Pekerjaan Preservasi Jalan Tol Terus Dilakukan, Jasa Marga Berkomitmen Untuk Pastikan Keamanan dan Keselamatan Perjalanan

Jakarta (19/08), PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM), terus melanjutkan pekerjaan preservasi di sejumlah ruas jalan tol Jasa Marga Group untuk menjaga kondisi perkerasan jalan tol tetap memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM). Sebagai public service company, langkah ini merupakan bagian dari komitmen Jasa Marga untuk menjaga kualitas infrastruktur sekaligus memastikan perjalanan tetap lancar, aman, nyaman dan berkeselamatan di sepanjang jalan tol Jasa Marga Group.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan, preservasi menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas, keandalan, dan keberlanjutan jalan tol. Pekerjaan dilakukan secara berkala dengan mengutamakan aspek keselamatan, mengingat jalan tol secara terus-menerus menerima beban lalu lintas yang tinggi, termasuk kendaraan dengan muatan berlebih atau Over Dimension Overloading (ODOL) yang dapat mempercepat penurunan kualitas dan umur layanan perkerasan.

“Jasa Marga terus melanjutkan pekerjaan preservasi secara berkala sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas jalan tol tetap prima. Kami memahami bahwa pekerjaan preservasi dapat berdampak terhadap perjalanan pengguna jalan, sehingga seluruh pelaksanaannya dilakukan secara terencana dengan memperhatikan berbagai aspek penting agar pekerjaan tetap berjalan namun arus lalu lintas di sekitar tetap terjaga,” ujar Rivan.

Untuk meminimalkan dampak terhadap mobilitas pengguna jalan, mayoritas pekerjaan preservasi dilaksanakan pada malam hingga dini hari ketika volume lalu lintas relatif lebih rendah. Pelaksanaan preservasi juga memperhatikan ketentuan PP Nomor 23 Tahun 2024 tentang Jalan Tol Pasal 88 ayat (3) yang mengatur bahwa kegiatan preservasi harus memperhatikan keselamatan dan kelancaran lalu lintas. Selama pekerjaan berlangsung, lajur terdampak dibatasi dan dilengkapi rambu peringatan serta perangkat pengamanan, sementara petugas operasional disiagakan selama 24 jam untuk memastikan respons cepat terhadap kondisi darurat di lapangan.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jalan selama pekerjaan preservasi berlangsung. Kami terus berupaya untuk memberikan layanan terbaik melalui pelayanan jalan tol yang lancar, aman dan nyaman. Dengan menempatkan pelanggan sebagai pusat dari setiap layanan, kami berupaya untuk meminimalkan dampak terhadap perjalanan masyarakat melalui pengaturan lalu lintas, pemilihan waktu pekerjaan hingga pengamanan yang memadai di lokasi pekerjaan,” jelas Rivan.

Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk mengantisipasi pekerjaan preservasi dengan merencanakan perjalanan, termasuk mengecek informasi lalu lintas terkini dan titik-titik lokasi pekerjaan untuk menyesuaikan waktu perjalanan maupun memilih alternatif rute. Saat melintas di sekitar lokasi pekerjaan, pengguna jalan diimbau untuk selalu berhati-hati, menjaga jarak aman, memperhatikan batas kecepatan, perambuan dan arahan petugas. Untuk mendapatkan informasi terkini maupun menyampaikan keluhan terkait perjalanan, pengguna jalan dapat mengakses aplikasi Travoy atau menghubungi Call Center 133.

Dalam pelaksanaannya, pekerjaan preservasi disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing ruas, di antaranya pekerjaan patching, Scrapping & Filling (SF), serta rekonstruksi perkerasan. Ketiga jenis pekerjaan tersebut saat ini dilakukan pada sejumlah ruas jalan tol Jasa Marga Group. Pada Jalan Tol Jakarta-Tangerang, pekerjaan meliputi rekonstruksi perkerasan dan patching. Sementara pada Jalan Tol Dalam Kota, pekerjaan meliputi SF dan patching, sedangkan pada Jalan Tol Jakarta-Cikampek dilakukan patching, SF, dan rekonstruksi perkerasan pada sejumlah titik sesuai kondisi lapangan. Selain itu, pekerjaan preservasi juga terus dilakukan pada sejumlah ruas tol Jasa Marga Group lainnya sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas dan keandalan jalan tol secara berkelanjutan.

Sebagai BUMN pengelola infrastruktur jalan tol, Jasa Marga berkomitmen untuk terus menjaga keandalan aset melalui pengelolaan jalan tol yang terencana dan berkelanjutan. Upaya tersebut menjadi bagian dari kontribusi Jasa Marga sebagai public service company dalam mendukung konektivitas nasional, meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik, serta memperkuat kualitas infrastruktur transportasi Indonesia. Komitmen tersebut juga selaras dengan Asta Cita Pemerintah, khususnya Asta Cita ketiga dalam melanjutkan pengembangan infrastruktur yang berkualitas.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Cara Mengatur Jadwal Pembayaran Tagihan Rumah Tangga

Setiap bulan, ada berbagai tagihan yang perlu dibayar. Mulai dari listrik, air, internet, hingga tagihan kartu kredit. Kalau tidak dicatat dengan baik, tanggal jatuh tempo yang berbeda bisa membuat pengeluaran terasa lebih berat.

Mengatur jadwal pembayaran sejak awal bulan dapat membantu kamu mengetahui berapa dana yang perlu disiapkan dan kapan tagihan harus dibayar. Cara ini juga membuat pembayaran lebih teratur sehingga risiko terlambat bayar bisa diminimalkan.

Berikut cara sederhana mengatur jadwal pembayaran tagihan rumah tangga.

1. Catat Semua Tagihan Setiap Bulan

Langkah pertama adalah membuat daftar seluruh tagihan yang harus dibayar.

Misalnya:

– Tagihan listrik

– Tagihan air

– Tagihan internet

– Tagihan telepon

– Tagihan kartu kredit

– Iuran lingkungan

– Langganan layanan digital

Jangan hanya mencatat nominalnya. Tulis juga tanggal jatuh tempo masing-masing tagihan.

Dengan begitu, kamu bisa mengetahui tagihan mana yang harus diprioritaskan lebih dulu.

2. Kelompokkan Berdasarkan Tanggal Jatuh Tempo

Setelah semua tagihan dicatat, kelompokkan berdasarkan tanggal pembayarannya.

Contohnya:

– Tanggal 1 sampai 10Listrik, air, dan internet

– Tanggal 11 sampai 20Tagihan kartu kredit dan layanan lainnya

– Tanggal 21 sampai akhir bulanIuran atau kebutuhan rumah tangga lainnya

– Cara ini membuat jadwal pembayaran lebih mudah dipantau.

Kamu juga bisa memilih satu atau dua hari tertentu dalam sebulan untuk mengecek seluruh tagihan yang akan jatuh tempo.

3. Pisahkan Dana untuk Tagihan

Salah satu cara menjaga pembayaran tetap lancar adalah memisahkan dana untuk kebutuhan rutin.

Setelah menerima penghasilan, tentukan jumlah yang perlu dialokasikan untuk tagihan.

Misalnya, jika setiap bulan ada tagihan listrik, air, internet, dan kartu kredit, jumlahkan seluruh kebutuhan tersebut. Dana yang sudah dialokasikan dapat digunakan khusus untuk pembayaran tagihan.

Cara ini membantu mencegah dana tagihan terpakai untuk kebutuhan lain.

4. Prioritaskan Tagihan yang Memiliki Jatuh Tempo

Tidak semua tagihan memiliki tanggal pembayaran yang sama. Karena itu, perhatikan mana yang jatuh tempo lebih dulu.

Tagihan elektronik seperti listrik dan air sebaiknya dicatat bersama tanggal pembayaran agar tidak terlewat.

Untuk tagihan kartu kredit, perhatikan tanggal jatuh tempo dan jumlah pembayaran yang harus dilakukan.

Membayar sebelum atau sesuai tanggal jatuh tempo membantu menjaga pembayaran tetap teratur.

5. Pahami Tagihan Kartu Kredit

Tagihan kartu kredit perlu mendapat perhatian khusus karena jumlahnya dapat berubah setiap bulan mengikuti transaksi yang dilakukan.

Selain melihat total tagihan, periksa juga tanggal jatuh tempo dan jumlah pembayaran yang harus dipenuhi.

Jika kamu mencari informasi tentang cara membayar tagihan kartu kredit, umumnya pembayaran dapat dilakukan melalui kanal pembayaran yang disediakan oleh penerbit kartu. Pastikan mengikuti petunjuk pembayaran dan menyelesaikan transaksi sebelum batas waktu yang ditentukan.

Bagaimana dengan Tagihan Kartu Kredit 0?

Istilah tagihan kartu kredit 0 biasanya berarti tidak ada jumlah tagihan yang perlu dibayarkan pada periode tersebut. Namun, tetap periksa mutasi atau laporan kartu kredit untuk memastikan tidak ada transaksi atau kewajiban lain yang perlu dibayarkan.

6. Gunakan Pengingat Pembayaran

Kalender digital atau fitur pengingat di ponsel dapat membantu mengingat tanggal jatuh tempo.

Buat pengingat beberapa hari sebelum tanggal pembayaran.

Misalnya, jika tagihan jatuh tempo tanggal 15, buat pengingat pada tanggal 10 atau 12. Dengan begitu, kamu masih memiliki waktu untuk menyiapkan dana jika diperlukan.

7. Bayar Tagihan Secara Rutin dari Satu Tempat

Memiliki banyak aplikasi atau kanal pembayaran dapat membuat pengelolaan tagihan terasa lebih rumit.

Untuk kebutuhan rumah tangga tertentu, kamu dapat menggunakan layanan pembayaran tagihan dalam aplikasi neobank.

Melalui fitur PPOB di neobank, pembayaran berbagai kebutuhan seperti tagihan listrik dan air dapat dilakukan secara digital. Kamu tidak perlu menunggu sampai mendekati jatuh tempo untuk melakukan pembayaran.

Kebiasaan membayar secara rutin juga membantu membuat pengeluaran bulanan lebih mudah dipantau.

Buat Jadwal Pembayaran yang Sederhana

Tidak perlu membuat sistem yang rumit. Kamu bisa menggunakan format sederhana seperti berikut:

a. Awal bulan

Cek seluruh tagihan dan tanggal jatuh tempo.

b. Setelah menerima penghasilan

Pisahkan dana untuk kebutuhan rutin.

c. Beberapa hari sebelum jatuh tempo

Cek kembali nominal tagihan.

d. Hari pembayaran

Lakukan pembayaran dan simpan bukti transaksi.

Dengan pola tersebut, pembayaran tagihan menjadi bagian dari rutinitas bulanan.

Kelola Tagihan Sebelum Jatuh Tempo

Mengatur tagihan rumah tangga sebenarnya dimulai dari kebiasaan sederhana yaitu tahu apa yang harus dibayar, berapa jumlahnya, dan kapan jatuh temponya.

Mulai dari mencatat tagihan elektronik, memantau tagihan kartu kredit, hingga menyiapkan dana sebelum tanggal pembayaran. Dengan jadwal yang teratur, pengelolaan pengeluaran bulanan bisa menjadi lebih mudah.

Untuk pembayaran tagihan listrik dan air, neobank menyediakan layanan PPOB yang dapat digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan pembayaran rutin secara digital.

***

Jika ingin membayar tagihan dan isi ulang unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Tagihan dan Isi Ulang di website resmi Bank Neo Commerce

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Godrej dan Childcare di Tempat Kerja: Ketika Dukungan bagi Perempuan Menjadi Strategi Bisnis

Jakarta — Ketika perempuan memasuki dunia kerja, tantangan yang mereka hadapi tidak selalu berhenti pada kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan. Bagi banyak orang tua yang bekerja, terutama perempuan dengan anak kecil, kemampuan untuk menyeimbangkan tanggung jawab profesional dengan pengasuhan anak dapat menjadi faktor penting yang menentukan apakah mereka dapat bertahan dan berkembang dalam karier.

Di tengah persoalan tersebut, dukungan pengasuhan anak dari perusahaan atau employer-supported childcare semakin dipandang sebagai bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan ramah keluarga. Salah satu contohnya datang dari Godrej Consumer Products Indonesia (GCPI), yang mengembangkan dukungan pengasuhan anak sebagai bagian dari upaya membantu karyawan menyeimbangkan tanggung jawab keluarga dan pekerjaan.

Perjalanan tersebut bukan baru dimulai dengan hadirnya fasilitas daycare permanen. Sejak 2017, tim Godrej di Indonesia telah menyediakan pop-up daycare selama periode libur Idul Fitri untuk membantu orang tua yang bekerja menghadapi salah satu periode dengan kebutuhan pengasuhan yang tinggi.

Pendekatan tersebut kemudian berkembang menjadi model yang lebih permanen. Pada Juni 2025, GCPI meresmikan iPLAY at Godrej, fasilitas daycare permanen di lokasi kerja perusahaan di Halim, Jakarta Timur. Inisiatif ini dikembangkan sebagai bagian dari upaya membangun tempat kerja yang lebih ramah keluarga dan mendukung orang tua untuk tetap menjalankan karir sekaligus memenuhi kebutuhan pengasuhan anak.

Dari Pop-Up Daycare ke Fasilitas Permanen

Dukungan childcare Godrej tidak dimulai dari pembangunan fasilitas permanen. Sejak 2017, tim GCPI di Indonesia telah menyediakan pop-up daycare selama libur Idul Fitri, memberikan alternatif pengasuhan sementara bagi karyawan yang tetap harus bekerja selama periode tersebut.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan perusahaan dalam memahami kebutuhan orang tua yang bekerja dan bagaimana perusahaan dapat memberikan dukungan yang lebih praktis.

Hadirnya iPLAY kemudian membawa pendekatan tersebut ke tahap yang lebih terstruktur. Berlokasi di kantor pusat GCPI di Halim, Jakarta Timur, fasilitas ini dirancang sebagai ruang yang aman dan edukatif bagi anak-anak ketika orang tua mereka bekerja. Fasilitas tersebut dikelola oleh mitra profesional dan juga terbuka bagi anak-anak karyawan maupun pekerja dari gedung perkantoran di sekitarnya, dengan pilihan layanan harian, mingguan, dan bulanan.

iPLAY juga dilengkapi dengan sistem keamanan, alat permainan dan materi edukasi, serta makanan bergizi yang disesuaikan dengan kebutuhan anak. Dengan demikian, fasilitas ini tidak hanya diposisikan sebagai tempat penitipan anak, tetapi sebagai bagian dari sistem dukungan yang membantu orang tua bekerja dengan lebih tenang.

Mengapa Childcare Penting bagi Perempuan di Dunia Kerja?

Bagi pekerja yang memiliki anak, tanggung jawab pengasuhan dapat mempengaruhi keputusan untuk tetap bekerja, mengurangi jam kerja, atau bahkan meninggalkan dunia kerja. Tanpa dukungan yang memadai, beban pengasuhan juga dapat lebih banyak ditanggung oleh perempuan, sehingga menciptakan hambatan tambahan bagi keberlanjutan dan perkembangan karier mereka.

Indonesian Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) menilai employer-supported childcare dapat menjadi salah satu solusi untuk membantu pekerja yang memiliki anak menjalankan tanggung jawab pekerjaan secara lebih maksimal. Dukungan tersebut juga memiliki manfaat strategis bagi perusahaan, mulai dari meningkatkan keterlibatan dan produktivitas karyawan hingga membantu mempertahankan talenta.

Dalam konteks ini, onsite daycare bukan sekadar fasilitas tambahan bagi karyawan. Ketika menjadi bagian dari kebijakan workplace care yang lebih luas, childcare dapat membantu menciptakan lingkungan kerja yang memungkinkan orang tua tetap produktif tanpa harus mengabaikan kebutuhan anak.

iPLAY sebagai Bagian dari Kebijakan Ramah Keluarga

Bagi GCPI, childcare bukanlah kebijakan yang berdiri sendiri.

Perusahaan juga menyediakan berbagai kebijakan yang mendukung orang tua, termasuk cuti melahirkan selama enam bulan, cuti ayah selama delapan minggu, cuti adopsi, cuti bagi karyawan yang mengalami keguguran atau stillbirth, bantuan finansial untuk program IVF, serta akses terhadap Employee Assistance Program (EAP).

GCPI juga menyediakan pengaturan kerja yang fleksibel, program reintegrasi setelah cuti melahirkan, serta dukungan perjalanan bisnis bagi orang tua yang memiliki bayi berusia 0 hingga 12 bulan dan perlu membawa pengasuh.

Di tingkat global, Godrej juga menempatkan konsep equal parenting sebagai bagian dari kebijakan perusahaan. Godrej menyediakan manfaat childcare bagi orang tua biologis maupun adopsi, cuti berbayar bagi primary caregivers, opsi kerja fleksibel setelah kembali bekerja, serta dukungan bagi secondary caregivers.

Membangun Model Berdasarkan Kebutuhan Karyawan

Pengembangan model childcare Godrej juga didasarkan pada kebutuhan karyawan.

Perusahaan menggunakan masukan dari survei karyawan dan focus group dalam mengembangkan model childcare bersama IBCWE. Perusahaan kemudian bermitra dengan Montessori Preschool and Daycare yang terakreditasi oleh Association Montessori Internationale (AMI).

Pendekatan berbasis masukan karyawan tersebut penting karena kebutuhan pengasuhan dapat berbeda antara satu tempat kerja dan tempat kerja lainnya. IBCWE sendiri menekankan bahwa solusi employer-supported childcare tidak dapat diterapkan dengan pendekatan yang sama untuk semua perusahaan. Kebutuhan perusahaan perkantoran, manufaktur, pertambangan, perkebunan, maupun sektor lainnya dapat berbeda, sehingga dukungan perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pekerja.

Dengan melibatkan karyawan sejak tahap pengembangan, perusahaan dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai tantangan yang mereka hadapi dan bentuk dukungan yang paling relevan.

Kolaborasi untuk Mendorong Perubahan

Hadirnya iPLAY juga menjadi bagian dari percakapan yang lebih luas mengenai employer-supported childcare di Indonesia.

IBCWE dan Investing in Women sebelumnya telah bekerja sama dalam mendorong perusahaan untuk mengembangkan berbagai model dukungan childcare. Pada 2024, keduanya menerbitkan panduan employer-supported childcare yang memberikan pilihan bagi perusahaan, mulai dari fasilitas penitipan anak permanen atau sementara hingga dukungan tidak langsung seperti subsidi childcare.

Dalam konteks tersebut, pengalaman Godrej dapat menjadi contoh bagaimana perusahaan dapat bergerak dari dukungan childcare yang bersifat sementara menuju model yang lebih permanen dan terintegrasi dengan kebijakan ramah keluarga.

Saat peresmian iPLAY pada Juni 2025 lalu, perwakilan pemerintah, sektor swasta, APINDO, IBCWE, Investing in Women, serta berbagai mitra turut hadir dalam forum yang membahas pentingnya employer-supported childcare dan penerapannya di dunia kerja.

Kolaborasi lintas sektor tersebut menunjukkan bahwa persoalan childcare tidak lagi semata-mata dipandang sebagai urusan keluarga. Pengasuhan juga berkaitan dengan ketenagakerjaan, kesetaraan gender, produktivitas, serta partisipasi perempuan dalam perekonomian.

Mendukung Ekonomi Perawatan di Indonesia

Pembahasan mengenai childcare menjadi semakin penting seiring meningkatnya perhatian terhadap care economy atau ekonomi perawatan di Indonesia.

Bagi Godrej, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa perusahaan dapat mengambil peran langsung dalam membangun ekosistem yang lebih mendukung keluarga pekerja.

Ketika childcare dipandang sebagai bagian dari infrastruktur tempat kerja, bukan sekadar biaya tambahan, perusahaan dapat melihat manfaat yang lebih luas. Dukungan tersebut dapat membantu mempertahankan talenta, meningkatkan loyalitas karyawan, dan menciptakan lingkungan kerja yang memungkinkan perempuan terus berkembang dalam karir mereka.

Childcare sebagai Investasi Jangka Panjang

Pembicaraan mengenai kesetaraan gender di dunia kerja sering kali berfokus pada representasi perempuan, posisi kepemimpinan, dan kesetaraan upah. Namun, ada persoalan mendasar yang perlu diperhatikan terlebih dahulu, yaitu apakah perempuan dan orang tua yang bekerja memiliki dukungan yang memungkinkan mereka untuk tetap berada dalam dunia kerja.

Perjalanan Godrej dari pop-up daycare sejak 2017 hingga hadirnya iPLAY sebagai fasilitas daycare permanen menunjukkan bagaimana dukungan tersebut dapat berkembang dari waktu ke waktu.

Pengalaman tersebut juga memperlihatkan bahwa childcare akan lebih efektif ketika menjadi bagian dari kebijakan ramah keluarga yang lebih luas. Cuti orang tua, fleksibilitas kerja, dukungan bagi caregiver, dan fasilitas daycare dapat saling melengkapi untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih berkelanjutan.

Bagi perusahaan, manfaatnya tidak berhenti pada membantu karyawan mengelola kehidupan keluarga. Dukungan terhadap orang tua yang bekerja juga dapat berkontribusi terhadap retensi talenta, keterlibatan karyawan, produktivitas, dan terciptanya lingkungan kerja yang lebih inklusif.

Pada akhirnya, dukungan terhadap childcare bukan hanya tentang menyediakan tempat bagi anak selama orang tua bekerja. Ini adalah tentang menciptakan dunia kerja yang memahami bahwa kesejahteraan karyawan, tanggung jawab keluarga, dan produktivitas profesional saling berkaitan.

Melalui iPLAY, Godrej menunjukkan bagaimana perusahaan dapat mengambil peran konkret dalam membangun tempat kerja yang lebih ramah keluarga, sekaligus berkontribusi pada perkembangan ekonomi perawatan di Indonesia. Jika model seperti ini semakin banyak diadopsi oleh perusahaan lain, childcare dapat menjadi bagian penting dari perubahan menuju dunia kerja yang memungkinkan orang tua, khususnya perempuan, berkembang tanpa harus memilih antara keluarga dan karier.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

FLOQ Hadirkan Program Community Bus, Bawa Komunitas Kripto ke Coinfest Asia 2026 di Bali

Bali, Agustus 2026 — Perjalanan menuju salah satu festival kripto terbesar di Asia Tenggara, Coinfest Asia 2026 dimulai jauh sebelum para peserta tiba di Bali. Sebanyak 60 anggota komunitas kripto berangkat dari Yogyakarta menuju Bali menggunakan bus dalam program Community Bus yang digagas FLOQ, platform perdagangan aset kripto berlisensi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Perjalanan darat tersebut menempuh waktu sekitar 15 jam. Meski panjang, perjalanan justru menjadi bagian dari pengalaman para peserta sebelum menghadiri Coinfest Asia 2026 yang berlangsung di Melasti Beach, Bali, pada 20–21 Agustus 2026. 

Sejak keberangkatan, suasana di dalam bus diisi dengan berbagai aktivitas komunitas. FLOQ juga membagikan merchandise kepada seluruh peserta serta menggelar kuis dengan hadiah voucher aset kripto senilai jutaanRupiah. 

Program tersebut tidak hanya dirancang sebagai sarana transportasi menuju lokasi acara. FLOQ menjadikan perjalanan tersebut sebagai ruang bagi komunitas untuk saling berkenalan, bertukar cerita mengenai aset digital, sekaligus membangun pengalaman bersama sebelum mengikuti salah satu gelaran kripto yang mempertemukan pelaku industri dari berbagai negara. 

Antusiasme peserta tetap terjaga meski harus menempuh perjalanan belasan jam. Bagi sebagian peserta, perjalanan menuju Bali menggunakan bus juga menjadi pengalaman baru. 

Salah satunya Andi Nurhana Manthovani, peserta perempuan yang ikut Community Bus yang mengaku baru pertama kali mengikuti program tersebut dan melakukan perjalanan ke Bali menggunakan bis untuk menghadiri Coinfest Asia. 

“Ini pertama kali saya ikut program seperti ini. Menurut saya menarik karena perjalanan ke Bali bukan hanya sekadar perjalanan, tetapi juga bisa menjadi kesempatan untuk bertemu dengan teman-teman komunitas dan berbagi pengalaman selama di perjalanan,” kata Hana. 

Ia berharap program serupa dapat terus dilakukan sehingga semakin banyak anggota komunitas yang memiliki kesempatan untuk hadir langsung dalam berbagai kegiatan industri aset digital. 

“Harapannya program seperti ini bisa terus ada dan pesertanya semakin banyak. Selain bisa ikut meramaikan Coinfest, kami juga bisa mendapatkan insight baru, bertemu dengan pelaku industri, dan membawa pengalaman tersebut kembali ke komunitas,” ujar Hana. 

FLOQ Ingin Komunitas Tak Hanya Menjadi Penonton 

CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan keterlibatan komunitas menjadi bagian penting dalam perkembangan industri aset digital. Menurut dia, kehadiran komunitas secara langsung di berbagai forum industri dapat membuka kesempatan untuk belajar dan membangun koneksi. 

“Bagi kami, Community Bus bukan hanya soal membawa peserta dari Yogyakarta ke Bali. Kami ingin menciptakan pengalaman bersama bagi komunitas, mulai dari perjalanan, aktivitas di dalam bus, sampai ketika mereka bertemu langsung dengan pelaku industri di Coinfest Asia,” kata Yudho. 

Ia menambahkan, kesempatan untuk mempertemukan komunitas dengan pelaku industri menjadi salah satu alasan FLOQ membawa puluhan peserta dari Yogyakarta ke Bali. 

“Kami berharap teman-teman komunitas tidak hanya datang dan menjadi penonton, tetapi juga bisa mendapatkan pengetahuan, membangun relasi, dan melihat lebih dekat bagaimana industri aset digital terus berkembang,” ujar Yudho. 

Dari Yogyakarta, Komunitas Kripto Menuju Bali 

Bagi 60 peserta Community Bus, perjalanan menuju Coinfest Asia 2026 pada akhirnya menjadi bagian dari pengalaman itu sendiri. 

Lima belas jam perjalanan dari Yogyakarta ke Bali menjadi ruang untuk bercengkerama, mengikuti aktivitas komunitas, mendapatkan merchandise, hingga mengikuti kuis berhadiah. 

Setibanya di Bali, para peserta tidak hanya membawa semangat untuk mengikuti festival, tetapi juga pengalaman dari perjalanan panjang yang dilakukan bersama. 

Melalui Community Bus, FLOQ berharap semakin banyak anggota komunitas yang dapat terlibat langsung dalam perkembangan ekosistem aset digital, sekaligus menjadikan momentum seperti Coinfest Asia sebagairuang untuk belajar dan memperluas jejaring. 

Di tengah kehadiran berbagai pemain industri kripto dari dalam dan luar negeri, 60 peserta yang berangkat dari Yogyakarta pun menjadi bagian dari cerita komunitas Indonesia yang ikut meramaikan Coinfest Asia 2026. 

CEO FLOQ Panelis Bahas Kondisi Pasar Kripto 

Keterlibatan FLOQ dalam Coinfest Asia 2026 tidak berhenti pada program Community Bus. FLOQ juga menjadi salah satu sponsor dalam gelaran yang berlangsung pada 20–21 Agustus 2026 di Melasti Beach, Bali. 

Coinfest Asia 2026 menjadi salah satu forum yang mempertemukan pelaku industri aset digital, mulai dari institusi, builder, trader, komunitas hingga tokoh-tokoh industri kripto global. 

Penyelenggara menyebut Coinfest Asia sebagai acara yang berfokus pada edukasi dan pengembangan industri, dengan partisipasi yang ditujukan bagi tamu undangan dan peserta yang telah terdaftar. 

Sejumlah agenda juga diarahkan untuk membahas perkembangan industri kripto sekaligus peluang ekspansi pasar Asia. Hal ini sejalan dengan posisi Asia sebagai salah satu kawasan penting dalam perkembangan ekosistem aset digital. 

Yudho juga mengambil bagian dalam agenda diskusi Coinfest Asia 2026. Berdasarkan agenda yang dirilis, Yudho dijadwalkan menjadi salah satu panelis dalam sesi “Is the Bull Market Dead, or Just Resting?” pada 21 Agustus 2026 pukul 14.15–14.45 WITA di Indoor Stage. 

Dalam sesi tersebut, Yudho akan berdiskusi bersama Alexis Sirkia, Co-founder & Captain Yellow; Andreas Tobing, Founder; serta Alex Svanevik, CEO Nansen. Sementara itu, sesi akan dimoderatori oleh Felita Setiawan, COO Indonesia Crypto Network. 

Sesi tersebut menjadi relevan di tengah dinamika pasar kripto yang masih menghadapi berbagai sentimen global dan perubahan ekspektasi pelaku pasar. 

Bagi Yudho, forum seperti Coinfest Asia dapat menjadi ruang untuk melihat perkembangan pasar dari berbagai perspektif, tidak hanya dari sisi harga aset kripto, tetapi juga dari perkembangan teknologi, adopsi, regulasi, dan perilaku pengguna. 

“Pasar kripto selalu bergerak dalam siklus. Yang penting bukan hanya melihat apakah pasar sedang bullish atau bearish, tetapi memahami apa yang sedang berubah di balik pergerakan tersebut. Forum seperti Coinfestmemberikan kesempatan untuk membahas hal itu dari berbagai sudut pandang,” kata Yudho. 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dari ONDC ke ION: Tokoh dan Gagasan di Balik Perjalanan India Menuju Kemandirian

Jakarta  — Ketika T. Koshy membantu membangun Open Network for Digital Commerce (ONDC) di India, gagasan yang dibawa bukan sekadar menciptakan platform perdagangan digital baru. Konsepnya adalah membangun jaringan terbuka yang memungkinkan berbagai aplikasi, pelaku usaha, layanan logistik, dan sistem pembayaran saling terhubung melalui infrastruktur yang interoperabel.

Kini, gagasan tersebut memiliki babak baru di Indonesia.

Koshy, yang merupakan Founding Managing Director dan CEO ONDC, kini terlibat dalam Indonesia Open Network (ION), sebuah infrastruktur digital terbuka yang dikembangkan untuk membangun ekosistem perdagangan digital yang saling terhubung di Indonesia. ION dirancang untuk menghubungkan aplikasi pembeli, aplikasi penjual, penyedia logistik, sistem pembayaran, lembaga keuangan, serta berbagai layanan digital melalui jaringan terbuka.

Sebuah unggahan yang menyoroti perjalanan India menuju kemandirian menampilkan sejumlah tokoh yang berkontribusi terhadap proses tersebut, mulai dari sektor semikonduktor, pertahanan dan antariksa hingga pembayaran digital, identitas digital, dan Digital Public Infrastructure (DPI).

Kisah mereka menunjukkan bahwa perjalanan menuju self-reliance tidak dibangun oleh satu kebijakan, satu perusahaan, atau satu generasi. Fondasi tersebut dibangun secara bertahap oleh orang-orang yang memperluas kemampuan India untuk membangun, berinovasi, dan bersaing dengan kekuatannya sendiri.

Dari ONDC India ke ION Indonesia

Perjalanan Koshy menjadi salah satu contoh paling relevan untuk melihat bagaimana pengalaman India kini memiliki kaitan langsung dengan Indonesia.

Sebagai Founding MD dan CEO ONDC, Koshy terlibat dalam pengembangan pendekatan open network untuk perdagangan digital India. ONDC dibangun dengan gagasan bahwa perdagangan digital tidak harus bergantung pada sejumlah platform tertutup.

Melalui jaringan terbuka, pembeli, penjual, penyedia logistik, dan berbagai pelaku ekosistem dapat saling terhubung melalui protokol yang sama.

Pendekatan tersebut membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha kecil untuk masuk ke ekonomi digital tanpa harus membangun platform sendiri atau bergantung sepenuhnya pada satu marketplace.

Kini, pengalaman tersebut menjadi salah satu referensi dalam pengembangan ION di Indonesia.

Indonesia Open Network diperkenalkan sebagai Digital Public Infrastructure untuk perdagangan digital yang terbuka dan interoperabel. Berbeda dari marketplace baru, ION dirancang sebagai lapisan infrastruktur yang memungkinkan berbagai aplikasi dan layanan yang sudah ada untuk saling terhubung.

ION ditujukan untuk memperluas partisipasi UMKM, koperasi, petani, pengrajin, dan pelaku usaha lokal dalam ekonomi digital. Dengan pendekatan interoperabilitas, pelaku usaha dapat terhubung ke jaringan yang lebih luas tanpa harus bergantung pada satu ekosistem digital tertentu.

Peluncuran ION juga menjadi bagian dari semakin eratnya kerja sama Indonesia dan India di bidang Digital Public Infrastructure. Inisiatif tersebut dikembangkan berdasarkan arsitektur ONDC India, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan, ekosistem, dan prioritas Indonesia.

Koshy sendiri menjadi Anggota Dewan Penasihat Indonesia Open Network. Keterlibatannya memperlihatkan bagaimana pengalaman yang diperoleh India dalam membangun jaringan perdagangan digital terbuka kini ikut menjadi bagian dari proses pengembangan infrastruktur digital di negara lain.

Dengan demikian, perjalanan dari ONDC menuju ION bukan sekadar perpindahan sebuah model teknologi dari satu negara ke negara lain. Ini menunjukkan bagaimana pengalaman membangun infrastruktur nasional dapat menjadi dasar untuk berbagi pengetahuan, berkolaborasi, dan mengembangkan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal.

Kemandirian India Melampaui Satu Sektor

Namun, perjalanan menuju kemandirian India jauh lebih luas daripada perdagangan digital.

Selama beberapa dekade, berbagai generasi telah membangun kemampuan India di sejumlah sektor strategis.

Salah satu contohnya adalah industri semikonduktor.

Sanjay Mehrotra, Chairman, President & CEO Micron Technology, menjadi salah satu tokoh yang mewakili ambisi India untuk membangun kapasitas di sektor semikonduktor. Investasi Micron di Sanand, Gujarat, menjadi bagian dari upaya India untuk membangun ekosistem semikonduktor domestik dan mengambil posisi yang lebih kuat dalam rantai pasok teknologi global.

Membangun Kemampuan Pertahanan dari Dalam Negeri

Perjalanan yang sama terlihat dalam sektor pertahanan melalui Baba Kalyani, Chairman Bharat Forge.

Bharat Forge berkembang dari perusahaan yang memiliki basis kuat di bidang forging dan manufaktur menjadi salah satu perusahaan swasta yang berperan dalam industri pertahanan India.

Bagi India, penguatan industri pertahanan domestik tidak hanya berkaitan dengan mengurangi ketergantungan terhadap impor. Hal itu juga berkaitan dengan pengembangan teknologi, ketahanan rantai pasok, kemampuan manufaktur, serta potensi India untuk menjadi eksportir sistem pertahanan.

Membawa India ke Bulan

Kemandirian teknologi India juga terlihat jelas dalam program antariksa.

Dr. S. Somanath, mantan Chairman Indian Space Research Organisation (ISRO), memimpin lembaga tersebut ketika India mencapai salah satu pencapaian ilmiah terbesarnya.

Chandrayaan-3 berhasil mendarat di Bulan pada 23 Agustus 2023, menjadikan India negara keempat yang berhasil melakukan soft landing di Bulan dan negara pertama yang mencapai wilayah lintang selatan Bulan.

Pencapaian tersebut merupakan hasil dari investasi selama puluhan tahun dalam lembaga penelitian, pendidikan sains, kemampuan rekayasa, serta pengembangan teknologi antariksa domestik.

Program antariksa India memperlihatkan bahwa self-reliance tidak hanya berarti kemampuan memproduksi barang untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga kemampuan mengembangkan teknologi untuk menjalankan misi ilmiah yang kompleks di tingkat global.

Dari Ponsel Menjadi Alat Pembayaran

Transformasi India juga sangat terasa dalam sistem keuangan digital.

Dilip Asbe, Managing Director dan CEO National Payments Corporation of India (NPCI), menjadi salah satu tokoh yang terkait erat dengan perkembangan ekosistem pembayaran digital India, termasuk Unified Payments Interface atau UPI.

Dengan memungkinkan berbagai bank dan aplikasi pembayaran saling terhubung melalui satu sistem interoperabel, UPI tidak hanya menjadi produk pembayaran, tetapi telah berkembang menjadi salah satu fondasi penting ekonomi digital India.

Membangun Identitas Digital bagi Masyarakat

Lapisan penting lainnya dalam transformasi digital India datang melalui Aadhaar.

Nandan Nilekani, salah satu pendiri Infosys dan Founding Chairman Unique Identification Authority of India (UIDAI), memainkan peran penting dalam pengembangan sistem identitas digital Aadhaar.

Aadhaar menyediakan lapisan identitas digital nasional yang memungkinkan masyarakat menggunakan identitas elektronik untuk mengakses berbagai layanan publik dan swasta.

Pengalaman India dengan identitas digital, pembayaran digital, dan berbagai sistem interoperabel kemudian menjadi bagian dari pembicaraan global mengenai bagaimana teknologi dapat digunakan untuk memperluas inklusi ekonomi dan akses terhadap layanan.

Membawa Digital Public Infrastructure ke Panggung Global

Amitabh Kant, yang menjabat sebagai G20 Sherpa India ketika negara tersebut memegang Presidensi G20 pada 2023, juga memainkan peran penting dalam membawa konsep Digital Public Infrastructure ke tingkat global.

Bersama Nilekani, Kant memimpin task force yang membahas bagaimana DPI dapat mendukung transformasi ekonomi, inklusi keuangan, dan pembangunan.

Selama Presidensi G20 India, negara tersebut mendorong pengembangan kerangka dan pemahaman bersama mengenai DPI yang dapat digunakan sebagai referensi oleh negara-negara lain.

Pengalaman India menunjukkan bagaimana identitas digital, pembayaran, dan jaringan terbuka dapat dibangun sebagai infrastruktur yang memungkinkan berbagai layanan dan bisnis berkembang di atasnya.

Munculnya ION di Indonesia menjadi salah satu contoh bagaimana pendekatan tersebut kini menemukan konteks baru di luar India.

Dari Membangun untuk India ke Membangun Bersama Dunia

Jika dilihat secara keseluruhan, kisah Koshy, Mehrotra, Kalyani, Somanath, Asbe, Kant, dan Nilekani menunjukkan bahwa perjalanan India menuju self-reliance dibangun di berbagai sektor.

Semikonduktor, pertahanan, antariksa, pembayaran, identitas digital, dan perdagangan digital mungkin terlihat sebagai bidang yang berbeda.

Namun, semuanya memiliki satu kesamaan: memperluas kemampuan India untuk membangun sistem dan teknologi yang dibutuhkan masyarakatnya sendiri.

Inilah yang membuat konsep self-reliance India lebih luas daripada sekadar menggantikan produk impor dengan produk lokal.

80 Tahun Kemerdekaan dan Perjalanan yang Belum Selesai

India merdeka pada 1947. Namun, pembangunan India yang lebih mandiri tidak berhenti ketika kemerdekaan diperoleh.

Perjalanan tersebut berlanjut melalui pembangunan industri domestik, institusi sains, perusahaan teknologi, sistem keuangan, infrastruktur digital, serta berbagai kemampuan strategis lainnya.

Kini, hasil perjalanan tersebut juga mulai terlihat di luar India.

Dari ONDC menuju ION, pengalaman India dalam membangun jaringan digital terbuka ikut menjadi bagian dari perjalanan Indonesia dalam membangun ekonomi digital yang lebih interoperabel dan inklusif.

Karena itu, ketika India memperingati 80 tahun kemerdekaannya, kisah-kisah tersebut mengingatkan bahwa self-reliance bukanlah pencapaian satu tokoh atau satu generasi.

Dari ONDC di India hingga ION di Indonesia, perjalanan tersebut kini berkembang menjadi bagian dari cerita yang lebih luas di Asia, ketika pengalaman yang dibangun India selama puluhan tahun ikut membuka ruang bagi kolaborasi dan inovasi lintas negara.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Motor dengan Bagasi Besar, Kenapa Semakin Banyak Dicari?

Jakarta – Cara masyarakat memilih motor matic terus mengalami perubahan. Jika dulu desain, performa mesin, atau konsumsi bahan bakar menjadi pertimbangan utama, kini semakin banyak pengguna yang juga memperhatikan sisi utilitas. Salah satu fitur yang mulai mendapat perhatian adalah kapasitas bagasi.

Perubahan ini tidak terjadi tanpa alasan. Pola mobilitas masyarakat saat ini semakin dinamis. Dalam satu hari, banyak orang tidak hanya bepergian dari rumah ke kantor lalu pulang, tetapi juga berpindah ke berbagai lokasi untuk meeting dengan klien, bekerja dari coffee shop, berbelanja kebutuhan harian, berolahraga, hingga menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman.

Semakin banyak aktivitas yang dilakukan, semakin beragam pula barang yang perlu dibawa. Di sinilah motor tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga menjadi kendaraan yang mendukung produktivitas dan aktivitas harian. Karena itu, ruang penyimpanan yang praktis menjadi kebutuhan yang semakin diperhatikan.

Mengapa Kapasitas Bagasi Kini Menjadi Salah Satu Pertimbangan?

Saat membeli motor matic, banyak orang masih fokus pada desain atau harga. Padahal, fitur yang digunakan hampir setiap hari justru sering kali memberikan manfaat yang paling terasa dalam jangka panjang.

Kapasitas bagasi adalah salah satunya. Ruang penyimpanan yang memadai membantu pengguna membawa berbagai perlengkapan tanpa mengurangi kenyamanan berkendara. Selain membuat barang tetap rapi, bagasi juga mengurangi kebutuhan membawa tas tambahan atau menggantung banyak barang di setang maupun area dek kaki.

Bagi pengguna dengan mobilitas tinggi, bagasi bukan lagi sekadar tempat menyimpan barang, melainkan bagian dari utilitas motor yang membantu mendukung aktivitas sehari-hari.

Barang Apa Saja yang Umumnya Dibawa Pengguna Motor?

Kebutuhan setiap pengguna tentu berbeda. Namun, dalam penggunaan sehari-hari, bagasi motor sering dimanfaatkan untuk menyimpan berbagai perlengkapan seperti:

● Helm saat kendaraan diparkir.

● Jas hujan untuk mengantisipasi perubahan cuaca.

● Jaket atau pakaian ganti.

● Tumbler atau botol minum.

● Charger dan power bank.

● Dompet serta perlengkapan pribadi.

● Tas belanja berukuran kecil.

● Perlengkapan olahraga ringan.

Semakin padat aktivitas seseorang, semakin besar pula manfaat ruang penyimpanan yang mampu menampung berbagai kebutuhan tersebut dalam satu tempat.

Bagasi yang Luas Membuat Aktivitas Lebih Praktis

Bagasi yang luas tidak hanya memberikan ruang penyimpanan lebih besar, tetapi juga membantu meningkatkan kenyamanan selama berkendara.

Pengguna tidak perlu lagi memenuhi area dek kaki dengan barang bawaan atau membawa tas yang terlalu penuh di punggung. Barang-barang yang sering digunakan dapat disimpan dengan lebih rapi sehingga mudah diambil ketika dibutuhkan.

Bagi pekerja yang berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain, mahasiswa dengan jadwal kuliah yang padat, maupun pengguna yang sering berbelanja setelah pulang kerja, kepraktisan seperti ini menjadi nilai tambah yang dirasakan hampir setiap hari.

Yamaha Grand Filano Hybrid Hadir dengan Bagasi 27 Liter

Menjawab kebutuhan tersebut, Yamaha menghadirkan Grand Filano Hybrid dengan kapasitas bagasi 27 liter, salah satu yang terbesar di kelasnya.

Bagasi yang luas memberikan keleluasaan untuk menyimpan berbagai kebutuhan harian, mulai dari helm, jas hujan, jaket, tumbler, perlengkapan pribadi, hingga barang belanja ringan. Ruang penyimpanan yang lega juga membantu menjaga area berkendara tetap nyaman karena pengguna tidak perlu membawa terlalu banyak barang di luar bagasi.

Dengan harga rekomendasi mulai Rp28.665.000 OTR Jakarta, Yamaha Grand Filano Hybrid menawarkan solusi bagi pengguna yang mencari motor matic dengan utilitas yang mampu mendukung mobilitas sehari-hari. Bagi mereka yang aktif berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya, kapasitas bagasi yang besar dapat menjadi salah satu nilai lebih yang memberikan kenyamanan dalam penggunaan jangka panjang.

Kini, Bagasi Menjadi Bagian dari Pengalaman Berkendara

Perubahan gaya hidup membuat kebutuhan terhadap motor matic juga ikut berkembang. Jika sebelumnya bagasi hanya dianggap sebagai fitur pelengkap, kini kapasitasnya menjadi salah satu aspek yang semakin dipertimbangkan karena berkaitan langsung dengan kenyamanan penggunaan sehari-hari.

Motor dengan ruang penyimpanan yang memadai memberikan fleksibilitas lebih untuk membawa berbagai kebutuhan tanpa mengurangi kenyamanan berkendara. Karena itu, bagi pengguna yang mengutamakan utilitas, memilih motor dengan kapasitas bagasi yang besar bukan lagi sekadar mencari ruang penyimpanan, tetapi juga memilih kendaraan yang mampu mengikuti ritme aktivitas sehari-hari.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

NOVOTEL SINGAPORE ROBERTSON QUAY RESMI BUKA

Accor secara resmi membuka Novotel Singapore Robertson Quay, sebuah hotel kontemporer berkapasitas 336 kamar yang berlokasi strategis di 1 Unity Street, dekat kawasan bisnis dan pusat kebudayaan Singapura. Mengusung visi Longevity Everyday, hotel ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan wisatawan bisnis maupun liburan. Hotel ini dilengkapi beragam fasilitas pendukung seperti seperti kolam renang dengan panjang 25 meter, pusat kebugaran yang buka 24 jam dan dilengkapi dengan area yoga serta mindfulness, empat ruang acara, sembari menawarkan sajian kuliner bercitarasa lokal dan modern.

Novotel, merek dari Accor yang mengusung visi Longevity Everyday, dengan bangga mengumumkan pembukaan Novotel Singapore Robertson Quay, sebuah hotel kontemporer dengan 336 kamar di tepi Sungai Singapura. Dirancang untuk wisatawan bisnis dan liburan, teman, serta keluarga, hotel ini menghidupkan visi Longevity Everyday milik Novotel melalui ruang dan pengalaman yang mendukung kualitas tidur lebih baik, santapan seimbang, olahraga, serta hubungan yang bermakna.

Berlokasi di 1 Unity Street, Robertson Quay, hotel ini mudah dijangkau dari Central Business District Singapura, Clarke Quay, Taman Fort Canning, Orchard Road, dan Suntec Singapore Convention and Exhibition Centre. Lingkungan sekitarnya terkenal dengan tempat makan di tepi sungai, arsitektur warisan sejarah, atraksi budaya, serta jalur pejalan kaki di sepanjang Sungai Singapura.

Mengambil inspirasi dari sejarah Robertson Quay, interior hotel memadukan desain kontemporer yang hangat dengan sentuhan halus dari masa kolonial kawasan tersebut. Kamar tamu dan suite memiliki luas mulai dari 24 hingga 48 meter persegi, dengan pilihan pemandangan kota, sungai, dan pemandangan panoramik. Kamar Executive mencakup akses ke Executive Lounge, sementara Executive Suite yang luas memiliki area ruang tamu terpisah, bak mandi (bathtub), dan dapur kecil (kitchenette). Fasilitas kamar tamu mencakup mesin kopi espresso dan dispenser air minum berfilter, yang membantu mengurangi ketergantungan pada botol air plastik sekali pakai.

Serai Dining, restoran yang buka sepanjang hari di hotel ini, menyajikan sarapan berlimpah dengan stasiun live cooking, sebelum berganti menjadi pengalaman bersantap elegan yang menampilkan cita rasa Singapura yang modern. Menu yang disajikan merayakan warisan kuliner lokal melalui hidangan klasik populer dan masakan yang dibuat menggunakan bumbu rempah tradisional. Berada di samping kolam renang luar ruangan, Pomelo Pool Bar menyajikan minuman segar beraroma sitrus dan hidangan santai di tepi kolam sepanjang hari.

Untuk acara dan pertemuan bisnis, hotel ini menawarkan empat ruang serbaguna dengan pencahayaan alami dan fasilitas audio-visual kontemporer. Ruang terbesar, Robertson 4, memiliki luas 101 meter persegi dan dapat menampung hingga 66 tamu. Area acara luar ruangan seluas kurang lebih 180 meter persegi di samping Pomelo Pool Bar menyediakan tempat tambahan untuk rehat kopi (coffee break), resepsi, dan acara networking informal.

Para tamu dapat menjaga rutinitas kebugaran mereka di pusat kebugaran 24 jam yang dilengkapi area khusus untuk yoga dan mindfulness, atau bersantai di kolam renang luar ruangan sepanjang 25 meter. Hotel ini juga menyediakan Ruang Baca untuk suasana yang lebih tenang, sementara rekomendasi kawasan sekitar yang telah dikurasi mendorong tamu untuk menjelajahi tepi sungai, Taman Fort Canning, dan atraksi budaya di sekitarnya.

“Pembukaan Novotel Singapore Robertson Quay memperkuat keberadaan segmen midscale Accor di Singapura dan menghadirkan pengalaman Novotel yang segar di salah satu lingkungan paling khas di kota ini,” kata Garth Simmons, Chief Operating Officer, Divisi Premium, Midscale, dan Economy untuk Accor di Asia. “Dengan ruang yang dirancang cermat untuk makan, tidur, berolahraga, dan bertemu, hotel ini mencerminkan visi Longevity Everyday milik Novotel sekaligus menjawab kebutuhan wisatawan bisnis dan liburan masa kini.”

“Kami sangat senang dapat menyambut para tamu di Novotel Singapore Robertson Quay,” ujar Liza Tan, Plt. General Manager Novotel Singapore Robertson Quay. “Tim kami telah menciptakan hotel tepi sungai yang hangat dan kontemporer, di mana para tamu dapat mengisi ulang energi, terhubung, dan menjelajahi Singapura sesuai ritme mereka sendiri, baik saat melakukan perjalanan bisnis, liburan keluarga, maupun akhir pekan di kota ini.”

Anggota ALL Accor, platform pemesanan dan program loyalitas pemenang penghargaan dari Accor, dapat menikmati berbagai keuntungan anggota dan memperoleh Poin Hadiah (Reward points) saat menginap di Novotel Singapore Robertson Quay. Poin Hadiah dapat ditukarkan untuk penginapan, santapan, dan pengalaman di masa mendatang di seluruh jaringan global Accor. Keanggotaan bersifat gratis.

Novotel Singapore Robertson Quay berlokasi di 1 Unity Street, Singapura 237983. Untuk informasi lebih lanjut atau pemesanan, silakan hubungi +65 6593 8888, email: HC7F0@accor.com, atau kunjungi ALL.com.

###

Image link: https://accor-my.sharepoint.com/personal/nontawan_laohakiat_accor_com/_layouts/15/onedrive.aspx?id=%2Fpersonal%2Fnontawan%5Flaohakiat%5Faccor%5Fcom%2FDocuments%2FCommunications%20Asia%2F2%20%2D%20Media%2FPress%20Releases%2FSingapore%2F2026%2FNovotel%20Singapore%20Robertson%20Quay%20opens%2FNovotel%20Singapore%20Robertson%20Quay%20Opens&ga=1

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

UPH Festival 2026 Ditutup dengan Pesan bagi Mahasiswa Baru untuk Menemukan Tujuan, Menjalani Panggilan, dan Membawa Dampak

Menutup rangkaian UPH Festival 2026 pada 15 Agustus 2026, Universitas Pelita Harapan (UPH) mengajak mahasiswa baru melihat pendidikan tinggi bukan sekadar persiapan menuju profesi, tetapi juga proses untuk menemukan dan menjalani panggilan hidup. Pesan tersebut terangkum dalam tema hari ketiga UPH Festival 2026, “Called: Why Am I Here?”.

Memasuki dunia perkuliahan, mahasiswa dihadapkan pada berbagai pilihan tentang masa depan, termasuk bidang yang ingin ditekuni dan tujuan hidup yang ingin dicapai. Menutup rangkaian UPH Festival 2026 pada 15 Agustus 2026, Universitas Pelita Harapan (UPH) mengajak mahasiswa baru melihat pendidikan tinggi bukan sekadar persiapan menuju profesi, tetapi juga proses untuk menemukan dan menjalani panggilan hidup.

Pesan tersebut terangkum dalam tema hari ketiga UPH Festival 2026, “Called: Why Am I Here?”. Tema ini melanjutkan perjalanan tiga hari yang mengajak mahasiswa baru mengenal identitasnya sebagai pribadi yang diciptakan segambar dan serupa dengan Allah (Imago Dei), memahami dunia dan tantangannya, hingga merefleksikan tujuan hidup serta bagaimana menggunakan talenta untuk melayani dan membawa dampak bagi sesama.

Founder’s 5K Run: Berlari Bersama, Memulai Perjalanan Bersama

Hari ketiga UPH Festival 2026 diawali dengan Founder’s 5K Run, tradisi UPH yang mempertemukan mahasiswa baru, dosen, staf, dan pimpinan universitas dalam pengalaman bersama. Ribuan peserta berlari sejauh lima kilometer mengelilingi kawasan Lippo Village dengan membawa pesan Finish What You Start. Pesan ini mengajak mahasiswa baru untuk berkomitmen agar menyelesaikan apa yang telah dimulai dan menjalani setiap proses dengan tekun.

Turut berlari dan menyemangati peserta di garis finis, Dr. Stephen Lester Metcalfe, Executive Director of UPH Sport, Head Coach Tim Basket Putra Eagles UPH, sekaligus Sports Advisor Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH), menilai kegiatan ini bukan sekadar aktivitas olahraga, tetapi juga kesempatan untuk merefleksikan makna Imago Dei.

“Kita diciptakan menurut gambar Allah dan Tuhan memberikan kita tubuh ini. Karena itu, ketika kita menggunakan tubuh kita untuk bergerak dan beraktivitas secara fisik, kita tidak hanya merayakan rancangan tersebut, tetapi juga merayakan Sang Pencipta,” ujar pria yang akrab disapa Coach Met tersebut.

Menurut Coach Met, masa perkuliahan merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk bertumbuh secara utuh, tidak hanya dalam kemampuan akademik dan kesehatan fisik, tetapi juga dalam mengenal diri dan memahami tujuan yang Tuhan rancangkan dalam kehidupan mereka.

“Pesan saya kepada mahasiswa baru adalah jalani setiap hari dengan sungguh-sungguh dan maksimal. Bangunlah di pagi hari dengan rasa syukur, naikkan ucapan syukur dan pujian kepada Tuhan, kemudian mulailah harimu dan jalani hari itu sebaik-baiknya,” pesannya.

Semangat Finish What You Start pun tercermin dari para mahasiswa baru yang menuntaskan rute dengan ritme masing-masing. Limson Axel Wijaya, Mahasiswa baru Program Studi (Prodi) International Teachers College (ITC), menjadi finisher pertama dengan catatan waktu 29 menit. Baginya, pengalaman tersebut menjadi pengingat untuk menjaga kesehatan sekaligus menjalani masa studi dengan tujuan yang lebih bermakna.

Founder’s 5K Run menjadi pengingat bagi saya untuk selalu menjaga kesehatan. Ke depan, saya juga berharap bisa menyelesaikan studi hingga lulus. Namun, yang paling penting adalah bisa menemukan jati diri dan melihat rupa Allah dalam diri saya,” ucapnya.

Sementara itu, Alice Luo, mahasiswi baru asal Tiongkok dari Prodi ITC UPH, menjadi finisher pertama kategori perempuan dengan catatan waktu 34 menit. Ia melihat kegiatan tersebut sebagai momentum untuk membangun keseimbangan antara akademik, kesehatan, dan relasi sejak awal kehidupan perkuliahan.

“Saya ingin menjaga keseimbangan dalam kehidupan sebagai mahasiswa, bukan hanya fokus pada akademik, tetapi juga berolahraga dan membangun relasi dengan teman-teman. Namun yang paling penting, saya ingin menggunakan setiap hal yang saya lakukan untuk membawa kemuliaan bagi Tuhan,” kata Alice.

AI dan Masa Depan

Dr. Niel Nielson, Senior Advisor Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) dalam sesi ‘AI Will Change Everything. Will It Change You?’ 

Usai Founder’s 5K Run, mahasiswa baru mengikuti sesi ‘AI Will Change Everything. Will It Change You?’ bersama Dr. Niel Nielson, Senior Advisor Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH). Ia mengajak mahasiswa memahami teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai alat yang akan mengubah berbagai profesi, mulai dari medis, hukum, teknik, hingga bisnis. Namun, penggunaan AI tetap harus disertai daya kritis, bijaksana, bertanggung jawab, dan kemampuan menjaga relasi antarmanusia.  

“AI dapat menghitung, memprediksi, dan memproses data dengan sangat cepat. Namun, AI tidak dapat mengasihi, tidak dapat membedakan kebaikan dan kejahatan secara moral, serta tidak dapat berkorban bagi orang lain. AI adalah pelayan yang sangat baik, tetapi jangan pernah menjadikannya sebagai tuan atas hidup Anda,” tuturnya.

Called & Life That Matters: Menemukan Panggilan melalui Perjalanan di UPH

Pesan tentang panggilan hidup kemudian diperdalam melalui sesi ‘Called & Life That Matters’ yang disampaikan oleh Dr. Andry M. Panjaitan, M.T., CPHCM., Associate Vice President Student Development, Alumni, and Corporate Relations UPH. Ia mengajak mahasiswa mengenali dan mengembangkan talenta serta panggilan Tuhan melalui proses belajar, tantangan, komunitas, dan berbagai kesempatan untuk memimpin.

Dr. Andry juga menekankan lima prinsip yang dapat menjadi panduan mahasiswa selama menjalani perjalanan di UPH, di antaranya memahami bahwa panggilan hidup lebih besar dari sekadar karier, melihat tantangan sebagai bagian dari proses bertumbuh, memimpin dengan melayani, menggunakan talenta untuk membawa dampak bagi sesama, serta memanfaatkan ilmu dan pengaruh secara bertanggung jawab untuk berkontribusi bagi Indonesia dan memuliakan Tuhan.

Pesan tersebut kemudian diperkuat melalui pengalaman lima mahasiswa senior UPH yang membagikan kisah tentang pilihan, kegagalan, komunitas, organisasi, hingga pencapaian sebagai bagian dari proses menemukan panggilan. Menutup sesi, Dr. Andry mengajak mahasiswa berani keluar dari zona nyaman dan tidak menjadikan prestasi sebagai ukuran nilai diri.

“Jangan pernah takut bermimpi besar di kampus ini. Bergabunglah dalam organisasi, tekuni riset, ciptakan karya seni dan teknologi, ikut kompetisi, dan bangun persahabatan sejati. Jadilah Shalom Community. Namun, di atas segalanya, ingatlah bahwa kalian berharga bukan karena apa yang kalian capai, melainkan karena siapa yang menciptakan dan menebus kalian,” katanya.

Imago Dei Celebration: Merayakan Awal Perjalanan Baru

Ribuan mahasiswa baru UPH saat mengikuti Imago Dei Celebration Concert and Fireworks.

Rangkaian UPH Festival 2026 ditutup melalui Imago Dei Celebration Concert and Fireworks. Perayaan ini menjadi momen bagi mahasiswa baru untuk menikmati kebersamaan sekaligus merayakan perjalanan yang telah mereka lalui selama tiga hari. Suasana perayaan semakin semarak melalui penampilan vokal dan musik dari UPH Choir dan Fakultas Musik (FM), sebagai ekspresi kreativitas mahasiswa dalam menutup rangkaian UPH Festival 2026.

Lebih dari sekadar selebrasi penutup, Imago Dei Celebration Concert and Fireworks menjadi pengingat bagi mahasiswa baru bahwa perjalanan mereka di UPH baru saja dimulai. Melalui rangkaian musik, ayat alkitab, hingga fireworks, mahasiswa diajak untuk membawa identitas dan panggilan mereka sebagai Imago Dei ke dalam kehidupan perkuliahan dan berbagai tantangan yang akan dihadapi.

Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., Rektor UPH, dalam sambutannya di perayaan penutupan UPH Festival 2026 mengatakan, “Saya berdoa dan berharap UPH Festival ini menjadi berkat, sehingga kalian siap memasuki Tahun Akademik 2026/2027 dan sukses dalam studi. Selamat datang, warga UPH yang baru. Dengan penuh sukacita, kami mendoakan agar kalian senantiasa diberkati Tuhan dan berhasil dalam perkuliahan kalian.”

Berakhirnya UPH Festival 2026 bukanlah akhir dari perjalanan. Setelah tiga hari mengenal identitas, memahami dunia, dan merefleksikan panggilan, mahasiswa baru kini memasuki kehidupan nyata dunia kampus untuk mengembangkan talenta, menjalani proses pembelajaran, dan menggunakan apa yang dimiliki bagi kebaikan bersama. Perjalanan ini akan berlanjut di ruang-ruang kelas, organisasi mahasiswa, komunitas, kompetisi, berbagai pengalaman kepemimpinan, hingga kehidupan setelah lulus.

Melalui pendidikan holistis dan berbagai pengalaman pengembangan diri, UPH terus berkomitmen untuk mempersiapkan setiap mahasiswa agar bertumbuh menjadi pemimpin masa depan berkualitas unggul yang takut akan Tuhan dan berdampak.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

UPH Festival 2026 Bekali Mahasiswa Baru Menghadapi Dunia dengan Ilmu, Integritas, dan Tujuan

Hari kedua UPH Festival 2026 pada 14 Agustus 2026, mahasiswa baru Universitas Pelita Harapan (UPH) diajak melihat pendidikan bukan sekadar persiapan menuju profesi, tetapi sebagai bagian dari panggilan hidup. Berbagai sesi membahas bagaimana iman, ilmu, dan bidang yang ditekuni dapat digunakan untuk menjawab tantangan dunia dan menjadi berkat bagi sesama.

Memasuki hari kedua UPH Festival 2026 pada 14 Agustus 2026, mahasiswa baru Universitas Pelita Harapan (UPH) diajak melihat pendidikan bukan sekadar persiapan menuju profesi, tetapi sebagai bagian dari panggilan hidup. Mengusung tema ‘Imago Dei: Created by God, Restored in Christ, Called to Transform’, berbagai sesi membahas bagaimana iman, ilmu, dan bidang yang ditekuni dapat digunakan untuk menjawab tantangan dunia dan menjadi berkat bagi sesama.

Perspektif tersebut dibuka melalui sesi bersama Pdt. Jimmy Pardede, Gembala Sidang Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) Karawaci, yang mengingatkan bahwa pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari merupakan bagian dari panggilan Tuhan. Mahasiswa didorong menggunakan hidup dan talenta yang dimiliki bukan sekadar untuk mengejar keberhasilan pribadi, tetapi untuk menjalankan tujuan dan panggilan-Nya. Pembahasan kemudian diterapkan dalam berbagai bidang, mulai dari kesehatan, teknologi, hukum, sains, hingga bisnis.

Kesehatan: Melihat Pasien sebagai Pribadi Bermartabat

Dalam sesi ‘Medicine, Suffering & Human Dignity’Caroline Riady, B.A., M.A., CEO Siloam Hospitals Group, mengajak mahasiswa melihat manusia dan bidang kesehatan secara lebih utuh melalui perspektif Wawasan Dunia Kristen Reformed. Manusia dipahami sebagai ciptaan Allah yang memiliki nilai dan martabat, sehingga kondisi kesehatan tidak mengurangi nilai seseorang sebagai manusia.

Perspektif ini melihat kesehatan dalam biblical storyline of God’s redemptive work. Creation, ketika manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah dalam kondisi yang baik. Fall, ketika dosa membawa penderitaan, penyakit, dan kematian. Redemption, ketika melalui Kristus hadir pengharapan akan rekonsiliasi, kesembuhan, dan pembaruan, termasuk melalui pelayanan kesehatan sebagai anugerah umum. Consummation, ketika ciptaan dipulihkan secara sempurna dan tidak ada lagi penderitaan, penyakit, disabilitas, maupun kematian.

Kerangka tersebut menempatkan kesehatan bukan sekadar pada persoalan penyakit dan pengobatan, tetapi juga pada bagaimana manusia dipahami, dirawat, dan diperlakukan secara utuh.

“Setiap manusia memiliki martabat yang berasal dari Allah. Sakit, disabilitas, maupun kelemahan tidak menghapus nilai seseorang. Karena itu, kita dipanggil untuk memperlakukan setiap pasien sebagai pribadi yang layak dikasihi, dihormati, dan dilayani dengan belas kasih serta kebenaran. Kesembuhan memang penting, tetapi harapan terbesar kita tetap ada di dalam Kristus yang memulihkan,” jelasnya.

Melalui sesi ini, mahasiswa diajak melihat bahwa profesi kesehatan bukan sekadar mendiagnosis dan mengobati. Namun mampu menggunakan pengetahuan dan keahlian untuk merawat manusia, menghormati martabatnya, dan melayani sesama.

Teknologi: Tidak Ketergantungan, Menggunakan AI Tanpa Kehilangan Identitas

Jika manusia memiliki martabat sebagai Imago Dei, apa yang membuat manusia tetap menjadi manusia ketika AI semakin mampu melakukan berbagai hal yang sebelumnya dilakukan manusia? Pertanyaan ini menjadi dasar sesi AI, Technology & What Makes Us Human oleh Dr. Rizaldi Sistiabudi, B.Sc.Eng., M.S.E., Executive Dean College of Emerging Sciences (CES) UPH. Ia mengingatkan mahasiswa agar kemajuan teknologi tidak menggeser kemampuan manusia untuk berpikir, belajar, dan berkarya.

“AI adalah teknologi yang sangat canggih, tetapi jangan sampai kreasi dan critical thinking kita hilang. Jangan apa-apa bertanya kepada AI atau langsung copy-paste tanpa membaca dan memahaminya. Kita harus ingat kodrat kita sebagai Imago Dei dan jangan sampai teknologi justru menjadi berhala yang membuat kita bergantung dan lupa bagaimana cara berpikir dan belajar. Kalian bisa saja minta script doa dari ChatGPT, tetapi itu bukan dari hati kalian yang berdoa. Jangan sampai karena teknologi, kita justru kehilangan hubungan dan persekutuan dengan Tuhan,” papar Rizaldi.

AI akan semakin hadir dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, mahasiswa didorong menggunakan AI sebagai alat untuk belajar dan berkarya, bukan jalan pintas yang menggantikan proses berpikir. Teknologi perlu ditempatkan secara tepat agar tidak menggeser iman, identitas, dan panggilan manusia.

Hukum dan Keadilan: Menggunakan Kebebasan dan Kuasa dengan Tanggung Jawab

Dalam sesi Justice, Law & The Common GoodDr. Velliana Tanaya, S.H., M.H., Executive Dean for College of Arts and Social Sciences (CASS) sekaligus Dekan Fakultas Hukum (FH) UPH mengajak mahasiswa memahami bahwa hak dan martabat manusia tidak ditentukan oleh kekayaan, kepintaran, status sosial, maupun posisi, tetapi karena manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.

“Ketika Tuhan mempercayakan kuasa dan kebebasan kepada kita, bagaimana kita menggunakannya? Kuasa tanpa tanggung jawab akan melahirkan ketidakadilan. Karena itu, gunakan kuasa yang Tuhan percayakan bukan untuk mengeksploitasi, tetapi untuk melayani, melindungi, dan memuliakan Tuhan,” jelas Velliana.

Dr. Velliana juga mengingatkan bahwa tanggung jawab kita sebagai manusia dapat diwujudkan dengan hidup yang berintegritas.

“Hidup berintegritas sesederhana dengan tidak menyontek, menghindari plagiarisme, menepati janji, dan berkomitmen untuk selalu menyatakan kebenaran. Kelak Ketika kalian memiliki gelar, pengetahuan, dan posisi yang memberikan kuasa untuk mengambil keputusan, mahasiswa diharapkan menggunakan semua itu untuk melayani, melindungi, dan membawa kebaikan bersama (common good), bukan mengeksploitasi,” tutup Dr. Velliana.

Sains dan Iman: Memahami Kebenaran dengan Rendah Hati

“Apakah kamu cukup pintar untuk percaya kepada Allah?” Pertanyaan tersebut membuka sesi Faith and Science oleh Rev. Yohanes Halim, Senior Pastor Christ Chapel Karawaci (CCK). Mahasiswa diajak melihat bahwa iman dan ilmu pengetahuan tidak harus dipertentangkan.

Dalam perspektif Kristen Reformed, Allah menyatakan diri-Nya melalui ciptaan dan Firman-Nya. Ketika muncul pertentangan, manusia perlu menyadari keterbatasannya dan meninjau kembali interpretasi yang dimiliki.

Rev. Yohanes juga mengingatkan bahwa sains tidak sama dengan scientism, yaitu pandangan bahwa sesuatu baru dapat dianggap nyata atau benar jika dapat diukur dan dibuktikan secara ilmiah. Di sisi lain, sains merupakan sarana yang kuat untuk memahami alam semesta dan menghasilkan pengetahuan, tetapi tidak dapat memberikan seluruh jawaban maupun kebijaksanaan bagi kehidupan manusia.

Karena itu, mahasiswa didorong untuk rendah hati dalam belajar, menyadari keterbatasan dan kemungkinan kesalahan manusia, serta tidak bersikap arogan terhadap pengetahuan yang dimiliki. “Science bisa melakukan banyak hal, tetapi science tidak bisa menyelamatkan kita,” pesannya.

Bisnis dan Uang: Menciptakan Nilai bagi Sesama

Melalui sesi Money, Business & The Good Life, Dra. Gracia Shinta S. Ugut, MBA., Ph.D., Executive Dean for College of Business and Technology sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UPH, mengajak mahasiswa melihat uang dan bisnis bukan sekadar sarana mengejar keuntungan, tetapi sebagai kesempatan untuk menciptakan nilai, menyelesaikan masalah, dan melayani masyarakat.

“Uang itu bukan sesuatu yang jahat. Kita diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, sehingga ketika kita membangun bisnis, kita bisa menciptakan value, menyelesaikan masalah, menciptakan kesejahteraan, dan memperbaiki komunitas. Yang menjadi masalah adalah ketika uang menjadi idol, ketika keserakahan membuat uang menjadi hal yang paling utama dalam hidup kita,” jelas Gracia.

Karena itu, mahasiswa didorong mengelola uang dan sumber daya yang dipercayakan dengan bertanggung jawab. Kesuksesan bukan tentang seberapa banyak yang dimiliki, tetapi bagaimana apa yang dimiliki digunakan untuk kebaikan dan melayani sesama.

Dunia akan terus berubah, tetapi pertanyaan tentang bagaimana manusia menggunakan ilmu, teknologi, kuasa, dan sumber daya yang dipercayakan kepadanya akan tetap relevan. Pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang seberapa banyak yang diketahui, tetapi untuk apa pengetahuan itu digunakan.

Melalui UPH Festival 2026, pesan tersebut menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa untuk memahami bahwa ilmu dan talenta merupakan sarana untuk melayani dan membawa kebaikan bagi sesama. Sejalan dengan pendidikan holistis dan berbagai pengalaman pengembangan diri di UPH, proses ini dipersiapkan untuk membentuk pemimpin masa depan berkualitas unggul yang takut akan Tuhan dan berdampak bagi sesama.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Google Perkuat Amunisi AI, Akuisisi Data Spirit Airlines Buka Peluang Baru

Google (GOOGL) melalui perusahaan induknya, Alphabet, mengambil langkah strategis untuk memperkuat pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Raksasa teknologi tersebut dikabarkan mengakuisisi data bisnis internal milik Spirit Airlines dengan nilai sekitar US$10 juta. Langkah ini menunjukkan semakin tingginya nilai data operasional perusahaan di tengah persaingan industri AI yang semakin ketat.

Data yang menjadi bagian dari kesepakatan tersebut mencakup berbagai informasi operasional Spirit Airlines, mulai dari email karyawan, percakapan melalui Microsoft Teams, spreadsheet, kalender, hingga data yang berkaitan dengan aktivitas pemasaran dan produktivitas perusahaan.

Bagi perusahaan AI, kumpulan data semacam ini memiliki nilai strategis karena dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana sebuah organisasi menjalankan aktivitas bisnis sehari-hari. Data operasional tersebut berpotensi membantu pengembangan model AI agar lebih mampu memahami konteks bisnis, pola komunikasi, proses pengambilan keputusan, serta berbagai aktivitas yang terjadi di lingkungan kerja nyata.

Google Incar Data untuk Pengembangan AI

Perkembangan teknologi AI dalam beberapa tahun terakhir membuat kebutuhan terhadap data berkualitas semakin meningkat. Model AI tidak hanya membutuhkan data dalam jumlah besar, tetapi juga membutuhkan data yang beragam dan memiliki konteks dunia nyata agar kemampuannya semakin relevan.

Dalam konteks tersebut, data internal Spirit Airlines dapat memberikan jenis informasi yang berbeda dibandingkan data publik yang selama ini banyak digunakan untuk melatih dan mengembangkan model AI.

Meski demikian, Google menyatakan bahwa data tersebut akan melalui proses anonimisasi sebelum transaksi diselesaikan. Dengan demikian, informasi yang dapat mengidentifikasi individu maupun informasi pribadi pelanggan tidak akan menjadi bagian dari data yang diperoleh.

Kesepakatan ini juga masih membutuhkan persetujuan dari pengadilan kebangkrutan Amerika Serikat. Spirit Airlines sebelumnya menghadapi tekanan keuangan akibat tingginya beban utang dan biaya operasional, yang kemudian mendorong perusahaan masuk ke dalam proses restrukturisasi dan penjualan aset.

Data Korporasi Makin Bernilai

Menariknya, Google bukan satu-satunya pihak yang melihat potensi dari aset data Spirit Airlines. Perusahaan AI Mercor juga disebut memberikan tawaran untuk memperoleh data perusahaan tersebut.

Persaingan ini menunjukkan perubahan penting dalam industri teknologi. Jika sebelumnya aset fisik, merek, rute penerbangan, atau basis pelanggan menjadi bagian utama yang diperebutkan dalam proses akuisisi perusahaan, kini data operasional juga memiliki nilai ekonomi yang semakin besar.

Data perusahaan dapat menjadi sumber informasi penting untuk memahami berbagai pola bisnis yang sulit diperoleh hanya dari data publik. Kondisi tersebut berpotensi membuat perusahaan dengan kumpulan data berkualitas menjadi semakin menarik bagi perusahaan teknologi dan AI.

Fenomena ini sekaligus memperlihatkan bahwa persaingan AI tidak hanya terjadi dalam pengembangan model dan infrastruktur komputasi. Perebutan akses terhadap data juga menjadi salah satu faktor penting dalam membangun model AI yang semakin canggih dan mampu memahami kebutuhan dunia nyata.

Dampaknya bagi Industri Teknologi dan Investor

Langkah Google mengakuisisi data Spirit Airlines dapat menjadi gambaran mengenai arah perkembangan industri AI ke depan. Perusahaan teknologi kemungkinan akan semakin aktif mencari sumber data baru yang dapat membantu meningkatkan kemampuan model AI mereka.

Bagi investor, perkembangan tersebut juga menarik untuk diperhatikan karena ekspansi AI melibatkan ekosistem yang luas. Selain perusahaan pengembang model AI, peluang pertumbuhan juga dapat muncul pada perusahaan yang menyediakan infrastruktur, pusat data, chip, cloud computing, hingga berbagai layanan pendukung lainnya.

Google sendiri menjadi salah satu perusahaan teknologi besar yang terus mengembangkan ekosistem AI melalui berbagai produk dan layanannya. Akuisisi data Spirit Airlines menjadi salah satu contoh bagaimana perusahaan teknologi mulai melihat data perusahaan sebagai aset strategis dalam pengembangan AI.

Pada akhirnya, perkembangan ini memperkuat pandangan bahwa data merupakan salah satu bahan bakar penting bagi pertumbuhan AI. Semakin besar kebutuhan perusahaan terhadap AI, semakin tinggi pula potensi nilai ekonomi dari data yang relevan, berkualitas, dan dapat digunakan secara legal.

Pantau Pergerakan Saham AS, Kripto, dan Emas Digital di Nanovest

Perkembangan perusahaan teknologi seperti Google juga dapat menjadi salah satu informasi yang diperhatikan investor ketika memantau pergerakan saham Amerika Serikat. Selain saham AS, investor juga dapat memantau pergerakan aset kripto dan emas digital melalui aplikasi Nanovest.

Bagi yang tertarik mulai berinvestasi di saham AS sekaligus mengeksplorasi berbagai aset kripto, Nanovest dapat menjadi salah satu pilihan aplikasi investasi saham dan kripto bagi investor di Indonesia. Nanovest juga menyediakan akses terhadap emas digital sehingga investor dapat memilih aset sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasinya.

Bagi investor pemula, aspek keamanan juga menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Nanovest menyediakan perlindungan terhadap risiko cybercrime melalui Asuransi Sinarmas. Selain itu, Nanovest berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Aplikasi Nanovest tersedia di Play Store dan App Store, sehingga investor dapat mengakses berbagai pilihan aset dalam satu aplikasi. Informasi lebih lanjut mengenai layanan dan produk investasi Nanovest dapat diperoleh melalui situs resmi www.nanovest.io.

Dengan semakin berkembangnya AI dan meningkatnya nilai strategis data, perkembangan perusahaan teknologi seperti Google menjadi salah satu hal yang menarik untuk terus diperhatikan. Bagi investor, memahami perkembangan industri sekaligus memantau pergerakan berbagai kelas aset dapat membantu dalam membuat keputusan investasi yang lebih terinformasi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES