Sutadi
menyampaikan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong peningkatan
inklusi keuangan dengan menjangkau segmen milenial dan komunitas olahraga,
sekaligus menyederhanakan proses akses, pembelian produk, hingga klaim secara
online.

“Dengan
jumlah anggota Gofit yang terus bertumbuh, kolaborasi ini menjadi peluang
strategis bagi BRI Life untuk menghadirkan solusi perlindungan yang saling
menguntungkan. Melalui sinergi berbagai event dan aktivitas bersama dalam satu
tahun ke depan, kami melihat potensi jangkauan hingga lebih dari 50 ribu
pemilik polis Modi,” tutup Sutadi.

Arah
Strategis Menuju Grand Launching MODI

Kegiatan
Modi Fun Run 7K merupakan bagian dari rangkaian menuju Grand Launching MODI by BRI Life,
yang akan menghadirkan inovasi layanan asuransi digital secara lebih luas
kepada masyarakat Indonesia.

Sebagai
solusi perlindungan berbasis digital, MODI dirancang untuk memberikan kemudahan
akses, fleksibilitas perlindungan, serta pengalaman berasuransi yang lebih
sederhana dan terintegrasi dengan kebutuhan gaya hidup modern.

Masyarakat dapat mengakses dan mempelajari lebih
lanjut mengenai produk MODI melalui platform digital BRI Life di: digital.brilife.co.id

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Ini 3 Pelabuhan Penumpang Terpadat Selama Angkutan Lebaran 2026 di Pelindo Multi Terminal

Mobilitas masyarakat yang menggunakan transportasi laut melalui terminal penumpang yang dikelola PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, tercatat meningkat selama masa Angkutan Lebaran 2026.

Selama periode H-15 hingga H+15 atau 6 Maret hingga 5 April 2026, Pelindo Multi Terminal mencatat total pergerakan penumpang sebanyak 1.129.281 orang. Angka ini naik 14,83 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 983.454 orang.

Puncak arus mudik terjadi pada H-2 (19 Maret 2026) dengan jumlah penumpang sebanyak 53.595 orang, sementara puncak arus balik tertinggi tercatat pada H+8 (29 Maret 2026) dengan 61.774 orang.

Dari total trafik tersebut, terdapat tiga terminal penumpang dengan aktivitas terpadat selama periode Angkutan Lebaran 2026. Tanjung Balai Karimun mencatat pergerakan jumlah penumpang sebanyak 268.777 orang, disusul Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN) yang berada di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak dengan 267.678 orang, serta Tanjungpinang sebanyak 263.675 orang.

VP Komunikasi Korporasi Pelindo Multi Terminal, Farid Chairmawan menjelaskan bahwa selama periode Angkutan Lebaran 2026, perusahaan mengelola 15 terminal penumpang yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, meliputi Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, hingga Sulawesi.

“Momentum libur lebaran identik dengan mobilitas masyarakat yang tinggi. Karena itu kami memastikan kesiapan operasional di seluruh terminal penumpang berjalan optimal, didukung koordinasi lintas stakeholders, serta penguatan layanan di lapangan. Upaya ini kami lakukan untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan bagi setiap penumpang,” terang Farid.

Di tengah tingginya mobilitas tersebut, Pelindo Multi Terminal berharap setiap perjalanan yang dilalui masyarakat tidak sekadar menjadi perpindahan dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga menjadi bagian dari momen berharga untuk kembali bertemu dan berbagi kebahagiaan bersama keluarga. Dengan layanan yang terus ditingkatkan, perusahaan berkomitmen untuk hadir sebagai bagian dari perjalanan itu dengan menghubungkan jarak, menjaga kenyamanan, dan memastikan setiap langkah pulang berlangsung dengan aman dan penuh makna.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Perkuat GCG dan Kualitas Aset, BRI Finance Jalin Kerja Sama dengan Kejaksaan Sleman

Sleman, 11 Maret 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) secara konsisten menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas pembiayaan sekaligus memperkuat praktik tata kelola perusahaan yang baik melalui kolaborasi dengan aparat penegak hukum. Komitmen tersebut diwujudkan lewat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama bersama Kejaksaan Negeri Sleman yang dilaksanakan pada Rabu, 11 Maret 2026 di Kantor Kejaksaan Negeri Sleman.

Penandatanganan ini dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Negeri Sleman Bambang Yunianto, S.H., M.H., Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Ari Hani Saputri, S.H., M.H., Kepala Cabang BRI Finance Sleman Insan Nur Susilo, S.H., serta perwakilan dari kedua institusi.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari langkah strategis BRI Finance dalam mengoptimalkan penanganan pembiayaan bermasalah melalui pendekatan yang lebih sistematis dan berbasis kepastian hukum. Selain itu, upaya ini juga diarahkan untuk mendorong penyelesaian kewajiban nasabah secara lebih efektif dengan tetap mengedepankan pendekatan edukatif dan solusi yang berkelanjutan.

Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menyampaikan bahwa sinergi dengan Kejaksaan Negeri Sleman merupakan bagian dari upaya memperkuat fondasi bisnis perusahaan secara jangka panjang.

“BRI Finance berkomitmen untuk memastikan seluruh proses bisnis berjalan dalam koridor hukum dan menjunjung tinggi prinsip integritas. Hal ini penting agar kami dapat terus menghadirkan layanan pembiayaan yang aman, terpercaya, dan berkelanjutan,” ujar Wahyudi.

Ia menambahkan, aspek kepastian hukum memiliki peran krusial dalam menjaga kualitas portofolio pembiayaan sekaligus mendukung stabilitas operasional perusahaan. Melalui kolaborasi dengan Kejaksaan, khususnya peran Jaksa Pengacara Negara, proses mitigasi risiko hukum dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan terukur.

“Dukungan ini akan memperkuat pengelolaan kualitas aset serta meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan. BRI Finance memastikan bahwa setiap pertumbuhan bisnis tetap sejalan dengan prinsip kehati-hatian, akuntabilitas, dan keberlanjutan,” tambahnya.

Melalui inisiatif ini, BRI Finance terus mendorong penguatan implementasi Good Corporate Governance (GCG), manajemen risiko, serta kepatuhan terhadap regulasi sebagai bagian dari strategi pertumbuhan berkelanjutan. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi referensi sinergi antara industri pembiayaan dan institusi penegak hukum dalam menjaga stabilitas sektor pembiayaan, khususnya di tingkat regional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kejar Target ROA 7,6% di 2029, PTPN Group Perkuat Tata Kelola Optimalisasi Aset

Bogor (17 April 2026) – PT Perkebunan Nusantara III (Persero) sebagai Holding Perkebunan menegaskan komitmennya dalam memperkuat struktur finansial dan nilai ekonomi perseroan melalui program optimasi pemanfaatan aset tetap berupa tanah dan bangunan. Langkah ini diambil sebagai respon strategis terhadap target Return on Asset(ROA) yang ditetapkan dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2025-2029.

Dalam acara Reviu Optimasi Aset Tetap Tanah dan Bangunan yang diselenggarakan di Aula PT Riset Perkebunan Nusantara, Bogor pada tanggal 16-17 April 2026, Manajemen memaparkan pencapaian ROA perseroan, yang hingga Desember 2025 (unaudited), realisasi ROA konsolidasi PTPN Group tercatat sebesar 3,27%. Capaian tersebut setara dengan 117,63% dari target tahun 2025 sebesar 2,78%.

Meskipun telah melampaui target tahunan, PTPN Group tetap fokus pada penguatan tata kelola aset untuk mengejar target jangka panjang yang tercantum dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2025-2029. ROA yang ditetapkan perusahaan meningkat secara bertahap hingga mencapаi 7,6% рada tahun 2029. Hal ini menuntut penguatan strategi optimalisasi aset, peningkatan efisiensi operasional, serta perbaikan kinerja pada entitas Sub Holding dan Anak Perusahaan dengan ROA rendah atau negatif, agar aset yang dimiliki PTPN Group dapat memberikan kontribusi laba yang lebih optimal dan berkelanjutan sesuai target RJPP.

Guna mengakselerasi pencapaian target tersebut, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) menyelenggarakan sesi khusus Focus Group Discussion (FGD) yang menghadirkan jajaran Direksi, Region Head Sub Holding, serta Kepala Divisi terkait. Pertemuan strategis ini bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi dari aspek GRC (Governance, Risk and Compliance) terhadap langkah-langkah yang telah diambil, serta mengevaluasi aspek penting lainnya yang mencakup strategi, struktur organisasi, sumber daya manusia, teknologi analisis, hingga alur proses pengelolaan.

Direktur Aset PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Agung Setya Imam Effendi menyampaikan optimalisasi aset merupakan salah satu inisiatif strategis untuk memastikan seluruh sumber daya perusahaan dikelola secara produktif dan akuntabel. Ia menekankan perlunya pergeseran paradigma dari metode konvensional menuju pendekatan yang lebih modern dan adaptif. Selain berfokus pada sisi finansial dan teknologi, Agung menginstruksikan penguatan pendekatan sosial kemasyarakatan yang humanis namun tetap strategis, guna menjawab kompleksitas permasalahan di setiap wilayah dengan solusi yang lebih relevan dan efektif.

“Kita tidak bisa lagi menggunakan metode konvensional di tengah dinamika bisnis yang sangat cepat. Direksi ingin seluruh entitas di PTPN Group bergerak dalam satu sistem yang seragam, kredibel, dan akuntabel. Dengan sistem yang baik, setiap aset tidak hanya sekadar tercatat dan teridentifikasi, namun juga harus dapat dimonitor perkembangannya serta dijaga nilainya secara berkelanjutan dari waktu ke waktu.”, tutup Direktur Aset.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Perkuat Kapasitas dan Kelancaran Lalu Lintas, Pelebaran Ruas Surabaya–Gempol Tingkatkan Kenyamanan Perjalanan di Koridor Trans Jawa

Surabaya (16/04) – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan melalui percepatan proyek pelebaran Ruas Jalan Tol Surabaya–Gempol pada segmen Kejapanan–Gempol (KM 769+450 s.d. KM 772+650). Hingga Minggu ke-32 pelaksanaan, progres pekerjaan telah mencapai 69,72% dan diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran arus lalu lintas di salah satu koridor vital Trans Jawa.

Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas perjalanan pengguna jalan secara menyeluruh.

“Kami memahami bahwa kelancaran perjalanan menjadi harapan utama setiap pengguna jalan, terutama di ruas dengan mobilitas tinggi seperti Surabaya–Gempol. Melalui pelebaran pada segmen Kejapanan–Gempol yang merupakan jalur penghubung dari arah Surabaya menuju Malang dan sebaliknya sebagai bagian dari distribusi lalu lintas, JTT berupaya menghadirkan perjalanan yang lebih nyaman, aman, dan minim hambatan, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung dalam setiap perjalanan,” ujar Ria.

Lebih lanjut, peningkatan kapasitas ini juga berperan penting dalam mendukung distribusi logistik yang lebih efisien serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Jawa Timur. Dengan arus lalu lintas yang lebih lancar, waktu tempuh perjalanan menjadi lebih optimal sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat dan dunia usaha.

Ruang lingkup pekerjaan meliputi peningkatan perkerasan jalan, pekerjaan struktur jembatan, serta penyempurnaan perlengkapan jalan seperti rambu dan marka. Seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan mengedepankan aspek Quality, Health, Safety, and Environment serta mengacu pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol guna memastikan hasil akhir yang andal dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, JTT juga memastikan bahwa setiap tahapan pekerjaan dilakukan secara terukur dengan pengaturan lalu lintas yang adaptif dan situasional. Hal ini bertujuan agar pengguna jalan tetap dapat melintas dengan aman dan nyaman selama proses konstruksi berlangsung.

Peningkatan kapasitas di ruas ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengantisipasi pertumbuhan volume kendaraan di masa mendatang, sekaligus memperkuat peran Jalan Tol Trans Jawa sebagai tulang punggung konektivitas nasional.

JTT mengimbau pengguna jalan untuk tetap berhati-hati, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima dan saldo uang elektronik mencukupi sebelum melakukan perjalanan.

Untuk informasi lalu lintas terkini, pengguna jalan dapat mengakses aplikasi Travoy atau menghubungi One Call Center Jasa Marga 24 jam di nomor 133.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES