Pendiri Ondo Finance Nathan Allman Meninggal Dunia, Apa Selanjutnya untuk ONDO dan Masa Depan Tokenisasi Saham?

Jakarta, Indonesia [28 Mei 2026] — Industri aset digital global tengah menyoroti kabar meninggalnya Nathan Allman beberapa hari lalu, pendiri Ondo Finance, salah satu proyek terbesar dalam sektor Real World Assets (RWA) dan tokenisasi aset berbasis blockchain

Nathan Allman dikenal sebagai salah satu figur penting yang mendorong integrasi antara sistem keuangan tradisional (Traditional Finance / TradFi) dengan teknologi blockchain. Di bawah kepemimpinannya, Ondo berkembang dari proyek DeFi menjadi salah satu pemain utama dalam narasi tokenisasi aset global. Namun di tengah kabar tersebut, perhatian market kini mulai bergeser pada pertanyaan yang lebih besar: apakah tokenisasi saham dan aset finansial benar-benar akan menjadi masa depan industri keuangan global? 

Secara sederhana, Ondo mencoba membawa saham dan aset finansial dunia nyata ke blockchain. Jika sebelumnya investor membeli saham melalui broker tradisional dengan jam market terbatas, proses settlement yang memakan waktu, serta akses geografis tertentu, Ondo mencoba menghadirkan versi digitalnya melalui teknologi blockchain. 

Melalui platform Ondo Global Markets, pengguna dapat memperoleh eksposur terhadap saham dan ETF Amerika Serikat dalam bentuk token digital berbasis blockchain. Contohnya, saham seperti Apple, Tesla, Nvidia, hingga Meta dapat direpresentasikan menjadi token digital yang dapat diakses melalui ekosistem blockchain. 

Sebagai ilustrasi sederhana, ketika seseorang ingin memiliki eksposur terhadap saham Nvidia, aset saham tersebut dapat disimpan oleh kustodian resmi, lalu sistem menerbitkan token digital yang merepresentasikan eksposur ekonomi terhadap saham tersebut. Token tersebut kemudian dapat diakses, dipindahkan, dan digunakan di ekosistem blockchain secara lebih fleksibel. 

Konsep ini dikenal sebagai tokenized assets atau tokenisasi aset, di mana blockchain digunakan sebagai lapisan baru distribusi dan settlement aset finansial. Narasi ini mulai berkembang karena banyak pihak melihat sistem finansial tradisional masih memiliki berbagai keterbatasan, mulai dari jam trading yang terbatas, proses settlement yang membutuhkan waktu, hingga akses global yang belum sepenuhnya terbuka.  

Blockchain dinilai mampu menghadirkan sistem yang lebih cepat, transparan, dan dapat diakses secara global selama 24 jam. Karena itu, berbagai institusi besar mulai mengeksplorasi sektor tokenisasi aset, termasuk BlackRock, Franklin Templeton, JPMorgan, hingga Nasdaq. 

Di tengah berkembangnya sektor tersebut, Ondo Finance juga mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir sebagai salah satu proyek utama dalam narasi Real World Assets (RWA). Berdasarkan data market terbaru, ONDO saat ini memiliki Market Cap sekitar US$1.75 miliar dengan TVL (Total Value Locked) mencapai lebih dari US$3.83 miliar dan didukung oleh lebih dari 193 ribu holder global (data tanggal 28 Mei, 2.50PM WIB). Meski market mengalami volatilitas pasca kabar meninggalnya Nathan Allman, ONDO sendiri masih mencatatkan kenaikan sekitar +37% dalam 1 bulan terakhir, menunjukkan bahwa sektor tokenisasi aset dan Real World Assets (RWA) masih menjadi perhatian market global.

Ondo Global Markets juga berkembang menjadi salah satu platform tokenized equity terbesar dengan dukungan berbagai tokenized stocks dan ETF berbasis blockchain, termasuk eksposur terhadap saham seperti Apple, Nvidia, Tesla, dan Meta. 

Dalam market aset digital, berita terkait founder sebuah proyek memang dapat mempengaruhi sentimen market dan volatilitas harga dalam jangka pendek. Namun sebagian analis melihat perkembangan ONDO ke depan kemungkinan tetap akan bergantung pada pertumbuhan sektor tokenisasi aset, adopsi institusional, serta perkembangan blockchain sebagai infrastruktur finansial global. 

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menyampaikan bahwa perkembangan sektor Real World Assets (RWA) menunjukkan bagaimana blockchain mulai berkembang menjadi bagian dari sistem finansial generasi baru. 

“Blockchain tidak lagi hanya berbicara mengenai aset digital spekulatif. Saat ini market mulai melihat bagaimana teknologi blockchain digunakan untuk menjembatani aset finansial dunia nyata dengan ekosistem digital secara lebih efisien dan terbuka,” ujar Yudhono Rawis. 

Menurut FLOQ, perkembangan tokenisasi aset juga menjadi relevan bagi pengguna ritel karena membuka akses edukasi terhadap berbagai narasi market global yang sebelumnya lebih banyak diakses institusi besar. 

Bagi pengguna yang ingin mempelajari lebih lanjut mengenai ONDO, sektor Real World Assets (RWA), serta perkembangan tokenisasi aset global, aset ONDO sendiri saat ini juga telah tersedia di platform FLOQ dan dapat menjadi salah satu aset yang dipertimbangkan pengguna dalam mengikuti perkembangan narasi tokenisasi aset dan blockchain global. Informasi lebih lanjut mengenai Ondo Finance dan Ondo Global Markets bisa langsung kesini.   

Selain itu, pengguna FLOQ juga bisa diversifikasi portofolio melalui tokenisasi saham global melalui beberapa xStocks di FLOQ. Melalui xStocks, pengguna dapat mengakses saham global seperti GOOGLX (Google), TSLAX (Tesla), NVDAX (NVIDIA), dan METAX (META), yang merepresentasikan perkembangan integrasi antara aset finansial tradisional dan teknologi blockchain. 

Tentang FLOQ

FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia. FLOQ memiki komunitas aktif dengan lebih dari 250,000 followers yang bergabung di 7 platform social media, 25,000 anggota komunitas aktif dan juga platform yang berkomitmen untuk meningkatkan edukasi bagi setiap pengguna dan publik dengan penyediaan FLOQ Akademi yang dapat diakses tanpa biaya. Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar and 2 juta App downloads dan mendukung 100+ aset digital. Dengan fokus pada pengembangan ekosistem dan kolaborasi strategis, FLOQ bertujuan menghadirkan manfaat nyata bagi penggunanya di era ekonomi digital. 

 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bittime Perkuat Strategi “Regulatory-First dan User-Centric” di Era Aset Kripto Indonesia Bersama IPB, Stellar, dan Rise In

Jakarta, 28 Mei 2026 – Di tengah pertumbuhan industri aset kripto Indonesia yang semakin dinamis, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hadir dalam kolaborasi strategis bersama Stellar dan Rise In di Universitas IPB. Dalam kolaborasi ini Bittime, menegaskan posisi nya dalam menyelaraskan kebutuhan pengguna dengan tren dinamis pasar aset kripto di Indonesia.

Sebelumnya, kolaborasi yang digelar pada, sabtu 23 Mei 2026, kemarin, bertujuan mempertemukan perspektif akademik, infrastruktur blockchain global, dan komunitas developer Indonesia. Hal ini menjadikannya ruang diskusi yang komprehensif tentang arah masa depan industri aset digital di Indonesia.

Salah satu fokus dalam sesi ini adalah seminar komprehensif terkait keragaman peran strategis yang dibutuhkan untuk membangun produk Web3 yang berkelanjutan. Berbeda dengan anggapan umum bahwa dunia aset kripto hanya untuk developer blockchain, Bittime menegaskan bahwa ekosistem Web3 yang sehat membutuhkan berbagai peran strategis dalam membangun ekosistem yang inklusif.

Mulai dari Smart Contract Engineer yang membangun fondasi protokol, hingga ke Desainer Frontend/UI/UX yang merancang user interface dan memastikan pengalaman pengguna yang seamless. Dan baru kemudian masuk ke tahap pengembangan produk mulai dari Riset & Validasi, Pengembangan, Audit & Testnet, dan Iterasi Mainnet.

Product Marketing Supervisor Bittime, Fini Charisa menyampaikan tingkat drop-off pengguna Web3 bahkan mencapai 90%, di mana calon pengguna mundur sebelum menyelesaikan proses onboarding pertama mereka. Hal ini bukan karena tidak tertarik mendalami Web3, melainkan karena pengalaman masuk ke dunia Web3 yang rumit bagi mayoritas pengguna.

“Di Indonesia, banyak proyek Web3 yang hanya fokus pada peluncuran produk tanpa benar-benar membantu penggunanya. Di Bittime, produk kami dibangun di atas dua pilar utama: menjadi Regulatory-First dengan mematuhi standar OJK secara ketat, dan menghadirkan User-Centric UX yang menyajikan aplikasi intuitif untuk pengguna sehari-hari,” ungkap Fini.

Sebagai platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berizin, Bittime berbasis pada dua fundamental utama, yakni Regulatory-First dan User-Centric UX yang menghadirkan aplikasi intuitif bagi pengguna sehari-hari.

Selain itu, Bittime memiliki fokus utama dalam membantu pengguna mengamankan dan mengembangkan portofolio mereka dengan mudah. Fokus strategis dan proposisi nilai ini, diwujudkan melalui tiga tahapan yakni Entry, Allocate, dan Earn.

Pada tahap Entry, Bittime menghadirkan IDR Swap Zero Fee, memungkinakn konversi Rupiah ke kripto tanpa biaya tambahan, dan menghilangkan hambatan finansial pertama bagi investor baru.

Allocate merupakan layanan bagi investor untuk dapat memiliki akses terhadap aset global nyata, seperti Tether Gold (XAUT), perak, dan saham Amerika seperti Magnificent 7 melalui tokenisasi Real World Assets (RWA) yang dapat diperdagangkan dengan Rupiah.

Setelah memberikan langkah awal dan akses terhadap aset-aset global  yang mudah bagi investor, Bittime juga menghadirkan fitur fleksibel staking dengan APY hingga 10% untuk pengguna baru. Dengan fitur ini, investor memiliki kesempatan untuk Earn passive income dari aset yang dipegang, tanpa perlu lock-up dana dalam jangka waktu tertentu.

Tahapan tersebut menekankan komitmen Bittime dalam menghadirkan akses bagi investor Indonesia untuk dapat memperluas portofolio investasi nya dan mengeksplorasi ekosistem Web3 dengan lebih mudah.

Melalui kolaborasi dengan Universitas IPB, Stellar, dan Rise In, Bittime menunjukkan komitmen transformasi industri aset kripto Indonesia tidak bisa dilakukan sendirian. Sinergi antara institusi akademik, infrastruktur blockchain global, dan komunitas pengembang lokal adalah fondasi yang dibutuhkan untuk membangun ekosistem yang matang dan berkelanjutan.

Bagi Bittime, kolaborasi ini sebagai wadah mendidik talenta muda, membuka dialog dengan institusi akademik, dan membangun jaringan yang pada akhirnya akan memperkuat kepercayaan publik terhadap industri aset digital Indonesia.

Dalam komitmennya, Bittime berharap untuk dapat terus menghadirkan berbagai inovasi layanan yang relevan dengan dinamika pasar, serta kebutuhan investor di Indonesia, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan, kepatuhan terhadap regulasi, dan penguatan ekosistem aset keuangan digital di dalam negeri.

Namun, tentu investor perlu memahami bahwa dinamika pasar memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap strategi portofolio masing-masing. Mengingat, kondisi volatilitas pasar yang dapat menciptakan peluang, sekaligus risiko lebih tinggi bagi para trader.

Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Sebab, aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

Tentang Bittime

Bittime melalui PT Utama Aset Digital Indonesia adalah platform investasi aset kripto yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta terdaftar pada Kementerian Komunikasi & Digital (Komdigi). Bittime juga merupakan anggota Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) dan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO).

Selaku platform investasi aset kripto, Bittime memiliki visi untuk menjadi platform perdagangan dan investasi aset kripto pilihan utama masyarakat dengan fitur yang beragam serta memenuhi kebutuhan penggunanya.

Aplikasi Bittime bisa diunduh di Google Play dan App Store.

Disclaimer

Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Bittime adalah platform perdagangan aset kripto terdaftar di Bappebti yang menyediakan informasi berdasarkan riset internal, bersifat umum dan edukatif. Informasi ini bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau perpajakan. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan. Pengguna wajib melakukan analisis mandiri dan memastikan kepatuhan terhadap seluruh peraturan yang berlaku.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Daop 2 Bandung Imbau Pelanggan Patuhi Aturan Barang Bawaan

Info Daop 2 Bd

Kamis, 28 Mei 2026

KAI Daop 2 Bandung Imbau Pelanggan Patuhi Aturan Barang Bawaan

Bandung (Jawa Barat), 28 Mei 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mengimbau seluruh pelanggan kereta api untuk memperhatikan ketentuan terkait barang bawaan selama perjalanan guna menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bersama di dalam perjalanan kereta api.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo mengatakan bahwa setiap pelanggan wajib memastikan barang bawaan yang dibawa ke dalam kabin kereta api sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, baik dari sisi ukuran maupun berat maksimal barang bawaan.

“KAI Daop 2 Bandung mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk memperhatikan barang bawaan yang dibawa agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tidak melebihi batas ukuran maupun berat maksimal yang telah ditetapkan. Selain itu kami juga mengingatkan bahwa seluruh barang bawaan pelanggan merupakan tanggung jawab masing-masing pelanggan selama perjalanan,” ujar Kuswardojo.

KAI menetapkan bahwa barang bawaan yang diperbolehkan masuk ke dalam kabin kereta api adalah barang bawaan pribadi pelanggan dengan ketentuan berat maksimal 20 kilogram dengan volume maksimum 100 dm³ dan dimensi tidak melebihi ukuran 70 x 48 x 30 cm. Barang bawaan juga harus ditempatkan pada rak bagasi atau area yang telah disediakan tanpa mengganggu kenyamanan pelanggan lainnya.

Selain itu, KAI Daop 2 Bandung menegaskan terdapat sejumlah jenis barang yang dilarang dibawa masuk ke dalam kabin kereta api demi menjaga keselamatan dan kenyamanan bersama. Adapun barang-barang yang dilarang tersebut antara lain :

* binatang;

* narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya;

* senjata api dan senjata tajam;

* papan selancar;

* barang yang mudah terbakar atau meledak;

* seluruh barang yang berbau busuk, amis, atau karena sifatnya dapat mengganggu kesehatan serta kenyamanan penumpang lainnya.

Tidak hanya itu, barang-barang yang menurut pertimbangan petugas memiliki ukuran atau kondisi yang tidak pantas diangkut sebagai bagasi penumpang, serta barang yang dilarang berdasarkan peraturan perundang-undangan juga tidak diperbolehkan masuk ke dalam kabin kereta api.

“Kami mengajak seluruh pelanggan untuk mematuhi aturan barang bawaan yang berlaku demi terciptanya perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh pelanggan. Petugas di stasiun maupun di atas kereta akan melakukan pengawasan terhadap barang bawaan pelanggan,” tambah Kuswardojo.

Sementara itu, sampai dengan pagi hari ini Kamis (28/5) tercatat ada 13.898 pelanggan yang akan berangkat hari ini dari berbagai stasiun dengan menggunakan KA Jarak Jauh yang berangkat awal dari wilayah Daop 2 Bandung. Tercatat, pada hari ini penjualan tiket selama periode libur panjang Idul Adha 2026 dari 26 Mei s.d. 1 Juni 2026 sudah ada 83.705 tiket terjual dengan jumlah okupansi 81,9% dari total tempat duduk yang disediakan yakni 102.186 tempat duduk.

KAI Daop 2 Bandung juga mengingatkan agar pelanggan tidak meninggalkan barang tanpa pengawasan serta memastikan barang bawaan disimpan pada tempat yang aman dan tidak mengganggu akses maupun kenyamanan penumpang lainnya. Selain itu juga dihimbau kepada pelanggan untuk selalu menjaga dan mengawasi barang bawaannya masing-masing selama berada di stasiun maupun selama perjalanan kereta api berlangsung guna menghindari risiko tertukar, tertinggal, ataupun kehilangan barang.

Dengan kepatuhan pelanggan terhadap aturan barang bawaan tersebut, KAI berharap seluruh perjalanan kereta api dapat berjalan dengan selamat, aman, nyaman, dan tertib.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Daop 1 Jakarta Layani Hampir 56 Ribu Pelanggan KA Lokal, Volume Tertinggi Terjadi pada 26 Mei 2026

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat tingginya mobilitas pelanggan pada layanan Kereta Api Lokal selama periode 25 Mei hingga 2 Juni 2026. Dalam kurun waktu tersebut, total pelanggan yang dilayani mencapai 55.899 pelanggan, terdiri dari 27.856 pelanggan naik dan 28.043 pelanggan turun di wilayah operasional Daop 1 Jakarta.

Dari keseluruhan periode tersebut, 26 Mei 2026 menjadi hari dengan volume pelanggan tertinggi, dengan total 9.300 pelanggan, terdiri dari 4.523 pelanggan naik dan 4.777 pelanggan turun. Angka ini menunjukkan tingginya aktivitas perjalanan masyarakat menggunakan layanan kereta lokal, baik untuk mobilitas harian maupun perjalanan antarkota jarak dekat.

Peningkatan volume pelanggan pada tanggal tersebut terutama ditopang oleh tingginya pergerakan pelanggan pada koridor Bogor–Sukabumi yang dilayani KA Pangrango. Sejumlah perjalanan pada hari tersebut juga mencatat tingkat keterisian yang sangat baik.

Secara akumulatif pada periode 25 Mei hingga 2 Juni 2026, Stasiun Bogor Paledang menjadi stasiun dengan jumlah pelanggan naik tertinggi yaitu 11.647 pelanggan, diikuti Stasiun Sukabumi sebanyak 10.375 pelanggan. Sementara untuk pelanggan turun, Stasiun Bogor Paledang juga mencatat volume tertinggi sebanyak 12.505 pelanggan, disusul Stasiun Sukabumi sebanyak 9.913 pelanggan.

Dari sisi layanan perjalanan, KA Pangrango relasi Bogor–Sukabumi PP menjadi penyumbang utama dengan total 25.401 pelanggan, terdiri dari 21.168 pelanggan kelas ekonomi komersial dan 4.233 pelanggan kelas ekonomi subsidi (EKS). Adapun KA Siliwangi relasi Sukabumi–Cipatat PP melayani 2.463 pelanggan kelas ekonomi PSO selama periode tersebut.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa tingginya angka pergerakan pelanggan menunjukkan semakin kuatnya peran layanan kereta lokal sebagai moda transportasi pilihan masyarakat.

“Pencapaian volume pelanggan, khususnya pada 26 Mei yang menjadi hari dengan jumlah pengguna tertinggi, menunjukkan bahwa layanan KA Lokal semakin dipercaya masyarakat karena menawarkan perjalanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan terjangkau. KAI akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan layanan agar kebutuhan mobilitas masyarakat dapat terakomodasi secara optimal,” ujar Franoto.

KAI Daop 1 Jakarta terus berkomitmen menghadirkan layanan transportasi berbasis rel yang andal melalui peningkatan kualitas pelayanan, ketepatan waktu perjalanan, serta kemudahan akses bagi pelanggan.

Masyarakat juga diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik, melakukan pembelian tiket melalui kanal resmi, serta hadir lebih awal di stasiun guna mendukung kelancaran perjalanan.

KAI Daop 1 Jakarta berkomitmen untuk terus memastikan layanan kereta api lokal berjalan aman, selamat, nyaman, dan tepat waktu bagi seluruh pelanggan.

Humas Daop 1 Jakarta

Franoto Wibowo

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Simbiosis Manusia-AI: Bagaimana Pasar Berkembang Lebih Dulu Membangun Masa Depan

Oleh Shraddha Thanawala, Remiges Apac Pte Ltd

Pendahuluan

Selama empat dekade terakhir, pasar berkembang menempuh jalur yang berbeda dalam mencapai kematangan teknologi. Alih-alih mengikuti model yang digunakan negara maju, mereka justru melompati infrastruktur lama dan langsung membangun sistem berbasis cloud-native serta API-driven sejak awal.

Kini, ketika Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah cara perusahaan beroperasi, pertanyaannya bukan lagi siapa yang paling cepat mengadopsi teknologi, melainkan siapa yang memiliki fondasi yang tepat untuk menggunakannya secara bertanggung jawab.

Tulisan ini membahas bagaimana lahirnya generasi baru “perancang sistem” mampu mengisi kekosongan dalam ekosistem teknologi, serta mengapa AI justru memperkuat keunggulan organisasi yang memiliki infrastruktur modern dan pengambilan keputusan manusia yang disiplin.

Tiga Era Teknologi di Pasar Berkembang

Era 1: Ketergantungan pada Produk MNC (1980-an–2000-an)

Pada masa awal, perusahaan besar di pasar berkembang hanya memiliki dua pilihan: menggunakan produk perusahaan multinasional (MNC) yang mahal dan kaku seperti SAP, Oracle, atau mainframe, atau membangun solusi seadanya yang sulit dipertahankan dalam jangka panjang.

Sebagian besar perusahaan menengah memilih opsi kedua. Mereka membangun sistem tambal sulam yang dipimpin programmer senior berbakat, tetapi tanpa disiplin arsitektur yang matang.

Pada masa itu, desain sistem belum dianggap sebagai disiplin tersendiri. Yang penting sistem bisa berjalan.

Spreadsheet digunakan untuk menutupi berbagai kekurangan. Akibatnya, sistem menjadi rapuh, mahal dirawat, dan sulit berkembang ketika bisnis mulai membesar.

Era 2: Munculnya Perancang Sistem (2005–2020)

Perubahan besar mulai terjadi ketika generasi baru teknolog dari India, Vietnam, dan Filipina tidak lagi sekadar mengeksekusi spesifikasi, tetapi mulai merancang sistem secara menyeluruh.

Perusahaan seperti Infosys, Wipro, TCS, dan berbagai perusahaan teknologi boutique menghadirkan sesuatu yang sebelumnya sulit diakses perusahaan menengah: arsitek teknologi kelas dunia dengan biaya jauh lebih terjangkau dibanding perusahaan multinasional besar.

Untuk pertama kalinya, perusahaan menengah dapat berkata:

Era 3: Keunggulan Leapfrog (2020–Sekarang)

Ketika negara maju menghabiskan dekade 2010-an untuk memodernisasi sistem lama yang rumit, pasar berkembang justru sudah lebih dulu membangun fondasi berbasis cloud-native dan API-first.

Hasilnya, banyak perusahaan di India, Vietnam, dan pasar berkembang lainnya kini memiliki arsitektur teknologi yang lebih modern dibanding sejumlah perusahaan di negara maju.

Ini bukan kebetulan. Pasar berkembang terpaksa membangun dengan cara berbeda karena mereka tidak mampu membayar “biaya mahal” produk MNC. Keterbatasan itulah yang akhirnya berubah menjadi keunggulan kompetitif.

Paradigma Baru: AI sebagai Kolaborasi yang Disiplin

AI adalah lompatan besar berikutnya dalam produktivitas, tetapi hanya jika diperlakukan sebagai kecerdasan kolaboratif, bukan solusi otomatis sepenuhnya.

Nilai AI sesungguhnya bertumpu pada dua hal utama:

1. Human-in-the-loop

AI adalah asisten yang sangat cerdas, tetapi bukan pengganti manusia sepenuhnya. Nilainya bergantung pada kualitas prompt, penilaian, dan validasi manusia di setiap tahap.

Developer yang memahami logika bisnis, konteks industri, dan batasan arsitektur akan mendapatkan manfaat jauh lebih besar dari AI dibanding mereka yang menganggap AI sebagai pengganti proses berpikir.

Dan itu memang tujuan desain AI sejak awal.

2. Guard Rails

AI juga membawa risiko baru, mulai dari kode dengan dependensi tersembunyi, logika probabilistik dalam sistem penting, hingga kasus-kasus tertentu yang belum mampu ditangani dengan baik oleh model AI saat ini.

Tanpa guard rails, penggunaan AI dalam pengembangan justru berpotensi menciptakan technical debt baru.

Guard rails mencakup automated testing, code review, audit trail, hingga mekanisme fallback yang memastikan kode hasil AI tetap memenuhi standar produksi.

Kesimpulan: Integrator yang Bijak Akan Menjadi Pemenang

Paradoks adopsi teknologi menunjukkan satu hal menarik: terlambat mengadopsi sistem lama justru membuat pasar berkembang lebih cepat memasuki era arsitektur modern.

Pasar berkembang bukan sekadar mengejar ketertinggalan dari Barat. Mereka melewati jalan buntu tersebut dan langsung membangun fondasi masa depan.

Organisasi yang memiliki fondasi modern, talenta dengan kemampuan desain sistem, dan disiplin produksi tidak hanya mampu mengadopsi AI lebih cepat, tetapi juga lebih baik.

Mereka menggabungkan seni (design thinking), sains (validasi yang ketat), dan kecerdasan (pengembangan berbasis AI) menjadi hasil yang berkelanjutan.

Pada akhirnya, masa depan bukan milik mereka yang paling cepat mengadopsi teknologi baru, melainkan mereka yang paling bijak mengintegrasikannya — mereka yang memahami bahwa kecerdasan bukan tentang mesin menggantikan manusia, tetapi manusia yang mampu mengarahkan mesin dengan disiplin dan tujuan yang jelas.

Bagi pasar berkembang, inilah momen untuk memimpin.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Libur Panjang Idul Adha, KAI Daop 1 Jakarta: Tiket KA Masih Tersedia Hingga Akhir Periode Liburan

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur panjang Idul Adha 1447 H yang berlangsung pada 25 Mei hingga 2 Juni 2026. Hingga Kamis, 28 Mei 2026 pukul 08.00 WIB, sebanyak 230.768 tiket Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) telah terjual dengan tingkat okupansi mencapai 63,5 persen dari total kapasitas 363.631 tempat duduk.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan bahwa masyarakat masih dapat memanfaatkan layanan kereta api karena tiket keberangkatan masih tersedia hingga akhir masa libur panjang.

“Secara umum okupansi perjalanan KA Jarak Jauh pada periode libur panjang Idul Adha cukup tinggi, namun masyarakat tidak perlu khawatir karena tiket masih tersedia sampai dengan akhir periode libur panjang. Kami mengimbau pelanggan segera melakukan pemesanan melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi lainnya,” ujar Franoto.

Selama periode tersebut, KAI Daop 1 Jakarta mengoperasikan sebanyak 68 perjalanan KA Jarak Jauh reguler per hari. Selain itu, KAI juga menambah perjalanan melalui 8 KA tambahan dari Stasiun Gambir dan 1 KA tambahan dari Stasiun Pasarsenen setiap harinya guna mengakomodasi tingginya kebutuhan masyarakat.

Pada Kamis, 28 Mei 2026, volume keberangkatan penumpang dari wilayah Daop 1 Jakarta tercatat sebanyak 27.222 pelanggan, sementara volume kedatangan mencapai 24.069 pelanggan.

Stasiun Pasarsenen menjadi stasiun dengan volume keberangkatan tertinggi pada hari ini sebanyak 11.473 pelanggan, disusul Stasiun Gambir 7.738 pelanggan, Bekasi 3.914 pelanggan, Jatinegara 1.901 pelanggan, Cikarang 1.228 pelanggan, Karawang 518 pelanggan, dan Cikampek 450 pelanggan.

Adapun puncak keberangkatan selama periode libur panjang tercatat terjadi pada 26 Mei 2026 dengan total 39.706 pelanggan berangkat dari wilayah Daop 1 Jakarta. Sementara puncak arus kedatangan diperkirakan terjadi pada 1 Juni 2026 dengan jumlah 39.545 pelanggan tiba di wilayah Daop 1 Jakarta.

KAI Daop 1 Jakarta mencatat sejumlah kota tujuan favorit pelanggan pada periode libur panjang ini antara lain Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Purwokerto, Bandung, dan Jember.

Selain layanan KA Jarak Jauh, KAI Daop 1 Jakarta juga melayani perjalanan KA Lokal Pangrango dan KA Lokal Siliwangi. Untuk KA Pangrango, total kapasitas tempat duduk selama periode 25 Mei hingga 2 Juni 2026 sebanyak 33.120 seat dengan total pemesanan mencapai 29.221 tiket. Sedangkan KA Siliwangi menyediakan 17.172 seat dengan total pemesanan sebanyak 4.650 tiket.

KAI Daop 1 Jakarta mengimbau pelanggan untuk memperhitungkan waktu tempuh menuju stasiun agar tiba tepat waktu sebelum keberangkatan kereta. Pelanggan juga diminta memastikan data identitas sesuai dengan tiket, memanfaatkan layanan Face Recognition Boarding Gate untuk mempercepat proses boarding, serta membawa barang bawaan secukupnya demi kenyamanan perjalanan.

“KAI Daop 1 Jakarta terus berkomitmen menghadirkan layanan perjalanan yang aman, nyaman, selamat, dan tepat waktu selama masa libur panjang Idul Adha,” tutup Franoto.

Humas KAI Daop 1 Jakarta

Franoto Wibowo

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Ibu2Canggih dan Daya by Bank SMBC Indonesia Hadirkan Talkshow untuk Dorong Financial Awareness Perempuan Modern

Komunitas Ibu2Canggih berkolaborasi bersama Daya by Bank SMBC Indonesia menghadirkan talkshow bertema “Building Financial Wellbeing: Where to Start?” yang berlangsung di Menara SMBC, Kuningan, Jakarta.

JAKARTA, 22 Mei 2026 – Komunitas Ibu2Canggih berkolaborasi bersama Daya by Bank SMBC Indonesia menghadirkan talkshow bertema “Building Financial Wellbeing: Where to Start?” yang berlangsung di Menara SMBC, Kuningan, Jakarta, Jumat (22/5).

Acara ini dihadiri oleh 60 anggota komunitas Ibu2Canggih yang memiliki ketertarikan terhadap pengembangan financial wellbeing dan pengelolaan keuangan keluarga. Melalui sesi diskusi interaktif bersama Dian Savitri selaku Certified Financial Planner, peserta diajak untuk memahami kondisi finansial saat ini, menetapkan tujuan keuangan keluarga yang lebih jelas, serta mengambil langkah praktis pertama menuju kondisi finansial yang lebih aman dan berkelanjutan.

Lebih dari Sekadar Talkshow: Langkah Awal Membangun Financial Wellbeing bagi Ibu Modern

Talkshow “Building Financial Wellbeing: Where to Start?” hadir sebagai ruang belajar yang relevan dan aplikatif bagi perempuan dan ibu modern dalam membangun kebiasaan finansial yang sehat di tengah dinamika kehidupan sehari-hari. Tidak hanya membahas teori, sesi ini juga memberikan perspektif sederhana mengenai bagaimana perempuan dapat mulai membangun financial wellbeing dari langkah kecil yang realistis dan dekat dengan keseharian keluarga.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi berlangsung, dengan diskusi yang interaktif dan pembahasan yang dekat dengan realita finansial keluarga masa kini. Melalui acara ini, Ibu2Canggih dan Daya by Bank SMBC Indonesia berharap semakin banyak perempuan yang memiliki awareness bahwa financial wellbeing bukan hanya tentang pendapatan, tetapi juga tentang membangun kebiasaan finansial yang sehat dan berkelanjutan.

Ibu Canggih Berdaya: Ruang Bertumbuh bagi “Kartini Modern”

Talkshow ini merupakan rangkaian penutup dari Ibu Canggih Berdaya, sebuah program spesial yang diselenggarakan secara mandiri oleh komunitas Ibu2Canggih dalam rangka merayakan Hari Kartini 2026. Program ini bertujuan mendukung para “Kartini modern”, khususnya para ibu, untuk terus bertumbuh secara skill dan knowledge, sekaligus menjadi sosok ibu yang berdaya bagi anak, keluarga, hingga lingkungan sekitar.

Sebelumnya, Ibu2Canggih telah menghadirkan berbagai rangkaian program edukatif secara online, mulai dari kuliah WhatsApp di WhatsApp Group komunitas, sesi Instagram Live, hingga educational content series melalui akun Instagram @ibu2canggih. Seluruh rangkaian tersebut menjadi bagian dari komitmen komunitas dalam menghadirkan akses edukasi yang relevan, dekat, dan mudah dipahami oleh perempuan Indonesia masa kini.

Sebagai penutup dari rangkaian Ibu Canggih Berdaya, Ibu2Canggih kemudian berkolaborasi bersama Daya by Bank SMBC Indonesia melalui talkshow offline yang berfokus pada pentingnya membangun financial wellbeing dalam kehidupan keluarga modern.

Selain sesi edukatif, peserta juga mendapatkan dukungan dari berbagai Brand Partner melalui Goodie Bag dari: Pipper Standard, Wiselie, KAIE, Grouu, Alami, Mustela, Satu Dental, dan Caremore.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari semangat bersama untuk terus menghadirkan ruang belajar, dukungan, dan pengalaman yang relevan bagi perempuan Indonesia masa kini.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pererat Kebersamaan, Manajemen BRI Region 6 Gelar Jogging Bersama di Kawasan TMII

Dalam upaya menjaga kesehatan sekaligus mempererat kebersamaan antarpekerja, manajemen BRI Region 6/Jakarta 1 menggelar kegiatan jogging bersama di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Kegiatan yang berlangsung dengan penuh semangat dan suasana kekeluargaan tersebut diikuti oleh jajaran manajemen serta pekerja BRI Region 6/Jakarta 1. Selain menjadi sarana olahraga, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dan meningkatkan kekompakan antarpegawai di lingkungan kerja.

Sejak pagi hari, para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan jogging dengan menyusuri area TMII yang asri dan nyaman. Momentum ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong pola hidup sehat dan menjaga kebugaran pekerja agar tetap produktif dalam menjalankan aktivitas kerja sehari-hari.

Manajemen BRI Region 6/Jakarta 1 menyampaikan bahwa kegiatan olahraga bersama merupakan salah satu bentuk perhatian perusahaan terhadap kesehatan dan keseimbangan antara pekerjaan dengan gaya hidup sehat para pekerja.

“Melalui kegiatan jogging bersama ini, kami berharap dapat mempererat kebersamaan, meningkatkan semangat positif, serta menjaga kesehatan seluruh pekerja agar tetap produktif dan berenergi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah,” ujar perwakilan manajemen.

Selain berolahraga, kegiatan juga diisi dengan sesi ramah tamah dan kebersamaan yang semakin memperkuat hubungan antarpekerja di lingkungan BRI Region 6/Jakarta 1.

Dengan semangat hidup sehat dan kolaboratif, BRI Region 6/Jakarta 1 terus berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, produktif, dan penuh semangat kebersamaan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dubes Sandeep dan Megawati Hidupkan Kembali Jejak Persahabatan Soekarno-Nehru

Jakarta — Hubungan panjang Indonesia dan India kembali mendapat sorotan ketika Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty mengunjungi Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri di kediamannya di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2026). Pertemuan itu tidak sekadar menjadi agenda diplomatik biasa, tetapi berubah menjadi ruang nostalgia yang menyingkap kembali akar historis hubungan kedua negara sejak era Presiden Soekarno dan Perdana Menteri pertama India, Jawaharlal Nehru.

Dalam suasana hangat yang dipenuhi cerita masa lalu, Megawati dan Sandeep membahas bagaimana kedekatan personal antara dua tokoh pendiri bangsa tersebut menjadi fondasi hubungan Indonesia dan India hingga hari ini. Pembicaraan tidak hanya menyentuh sejarah, tetapi juga berkembang ke isu geopolitik, demokrasi, hingga tantangan global yang dihadapi kedua negara.

Pertemuan itu memperlihatkan bahwa hubungan Indonesia dan India tidak dibangun semata oleh kepentingan diplomatik modern, melainkan berakar pada persahabatan ideologis yang telah terjalin sejak masa perjuangan kemerdekaan.

Kenangan Megawati Bersama Nehru

Megawati membuka percakapan dengan mengenang pengalaman pribadinya saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non-Blok di Beograd, Yugoslavia, pada 1 hingga 6 September 1961. Saat itu, Megawati masih berusia 14 tahun, tetapi telah ikut dalam delegasi Indonesia dan bertemu langsung dengan sejumlah tokoh besar dunia.

Ia mengingat bagaimana dirinya duduk bersama para pendiri Gerakan Non-Blok, termasuk Jawaharlal Nehru. Momen tersebut menjadi salah satu pengalaman yang membekas dalam hidupnya.

“Saya saat itu memakai kebaya,” kata Megawati sambil menunjukkan foto lama pertemuannya dengan Nehru.

Megawati juga memperlihatkan sejumlah dokumentasi bersejarah lain, termasuk foto ketika Nehru berbincang dengan Presiden Soekarno di Istana Merdeka pada 8 Juni 1950. Dalam foto itu terlihat Guntur Soekarnoputra tengah bermain sepeda sambil membonceng Megawati kecil.

Cerita-cerita tersebut menggambarkan bagaimana hubungan Indonesia dan India kala itu bukan hanya berlangsung di tingkat kenegaraan, tetapi juga terasa dekat secara personal di antara keluarga para pemimpin.

Selain mengenang Nehru, Megawati turut menyinggung kedekatannya dengan Bijayananda “Biju” Patnaik, tokoh kemerdekaan India sekaligus pilot legendaris yang dikenal memiliki hubungan erat dengan Indonesia pada masa perjuangan.

Fondasi Diplomasi dari Dua Bapak Bangsa

Duta Besar India Sandeep Chakravorty menilai hubungan yang dibangun Soekarno dan Nehru telah menjadi warisan diplomatik penting bagi kedua negara. Menurutnya, kedekatan dua tokoh tersebut masih terasa dalam hubungan bilateral Indonesia dan India hingga saat ini.

“Hubungan baik kedua negara sampai saat ini terjalin dan dibangun oleh kedua Bapak Bangsa, Presiden Soekarno dan PM Nehru,” ujar Sandeep.

Ia juga mengungkapkan bahwa jejak sejarah keluarga Soekarno masih mendapat tempat khusus di India. Saat berkunjung ke Museum Nehru di New Delhi, Sandeep mengaku melihat foto Megawati bersama Soekarno dipajang di sana.

“Saya juga melihat foto Ibu Megawati dan Soekarno dipajang di Museum Nehru di New Delhi,” katanya.

Sandeep sendiri bukan sosok baru bagi Megawati. Ia mengaku pernah bertemu Megawati di Korea Utara pada 2011 dan kembali berjumpa saat Gala Dinner KTT G20 di Bali pada 2022. Pertemuan di Menteng kali ini menurutnya terasa sangat personal karena dipenuhi kenangan sejarah dan refleksi hubungan kedua negara.

“Kehormatan besar dapat bertemu dengan Ibu Megawati Sukarnoputri, mantan Presiden Indonesia dan putri dari Presiden Sukarno. Beliau adalah simbol hidup dari eratnya hubungan kedua negara kita dan pertemuan kami terasa sangat hangat dengan cerita-cerita kenangan masa lalu,” ujar Sandeep.

Diplomasi yang Dibangun dari Simbol dan Kedekatan

Dalam pertemuan itu, Megawati juga menceritakan bagaimana Presiden Soekarno dahulu memilih lokasi kedutaan India di Indonesia. Sebagai balasan, Nehru kemudian membantu mencarikan lokasi kedutaan Indonesia di New Delhi yang berada dekat dengan kediaman Perdana Menteri India saat itu.

Cerita tersebut memperlihatkan bahwa diplomasi pada masa awal kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui kerja sama formal, tetapi juga melalui simbol kedekatan dan penghormatan personal antar pemimpin negara.

India sendiri dikenal sebagai salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah hubungan bilateral kedua negara, terutama di tengah dinamika politik global pasca-Perang Dunia II dan lahirnya negara-negara baru di Asia.

Hingga kini, hubungan Indonesia dan India terus berkembang dalam berbagai sektor, mulai dari perdagangan, teknologi, pendidikan, hingga kerjasama strategis di kawasan Indo-Pasifik.

Bahas Geopolitik dan Masa Depan Demokrasi

Selain nostalgia sejarah, pembahasan dalam pertemuan itu juga menyentuh isu-isu global yang lebih luas. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan Megawati dan Sandeep turut berdiskusi mengenai perkembangan geopolitik internasional dan tantangan demokrasi.

“Tadi dalam pertemuan tersebut juga dibahas hal-hal strategis terkait geopolitik dan bagaimana meningkatkan kualitas demokrasi serta hubungan kedua negara,” ujar Hasto.

Pembicaraan mengenai demokrasi menjadi relevan mengingat Indonesia dan India sama-sama dikenal sebagai negara demokrasi besar di Asia dengan populasi yang sangat besar dan keragaman sosial yang kompleks.

Dalam konteks global yang terus berubah, kedua negara dinilai memiliki kepentingan yang sama untuk menjaga stabilitas kawasan sekaligus memperkuat posisi negara-negara berkembang dalam percaturan dunia.

Pertemuan tersebut kemudian ditutup dengan pertukaran cenderamata. Sandeep menyerahkan miniatur Taj Mahal sebagai simbol India, sementara Megawati memberikan miniatur kapal Pinisi dan kemeja tenun endek sebagai representasi budaya Indonesia.

Momen itu menjadi simbol kecil dari hubungan panjang dua negara yang dibangun bukan hanya oleh kepentingan politik, tetapi juga oleh memori sejarah, penghormatan budaya, dan persahabatan lintas generasi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Menyimpan Dana Jangka Pendek dengan Strategi Bertahap

Di tengah kebutuhan yang semakin beragam, banyak orang mulai menyadari pentingnya memiliki dana jangka pendek. Dana ini biasanya digunakan untuk kebutuhan yang waktunya sudah cukup dekat, seperti biaya liburan, uang muka kendaraan, dana pendidikan, renovasi kecil, hingga kebutuhan darurat yang mungkin muncul dalam beberapa bulan ke depan.

Berbeda dengan investasi jangka panjang yang fokus pada pertumbuhan nilai dalam waktu lama, dana jangka pendek lebih mengutamakan fleksibilitas dan kemudahan akses. Karena itu, strategi penyimpanannya juga perlu disesuaikan agar dana tetap aman sekaligus tidak mudah terpakai untuk kebutuhan impulsif.

Menabung Sekaligus Besar Sering Terasa Berat

Salah satu tantangan yang sering dialami banyak orang saat ingin simpan dana adalah keinginan untuk langsung mengumpulkan nominal besar dalam waktu singkat. Padahal, cara seperti ini sering membuat proses menabung terasa berat dan sulit konsisten.

Tidak sedikit orang akhirnya berhenti di tengah jalan karena merasa target terlalu jauh atau pengeluaran bulanan masih belum stabil.

Karena itu, strategi bertahap mulai banyak dipilih karena terasa lebih realistis dan mudah dijalankan dalam jangka panjang.

Strategi Bertahap Membantu Lebih Konsisten

Menyimpan dana secara bertahap dapat dimulai dari nominal kecil yang disesuaikan dengan kondisi keuangan bulanan. Fokus utamanya bukan langsung besar, tetapi membangun kebiasaan menyisihkan dana secara rutin.

Sebagai contoh, seseorang dapat mulai memisahkan dana mingguan atau otomatis menyisihkan sebagian pemasukan setelah gajian. Cara ini membantu proses simpan dana terasa lebih ringan dibanding harus langsung menyimpan nominal besar sekaligus.

Strategi bertahap juga membantu mengurangi risiko menggunakan dana tabungan untuk kebutuhan konsumtif karena dana terkumpul sedikit demi sedikit secara konsisten.

Penting Memisahkan Dana Sesuai Tujuan

Dalam mengatur dana jangka pendek, pemisahan dana berdasarkan tujuan juga menjadi langkah penting. Banyak orang masih mencampur tabungan kebutuhan harian dengan dana untuk target tertentu sehingga uang lebih mudah terpakai.

Memisahkan dana berdasarkan tujuan membantu proses pengelolaan keuangan menjadi lebih jelas. Selain lebih mudah memantau progres, cara ini juga membantu menjaga disiplin finansial.

Saat ini, layanan perbankan digital mulai dimanfaatkan untuk membantu pengguna mengatur simpan dana dengan lebih praktis melalui fitur tabungan digital dan pengelolaan keuangan langsung dari aplikasi.

Layanan Digital Memudahkan Pengelolaan Dana

Perkembangan layanan perbankan digital membuat proses menyimpan dana menjadi lebih fleksibel dan mudah diakses kapan saja. Pengguna dapat memantau saldo, melakukan transfer, hingga mengatur penyimpanan dana langsung melalui aplikasi.

Melalui bank dengan layanan digital seperti neobank dari Bank Neo Commerce, pengguna juga dapat memanfaatkan Tabungan NOW untuk membantu menyimpan dana. Tabungan NOW di neobank memberikan bunga kompetitif dan cair harian. 

Dengan strategi yang konsisten dan pengelolaan yang lebih teratur, menyimpan dana jangka pendek dapat terasa lebih ringan dan membantu mempersiapkan kebutuhan finansial di masa mendatang.

***

Fitur, biaya, dan ketentuan produk dapat berubah sesuai kebijakan bank. 

Tingkat bunga penjaminan LPS sampai 31 Mei 2026 adalah 3,50% (https://apps.lps.go.id/BankPesertaLPSRate). Bunga di atas tingkat penjaminan tidak dijamin oleh LPS sesuai ketentuan yang berlaku. 

Jika ingin mempelajari produk tabungan yang tersedia, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store. Cek info lebih lanjut dan terbaru di link Tabungan NOW atau https://s.id/fbtabungannow. 

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).⁣ 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES