Tiga Catatan dari Hangzhou: Pendiri Sanct Social soal Dukungan Tiongkok untuk Startup, Pembagian Peran Antarkota, dan Malam Bulan Purnama yang Menggerakkan Satu Kota

Sepulang dari Global Digital Trade Expo (GDTE) ke-5 di Hangzhou, Tiongkok (23-26 September 2026), Pendiri Sanct Social Sion Abednego membagikan tiga catatan dari sesi temu bisnis dan area pameran: pemerintah Tiongkok mendukung perusahaan rintisannya dari riset hingga peluncuran; setiap kota memiliki bidang inovasi yang ditugaskan untuk ditumbuhkan; dan teknologi berjalan berdampingan dengan budaya, yang terlihat pada malam Festival Pertengahan Musim Gugur ketika satu kota keluar rumah untuk menikmati bulan purnama. Ia juga menyampaikan langkah Sanct Social selanjutnya: menindaklanjuti satu peluang kemitraan dari Hangzhou dan berencana kembali pada 2027.

Jakarta, 8 Oktober 2026 — Pendiri Sanct Social Sion Abednego membagikan tiga catatan dari keikutsertaannya dalam delegasi bisnis Indonesia di Global Digital Trade Expo (GDTE) ke-5 di Hangzhou, Tiongkok, pada 23-26 September 2026. Catatan itu ia himpun dari dua hari sesi temu bisnis dengan perusahaan teknologi Tiongkok dan kunjungan ke area pameran.

Catatan pertama: dukungan dari riset hingga peluncuran

Menurut Sion, pemerintah Tiongkok mendukung perusahaan rintisannya sejak tahap riset dan pengembangan hingga produknya siap dipasarkan. Dalam pandangannya, dukungan inilah yang memungkinkan perusahaan-perusahaan tersebut menawarkan harga yang sulit ditandingi, karena risiko di sisi produksi tidak sepenuhnya ditanggung sendiri oleh perusahaan.

“Yang kami lihat di meja temu bisnis bukan perusahaan yang sedang merencanakan produk, melainkan perusahaan yang produknya sudah diproduksi massal dan dijual,” ujar Sion dalam keterangan resmi, Kamis (8/10). “Kartu pemroses AI, asisten suara, model AI untuk industri, kacamata pintar, semuanya sudah ada harganya. Itu hasil dari dukungan yang panjang, bukan dari satu dua tahun.”

Catatan kedua: setiap kota punya tugas inovasi

Dari percakapan selama sesi temu bisnis, Sion mencatat bahwa setiap kota di Tiongkok memiliki bidang inovasi yang ditugaskan untuk ditumbuhkan dengan cepat. Hangzhou tidak dirancang untuk menyamai Shenzhen atau Shanghai, melainkan memiliki perannya sendiri. Di area pameran, dinding “AI Hangzhou” merangkum enam bidang penerapan kota itu dalam satu kata, WEALTH: wellness, education, art, life, transport, health (kesejahteraan, pendidikan, seni, kehidupan, transportasi, kesehatan).

Catatan ketiga: teknologi dan budaya berjalan bersama

Kunjungan ini bertepatan dengan Festival Pertengahan Musim Gugur pada 25 September 2026, yang di Tiongkok dirayakan dengan kue bulan dan berkumpul memandang bulan purnama. Pada pukul 23.30, jalan-jalan Hangzhou masih dipadati warga yang keluar rumah untuk menikmati bulan; pertokoan tetap buka dan trotoar ramai hingga pukul 02.00 dini hari. Di Hefang Street yang bersejarah, seorang pelukis jalanan menggambar potret pengunjung di atas kipas kertas dalam beberapa menit.

“Teknologinya luar biasa, dan cara mereka mendukung startup layak kita pelajari,” ujar Sion. “Tapi yang paling membekas buat saya justru malam bulan purnama: satu kota keluar rumah untuk menikmati bulan bersama. Di Hangzhou orang mengutip penyair kota itu sendiri, Su Shi: 但愿人长久,千里共婵娟. Dàn yuàn rén chángjiǔ, qiānlǐ gòng chánjuān. Artinya: semoga kita panjang umur, dan meski terpisah ribuan kilometer, tetap memandang bulan yang sama. Sanct Social dibangun untuk perasaan itu, bagi orang-orang yang tidak bisa berada di kota yang sama.”

Ucapan yang terdengar di mana-mana malam itu: 中秋快乐. Zhōngqiū kuàilè. Selamat Festival Pertengahan Musim Gugur.

Di tepi sungai

Pada jamuan makan malam delegasi di atas kapal, setelah upacara penutupan GDTE, gedung-gedung di kedua tepi sungai menyala menjadi satu layar raksasa. Hampir semua orang di geladak menyaksikannya melalui layar ponsel masing-masing.

Ia menambahkan, “Semua orang melihat pemandangan yang sama, tapi masing-masing dari balik layar ponselnya. Sanct Social dibangun supaya pukul enam sore orang-orang terdekat kita berkumpul di satu tempat, bersama, walau tinggal di kota yang berbeda.”

Langkah selanjutnya

Dari rangkaian sesi temu bisnis di Hangzhou, satu peluang kemitraan kini dalam tahap tindak lanjut, dan Sanct Social berencana kembali ke Tiongkok pada 2027 untuk melihat prototipenya. “Kami pulang dengan pekerjaan rumah, bukan dengan pengumuman,” ujar Sion. “Yang pasti, Hangzhou mengajarkan kami bahwa produk yang baik lahir dari dukungan yang panjang dan dari orang-orang yang mau duduk semeja.”

Tentang Sanct Social

Sanct Social adalah aplikasi sosial media untuk sahabat dekat dan keluarga, tersedia untuk iPhone di App Store Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Informasi lebih lanjut: https://sanct.social

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Insurance Bersama PNM Perkuat Pemulihan Warga Terdampak Kebakaran Desa Adat Sade-NTB

Lombok Tengah, 30 September 2026 – PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance)
bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) memberikan dukungan kepada
masyarakat Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, yang terdampak
musibah kebakaran pada Agustus 2026. Dukungan tersebut disalurkan melalui
program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa bantuan untuk
pemulihan aktivitas usaha, layanan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat, serta
pembayaran klaim asuransi bagi nasabah BRI Insurance yang terdampak.

Kebakaran yang terjadi di
Desa Adat Sade tidak hanya berdampak pada kehidupan sehari-hari masyarakat,
tetapi juga mengganggu aktivitas usaha yang menjadi sumber penghidupan
keluarga, khususnya para pengrajin yang mengandalkan kegiatan produksi sebagai
bagian dari perekonomian masyarakat setempat.

Salah satu perwakilan
masyarakat Desa Adat Sade menggambarkan dampak kebakaran yang dirasakan warga.
Musibah tersebut tidak hanya menyebabkan kerugian material, tetapi juga
mengganggu tempat tinggal dan aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Rumah-rumah di desa ini
hanya tertinggal puing-puing saja, tidak ada yang tersisa. Kami sangat
merasakan dampak dari musibah ini, sehingga bantuan dan dukungan yang diberikan
sangat berarti bagi kami untuk mulai kembali menata kehidupan dan aktivitas usaha,”
ujar Seman Diiarta

Dalam sinergi tersebut, Direktur
Utama BRI Insurance Budi Legowo dan Direktur Utama PNM Kindaris hadir langsung
menyapa warga sekaligus meninjau bantuan yang diberikan untuk mendukung proses
pemulihan masyarakat Desa Adat Sade.

Direktur Utama PNM
Kindaris mengatakan bahwa pemulihan pascabencana perlu dilakukan secara
menyeluruh dan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan masyarakat dalam jangka
pendek. Menurutnya, masyarakat juga perlu mendapatkan dukungan untuk dapat
kembali menjalankan aktivitas produktif dan membangun sumber penghidupan
mereka.

“Pemulihan tidak cukup
hanya dengan membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga perlu membuka
kembali jalan bagi masyarakat untuk membangun sumber penghidupannya. Karena
itu, kami berupaya hadir bersama masyarakat melalui pendampingan dan dukungan
yang dapat membantu mereka kembali produktif dan melanjutkan usahanya,” ujar
Kindaris.

Sebagai bagian dari
dukungan tersebut, BRI Insurance bersama PNM menyerahkan lima alat tenun dan
lima mesin jahit industrial untuk memperkuat kembali aktivitas usaha para
pengrajin di Desa Adat Sade. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung
masyarakat untuk kembali memproduksi dan mengembangkan usaha yang menjadi
bagian dari mata pencaharian sekaligus kekayaan budaya masyarakat Sade.

Selain dukungan terhadap
pemulihan usaha, kolaborasi BRI Insurance dan PNM juga memberikan perhatian
pada aspek kesehatan masyarakat. Sebanyak 150 warga dan 50 anak-anak
mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis sebagai bagian dari
upaya mendukung kondisi kesehatan masyarakat pascamusibah.

Dukungan pemulihan juga
diperkuat melalui peran BRI Insurance dalam memberikan perlindungan kepada
nasabah yang terdampak. Melalui pembayaran klaim asuransi, BRI Insurance turut
membantu nasabah dalam memenuhi kebutuhan keluarga serta menata kembali
aktivitas usaha setelah mengalami kerugian akibat kebakaran.

Direktur Utama BRI
Insurance Budi Legowo mengatakan bahwa perlindungan asuransi memiliki peran
penting dalam membantu masyarakat menghadapi risiko sekaligus mempercepat
proses pemulihan ketika musibah terjadi. Menurutnya, kehadiran BRI Insurance
melalui pembayaran klaim dan program TJSL merupakan bentuk komitmen perusahaan
untuk memberikan perlindungan sekaligus manfaat yang lebih luas bagi
masyarakat.

“Bagi BRI Insurance,
perlindungan bukan hanya tentang memberikan rasa aman sebelum risiko terjadi,
tetapi juga tentang bagaimana kami hadir ketika masyarakat menghadapi musibah.
Melalui pembayaran klaim dan kolaborasi TJSL bersama PNM, kami berharap dapat
membantu masyarakat Desa Adat Sade untuk kembali bangkit, melanjutkan aktivitas
usaha, dan menata kembali kehidupan mereka. Kami percaya bahwa pemulihan akan
semakin kuat ketika dilakukan melalui sinergi dan kepedulian bersama,” ujar
Budi Legowo.

Sinergi BRI Insurance dan
PNM di Desa Adat Sade diharapkan dapat memberikan dukungan nyata bagi
masyarakat untuk kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dan usaha secara
bertahap, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi dampak
musibah.

BRI Insurance berkomitmen
untuk terus hadir dan bersinergi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat
melalui pemberdayaan, perlindungan, dan pelayanan sepenuh hati.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Gubernur Lemhannas RI: Kesadaran Geopolitik, Bukan Sekadar Milik Diplomat Saja

Bandung — Kesadaran geopolitik bukan hanya milik diplomat atau pemimpin negara, tetapi kompetensi yang perlu dimiliki oleh setiap warga negara, terutama generasi muda. Pesan itu disampaikan oleh Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Indonesia (Lemhannas RI), Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., kepada para mahasiswa saat memberikan Kuliah Umum bertema “Membangun Kesadaran Geopolitik Generasi Muda: Memahami Dunia, Menentukan Posisi, Memberi Kontribusi” di Institut Teknologi Bandung (ITB), pada Rabu (7/10).

Dalam paparannya, Ace menjelaskan bahwa kesadaran geopolitik merupakan kemampuan untuk membaca, memahami, dan menanggapi dinamika kekuatan global secara kritis dan strategis. Kemampuan ini semakin penting karena persoalan dunia kini terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Karena itu, menurut Ace, kesadaran geopolitik tidak boleh dianggap sebagai urusan segelintir orang.

Sebagai contoh, ia menyebut gangguan di Selat Hormuz akibat konflik Iran-Israel yang membuat biaya logistik naik hingga 150—200 persen, serta longsor di tambang Grasberg, Papua, pada tahun 2025 yang mengurangi pasokan tembaga dunia. Dua peristiwa itu menunjukkan bahwa kejadian global berdampak pada Indonesia, sekaligus menegaskan bahwa Indonesia bukan hanya menjadi penerima dampak.

Wujud sederhana dari kesadaran geopolitik adalah sikap kritis terhadap informasi. Ace mengajak mahasiswa untuk tidak berhenti pada membaca, tetapi juga menelusuri siapa yang membuat informasi tersebut dan apa kepentingannya. Caranya, dengan mengajukan lima pertanyaan: apa yang terjadi, mengapa terjadi, siapa yang berkepentingan, apa dampaknya bagi bangsa, dan apa yang bisa dilakukan. Dengan cara berpikir itu, generasi muda diharapkan berperan sebagai aktor, bukan sekadar sasaran informasi dan propaganda.

Agar kesadaran itu tumbuh, Ace menyampaikan lima kemampuan yang perlu dimiliki generasi muda menuju 2045, yaitu kesadaran strategis, berpikir kritis, kesadaran akan kepentingan nasional, kompetensi global, dan literasi digital.

Ace menegaskan bahwa kesadaran geopolitik tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi juga perlu menjadi modal bagi ketahanan nasional. Upaya ini bukan hanya tugas mahasiswa, melainkan agenda bersama pemerintah, perguruan tinggi, generasi muda, ekosistem teknologi, masyarakat, dan organisasi kepemudaan. Karena itu, ia berharap ITB dapat mencetak generasi muda yang produktif, inovatif, serta menjadi pemimpin yang adaptif dan kompetitif. Menurutnya, kesadaran geopolitik inilah yang akan menentukan peran strategis Indonesia.

Ace juga menyoroti generasi muda yang mencapai 66 juta jiwa pada usia 15—29 tahun menurut data BPS 2025. Jika tidak dipersiapkan dengan baik, kelompok ini dapat melahirkan kesenjangan keterampilan, polarisasi, serta kerentanan terhadap informasi dan ketergantungan pada teknologi, karena ke depan dan hari ini teknologi adalah kekuatan.

“Sekali lagi, teknologi adalah kekuatan. Indonesia perlu mencipta, mengembangkan, menguasai, dan mengamankan teknologi,” pesan Ace.

Menutup paparannya, Ace menegaskan bahwa geopolitik bukan sekadar tentang apa yang terjadi di dunia, melainkan tentang bagaimana perubahan dunia berdampak pada Indonesia. Karena itu, ia berharap generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi aktor, sehingga kesadaran geopolitik berkembang menjadi kemampuan beradaptasi dan berujung pada kontribusi nyata bagi ketahanan nasional.

“Indonesia Emas 2045 bukan hanya tentang Indonesia yang akan kita tinggali, tetapi juga tentang Indonesia yang kita bentuk hari ini,” tutup Ace.

Turut mendampingi Gubernur Lemhannas RI, yaitu Plt. Deputi Pengkajian Strategik Lemhannas RI, Mayor Jenderal TNI (Mar) Ipung Purwadi, M.M.; Tenaga Profesional Bidang Sumber Kekayaan Alam Lemhannas RI, Prof. Dr. Ir. Dadan Umar Daihani, D.E.A.; Tenaga Profesional Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Lemhannas RI, Marsekal Muda TNI (Purn) Andi Heru Wahyudi; Inspektur Lemhannas RI, Brigadir Jenderal Polisi Udin Zainudin, S.I.K., M.H.; serta sejumlah pejabat struktural dan fungsional Lemhannas RI.

Hadir dalam kegiatan di Universitas Hasanuddin, antara lain Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T.; Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi (WRKMAA), Dr. Andryanto Rikrik Kusmara, S.Sn., M.Sn.; serta jajaran pejabat ITB.

Kepala Biro Humas Settama Lemhannas RI

Brigadir Jenderal TNI Muhammad Arif Nur

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Rilis Sanggabright Berkonsep #TERIMABERES, Sanggabiz Hadirkan Solusi Analitik Mandiri untuk Akselerasi Bisnis UMKM

PT Sangga Bisnis Anda (Sanggabiz) meluncurkan Sanggabright, sebuah aplikasi analitik mandiri (Business Healthiness Check-Up) bagi UMKM yang kini telah memasuki tahap uji coba beta (pilot). Keberhasilan pengembangan produk inovatif ini merupakan hasil dari keikutsertaan Sanggabiz dalam program Prime Step UGM, di mana Sanggabiz berhasil mendapatkan bantuan dana pengembangan produk. Mengusung konsep #TERIMABERES, Sanggabright memfasilitasi pemilik usaha untuk mengubah data transaksi mentah menjadi dasbor wawasan pelanggan, performa produk, dan metrik finansial tanpa memerlukan keahlian teknis operasional. Dilengkapi dengan deteksi anomali otomatis dan Insight Berbasis Aturan, inovasi ini memungkinkan UMKM mengambil keputusan berbasis data yang proaktif guna mengoptimalkan strategi Customer Relationship Management (CRM) dan meroketkan skala penjualan.

Di era ekonomi digital saat ini, data merupakan aset paling berharga bagi pertumbuhan bisnis. Namun, bagi sebagian besar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), data sering kali menjadi pedang bermata dua: melimpah namun sulit untuk diurai. Merespons tantangan krusial ini, PT Sangga Bisnis Anda (Sanggabiz) secara resmi memperkenalkan Sanggabright, sebuah aplikasi analitik mandiri (Business Healthiness Check-Up) yang dirancang khusus untuk memajukan sektor UMKM.

Saat ini, Sanggabright telah memasuki fase implementasi uji coba tahap beta (pilot project). Keberhasilan pengembangan produk inovatif ini dapat diwujudkan berkat perolehan dana pengembangan produk melalui program Prime Step bersama Innovative Academy Universitas Gadjah Mada (IA UGM). Kehadiran aplikasi ini membawa angin segar bagi para pelaku usaha yang ingin mengambil keputusan bisnis berbasis data secara presisi, tanpa harus terkendala oleh keterbatasan sumber daya manusia atau kerumitan teknis.

Menjawab Tantangan Pengelolaan Data dengan Konsep #TERIMABERES
Realitas di lapangan menunjukkan bahwa banyak UMKM menghadapi kendala serius dalam mengelola operasional harian mereka. Data pelanggan, catatan angka penjualan, serta biaya operasional sering kali tersebar di berbagai platform yang tidak saling terhubung, mulai dari buku catatan manual hingga berbagai format file yang terpisah.

Sanggabright hadir untuk memecahkan kerumitan tersebut dengan mengusung filosofi utama: #TERIMABERES. Konsep ini menawarkan kemudahan mutlak bagi para pemilik usaha. Mereka tidak diwajibkan memiliki latar belakang pendidikan teknis IT, penguasaan spreadsheet tingkat lanjut, atau pemahaman bahasa pemrograman seperti SQL. Cukup dengan mengunggah data mentah penjualan dalam format standar seperti CSV atau Excel, sistem cerdas Sanggabright akan mengambil alih pekerjaan berat tersebut. Dalam waktu singkat, data mentah itu disulap menjadi dasbor kesehatan bisnis yang visual, interaktif, dan sangat mudah dipahami oleh kalangan awam.

Untuk mendukung eksekusi strategi Customer Relationship Management (CRM) yang efektif dan mendongkrak laju penjualan, Sanggabright memfokuskan kemampuan analitiknya pada pemrosesan data transaksi. Hasil analisis ini diwujudkan melalui tiga fitur keluaran utama yang esensial:

1. Wawasan Pelanggan (Customer Insights): Memahami siapa pembeli Anda adalah kunci pertumbuhan. Sanggabright memetakan secara jelas perbandingan antara pelanggan baru dan pelanggan setia, serta mengalkulasi tingkat pembelian ulang (repeat purchase rate). Lebih jauh, aplikasi ini menyajikan analisis RFM (Recency, Frequency, Monetary) yang disederhanakan. Dengan fitur ini, UMKM dapat mengetahui segmen kontribusi setiap pelanggan, memantau sebaran demografis, dan mengidentifikasi pelanggan bernilai tinggi (high-value customers) untuk merancang program loyalitas atau promosi yang jauh lebih personal dan tepat sasaran.

2. Matriks Performa Produk (Product Performance Matrix): Melalui fitur ini, pemilik usaha tidak perlu lagi menebak-nebak produk apa yang paling diminati pasar. Sanggabright menampilkan produk atau kategori apa yang paling laris dan seberapa besar kontribusinya terhadap total pendapatan bisnis. Sistem ini juga sangat cermat dalam mendeteksi produk yang lambat terjual (slow-moving), sehingga UMKM dapat segera melakukan evaluasi stok. Di sisi lain, fitur ini memantau ketat ketersediaan stok produk andalan agar tidak terjadi kekosongan barang (stockout) yang berisiko memutus rantai pendapatan.

3. Tinjauan Penjualan dan Finansial (Sales Overview & Financial Insights): Fitur ini menyajikan pandangan helikopter (helicopter view) terkait tren pendapatan bisnis. Pengguna dapat memantau performa penjualan berdasarkan kanal distribusi atau lokasi toko, hingga menganalisis waktu-waktu transaksi terkuat (jam atau hari tersibuk). Sebagai tambahan yang sangat krusial, Sanggabright membantu pemilik usaha mengukur dengan presisi bagaimana dampak pemberian diskon atau kampanye pemasaran terhadap pendapatan kotor dan margin laba bersih mereka.

Satu hal yang membedakan Sanggabright dari sekadar platform visualisasi data biasa adalah kemampuannya memberikan Insight Berbasis Aturan (Rule-Based Insights). Nilai jual utamanya melampaui batas penyajian grafik historis yang hanya menjelaskan apa yang terjadi di masa lalu.

Sanggabright bertindak layaknya konsultan bisnis pribadi di mana sistem akan secara otomatis mendeteksi dan menyoroti anomali bisnis, misalnya ketika mendadak terjadi penurunan pendapatan yang drastis di pertengahan bulan, atau jika bisnis memiliki ketergantungan pendapatan yang terlalu tinggi pada satu atau dua pelanggan tertentu. Berdasarkan deteksi cerdas tersebut, Sanggabright langsung memberikan rekomendasi tindakan jangka pendek yang relevan dan praktis untuk segera dieksekusi oleh pemilik usaha guna mencegah kerugian.

Sebagai penyempurna seluruh ekosistem analitiknya, aplikasi ini merilis metrik Business Health Score. Metrik ini memberikan penilaian komprehensif dan transparan mengenai momentum penjualan, tingkat ketahanan pelanggan, kelancaran arus kas, dan profitabilitas bisnis secara keseluruhan.

Berbekal panduan wawasan yang andal dari Sanggabright, era mengambil keputusan berdasarkan tebakan insting kini bisa ditinggalkan. UMKM kini memiliki landasan yang kuat untuk mengambil langkah proaktif berbasis data, memastikan operasional berjalan efisien, dan meroketkan skala bisnis mereka dengan penuh percaya diri.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kinerja 2025 Diakui, Bank Mandiri Taspen Raih Yearly Excellent Performance 2026

JAKARTA, 8 Oktober 2026 — PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mandiri Taspen) meraih penghargaan “Yearly Excellent Performance State-Owned Enterprise Subsidiary 2026” berdasarkan Financial Performance Assessment 2025 dari The Asian Post. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kinerja dan pencapaian perusahaan sepanjang 2025.

Penghargaan diserahkan dalam rangkaian Indonesia Collaborative Forum 2026 yang diselenggarakan oleh Infobank Media Group di Shangri-La Hotel Jakarta, Kamis (8/10).

Pengakuan tersebut mencerminkan penilaian terhadap kinerja keuangan Bank Mandiri Taspen sekaligus menjadi momentum bagi perusahaan untuk terus menjaga kualitas pertumbuhan dan memperkuat kontribusinya terhadap perkembangan perusahaan secara berkelanjutan.

Division Head Corporate Secretary & Legal PT Bank Mandiri Taspen, Tulus Parulian Hutabarat, mengatakan penghargaan tersebut merupakan apresiasi atas upaya seluruh insan Bank Mandiri Taspen dalam menjaga kinerja perusahaan.

“Penghargaan ini menjadi apresiasi bagi seluruh insan Bank Mandiri Taspen yang telah berkontribusi dalam menjaga kinerja perusahaan. Bagi kami, penghargaan bukan hanya menjadi bentuk pengakuan atas pencapaian yang telah diraih, tetapi juga menjadi dorongan untuk terus melakukan perbaikan dan menjaga kinerja secara berkelanjutan,” ujar Tulus.

Menurut Tulus, pencapaian tersebut juga menjadi pengingat bahwa kinerja perusahaan perlu dibangun secara konsisten dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, tata kelola, serta kemampuan perusahaan untuk terus beradaptasi terhadap dinamika yang berkembang.

“Kami memandang pencapaian ini sebagai bagian dari perjalanan Bank Mandiri Taspen untuk terus bertumbuh secara sehat dan berkelanjutan. Ke depan, kami akan terus memperkuat fondasi perusahaan, meningkatkan kualitas kinerja, dan memberikan kontribusi yang positif bagi seluruh pemangku kepentingan,” tambahnya.

Penghargaan Yearly Excellent Performance State-Owned Enterprise Subsidiary 2026 sekaligus menjadi refleksi atas kinerja Bank Mandiri Taspen pada 2025 dan pijakan untuk menghadapi tantangan serta peluang pada tahun-tahun berikutnya.

Bank Mandiri Taspen memandang keberlanjutan kinerja tidak hanya ditentukan oleh capaian finansial, tetapi juga oleh konsistensi dalam membangun tata kelola yang baik, menjaga kepercayaan pemangku kepentingan, serta menghadirkan nilai yang berkelanjutan bagi perusahaan dan masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

58% Konsumen Gunakan AI untuk Riset Pembelian, Brand Mulai Berebut Visibilitas di Jawaban AI

Cara konsumen mencari dan mempertimbangkan sebuah produk mulai berubah. Jika sebelumnya perjalanan pembelian banyak dimulai dari mesin pencari dan berlanjut ke berbagai situs, kini semakin banyak konsumen menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk melakukan riset sebelum membeli.

Laporan The B2C Buyer Experience Report 2026 dari Invoca menemukan bahwa 58% konsumen di Amerika Serikat menggunakan generative AI untuk meneliti pembelian berisiko tinggi pada 2026, meningkat dari 41% pada tahun sebelumnya. Sementara itu, riset Boston Consulting Group (BCG) terhadap lebih dari 13.000 konsumen di 12 pasar menemukan bahwa 31% konsumen global sudah menggunakan AI setidaknya sesekali dalam perjalanan pembelian mereka.

Perubahan tersebut membuat cara brand mendapatkan perhatian konsumen ikut bergeser. Konsumen tidak lagi selalu mencari daftar situs untuk dibandingkan satu per satu. Mereka dapat langsung bertanya kepada AI mengenai produk, kategori, atau rekomendasi, lalu menggunakan jawaban tersebut sebagai titik awal untuk menentukan pilihan.

Dampaknya terhadap brand cukup besar. Data Net Conversion pada 2026 menunjukkan bahwa 74% konsumen yang menggunakan AI untuk melakukan riset mengatakan bahwa rekomendasi AI memperluas jumlah brand yang mereka pertimbangkan. BCG juga menemukan bahwa AI memperkenalkan konsumen kepada brand yang sebelumnya tidak akan mereka pertimbangkan dalam sekitar 63% perjalanan pembelian yang dibantu AI.

Artinya, AI bukan sekadar tempat untuk mencari informasi. Sistem AI fmulai berperan dalam menentukan brand mana yang masuk ke consideration set konsumen.

Dari Mendapatkan Klik ke Masuk dalam Jawaban

Perubahan ini terjadi bersamaan dengan menurunnya ketergantungan konsumen terhadap klik dari hasil pencarian tradisional. Analisis SparkToro menggunakan data Similarweb menunjukkan bahwa 68,01% pencarian Google di Amerika Serikat berakhir tanpa klik ke situs eksternal pada periode Januari hingga April 2026.

Kemunculan AI-generated answers memperkuat perubahan tersebut. Ketika informasi yang dibutuhkan sudah dirangkum langsung di dalam halaman pencarian atau diberikan melalui chatbot, pengguna tidak selalu memiliki alasan untuk mengunjungi setiap sumber yang digunakan sistem.

Bagi brand, kondisi ini menciptakan bentuk persoalan baru. Visibilitas tidak lagi hanya ditentukan oleh apakah sebuah halaman berhasil mendapatkan posisi tinggi di hasil pencarian, tetapi juga oleh apakah brand tersebut muncul ketika konsumen meminta jawaban atau rekomendasi dari AI.

“Dulu kita bisa melihat visibility dengan cukup sederhana. Brand muncul di Google, orang klik, lalu kita bisa mengukur traffic-nya. Di AI, prosesnya berbeda. Konsumen bisa mendapatkan jawaban tanpa pernah mengunjungi situs kita,” ujar Alexandro Wibowo, Partner of Avonetiq.

Menurut Alexandro, perubahan ini tidak berarti SEO menjadi tidak relevan. Situs dan fondasi pencarian tetap dibutuhkan, tetapi brand perlu memahami bahwa ada lapisan baru dalam perjalanan discovery yang tidak bisa diukur hanya dari ranking dan trafik organik.

“Sekarang pertanyaannya bukan hanya apakah brand kita bisa ditemukan, tetapi apakah ketika seseorang bertanya kepada AI, brand kita menjadi bagian dari jawabannya,” tambahnya.

Brand Perlu Memahami Apa yang AI Ketahui tentang Mereka

Pergeseran tersebut kemudian melahirkan kebutuhan baru bagi tim marketing. Mereka perlu mengetahui bukan hanya bagaimana brand tampil di search engine, tetapi juga bagaimana brand direpresentasikan dan direkomendasikan oleh berbagai sistem AI.

Avonetiq menjawab kebutuhan tersebut melalui AVO AI, sebuah platform yang membantu bisnis mengukur dan meningkatkan cara brand mereka ditemukan, dipahami, dan direkomendasikan oleh berbagai platform AI.

Melalui AVO AI, bisnis dapat mengukur Visibility Score brand di berbagai platform seperti ChatGPT, Perplexity, Google AI Overviews, Claude, Gemini, dan DeepSeek. Pengukuran ini dilakukan berdasarkan pertanyaan atau prompt yang relevan dengan kategori dan perjalanan konsumen, sehingga bisnis dapat melihat apakah brand mereka muncul ketika calon pelanggan mencari informasi atau rekomendasi menggunakan AI.

AVO AI juga membantu bisnis memahami mengapa sebuah brand muncul atau tidak muncul dalam jawaban AI. Bisnis dapat menentukan fokus atau topik yang ingin diasosiasikan dengan brand, menyusun Prompt Book berdasarkan pertanyaan yang mungkin diajukan konsumen, lalu memantau bagaimana brand dan kompetitornya muncul dalam berbagai jawaban AI.

Dari hasil tersebut, AVO AI dapat menunjukkan area yang masih perlu diperkuat, mulai dari visibilitas brand hingga aspek otoritas dan informasi yang mendukung bagaimana brand dipahami oleh AI. Dengan begitu, tim marketing tidak hanya mengetahui bahwa brand mereka belum muncul, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai apa yang perlu dioptimalkan.

“Yang perlu dilihat bukan hanya berapa kali nama brand muncul. Kita perlu memahami apakah AI mengenali brand sesuai dengan positioning yang ingin dibangun, dalam pertanyaan yang relevan dengan perjalanan konsumen,” jelas Alexandro.

Dengan pendekatan tersebut, AVO AI membantu bisnis melihat perubahan discovery digital dari sisi yang sebelumnya sulit diukur: bukan hanya apakah konsumen bisa menemukan brand melalui search engine, tetapi apakah brand tersebut menjadi bagian dari jawaban ketika konsumen bertanya kepada AI.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Finance Gandeng Relawan Nanda Ladio Peduli untuk Perbaikan Jalan Berlubang di Pekanbaru

PEKANBARU – PT BRI Multifinance Indonesia atau BRI Finance berkolaborasi dengan Nanda Ladio Peduli melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bidang infrastruktur untuk memperbaiki sejumlah jalan berlubang di Pekanbaru dan sekitarnya. Kolaborasi tersebut ditandai dengan kegiatan perbaikan jalan berlubang di Jalan Parit Raya, Tengkerang Labuai, Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Riau, pada Rabu (7/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 23 titik jalan berlubang di sepanjang Jalan Parit Indah hingga Jalan Pesantren mendapat penanganan. Selanjutnya, kegiatan perbaikan jalan berlubang tetap dilakukan secara rutin oleh Nanda Ladio Peduli setiap minggunya. Hingga saat ini, gerakan sosial tersebut telah menangani 376 titik jalan rusak di berbagai wilayah. Direktur Bisnis BRI Finance Primartono Gunawan mengatakan, perbaikan jalan menjadi salah satu bentuk kepedulian perusahaan sebagai bagian dari BRI Group terhadap kebutuhan masyarakat.

“Jalan berlubang cukup mengganggu aktivitas masyarakat dan juga dapat membahayakan pengguna jalan. Karena itu, tahun ini BRI Finance ikut berpartisipasi dalam kegiatan perbaikan jalan berlubang,” ujar Prima di Pekanbaru, Rabu (7/10/2026). Prima menuturkan, BRI Finance memilih berkolaborasi dengan Nanda Ladio Peduli karena selama ini mereka sangat aktif secara sukarela melakukan perbaikan jalan berlubang di Pekanbaru dan sekitarnya. “BRI Finance bangga dapat berkolaborasi dengan Nanda Ladio Peduli yang selama ini aktif secara sukarela memperbaiki jalan-jalan berlubang di Pekanbaru dan sekitarnya. Kami berharap kehadiran BRI Finance melalui TJSL bidang infrastruktur ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan pengguna jalan,” katanya. Dalam pelaksanaannya, Nanda Ladio Peduli bersama para relawan mengidentifikasi titik jalan yang mengalami kerusakan dan melakukan penanganan secara langsung. Perbaikan dilakukan dengan menutup lubang dan mengisi bagian jalan yang rusak, kemudian diratakan dan dipadatkan agar permukaan jalan lebih layak dilalui masyarakat. Di sisi lain, Nanda Ladio menjelaskan, kegiatan tersebut dilakukan karena kondisi jalan berlubang dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan meningkatkan risiko bagi pengguna jalan. “Kalau ada lubang yang membahayakan masyarakat, kita berupaya membantu memperbaikinya. Yang penting masyarakat bisa lebih aman saat melintas,” ujar Nanda Ladio, dalam kesempatan yang sama. Ia menegaskan, kehadiran Nanda Ladio Peduli bukan untuk menggantikan peran pemerintah, melainkan memberikan bantuan sosial sesuai kemampuan untuk merespons keluhan masyarakat. “Kami tidak mengambil alih kewenangan pemerintah. Kami hanya membantu semampu kami agar masyarakat lebih nyaman dan aman menggunakan jalan,” katanya. Nanda juga menyampaikan apresiasi atas dukungan BRI Finance melalui BRIF Sehati yang turut membantu pelaksanaan kegiatan penanganan jalan berlubang. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya pengguna Jalan Parit Indah hingga Jalan Pesantren. Penanganan jalan tersebut merupakan aksi sosial untuk membantu kondisi jalan yang rusak, bukan perbaikan permanen atau peningkatan konstruksi jalan. Perbaikan permanen, pembangunan kembali badan jalan, serta pemeliharaan jangka panjang tetap menjadi kewenangan instansi pemerintah sesuai status dan kewenangan masing-masing ruas jalan.

Lebih lanjut, Prima berharap kolaborasi tersebut dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus mendorong semakin banyak pihak untuk turut berkontribusi dalam perbaikan infrastruktur di lingkungan sekitar. “Semoga kolaborasi ini dapat memberikan dampak positif dan bisa ditiru untuk dilaksanakan di kota-kota lainnya,” tuturnya.  

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

RUU SDI Atur Penguatan Kedaulatan Data Nasional

PARLEMENTARIA, Jakarta — Badan Legislasi (Baleg) DPR RI memastikan bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) Satu Data Indonesia (SDI) akan mengatur penyelenggaraan SDI dengan sejumlah asas, antara lain kedaulatan, ketahanan, keterpaduan, interoperabilitas, akuntabilitas, keamanan, kerahasiaan, keterandalan, dan kepastian hukum.

“Definisinya RUU Satu Data Indonesia mengatur pemanfaatan teknologi digital, blockchain, dan kecerdasan artifisial dengan tetap memperhatikan keamanan, akuntabilitas, pelindungan data pribadi, dan kedaulatan data nasional,” ungkap Wakil Ketua Badan Legislasi Sturman Panjaitan, di Ruang Rapat Baleg, Gedung DPR, Senin (5/10/2026).

Selain itu, RUU SDI akan mengatur sejumlah substansi penting salah satunya adalah penguatan kedaulatan data nasional. Hal ini tidak hanya menyangkut aspek yurisdiksi, tetapi juga kemampuan negara untuk menguasai, mengatur, melindungi, dan mengendalikan data.

Proses pembahasan ini melibatkan berbagai kementerian dan lembaga negara. Di antaranya adalah Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PPN/Bappenas, dan Kementerian Sekretariat Negara. Kementerian PANRB, Kementerian Hukum, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta kementerian/lembaga terkait lainnya turut berpartisipasi aktif dalam penyusunan RUU ini.

“Istilah transformasi digital, terkait penetapan data sebagai DDN dilaksanakan melalui mekanisme koordinasi yang melibatkan pemerintah pusat, instansi daerah dan pemerintaha desa/kelurahan secara transparan, objektif, akuntable dan parsitipatif. Terkait klasifikasi DDN menjadi data terbuka, data terbatas dan data tertutup yang semula berada dalam penjelasan menjadi norma”, pungkasnya. (tn/aha)

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dukung Ekspansi Sektor Produktif, PT Bank IBK Indonesia Tbk Ikut Berpartisipasi Kucurkan Fasilitas Melalui Kredit Sindikasi Sebesar Rp225 Miliar kepada PT Permata Hijau Palm Oleo (“PHPO”)

Jakarta, 7 Oktober 2026 – Dalam komitmen berkelanjutan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional dan memperkuat pembiayaan sektor produktif, PT Bank IBK Indonesia Tbk (AGRS) secara resmi melakukan Closing Ceremony dengan beberapa Bank lainnya terkait penandatanganan kesepakatan perjanjian fasilitas kredit sindikasi yang diinisiasi oleh LPEI (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia) dengan nilai total pembiayaan mencapai Rp.2.250.000.000.000,-. (Dua Triliun Dua Ratus Lima Puluh Milliar Rupiah).

Melalui kemitraan strategis ini, PT Bank IBK Indonesia Tbk berkolaborasi dengan sejumlah lembaga keuangan terkemuka tanah air guna menyediakan dukungan likuiditas yang kuat bagi korporasi. Langkah ini sejalan dengan fokus bisnis Bank IBK Indonesia yang berakar kuat dari komitmen induknya, Industrial Bank of Korea (IBK), untuk memajukan sektor usaha, komersial, maupun usaha kecil dan menengah (UKM) serta korporasi di Indonesia.

Dukungan partisipasi pembiayaan sindikasi dari PT Bank IBK Indonesia Tbk sebesar Rp225.000.000.000,- ( Dua Ratus Dua Puluh Lima Milliar Rupiah ) miliar kepada PT Permata Hijau Palm Oleo, perusahaan kelapa sawit terintegrasi terkemuka di Indonesia, yang telah berdiri sejak tahun 1984 dan merupakan bagian dari Permata Hijau Group (PHG).

PT Bank IBK Indonesia Tbk menyatakan bahwa pemberian fasilitas kredit sindikasi sebesar Rp225 miliar ini merupakan perwujudan nyata dari kepercayaan bank terhadap prospek bisnis industri penerima fasilitas serta stabilitas ekonomi Indonesia. Sinergi pembiayaan ini diharapkan mampu mengoptimalkan kapasitas operasional penerima dana, mendorong inovasi, sekaligus menciptakan multiplier effect positif bagi penyerapan tenaga kerja dan rantai pasok industri terkait.

Melalui penyaluran dana sindikasi modal kerja ini, PT Bank IBK Indonesia tbk optimis dapat terus memperkuat ekspansi bisnisnya di Indonesia, sekaligus mempertahankan kualitas aset yang sehat guna memberikan nilai tambah yang optimal bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Usai Hadiri Toba Caldera Culture Festival, Menteri Ekonomi Kreatif Nikmati Pengalaman Danau Toba di Marianna Resort Samosir

Samosir, September 2026 – Usai menghadiri rangkaian Toba Caldera Culture Festival (TCCF) 2026 di Samosir, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, melanjutkan perjalanannya dengan menikmati pengalaman Danau Toba di Marianna Resort & Convention Samosir, Tuktuk Siadong.

Kehadiran Menteri Ekonomi Kreatif di Samosir menjadi bagian dari perjalanan untuk melihat lebih dekat potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan Danau Toba. Sebagai salah satu rangkaian kegiatan di kawasan tersebut, TCCF 2026 mempertemukan seni, budaya, dan berbagai aktivitas ekonomi kreatif yang mencerminkan kekayaan Samosir sekaligus memperkuat daya tarik kawasan Danau Toba sebagai destinasi wisata.

Pengalaman di Samosir kemudian berlanjut di Marianna Resort, yang berada di tepi Danau Toba, Tuktuk Siadong. Dengan panorama danau dan suasana yang tenang, Marianna menawarkan pengalaman menginap yang memadukan kenyamanan resort dengan lanskap serta karakter lokal Samosir.

Bagi wisatawan, pengalaman di Danau Toba tidak hanya ditentukan oleh satu tempat atau aktivitas. Akomodasi, kuliner, budaya, atraksi wisata, serta perjalanan di atas danau dapat menjadi bagian dari satu rangkaian perjalanan yang saling melengkapi. Kehadiran berbagai pilihan pengalaman tersebut turut memperkaya cara wisatawan mengenal Samosir dan kawasan Danau Toba.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan Menteri Ekonomi Kreatif sebelum meninggalkan Samosir. Dari jetty Marianna, beliau bersama rombongan melanjutkan perjalanan menggunakan yacht untuk menyusuri perairan Danau Toba.

Perjalanan melalui jalur perairan memberikan perspektif berbeda terhadap lanskap Danau Toba, sekaligus menunjukkan bagaimana pengalaman di atas danau dapat menjadi bagian penting dari perjalanan wisata di Samosir. Dari kawasan Tuktuk, wisatawan dapat menikmati kedekatan dengan alam sekaligus menjadikan Danau Toba sebagai bagian dari perjalanan, bukan sekadar latar pemandangan.

General Manager Marianna Resort & Convention Samosir, I Ketut Gunarta, menyampaikan apresiasinya atas kesempatan untuk menyambut Menteri Ekonomi Kreatif di Marianna.

“Merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat menyambut Bapak Menteri Ekonomi Kreatif di Marianna. Kami berharap pengalaman selama berada di Samosir dapat memberikan kesan yang baik, mulai dari suasana Danau Toba hingga keramahan dan kekayaan budaya yang menjadi bagian dari karakter destinasi ini,” ujar I Ketut Gunarta.

Sebagai resort bintang lima di kawasan Tuktuk, Marianna Resort menjadi salah satu bagian dari ekosistem pariwisata Samosir yang mempertemukan akomodasi, pengalaman alam, dan karakter lokal dalam satu perjalanan. Kehadiran tamu dari berbagai latar belakang juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan sisi lain Samosir sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman lebih dari sekadar menikmati panorama Danau Toba.

Dengan kekayaan alam, budaya, dan kreativitas masyarakatnya, Samosir memiliki peluang untuk terus mengembangkan pengalaman wisata yang beragam. Perpaduan antara kegiatan budaya, ekonomi kreatif, hospitality, dan pengalaman di Danau Toba dapat semakin memperkuat posisi Samosir sebagai destinasi yang menawarkan perjalanan yang autentik dan berkesan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES