PetroSync Delivers API 510 Training to Help Engineers Pass Certification

Pass API 510 certification with PetroSync training. Build practical inspection skills, improve exam readiness, and grow your engineering career with confidence.

Many engineers in oil and gas have faced this moment: you’re ready to move forward, but certification still feels like a barrier. You’ve handled real field challenges, yet the exam still feels uncertain.

This isn’t about capability. It’s about preparation. Without the right approach, even experienced engineers can struggle, and career progress starts to slow down.

When Certification Becomes a Barrier to Career Growth

Certification should open doors, but for many engineers, it becomes a bottleneck. The longer it gets delayed, the more it affects confidence and career progression.

Without a clear structure, preparation feels scattered, making it harder to stay consistent and fully ready for the exam.

1. Many Engineers Delay Certification Due to Low Confidence in Exam Readiness

Many engineers delay certification for 6–12 months due to low confidence. Without structured preparation, study efforts become scattered, reducing readiness and increasing hesitation before taking the exam.

2. Understanding Codes Feels Overwhelming Without Practical Context

Engineers often spend 40–60 hours reviewing codes but still struggle to understand them. Without real context, concepts feel abstract and difficult to apply during actual exam scenarios.

3. Limited Hands-On Practice Makes It Hard to Apply Knowledge in Exams

Without enough practice, engineers may struggle with 30–40% of scenario-based questions. Knowing theory alone is not enough when the exam requires applying knowledge in real situations.

4. Failing Once Often Reduces Motivation to Retake the Certification

After failing once, many engineers delay retaking the exam for 6–12 months. This gap reduces retention and confidence, making the next attempt feel even more difficult.

At this point, many engineers start questioning whether certification is really within reach. The longer it’s delayed, the heavier it feels to restart.

But the real issue is not the exam itself—it’s the lack of a clear and structured way to prepare for it.

How Engineers Can Improve Their Chances of Passing API 510 Certification

Passing the certification is not about studying more, but studying with the right direction. Engineers need a structured approach that focuses on understanding, application, and exam mindset.

With the right method, preparation becomes more focused, efficient, and aligned with how the API 510 exam is actually designed.

1. Focus on Understanding Real Inspection Scenarios, Not Just Theory

Engineers who focus on real inspection scenarios in API 510 can improve answer accuracy by up to 30–40%. This approach connects theory with application and makes situational questions easier to interpret.

2. Strengthen Exam Readiness through Structured API 510 Training

Through API 510 Training, engineers follow a structured learning path over 40–60 hours. This focused preparation helps them understand API 510 concepts more clearly compared to unstructured self-study.

3. Practice Applying Knowledge to Case-Based Questions and Situations

Practicing case-based questions based on API 510 scenarios can improve response accuracy by up to 25–30%. Repeated exposure helps engineers recognize patterns and respond more effectively during the exam.

4. Build Confidence by Mastering Key Concepts in API 510

Engineers who master key concepts in API 510 can reduce hesitation by around 30–50%. Strong fundamentals help them evaluate options faster and choose answers with greater confidence.

When preparation becomes structured and practical, the exam is no longer something to avoid—it becomes something you’re ready to face.

And this is where the right training approach starts to make a real difference.

Why PetroSync Helps Engineers Move Forward with Confidence

At some point, engineers realize that passing certification requires more than effort. It requires the right structure, guidance, and learning experience that truly reflects real conditions.

PetroSync focuses on delivering training that is practical, relevant, and directly applicable to both API 510 exam requirements and real-world challenges.

1. Training Designed Around Real Exam Patterns and Field-Relevant Cases

The program is built based on real API 510 exam patterns and field cases. Participants learn how questions are structured and how to approach them using realistic inspection situations, not just theory.

2. Clear Learning Path That Simplifies Complex Concepts for Engineers

PetroSync provides a structured learning path that breaks down API 510 concepts into manageable steps. Engineers can follow the process more easily without feeling overwhelmed during preparation.

3. Guided Preparation to Help Participants Pass Certification and Grow Their Careers

Participants receive guided preparation throughout the program, helping them stay consistent and focused. This support builds confidence and improves readiness before taking the API 510 certification exam.

In the end, certification is not about how much you know, but how well you are prepared. Without the right strategy, even experienced engineers can struggle to pass.

In an industry where competition continues to grow, those who move forward are the ones who take control. If certification keeps getting delayed, your career will move at the same pace.

Now is the time to build that confidence, take control of your preparation, and move forward with PetroSync.

Bin Zayed International Jajaki Investasi Air Bersih Jakarta, PAM JAYA Tegaskan Kolaborasi untuk Percepatan Layanan 100 Persen

Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, menyampaikan bahwa kerja sama dengan berbagai pihak merupakan bagian dari strategi PAM JAYA dalam menjawab tantangan pelayanan air bersih di Jakarta. “Arahan Bapak Gubernur dan Bapak Wagub sangat jelas, bahwa pemenuhan layanan dasar warga harus dilakukan secara serius, terukur, dan terbuka terhadap kolaborasi. PAM JAYA memiliki target besar untuk mencapai 100 persen cakupan layanan air minum di Jakarta. Karena itu, kami perlu membangun kerja sama dengan mitra-mitra yang memiliki kapasitas, pengalaman, teknologi, dan komitmen jangka panjang,” ujar Arief.

Bin Zayed International Jajaki Investasi Air Bersih Jakarta, PAM JAYA Tegaskan Kolaborasi untuk Percepatan Layanan 100 Persen

Kuala Lumpur, 27 April 2026

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PAM JAYA terus memperkuat langkah strategis untuk memastikan ketersediaan air bersih yang berkelanjutan bagi warga Jakarta. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui penjajakan kerja sama dengan Bin Zayed International, perusahaan internasional dengan portofolio bisnis luas di berbagai sektor strategis, mulai dari properti, energi, konstruksi, teknologi informasi, hingga pengembangan infrastruktur.

Kunjungan PAM JAYA ke Malaysia ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan pihak Bin Zayed International sebelumnya ke Balai Kota DKI Jakarta untuk bertemu dengan Gubernur Jakarta. Pertemuan tersebut membuka ruang komunikasi awal mengenai potensi kerja sama strategis, khususnya dalam mendukung pengembangan infrastruktur dasar dan layanan perkotaan di Jakarta.

Penjajakan kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta dan PAM JAYA dalam mempercepat pemenuhan cakupan layanan air minum 100 persen di Jakarta. Sebagai tindak lanjut komunikasi yang telah dibangun, pada hari ini juga dilakukan penandatanganan Non-Disclosure Agreement atau NDA antara Bin Zayed International dan PAM JAYA. Penandatanganan NDA ini menjadi langkah awal untuk membuka ruang pertukaran data, kajian teknis, serta pembahasan lebih rinci terkait potensi kerja sama pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum atau SPAM di Jakarta.

Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, menyampaikan bahwa kerja sama dengan berbagai pihak merupakan bagian dari strategi PAM JAYA dalam menjawab tantangan pelayanan air bersih di Jakarta. “Arahan Bapak Gubernur dan Bapak Wagub sangat jelas, bahwa pemenuhan layanan dasar warga harus dilakukan secara serius, terukur, dan terbuka terhadap kolaborasi. PAM JAYA memiliki target besar untuk mencapai 100 persen cakupan layanan air minum di Jakarta. Karena itu, kami perlu membangun kerja sama dengan mitra-mitra yang memiliki kapasitas, pengalaman, teknologi, dan komitmen jangka panjang,” ujar Arief.

Menurut Arief, tantangan PAM JAYA tidak hanya terletak pada perluasan cakupan layanan, tetapi juga pada upaya menekan tingkat Non-Revenue Water atau NRW. Tantangan tersebut semakin kompleks karena Jakarta merupakan kota padat dengan karakter infrastruktur bawah tanah yang sangat dinamis.

“Pengurangan NRW menjadi salah satu pekerjaan besar PAM JAYA. Di Jakarta, tantangannya tidak sederhana karena kepadatan bangunan, jaringan utilitas yang kompleks, dan kebutuhan layanan yang terus meningkat. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Bin Zayed International, menjadi penting untuk melihat kemungkinan dukungan teknologi, investasi, dan pengalaman internasional yang relevan bagi Jakarta,” tambah Arief.

Selain berminat pada pengembangan SPAM, Bin Zayed International juga menyampaikan perhatian terhadap agenda pembangunan infrastruktur strategis Jakarta, termasuk potensi keterlibatan dalam pengembangan Giant Sea Wall. Ketertarikan ini sejalan dengan transformasi Jakarta sebagai kota global yang membutuhkan infrastruktur besar, tangguh, dan berkelanjutan.

PAM JAYA sendiri tidak hanya menjalin komunikasi dengan pihak Malaysia. Sebelumnya, PAM JAYA juga telah membuka komunikasi dengan sejumlah pihak dari negara lain, antara lain Turki dan Swiss, dalam rangka menjajaki peluang kerja sama, pertukaran pengetahuan, serta pemanfaatan teknologi terkini yang dapat mendukung peningkatan operasional dan kualitas layanan air bersih di Jakarta.

“Penandatanganan NDA ini bukan sekadar formalitas administratif. Ini adalah pintu masuk untuk memastikan setiap proses kerja sama dilakukan secara profesional, akuntabel, dan berbasis kajian yang matang. PAM JAYA akan terus menjaga prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta kepentingan warga Jakarta sebagai prioritas utama,” tegas Arief.

Dengan penjajakan kerja sama ini, Pemprov DKI Jakarta dan PAM JAYA berharap dapat memperluas opsi kolaborasi strategis dalam penyediaan air bersih, penguatan infrastruktur perkotaan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat Jakarta. Kerja sama ini juga diharapkan menjadi bagian dari langkah Jakarta membangun jejaring internasional menuju kota global yang berdaya saing, berketahanan, dan tetap berpihak pada kebutuhan dasar warganya.

-Selesai –

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Masih Maraknya Pinjol Ilegal, Adapundi Berikan Literasi dan Inklusi Keuangan pada Mahasiswa dan UMKM di Bali

PT Info Tekno Siaga (Adapundi) kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas akses keuangan yang bertanggung jawab melalui kegiatan literasi dan inklusi keuangan bertema “Kupas Inovasi Keuangan Digital: Dorong Inklusi dan Literasi Bersama Pindar” yang digelar pada Jumat, 17 April 2026, di Universitas Udayana, Jimbaran, Bali.

Kegiatan ini menyasar dua segmen strategis, yakni mahasiswa jurusan pariwisata dan pelaku UMKM di Bali. Fokus tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan tingkatan literasi keuangan pada kelompok masyarakat produktif.

Literasi Keuangan: Fondasi Inklusi Keuangan yang Berkelanjutan

Meski akses terhadap layanan keuangan digital semakin luas, pemahaman masyarakat dalam menggunakannya secara tepat dan aman masih perlu terus diperkuat. Tantangan tersebut terlihat dari masih adanya aduan terkait pinjaman online ilegal yang datang dari berbagai kelompok masyarakat.

YLPK Bali pada 2023 bahkan pernah menyampaikan bahwa aduan soal pinjol ilegal datang dari beragam kalangan, mulai dari mahasiswa hingga korban PHK, dan pada puncaknya pernah mencapai sekitar 200-an laporan dalam sehari.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan literasi keuangan tetap menjadi kebutuhan penting, termasuk di Bali yang memiliki keterkaitan erat dengan industri pariwisata. Dalam konteks ini, penguatan pemahaman keuangan bagi mahasiswa dan pelaku UMKM menjadi semakin relevan agar mereka lebih siap mengelola keuangan, memanfaatkan pembiayaan secara produktif, serta menghadapi dinamika ekonomi daerah secara lebih bijak.

Meski demikian, tingginya akses belum selalu diikuti oleh pemahaman yang merata mengenai cara menggunakan layanan keuangan secara tepat. Kesenjangan ini menjadi penting untuk diperhatikan, terutama di kalangan mahasiswa dan pelaku UMKM yang semakin dekat dengan layanan keuangan digital dalam aktivitas sehari-hari.

Terutama bagi Bali yang kuat dengan industri pariwista, peningkatan literasi keuangan bagi mahasiswa dan pelaku UMKM menjadi penting agar mereka lebih siap mengelola keuangan, memanfaatkan pembiayaan secara produktif, dan menghadapi dinamika ekonomi daerah secara lebih bijak.

Melalui kegiatan literasi keuangan ini, Adapundi sebagai pinjaman daring yang legal dan berizin OJK, memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar menyediakan akses pembiayaan. Industri juga perlu mengambil bagian dalam membangun pemahaman masyarakat mengenai manfaat, risiko, dan tanggung jawab dalam penggunaan layanan keuangan digital.

Adapundi berharap masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap layanan finansial, tetapi juga memahami cara menggunakannya secara tepat.

Achmad Indrawan, selaku Direktur Utama Adapundi, yang menjadi pembicara dalam kegiatan literasi kali ini mengatakan,“Keputusan finansial hari ini, menentukan masa depan kita. Melalui literasi finansial yang dihadirkan Adapundi, kami berharap mahasiswa dan UMKM bisa lebih mindful dalam meminjam—lebih bijak, lebih bertanggung jawab, dan membangun perjalanan finansial yang sehat ke depan.”

Bagi kalangan mahasiswa, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan sejak dini menjadi semakin relevan. Kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan, mengelola arus kas, serta memahami konsekuensi dari keputusan pinjaman merupakan bagian penting dari pembentukan perilaku finansial yang sehat.

Karena itu, program edukasi keuangan yang menyasar generasi muda dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat fondasi keuangan masyarakat di masa depan.

Mahasiswa dan UMKM Rasakan Manfaat Langsung Program Edukasi Finansial dari Adapundi

Kegiatan literasi keuangan dari Adapundi ini disambut positif oleh para peserta acara. Hal ini terlihat dari antusiasme dan keterlibatan aktif mereka selama acara berlangsung. Para peserta merasa program ini mampu memberikan rasa aman di tengah maraknya tawaran pinjaman ilegal.

Materi yang disampaikan membantu peserta memahami cara memanfaatkan layanan keuangan digital secara lebih bijak, mengenali pentingnya memilih layanan yang legal dan terpercaya, serta mendorong penggunaan pembiayaan untuk kebutuhan yang produktif.

Bagi mahasiswa dan pelaku UMKM di Bali, pemahaman tersebut menjadi semakin relevan. Sebagai kelompok produktif yang terhubung dengan dinamika ekonomi daerah yang kuat di industri pariwisata, keduanya membutuhkan literasi keuangan yang memadai agar lebih siap mengelola keuangan, mengambil keputusan finansial secara terukur, dan memanfaatkan akses pembiayaan secara bertanggung jawab.

Bany Idris Susilo Wijaya, Ketua BEM Fakultas Pariwisata Universitas Udayana, menyatakan,“Program ini sangat relevan bagi kami sebagai mahasiswa yang masih belajar mengelola keuangan. Kami jadi lebih memahami pentingnya memilih layanan keuangan yang legal dan bagaimana mengambil keputusan finansial secara lebih bijak ke depannya.”

Senada dengan hal tersebut, Satyuli Prihartati, seorang pelaku UMKM, merasa lebih percaya diri bahwa pinjaman daring bisa membantu dirinya mengembangkan usaha.

“Melalui literasi finansial seperti ini, saya jadi lebih memahami bagaimana memanfaatkan pinjaman secara bijak untuk mendukung usaha. Program ini juga menjawab kekhawatiran saya dalam menggunakan layanan pinjaman daring, sehingga terasa lebih aman dan terarah dalam mengelola keuangan usaha.”, jelas Satyuli.

Tingkat Literasi Mendukung Strategi Bisnis yang Berkelanjutan

Adapundi memandang bahwa pertumbuhan bisnis yang sehat perlu ditopang oleh ekosistem yang berkualitas. Oleh karena itu, perusahaan terus mengoptimalkan pemanfaatan data dan teknologi guna mendukung penilaian kredit yang lebih inklusif sekaligus tetap menjaga kualitas portofolio.

Pendekatan ini memungkinkan perusahaan menjangkau lebih banyak profil pengguna secara bertanggung jawab, tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.

Dalam konteks tersebut, tingkat literasi keuangan memiliki peran yang sangat penting. Semakin baik tingkatan literasi keuangan masyarakat, semakin besar pula peluang terciptanya keputusan finansial yang rasional, pengelolaan pinjaman yang sehat, dan penggunaan pembiayaan yang produktif.

Pemahaman atas tingkatan literasi keuangan juga menjadi landasan penting untuk membangun ekosistem keuangan digital yang lebih kuat dalam jangka panjang.

Sebagai bagian dari ekosistem pinjaman daring di Indonesia yang telah dipercaya oleh 30 juta lebih pengguna, Adapundi meyakini bahwa akses keuangan yang luas perlu berjalan beriringan dengan pemahaman yang baik, sehingga manfaat layanan keuangan digital dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat, khususnya generasi muda dan pelaku UMKM.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Sistem Teknologi LRT Jabodebek Jadi Kunci Keselamatan Operasional untuk Kenyamanan Pelanggan

LRT Jabodebek mengoperasikan sistem persinyalan CBTC dengan otomasi GOA3 yang didukung ATP untuk jaga jarak dan kecepatan aman, serta ATO untuk kendali presisi. Infrastruktur kelistrikan dipisah antara stasiun dan operasional, lengkap dengan cadangan di setiap titik. Ditambah SDM yang rutin simulasi, sistem terintegrasi ini memastikan layanan tetap efisien, tepat waktu, dan aman di tengah dinamika urban.

Sebagai transportasi publik yang beroperasi di kawasan perkotaan dengan mobilitas tinggi, LRT Jabodebek dirancang untuk menjawab kebutuhan perjalanan yang efisien, nyaman, dan tepat waktu dengan keselamatan sebagai prioritas utama. Dalam konteks tersebut, penerapan sistem teknologi menjadi elemen utama dalam menjaga keselamatan operasional di tengah dinamika dan berbagai potensi risiko yang dihadapi di wilayah urban.

Karakteristik transportasi urban yang padat dan dinamis membuat LRT Jabodebek menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan moda transportasi lainnya, mulai dari fluktuasi jumlah pengguna, perubahan kondisi cuaca yang dapat memengaruhi sistem, hingga tuntutan ketepatan waktu perjalanan yang berdampak kenyamanan dan kepercayaan pengguna. Untuk itu, sistem operasional LRT tidak hanya mengandalkan keandalan sarana prasana, tetapi juga didukung oleh teknologi terintegrasi yang mampu mengantisipasi berbagai kondisi tersebut.

KAI mengoperasikan sistem persinyalan LRT Jabodebek menggunakan teknologi CBTC (Communication-Based Train Control) dengan otomasi GOA3. Sistem GOA3 (Grade of Automation Level 3) adalah tingkat otomatisasi kereta di mana pengoperasian dilakukan secara otomatis tanpa masinis (driverless). Namun demikian, terdapat train attendant di dalam kereta untuk penanganan dalam situasi khusus. Sistem ini menggunakan teknologi Communication-Based Train Control (CBTC) untuk menjaga keamanan dan kecepatan.

Dalam sistem GOA3 tersebut mencakup faktor Keselamatan yang dijamin oleh ATP (Automatic Train Protection) untuk mencegah pelanggaran kecepatan, menjaga jarak aman, dan mengerem otomatis saat mendeteksi adanya sinyal bahaya, serta ATO (Automatic Train Operation) yang mengendalikan perjalanan kereta secara presisi, didukung komunikasi real-time dan prinsip fail-safe sehingga kereta akan berhenti otomatis jika terjadi gangguan.

Di sisi infrastruktur, sistem kelistrikan LRT Jabodebek dirancang secara terpisah antara kebutuhan fasilitas stasiun dan operasional perjalanan, seperti sarana dan prasarana. Setiap sistem dilengkapi dengan cadangan di masing-masing stasiun, sehingga operasional tetap dapat berlangsung meskipun terjadi gangguan pada salah satu komponen.

Selain dukungan teknologi, kesiapan operasional juga diperkuat melalui sumber daya manusia yang terlatih. Petugas secara berkala menjalani pelatihan dan simulasi untuk memastikan respons yang sigap dalam menghadapi berbagai kondisi di lapangan.

Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan bahwa pendekatan teknologi yang diterapkan merupakan bagian dari strategi mitigasi risiko yang disesuaikan dengan karakteristik transportasi perkotaan.

“Sebagai transportasi urban, LRT Jabodebek memiliki kompleksitas operasional yang berbeda. Dengan sistem teknologi yang terintegrasi dan adaptif, LRT Jabodebek mampu mengantisipasi berbagai potensi risiko serta menjaga keselamatan dan keandalan layanan secara konsisten,” ujarnya.

Dengan dukungan sistem yang terintegrasi dan pendekatan mitigasi risiko yang komprehensif, LRT Jabodebek terus memperkuat perannya sebagai moda transportasi modern yang tidak hanya efisien, tetapi juga tangguh dalam menghadapi dinamika mobilitas perkotaan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bank Raya Gencarkan Program Loyalitas Nasabah, Dukung Perwujudan Percepatan Inklusi Keuangan Digital Nasional

Bank Raya Gencarkan Program Loyalitas Nasabah, Dukung Perwujudan Percepatan Inklusi Keuangan Digital Nasional

Bank Raya, bank digital bagian dari BRI Group, terus memperkuat komitmennya untuk percepatan inklusi keuangan digital di masyarakat melalui berbagai program menarik dan apresiasi untuk loyalitas nasabah. Kini nasabah dapat memanfaatkan Raya Poin di Aplikasi Raya untuk mendapatkan keseruan mengumpulkan poin dari beragam transaksi seperti pembukaan rekening, penambahan saldo tabungan, setoran awal, hingga transaksi harian seperti transfer BI-Fast, top-up e-wallet, dan pembayaran QRIS, untuk kemudian ditukarkan ke dengan berbagai hadiah langsung dan beragam reward lainnya hingga 31 Januari 2027.

Untuk mewujudkan aspirasi nasabah dalam bertransaksi perbankan secara lebih praktis dan mudah, Bank Raya aktif mengembangkan produk dan layanan dan sepanjang tahun 2025 telah menghadirkan lebih dari 111 fitur pada Aplikasi Raya yang relevan dengan kebutuhan nasabah, yang diimbangi dengan peningkatan transaksi Aplikasi Raya 16,3% (yoy) dan mencapai 4,7 juta transaksi. Sementara itu, sepanjang Mei 2025 hingga Januari 2026 akumulasi Raya Poin Nasabah sebanyak lebih dari 2 miliar poin, hal ini menunjukkan antusiasme nasabah yang tinggi dalam bertransaksi menggunakan Aplikasi Raya.

Kicky Andrie Davetra, Direktur Bisnis Bank Raya mengatakan, “Kami memahami kebutuhan nasabah akan layanan keuangan yang cepat, mudah, dan memberikan manfaat lebih. Sehingga dengan adanya berbagai inovasi layanan, termasuk dalam program loyalitas, kami senantiasa berkomitmen menghadirkan sejumlah nilai tambah terbaik yang memberi manfaat ekstra kepada nasabah setia kami.”

Selain menghadirkan program loyalitas bagi nasabah melalui Raya Poin, Bank Raya juga terus melakukan inovasi untuk semakin melengkapi kemudahan transaksi di Aplikasi Raya seperti hadirnya fitur QRIS Tampil. Fitur ini memungkinkan nasabah melakukan pembayaran secara praktis dengan hanya menampilkan kode QR kepada merchant untuk dipindai. Proses penggunaannya sangat sederhana, cukup masuk ke menu QRIS di aplikasi dan memilih “Tampilkan QRIS Bayar”.

Kehadiran fitur QRIS Tampil juga diharapkan dapat mendorong peningkatan penggunaan transaksi non-tunai di berbagai sektor, khususnya pada pelaku usaha dan merchant yang telah terintegrasi dengan sistem QRIS. Dengan proses pembayaran yang lebih cepat dan seamless, nasabah maupun merchant dapat merasakan efisiensi operasional serta peningkatan kenyamanan dalam bertransaksi sehari-hari.

“Kami percaya bahwa kemudahan akses, keamanan, serta nilai tambah dalam setiap transaksi adalah kunci dalam membangun kepercayaan nasabah. Sebagai bank digital, Bank Raya berkomitmen untuk terus mengambil peran dalam percepatan inklusi keuangan di masyarakat. Bank Raya akan terus menghadirkan solusi digital yang tidak hanya relevan, tetapi juga memberikan dampak positif dalam kehidupan finansial masyarakat,”  Tutup Kicky.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

AI Center Makassar dan GDGoC UNM Kembali Gelar Study Jam Robotics dan IoT Bahas Koneksi ESP32 ke Web

Study Jam Robotics dan IoT kembali digelar oleh AI Center Makassar dan GDGoC UNM, membahas integrasi ESP32 ke web untuk memperkuat keterampilan talenta muda.

Makassar – AI Center Makassar bersama Google Developer Group on Campus Universitas Negeri Makassar (GDGoC UNM) kembali menggelar “Study Jam Robotics & IoT #3: Connecting ESP32 to the Web” pada 24 April 2026 di Telkom AI Center of Excellence Makassar. Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 20 orang, yang terdiri dari member dan core team.

Materi inti dibawakan oleh Syahrur Adhe Pratama dengan Juhariah Ningrum sebagai moderator. Peserta diajak memahami bagaimana perangkat ESP32 dapat terhubung ke jaringan internet dan berkomunikasi dengan layanan berbasis web, termasuk melalui simulasi di platform Wokwi. Melalui pendekatan ini, peserta memperoleh gambaran praktis mengenai alur komunikasi data dari perangkat ke server secara real-time.

Secara umum, ESP32 merupakan salah satu mikrokontroler yang banyak digunakan dalam pengembangan IoT karena telah dilengkapi fitur WiFi dan Bluetooth. Kemampuan ini memungkinkan perangkat untuk terhubung langsung ke internet maupun jaringan lokal, sehingga banyak dimanfaatkan dalam berbagai implementasi seperti smart home, monitoring berbasis sensor, hingga sistem otomasi.

Selain itu, penggunaan simulator seperti Wokwi turut mendukung proses pembelajaran yang lebih efisien. Melalui platform ini, peserta dapat melakukan simulasi koneksi, pengujian program, hingga eksplorasi integrasi dengan layanan berbasis web tanpa harus bergantung sepenuhnya pada perangkat fisik.

Program Lead Telkom AI Connect, Mizan Lazuardi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapan talenta digital dalam menghadapi kebutuhan industri. “Kemampuan menghubungkan perangkat ke web menjadi salah satu keterampilan penting dalam pengembangan IoT saat ini. Melalui Study Jam ini, kami ingin memastikan peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara langsung,” ujarnya.

Salah satu peserta, Muhammad Azzumardi, yang merupakan member GDGoC Universitas Negeri Makassar, menilai kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif. “Materinya sangat keren karena langsung praktik menghubungkan ESP32 ke web, jadi kami bisa memahami bagaimana sistem IoT bekerja,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, AI Center Makassar tidak hanya mendukung pengembangan talenta digital di bidang kecerdasan buatan (AI), tetapi juga pada bidang lain yang relevan seperti robotics dan IoT, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan komunitas developer dalam menghadirkan pembelajaran berbasis praktik.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tren Pernikahan Lebih Intimate Meningkat, Hotel di Palembang Tawarkan Paket Mulai Rp 128.000 per Tamu

Tren pernikahan di Indonesia bergeser ke arah konsep intimate dan efisien. Menjawab kebutuhan tersebut, Ayola Sentosa Palembang menghadirkan paket pernikahan mulai Rp128.000 per tamu dengan fasilitas lengkap, menyasar pasangan muda yang mengutamakan pengalaman personal dan pengelolaan biaya yang lebih bijak.

Palembang — Tren pernikahan di Indonesia mulai bergeser. Jika sebelumnya pesta berskala besar menjadi pilihan utama, kini semakin banyak pasangan memilih konsep yang lebih intimate, efisien, dan personal. Pergeseran ini didorong oleh perubahan gaya hidup generasi muda, efisiensi biaya, hingga keinginan menghadirkan pengalaman yang lebih bermakna.

Menjawab tren tersebut, Ayola Sentosa Hotel Palembang menghadirkan serangkaian paket pernikahan yang dirancang untuk berbagai kebutuhan, dengan harga yang relatif kompetitif, mulai dari Rp 128.000 nett per pax.

Paket Fleksibel di Tengah Perubahan Preferensi Pasar

Pihak manajemen Ayola Sentosa Palembang melihat adanya perubahan signifikan dalam pola permintaan pasar, khususnya dari pasangan usia produktif.

“Pasangan saat ini cenderung mengutamakan pengalaman yang lebih personal dibandingkan skala acara. Mereka ingin momen yang hangat, terkurasi, namun tetap efisien dari sisi biaya,” ungkap perwakilan manajemen Ayola Sentosa Palembang.

Sebagai respons, hotel ini menawarkan beberapa pilihan paket yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan:

1. Wedding Package – Mulai Rp128.000/pax

Paket ini menyasar segmen pasangan yang tetap menginginkan pernikahan dengan skala cukup besar namun dengan pengelolaan biaya yang lebih terkontrol.

Fasilitas yang ditawarkan mencakup:

10 pilihan menu buffet

Stall untuk 100 tamu

1 kamar Deluxe

Dekorasi kamar standar dengan sentuhan honeymoon style

Sistem suara standar dan screen projector

Food testing untuk 6 orang

2. Intimate Wedding Package – Rp 16.400.000/ 100 pax

Konsep intimate wedding menjadi salah satu tren dominan dalam beberapa tahun terakhir. Paket ini dirancang untuk menghadirkan suasana yang lebih eksklusif dan personal.

Fasilitas meliputi:

Venue selama 5 jam

10 pilihan menu buffet

1 kamar Business dengan dekorasi standar

Hiburan berupa solo keyboard dan singer

3. Engagement Package – Rp 6.300.000 / 30 pax

Selain pernikahan, Ayola juga menyediakan paket lamaran yang semakin diminati sebagai bagian dari rangkaian acara menuju hari pernikahan.

Fasilitas meliputi:

Venue selama 4 jam

10 pilihan menu buffet

Sistem suara standar dan screen projector

Efisiensi Biaya Jadi Pertimbangan Utama

Dengan harga mulai dari Rp 128.000 per tamu, paket yang ditawarkan tergolong kompetitif di kelas hotel bintang menengah di Palembang. Jika dikalkulasikan, pasangan dapat menggelar acara dengan estimasi biaya yang lebih terkendali, tanpa harus mengorbankan elemen penting seperti venue, konsumsi, dan fasilitas pendukung.

Kondisi ini sejalan dengan preferensi pasar saat ini, di mana pasangan cenderung:

Mengalokasikan anggaran secara lebih selektif

Mengutamakan kualitas pengalaman tamu

Meminimalkan kompleksitas perencanaan acara

Hospitality Berperan dalam Perubahan Tren Pernikahan

Industri perhotelan turut beradaptasi dengan perubahan ini dengan menawarkan paket yang lebih modular dan fleksibel. Tidak hanya menyediakan venue, hotel kini berperan sebagai one-stop solution yang mencakup kebutuhan dekorasi, konsumsi, hingga akomodasi.

Ayola Sentosa Palembang memposisikan diri dalam segmen tersebut dengan mengedepankan konsep “affordable comfort with experience value”, yang menyasar pasar pasangan muda dan keluarga urban.

Mendorong Aktivitas Sosial dan Ekonomi Lokal

Selain memenuhi kebutuhan konsumen, paket pernikahan ini juga berpotensi mendorong aktivitas ekonomi lokal, mulai dari vendor dekorasi, hiburan, hingga penyedia jasa dokumentasi.

Acara pernikahan, meskipun dalam skala lebih kecil, tetap menjadi salah satu penggerak sektor hospitality dan event di daerah.

Dengan perubahan tren yang semakin mengarah pada konsep intimate dan efisien, penyedia jasa perhotelan dituntut untuk menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan pasar. Paket pernikahan yang fleksibel dan terjangkau menjadi salah satu strategi untuk tetap kompetitif di tengah dinamika industri.

Ayola Sentosa Palembang menjadi salah satu contoh bagaimana pelaku industri merespons perubahan tersebut dengan menawarkan alternatif yang lebih adaptif bagi calon pengantin.

Untuk mengetahui lebih lanjut :

📞 Informasi & Reservasi: 0896-5417-8928
Follow akun instagram : @Ayolasentosa.palembang

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pemerintah Indonesia Akui Kripto sebagai Sektor Usaha

Jakarta, 27 April 2026 — Pemerintah Indonesia resmi memperbarui Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) sebagai langkah strategis dalam merespons pesatnya pertumbuhan ekonomi digital dan munculnya berbagai model bisnis baru. Pembaruan yang diumumkan pada Kamis (23/4) ini mencakup sejumlah sektor penting seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence), aset kripto, hingga teknologi terkait perubahan iklim.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa pembaruan KBLI bertujuan untuk mengakomodasi sektor-sektor strategis yang sebelumnya belum terpetakan secara komprehensif dalam sistem klasifikasi nasional.

“Dalam pembaruan ini, sektor ekonomi digital, artificial intelligence, hingga aset kripto telah masuk dalam klasifikasi terbaru,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di kantor Kementerian Investasi di Jakarta, Kamis (23/4). Ia menambahkan bahwa struktur klasifikasi tersebut telah diselaraskan dengan standar industri global guna memperkuat daya saing Indonesia di pasar internasional.

Dalam implementasinya, pemerintah memberikan kemudahan bagi pelaku usaha untuk menyesuaikan data usaha mereka dengan KBLI terbaru. Proses sinkronisasi akan dilakukan secara otomatis melalui sistem perizinan terintegrasi Online Single Submission (OSS), sehingga tidak memerlukan prosedur yang kompleks.

Salah satu poin penting dalam pembaruan ini adalah dimasukkannya kategori “Kepialangan Aset Keuangan Digital” dengan kode KBLI 66123. Klasifikasi ini mencakup kegiatan yang memfasilitasi perdagangan aset keuangan digital, termasuk kripto, di mana pelaku usaha dapat melakukan transaksi di bursa atas nama nasabah atau pihak lain. Kehadiran kategori ini dinilai memberikan kejelasan hukum dan operasional bagi pelaku industri aset kripto di Indonesia.

Sinyal Kuat Keseriusan Pemerintah RI

Menanggapi kebijakan tersebut, CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menyambut positif langkah pemerintah yang dinilai semakin memberikan legitimasi terhadap industri kripto di dalam negeri. “Pembaruan KBLI ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah semakin serius dalam mengakomodasi perkembangan industri aset kripto. Dengan adanya klasifikasi yang lebih jelas, pelaku usaha memiliki kepastian dalam menjalankan bisnisnya sekaligus membuka ruang pertumbuhan yang lebih luas bagi inovasi di sektor ini,” ujar Calvin.

Ia juga menambahkan bahwa pengakuan resmi dari negara melalui KBLI akan mempermudah berbagai pihak, baik perusahaan maupun proyek berbasis kripto, dalam mengembangkan bisnisnya di Indonesia. “Kejelasan regulasi seperti ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan pelaku industri, tetapi juga mendorong masuknya investasi baru serta mempercepat adopsi teknologi blockchain secara lebih luas,” lanjutnya.

“Lebih jauh, pengakuan ini juga berpotensi membuka lapangan pekerjaan baru serta menggerakkan roda ekonomi nasional melalui pertumbuhan ekosistem digital yang semakin inklusif dan menguntungkan semua pihak,” tambah Calvin.

Sebagai informasi, KBLI sendiri merupakan acuan penting yang digunakan untuk mengklasifikasikan bidang usaha di Indonesia, sekaligus mempermudah pelaku usaha dalam menentukan kategori bisnis mereka. Dengan pembaruan ini, pemerintah diharapkan dapat menciptakan ekosistem usaha yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Di sisi lain, kontribusi industri aset kripto terhadap penerimaan negara juga terus menunjukkan tren positif. Tercatat, pajak dari transaksi kripto telah mencapai Rp1,96 triliun sepanjang periode 2022 hingga Februari 2026. Angka ini mencerminkan potensi besar sektor kripto sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.

“Dengan masuknya sektor kripto ke dalam KBLI terbaru, langkah ini dinilai sebagai fondasi penting dalam memperkuat ekosistem industri digital nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tengah transformasi ekonomi global,” tutup CEO Tokocrypto.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

“Aku Tidak Sabar untuk Pergi ke Sekolah Besok…”

Kalimat itu mungkin terdengar sederhana. Tapi bagi banyak orang tua, artinya besar sekali.

Tidak semua anak bangun pagi dengan semangat untuk berangkat ke sekolah. Ada yang harus dibujuk, ada yang merasa cemas, bahkan ada yang merasa tidak nyaman. Bagi mereka, sekolah hanya sekadar tempat belajar—bukan tempat yang terasa menyenangkan.

Sekarang bayangkan kalau seorang anak berkata dengan tulus:
“Aku nggak sabar ketemu teman-teman lagi di sekolah.”
“Aku mau cerita ke guruku hari ini.”

Di situlah perbedaannya mulai terasa.

Sekolah bisa menjadi tempat di mana anak merasa dilihat dan dihargai. Karena pada dasarnya, setiap anak ingin diperhatikan, didengarkan, dan dipahami – bukan hanya sebagai “siswa”, tapi sebagai individu dengan cerita, emosi, dan keunikan masing-masing.

Di lingkungan yang hangat, guru tidak hanya mengajar dari depan kelas. Mereka hadir – duduk bersama, mendengarkan, tertawa, dan benar-benar mengenal muridnya. Mereka tahu kapan anak butuh dorongan, dan kapan hanya butuh ditemani.

Saat anak merasa diterima, mereka jadi lebih terbuka. Mereka berani mencoba hal baru. Mereka tidak takut gagal dan lebih cepat bangkit saat menghadapi kesulitan.

Lebih dari Sekadar Sekolah

Ada sekolah dengan fasilitas lengkap. Ada juga yang unggul secara akademik.

Tapi ada hal yang tidak bisa diukur dengan angka:

Perasaan seperti “pulang” saat melewati gerbang sekolah. Disambut dengan senyuman. Dipanggil dengan namanya.Dan merasa, “Aku memang bagian dari tempat ini.”

Lingkungan seperti ini tidak terbentuk begitu saja. Ia tumbuh dari hubungan antara guru, siswa, orang tua, dan komunitas yang saling peduli.

Kenangan yang Akan Mereka Bawa Selamanya

Suatu hari nanti, anak-anak mungkin akan lupa rumus atau ujian yang pernah mereka hadapi.

Tapi mereka tidak akan lupa:

  > Siapa yang membuat mereka percaya diri

  > Siapa yang selalu ada saat mereka kesulitan

  > Dan bagaimana rasanya berada di tempat yang menerima mereka apa adanya

Sekolah yang terasa “homey” meninggalkan kesan yang jauh lebih dalam dari sekadar akademik. Ia menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka.

Saat Sekolah Menjadi Tempat yang Nyaman

Ini bukan sekadar harapan. Semakin banyak sekolah yang menyadari bahwa kenyamanan emosional adalah fondasi penting dalam proses belajar.

Salah satunya adalah New Zealand School Jakarta.

Dengan pendekatan yang hangat, komunitas yang erat, dan hubungan dekat antara guru, orang tua, dan murid, sekolah ini menghadirkan suasana di mana anak-anak tidak hanya belajar, tapi juga merasa diterima.

Dan mungkin, tanpa disadari, momen paling berarti bagi orang tua adalah ketika anak mereka berkata:

“Aku tidak sabar untuk pergi ke sekolah besok…”

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Di Era AI, Siapa Penjaga Integritas Audit? Ini Jawaban Prof. Rindang Widuri dalam Pengukuhan Guru Besar BINUS University

Di tengah masifnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam proses keuangan dan audit, satu tantangan utama justru semakin mengemuka: bagaimana menjaga integritas dan kepercayaan di tengah dominasi teknologi. Menjawab tantangan tersebut, BINUS University kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan keilmuan melalui pengukuhan Guru Besar.

BINUS University mengukuhkan Prof. Rindang Widuri, S.Kom., S.Akun., MM., Ph.D. sebagai Guru Besar Tetap di bidang Teknologi Audit Keuangan, yang berfokus pada transformasi praktik audit di era digital.  

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Audit 5.0: The Symphony Between Data and Conscience”, Prof. Rindang menyoroti bahwa pesatnya adopsi teknologi analitik dan AI telah mengubah cara audit dilakukan secara fundamental dari proses berbasis sampling menjadi analisis data secara menyeluruh dan real-time. 

Ia menegaskan bahwa di tengah kemampuan algoritma dalam membaca data dan mendeteksi anomali secara cepat, peran auditor tetap tidak tergantikan. Teknologi berfungsi sebagai enabler, namun keputusan tetap bergantung pada pertimbangan etis dan profesional manusia. 

Melalui konsep Audit 5.0, Prof. Rindang memperkenalkan pendekatan yang menempatkan kolaborasi antara manusia dan kecerdasan buatan sebagai fondasi utama dalam menjaga akuntabilitas keuangan. Dalam model ini, AI menghadirkan kecepatan dan ketepatan analisis, sementara manusia memastikan makna, integritas, dan kepercayaan tetap terjaga. 

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa di era digital, kepercayaan menjadi aset yang semakin krusial sekaligus rentan. Oleh karena itu, penguatan prinsip ethical and explainable AI, serta keterlibatan manusia dalam setiap proses pengambilan keputusan, menjadi kunci dalam membangun sistem audit yang tidak hanya canggih, tetapi juga dapat dipercaya.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, Prof. Rindang juga menyoroti pentingnya transformasi kompetensi auditor di masa depan. Auditor tidak hanya dituntut memahami standar audit, tetapi juga memiliki literasi data, pemahaman terhadap algoritma, serta kesadaran terhadap risiko dan etika dalam penggunaan teknologi.

Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., menyampaikan bahwa pengukuhan ini merupakan bagian dari komitmen BINUS University dalam menghadirkan ekosistem akademik yang unggul dan berdampak. “Pengukuhan Guru Besar bukan hanya menjadi pencapaian individu, tetapi juga mencerminkan komitmen institusi dalam mendorong lahirnya pemikiran strategis yang mampu menjawab tantangan global. Kami percaya kontribusi Prof. Rindang akan semakin memperkuat peran BINUS University dalam menghasilkan riset yang relevan dan berdampak bagi masyarakat.”

Pengukuhan ini menjadi bagian dari perjalanan BINUS University dalam 45 tahun kontribusinya di dunia pendidikan, melalui komitmen menghadirkan inovasi pembelajaran, memperluas kolaborasi global, serta membangun ekosistem yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Melalui penguatan peran Guru Besar, BINUS University terus mendorong lahirnya talenta unggul yang mampu menerjemahkan kompleksitas teknologi menjadi keputusan strategis yang berlandaskan integritas dan memberikan dampak bagi masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES