Dorong Smart Hospital di Indonesia, teraMedik Resmi Kembangkan Teknologi AI Untuk Ekosistem Kesehatan.

Rio Riyanto, Direktur Utama, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendorong digitalisasi fasilitas kesehatan melalui SIMRS teraMedik yang dilengkapi fitur kecerdasan buatan (AI). Teknologi tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi kerja dokter, mengurangi kelelahan tenaga medis, serta mengoptimalkan kualitas pelayanan dan interaksi dengan pasien.

Bandung, 20 Agustus 2026 – PT Terakorp Indonesia sebagai penyedia layanan SIMRS teraMedik kembali mengambil langkah progresif dalam ekosistem kesehatan digital di Indonesia. Tahun ini, teraMedik resmi memperkenalkan teknologi berbasis kecerdasan artificial (AI) yang dapat digunakan oleh dokter, yakni AI Medical Scribe dan terAssistant (Chatbot asisten dokter). Kehadiran kedua fitur terbaru ini dirancang khusus untuk mendampingi dokter dalam merevolusi pelayanan yang lebih cepat, akurat, dan berfokus pada pasien sehingga dapat meningkatkan kualitas interaksi dengan pasien.

Pengembangan kedua fitur ini didasari oleh kebutuhan untuk meredam kelelahan kerja tenaga medis akibat pencatatan manual yang memakan waktu. Melalui fitur AI Medical Scribe, dokter yang sedang melayani pasien di poli rawat jalan dapat merekam hasil percakapan konsultasi medis dan sistem secara otomatis mengubah hasil percakapan suara menjadi teks rekam medis terstruktur ke dalam SIMRS. Terobosan ini tidak hanya memangkas durasi input data secara signifikan, tetapi juga mengembalikan esensi pelayanan kesehatan yang humanis. Selama konsultasi berlangsung, dokter dapat memberikan perhatian dan kontak mata penuh kepada pasien tanpa teralihkan oleh layar komputer. 

Disamping itu, untuk penanganan pasien rawat inap, SIMRS teraMedik menghadirkan terAssistant, chatbot asisten, yang dapat membantu dokter memberikan rangkuman rekam jejak klinik pasien rawat inap secara cepat dan aman tanpa harus membuka satu per satu hasil dokumen. Fitur ini membantu dokter untuk mempercepat proses pengambilan keputusan klinik di bangsal perawatan.

Menanggapi era teknologi digital ini, Rio Riyanto, selaku Direktur Utama menegaskan bahwa kehadiran teknologi ini merupakan wujud komitmen perusahaan agar dapat menghadirkan solusi masa depan bagi fasilitas kesehatan di Indonesia. “Kami melihat bahwa digitalisasi rumah sakit bukan hanya sekadar pencatatan administratif biasa. Dengan menambahkan fitur kecerdasan buatan ke dalam SIMRS teraMedik, kami ingin menghadirkan solusi nyata yang membuat pekerjaan dokter menjadi jauh lebih efisien. Harapan kami kedepannya, teknologi ini dapat meminimalkan kelelahan kerja tenaga medis sekaligus memastikan kualitas layanan dan interaksi dengan pasien menjadi jauh lebih optimal.”

Sejalan dengan hal tersebut, Adhi Nugraha, selaku manajer divisi research and development (R&D) menjelaskan bahwa pengembangan fitur ini telah melalui proses riset yang mendalam. “Dalam konteks inovasi teknologi, tantangan terbesar dalam mengimplementasikan kedua fitur AI ini di sektor kesehatan adalah bagaimana membuat teknologi yang kompleks menjadi sangat mudah digunakan oleh tenaga medis. Kami merancang AI Medical Scribe dan terAssistant dengan antarmuka yang intuitif, sehingga dokter tidak perlu melakukan penyesuaian yang rumit. Di sisi lain, arsitektur sistem dari fitur tersebut dibangun dengan mematuhi regulasi perlindungan data pribadi dan keamanan data kesehatan sehingga rumah sakit dapat menggunakan dengan rasa aman,” ujar Adhi Nugraha.

Pengembangan dari kedua fitur ini tengah digarap secara intensif oleh tim internal teraMedik. Saat ini, uji coba tengah dilakukan di beberapa jaringan rumah sakit mitra terpilih dan sudah mulai berjalan pada tahun 2026 ini, sebagai bagian dari peta jalan (roadmap) transformasi digital kesehatan nasional. Langkah ini memperkuat posisi teraMedik dalam mengarahkan fasilitas kesehatan di Indonesia menuju era Smart Hospital berbasis teknologi masa depan. 

Lebih lanjut lagi, komitmen SIMRS teraMedik sebagai mitra strategis fasilitas kesehatan di Indonesia terus berupaya untuk memahami kebutuhan ekosistem rumah sakit secara holistik, dalam hal ini teraMedik tidak hanya memberikan solusi yang terhenti di ruang pemeriksaan. Melihat masa depan tata kelola rumah sakit dan klinik yang lebih adaptif dan inovatif, SIMRS teraMedik juga tengah menyiapkan pengembangan kecerdasan buatan (AI) di dalam Dashboard yang berhubungan dengan keuangan. Fitur AI pada dashboard keuangan ini dihadirkan untuk dapat membantu jajaran direksi dan manajemen eksekutif rumah sakit agar dapat memonitor operasional dan performa keuangan rumah sakit. Kedepannya, kehadiran fitur ini semakin menegaskan bahwa SIMRS teraMedik bukan hanya sekadar alat pencatatan operasional harian namun juga bisa menjadi instrumen strategis direksi dalam menentukan kebijakan untuk menjadi rumah sakit yang tidak hanya unggul secara mutu layanan medis, tetapi juga tangguh dan mandiri secara finansial di tengah dinamika industri kesehatan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

UGC ECRL FS 02 Terpanjang di Malaysia, PLN NPC Raih Rating Bintang 5

Jakarta – PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC) kembali mencatatkan keberhasilan dalam proyek East Coast Rail Link (ECRL) Malaysia. Kali ini, PLN NPC berhasil melaksanakan energized untuk Underground Cable (UGC) Feeder Station ECRL FS 02 di Seberang Jertih pada 30 April 2026.

Pencapaian tersebut menjadi perhatian karena proyek UGC FS 02 memiliki jalur kabel bawah tanah sepanjang 10 km. Jalur tersebut menjadi yang terpanjang dari seluruh Feeder Station ECRL yang dikerjakan PLN NPC di Malaysia.

Secara sederhana, Underground Cable atau UGC adalah kabel yang ditanam di dalam tanah untuk mengirimkan listrik dari satu lokasi ke lokasi lain secara aman dan tersembunyi. Infrastruktur ini dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan listrik rumah, bisnis, penerangan jalan, hingga berbagai infrastruktur lainnya.

Untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan dengan memperhatikan aspek lingkungan, PLN NPC menyusun Environmental Management Plan (EMP) atau Rencana Pengelolaan Lingkungan. Dokumen ini berisi langkah-langkah mitigasi, pemantauan, dan pengelolaan untuk mengurangi dampak negatif lingkungan dan sosial selama proyek berlangsung. Persetujuan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan pekerjaan memperhatikan ketentuan lingkungan yang berlaku. 

Selain berhasil menyelesaikan energize UGC terpanjang, proyek ini juga mendapatkan apresiasi Rating Bintang 5 dari Tenaga Switchgear (TSG). Rating tersebut menunjukkan bahwa PLN NPC telah memenuhi standar keselamatan, kepatuhan, dan kemampuan engineering yang kuat.

Direktur Utama PLN NPC Hendra Fitria menyampaikan, keberhasilan energize UGC terpanjang pada proyek ECRL FS 02 ini merupakan wujud komitmen PLN NPC dalam menghadirkan infrastruktur kelistrikan yang andal dan berstandar internasional. Ia juga menegaskan pencapaian ini tidak terlepas dari penerapan aspek keselamatan, kualitas engineering, serta pengelolaan lingkungan yang terintegrasi dalam setiap tahapan proyek.

“Keberhasilan ini menjadi bukti kesiapan PLN NPC dalam mendukung proyek strategis internasional melalui solusi konstruksi dan kelistrikan yang unggul dan berkelanjutan,” terang Hendra, dalam keterangan resminya. Pencapaian UGC tersebut melengkapi keberhasilan PLN NPC sebelumnya dalam menyelesaikan energized project untuk Substation ECRL FS 02 di Seberang Jertih. 

PLN NPC juga telah mencatatkan penyelesaian energized project ECRL FS 01 di Tunjung, Kelantan, serta FS 09 di Jambu Rias, Malaysia. Dalam konteks ECRL, keberadaan FS dan jaringan kelistrikan memiliki peran penting untuk mendukung operasional kereta listrik. 

ECRL merupakan proyek kereta listrik yang sepenuhnya menggunakan tenaga elektrik untuk operasional penumpang dan kargo. Jaringan ini diproyeksikan akan memperkuat konektivitas antara Pantai Timur dan wilayah tengah Semenanjung Malaysia.

Keberhasilan FS 02 menunjukkan bahwa kemampuan PLN NPC tidak hanya terletak pada pembangunan infrastruktur kelistrikan, tetapi juga pada pengelolaan proyek yang melibatkan aspek teknis, keselamatan, lingkungan, dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Dengan jalur UGC sepanjang 10 km, proyek ini menjadi salah satu bukti kemampuan PLN NPC menangani pekerjaan kelistrikan berskala besar di pasar internasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PTPN Group Kirim 17 Ton Bantuan untuk Korban Bencana di NTT

Labuan Bajo, 25 Agustus 2026 – Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group) mengirimkan sekitar 17 ton bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Labuan Bajo pada Minggu (23/8/2026) pukul 04.00 WIB.

Bantuan diangkut menggunakan satu unit truk tronton dengan kapal KM Niki Mila Utama. Kapal tersebut tiba di Labuan Bajo pada Senin (24/8/2026) pukul 16.00 WITA.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna menyampaikan, penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian PTPN Group terhadap masyarakat yang terdampak bencana. “Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas keluarga besar PTPN Group untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah situasi yang sedang mereka hadapi,” ungkapnya.

Bantuan yang dikirim terdiri dari 12.175 kg beras berukuran 5 kg, 1.637 liter minyak goreng, 2.616 kg gula pasir, dan 620 buah selimut. Sejumlah kebutuhan pokok tersebut merupakan hasil kolaborasi antara PTPN III (Persero) sebagai induk Holding, PTPN I (Persero), PTPN IV dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN). Setibanya di Labuan Bajo, bantuan disalurkan ke Posko Bencana BRI (selaku Ketua Satuan Tugas Bencana BUMN Peduli) di Labuan Bajo untuk selanjutnya didistribusikan ke lokasi pengungsian di sekitar wilayah tersebut.

Denaldy mengatakan, PTPN Group akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan bantuan dapat disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak. “PTPN Group akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar penyalurannya dapat dilakukan secara tepat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan,” katanya.

Denaldy mengungkapkan bahwa penanganan masyarakat terdampak bencana membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Oleh karena itu, PTPN Group, berupaya mengambil bagian dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Kami berharap bantuan ini dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk meringankan beban masyarakat terdampak dan membantu proses pemulihan di wilayah yang terdampak,” ujar Denaldy.

Sebagai entitas di bawah naungan Danantara selaku pemegang saham dan merujuk pada penugasan resmi Satgas Bencana BUMN Peduli, PTPN Group senantiasa berkomitmen untuk mengemban amanah penanganan bencana secara terkoordinasi, serta hadir secara aktif memberikan kontribusi bagi masyarakat luas.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Selama Libur Panjang Maulid Nabi SAW, Bandung, Cianjur, dan Priangan Timur Jadi Destinasi Favorit

Info Daop 2 Bd

Kamis, 27 Agustus 2026

Selama Libur Panjang Maulid Nabi SAW, Bandung, Cianjur, dan Priangan Timur Jadi Destinasi Favorit

Bandung (Jawa Barat), 27 Agustus 2026 – Libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan perjalanan menggunakan kereta api, baik untuk bersilaturahmi maupun menikmati beragam destinasi wisata. Sejumlah stasiun di wilayah kerja KAI Daop 2 Bandung tercatat menjadi pusat pergerakan pengguna jasa KA Jarak Jauh menuju berbagai destinasi wisata yang menawarkan keindahan alam, kekayaan budaya, serta kuliner khas Jawa Barat.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur panjang menunjukkan bahwa kereta api menjadi salah satu pilihan transportasi masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata maupun mengunjungi keluarga. Selama 5 hari (Jumat 21/8 s.d. Selasa 25/8) pada periode libur panjang ini, KAI Daop 2 Bandung mencatat pergerakan pengguna jasa KA di beberapa stasiun.

“Selama periode libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW, Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong menjadi salah satu pusat pergerakan pengguna jasa KA Jarak Jauh. Banyak masyarakat memanfaatkan momentum libur panjang ini untuk menikmati keindahan alam, budaya, dan kuliner di wilayah Bandung dan sekitarnya,” ujar Kuswardojo.

Di Stasiun Bandung, tercatat sebanyak 27.814 pengguna jasa KA Jarak Jauh berangkat, sementara 28.948 pengguna jasa datang. Sementara itu, Stasiun Kiaracondong melayani 14.280 pengguna jasa KA Jarak Jauh yang berangkat dan 13.615 pengguna jasa yang datang selama periode tersebut.

Kuswardojo menambahkan, tingginya mobilitas juga terlihat di sejumlah stasiun di wilayah Priangan Timur. Stasiun Tasikmalaya, Stasiun Banjar, dan Stasiun Garut menjadi titik pergerakan masyarakat yang memanfaatkan KA Jarak Jauh untuk menikmati berbagai potensi pariwisata di wilayah Priangan Timur.

Di Stasiun Tasikmalaya, terdapat 6.388 pengguna jasa KA Jarak Jauh yang berangkat dan 6.140 pengguna jasa yang datang. Kemudian di Stasiun Banjar, sebanyak 3.713 pengguna jasa berangkat dan 3.536 pengguna jasa datang. Sedangkan di Stasiun Garut, tercatat 3.439 pengguna jasa berangkat dan 3.460 pengguna jasa datang.

“Data tersebut menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat tidak hanya terpusat di Bandung, tetapi juga menyebar ke berbagai daerah tujuan wisata di Priangan Timur. Tasikmalaya, Banjar, dan Garut memiliki beragam destinasi wisata, budaya, serta kuliner yang menjadi daya tarik bagi wisatawan,” kata Kuswardojo.

Selain KA Jarak Jauh, peningkatan mobilitas masyarakat juga terjadi pada perjalanan KA Lokal Siliwangi yang melayani lintas Cipatat – Sukabumi PP. Stasiun Cianjur dan Stasiun Cipatat menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat yang menggunakan kereta api untuk keperluan silaturahmi, bisnis, maupun berwisata di Kabupaten Cianjur.

Selama periode libur panjang tersebut, pengguna jasa KA Lokal Siliwangi yang berangkat dari Stasiun Cianjur mencapai 6.767 orang, sedangkan dari Stasiun Cipatat mencapai 3.437 orang. Untuk pengguna jasa yang datang, Stasiun Cianjur tercatat melayani 7.063 orang dan Stasiun Cipatat sebanyak 3.981 orang.

“Kami melihat kereta api semakin menjadi bagian dari pilihan masyarakat dalam melakukan perjalanan wisata. Dengan menggunakan kereta api, masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan tepat waktu, sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan potensi kepadatan lalu lintas di jalan raya,” tutur Kuswardojo.

KAI Daop 2 Bandung terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pengguna jasa, terutama pada momentum libur panjang ketika mobilitas masyarakat meningkat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi selama libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW. KAI Daop 2 Bandung akan terus memastikan perjalanan kereta api berlangsung aman, selamat, dan tepat waktu hingga pelanggan tiba di stasiun tujuan,” tutup Kuswardojo.

KAI Daop 2 Bandung juga mengajak masyarakat untuk menjadikan perjalanan dengan kereta api sebagai bagian dari pengalaman menikmati destinasi wisata di Jawa Barat, sekaligus bersama-sama menjaga fasilitas dan lingkungan stasiun agar tetap nyaman bagi seluruh pengguna jasa.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pekan Halal Indonesia & EduNation Festival 2026 Hadirkan Ekosistem Halal dan Edukasi dalam Satu Gelaran

Jakarta, 26 Agustus 2026 – Pekan Halal Indonesia & EduNation Festival 2026 kembali menggelar Press Conference pada Rabu (26/8) di Dream Dates Artisan Bakery & Restaurant, Senopati, Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menjelang penyelenggaraan pameran pada 28–30 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Pekan Halal Indonesia & EduNation Festival 2026 menghadirkan kolaborasi berbagai pihak dari sektor industri halal, pendidikan, teknologi pembayaran, tekstil, komunitas, dan gaya hidup. Dalam Press Conference kedua ini, turut hadir event partner seperti Glamlocal, Halal Kulture, dan Deatextile, serta iFortepay sebagai Official Payment dan Bank Syariah Indonesia sebagai Supported Partner.

Direktur Utama PT Debindomulti Adhiswasti selaku penyelenggara, Vibiadhi Swasti Pradana, menyampaikan bahwa Pekan Halal Indonesia diinisiasi sebagai wadah untuk membangun ekosistem industri halal yang terintegrasi. Menurutnya, industri halal tidak hanya berkaitan dengan perdagangan, tetapi juga mencakup halal living, halal lifestyle, pendidikan, fashion, hingga teknologi.

“Melalui PHI, kami ingin membangun sebuah ekosistem yang terintegrasi dan dapat menjadi one-stop solution. Industri halal tidak hanya berbicara mengenai perdagangan, tetapi juga pendidikan, gaya hidup, keterampilan, teknologi, dan berbagai sektor lainnya,” ujar Vibiadhi.

Sejalan dengan pengembangan ekosistem tersebut, Ketua KOPIN Ustadz Ali Saman Hasan,  menekankan pentingnya pendidikan dalam membentuk generasi muda yang memiliki daya saing global sekaligus fondasi nilai dan akhlak yang kuat.

“Ketika seseorang memiliki daya saing global, dia juga harus memiliki kesadaran terhadap nilai-nilai halal. Pendidikan tidak hanya menggabungkan knowledge, tetapi juga akhlak,” ujar Ali Saman Hasan.

Menurutnya, kesadaran halal perlu diperkenalkan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Konsep tersebut tidak hanya berkaitan dengan makanan dan minuman, tetapi juga dapat diterapkan dalam ekosistem pendidikan melalui berbagai kebutuhan, seperti seragam dan buku.

Dari sisi teknologi, Chief Executive Officer iForte Valerino Wijaya menjelaskan bahwa digitalisasi dapat memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dalam melakukan transaksi. Salah satu solusi yang dihadirkan adalah QRIS Soundbox yang memberikan notifikasi suara ketika pembayaran melalui QRIS berhasil dilakukan.

“Pada saat terjadi pembayaran, akan muncul suara notifikasi. Dari sisi penjual, ini membantu mengetahui bahwa transaksi sudah dilakukan. Di sisi lain, pembayar juga dapat menerima konfirmasi dan merasa yakin bahwa pembayarannya sudah berhasil,” jelas Valerino.

Solusi tersebut diharapkan dapat membantu memperlancar transaksi sekaligus mengurangi antrean. Hal ini dinilai relevan dengan jumlah unit usaha di Indonesia yang tergolong usaha mikro, yang berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut mencapai lebih dari 30,2 juta unit usaha.

Sementara itu, Direktur Mumtaz Creative sekaligus Halal Kulture Agung Mulyawan Paramata melihat industri halal memiliki potensi besar melalui pendekatan komunitas dan gaya hidup. Menurutnya, konsep halal kini tidak hanya relevan bagi masyarakat Muslim, tetapi juga semakin berkembang dalam pasar global.

“Secara industri, segmen Muslim dan industri halal ini merupakan salah satu segmen yang sangat besar. Semakin ke sini, hal-hal yang berkaitan dengan halal ternyata tidak hanya relevan untuk Muslim,” kata Agung.

Melalui Halal Kulture, berbagai komunitas akan dilibatkan dalam Pekan Halal Indonesia, termasuk komunitas otomotif dan muslim bikers. Selain itu, akan dihadirkan program Sunday Morning Hype serta diskusi mengenai cryptocurrency, ekonomi syariah, bisnis, dan keuangan syariah.

Dari sektor tekstil, CEO Deatextile Adwil Yusuf menyampaikan bahwa industri halal juga mencakup produk tekstil. Deatextile menghadirkan produk tekstil yang prosesnya dikembangkan mulai dari hulu hingga menjadi produk akhir.

“Produk halal tentunya bukan sesuatu yang sederhana. Produk tersebut harus memiliki sertifikasi halal. Dalam event ini, kami akan membawa produk halal yang berbeda, yaitu produk tekstil,” ujar Adwil.

Deatextile juga mengembangkan kerja sama dengan sejumlah institusi pendidikan, termasuk Universitas Indonesia dalam pembuatan seragam, serta universitas lainnya untuk kebutuhan jas, almamater, toga, dan produk tekstil lainnya.

Pekan Halal Indonesia & EduNation Festival 2026 menjadi wadah yang mempertemukan pelaku usaha, institusi pendidikan, komunitas, dan masyarakat untuk memperoleh informasi sekaligus membuka peluang kolaborasi.

Pekan Halal Indonesia in Conjunction with EduNation Festival 2026 akan diselenggarakan pada 28–30 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, dengan harga tiket Rp20.000.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Insentif untuk Ekosistem Baterai NMC Jadi Akselerator Hilirisasi Nikel Nasional

JAKARTA — Rencana pemerintah memberikan insentif bagi kendaraan listrik berbasis baterai nickel-manganese-cobalt (NMC) dinilai menjadi langkah strategis untuk mempercepat hilirisasi nikel nasional, dan mendorong kedaulatan ekonomi nasional.

Kebijakan pemerintah diharapkan mampu mendorong penjualan kendaraan listrik, tetapi juga memperkuat pengembangan industri baterai berbasis nikel di dalam negeri sehingga menghasilkan nilai tambah yang lebih besar.

Project Coordinator ENTREV Eko Adji Buwono menilai insentif bagi kendaraan listrik berbasis NMC menjadi sinyal penting bahwa pemerintah mulai mengarahkan hilirisasi nikel ke industri manufaktur bernilai tambah tinggi.

“IBC [Anggota Holding Grup MIND ID] saat ini merupakan satu-satunya perusahaan milik pemerintah yang mendapat mandat membangun dan mengembangkan industri baterai berbasis nikel. Tentunya tanpa didukung kebijakan yang memberikan prioritas terhadap baterai berbasis nikel untuk digunakan di dalam negeri, akan sulit berkompetisi dengan baterai berbasis lithium iron phosphate (LFP),” ujar Eko.

Menurut Eko, keberpihakan kebijakan menjadi faktor penting agar investasi yang telah ditanamkan dalam pembangunan ekosistem baterai nasional dapat berkembang optimal. Pasalnya, Indonesia saat ini tengah membangun rantai pasok baterai berbasis nikel mulai dari sektor pertambangan, pengolahan, hingga manufaktur sel baterai.

IBC melalui pabrik baterai kendaraan listrik PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) di Karawang saat ini memiliki kapasitas produksi tahap awal sebesar 6,9 GWh. Kapasitas ini menjadi fondasi awal untuk memenuhi kebutuhan industri kendaraan listrik nasional yang terus berkembang.

Selain mendorong nilai tambah mineral, pengembangan ekosistem baterai nasional juga diperkirakan memberikan dampak pada penguatan kedaulatan ekonomi, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, hingga pengurangan ketergantungan terhadap impor energi dan produk baterai.

Selain meningkatkan nilai tambah mineral, pengembangan industri baterai nasional juga diperkirakan memberikan memperkuat kinerja sektor ekonomi yang luas, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, hingga pengurangan ketergantungan terhadap produk impor.

“Sudah ada berbagai perhitungan mengenai dampak berlipat dari hilirisasi industri baterai. Yang paling nyata adalah peningkatan nilai tambah mineral, penciptaan lapangan kerja, serta pengurangan impor baterai maupun impor BBM seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik,” kata Eko.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah akan menyiapkan insentif bagi kendaraan listrik berbasis baterai NMC sebagai bagian dari strategi memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional.

Menurut Bahlil, kendaraan listrik berbasis nikel menjadi prioritas karena Indonesia memiliki sumber daya nikel yang melimpah dan saat ini tengah membangun industri baterai berbasis NMC.

Ia menilai baterai berbasis nikel juga memiliki keunggulan untuk kendaraan dengan jarak tempuh lebih jauh dibandingkan baterai berbasis lithium iron phosphate (LFP), meskipun biaya produksinya relatif lebih tinggi.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan insentif kendaraan listrik yang ditargetkan mencakup masing-masing 100.000 unit mobil listrik dan 100.000 unit sepeda motor listrik pada tahun ini.

Untuk sepeda motor listrik, pemerintah mengalokasikan insentif sebesar Rp5 juta per unit, sedangkan untuk mobil listrik disiapkan skema Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 40 persen hingga 100 persen.

Pemerintah juga mengkaji pemberian insentif berdasarkan jenis baterai yang digunakan, termasuk pembedaan antara kendaraan listrik berbasis nikel dan non-nikel. Kebijakan tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing industri baterai nasional sekaligus mempercepat agenda hilirisasi nikel di Indonesia.

Dengan dukungan kebijakan yang komprehensif, integrasi rantai pasok nikel nasional, sekaligus mempercepat transformasi Indonesia dari eksportir bahan mentah menjadi produsen material dan produk bernilai tambah tinggi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Sambut HUT ke-81 RI, BRI BO Pantai Indah Kapuk Semarakkan Kantor dengan Dekorasi Nuansa Merah Putih

Semangat kemerdekaan semakin terasa di lingkungan BRI BO Pantai Indah Kapuk dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Untuk memeriahkan momentum bersejarah tersebut, BRI BO Pantai Indah Kapuk mempercantik area kantor dengan berbagai dekorasi bernuansa merah putih yang penuh semangat dan kebanggaan nasional.

Beragam ornamen khas kemerdekaan menghiasi sejumlah sudut kantor, menghadirkan suasana yang semakin meriah dan menarik. Perpaduan warna merah dan putih tidak hanya memperindah lingkungan kerja, tetapi juga menjadi simbol nasionalisme serta wujud antusiasme para pekerja BRI dalam menyambut peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Semarak dekorasi merah putih turut memberikan energi positif bagi para pekerja dan nasabah yang beraktivitas di lingkungan kantor. Momentum ini menjadi kesempatan untuk mempererat kebersamaan, menumbuhkan semangat gotong royong, serta meningkatkan motivasi untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan bangsa.

Dengan semangat HUT ke-81 RI, BRI BO Pantai Indah Kapuk berkomitmen untuk terus membawa nilai-nilai kemerdekaan dalam setiap langkah dan pelayanan. Semangat merah putih menjadi inspirasi bagi seluruh pekerja untuk terus berkarya, memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah, dan berkontribusi bagi Indonesia yang semakin maju.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Spasium Ungkap Alasan Banyak Sculpture Arsitektural Gagal Diwujudkan

Perusahaan spesialis artwork sculpture asal Indonesia ini membagikan proses di balik realisasi sculpture skala arsitektural agar tak berhenti sebagai render.

Di dunia interior dan arsitektur, model 3D open source sering dipakai untuk membantu membuat elemen-elemen detail pada sebuah ruangan. Detail-detail ini diperlukan untuk membangun mood,  dan membantu klien membayangkan  desain dan experience ruang dari sebuah proyek. Masalahnya, elemen visual pada presentasi ini kerap dianggap client sebagai desain final karya sculpture yang akan benar-benar dibangun, padahal belum tentu bisa direalisasikan.

PT Spasium Kreasi Indonesia (Spasium), studio yang berfokus pada sculpture dan custom artwork arsitektural, menyoroti fenomena ini berdasarkan pengalaman menangani sejumlah proyek nyata. Saat sebuah desain artwork memasuki tahap realisasi, barulah muncul pertanyaan-pertanyaan krusial: “Apakah bentuknya feasible diproduksi? Cukup kuat secara konstruksi? Aman dipasang? Materialnya realistis? Apakah budget dan timeline-nya masuk akal?” Dan yang terpenting dan seringkali terlupa adalah “Apakah artwork sculpturenya dapat bersinergi dengan desain bangunan dan menyampaikan story yang tepat?”

“Tidak semua yang terlihat indah di render, siap diwujudkan di dunia nyata,” ujar Dion Masli, Direktur Utama Spasium. “Karena itu, di beberapa proyek kami memilih untuk mengembangkan ulang idenya — bukan sekadar menyalin bentuk dari render, tetapi memastikan artwork tetap punya karakter, memiliki story yang tepat, sekaligus realistis untuk diproduksi dan dipasang dengan baik.”

Menurut Spasium, proses realisasi artwork arsitektural yang matang idealnya melalui enam tahap: memahami konsep dan kebutuhan ruang, studi teknis dan struktur, eksplorasi material dan finishing, pembuatan mockup dan prototyping, koordinasi lintas pihak (arsitek, sipil, kontraktor), hingga review dan penyempurnaan akhir sebelum artwork siap direalisasikan.

Pendekatan ini telah diterapkan Spasium pada berbagai proyek residensial dan komersial di kawasan Jabodetabek dan berbagai kota besar di Indonesia, mulai dari sculpture skala landmark untuk area publik hunian hingga karya untuk residensi privat. Durasi pengerjaan tiap artwork umumnya berkisar 2,5 hingga 3 bulan, dengan material yang dipilih berdasarkan pertimbangan ketahanan jangka panjang dan kesesuaian konteks ruang — salah satunya painted steel untuk instalasi luar ruang.

“Artwork sebaiknya tidak dibahas terlalu belakangan dalam sebuah proyek,” tambah Dion Masli. “Sebab artwork bukan sekadar pelengkap visual, melainkan bagian dari perencanaan ruang itu sendiri.”

Spasium mengajak para pelaku industri properti, arsitek, dan desainer interior untuk melibatkan pertimbangan teknis dan produksi sejak tahap awal perencanaan artwork, guna menghindari risiko revisi berulang, pembengkakan biaya, dan mundurnya timeline proyek.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Menguatkan Semangat Kemanusiaan, NHM Menerjunkan Tim ERT Bantu Warga Terdampak Gempa M7,7 di Manggarai NTT

Manggarai, 27 Agustus 2026 — PT Nusa Halmahera Minerals (NHM),
pengelola Tambang Emas Gosowong, mengirimkan personel Emergency Response
Team
(ERT) ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu masyarakat terdampak
gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut 15
Agustus 2026. Gempa menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah dan berdampak
pada kehidupan masyarakat, mendorong NHM untuk hadir memberikan dukungan
kemanusiaan.

Setibanya di NTT, Tim ERT NHM bergabung dengan Tim ESDM Siaga
Bencana untuk mendukung penanganan darurat dan pelayanan kesehatan di Kecamatan
Reok, Kabupaten Manggarai. Tim yang diberangkatkan pada 20 Agustus 2026 ini
terdiri dari Zakaria Barham (Ketua Tim), Aristo Elly (rescuer), dan Elia
Samue Paliaky (paramedis), dengan membawa perlengkapan rescue dan
obat-obatan. Bersama Tim ESDM Siaga Bencana, mereka berkoordinasi dengan
Pemerintah Daerah untuk memetakan kondisi dan kebutuhan mendesak masyarakat
serta pengungsi, sekaligus menyalurkan bantuan obat-obatan ke Posko Medis.

Hasil koordinasi dan asesmen menjadi dasar dalam menentukan
prioritas bantuan berikutnya agar dukungan yang diberikan tepat sasaran dan
sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak. Selain distribusi obat-obatan,
Tim ERT NHM turut mendukung pelayanan kesehatan dasar dan dukungan psikososial,
melakukan asesmen kerusakan dan kebutuhan darurat, serta memberikan edukasi
mengenai keselamatan dan mitigasi bencana kepada masyarakat.

“Kehadiran kami di Nusa Tenggara Timur bukan sekadar membawa
bantuan, tetapi juga membawa kepedulian dan semangat kemanusiaan. Kami ingin
masyarakat yang terdampak gempa merasakan bahwa mereka tidak sendiri. Kami
hadir untuk membantu sesuai kemampuan kami dan memberikan dukungan terbaik bagi
saudara-saudara kita yang sedang menghadapi masa sulit ini,” ujar Zakaria
Barham.

Di lapangan, Tim ERT NHM menghadapi berbagai tantangan, mulai
dari akses jalan yang terdampak bencana, keterbatasan jaringan komunikasi,
hingga kondisi cuaca yang berubah-ubah. Namun, melalui koordinasi bersama Tim
ESDM Siaga Bencana, pemerintah daerah, dan relawan, dukungan medis dan logistik
dapat terus disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Bagi NHM, keterlibatan ini bukan hanya tentang memberikan
bantuan, tetapi juga tentang hadir bersama masyarakat di saat mereka
membutuhkan dukungan. Tim ERT NHM dijadwalkan bertugas hingga 26 Agustus 2026
untuk mendukung pelayanan dan penanganan darurat di wilayah terdampak.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Igloo: Masyarakat Indonesia Membeli Asuransi Perjalanan Dua Hari Sebelum Keberangkatan, dengan 79% Pelanggan Memprioritaskan Perlindungan Medis

Masyarakat Indonesia membeli asuransi perjalanan sesaat sebelum keberangkatan, dan perlindungan medis menjadi alasan utama mereka. Data terbaru yang dipublikasikan Igloo, perusahaan insurtech full-stack di Asia Tenggara yang membangun operating system untuk industri asuransi, menunjukkan bahwa median waktu antara pelanggan menerima penawaran dan waktu keberangkatan hanya dua hari. Bahkan, 30% pembelian dilakukan pada hari keberangkatan.

Sebanyak 92% pelanggan menyebut perlindungan medis sebagai pertimbangan utama, diikuti perlindungan terhadap kecelakaan fatal, keterlambatan perjalanan, dan kehilangan bagasi.

Laporan ini menggunakan data transaksi sepanjang tahun 2025 dari igloo.co.id, platform direct-to-consumer milik Igloo di Indonesia. Laporan ini mengulas dinamika permintaan sepanjang tahun, destinasi pilihan masyarakat Indonesia, jenis perlindungan yang dipilih, waktu pembelian, profil pelanggan, serta frekuensi pembelian ulang. Laporan lengkapnya tersedia di situs Igloo.

Penjualan November tercatat lebih dari dua kali lipat rata-rata bulanan

Penjualan asuransi perjalanan di Indonesia mencapai puncaknya pada November dan Desember, seiring meningkatnya perjalanan pada akhir tahun. Hal ini turut berkontribusi pada penjualan November yang tercatat lebih dari dua kali lipat rata-rata bulanan. Permintaan terlihat menurun pada April dan Mei, ketika periode pasca-Idulfitri mendorong masyarakat untuk lebih banyak melakukan perjalanan dalam negeri. Sepanjang tahun, 55% penawaran yang diberikan berujung pada pembelian polis, dengan tingkat konversi yang turut dipengaruhi oleh momentum perjalanan (holiday season) dan aktivitas promosi (campaign activity).

Perjalanan internasional menyumbang 65% dari total polis yang terjual dan paling banyak terjadi pada kuartal pertama dan keempat. Sementara itu, perjalanan domestik meningkat seiring datangnya berbagai hari raya dan periode liburan (festival calendar).

Perlindungan medis menjadi prioritas Utama, Covid-19 menjadi kekhawatiran paling rendah

Di berbagai destinasi dan jenis perjalanan, perlindungan medis menjadi prioritas utama. Sebanyak 92% pelanggan memilih perlindungan medis sebagai pertimbangan utama. Perlindungan terhadap kecelakaan fatal berada di posisi berikutnya dengan 62%, diikuti perlindungan atas keterlambatan perjalanan sebesar 61%, kehilangan barang pribadi sebesar 60%, dan keterlambatan bagasi sebesar 54%. Sementara itu, perlindungan Covid-19 kini berada di posisi terakhir dengan 23%, setelah sebelumnya menjadi salah satu fitur utama dalam produk perjalanan selama beberapa tahun.

Destinasi pilihan masyarakat Indonesia dan biaya asuransinya

Jepang menjadi destinasi internasional paling populer, menyumbang 26% dari total polis perjalanan internasional, dengan premi rata-rata sebesar USD 32. China dan Malaysia menyusul masing-masing sebesar 11%, kemudian Singapura sebesar 10% dan Thailand sebesar 9%.

Untuk perjalanan domestik, Malang menjadi destinasi terpopuler dengan 31% dari total polis, diikuti Bandung dan Denpasar yang masing-masing menyumbang 15%.

Perjalanan jarak jauh memiliki premi paling tinggi. Asuransi untuk perjalanan ke Eropa memiliki rata-rata premi sebesar USD 50 per polis, sementara perjalanan ke Australia dan Pasifik mencapai USD 44. Durasi perjalanan menjadi salah satu faktor utama yang menjelaskan perbedaan tersebut. Perjalanan internasional berlangsung rata-rata selama delapan hari, dibandingkan tiga hari untuk perjalanan domestik.

Masyarakat Indonesia masih menjadi pembeli last-minute

Median waktu antara penawaran dan keberangkatan tercatat hanya dua hari. Sebanyak 30% polis dibeli pada hari keberangkatan, sementara 67% dibeli dalam waktu satu minggu sebelum keberangkatan.

Wisatawan domestik membeli asuransi rata-rata satu hari sebelum keberangkatan, sementara wisatawan internasional membelinya enam hari sebelumnya. Rabu menjadi hari dengan pembelian tertinggi, yaitu 19% dari total penjualan. Sementara itu, akhir pekan menjadi periode dengan pembelian terendah, dengan Sabtu dan Minggu secara gabungan hanya menyumbang 17%. Waktu pembelian tertinggi terjadi antara pukul 18.00–20.00, sementara QR code menjadi metode pembayaran yang paling banyak digunakan, yaitu sebesar 43%.

Kode voucher hampir menggandakan tingkat konversi

Penawaran yang menggunakan kode voucher memiliki tingkat konversi sebesar 97%, dibandingkan 51% untuk penawaran tanpa kode voucher. Selisih 46 poin persentase ini mencerminkan kuatnya niat membeli, bukan sekadar pengaruh harga karena pelanggan yang mencari kode voucher umumnya telah memiliki keputusan untuk membeli.

Lima profil wisatawan

Rata-rata pelanggan berusia 36 tahun dan berada dalam usia produktif, dengan komposisi gender yang seimbang. Sepertiga pelanggan berasal dari pusat-pusat perkotaan utama di Indonesia.

Laporan ini mengidentifikasi lima profil wisatawan yang berbeda, dengan wisatawan yang bepergian dalam kelompok memiliki rata-rata premi tertinggi.

1. Wisatawan domestik membayar rata-rata premi USD 10 dan membeli asuransi tiga hari sebelum keberangkatan.

2. Wisatawan regional membayar rata-rata USD 19 dan membeli asuransi 11 hari sebelum keberangkatan

3. Wisatawan dalam kelompok memiliki rata-rata premi tertinggi, yaitu USD 45, dan membeli asuransi 17 hari sebelum keberangkatan.

4. Pelanggan loyal yang melakukan pembelian ulang membayar rata-rata USD 28 dan membeli asuransi 18 hari sebelum keberangkatan.

5. Wisatawan jarak jauh merencanakan perjalanan paling awal, yaitu 31 hari sebelum keberangkatan, dengan rata-rata premi USD 44. Mereka juga memprioritaskan perlindungan evakuasi medis dan pembatalan perjalanan.

Dua dari lima pelanggan kembali membeli

Sebanyak 41% pelanggan telah membeli asuransi setidaknya dua kali, dengan rata-rata empat polis per pelanggan. Mereka juga membayar premi 31% lebih tinggi per polis dibandingkan pelanggan yang baru pertama kali membeli. Pelanggan yang melakukan pembelian ulang juga melakukan perjalanan lebih lama dan merencanakannya lebih jauh sebelumnya, dengan rata-rata waktu pembelian 18 hari sebelum keberangkatan, dibandingkan 12 hari untuk pelanggan pertama kali. Mereka juga cenderung membeli asuransi untuk setiap perjalanan, bukan menggunakan paket tahunan.

Pelanggan yang melakukan pembelian ulang juga cenderung tetap berada dalam kategori perjalanan yang sama. Pelanggan yang sebelumnya membeli untuk perjalanan domestik tetap memilih perjalanan domestik, sementara pelanggan perjalanan internasional tetap berada dalam kategori internasional. Hal ini membatasi peluang cross-sell antar kategori perjalanan. Mereka juga cenderung membutuhkan lebih sedikit bantuan dalam proses pembelian, karena dapat mengandalkan perangkat AI Igloo dan riwayat pembelian mereka sendiri untuk mencari informasi hingga menyelesaikan pembelian secara mandiri.

“Pembelian asuransi perjalanan di saat-saat terakhir menunjukkan bahwa masyarakat belum menjadikan perlindungan perjalanan sebagai bagian dari perencanaan perjalanan. Mereka membeli ketika ada sesuatu yang mengingatkan mereka, biasanya pada malam hari dan sering kali bahkan di hari keberangkatan. Hal ini menunjukkan bahwa customer journey harus cukup singkat untuk dipahami dan dapat diselesaikan melalui perangkat mobile hanya dalam beberapa menit,” ujar Raunak Mehta, Co-Founder dan CEO Igloo. “Hal ini turut membentuk fitur AI terbaru kami, yaitu agen berbasis chat yang memandu pelanggan mulai dari tahap pencarian hingga pembelian.”

Memaksimalkan penggunaan asuransi dalam kebiasaan perjalanan masyarakat Indonesia

Seiring dengan tren perjalanan internasional yang semakin menguat pasca pandemi, penetrasi asuransi perjalanan di Indonesia masih tergolong rendah karena berbagai hambatan struktural dan pengalaman pengguna, mulai dari halaman produk yang dipenuhi jargon, minimnya panduan bagi pengguna dalam memilih produk dan paket dari berbagai penyedia asuransi, hingga keterbatasan akses di luar jam operasional.

Pada Juni 2026, Igloo meluncurkan Igi, asisten AI end-to-end untuk asuransi perjalanan di Indonesia. Igi memandu wisatawan dalam seluruh proses, mulai dari memilih destinasi dan membandingkan paket hingga mendapatkan rekomendasi yang dipersonalisasi, melakukan pembayaran, dan menerbitkan polis dalam satu percakapan. Berbeda dari chatbot atau layanan customer support berbasis AI, Igi mampu menangani seluruh proses pembelian secara mandiri.

Sejak diluncurkan, pengguna yang berinteraksi dengan Igi memiliki kemungkinan 44% lebih tinggi untuk menyelesaikan pembelian asuransi perjalanan dibandingkan dengan pengguna yang hanya menggunakan situs web.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES