Menata Masa Depan dari Setiap Lantai: Pembangunan Gedung Baru Politeknik Negeri Madura Kian Berakselerasi

Jakarta, Juni 2026 – Pembangunan Gedung Kuliah Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Madura (POLTERA) masih terus berlangsung dengan fokus pada penyelesaian setiap tahapan pekerjaan sesuai perencanaan. Seluruh pihak yang terlibat terus memperkuat koordinasi dan melakukan berbagai langkah optimalisasi agar pelaksanaan pembangunan dapat berjalan lebih efektif dengan tetap mengutamakan kualitas pekerjaan.

PT Waskita Beton Precast Tbk (kode saham: WSBP) dipercaya sebagai kontraktor pelaksana yang bertanggung jawab atas pekerjaan struktur, arsitektur, mekanikal, elektrikal, plumbing (MEP), serta berbagai pekerjaan penunjang lainnya. Hingga saat ini, progres pembangunan Gedung Kuliah Jurusan Kesehatan Poltera telah mencapai 50,7% dan pekerjaan konstruksi telah memasuki lantai empat. Pembangunan akan terus berjalan dengan mengedepankan kualitas konstruksi yang baik.

“Pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Melalui proyek ini, WSBP berkomitmen menghadirkan konstruksi yang berkualitas, aman, dan tepat mutu guna mendukung terciptanya fasilitas pendidikan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujar Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP.

Gedung ini akan dilengkapi dengan 12 laboratorium kesehatan yang dirancang untuk menunjang pembelajaran berbasis praktik. Fasilitas tersebut antara lain Laboratorium Workshop Produksi Media, Laboratorium Gerontik dan Promotif, serta Laboratorium Dasar. Selain itu, tersedia pula berbagai ruang pendukung pembelajaran seperti Ruang Objective Structured Clinical Examination (OSCE), Ruang Triase, hingga Ruang Medikal Bedah yang akan memperkuat kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja dan praktik profesional.

Pembangunan Gedung Kuliah Jurusan Kesehatan POLTERA memperoleh optimalisasi anggaran yang memungkinkan peningkatan kualitas dan penyempurnaan beberapa komponen pekerjaan. Optimalisasi tersebut menjadi bagian dari komitmen menghadirkan fasilitas pendidikan yang semakin representatif. Untuk mengakomodasi penyesuaian tersebut, masa pelaksanaan pekerjaan telah diadendum dengan target penyelesaian pada Agustus 2026.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan dilakukan dengan mengedepankan standar kualitas konstruksi yang tinggi, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta pengawasan yang ketat pada setiap tahapan pekerjaan guna memastikan hasil pembangunan memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan.

“Pembangunan Gedung Kuliah Jurusan Kesehatan ini merupakan langkah strategis Poltera dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan sekaligus mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang kesehatan. Kami berharap gedung ini dapat segera dimanfaatkan untuk menunjang proses pembelajaran yang lebih komprehensif dan menjadi fondasi dalam mencetak tenaga kesehatan yang unggul, profesional, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat di masa depan,” ujar Taufik Hidayat, Humas Politeknik Negeri Madura.

Dengan progres pembangunan yang terus berjalan, Gedung Kuliah Jurusan Kesehatan Poltera diharapkan segera menghadirkan lingkungan belajar yang lebih modern dan kondusif bagi sivitas akademika. Kehadiran fasilitas ini tidak hanya menjadi wujud investasi pada infrastruktur pendidikan, tetapi juga bagian dari kontribusi bersama dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Sebagai kontraktor pelaksana, WSBP berkomitmen menyelesaikan proyek sesuai target dengan mengedepankan kualitas konstruksi, aspek keselamatan kerja, serta penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG) guna memastikan pelaksanaan proyek berjalan efektif, transparan, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KS Padel Movement: Komunitas KS Ajak Nasabah BPR KS Aktif Bergerak di Lapangan Padel

Komunitas BPR KS Bandung sukses gelar KS Padel Movement — event padel gratis untuk nasabah. Yuk, bergabung dan temukan manfaat lebih bersama Komunitas KS!

BANDUNG, Komunitas KS — Olahraga padel kini semakin digandrungi masyarakat urban Indonesia, dan Komunitas KS tak mau ketinggalan tren ini. Komunitas KS dari BPR KS menggelar “KS Padel Movement”, sebuah event olahraga komunitas yang tak hanya mengajak peserta bergerak aktif, tetapi juga mempererat kebersamaan di luar aktivitas perbankan sehari-hari. 

Gratis untuk Semua Nasabah KS 

Yang membuat KS Padel Movement spesial adalah semangat inklusivitasnya. Event ini terbuka dan gratis sepenuhnya bagi seluruh nasabah BPR KS, tanpa biaya pendaftaran, tanpa syarat pengalaman bermain. Komunitas KS memang percaya bahwa kebersamaan tidak boleh terhambat oleh biaya. Court dan bola sudah disiapkan, peserta cukup datang membawa semangat, raket pun bisa disewa langsung di lokasi. 

Dari Pemula Hingga Mabar Seru

Detail Event: Satu Pagi yang Berkesan di My Padel Club

Event berlangsung di My Padel Club, Jl. Soekarno Hatta No. 87, Bandung, dimulai pukul 08.00 pagi. Total 24 nasabah hadir dan mengikuti dua sesi utama:

Sesi 1 — Free Coaching untuk Pemula (1 Jam)

Dua belas peserta pemula mendapat sesi free coaching eksklusif yang dipandu oleh pelatih profesional. Mulai dari cara memegang raket, pergerakan kaki, hingga teknik dasar padel — semua diajarkan dengan sabar dan menyenangkan. Raket pun bisa disewa langsung di lokasi, jadi tidak ada alasan untuk tidak ikut.

Sesi 2 — Main Bareng (2 Jam)

Setelah coaching selesai, suasana langsung berubah meriah. Seluruh 24 peserta bertanding dalam format Mexicano — format dinamis di mana pasangan dan lawan terus berganti setiap ronde. Hasilnya? Interaksi antar nasabah makin kaya, perkenalan baru terjalin, dan tawa tidak pernah berhenti.

Tabungan Smartgrow BPR KS

Di balik semangat komunitas yang terus bergerak ini, ada satu produk keuangan yang sejalan dengan filosofi tumbuh bersama: Tabungan Smartgrow dari BPR KS.

Tabungan Smartgrow bukan tabungan biasa. Produk ini dirancang untuk nasabah yang ingin uangnya bekerja lebih keras — dengan keunggulan:

1. Bunga kompetitif yang lebih tinggi dibanding tabungan konvensional, yaitu 5% cocok untuk kamu yang ingin dana tumbuh optimal
2. Bunga Dibayar Harian, salah satu keunggulan utama dari tabungan lainnya kamu bisa melihat danamu bertumbuh setiap harinya!
3. Bebas Biaya Administrasi Bulanan. Setoran awal pun hanya Rp 50.000 — mudah dan terjangkau untuk semua kalangan.

4. Bebas transfer ke bank lain, BI Fast, serta top up OVO, GoPay, dan ShopeePay  — gratis hingga 10 kali per bulan.

Seperti olahraga padel yang membutuhkan konsistensi untuk berkembang, menabung di Tabungan Smartgrow mengajarkan satu hal yang sama: bergerak rutin, tumbuh pasti.

Pelajari lebih lanjut tentang tabungan Smartgrow dan bergabunglah sebagai nasabah BPR KS di komunitas KS 

Komunitas KS — Lebih dari Sekadar Bank

Komunitas KS hadir sebagai support system nyata bagi komunitas-komunitas di Bandung. Kalau kamu punya komunitas — olahraga, hobi, sosial — Komunitas KS bisa jadi partner terbaik untuk tumbuh bersama:

Platform digital untuk registrasi, campaign, dan promosi event komunitas kamu

Rekomendasi & koneksi merchant — BPR KS bekerja sama dengan jaringan merchant di Bandung untuk mendukung pelaksanaan event

Kolaborasi event — jadikan event komunitas kamu lebih besar, lebih seru, dan lebih berdampak

Edukasi & literasi keuangan gratis — bantu anggota komunitasmu melek finansial

Ingin menjadi bagian dari komunitas yang terus aktif dan bergerak seperti ini? Ikuti terus kegiatan Komunitas KS dan jadilah yang pertama tahu event selanjutnya.

Mari Terhubung Bersama Kami

Dapatkan informasi terbaru mengenai promo produk dan jadwal kegiatan komunitas seru lainnya melalui kanal resmi kami:

Website Utama : Homepage BPR KS

Website Komunitas: 

komunitas KS   

Instagram Komunitas: @komunitas_ks

Layanan Nasabah (Call Center): 1500211

Ikuti juga keseruan kami di platform lainnya:

Facebook: BPR KS

Instagram: @bprks_official

TikTok: @bprks_official

Youtube: BPR KS Official

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pengiriman Retail KAI Logistik Tumbuh Positif, Kapasitas Angkut dan Jaringan Layanan Kian Diperkuat

KAI Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), terus menunjukkan kinerja positif melalui layanan pengiriman barang retail andalannya, KALOG Express. Hingga Mei 2026, KAI Logistik berhasil mengelola pengiriman barang retail mencapai sekitar 31,5 ribu ton, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

VP of Commercial KAI Logistik, Ferdian Pardosi,
menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan
pelanggan terhadap layanan KALOG Express. Hingga Mei 2025, volume pengiriman
barang retail tercatat sekitar 24,4 ribu ton, sedangkan pada periode yang sama
tahun ini meningkat menjadi 31,5 ribu ton atau tumbuh sebesar 29 persen secara
tahunan (year on year). “Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa minat dan
kepercayaan masyarakat terhadap layanan KALOG Express terus meningkat dari
tahun ke tahun. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan
layanan pengiriman yang andal, mudah diakses, dan selaras dengan kebutuhan
pelanggan,” ujar Ferdian.

Sejalan dengan pertumbuhan volume pengiriman tersebut,
KAI Logistik terus melakukan berbagai langkah strategis untuk memenuhi
kebutuhan pelanggan yang semakin meningkat. Salah satu upaya yang dilakukan
adalah meningkatkan kapasitas angkut pada layanan kereta barang guna
mengakomodasi pertumbuhan permintaan pengiriman di berbagai wilayah.

Per Mei 2026, KAI Logistik meningkatkan kapasitas angkut
pada layanan KA ONS Utara relasi pulang pergi (PP) Jakarta Gudang
(JAKG)–Surabaya (SBI) dari 40.000 kilogram per hari menjadi 55.000 kilogram per
hari untuk keberangkatan dari Jakarta dan menjadi 50.000 kilogram per hari
untuk keberangkatan dari Surabaya. Sementara itu, pada layanan KA ONS Tengah
relasi pulang pergi (PP) Jakarta Gudang (JAKG)–Malang (ML), kapasitas angkut
meningkat dari 70.000 kilogram per hari menjadi 92.000 kilogram per hari.

Tidak hanya memperkuat kapasitas angkut, KAI Logistik
juga memperluas jaringan layanan melalui penambahan 16 titik service point
KALOG Express baru yang tersebar di berbagai daerah di Pulau Jawa, seperti
Jakarta, Bandung, Magetan, Sleman, Bojonegoro, dan Surabaya. Penambahan titik
layanan ini merupakan langkah strategis perusahaan untuk semakin mendekatkan
layanan kepada masyarakat sekaligus memberikan kemudahan akses bagi pelanggan
dalam memanfaatkan layanan KALOG Express.

Ferdian menegaskan bahwa peningkatan kapasitas dan
penambahan titik layanan merupakan respons perusahaan terhadap tren kenaikan
volume pengiriman serta kebutuhan pelanggan akan kepastian layanan. “Penambahan
kapasitas angkut dan perluasan jaringan service point ini merupakan
upaya KAI Logistik dalam memastikan kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi dengan
baik. Kami ingin memberikan kepastian kapasitas kepada pelanggan sehingga
mereka tidak perlu khawatir terkait ketersediaan ruang angkut, khususnya pada
periode dengan permintaan pengiriman yang tinggi,” jelasnya.

Melalui penguatan kapasitas angkut dan perluasan
jaringan layanan tersebut, KAI Logistik optimistis dapat terus meningkatkan
kualitas pelayanan, memperluas jangkauan layanan retail, serta menghadirkan
pengalaman pengiriman yang semakin mudah, cepat, aman, dan andal bagi pelanggan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Halo Robotics Perkenalkan DJI O4 Ground Station untuk Operasi Drone Enterprise

Halo Robotics, satu-satunya S-Level Dealer DJI Enterprise di Indonesia, memperkenalkan DJI O4 Ground Station, sistem transmisi generasi terbaru dari DJI Enterprise yang mampu menjangkau hingga 40 km tanpa titik buta.

Perangkat ini hadir sebagai solusi komunikasi andal bagi operasi drone skala industri, termasuk skenario BVLOS (Beyond Visual Line of Sight) dan area terpencil tanpa akses internet. Ditenagai sistem canggih berbasis OcuSync 4 Pro, ground station ini dilengkapi 12 antena (4 eksternal, 8 internal) untuk cakupan sinyal omnidirectional yang stabil.

Dua Mode Operasi

DJI O4 Ground Station mendukung dua mode utama. Gateway Mode menghubungkan drone ke platform manajemen drone FlightHub 2 melalui Ethernet atau Cellular Dongle, dengan jangkauan hingga 30 km — cocok dipadukan dengan DJI Dock 3.

Relay Mode bekerja tanpa koneksi internet, menempatkan ground station sebagai repeater di titik tinggi untuk mengatasi hambatan topografi, dengan jangkauan hingga 40 km saat digunakan bersama DJI Matrice 400.

Tangguh dan Efisien

Didesain untuk kondisi lapangan ekstrem, perangkat ini bersertifikasi IP67, IK07, dan dilengkapi proteksi petir Category C sesuai standar EN/IEC 61643-21. Rentang suhu operasional mencapai -40°C hingga 55°C, dengan ketinggian operasi hingga 6.000 meter. Konsumsi daya standby hanya 7 W, serta dilengkapi baterai cadangan internal untuk operasi darurat hingga 45 menit saat power failure.

Ekosistem Terbuka

DJI O4 Ground Station mendukung integrasi kamera IP berbasis ONVIF dan GB/T 28181, pengembangan aplikasi via ESDK 2.0 dan Cloud API, serta integrasi Remote ID dan ADS-B pihak ketiga melalui protokol MQTT.

Drone yang kompatibel meliputi DJI Matrice 400, Matrice 4E, Matrice 4T, dan DJI Dock 3.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Bandara Perluas Jangkauan ke Lubuk Pakam, Sinergi dengan KAI dan DJKA Tingkatkan Aksesibilitas Masyarakat

PT Railink (KAI Bandara) resmi memperluas layanan transportasi publik berbasis kereta api di Sumatera Utara dengan menghadirkan layanan hingga Stasiun Lubuk Pakam. Pengoperasian layanan baru ini merupakan hasil sinergi antara PT Kereta Api Indonesia (Persero), Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan, dan PT Railink dalam menghadirkan layanan transportasi yang semakin mudah dijangkau, aman, nyaman, tepat waktu, dan terjangkau bagi masyarakat.

Melalui dukungan PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai induk perusahaan serta dukungan pemerintah melalui DJKA Kementerian Perhubungan dalam penyelenggaraan layanan Public Service Obligation (PSO), masyarakat kini dapat menikmati layanan kereta api dengan tarif hanya Rp5.000 per perjalanan. Kolaborasi ini menjadi wujud komitmen bersama dalam memperluas akses transportasi publik, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Deli Serdang.

Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho, mengatakan bahwa perluasan layanan hingga Stasiun Lubuk Pakam merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan transportasi publik yang semakin dekat dengan masyarakat.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan atas dukungan yang diberikan sehingga layanan hingga Stasiun Lubuk Pakam dapat terealisasi. Sinergi ini menjadi bukti komitmen bersama dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, tepat waktu, dan terjangkau. Kami berharap kehadiran layanan ini mampu meningkatkan mobilitas masyarakat, mempermudah akses menuju Kota Medan maupun Bandara Internasional Kualanamu, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan aktivitas masyarakat di Kabupaten Deli Serdang,” ujar Porwanto.

Layanan baru ini beroperasi sebanyak 4 perjalanan setiap hari dengan relasi Stasiun Medan – Stasiun Bandar Khalipah – Stasiun Batang Kuis – Stasiun Araskabu – Stasiun Lubuk Pakam (PP). Perjalanan menggunakan sarana Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) Woojin dengan jarak tempuh 29,366 kilometer dan waktu perjalanan sekitar 45 menit.

Hadirnya layanan hingga Stasiun Lubuk Pakam diharapkan memberikan pilihan transportasi yang lebih efisien bagi masyarakat Kabupaten Deli Serdang. Selain memperlancar mobilitas harian, layanan ini juga akan mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, pariwisata, serta meningkatkan konektivitas dengan Bandara Internasional Kualanamu dan Kota Medan.

Perluasan layanan ini merupakan bagian dari komitmen PT Railink untuk terus mendukung program pemerintah dalam meningkatkan penggunaan transportasi massal berbasis rel. Bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan DJKA Kementerian Perhubungan, KAI Bandara akan terus berinovasi menghadirkan layanan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan transportasi yang berkelanjutan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal, tarif, dan pemesanan tiket KAI Bandara, masyarakat dapat mengakses situs resmi PT Railink di www.railink.co.id, atau melalui media sosial resmi di Instagram @kabandararailink, Facebook @KABandaraRailink, Twitter @KAIBandara, serta melalui email di humas@railink.co.id

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Indonesia Joins Lineup of the Largest-Ever International Rubber Glove Showcase to be Held in Kuala Lumpur

12th IRGCE 2026 Reaches Historic 600-Booth Milestone Ahead of September Event

Kuala Lumpur, 30 June 2026 — The 12th International Rubber Glove Conference and Exhibition (12th IRGCE 2026) theme “Synergising Innovations: Redefine the Future of the Glove Ecosystem.” has already reached a historic milestone. A record-breaking 600 booths have been taken up by exhibitors from 15 regions including Thailand, Indonesia, Vietnam, Singapore, China, South Korea, Saudi Arabia, the United Kingdom and others, making it the largest IRGCE ever organised since its inception in 2002. The event is expected to attract more than 1,000 conference delegates and over 10,000 visitors from more than 70 countries.

Organised by the Malaysian Rubber Glove Manufacturers Association (MARGMA), with the Malaysian Rubber Council (MRC) as co-host, 12th IRGCE 2026 will be held from 8 to 10 September 2026 at the Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Kuala Lumpur, Malaysia.

A unique addition to this year’s conference is INNOVATE@IRGCETalk, a dedicated knowledge stage that will spotlight groundbreaking innovations and global advancements in next-generation materials, smart manufacturing and sustainable production.

The larger conference will feature six local and international plenary speakers, including Dr. Robert G. Hamilton, Professor of Medicine and Pathology at Johns Hopkins University, USA, together with 36 other speakers covering a wide range of subjects across the rubber glove ecosystem.

The event’s recent soft launch and Memorandum of Understanding (MoU) signing ceremony with sponsors was officiated by Dato’ Dr. Zairossani Mohd Nor, Director General of the Malaysian Rubber Board (MRB), representing YB Datuk Seri Dr. Noraini Ahmad, Minister of Plantation and Commodities. The Minister’s support underscored the Ministry’s continued commitment towards the advancement of Malaysia’s rubber glove industry.

Malaysia’s rubber glove sector remains a major contributor to its nation’s rubber products export earnings and continues to move up the value chain, supported by stronger research and development, automation, talent development, sustainable manufacturing, and closer integration between upstream and downstream segments. The future competitiveness of the rubber glove industry must be built on quality, innovation, productivity, sustainability, and trust.

The event highlighted the importance of continued collaboration among industry, agencies and other stakeholders to strengthen the enabling ecosystem needed for long-term growth. MARGMA, MRC and the Malaysian Rubber Board (MRB) has been driving forward-looking initiatives such as the Malaysia Made Glove initiative and broader sustainability efforts aimed at reinforcing industry credibility, resilience and international market confidence.

With supply chain traceability becoming increasingly important, greater transparency and stronger governance across the rubber glove industry are essential. In this regard, the relevant licensing by the Malaysian Rubber Board for rubber glove manufacturers remains important in upholding international standards and safeguarding the integrity, credibility and competitiveness of Malaysia’s rubber glove industry.

MARGMA President Mr. Oon Kim Hung said the global operating environment has become more challenging, with the industry facing sharper competition, rising compliance expectations, regulatory complexity and heightened global scrutiny in relation to quality, traceability, labour standards and sustainability. “The rubber glove industry operates in a very different environment today. Past success alone is not enough. Malaysia must continue to differentiate itself through quality, reliability, compliance and credibility,” said Mr. Oon.

He added that IRGCE has evolved into a global meeting point for the entire glove ecosystem and remains an important platform for industry players to exchange knowledge, build partnerships, and shape the industry’s future.

MARGMA also reiterated the importance of building the industry’s future talent pipeline. In line with this, MARGMA has been actively supporting stronger linkages between industry and academia, including its recent collaboration with Monash University Malaysia to introduce a specialised Master’s programme in Colloids and Latex Technology. This initiative reflects a deliberate effort to build deeper scientific and technical capability within the industry to support the next phase of competitiveness in materials science, process optimisation, product innovation and sustainability performance.

Moving forward, MARGMA has outlined four strategic pillars for maintaining the resilience and global leadership of the Malaysian rubber glove industry:

• Global Differentiation: Strengthening Malaysia’s reputation as a premium, trusted source of high-quality gloves by prioritising reliability, credibility and strict compliance over low-cost alternatives.

• Technical Advancement: Building a sharper technical edge through continued investment in automation, material science, process efficiency and sustainable manufacturing solutions.

• Talent Pipeline & Knowledge Ecosystem: Bridging the gap between industry and academia to build robust research capabilities and secure a highly skilled workforce for the future.

• ESG & Sustainable Practices: Proactively elevating industry standards in labour governance, responsible sourcing and supply chain transparency to meet evolving buyer expectations and market access requirements.

The strong response to the sponsor signing ceremony further reflected industry confidence in IRGCE 2026 and Malaysia’s continued role at the centre of the global glove ecosystem.

MARGMA also recorded its sincere appreciation to all sponsors for their valued support of the 12th IRGCE 2026.

The Gold Sponsors are:

• Hartalega NGC Sdn Bhd

• Kossan Latex Industries Sdn Bhd

• Reebow Intelligent Equipment (M) Sdn Bhd

• Supermax Glove Manufacturing Sdn Bhd

• Tiong Tat Printing Industries Sdn Bhd

• Top Glove Sdn Bhd

The Silver Sponsors are:

• CCM Polymers Sdn Bhd

• Koon Seng Sdn Bhd

The Bronze Sponsors are:

• Anhui INTCO Medical Products Co., Ltd.

• Gas Malaysia Energy and Services Sdn Bhd

• Lexis Chemical Sdn Bhd

• Sri Trang Gloves (Thailand) Public Company Limited

The MoU signing ceremony between MARGMA and MRC reflected the continued spirit of partnership and shared commitment in advancing IRGCE  2026 and strengthening Malaysia’s standing in the global rubber glove industry.

Supporting partners for the event include the Malaysian Rubber Board (MRB), the Ministry of Investment, Trade and Industry (MITI), the Malaysia External Trade Development Corporation (MATRADE), the Malaysia Convention and Exhibition Bureau (MyCEB), and The Plastics & Rubber Institute Malaysia (PRIM).

With strong industry participation, strategic collaboration and continued institutional support, the 12th IRGCE 2026 is poised to be the most impactful edition of the event to date, reinforcing Malaysia’s position as a serious, credible and future-ready leader in the global rubber glove ecosystem.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

India dan Indonesia: Hubungan Kuno yang Terjalin Melalui Sejarah, Budaya, dan Kehidupan Sehari-hari

Oleh Dr. Manish Shrivastava*

Jakarta — Jauh sebelum ada kedutaan besar, kunjungan kenegaraan, atau perjanjian diplomatik, hubungan India dan Indonesia telah dimulai dari laut. Para pedagang, biksu, cendekiawan, perajin, pendongeng, dan peziarah tidak hanya membawa barang dagangan melintasi samudra. Mereka juga membawa bahasa, aksara, kepercayaan, kisah-kisah, tradisi kuliner, serta cara pandang terhadap kehidupan.

Di tengah lalu lintas manusia dan gagasan itu, sosok Resi Agastya turut memasuki imajinasi masyarakat Nusantara. Di Pulau Jawa, ia dikenang sebagai guru yang membawa ajaran Hindu, disiplin, dan nilai-nilai spiritual. Kehadirannya dalam tradisi candi, termasuk di Prambanan, menunjukkan betapa dalamnya pengaruh pemikiran India yang kemudian bertransformasi menjadi bagian dari identitas Indonesia sendiri.

Kerajaan-kerajaan kuno semakin mempererat hubungan tersebut. Sriwijaya di Sumatra berkembang menjadi pusat pembelajaran agama Buddha yang memiliki hubungan erat dengan Universitas Nalanda di India. Di Jawa dan Bali, kisah Ramayana dan Mahabharata menemukan kehidupan baru melalui tari, teater, seni pahat, penamaan, hingga berbagai ritual budaya.

Bagi seorang India yang berdiri di hadapan Candi Borobudur atau Prambanan, sering kali muncul perasaan yang sulit dijelaskan. Kisah-kisahnya terasa akrab, tetapi cara masyarakat Indonesia menghidupkannya benar-benar memiliki karakter yang khas.

Barangkali penyair besar India, Rabindranath Tagore, juga merasakan hal serupa ketika mengunjungi Jawa dan Bali pada tahun 1927. Sebagai seorang penyair, ia mampu melihat hal-hal yang sering luput dari perhatian para pelancong. Ia menyaksikan candi, tari, musik, ritual, dan kehidupan masyarakat desa. Namun yang paling membekas baginya adalah bagaimana keindahan begitu menyatu secara alami dalam kehidupan sehari-hari.

Tagore menemukan gema India di Indonesia, tetapi setiap gema itu telah memperoleh suaranya sendiri. Kisah-kisah epik tetap hidup, namun bergerak dengan kelembutan budaya Jawa. Pemikiran Hindu tetap bertahan, tetapi di Bali berkembang melalui upacara adat, sesajen, kehidupan komunal, dan penghormatan terhadap alam. Musik gamelan memiliki kesabarannya sendiri. Tarian berbicara melalui keheningan. Gerak tubuh berlangsung perlahan, ekspresi tetap tenang, tetapi pesannya mampu menyentuh hati.

Saya sendiri berkali-kali merasakan pengalaman serupa.

Di Indonesia, masa lalu jarang hadir secara mencolok. Ia hidup tenang di balik nama-nama orang, upacara adat, candi, tradisi keluarga, bahkan dalam cara masyarakat memaknai waktu.

Perjuangan kemerdekaan kemudian memberikan makna emosional yang lebih dalam bagi kedekatan kedua bangsa.

India dan Indonesia sama-sama pernah merasakan pahitnya penjajahan. Masyarakat di kedua negara memahami bagaimana rasanya ketika tanah, perdagangan, pendidikan, bahkan martabat bangsa berada di bawah kendali pihak asing.

Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tahun 1945 dan harus berjuang panjang memperoleh pengakuan internasional. India menyusul meraih kemerdekaan dua tahun kemudian. Saat itu, berbagai bangsa di Asia sedang merebut kembali suara dan identitas mereka setelah berabad-abad hidup di bawah kolonialisme.

Dukungan India terhadap Indonesia bukan semata-mata lahir dari kepentingan diplomatik. Dukungan itu juga tumbuh dari kesamaan pengalaman sejarah, dari rasa hormat satu peradaban tua terhadap peradaban tua lainnya yang sedang berusaha kembali menemukan tempatnya di dunia.

Laut memang memisahkan kedua negara. Bahasa dan pengalaman kolonial pun berbeda. Namun makna kebebasan yang dirasakan masyarakat keduanya sangatlah serupa.

Setelah sama-sama merdeka, hubungan India dan Indonesia memperoleh bentuk resmi melalui berbagai kerja sama antarnegara. Namun bagi mereka yang pernah hidup di kedua negeri ini, hubungan tersebut selalu terasa melalui hal-hal sederhana.

Saya menemukannya dalam nama-nama seperti Dewi, Putri, Indra, Wisnu, dan Surya.

Saya melihatnya dalam pertunjukan Ramayana di Jawa, ketika cerita berasal dari India, tetapi gerak tari, irama musik, dan suasananya sepenuhnya milik Indonesia.

Saya juga menemukannya di Bali. Seorang pengunjung dari India mungkin mendengar mantra-mantra yang familiar, tetapi akan menyaksikan cara beribadah, sesajen, kehidupan pura, dan kedisiplinan masyarakat yang berbeda namun tetap terasa dekat.

Saya merasakannya pula di Jakarta, tempat makanan India, film Bollywood, yoga, Ayurveda, dunia usaha, pendidikan, dan komunitas India hidup berdampingan secara harmonis dengan keramahan masyarakat Indonesia, bahasa Indonesia, tata krama, dan budaya lokal.

Kunjungan resmi dari India ke Indonesia pada bulan Juli ini menjadi bagian dari tradisi panjang tersebut. Bagi saya pribadi, kunjungan ini menyentuh sesuatu yang telah saya alami dalam kehidupan sehari-hari selama bertahun-tahun.

Saya datang ke Indonesia sebagai seorang profesional biasa dari India. Hal pertama yang ditantang negeri ini bukanlah kemampuan saya bekerja, melainkan cara saya memandang waktu.

Saya datang dengan kebiasaan khas India: ingin bertanya cepat, mengambil keputusan cepat, menindaklanjuti pekerjaan dengan cepat, dan menganggap bahwa jika sesuatu sudah jelas bagi saya, maka tentu akan segera jelas pula bagi orang lain.

Indonesia tidak pernah memperdebatkan kebiasaan itu.

Indonesia hanya membuat saya belajar menunggu.

Sebuah percakapan sering kali dimulai dengan secangkir teh. Sebuah keputusan lahir setelah banyak percakapan kecil. Bahkan sebuah kata “ya” pun membutuhkan waktunya sendiri. Kata nanti dapat memiliki begitu banyak makna.

Pada awalnya saya merasa gelisah.

Namun perlahan saya memahami bahwa masyarakat Indonesia bukan sedang menguji efisiensi saya. Mereka hanya ingin mengetahui apakah saya dapat dipercaya, apakah saya mampu mendengarkan, dan apakah saya tetap tenang ketika segala sesuatu tidak berjalan sesuai jadwal yang saya buat.

Saat Idulfitri pertama saya di Indonesia, saya mendengar ucapan, “Mohon maaf lahir dan batin.”

Ucapan itu langsung mengingatkan saya pada tradisi Jain di India yang mengenal ungkapan Micchāmi Dukkaḍaṃ, yaitu permohonan maaf atas segala kesalahan yang dilakukan, baik disengaja maupun tidak.

Bahasanya berbeda. Tradisi agamanya pun berbeda.

Namun maknanya terasa sangat akrab.

Saya melihat keluarga saling mengunjungi, membawa makanan, meminta maaf, berbicara dengan lembut, serta menempatkan hubungan antarmanusia di atas ego pribadi.

Nilai-nilai serupa juga saya temukan dalam keluarga-keluarga di India, terkadang saat perayaan, setelah terjadi perselisihan keluarga, atau melalui penghormatan yang diberikan kepada orang tua tanpa perlu dijelaskan alasannya.

Pengalaman-pengalaman kecil inilah yang kemudian menjadi benih lahirnya buku saya, Sabar, Sambal & Survival.

Kini, setiap kali memikirkan hubungan India dan Indonesia, yang terlintas justru momen-momen sederhana tersebut.

Seorang warga India yang belajar berbahasa Indonesia sebelum bertamu ke rumah orang Indonesia.

Seorang sahabat Indonesia yang dengan sabar menjelaskan adat setempat tanpa membuat orang asing merasa canggung.

Sebuah meja makan tempat sambal berdampingan dengan masakan India, dan keduanya terasa sama-sama pantas berada di sana.

Atau ucapan selamat hari raya yang membawa semangat saling memaafkan, meski diucapkan dalam bahasa yang berbeda.

Indonesia mengajarkan saya cara baru memahami manusia, tata krama, penghormatan, humor, makanan, agama, keluarga, bahasa, dan rasa memiliki.

Di India, saya sering mendengar pepatah, “Sabr ka phal meetha hota hai” yang berarti “buah kesabaran itu manis.”

Namun setelah tinggal di Indonesia, saya memahami maknanya secara berbeda.

Di sini, kesabaran tidak pernah diajarkan melalui nasihat.

Kesabaran hadir melalui proses menunggu, secangkir teh, keheningan, keluarga, makanan, senyuman, dan terkadang sedikit sambal di sampingnya.

Ketika akhirnya kita benar-benar memahaminya, kesabaran bukan lagi sekadar terasa manis.

Ia memiliki rasa.

*Dr. Manish Shrivastava adalah penulis dan profesional asal India yang berbasis di Jakarta. Ia telah tinggal dan bekerja di Indonesia sejak 2008 serta memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade di bidang layanan kesehatan berbasis Ayurveda, termasuk lebih dari sepuluh tahun memimpin bisnis Himalaya di Indonesia dan memperkenalkan produk-produk kesehatan berbasis Ayurveda kepada masyarakat Indonesia. Ia telah menulis 14 buku, termasuk seri sepuluh buku berjudul Krantidoot yang mengangkat kisah para pejuang kemerdekaan India yang kurang dikenal. Buku terbarunya, Sabar, Sambal & Survival, merefleksikan pengalaman hidupnya di Indonesia sekaligus kedekatan budaya antara India dan Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kebijakan Act East 2026: Strategi India Menata Ulang Indo-Pasifik di Tengah Gejolak Global

Oleh Gurjit Singh*

Jakarta — Pertemuan tahunan antara Perdana Menteri India Narendra Modi dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di New Delhi pada 1 Juli mendatang tidak seharusnya dipandang sebagai agenda bilateral semata. Pertemuan tersebut perlu dilihat sebagai bagian dari rangkaian kunjungan strategis Narendra Modi ke Indonesia, Australia, serta kunjungan bersejarah ke Selandia Baru, yang menjadi kunjungan pertama seorang Perdana Menteri India ke negara itu dalam empat dekade terakhir.

Jika setiap kunjungan dipahami secara terpisah, kita akan kehilangan gambaran besarnya. Sesungguhnya, seluruh rangkaian diplomasi tersebut mencerminkan penyesuaian strategis India terhadap dinamika Indo-Pasifik yang semakin kompleks, di tengah meningkatnya ketidakpastian global, perubahan kebijakan Amerika Serikat, serta semakin tegasnya peran China di kawasan.

Keempat agenda tersebut bukan sekadar jadwal diplomatik yang padat. Semuanya merupakan manifestasi terbaru dari evolusi kebijakan Act East, strategi luar negeri India yang kini memasuki babak baru setelah lebih dari satu dekade dijalankan.

Ketika kebijakan tersebut diluncurkan dua belas tahun lalu, tujuan utamanya adalah mempererat hubungan India dengan negara-negara Asia Timur dan Asia Tenggara. Kini, dalam situasi geopolitik yang jauh lebih tidak menentu, Act East berkembang menjadi instrumen utama India untuk memperkuat stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

Perubahan lingkungan strategis berlangsung jauh lebih cepat daripada yang diperkirakan banyak pihak. Tatanan internasional yang selama ini ditopang oleh kepemimpinan Amerika Serikat, rantai pasok global yang stabil, serta efektivitas berbagai lembaga multilateral mengalami tekanan yang semakin besar. Pandemi Covid-19 mengganggu arus perdagangan dunia, sementara konflik di Ukraina dan Timur Tengah memperburuk ketahanan rantai pasok global. Situasi tersebut semakin diperumit oleh kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump pada masa jabatan keduanya yang kembali mengedepankan tarif, bahkan terhadap negara-negara mitra.

Pada saat yang sama, pendekatan Washington yang semakin membuka ruang bagi hubungan strategis baru dengan Beijing memunculkan pertanyaan besar bagi negara-negara Indo-Pasifik mengenai arah masa depan kawasan. India, Jepang, Australia, dan negara-negara ASEAN kini dihadapkan pada kebutuhan untuk memperkuat ketahanan strategis mereka tanpa terlalu bergantung pada dinamika hubungan dua kekuatan besar tersebut.

Dalam konteks inilah rangkaian kunjungan Perdana Menteri Modi memperoleh makna yang jauh lebih penting.

India tampaknya tidak lagi menunggu arah kebijakan Washington. Sebaliknya, New Delhi memilih mempercepat pembangunan arsitektur kerja sama regionalnya sendiri melalui kemitraan ekonomi, penguatan rantai pasok, serta hubungan strategis dengan negara-negara yang memiliki kepentingan serupa.

Jepang menjadi salah satu pilar utama strategi tersebut.

Kunjungan Perdana Menteri Jepang ke India akan diikuti delegasi sekitar 200 pelaku usaha dari hampir 100 perusahaan. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa keamanan ekonomi kini menjadi fondasi utama hubungan kedua negara. Kerja sama diperkirakan akan semakin diperkuat di bidang semikonduktor, energi terbarukan, kendaraan listrik, elektronik pertahanan, mineral kritis, industri otomotif, serta pembangunan rantai pasok yang lebih tangguh.

Komitmen investasi Jepang juga terus meningkat. Setelah sebelumnya menargetkan investasi sebesar 5 triliun yen pada periode 2022–2027, Tokyo kini menaikkan target tersebut menjadi 10 triliun yen hingga 2035.

Kesinambungan pertemuan tahunan kedua pemimpin juga memperlihatkan semakin eratnya sinergi antara kebijakan Act East India dan visi Jepang mengenai Free and Open Indo-Pacific. Kemitraan bilateral tersebut diperkirakan akan memainkan peran yang semakin besar dalam memperkuat berbagai inisiatif kawasan seperti Quad, terutama ketika perhatian Amerika Serikat terhadap kawasan mengalami penurunan.

Salah satu langkah yang layak dipertimbangkan adalah menghidupkan kembali India–Japan–Australia Supply Chain Resilience Initiative. Inisiatif tersebut dapat menjadi fondasi bagi pembangunan rantai pasok alternatif yang tidak terlalu bergantung pada China sebagai pusat manufaktur global. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa konsentrasi rantai pasok pada satu negara menciptakan kerentanan yang semakin nyata.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Indonesia menempati posisi yang sangat penting.

Pertemuan antara Narendra Modi dan Presiden Prabowo Subianto akan menjadi tindak lanjut dari kunjungan Presiden Prabowo ke India pada Hari Republik India tahun 2025. Agenda pembahasan diperkirakan mencakup keamanan maritim, kerja sama pertahanan, peningkatan perdagangan bilateral, pembangunan rantai pasok, hubungan antar masyarakat, hingga kerja sama pendidikan.

Indonesia juga berpeluang merampungkan proses pengadaan sistem rudal BrahMos yang telah dibahas selama beberapa tahun terakhir. Dari sisi ekonomi, perdagangan bilateral yang saat ini mencapai sekitar US$25 miliar masih memiliki ruang yang sangat besar untuk berkembang menuju target US$50 miliar apabila akses pasar kedua negara semakin terbuka.

Prospek kerjasama pun semakin luas. Bidang kesehatan, pariwisata, latihan militer bersama, hingga pengembangan ekonomi maritim menawarkan peluang besar bagi kedua negara.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang menguasai jalur strategis Selat Malaka, Selat Sunda, dan Selat Lombok, Indonesia memiliki posisi yang sangat penting dalam kepentingan maritim India. Hal ini juga sejalan dengan pembangunan kawasan Great Nicobar yang akan memperkuat kehadiran strategis India di Samudra Hindia.

Karena itu, hubungan India dan Indonesia perlu terus diarahkan menuju kemitraan strategis yang lebih erat, tidak hanya untuk kepentingan kedua negara, tetapi juga demi menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

Setelah Indonesia, Perdana Menteri Modi dijadwalkan mengunjungi Selandia Baru, kunjungan pertama seorang Perdana Menteri India ke negara tersebut dalam 40 tahun terakhir. Momentum ini hadir setelah kedua negara berhasil menyelesaikan perjanjian perdagangan bebas yang menghapus tarif bagi berbagai produk ekspor India sekaligus menurunkan hambatan perdagangan bagi sebagian besar produk Selandia Baru.

Kunjungan tersebut memperlihatkan upaya India untuk menutup berbagai kekosongan dalam diplomasi tingkat tinggi dengan negara-negara sahabat di kawasan.

Sementara itu, hubungan India dan Australia telah berkembang menjadi kemitraan strategis yang matang. Narendra Modi dan Anthony Albanese secara rutin bertemu dalam berbagai forum internasional, didukung oleh kerja sama yang terus berkembang di bidang mobilitas tenaga kerja, energi terbarukan, pendidikan, dan keamanan kawasan.

India juga baru terpilih sebagai Wakil Ketua Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) Supply Chain Council, sebuah posisi yang semakin memperkuat perannya dalam membangun ketahanan rantai pasok regional, bahkan apabila komitmen Amerika Serikat terhadap IPEF mengalami penurunan.

Ke depan, India juga layak mempertimbangkan keikutsertaan dalam Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP). Langkah tersebut akan memperluas implementasi kebijakan Act East sekaligus menunjukkan bahwa India tidak lagi hanya berfokus pada isu akses pasar, tetapi juga ingin menjadi mitra yang stabil dan dapat dipercaya dalam pembangunan kawasan.

Di sisi lain, pengembangan rantai pasok mineral kritis menjadi peluang besar bagi India, Jepang, Australia, dan Indonesia. Keempat negara memiliki modal yang saling melengkapi, mulai dari teknologi, investasi, sumber daya alam, hingga kapasitas hilirisasi industri. Kolaborasi tersebut dapat membentuk rantai pasok alternatif yang lebih tangguh dan berkelanjutan di kawasan Indo-Pasifik.

Melalui seluruh rangkaian kunjungan ini, India juga menunjukkan peran barunya sebagai penghubung antara negara-negara berkembang di Global South dengan negara-negara maju yang selama ini menjadi pilar tatanan internasional.

Ketika China semakin menunjukkan sikap yang tegas dan Amerika Serikat semakin sulit diprediksi, India berupaya menawarkan alternatif berupa kemitraan yang dibangun di atas stabilitas, skala ekonomi, dan otonomi strategis.

Dengan demikian, pada tahun 2026, kebijakan Act East tidak lagi sekadar bermakna “melihat ke Timur”. Kebijakan tersebut telah berkembang menjadi strategi India untuk berkontribusi dalam memperbaiki tatanan global yang tengah mengalami tekanan, khususnya di kawasan Indo-Pasifik.

Beberapa minggu ke depan akan menjadi ujian penting mengenai bagaimana India menjalankan strategi tersebut. Keberhasilan Act East tidak lagi ditentukan oleh seberapa aktif Amerika Serikat di kawasan, melainkan oleh kemampuan India bersama para mitranya membangun kerja sama yang lebih kuat, lebih tangguh, dan lebih mandiri demi masa depan Indo-Pasifik.

*Mantan Duta Besar India untuk Indonesia dan Jerman

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Impact Thinklab Sukses Gelar AI Executive Forum & AI Design Thinking Masterclass, Dorong Transformasi AI bagi berbagai Industri

Para eksekutif lintas sektor perbankan, FMCG, kesehatan, energi, telekomunikasi, dan properti berkumpul untuk mendiskusikan bagaimana AI dapat memberikan dampak bisnis terukur di luar sekadar peningkatan produktivitas.

JAKARTA – Impact Thinklab baru saja merampungkan penyelenggaraan “AI Executive Forum and AI Design Thinking Masterclass” pada hari Kamis, 25 Juni 2026. Acara strategis yang dirancang khusus untuk para pengambil keputusan ini berhasil mempertemukan 45 tokoh dan pimpinan dari berbagai sektor industri esensial. Forum ini dihadiri oleh para eksekutif dari sektor Perbankan dan Jasa Keuangan, Teknologi dan Layanan IT, Energi dan Pertambangan, Properti, Fast-Moving Consumer Goods (FMCG), Kesehatan, Perhotelan, Telekomunikasi, hingga jajaran Akademisi dari perguruan tinggi terkemuka dan perwakilan asosiasi bisnis nasional.

Forum ini menjadi wadah interaktif yang menghasilkan beragam wawasan (insight) krusial terkait pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) yang efektif, tepat guna, dan berfokus pada nilai bisnis. Sepanjang sesi, para pemimpin yang hadir berdiskusi aktif dan bertukar pandangan mengenai perkembangan dan strategi pengaplikasian teknologi AI ke dalam ekosistem organisasi mereka. Diskusi difokuskan pada bagaimana AI tidak hanya dilihat sebagai tren teknologi semata, melainkan sebagai motor penggerak utama untuk memecahkan tantangan operasional dan mengakselerasi pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan
Salah satu agenda utama yang paling menarik perhatian peserta adalah sesi Masterclass Design Thinking. Pada sesi praktik ini, para peserta berkesempatan langsung mengeksplorasi penggunaan ZYDOO Methodology and Physical Card. Perangkat inovatif ini diperkenalkan sebagai perangkat (tools) taktis yang dirancang khusus untuk memandu proses brainstorming mengenai solusi dan inovasi AI. Dengan pendekatan visual dan gamification terstruktur dari ZYDOO, para pemimpin dibimbing untuk mengarahkan ide-ide adopsi AI yang abstrak menjadi inisiatif konkrit yang bermuara pada hasil bisnis (business outcomes) yang nyata, terukur, dan siap dieksekusi.

Berdasarkan paparan materi yang difasilitasi selama acara, Impact Thinklab menekankan bahwa keberhasilan transformasi digital berakar pada penyelarasan antara kapabilitas AI, pemahaman mendalam tentang masalah, kebutuhan manusia, dan tujuan strategis perusahaan (desain yang human-centric).

Melalui kesuksesan AI Executive Forum dan Masterclass ini, Impact Thinklab berkomitmen untuk terus menjembatani kesenjangan antara inovasi teknologi mutakhir dengan praktik bisnis terapan, serta membangun ekosistem kolaboratif di mana para profesional lintas industri dapat terus belajar, beradaptasi, dan memimpin pasar di era kecerdasan buatan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

OJK Perketat Konten Kripto, Influencer Bisa Kena Denda Rp15 Miliar

Jakarta, 30 Juni 2026 — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Perilaku Penyampai Informasi Sektor Jasa Keuangan. Aturan ini mengatur pihak selain Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) yang menyampaikan informasi terkait sektor jasa keuangan, termasuk melalui kegiatan edukasi, pemasaran, maupun pemberian rekomendasi kepada masyarakat.

Aturan Baru bagi influencer

Dalam aturan tersebut, Penyampai Informasi atau influencer diwajibkan menyampaikan informasi secara jelas, akurat, jujur, mudah diakses, dan tidak berpotensi menyesatkan. Penyampai Informasi juga tidak diperbolehkan menjanjikan hasil pasti atas produk atau layanan sektor jasa keuangan, termasuk aset keuangan digital seperti aset kripto.

Apabila terdapat kerja sama berbayar, komisi, afiliasi, atau bentuk kepentingan ekonomis lainnya, hal tersebut wajib disampaikan secara jelas kepada masyarakat. Untuk produk berisiko tinggi, termasuk aset kripto, influencer juga perlu mencantumkan peringatan risiko, penafian agar masyarakat melakukan analisis pribadi, serta penjelasan bahwa produk tersebut tidak sesuai untuk seluruh kalangan.

Dampak bagi Influencer Kripto

Ketentuan ini berdampak langsung pada influencer dan kreator konten kripto yang selama ini berperan dalam membentuk pemahaman publik terhadap aset digital. Influencer yang memberikan informasi, promosi, atau rekomendasi terkait aset kripto perlu lebih berhati-hati dalam menyusun pesan, menggunakan data, mencantumkan sumber, serta menghindari klaim yang berpotensi menyesatkan.

Untuk aktivitas pemberian rekomendasi atas aset keuangan digital, influencer juga perlu memastikan aset yang direkomendasikan sesuai dengan daftar yang ditetapkan oleh bursa dan PUJK yang direkomendasikan memiliki izin dari OJK. Hal ini menjadi penting agar masyarakat memperoleh informasi dari sumber yang bertanggung jawab dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dari sisi pengawasan, OJK memiliki kewenangan melakukan pembinaan kepada influencer melalui teguran, pengarahan, bimbingan, atau bentuk pembinaan lainnya. OJK juga dapat memberikan Perintah Tertulis kepada influencer untuk melakukan atau menghentikan kegiatan tertentu. Apabila pelanggaran dilakukan melalui media elektronik dan tidak ditindaklanjuti, OJK dapat meminta pemutusan akses, termasuk penghapusan konten, pemblokiran akses, penutupan akun, atau pemblokiran akun media sosial. Dalam kondisi mendesak yang berpotensi menimbulkan kerugian signifikan bagi konsumen dan masyarakat, pemutusan akses dapat dilakukan tanpa didahului pembinaan.

Tanggung Jawab Exchange dan Pelaku Industri

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai aturan tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat tata kelola komunikasi di industri aset kripto. Menurutnya, perkembangan aset kripto perlu diimbangi dengan standar influencer yang lebih bertanggung jawab, terutama karena media sosial dan influencer memiliki pengaruh besar terhadap persepsi masyarakat.

“POJK Nomor 6 Tahun 2026 memberikan kerangka yang lebih jelas bagi pihak yang menyampaikan informasi di sektor jasa keuangan, termasuk aset kripto. Ini penting agar informasi yang diterima masyarakat tidak hanya menarik, tetapi juga akurat, berimbang, transparan, dan memperhatikan risiko,” ujar Calvin.

Bagi exchange dan pelaku industri, aturan ini juga menegaskan pentingnya tanggung jawab dalam bekerja sama dengan influencer atau kreator konten. PUJK wajib memastikan influencer memiliki keterampilan, kompetensi, dan kualifikasi yang sesuai, memahami produk yang disampaikan, tidak menyalahgunakan data konsumen, serta hanya menyampaikan informasi sesuai ruang lingkup kerja sama yang telah disepakati.

Selain itu, exchange perlu menyediakan informasi produk dan layanan secara lengkap kepada influencer, termasuk manfaat, risiko, biaya, ketentuan penggunaan, serta aspek legalitas. Exchange juga perlu melakukan review terhadap materi komunikasi sebelum dipublikasikan, memastikan adanya disclosure kerja sama berbayar, serta melakukan evaluasi berkala terhadap aktivitas pemasaran yang dilakukan bersama influencer.

“Bagi exchange, kepatuhan tidak hanya berhenti pada operasional platform, tetapi juga mencakup bagaimana informasi tentang produk dan layanan disampaikan kepada publik. Karena itu, kolaborasi dengan influencer perlu dilakukan secara lebih terstruktur, mulai dari pemberian brief yang jelas, edukasi mengenai risiko, review materi, hingga memastikan setiap konten mematuhi ketentuan yang berlaku,” tambah Calvin.

Sanksi dan Harapan Industri

POJK tersebut juga mengatur sanksi administratif bagi PUJK yang melanggar ketentuan kerja sama pemasaran dengan influencer. Sanksi dapat berupa peringatan tertulis, pembatasan kegiatan usaha, pembekuan produk atau layanan, pemberhentian pengurus, denda administratif, pencabutan izin produk atau layanan, hingga pencabutan izin usaha. Denda administratif dapat dikenakan paling banyak sebesar Rp15 miliar.

Calvin menilai penguatan aturan ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan industri aset kripto di Indonesia. Dengan adanya standar komunikasi yang lebih jelas, masyarakat diharapkan memperoleh informasi yang lebih berkualitas sebelum mengambil keputusan terkait aset kripto.

“Perlindungan konsumen merupakan aspek penting dalam keberlanjutan industri kripto. Kami berharap aturan ini dapat mendorong peningkatan literasi, mengurangi potensi informasi yang menyesatkan, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem aset kripto yang resmi dan diawasi,” ujar CEO Tokocrypto.

Ke depan, Calvin berharap kolaborasi antara regulator, pelaku industri, influencer, dan komunitas dapat terus diperkuat. Dengan ekosistem informasi yang lebih bertanggung jawab, industri aset kripto di Indonesia berpeluang berkembang secara lebih berkelanjutan, transparan, dan berorientasi pada perlindungan konsumen.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES