Dukung Akses Internet Masyarakat Bali, MyRepublic Air Hadir di Denpasar hingga Buleleng

Seiring semakin terintegrasinya aktivitas masyarakat dengan teknologi digital, kebutuhan akan akses internet yang andal terus meningkat. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, MoraRepublic melalui merek komersialnya, MyRepublic Air, kini menghadirkan layanannya di enam wilayah di Bali, meliputi Kota Denpasar, Badung, Bangli, Buleleng, Gianyar dan Jembrana.

Bagi masyarakat saat ini, internet telah menjadi bagian penting dari berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari belajar dan bekerja secara online, berkomunikasi, menikmati hiburan digital, hingga menjalankan usaha. Karena itu, akses internet yang mudah dijangkau semakin dibutuhkan untuk mendukung produktivitas dan kualitas hidup masyarakat di berbagai wilayah.

Melalui MyRepublic Air, MoraRepublic berupaya memperkuat konektivitas digital di Bali dengan menghadirkan pilihan layanan internet yang lebih mudah dijangkau masyarakat. Dengan layanan internet rumah dengan kualitas True 5G Fiber Quality tanpa batas kuota dan kecepatan hingga 100 Mbps, pelanggan dapat memilih skema rental modem mulai 115 ribu per 30 hari atau skema beli modem mulai 100 ribu per 30 hari, dengan harga beli modem Rp850.000*.

“Dengan MyRepublic Air, masyarakat kini dapat menikmati internet rumah berkualitas dengan harga yang terjangkau mulai 100 ribuan dan fleksibilitas untuk menyewa atau membeli modem. Pelanggan juga akan mendapatkan nilai tambah berupa akses Vidio multiscreen dan berbagai channel hiburan melalui aplikasi MyRep Air,” ujar Iman Syahrizal, Chief Sales & Marketing Officer MoraRepublic.

Pelanggan mendapatkan akses Vidio hingga 61 tayangan hiburan yang multiscreen, serta channel internasional dan nasional di aplikasi MyRep sebagai nilai tambah untuk kebutuhan hiburan keluarga. Aplikasi “MyRep Air” dapat diunduh di Play Store untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan. Untuk pendaftaran dan informasi lengkap, dapat mengunjungi website myrepublic.co.id/air

Sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan, MoraRepublic meyakini bahwa akses internet yang semakin merata dapat menjadi enabler bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Konektivitas yang lebih mudah dijangkau diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, memperluas akses terhadap pendidikan dan informasi, serta mendorong inklusi digital di berbagai daerah.

Selain memberikan kemudahan akses, kehadiran MyRepublic Air juga diharapkan dapat mendukung semakin luasnya pemanfaatan teknologi digital oleh masyarakat. Akses internet yang lebih merata dapat membuka lebih banyak peluang bagi individu maupun pelaku usaha untuk terhubung, berkembang, dan berpartisipasi dalam ekonomi digital yang terus bertumbuh.

Melalui perluasan jangkauan layanan ini, MoraRepublic akan terus berupaya menghadirkan konektivitas yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di berbagai daerah serta mendukung terciptanya pengalaman digital yang lebih baik bagi seluruh pelanggan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Harga Emas Hari Ini: Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan XAUUSD

Memantau pergerakan harga emas hari ini merupakan aktivitas rutin bagi para pelaku pasar yang ingin memahami denyut nadi ekonomi global. Sebagai salah satu instrumen investasi tertua dan paling likuid, emas atau pasangan mata uang XAUUSD bertindak sebagai barometer sensitif terhadap berbagai dinamika makroekonomi dan geopolitik dunia. Pergerakan nilainya sering kali memberikan sinyal awal mengenai arah arus modal besar, apakah sedang menuju aset berisiko ataukah beralih mencari perlindungan. Memahami analisis emas secara mendalam memerlukan pemetaan terhadap faktor-faktor fundamental yang secara historis terbukti menjadi penggerak utama fluktuasi harganya di pasar spot internasional.

Dinamika Kebijakan Moneter dan Pengaruh Dolar AS

Faktor paling dominan yang memengaruhi harga emas hari ini adalah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, terkait tingkat suku bunga acuan. Emas secara tradisional memiliki hubungan korelasi negatif yang sangat kuat dengan nilai tukar Dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah. Ketika The Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunga guna meredam inflasi, daya tarik memegang emas cenderung menurun karena aset ini tidak memberikan imbal hasil bunga, sehingga investor lebih memilih beralih ke mata uang Dolar yang sedang menguat. Sebaliknya, indikasi pelonggaran moneter atau penurunan suku bunga biasanya menjadi katalis positif yang mendorong harga XAUUSD naik secara signifikan karena biaya peluang untuk menyimpan emas menjadi lebih rendah.

Selain kebijakan suku bunga, tingkat inflasi di Amerika Serikat juga memegang peranan krusial dalam membentuk tren harga harian. Emas telah lama dianggap sebagai aset pelindung nilai (hedge) utama untuk melawan penurunan daya beli akibat inflasi jangka panjang. Di tengah situasi di mana harga barang dan jasa merangkak naik secara global, investor institusi cenderung mengalihkan portofolio mereka ke sektor komoditas untuk menjaga nilai kekayaan mereka. Keseimbangan antara tingkat inflasi dan kekuatan Dolar AS inilah yang menciptakan volatilitas harian, memberikan peluang bagi para pelaku pasar untuk melakukan strategi trading gold baik dalam jangka pendek maupun panjang.

Tensi Geopolitik dan Permintaan Safe Haven Dunia

Lanskap geopolitik global sering kali menghadirkan katalis mendadak yang memicu lonjakan permintaan pada aset aman atau safe haven. Di tengah eskalasi konflik antarnegara, ketidakpastian hasil pemilu di negara ekonomi besar, hingga ancaman sanksi ekonomi global, emas selalu menjadi tujuan utama aliran modal karena sifatnya yang universal dan tidak memiliki risiko gagal bayar dari pemerintah mana pun. Perasaan cemas kolektif di kalangan investor biasanya memicu fenomena flight to safety, di mana harga emas dapat melonjak tajam meskipun fundamental ekonomi lainnya sedang terlihat stabil. Dalam kondisi ketidakpastian ekstrem, emas sering kali melepaskan diri dari korelasi tradisionalnya dan bergerak murni berdasarkan sentimen risiko global.

Bagi mereka yang aktif dalam aktivitas perdagangan harian, pemahaman terhadap kombinasi faktor teknis dan fundamental sangat diperlukan untuk menyusun analisis emas yang akurat. Volatilitas yang dipicu oleh berita geopolitik sering kali menciptakan celah harga yang lebar dan pergerakan agresif, yang bagi trader profesional merupakan momentum untuk meraih keuntungan dari perdagangan dua arah. Namun, untuk mengeksekusi strategi di tengah laju pasar yang cepat ini, dibutuhkan dukungan infrastruktur perdagangan yang stabil agar setiap posisi transaksi dapat diproses secara instan pada tingkat harga pasar yang sesungguhnya tanpa kendala teknis yang merugikan.

Optimalkan Transaksi Emas Global Bersama KVB Futures

Menavigasi peluang di pasar komoditas dunia dengan memperhatikan harga emas hari ini membutuhkan dukungan dari mitra broker yang memiliki komitmen tinggi terhadap stabilitas teknologi dan transparansi eksekusi. KVB Futures hadir untuk menyediakan lingkungan perdagangan berjangka yang andal dan aman, memungkinkan Anda untuk mengelola risiko portofolio serta menangkap setiap momentum volatilitas global secara profesional melalui dukungan sistem eksekusi yang mutakhir. Kami berkomitmen untuk mendampingi setiap langkah taktis Anda dengan menyediakan ekosistem transaksi yang transparan, aman, dan sepenuhnya patuh terhadap regulasi industri yang ketat.

Seluruh fasilitas digital dan layanan profesional kami dirancang secara khusus untuk membantu para pelaku pasar mengoptimalkan tingkat akurasi strategi perdagangan mereka di segala kondisi pasar. Anda dapat mengeksplorasi berbagai keunggulan produk dan spesifikasi kontrak perdagangan berjangka kami dengan mengunjungi halaman Broker trading Futures KVB Futures. Untuk segera mengambil langkah strategis Anda dalam mengamankan modal serta menangkap peluang dari dinamika harga emas dunia dengan standar keamanan terbaik, silakan melakukan pendaftaran melalui tautan resmi Registrasi KVB Futures.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dubes India Kunjungi Ketua MPR RI, Bahas Penguatan Kemitraan Strategis Indonesia-India

Jakarta  — Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, melakukan kunjungan kehormatan kepada Ketua MPR RI Ahmad Muzani di Kediaman Dinas Widya Chandra, Jakarta Selatan, Kamis (4/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi kedua negara untuk memperkuat hubungan bilateral yang selama ini telah berkembang dalam berbagai bidang strategis.

Didampingi Wakil Duta Besar India untuk Indonesia, Bijay Selvaraj, Dubes Sandeep bertukar pandangan dengan Ahmad Muzani mengenai sejumlah isu yang menjadi kepentingan bersama. Pembahasan mencakup penguatan kerja sama ekonomi, pengembangan teknologi, diplomasi parlemen, hingga upaya menjaga stabilitas dan kemakmuran kawasan.

Kunjungan ini berlangsung di tengah semakin eratnya hubungan Indonesia dan India yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan signifikan, baik dalam perdagangan, investasi, maupun kerja sama di berbagai forum internasional.

“Hubungan Indonesia dan India memiliki fondasi yang sangat kuat. Kami melihat banyak peluang untuk memperluas kerja sama yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara,” kata Ahmad Muzani dalam pertemuan tersebut.

Mendorong Kolaborasi Ekonomi dan Teknologi

Salah satu fokus utama pembahasan adalah peluang peningkatan kerja sama ekonomi di tengah perubahan lanskap global yang semakin dinamis. Indonesia dan India dinilai memiliki posisi strategis sebagai dua kekuatan ekonomi besar di Asia yang dapat saling melengkapi dalam berbagai sektor.

India saat ini menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, sementara Indonesia terus memperkuat perannya sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Kondisi tersebut membuka peluang bagi kedua negara untuk memperluas hubungan perdagangan, investasi, serta kolaborasi di bidang industri dan teknologi.

Menurut Ahmad Muzani, kerja sama ekonomi tidak hanya harus berorientasi pada peningkatan nilai perdagangan, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah yang dapat memberikan dampak jangka panjang bagi pembangunan kedua negara.

“Potensi kolaborasi Indonesia dan India sangat besar, terutama dalam bidang teknologi, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia. Kerja sama yang lebih erat akan membantu kedua negara menghadapi tantangan ekonomi global sekaligus menciptakan peluang baru bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Selain sektor ekonomi, perkembangan teknologi juga menjadi topik yang mendapat perhatian khusus. Kedua pihak menilai transformasi digital yang sedang berlangsung di berbagai negara membuka ruang kerja sama baru yang dapat dimanfaatkan oleh Indonesia dan India.

India dikenal sebagai salah satu pusat teknologi dan inovasi global, sementara Indonesia tengah mempercepat transformasi digital di berbagai sektor. Sinergi antara kedua negara dinilai berpotensi memperkuat ekosistem digital sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi.

Diplomasi Parlemen Perkuat Hubungan Bilateral

Selain isu ekonomi dan teknologi, pembahasan juga menyoroti pentingnya diplomasi parlemen dalam memperkuat hubungan bilateral. Kedua pihak sepakat bahwa hubungan antarlembaga legislatif dapat menjadi jembatan untuk memperdalam kerja sama di berbagai bidang.

Sebagai lembaga yang memiliki peran strategis dalam pembentukan kebijakan, parlemen dinilai mampu memperkuat komunikasi politik sekaligus memperluas ruang dialog antara kedua negara.

Ahmad Muzani menegaskan bahwa hubungan yang kuat di tingkat parlemen akan membantu menciptakan pemahaman yang lebih baik mengenai berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi kedua negara.

“Diplomasi parlemen memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan antarbangsa. Melalui komunikasi yang intensif, kita dapat membangun kepercayaan dan memperluas kerja sama yang saling menguntungkan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak juga membahas peluang peningkatan interaksi antara anggota parlemen Indonesia dan India melalui kunjungan kerja, forum dialog, maupun kerjasama kelembagaan lainnya.

Komitmen Bersama untuk Stabilitas Kawasan

Pertemuan antara Dubes India dan Ketua MPR RI juga menjadi ajang pertukaran pandangan mengenai perkembangan regional dan internasional. Indonesia dan India memiliki kepentingan yang sama dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik yang semakin penting dalam dinamika geopolitik global.

Kedua negara selama ini dikenal aktif mendorong kerja sama regional yang berorientasi pada perdamaian, stabilitas, dan pembangunan ekonomi. Dalam diskusi tersebut, kedua pihak menekankan pentingnya dialog serta kerja sama multilateral untuk menghadapi berbagai tantangan global.

Dubes Sandeep menegaskan bahwa India memandang Indonesia sebagai mitra strategis yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kawasan dan mendorong kemakmuran bersama.

“India dan Indonesia memiliki visi yang sama mengenai pentingnya perdamaian, stabilitas, dan pembangunan yang inklusif. Kami berharap hubungan yang telah terjalin erat selama ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kedua negara maupun kawasan,” ujarnya.

Menurutnya, hubungan bilateral yang kuat akan menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari ketidakpastian ekonomi hingga perubahan geopolitik yang terus berkembang.

Persahabatan yang Terus Berkembang

Kunjungan Dubes Sandeep kepada Ketua MPR RI menjadi simbol eratnya hubungan antara Jakarta dan New Delhi yang telah terjalin selama puluhan tahun. Hubungan tersebut tidak hanya dibangun melalui kerja sama pemerintah, tetapi juga melalui interaksi masyarakat, pertukaran budaya, pendidikan, dan hubungan bisnis yang semakin intensif.

Di tengah perubahan global yang berlangsung cepat, Indonesia dan India terus menunjukkan komitmen untuk memperkuat kemitraan strategis yang telah dibangun bersama. Kedua negara melihat banyak peluang untuk meningkatkan kerja sama di masa depan, mulai dari ekonomi, teknologi, pendidikan, hingga diplomasi.

Pertemuan tersebut sekaligus menegaskan bahwa Indonesia dan India tetap menjadi mitra penting satu sama lain dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, stabilitas kawasan, serta kesejahteraan masyarakat kedua negara.

Dengan semangat persahabatan yang telah teruji oleh waktu, kedua negara berharap kerja sama yang semakin erat dapat membuka babak baru dalam hubungan bilateral Indonesia dan India di tahun-tahun mendatang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tingkatkan Kenyamanan Pengguna, LRT Jabodetabek Lakukan Uji Coba tambah Frekuensi Perjalanan di Jam Sibuk Pagi Mulai 8 Juni 2026.

KAI akan uji coba Kereta Luar Biasa tambahan frekuensi LRT Jabodebek pada Senin 8/6–Jumat 12/6 di jam sibuk pagi. Relasi Jatimulya–Dukuh Atas BSI ditambah pukul 07.14 WIB di sela jadwal 07.08 dan 07.16 WIB. Relasi Harjamukti–Dukuh Atas BSI ditambah pukul 07.24 WIB di sela 07.22 dan 07.30 WIB. Langkah ini merespons tingginya volume penumpang 06.00–08.00 WIB seperti Harjamukti 6.224 orang/hari, Cikunir 1 3.274, Jatimulya 2.786, Jatibening Baru 2.638, dan Cikoko 3.432. Tujuannya meratakan distribusi penumpang dan mengurangi antrean.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus berkomitmen untuk meningkatkan kenyamanan pengguna LRT Jabodebek. Mulai Senin (8/6) s/d Jumat (12/6), KAI akan melakukan pengoperasian Kereta Luar Biasa (KLB) uji coba tambah frekuensi di jam sibuk (peak hour) pada hari kerja (weekday).

Pada relasi Jatimulya – Dukuh Atas BSI, perjalanan akan dioperasikan pada pukul 07.14 WIB di antara jadwal reguler pukul 07.08 WIB dan 07.16 WIB. Sementara pada relasi Harjamukti – Dukuh Atas BSI, perjalanan akan dioperasikan pada pukul 07.24 WIB di antara jadwal reguler pukul 07.22 WIB dan 07.30 WIB.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan bahwa KLB uji coba penambahan frekuensi di pagi hari tersebut dilakukan berdasarkan pola pergerakan pengguna yang menunjukkan tingginya volume masyarakat pada rentang waktu pagi hari.

“Uji coba penambahan frekuensi merupakan langkah adaptif KAI dalam menjawab kebutuhan mobilitas pengguna LRT Jabodebek pada jam sibuk pagi. KAI melihat adanya peningkatan kepadatan pengguna LRT Jabodebek, terutama pada stasiun-stasiun keberangkatan utama menuju pusat aktivitas di Jakarta,” ujarnya.

Berdasarkan data operasional LRT Jabodebek, rata-rata volume pengguna pada periode hari kerja (weekday) antara pukul 06.00 hingga 08.00 WIB tercatat cukup tinggi di sejumlah stasiun, di antaranya :

– Stasiun Harjamukti dengan rata-rata 6.224 pengguna per hari,

– Stasiun Cikunir 1 sebanyak 3.274 pengguna per hari,

– Stasiun Jatimulya sebanyak 2.786 pengguna per hari, serta

– Stasiun Jatibening Baru sebanyak 2.638 pengguna per hari.

Selain itu, Stasiun Cikoko yang terintegrasi dengan moda KRL Commuter Line dan Transjakarta juga melayani rata-rata 3.432 pengguna LRT Jabodebek per hari pada jam sibuk pagi.

Pada pengoperasian KLB uji coba ini, LRT Jabodebek tetap melayani pengguna secara normal dengan mengoptimalkan pola operasi perjalanan pada slot waktu yang memiliki kebutuhan mobilitas lebih tinggi. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung distribusi pengguna menjadi lebih merata serta mengurangi kepadatan antrean di stasiun maupun rangkaian kereta.

KAI akan terus melakukan evaluasi terhadap pola perjalanan pengguna LRT Jabodebek, untuk menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat perkotaan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Insentif Pajak Kendaraan Listrik Dorong Minat Masyarakat, BRI Finance Optimistis Pembiayaan EV Terus Bertumbuh

Jakarta, 5 Juni 2026 – Perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan tren yang positif seiring meningkatnya dukungan dari pemerintah pusat maupun daerah. Berbagai kebijakan yang memberikan kemudahan bagi pengguna kendaraan listrik dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan industri pendukung, termasuk sektor pembiayaan.

PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menyambut baik kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memberikan pembebasan pajak kendaraan listrik. Kebijakan tersebut dinilai dapat meningkatkan daya tarik kendaraan listrik bagi masyarakat sekaligus memperkuat momentum pertumbuhan pembiayaan berbasis keberlanjutan (green financing).

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Pembebasan pajak kendaraan listrik memberikan manfaat yang cukup signifikan bagi masyarakat. Kebijakan ini dapat meningkatkan daya tarik kendaraan listrik karena biaya kepemilikannya menjadi lebih efisien. Di sisi lain, hal ini juga membuka peluang bagi industri pembiayaan untuk terus memperluas portofolio pembiayaan yang mendukung prinsip keberlanjutan.”

Pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Indonesia saat ini didukung oleh kombinasi berbagai faktor, mulai dari regulasi yang semakin kondusif, ketersediaan pilihan produk yang semakin beragam, hingga meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan.

“Transformasi menuju kendaraan listrik memang membutuhkan waktu. Namun, kami melihat arah perkembangannya semakin jelas dan mendapatkan dukungan yang kuat dari berbagai kebijakan pemerintah. Seiring dengan semakin matangnya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, peluang pertumbuhannya juga akan semakin besar,” ujar Dhani.

Sebagai bagian dari upaya menangkap peluang tersebut, BRI Finance terus memperkuat strategi bisnis melalui perluasan kerja sama dengan dealer dan pelaku industri otomotif, serta optimalisasi kanal pemasaran untuk menjangkau lebih banyak calon konsumen kendaraan listrik. Perseroan juga tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan dengan memperhatikan perkembangan pasar dan profil kebutuhan konsumen agar pertumbuhan bisnis dapat berlangsung secara sehat dan berkelanjutan.

Hingga Maret 2026, pembiayaan kendaraan listrik Perseroan tercatat meningkat sekitar 13,74 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara industri, tren pembiayaan kendaraan listrik juga terus menguat. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran pembiayaan kendaraan listrik oleh industri multifinance mencapai Rp22,5 triliun per Maret 2026, tumbuh 35,27% secara tahunan (year-on-year), yang mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan berbasis energi bersih di Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

UPT BPOM di Jawa Timur dan Buleleng Ajak Masyarakat Selamatkan Masa Depan Jamu Indonesia dari Ancaman Bahan Kimia Obat

Banyuwangi, 05 Juni 2026 – Di tengah meningkatnya
tren hidup sehat dan konsumsi produk herbal, ancaman jamu mengandung Bahan
Kimia Obat (BKO) masih menjadi perhatian serius. Untuk meningkatkan kewaspadaan
masyarakat, Unit Pelaksana Teknis BPOM di wilayah Jawa Timur menggelar Focus
Group Discussion (FGD) bertema “Menjamu Masa Depan dengan Jamu Aman Bebas
BKO”
dalam rangkaian Pekan Jamu Nasional 2026.

Kegiatan ini menjadi wadah
edukasi sekaligus ajakan bagi masyarakat untuk lebih cerdas dalam memilih Obat
Bahan Alam (OBA). Sebab, di balik janji “sembuh cepat” dan “khasiat
instan
”, masih ditemukan produk yang mengandung BKO dan berpotensi
membahayakan kesehatan. Padahal, jamu merupakan warisan budaya bangsa yang
memiliki nilai ekonomi tinggi serta telah menjadi bagian dari identitas
Indonesia selama ratusan tahun. Karena itu, peredaran jamu yang dicampur BKO
tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat menurunkan
kepercayaan terhadap jamu Indonesia.

Ancaman tersebut tercermin
dari data BPOM yang menunjukkan temuan OBA mengandung BKO meningkat dari 54
kasus pada 2023 menjadi 104 kasus pada 2024, lalu melonjak menjadi 187 kasus
pada 2025. Hingga Triwulan I Tahun 2026, masih ditemukan 33 kasus yang menandakan
persoalan ini belum sepenuhnya teratasi. Produk-produk tersebut umumnya
menawarkan klaim hasil instan atau “cespleng”, yang kerap menjadi daya
tarik utama bagi konsumen tanpa menyadari risiko kesehatan yang dapat
ditimbulkan.

Yudi Noviandi, M.Sc.,
Tech., Apt, Kepala Balai Besar POM di Surabaya,
menegaskan bahwa Pekan Jamu
Nasional menjadi momentum penting untuk mendorong jamu Indonesia yang lebih
aman dan berdaya saing. “Kami ingin memperkuat kolaborasi berbagai pihak untuk
mendukung inovasi, pemasaran, dan pengembangan UMKM jamu agar semakin dekat
dengan generasi muda serta mampu bersaing di pasar yang lebih luas.”

Menurut BPOM, tingginya
permintaan pasar menjadi salah satu faktor yang mendorong masih beredarnya
produk mengandung BKO. Oleh karena itu, peningkatan literasi masyarakat menjadi
langkah penting agar konsumen tidak mudah tergiur oleh klaim hasil cepat yang
sering digunakan untuk memasarkan produk ilegal.

Sejalan dengan upaya
tersebut, Benny Hendrawan Prabowo, S.Farm., Apt., Kepala Balai POM di Jember,
berharap momentum Pekan Jamu Nasional dapat mendorong semakin banyak produk
jamu asli Indonesia yang bebas BKO. “Jamu harus terus berkembang menjadi bagian
dari gaya hidup modern sehingga generasi muda dapat mengonsumsinya dengan aman,
nyaman, dan penuh keyakinan.”

Senada dengan itu, Winanto,
S.Si., Apt., M.Si., Kepala Balai POM di Kediri
, menegaskan pentingnya
kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media.
“Jamu bukan hanya produk kesehatan, tetapi juga warisan budaya bangsa yang
harus kita jaga bersama dan dorong agar semakin berdaya saing hingga ke tingkat
global.”

Sementara itu, Rai
Gunawan, S.Farm., Apt., Plt. Kepala Balai POM di Buleleng
, menekankan bahwa
upaya menghadirkan jamu yang aman tidak dapat dilakukan BPOM sendiri. “Edukasi
harus terus digaungkan secara berkelanjutan agar masyarakat semakin memahami
pentingnya memilih jamu yang aman dan tidak lagi memberikan ruang bagi peredaran
produk yang mengandung BKO.”

Aziz Jihaduddin, S.Farm., Apt., Kepala Loka POM di Kota Madiun,
menambahkan bahwa literasi yang kuat akan melahirkan konsumen
yang lebih kritis. “Masyarakat perlu membiasakan diri memeriksa izin edar BPOM
dan tidak mudah tergiur klaim instan, karena perlindungan terbaik dimulai dari
keputusan yang tepat saat memilih produk.”

Sebagai langkah
perlindungan diri, BPOM mengajak masyarakat untuk selalu menerapkan CEK KLIK
(Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli atau
mengonsumsi produk obat bahan alam. Masyarakat juga dapat memanfaatkan aplikasi
BPOM Mobile untuk memverifikasi izin edar produk serta memeriksa daftar Public
Warning BPOM guna menghindari produk yang terbukti mengandung BKO.

Melalui
FGD ini, BPOM mengajak pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, media, dan
masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam memutus mata rantai peredaran jamu
mengandung BKO. Kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci untuk menjaga kesehatan
masyarakat, meningkatkan daya saing produk jamu nasional, serta memastikan jamu
Indonesia tetap menjadi warisan budaya yang aman, bermutu, dan dipercaya hingga
generasi mendatang.

Jangan nodai reputasi dan kepercayaan publik
terhadap jamu Indonesia dengan penggunaan Bahan Kimia Obat. Masa depan jamu
Indonesia berada di tangan kita bersama. Komitmen kita adalah 100% Obat Bahan
Alam, 0% kompromi terhadap BKO.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tren Hospitality Indonesia 2026: Apa yang Perlu Dipersiapkan Hotel di Tengah Meningkatnya Perjalanan Internasional

Indonesia, 4 June 2026 – Tren hospitality Indonesia 2026 semakin dipengaruhi oleh meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara serta perubahan ekspektasi para pelancong. Seiring pulihnya mobilitas global, industri perhotelan di Indonesia memasuki fase baru yang ditandai oleh peluang pertumbuhan sekaligus persaingan yang semakin ketat.

Di tengah kondisi ini, pelaku industri tidak lagi cukup berfokus pada tingkat okupansi semata. Faktor pembeda seperti pengalaman tamu, relevansi destinasi, dan kualitas interaksi kini menjadi semakin penting dalam menentukan daya saing sebuah hotel.

Persaingan Global di Industri Hospitality Semakin Meningkat

Pemulihan perjalanan internasional memberikan dorongan positif bagi sektor hospitality di Indonesia. Namun, hal ini juga berarti meningkatnya kompetisi antar destinasi di kawasan regional maupun global.

Dalam kondisi ini, lokasi strategis dan fasilitas lengkap tidak lagi menjadi satu-satunya faktor penentu pilihan wisatawan.

Wisatawan kini semakin selektif dan mencari pengalaman yang lebih bermakna, serta koneksi yang lebih kuat dengan destinasi yang mereka kunjungi. Karena itu, keunikan sebuah tempat menjadi semakin penting dibanding sekadar produk akomodasi.

Pergeseran Menuju Wisata Berbasis Pengalaman

Perilaku wisatawan terus berkembang. Banyak pelancong kini tidak hanya ingin mengunjungi destinasi, tetapi juga merasakan langsung kehidupan dan budaya di dalamnya.

Kuliner lokal, tradisi budaya, aktivitas alam, wellness, hingga interaksi dengan komunitas menjadi bagian penting dalam proses perencanaan perjalanan.

“Pertumbuhan wisatawan internasional membuka peluang besar bagi industri hospitality Indonesia, namun juga meningkatkan standar ekspektasi tamu. Hotel tidak lagi hanya bersaing dalam fasilitas, tetapi dalam kemampuan menghadirkan pengalaman yang autentik, relevan, dan terhubung dengan karakter destinasi,” ujar Chandra Himawan, Head of Marketing & Communications, Marclan International.

Untuk menjawab perubahan ini, hotel semakin didorong untuk menciptakan pengalaman yang melampaui fungsi akomodasi. Aktivitas seperti tur kuliner, lokakarya budaya, perjalanan sejarah, hingga kunjungan ke desa wisata dapat memperkaya pengalaman menginap sekaligus memperdalam hubungan tamu dengan destinasi.

Budaya Lokal Semakin Menjadi Nilai Pembeda

Keberagaman budaya tetap menjadi salah satu kekuatan utama Indonesia sebagai destinasi wisata.

Setiap daerah menawarkan cerita, tradisi, dan karakter yang berbeda, yang tidak dapat ditemukan di tempat lain.

Hotel memiliki peran penting dalam mengangkat potensi ini. Kolaborasi dengan pengrajin lokal, penyajian kuliner khas daerah, aktivitas budaya, serta rekomendasi destinasi setempat dapat membantu wisatawan memahami identitas sebuah tempat secara lebih mendalam.

Dalam pasar yang semakin kompetitif, pendekatan berbasis budaya lokal dapat menjadi salah satu keunggulan paling relevan bagi industri hospitality.

Peran Wisatawan Domestik Tetap Krusial

Di tengah meningkatnya wisatawan mancanegara, pasar domestik tetap menjadi fondasi penting bagi industri perhotelan di Indonesia.

Wisatawan lokal telah lama menjadi penopang stabilitas industri, terutama dalam periode ketidakpastian global.

Program seperti staycation, promosi akhir pekan, pengalaman kuliner, dan aktivitas berbasis destinasi tetap menjadi strategi efektif untuk menjaga permintaan sepanjang tahun.

Keseimbangan antara pasar internasional dan domestik menjadi kunci untuk menciptakan ketahanan bisnis jangka panjang.

Kolaborasi dengan Komunitas Lokal Semakin Relevan

Meningkatnya minat terhadap pengalaman autentik membuat kemitraan antara hotel dan komunitas lokal semakin penting.

Kolaborasi dengan desa wisata, pemandu lokal, UMKM, pengrajin, dan komunitas budaya dapat memperkaya pengalaman tamu sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.

Bagi banyak wisatawan, interaksi dengan komunitas lokal sering kali menjadi bagian paling berkesan dari perjalanan mereka.

Menatap Masa Depan Industri Hospitality Indonesia

Pertumbuhan perjalanan internasional menjadi sinyal positif bagi industri hospitality Indonesia. Namun, fase pertumbuhan berikutnya tidak hanya ditentukan oleh jumlah wisatawan, tetapi juga oleh kemampuan industri dalam beradaptasi terhadap perubahan ekspektasi tamu.

Hotel yang mampu menghadirkan pengalaman autentik, mengangkat budaya lokal, memperkuat kolaborasi dengan komunitas, serta menjaga keseimbangan antara pasar internasional dan domestik akan berada pada posisi yang lebih kuat di tengah perubahan industri yang terus berlangsung.

Pada akhirnya, ketika wisatawan semakin mencari koneksi dan makna dalam perjalanan mereka, industri hospitality memiliki peluang untuk tidak hanya melayani perjalanan, tetapi juga membentuk pengalaman yang lebih bermakna bagi destinasi dan masyarakatnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Lebih dari Sekadar Tempat Menginap: Bagaimana Hotel dan Komunitas Lokal Dapat Menciptakan Pengalaman Wisata yang Lebih Bermakna

Indonesia, 5 June 2026 – Seiring Indonesia terus mencatat pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara, preferensi wisatawan juga mengalami perubahan. Kini, semakin banyak pelancong yang tidak hanya tertarik mengunjungi destinasi populer atau ikon wisata terkenal, tetapi juga mencari pengalaman yang lebih autentik, personal, dan dekat dengan budaya lokal.

Perubahan ini menghadirkan peluang baru bagi industri hospitality. Hotel tidak lagi hanya berperan sebagai tempat menginap, tetapi juga dapat menjadi jembatan yang menghubungkan wisatawan dengan masyarakat, tradisi, dan budaya yang menjadi identitas sebuah destinasi.

Koneksi Dengan Komunitas Lokal Semakin Bernilai

Meningkatnya minat terhadap wisata berbasis pengalaman mendorong banyak wisatawan untuk mengenal destinasi secara lebih mendalam. Kuliner khas daerah, tradisi budaya, kerajinan lokal, hingga interaksi langsung dengan masyarakat setempat kini menjadi bagian penting dalam pengalaman berwisata.

Di tengah persaingan yang semakin ketat untuk menarik wisatawan internasional, destinasi yang mampu menawarkan pengalaman yang autentik dan bermakna berpotensi memiliki daya tarik yang lebih kuat. Bagi hotel, kondisi ini membuka peluang untuk memperluas peran mereka, tidak hanya sebagai penyedia akomodasi tetapi juga sebagai penghubung antara wisatawan dan pengalaman lokal.

“Banyak destinasi saat ini bersaing untuk menarik wisatawan internasional yang sama. Yang membedakan sebuah pengalaman menginap sering kali bukan hanya hotelnya, melainkan pengalaman yang diperoleh tamu di luar properti. Kami melihat semakin besarnya peluang bagi hotel untuk berkolaborasi dengan komunitas lokal dalam menghadirkan pengalaman yang berkesan, autentik, dan memberikan manfaat bagi wisatawan maupun masyarakat setempat,” ujar Chandra Himawan, Head of Marketing & Communications, Marclan International. 

Dari Penyedia Akomodasi Menjadi Penghubing Destinasi

Hotel sering kali menjadi titik interaksi pertama wisatawan ketika tiba di sebuah destinasi. Posisi ini memberikan kesempatan bagi hotel untuk memperkenalkan berbagai pengalaman yang mungkin tidak ditemukan wisatawan melalui jalur wisata konvensional.

Beragam aktivitas seperti wisata kuliner, lokakarya kerajinan tradisional, pertunjukan budaya, kunjungan ke pasar lokal, tur sejarah, hingga eksplorasi desa wisata dapat memperkaya pengalaman tamu sekaligus membantu mereka memahami budaya dan kehidupan masyarakat setempat secara lebih mendalam.

Seiring meningkatnya minat terhadap pengalaman yang autentik, kemampuan hotel untuk menghubungkan tamu dengan karakter unik sebuah destinasi dapat menjadi salah satu nilai pembeda yang semakin penting.

Menciptakan Nilai Bersama bagi Komunitas dan Destinasi

Kolaborasi antara hotel dan komunitas lokal juga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi perkembangan destinasi. Kemitraan dengan pemandu wisata lokal, pengrajin, pelaku UMKM, komunitas budaya, maupun desa wisata dapat membuka peluang ekonomi tambahan sekaligus meningkatkan eksposur terhadap budaya dan tradisi setempat.

Di sisi lain, wisatawan memperoleh pengalaman yang lebih personal dan berkesan, sehingga mampu membangun hubungan yang lebih kuat dengan destinasi yang mereka kunjungi.

Pendekatan ini mencerminkan semakin berkembangnya pemahaman bahwa keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari kualitas pengalaman yang tercipta dan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat lokal.

Menatap Masa Depan Pariwisata yang Lebih Bermakna

Seiring pertumbuhan industri pariwisata Indonesia, ekspektasi wisatawan diperkirakan akan terus berkembang. Semakin banyak pelancong yang mencari pengalaman yang menghadirkan koneksi budaya, keaslian, dan pemahaman yang lebih mendalam terhadap suatu destinasi.

Dalam konteks ini, peluang terbesar bagi industri hospitality mungkin tidak hanya terletak pada kemampuan memberikan layanan yang berkualitas, tetapi juga pada perannya dalam membantu wisatawan menjelajahi destinasi secara lebih bermakna. Dengan memperkuat kemitraan bersama komunitas lokal, hotel dapat berkontribusi pada terciptanya pengalaman wisata yang lebih kaya sekaligus mendukung pertumbuhan pariwisata yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Harga Emas Masih Dibayangi Tekanan Jual, Peluang Pelemahan Jangka Pendek Tetap Terbuka

Pergerakan harga emas dunia masih menunjukkan kecenderungan melemah pada perdagangan hari Jumat (5/6). Meskipun sempat mengalami kenaikan dalam beberapa sesi sebelumnya, tren utama yang terbentuk di pasar masih mengarah ke bawah. Analisis Dupoin Futures oleh Geraldo Kofit menunjukkan bahwa XAU/USD pada timeframe H4 masih berada dalam tekanan bearish, sehingga peluang penurunan lanjutan masih perlu diantisipasi oleh pelaku pasar.

Dari sisi teknikal, harga emas saat ini belum mampu keluar dari tekanan yang muncul setelah fase koreksi naik atau secondary trend berakhir. Kondisi tersebut terlihat dari pergerakan harga yang kembali tertahan di area Moving Average (MA) 21 dan MA 50. Kedua indikator tersebut masih berfungsi sebagai resistance dinamis yang membatasi ruang kenaikan harga.

Ketidakmampuan emas menembus area resistance tersebut menjadi sinyal bahwa kekuatan pembeli masih belum cukup besar untuk mengubah arah tren yang sedang berlangsung. Sebaliknya, tekanan dari pihak penjual masih terlihat dominan dan membuat harga kembali bergerak turun setelah sempat mencoba menguat.

Menurut analisis Dupoin Futures, kondisi ini diperkuat oleh terbentuknya swing high baru pada grafik H4. Dalam analisis teknikal, terbentuknya swing high setelah fase kenaikan biasanya menjadi tanda bahwa pasar masih berada dalam tren turun. Artinya, setiap kenaikan yang terjadi sejauh ini masih lebih banyak dimanfaatkan sebagai momentum jual dibandingkan awal terbentuknya tren naik baru.

Tekanan bearish tersebut terlihat semakin jelas pada sesi perdagangan pagi ketika harga bergerak turun dengan cukup cepat. Pergerakan ini menunjukkan bahwa minat jual masih mendominasi pasar dan belum ada sinyal kuat yang mengindikasikan perubahan tren dalam waktu dekat.

Sementara itu, indikator stochastic juga masih memberikan sinyal yang sejalan dengan pergerakan harga. Indikator ini bergerak turun menuju area oversold atau jenuh jual. Walaupun area oversold sering dianggap sebagai wilayah yang berpotensi memicu rebound, kondisi saat ini menunjukkan bahwa momentum penurunan masih cukup kuat dan belum memberikan konfirmasi pembalikan arah yang signifikan.

Selama harga tetap bergerak di bawah area resistance yang dibentuk oleh MA 21 dan MA 50, skenario pelemahan masih menjadi fokus utama pasar. Oleh karena itu, pelaku pasar cenderung akan tetap berhati-hati dan menunggu sinyal teknikal yang lebih kuat sebelum mempertimbangkan peluang pembalikan tren.

Selain faktor teknikal, sentimen fundamental juga masih memberikan tekanan terhadap harga emas. Investor global saat ini masih mencermati berbagai perkembangan ekonomi yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter dan pergerakan pasar keuangan secara keseluruhan.

Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah ketidakpastian terkait prospek pertumbuhan ekonomi global. Meskipun sejumlah indikator ekonomi menunjukkan perbaikan, pasar masih menilai terdapat berbagai risiko yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi dalam beberapa bulan ke depan. Kondisi ini membuat investor cenderung bersikap selektif dalam mengambil keputusan investasi.

Di sisi lain, ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga juga masih menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan harga emas. Pasar masih memperkirakan bahwa bank sentral akan mempertahankan kebijakan moneter yang relatif ketat untuk menjaga stabilitas inflasi. Harapan tersebut membuat instrumen berbasis imbal hasil tetap menarik di mata investor.

Dalam kondisi suku bunga yang tinggi, emas sering kali menghadapi tantangan karena tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi atau instrumen pendapatan tetap lainnya. Akibatnya, sebagian investor memilih mengalihkan dana ke aset yang menawarkan potensi return lebih tinggi, sehingga permintaan terhadap emas menjadi lebih terbatas.

Pelaku pasar juga menaruh perhatian besar terhadap berbagai data ekonomi yang akan dirilis dalam waktu dekat. Data terkait inflasi, tenaga kerja, hingga pertumbuhan ekonomi akan menjadi petunjuk penting mengenai arah kebijakan bank sentral selanjutnya. Jika data-data tersebut menunjukkan kondisi ekonomi yang masih kuat, maka peluang suku bunga bertahan di level tinggi akan semakin besar dan dapat memberikan tekanan tambahan bagi harga emas.

Secara keseluruhan, kombinasi antara sinyal teknikal yang masih negatif dan sentimen fundamental yang belum sepenuhnya mendukung membuat prospek emas dalam jangka pendek masih cenderung bearish. Dominasi tekanan jual, posisi harga yang masih berada di bawah MA 21 dan MA 50, serta belum munculnya sinyal pembalikan arah yang kuat menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan investor.

Dengan kondisi tersebut, pergerakan harga emas masih berisiko melanjutkan pelemahan dalam beberapa sesi mendatang. Pelaku pasar disarankan untuk tetap memantau perkembangan ekonomi global, arah kebijakan bank sentral, serta dinamika pasar keuangan yang dapat memengaruhi sentimen terhadap logam mulia. Selama belum ada katalis baru yang cukup kuat untuk mengubah arah pergerakan, tekanan bearish diperkirakan masih akan menjadi tema utama dalam perdagangan emas.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

ITSM Perkuat Posisi sebagai Kampus Inovatif melalui Kemitraan Strategis dengan Positive Technologies pada Kazan Forum 2026

Institut Teknologi dan Sains Mandala (ITSM) resmi menjalin kemitraan strategis dengan Positive Technologies, perusahaan keamanan siber terkemuka asal Rusia, dalam rangkaian Forum Ekonomi Internasional Russia–Islamic World: Kazan Forum 2026. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini menjadi tonggak penting dalam upaya ITSM memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkuat perannya dalam pengembangan teknologi digital, keamanan siber, ekonomi digital, dan inovasi berbasis keberlanjutan di Indonesia.

Kerja sama tersebut merupakan bagian dari penguatan kolaborasi
pendidikan dan teknologi antara Rusia dan sejumlah perguruan tinggi Indonesia.
Selain ITSM, program kemitraan ini juga melibatkan beberapa institusi
pendidikan tinggi nasional, antara lain Universitas Padjadjaran, Universitas
Pendidikan Indonesia, Politeknik Manufaktur Bandung, dan Universitas Darul Ma’arif.
Kehadiran berbagai perguruan tinggi dalam kolaborasi ini menunjukkan semakin
besarnya perhatian terhadap pengembangan ekosistem pendidikan cybersecurity
yang mampu menjawab kebutuhan industri dan tantangan global yang terus
berkembang.

Melalui kemitraan ini, ITSM berupaya memperkuat kapasitas pendidikan,
penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia di bidang teknologi informasi
dan keamanan digital. Di tengah meningkatnya ancaman terhadap infrastruktur
digital, kebutuhan akan tenaga profesional yang memiliki kompetensi cybersecurity
menjadi semakin mendesak. Oleh karena itu, kerja sama dengan Positive
Technologies diharapkan membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen
untuk memperoleh pengalaman internasional, peningkatan kompetensi teknis, serta
pemahaman mengenai praktik terbaik dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan
digital modern.

Ketua Yayasan Institut Teknologi dan Sains Mandala
(ITSM) Jember, Prof. Dr. Kahar Muzakhar
, menyampaikan bahwa kemitraan ini merupakan langkah strategis dalam
meningkatkan kualitas pendidikan berbasis teknologi sekaligus memperluas
kolaborasi internasional.

“ITSM Jember menyambut baik kerja sama strategis
dengan Positive Technologies. Kolaborasi ini menjadi peluang penting bagi kami
untuk memperkuat pendidikan, riset, dan pengembangan talenta digital, khususnya
di bidang cybersecurity. Kami
berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen,
serta ekosistem akademik ITSM dalam menghadapi kebutuhan industri yang terus
berkembang,”
ujarnya.

Sementara itu, Direktur Regional
Asia Tenggara Positive Technologies, Elena Grishaeva
, menegaskan bahwa
Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan sumber daya manusia di
bidang keamanan siber.

“Kami melihat Indonesia memiliki peluang yang sangat
besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan talenta cybersecurity di
kawasan. Melalui kemitraan dengan ITSM Jember, kami berharap dapat berbagi
pengalaman, pengetahuan, serta praktik industri yang mampu mendukung lahirnya
generasi profesional keamanan siber yang siap menghadapi tantangan transformasi
digital global,”
ungkapnya.

Lebih dari sekadar penguatan bidang keamanan digital, kerja sama ini
juga mendukung visi ITSM sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada
pengembangan teknologi, sains terapan, digital economy, kecerdasan buatan (Artificial
Intelligence
), teknologi biomasa, energi terbarukan, smart agriculture,
ketahanan pangan, dan pembangunan berkelanjutan. Melalui integrasi berbagai
bidang tersebut, ITSM berkomitmen menghasilkan inovasi yang mampu menjawab
tantangan masa depan sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dalam era ekonomi digital yang semakin terhubung, keamanan siber menjadi
fondasi penting yang menjamin keandalan sistem, perlindungan data,
keberlangsungan transaksi, serta stabilitas berbagai aktivitas ekonomi berbasis
teknologi. Oleh karena itu, cybersecurity tidak lagi dipandang sebagai
isu teknis semata, melainkan sebagai salah satu faktor strategis yang mendukung
daya saing bangsa dalam menghadapi transformasi ekonomi global.

Keterkaitan tersebut semakin relevan dengan fokus ITSM dalam
pengembangan riset biomasa, energi terbarukan, dan teknologi pertanian modern.
Saat ini, pengelolaan biomasa tidak hanya mengandalkan pendekatan konvensional,
tetapi juga memanfaatkan berbagai teknologi digital seperti Internet of
Things
(IoT), sensor pintar, komputasi awan, kecerdasan buatan, dan
analisis data untuk meningkatkan efisiensi proses produksi serta pengambilan
keputusan. Keamanan sistem dan data menjadi aspek penting untuk memastikan
bahwa inovasi tersebut dapat berkembang secara aman, andal, dan berkelanjutan.

Penguatan kapasitas cybersecurity juga membuka peluang bagi
percepatan hilirisasi riset dan inovasi berbasis biomasa. Pengelolaan data
penelitian, pengembangan teknologi proses, hingga integrasi rantai pasok
industri biomasa memerlukan infrastruktur digital yang aman dan terpercaya.
Dengan dukungan sistem keamanan yang kuat, hasil-hasil penelitian memiliki
peluang lebih besar untuk ditransformasikan menjadi produk dan layanan bernilai
tambah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun dunia usaha.

Di sektor pertanian, penerapan teknologi digital telah mendorong
lahirnya konsep smart and precise agriculture yang memungkinkan
pengelolaan lahan secara lebih efektif dan efisien. Pemanfaatan sensor
lapangan, drone, citra satelit, dan analitik berbasis kecerdasan buatan
membantu meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi penggunaan sumber daya.
Integrasi teknologi tersebut tidak hanya mendukung modernisasi sektor
pertanian, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan
nasional melalui pengambilan keputusan yang lebih cepat, tepat, dan berbasis
data.

Selain mendukung hilirisasi biomasa, penguatan keamanan digital juga
dapat meningkatkan kepercayaan industri dan investor terhadap pengembangan
teknologi berbasis energi terbarukan dan ekonomi digital. Perlindungan data,
keamanan kekayaan intelektual, serta keandalan sistem operasional menjadi
faktor penting dalam menciptakan ekosistem inovasi yang kompetitif dan
berkelanjutan.

ITSM memandang bahwa cybersecurity, digital economy, biomasa,
ketahanan pangan, dan kemandirian energi merupakan elemen yang saling terhubung
dalam membangun ekosistem pembangunan masa depan. Integrasi berbagai bidang
tersebut diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya memberikan
manfaat akademik, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang nyata
bagi masyarakat.

Partisipasi ITSM dalam Kazan Forum 2026 juga memberikan kesempatan untuk
memperluas wawasan global, membangun jejaring akademik dan industri
internasional, serta menjajaki peluang kolaborasi multidisiplin antara
Indonesia dan Rusia. Forum ini menjadi sarana strategis bagi ITSM untuk
mempelajari perkembangan terkini di bidang cybersecurity, digital economy,
energi terbarukan, teknologi biomasa, kecerdasan buatan, dan pertanian modern
yang saat ini menjadi fokus pembangunan berbagai negara.

Melalui kemitraan dengan Positive Technologies, ITSM menegaskan
komitmennya untuk menjadi pusat unggulan pengembangan cybersecurity, digital
economy
, biomasa, dan teknologi berkelanjutan. Sinergi ini diharapkan tidak
hanya menghasilkan sumber daya manusia yang kompetitif di tingkat global,
tetapi juga melahirkan inovasi yang mampu memperkuat ketahanan pangan,
mendorong kemandirian energi berbasis biomasa, serta meningkatkan daya saing
Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi dan teknologi masa depan.
Kolaborasi ini sekaligus menegaskan peran ITSM sebagai institusi pendidikan
yang aktif berkontribusi dalam pembangunan nasional melalui integrasi ilmu
pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES