Dukung Pemulihan Aset Nasabah di Sentani, BRI Insurance Bayarkan Klaim Rp304,65 Juta 

PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan perlindungan terhadap aset nasabah melalui pembayaran klaim Heavy Equipment Comprehensive senilai Rp 304.654.870 kepada Rosdiana, selaku tertanggung sekaligus pemilik alat berat. Pembayaran klaim tersebut dilakukan di Sentani pada Jumat, 11 September 2026, sebagai bagian dari upaya BRI Insurance dalam memberikan dukungan kepada nasabah yang mengalami kerugian akibat risiko selama kegiatan operasional.

Klaim tersebut diajukan setelah alat berat milik Rosdiana mengalami kerusakan saat digunakan untuk mendukung kegiatan pekerjaan di site. Kondisi medan kerja yang cukup berat menyebabkan alat berat tergelincir, sehingga menimbulkan kerusakan pada unit dan kerugian bagi tertanggung. Melalui perlindungan Heavy Equipment Comprehensive, kerugian yang terjadi dapat diproses secara cepat dan transparan, sesuai dengan ketentuan dan manfaat pertanggungan yang tercantum dalam polis.

“Saya sangat berterima kasih dan bersyukur dengan adanya pembayaran klaim yang diberikan BRI Insurance. Asuransi dari BRI Insurance ini benar-benar membantu saya untuk memperbaiki alat berat dan bangkit melanjutkan serta memperbesar usaha,” ujar Rosdiana.

Simbolis penyerahan klaim tersebut turut dihadiri oleh jajaran BRI Insurance dan BRI di wilayah Sentani. BRI Insurance diwakili oleh Mustopa Kamil selaku Pimpinan Cabang BRI Insurance Jayapura dan Amel selaku Relationship Manager (RM), serta Richard Motte selaku MBM BRI KC Sentani. Kehadiran perwakilan perusahaan dalam proses penyelesaian klaim menjadi bagian dari upaya untuk memastikan komunikasi dengan nasabah berjalan dengan baik serta memberikan dukungan dalam proses penyelesaian kerugian yang dialami. Sinergi antara BRI dan BRI Insurance dalam momen ini turut mencerminkan komitmen BRI Group secara menyeluruh dalam memberikan rasa aman kepada nasabah di berbagai wilayah, termasuk Papua.

Richard Motte, selaku MBM BRI KC Sentani, menyampaikan bahwa penyelesaian klaim menjadi salah satu bentuk dukungan kepada nasabah ketika menghadapi kerugian akibat risiko yang terjadi dalam kegiatan operasional. Menurutnya, keberadaan perlindungan asuransi dapat membantu nasabah dalam menghadapi dampak kerugian terhadap aset yang digunakan untuk menunjang kegiatan usaha.

“Penyelesaian klaim ini menjadi bentuk dukungan kepada nasabah dalam menghadapi risiko yang terjadi pada asetnya. Dengan adanya perlindungan asuransi, nasabah dapat memperoleh dukungan dalam proses pemulihan aset sesuai dengan manfaat pertanggungan yang dimiliki. Sinergi yang terjalin antara BRI dan BRI Insurance juga menjadi wujud nyata komitmen BRI Group untuk terus hadir mendampingi nasabah dalam menghadapi risiko usaha,” ujar Richard.

Sementara itu, Mustopa Kamil, selaku Pimpinan Cabang BRI Insurance Jayapura, menyampaikan bahwa pembayaran klaim tersebut merupakan bagian dari komitmen BRI Insurance dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada nasabah. Menurutnya, risiko terhadap alat berat dapat terjadi dalam berbagai kondisi selama digunakan untuk menunjang kegiatan operasional, sehingga perlindungan asuransi menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan oleh pemilik aset.

“BRI Insurance berkomitmen untuk memberikan pelayanan dan penyelesaian klaim sesuai dengan ketentuan polis yang dimiliki nasabah. Kemudahan dan ketepatan waktu dalam proses klaim menjadi prioritas kami untuk terus menjaga kepercayaan nasabah, khususnya di wilayah Papua dan sekitarnya. Kami berharap pembayaran klaim ini dapat membantu proses pemulihan alat berat yang mengalami kerusakan, sehingga aset tersebut dapat kembali mendukung kegiatan operasional nasabah,” ujar Mustopa.

Melalui produk Heavy Equipment Comprehensive, BRI Insurance memberikan perlindungan terhadap alat berat yang digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan operasional, termasuk pada sektor konstruksi, perkebunan, hingga pertambangan. Perlindungan tersebut mencakup risiko yang dapat menimbulkan kerusakan atau kerugian terhadap alat berat sesuai dengan ketentuan dalam polis. Dengan adanya perlindungan tersebut, pemilik aset memiliki dukungan dalam menghadapi risiko yang dapat berdampak terhadap kondisi maupun penggunaan aset dalam kegiatan usaha.

Saat dimintai keterangan, Direktur Utama BRI Insurance, Budi Legowo mengatakan turut prihatin atas musibah yang menimpa nasabah BRI Insurance. “Semoga pembayaran klaim yang telah dilakukan dapat membantu kelangsungan usaha nasabah. Seperti yang kita ketahui, musibah bisa datang kapan dan di mana saja. Karena itu, memiliki perlindungan asuransi atas aset menjadi salah satu bentuk mitigasi risiko.” ujar Budi.

Melalui penanganan klaim yang profesional dan penuh empati ini, BRI Insurance terus memperkuat posisinya sebagai mitra perlindungan terpercaya bagi nasabah BRI di seluruh Indonesia, serta meneguhkan komitmennya untuk hadir di setiap saat nasabah membutuhkan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Gaji Berhenti Saat Pensiun, Dhiraj Kelly Ingatkan Biaya Hidup Tetap Berjalan

JAKARTA, 23 September 2026 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencanangkan Bulan Dana Pensiun 2026 pada 6 September 2026 untuk mendorong masyarakat menyiapkan masa purnabakti sejak dini. Momentum ini mengangkat kebutuhan pekerja muda untuk menghitung biaya hidup dan sumber pendapatan setelah tidak lagi menerima gaji dari pekerjaan utama. [1]

Dalam acara tersebut, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan bahwa literasi khusus dana pensiun masih berada di kisaran 22 persen. OJK mendorong pemahaman tersebut diterjemahkan menjadi persiapan keuangan yang nyata. [1]

“Masa persiapan yang baik tidak dipersiapkan ketika kita itu akan berhenti bekerja, tapi sejak mulai bekerja,” kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini, sebagaimana dikutip dalam siaran pers OJK 6 September 2026. [1]

Dr. Dhiraj Kelly, pengusaha dan strategic consultant, menilai perencanaan pensiun perlu masuk ke anggaran rumah tangga saat seseorang masih memiliki penghasilan aktif.

“Saat gaji berhenti, belanja dapur dan tagihan rumah tetap berjalan. Karena itu, kita perlu tahu berapa kebutuhan hidup nanti dan dari mana uangnya akan datang. Besarnya penghasilan hari ini belum menjawab dua pertanyaan tersebut,” kata Dhiraj.

Hitung biaya hidup dalam nilai masa depan

Sebagai ilustrasi, kebutuhan hidup Rp6 juta per bulan saat ini akan setara dengan sekitar Rp10,84 juta per bulan dalam 20 tahun apabila biayanya meningkat 3 persen setiap tahun. Angka 3 persen merupakan asumsi perhitungan, bukan proyeksi inflasi atau imbal hasil investasi. [3]

Hasil tersebut menggambarkan kebutuhan bulanan pada tahun yang dituju. Untuk memperkirakan total dana pensiun, masih perlu diperhitungkan lamanya masa pensiun, sumber pendapatan yang tersedia, dan perubahan kebutuhan keluarga. Biaya kesehatan juga perlu dianggarkan tersendiri sesuai kondisi masing-masing.

Periksa manfaat yang sudah dimiliki

Pekerja perlu membedakan tabungan hari tua dan pendapatan berkala saat pensiun. BPJS Ketenagakerjaan menjelaskan bahwa Jaminan Hari Tua (JHT) merupakan akumulasi iuran beserta hasil pengembangannya, dengan pembayaran sesuai ketentuan program. Sementara itu, Jaminan Pensiun (JP) dapat memberikan manfaat bulanan atau pembayaran sekaligus sesuai persyaratan. [2]

Karena itu, kepesertaan perlu diikuti pemeriksaan jenis program, riwayat iuran, dan perkiraan manfaat yang akan diterima. Selisih antara manfaat tersebut dan kebutuhan hidup menjadi dasar untuk menyusun rencana tambahan. Saldo yang sama juga tidak boleh dihitung dua kali sebagai tabungan sekaligus sumber pendapatan terpisah.

Mulai dari tiga catatan sederhana

Kebutuhan bulanan. Catat biaya pokok, tempat tinggal, kesehatan, dan tanggungan keluarga. Tentukan usia rencana pensiun, lalu perbarui perkiraan kebutuhan secara berkala.

Manfaat dan aset yang tersedia. Periksa program dari pemberi kerja atau BPJS Ketenagakerjaan, serta tabungan yang memang dialokasikan untuk hari tua. Cocokkan estimasi manfaat dengan ketentuan penyelenggara.

Kemampuan menyisihkan penghasilan. Tetapkan alokasi rutin sesuai arus kas setelah memperhitungkan kebutuhan pokok, kewajiban, dan dana darurat. Tinjau kembali alokasi ketika penghasilan atau tanggungan berubah.

Pembaca dapat mulai dengan memeriksa kepesertaan melalui pemberi kerja atau kanal resmi BPJS Ketenagakerjaan, kemudian mempelajari agenda edukasi di Bulan Dana Pensiun 2026. Pemilihan program perlu mempertimbangkan manfaat, biaya, ketentuan pencairan, dan risiko yang dapat ditanggung.

Sumber data dan perhitungan

[1] OJK, SP 165/OJK/DKPU/IX/2026, 6 September 2026. Pencanangan Bulan Dana Pensiun 2026. Sumber resmi

[2] BPJS Ketenagakerjaan, informasi kepesertaan Penerima Upah dan manfaat JHT serta JP. Diakses 23 September 2026. Sumber resmi

[3] Perhitungan ilustratif redaksi: biaya awal Rp6 juta per bulan, kenaikan majemuk 3 persen per tahun, selama 20 tahun. Hasil Rp10.836.667 dibulatkan menjadi Rp10,84 juta per bulan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Telkom AI Center Aceh Dorong Akademisi Gunakan AI Secara Etis: “AI Bukan Pengganti Pikiran Manusia”

Telkom AI Center Aceh menyelenggarakan workshop bertema “Etika AI dalam Dunia Akademik” yang mempertemukan akademisi, praktisi teknologi, mahasiswa, dan peserta dari berbagai latar belakang untuk membahas bagaimana AI dapat dimanfaatkan secara produktif tanpa mengorbankan integritas akademik.

Banda Aceh, 23 September 2026 – Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang semakin cepat membawa peluang besar bagi dunia pendidikan dan penelitian. Namun, di balik kemudahan tersebut, penggunaan AI juga menghadirkan tantangan baru terkait integritas akademik, privasi data, akurasi informasi, hingga kemampuan berpikir kritis mahasiswa.

Merespons tantangan tersebut, Telkom AI Center Aceh menyelenggarakan workshop bertema “Etika AI dalam Dunia Akademik” yang mempertemukan akademisi, praktisi teknologi, mahasiswa, dan peserta dari berbagai latar belakang untuk membahas bagaimana AI dapat dimanfaatkan secara produktif tanpa mengorbankan integritas akademik (12/9) .

Workshop ini menghadirkan Mulkan Fadhli, dosen UIN Ar-Raniry, serta Ikhwan Reza, Solution Architect Telkom Indonesia, sebagai narasumber. Diskusi tidak hanya membahas peluang pemanfaatan AI dalam proses pembelajaran dan penelitian, tetapi juga mengupas risiko penggunaan AI secara tidak bertanggung jawab.

Dalam pemaparannya, Mulkan Fadhli menekankan bahwa kehadiran AI seharusnya tidak membuat manusia kehilangan peran dalam proses berpikir. Menurutnya, mahasiswa dan akademisi tetap harus menjadi pihak yang memegang kendali terhadap proses dan hasil pekerjaan yang menggunakan bantuan AI.

“AI boleh membantu kita berpikir, tetapi jangan sampai AI menggantikan proses berpikir kita. Yang paling penting adalah transparansi, verifikasi, dan tanggung jawab manusia terhadap hasil akhir,” ujar Mulkan Fadhli.

Mulkan juga memperkenalkan pendekatan lampu lalu lintas (traffic light) sebagai cara sederhana untuk memahami batasan penggunaan AI dalam kegiatan akademik. Zona hijau mencakup penggunaan AI untuk aktivitas seperti brainstorming dan pengembangan ide. Zona kuning mencakup penggunaan AI untuk pekerjaan tertentu, seperti penerjemahan atau penyuntingan, yang tetap membutuhkan verifikasi manusia. Sementara zona merah mencakup penggunaan AI yang berpotensi melanggar integritas akademik, termasuk menjadikan AI sebagai ghost writer untuk menghasilkan karya yang kemudian diakui sepenuhnya sebagai karya sendiri.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi penggunaan AI dalam pekerjaan akademik, termasuk kemungkinan penerapan jejak audit dan pengungkapan penggunaan AI sehingga institusi dapat mengetahui sejauh mana teknologi tersebut digunakan dalam proses penelitian maupun pembelajaran.

Sementara itu, Ikhwan Reza, Solution Architect Telkom Indonesia, membawa perspektif praktis mengenai berbagai tantangan teknologi AI yang perlu dipahami oleh lingkungan akademik. Ia menjelaskan bahwa salah satu persoalan utama dalam pemanfaatan AI adalah hallucination, yaitu kondisi ketika AI menghasilkan informasi yang terlihat meyakinkan tetapi sebenarnya tidak akurat atau tidak memiliki dasar yang valid.

“AI itu sangat membantu, tetapi jangan pernah menganggap semua jawaban AI sebagai kebenaran. Kita tetap harus melakukan cross-check terhadap sumber, memahami konteks, dan memastikan informasi yang digunakan benar-benar dapat dipertanggungjawabkan,” jelas Ikhwan.

Selain akurasi informasi, Ikhwan juga menyoroti aspek privasi dan keamanan data. Menurutnya, sivitas akademika perlu memahami bahwa tidak semua data dapat begitu saja dimasukkan ke dalam layanan AI, khususnya data pribadi, data penelitian yang bersifat sensitif, maupun informasi institusi yang memiliki batasan akses.

Dalam kesempatan tersebut, Ikhwan turut memperkenalkan perkembangan solusi AI berdaulat yang dikembangkan Telkom untuk konteks Indonesia. Pendekatan tersebut memungkinkan organisasi dan institusi mempertimbangkan penggunaan AI dengan memperhatikan aspek kedaulatan data, keamanan, kebutuhan lokal, serta tata kelola teknologi.

Diskusi semakin berkembang ketika peserta mengajukan pertanyaan mengenai kemungkinan integrasi AI dengan repositori kampus, pengembangan model AI yang lebih sesuai dengan kebutuhan lokal, serta penerapan AI untuk mendukung penelitian dan pengelolaan pengetahuan di perguruan tinggi.

Salah satu gagasan yang muncul adalah pemanfaatan AI untuk mengembangkan portal pengetahuan dan sejarah Aceh, dengan AI berperan membantu proses pencarian, pengolahan, dan eksplorasi informasi tanpa menghilangkan kebutuhan terhadap sumber yang terverifikasi.

AI sebagai Mitra, Bukan Pengganti

Business & Community Lead Telkom AI Center Aceh, Jurnalis JH, mengatakan bahwa diskusi mengenai AI di lingkungan pendidikan tidak seharusnya berhenti pada pertanyaan tentang “boleh atau tidak boleh menggunakan AI”.

Menurutnya, pertanyaan yang lebih penting adalah bagaimana AI digunakan secara tepat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, produktivitas, dan kemampuan manusia tanpa menghilangkan proses berpikir kritis.

“Kami melihat AI bukan sebagai pengganti manusia, tetapi sebagai mitra untuk meningkatkan kemampuan manusia. Karena itu, yang ingin kami dorong melalui kegiatan ini bukan sekadar kemampuan menggunakan AI, tetapi kemampuan menggunakan AI dengan kritis, etis, dan bertanggung jawab,” ujar Jurnalis JH

Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membentuk budaya penggunaan AI yang sehat. Dosen tidak hanya perlu memahami teknologi AI, tetapi juga perlu merancang proses pembelajaran dan penugasan yang tetap mendorong mahasiswa untuk melakukan analisis, argumentasi, verifikasi, dan menghasilkan pemikiran orisinal.

“Kalau mahasiswa hanya diminta menghasilkan jawaban, AI mungkin bisa mengerjakan sebagian besar prosesnya. Tetapi kalau mahasiswa diminta menjelaskan bagaimana mereka sampai pada sebuah kesimpulan, menguji data, membandingkan sumber, dan mempertahankan argumentasinya, maka AI justru bisa menjadi alat yang memperkuat pembelajaran,” tambahnya.

Mendorong Tata Kelola AI di Perguruan Tinggi

Telkom AI Center Aceh melihat kebutuhan terhadap pedoman penggunaan AI di tingkat institusi sebagai salah satu hal yang semakin penting. Pedoman tersebut dapat mengatur penggunaan AI oleh mahasiswa, dosen, peneliti, maupun tenaga kependidikan, termasuk aspek transparansi, privasi data, verifikasi informasi, hak cipta, dan integritas akademik.

Ke depan, Telkom AI Center Aceh juga membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi di Aceh untuk mengeksplorasi pemanfaatan AI dalam penelitian, pengembangan talenta, pengembangan solusi AI lokal, serta pemanfaatan infrastruktur AI yang sesuai dengan kebutuhan institusi.

Workshop ini menjadi bagian dari upaya Telkom AI Center Aceh dalam membangun ekosistem AI di Aceh yang tidak hanya berorientasi pada adopsi teknologi, tetapi juga pada literasi, etika, inovasi, dan kesiapan sumber daya manusia.

Melalui ekosistem tersebut, AI diharapkan dapat menjadi teknologi yang memperkuat pendidikan dan penelitian di Indonesia, sekaligus tetap menempatkan manusia sebagai pihak yang memegang kendali, tanggung jawab, dan keputusan akhir.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kementerian UMKM Buka Rantai Pasok Pascabencana: 25 Usaha Mikro Aceh Tembus ke Jaringan Ritel Modern melalui Program KUMITRA

Kementerian UMKM memfasilitasi 25 usaha mikro terdampak bencana di Aceh menembus pasar ritel modern lewat business matching Program KUMITRA dan layanan Klinik UMKM Bangkit Aceh. Forum temu bisnis ini menghubungkan pelaku usaha lokal dengan peritel besar sekaligus menjadi puncak program pendampingan intensif yang berjalan secara hybrid sejak Maret 2026, dengan total engan potensi nilai transaksi mencapai Rp 2,54 Milyar.

BANDA ACEH, 22 September 2026 – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mengakselerasi penguatan ekosistem usaha mikro dan pemulihan ekonomi daerah pascabencana di wilayah Sumatra melalui pembukaan akses pasar terintegrasi serta pengembangan kemitraan rantai pasok strategis. Langkah konkret ini diwujudkan melalui agenda temu bisnis (business matching) yang digelar di Hotel Portola Grand Arabia, Banda Aceh, pada Selasa (22/9/2026).

Ajang ini merupakan bagian integral dari layanan Klinik UMKM Bangkit Aceh, sebuah inisiatif kolaboratif antara Kementerian UMKM, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Aceh, serta Asosiasi Profesi Pendamping Entrepreneur Indonesia (ASPPENDO). Temu bisnis ini menjadi puncak dari rangkaian intervensi pemulihan usaha yang telah dilaksanakan secara hybrid sejak Maret 2026, mulai dari seri webinar akses pasar, pelatihan standardisasi produk, kurasi mutu produk, hingga pendampingan bisnis secara intensif.

Dari forum temu bisnis Klinik UMKM Bangkit Aceh ini, berhasil disepakati komitmen kemitraan awal dalam bentuk Letter of Intent (LOI) dengan potensi nilai transaksi mencapai Rp 2,54 Milyar. Capaian ini membuka jalan bagi 25 usaha mikro terpilih di Aceh untuk menembus etalase ritel modern dan rantai pasok industri berskala besar.

Asisten Deputi Kemitraan dan Rantai Pasok Usaha Mikro Kementerian UMKM, Pristiyanto, selaku penyelenggara, menyampaikan bahwa temu bisnis di Aceh ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program KUMITRA (Kemudahan Usaha Mikro untuk Bermitra), dengan Aceh ditetapkan sebagai salah satu lokus prioritas percepatan pemulihan ekonomi di daerah terdampak bencana di Sumatra.

“Program KUMITRA hadir sebagai solusi konkret untuk membuka kebuntuan akses pasar yang dihadapi para pengusaha mikro. Hingga saat ini, business matching Program KUMITRA telah sukses dilaksanakan di empat lokasi, yaitu Bali, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kabupaten Tangerang, dan Aceh, dengan total nilai potensi transaksi yang ditandatangani melalui Letter of Intent (LOI) mencapai Rp13,74 Milyar,” papar Pristiyanto.

Dalam sambutan resminya yang dibacakan oleh Asdep Kemitraan dan Rantai Pasok, Plt. Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Reghi Perdana, S.H., LL.M., menegaskan pentingnya kepastian pasar (off-taker) sebagai pilar utama resiliensi usaha mikro, khususnya pada fase pemulihan pascabencana.

“Tujuan akhir dari setiap usaha adalah agar produk atau jasa yang dihasilkan dapat diterima, dibeli, dan diserap secara berkelanjutan oleh pasar. Berbagai fasilitasi yang diberikan pemerintah—baik pelatihan, pendampingan, maupun bantuan sarana pengembangan usaha—akan kurang optimal apabila produk yang dihasilkan tidak memiliki kepastian akses pemasaran yang jelas,” tegas Reghi Perdana dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Reghi menekankan bahwa keterhubungan UMKM dengan rantai pasok merupakan kunci keberlanjutan ekonomi daerah. “Pemasaran adalah pilar vital bagi keberlangsungan usaha mikro. Melalui perluasan akses pasar yang terstruktur, pengusaha UMKM di Aceh tidak hanya mampu memulihkan aktivitas bisnisnya pascabencana, tetapi juga melipatgandakan kapasitas produksi, menyerap tenaga kerja lokal, dan memberikan dampak pengganda (multiplier effect) yang nyata bagi perekonomian masyarakat,” tambahnya.

Pada sesi tatap muka temu bisnis ini, para pengusaha mikro yang sebelumnya telah melewati proses kurasi dan business pitching daring mempresentasikan produk unggulannya di hadapan sejumlah mitra ritel terkemuka, antara lain Suzuya Group, Alfamart, Indomaret, Simpang Lima, Aroma, dan Pusaka Souvenir Gallery. Forum ini sekaligus menjadi media untuk mentransfer wawasan mengenai standardisasi mutu, kepatuhan izin edar, higienitas kemasan, serta kontinuitas pasokan.

Salah satu pengusaha mikro peserta Klinik UMKM Bangkit Aceh, Nova (Founder Inovasi Cantik asal Aceh Tamiang), menyambut positif pelaksanaan temu bisnis (business matching) Program KUMITRA.

“Pascabencana banjir yang melanda daerah kami hingga menghanyutkan galeri usaha, memulihkan omzet dan menemukan pasar yang stabil menjadi tantangan terberat. Melalui pendampingan Kementerian UMKM bersama Aspendo, kami dapat terhubung langsung dengan manajemen ritel modern. Kami mendapatkan pemahaman nyata mengenai standar kurasi mutu serta kemasan yang dibutuhkan pasar, dan kami sangat optimis usaha ini dapat segera bangkit kembali,” ungkapnya.

Sebagai kelanjutan program, Kementerian UMKM akan terus memperluas jaringan kemitraan rantai pasok usaha mikro dengan merambah sektor perhotelan dan pariwisata daerah melalui sinergi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Melalui skema ini, produk makanan olahan, minuman, cenderamata, dan kriya khas Aceh ditargetkan untuk terintegrasi dalam pengadaan operasional industri perhotelan dan destinasi wisata secara berkelanjutan.

Sinergi erat antara pemerintah pusat, dinas daerah, asosiasi pendamping, dan dunia usaha ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi kebangkitan usaha mikro Aceh pascabencana agar semakin mandiri, tangguh, dan berdaya saing nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Menjembatani Kampus dan Industri, FIKOM UNASMAN Perkuat Kompetensi Mahasiswa melalui Studi Banding ke Telkom AI Center

AI Center of Excellence Makassar memperluas akses pembelajaran AI dan inovasi digital melalui kunjungan 35 mahasiswa UNASMAN untuk mengenal ekosistem teknologi serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Makassar, 23 September 2026 – Telkom AI Center of Excellence Makassar menerima kunjungan studi banding dari Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN) pada 31 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengenal perkembangan Artificial Intelligence (AI), inovasi digital, serta bagaimana teknologi dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan nyata di dunia industri dan masyarakat.

Sebanyak 35 mahasiswa semester V dari Program Studi Sistem Informasi dan Teknik Informatika mengikuti kegiatan tersebut bersama Dekan Fakultas Ilmu Komputer dan dosen pendamping. Melalui kunjungan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan wawasan mengenai perkembangan teknologi, tetapi juga diperkenalkan dengan ekosistem yang mendorong lahirnya talenta dan solusi digital yang relevan.

Dalam sesi sharing, mahasiswa diajak memahami bahwa pengembangan kompetensi di bidang teknologi tidak berhenti pada kemampuan mempelajari atau menggunakan teknologi baru. Proses tersebut perlu dilanjutkan dengan kemampuan mengidentifikasi masalah nyata, membangun solusi, berkolaborasi, menguji solusi kepada pengguna, hingga mendokumentasikan hasilnya menjadi portofolio.

Sunarti M.R., selaku Business and Community Lead Telkom AI Connect Makassar, menyampaikan bahwa mahasiswa perlu memiliki proses belajar yang berorientasi pada penyelesaian masalah dan kebutuhan pengguna. “Belajar teknologi saja tidak cukup. Mahasiswa perlu naik tahap, mulai dari mengidentifikasi masalah nyata, membangun dan menguji solusi, berkolaborasi, hingga menghasilkan portofolio. Dengan proses tersebut, harapannya mahasiswa tidak hanya lulus sebagai sarjana, tetapi juga tumbuh menjadi talenta yang siap memahami kebutuhan industri dan menyelesaikan masalah nyata,” ujar Sunarti.

Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi penting di tengah perkembangan AI yang semakin cepat. Mahasiswa perlu membangun keseimbangan antara pemahaman teknologi, kemampuan problem solving, kolaborasi, serta kemampuan menunjukkan hasil kerja yang dapat menjadi bukti kompetensi.

Pendekatan tersebut kemudian diperkenalkan melalui sebuah peta jalan pengembangan kompetensi mahasiswa menuju talenta siap industri. Tahapannya dimulai dari belajar teknologi baru, kemudian mengidentifikasi masalah, membangun proyek, berkolaborasi, menguji solusi kepada pengguna, hingga menghasilkan portofolio. Seluruh proses tersebut diarahkan agar mahasiswa mampu menciptakan dampak yang terukur.

Kunjungan studi banding ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat bahwa teknologi dan AI tidak berdiri sendiri. Pemanfaatannya membutuhkan pemahaman terhadap konteks permasalahan, kebutuhan pengguna, serta kemampuan mengubah ide menjadi solusi yang dapat diuji dan dikembangkan.

Bagi Telkom AI Center of Excellence Makassar, kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan bagian dari upaya memperluas akses pembelajaran dan memperkuat pengembangan talenta digital. Melalui interaksi langsung dengan mahasiswa, AI Center Makassar membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenal perkembangan AI sekaligus memahami bagaimana kompetensi tersebut dapat dikembangkan melalui pengalaman dan proyek nyata.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri, sekaligus mendorong mahasiswa untuk lebih aktif mengeksplorasi teknologi, membangun karya, dan mengembangkan portofolio sejak masa perkuliahan. Pada akhirnya, kesiapan mahasiswa menghadapi dunia industri tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak teknologi yang mereka kuasai, tetapi juga oleh kemampuan memahami masalah, membangun solusi, bekerja bersama orang lain, menguji hasil, dan menghasilkan dampak nyata.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

INDICO Gandeng Duolingo, Hadirkan Akses Belajar 40+ Bahasa Gratis untuk Pelanggan SIMPATI Plus

INDICO (PT Telkomsel Ekosistem Digital), anak perusahaan Telkomsel, terus memperluas perannya dalam menghadirkan akses pendidikan dan pembelajaran bagi masyarakat Indonesia melalui solusi digital.

Jakarta,
22 September 2026
– INDICO (PT Telkomsel Ekosistem Digital), anak
perusahaan Telkomsel, terus memperluas perannya dalam menghadirkan akses
pendidikan dan pembelajaran bagi masyarakat Indonesia melalui solusi digital.
Setelah sebelumnya berkolaborasi dengan Kuncie sebagai platform belajar yang
mendukung pengembangan skill dan kompetensi, INDICO kini menggandeng
Duolingo untuk memperluas akses belajar bahasa melalui SIMPATI Plus.

Kolaborasi
ini ditandai dengan seremoni penandatanganan yang berlangsung di kantor INDICO
pada 22 September 2026. Melalui kolaborasi ini, pelanggan SIMPATI Plus dapat
mengklaim akses Super Duolingo selama satu bulan, sesuai dengan kuota yang
tersedia selama periode program berlangsung.

“Melalui
kolaborasi dengan Duolingo, kami ingin turut memperluas akses pembelajaran
bahasa bagi masyarakat Indonesia, sebagai bagian dari upaya INDICO dalam
memberdayakan masyarakat melalui pendidikan. Dengan kapabilitas dan jangkauan
digital Telkomsel, kami berharap semakin banyak masyarakat dapat belajar dari
mana saja dan membuka peluang untuk terhubung dengan dunia global,” ujar Andi
Kristianto, Direktur Utama INDICO.

SIMPATI
Plus adalah fitur berlangganan eksklusif bagi pelanggan SIMPATI melalui
aplikasi MyTelkomsel
, menghadirkan lebih dari 100 deals dari lebih
dari 40 brand terkemuka lintas kategori lifestyle, termasuk
pendidikan, makanan dan minuman, kesehatan, dan wellness. Bergabungnya
Duolingo memperkaya ekosistem ini dengan pengalaman belajar bahasa, dan hingga
saat ini SIMPATI Plus telah diakses oleh ratusan ribu pelanggan dengan tingkat engagement
yang terus bertumbuh.

“Dengan
bergabungnya Duolingo ke dalam ekosistem Telkomsel yang melayani jutaan
pelanggan, kami percaya kolaborasi ini dapat menciptakan nilai bagi pelanggan
sekaligus mendukung pertumbuhan Duolingo di Indonesia,” ujar Ravi Bhushan,
Head of Business Development, Southeast Asia, Duolingo.

Untuk
mendapatkan manfaat tersebut, pengguna SIMPATI dapat terlebih dahulu
berlangganan SIMPATI Plus melalui aplikasi MyTelkomsel. Setelah berlangganan,
pengguna dapat memilih Duolingo, lalu melakukan klaim voucher dan
menukarkan kode voucher melalui platform Duolingo.

Kolaborasi
ini merupakan bagian dari upaya INDICO mengembangkan ekosistem digital yang
menghadirkan solusi dan manfaat relevan bagi pelanggan Telkomsel. INDICO akan
terus menjajaki kolaborasi dengan berbagai mitra untuk memperluas ragam benefit
dan menciptakan nilai tambah melalui ekosistem digital Telkomsel.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Masuk Top Broker ICDX, HSB Investasi Buktikan Jadi Aplikasi Trading Populer di Indonesia

Masuk Top 3 Best OTC Broker ICDX Agustus 2026, HSB Investasi tembus 17 juta unduhan dan buktikan jadi aplikasi trading forex populer di Indonesia.

PT Handal Semesta Berjangka (HSB Investasi), aplikasi trading forex terbaik berizin resmi BAPPEBTI, kembali mempertegas dominasinya di industri keuangan nasional dengan menembus jajaran pialang teratas di Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX). Pada rilis performa resmi bursa periode Agustus 2026, HSB sukses mengamankan posisi Top 3 dalam kategori Best OTC Broker dari ICDX Group.

Pencapaian dari bursa komoditi resmi ini berjalan beriringan dengan rekor adopsi pengguna yang luar biasa. Hingga saat ini, aplikasi HSB Investasi telah membukukan pencapaian lebih dari 17 juta unduhan. Angka tersebut menjadi pembuktian nyata bahwa HSB kini telah menjadi aplikasi trading populer yang kian dipercaya masyarakat Indonesia untuk mengakses pasar derivatif secara aman, transparan, dan terjamin hukum.

Predikat Best OTC Broker dari ICDX mencerminkan tingginya likuiditas transaksi riil, kecepatan eksekusi pesanan, stabilitas sistem perdagangan multi-aset, serta konsistensi transparansi harga yang dihadirkan HSB. Sistem perdagangan OTC di HSB memungkinkan nasabah bertransaksi secara fleksibel dengan likuiditas global yang stabil dan pembaruan harga secara real-time.

Melalui satu aplikasi mobile yang terintegrasi, pengguna dapat mengakses berbagai instrumen pasar finansial global secara fleksibel, mulai dari pasangan mata uang forex utama dunia, komoditi dan energi seperti emas, perak, dan minyak mentah, pergerakan indeks saham global, serta pilihan single stock dari deretan korporasi multinasional terkemuka.

Kemudahan navigasi dan dukungan fitur modern turut menjadi pendorong utama antusiasme trader ritel. Aplikasi HSB Investasi dilengkapi dengan asisten analitik AI Trading, sinyal transaksi harian, serta fasilitas micro trading (0.01 lot) dengan deposit awal yang rendah. Seluruh ekosistem transaksi ini diawasi ketat oleh BAPPEBTI serta dijamin penyelesaian kliringnya oleh Indonesia Clearing House (ICH).

Capaian Top 3 Best OTC Broker ICDX per Agustus 2026 ini kian mempertegas HSB Investasi sebagai #JadiPilihan lebih dari 17 Juta Trader. HSB terus membuktikan komitmennya sebagai aplikasi trading forex terbaik sekaligus mitra terpercaya bagi investor Indonesia yang mendambakan standar global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Akselerasi Hilirisasi Perlu Sinkronisasi Pusat & Daerah

JAKARTA — Akselerasi hilirisasi mineral di Indonesia dinilai tidak cukup hanya mengandalkan investasi dan kapasitas industri. Sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor kunci agar manfaat nilai tambah dapat dirasakan secara optimal di dalam negeri.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal mengatakan, tantangan hilirisasi tidak hanya berada pada aspek teknis industri, tetapi juga pada tata kelola kebijakan yang melibatkan banyak pemangku kepentingan.
Menurut Faisal, sebagian persoalan hilirisasi justru berada di luar kendali korporasi, terutama yang berkaitan dengan regulasi, koordinasi lintas lembaga, hingga implementasi di tingkat daerah.
“MIND ID bekerja sama dengan pemerintah pusat dan juga pemerintah daerah. Jadi ini nggak bisa sendiri, karena ada ranah yang bisa diselesaikan dari tataran korporasi, tapi ada yang di tataran kebijakan,” kata Faisal dalam diskusi MediaMIND 2026 di Jakarta, belum lama ini.
Ia menambahkan, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah perlu diperkuat agar berbagai persoalan di lapangan dapat direspons lebih cepat. Pemerintah daerah dinilai memiliki peran penting karena lebih memahami kondisi sosial, lingkungan, dan kebutuhan masyarakat setempat.
Di sisi lain, kapasitas pemerintah daerah masih menjadi tantangan tersendiri. Keterbatasan kewenangan dan anggaran membuat daerah belum sepenuhnya mampu mengantisipasi dampak yang muncul dari aktivitas hilirisasi, termasuk tekanan terhadap lingkungan dan sosial masyarakat.
Faisal menilai, berbagai eksternalitas negatif seperti penurunan kualitas lingkungan dan terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat perlu diperhitungkan sejak awal dalam perencanaan investasi. Tanpa perencanaan yang matang, beban tersebut berpotensi dialihkan kepada masyarakat dan pemerintah daerah.
Sebagai salah satu instrumen penguatan kapasitas daerah, Faisal menilai dana bagi hasil (DBH) dapat dimanfaatkan secara lebih optimal. Ia mencontohkan sejumlah daerah di Sulawesi Tengah yang tengah mendorong peningkatan porsi DBH untuk mendukung pembangunan di wilayah terdampak hilirisasi.
“Tapi untungnya sih beberapa daerah yang sekarang sedang mengusahakan untuk peningkatan DBH di Sulawesi Tengah, seperti Morowali itu, sedang mengusahakan itu, jadi ada tambahan dari DBH,” ujarnya.
Berdasarkan data pemerintah, Provinsi Sulawesi Tengah menerima alokasi Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp2,13 triliun pada 2026, dengan kontribusi DBH mencapai Rp272,95 miliar. Dari jumlah tersebut, sektor sumber daya alam masih menjadi penyumbang utama, terutama dari royalti mineral dan batubara.
Selain penguatan fiskal daerah, integrasi hilirisasi juga perlu mendorong keterlibatan pelaku usaha lokal. Dari sekitar 5.600 UMKM di Morowali, baru sekitar 30 yang terhubung dengan rantai pasok industri, menunjukkan masih terbukanya ruang peningkatan partisipasi ekonomi lokal.
Di sisi ketenagakerjaan, pemerintah daerah juga didorong untuk menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri melalui pengembangan pendidikan vokasi dan politeknik berbasis kebutuhan wilayah.
Sebagai salah satu kawasan utama hilirisasi nikel, Morowali saat ini menjadi pusat pertumbuhan industri pengolahan mineral, termasuk melalui kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Sejumlah proyek pengolahan nikel juga terus dikembangkan untuk memperkuat rantai nilai industri dalam negeri.
Dalam konteks tersebut, Holding Industri Pertambangan MIND ID melalui PT Vale Indonesia Tbk menjadi salah satu pelaku yang mengembangkan proyek hilirisasi terintegrasi di Sulawesi. Proyek Indonesia Growth Project (IGP) yang tengah berjalan mencakup pembangunan fasilitas pengolahan di beberapa lokasi, termasuk Pomalaa, Morowali, dan Sorowako.
Pengembangan proyek tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah mineral, tetapi juga mendukung penciptaan lapangan kerja serta penguatan ekosistem industri nasional.
Faisal menegaskan, keberhasilan hilirisasi pada akhirnya tidak hanya diukur dari besarnya investasi atau kapasitas produksi, tetapi dari sejauh mana kebijakan yang terintegrasi mampu memastikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bitcoin Menguat, Bittime Soroti Aktivitas Futures di Tengah Sentimen Fed dan CLARITY Act

Aktivitas Futures global mengalami perubahan di tengah sentimen The Fed, perkembangan CLARITY Act, dan penguatan Bitcoin. Bittime mencermati perubahan volume, open interest, dan likuidasi sebagai bagian dari dinamika pasar, sekaligus menghadirkan Bittime Futures dengan pilihan posisi long dan short serta leverage hingga 25x.

Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang menghadirkan ekosistem 3-in-1 berupa Spot, Staking, dan Futures dalam satu platform yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mencermati penguatan Bitcoin dan perubahan aktivitas perdagangan kripto Futures di tengah perkembangan kebijakan moneter serta regulasi aset digital global. 

Berdasarkan data CoinMarketCap pada Rabu (23/9/2026) pagi, Bitcoin berada di kisaran US$86.300, menguat 0,76% dalam 24 jam terakhir dan 14,17% dalam sepekan.

Bitcoin Menguat Setelah Melewati Dua Sentimen Utama

Penguatan Bitcoin terjadi setelah pasar melewati dua agenda penting pada pekan sebelumnya, yakni keputusan suku bunga Federal Reserve atau The Fed dan perkembangan CLARITY Act di Senat Amerika Serikat.

Pada 16 September 2026, The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4,00%. Berdasarkan pernyataan resmi Federal Reserve, keputusan tersebut dilakukan ketika inflasi masih berada pada level tinggi dan aktivitas ekonomi AS terus berkembang.

Sehari sebelumnya, Senat AS gagal melanjutkan proses legislasi CLARITY Act setelah pemungutan suara hanya memperoleh 50 suara berbanding 49, di bawah ambang 60 suara yang diperlukan. Berdasarkan pemberitaan Reuters, Bitcoin dan sejumlah aset kripto sempat mengalami tekanan setelah hasil pemungutan suara tersebut.

Namun, Bitcoin kemudian kembali menguat dan menembus US$85.000 pada 21 September. Berdasarkan pemberitaan The Block, Bitcoin naik lebih dari 5% dalam 24 jam, sementara lebih dari US$750 juta posisi kripto mengalami likuidasi. Sekitar US$648,3 juta di antaranya berasal dari posisi short.

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn mengatakan perubahan tersebut menunjukkan bahwa respons pelaku pasar terhadap perkembangan makroekonomi dan regulasi dapat berlangsung cepat.

“Pergerakan Bitcoin setelah keputusan The Fed dan perkembangan CLARITY Act menunjukkan bahwa pasar dapat kembali menyesuaikan posisi dalam waktu singkat. Karena itu, penting untuk melihat perubahan harga bersama dengan volume perdagangan, posisi Futures, serta perkembangan sentimen pasar secara keseluruhan,” ujar Ryan.

Aktivitas Futures Sebelum dan Setelah Keputusan Fed dan CLARITY Act

Perubahan aktivitas di pasar Futures sudah terlihat sebelum kedua agenda tersebut berlangsung. Berdasarkan data Sentiment yang dikutip CoinNess, open interest Bitcoin Futures turun sekitar 13,5%, dari 321.497 BTC pada 3 September menjadi 278.151 BTC pada 11 September.

Penurunan open interest tersebut menunjukkan adanya pengurangan posisi atau leverage oleh sebagian pelaku pasar menjelang agenda yang berpotensi meningkatkan volatilitas.

Data dari situs Talos menunjukkan untuk periode 10-16 September juga menunjukkan volume perdagangan Futures meningkat 6,3% secara mingguan menjadi US$1,07 triliun. Di sisi lain, open interest Bitcoin dalam denominasi dolar turun 1,6% menjadi US$44,4 miliar. Likuidasi Bitcoin meningkat 15,9% secara mingguan menjadi US$398,3 juta, dengan aktivitas likuidasi terkonsentrasi di sekitar waktu kegagalan pemungutan suara CLARITY Act.

Setelah Bitcoin kembali menguat, aktivitas Futures ikut meningkat. Berdasarkan pemberitaan The Block, lebih dari US$648 juta posisi short mengalami likuidasi ketika Bitcoin menembus US$85.000.

Ryan menambahkan bahwa perubahan posisi di pasar Futures perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas dan tidak secara otomatis menunjukkan arah pergerakan Bitcoin berikutnya.

“Kenaikan aktivitas Futures dan likuidasi posisi short dapat memperkuat pergerakan harga dalam jangka pendek, tetapi kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa tren tertentu akan berlanjut. Trader tetap perlu memahami bahwa posisi di pasar Futures dapat berubah cepat mengikuti volatilitas dan sentimen pasar,” tambah Ryan.

Bittime Cermati Aktivitas Futures

Perkembangan aktivitas Futures global juga menjadi konteks bagi pertumbuhan perdagangan Futures di Bittime. Di Bittime Futures, BTCUSDT-PERP menctatakan aktivitas perdagangan yang melampaui pair lainnya sepanjang pekan, diikuti ARBUSDT-PERP, UNIUSDT-PERP, XRPUSDT-PERP, dan ETHUSDT-PERP. 

Dominasi pair tersebut menunjukkan bahwa aktivitas Futures tidak hanya terpusat pada aset dengan kapitalisasi pasar terbesar, tetapi juga mencakup aset kripto lain yang memiliki aktivitas perdagangan cukup tinggi di platform.

“Futures memberikan fleksibilitas melalui pilihan posisi long dan short, tetapi penggunaan leverage juga dapat memperbesar risiko ketika pergerakan pasar tidak sesuai dengan posisi yang diambil. Karena itu, trader perlu memahami margin, leverage, likuidasi, dan manajemen risiko sebelum menggunakan produk Futures,” ujar Ryan.

Melalui Bittime Futures, pengguna dapat mengakses perdagangan Futures dengan pilihan posisi long dan short serta leverage hingga 25x. Bittime terus mendorong pemahaman mengenai mekanisme Futures dan manajemen risiko agar pengguna dapat memahami karakteristik produk sebelum melakukan transaksi.  

Penggunaan leverage juga dapat meningkatkan eksposur sekaligus risiko. Karena itu, Bittime terus mendorong pemahaman mengenai mekanisme Futures dan manajemen risiko agar pengguna memahami karakteristik produk sebelum melakukan transaksi 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Sanct Sudah Tersedia di App Store, Hadir di Indonesia 29 September, Sambil Tayangkan Film Keempat “I remember.”

Sanct, sosial media untuk sahabat dekat dan keluarga yang didirikan founder asal Indonesia, Sion Abednego, menayangkan Episode 4 dari seri film pendeknya di YouTube pada Selasa (22/9) pukul 16.00 WIB. Film berjudul “I remember.” itu mengikuti sebuah keluarga yang terpisah antara Jakarta dan Singapura dalam satu malam di Sanctum, pantai kecil di dalam aplikasi, dan tiga pagi berbeda yang menyusul. Semua layar aplikasi di film adalah layar sungguhan: grup obrolan keluarga, check-in tidur, layar selamat pagi, dan pengingat kebiasaan dari Sancty yang bersifat opsional dan tidak aktif sebelum dinyalakan sendiri oleh pengguna. Sanct kini sudah bisa dipra-pesan di App Store dan akan hadir di Indonesia pada 29 September, sehari setelah Singapura pada 28 September. Sanct memiliki lebih dari 350 pengguna aktif, dan 1.600 orang di daftar tunggu sedang diundang masuk secara bertahap.

Jakarta, 23 September 2026 — Pukul 22.24 di Jakarta, pukul 23.24 di Singapura, dan satu keluarga masih berada di pantai yang sama. Bukan pantai sungguhan, melainkan Sanctum, pantai kecil di dalam aplikasi Sanct yang buka setiap hari pukul 18.00. Ayah dan ibu di tempat tidur dengan lampu yang masih menyala. Si bungsu duduk bersila di kasurnya di Jakarta. Si sulung di kamar kosnya di Singapura. Tidak ada yang mau pulang duluan. Lalu notifikasi yang sama muncul di tiga ponsel: “Time to wind down. Your usual sleep time is coming up.”

Itulah bagian tengah “I remember.”, film keempat dari seri Sanct tentang sebuah keluarga yang terpisah satu jam penerbangan, yang tayang di YouTube pada Selasa (22/9) pukul 16.00 WIB. Sejak Agustus, seri ini mengikuti empat orang yang sama: seorang anak yang merantau ke Singapura untuk bekerja, adiknya, dan orang tua mereka di Jakarta.

Tiket pulang sudah dipesan

Episode 3 berakhir dengan keluarga itu berjanji bertemu di Sanctum. Episode 4 dibuka di sana. Sebelum mereka lupa waktu, grup keluarga di Sanct membereskan satu hal lewat enam pesan: tiket si sulung untuk pulang di ulang tahun Papa sudah dipesan, 12 Oktober, dua minggu kali ini. “Papa sudah menghitung hari,” tulis adiknya. “Aku juga,” balas kakaknya. Sanctum adalah tempat mereka bertemu sampai hari itu tiba.

Mereka terlalu betah, sampai lupa waktu. Sancty, teman kecil yang selalu ada kalau kamu butuh ditemani, mengingatkan masing-masing bahwa jam tidur mereka sudah dekat. Tiga isyarat “oke” ke tiga ponsel, tiga check-in tidur, tiga lampu padam.

Tiga pagi yang berbeda

Paginya, jam weker tua di samping tempat tidur orang tua berbunyi pukul 05.00. Alarm ponsel si bungsu berbunyi pukul 06.00, dan ia menunda sekali. Alarm si sulung berbunyi pukul 06.30 waktu Singapura, dan ia langsung duduk tegak. Masing-masing menekan “I’m Awake”, dan masing-masing mendapat selamat pagi yang berbeda: 6 jam 29 menit istirahat, 7 jam 36 menit, 6 jam 56 menit. Pukul 05.05, Sancty mengingatkan orang tua soal ritme mingguan mereka; pukul 06.20 dan 07.00, ia menanyakan sarapan kepada kedua anak. Ayah dan ibu berjalan pagi berdua, bukan lari, di jalan depan rumah. Dua anak, dua bus, dua kota. Semua tepat waktu.

Film ditutup oleh Sancty yang memegang buku catatan kecil bertuliskan “Schedule” dan dua kalimat di layar: “Good job. Everyone on time today.” dan “I remember.”

Yang tampil di film ada di aplikasi

Semua layar aplikasi di film diambil dari aplikasi Sanct yang ada sekarang, hanya diganti nama tokoh, foto, isi pesan, dan jamnya. Grup obrolan keluarga, check-in tidur yang memberi tahu teman bahwa seseorang sedang tidur, layar selamat pagi dengan lama istirahat semalam, dan pertanyaan sarapan dari Sancty semuanya ada di aplikasi.

Pengingat kebiasaan dari Sancty, yaitu notifikasi menjelang jam tidur dan ritme mingguan yang tampil di film, bersifat opsional dan tidak aktif sebelum dinyalakan. Pengguna menyalakannya sendiri di pengaturan, dan kalimatnya adalah kalimat Sancty sendiri; dalam bahasa Indonesia berbunyi “Waktunya bersantai. Waktu tidurmu biasanya sebentar lagi.” dan “Ritme mingguanmu. Sekitar waktu ini minggu lalu, kamu bangun.” Sancty tidak melaporkan jam tidur atau jam bangun siapa pun kepada orang lain.

“Di episode ini tidak ada yang bilang ‘aku kangen’. Tiketnya sudah dipesan, orang tuanya sudah menghitung hari, dan sampai hari itu tiba mereka bertemu di pantai setelah makan malam,” ujar Sion Abednego, pendiri Sanct. “Sancty hanya melakukan apa yang dilakukan teman serumah yang baik: mengingatkan kalau sudah larut, dan mengucapkan selamat pagi. Ia ingat jam yang dipegang masing-masing orang, itu saja. Sanct hanya jembatannya. Pulang tetap tujuannya.”

Bagaimana data pengguna diperlakukan

Sanct tidak memiliki iklan maupun linimasa publik, dan tidak menjual data pengguna ke pihak ketiga. Pengguna memilih siapa yang bisa melihat setiap momen yang dibagikan: semua orang di lingkarannya, teman tertentu yang ia pilih, atau hanya dirinya sendiri. Sancty memproses data hanya di dalam akun pengguna itu sendiri untuk merespons, dan data tersebut tidak digunakan untuk melatih model AI publik. Kebijakan privasi Sanct dapat dibaca di https://sanctsocial.app/privacy

Traction dan rencana

Sanct membuka closed beta pada 23 Agustus di Car Free Day kawasan Senayan, Jakarta; 147 orang mendaftar di hari pertama. Kini Sanct memiliki lebih dari 350 pengguna aktif, dan 1.600 orang di daftar tunggu sedang diundang masuk secara bertahap. Pekan lalu, Sanct menemui 78 pengunjung di booth pertamanya di Singapura, di Tech in Asia Conference 2026. Sanct kini sudah bisa dipra-pesan di App Store di https://apps.apple.com/app/sanct-social/id6806056237 dan akan hadir di Indonesia pada 29 September, sehari setelah Singapura pada 28 September. Sanct memakai model freemium: fitur inti tetap gratis, sementara fitur premium yang bersifat opsional menyusul kemudian, tanpa iklan di kedua versi. Malaysia termasuk tiga negara peluncuran pertama.

Di Sanct, teman pertama ditambahkan dengan bertemu langsung dan saling memindai kode QR. Fitur pencarian dan saran pertemanan baru terbuka setelah pengguna punya lima teman, dan hanya menjangkau teman dari teman.

Pendaftaran Sanct terbuka di https://sanct.social

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES