Masih Ada Waktu! Dupoin Blog Competition Resmi Diperpanjang

Melihat tingginya antusiasme para blogger dan komunitas penulis di seluruh Indonesia, Dupoin Futures secara resmi memutuskan untuk memperpanjang periode Dupoin Blog Competition hingga 31 Oktober 2026.

Kompetisi penulisan blog ini tetap diselenggarakan secara GRATIS untuk umum. Melalui ajang ini, Dupoin mengajak para peserta untuk menyajikan konten yang informatif, edukatif, dan inspiratif seputar dunia trading dan investasi.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap karya terbaik, Dupoin telah menyiapkan total hadiah sebesar Rp18.500.000 dengan rincian apresiasi sebagai berikut:

– Juara 1: Rp 5.000.000

– Juara 2: Rp 3.500.000

– Juara 3: Rp 2.000.000

– Kategori Favorit (2 Pemenang): Masing-masing Rp 1.000.000

– Runner-Up (20 Pemenang): Masing-masing Rp 300.000

Persyaratan Utama Kompetisi

– Terbuka untuk umum bagi pemilik website/blog dengan domain .com, .id, .org, atau .net.

– Panjang artikel minimal 800 kata dalam Bahasa Indonesia yang orisinal (bukan hasil copy-paste atau 100% buatan AI) dan belum pernah dipublikasikan sebelumnya.

– Batas akhir pengiriman tautan artikel di form pendaftaran adalah 14 September 2026.

– Peserta wajib mengumpulkan data performa artikel dari Google Search Console paling lambat 24 Oktober 2026.

– Pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada 31 Oktober 2026 melalui kanal media sosial resmi Dupoin.

Informasi selengkapnya di: bit.ly/dupoinblogcompetition2026

Tertarik mengikuti kompetisi ini dan memenangkan total hadiah jutaan rupiah?

Jangan lewatkan kesempatan dari perpanjangan waktu ini! Segera daftarkan blog terbaikmu sekarang!

Tentang Dupoin Futures (PT. Dupoin Futures Indonesia)

Dupoin Futures adalah perusahaan pialang di bidang perdagangan Forex, Metal, Futures, dan Stocks. Dupoin merupakan pialang berjangka yang telah mengantongi izin usaha resmi dari BAPPEBTI Nomor. 423/BAPPEBTI/SI/VII/2004. Dupoin juga anggota Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor. SPAB-064/BBJ/04/04 dan terdaftar sebagai member aktif dari Kliring Berjangka Indonesia (KBI) atau Indonesian Derivatives Clearing House (IDCH) Nomor. 26/AK-KBI/IX/2004, terdaftar sebagai anggota dari Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dengan nomor keanggotaan 176/REG/AFT/SU, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia dengan Nomor: 0013/ASPEBTINDO/ANG-B/05/2024.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

ESR dan INA Perluas Kemitraan untuk Pengembangan Logistik Baru di Indonesia

• Investasi ini akan membangun dua fasilitas logistik berstandar institusional di Cikarang, Jabodetabek.
• Kerja sama ini mencerminkan komitmen kedua belah pihak untuk mendorong pengembangan sektor logistik dan industri manufaktur, serta memperkuat rantai pasok di Indonesia.

ESR, pemilik dan pengelola aset real estat yang berfokus di Asia-Pasifik bersama Indonesia Investment Authority (“INA”) dan mitra pemodal lainnya, berkomitmen untuk melakukan investasi bersama dalam pembangunan dua fasilitas logistik modern berstandar institusional di Cikarang, Jabodetabek guna mendukung pertumbuhan jangka panjang sektor logistik, industri manufaktur dan rantai pasok di Indonesia.

Pembangunan ESR Cikarang Logistics Park 4 diresmikan dengan acara Groundbreaking pada hari ini. Proyek ini merupakan fasilitas industri dan logistik bertaraf Grade A yang berlokasi strategis di Kawasan Industri Jababeka. Ditargetkan selesai pada tahun 2027, fasilitas ini akan menjadi gudang modern yang disewakan kepada pihak ketiga (non-captive) terbesar di area Jababeka. Kehadirannya diharapkan dapat memenuhi tingginya kebutuhan para penyedia jasa logistik pihak ketiga (third-party logistics/3PL) internasional dan regional, hingga pabrik-pabrik multinasional yang mencari lokasi strategis dengan konektivitas yang kuat terhadap kawasan industri dan jaringan rantai pasok di Indonesia.

Selain ESR Cikarang Logistics Park 4, investasi ini mencakup pembangunan ESR Cibitung Distribution Hub, fasilitas logistik tiga lantai bertaraf Grade A yang ditargetkan selesai pada tahun 2028. ESR Cibitung Distribution Hub  akan berlokasi di MM2100 Industrial Town, salah satu kawasan industri yang strategis dan telah berkembang di Cikarang, Kabupaten Bekasi, akan beroperasi pada 2028 untuk memenuhi kebutuhan pelanggan akan pergudangan modern yang dirancang khusus untuk kegiatan manufaktur dan distribusi regional.

Berlokasi di koridor industri wilayah timur Jabodetabek, kedua proyek tersebut berada di dalam klaster manufaktur dan logistik Indonesia yang telah berkembang pesat. Investasi ini akan menambah pasokan infrastruktur logistik modern guna mendukung pertumbuhan sektor industri nasional serta pengembangan rantai pasok yang semakin maju. Pasar transportasi barang dan logistik Indonesia diproyeksikan melampaui US$188 miliar pada tahun 2031[1], didorong oleh tingginya permintaan di sektor e-commerce, peningkatan ekspor manufaktur, dan pertumbuhan konsumsi domestik yang terus meningkat.

Jai Mirpuri, Head of Southeast Asia, ESR, mengatakan, “Kami sangat antusias untuk terus memperkuat kemitraan strategis dengan INA, setelah baru-baru ini berhasil melakukan realisasi investasi yang sukses bagi mereka di Indonesia. Indonesia merupakan salah satu pasar paling menarik di Asia Tenggara, didukung oleh pertumbuhan fundamental yang kuat. Kami terus melihat tingginya permintaan pasar dari para pelanggan, baik di sektor manufaktur maupun logistik, dan pembangunan fasilitas-fasilitas baru di kawasan Jabodetabek ini telah dirancang untuk memenuhi kebutuhan mereka yang terus berkembang. Pembangunan ini berada pada posisi yang strategis untuk memenuhi permintaan pelanggan yang membutuhkan aset berskala lebih besar dengan spesifikasi yang lebih tinggi di kawasan logistik strategis, yang dilengkapi dengan fitur-fitur pendukung otomatisasi, efisiensi operasional dan keberlanjutan.”

Oki Ramadhana, Ketua Dewan Direktur INA, mengatakan, “Sejak menjalin kemitraan dengan ESR pada tahun 2023, kami terus memperkuat kolaborasi kami di Indonesia. Berlokasi strategis di dua kawasan industri terkemuka di koridor industri wilayah timur Jabodetabek, proyek-proyek pengembangan ini merupakan investasi strategis di pasar pergudangan modern Indonesia yang tingkat penetrasinya masih rendah,sekaligus mencerminkan keyakinan kami terhadap potensi pertumbuhan jangka panjang di sektor ini. Prospek pergudangan modern tetap kuat, didukung oleh tren nearshoring pada aktivitas manufaktur (relokasi kegiatan produksi agar lebih dekat dengan pasar utama), peningkatan penetrasi e-commerce, dan industrialisasi yang terus berkembang. Keahlian sektoral ESR yang mendalam serta rekam jejak eksekusi yang telah terbukti dalam seluruh proses dan manajemen siklus aset menjadi fondasi yang kuat untuk menghadirkan fasilitas berkualitas tinggi dengan lokasi strategis yang mampu memenuhi kebutuhan pasar yang terus berubah. Bersama-sama, kami berupaya memperkuat infrastruktur yang mendukung pertumbuhan industri Indonesia.”

Kedua fasilitas ini akan dikembangkan dengan standar teknis tinggi, dilengkapi dengan jarak bebas vertikal atas yang tinggi dan daya dukung lantai yang diperkuat untuk mendukung otomasi tingkat tinggi dan kebutuhan pelanggan yang terus berkembang. Fasilitas-fasilitas ini juga akan mengadopsi desain hemat energi seperti pencahayaan dan ventilasi alami, sistem pembangkit energi terbarukan di lokasi serta sistem proteksi kebakaran yang sesuai dengan standar industri terkemuka.

[1] Indonesia Freight and Logistics Market Report by Mordor Intelligence

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Nyaris Kehilangan Rp200 Juta, Satu Keputusan Ini Mengubah Segalanya!

Bayangkan, Kamu baru saja didiagnosis untuk menjalani operasi. Dokter menyebutkan angka biaya yang membuat jantung berdegup, puluhan juta rupiah. Beberapa waktu kemudian penyakit lain datang lagi total tagihan lebih dari Rp200 juta. Bagi kebanyakan orang, angka itu bisa berarti tabungan anak sekolah lenyap, dana pensiun terkuras habis, atau bahkan terlilit utang.

Tapi bagi Joko Mulyono, ceritanya berakhir berbeda. Joko adalah pekerja kantoran. Sehari-hari ia bekerja, menabung, dan berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarga seperti jutaan orang Indonesia lainnya sampai suatu hari, seorang temannya yang menjadi tenaga pemasar menawarkan proteksi kesehatan. Joko mengakuinya, “Waktu itu, saya belum tahu arti penting asuransi syariah. Saya hanya mengikuti dan membeli tanpa pikir panjang yang ternyata punya dampak yang mengubah hidup saya.” Keputusan penting itulah yang akhirnya menyelamatkan keuangan keluarganya.

Risiko kesehatan pertama datang tiba-tiba. Joko merasakan keluhan di punggungnya yang tak kunjung reda. Setelah pemeriksaan lanjutan, dokter memutuskan ia harus menjalani operasi dan rawat inap. Tagihan hampir mencapai Rp50 juta. Angka itu bukan jumlah kecil. Joko sudah membayangkan tabungannya terkuras.

“Saya betul-betul kaget. Ternyata saya tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun dari pemeriksaan, operasi, sampai rawat inap, semua ditanggung Prudential Syariah,” kenang Joko.

Tapi ujian belum selesai. Beberapa waktu kemudian, ditemukan kelainan di usus Joko. Ia harus menjalani prosedur kolonoskopi. Biayanya sekitar Rp78 juta. Lalu, empat tahun kemudian, masalah pembuluh darah memaksanya masuk ruang operasi lagi untuk tindakan EVLA dengan biaya mencapai Rp102 juta.

Tiga kali masuk rumah sakit. Total tagihan menembus lebih dari Rp200 juta.

Dan tabungan Joko? Tetap utuh.

“Hanya dalam beberapa tahun, total biaya medis saya menembus ratusan juta. Tanpa persiapan, angka ini bisa menguras seluruh tabungan masa depan keluarga saya,” ujar Joko.

“Alhamdulillah, ikhtiar saya mempercayakan proteksi kesehatan dengan Prudential Syariah dapat mengamankan finansial keluarga. Saat badai ujian sakit datang, keluarga tetap terlindungi dengan cara yang penuh keberkahan.”

Bagi Joko, pengalaman ini mengubah cara pandangnya. Ia menyadari bahwa di balik klaimnya yang dibayarkan, ada ribuan peserta lain yang secara tidak langsung ikut mengulurkan tangan melalui prinsip tolong-menolong (ta’awun) dalam asuransi syariah. Bukan sekadar transaksi, melainkan satu ikatan yang saling melindungi.

“Saya semakin tergerak untuk melindungi diri sendiri, sekaligus menerapkan konsep tolong-menolong antar peserta. Inilah makna kebaikan asuransi syariah. Bahkan untuk mereka yang tidak pernah klaim, mereka telah membantu peserta lainnya termasuk saya, salah satu peserta  yang terbantu dari kontribusi yang peserta bayarkan,” tambah Joko.

Joko punya satu pesan untuk generasi muda yang merasa sehat dan belum butuh proteksi, “Saya tidak mau ada yang mengalami hal serupa dan bukannya fokus ke penyembuhan, malah khawatir dengan biaya. Generasi muda saat ini tidak bisa hanya fokus berinvestasi tapi lupa memproteksi diri. Sakit tidak pernah menunggu. Biayanya bisa menguras hasil kerja keras dalam sekejap. Melalui proteksi syariah, kita tidak hanya mengamankan keuangan keluarga, tetapi juga beribadah melalui tolong-menolong. Saya mendapatkan semuanya sekaligus, ketenangan pikiran, masa depan yang aman, dan keberkahan untuk sesama.”

Kisah Joko menjadi salah satu pengingat bahwa proteksi bukan sekadar tentang manfaat finansial, tetapi juga tentang hadirnya perlindungan saat keluarga menghadapi risiko kehidupan. Vivin Arbianti Gautama, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah, menegaskan bahwa pengalaman peserta seperti ini terus memperkuat komitmen Prudential Syariah dalam menghadirkan proteksi syariah yang relevan dan bermakna bagi masyarakat.

Vivin menambahkan, “Risiko sakit bisa datang kapan saja, tanpa aba-aba. Melihat apa yang dialami peserta kami seperti Pak Joko, semakin menguatkan komitmen kami sebagai Satu yang Melindungi untuk menghadirkan proteksi syariah yang lengkap dan benar-benar hadir saat dibutuhkan. Kami ingin memastikan setiap keluarga Indonesia memiliki akses terhadap perlindungan terbaik, mulai dari kesehatan, jiwa, hingga perencanaan masa depan sesuai dengan prinsip syariah.”

Komitmen itu bukan sekadar kata-kata. Sejak berdiri sebagai entitas mandiri pada 2022 hingga 2025, Prudential Syariah telah membayarkan santunan sebesar Rp8,5 triliun kepada lebih dari 325 ribu peserta, bukti nyata perlindungan dan dukungan finansial saat keluarga Indonesia menghadapi risiko kehidupan.

Didukung lebih dari 64 ribu tenaga pemasar di seluruh Indonesia, Prudential Syariah terus hadir sebagai Satu yang Melindungi di setiap tahap kehidupan, di setiap momen yang tak terduga. Karena seperti yang Joko pelajari: perlindungan terbaik adalah yang sudah ada sebelum risiko datang.

Tentang Prudential Syariah

Tentang Prudential Syariah

PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) mulai beroperasi sejak 2022 sebagai hasil dari proses pemekaran usaha melalui pemisahan Unit Usaha Syariah PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menjadi entitas yang terpisah. Prudential Syariah menawarkan rangkaian solusi perlindungan jiwa, kesehatan dan finansial berbasis syariah yang berlandaskan prinsip transparansi, gotong-royong, dan keadilan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang terus berkembang.

Sejak pertama kali didirikan sebagai Unit Usaha Syariah pada tahun 2007, hingga kini akhirnya menjadi entitas yang terpisah, Prudential Syariah senantiasa berkomitmen untuk memberikan solusi perlindungan kepada seluruh masyarakat Indonesia dengan mengusung nilai-nilai yang universal dan inklusif, sesuai dengan prinsip ‘Syariah untuk Semua’.

Didukung oleh nilai-nilai utama kami yaitu membahagiakan peserta (delighting customers), inovasi produk dan layanan serta digitalisasi yang terus dikembangkan, Prudential Syariah berkomitmen memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar asuransi jiwa syariah Indonesia dan membuat masyarakat Indonesia lebih sehat dan sejahtera.

PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

ANTERAJA INVESTASI PADA GENERASI AI INDONESIA LEWAT NEXTGEN AI ACADEMY

Beasiswa penuh dan kesempatan magang bagi mahasiswa dari seluruh Indonesia, dijalankan bersama MAXY Academy mitra resmi Kemdiktisaintek dengan jaringan 400+ perguruan tinggi.

JAKARTA, 7 Agustus 2026 World Economic Forum memperkirakan 170 juta peran pekerjaan baru akan tercipta akibat perkembangan AI menjelang 2030, dengan hampir 40% keterampilan inti pekerja berubah dalam lima tahun ke depan. Bagi Anteraja, angka tersebut menegaskan satu hal: AI bukan pengganti manusia, melainkan alat yang memperbesar kemampuan manusia dalam bekerja. Menyikapi hal itu, Anteraja hari ini meluncurkan Anteraja NextGen AI Academy, program beasiswa penuh dan magang di bidang Artificial Intelligence bagi mahasiswa terpilih dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Program ini dibiayai sepenuhnya oleh Anteraja dan dijalankan bersama MAXY Academy, mitra resmi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dengan jaringan lebih dari 400 perguruan tinggi.

Sebagai perusahaan yang tumbuh dari kerja ribuan orang di lapangan, Anteraja memandang teknologi selalu berjalan di belakang manusia bukan sebaliknya. Setiap paket yang sampai ke tangan pelanggan adalah hasil kerja banyak peran: dari tim di kantor, tim operasional, hingga kurir yang mengetuk pintu. Tidak ada peran yang terlalu kecil. Dan ketika setiap peran dijalankan dari hati sampai tuntas, maknanya akan sampai ke masyarakat.

Keyakinan itulah yang melahirkan Anteraja NextGen AI Academy: sebuah undangan bagi generasi muda untuk belajar memakai AI sebagai alat kerja, lalu membawa cara berpikir itu kembali ke tempat mereka berkarya nanti.

“Di Anteraja, kami percaya inovasi tidak dibangun oleh teknologi, melainkan oleh manusia yang menggerakkannya,” ujar perwakilan pengampu program dari Anteraja. “AI kami lihat sebagai alat yang membantu setiap orang bekerja lebih baik bukan menggantikan siapa pun. Program ini gratis sepenuhnya karena kami tidak ingin biaya menjadi alasan seorang mahasiswa berbakat kehilangan kesempatan belajar memakai alat itu.”

Menjawab kesenjangan yang nyata

Kebutuhannya mendesak. Riset global Pearson dan Amazon Web Services (AWS) bertajuk AI Readiness: Building the Bridge from Higher Education to Work, yang diluncurkan di Jakarta pada Juli 2026, menemukan 53% pemberi kerja kesulitan menemukan lulusan dengan keterampilan AI yang mereka butuhkan. Sebaliknya, 78% pimpinan perguruan tinggi meyakini institusi mereka telah memenuhi ekspektasi industri sementara hanya 14% lulusan yang merasa mampu menerapkan AI dalam alur kerja profesional.

Angka terakhir itu yang paling menjelaskan persoalannya: tantangannya bukan pada pengenalan AI, melainkan pada kemampuan menerapkannya di pekerjaan nyata. Sejalan dengan itu, studi terhadap lebih dari 10 juta lowongan kerja menunjukkan kandidat dengan keterampilan AI menerima tawaran gaji rata-rata 23% lebih tinggi dibanding kandidat setara tanpa keterampilan tersebut.

Mendukung agenda link and match pemerintah

Anteraja NextGen AI Academy dirancang sebagai kontribusi sektor swasta terhadap agenda link and match Pemerintah Republik Indonesia penyelarasan kurikulum pendidikan tinggi dengan kebutuhan nyata industri, sejalan dengan kerangka Merdeka Belajar–Kampus Merdeka dan visi Indonesia Emas 2045.

Sebagai mitra resmi Kemdiktisaintek dengan jaringan lebih dari 400 perguruan tinggi, MAXY Academy berperan sebagai jembatan antara kampus dan industri: menerjemahkan kebutuhan teknis perusahaan menjadi kurikulum yang dapat diserap mahasiswa, lalu mengantarkan mereka langsung ke ruang kerja sesungguhnya.

“Indonesia tidak kekurangan anak muda yang cerdas. Yang kurang adalah jembatan antara ruang kelas dan ruang kerja,” ujar Isaac Munandar, CEO MAXY Academy. “Bersama Anteraja, kami membangun jembatan itu. Dan yang kami ajarkan bukan sekadar teori AI, melainkan cara memakai AI untuk menyelesaikan persoalan nyata. Standar yang kami pakai pun bukan standar lokal kami menyiapkan mereka bersaing dengan talenta dari Singapura, India, dan Vietnam. Talenta Indonesia layak berada di meja yang sama.”

Belajar dari kasus nyata, bukan teori

Kurikulum program disusun mengacu pada praktik terbaik industri teknologi global, dengan penekanan pada penerapan AI sebagai alat bantu dalam pekerjaan sehari-hari. Peserta tidak berhenti pada simulasi: mereka akan mengerjakan tantangan langsung dari tim Anteraja, mulai dari optimasi operasional logistik hingga pemanfaatan AI dalam pemasaran digital.

Harapannya, inovasi yang lahir dari program ini dapat dirasakan manfaatnya secara berlapis bagi perusahaan, bagi pelanggan yang menerima layanan lebih baik, hingga bagi para kurir yang setiap hari berada di garis depan. Bagi Anteraja, teknologi baru bernilai ketika kesejahteraan yang dihasilkannya sampai kepada semua orang yang terlibat di dalamnya.

Detail program

– Bidang: Applied AI Digital Marketing & Applied AI Full Stack Development
– Kriteria: Mahasiswa aktif semester 5–8 dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia
– Biaya: Beasiswa penuh, dibiayai Anteraja
– Periode: September 2026 Februari 2027
– Benefit: Sertifikasi, mentoring praktisi, dan kesempatan magang di Anteraja

Pendaftaran: Dibuka hingga 18 Agustus 2026 melalui bit.ly/AnterajaNextGenAI-MAXY

Melalui program ini, Anteraja dan MAXY Academy berkomitmen mencetak talenta digital Indonesia yang siap menghadapi era AI dan berkontribusi bagi daya saing bangsa di panggung global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Barantum Hadirkan AI Agent untuk Semua Channel, Bukan WhatsApp Saja

Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order.

AI Agent mulai digunakan bisnis untuk membantu melayani pelanggan secara otomatis. Teknologi ini dapat menjawab pertanyaan, memberikan informasi, hingga menangani percakapan tertentu tanpa selalu membutuhkan bantuan tim.

Namun, penggunaan AI Agent masih sering berfokus pada satu channel, terutama WhatsApp. Padahal, pelanggan dapat menghubungi bisnis melalui berbagai platform. Karena itu, otomatisasi customer service juga perlu berkembang agar tidak berhenti pada satu channel.

AI Agent yang Terbatas di Satu Channel Membatasi Otomatisasi

Ketika AI Agent hanya tersedia di satu channel, otomatisasi juga ikut terbatas. Pertanyaan yang masuk melalui platform lain tetap harus ditangani secara manual oleh tim customer service. Akibatnya, tim perlu memantau beberapa platform sekaligus. Mereka juga harus memastikan setiap pertanyaan mendapat respons dan tidak ada percakapan yang terlewat.

Riwayat interaksi dapat tersebar di berbagai platform. Ketika pelanggan berpindah channel, tim bisa kesulitan memahami konteks percakapan tanpa sistem yang mendukung komunikasi secara terintegrasi.

Masalah ini semakin terasa ketika jumlah pelanggan dan channel terus bertambah. Tim akhirnya menghabiskan lebih banyak waktu untuk menangani pertanyaan berulang, sementara kebutuhan pelanggan tetap harus dilayani dengan cepat.

AI Agent Omnichannel untuk Otomatisasi yang Lebih Luas

AI Agent omnichannel memungkinkan otomatisasi digunakan di berbagai titik komunikasi pelanggan. Dengan pendekatan ini, pelanggan dapat memperoleh respons otomatis melalui channel yang mereka gunakan.

Beberapa manfaat yang dapat diperoleh bisnis antara lain:

● Respons lebih cepat, karena pertanyaan umum dapat dijawab secara otomatis.

● Mengurangi pekerjaan repetitif, sehingga tim customer service dapat fokus pada kebutuhan yang lebih kompleks.

● Komunikasi lebih konsisten, karena AI dapat menggunakan informasi dari knowledge base yang telah disiapkan.

● Layanan di luar jam kerja, sehingga pelanggan tetap mendapatkan respons awal ketika tim tidak tersedia.

● Pengalihan ke tim, ketika percakapan membutuhkan bantuan atau keputusan dari agent manusia.

AI Agent omnichannel bukan sekadar menambahkan chatbot ke berbagai platform. Teknologi ini membantu menghubungkan otomatisasi dengan alur customer service yang sudah berjalan, sehingga pelanggan tetap mendapatkan respons tanpa menghilangkan peran tim.

Barantum Hadirkan AI Agent untuk Semua Channel

Barantum adalah solusi aplikasi CRM, Omnichannel, Broadcast, AI Agent, dan Call Center berbasis cloud asal Indonesia yang membantu bisnis mengelola penjualan, komunikasi pelanggan, dan layanan pelanggan dalam satu platform.

Barantum telah dipercaya oleh lebih dari 5.000 bisnis di Indonesia dari berbagai industri, mulai dari ritel, pendidikan, logistik, keuangan, kesehatan, hingga jasa profesional.

Melalui AI Agent Barantum, bisnis dapat mengotomatisasi interaksi pelanggan berdasarkan informasi dan kebutuhan bisnis. AI Agent dapat dilatih menggunakan knowledge base sehingga respons yang diberikan lebih sesuai dengan konteks bisnis.

AI Agent Barantum juga tidak hanya berfokus pada WhatsApp. Dukungan omnichannel memungkinkan otomatisasi digunakan pada berbagai channel komunikasi, seperti:

● WhatsApp

● Instagram

● Facebook

● Line

● Telegram

● TikTok

● Live Chat

● Marketplace (Shopee, Tokopedia, TikTok Shop)

Dengan kombinasi AI dan omnichannel, bisnis tidak perlu memilih antara otomatisasi dan layanan manusia. AI dapat menangani interaksi awal serta pekerjaan berulang, sementara tim tetap dapat mengambil alih ketika percakapan membutuhkan pendekatan yang lebih personal.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Menuju Top 20 TIC Global, SUCOFINDO Perluas Kolaborasi Internasional dengan China Quality Certification Centre

Shanghai, (16/8) – PT SUCOFINDO (PERSERO) menegaskan komitmennya dalam memperkuat kerja sama sertifikasi lintas negara dan mendukung perdagangan global berbasis standar mutu melalui partisipasi pada 2026 China Quality Certification Centre (CQC) Conference on High-Quality Development of Cross-Border Cooperation yang diselenggarakan di Shanghai, Tiongkok. Mengusung tema “Uniting Through Certification, Quality Connecting the World”, forum ini menjadi wadah strategis bagi lembaga sertifikasi, akreditasi, regulator, dan pelaku industri dari berbagai negara untuk mendorong pengembangan kerja sama internasional yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama PT SUCOFINDO (PERSERO), Sandry Pasambuna, memaparkan peran dan kapabilitas PT SUCOFINDO (PERSERO) sebagai pionir layanan Testing, Inspection, and Certification (TIC) di Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 1956. Saat ini, PT SUCOFINDO (PERSERO) merupakan bagian dari Danantara Indonesia dan holding IDSurvey yang mendukung layanan di berbagai sektor industri.

“Kolaborasi berbasis sertifikasi dan standar mutu merupakan fondasi penting dalam memperkuat perdagangan internasional yang transparan, aman, dan berkelanjutan. SUCOFINDO siap menjadi mitra terpercaya bagi pelaku usaha global dalam memastikan kepatuhan terhadap regulasi serta memfasilitasi akses pasar Indonesia,” ujar Sandry Pasambuna.

Dalam paparannya, Sandry Pasambuna menjelaskan bahwa PT SUCOFINDO (PERSERO) memiliki jaringan layanan yang luas di seluruh Indonesia yang terdiri atas 29 cabang, 38 unit pelayanan, 19 site operasional, 5 kantor pemasaran, dan 68 laboratorium pengujian. Infrastruktur tersebut memungkinkan perusahaan memberikan layanan pengujian, inspeksi, sertifikasi, konsultansi, dan pelatihan secara cepat dan andal guna mendukung kebutuhan industri nasional maupun internasional.

Lebih lanjut, PT SUCOFINDO (PERSERO) mengoperasikan ekosistem layanan yang terintegrasi melalui lima pilar utama, yaitu Testing, Inspection, Certification, Consultancy, dan Training. Layanan tersebut mendukung berbagai sektor strategis, mulai dari industri manufaktur, energi, minyak dan gas, pertambangan, maritim, pertanian, logistik, pemerintahan, hingga sektor keuangan.

“Pada bidang sertifikasi, SUCOFINDO melalui SUCOFINDO International Certification Services (SICS) juga memiliki peran penting dalam mendukung produsen global yang ingin memasuki pasar Indonesia. Hingga saat ini, SUCOFINDO telah menerbitkan lebih dari 1.000 Sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI), termasuk lebih dari 350 sertifikat bagi produsen luar negeri, dengan Tiongkok menjadi salah satu negara dengan jumlah sertifikasi terbesar,” paparnya.

Selain memperkuat layanan sertifikasi, Sandry Pasambuna juga menyebutkan bahwa PT SUCOFINDO (PERSERO) juga terus mengembangkan inovasi berbasis digital dan keberlanjutan. Salah satu inovasi unggulan perusahaan adalah SPARING, sistem pemantauan kualitas air limbah berbasis Internet of Things (IoT) yang mengirimkan data secara real-time ke pusat data Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. PT SUCOFINDO (PERSERO) juga mengembangkan solusi berbasis IoT dan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung efisiensi operasional industri serta menyediakan layanan halal yang mencakup sertifikasi produk halal, sistem manajemen halal, dan pelatihan industri halal.

“Keikutsertaan kami dalam forum CQC 2026 ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperluas jejaring internasional, memperkuat pengakuan global terhadap kompetensi TIC Indonesia, serta mendukung pencapaian visi SUCOFINDO menjadi salah satu perusahaan Top 20 TIC Global. Kami percaya bahwa kolaborasi, inovasi, dan keunggulan layanan merupakan kunci untuk menciptakan nilai tambah bagi pelanggan dan pemangku kepentingan di tingkat global,” tutup Sandry Pasambuna.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

MEDIA ALERT: RECAP OF YESTERDAY’S HIGHLIGHTS — PURANA 17: RENJANA PERCA

Session Highlights

Date: August 17, 2026

Event: PURANA 17: “Renjana Perca”

Location: Grand Indonesia, Main Atrium, East Mall level 1

Talkshow 1: From Bottle to Beauty (11:00 AM – 1:00 PM)

Speakers: Nonita Respati (Founder & CCO, PURANA) and Representatives from ParagonCorp.

Key Discussion: Highlighted PURANA’s 17-year journey of converting fabric waste into Livable Art. The session framed discarded plastic and cosmetic packaging cases (such as Wardah’s) as new raw materials rather than waste, reinforcing the philosophy of mindful fashion and mindful beauty.

Live Demonstration: Included a live interactive lab where participants observed and tested ParagonCorp’s recycling machines to melt and reshape cosmetic packaging into new art elements, buttons, and decorative accessories.

Workshop 2: Flower Charm by Maritza Putri (3:00 PM – 5:00 PM)

Facilitator: Maritza Putri.

Key Activity: Attendees participated in a hands-on session creating custom flower charms, furthering the event’s core focus on upcycling material and creative craftsmanship.

Sponsors & Strategic Partners Acknowledgment

Official Venue Partner: Grand Indonesia

Official Banking Partner: BRI

Government Support: Wonderful Indonesia

Sustainability & Beauty Partners: ParagonCorp & Wardah

Home Living Partner: Vicenza

Lifestyle Partners: Optik Seis, Primaya Hospital, 5asec, Yats Colony Hotel, Fuguku

F&B Partners: Djournal Coffee, Doré by LeTAO, Coca-Cola Europacific Partners, Dailah Sajian Kontemporer

Retail & Agency Partners: Central Department Store, JIM Models, Tulola, Marista Santividya

Media Partners: Femina, Fimela, Her World Indonesia, Kompas.com, Kumparan Woman, Narasi, Popbela.com, The Luxury Reports, Wanita Wirausaha Femina

Organizers & Producers: StratEdgeMarketing, Kreasi8, Purana, Puragraph, Purana Home, Purana Kids

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Ketika Pasar Bergejolak: Membaca Pola Emas dan IHSG dari Tiga Krisis Besar

Jakarta, Juni 2026. Setiap kali pasar keuangan memasuki masa gejolak, satu pertanyaan yang sama selalu muncul di benak banyak investor: ke mana sebaiknya dana ditempatkan agar lebih tahan terhadap guncangan? Menengok ke belakang, tiga periode krisis besar yang dialami pasar Indonesia, yaitu krisis keuangan global 2008, pandemi 2020, dan volatilitas pasar 2024, memberikan gambaran yang menarik mengenai bagaimana emas dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak ke arah yang sering kali berlawanan.

Babak Pertama: Guncangan Global 2008

Krisis keuangan global 2008 menjadi salah satu ujian terberat bagi pasar saham di hampir seluruh dunia. Tekanan yang berawal dari sektor keuangan negara maju merembet dengan cepat ke berbagai bursa, termasuk Indonesia. IHSG mengalami koreksi yang dalam seiring meningkatnya kehati-hatian investor secara global.

Pada periode yang sama, harga emas dalam denominasi dolar AS justru bergerak menguat. Banyak pelaku pasar internasional mengalihkan sebagian dananya ke aset yang dianggap lebih defensif ketika ketidakpastian meningkat. Inilah pertama kalinya, dalam ingatan banyak investor modern, pola pergerakan emas dan saham yang berlawanan arah terlihat begitu jelas.

Babak Kedua: Tekanan Pandemi 2020

Lebih dari satu dekade kemudian, pandemi 2020 kembali menghadirkan tekanan yang luar biasa pada pasar keuangan dunia. Dalam waktu singkat, IHSG sempat turun tajam ketika kekhawatiran menyebar lebih cepat daripada kepastian. Pola yang serupa dengan 2008 pun terulang.

Di tengah gelombang ketidakpastian itu, harga emas global sempat menyentuh kisaran rekor tertingginya, sementara harga emas dalam rupiah juga mencatat penguatan. Bagi sebagian investor, emas kembali menjalankan perannya sebagai salah satu aset penyeimbang ketika kelas aset lain berada di bawah tekanan.

Babak Ketiga: Dinamika Pasar 2024

Berbeda dengan dua periode sebelumnya, 2024 tidak ditandai oleh satu guncangan besar, melainkan oleh dinamika pasar yang lebih beragam sepanjang tahun. IHSG menutup tahun dengan koreksi tipis. Pada saat yang sama, harga emas, baik secara global maupun dalam bentuk emas Antam, melanjutkan tren penguatan yang cukup konsisten.

Rangkuman berikut memberikan gambaran umum atas pola pergerakan kedua aset selama tiga periode tersebut.

Konteks yang Sering Terlewat: Pola Bukan Jaminan

Meski pola di atas terlihat berulang, penting untuk dipahami bahwa hal ini bukan jaminan akan terjadi kembali dengan cara yang sama. Sejumlah studi akademik di Indonesia justru menunjukkan bahwa peran emas sebagai aset lindung nilai bersifat kontekstual. Pada beberapa periode, kekuatan hubungannya dengan pasar saham tidak selalu konsisten.

Temuan ini memberi pelajaran berharga: tidak ada satu pun kelas aset yang dapat dianggap sepenuhnya bebas risiko. Setiap aset memiliki karakteristik, kelebihan, dan keterbatasannya masing-masing, yang perlu dipahami sebelum keputusan investasi diambil.

Market Insight

Ada beberapa pelajaran yang dapat dibaca dari ketiga periode tersebut. Pertama, pada masa tekanan pasar yang luas, emas dan saham kerap bergerak ke arah yang berbeda, sehingga keduanya dapat saling melengkapi dalam sebuah portofolio. Kedua, besarnya pergerakan tidak pernah sama di setiap krisis, sehingga mengandalkan satu skenario tunggal berisiko menyesatkan.

Ketiga, dan yang paling konsisten muncul, adalah pentingnya diversifikasi. Dengan menyebar penempatan dana pada beberapa kelas aset yang memiliki karakteristik berbeda, investor memiliki peluang lebih baik untuk membangun portofolio yang seimbang dalam menghadapi berbagai kondisi pasar.

Menurut tim Research Valbury, data historis sebaiknya dipahami sebagai bahan pembelajaran, bukan sebagai ramalan. Hal yang ingin terus didorong adalah literasi keuangan, agar masyarakat memahami karakteristik setiap aset beserta risikonya, dan dapat mengambil keputusan yang lebih bijak sesuai dengan profil masing-masing.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Panduan Lengkap Safe Haven Investment 2026: Memahami Aset Pelindung Nilai dan Posisi Magnificent Seven

Disusun dan ditinjau oleh: Valbury Research
Jakarta, Juni 2026. Memasuki 2026, ketidakpastian global membuat banyak investor kembali menaruh perhatian pada konsep aset pelindung nilai atau safe haven. Pertanyaannya bukan sekadar aset mana yang paling menguntungkan, melainkan bagaimana membangun portofolio yang lebih tahan menghadapi berbagai kondisi pasar. Panduan ini merangkum karakteristik sejumlah aset safe haven, kerangka alokasi berdasarkan profil risiko, serta menjernihkan satu kesalahpahaman yang umum, yaitu posisi kelompok saham teknologi besar yang dikenal sebagai Magnificent Seven.

Apa Itu Aset Safe Haven

Aset safe haven adalah instrumen yang cenderung dipandang lebih aman oleh investor ketika pasar sedang bergejolak. Ciri utamanya adalah korelasi yang rendah atau berlawanan arah terhadap aset berisiko seperti saham. Fungsinya beragam, mulai dari membantu menjaga daya beli terhadap inflasi, menjadi tempat berlindung di tengah ketidakpastian, hingga relatif lebih stabil terhadap perubahan kebijakan moneter.

Meski demikian, istilah aman di sini bersifat relatif. Tidak ada aset yang sepenuhnya bebas risiko. Setiap aset safe haven tetap berfluktuasi dan memiliki keterbatasannya sendiri.

Ragam Aset Safe Haven dan Karakteristiknya

Berikut gambaran umum sejumlah aset yang umum dikategorikan sebagai safe haven, beserta karakteristik dan catatan pentingnya.

Kerangka Alokasi Berdasarkan Profil Risiko
Salah satu prinsip yang konsisten dalam pengelolaan portofolio adalah menyesuaikan porsi aset pelindung nilai dengan profil risiko masing-masing investor. Secara umum, semakin konservatif profil seorang investor, semakin besar porsi yang biasanya dialokasikan untuk aset safe haven. Sebaliknya, investor dengan profil lebih agresif cenderung mengalokasikan porsi yang lebih kecil karena lebih mengutamakan pertumbuhan jangka panjang.

Prinsip Pengelolaan yang Konsisten

Di luar pilihan aset, terdapat beberapa prinsip pengelolaan yang relevan dalam menghadapi pasar yang dinamis.

Diversifikasi lintas kelas aset, dengan memadukan aset fisik, aset likuid, dan aset penghasil imbal hasil.

Manajemen risiko yang terukur dan disiplin dalam menetapkan batasan.

Rebalancing berkala, yaitu meninjau ulang komposisi portofolio agar tidak terlalu terkonsentrasi pada satu aset.

Magnificent Seven: Saham Pertumbuhan, Bukan Safe Haven

Salah satu kesalahpahaman yang cukup umum adalah menganggap kelompok saham teknologi besar yang dikenal sebagai Magnificent Seven, yaitu Nvidia, Apple, Alphabet, Microsoft, Amazon, Meta, dan Tesla, sebagai aset pelindung nilai. Pada kenyataannya, kelompok ini lebih tepat dipahami sebagai saham pertumbuhan.

Karakteristik saham pertumbuhan berbeda mendasar dari safe haven. Nilainya banyak ditopang oleh ekspektasi pertumbuhan ke depan, sehingga cenderung lebih sensitif terhadap perubahan sentimen pasar. Beberapa kalangan analis pasar juga menilai bahwa kelompok ini lebih mencerminkan konsentrasi pada tema pertumbuhan dan likuiditas, bukan fungsi perlindungan saat pasar tertekan.

Hal ini terlihat pada dinamika awal 2026. Setelah periode kenaikan yang kuat dalam beberapa tahun sebelumnya, kinerja kolektif kelompok ini sempat melemah pada awal tahun, dengan sebagian saham mengalami koreksi yang cukup berarti. Pergerakan seperti ini menegaskan bahwa saham pertumbuhan dapat memberikan potensi imbal hasil tinggi, namun juga membawa volatilitas yang lebih besar, sehingga tidak dapat disamakan dengan aset safe haven.

Market Insight

Ada beberapa pelajaran yang dapat dipetik dari pembahasan ini. Pertama, safe haven bukan tentang mencari satu aset paling unggul, melainkan tentang menggabungkan aset dengan karakteristik berbeda agar portofolio lebih seimbang. Kedua, label aman bersifat relatif, sehingga pemahaman atas risiko setiap aset tetap diperlukan.

Ketiga, penting untuk membedakan antara aset pelindung nilai dan saham pertumbuhan. Keduanya memiliki peran yang berbeda dalam sebuah portofolio, dan menyamakan keduanya berisiko menimbulkan ekspektasi yang keliru.

Menurut Valbury Research, panduan seperti ini sebaiknya dipahami sebagai bahan pembelajaran, bukan sebagai ramalan atau rekomendasi yang bersifat personal. Hal yang ingin terus didorong adalah literasi keuangan, agar masyarakat memahami karakteristik setiap aset beserta risikonya, dan dapat mengambil keputusan yang lebih bijak sesuai dengan profil masing-masing. Dalam memilih instrumen, investor juga disarankan untuk selalu memastikan legalitasnya, yaitu produk yang diawasi otoritas berwenang seperti OJK maupun Bappebti sesuai jenisnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Valbury Bagikan Panduan Menyusun Watchlist Saham Global secara Terstruktur

Panduan menekankan metodologi penyaringan dan manajemen risiko, dari sektor teknologi hingga energi global, sebagai bagian dari edukasi investor.

JAKARTA, Juni 2026. Di tengah meningkatnya minat investor Indonesia terhadap pasar saham global, Valbury membagikan panduan edukatif tentang cara menyusun watchlist atau daftar pantau saham secara terstruktur. Panduan ini menekankan pentingnya metodologi penyaringan, disiplin manajemen risiko, dan peninjauan berkala, alih-alih sekadar mengikuti tren sesaat. Tujuannya adalah membantu investor membangun proses yang lebih sistematis dalam memantau peluang di pasar global.

Watchlist adalah daftar saham yang dipantau secara aktif oleh investor sebelum mengambil keputusan. Fungsinya membantu investor tetap fokus, terorganisasi, dan mengambil keputusan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, bukan berdasarkan dorongan sesaat. Menurut Valbury, watchlist yang baik dimulai dari kejelasan tujuan, bukan dari banyaknya saham yang dipantau.

“Watchlist yang efektif bukan soal seberapa panjang daftarnya, melainkan seberapa jelas kriteria dan alasan di baliknya. Inti dari panduan ini adalah proses, agar investor terbiasa mengambil keputusan secara objektif dan terukur,” demikian keterangan resmi Valbury.

Mulai dari Tujuan dan Struktur

Langkah pertama yang dianjurkan adalah menentukan tujuan dari setiap watchlist, misalnya untuk investasi jangka panjang, fokus pertumbuhan, fokus pendapatan dividen, atau aktivitas trading. Tujuan yang berbeda akan menghasilkan kriteria yang berbeda pula. Sebagai gambaran umum, sebuah watchlist sebaiknya tidak terlalu panjang agar tetap mudah dikelola, dan setiap saham yang dipantau disertai catatan ringkas mengenai alasan pemantauan serta rencana tinjauannya.

Menggunakan Kriteria yang Terukur

Valbury menekankan pentingnya memadukan kriteria kuantitatif dan kualitatif dalam menyaring saham. Dari sisi fundamental, hal yang umum diperhatikan mencakup pertumbuhan pendapatan, kestabilan margin, arus kas, serta tingkat utang yang wajar. Dari sisi valuasi, sejumlah indikator umum digunakan untuk menilai apakah harga sudah mencerminkan prospek perusahaan. Selain itu, likuiditas dan kapitalisasi pasar turut menjadi pertimbangan untuk mengelola risiko.

Tabel berikut memberikan gambaran umum kategori tematik yang sering digunakan investor untuk mengelompokkan watchlist berdasarkan sektor. Penyebutan kategori ini bersifat edukatif dan bukan merupakan rekomendasi atas saham tertentu.

Menetapkan Aturan Sebelum Masuk Posisi

Salah satu prinsip yang ditekankan adalah menetapkan aturan terlebih dahulu sebelum mengambil posisi. Hal ini mencakup gambaran alokasi yang wajar untuk setiap saham, batas risiko per transaksi, serta rencana keluar yang jelas, baik untuk mengambil keuntungan maupun membatasi kerugian. Dengan aturan yang ditetapkan di awal, keputusan cenderung lebih terukur dan tidak didorong emosi.

Template dan Kolom yang Disarankan

Agar watchlist mudah dikelola, Valbury menyarankan penggunaan format tabel dengan sejumlah kolom informasi penting.

Memantau Berita Makro dan Meninjau Berkala

Panduan ini juga menggarisbawahi pentingnya memantau peristiwa makroekonomi yang dapat mempengaruhi pasar, seperti keputusan suku bunga, data inflasi, serta dinamika harga komoditas yang relevan bagi sektor energi. Selain itu, watchlist sebaiknya ditinjau secara berkala agar tetap relevan, dengan frekuensi yang disesuaikan dengan tujuan, baik untuk kebutuhan trading maupun investasi jangka panjang.

Pentingnya Diversifikasi

Valbury mengingatkan agar investor tidak menumpuk pantauan hanya pada satu sektor. Menyertakan beberapa sektor dengan karakteristik berbeda, seperti teknologi, energi, konsumer defensif, dan sektor lainnya, dapat membantu mengurangi konsentrasi risiko. Memeriksa sejauh mana beberapa saham bergerak serupa juga berguna untuk menjaga keseimbangan portofolio.

Watchlist hanyalah alat bantu. Yang membuatnya bermanfaat adalah disiplin penggunanya dalam menerapkan kriteria dan manajemen risiko. Kami mendorong investor menjadikan ini bagian dari proses belajar yang berkelanjutan,” demikian keterangan perusahaan. Valbury menambahkan bahwa investor disarankan untuk selalu menggunakan platform yang resmi dan diawasi otoritas berwenang, serta memahami bahwa investasi pada pasar saham mengandung risiko, termasuk risiko nilai tukar untuk aset dalam denominasi mata uang asing.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES