Program Premium European Products Meneroka Peluang Pertumbuhan Baharu di Malaysia

Setelah tiga tahun mencatatkan kejayaan besar dalam usaha menembusi pasaran, program Produk Eropah Premium kini meneroka peluang pertumbuhan baharu dalam sektor makanan dan minuman di Malaysia. Pencapaian ini diraih melalui pelbagai aktiviti seperti penyertaan dalam pameran perdagangan, majlis makan malam perniagaan (B2B), kempen media, serta aktiviti promosi yang lain. Program ini telah meningkatkan kesedaran mengenai produk Eropah premium di samping memupuk kerjasama jangka panjang antara pengeluar Eropah dengan pihak berkepentingan industri di Malaysia.

Dalam tempoh tiga tahun yang lalu, program ini telah berjaya membina asas yang kukuh untuk membawa produk makanan Eropah yang tulen kepada pengimport, pengedar, peruncit, pengusaha hotel dan pengguna di Malaysia. Melalui penyertaan yang konsisten dalam pameran perdagangan penting seperti Pameran Perdagangan Makanan & Minuman Antarabangsa Malaysia (MIFB), serta acara makan malam rangkaian perniagaan (B2B) tahunan dan sesi libat urus bersama pihak media, produk Eropah telah mendapat pendedahan yang meluas dan hubungan yang berharga telah berjaya dijalin dalam pasaran tempatan.

Antara pencapaian penting program ini ialah kejayaan pelancaran produk premium dari Latvia dan Greece di Malaysia. Produk tenusu, konfeksi serta produk berasaskan tepung dan bijirin berkualiti premium dari Latvia seperti Tukuma Piens, Orkla Latvija dan Dobeles Dzirnavnieks kini boleh diakses untuk memenuhi keperluan kafe, pembuat roti, peruncit dan pengeluar makanan yang ingin memiliki produk dan ramuan Eropah berkualiti tinggi. Pada masa yang sama, premium Greek terdapat peningkatan ketersediaan bahan-bahan dari rantau Mediterranean, seperti kismis Corinthian berstatus PDO dan serbuk Mastiha Chios.

Seiring dengan perkembangan budaya makanan di Malaysia, permintaan terhadap bahan-bahan yang berkualiti tinggi dan unik akan terus wujud. Pada masa kini, pengguna mencari produk yang mempunyai asal-usul yang boleh dipercayai, kualiti unggul, dan cita rasa yang unik. Keadaan ini mewujudkan persekitaran yang sangat baik bagi pertumbuhan syarikat-syarikat Eropah di Malaysia. Selain itu, trend baharu dalam sektor makanan mendorong penghasilan inovasi, membolehkan syarikat-syarikat Malaysia memasukkan produk premium dari Eropah ke dalam hidangan yang bercirikan gaya klasik mahupun moden.

Berdasarkan kejayaan yang dicapai sepanjang tiga tahun lalu, program Produk Eropah Premium kekal komited untuk memperkukuh hubungan perdagangan dan kerjasama antara Eropah dengan Malaysia. Dengan penekanan berterusan terhadap kualiti, keaslian dan kemampanan, program ini berhasrat untuk membuka lebih banyak peluang perniagaan serta memperluas akses kepada produk Eropah premium di pasaran Malaysia.

Nota kepada Editor:

Kempen “Produk Eropah Premium” ialah program promosi yang dibiayai bersama oleh Kesatuan Eropah. Ia menyerlahkan keselamatan, kebolehkesanan dan perisa tulen produk agrimakanan Eropah, menyokong pengembangannya ke pasaran antarabangsa yang berkembang pesat seperti Malaysia.

Untuk mendapatkan maklumat lanjut tentang kempen “Produk Eropah Premium”, sila lawati https://premiumeuropeanproducts.eu/ atau email kami ke  info@premiumeuropeanproducts.eu.

Halaman khusus untuk program ini boleh didapati di Instagram, Facebook dan YouTube, @premiumeuropeanproducts.

Mengenai Kesatuan Kebangsaan Koperasi Pertanian Greece (ETHEAS)

Diasaskan oleh koperasi terkemuka Greece dan ditubuhkan oleh undang-undang Greece, ETHEAS ialah badan penyelaras kebangsaan Koperasi Pertanian di Greece. Dengan lebih 300 anggota koperasi yang mewakili kira-kira 80% daripada jumlah pusing ganti koperasi pertanian Greece, ETHEAS bermatlamat untuk memupuk pembangunan luar bandar dan koperasi, menyokong dan mempromosikan aktiviti ahlinya di dalam dan di peringkat antarabangsa, memberikan pendapat pakar tentang pengeluaran pertanian gerakan koperasi dan pembangunan sektor, menyelia penyebaran dan promosi idea koperasi, dan berkhidmat serta menyelidik projek ahlinya.

Mengenai Jawatankuasa Tenusu Latvia (LDC)

Jawatankuasa Tenusu Latvia (LDC) telah ditubuhkan pada tahun 1995, mewakili sektor pemprosesan tenusu Latvia dan bertujuan untuk melindungi kepentingannya. Ia terdiri daripada 17 ahli memproses kira-kira 80% susu yang dihasilkan secara industri di Latvia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

ION: Digitalisasi UMKM Harus Melampaui Konten Viral, AI Perlu Dorong Pertumbuhan Bisnis

JAKARTA — Pengalaman India mengembangkan Open Network for Digital Commerce (ONDC) menunjukkan bagaimana jaringan digital terbuka dapat memperluas peluang perdagangan. Mengacu pada pendekatan tersebut, Indonesia Open Network (ION) mengembangkan infrastruktur digital terbuka yang disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia untuk menghubungkan pelaku usaha, platform, dan penyedia layanan serta memperluas akses pasar.

Pentingnya pendekatan ini mengemuka dalam Indonesia Digital Meetup 2026 (IDM26), yang diselenggarakan SMESCO Indonesia pada 15–16 Oktober 2026 di Jakarta. Forum ini menyoroti perlunya mengubah aktivitas digital menjadi hasil bisnis yang terukur melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), kolaborasi lintas sektor, dan keterhubungan layanan digital.

Bagi ION, tantangannya bukan sekadar membawa UMKM ke ruang digital, melainkan memastikan teknologi membantu meningkatkan penjualan, menyederhanakan operasional, dan membuka peluang bisnis yang lebih luas.

Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Helvi Yuni Moraza mengingatkan bahwa penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tidak boleh berhenti pada pembuatan konten dan upaya mengejar popularitas di media sosial. Teknologi perlu dimanfaatkan untuk mempercepat pelayanan, memperkuat komunikasi dengan pelanggan, dan meningkatkan konversi penjualan.

“Penggunaan AI jangan sebatas membuat konten, tapi belum untuk menolong, melayani, atau mempercepat pasar,” ujar Helvi dalam IDM26.

Ia juga menekankan pentingnya mengukur keberhasilan digitalisasi melalui hasil bisnis yang konkret, sekaligus menjaga perlindungan data pribadi, keamanan siber, dan kepercayaan konsumen.

Dalam sambutan Menteri UMKM Maman Abdurrahman yang dibacakan Helvi, kolaborasi dalam membangun ekosistem disebut sebagai salah satu kunci keberhasilan transformasi digital UMKM. Sinergi pemerintah, lembaga pendukung, industri teknologi, dan sektor swasta diperlukan untuk memperluas akses serta memastikan teknologi memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha.

Kolaborasi ini penting karena UMKM membutuhkan dukungan yang saling melengkapi, mulai dari pemasaran dan transaksi hingga pengadaan bahan baku, logistik, pembiayaan, dan pengembangan pasar.

Presiden Direktur PT Indonesia Open Network (ION), Dr. Bayu Prawira Hie, sejalan dengan pandangan tersebut. Ia menekankan bahwa teknologi harus memberikan dampak langsung terhadap omzet, profitabilitas, dan efisiensi bisnis.

Dalam sesi IDM26, Bayu menguraikan empat manfaat utama AI bagi UMKM: meningkatkan penjualan melalui pemasaran yang lebih efektif, membantu mencari dan membandingkan pemasok, mengoptimalkan operasional termasuk pencatatan stok, serta mendukung keputusan strategis seperti pemilihan pembiayaan dan ekspansi usaha.

“Nomor satu, menurut saya paling penting. Pakai AI ini bisa dapetin omzet lebih banyak, enggak? Bisa dapetin cuan lebih banyak, enggak? Pada akhirnya itu,” ujar Bayu.

Pendekatan ini menempatkan AI sebagai alat praktis untuk membantu pengusaha mengambil keputusan lebih baik, mengurangi pekerjaan manual, dan menggunakan sumber daya secara efisien.

Dari Adopsi Digital Menuju Ekosistem yang Terhubung

Direktur Utama SMESCO Indonesia, Doddy A. Matondang, menyoroti besarnya peluang ekonomi digital Indonesia sekaligus pentingnya pendampingan UMKM. Menurut data yang dipaparkan dalam IDM26, sekitar 27 juta pelaku UMKM telah masuk ke ekosistem digital, sementara SMESCO telah merangkul 105.126 UMKM.

Angka tersebut menunjukkan kemajuan adopsi digital, tetapi kehadiran di platform saja belum cukup. Pelaku usaha juga membutuhkan kemampuan mengelola bisnis, menemukan mitra, mengakses layanan pendukung, dan menjangkau pelanggan.

SMESCO memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Bank Indonesia melalui QRIS, Google, PaDi UMKM, Smesco Hub, dan pelaku industri teknologi lokal.

Dalam konteks ini, ION menyediakan infrastruktur digital terbuka yang memungkinkan berbagai platform, pelaku usaha, dan penyedia layanan terhubung serta berkolaborasi. Dengan mengadaptasi pendekatan jaringan terbuka ONDC dari India sesuai kebutuhan Indonesia, ION bertujuan membantu mengurangi fragmentasi layanan dan mendukung ekosistem perdagangan digital yang lebih terintegrasi.

Jaringan terbuka memungkinkan berbagai pihak bekerja sama tanpa harus bergantung pada satu platform tertutup. Pendekatan interoperabel ini membuka peluang bagi UMKM untuk mengakses layanan yang lebih beragam dan menjangkau calon pelanggan melalui ekosistem digital yang saling terhubung.

Kebutuhan tersebut semakin penting karena pemasaran harus terhubung dengan penjualan, pengelolaan stok, dan pemenuhan pesanan. Pengembangan usaha juga membutuhkan akses ke pemasok, pembiayaan, logistik, serta layanan pendukung lainnya.

Pengalaman India melalui ONDC memberikan referensi mengenai potensi jaringan terbuka dalam mendukung perdagangan digital yang lebih inklusif. Bagi Indonesia, pendekatan tersebut dapat diadaptasi sesuai kondisi pasar dan kebutuhan pelaku usaha, dengan kolaborasi antara penyedia teknologi, lembaga pendukung, dan pengusaha lokal.

Teknologi Harus Menghasilkan Dampak Bisnis

Helvi juga menyoroti perlunya meningkatkan pemanfaatan AI untuk mendukung proses bisnis, bukan sekadar memperluas pengetahuan tentang teknologi. Kementerian UMKM menghadirkan SAPA UMKM sebagai layanan satu pintu yang memungkinkan pengusaha mengakses berbagai layanan menggunakan satu akun.

Bagi ION, tantangan berikutnya adalah memastikan kemajuan teknologi dan keterhubungan layanan menghasilkan manfaat nyata. UMKM perlu memilih teknologi sesuai skala dan kebutuhan bisnis, bukan sekadar mengikuti tren.

Pemanfaatan AI juga harus disertai perhatian terhadap keamanan data, penggunaan teknologi yang bertanggung jawab, dan kebutuhan pelanggan. Dengan demikian, peningkatan efisiensi dapat berjalan seiring dengan perlindungan data dan kepercayaan konsumen.

Kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam proses tersebut. Pemerintah dapat menciptakan lingkungan yang mendukung transformasi digital, lembaga pendukung memperkuat kapasitas UMKM, dan industri teknologi menyediakan infrastruktur serta solusi yang menghubungkan berbagai layanan.

Melalui IDM26, pembahasan mengenai digitalisasi, AI, dan kolaborasi ekosistem menegaskan bahwa transformasi UMKM membutuhkan pendekatan menyeluruh. Keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan para pemangku kepentingan membangun ekosistem yang terbuka, terhubung, dan berorientasi pada kebutuhan bisnis.

Pada akhirnya, keberhasilan digitalisasi bukan hanya tentang berapa banyak UMKM yang hadir di ruang digital, melainkan sejauh mana teknologi membantu meningkatkan penjualan, efisiensi operasional, dan perluasan pasar secara berkelanjutan.

Bagi ION, infrastruktur digital terbuka menjadi fondasi untuk menghubungkan berbagai platform, layanan, dan peluang bisnis. Dengan dukungan kolaborasi dan pemanfaatan teknologi yang tepat, digitalisasi dapat melampaui popularitas di media sosial dan menjadi penggerak pertumbuhan UMKM Indonesia yang lebih inklusif dan berdaya saing.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bittime Soroti Regulasi Stablecoin dan Perkembangan Aset Digital

Bittime menyoroti persiapan regulasi stablecoin di Indonesia yang ditargetkan memiliki arah awal pada Januari 2027, mencakup tata kelola, cadangan aset, mekanisme penukaran, dan perlindungan konsumen. Di tengah pertumbuhan pasar aset digital, stablecoin dan tokenisasi dinilai memiliki potensi dalam perkembangan keuangan digital, tetapi tetap memiliki karakteristik dan risiko yang perlu dipahami. Bittime menekankan pentingnya kejelasan regulasi, transparansi, dan literasi konsumen seiring berkembangnya inovasi aset digital, termasuk Tokenized US Stocks.

Persiapan regulasi stablecoin di Indonesia menjadi salah satu perkembangan yang perlu dicermati seiring dengan semakin beragamnya inovasi dalam ekosistem keuangan digital. Bittime, platform 3-in-1 yang menyediakan layanan Spot, Staking, dan Futures, melihat perkembangan tersebut sebagai pengingat pentingnya memahami fungsi, karakteristik, serta risiko setiap instrumen aset digital, di tengah upaya regulator menyeimbangkan inovasi teknologi dengan tata kelola dan perlindungan konsumen.

Melansir pemberitaan Antara News, dalam diskusi Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama media di Jakarta pada Kamis, 8 Oktober 2026, OJK menyampaikan perkembangan persiapan pengaturan stablecoin yang ditargetkan memiliki arah awal pada Januari 2027. 

Pembahasan tersebut mencakup potensi stablecoin sebagai programmable money, serta kebutuhan untuk memperhatikan tata kelola, cadangan aset, mekanisme penukaran kembali (redemption), dan perlindungan konsumen.

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, menilai kejelasan kerangka regulasi menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan ekosistem aset digital.

“Stablecoin menjadi salah satu perkembangan yang menarik dalam ekosistem keuangan digital karena memiliki fungsi berbeda dari aset kripto yang harganya lebih volatil. Namun, pemanfaatannya perlu didukung oleh kejelasan regulasi, transparansi, dan perlindungan konsumen. Hal ini penting agar inovasi dapat berkembang seiring dengan pemahaman masyarakat mengenai karakteristik dan risiko aset digital,” ujar Ryan.

Pertumbuhan Pasar Aset Digital Memperkuat Kebutuhan Tata Kelola

Persiapan regulasi stablecoin berlangsung di tengah perkembangan pasar aset digital Indonesia. Berdasarkan data OJK jumlah akun konsumen aset kripto mencapai 23,21 juta pada Agustus 2026. Pada periode yang sama, nilai transaksi aset kripto tercatat sebesar Rp23,16 triliun, meningkat 12,87% dibandingkan Juli 2026.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas aset digital menjadi bagian dari dinamika keuangan Indonesia. Namun, pertumbuhan pasar juga perlu diikuti peningkatan literasi, transparansi informasi, dan pemahaman mengenai risiko setiap instrumen.

Stablecoin, misalnya, merupakan aset digital yang dirancang untuk mempertahankan nilai relatif stabil dengan mengacu pada aset tertentu, seperti mata uang fiat. Meski demikian, target kestabilan nilai tidak menghilangkan risiko penerbit, kecukupan cadangan, likuiditas, maupun kemampuan penukaran kembali.

Ryan menambahkan bahwa pemahaman terhadap karakteristik aset menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan seiring bertambahnya pilihan produk digital.

“Pertumbuhan pasar perlu diimbangi dengan pemahaman yang baik mengenai cara kerja setiap instrumen. Stablecoin dirancang untuk menjaga kestabilan nilai terhadap aset acuannya, tetapi bukan berarti bebas risiko. Konsumen tetap perlu memperhatikan penerbit, mekanisme penukaran, likuiditas, dan ketentuan yang berlaku sebelum menggunakannya dalam aktivitas perdagangan aset digital,” jelas Ryan.

Stablecoin dan Tokenisasi Menjadi Bagian dari Evolusi Aset Digital

Selain stablecoin, tokenisasi aset juga menjadi bagian dari perkembangan ekosistem keuangan digital yang tengah diperhatikan regulator. Dalam pemberitaan Antara mengenai rancangan aturan penawaran aset ditokenisasi, OJK menyampaikan bahwa penyusunan Rancangan Peraturan OJK (RPOJK) mengenai penawaran aset ditokenisasi masih berlangsung.

Tokenisasi memungkinkan hak atau nilai tertentu direpresentasikan dalam bentuk token digital menggunakan teknologi blockchain. Namun, hak pemegang, mekanisme transaksi, dan perlindungan yang tersedia bergantung pada struktur serta ketentuan masing-masing produk.

Ryan menilai bahwa perkembangan tersebut menunjukkan pentingnya pendekatan regulasi yang memperhatikan karakteristik setiap inovasi.

“Stablecoin dan tokenisasi memiliki fungsi serta karakteristik yang berbeda, sehingga pendekatan pengaturannya juga perlu mempertimbangkan struktur dan risiko masing-masing produk. Kejelasan mengenai hak pemegang, tata kelola, transparansi, dan perlindungan konsumen akan menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan ekosistem keuangan digital yang bertanggung jawab,” kata Ryan.

Tokenized US Stocks dalam Ekosistem Bittime

Dalam ekosistem Bittime, Bittime menyediakan produk tokenized US stocks, yang memberikan eksposur terhadap pergerakan harga aset terkait saham perusahaan Amerika Serikat melalui token digital. Produk ini mencerminkan perkembangan tokenisasi dalam ekosistem aset digital, dengan karakteristik yang berbeda dari kepemilikan saham secara langsung melalui pasar modal konvensional.

Ryan menegaskan bahwa bertambahnya pilihan produk perlu disertai transparansi informasi dan pemahaman konsumen terhadap risiko.

“Bagi Bittime, perkembangan ekosistem aset digital tidak hanya berkaitan dengan semakin beragamnya pilihan produk, tetapi juga dengan pemahaman konsumen mengenai fungsi, mekanisme, dan risiko setiap instrumen. Kami melihat edukasi dan transparansi sebagai bagian penting dalam mendukung perkembangan industri yang bertanggung jawab, seiring dengan penyempurnaan kerangka regulasi di Indonesia,” tutup Ryan.

Seiring berkembangnya teknologi dan kerangka regulasi, Bittime memandang edukasi konsumen, tata kelola, dan transparansi sebagai elemen penting dalam pertumbuhan industri aset digital. Melalui ekosistem yang mencakup Spot, Staking, dan Futures, Bittime menghadirkan beragam pilihan produk aset digital dengan tetap menempatkan pemahaman risiko sebagai bagian penting dalam aktivitas perdagangan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Trump Benarkah Mendukung XRP? Ini Fakta di Balik Strategi Cadangan Kripto AS

Dukungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap industri kripto kembali menjadi perhatian investor, khususnya pemegang XRP, aset digital yang dikembangkan dalam ekosistem Ripple. Pada Maret 2025, Trump memasukkan XRP dalam pengumuman rencana cadangan kripto nasional AS. Namun, kebijakan resmi yang kemudian diterbitkan pemerintah menunjukkan bahwa posisi XRP tidak sama dengan Bitcoin.

Pertanyaan mengenai dukungan Trump terhadap XRP menjadi penting karena pernyataan pemerintah AS dapat memengaruhi sentimen pasar kripto. Meski demikian, investor perlu membedakan antara dukungan politik terhadap suatu aset digital dan keputusan pemerintah untuk benar-benar membeli atau menyimpannya sebagai cadangan strategis.

Mengutip Yahoo Finance, kebijakan yang berlaku saat ini memberikan status berbeda kepada Bitcoin dan aset kripto lainnya. Dengan demikian, masuknya XRP dalam pengumuman awal Trump tidak dapat langsung diartikan sebagai komitmen pemerintah untuk mengakumulasi token tersebut.

Trump Pernah Memasukkan XRP dalam Rencana Cadangan Kripto

Pada 2 Maret 2025, Trump mengumumkan melalui media sosial Truth Social bahwa rencana cadangan kripto AS akan mencakup XRP, Solana (SOL), dan Cardano (ADA). Ia kemudian turut menyebut Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) sebagai aset digital utama dalam pembahasan tersebut.

Pengumuman itu memicu respons positif di pasar kripto. Reuters melaporkan bahwa kapitalisasi pasar kripto meningkat lebih dari US$300 miliar dalam beberapa jam setelah pengumuman, sementara harga Bitcoin dan Ethereum juga mengalami kenaikan.

Namun, muncul pertanyaan mengenai bagaimana XRP masuk dalam pengumuman tersebut. Pada Mei 2025, Politico melaporkan bahwa sebuah perusahaan lobi yang sebelumnya bekerja untuk Ripple turut membantu menyusun pesan awal mengenai rencana cadangan kripto Trump.

Laporan tersebut memunculkan perdebatan mengenai apakah penyebutan XRP mencerminkan strategi pemerintah yang telah dirancang secara matang atau dipengaruhi oleh kepentingan pihak luar.

Terlepas dari kontroversi tersebut, pengumuman Trump menunjukkan bahwa XRP telah masuk dalam pembahasan politik mengenai masa depan aset digital di Amerika Serikat.

Kebijakan Resmi AS Lebih Memprioritaskan Bitcoin

Pada 6 Maret 2025, Trump menandatangani perintah eksekutif yang membentuk dua struktur berbeda untuk kepemilikan aset kripto pemerintah AS, yakni Strategic Bitcoin Reserve dan US Digital Asset Stockpile.

Perbedaan keduanya menjadi kunci untuk memahami posisi XRP.

Strategic Bitcoin Reserve dirancang untuk menampung Bitcoin yang dimiliki pemerintah, terutama aset yang diperoleh melalui penyitaan dalam perkara pidana atau perdata. Perintah tersebut juga membuka kemungkinan penambahan Bitcoin melalui strategi yang tidak menambah beban anggaran pemerintah.

Sementara itu, US Digital Asset Stockpile diperuntukkan bagi aset digital selain Bitcoin yang diperoleh pemerintah melalui mekanisme penyitaan atau sumber lain yang diizinkan.

Perintah eksekutif tersebut tidak secara khusus menetapkan XRP, Solana, maupun Cardano sebagai aset yang wajib dimasukkan ke dalam stockpile. Komposisi asetnya bergantung pada aset digital yang secara sah berada dalam kepemilikan pemerintah.

Kebijakan itu juga membatasi pembelian aset non-Bitcoin untuk stockpile menggunakan perintah yang berlaku. Akuisisi tambahan memerlukan dasar kewenangan lebih lanjut melalui tindakan eksekutif atau legislatif.

Artinya, pemerintah AS tidak otomatis memiliki mandat untuk membeli XRP di pasar hanya karena Trump pernah menyebut token tersebut dalam rencana cadangan kripto. (Yahoo Finance)

Mengapa Perbedaan Ini Penting bagi Investor XRP?

Bagi investor, terdapat perbedaan besar antara pemerintah menyimpan XRP yang diperoleh melalui penyitaan dan secara aktif membeli XRP untuk dijadikan cadangan.

Jika pemerintah membeli aset digital dalam jumlah besar, tindakan tersebut berpotensi menciptakan permintaan tambahan di pasar. Sebaliknya, menyimpan token yang sudah dimiliki pemerintah tidak serta-merta menghasilkan permintaan baru.

Karena itu, pernyataan politik mengenai dukungan terhadap XRP tidak dapat dijadikan bukti bahwa pemerintah AS akan menjadi pembeli besar aset tersebut.

Hingga artikel sumber diterbitkan pada 15 Oktober 2026, belum terdapat informasi resmi yang membuktikan adanya program khusus pemerintah federal untuk membeli XRP secara aktif. Besaran kepemilikan XRP pemerintah dalam stockpile juga belum terkonfirmasi secara resmi berdasarkan laporan tersebut.

Investor perlu memperhatikan perkembangan kebijakan, bukan hanya pernyataan tokoh politik. Kejelasan regulasi, adopsi institusional, perkembangan ekosistem Ripple, dan kondisi pasar secara keseluruhan tetap menjadi faktor yang dapat memengaruhi prospek XRP.

Regulasi dan Adopsi Tetap Jadi Katalis XRP

Selain kebijakan cadangan kripto, perkembangan regulasi aset digital di Amerika Serikat juga berpotensi memengaruhi sentimen terhadap XRP.

Kepastian mengenai klasifikasi aset digital dan aturan bagi pelaku industri dapat membantu perusahaan kripto mengembangkan produk serta memperluas layanan kepada institusi keuangan. Namun, proses pembentukan regulasi membutuhkan tahapan politik dan hukum yang tidak selalu berjalan sesuai harapan pasar.

XRP juga perlu dinilai berdasarkan perkembangan penggunaan teknologi dan ekosistemnya. Potensi adopsi oleh institusi keuangan dapat menjadi faktor pendukung, tetapi tidak menjamin kenaikan harga token.

Investor sebaiknya tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan spekulasi bahwa pemerintah AS akan membeli XRP. Perubahan kebijakan, kondisi likuiditas, volatilitas pasar, dan sentimen terhadap aset berisiko tetap dapat menyebabkan pergerakan harga yang signifikan.

Pantau Pergerakan Aset Kripto di Nanovest

Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Saham AS, Nanovest dapat menjadi salah satu pilihan untuk mulai berinvestasi sekaligus mengeksplorasi berbagai aset kripto lainnya dalam satu aplikasi.

Bagi investor yang baru ingin memulai, penting untuk memahami karakteristik setiap instrumen dan mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest memiliki perlindungan dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas serta berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Informasi lebih lanjut mengenai Nanovest dapat kamu kunjungi melalui www.nanovest.io. Aplikasi Nanovest juga tersedia di Play Store maupun App Store.

Pada akhirnya, Trump memang pernah memasukkan XRP dalam pengumuman rencana cadangan kripto AS. Namun, kebijakan resmi pemerintah memberikan perlakuan berbeda terhadap Bitcoin dan aset digital lainnya. Bagi investor, memahami perbedaan tersebut penting agar keputusan investasi didasarkan pada kebijakan yang benar-benar berlaku, bukan sekadar spekulasi pasar.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Ini 5 Kesalahan After-sales Service B2B dan Cara Mengatasinya

Proses penjualan tidak berakhir ketika pelanggan menandatangani kontrak atau menyelesaikan transaksi. Setelah pembelian, pelanggan tetap membutuhkan dukungan agar produk atau layanan yang mereka gunakan memberikan manfaat sesuai ekspektasi. Karena itu, after-sales service atau layanan purnajual menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hubungan bisnis setelah transaksi berlangsung.

Sebuah studi menjelaskan bahwa after-sales service adalah layanan yang diberikan kepada konsumen setelah pembelian. Dalam konteks bisnis, artinya memastikan pelanggan memperoleh dukungan yang sesuai saat menggunakan produk atau layanan tersebut.

Menurut Harvard Business Review, riset Frederick Reichheld dari Bain & Company menunjukkan bahwa peningkatan customer retention sebesar 5% dapat meningkatkan profit sebesar 25% hingga 95%, tergantung industri. Meski begitu, dalam praktiknya after-sales service masih kerap dipersepsikan sebatas penanganan keluhan atau masalah teknis.

Pandangan ini sering memicu kekeliruan operasional yang membuat klien kecewa. Agar reputasi bisnis Anda tetap terjaga, berikut 5 kesalahan umum dalam after-sales service yang wajib diwaspadai beserta solusinya.

1. Miskomunikasi dan Lupa Detail Hasil Percakapan

Salah satu keluhan mendasar pelanggan pascapenjualan adalah ketidaksesuaian antara apa yang didiskusikan saat sesi onboarding atau review meeting dengan eksekusi di lapangan. Ketika pelanggan harus mengulang informasi yang sama kepada Account Manager atau tim Customer Success yang berbeda, kepercayaan mereka terhadap konsistensi layanan dapat berkurang.

Cara Mengatasinya:

Terapkan sistem dokumentasi rapat yang terpusat dan konsisten. Jangan mengandalkan catatan manual yang berisiko hilang atau tidak lengkap. Alat bantu berbasis kecerdasan buatan (AI) seperti MiiTel Meetings dapat merekam dan membuat transkripsi otomatis dari sesi rapat online. Dengan fitur notulensi dan rangkuman otomatis, tim Anda dapat menangkap seluruh action items dan kesepakatan secara akurat tanpa khawatir ada detail yang terlewat.

2. Komunikasi yang Lambat dan Pasif

Banyak tim support baru bergerak ketika pelanggan mengajukan komplain (reactive mode). Pendekatan ini membuat kendala yang sebenarnya bisa diantisipasi terlambat ditangani. Selain itu, respons yang lambat saat pelanggan membutuhkan bantuan akan memberi kesan bahwa perusahaan hanya peduli pada penjualan awal.

Cara Mengatasinya:

Ubah pendekatan Anda menjadi proaktif. Buatlah jadwal check-in berkala untuk menanyakan penggunaan produk dan kendala yang dihadapi. Tetapkan Service Level Agreement (SLA) yang jelas untuk waktu tanggapan komunikasi. Semakin cepat dan proaktif tim Anda menyelesaikan potensi masalah, semakin tinggi kepuasan pelanggan terhadap kualitas after-sales service Anda.

3. Kurangnya Empati dan Evaluasi Nada Bicara dalam Interaksi dengan Pelanggan

Dalam melayani pelanggan yang sedang menghadapi masalah, penyampaian informasi saja tidak cukup. Banyak kegagalan after-sales service terjadi karena staf menangani keluhan secara dingin, kaku, atau terkesan mengabaikan frustrasi pelanggan. Nada bicara dan tingkat kepedulian tim sangat menentukan apakah pelanggan akan bertahan atau beralih ke kompetitor.

Cara Mengatasinya:

Lakukan pelatihan berkala (coaching) mengenai active listening dan empati bagi tim Customer Success atau Account Management. Evaluasi tidak hanya berdasarkan hasil akhir pertemuan, tetapi juga proses komunikasi di dalamnya.

Teknologi analisis rapat dapat mendukung proses ini. MiiTel Meetings membantu supervisor mengevaluasi pola komunikasi seperti talk-to-listen ratio, kecepatan bicara, intonasi, dan kata kunci yang muncul dalam percakapan.

Data tersebut dapat menjadi bahan evaluasi dan coaching. Dengan begitu, supervisor tidak hanya memberi umpan balik berdasarkan kesan pribadi, tetapi memiliki data interaksi untuk mengidentifikasi pola komunikasi yang perlu diperbaiki.

4. Sulit Melacak Detail Diskusi Penting dari Rekaman Rapat yang Panjang

Seiring bertambahnya jumlah klien, tim after-sales harus mengelola puluhan sesi rapat setiap minggu. Ketika tim perlu memverifikasi poin spesifik yang disampaikan klien beberapa bulan lalu, memutar ulang rekaman berdurasi satu jam tentu tidak efisien dan memakan waktu.

Cara Mengatasinya:

Gunakan sistem pencarian pintar pada arsip dokumentasi rapat Anda. Melalui fitur Keyword Search MiiTel Meetings, tim dapat dengan cepat menemukan kata kunci atau topik tertentu dalam rekaman dan transkrip rapat tanpa harus memutar ulang seluruh durasi video. Kemampuan ini mempercepat penanganan masalah dan memastikan setiap janji layanan dapat ditindaklanjuti dengan akurat.

5. Tidak Ada Evaluasi Berkelanjutan Berdasarkan Data Interaksi

Kesalahan lainnya adalah menganggap proses after-sales service sudah berjalan baik tanpa evaluasi berkala. Padahal, interaksi dengan pelanggan menyimpan banyak informasi tentang masalah yang berulang, kebutuhan yang belum terpenuhi, dan bagian layanan yang masih perlu diperbaiki.

Tanpa analisis data interaksi, perusahaan akan sulit mengetahui apakah suatu masalah hanya terjadi pada satu pelanggan atau merupakan pola yang dialami banyak pelanggan.

Cara Mengatasinya:

Jika diperlukan, integrasikan data hasil rapat dengan CRM yang digunakan tim. Tinjau topik yang paling sering dikeluhkan atau ditanyakan klien. Dengan memantau analisis percakapan secara terstruktur, manajemen dapat mengambil keputusan berbasis data (data-driven decisions) untuk memperbarui materi onboarding, menyempurnakan fitur produk, maupun mengoptimalkan SOP pelayanan.

Mengoptimalkan Layanan Purnajual demi Pertumbuhan Bisnis

Membangun strategi after-sales service yang solid memerlukan kombinasi antara kepekaan komunikasi tim dan dukungan teknologi yang tepat. Dengan menutup kesenjangan komunikasi, menjaga empati, serta mendokumentasikan setiap kebutuhan klien secara presisi, bisnis Anda tidak hanya mampu mempertahankan pelanggan lama, tetapi juga membuka peluang cross-selling dan upselling di masa depan.

Siap Meningkatkan Kualitas After-Sales Service Bisnis Anda?

Ciptakan pengalaman purnajual yang bebas miskomunikasi dan tingkatkan kepuasan pelanggan Anda bersama MiiTel Meetings. Otomatiskan transkripsi rapat, analisis kualitas komunikasi tim, dan temukan poin penting rapat dalam hitungan detik.

Kunjungi miitel.id untuk konsultasi dan demo gratis MiiTel.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

IHSG Anjlok 8,01% Usai MSCI Soroti Status Pasar Indonesia, Perdagangan Berjangka Jadi Perhatian

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 8,01% ke level 5.393,92 pada pembukaan perdagangan Jumat (16/10/2026), terkoreksi 469,86 poin. Penurunan tajam ini mendorong Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan trading halt selama 30 menit.

Tekanan pasar muncul setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada 15 Oktober 2026 membuka konsultasi mengenai usulan perubahan klasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

MSCI menyoroti kekhawatiran terkait kelayakan investasi, transparansi struktur kepemilikan saham, konsentrasi kepemilikan, serta dugaan aktivitas perdagangan terkoordinasi yang dinilai dapat mengganggu pembentukan harga saham secara wajar. MSCI juga menilai belum terdapat bukti konsisten bahwa reformasi pasar modal Indonesia telah menghasilkan perbaikan yang berarti dan berkelanjutan.

Konsultasi tersebut berlangsung hingga 30 April 2027, dengan keputusan final diperkirakan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027. Selama proses ini, Indonesia masih berstatus Emerging Market.

Status tersebut penting karena menjadi acuan bagi sejumlah investor institusional dan produk investasi global dalam mengalokasikan dana. Jika reklasifikasi terealisasi, penyesuaian portofolio investor berpotensi memengaruhi arus modal asing, likuiditas, dan sentimen pasar saham domestik.

 

Pasar Turun, Peluang Transaksi Tetap Ada?

Anjloknya IHSG menunjukkan bagaimana perubahan sentimen global dapat menekan harga saham dan nilai portofolio investor. Namun, setiap instrumen keuangan memiliki mekanisme transaksi yang berbeda.

Dalam perdagangan berjangka atau Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK), pelaku pasar dapat mengambil posisi beli (long) ketika memperkirakan harga naik atau posisi jual (short) ketika memperkirakan harga turun, sesuai dengan karakteristik produk yang diperdagangkan.

Fleksibilitas ini memungkinkan peluang transaksi muncul dari pergerakan harga ke dua arah. Melalui Dupoin Futures, dinamika pasar global dan karakteristik instrumen derivatif menjadi bagian dari konteks yang perlu dipahami pelaku pasar ketika mengevaluasi strategi transaksi.

Dupoin Futures Soroti Pentingnya Diversifikasi

Dupoin Futures menilai pelemahan IHSG tidak dapat dilepaskan dari kombinasi sentimen domestik dan tekanan eksternal. Selain isu transparansi dan tata kelola pasar yang menjadi perhatian MSCI, ketidakpastian arah suku bunga Amerika Serikat, penguatan dolar AS, serta risiko geopolitik turut memengaruhi minat investor terhadap aset berisiko di negara berkembang.

Instrumen derivatif seperti forex, emas, indeks, dan komoditas memiliki faktor penggerak harga yang berbeda. Pergerakannya dapat dipengaruhi oleh kebijakan moneter, kekuatan dolar AS, data ekonomi, hingga perkembangan geopolitik. Karena itu, pemahaman terhadap karakteristik setiap instrumen menjadi bagian penting dalam mengevaluasi peluang dan risiko transaksi.

Dalam konteks tersebut, Dupoin Futures dapat menjadi salah satu alternatif penyedia layanan perdagangan berjangka yang dievaluasi oleh calon nasabah sesuai kebutuhan dan profil risikonya. Namun, penggunaan derivatif tidak otomatis mengurangi risiko portofolio. Efektivitas diversifikasi maupun lindung nilai bergantung pada instrumen, ukuran posisi, dan hubungan pergerakan harga aset yang digunakan.

Meski demikian, peluang transaksi tidak menjamin keuntungan. Perdagangan berjangka memiliki risiko kerugian yang signifikan, terlebih penggunaan leverage dapat memperbesar keuntungan maupun kerugian.

Di tengah ketidakpastian status pasar Indonesia dan tekanan IHSG, pemahaman terhadap perkembangan ekonomi global, sentimen pasar, serta pengelolaan risiko menjadi penting sebelum mengambil keputusan transaksi. Sementara itu, arah IHSG hingga akhir 2026 akan turut dipengaruhi oleh perkembangan reformasi pasar modal, respons MSCI, arus dana asing, stabilitas rupiah, serta kebijakan moneter global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Logistik Catat Kinerja 6,2 Juta Ton pada Triwulan III 2026, Tertinggi Sepanjang Tahun

KAI Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang jasa logistik, mencatatkan kinerja positif pada triwulan III 2026 dengan volume angkutan barang mencapai sekitar 6,2 juta ton. Capaian ini menjadi kinerja triwulanan tertinggi sepanjang 2026, sekaligus mencerminkan peningkatan aktivitas angkutan barang yang dikelola perusahaan. Secara kumulatif, hingga September 2026, KAI Logistik telah mengelola angkutan barang mencapai 14,9 juta ton.

Dibandingkan periode yang sama pada 2025, volume angkutan barang KAI Logistik pada triwulan III 2026 meningkat dari sekitar 5,9 juta ton menjadi 6,2 juta ton, dengan pertumbuhan sekitar 4% secara tahunan (year-on-year). Kinerja ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di kisaran 5% pada triwulan-triwulan sebelumnya, sekaligus mencerminkan upaya perusahaan dalam menjaga keberlangsungan layanan angkutan barang di tengah dinamika industri.

Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menyampaikan bahwa peningkatan kinerja pada triwulan III 2026 turut didukung oleh dinamika industri batu bara yang mulai menunjukkan pemulihan dan kondisi yang lebih stabil. Kondisi tersebut mendorong pertumbuhan volume angkutan perusahaan hingga mencapai peningkatan sekitar 2,6 juta ton dibandingkan kinerja pada awal tahun, sekaligus menjadi capaian tertinggi sepanjang 2026.

“Komoditas batu bara memberikan kontribusi terbesar, yakni sekitar 69% dari total volume angkutan triwulan III atau mencapai 4,3 juta ton. Perkembangan positif ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus menjaga momentum pertumbuhan melalui penguatan keandalan operasional dan optimalisasi potensi angkutan di berbagai segmen bisnis, sekaligus memperkuat peran KAI Logistik dalam mendukung distribusi komoditas strategis nasional,” ujar Yuskal.

Selain batu bara, kinerja angkutan KAI Logistik juga ditopang oleh berbagai komoditas lainnya. Pada triwulan III 2026, angkutan bahan bakar minyak dan bahan bakar khusus (BBM/BBK) mencapai sekitar 870 ribu ton, disusul angkutan peti kemas sebesar 844 ribu ton dan angkutan semen sebanyak 130 ribu ton. Sementara itu, layanan bongkar muat crude palm oil (CPO) mencatatkan volume sekitar 34 ribu ton, sedangkan angkutan retail melalui KALOG Express mencapai sekitar 24 ribu ton. Keberagaman komoditas tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memenuhi kebutuhan logistik lintas sektor, mulai dari energi dan manufaktur hingga distribusi barang konsumsi.

Memasuki triwulan IV 2026, KAI Logistik optimistis dapat terus meningkatkan kinerja melalui pengembangan layanan angkutan hewan ternak dan hasil bumi, perluasan titik layanan angkutan retail, serta digitalisasi proses operasional. Berbagai inisiatif ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan, meningkatkan efisiensi serta memperkuat kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berkembang.

“Ke depan, kami akan terus mengoptimalkan potensi bisnis yang telah berjalan sekaligus mengembangkan layanan yang relevan dengan kebutuhan pasar. Penguatan operasional, inovasi, perluasan jaringan, dan pemanfaatan teknologi menjadi langkah penting untuk menjaga kinerja perusahaan secara berkelanjutan. Kami berharap berbagai inisiatif tersebut dapat memperkuat peran KAI Logistik dalam mendukung kelancaran rantai pasok dan memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional,” tutup Yuskal.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

HASHIM DORONG PENGGUNAAN TEKNOLOGI PENANGKAP KARBON DI PABRIK

JAKARTA — Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mendorong penerapan teknologi penangkap karbon yang diklaim mampu memangkas emisi pabrik hingga 95 persen, dari uji coba di PT Petrokimia Gresik hingga pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Langkah itu berdiri di atas fondasi kebijakan industri hijau yang sebelumnya telah disiapkan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

 

“Ternyata ada teknologi dari Jepang, juga dari Taiwan dan sebagainya, yang dipakai di Petrokimia Gresik,” kata Hashim dalam Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Rabu (7/10/2026). Selain menekan emisi, teknologi itu menghasilkan produk sampingan berupa soda abu, bahan yang selama ini banyak diimpor.

 

Menurut Hashim, pemerintah tengah menyusun skema insentif bagi perusahaan yang memasang alat tersebut. Ia menilai teknologi yang sama dapat dipakai di PLTU batu bara. “Semua stasiun listrik, pembangkit listrik yang memakai batu bara bisa hidup terus-menerus,” ujarnya.

 

Visi: tumbuh tanpa menambah emisi

Sikap Hashim terhadap industri hijau pernah disampaikan pada Annual Indonesia Green Industry Summit (AIGIS) 2025 yang diprakarsai oleh Agus Gumiwang saat menjabat Menperin. AIGIS sendiri merupakan forum tahunan Kemenperin atas prakarsa Agus Gumiwang untuk mempercepat transformasi industri nasional menuju praktik rendah karbon. Hal ini bertujuan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat pengurangan emisi karbon di sektor industri, sekaligus membangun ekosistem industri hijau yang lebih tangguh dan berdaya saing. Hashim menegaskan target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029 tidak boleh dibayar dengan kenaikan emisi.   

 

“Peningkatan pertumbuhan ekonomi harus sejalan dengan komitmen penurunan emisi karbon, bukan sebaliknya,” kata Hashim saat itu. Ia juga mendorong pemakaian “teknologi tepat guna, teknologi baru dan teknologi relatif murah” agar transisi tidak membebani pelaku industri, yang ia sebut sebagai pemberi kerja bagi banyak rakyat Indonesia.

 

Di sisi pasokan energi, Hashim memaparkan target 100 gigawatt pembangkit tenaga surya dan 7 gigawatt pembangkit listrik tenaga nuklir dalam International Indonesia Sustainability Forum, Selasa (6/10/2026). Ia juga mendorong biofuel sebagai diversifikasi, tanpa harus menghentikan PLTU batu bara secara mendadak. Pasokan listrik bersih ini menjadi prasyarat dekarbonisasi pabrik.

 

Aktualisasi Peta Jalan Dekarbonisasi

Program yang kini didorong Hashim bertumpu pada kerangka yang dibangun Kemenperin dalam beberapa tahun terakhir. Agus Gumiwang telah memutuskan untuk mempercepat pencapaian target net zero emission (NZE) sektor manufaktur pada 2050, satu dekade lebih cepat dibanding target nasional 2060.

 

“Dekarbonisasi industri bukan hanya tantangan, tetapi juga peluang bagi Indonesia menjadi pemimpin regional industri rendah karbon, “ujar Chief Executive Officer Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa.

 

Industri hijau sebagai bagian dari ekonomi sirkular diproyeksikan menciptakan nilai tambah ekonomi Rp700 triliun hingga Rp1 kuadriliun pada 2030, menambah 0,4 sampai 0,7 poin persentase pertumbuhan ekonomi per tahun, dan membuka 3,5 juta hingga 5 juta lapangan kerja.  

 

Target NZE 2050 dijabarkan dalam peta jalan dekarbonisasi sembilan subsektor penyumbang emisi terbesar: semen, pupuk amonia, logam, pulp dan kertas, kimia, tekstil, keramik dan kaca, makanan dan minuman, serta otomotif. Peta jalan tersebut memuat enam pilar, mulai dari efisiensi energi dan material, substitusi bahan bakar, elektrifikasi dan energi terbarukan, hingga penangkapan karbon. Perusahaan di sembilan subsektor wajib melaporkan emisi gas rumah kaca secara berkala melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).

 

Target NZE 2050, peta jalan sembilan subsektor, dan kewajiban pelaporan emisi adalah kerangka yang jarang dimiliki negara berkembang. Tantangan berikutnya adalah menjaga agar kerangka itu tidak berhenti di atas kertas.

 

Di sisi regulasi, sejak tahun 2020 hingga sekarang, Kemenperin telah menerbitkan 35 peraturan menteri terkait industri hijau dan 62 Standar Industri Hijau, 50 di antaranya terbit pada masa Agus Gumiwang. Standar kawasan industri hijau diatur melalui Permenperin Nomor 26 Tahun 2025. Pada Juni 2026, lembaga validasi dan verifikasi emisi milik Kemenperin, BBSPJIA, memperoleh akreditasi Komite Akreditasi Nasional dan menerbitkan pernyataan verifikasi emisi pertamanya.

 

Agus Gumiwang menjabarkan visi pengurangan emisi udara dan peta jalan dekarbonisasi dengan membuat pilot project Carbon Capture and Utilization (CCU) bekerja sama dengan penyedia teknologi CCU dari UWIN Jepang dan Taiwan. Pilot project dilaksanakan di PT. Petrokimia Gresik (PKG) yang pada umumnya sektor petrokimia memberikan kontribusi emisi karbon dioksida yang tinggi.

 

Penangkap karbon yang kini dipromosikan Hashim juga berawal dari proyek percontohan pada masa Agus Gumiwang. Pada November 2025, Kemenperin melaporkan hasil uji coba enam bulan di Petrokimia Gresik yang dapat menurunkan emisi karbon dioksida hingga lebih dari 95 persen. Angka tersebut berdasarkan hasil uji coba yang diverifikasi oleh Sucofindo sebagai surveyor independen.

 

Di samping itu, dengan teknologi ini Petrokimia Gresik akan mampu menghasilkan produk samping (by product) berupa soda abu (soda ash) sebesar satu juta ton per tahun untuk mensubstitusi seluruh impor soda ash setiap tahunnya. Ini juga memberikan tambahan pendapatan bagi perusahaan sebesar sekitar USD 200 juta atau Rp. 3,6 Triliun per tahun. Teknologi ini juga dapat menghasilkan produk samping berupa soda kue (baking soda) yang selama ini masih diimpor. Solusi teknologi ini dapat diterapkan di industri-industri penghasil emisi karbon dioksida seperti industri semen, kimia, baja, keramik, dan lain-lain.

 

Teknologi ini juga dapat diterapkan untuk mengurangi polusi udara  yang disebabkan oleh hasil pembakaran batu bara terutama di PLTU dan industri yang menggunakan boiler. Dengan demikian persoalan polusi udara (emisi Particle Matters-PM 2.5) yang berasal dari PLTU, pabrik semen, dan pabrik baja dapat diatasi tanpa perlu menghentikan operasinya.

 

Penerapan CCU di Indonesia selain dapat menurunkan emisi karbon dioksida dan polusi udara serta menghasilkan produk samping berupa soda abu dan soda kue, dalam prosesnya terjadi penurunan emisi karbon dioksida yang akan menjadi potensi pendapatan bagi industri yang menerapkan teknologi CCU melalui mekanisme perdagangan karbon (carbon trading), baik di dalam maupun di luar negeri. Dengan demikian, akan menggerakkan perdagangan karbon di Indonesia dan sekaligus menguntungkan industri karena produknya akan menjadi produk hijau yang akan meningkatkan daya saing ekspor industri. 

 

 

 

GISCO dan pembiayaan transisi

Inisiasi lain yang telah direalisasikan oleh Agus Gumiwang adalah Green Industry Service Company (GISCO), ekosistem pembiayaan yang menghubungkan industri, penyedia teknologi, dan lembaga keuangan. Bank Dunia menyatakan dukungan berupa pendampingan, komitmen pinjaman lunak, dan hibah. Inisiatif ini telah masuk Blue Book Bappenas dan ditargetkan meluncur pada semester II-2026.  

 

“GISCO ini adalah jembatan antara lembaga pembiayaan, penyedia teknologi, dan pelaku industri sebagai upaya transformasi industri hijau dengan pembiayaan murah,” jelas Agus. Hal ini akan mampu menghilangkan keengganan pelaku industri untuk melakukan investasi dalam transformasi hijau dengan alasan biaya tinggi.

 

Tekanan dari luar membuat peta jalan industri hijau tersebut di atas mendesak untuk dijalankan. Hal ini akan dapat meningkatkan daya saing industri nasional dalam rangka mengantisipasi berlakunya Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) di Uni Eropa tahun 2026 yang mensyaratkan seluruh produk yang masuk ke Eropa harus memenuhi aspek-aspek lingkungan tertentu khususnya terkait dengan jejak karbon.

 

“Potensi kewajiban karbon terhadap produk Indonesia diperkirakan mencapai USD 208,1 juta dan dapat meningkat menjadi USD 288,4 juta apabila cakupannya diperluas,” ujar Fabby. Ia menjelaskan bahwa emisi sektor industri mencapai sekitar 382 juta ton CO2 pada 2023, atau 32,9 persen emisi nasional sehingga dekarbonisasi industri juga semakin menentukan daya saing perdagangan.

 

Atas upaya dan prakarsa transformasi hijau hingga 2025 lebih dari 1.100 perusahaan manufaktur telah menerima Penghargaan Industri Hijau, dan untuk itu Agus Gumiwang menerima penghargaan sebagai Tokoh Akselerator Transformasi Industri Hijau dalam Detikcom Awards 2025. 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Perkuat Sinergi Asuransi dan Dunia Usaha, BRI Insurance Jalin Kerja Sama Strategis dengan KADIN Indonesia

Jakarta: PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance) menjalin kerja sama strategis dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di bidang asuransi umum.

Penandatanganan kerja sama ini ditandatangani langsung oleh Suryani Motik selaku Wakil Ketua Umum Bidang Sosial dan Penanggulangan Bencana, dan perwakilan BRI Insurance Edi Sugiyanto selaku Pimpinan Divisi Partnership and Strategic Business Division serta disaksikan oleh Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Bakrie pada tanggal 13 Oktober 2026 di Hotel Arya Duta Jakarta.

Kerja sama ini menjadi langkah BRI Insurance dalam memperluas jangkauan perlindungan asuransi bagi pelaku usaha sekaligus memperkuat peran industri asuransi dalam mendukung ketahanan dan keberlanjutan kegiatan bisnis di Indonesia.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Carmelita Hartoto selaku Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Infrastruktur Pembangunan Kewilayahan, Reny Meilany, S.Si, M.SE selaku Direktur Industri Aneka Kementerian Perindustrian, serta Wahyu Laksono selaku Head of Nurani Astra.

Dalam sambutannya, Ketua Umum KADIN Indonesia, Bapak Anindya Bakrie, menekankan pentingnya posisi dan peran KADIN dalam mendukung agenda pembangunan nasional serta memperkuat ekosistem dunia usaha. Sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus wadah bagi para pelaku usaha, KADIN memiliki tanggung jawab untuk menunjukkan kepemimpinan dan menjalankan perannya secara optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Sebagai mitra strategis pemerintah dan wadah dunia usaha, kita harus mampu menunjukkan kepemimpinan serta menjalankan peran dan kedudukan kita dengan baik. Dunia usaha memiliki tanggung jawab untuk terus berkembang, membangun sinergi, dan menciptakan peluang yang memberikan manfaat lebih luas bagi perekonomian nasional. Prinsip business supports business menjadi penting, karena ketika pelaku usaha saling mendukung, kita dapat membangun ekosistem bisnis yang lebih kuat, berdaya saing, dan berkelanjutan.”

Edi Sugiyanto selaku Pimpinan Divisi Partnership and Strategic Business Division BRI Insurance mengatakan bahwa “BRI Insurance memandang perlindungan asuransi sebagai salah satu elemen penting dalam menjaga keberlangsungan usaha. Di tengah dinamika ekonomi dan beragam tantangan bisnis, risiko terhadap aset maupun kegiatan operasional dapat memengaruhi stabilitas perusahaan. Kehadiran perlindungan asuransi umum menjadi bagian dari upaya pengelolaan risiko agar pelaku usaha dapat menjalankan kegiatan bisnis dengan lebih terencana.” ucap Edi Sugiyanto.

Melalui kerja sama dengan KADIN Indonesia, BRI Insurance berupaya memperluas akses terhadap solusi perlindungan asuransi sekaligus meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya mitigasi risiko. Sinergi ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai sektor usaha, sehingga kebutuhan perlindungan dapat semakin dipahami sebagai bagian dari strategi menjaga keberlangsungan bisnis.

Saat ditemui secara langsung Budi Legowo selaku Direktur Utama BRI Insurance mengatakan “Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang asuransi umum, BRI Insurance terus berkomitmen menghadirkan layanan perlindungan yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan solusi asuransi, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung kebutuhan perlindungan aset dan kegiatan operasional pelaku usaha.” ujar Budi Legowo.

Melalui langkah ini, BRI Insurance menegaskan komitmennya untuk terus mengambil bagian dalam mendukung ketahanan dunia usaha melalui layanan asuransi umum yang profesional dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Ke depan, BRI Insurance berharap sinergi dengan KADIN Indonesia dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Risiko Menggunakan Sparepart Komatsu Non-Original dan Cara Mendapatkan Part Asli Bergaransi melalui UT Connect

Dalam memilih sparepart alat berat, sering kali harga menjadi pertimbangan utama karena dianggap dapat menekan Total Cost of Ownership (TCO). Namun, penggunaan sparepart non-original justru berpotensi menimbulkan biaya tersembunyi (hidden costs) atau tambahan di kemudian hari.

Komponen seperti engine, hidrolik, transmisi, dan undercarriage bekerja dalam kondisi berat dan saling terhubung. Karena itu, kualitas dan kecocokan sparepart penting untuk menjaga performa dan keandalan unit.

Di Indonesia, United Tractors merupakan distributor resmi tunggal Komatsu. Melalui platform digital UT Connect, pengguna alat berat dapat membeli Komatsu Genuine Parts melalui jalur resmi United Tractors dengan dukungan garansi. Simak pembahasan berikut, untuk mengetahui risiko serta cara mendapatkan part aslinya.

Risiko dan Biaya Tersembunyi Sparepart Komatsu Non-Original

Penggunaan sparepart yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis unit Komatsu dapat meningkatkan risiko gangguan operasional, terutama pada komponen yang memiliki peran penting terhadap performa alat berat.

Berikut beberapa risiko yang perlu diperhatikan:

1. Umur Pakai Komponen Lebih Pendek

Sparepart asli Komatsu (Komatsu Genuine Parts) dirancang berdasarkan spesifikasi teknis unit Komatsu, termasuk material, ukuran, toleransi, dan standar manufaktur.

Sementara itu, sparepart non-original dapat memiliki perbedaan pada aspek presisi, material, maupun proses produksi. Perbedaan tersebut dapat menyebabkan komponen lebih cepat mengalami:

1. keausan
2. kebocoran
3. deformasi
4. penurunan performa

Akibatnya, frekuensi penggantian sparepart menjadi lebih tinggi dan biaya perawatan dapat meningkat dalam jangka panjang.

2. Risiko Kerusakan Berantai pada Komponen Utama

Alat berat merupakan sistem yang terdiri dari berbagai komponen yang bekerja secara terintegrasi. Kegagalan satu sparepart dapat memberikan dampak terhadap komponen lainnya.

Sebagai contoh, penggunaan filter dengan kualitas yang tidak sesuai dapat meningkatkan risiko kontaminasi masuk ke sistem engine atau hidrolik.

Selain itu, komponen seperti seal, bearing, dan hose yang tidak sesuai standar dapat menyebabkan gangguan yang berkembang menjadi kerusakan lebih besar pada:

– hydraulic pump
– transmission
– final drive
– engine

Biaya perbaikan komponen utama tersebut tentu dapat jauh lebih besar dibandingkan selisih harga antara sparepart asli dan non-original.

3. Downtime yang Mengganggu Produktivitas Operasional

Dalam sektor pertambangan, konstruksi, perkebunan, dan industri lainnya, waktu operasional alat berat memiliki nilai ekonomi yang besar.

Ketika unit berhenti akibat kegagalan sparepart, perusahaan dapat menghadapi biaya tersembunyi seperti:

– target produksi yang tertunda
– waktu kerja operator yang tidak produktif
– biaya mobilisasi teknisi
– biaya transportasi
– kebutuhan unit pengganti

Karena itu, harga sparepart tidak dapat menjadi satu-satunya pertimbangan. Risiko downtime juga perlu masuk dalam perhitungan biaya perawatan.

4. Risiko terhadap Garansi dan Dukungan Resmi

Penggunaan sparepart yang tidak sesuai dengan spesifikasi atau tidak memiliki asal-usul yang jelas dapat meningkatkan risiko terhadap dukungan garansi, terutama apabila kerusakan berkaitan dengan komponen tersebut.

Untuk menjaga keandalan unit dan memastikan kesesuaian komponen, sangat disarankan untuk menggunakan sparepart asli Komatsu Genuine Parts melalui jalur pembelian yang resmi.

Dengan mendapatkan sparepart dari sumber resmi, pengguna dapat memastikan informasi produk, nomor part, serta dukungan layanan lebih mudah diverifikasi.

Menghitung Biaya Sparepart Alat Berat Tidak Cukup dari Harga Awal

Salah satu kesalahan yang sering terjadi dalam memilih sparepart adalah hanya membandingkan harga pembelian. Padahal, biaya sebenarnya perlu mempertimbangkan faktor lain seperti:

– harga sparepart
– biaya pemasangan
– umur pakai komponen
– frekuensi penggantian
– risiko kerusakan komponen lain
– potensi kehilangan produktivitas akibat downtime.

Gunakan pendekatan Total Cost of Ownership (TCO) untuk membantu perusahaan dalam melihat biaya secara lebih menyeluruh sehingga keputusan pembelian tidak hanya berdasarkan harga awal.

Promo Harga Sparepart Alat Berat Komatsu Bergaransi di Indonesia

Bagi pengguna alat berat Komatsu yang ingin mendapatkan sparepart asli dengan dukungan resmi, UT Connect dari United Tractors menyediakan platform digital untuk kebutuhan pembelian Komatsu Genuine Parts.

Melalui UT Connect, pengguna dapat mencari kebutuhan sparepart Komatsu secara online, termasuk berdasarkan model unit maupun nomor part (part number).

Melalui Klik UT dari UT Connect, pengguna dapat memperoleh berbagai kemudahan, antara lain:

– Jaminan produk Komatsu Genuine Parts melalui platform resmi United Tractors.
– Transaksi sparepart secara praktis 24/7 karena proses pemesanan dapat dilakukan secara online.
– Dukungan garansi produk sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
– Akses promo berkala dan penawaran sparepart untuk membantu pengguna mendapatkan kebutuhan komponen dengan lebih efisien.
– Fitur voucher belanja yang dapat digunakan untuk mendapatkan nilai transaksi yang lebih hemat.
– Dukungan jaringan United Tractors di seluruh Indonesia untuk membantu proses distribusi dan layanan kebutuhan sparepart.

Pengguna dapat melihat katalog dan melakukan transaksi sparepart Komatsu melalui halaman resmi UT Connect Part Online Transaction.

Selain itu, informasi mengenai promo dan penawaran sparepart juga tersedia sesuai dengan periode program yang berlaku.

Kebutuhan sparepart Komatsu yang tersedia mencakup berbagai komponen untuk mendukung perawatan dan operasional alat berat, seperti:

– Komatsu Genuine Filter;
– Komatsu Genuine Oil dan berbagai jenis pelumas (lubricant) resmi Komatsu;
– Battery Komatsu Genuine;
– Repair kit;
– Komponen engine;
– Komponen hydraulic;
– Komponen undercarriage.

Informasi harga, promo, dan ketersediaan sparepart dapat berubah sesuai jenis komponen, model unit, stok, dan periode program yang berlaku. Karena itu, pengguna disarankan melakukan pengecekan melalui UT Connect untuk mendapatkan informasi terbaru.

(FAQ) Pertanyaan Populer Seputar Sparepart Komatsu

1. Apa risiko dan biaya tersembunyi jika tidak menggunakan sparepart asli Komatsu?

Penggunaan sparepart non-original dapat meningkatkan risiko seperti umur komponen lebih pendek, kerusakan berantai pada sistem alat berat, peningkatan biaya maintenance, downtime operasional, serta risiko terhadap dukungan garansi apabila kerusakan berkaitan dengan komponen yang digunakan.

Karena itu, penggunaan Komatsu Genuine Parts melalui jalur resmi seperti UT Connect dapat membantu memastikan kesesuaian komponen dan menjaga performa unit.

2. Di mana mendapatkan promo harga sparepart alat berat Komatsu bergaransi di Indonesia?

Promo dan kebutuhan sparepart Komatsu Genuine Parts dapat diakses melalui UT Connect dari United Tractors.

Sebagai distributor resmi tunggal Komatsu di Indonesia, United Tractors menyediakan akses sparepart Komatsu melalui jalur resmi dengan dukungan informasi produk, ketersediaan, dan layanan terkait kebutuhan alat berat.

Jaga Performa Unit dengan Komatsu Genuine Parts 

Memilih sparepart alat berat bukan hanya tentang mencari harga pembelian yang lebih terjangkau, tetapi juga mempertimbangkan dampaknya terhadap produktivitas dan biaya operasional jangka panjang.

Penggunaan sparepart Komatsu non-original dapat menimbulkan berbagai risiko, mulai dari umur komponen yang lebih pendek, kerusakan komponen lain, downtime, hingga peningkatan biaya perawatan. Karena itu, penggunaan part yang sesuai dengan spesifikasi unit menjadi langkah penting untuk menjaga performa dan keandalan alat berat.

Untuk mendapatkan Komatsu Genuine Parts melalui jalur resmi, UT Connect menyediakan layanan praktis pembelian Komatsu Genuine Parts melalui jalur resmi United Tractors. Anda dapat mencari part yang dibutuhkan dengan lebih praktis dan mendapatkan produk asli dengan informasi produk yang jelas serta dukungan garansi.

Kunjungi UT Connect dan dapatkan sparepart Komatsu asli untuk mendukung perawatan unit Anda.

.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES