Beda Re-Key dan Daftar Ulang Sertifikat Elektronik yang Hampir Kedaluwarsa

Beda re-key dan daftar ulang sertifikat elektronik yang hampir kedaluwarsa, mulai dari fungsi, proses, hingga kapan masing-masing diperlukan.

Banyak tim baru menyadari sertifikatnya bermasalah saat dokumen mendesak menunggu. Notifikasi masa aktif sering terlewat di tengah kesibukan akhir bulan. Daftar Ulang Sertifikat Elektronik lalu ditempuh, padahal jalur lain sebenarnya lebih ringan.

Selisih waktunya terasa pada proses yang sedang berjalan. Selama sertifikat tidak aktif, layanan penandatanganan tidak dapat digunakan. Kontrak vendor tertahan, sementara pihak lawan sudah menunggu berkas balasan. Tim akhirnya mencetak dokumen agar prosesnya tidak berhenti sama sekali.

Dua jalur pemulihan sebenarnya tersedia dengan syarat berbeda. Pemilik sertifikat elektronik perlu tahu kapan masing-masing jalur berlaku. Perbedaannya terletak pada satu hal: masa aktif masih berjalan atau sudah lewat.

Dua Jalur Pemulihan yang Kerap Dianggap Sama

Re-key ditempuh ketika masa berlaku sertifikat belum habis. Pendaftaran ulang ditempuh setelah sertifikat kedaluwarsa dan menjadi tidak valid. Keduanya sama-sama berujung pada sertifikat yang kembali aktif. Bedanya ada pada beban verifikasi yang harus dilalui pengguna.

Pembeda yang Paling Terasa

Tiga hal berikut membedakan keduanya secara praktis:

● Re-key memakai sertifikat lama untuk menandatangani formulir permohonan

● Pendaftaran ulang mensyaratkan proses verifikasi identitas atau e-KYC kembali

● Re-key dijalankan sebelum masa aktif berakhir, bukan sesudahnya

Alur Re-Key Sebelum Masa Aktif Berakhir

Jalur ini paling ringan bila pengguna masih punya waktu. Prosesnya dimulai dari dalam akun, tanpa mengunggah berkas legalitas baru. Tahapannya berjalan seperti berikut:

1. Masuk ke akun, buka menu setting, lalu pilih Profile.

2. Klik opsi Re-Key pada halaman tersebut.

3. Terima formulir permohonan yang dikirimkan tim registration authority.

4. Isi formulir dan tandatangani secara elektronik dengan sertifikat yang akan diperbarui.

5. Tunggu persetujuan dari administrator registration authority.

6. Selesaikan pembayaran, lalu sertifikat kembali aktif.

Syarat yang Tidak Bisa Ditawar

Formulir permohonan wajib ditandatangani memakai sertifikat yang hendak diperbarui. Artinya sertifikat tersebut harus masih dalam kondisi aktif. Bila sudah lewat masa berlakunya, jalur ini otomatis tertutup.

Alur Daftar Ulang Sertifikat Elektronik Setelah Kedaluwarsa

Sertifikat yang habis masa aktifnya berubah status menjadi tidak valid. Pemulihannya menuntut pendaftaran ulang dari dalam akun yang sama. Prosesnya dimulai dengan memilih opsi Daftar Ulang pada menu Profile. Pengguna kemudian menjalani e-KYC sebelum permohonannya divalidasi.

Konsekuensi Selama Masa Kosong

Layanan tidak dapat dipakai selama sertifikat berada dalam kondisi tersebut. Setiap proses tanda tangan digital yang sedang berjalan ikut tertahan. Karena itu jeda ini sebaiknya tidak dibiarkan terjadi pada periode sibuk.

Menandai Jadwal agar Tidak Terlambat

Pengelolaan masa aktif jauh lebih murah daripada penanganan darurat. Sertifikat berlaku satu tahun dan dapat diperpanjang sebelum berakhir. Tandai pengingat internal beberapa minggu sebelum tanggal kedaluwarsa.

Cara Memeriksa Masa Aktif Sertifikat

Informasinya tersedia langsung di dalam akun pengguna:

● Masuk ke akun, lalu buka My Profile di sudut kanan atas

● Buka bagian my Digital Certificate pada halaman tersebut

● Lihat keterangan masa aktif di bawah nomor serial sertifikat

Menghindari Daftar Ulang Sertifikat Elektronik lewat Perencanaan Sederhana

Perbedaan kedua jalur ini sebenarnya soal waktu, bukan soal teknis rumit. Perusahaan yang memantau masa aktif hampir selalu cukup menempuh re-key. Pengingat kalender sederhana sudah memadai untuk kebutuhan tersebut. Untuk akun korporat, tugas ini sebaiknya melekat pada sysadmin.

ezSign menyediakan kedua jalur tersebut langsung dari dalam akun pengguna. Status dan masa berlaku sertifikat juga dapat diperiksa sendiri kapan saja. Perusahaan yang mengelola banyak pengguna tanda tangan digital dapat berdiskusi melalui kanal resmi ezSign.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Kapan re-key masih bisa dilakukan?
Re-key hanya bisa ditempuh selama sertifikat masih aktif dan belum melewati masa berlakunya.

2. Apakah pendaftaran ulang mengharuskan verifikasi identitas lagi?
Ya, pengguna perlu menjalani proses e-KYC sebelum permohonannya divalidasi tim registration authority.

3. Apakah layanan bisa dipakai saat sertifikat sudah kedaluwarsa?
Tidak, layanan baru dapat digunakan kembali setelah sertifikat berhasil diaktifkan ulang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Omzet Naik tapi Laba Menipis? Sering Terlewat Sebelum Beralih ke Odoo ERP

Omzet naik tapi laba menipis? Kenali faktor yang sering terlewat sebelum beralih ke Odoo ERP untuk meningkatkan efisiensi bisnis.

Penjualan tahun ini tumbuh, tetapi saldo kas justru terasa semakin ketat. Laporan menunjukkan pertumbuhan, sementara laba bersih berjalan di tempat. Banyak pemilik usaha menemui kondisi omzet naik tapi laba menipis. Penyebabnya jarang tunggal, dan hampir selalu tersembunyi di detail operasional.

Gejalanya baru terasa setelah beberapa bulan berjalan. Diskon diberikan cabang tanpa persetujuan, lalu dianggap harga normal. Biaya kirim barang masuk tidak pernah dihitung ke harga pokok penjualan. Akibatnya, margin kotor pada laporan terlihat lebih tinggi daripada kenyataan.

Menambah penjualan tidak akan menutup kebocoran semacam itu. Perusahaan justru perlu melihat laba per produk, bukan hanya angka total. Karena itu, diskusi bersama vendor ERP sebaiknya dimulai dari struktur biaya. Pemetaan biaya yang jelas menentukan seberapa berguna sistem barunya nanti.

Pertumbuhan Penjualan yang Tidak Selalu Diikuti Laba

Aktivitas usaha nasional memang sedang menguat. Survei Kegiatan Dunia Usaha Bank Indonesia mencatat kapasitas produksi terpakai 73,80 persen pada triwulan II 2026. Artinya, sebagian kapasitas masih menganggur meski permintaan membaik. Biaya tetap terus berjalan, sementara volume belum sepenuhnya menutupinya.

Tanda Kebocoran yang Mudah Dikenali

Beberapa pola berikut biasanya terlihat lebih dulu:

● Harga jual efektif berbeda jauh dari daftar harga resmi.

● Retur barang dicatat sebagai potongan, bukan sebagai kerugian.

● Stok mati bertambah tanpa pernah masuk pembahasan bulanan.

● Ongkos kirim pelanggan ditanggung perusahaan tanpa batas yang jelas.

Empat pola itu jarang muncul pada laporan laba rugi ringkas. Padahal, gabungannya bisa memangkas margin beberapa persen setiap bulan.

Biaya yang Terlewat Saat Omzet Naik tapi Laba Menipis

Sebagian besar kebocoran berasal dari biaya yang tidak dibebankan tepat. Biaya tersebut memang tercatat, tetapi masuk ke pos umum perusahaan. Akibatnya, produk yang merugi tetap terlihat sehat di laporan penjualan. Kondisi omzet naik tapi laba menipis pun sulit ditelusuri sumbernya.

Biaya Angkut Masuk yang Tidak Dibebankan

Barang impor maupun antar pulau selalu membawa biaya angkut masuk. Bila biaya itu diabaikan, nilai persediaan tercatat terlalu rendah. Harga jual pun ditetapkan memakai dasar yang keliru sejak awal. Pembebanan biaya angkut ke tiap barang membuat perhitungannya lebih jujur.

Diskon Lapangan yang Tidak Tercatat Rapi

Diskon sering diberikan lewat kesepakatan lisan di lapangan. Pencatatan diskon pada pos terpisah membuat besarannya bisa dipantau. Manajemen jadi tahu berapa laba yang sebenarnya dilepas tiap bulan.

Menghitung Laba Sampai Tingkat Produk dan Pelanggan

Laporan laba rugi tunggal jarang cukup bagi perusahaan yang tumbuh. Setiap transaksi sebaiknya membawa penanda produk, cabang, dan pelanggan. Dari sana, laba bisa dilihat per lini, bukan hanya per periode. Pola omzet naik tapi laba menipis biasanya langsung terlihat di sini.

Pelanggan Besar yang Ternyata Tipis Marginnya

Pelanggan bervolume besar sering menuntut harga khusus dan tempo panjang. Keduanya menambah biaya modal kerja yang jarang dihitung terpisah. Analisis laba per pelanggan membantu menilai ulang syarat kerja samanya.

Beban Operasional yang Ikut Naik Diam-diam

Pertumbuhan penjualan hampir selalu menambah beban operasional baru. Lembur gudang, biaya kemasan, dan komisi penjualan kerap naik lebih cepat. Perbandingan beban terhadap penjualan tiap bulan membantu melihat pergeserannya. Kenaikan beberapa persen saja sudah cukup menghapus tambahan labanya.

Pemeriksaan Awal Saat Omzet Naik tapi Laba Menipis

Pemeriksaan berikut biasanya cukup untuk menemukan penyebab utamanya:

1. Bandingkan harga jual efektif dengan daftar harga resmi per produk.

2. Hitung ulang harga pokok dengan memasukkan biaya angkut dan retur.

3. Telusuri barang yang tidak bergerak selama enam bulan terakhir.

4. Periksa tempo pembayaran pelanggan terbesar beserta biaya yang menyertainya.

Empat langkah ini bisa dikerjakan sebelum sistem baru dibeli. Hasilnya justru menjadi bahan utama saat menyusun kebutuhan sistem.

Data yang Perlu Disiapkan Lebih Dulu

Tiga data berikut sering diminta pada pertemuan pertama:

● Daftar produk beserta harga beli dan harga jual terakhir.

● Rekap diskon dan retur selama enam bulan terakhir.

● Daftar pelanggan utama beserta tempo pembayarannya.

Partner Odoo yang berpengalaman akan menanyakan data itu lebih dulu. Pertanyaan tersebut membantu memastikan sistem menjawab masalah yang tepat.

Memperbaiki Angka Sebelum Menambah Alat

Intinya, sistem baru tidak menciptakan laba dengan sendirinya. Sistem hanya membuat kebocoran terlihat lebih cepat dan lebih jelas. Karena itu, keluhan omzet naik tapi laba menipis sebaiknya ditelusuri dulu. Perbaikannya bertahap dan menuntut kedisiplinan pencatatan di semua lini.

i2C Studio sebagai partner Odoo resmi membantu memetakan struktur biaya perusahaan. Pendampingannya menyesuaikan kebiasaan operasional yang sudah berjalan. Diskusi bersama vendor ERP pada tahap awal membantu menyusun prioritas perbaikan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan Pemilik Usaha

1. Mengapa laba menipis padahal penjualan meningkat?

Umumnya karena diskon, retur, dan ongkos angkut belum dibebankan secara tepat.

2. Apakah semua produk perlu dihitung marginnya?

Sebaiknya iya, sebab produk bervolume besar belum tentu menyumbang laba terbesar.

3. Kapan perusahaan perlu mempertimbangkan sistem terintegrasi?

Saat pencatatan manual mulai membuat manajemen ragu pada angka laporannya sendiri.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Drone Kargo untuk Lokasi Sulit Dijangkau: Cara Baru Mengirim Barang ke Tempat yang Tak Terhubung Jalan

Drone kargo menjawab masalah logistik khas Indonesia: bukan soal jarak, tapi sulitnya akses. DJI FlyCart 30 (kelas 30 kg) dan DJI FlyCart 100 (sampai 85 kg dengan baterai ganda) memungkinkan pengiriman ke lokasi yang sulit dijangkau kendaraan, dengan waktu yang jauh lebih singkat.

Di banyak lokasi industri di Indonesia, jarak di peta tidak mencerminkan waktu tempuh sebenarnya. Tambang di tengah hutan, pulau kecil, atau fasilitas di area terpencil sering hanya bisa dijangkau lewat perahu atau jalan yang rusak, sehingga pengiriman barang memakan waktu berjam-jam. Drone kargo menawarkan jalur lain, yaitu lewat udara, langsung ke titik tujuan.

Nilai terbesarnya muncul saat waktu menjadi taruhan. Suku cadang yang biasanya butuh berjam-jam bisa tiba dalam hitungan menit. Untuk operasi tambang dan industri, alat berat yang berhenti beroperasi jauh lebih mahal daripada barang yang ditunggu, sehingga penghematan yang sebenarnya bukan hanya pada ongkos kirim, tetapi pada waktu berhenti yang berkurang.

Tersedia dua kelas sesuai kebutuhan. DJI FlyCart 30 untuk beban standar di kelas 30 kg, cocok untuk pengiriman rutin. DJI FlyCart 100 untuk angkutan berat hingga 85 kg dengan baterai ganda. Yang membuat drone kargo layak dipakai setiap hari bukan hanya kemampuan angkatnya, melainkan juga keamanan operasinya: perencanaan rute, izin terbang, dan sistem yang jelas jika terjadi gangguan di tengah misi. Sebagai distributor resmi DJI Delivery di Indonesia, Halo Robotics menyediakan unit sekaligus pendampingan operasionalnya.

Selengkapnya: Cargo Drone: Panduan Drone Pengangkut Barang

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bittime Gelar Event di Bali, Bahas Potensi dan Masa Depan Futures di Indonesia

Bittime, PAKD yang terdaftar dan diawasi OJK, menggelar side event di Bali untuk membahas potensi Bittime Futures dan perkembangan pasar derivatif kripto di Indonesia. Bittime menargetkan pertumbuhan volume perdagangan Bittime Futures hingga 10 kali lipat dalam tahun pertama, dengan fokus pada edukasi, strategi trading, dan manajemen risiko.

Bittime sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menggelar event di Bali pada 19 Agustus 2026. Acara ini menjadi forum bagi Bittime untuk membahas target Bittime Futures, potensi perdagangan derivatif kripto di Indonesia, sekaligus memperkuat pemahaman trader mengenai strategi dan manajemen risiko.

Sekitar 150 audiens diperkirakan hadir dalam acara tersebut, yang terdiri dari VIP Customer, KOL, trader, komunitas, serta mitra institusi Bittime. Melalui pertemuan ini, Bittime mempertemukan berbagai pelaku ekosistem aset digital untuk berbagi perspektif mengenai perkembangan Futures dan peluangnya di Indonesia.

Pasar Futures Global Terus Berkembang

Potensi Futures juga terlihat dari perkembangan pasar derivatif aset kripto secara global. Berdasarkan data dan riset CoinMarketCap, perdagangan derivatif pada periode tertentu menyumbang sekitar 79% dari total volume perdagangan aset kripto global, menunjukkan besarnya aktivitas derivatif dalam ekosistem aset digital.

Di Indonesia, perdagangan aset kripto saat ini masih didominasi pasar spot. OJK mencatat nilai transaksi aset kripto mencapai Rp28,58 triliun pada Juni 2026, meningkat 24,20% secara month-to-month (mtm) dibandingkan Rp23,01 triliun pada Mei 2026. Jumlah investor aset kripto Indonesia juga telah mencapai lebih dari 22 juta.

Perkembangan tersebut membuka peluang bagi pasar Futures untuk semakin berkembang seiring meningkatnya pemahaman pelaku pasar terhadap berbagai instrumen perdagangan aset digital.

Bittime Futures Hadir dengan 49 Trading Pairs

Perkembangan Bittime Futures menjadi salah satu fokus utama dalam side event tersebut. Saat ini, Bittime Futures menyediakan 49 trading pairs, posisi Long dan Short, leverage hingga 25x, serta pilihan Cross Margin dan Isolated Margin.

Pengguna juga diwajibkan menyelesaikan knowledge test sebelum mengakses Futures sebagai bagian dari upaya Bittime memastikan pengguna memahami karakteristik dan risiko produk.

Pada periode beta, lima pasangan Futures dengan aktivitas perdagangan tertinggi di Bittime adalah BTC/USDT, ETH/USDT, PUMP/USDT, HYPE/USDT, dan PEPE/USDT. Aktivitas tersebut menunjukkan minat trader yang tidak hanya tertuju pada Bitcoin dan Ethereum, tetapi juga berbagai aset kripto alternatif.

Bittime melihat pasar Futures Indonesia masih berada pada tahap awal dan memiliki ruang untuk berkembang. Sejalan dengan peluang tersebut, Bittime menargetkan pertumbuhan volume perdagangan Bittime Futures hingga 10 kali lipat dalam tahun pertama.

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan perkembangan Futures perlu didukung dengan pemahaman yang lebih baik dari pelaku pasar.

“Pasar Futures Indonesia masih memiliki ruang yang besar untuk berkembang. Seiring semakin banyaknya pelaku pasar yang memahami karakteristik Futures, kami melihat peluang bagi produk ini untuk menjadi bagian yang semakin penting dalam ekosistem aset digital Indonesia,” ujar Ryan.

Menurut Ryan, edukasi juga menjadi bagian penting dalam pengembangan Futures karena penggunaan leverage dapat meningkatkan potensi keuntungan sekaligus risiko kerugian.

Bittime Dorong Trader Kenali Strategi Futures

Futures memberikan fleksibilitas bagi trader untuk mengambil posisi Long maupun Short berdasarkan analisis dan strategi masing-masing. Fleksibilitas tersebut memungkinkan trader merespons kondisi pasar yang berbeda, baik ketika harga bergerak naik maupun turun.

Melalui side event ini, Bittime tidak hanya memperkenalkan perkembangan Bittime Futures, tetapi juga mendorong trader dan pelaku ekosistem untuk memahami mekanisme Futures secara lebih baik sebelum melakukan transaksi.

Bittime menilai pertumbuhan aktivitas Futures perlu berjalan seiring dengan peningkatan literasi dan manajemen risiko. Dengan pendekatan tersebut, Futures diharapkan dapat menjadi bagian yang semakin berkembang dalam ekosistem aset digital Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik

Pandai Gadai meluncurkan program Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk nasabah baru gadai elektronik (smartphone, laptop, tablet, kamera, TV, konsol game), sehingga terima bersih bisa semakin tinggi. Barang berbagai kondisi (layar retak halus, bodi lecet, tanpa dus, tanpa aksesoris) tetap bisa diajukan. Program ini menjadi salah satu keunggulan Pandai Gadai dalam menghadirkan layanan gadai yang lebih bermanfaat untuk masyarakat.

Kebutuhan dana tambahan dapat muncul untuk berbagai keperluan, mulai dari kebutuhan rumah tangga, biaya pendidikan, hingga tambahan modal usaha. Bagi masyarakat yang memiliki perangkat elektronik bernilai ekonomis, gadai elektronik dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperoleh dana dengan menggunakan barang sebagai jaminan, tanpa harus menjualnya.

Melalui layanan gadai elektronik, Pandai Gadai menerima sejumlah perangkat elektronik untuk digadai seperti smartphone, laptop, tablet, kamera, televisi, hingga konsol game: PlayStation dan Xbox sebagai barang jaminan. Setelah barang diperiksa dan ditaksir di cabang Pandai Gadai, nasabah dapat memperoleh pinjaman sesuai dengan hasil penaksiran dan ketentuan yang berlaku. Pandai Gadai juga menerima gadai BPKB motor tanpa survei, dan gadai emas mulai dari 6 karat.

Pandai Gadai menghadirkan program Extra Pinjaman hingga Rp100.000 bagi nasabah baru gadai elektronik yang melakukan booking online melalui website Pandai Gadai. 

Cek Simulasi Gadai dan Booking Online untuk Klaim Extra Pinjaman

Program Extra Pinjaman hingga Rp100.000 dapat diklaim melalui booking online gadai elektronik di website Pandai Gadai. Nasabah yang melakukan booking online dan memenuhi ketentuan program dapat memperoleh Extra Pinjaman di atas nilai pinjaman dasar saat menggadaikan barang.

Besaran Extra Pinjaman yang diberikan mengikuti ketentuan program yang berlaku: 

Extra Pinjaman Rp100.000 untuk minimal nilai gadai Rp2.000.000

Extra Pinjaman Rp75.000 untuk minimal nilai gadai Rp1.000.000

Extra Pinjaman Rp50.000 untuk minimal nilai gadai Rp500.000

Extra Pinjaman Rp25.000 untuk minimal nilai gadai Rp300.000

Extra Pinjaman diberikan sebagai tambahan di atas nilai pinjaman dasar, sehingga nasabah tetap perlu membawa barang ke cabang untuk menjalani proses pemeriksaan dan penaksiran sebelum transaksi diselesaikan.

Adapun yang dapat diajukan sebagai barang jaminan meliputi:

1. Gadai Smartphone atau HP

2. Gadai Laptop

3. Gadai Tablet

4. Gadai Smartwatch

5. Gadai Kamera

6. Gadai Televisi

7. Gadai Konsol Game: PlayStation dan Xbox

Beragamnya jenis perangkat yang dapat diajukan memberikan pilihan bagi masyarakat untuk memanfaatkan barang elektronik yang masih dimiliki ketika membutuhkan dana tambahan.

Berbagai Kondisi Barang Tetap Bisa Diterima

Salah satu hal yang menjadi pertimbangan ketika ingin menggadaikan barang elektronik adalah kondisi fisiknya. Tidak semua perangkat berada dalam kondisi sempurna, sehingga Pandai Gadai memberikan kesempatan untuk mengajukan barang elektronik dalam berbagai kondisi.

Perangkat dengan kondisi seperti layar retak, bodi lecet, tanpa aksesoris, tanpa dus, atau kondisi fisik yang tidak sempurna tetap dapat diajukan untuk digadai di Pandai Gadai. Barang akan diperiksa terlebih dahulu oleh petugas di cabang untuk menentukan kelayakan dan nilai pinjamannya.

Namun, kondisi fisik, spesifikasi, kelengkapan, serta kondisi barang secara keseluruhan tetap menjadi bagian dari proses penaksiran. Karena itu, nilai pinjaman yang diterima dapat berbeda antara satu barang dengan barang lainnya.

Dengan sistem gadai, barang tetap menjadi milik nasabah dan dapat ditebus kembali sesuai dengan jangka waktu serta ketentuan transaksi yang disepakati.

Penaksiran Barang Dilakukan di Cabang Pandai Gadai Terdekat

Dalam transaksi gadai, nilai barang menjadi salah satu faktor yang menentukan besaran pinjaman. Karena itu, proses pemeriksaan dan penaksiran menjadi bagian penting sebelum transaksi disepakati.

Pandai Gadai melakukan pemeriksaan barang secara langsung di cabang. Nasabah dapat mengetahui kondisi perangkat dan nilai pinjaman yang ditawarkan sebelum memutuskan untuk melanjutkan transaksi.

Sebagai ilustrasi bila nasabah gadai Rp850.000, jadi Rp900.000, dengan Extra Pinjaman, sehingga nasabah menerima dana bersih yang lebih tinggi.

Nilai tersebut hanya merupakan contoh ilustrasi. Nilai pinjaman, besaran Extra Pinjaman, dan nilai pencairan akhir tetap bergantung pada hasil pemeriksaan barang serta syarat dan ketentuan program yang berlaku.

Akses Cabang yang Lebih Mudah di Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi

Selain kemudahan booking online, akses ke cabang juga menjadi salah satu bagian penting dalam layanan gadai elektronik Pandai Gadai.

Pandai Gadai telah memiliki lebih dari 250 cabang di DKI Jakarta dan Jawa Barat, serta telah melayani lebih dari 250.000 nasabah.

Dengan jaringan tersebut, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan lokasi untuk melakukan proses pemeriksaan dan penaksiran barang. Nasabah dapat memulai proses secara online melalui booking gadai elektronik, kemudian membawa barang yang akan dijadikan jaminan ke cabang yang dipilih.

Konsep ini menggabungkan kemudahan proses digital dengan transaksi secara langsung di cabang. Nasabah tetap dapat memperoleh penjelasan mengenai hasil pemeriksaan, nilai taksiran, Extra Pinjaman, serta ketentuan transaksi sebelum pencairan dilakukan.

Kapan Gadai Elektronik Bisa Menjadi Pilihan?

Layanan ini dapat dipertimbangkan untuk berbagai kebutuhan, seperti:

1. Keperluan rumah tangga.

2. Tambahan modal usaha.

3. Biaya pendidikan.

4. Pengeluaran tidak terduga.

5. Kebutuhan finansial sementara tanpa harus menjual perangkat elektronik yang masih dimiliki.

Program ini dapat menjadi pilihan bagi pekerja, pelaku UMKM, maupun masyarakat yang memiliki perangkat digital dan ingin memanfaatkannya sebagai barang jaminan.

Cara Mendapatkan Extra Pinjaman

Untuk mendapatkan program Extra Pinjaman hingga Rp100.000, nasabah dapat mengikuti beberapa tahapan berikut:

1. Akses booking online gadai elektronik melalui website Pandai Gadai.

2. Cek simulasi gadai elektronik dan booking sesuai prosedur yang tersedia.

3. Klaim Extra Pinjaman melalui mekanisme booking online sesuai ketentuan program.

4. Datang ke cabang Pandai Gadai dengan membawa barang elektronik yang akan dijadikan jaminan serta dokumen yang dipersyaratkan (KTP).

Menghadirkan Pengalaman Gadai yang Lebih Modern

Pandai Gadai mengembangkan layanan gadai dengan memadukan kemudahan digital dan layanan cabang. Melalui booking online, nasabah dapat mempersiapkan transaksi gadai elektronik sebelum datang ke cabang.

Selain program Extra Pinjaman, Pandai Gadai juga menghadirkan berbagai layanan dan program lainnya, termasuk Tebus, Cicil, dan Perpanjang Pinjaman melalui satu platform aplikasi digital.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pandai Gadai untuk menghadirkan pengalaman gadai yang lebih mudah dipahami, transparan, dan nyaman bagi masyarakat.

Bagi masyarakat yang memiliki perangkat elektronik yang masih bernilai, termasuk perangkat dengan kondisi fisik tertentu seperti layar retak atau bodi lecet, gadai elektronik dapat menjadi salah satu alternatif dengan menggunakan barang tersebut sebagai jaminan.

Syarat dan ketentuan berlaku. Nilai pinjaman, besaran Extra Pinjaman, dan nilai pencairan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan penaksiran barang di cabang Pandai Gadai terdekat Anda. Contoh nominal dalam artikel bersifat ilustratif.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya

Pernah bertanya-tanya kenapa limit pinjaman yang kamu dapat berbeda dengan orang lain, padahal nominal yang diajukan sama?

Hal ini wajar. Setiap pengajuan pinjaman dapat memiliki hasil berbeda karena penyedia pinjaman mempertimbangkan kondisi dan profil masing-masing nasabah.

Ada yang mendapatkan pinjaman limit besar, sementara yang lain memperoleh limit lebih rendah. Lalu, apa saja yang dapat memengaruhi perbedaan tersebut?

Apa Itu Limit Pinjaman?

Limit pinjaman adalah batas maksimal dana yang dapat diperoleh melalui suatu fasilitas pinjaman.

Misalnya, sebuah produk menawarkan Pinjaman 100 juta. Angka tersebut menunjukkan batas maksimal fasilitas yang tersedia. Setiap nasabah tetap mendapatkan limit berdasarkan hasil penilaian dan ketentuan produk.

Jadi, nominal yang diajukan belum tentu sama dengan nominal yang disetujui. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses pengajuan, salah satunya adalah kemampuan membayar. 

1. Kemampuan Membayar

Kemampuan membayar menjadi salah satu hal yang dapat dipertimbangkan dalam menentukan limit.

Penyedia pinjaman perlu mempertimbangkan apakah jumlah dana yang diajukan sesuai dengan kemampuan pembayaran nasabah.

Karena itu, dua orang yang mengajukan nominal sama bisa mendapatkan limit yang berbeda.

Sebelum mengajukan pinjaman, hitung terlebih dahulu kebutuhan dana dan kemampuan untuk membayarnya kembali.

2. Riwayat Kredit

Riwayat kredit juga dapat menjadi bagian dari proses penilaian pengajuan.

Pembayaran yang dilakukan sesuai jadwal membantu membangun rekam jejak kredit. Sebaliknya, riwayat pembayaran yang bermasalah dapat menjadi pertimbangan dalam pengajuan berikutnya.

Karena itu, menjaga pembayaran tetap lancar penting dilakukan saat menggunakan fasilitas kredit.

3. Data Saat Pengajuan

Data yang diberikan ketika mengajukan pinjaman perlu diisi dengan benar dan sesuai kondisi sebenarnya.

Informasi yang lengkap dapat membantu proses penilaian pengajuan. Pastikan data pribadi dan dokumen yang diminta sudah sesuai dengan ketentuan.

4. Kebijakan Penyedia Pinjaman

Setiap penyedia pinjaman memiliki kebijakan dan proses penilaian masing-masing.

Itulah sebabnya limit yang tersedia dapat berbeda antara satu produk dengan produk lainnya. Dalam produk yang sama pun, limit yang diberikan kepada setiap nasabah dapat berbeda.

Jika kamu mencari pinjaman mudah, tetap perhatikan persyaratan dan ketentuan yang berlaku. Proses pengajuan yang mudah tidak berarti setiap nasabah otomatis mendapatkan limit maksimal.

Apakah Pinjaman Limit Besar Selalu Lebih Baik?

Belum tentu. Limit yang besar memberikan pilihan dana yang lebih luas. Namun, jumlah pinjaman sebaiknya tetap disesuaikan dengan kebutuhan.

Misalnya, jika kebutuhan dana hanya Rp20 juta, tidak selalu perlu mengajukan Pinjaman 100 juta.

Sebelum mengajukan, pertimbangkan jumlah dana yang benar-benar dibutuhkan dan kemampuan untuk memenuhi kewajiban pembayaran.

Mengenal Neo Pinjam

Neo Pinjam merupakan produk pinjaman dari Bank Neo Commerce yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan finansial sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Neo Pinjam menyediakan limit hingga Rp100 juta dengan pilihan tenor sampai 24 bulan. Limit yang diberikan kepada setiap nasabah tetap mengikuti hasil penilaian dan syarat serta ketentuan yang berlaku.

Dengan pilihan tersebut, nasabah dapat mengajukan dana sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.

Neo Pinjam juga merupakan fasilitas dari bank yang berizin dan diawasi OJK. Sebelum mengajukan, pastikan kamu memahami informasi produk dan seluruh ketentuan yang berlaku.

Tips Sebelum Mengajukan Pinjaman

a. Tentukan kebutuhan dana

Hitung jumlah dana yang benar-benar diperlukan agar pengajuan tetap sesuai tujuan.

b. Sesuaikan dengan kemampuan membayar

Pastikan kewajiban pembayaran dapat dikelola dengan kondisi keuangan.

c. Pilih tenor sesuai kebutuhan

Pertimbangkan jangka waktu pembayaran sebelum menentukan pilihan.

d. Periksa ketentuan produk

Pahami limit, tenor, persyaratan, dan ketentuan lainnya sebelum mengajukan.

e. Jaga riwayat pembayaran

Bayar kewajiban sesuai jadwal untuk menjaga rekam jejak kredit.

Memahami faktor yang memengaruhi limit dapat membantu kamu membuat keputusan yang lebih terencana. Limit besar bukan berarti selalu menjadi pilihan terbaik. Namun, lebih penting adalah memilih jumlah pinjaman sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.

***

Fitur, limit, tenor, bunga, biaya, dan ketentuan Neo Pinjam dapat berubah sesuai kebijakan Bank Neo Commerce. 

Pinjaman merupakan komitmen finansial. Pastikan jumlah pinjaman dan tenor yang dipilih sesuai dengan kemampuan membayar agar kewajiban dapat dipenuhi tepat waktu.

Jika ingin mencoba Neo Pinjam unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Neo Pinjam di website resmi Bank Neo Commerce

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban

By Satish Chandra Mishra

Jakarta — Ketika Perdana Menteri India Manmohan Singh dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meningkatkan hubungan bilateral Indonesia–India menjadi Kemitraan Strategis pada tahun 2005, mereka sesungguhnya melakukan sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar menandatangani sebuah dokumen kerja sama. Keduanya sedang menghidupkan kembali ikatan yang telah terjalin selama berabad-abad untuk menegaskan bahwa Indonesia dan India bukan sekadar negara bertetangga secara geografis, melainkan juga memiliki hubungan sebagai sesama pewaris sejarah dan peradaban. Sejak saat itu, istilah “diplomasi peradaban” (civilizational diplomacy) semakin sering bergema, baik di Jakarta maupun New Delhi, terutama setelah Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan Hari Republik India pada 26 Januari 2025 dan menyampaikan pernyataan bahwa dirinya juga memiliki “DNA India.” Pernyataan tersebut bukan sekadar simbolik, melainkan mencerminkan pendekatan diplomasi yang bertumpu bukan hanya pada kedekatan geografis, tetapi juga pada kesamaan akar peradaban, pengakuan budaya, dan kepentingan strategis yang terus berkembang. Menariknya, berbagai kesamaan sejarah, bahasa, dan budaya yang selama ini terlupakan kini kembali ditemukan dan diangkat, termasuk melalui kajian mengenai kejayaan Sriwijaya, sehingga semakin memperkuat kesadaran bersama di Indonesia maupun India mengenai akar historis yang mereka miliki.

Alasan di balik kedekatan tersebut sesungguhnya sudah sangat jelas. Selama lebih dari dua milenium, kepulauan Nusantara dan anak benua India dihubungkan oleh jalur perdagangan muson yang menjadi nadi perdagangan maritim pada masanya. Jalur tersebut tidak hanya mengangkut rempah-rempah dan kain, tetapi juga membawa gagasan, pengetahuan, sistem aksara, agama, filsafat politik, hingga tradisi istana yang menyebar melintasi Teluk Benggala. Kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha seperti Sriwijaya, Majapahit, dan Mataram banyak dipengaruhi oleh tradisi Brahmanisme dan kemudian Buddhisme yang berasal dari India. Jejak pengaruh tersebut bahkan masih dapat ditemukan hingga kini melalui berbagai nama tempat di Jawa dan Sumatra yang berasal dari bahasa Sanskerta. Bali pun tetap menjadi salah satu contoh paling nyata dari peradaban yang mempertahankan warisan budaya pra-Islam yang berakar kuat pada tradisi India. Begitu pula kisah Ramayana dan Mahabharata, yang di Indonesia tidak lagi dipandang sebagai kisah asing, melainkan telah menyatu dengan identitas budaya lokal sebagai bagian dari warisan bersama kedua bangsa.

Meski demikian, kedekatan sejarah dan budaya saja tidak cukup untuk membangun hubungan strategis yang berkelanjutan. Setelah masing-masing negara meraih kemerdekaan, kebijakan luar negeri India lebih banyak difokuskan pada kawasan Asia Selatan serta dinamika Perang Dingin, sementara Indonesia pada era Orde Baru lebih berkonsentrasi pada konsolidasi politik dalam negeri dan integrasi kawasan ASEAN. Semangat Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada tahun 1955 memang sempat menjadi simbol tujuan bersama yang mempererat hubungan Presiden Soekarno dan Perdana Menteri Jawaharlal Nehru. Konferensi tersebut memberikan dorongan besar bagi semangat dekolonisasi sekaligus membuka ruang bagi Indonesia dan India untuk memainkan peran yang lebih aktif dalam percaturan global. Sayangnya, momentum Bandung kemudian meredup di tengah berbagai tantangan politik dan pembangunan ekonomi yang dihadapi kedua negara pada masa-masa awal kemerdekaan.

Memasuki abad ke-21, hubungan Indonesia dan India kembali memperoleh momentum baru. Kebangkitan ini didorong oleh sejumlah perubahan struktural yang saling memperkuat. Faktor pertama adalah ekonomi. Reformasi ekonomi India sejak tahun 1991 menjadikan negara tersebut sebagai salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia sekaligus mendorong kebutuhan untuk mempererat hubungan dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, yaitu Indonesia. Nilai perdagangan bilateral yang pada tahun 2004 baru mencapai sekitar US$3,5 miliar meningkat menjadi hampir US$38 miliar pada 2022, sebelum kemudian turun menjadi sekitar US$29 miliar akibat fluktuasi harga komoditas global, bukan karena melemahnya hubungan ekonomi kedua negara. Struktur perdagangan Indonesia dan India menunjukkan tingkat saling melengkapi yang sangat kuat. Indonesia memasok batu bara, minyak sawit, dan nikel—komoditas yang permintaannya terus meningkat di India. Sebaliknya, India mengekspor produk farmasi, mesin industri, produk minyak olahan, layanan teknologi informasi, serta tekstil ke Indonesia. Di masa depan, salah satu peluang terbesar terletak pada pengembangan rantai pasok kendaraan listrik dan baterai. Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, sementara India tengah mempercepat ambisinya menjadi pemain utama dalam industri kendaraan listrik. Kombinasi tersebut menjadikan kedua negara sebagai mitra yang sangat ideal.

Perubahan kedua datang dari dinamika kawasan Indo-Pasifik yang melahirkan kebutuhan strategis baru bagi Indonesia dan India, terlepas dari siapa pun yang sedang memimpin pemerintahan di masing-masing negara. Kedua negara memiliki kepentingan yang sama dalam menjaga tatanan internasional yang berbasis aturan, menjamin kebebasan navigasi, serta mempertahankan sentralitas ASEAN. Indonesia maupun India sama-sama mempromosikan visi Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, dan inklusif. Pilihan Indonesia untuk mempertahankan otonomi strategis sejalan dengan pendekatan India yang dikenal sebagai multi-alignment, yakni menjalin hubungan dengan berbagai kekuatan dunia tanpa terikat pada satu blok tertentu. Dalam konteks inilah diplomasi peradaban menjadi sangat relevan, karena menyediakan bahasa diplomasi yang tidak bersifat konfrontatif maupun berpihak, melainkan berakar pada pemahaman bersama sebagai dua peradaban besar yang memiliki tradisi strategisnya masing-masing.

Perkembangan hubungan pertahanan juga menjadi salah satu pilar penting yang memperkuat kemitraan Indonesia dan India. Jika sebelum tahun 2001 hampir tidak terdapat kerja sama pertahanan yang berarti, kini kedua negara telah membangun berbagai bentuk kolaborasi, mulai dari latihan angkatan laut bersama, pertukaran intelijen, hingga kerja sama industri pertahanan. Patroli maritim terkoordinasi antara Angkatan Laut India dan TNI Angkatan Laut telah berlangsung sejak 2012 dan terus berkembang, termasuk melalui latihan antikapal selam. Di sisi lain, rudal jelajah BrahMos buatan India juga menarik perhatian Indonesia sebagai salah satu opsi untuk memperkuat kemampuan pertahanannya. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa hubungan bilateral kini telah bergerak jauh melampaui diplomasi tradisional dan semakin menyentuh kepentingan strategis kedua negara.

Hal lain yang patut dicermati adalah konsistensi komitmen Indonesia terhadap hubungan dengan India di bawah tiga pemerintahan yang berbeda. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi pemimpin yang pertama kali meningkatkan hubungan kedua negara menjadi Kemitraan Strategis pada 2005. Selanjutnya, Presiden Joko Widodo bersama Perdana Menteri Narendra Modi memperkuat fondasi tersebut melalui pembentukan Kemitraan Strategis Komprehensif (Comprehensive Strategic Partnership) pada 2018. Kini, Presiden Prabowo Subianto melanjutkan momentum tersebut setelah kunjungannya ke India pada 2025 dengan memperluas ruang kerja sama ke bidang pembiayaan pertahanan, ketahanan pangan, dan berbagai sektor strategis lainnya. Keberlanjutan kebijakan ini menunjukkan bahwa diplomasi peradaban bukanlah agenda yang bergantung pada satu pemerintahan atau koalisi politik tertentu, melainkan telah berkembang menjadi orientasi strategis Indonesia dalam menjalin hubungan dengan India.

Lingkungan strategis global pada 2025 semakin memperkuat alasan bagi kedua negara untuk mempererat kemitraan. Tatanan dunia pasca-Perang Dingin yang sebelumnya ditandai oleh globalisasi dan stabilitas keamanan kini bergeser menuju dunia yang lebih multipolar, kompetitif, dan transaksional. Berkurangnya intensitas globalisasi mendorong negara-negara menengah seperti Indonesia dan India untuk mengurangi ketergantungan pada satu kekuatan besar melalui diversifikasi kemitraan ekonomi maupun strategis. Dalam konteks ini, kebijakan hilirisasi industri Indonesia dan upaya India menjadi pusat manufaktur global yang baru justru saling melengkapi, sehingga masing-masing negara dapat menjadi mitra strategis yang memperkuat ketahanan ekonomi satu sama lain.

Selain kepentingan ekonomi dan keamanan, hubungan Indonesia dan India juga memiliki dimensi normatif yang sangat kuat. India merupakan negara demokrasi terbesar di dunia, sedangkan Indonesia adalah demokrasi terbesar ketiga sekaligus negara dengan populasi Muslim terbesar yang menerapkan sistem demokrasi. Bersama-sama, kedua negara menaungi lebih dari 1,75 miliar penduduk, atau lebih dari seperlima populasi dunia. Jumlah tersebut bahkan sudah mendekati total populasi seluruh negara demokrasi lainnya jika digabungkan. Lebih menarik lagi, ketika banyak negara demokrasi menghadapi penuaan penduduk atau pertumbuhan populasi yang melambat, Indonesia dan India justru masih menikmati bonus demografi. Jika tren tersebut berlanjut, pada 2040—kecuali terjadi gelombang demokratisasi besar di berbagai belahan dunia—jumlah penduduk Indonesia dan India saja diperkirakan dapat melampaui total populasi seluruh negara demokrasi lainnya.

Di titik inilah cita-cita nasional kedua negara bertemu secara sangat jelas. India mengusung visi Viksit Bharat 2047, yaitu tekad menjadi negara maju tepat pada satu abad kemerdekaannya. Indonesia memiliki visi Indonesia Emas 2045, yang menargetkan Indonesia menjadi negara maju pada peringatan 100 tahun kemerdekaan. Meski hanya terpaut dua tahun, kedua visi tersebut bertumpu pada keyakinan yang sama, yaitu memanfaatkan bonus demografi dan tenaga kerja muda sebagai mesin pertumbuhan sebelum jendela peluang tersebut tertutup akibat penuaan penduduk. Indonesia dan India sama-sama menghadapi perlombaan melawan waktu, sekaligus memiliki alasan yang kuat untuk saling mendukung agar visi besar masing-masing dapat terwujud.

Namun, seluruh potensi tersebut tidak akan terwujud secara otomatis. Semangat diplomasi peradaban hanya akan memiliki arti apabila dibarengi dengan penguatan kelembagaan yang melampaui pertemuan-pertemuan tingkat tinggi, peningkatan investasi yang nyata, serta hubungan antarmasyarakat yang semakin erat melalui pertukaran mahasiswa, pariwisata, diaspora, dan berbagai bentuk interaksi lainnya. Warisan sejarah harus diterjemahkan menjadi pengalaman yang hidup dan dirasakan oleh masyarakat kedua negara dalam kehidupan sehari-hari.

Pada akhirnya, sejarah, budaya, dan rasa saling percaya merupakan fondasi hubungan Indonesia dan India. Perdagangan menjadi penggerak utamanya. Kerja sama pertahanan menyediakan arah strategisnya. Sementara demokrasi menjadi kerangka nilai yang menyatukan kedua negara. Ketika kawasan Indo-Pasifik semakin menjadi pusat dinamika geopolitik abad ke-21, hubungan antara demokrasi terbesar di dunia dan negara demokrasi dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia memiliki potensi untuk menjadi salah satu kemitraan paling menentukan di kawasan. Ini bukan lagi sekadar sebuah gagasan yang menarik, melainkan sebuah momentum yang waktunya telah tiba—dan hampir tidak mungkin untuk diputar kembali.

Dr. Satish Chandra Mishra adalah Pendiri The Arthashastra Institute serta akademisi yang berfokus pada hubungan peradaban antara India dan Indonesia. Ia banyak menulis mengenai isu-isu strategis, diplomasi ekonomi, serta perkembangan kemitraan Indonesia–India. The Arthashastra Institute Indonesia merupakan organisasi nirlaba yang berdedikasi memperkuat hubungan historis dan kemitraan strategis antara India, Indonesia, dan Asia Tenggara. Seluruh pandangan yang disampaikan dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi penulis.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini

PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya), bank digital bagian dari BRI Group, terus memperkuat komitmennya dalam mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda melalui program Inspiraya. Inspiraya Goes to Campus kali ini digelar di Universitas Gunadarma Depok pada 10 Agustus 2026 dan dihadiri oleh lebih dari 150 mahasiswa, dengan mengangkat tema Inspiraya “Cash Flow Strategy: Mengatur Keuangan dan Investasi dengan Cerdas sejak Mahasiswa”. Hadir sebagai pembicara, Lucky Wibowo selaku Community Branch Leader Bank Raya dan Adhyaksa Pradjna selaku Branch Manager BRI Danareksa Sekuritas.

PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya), bank digital bagian dari BRI Group, terus memperkuat komitmennya dalam mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda melalui program Inspiraya. Inspiraya Goes to Campus kali ini digelar di Universitas Gunadarma Depok pada 10 Agustus 2026 dan  dihadiri oleh lebih dari 150 mahasiswa, dengan mengangkat tema Inspiraya “Cash Flow Strategy: Mengatur Keuangan dan Investasi dengan Cerdas sejak Mahasiswa”. Hadir sebagai pembicara, Lucky Wibowo selaku Community Branch Leader Bank Raya dan Adhyaksa Pradjna selaku Branch Manager BRI Danareksa Sekuritas.

Program Inspiraya ini hadir secara rutin di media sosial Instagram Bank Raya setiap hari Kamis pukul 16.00 dengan berbagai topik pengelolaan keuangan dan cash flow guna membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini. Dengan berbekal pengelolaan keuangan yang baik, diharapkan  masyarakat dapat lebih cerdas mengelola keuangan praktis seperti mencatat pemasukan dan pengeluaran, menetapkan skala prioritas, serta menyisihkan dana secara konsisten untuk kebutuhan masa depan. Hadir sejak tahun 2022, Inspiraya telah menyapa masyarakat di lebih dari 150 episode. 

Ajeng Putri Hapsari selaku Corporate Secretary Bank Raya menjelaskan, “Melalui Inspiraya, kami terus mendorong literasi keuangan ke masyarakat secara lebih luas, seperti ke berbagai komunitas dan kampus-kampus. Kami terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan literasi keuangan digital agar semakin banyak masyarakat yang cakap dalam mengelola keuangan praktis menggunakan bank digital. Bank Raya melihat bahwa mahasiswa saat ini memiliki akses yang semakin luas terhadap berbagai layanan dan produk keuangan digital. Sehingga mereka tidak hanya melek layanan keuangan digital, tetapi juga mampu mengelola cash flow, menentukan prioritas dan memahami investasi sesuai kebutuhan.” 

Kegiatan Inspiraya di Universitas Gunadarma merupakan kampus  kedua yang dikunjungi, setelah sebelumnya Inspiraya digelar di Universitas Nasional, dan ke depannya Bank Raya juga akan membidik berbagai universitas di seluruh Indonesia. Dengan konsep dan topik yang dekat dengan aktivitas dan tantangan mahasiswa, Bank Raya berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki pemahaman dan kepercayaan diri dalam mengambil keputusan finansial.

Lucky Wibowo selaku Community Branch Leader Bank Raya menjelaskan dalam paparannya bahwa pengelolaan keuangan yang baik dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana. Mahasiswa dapat mulai dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran, menetapkan anggaran, menyisihkan dana untuk ditabung, serta memahami tujuan investasi sebelum mengambil keputusan.

Adhyaksa Pradjna selaku Branch Manager BRI Danareksa Sekuritas menyampaikan bahwa investasi sebaiknya tidak dilakukan hanya karena mengikuti tren, tetapi perlu diawali dengan tujuan yang jelas serta  pemahaman terhadap profil risiko masing-masing. Mahasiswa juga perlu mengenali berbagai instrumen investasi dan memilihnya sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan finansial. Dengan begitu, investasi dapat menjadi bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang yang dilakukan secara terukur dan bertanggung jawab.

Hingga kuartal II/2026, peningkatan digital saving mencapai Rp2,47 triliun atau tumbuh 66,4% (yoy) serta peningkatan transaksi di Aplikasi Raya sebesar 41,2% dan mencapai 3 juta transaksi. Peningkatan transaksi perbankan ini mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan fitur-fitur pengelolaan keuangan di Aplikasi Raya oleh masyarakat. Meningkatnya adopsi produk digital Bank Raya di masyarakat mendorong pertumbuhan digital saving yang juga meningkat, yang tercermin pada rasio CASA Bank Raya pada Kuartal II/2026 tumbuh menjadi 38,09% dari sebelumnya pada 29,72% di Kuartal II/2025 

“Kami berharap melalui Inspiraya, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan dan investasi, tetapi juga terdorong untuk mulai menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Bank Raya akan terus menghadirkan edukasi finansial yang relevan dan mudah dipahami, sehingga generasi muda dapat semakin percaya diri dalam mengelola keuangan, merencanakan masa depan, serta memanfaatkan layanan keuangan digital secara bijak dan bertanggung jawab.” tegas Ajeng.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Drone as First Responder: Cara Baru Merespons Keadaan Darurat Hadir di Indonesia

Model Drone as First Responder (DFR) membalik urutan respons darurat. Drone dikirim lebih dulu untuk memastikan kondisi dari udara, baru orang dikerahkan sesuai yang terlihat. Dengan dock otomatis, drone lepas landas sendiri saat ada pemicu dan diawasi pilot dari jauh.

Pukul dua dini hari, alarm di pagar sebuah tambang berbunyi. Buat tim keamanan, momen seperti ini selalu menyisakan pertanyaan yang sama: apakah ini bahaya sungguhan, dan berapa orang yang perlu dikirim untuk memastikannya.

Selama ini, jawabannya baru didapat setelah petugas sampai di lokasi. Satu orang dikirim ke area gelap tanpa tahu apa yang menunggunya. Sering kali yang ditemukan cuma kendaraan yang salah jalan. Sesekali, bukan itu.

Model Drone as First Responder menawarkan urutan yang berbeda. Begitu ada pemicu, drone yang berangkat lebih dulu ke lokasi dan langsung mengirim gambar dari udara ke ruang kendali. Keputusan mau mengirim berapa orang diambil setelah kondisinya benar-benar terlihat. Intinya sederhana: kirim mata dulu, baru kirim orang.

Kedengarannya biasa saja, tapi sebenarnya ini membalik kebiasaan lama. Selama ini kita mengirim orang dulu, baru tahu situasinya setelah sampai.

Lalu kenapa model ini baru banyak dipakai sekarang? Masalahnya dulu bukan di dronenya, tapi harus selalu ada pilot yang datang dan menerbangkan drone di setiap lokasi. Sekarang drone bisa disimpan di dalam dock, lepas landas sendiri begitu ada pemicu, terbang menjalankan tugas, lalu balik mengisi daya. Karena itu, satu orang saja sudah cukup untuk memantau banyak lokasi sekaligus, tanpa harus datang ke tiap tempat.

Ada satu hal yang sering disalahpahami. Model ini bukan untuk menggantikan manusia dengan robot. Pilotnya tetap pegang kendali dan bisa ambil alih kapan saja. Yang berubah cuma tugasnya: dari menerbangkan setiap panggilan, jadi menimbang dan memutuskan. Justru tugas yang baru ini butuh penilaian yang lebih matang.

Kenapa ini penting buat Indonesia? Karena kebanyakan aset yang harus dijaga justru sedang beroperasi saat diinspeksi. Kilang yang aktif, tambang dengan alat berat lalu-lalang, pelabuhan dan kawasan padat orang. Menurunkan petugas cuma untuk mengecek sering kali tidak mungkin. Tapi menurunkan pandangan dari udara jauh lebih masuk akal.

Tapi ada satu catatan yang tidak boleh dilupakan. Yang bikin model ini benar-benar bisa jalan bukan cuma teknologinya, tapi juga izinnya. Operasi otomatis seperti ini masuk kategori BVLOS, yaitu terbang di luar jarak pandang, dan butuh persetujuan otoritas penerbangan. Bagian inilah yang paling sering dilupakan orang saat terpukau melihat demo drone yang canggih. Di Indonesia, Halo Robotics adalah satu-satunya yang memegang izin operasi BVLOS berbasis SORA dari Ditjen Perhubungan Udara (DGCA).

Jadi pertanyaannya sekarang bergeser. Bukan lagi soal apakah dronenya bisa, tapi apa yang berubah dari cara tim bekerja kalau setiap alarm bisa dicek dari udara sebelum satu orang pun dikirim.

Ulasan lengkapnya, mulai dari cara kerja, penggunaan untuk keamanan, pemantauan kebakaran, dan pencarian dan pertolongan, sampai sisi aturannya, bisa dibaca di sini:

Drone as First Responder (DFR): Model Respons Darurat Berbasis Drone untuk Indonesia

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Banyak Orang Salah Fokus Saat Memilih Motor, Padahal Fitur Ini yang Dipakai Hampir Setiap Hari

Saat membeli motor matic, banyak orang masih menjadikan desain, warna, atau performa mesin sebagai pertimbangan utama. Padahal, setelah motor digunakan setiap hari, justru fitur-fitur sederhana yang berkaitan dengan kepraktisan menjadi yang paling sering dimanfaatkan.

Perubahan gaya hidup menjadi salah satu penyebabnya. Kini, motor tidak lagi hanya digunakan untuk pergi dan pulang kerja. Dalam satu hari, banyak orang berpindah ke beberapa lokasi sekaligus, mulai dari kantor, meeting dengan klien, coffee shop, pusat kebugaran, hingga berbelanja kebutuhan harian. Mobilitas yang semakin tinggi membuat ekspektasi terhadap sebuah motor pun ikut berubah.

Pengguna kini membutuhkan kendaraan yang bukan hanya nyaman dikendarai, tetapi juga mampu membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih praktis.

Lalu, fitur seperti apa yang sebenarnya paling dibutuhkan?

Ketika Barang Bawaan Semakin Banyak, Ruang Penyimpanan Menjadi Lebih Berarti

Banyak pengguna baru menyadari pentingnya kapasitas bagasi setelah motor digunakan setiap hari. Saat aktivitas semakin padat, barang yang dibawa pun ikut bertambah. Mulai dari helm saat parkir, jas hujan, jaket, tumbler, charger, hingga barang belanja sering kali harus ikut dibawa dalam satu perjalanan.

Karena itu, ruang penyimpanan yang luas menjadi salah satu fitur yang paling sering digunakan. Barang dapat disimpan lebih rapi tanpa memenuhi area dek kaki atau mengurangi kenyamanan berkendara.

Yamaha Grand Filano Hybrid hadir dengan bagasi berkapasitas 27 liter, salah satu yang terbesar di kelasnya. Kapasitas tersebut memberikan ruang yang lega untuk mendukung berbagai kebutuhan mobilitas sehari-hari.

Ketika Motor Digunakan Setiap Hari, Efisiensi Menjadi Pengeluaran yang Terasa

Bagi pengguna yang mengandalkan motor sebagai kendaraan utama, konsumsi bahan bakar menjadi salah satu hal yang paling sering dirasakan manfaatnya. Semakin sering motor digunakan, semakin besar pula pengaruh efisiensi bahan bakar terhadap biaya operasional.

Karena itu, motor yang irit bukan hanya membantu menghemat pengeluaran, tetapi juga mengurangi frekuensi mengisi bahan bakar saat digunakan untuk mobilitas harian.

Yamaha Grand Filano Hybrid menggunakan teknologi Blue Core Hybrid dengan konsumsi bahan bakar mencapai 60,2 km/liter berdasarkan metode pengujian WMTC, sehingga cocok untuk penggunaan harian.

Ketika Waktu Menjadi Berharga, Hal-Hal Kecil Ikut Membuat Perbedaan

Dalam rutinitas yang padat, hal sederhana sering kali memberikan dampak besar terhadap kenyamanan.

Misalnya saat mengisi bahan bakar. Membuka jok terlebih dahulu sebelum mengisi bensin mungkin hanya membutuhkan beberapa detik, tetapi ketika dilakukan berulang kali, pengguna akan mulai merasakan pentingnya proses yang lebih praktis.

Melalui Smart Front Refuel, Yamaha Grand Filano Hybrid memungkinkan pengisian bahan bakar dilakukan dari bagian depan tanpa membuka jok, sehingga lebih mudah digunakan, terutama ketika membawa banyak barang.

Hal serupa juga berlaku pada Smart Key System. Pengguna tidak perlu lagi mencari anak kunci di dalam tas atau saku setiap kali ingin menggunakan motor. Fitur sederhana seperti ini justru menjadi bagian yang paling sering dirasakan dalam penggunaan sehari-hari.

Ketika Kendaraan Terhubung dengan Smartphone, Informasi Menjadi Lebih Mudah Diakses

Motor modern kini tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem digital penggunanya.

Melalui aplikasi Y-Connect, Yamaha Grand Filano Hybrid memungkinkan pengguna memantau berbagai informasi kendaraan melalui smartphone, seperti pengingat servis, konsumsi bahan bakar, hingga notifikasi tertentu. Kehadiran fitur ini membantu pengguna mengelola kendaraan dengan lebih praktis tanpa perlu melakukan pengecekan secara manual.

Fitur yang Paling Bernilai Adalah Fitur yang Benar-Benar Digunakan

Memilih motor bukan hanya soal tampilan atau spesifikasi di atas kertas. Dalam penggunaan sehari-hari, justru fitur-fitur yang mendukung kenyamanan dan kepraktisan akan paling sering dirasakan manfaatnya.

Bagasi yang luas, konsumsi bahan bakar yang efisien, pengisian bensin yang praktis, sistem kunci tanpa anak kunci, hingga konektivitas dengan smartphone merupakan contoh fitur yang memberikan manfaat nyata dalam rutinitas harian.

Bagi pengguna yang mencari motor matic dengan utilitas lengkap, Yamaha Grand Filano Hybrid menghadirkan seluruh fitur tersebut dalam satu paket. Motor ini dipasarkan dengan harga rekomendasi mulai Rp28.665.000 OTR Jakarta, menjadikannya salah satu pilihan menarik bagi pengguna yang mengutamakan kepraktisan untuk mendukung mobilitas sehari-hari.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES