Harga Emas Berpeluang Rebound, Ini Level yang Perlu Dicermati Investor

Harga emas dunia berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan hari Selasa (9/6) setelah menunjukkan tanda-tanda pemulihan dari tekanan yang membebani pasar dalam beberapa sesi terakhir. Meski secara umum tren yang lebih besar masih berada dalam fase bearish, pergerakan jangka pendek mulai mengindikasikan adanya peluang rebound yang cukup menarik untuk dicermati investor.

Analisis Dupoin Futures oleh Geraldo Kofit menunjukkan bahwa pergerakan XAU/USD pada timeframe H4 saat ini mengarah pada fase koreksi naik setelah sebelumnya mengalami penurunan yang cukup dalam. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa tekanan jual yang mendominasi pasar mulai mereda, sementara minat beli perlahan kembali muncul.

Dalam beberapa hari terakhir, harga emas mengalami pelemahan yang cukup signifikan seiring kuatnya sentimen negatif dari pasar global. Namun setelah mencapai area harga tertentu, aktivitas jual mulai berkurang dan membuka ruang bagi pembeli untuk kembali masuk ke pasar. Situasi ini sering terjadi ketika pelaku pasar menilai harga sudah berada pada level yang relatif menarik untuk melakukan akumulasi.

Secara teknikal, peluang kenaikan harga masih cukup terbuka selama emas mampu bertahan di atas area support terdekat. Bertahannya harga di atas level tersebut menunjukkan bahwa pasar masih memiliki fondasi yang cukup kuat untuk melanjutkan pergerakan naik dalam jangka pendek.

Menurut analisis Dupoin Futures, target kenaikan terdekat berada di area resistance 4.353. Level ini menjadi titik penting yang akan diuji oleh pasar dalam beberapa sesi mendatang. Jika harga mampu menembus area tersebut, peluang penguatan lanjutan menuju level 4.381 akan semakin besar.

Pergerakan indikator teknikal juga mendukung skenario tersebut. Indikator stochastic saat ini masih bergerak naik dan menunjukkan bahwa momentum beli masih cukup dominan. Kondisi ini menandakan bahwa pasar belum kehilangan tenaga untuk melanjutkan penguatan dalam jangka pendek.

Kenaikan stochastic menuju area overbought memang sering menjadi tanda bahwa pasar mulai memasuki fase jenuh beli. Namun selama belum muncul sinyal pembalikan yang jelas, pergerakan indikator tersebut justru menunjukkan bahwa minat beli masih mendominasi aktivitas perdagangan.

Kesesuaian antara arah pergerakan harga dan indikator stochastic menjadi salah satu faktor yang memperkuat peluang terjadinya rebound. Dengan kata lain, sinyal teknikal yang muncul saat ini tidak hanya berasal dari satu indikator, tetapi didukung oleh beberapa komponen analisis yang bergerak searah.

Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan bahwa penguatan yang terjadi saat ini masih berada dalam kategori koreksi naik di tengah tren bearish yang lebih besar. Oleh karena itu, area resistance yang ada akan menjadi penentu penting apakah rebound ini dapat berkembang menjadi perubahan tren yang lebih kuat atau hanya bersifat sementara.

Dari sisi fundamental, peluang kenaikan harga emas juga mendapat dukungan dari perubahan perilaku pasar setelah penurunan tajam yang terjadi sebelumnya. Ketika harga mengalami koreksi cukup dalam, sebagian investor biasanya mulai melihat peluang untuk masuk kembali ke pasar melalui strategi buy on weakness.

Strategi ini dilakukan dengan memanfaatkan harga yang dianggap lebih murah dibandingkan periode sebelumnya. Aktivitas pembelian tersebut dapat membantu meningkatkan permintaan dan mendorong harga bergerak naik dalam jangka pendek.

Selain faktor tersebut, pergerakan dolar Amerika Serikat juga menjadi salah satu elemen penting yang memengaruhi arah harga emas. Jika dolar AS mengalami pelemahan sementara akibat aksi ambil untung setelah penguatan yang cukup panjang, maka emas berpotensi memperoleh dukungan tambahan.

Hubungan antara emas dan dolar selama ini cenderung berlawanan arah. Ketika dolar melemah, harga emas biasanya menjadi lebih menarik bagi investor global sehingga permintaannya meningkat. Kondisi inilah yang dapat membantu memperkuat momentum rebound yang sedang berlangsung saat ini.

Faktor lain yang turut mendukung adalah pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury Yield. Apabila yield mulai bergerak turun atau setidaknya stabil, maka tekanan terhadap emas akan berkurang. Investor biasanya lebih tertarik memegang emas ketika imbal hasil obligasi tidak lagi menawarkan kenaikan yang signifikan.

Selain itu, pasar juga masih memantau berbagai perkembangan ekonomi dan geopolitik global. Munculnya ketidakpastian baru terkait pertumbuhan ekonomi, inflasi, maupun dinamika geopolitik dapat meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven seperti emas.

Secara keseluruhan, kombinasi sinyal teknikal yang mulai membaik dan dukungan sentimen fundamental memberikan peluang bagi harga emas untuk melanjutkan pemulihan dalam jangka pendek. Selama harga tetap bertahan di atas area support yang telah terbentuk, potensi kenaikan menuju resistance 4.353 hingga 4.381 masih terbuka.

Namun, investor tetap perlu mencermati pergerakan dolar AS, imbal hasil obligasi, serta perkembangan sentimen global yang dapat memengaruhi arah pasar. Dengan kondisi yang ada saat ini, emas masih memiliki peluang untuk memperpanjang fase rebound setelah tekanan jual yang cukup besar dalam beberapa waktu terakhir.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tangkap Peluang Pertumbuhan EV, BRI Finance Perkuat Pembiayaan Berkelanjutan

Jakarta, 8 Juni 2026 – Upaya pemerintah dalam mempercepat transisi menuju transportasi berkelanjutan terus menunjukkan sinyal positif. Salah satunya melalui kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memberikan pembebasan pajak kendaraan listrik, yang dinilai dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan ekosistem kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.

PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) memandang kebijakan tersebut sebagai langkah strategis yang tidak hanya meningkatkan daya tarik kendaraan listrik di mata konsumen, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi pengembangan pembiayaan berkelanjutan (green financing) di sektor multifinance.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Kebijakan pembebasan pajak kendaraan listrik memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang sedang mempertimbangkan penggunaan kendaraan listrik sebagai sarana mobilitas sehari-hari. Di sisi lain, kebijakan ini juga menjadi pendorong bagi industri pembiayaan untuk semakin aktif mendukung pengembangan ekosistem kendaraan ramah lingkungan melalui penyaluran pembiayaan yang lebih luas.”

BRI Finance melihat kendaraan listrik sebagai salah satu segmen yang memiliki potensi pertumbuhan yang signifikan di masa depan. Oleh karena itu, Perseroan terus memperkuat strategi bisnis untuk menangkap peluang tersebut melalui perluasan kerja sama dengan berbagai Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM), dealer resmi, serta mitra strategis di industri otomotif nasional.

Selain memperkuat jaringan kemitraan, BRI Finance juga terus mengoptimalkan kanal pemasaran digital dan konvensional guna meningkatkan akses masyarakat terhadap berbagai solusi pembiayaan kendaraan. Seluruh upaya tersebut tetap dijalankan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang terukur untuk menjaga kualitas portofolio pembiayaan Perseroan.

Komitmen BRI Finance dalam mendukung pembiayaan kendaraan listrik tercermin dari kinerja yang berhasil dicatatkan sepanjang tahun berjalan. Hingga Maret 2026, pembiayaan kendaraan listrik Perseroan tumbuh sebesar 13,74 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik, meskipun saat ini portofolio pembiayaan kendaraan konvensional masih mendominasi keseluruhan pembiayaan otomotif Perseroan.

Tren positif tersebut juga sejalan dengan perkembangan industri multifinance nasional. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran pembiayaan kendaraan listrik oleh perusahaan pembiayaan di Indonesia mencapai Rp22,5 triliun per Maret 2026 atau tumbuh 35,27% secara tahunan (year-on-year).

“BRI Finance akan terus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan melalui penguatan portofolio pembiayaan hijau yang sejalan dengan arah kebijakan pemerintah. Kami optimistis pertumbuhan kendaraan listrik akan terus berlanjut dan menjadi salah satu motor pertumbuhan industri pembiayaan pada masa mendatang,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Waspadai Penyalahgunaan Data Pribadi saat Registrasi Paylater, Kenali Modus dan Cara Menghindarinya

Layanan Paylater atau Buy Now Pay Later (BNPL) semakin menjadi pilihan masyarakat karena kegunaannya yang praktis dan cepat. Mulai dari belanja kebutuhan sehari-hari hingga transaksi digital, layanan ini membantu masyarakat memperoleh akses pembiayaan yang lebih mudah.

Namun di tengah meningkatnya penggunaan layanan keuangan digital, masyarakat perlu semakin waspada terhadap berbagai modus penyalahgunaan data pribadi yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Salah satu modus kejahatan yang mulai ditemukan adalah penyalahgunaan identitas saat proses registrasi layanan, yang bahkan melibatkan oknum tenaga sales lapangan.

Modus ini bukan lagi sekadar pencurian data melalui dunia maya. Pelaku justru memanfaatkan interaksi langsung dengan calon korban untuk mengambil alih identitas dan membuka fasilitas kredit tanpa izin.

Waspadai Modus Penyalahgunaan Data Pribadi

Modus ini umumnya terjadi ketika korban diminta melakukan proses registrasi atau verifikasi akun dengan bantuan pihak lain. Pelaku biasanya menawarkan bantuan pendaftaran akun, aktivasi layanan, hingga pengajuan merchant atau fasilitas tertentu.

Dalam proses tersebut, korban diminta menyerahkan data pribadi seperti KTP, foto selfie, hingga melakukan verifikasi wajah. Sayangnya, tidak semua masyarakat memahami bahwa data tersebut bersifat sangat sensitif dan tidak boleh digunakan sembarangan.

Pada beberapa kasus, proses verifikasi dilakukan menggunakan perangkat (device) milik oknum tersebut sehingga korban tidak mengetahui detail akun yang didaftarkan maupun aktivitas transaksi yang terjadi setelahnya. Data pribadi korban kemudian berpotensi disalahgunakan untuk membuka fasilitas kredit atau melakukan transaksi tanpa sepengetahuan pemilik identitas.

Karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa seluruh proses registrasi layanan keuangan digital sebaiknya dilakukan secara mandiri melalui aplikasi resmi dan menggunakan perangkat pribadi.

Waspadai Tanda-Tanda Penyalahgunaan Data Pribadi

Agar terhindar dari potensi penyalahgunaan data, masyarakat perlu lebih berhati-hati apabila menemukan situasi berikut, termasuk ketika berinteraksi dengan sales lapangan:

● Diminta melakukan verifikasi wajah bukan menggunakan device milik pribadi

● Ada permintaan foto KTP, selfie, kode OTP, atau data pribadi tanpa penjelasan yang jelas.

● Menerima SMS OTP, notifikasi login, atau perubahan nomor telepon meski tidak sedang mengakses layanan

● Ada pihak yang meminta meminjam ponsel dengan alasan membantu proses pendaftaran atau aktivasi akun.

● Diminta melakukan proses verifikasi secara terburu-buru tanpa memahami tujuan proses tersebut.

● Dijanjikan “pencairan dana instan” atau praktik gesek tunai (gestun) menggunakan akun paylater

Apa yang harus dilakukan?

Jika merasa menjadi target kejahatan dari modus ini atau menemukan oknum mencurigakan, segera lakukan langkah berikut:

1. Amankan Akun Secepatnya

Segera ganti password akun dan pastikan nomor telepon serta email masih menggunakan data pribadi Anda. Jika akses sudah diambil alih, segera hubungi Customer Service resmi penyedia layanan Paylater yang Anda gunakan untuk meminta pembekuan akun sementara.

2. Jangan Gampang Percaya

Kode OTP, PIN, password, hingga verifikasi biometrik bersifat rahasia dan tidak boleh diberikan kepada siapa pun, termasuk oknum yang mengaku sebagai karyawan perusahaan di luar prosedur resmi aplikasi.

3. Waspadai Praktik Gestun

Praktik gesek tunai (gestun) melanggar ketentuan penggunaan layanan keuangan digital dan berpotensi menimbulkan risiko kerugian bagi pengguna. Akun milikmu juga dapat diblokir permanen karena dianggap melakukan pelanggaran ketentuan.

4. Laporkan

Jika merasa ada aktivitas mencurigakan, segera hubungi layanan pelanggan resmi untuk melakukan pengecekan dan pengamanan akun. Setiap perusahaan penyedia layanan keuangan yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan memiliki layanan Customer Service resmi, seperti Akulaku di 1500920 atau melalui akun media sosial resmi Akulaku.

Sebagai bagian dari komitmen perlindungan konsumen, perusahaan penyedia layanan menindak tegas segala bentuk pelanggaran atau penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh oknum tertentu. Masyarakat jangan ragu untuk melaporkan jika menemukan ada petugas atau oknum yang mencurigakan agar dapat ditindak tegas dan diproses melalui ketentuan hukum yang berlaku. Pelaporan kepada pihak kepolisian juga penting dilakukan untuk mendapatkan perlindungan hukum atas transaksi maupun tagihan yang bukan dilakukan oleh pemilik data asli.

Di era digital, keamanan data pribadi menjadi tanggung jawab bersama. Masyarakat perlu semakin teliti dan ekstra berhati-hati dalam melakukan proses registrasi layanan. Hal itu dapat dilakukan dengan memastikan tidak menyerahkan data pribadi dengan mudah kepada pihak lain.

Dengan meningkatkan kewaspadaan, masyarakat dapat menikmati kemudahan layanan keuangan digital secara lebih aman dan nyaman sekaligus terhindar dari berbagai modus penipuan yang merugikan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Resmikan Kerja Sama dengan Kejari Samarinda, BRI Finance Perkuat Tata Kelola GCG

Samarinda, 20 Mei 2026 – Sebagai langkah memperkuat aspek legal dan implementasi tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menjalin kerja sama strategis dengan Kejaksaan Negeri Samarinda melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang dilaksanakan di Kantor Kejaksaan Negeri Samarinda, Kalimantan Timur.

Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya BRI Finance dalam memperkuat kepatuhan hukum, mitigasi risiko, serta mendukung efektivitas penyelesaian permasalahan di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Negeri Samarinda Dr. Haedar, S.H., M.H., Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Ryan Ardiansyah, S.H., M.H., Kasubsi Jaksa Pengacara Negara, beserta jajaran bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), Pidana Umum (Pidum), Pidana Khusus (Pidsus), dan jajaran lainnya. Sementara dari pihak BRI Finance, hadir Pimpinan Cabang Samarinda Surya Adi beserta tim collection dan Legal BRI Finance Samarinda.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menyampaikan, “Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen BRI Finance untuk terus mengedepankan prinsip kehati-hatian, kepatuhan terhadap regulasi, dan penguatan governance dalam seluruh proses bisnis perusahaan. Melalui sinergi bersama Kejaksaan Negeri Samarinda diharapkan dapat mendukung efektivitas penanganan aspek hukum di bidang perdata dan tata usaha negara secara profesional dan sesuai ketentuan yang berlaku.”

Sebagai bagian dari BRI Group, BRI Finance terus berfokus pada penguatan fundamental bisnis yang sehat dan berkelanjutan, termasuk melalui optimalisasi pengelolaan risiko hukum dan peningkatan kualitas tata kelola perusahaan.

“Melalui penandatanganan MoU ini, BRI Finance dan Kejaksaan Negeri Samarinda diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan sinergi dalam mendukung penyelesaian berbagai permasalahan hukum, pemulihan aset, serta menciptakan kepastian hukum yang mendukung stabilitas industri pembiayaan,” ujar Dhani. 

Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari langkah berkelanjutan BRI Finance dalam membangun hubungan kelembagaan yang strategis dengan berbagai pemangku kepentingan guna mendukung pertumbuhan bisnis yang prudent, adaptif, dan berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PLN Indonesia Power UBP Jatigede Salurkan Hewan Qurban dan Jaga Keandalan Listrik di Momen Idul Adha 1447 H

Sumedang, 27 Mei 2026

PLN Indonesia Power UBP Jatigede melaksanakan kegiatan pemotongan dan pembagian hewan qurban dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar wilayah operasional. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam mempererat hubungan harmonis dengan lingkungan serta menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui semangat berbagi dan kebersamaan.

Dalam pelaksanaannya, hewan qurban yang telah dipotong kemudian didistribusikan secara tertib dan merata kepada masyarakat yang berhak menerima. Proses ini dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek kebersihan, ketertiban, serta nilai-nilai kebersamaan yang menjadi esensi dari perayaan Idul Adha. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat nilai empati, solidaritas, dan kepedulian sosial di lingkungan kerja maupun masyarakat sekitar.

Di sisi lain, PLN Indonesia Power UBP Jatigede juga memastikan kesiapsiagaan penuh tim operator dan pemeliharaan selama masa siaga Idul Adha. Personel disiagakan secara optimal untuk menjaga keandalan pasokan listrik, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan hari raya dengan aman dan nyaman. Komitmen ini mencerminkan peran perusahaan dalam menjaga stabilitas sistem kelistrikan sekaligus mendukung kelancaran aktivitas masyarakat pada momen penting keagamaan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Globalisasi dan Perubahan Dinamika Kuliner Indonesia

Globalisasi memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan industri kuliner Indonesia. Pertukaran budaya, teknologi, dan informasi membuat makanan asing mudah ditemukan di kota-kota besar, sehingga masyarakat Indonesia terpapar pada ragam cita rasa baru. Hal ini membawa dampak positif sekaligus menantang bagi para pelaku usaha kuliner.

Salah satu dampak utama adalah hadirnya berbagai restoran internasional, mulai dari kafe ala Barat hingga makanan Asia yang populer. Kehadiran kuliner asing meningkatkan standar rasa, kualitas pelayanan, dan kreativitas menu di industri lokal. Konsumen kini lebih kritis dan mencari pengalaman kuliner yang unik dan berkualitas.

Di sisi lain, globalisasi mendorong inovasi dalam kuliner tradisional Indonesia. Banyak pelaku usaha mengadaptasi resep lokal dengan gaya modern, seperti rendang fusion, sambal dengan rempah baru, atau jajanan tradisional yang dikemas lebih menarik. Pendekatan ini membantu kuliner Indonesia tetap relevan dan bisa diterima oleh selera generasi muda maupun konsumen global.

Digitalisasi juga memainkan peran penting. Media sosial memungkinkan promosi kuliner secara luas dan cepat. Resep atau menu lokal yang dulunya hanya dikenal di satu daerah kini bisa viral di tingkat nasional dan internasional. Hal ini memberikan peluang bagi industri kuliner untuk mendapatkan pengakuan global dan meningkatkan omzet.

Meski begitu, globalisasi juga menghadirkan tantangan serius. Persaingan dengan makanan impor yang memiliki pemasaran kuat menuntut pelaku usaha kuliner lebih kreatif dan adaptif. Selain itu, perubahan cita rasa demi tren global bisa mengancam keaslian makanan tradisional. Pelestarian budaya kuliner tetap menjadi hal penting agar identitas kuliner Indonesia tidak hilang.

Globalisasi juga mendorong profesionalisme dalam sektor kuliner. Standar pelayanan, manajemen restoran, dan kebersihan di Indonesia kini mulai menyesuaikan standar internasional. Hal ini membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menembus pasar global, mengekspor produk, atau membuka restoran di luar negeri.

Dengan demikian, globalisasi membawa transformasi besar pada industri kuliner Indonesia. Ia menuntut keseimbangan antara inovasi modern dan pelestarian cita rasa tradisional. Pelaku usaha yang mampu menyeimbangkan keduanya akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang di era global.

Solid di Tengah Gejolak, Kinerja Grup MIND ID Melampaui Ekspektasi Pasar

JAKARTA — Perusahaan-perusahaan di bawah naungan Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) berhasil menavigasi tantangan volatilitas harga komoditas dan gejolak geopolitik global sepanjang 2025. Alih-alih tertekan, seluruh anggota holding tambang pelat merah tersebut justru mencatat kinerja yang solid dan konsisten positif sepanjang tahun lalu.

Pengamat BUMN Universitas Indonesia (UI), Toto Pranoto menilai capaian kinerja Grup MIND ID telah melampaui ekspektasi dan bukan semata-mata hasil dari kenaikan harga komoditas.

“Kinerja ini menunjukkan kemampuan MIND ID dalam integrasi hulu ke hilir bisnis yang semakin baik. Di luar windfall profit yang diperoleh karena harga komoditas yang meningkat akibat situasi geopolitik yang tidak stabil,” tutur Toto.

Bila dirinci berdasarkan komoditas, segmen emas melalui PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) mencatatkan kinerja mencolok dengan laba tahun berjalan sebesar Rp7,92 triliun pada tahun buku 2025. Capaian tersebut melonjak 106% dibandingkan laba tahun berjalan 2024 yang sebesar Rp3,85 triliun.

Pertumbuhan laba itu sejalan dengan peningkatan pendapatan perseroan yang naik 22% menjadi Rp84,64 triliun pada 2025, dibandingkan Rp69,19 triliun pada tahun sebelumnya. Kinerja tersebut terutama ditopang oleh bisnis emas yang menyumbang sekitar 79% terhadap total penjualan perusahaan. Penjualan emas ANTAM tercatat mencapai Rp66,47 triliun sepanjang 2025 atau meningkat 15% dibandingkan Rp57,56 triliun pada 2024, ditopang oleh permintaan yang tetap kuat.

Dari komoditas batu bara, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) membukukan laba bersih sebesar Rp2,93 triliun pada 2025, dengan pendapatan sebesar Rp42,65 triliun yang relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja ini berlangsung di tengah tekanan harga batu bara global yang masih berlanjut, yang mana Harga Newcastle Index justru tercatat turun 22% secara tahunan, sementara Indonesia Coal Index (ICI-3) melemah 16%. PTBA terbukti mampu menjaga kinerja melalui peningkatan volume penjualan sebesar 6% secara tahunan, dengan porsi penjualan domestik mencapai 54% dan ekspor 46% ke pasar Bangladesh, India, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina.

PT Freeport Indonesia (PTFI) mencatat laba bersih sebesar US$2,52 miliar atau sekitar Rp42,07 triliun (kurs Rp 16.698 per dolar AS) pada 2025 dengan pendapatan sebesar US$8,62 miliar atau sekitar Rp143,9 triliun. Capaian ini mencerminkan kekuatan dari operasional tambang tembaga dan emas di Papua, sekaligus hasil dari penguatan hilirisasi melalui fasilitas smelter tembaga di JIIPE Gresik.

Beranjak ke komoditas aluminium, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mencatatkan kenaikan laba bersih hingga 15% sepanjang 2025, ditopang oleh kenaikan pendapatan sekitar 10% menjadi US$785,7 juta. Kinerja ini mencerminkan stabilitas operasional pabrik peleburan aluminium terbesar di Asia Tenggara di tengah fluktuasi harga aluminium global.

Di segmen timah, PT Timah Tbk. (TINS) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,31 triliun atau mencapai 119% dari target RKAP 2025. Pendapatan TINS tercatat sebesar Rp11,55 triliun atau meningkat 6,41% dibandingkan Rp10,86 triliun pada 2024. Dari sisi operasional, perusahaan membukukan produksi bijih timah sebesar 18.635 ton Sn, produksi logam timah sebesar 17.815 metrik ton, dan penjualan logam timah mencapai 16.634 metrik ton.

Dari hasil tambang nikel, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) turut mencatatkan pertumbuhan laba yang solid pada 2025 dengan pendapatan naik 4,19% menjadi US$990,19 juta. Pertumbuhan ini mencerminkan efisiensi operasional yang konsisten di wilayah Sorowako, Sulawesi Selatan.

Secara keseluruhan, kinerja solid Grup MIND ID sepanjang 2025 turut memberikan kontribusi signifikan bagi penerimaan negara. Melalui pembayaran pajak, royalti, dan dividen kepada pemegang saham, hasil operasional seluruh anggota holding mengalir kembali sebagai manfaat nyata bagi perekonomian nasional. Hal ini menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya mineral strategis Indonesia tidak hanya menghasilkan nilai korporasi, tetapi juga memperkuat fondasi fiskal negara.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Igloo Luncurkan Igi, Asisten AI Asuransi Perjalanan Pertama di Asia Tenggara yang Layani Pembelian Polis dari Awal hingga Akhir

Igloo, perusahaan insurtech full-stack satu-satunya di Asia Tenggara yang membangun infrastruktur digital menyeluruh untuk industri asuransi, hari ini meluncurkan Igi, asisten AI asuransi perjalanan di platform konsumennya, igloo.co.id. Igi memandu pelanggan melalui seluruh proses pembelian asuransi perjalanan: mulai dari memilih destinasi, membandingkan paket, menerima rekomendasi yang disesuaikan dengan profil perjalanan, hingga pembayaran dan penerbitan polis, semuanya dalam satu jendela percakapan.

Igi berbeda dari chatbot FAQ atau layanan bantuan pasca-pembelian yang umum digunakan di industri asuransi. Igi adalah agen penjualan otonom yang menangani seluruh proses pembelian secara langsung dalam sistem produksi: menerima pertanyaan, membandingkan produk, memberikan rekomendasi, dan menyelesaikan transaksi. Halaman web tetap tersinkronisasi dengan percakapan, sehingga pengguna dapat berpindah antarmuka tanpa kehilangan proses pembelian. Untuk pertanyaan yang memerlukan penanganan manusia, Igi mengalihkan percakapan ke tim telesales melalui WhatsApp.

Peluncuran ini menandai evolusi platform konsumen Igloo di Indonesia, dari katalog produk menjadi platform asuransi berbasis AI. Selama beberapa tahun terakhir, Igloo telah mengembangkan dan menerapkan teknologi AI di berbagai lini operasional, mulai dari rekomendasi produk, pemrosesan klaim, deteksi potensi kecurangan, hingga dukungan penjualan. Igi adalah salah satu agen pertama yang dibangun khusus untuk melayani konsumen dari awal hingga akhir, dan menjadi cerminan arah Igloo dalam memanfaatkan AI untuk membangun infrastruktur asuransi yang berjalan secara otonom.

Source: Igloo’s Press Kit

Igi menunjukkan hasil awal yang positif. Sejak diluncurkan pada awal Mei, tingkat penyelesaian pembelian asuransi perjalanan oleh pengguna yang berinteraksi dengan Igi tercatat 44% lebih tinggi dibandingkan pengguna yang hanya menggunakan situs web. Igi menerapkan pendekatan hibrida: memadukan panduan AI percakapan dengan tampilan situs web yang sudah biasa digunakan pelanggan. Igi tidak menggantikan cara pelanggan berbelanja, melainkan mendampingi mereka di sepanjang proses.

Pada tahap pembayaran, tingkat konversi pengguna yang mengikuti pengalaman hibrida antara AI dan antarmuka web mencapai 1,7 kali lebih tinggi dibandingkan proses pembelian konvensional. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi antara percakapan berbasis AI dan pengalaman digital mandiri mampu membantu konsumen mengambil keputusan pembelian dengan lebih percaya diri.

“Setahun terakhir kami habiskan untuk mematangkan strategi dan infrastruktur AI-native kami. Igi membawa infrastruktur yang sama ke hadapan konsumen. Igi mendampingi pelanggan, memahami kebutuhan perjalanan mereka, merekomendasikan paket yang paling sesuai, dan menyelesaikan pembelian, kapan saja, dalam hitungan menit. Di pasar di mana sebagian besar penduduk belum pernah membeli produk asuransi, menghilangkan kerumitan dalam proses pembelian adalah langkah awal untuk menutup kesenjangan perlindungan. Indonesia adalah tempat kami membuktikan hal tersebut,” ujar Raunak Mehta, Co-Founder dan CEO Igloo.

Menjawab tantangan asuransi perjalanan di Indonesia

Penetrasi asuransi di Indonesia baru mencapai 2,7%, salah satu yang terendah di kawasan. Sebagian besar dari 280 juta penduduk Indonesia belum memiliki perlindungan asuransi yang memadai. Asuransi perjalanan, meskipun perjalanan ke luar negeri terus pulih sejak pandemi, tetap jauh dari tingkat adopsi yang seharusnya.

Hambatannya nyata: halaman produk dipenuhi jargon dan tabel manfaat yang membingungkan, pelanggan harus membandingkan sendiri berbagai paket dari perusahaan asuransi yang berbeda tanpa panduan, dan layanan umumnya tidak tersedia di luar jam kerja. Igi menjawab kedua persoalan tersebut dengan asisten AI yang beroperasi sepanjang waktu dan memandu pelanggan melalui seluruh proses pembelian dalam bahasa yang mudah dipahami.

Igloo berencana memperluas Igi ke WhatsApp, sehingga pelanggan dapat mengakses layanan ini langsung di aplikasi pesan yang sudah mereka gunakan sehari-hari. Kemampuan penjualan berbasis percakapan yang sama juga akan diterapkan di lini produk lain di igloo.co.id, termasuk asuransi kendaraan bermotor dan kecelakaan diri. Peluncuran Igi menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Igloo untuk memanfaatkan kecerdasan buatan dalam memperluas akses masyarakat terhadap perlindungan asuransi, sekaligus mendorong transformasi industri menuju pengalaman yang lebih sederhana, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Stabilkan Cost of Fund pada Kuartal I-2026, Strategi Bisnis Ampuh BRI Finance

Jakarta, 18 Mei 2026 – Di tengah tren kenaikan suku bunga dan meningkatnya imbal hasil (yield) obligasi yang masih membayangi industri jasa keuangan, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) tetap mampu menjaga efisiensi biaya pendanaan perusahaan pada kuartal I-2026. Kondisi ini menjadi perhatian penting bagi industri multifinance yang saat ini masih mengandalkan pendanaan dari sektor perbankan sebagai sumber utama pendanaan.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa hingga Maret 2026, pendanaan industri pembiayaan nasional masih didominasi oleh pinjaman perbankan dengan total mencapai Rp279,74 triliun atau setara 73,65% dari keseluruhan sumber pendanaan. Ketergantungan tersebut membuat industri multifinance menghadapi tantangan yang cukup besar ketika suku bunga bergerak naik dan pasar obligasi mengalami tekanan yield.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “BRI Finance secara aktif melakukan penyesuaian strategi pendanaan agar tetap adaptif terhadap dinamika suku bunga dan kondisi likuiditas pasar. Dukungan sinergi dengan Group BRI juga menjadi salah satu faktor yang memperkuat stabilitas biaya dana perusahaan.”

Hingga Maret 2026, komposisi pendanaan BRI Finance berasal dari pendanaan perbankan sebesar Rp2,32 triliun atau 56,01% dari total pendanaan perusahaan. Selain itu, pendanaan dari obligasi tercatat sebesar Rp1 triliun atau 24,22%, sementara joint financing mencapai Rp818,7 miliar atau 19,77%.

Perseroan kemudian melakukan penyesuaian strategi pendanaan pada April 2026 seiring perkembangan kondisi pasar. Porsi pendanaan dari perbankan tercatat turun menjadi 52,72% atau sebesar Rp2,20 triliun. Di saat yang sama, kontribusi joint financing meningkat menjadi Rp973,9 miliar atau 23,29%, sedangkan porsi obligasi berada di level 23,99% atau sekitar Rp1 triliun.

Peningkatan porsi joint financing dilakukan karena skema tersebut dinilai mampu memberikan alternatif pendanaan dengan tingkat bunga yang lebih kompetitif. Perusahaan juga memanfaatkan pendanaan jangka pendek secara lebih optimal untuk menjaga fleksibilitas pengelolaan dana.

Selain melakukan diversifikasi sumber pendanaan, BRI Finance turut memperkuat pengelolaan likuiditas internal melalui optimalisasi arus kas dan efisiensi penggunaan dana. Perseroan juga terus meningkatkan kualitas penagihan guna mempercepat cash inflow serta menjaga posisi likuiditas tetap solid.

Dalam strategi penerbitan obligasi, BRI Finance juga menerapkan pendekatan yang lebih selektif dengan mempertimbangkan momentum pasar serta tenor yang dinilai paling optimal bagi perusahaan. “Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menjaga kesinambungan bisnis sekaligus mendukung pertumbuhan pembiayaan secara sehat di tengah tantangan industri yang terus bergerak dinamis,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pertimbangkan Kondisi Pasar, BRI Finance Terapkan Strategi Pricing Adaptif

Jakarta, 30 Mei 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus menjaga momentum pertumbuhan bisnis secara terukur di tengah dinamika suku bunga yang terjadi di industri keuangan. Seiring kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate), Perseroan melakukan penyesuaian strategi pembiayaan secara bertahap dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan kualitas portofolio.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa perubahan kondisi suku bunga menjadi salah satu indikator penting dalam penentuan strategi pricing perusahaan.

“Pergerakan BI Rate menjadi salah satu faktor yang diperhatikan Perseroan dalam menentukan kebijakan pricing pembiayaan. Penyesuaian dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi pasar, kebutuhan nasabah, serta daya saing bisnis agar tetap kompetitif,” ujar Dhani.

Di tengah kondisi pasar yang dinamis dan tantangan terhadap daya beli masyarakat, BRI Finance tetap menjalankan ekspansi pembiayaan secara selektif dengan fokus pada kualitas aset dan pengelolaan risiko yang sehat. Saat ini, Perseroan mengedepankan strategi selective growth dan prudent financing guna menjaga pertumbuhan bisnis tetap berkelanjutan. Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan manajemen risiko, monitoring kualitas portofolio, hingga optimalisasi proses collection untuk menjaga rasio kredit bermasalah tetap terkendali.

Selain itu, BRI Finance juga terus mengoptimalkan potensi captive market serta memperkuat kolaborasi joint financing bersama BRI Group sebagai bagian dari strategi memperluas penyaluran pembiayaan secara sehat dan terukur.

“BRI Finance terus melakukan efisiensi biaya operasional dan pengelolaan pricing secara selektif agar profitabilitas perusahaan tetap terjaga di tengah dinamika suku bunga dan kondisi ekonomi saat ini,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES