Universitas Brawijaya Perkuat Posisi sebagai Pusat Unggulan Cybersecurity Indonesia Lewat Kemitraan Strategis dengan Positive Technologies

Universitas Brawijaya (UB) resmi menandatangani perjanjian kerja sama dengan Positive Technologies, perusahaan keamanan siber terkemuka asal Rusia, dalam rangkaian Forum Ekonomi Internasional Russia–Islamic World: KazanForum 2026. Penandatanganan MoU di forum internasional ini juga dilakukan oleh Universitas Padjajaran (UNPAD), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Politeknik Manufaktur Bandung (Polman), Institut Teknologi dan Sains Mandala (ITSM), dan Universitas Darul Ma’arif (UDM) ini menjadi tonggak penting dalam peta jalan UB untuk membangun ekosistem pendidikan cybersecurity bertaraf internasional di Indonesia.

Melalui kemitraan dengan Positive
Technologies, Universitas Brawijaya mengambil langkah nyata untuk mengisi
kesenjangan tenaga ahli tersebut. Universitas Brawijaya kini bergabung dengan
Universitas Gadjah Mada (UGM) dan berbagau institusi pendidikan Indonesia
lainnya yang telah menandatangani MoU dengan Positive Technologies dalam
jejaring kolaborasi akademik industri di tahun 2025.

“Universitas Brawijaya
memandang kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat jejaring
pendidikan dan riset internasional, khususnya di bidang cybersecurity. Peluang
seperti mobilitas mahasiswa, pertukaran dosen, kolaborasi riset, hingga
pengembangan program double degree menjadi hal yang sangat relevan untuk
dieksplorasi lebih jauh. Ke depan, kami berharap pembahasan ini dapat
menghasilkan program yang konkret, berkelanjutan, dan memberi manfaat luas bagi
dunia akademik maupun pengembangan sumber daya manusia digital di Indonesia.”

Prof. Dr. Unti Ludigdo, S.E., M.Si., Ak. — Wakil Rektor Universitas Brawijaya

Program Kolaborasi: Dari Kelas
Dunia ke Dunia Kerja

Indonesia tengah berpacu mengisi
kebutuhan talenta keamanan siber yang diperkirakan mencapai jutaan posisi
secara global dalam beberapa tahun ke depan. Di tengah akselerasi transformasi
digital nasional, kehadiran tenaga ahli yang terlatih secara teknis dan
berpengalaman secara global bukan lagi pilihan ini adalah keharusan strategis.

Kerja sama ini bukan sekadar
penandatanganan di atas kertas. Cakupan kolaborasi dirancang komprehensif untuk
menyentuh seluruh rantai nilai pendidikan cybersecurity:

1. Pelatihan intensif bagi dosen dan
tenaga kependidikan dalam keamanan siber terkini

2. Pembangunan laboratorium praktik
cybersecurity berstandar industri di kampus

3. Pengembangan kurikulum keamanan
defensif dan secure software development

4. Akses platform pembelajaran
digital berteknologi terkini untuk mahasiswa dan dosen

5. Penjajakan program double degree
dan pertukaran akademik internasional

“Pengembangan tenaga kerja
dengan keterampilan tinggi merupakan pondasi utama ketahanan siber yang kokoh.
Melalui kemitraan dengan universitas-universitas Indonesia, kami berkomitmen
untuk berbagi keahlian global dan bersama-sama membangun komunitas profesional
keamanan siber yang kuat di kawasan Asia Tenggara.”—
Elena Grishaeva —
Direktur Regional Asia Tenggara, Positive Technologies

Wawasan Global dari Pusat
Inovasi Rusia

Jejak Universitas Brawijaya dalam
ekosistem Positive Technologies sebenarnya telah dimulai lebih awal, ketika
hadir dalam pembukaan Positive Hack Camp 2025 di Moskow. Forum bertaraf
internasional itu mempertemukan praktisi ethical hacking, pakar cyber defense,
dan akademisi dari puluhan negara sebuah cerminan komitmen UB untuk aktif dalam
percaturan keamanan siber global.

Lebih dari sekadar menandatangani
perjanjian, para delegasi universitas dari Indonesia juga menjalani kunjungan
akademik eksklusif ke tiga institusi riset dan teknologi terdepan di Rusia:
RUDN University, Moscow Institute of Physics and Technology (MIPT), dan
Innopolis University. Kunjungan ini memberi perwakilan UB gambaran langsung
tentang ekosistem inovasi, model riset terapan, dan kultur akademik yang dapat
diadopsi untuk memperkuat keunggulan kompetitif UB di level nasional maupun
regional.

Kerja sama ini tidak berdiri
sendiri. Ia merupakan bagian dari strategi besar Positive Technologies untuk
memperluas jejaring akademiknya di Asia Tenggara wilayah yang kini menjadi
salah satu medan pertempuran siber paling dinamis di dunia. Bagi Universitas
Brawijaya, ini adalah kesempatan untuk bertransformasi: dari universitas yang
mengajarkan cybersecurity, menjadi universitas yang membentuk para penjaga
keamanan digital masa depan Indonesia.

Dengan institusi pendidikan
tinggi terkemuka yang kini tergabung dalam jaringan kolaborasi ini, Indonesia
memiliki pondasi yang semakin kuat untuk menghadirkan generasi profesional
siber yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga berpengalaman dalam
konteks ancaman siber global yang terus berevolusi.

 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Rating Bintang 3 Validasi Komitmen Gokomodo terhadap Agribisnis Berkelanjutan

Gokomodo menerima penghargaan TOP CSR Awards 2026 dengan kategori Bintang 3.

Gokomodo menerima penghargaan TOP CSR Awards
2026 kategori Bintang 3
yang mengafirmasi standar praktik CSR yang
bertanggung jawab dan berdampak nyata pada acara yang diselenggarakan Senin, 25
Mei 2026 di Hotel Raffles Jakarta. Acara ini dihadiri oleh perwakilan
pemerintah tingkat senior dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian
Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, serta Kantor
Utusan Khusus Presiden RI Bidang Energi dan Iklim.

TOP CSR Awards diikuti oleh lebih dari 200 perusahaan
dan dinilai oleh 30 juri independen berdasarkan kerangka Creating Shared Value (CSV) dan standar ISO 26000 Social Responsibility.

Program IMPACT

Penghargaan ini bertumpu pada program CSR
unggulan Gokomodo: IMPACT (Inisiasi Masyarakat Pertanian Cerdas dan Terpadu)
inisiatif pemberdayaan petani di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah yang
menargetkan peningkatan terukur dalam hasil pertanian, efisiensi karbon, dan
pendapatan petani. IMPACT diakui sebagai Top 9 Finalis dalam East
Ventures dan Temasek Foundation Climate Impact Innovation Challenge (CIIC)
2025, mencerminkan validasi eksternal atas pendekatannya terhadap pertanian
berkelanjutan.

Pendekatan CSV memastikan bahwa kesejahteraan
petani dan kelestarian lingkungan merupakan bagian integral dari model
penciptaan nilai jangka panjang Gokomodo.

“Pencapaian ini sejalan dengan apa yang selalu kami
perjuangkan di Gokomodo. Kami ingin tumbuh bersama selaras dengan kemajuan bisnis, ekonomi lokal
pun ikut bergerak, dan yang paling penting, taraf hidup petani di Indonesia
bisa terus meningkat.” 
Witny Virgiany Tanod, Chief of Corporate Affairs, Gokomodo

 Dinilai secara independen oleh 30 juri
berdasarkan standar ISO 26000 dan CSV, rating Bintang 3 memberikan investor
sebuah titik referensi ESG yang kredibel dan terverifikasi dari pihak ketiga.
Kehadiran pemerintah dalam acara tersebut mencerminkan keselarasan
institusional yang lebih luas dengan arah keberlanjutan Gokomodo. Keduanya
bertumpu pada program IMPACT sebuah inisiatif yang melayani komunitas petani
yang berada di jantung model komersial Gokomodo, menanamkan dampak sosial ke
dalam trajektori pertumbuhan perusahaan di 34 provinsi Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pembangunan Huntap Dipercepat, Satgas PRR Pastikan Penyintas Tak Lama di Huntara

Huntap di Desa Kuala Cangkoy, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, yang dibangun Kemenko Polkam. dok. Satgas PRR/Kemenko Polkam

Meski huntara membantu memenuhi kebutuhan mendesak pada fase awal penanganan bencana, pemerintah ingin memastikan masa tinggal penyintas di hunian sementara tidak berlangsung terlalu panjang.

Pembangunan hunian tetap (huntap) menjadi salah satu prioritas utama pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada 2026. Percepatan pembangunan huntap penting untuk memberi kepastian bagi masyarakat terdampak, khususnya korban rumah hilang dan rusak berat, agar segera bisa menata kehidupan kembali.

Progres pembangunan huntap dan informasi pemulihan pascabencana dapat diakses melalui satgasprr.id, agar masyarakat dan pemangku kepentingan selalu mendapatkan update resmi secara transparan.

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan, pembangunan huntap menjadi fokus penting dalam Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Renduk) yang tengah disiapkan pemerintah.

“Di 2026 pasti hal-hal prioritas misalnya adalah pembangunan huntap supaya (penyintas) jangan terlalu lama di huntara. Kalau semakin lama di huntara, huntap belum terbangun, nanti akan menjadi masalah kepastian bagi masyarakat yang rumahnya hilang dan rusak berat,” ujar Tito saat memimpin Rapat Koordinasi Lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah terdampak di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Menurut Tito, masyarakat terdampak membutuhkan kepastian untuk dapat kembali hidup di hunian tetap mereka sendiri. Meski huntara membantu memenuhi kebutuhan mendesak pada fase awal penanganan bencana, pemerintah ingin memastikan masa tinggal penyintas di hunian sementara tidak berlangsung terlalu panjang.

Data Satgas PRR per 24 Mei 2026 menunjukkan pembangunan huntap di tiga provinsi terdampak terus bergerak. Dari total rencana 39.335 unit huntap, sebanyak 1.110 unit saat ini berada dalam tahap pembangunan dan 364 unit telah selesai dibangun. Jumlah huntap selesai tersebut meningkat dibandingkan data 11 Mei 2026 yang mencatat 357 unit telah terbangun.

Aceh menjadi provinsi dengan kebutuhan pembangunan huntap terbesar, yakni mencapai 28.910 unit. Dari jumlah tersebut, 758 unit saat ini dalam proses pembangunan dan 115 unit telah selesai dibangun.

Di Sumatera Utara, kebutuhan huntap tercatat sebanyak 7.601 unit. Saat ini, 297 unit berada dalam tahap pembangunan dan 227 unit telah selesai dibangun. Sementara di Sumatera Barat, tercatat kebutuhan pembangunan 2.824 unit huntap. Hingga 24 Mei 2026, sebanyak 55 unit berada dalam tahap pembangunan dan 22 unit telah selesai dibangun.

Pembangunan huntap melibatkan sejumlah pihak, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kementerian Koordinator Politik dan keamanan (Kemenko Polkam), Polri, serta sejumlah institusi kemasyarakatan.

Sebelumnya, juru bicara Satgas PRR Amran mengatakan, pembangunan huntap memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan pembangunan hunian sementara (huntara) karena pemerintah ingin memastikan bangunan memiliki kualitas yang secara berkelanjutan.

“Huntap ini memang punya tahapan yang agak panjang untuk menjamin kualitas tempat tinggal karena sebagai hunian tetap, tidak bisa langsung kita paksakan untuk tuntas dalam waktu dekat seperti halnya huntara,” ujar Amran di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Sulit Menabung dengan Target Terlalu Besar? Begini Cara Mengatasinya

Keinginan untuk memiliki tabungan sering kali dimulai dengan target yang besar. Ada yang ingin cepat mengumpulkan dana liburan, membeli gadget baru, dana pernikahan, hingga mempersiapkan kebutuhan darurat dalam waktu singkat.

Namun dalam praktiknya, tidak sedikit orang justru merasa terbebani karena mencoba menabung dalam nominal besar sekaligus. Alih alih konsisten, proses menabung malah terasa berat sejak awal.

Pengeluaran harian yang terus berjalan membuat sebagian orang akhirnya kesulitan menjaga tabungan. Ketika kondisi keuangan sedang tidak stabil, target besar justru terasa semakin jauh untuk dicapai.

Menabung Tidak Selalu Harus Langsung Besar

Banyak orang masih menganggap menabung efektif hanya jika nominalnya besar. Padahal, kebiasaan finansial yang konsisten sering kali lebih penting dibanding jumlah besar dalam satu waktu.

Strategi menyisihkan dana secara bertahap mulai banyak dipilih karena terasa lebih realistis untuk dijalankan dalam kehidupan sehari hari. Dengan nominal yang lebih ringan, proses menabung menjadi lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang.

Cara ini juga membantu seseorang membangun kebiasaan finansial tanpa merasa terlalu terbebani oleh target yang besar di awal.

Strategi Bertahap Membantu Lebih Konsisten

Menyimpan dana secara bertahap dapat dimulai dari nominal kecil yang disesuaikan dengan kondisi keuangan bulanan. Sebagian orang memilih menyisihkan uang setelah menerima gaji, sementara lainnya lebih nyaman menabung mingguan agar terasa lebih ringan.

Strategi seperti ini membuat proses simpan dana terasa lebih fleksibel. Selain membantu menjaga konsistensi, cara bertahap juga membantu mengurangi risiko menggunakan tabungan untuk kebutuhan impulsif.

Dalam banyak kasus, tabungan yang terkumpul perlahan justru lebih bertahan karena dibangun dari kebiasaan yang rutin.

Penting Memisahkan Dana Sesuai Tujuan

Agar proses menabung lebih terarah, banyak orang mulai memisahkan dana berdasarkan kebutuhan tertentu. Misalnya dana liburan, dana darurat, atau kebutuhan jangka pendek lainnya.

Pemisahan dana membantu seseorang lebih mudah memantau progres tabungan sekaligus menjaga disiplin finansial. Cara ini juga membuat penggunaan uang menjadi lebih terkontrol dibanding mencampur semua dana dalam satu rekening utama.

Opsi Pengelolaan Tabungan

Perkembangan bank dengan layanan digital ikut membantu masyarakat mengatur tabungan dengan lebih praktis. Pengguna dapat memantau saldo, melakukan transfer, hingga mengelola simpan dana langsung melalui aplikasi.

Melalui bank dengan layanan digital seperti neobank dari Bank Neo Commerce, pengguna juga dapat memanfaatkan Tabungan NOW untuk membantu menyimpan dana. Tabungan NOW di neobank memberikan bunga kompetitif dan cair harian. 

Menabung memang tidak selalu mudah, terutama ketika kondisi pengeluaran masih berubah ubah. Namun dengan strategi bertahap dan kebiasaan yang konsisten, proses membangun tabungan dapat terasa lebih ringan dan realistis dijalankan.

***

Fitur, biaya, dan ketentuan produk dapat berubah sesuai kebijakan bank. 

Tingkat bunga penjaminan LPS sampai 31 Mei 2026 adalah 3,50% (https://apps.lps.go.id/BankPesertaLPSRate). Bunga di atas tingkat penjaminan tidak dijamin oleh LPS sesuai ketentuan yang berlaku. 

Jika ingin mempelajari produk tabungan yang tersedia, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store. Cek info lebih lanjut dan terbaru di link Tabungan NOW atau https://s.id/fbtabungannow. 

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).⁣ 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pendiri Ondo Finance Nathan Allman Meninggal Dunia, Apa Selanjutnya untuk ONDO dan Masa Depan Tokenisasi Saham?

Jakarta, Indonesia [28 Mei 2026] — Industri aset digital global tengah menyoroti kabar meninggalnya Nathan Allman beberapa hari lalu, pendiri Ondo Finance, salah satu proyek terbesar dalam sektor Real World Assets (RWA) dan tokenisasi aset berbasis blockchain

Nathan Allman dikenal sebagai salah satu figur penting yang mendorong integrasi antara sistem keuangan tradisional (Traditional Finance / TradFi) dengan teknologi blockchain. Di bawah kepemimpinannya, Ondo berkembang dari proyek DeFi menjadi salah satu pemain utama dalam narasi tokenisasi aset global. Namun di tengah kabar tersebut, perhatian market kini mulai bergeser pada pertanyaan yang lebih besar: apakah tokenisasi saham dan aset finansial benar-benar akan menjadi masa depan industri keuangan global? 

Secara sederhana, Ondo mencoba membawa saham dan aset finansial dunia nyata ke blockchain. Jika sebelumnya investor membeli saham melalui broker tradisional dengan jam market terbatas, proses settlement yang memakan waktu, serta akses geografis tertentu, Ondo mencoba menghadirkan versi digitalnya melalui teknologi blockchain. 

Melalui platform Ondo Global Markets, pengguna dapat memperoleh eksposur terhadap saham dan ETF Amerika Serikat dalam bentuk token digital berbasis blockchain. Contohnya, saham seperti Apple, Tesla, Nvidia, hingga Meta dapat direpresentasikan menjadi token digital yang dapat diakses melalui ekosistem blockchain. 

Sebagai ilustrasi sederhana, ketika seseorang ingin memiliki eksposur terhadap saham Nvidia, aset saham tersebut dapat disimpan oleh kustodian resmi, lalu sistem menerbitkan token digital yang merepresentasikan eksposur ekonomi terhadap saham tersebut. Token tersebut kemudian dapat diakses, dipindahkan, dan digunakan di ekosistem blockchain secara lebih fleksibel. 

Konsep ini dikenal sebagai tokenized assets atau tokenisasi aset, di mana blockchain digunakan sebagai lapisan baru distribusi dan settlement aset finansial. Narasi ini mulai berkembang karena banyak pihak melihat sistem finansial tradisional masih memiliki berbagai keterbatasan, mulai dari jam trading yang terbatas, proses settlement yang membutuhkan waktu, hingga akses global yang belum sepenuhnya terbuka.  

Blockchain dinilai mampu menghadirkan sistem yang lebih cepat, transparan, dan dapat diakses secara global selama 24 jam. Karena itu, berbagai institusi besar mulai mengeksplorasi sektor tokenisasi aset, termasuk BlackRock, Franklin Templeton, JPMorgan, hingga Nasdaq. 

Di tengah berkembangnya sektor tersebut, Ondo Finance juga mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir sebagai salah satu proyek utama dalam narasi Real World Assets (RWA). Berdasarkan data market terbaru, ONDO saat ini memiliki Market Cap sekitar US$1.75 miliar dengan TVL (Total Value Locked) mencapai lebih dari US$3.83 miliar dan didukung oleh lebih dari 193 ribu holder global (data tanggal 28 Mei, 2.50PM WIB). Meski market mengalami volatilitas pasca kabar meninggalnya Nathan Allman, ONDO sendiri masih mencatatkan kenaikan sekitar +37% dalam 1 bulan terakhir, menunjukkan bahwa sektor tokenisasi aset dan Real World Assets (RWA) masih menjadi perhatian market global.

Ondo Global Markets juga berkembang menjadi salah satu platform tokenized equity terbesar dengan dukungan berbagai tokenized stocks dan ETF berbasis blockchain, termasuk eksposur terhadap saham seperti Apple, Nvidia, Tesla, dan Meta. 

Dalam market aset digital, berita terkait founder sebuah proyek memang dapat mempengaruhi sentimen market dan volatilitas harga dalam jangka pendek. Namun sebagian analis melihat perkembangan ONDO ke depan kemungkinan tetap akan bergantung pada pertumbuhan sektor tokenisasi aset, adopsi institusional, serta perkembangan blockchain sebagai infrastruktur finansial global. 

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menyampaikan bahwa perkembangan sektor Real World Assets (RWA) menunjukkan bagaimana blockchain mulai berkembang menjadi bagian dari sistem finansial generasi baru. 

“Blockchain tidak lagi hanya berbicara mengenai aset digital spekulatif. Saat ini market mulai melihat bagaimana teknologi blockchain digunakan untuk menjembatani aset finansial dunia nyata dengan ekosistem digital secara lebih efisien dan terbuka,” ujar Yudhono Rawis. 

Menurut FLOQ, perkembangan tokenisasi aset juga menjadi relevan bagi pengguna ritel karena membuka akses edukasi terhadap berbagai narasi market global yang sebelumnya lebih banyak diakses institusi besar. 

Bagi pengguna yang ingin mempelajari lebih lanjut mengenai ONDO, sektor Real World Assets (RWA), serta perkembangan tokenisasi aset global, aset ONDO sendiri saat ini juga telah tersedia di platform FLOQ dan dapat menjadi salah satu aset yang dipertimbangkan pengguna dalam mengikuti perkembangan narasi tokenisasi aset dan blockchain global. Informasi lebih lanjut mengenai Ondo Finance dan Ondo Global Markets bisa langsung kesini.   

Selain itu, pengguna FLOQ juga bisa diversifikasi portofolio melalui tokenisasi saham global melalui beberapa xStocks di FLOQ. Melalui xStocks, pengguna dapat mengakses saham global seperti GOOGLX (Google), TSLAX (Tesla), NVDAX (NVIDIA), dan METAX (META), yang merepresentasikan perkembangan integrasi antara aset finansial tradisional dan teknologi blockchain. 

Tentang FLOQ

FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia. FLOQ memiki komunitas aktif dengan lebih dari 250,000 followers yang bergabung di 7 platform social media, 25,000 anggota komunitas aktif dan juga platform yang berkomitmen untuk meningkatkan edukasi bagi setiap pengguna dan publik dengan penyediaan FLOQ Akademi yang dapat diakses tanpa biaya. Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar and 2 juta App downloads dan mendukung 100+ aset digital. Dengan fokus pada pengembangan ekosistem dan kolaborasi strategis, FLOQ bertujuan menghadirkan manfaat nyata bagi penggunanya di era ekonomi digital. 

 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bittime Perkuat Strategi “Regulatory-First dan User-Centric” di Era Aset Kripto Indonesia Bersama IPB, Stellar, dan Rise In

Jakarta, 28 Mei 2026 – Di tengah pertumbuhan industri aset kripto Indonesia yang semakin dinamis, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hadir dalam kolaborasi strategis bersama Stellar dan Rise In di Universitas IPB. Dalam kolaborasi ini Bittime, menegaskan posisi nya dalam menyelaraskan kebutuhan pengguna dengan tren dinamis pasar aset kripto di Indonesia.

Sebelumnya, kolaborasi yang digelar pada, sabtu 23 Mei 2026, kemarin, bertujuan mempertemukan perspektif akademik, infrastruktur blockchain global, dan komunitas developer Indonesia. Hal ini menjadikannya ruang diskusi yang komprehensif tentang arah masa depan industri aset digital di Indonesia.

Salah satu fokus dalam sesi ini adalah seminar komprehensif terkait keragaman peran strategis yang dibutuhkan untuk membangun produk Web3 yang berkelanjutan. Berbeda dengan anggapan umum bahwa dunia aset kripto hanya untuk developer blockchain, Bittime menegaskan bahwa ekosistem Web3 yang sehat membutuhkan berbagai peran strategis dalam membangun ekosistem yang inklusif.

Mulai dari Smart Contract Engineer yang membangun fondasi protokol, hingga ke Desainer Frontend/UI/UX yang merancang user interface dan memastikan pengalaman pengguna yang seamless. Dan baru kemudian masuk ke tahap pengembangan produk mulai dari Riset & Validasi, Pengembangan, Audit & Testnet, dan Iterasi Mainnet.

Product Marketing Supervisor Bittime, Fini Charisa menyampaikan tingkat drop-off pengguna Web3 bahkan mencapai 90%, di mana calon pengguna mundur sebelum menyelesaikan proses onboarding pertama mereka. Hal ini bukan karena tidak tertarik mendalami Web3, melainkan karena pengalaman masuk ke dunia Web3 yang rumit bagi mayoritas pengguna.

“Di Indonesia, banyak proyek Web3 yang hanya fokus pada peluncuran produk tanpa benar-benar membantu penggunanya. Di Bittime, produk kami dibangun di atas dua pilar utama: menjadi Regulatory-First dengan mematuhi standar OJK secara ketat, dan menghadirkan User-Centric UX yang menyajikan aplikasi intuitif untuk pengguna sehari-hari,” ungkap Fini.

Sebagai platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berizin, Bittime berbasis pada dua fundamental utama, yakni Regulatory-First dan User-Centric UX yang menghadirkan aplikasi intuitif bagi pengguna sehari-hari.

Selain itu, Bittime memiliki fokus utama dalam membantu pengguna mengamankan dan mengembangkan portofolio mereka dengan mudah. Fokus strategis dan proposisi nilai ini, diwujudkan melalui tiga tahapan yakni Entry, Allocate, dan Earn.

Pada tahap Entry, Bittime menghadirkan IDR Swap Zero Fee, memungkinakn konversi Rupiah ke kripto tanpa biaya tambahan, dan menghilangkan hambatan finansial pertama bagi investor baru.

Allocate merupakan layanan bagi investor untuk dapat memiliki akses terhadap aset global nyata, seperti Tether Gold (XAUT), perak, dan saham Amerika seperti Magnificent 7 melalui tokenisasi Real World Assets (RWA) yang dapat diperdagangkan dengan Rupiah.

Setelah memberikan langkah awal dan akses terhadap aset-aset global  yang mudah bagi investor, Bittime juga menghadirkan fitur fleksibel staking dengan APY hingga 10% untuk pengguna baru. Dengan fitur ini, investor memiliki kesempatan untuk Earn passive income dari aset yang dipegang, tanpa perlu lock-up dana dalam jangka waktu tertentu.

Tahapan tersebut menekankan komitmen Bittime dalam menghadirkan akses bagi investor Indonesia untuk dapat memperluas portofolio investasi nya dan mengeksplorasi ekosistem Web3 dengan lebih mudah.

Melalui kolaborasi dengan Universitas IPB, Stellar, dan Rise In, Bittime menunjukkan komitmen transformasi industri aset kripto Indonesia tidak bisa dilakukan sendirian. Sinergi antara institusi akademik, infrastruktur blockchain global, dan komunitas pengembang lokal adalah fondasi yang dibutuhkan untuk membangun ekosistem yang matang dan berkelanjutan.

Bagi Bittime, kolaborasi ini sebagai wadah mendidik talenta muda, membuka dialog dengan institusi akademik, dan membangun jaringan yang pada akhirnya akan memperkuat kepercayaan publik terhadap industri aset digital Indonesia.

Dalam komitmennya, Bittime berharap untuk dapat terus menghadirkan berbagai inovasi layanan yang relevan dengan dinamika pasar, serta kebutuhan investor di Indonesia, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan, kepatuhan terhadap regulasi, dan penguatan ekosistem aset keuangan digital di dalam negeri.

Namun, tentu investor perlu memahami bahwa dinamika pasar memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap strategi portofolio masing-masing. Mengingat, kondisi volatilitas pasar yang dapat menciptakan peluang, sekaligus risiko lebih tinggi bagi para trader.

Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Sebab, aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

Tentang Bittime

Bittime melalui PT Utama Aset Digital Indonesia adalah platform investasi aset kripto yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta terdaftar pada Kementerian Komunikasi & Digital (Komdigi). Bittime juga merupakan anggota Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) dan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO).

Selaku platform investasi aset kripto, Bittime memiliki visi untuk menjadi platform perdagangan dan investasi aset kripto pilihan utama masyarakat dengan fitur yang beragam serta memenuhi kebutuhan penggunanya.

Aplikasi Bittime bisa diunduh di Google Play dan App Store.

Disclaimer

Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Bittime adalah platform perdagangan aset kripto terdaftar di Bappebti yang menyediakan informasi berdasarkan riset internal, bersifat umum dan edukatif. Informasi ini bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau perpajakan. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan. Pengguna wajib melakukan analisis mandiri dan memastikan kepatuhan terhadap seluruh peraturan yang berlaku.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Daop 2 Bandung Imbau Pelanggan Patuhi Aturan Barang Bawaan

Info Daop 2 Bd

Kamis, 28 Mei 2026

KAI Daop 2 Bandung Imbau Pelanggan Patuhi Aturan Barang Bawaan

Bandung (Jawa Barat), 28 Mei 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mengimbau seluruh pelanggan kereta api untuk memperhatikan ketentuan terkait barang bawaan selama perjalanan guna menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bersama di dalam perjalanan kereta api.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo mengatakan bahwa setiap pelanggan wajib memastikan barang bawaan yang dibawa ke dalam kabin kereta api sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, baik dari sisi ukuran maupun berat maksimal barang bawaan.

“KAI Daop 2 Bandung mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk memperhatikan barang bawaan yang dibawa agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tidak melebihi batas ukuran maupun berat maksimal yang telah ditetapkan. Selain itu kami juga mengingatkan bahwa seluruh barang bawaan pelanggan merupakan tanggung jawab masing-masing pelanggan selama perjalanan,” ujar Kuswardojo.

KAI menetapkan bahwa barang bawaan yang diperbolehkan masuk ke dalam kabin kereta api adalah barang bawaan pribadi pelanggan dengan ketentuan berat maksimal 20 kilogram dengan volume maksimum 100 dm³ dan dimensi tidak melebihi ukuran 70 x 48 x 30 cm. Barang bawaan juga harus ditempatkan pada rak bagasi atau area yang telah disediakan tanpa mengganggu kenyamanan pelanggan lainnya.

Selain itu, KAI Daop 2 Bandung menegaskan terdapat sejumlah jenis barang yang dilarang dibawa masuk ke dalam kabin kereta api demi menjaga keselamatan dan kenyamanan bersama. Adapun barang-barang yang dilarang tersebut antara lain :

* binatang;

* narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya;

* senjata api dan senjata tajam;

* papan selancar;

* barang yang mudah terbakar atau meledak;

* seluruh barang yang berbau busuk, amis, atau karena sifatnya dapat mengganggu kesehatan serta kenyamanan penumpang lainnya.

Tidak hanya itu, barang-barang yang menurut pertimbangan petugas memiliki ukuran atau kondisi yang tidak pantas diangkut sebagai bagasi penumpang, serta barang yang dilarang berdasarkan peraturan perundang-undangan juga tidak diperbolehkan masuk ke dalam kabin kereta api.

“Kami mengajak seluruh pelanggan untuk mematuhi aturan barang bawaan yang berlaku demi terciptanya perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh pelanggan. Petugas di stasiun maupun di atas kereta akan melakukan pengawasan terhadap barang bawaan pelanggan,” tambah Kuswardojo.

Sementara itu, sampai dengan pagi hari ini Kamis (28/5) tercatat ada 13.898 pelanggan yang akan berangkat hari ini dari berbagai stasiun dengan menggunakan KA Jarak Jauh yang berangkat awal dari wilayah Daop 2 Bandung. Tercatat, pada hari ini penjualan tiket selama periode libur panjang Idul Adha 2026 dari 26 Mei s.d. 1 Juni 2026 sudah ada 83.705 tiket terjual dengan jumlah okupansi 81,9% dari total tempat duduk yang disediakan yakni 102.186 tempat duduk.

KAI Daop 2 Bandung juga mengingatkan agar pelanggan tidak meninggalkan barang tanpa pengawasan serta memastikan barang bawaan disimpan pada tempat yang aman dan tidak mengganggu akses maupun kenyamanan penumpang lainnya. Selain itu juga dihimbau kepada pelanggan untuk selalu menjaga dan mengawasi barang bawaannya masing-masing selama berada di stasiun maupun selama perjalanan kereta api berlangsung guna menghindari risiko tertukar, tertinggal, ataupun kehilangan barang.

Dengan kepatuhan pelanggan terhadap aturan barang bawaan tersebut, KAI berharap seluruh perjalanan kereta api dapat berjalan dengan selamat, aman, nyaman, dan tertib.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Daop 1 Jakarta Layani Hampir 56 Ribu Pelanggan KA Lokal, Volume Tertinggi Terjadi pada 26 Mei 2026

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat tingginya mobilitas pelanggan pada layanan Kereta Api Lokal selama periode 25 Mei hingga 2 Juni 2026. Dalam kurun waktu tersebut, total pelanggan yang dilayani mencapai 55.899 pelanggan, terdiri dari 27.856 pelanggan naik dan 28.043 pelanggan turun di wilayah operasional Daop 1 Jakarta.

Dari keseluruhan periode tersebut, 26 Mei 2026 menjadi hari dengan volume pelanggan tertinggi, dengan total 9.300 pelanggan, terdiri dari 4.523 pelanggan naik dan 4.777 pelanggan turun. Angka ini menunjukkan tingginya aktivitas perjalanan masyarakat menggunakan layanan kereta lokal, baik untuk mobilitas harian maupun perjalanan antarkota jarak dekat.

Peningkatan volume pelanggan pada tanggal tersebut terutama ditopang oleh tingginya pergerakan pelanggan pada koridor Bogor–Sukabumi yang dilayani KA Pangrango. Sejumlah perjalanan pada hari tersebut juga mencatat tingkat keterisian yang sangat baik.

Secara akumulatif pada periode 25 Mei hingga 2 Juni 2026, Stasiun Bogor Paledang menjadi stasiun dengan jumlah pelanggan naik tertinggi yaitu 11.647 pelanggan, diikuti Stasiun Sukabumi sebanyak 10.375 pelanggan. Sementara untuk pelanggan turun, Stasiun Bogor Paledang juga mencatat volume tertinggi sebanyak 12.505 pelanggan, disusul Stasiun Sukabumi sebanyak 9.913 pelanggan.

Dari sisi layanan perjalanan, KA Pangrango relasi Bogor–Sukabumi PP menjadi penyumbang utama dengan total 25.401 pelanggan, terdiri dari 21.168 pelanggan kelas ekonomi komersial dan 4.233 pelanggan kelas ekonomi subsidi (EKS). Adapun KA Siliwangi relasi Sukabumi–Cipatat PP melayani 2.463 pelanggan kelas ekonomi PSO selama periode tersebut.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa tingginya angka pergerakan pelanggan menunjukkan semakin kuatnya peran layanan kereta lokal sebagai moda transportasi pilihan masyarakat.

“Pencapaian volume pelanggan, khususnya pada 26 Mei yang menjadi hari dengan jumlah pengguna tertinggi, menunjukkan bahwa layanan KA Lokal semakin dipercaya masyarakat karena menawarkan perjalanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan terjangkau. KAI akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan layanan agar kebutuhan mobilitas masyarakat dapat terakomodasi secara optimal,” ujar Franoto.

KAI Daop 1 Jakarta terus berkomitmen menghadirkan layanan transportasi berbasis rel yang andal melalui peningkatan kualitas pelayanan, ketepatan waktu perjalanan, serta kemudahan akses bagi pelanggan.

Masyarakat juga diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik, melakukan pembelian tiket melalui kanal resmi, serta hadir lebih awal di stasiun guna mendukung kelancaran perjalanan.

KAI Daop 1 Jakarta berkomitmen untuk terus memastikan layanan kereta api lokal berjalan aman, selamat, nyaman, dan tepat waktu bagi seluruh pelanggan.

Humas Daop 1 Jakarta

Franoto Wibowo

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Libur Panjang Idul Adha, KAI Daop 1 Jakarta: Tiket KA Masih Tersedia Hingga Akhir Periode Liburan

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur panjang Idul Adha 1447 H yang berlangsung pada 25 Mei hingga 2 Juni 2026. Hingga Kamis, 28 Mei 2026 pukul 08.00 WIB, sebanyak 230.768 tiket Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) telah terjual dengan tingkat okupansi mencapai 63,5 persen dari total kapasitas 363.631 tempat duduk.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan bahwa masyarakat masih dapat memanfaatkan layanan kereta api karena tiket keberangkatan masih tersedia hingga akhir masa libur panjang.

“Secara umum okupansi perjalanan KA Jarak Jauh pada periode libur panjang Idul Adha cukup tinggi, namun masyarakat tidak perlu khawatir karena tiket masih tersedia sampai dengan akhir periode libur panjang. Kami mengimbau pelanggan segera melakukan pemesanan melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi lainnya,” ujar Franoto.

Selama periode tersebut, KAI Daop 1 Jakarta mengoperasikan sebanyak 68 perjalanan KA Jarak Jauh reguler per hari. Selain itu, KAI juga menambah perjalanan melalui 8 KA tambahan dari Stasiun Gambir dan 1 KA tambahan dari Stasiun Pasarsenen setiap harinya guna mengakomodasi tingginya kebutuhan masyarakat.

Pada Kamis, 28 Mei 2026, volume keberangkatan penumpang dari wilayah Daop 1 Jakarta tercatat sebanyak 27.222 pelanggan, sementara volume kedatangan mencapai 24.069 pelanggan.

Stasiun Pasarsenen menjadi stasiun dengan volume keberangkatan tertinggi pada hari ini sebanyak 11.473 pelanggan, disusul Stasiun Gambir 7.738 pelanggan, Bekasi 3.914 pelanggan, Jatinegara 1.901 pelanggan, Cikarang 1.228 pelanggan, Karawang 518 pelanggan, dan Cikampek 450 pelanggan.

Adapun puncak keberangkatan selama periode libur panjang tercatat terjadi pada 26 Mei 2026 dengan total 39.706 pelanggan berangkat dari wilayah Daop 1 Jakarta. Sementara puncak arus kedatangan diperkirakan terjadi pada 1 Juni 2026 dengan jumlah 39.545 pelanggan tiba di wilayah Daop 1 Jakarta.

KAI Daop 1 Jakarta mencatat sejumlah kota tujuan favorit pelanggan pada periode libur panjang ini antara lain Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Purwokerto, Bandung, dan Jember.

Selain layanan KA Jarak Jauh, KAI Daop 1 Jakarta juga melayani perjalanan KA Lokal Pangrango dan KA Lokal Siliwangi. Untuk KA Pangrango, total kapasitas tempat duduk selama periode 25 Mei hingga 2 Juni 2026 sebanyak 33.120 seat dengan total pemesanan mencapai 29.221 tiket. Sedangkan KA Siliwangi menyediakan 17.172 seat dengan total pemesanan sebanyak 4.650 tiket.

KAI Daop 1 Jakarta mengimbau pelanggan untuk memperhitungkan waktu tempuh menuju stasiun agar tiba tepat waktu sebelum keberangkatan kereta. Pelanggan juga diminta memastikan data identitas sesuai dengan tiket, memanfaatkan layanan Face Recognition Boarding Gate untuk mempercepat proses boarding, serta membawa barang bawaan secukupnya demi kenyamanan perjalanan.

“KAI Daop 1 Jakarta terus berkomitmen menghadirkan layanan perjalanan yang aman, nyaman, selamat, dan tepat waktu selama masa libur panjang Idul Adha,” tutup Franoto.

Humas KAI Daop 1 Jakarta

Franoto Wibowo

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Simbiosis Manusia-AI: Bagaimana Pasar Berkembang Lebih Dulu Membangun Masa Depan

Oleh Shraddha Thanawala, Remiges Apac Pte Ltd

Pendahuluan

Selama empat dekade terakhir, pasar berkembang menempuh jalur yang berbeda dalam mencapai kematangan teknologi. Alih-alih mengikuti model yang digunakan negara maju, mereka justru melompati infrastruktur lama dan langsung membangun sistem berbasis cloud-native serta API-driven sejak awal.

Kini, ketika Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah cara perusahaan beroperasi, pertanyaannya bukan lagi siapa yang paling cepat mengadopsi teknologi, melainkan siapa yang memiliki fondasi yang tepat untuk menggunakannya secara bertanggung jawab.

Tulisan ini membahas bagaimana lahirnya generasi baru “perancang sistem” mampu mengisi kekosongan dalam ekosistem teknologi, serta mengapa AI justru memperkuat keunggulan organisasi yang memiliki infrastruktur modern dan pengambilan keputusan manusia yang disiplin.

Tiga Era Teknologi di Pasar Berkembang

Era 1: Ketergantungan pada Produk MNC (1980-an–2000-an)

Pada masa awal, perusahaan besar di pasar berkembang hanya memiliki dua pilihan: menggunakan produk perusahaan multinasional (MNC) yang mahal dan kaku seperti SAP, Oracle, atau mainframe, atau membangun solusi seadanya yang sulit dipertahankan dalam jangka panjang.

Sebagian besar perusahaan menengah memilih opsi kedua. Mereka membangun sistem tambal sulam yang dipimpin programmer senior berbakat, tetapi tanpa disiplin arsitektur yang matang.

Pada masa itu, desain sistem belum dianggap sebagai disiplin tersendiri. Yang penting sistem bisa berjalan.

Spreadsheet digunakan untuk menutupi berbagai kekurangan. Akibatnya, sistem menjadi rapuh, mahal dirawat, dan sulit berkembang ketika bisnis mulai membesar.

Era 2: Munculnya Perancang Sistem (2005–2020)

Perubahan besar mulai terjadi ketika generasi baru teknolog dari India, Vietnam, dan Filipina tidak lagi sekadar mengeksekusi spesifikasi, tetapi mulai merancang sistem secara menyeluruh.

Perusahaan seperti Infosys, Wipro, TCS, dan berbagai perusahaan teknologi boutique menghadirkan sesuatu yang sebelumnya sulit diakses perusahaan menengah: arsitek teknologi kelas dunia dengan biaya jauh lebih terjangkau dibanding perusahaan multinasional besar.

Untuk pertama kalinya, perusahaan menengah dapat berkata:

Era 3: Keunggulan Leapfrog (2020–Sekarang)

Ketika negara maju menghabiskan dekade 2010-an untuk memodernisasi sistem lama yang rumit, pasar berkembang justru sudah lebih dulu membangun fondasi berbasis cloud-native dan API-first.

Hasilnya, banyak perusahaan di India, Vietnam, dan pasar berkembang lainnya kini memiliki arsitektur teknologi yang lebih modern dibanding sejumlah perusahaan di negara maju.

Ini bukan kebetulan. Pasar berkembang terpaksa membangun dengan cara berbeda karena mereka tidak mampu membayar “biaya mahal” produk MNC. Keterbatasan itulah yang akhirnya berubah menjadi keunggulan kompetitif.

Paradigma Baru: AI sebagai Kolaborasi yang Disiplin

AI adalah lompatan besar berikutnya dalam produktivitas, tetapi hanya jika diperlakukan sebagai kecerdasan kolaboratif, bukan solusi otomatis sepenuhnya.

Nilai AI sesungguhnya bertumpu pada dua hal utama:

1. Human-in-the-loop

AI adalah asisten yang sangat cerdas, tetapi bukan pengganti manusia sepenuhnya. Nilainya bergantung pada kualitas prompt, penilaian, dan validasi manusia di setiap tahap.

Developer yang memahami logika bisnis, konteks industri, dan batasan arsitektur akan mendapatkan manfaat jauh lebih besar dari AI dibanding mereka yang menganggap AI sebagai pengganti proses berpikir.

Dan itu memang tujuan desain AI sejak awal.

2. Guard Rails

AI juga membawa risiko baru, mulai dari kode dengan dependensi tersembunyi, logika probabilistik dalam sistem penting, hingga kasus-kasus tertentu yang belum mampu ditangani dengan baik oleh model AI saat ini.

Tanpa guard rails, penggunaan AI dalam pengembangan justru berpotensi menciptakan technical debt baru.

Guard rails mencakup automated testing, code review, audit trail, hingga mekanisme fallback yang memastikan kode hasil AI tetap memenuhi standar produksi.

Kesimpulan: Integrator yang Bijak Akan Menjadi Pemenang

Paradoks adopsi teknologi menunjukkan satu hal menarik: terlambat mengadopsi sistem lama justru membuat pasar berkembang lebih cepat memasuki era arsitektur modern.

Pasar berkembang bukan sekadar mengejar ketertinggalan dari Barat. Mereka melewati jalan buntu tersebut dan langsung membangun fondasi masa depan.

Organisasi yang memiliki fondasi modern, talenta dengan kemampuan desain sistem, dan disiplin produksi tidak hanya mampu mengadopsi AI lebih cepat, tetapi juga lebih baik.

Mereka menggabungkan seni (design thinking), sains (validasi yang ketat), dan kecerdasan (pengembangan berbasis AI) menjadi hasil yang berkelanjutan.

Pada akhirnya, masa depan bukan milik mereka yang paling cepat mengadopsi teknologi baru, melainkan mereka yang paling bijak mengintegrasikannya — mereka yang memahami bahwa kecerdasan bukan tentang mesin menggantikan manusia, tetapi manusia yang mampu mengarahkan mesin dengan disiplin dan tujuan yang jelas.

Bagi pasar berkembang, inilah momen untuk memimpin.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES