VRIGroup Luncurkan “Tōnan Ajia Keizai Shimbun”, Media Berbahasa Jepang yang Menyajikan Berita Bisnis Asia Tenggara bagi Pelaku Bisnis Jepang

VRIGroup meluncurkan Tōnan Ajia Keizai Shimbun (東南アジア経済新聞), media daring berbahasa Jepang yang menyajikan berita ekonomi dan bisnis Asia Tenggara untuk pelaku bisnis di Jepang. Media ini mengkurasi pemberitaan lokal dan statistik resmi dari Indonesia, Vietnam, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Singapura, lalu memperbarui beritanya empat kali sehari. Setiap artikel mencantumkan sumber aslinya. Nilai mata uang lokal dikonversi ke yen Jepang dan dolar AS. Media ini juga menyediakan direktori perusahaan, glosarium, dan newsletter pagi gratis. Situs dapat diakses di https://aseankeizai.jp.

Tokyo, 24 September 2026 – VRIGroup (株式会社VRIHoldings), grup usaha yang beroperasi terutama di Asia Tenggara, meluncurkan Tōnan Ajia Keizai Shimbun (東南アジア経済新聞, “Harian Ekonomi Asia Tenggara”). Media daring berbahasa Jepang ini menyajikan berita ekonomi dan bisnis Asia Tenggara untuk para pelaku bisnis di Jepang. Media ini dapat diakses di https://aseankeizai.jp.

Minat perusahaan Jepang terhadap Asia Tenggara sebagai basis produksi, pasar konsumen, dan tujuan investasi terus meningkat. Namun, sebagian besar informasi penting di kawasan ini hanya tersedia dalam bahasa lokal, seperti bahasa Indonesia, Vietnam, dan Thai. Akibatnya, pelaku bisnis di Jepang sulit mengikuti perubahan kebijakan, regulasi, dan pergerakan perusahaan lokal secara tepat waktu.

Melalui layanan distribusi siaran pers “VRITIMES”, VRIGroup telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 400 media di enam negara Asia Tenggara. Tōnan Ajia Keizai Shimbun memanfaatkan jaringan media lokal tersebut untuk menjembatani kesenjangan informasi antara Jepang dan Asia Tenggara.

Cakupan dan Konten

Media ini meliput enam negara: Indonesia, Vietnam, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Singapura. Informasi dipilih dari pemberitaan media lokal dan statistik resmi pemerintah berdasarkan kegunaannya bagi pelaku bisnis Jepang, lalu dirangkum dalam bahasa Jepang.

Ekonomi makro, suku bunga, nilai tukar, dan inflasiKebijakan pemerintah, regulasi, perpajakan, dan ketenagakerjaanPergerakan perusahaan lokal, seperti laporan keuangan, kemitraan, akuisisi, IPO, dan pembangunan pabrik baruInfrastruktur, manufaktur dan perdagangan, keuangan, pasar saham, dan konsumsi

Fitur Utama

Diperbarui empat kali sehari
Berita dari enam negara dipublikasikan pada pukul 05.47, 11.00, 15.00, dan 21.11 waktu Jepang. Jadwal ini mengikuti ritme harian pembaca di Jepang.Sumber selalu dicantumkan
Setiap artikel mencantumkan nama media asal dan tautan ke berita aslinya. Pembaca dapat langsung memeriksa sumber primer.Konversi ke yen dan dolar AS
Nilai dalam rupiah, dong, baht, dan mata uang lokal lainnya dilengkapi konversi ke yen Jepang dan dolar AS. Dengan begitu, skala proyek atau transaksi dapat dipahami sekilas.Direktori perusahaan dan glosarium
Nama perusahaan lokal, lembaga pemerintah, dan singkatan yang asing bagi pembaca Jepang (misalnya KPK, OJK, dan DJP) dilengkapi penjelasan singkat. Setiap entri memiliki halaman tersendiri yang memuat informasi dasar dan kronologi artikel terkait.Newsletter pagi
Ringkasan berita dikirimkan melalui email setiap pagi. Berlangganan gratis.

Kebijakan Redaksi

Tōnan Ajia Keizai Shimbun tidak melakukan peliputan sendiri dan berfokus pada kurasi. Proses penyuntingan memanfaatkan teknologi AI. Untuk mencegah kesalahan, setiap artikel diperiksa melalui beberapa tahap. Angka dan konversi mata uang diverifikasi dengan program, bukan oleh AI. Penulisan dan pemeriksaan juga dijalankan sebagai proses terpisah. Kebijakan redaksi dan kebijakan koreksi dipublikasikan secara terbuka di situs.

Informasi Media

Nama media: Tōnan Ajia Keizai Shimbun (東南アジア経済新聞)
URL: https://aseankeizai.jp
Bahasa: Jepang
Negara yang diliput: Indonesia, Vietnam, Thailand, Filipina, Malaysia, Singapura
Biaya: Gratis (termasuk newsletter)
Pengelola: 株式会社VRIHoldings (VRIHoldings Inc.)

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BPJS Kesehatan Tanggung Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Reformasi Sistemik Mendesak

Rasio Klaim Melampaui 100 Persen: Alarm bagi Keberlanjutan JKN

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menghadapi tekanan finansial yang semakin berat. Berdasarkan paparan BPJS Kesehatan kepada Komisi IX DPR RI, pembayaran klaim mencapai Rp16 hingga Rp16,5 triliun per bulan, sementara penerimaan iuran hanya sekitar Rp14 triliun — menciptakan defisit sekitar Rp2 triliun setiap bulan.

Rasio klaim Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan pada Februari 2026 tercatat mencapai 111,86 persen. Pendapatan iuran sebesar Rp29,26 triliun tidak mampu menutupi beban jaminan kesehatan yang menembus Rp32,73 triliun, menghasilkan selisih Rp3,47 triliun. Angka ini menandakan bahwa biaya layanan kesehatan yang ditanggung program JKN telah melampaui pendapatan iuran yang diterima.

Akar Masalah yang Perlu Dievaluasi

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menyoroti kondisi ini sebagai alarm serius bagi pemerintah. “Jika pengeluaran secara konsisten lebih besar daripada pendapatan, maka pemerintah perlu menjelaskan kepada publik apa akar masalahnya. Apakah karena meningkatnya beban penyakit, kepatuhan iuran yang belum optimal, ketidaktepatan perhitungan aktuaria, atau persoalan tata kelola yang perlu diperbaiki,” ujarnya.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengungkapkan bahwa lonjakan klaim juga dipengaruhi oleh waste and abuse, seperti penggunaan obat berharga tinggi meskipun tersedia alternatif yang lebih efisien, overtreatment, serta variasi tarif yang tidak selalu sejalan dengan kebutuhan medis. Industri juga menghadapi tantangan dari pola suspected systemic fraud dalam klaim kesehatan.

Suntikan Dana vs Reformasi Struktural

Pemerintah berencana memberikan dukungan dana sebesar Rp20 triliun untuk mencegah defisit BPJS Kesehatan, bukan menaikkan iuran. Namun, Netty mengingatkan bahwa bantuan tersebut tidak boleh membuat pemerintah menunda reformasi yang lebih mendasar. “Tambahan anggaran tentu membantu menjaga likuiditas dalam jangka pendek. Tetapi kita tidak boleh terus-menerus tambal sulam,” tegasnya.

Dari sisi regulasi, Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 mengamanatkan peninjauan besaran iuran paling lama dua tahun sekali. Namun, sejak 2020 hingga 2026, iuran tidak mengalami penyesuaian. Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, menilai kenaikan iuran untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) menjadi keniscayaan, sementara untuk peserta mandiri sebaiknya ditunda hingga ekonomi pulih.

Menuju Ekosistem Pembiayaan yang Berkelanjutan

POJK 36 Tahun 2025 tentang Penguatan Ekosistem Asuransi Kesehatan menjadi instrumen penting dalam mewujudkan pengendalian biaya yang kolaboratif. Regulasi ini menghubungkan tata kelola medis, mekanisme pembiayaan, dan integrasi data dalam satu kerangka pengendalian biaya.

Jika seluruh pemangku kepentingan — rumah sakit, BPJS Kesehatan, perusahaan asuransi, TPA, dan penyedia teknologi — dapat berkolaborasi mengimplementasikan aturan ini secara konsisten, praktik-praktik yang tidak efisien dapat ditekan, biaya layanan kesehatan lebih terkendali, dan premi menjadi lebih stabil.

Keberlanjutan JKN bukan hanya soal angka di neraca keuangan. Ini menyangkut perlindungan kesehatan bagi 282,7 juta jiwa rakyat Indonesia yang telah menggantungkan harapan pada program ini. Tanpa reformasi sistemik, defisit Rp2 triliun per bulan akan terus menggerus fondasi perlindungan kesehatan nasional.

Asuransi Perjalanan Chubb Travel Insurance Kini Hadir di neobank dari Bank Neo Commerce

Merencanakan perjalanan tidak hanya soal memilih destinasi dan menyiapkan kebutuhan selama bepergian. Perlindungan perjalanan juga dapat menjadi bagian dari persiapan, terutama untuk mengantisipasi risiko seperti keterlambatan perjalanan, pembatalan, kecelakaan, hingga kebutuhan medis yang dapat terjadi selama perjalanan.

Menjawab kebutuhan tersebut, Bank Neo Commerce menghadirkan Chubb Travel Insurance di aplikasi neobank. Produk asuransi dari PT Chubb General Insurance Indonesia ini dapat diakses secara digital melalui aplikasi, sehingga pengguna dapat beli asuransi online sebelum melakukan perjalanan.

Perlindungan untuk Perjalanan Domestik dan Internasional

Chubb Travel Insurance menyediakan perlindungan untuk perjalanan domestik maupun internasional dengan tiga pilihan plan, yaitu Ultimate, Supreme, dan Essential. Pengguna dapat memilih tipe perlindungan dan plan berdasarkan kebutuhan perjalanan.

Beberapa manfaat yang tersedia antara lain:

1. Biaya medis hingga Rp4 miliar.

2. Manfaat kematian dan cacat akibat kecelakaan hingga Rp2 miliar.

3. Pembatalan perjalanan hingga Rp60 juta.

4. Keterlambatan perjalanan sebesar Rp1 juta setiap empat jam.

5. Asuransi yang disetujui Visa Schengen.

6. Premi Chubb Travel Insurance tersedia mulai dari Rp42.000, dengan manfaat dan ketentuan yang mengikuti plan yang dipilih.

Bagi pengguna yang sedang mencari asuransi perjalanan online, kehadiran produk ini memberikan pilihan untuk mengakses perlindungan perjalanan melalui kanal digital. Produk ini berbeda dari asuransi kesehatan online karena Chubb Travel Insurance merupakan produk khusus perjalanan, meskipun di dalamnya terdapat manfaat yang berkaitan dengan biaya medis selama perjalanan sesuai ketentuan polis.

Beli Asuransi Perjalanan Chubb Travel Insurance di neobank

Proses pembelian Chubb Travel Insurance dilakukan secara digital melalui aplikasi neobank. 

1. Login aplikasi neobank

2. Pilih Wealth > Asuransi

3. Pilih Chubb Travel Insurance 

4. Klik Beli Sekarang

5. Pilih jenis perjalanan, periode perjalanan, tipe perlindungan, dan plan yang diinginkan.

6. Lengkapi data yang diperlukan

7. Baca dan setujui RIPLAY, Ketentuan Polis, serta Syarat dan Ketentuan

8. Lakukan pembayaran premi menggunakan PIN neobank

9. Setelah transaksi berhasil, cek informasi dan status polis melalui menu Asuransi di aplikasi.

Untuk perjalanan internasional, polis dapat mencakup maksimal lima negara tujuan. Tersedia pula pilihan perjalanan tunggal atau tahunan serta tipe perlindungan individu, pasangan, dan keluarga sesuai pilihan yang tersedia.

Pahami Produk Sebelum Membeli

Kemudahan beli asuransi online di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce tetap perlu diikuti dengan pemahaman terhadap produk. Sebelum melakukan transaksi, pengguna perlu membaca RIPLAY dan Ketentuan Polis, termasuk manfaat, premi, risiko, pengecualian, serta ketentuan klaim.

Chubb Travel Insurance harus dibeli sebelum keberangkatan karena tanggal perjalanan perlu ditentukan saat pembelian. Untuk pengajuan klaim, perubahan data tertentu, maupun kebutuhan terkait polis, pengguna dapat menghubungi Chubb melalui kanal layanan yang tercantum dalam informasi produk.

***

Disclaimer: Chubb Travel Insurance merupakan produk asuransi yang diterbitkan oleh PT Chubb General Insurance Indonesia dan didistribusikan melalui Bank Neo Commerce. Informasi mengenai manfaat, premi, risiko, pengecualian, dan ketentuan produk mengacu pada RIPLAY, Ketentuan Polis, serta dokumen produk yang berlaku. 

Info lengkap mengenai fitur Asuransi di neobank, kunjungi website s.id/infoneoasuransi dan jika kamu ingin langsung membeli asuransi sesuai kebutuhanmu, klik s.id/neoasuransi

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dukung Percepatan Program Makan Bergizi Gratis di Daerah 3T, VRITIMES Dorong Strategi Komunikasi Digital Bersama BSKDN Kemendagri

Jakarta, 23 September 2026 – Perusahaan teknologi media dan penyedia platform distribusi siaran pers, VRITIMES, berpartisipasi aktif sebagai narasumber utama dalam Forum Diskusi Aktual (FDA) bertajuk “Strategi Percepatan Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T)”. Forum strategis ini diselenggarakan oleh Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Hotel Horison Ultima Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026).

Dalam forum yang bertujuan merumuskan rekomendasi kebijakan (policy brief) bagi Menteri Dalam Negeri tersebut, CEO VRITIMES, Ferry Bayu Nirwono, memaparkan pentingnya penguatan komunikasi publik dan diseminasi informasi digital guna menyukseskan program MBG di wilayah 3T.

Ferry Bayu Nirwono menyampaikan bahwa tantangan terbesar penyebaran informasi di daerah 3T tidak hanya terletak pada keterbatasan infrastruktur fisik, melainkan juga akses komunikasi, literasi digital, serta karakteristik masyarakat setempat.

“Implementasi Program Makan Bergizi Gratis di wilayah 3T membutuhkan pendekatan komunikasi yang adaptif dan inklusif. VRITIMES berkomitmen untuk mendukung pemerintah dan pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan saluran media digital guna memastikan transparansi, menyebarkan praktik baik (best practices), serta menyediakan kanal responsif bagi masukan dan umpan balik masyarakat di pelosok daerah,” ujar Ferry Bayu Nirwono.

Melalui sinergi ini, VRITIMES berharap kontribusi pemikiran terkait diseminasi informasi digital dapat melengkapi aspek teknis dan operasional dalam Policy Brief BSKDN Kemendagri, sehingga Program MBG dapat terimplementasi secara merata, berkelanjutan, dan transparan di seluruh pelosok tanah air.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bank Mandiri Taspen dan Basarnas Perkuat Sinergi melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman

Jakarta, 23 September 2026 – PT Bank Mandiri Taspen dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memperkuat sinergi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Penyelenggaraan Pencarian dan Pertolongan serta Pemanfaatan Jasa Layanan Perbankan. Kegiatan penandatanganan dilaksanakan di Kantor Pusat Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Jakarta, pada Rabu, 23 September 2026.

Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Mahrauza Purnaditya, Direktur Bisnis PT Bank Mandiri Taspen, dan Abdul Haris Achadi, Sekretaris Utama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan. Kesepakatan ini menjadi landasan bagi kedua pihak dalam membangun dan mengembangkan kerjasama di bidang penyelenggaraan pencarian dan pertolongan serta pemanfaatan jasa layanan perbankan. Turut hadir Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, S.I.P., M.M., CHRMP., jajaran pejabat Basarnas, serta perwakilan Bank Mandiri dan Bank Mandiri Taspen.

Komitmen Sinergi dan Pendampingan

“Kami memahami bahwa memasuki masa pensiun bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari fase kehidupan yang baru,” ujar Mahrauza Purnaditya. Ia menekankan bahwa pendampingan perlu dilakukan sejak dini, tidak hanya melalui produk dan layanan keuangan, tetapi juga melalui edukasi, perencanaan, serta pemberdayaan agar pegawai dapat memasuki masa purnabakti dengan lebih siap, mandiri, dan sejahtera.

Dalam sambutannya, Mahrauza menyampaikan apresiasi kepada Basarnas atas kepercayaan dan komitmen yang diberikan kepada Bank Mandiri Taspen, serta kepada Bank Mandiri atas dukungan dan sinerginya dalam membuka ruang kolaborasi. Ia juga menegaskan pentingnya nilai keberanian, profesionalisme, kesiapsiagaan, dan dedikasi yang melekat dalam pelaksanaan tugas pencarian dan pertolongan.

Bagi Bank Mandiri Taspen, penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan langkah awal untuk membangun kolaborasi yang konkret, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak. Melalui kerja sama ini, Bank Mandiri Taspen berkomitmen menghadirkan layanan keuangan yang relevan, aman, dan mudah diakses sesuai kebutuhan institusi, pegawai, dan personel Basarnas, termasuk mereka yang tengah mempersiapkan masa purnabakti.

Ruang Lingkup Kerja Sama

• Penyediaan dan pemanfaatan produk serta layanan jasa perbankan;

• Pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;

• Peningkatan kapasitas sumber daya manusia;

• Pelaksanaan latihan pencarian dan pertolongan;

• Pemanfaatan sumber daya;

• Sosialisasi dan diseminasi;

• Pertukaran data dan/atau informasi; dan

• Kerja sama lainnya yang disepakati para pihak.

Selain mendukung kebutuhan layanan keuangan Basarnas dan pegawai/personelnya, kerja sama juga diarahkan untuk memperkuat sinergi dalam pemanfaatan layanan perbankan serta mendukung kesiapan pegawai/personel yang akan memasuki masa purnabakti dan pensiun sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kedua pihak berharap setelah penandatanganan ini dapat segera dilakukan pemetaan kebutuhan, penyusunan rencana kerja, penetapan target, serta evaluasi secara berkala. Pelaksanaan kerja sama akan dilakukan berdasarkan prinsip tata kelola yang baik, kehati-hatian, transparansi, serta kepatuhan terhadap ketentuan kerahasiaan, keamanan informasi, dan perlindungan data pribadi.

Nota Kesepahaman ini berlaku selama tiga tahun sejak tanggal penandatanganan dan dapat diperpanjang atau diakhiri berdasarkan kesepakatan para pihak. Pelaksanaan lebih lanjut dapat dituangkan dalam bentuk perjanjian kerja sama sesuai kebutuhan dan kesepakatan bersama.

Sinergi antara Basarnas, Bank Mandiri, dan Bank Mandiri Taspen diharapkan semakin memperkuat ekosistem pelayanan bagi pegawai dan personel Basarnas, baik selama masa aktif maupun dalam mempersiapkan masa purnabakti, sekaligus menjadi bagian dari hubungan kelembagaan yang semakin erat, produktif, dan berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Salurkan 100 Paket Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Karhutla

Pontianak – Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V menyalurkan 100 paket bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (3/9/2026).

PTPN IV Regional V menyalurkan bantuan tersebut sebagai wujud kepedulian PTPN Group dalam membantu masyarakat menghadapi dampak asap Karhutla yang memengaruhi kondisi kesehatan dan aktivitas sehari-hari.

Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Regional Management PTPN IV Regional V. Jajaran manajemen turun ke lapangan untuk menyerahkan bantuan sekaligus berinteraksi dengan masyarakat terdampak.

Kehadiran manajemen secara langsung menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

Region Head PTPN IV Regional V, Sudarma Bhakti Lessan, mengatakan bantuan kemanusiaan tersebut merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak Karhutla.

“Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat yang terdampak Karhutla. Bagi PTPN IV Regional V, kehadiran perusahaan di tengah masyarakat bukan hanya melalui aktivitas operasional, tetapi juga melalui kepedulian dan kontribusi nyata ketika masyarakat membutuhkan dukungan,” ujar Sudarma Bhakti Lessan.

Karhutla tidak hanya berdampak terhadap kondisi lingkungan, tetapi juga menimbulkan tantangan bagi masyarakat. Paparan asap dapat mengganggu kondisi kesehatan dan aktivitas harian warga di wilayah terdampak.

Dalam kondisi tersebut, dukungan kemanusiaan dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat menghadapi dampak yang terjadi.

Melalui penyaluran 100 paket bantuan kemanusiaan tersebut, PTPN IV Regional V berharap dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat terdampak sekaligus memperkuat semangat kepedulian dan gotong royong dalam menghadapi kondisi darurat akibat Karhutla.

Program tersebut juga menjadi bagian dari komitmen PTPN Group untuk terus hadir dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bitcoin Makin Diminati di Indonesia, Investor Kripto Kembali Ramai Bertransaksi

Jakarta, 23 September 2026 — Adopsi Bitcoin di Indonesia terus menunjukkan perkembangan seiring dengan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap aset digital. Momentum tersebut kembali terlihat ketika harga Bitcoin (BTC) mencatat kenaikan sekitar 13 persen dalam sepekan, yang turut mendorong peningkatan aktivitas transaksi investor kripto di dalam negeri.

Berdasarkan data internal FLOQ per 23 September 2026, harga Bitcoin (BTC) berada di kisaran US$86.000. Dalam sepekan terakhir, BTC tercatat menguat sekitar 13 persen dan sempat menyentuh level US$87.363 pada 21 September 2026. Penguatan tersebut turut mendorong peningkatan aktivitas perdagangan di pasar kripto, termasuk di kalangan investor domestik.

Sejumlah laporan pasar mencatat penguatan Bitcoin dalam beberapa sesi perdagangan terakhir, seiring meningkatnya arus modal dan aktivitas pasar. Penguatan tersebut turut didukung oleh arus masuk ke ETF Bitcoin spot serta aksi short squeeze, ketika posisi short yang tertekan memicu likuidasi dan mendorong tekanan beli di pasar.

Indonesia Jadi Salah Satu Pasar dengan Adopsi Bitcoin Tinggi

Tren tersebut sejalan dengan temuan Cornell Bitcoin Adoption Index, sebuah riset global yang dikembangkan oleh Cornell Brooks Tech Policy Institute. Studi tersebut menghimpun lebih dari 25.000 respons dari 25 negara untuk melihat bagaimana Bitcoin diadopsi dan digunakan di berbagai kelompok masyarakat.

Dalam data yang dirujuk, sekitar 18 persen populasi dewasa di Indonesia pernah atau sedang memiliki Bitcoin. Angka tersebut berada di atas Amerika Serikat sebesar 14 persen dan Jepang sebesar 10 persen.

Riset Cornell sendiri dirancang untuk melihat adopsi Bitcoin tidak hanya dari sisi kepemilikan, tetapi juga kaitannya dengan kondisi ekonomi, inklusi keuangan, persepsi masyarakat, serta penggunaan aset digital. Cornell menyebut penelitian tersebut mencakup lebih dari 25.000 responden dan 250 wawancara di 25 negara.

Profil kepemilikan Bitcoin di Indonesia juga menunjukkan keterlibatan kelompok masyarakat berpenghasilan dan berpendidikan tinggi. Berdasarkan data riset yang dirujuk, tingkat kepemilikan pada kelompok berpenghasilan tinggi mencapai 20 persen, sementara kelompok dengan pendidikan sarjana atau lebih tinggi juga berada di angka 20 persen.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan Bitcoin di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan aktivitas spekulasi harga. Dalam konteks negara berkembang, riset Cornell juga menemukan bahwa Bitcoin dapat dipandang sebagai salah satu alternatif dalam menghadapi persoalan ekonomi seperti pelemahan mata uang dan keterbatasan akses terhadap sistem keuangan tertentu.

Namun, peningkatan adopsi masih menghadapi tantangan dari sisi literasi. Riset tersebut mencatat sekitar 58 persen responden secara global belum mengetahui bahwa Bitcoin memiliki batas suplai maksimum sebanyak 21 juta koin.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan tingginya tingkat kepemilikan Bitcoin di Indonesia menunjukkan bahwa aset digital semakin dikenal dan digunakan oleh masyarakat dari berbagai kelompok.

“Data adopsi Bitcoin di Indonesia menunjukkan bahwa aset digital semakin dikenal dan digunakan oleh masyarakat dari berbagai kelompok. Ketika tingkat kepemilikan Indonesia tercatat lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara maju, ini menjadi sinyal bahwa minat terhadap Bitcoin di dalam negeri memiliki basis yang cukup luas. Tantangannya sekarang adalah memastikan pertumbuhan adopsi tersebut berjalan seiring dengan peningkatan literasi dan pemahaman terhadap risiko,” kata Yudho.

Menurut Yudho, kenaikan harga Bitcoin dapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan perhatian masyarakat terhadap aset digital. Namun, pertumbuhan adopsi perlu diikuti pemahaman yang memadai mengenai karakteristik dan risiko aset kripto.

“Kenaikan harga tentu dapat meningkatkan awareness dan mendorong lebih banyak orang untuk melihat Bitcoin sebagai bagian dari aset digital. Namun, pertumbuhan adopsi yang sehat bukan hanya diukur dari berapa banyak orang yang membeli Bitcoin, melainkan juga dari seberapa baik investor memahami apa yang mereka miliki, bagaimana volatilitasnya, dan risiko yang menyertainya,” ujarnya.

Volume Transaksi FLOQ Naik Lebih dari 15 Persen

Meningkatnya perhatian terhadap Bitcoin juga tercermin dari aktivitas perdagangan di platform aset kripto. Berdasarkan data internal FLOQ, volume transaksi di platform tersebut meningkat lebih dari 15 persen seiring dengan penguatan harga Bitcoin dalam sepekan terakhir.

Kenaikan aktivitas transaksi menunjukkan bahwa momentum pasar masih menjadi salah satu faktor yang mendorong investor untuk kembali memantau dan berpartisipasi dalam perdagangan aset kripto.

Yudho mengatakan peningkatan volume transaksi tersebut mencerminkan respons investor terhadap perubahan kondisi pasar, sekaligus menunjukkan bahwa pergerakan Bitcoin masih menjadi salah satu perhatian utama pelaku pasar aset digital di Indonesia.

“Kami melihat kenaikan volume transaksi lebih dari 10 persen seiring dengan penguatan Bitcoin. Ini menunjukkan bahwa ketika terjadi pergerakan harga yang signifikan, investor kembali meningkatkan perhatian dan aktivitasnya di pasar. Bagi kami, momentum seperti ini perlu diimbangi dengan edukasi agar investor tidak hanya mengikuti pergerakan harga, tetapi juga memahami faktor yang mempengaruhi pasar dan risiko dari setiap keputusan transaksi,” jelas Yudho.

Pertumbuhan aktivitas perdagangan tersebut berlangsung di tengah perkembangan ekosistem aset digital Indonesia yang semakin luas. Jumlah masyarakat yang memiliki akun pada platform aset keuangan digital terus bertambah, sementara kerangka regulasi dan pengawasan industri juga semakin berkembang.

Kondisi tersebut menciptakan dinamika baru bagi pasar kripto domestik. Di satu sisi, kenaikan harga Bitcoin dan meningkatnya arus modal dapat mendorong perhatian serta aktivitas investor. Di sisi lain, pertumbuhan jumlah pengguna perlu diikuti dengan peningkatan pemahaman mengenai volatilitas dan risiko aset digital.

“Bagi pelaku industri, perkembangan adopsi Bitcoin di Indonesia menjadi indikasi bahwa aset digital semakin masuk ke dalam perhatian masyarakat sebagai salah satu bagian dari ekosistem investasi. Momentum kenaikan harga Bitcoin sekaligus menjadi pengingat pentingnya membangun pertumbuhan pasar yang diikuti edukasi dan pemahaman risiko,” pungkas Yudho.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dari Jakarta ke New York, PAM JAYA Bawa Prestasi Pengelolaan Air ke Forum Global Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Forum yang mempertemukan CEO dan pemimpin bisnis global ini membahas berbagai isu strategis, termasuk investasi air yang menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi, kesehatan, lingkungan, ketahanan pangan, hingga keberlanjutan bisnis dan pembangunan infrastruktur masa depan.

Jakarta, 22 September
2026 – Direktur Utama PAM JAYA, Arief
Nasrudin, menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia
yang diminta untuk memaparkan perspektif pengelolaan air minum perpipaan dalam Private CEO
Roundtable
di New York. Kehadiran tersebut merupakan
bagian dari rangkaian 81st UN General Assembly, agenda Perserikatan
Bangsa-Bangsa (PBB) yang mempertemukan para pemimpin dan pemangku
kepentingan global. PAM JAYA hadir atas undangan
Ministry of Foreign Affairs of the United
Arab Emirates (UAE)
selaku penyelenggara acara
tersebut untuk berbagi perspektif mengenai pengelolaan air minum perpipaan di
Jakarta.

Forum yang mempertemukan CEO dan pemimpin bisnis global ini
membahas berbagai isu strategis, termasuk investasi air yang menjadi fondasi
penting bagi pertumbuhan ekonomi, kesehatan, lingkungan, ketahanan pangan,
hingga keberlanjutan bisnis dan pembangunan infrastruktur masa depan.

PAM JAYA menargetkan 100% cakupan layanan di tahun 2029 dengan target
pengembangan kapasitas produksi hingga 32.950 liter per detik dan jaringan
perpipaan sepanjang 16.234 kilometer. Perluasan layanan tersebut juga diarahkan
untuk mengurangi ketergantungan terhadap
penggunaan air tanah
dan penurunan muka tanah,
meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim, serta memperkuat daya dukung
Jakarta sebagai kota global yang berkelanjutan dan terus berkembang.

Konteks Jakarta tersebut menjadi bagian dari perspektif
yang dibawa PAM JAYA ke dalam forum. Arief menempatkan kebutuhan pengembangan
infrastruktur air, peningkatan kualitas layanan, dan keberlanjutan sumber daya
air sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari agenda pertumbuhan kota.

Kebutuhan investasi menjadi bagian penting
dalam pengembangan layanan.
PAM JAYA terus mendorong
revitalisasi jaringan perpipaan untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus
mengurangi kehilangan air atau non-revenue water (NRW). Jaringan yang sebagian besar telah berusia lebih dari dua dekade
menjadi salah satu tantangan yang membutuhkan investasi dan dukungan dari mitra
strategis.

Selain membahas pengembangan layanan air, kehadiran PAM
JAYA dalam forum tersebut juga membuka peluang penjajakan awal di sektor industri yang berkaitan dengan water cooling
untuk kebutuhan data center. Penjajakan ini menjadi
bagian dari upaya melihat potensi peran PAM JAYA dalam mendukung kebutuhan air bagi perkembangan industri
berbasis teknologi dan infrastruktur digital.

Kehadiran Arief sebagai satu-satunya perwakilan Indonesia
yang diminta untuk memaparkan perspektif dalam forum tersebut
juga menjadi kesempatan untuk membawa
pengalaman PAM JAYA ke dalam diskusi
bersama para pemimpin bisnis global. Dalam kesempatan yang sama, PAM JAYA
melakukan penjajakan awal mengenai creative financing dengan
sejumlah pemimpin bisnis sebagai salah satu alternatif pendekatan untuk
mendukung kebutuhan investasi dan pengembangan infrastruktur air.

Pengalaman Jakarta menunjukkan bahwa kebutuhan layanan air
minum perpipaan, pembangunan infrastruktur, investasi, dan pertumbuhan kota
saling berkaitan dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Ruang yang diberikan kepada PAM JAYA di forum tersebut juga menjadi
kesempatan untuk berbagi
pengalaman Indonesia dalam
mengelola layanan air minum perpipaan di perkotaan sekaligus membahas peran air
dalam pembangunan dan investasi.

Pengalaman tersebut juga tidak terlepas dari transformasi PAM
JAYA dalam meningkatkan pengelolaan layanan melalui pemanfaatan teknologi,
seperti smart
water meter
, integrated billing system, dan enterprise
resource planning (ERP)
, yang mendukung efisiensi dan
akurasi data dalam pengambilan keputusan.

“Air bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi merupakan fondasi bagi
kehidupan, kesehatan, lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi. Ketika kita
berbicara mengenai pembangunan masa depan, maka pembicaraan mengenai air harus
ditempatkan di bagian paling fundamental,” ujar Arief.

Bagi PAM JAYA,
keterlibatan dalam rangkaian 81st UN General Assembly menjadi kesempatan untuk
membawa pengalaman Jakarta sekaligus memperluas pertukaran pengetahuan dan membuka peluang
kolaborasi dengan pemimpin
serta pelaku sektor air
di tingkat internasional. Penjajakan di bidang
water cooling
untuk kebutuhan data center
dan creative financing menjadi
bagian dari langkah PAM JAYA untuk terus mengembangkan layanan air minum perpipaan yang andal dan berkelanjutan, sekaligus mendukung kebutuhan Jakarta sebagai kota dengan aktivitas ekonomi dan populasi
yang terus berkembang

                                        -Selesai-

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BP Tapera dan Kementerian PKP Tinjau Kualitas Perumahan di Lampung, Pastikan Hunian Layak dan Nyaman bagi Masyarakat

Deputi Komisioner Bidang Hukum dan Administrasi BP Tapera Wilson Lie Simatupang menyampaikan bahwa peninjauan langsung ke lapangan menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan perumahan tidak hanya berfokus pada penyediaan unit rumah, tetapi juga memperhatikan kualitas hunian serta kelengkapan fasilitas pendukung.“Pembangunan perumahan perlu memperhatikan berbagai aspek, mulai dari kualitas bangunan, ketersediaan infrastruktur dasar, hingga fasilitas yang mendukung kenyamanan masyarakat,” ujar Wilson.

Lampung, 22 September 2026 — Upaya memastikan kualitas
pembangunan hunian bagi masyarakat terus dilakukan melalui kunjungan lapangan
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersama Kementerian
Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) ke sejumlah kawasan perumahan di
Provinsi Lampung.Kegiatan tersebut dilakukan oleh Deputi Komisioner Bidang
Hukum dan Administrasi BP Tapera Wilson Lie Simatupang bersama Direktur
Jenderal Perumahan dan Pedesaan Kementerian PKP Rini Dyah Mawarty dengan
mengunjungi Perumahan Raja Basa Regency Lampung dan Perumahan Melana Estate.

Kunjungan diawali di Perumahan Raja Basa Regency Lampung.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat secara langsung kondisi bangunan
rumah, lingkungan kawasan, serta berbagai fasilitas pendukung yang tersedia
bagi masyarakat penghuni.Berdasarkan hasil peninjauan, kondisi bangunan rumah
secara umum telah berjalan dengan baik. Ketersediaan air bersih juga menjadi
salah satu aspek yang diperhatikan, dengan kondisi layanan air berjalan lancar
untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Selain itu, akses jalan di
kawasan perumahan dinilai cukup mendukung aktivitas penghuni.

Dari sisi fasilitas sosial, pembangunan masjid di kawasan
Perumahan Raja Basa Regency masih dalam tahap pengerjaan sebagai bagian dari
pengembangan fasilitas ibadah bagi masyarakat yang nantinya akan melengkapi
kebutuhan penghuni kawasan.Setelah melakukan peninjauan di Raja Basa Regency,
rombongan melanjutkan kunjungan ke Perumahan Melana Estate. Pada lokasi kedua,
dilakukan pengecekan terhadap kondisi rumah, ketersediaan infrastruktur dasar,
fasilitas pendukung, serta aspek kenyamanan bagi masyarakat yang tinggal di
kawasan tersebut.

Secara umum, kondisi Perumahan Melana Estate dinilai sudah
baik. Kualitas bangunan rumah, ketersediaan air bersih yang berjalan lancar,
akses jalan, serta kondisi lingkungan yang cukup tertata menjadi bagian yang
diperhatikan dalam kunjungan tersebut.Untuk fasilitas ibadah, kawasan tersebut
telah memiliki masjid yang berada di depan area perumahan. Selain itu, rencana
pembangunan mushola di dalam kawasan perumahan juga telah disiapkan dan saat
ini masih dalam tahap perencanaan gambar pembangunan.

Deputi Komisioner Bidang Hukum dan Administrasi BP Tapera
Wilson Lie Simatupang menyampaikan bahwa peninjauan langsung ke lapangan
menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan perumahan tidak hanya
berfokus pada penyediaan unit rumah, tetapi juga memperhatikan kualitas hunian
serta kelengkapan fasilitas pendukung.“Pembangunan perumahan perlu
memperhatikan berbagai aspek, mulai dari kualitas bangunan, ketersediaan
infrastruktur dasar, hingga fasilitas yang mendukung kenyamanan masyarakat,”
ujar Wilson.

Sementara itu, Kementerian PKP menekankan pentingnya
kolaborasi antara pemerintah, pengembang, dan seluruh pemangku kepentingan
dalam menghadirkan kawasan hunian yang layak, nyaman, dan berkelanjutan.Melalui
kegiatan peninjauan ini, BP Tapera dan Kementerian PKP berharap pengembangan
kawasan perumahan di Lampung dapat terus berjalan dengan baik serta mendukung
peningkatan akses masyarakat terhadap hunian yang aman, nyaman, dan
berkualitas.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Satu Pertanyaan “R U OK?” untuk Kesehatan Mental, BINUS SCHOOL Serpong Ajak Komunitas Sekolah Saling Peduli

Tangerang Selatan – Sekitar 15,5 juta remaja Indonesia berusia 10–17 tahun atau 34,9 persen mengalami masalah kesehatan mental. Namun, hanya 2,6 persen di antaranya yang mengakses layanan bantuan. Temuan Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) 2022 tersebut menunjukkan masih lebarnya kesenjangan antara kebutuhan remaja dan dukungan yang mereka terima.

Selaras dengan misi untuk memberikan dukungan wellbeing di area sekolah, BINUS SCHOOL Serpong menggelar peringatan R U OK? Day pada Senin (21/9/2026). Kegiatan ini diadaptasi dari R U OK? Australia, sebuah gerakan pencegahan bunuh diri dan peningkatan kesadaran akan kesehatan mental yang mendorong setiap orang untuk menjalin koneksi serta menciptakan ruang yang aman bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan untuk berbagi dan bercerita. Melalui kegiatan ini, BINUS SCHOOL Serpong ingin menumbuhkan budaya saling peduli dan menegaskan bahwa meminta bantuan bukanlah tanda kelemahan, melainkan wujud keberanian. Nilai ini ditanamkan sejak jenjang Early Years hingga Secondary.

Pemandangan berbeda tampak di BINUS SCHOOL Serpong pada R U OK Day. Seluruh siswa, guru, dan staf tampak kompak mengenakan pakaian berwarna kuning. Warna cerah tersebut bukan sekadar pilihan busana, melainkan menjadi simbol kepedulian dalam peringatan R U OK? Day.

“Hari ini, seluruh siswa, guru, dan staf menggunakan warna kuning sebagai bentuk keterbukaan bagi siapa pun yang ingin bercerita. Di seluruh area sekolah, kami juga menyediakan Kindness Board untuk menyebarkan kata-kata positif. Sementara itu, di jenjang Secondary, kami memiliki Listening Corner yang melibatkan siswa relawan untuk mendengarkan cerita teman-temannya,” ungkap Koordinator Wellbeing untuk Secondary BINUS SCHOOL Serpong, Inez Taniwangsa.

“Di Early Years dan Primary, kami percaya bahwa budaya saling peduli dibangun melalui tindakan-tindakan kecil dalam keseharian. Kami ingin anak-anak belajar untuk peka terhadap perasaan orang lain dan memahami bahwa sesederhana menanyakan, ‘Kamu baik-baik saja?’ dapat memberikan dampak yang berarti. R U OK? Day menjadi pengingat bahwa kebiasaan untuk saling menyapa, mendengarkan, dan peduli satu sama lain perlu terus dilakukan setiap hari,” tambah Koordinator Wellbeing untuk Early Years & Primary BINUS SCHOOL Serpong, Rosemarie Mercado. 

Inisiatif tersebut merupakan bagian dari pendekatan menyeluruh dalam Wellbeing Programme yang diterapkan BINUS SCHOOL Serpong dari jenjang paling dini hingga menengah. Pendekatan ini dirancang untuk mendukung wellbeing siswa secara menyeluruh melalui berbagai bentuk dukungan yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

Pendekatan tersebut mencakup Positive Behavioural Interventions and Supports (PBIS) yang berfokus pada penguatan perilaku positif, hubungan yang sehat, serta dukungan restoratif. Sekolah juga menerapkan Multi-Tiered System of Support (MTSS) untuk melakukan identifikasi kebutuhan siswa secara lebih awal dan memberikan dukungan yang terarah serta personal sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa.

Dukungan tersebut diperkuat dengan Wellbeing Centre, ruang khusus yang menyediakan bimbingan, konseling, dan dukungan profesional bagi siswa. Tim School Counselor tidak hanya menunggu di ruang konseling, tetapi juga mengamati siswa secara langsung di kelas untuk mengenali kebutuhan mereka sejak awal, serta melakukan check-in berkala kepada seluruh siswa.

Untuk mendukung pendampingan siswa, BINUS SCHOOL Serpong menerapkan rasio satu School Counselor untuk 150 siswa. Para konselor mendampingi siswa dalam menghadapi berbagai persoalan, baik akademik maupun nonakademik. Melalui pendekatan ini, dukungan wellbeing tidak hanya diberikan ketika siswa menghadapi masalah, tetapi juga menjadi bagian dari keseharian dan budaya sekolah.

Sejumlah kegiatan lain juga digelar di berbagai sudut sekolah selama R U OK? Day. Student Lounge diubah menjadi Listening Corner, tempat siswa dapat bercerita dan didengarkan. Area ini dikelola oleh siswa yang tergabung dalam Club Buddy dan Mindspace.

“Kami sedang membangun budaya di lingkungan sekolah agar kebiasaan saling menanyakan kabar dan saling mendengarkan dapat terus hidup di kelas, di koridor, dan dalam keseharian seluruh komunitas sekolah,” tutur Inez.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES