Bittime Targetkan Volume Futures Tumbuh 10 Kali Lipat

Bittime menargetkan volume perdagangan Bittime Futures tumbuh 10 kali lipat pada tahun pertama seiring meningkatnya potensi pasar Futures di Indonesia. Sebagai PAKD yang terdaftar dan diawasi OJK, Bittime terus mengembangkan layanan Futures sekaligus mendorong edukasi, literasi, dan manajemen risiko bagi trader aset digital.

Bittime, sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menargetkan volume perdagangan Bittime Futures tumbuh 10 kali lipat pada tahun pertama sejak produk tersebut diluncurkan. 

Target tersebut disampaikan Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, dalam acara Bittime di Bali, Bittime Alpha Gala Night pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Acara yang dihadiri sekitar 150 peserta, mulai dari pengguna VIP, trader, KOL, komunitas, hingga mitra institusional, tersebut membahas perkembangan pasar Futures di Indonesia, karakteristik Bittime Futures, strategi perdagangan, serta pentingnya manajemen risiko. Antusiasme peserta menunjukkan meningkatnya ketertarikan terhadap instrumen Futures dan perkembangan pasar aset digital di Indonesia.

Pasar Futures di Indonesia Masih Memiliki Ruang Pertumbuhan

Ryan mengatakan target tersebut mencerminkan optimisme Bittime terhadap potensi pasar Futures Indonesia yang masih memiliki ruang pertumbuhan.

“Kami ingin volume perdagangan Futures Bittime dapat tumbuh 10 kali lipat pada tahun pertama. Kami melihat peluang pertumbuhan yang besar di pasar Indonesia, terutama seiring semakin banyak trader yang mulai memahami Futures dan potensinya sebagai bagian dari strategi perdagangan mereka,” ujar Ryan Lymn.

Potensi tersebut sejalan dengan perkembangan pasar derivatif secara global. Berdasarkan data CoinMarketCap yang dibahas dalam acara, perdagangan derivatif menyumbang sekitar 79% dari total volume perdagangan aset kripto global. 

Di Indonesia, nilai transaksi aset kripto mencapai Rp28,58 triliun pada Juni 2026, naik 24,20% secara bulanan, sementara jumlah investor telah mencapai lebih dari 22 juta, berdasarkan data OJK.

Bittime meluncurkan layanan perdagangan derivatif aset keuangan digital pada 15 Juli 2026, setelah memperoleh izin yang diterbitkan oleh PT Central Finansial X (CFX). Bittime menjadi pedagang aset keuangan digital pertama yang memperoleh izin melalui proses perizinan secara penuh di bawah era pengawasan OJK.

Penyebutan pertama merujuk pada proses perizinan yang sejak awal berlangsung sepenuhnya dalam kerangka regulasi OJK, setelah pengaturan dan pengawasan aset kripto beralih dari Bappebti kepada OJK.

Dengan hadirnya Bittime Futures, Bittime kini menawarkan portofolio 3-in-1 yang mencakup Spot, Staking, dan Futures. Bittime Futures menyediakan 49 pasangan perdagangan, pilihan posisi Long dan Short, leverage hingga 25x, serta opsi Cross Margin dan Isolated Margin.

Data perdagangan Bittime juga menunjukkan BTCUSDT-PERP dan PUMPUSDT-PERP secara konsisten berada di posisi dua teratas dalam daftar pair Futures, baik pada periode satu minggu terakhir maupun 21 hari terakhir. Sementara itu, ETHUSDT-PERP, WLDUSDT-PERP, dan HYPEUSDT-PERP juga masuk dalam lima besar pada kedua periode tersebut. 

Pertumbuhan Harus Diiringi Edukasi dan Literasi

Di tengah peluang pertumbuhan Futures, Ryan menilai edukasi dan literasi tetap menjadi bagian penting karena instrumen tersebut memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan perdagangan Spot.

“Kami tidak hanya ingin mengejar pertumbuhan volume. Pengguna juga perlu memahami cara kerja Futures, termasuk risiko leverage dan pentingnya manajemen risiko. Pertumbuhan pasar harus berjalan bersama dengan edukasi dan literasi yang baik,” kata Ryan.

Menurutnya, fleksibilitas untuk mengambil posisi Long maupun Short dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi trader dalam merespons kondisi pasar, tetapi perlu diimbangi pemahaman yang memadai sebelum melakukan transaksi.

“Kami melihat antusiasme yang sangat positif dari peserta. Banyak yang tidak hanya tertarik pada peluang Futures, tetapi juga ingin memahami bagaimana menggunakannya secara lebih bertanggung jawab. Ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan pasar Futures di Indonesia,” ujar Ryan.

Bittime menilai Futures akan menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan ekosistem produk perusahaan, sejalan dengan visi Bittime sebagai gerbang masyarakat Indonesia menuju berbagai aset global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bitcoin Tembus US$74.000, Sinyal Menuju US$80.000 Makin Kuat?

Jakarta, 21 Agustus 2026 – Bitcoin (BTC) kembali membuat pasar kripto bergairah. Aset kripto terbesar dunia itu melonjak sekitar 7,9 persen dalam 24 jam terakhir pada Jumat (21/8), hingga diperdagangkan di kisaran US$74.409 atau sekitar Rp1,31 miliar, setelah sebelumnya bergerak dari sekitar US$63.000 menuju area US$75.000 dalam waktu kurang dari dua hari.

Lonjakan ini membawa kembali level US$80.000 ke radar investor. Namun, berbeda dengan reli yang hanya ditopang euforia jangka pendek, pergerakan Bitcoin kali ini didorong kombinasi beberapa katalis besar: membaiknya likuiditas global, kembalinya dana institusional melalui ETF Bitcoin spot, serta gelombang likuidasi posisi short.

Salah satu pemicu terbesarnya datang dari Amerika Serikat (AS). Pada 19 Agustus 2026, Departemen Keuangan AS mengumumkan akan meningkatkan setidaknya dua kali lipat ukuran operasi pembelian kembali atau buyback obligasi pemerintah berjangka panjang.

Batas pembelian yang sebelumnya maksimal US$2 miliar per operasi dinaikkan menjadi setidaknya US$4 miliar, efektif mulai 9 September hingga 4 November 2026. Kebijakan tersebut menyasar obligasi dengan tenor 10 hingga 30 tahun dan ditujukan untuk memberikan dukungan likuiditas di pasar obligasi jangka panjang.

Pengumuman itu sempat menekan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan melemahkan dolar AS, kondisi yang secara umum memberikan ruang lebih besar bagi aset seperti Bitcoin dan emas untuk menguat.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai reli Bitcoin kali ini menjadi menarik karena tidak hanya berasal dari satu faktor.

“Kita melihat tiga mesin bekerja hampir bersamaan. Likuiditas makro mendapat sentimen positif, investor institusional kembali mengakumulasi Bitcoin melalui ETF spot, lalu posisi short yang terlalu besar dipaksa keluar dari pasar. Kombinasi seperti ini membuat kenaikan harga menjadi sangat cepat,” ujar Yudho.

Dana Institusi Kembali Masuk

Sinyal kuat lainnya datang dari pasar ETF Bitcoin spot di AS yang mencatat arus dana bersih sebesar US$517,19 juta pada 19 Agustus, menjadi inflow harian terbesar sejak 4 Mei 2026. BlackRock IBIT memimpin dengan sekitar US$284,7 juta, disusul ARK 21Shares ARKB sebesar US$77,7 juta dan Fidelity FBTC sekitar US$62,4 juta.

Masuknya lebih dari setengah miliar dollar AS dalam satu hari memberi indikasi bahwa kenaikan Bitcoin tidak sepenuhnya berasal dari spekulasi investor ritel.

Menurut Yudho, aliran ETF menjadi salah satu indikator penting yang perlu diperhatikan dalam beberapa hari ke depan.

“Kalau ingin menilai apakah reli ini punya napas lebih panjang, jangan hanya melihat candle hijau atau persentase kenaikan harian. Perhatikan apakah inflow ETF tetap berlanjut. Konsistensi permintaan spot jauh lebih penting untuk menjaga tren dibandingkan reli yang hanya berasal dari leverage,” kata Yudho.

Short Seller “Terbakar”, Reli Makin Kencang

Setelah Bitcoin menembus sejumlah level resistance, kenaikan harga kemudian diperbesar oleh fenomena short squeeze.

Lebih dari US$3,1 miliar posisi short kripto dilikuidasi ketika harga bergerak cepat ke atas. Investor yang sebelumnya bertaruh harga akan turun terpaksa menutup posisi, yang pada akhirnya menambah tekanan beli di pasar.

Besarnya pergerakan tersebut juga menjadi perhatian perusahaan analitik blockchain Glassnode. Pergerakan penutupan harian Bitcoin tercatat sekitar 5,8 standar deviasi di atas volatilitas 30 harinya, menjadi pergerakan naik sebesar itu yang terbesar sejak Oktober 2023.

Artinya, reli yang terjadi kali ini tergolong tidak biasa, bahkan untuk ukuran Bitcoin yang dikenal sebagai aset dengan volatilitas tinggi.

Bitcoin Menuju US$80.000?

Secara teknikal, Bitcoin kini telah meninggalkan zona resistance penting US$69.000-US$70.000 dan bergerak di atas level psikologis US$72.000.

Selama harga mampu mempertahankan area tersebut sebagai support, peluang Bitcoin melanjutkan penguatan menuju US$76.000-US$80.000 tetap terbuka.

Level US$80.000 juga mulai kembali masuk ke dalam proyeksi sejumlah pengamat pasar. Yudho perkirakan Bitcoin berpotensi memasuki akhir tahun 2026 di sekitar US$80.000 sebelum memasuki fase penguatan yang lebih besar pada tahun berikutnya.

Namun, Yudho mengingatkan bahwa US$80.000 sebaiknya dibaca sebagai skenario, bukan kepastian.

“US$80.000 sekarang semakin dekat secara teknikal, tetapi pasar tidak bergerak dalam garis lurus. Setelah kenaikan hampir vertikal, konsolidasi atau koreksi sehat sangat mungkin terjadi. Selama Bitcoin mampu menjaga area sekitar US$72.000 dan permintaan spot tetap kuat, skenario menuju US$76.000 hingga US$80.000 masih terbuka,” jelasnya.

Sebaliknya, kegagalan mempertahankan momentum di atas US$72.000 dapat membuka ruang koreksi kembali ke area US$70.000 hingga sekitar US$68.000.

September Bisa Jadi Penentu

Selain faktor harga, investor juga mulai memperhatikan perkembangan regulasi di Amerika Serikat.

Salah satu katalis yang menjadi perhatian adalah perkembangan CLARITY Act, regulasi yang bertujuan memberikan struktur lebih jelas mengenai pembagian pengawasan pasar aset digital di AS. Laporan pasar menyebut pemungutan suara di Senat dijadwalkan pada 15 September 2026.

Bila dikombinasikan dengan arus masuk ETF yang berkelanjutan dan kondisi likuiditas yang mendukung, perkembangan regulasi positif dapat memberikan katalis lanjutan bagi pasar kripto.

Namun, CEO FLOQ ini menilai investor tetap perlu menjaga ekspektasi.

“Momentum Bitcoin sedang sangat kuat, tetapi justru ketika pasar bergerak cepat, disiplin menjadi semakin penting. Jangan mengejar harga hanya karena takut tertinggal. Perhatikan fundamental, likuiditas, regulasi, dan sesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko masing-masing,” tutup Yudho.

Dengan Bitcoin kembali mendekati area US$75.000, pasar kini menghadapi pertanyaan berikutnya: apakah reli ini hanya ledakan akibat short squeeze, atau awal perjalanan Bitcoin menuju US$80.000 dan level yang lebih tinggi?

Jawabannya kemungkinan akan ditentukan oleh satu hal yang tidak bisa dihasilkan dari likuidasi semata: apakah pembeli riil dan dana institusional tetap bertahan setelah euforia mereda.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PAM JAYA Salurkan 200 Toren Air untuk Warga Terdampak Gempa NTT, Wujud Solidaritas dari Jakarta

“Dari PAM JAYA untuk NTT. Bersama, kita hadir dan saling menguatkan.”
Melalui semangat tersebut, PAM JAYA berharap solidaritas yang diberikan dapat menjadi bagian dari dukungan bagi masyarakat NTT dalam melewati masa pemulihan pascabencana serta mengingatkan bahwa kepedulian terhadap sesama dapat hadir melalui kolaborasi dan aksi nyata.

JAKARTA — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak
bencana kembali diwujudkan melalui kolaborasi lintas pihak. Pemerintah Provinsi
DKI Jakarta hari ini menyerahkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana
gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam kegiatan yang berlangsung di Balai
Kota DKI Jakarta dan dipimpin langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Bapak Pramono
Anung.

Dalam aksi solidaritas tersebut, PAM JAYA bersama TP PKK
Provinsi DKI Jakarta dan Daya Wanita PAM JAYA turut berkontribusi dengan
menyalurkan 200 toren air gratis
untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air
bersih masyarakat terdampak bencana.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari kepedulian bersama
untuk membantu masyarakat yang tengah menghadapi kondisi pascabencana,
khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar berupa akses dan penyimpanan air
bersih.

Sebagai perusahaan yang memiliki tanggung jawab dalam
penyediaan layanan air bersih bagi masyarakat Jakarta, PAM JAYA memandang bahwa
kepedulian terhadap kebutuhan air bersih tidak berhenti pada wilayah
operasionalnya. Solidaritas dan kolaborasi menjadi bagian penting dalam
menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk bagi mereka yang
sedang menghadapi situasi darurat akibat bencana.

Melalui penyaluran bantuan ini, PAM JAYA berharap dukungan
berupa toren air dapat membantu masyarakat terdampak dalam menyimpan dan
mengelola ketersediaan air bersih selama proses pemulihan pascabencana
berlangsung.

Kolaborasi bersama TP PKK Provinsi DKI Jakarta dan Daya
Wanita PAM JAYA juga menunjukkan pentingnya sinergi berbagai elemen dalam
merespons kondisi kemanusiaan. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat
memperkuat upaya pemulihan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat
di NTT.

Bantuan ini sekaligus menjadi wujud komitmen PAM JAYA untuk
terus mengambil bagian dalam berbagai aksi sosial dan kemanusiaan. Tidak hanya
menjalankan peran sebagai penyedia layanan air bersih, PAM JAYA juga berupaya
menghadirkan nilai dan manfaat sosial melalui berbagai bentuk kolaborasi dengan
pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya.

“Dari PAM JAYA untuk NTT. Bersama, kita hadir dan saling
menguatkan.”

Melalui semangat tersebut, PAM JAYA berharap solidaritas
yang diberikan dapat menjadi bagian dari dukungan bagi masyarakat NTT dalam
melewati masa pemulihan pascabencana serta mengingatkan bahwa kepedulian
terhadap sesama dapat hadir melalui kolaborasi dan aksi nyata.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kemitraan Strategis jadi Kunci Dorong Kedaulatan Mineral

JAKARTA – Upaya menciptakan kemitraan strategis menjadi salah satu kunci untuk mendorong kedaulatan mineral Indonesia. Melalui kolaborasi tersebut, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga mampu menguasai teknologi dan memperkuat rantai nilai industri mineral nasional.
Chief Technology Officer (CTO) Danantara Indonesia Sigit Puji Santosa menjelaskan, kesenjangan teknologi Indonesia di sejumlah sektor mineral sebenarnya tidak terlalu jauh dibandingkan dengan negara lain. Menurutnya, selama ini Indonesia masih banyak mengekspor bahan baku seperti alumina dan aluminium, sementara produk turunannya masih diproduksi di luar negeri.
Ia mencontohkan, Indonesia selama ini mengolah bauksit menjadi alumina atau aluminium ingot untuk kemudian diekspor ke negara lain seperti Jepang. Namun, untuk produk ekstrusi aluminium yang digunakan di sektor dirgantara, otomotif hingga pertahanan, Indonesia masih harus menunggu pasokan selama lima hingga enam bulan.
Sigit menilai teknologi untuk mengembangkan produk turunan aluminium maupun baja masih berada dalam jangkauan Indonesia. Namun, tantangan yang lebih besar berada pada mineral berbasis semikonduktor dan sejumlah mineral khusus yang saat ini hanya dikuasai oleh negara-negara maju.
“Tapi bukan jadi masalah, kita punya strategi di mana kita melakukan strategic partnership. Jadi kementerian strategis, di mana kita memiliki share terhadap kita punya mineral, you punya teknologi, tapi kalau you gak dapat mineral dari kita, maka gak bisa jalan. Kita strategic partnership, kita bangun kolaborasi R&D, kita ajak semua perguruan tinggi,” ujar Sigit dalam MINDialogue, di Jakarta, Rabu, (12/8/2026).
Senada dengan itu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu mengakui kemitraan strategis masih dibutuhkan untuk mempercepat transfer teknologi ke Indonesia. Menurutnya, investasi asing tetap diperlukan karena Indonesia masih memiliki kelemahan dalam riset dan pengembangan atau research and development (R&D).
“Memang kenapa kita butuh juga investasi dari luar? Kita juga butuh partner teknologi karena memang terus terang kita juga sangat lemah dalam research and development. Maka itu PR besar,” kata Todotua.
Ia mencontohkan pengembangan industri baterai kendaraan listrik yang masih menghadapi tantangan pada rantai pasok bagian tengah. Padahal, Indonesia telah memiliki sumber daya nikel dan fasilitas pengolahan HPAL.
Saat ini, Indonesia tengah melaksanakan kerja sama strategis Indonesia dalam proyek baterai kendaraan listrik. Hal ini ditandai dengan kolaborasi antara anak usaha MIND ID, Indonesia Battery Corporation (IBC) dan Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) untuk mengadopsi teknologi manufaktur sel baterai kendaraan listrik.
Keduanya tengah membangun pabrik baterai electric vehicle (EV) berlokasi di Karawang, Jawa Barat yang akan segera diresmikan pemerintah. Adapun kapasitas produksi awal ditaksir mencapai sebesar 6,9 gigawatt hour (GWh) per tahun.
Proyek ini digarap oleh konsorsium Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd. (CBL) dengan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) dan IBC. CBL sendiri merupakan anak usaha dari CATL. Konsorsium perusahaan-perusahaan itu pun membentuk perusahaan baru bernama PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB).
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin menekankan bahwa kemitraan strategis harus memberikan manfaat yang lebih besar bagi Indonesia. Ia menilai selama ini banyak kekayaan mineral nasional yang justru lebih banyak dimanfaatkan oleh pihak lain yang memiliki keunggulan teknologi dan pendanaan.
Menurut Maroef, kondisi tersebut membuat Indonesia belum sepenuhnya menikmati manfaat dari sumber daya mineral yang dimiliki. Padahal, pengelolaan mineral seharusnya mampu memberikan nilai tambah yang optimal bagi bangsa dan negara.
“MIND ID memandang perlunya upaya perbaikan komprehensif yang melibatkan sinergi lintas institusi. Kami mengidentifikasi bahwa transformasi tata kelola cadangan mineral nasional harus dilakukan di setiap simpul kunci proses bisnis pertambangan, yakni dari sektor hulu, menengah midstream hingga hilir,” kata Maroef.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Prediksi Harga Emas (XAUUSD) Pekan Depan: Momentum Bullish Masih Terjaga, Target 4.594–4.655

Pergerakan harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan pekan depan. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, tren kenaikan pada grafik harian masih cukup kuat setelah harga berhasil melewati resistance sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa buyer masih memiliki kendali terhadap pasar dan membuka peluang bagi XAUUSD untuk bergerak menuju area resistance berikutnya di 4.594 hingga 4.655. Kendati demikian, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan potensi koreksi sebelum mengambil posisi baru.

Pada time frame Daily, harga emas menunjukkan struktur pasar yang masih mendukung skenario bullish. Salah satu faktor utama yang menjadi perhatian adalah keberhasilan harga melakukan breakout terhadap resistance sebelumnya. Breakout tersebut menunjukkan bahwa tekanan beli mampu mendorong harga melewati batas yang sebelumnya menjadi penghalang kenaikan. Setelah menembus resistance, harga kemudian membentuk base area, yang dapat menjadi pijakan bagi pergerakan berikutnya.

Terbentuknya base area setelah breakout memberikan indikasi bahwa pasar sedang melakukan konsolidasi sebelum menentukan arah lanjutan. Selama harga mampu mempertahankan area tersebut dan tidak kembali masuk ke bawah resistance yang telah ditembus, peluang tren bullish tetap terbuka. Dalam skenario ini, target kenaikan berikutnya berada pada kisaran 4.594–4.655.

Menurut Geraldo Kofit, area resistance tersebut menjadi zona penting yang perlu diperhatikan pada pekan depan. Jika buyer mampu mempertahankan momentum dan harga berhasil menembus resistance 4.594, maka peluang untuk menguji level 4.655 semakin terbuka. Namun, apabila harga mengalami rejection ketika mendekati resistance, aksi ambil untung dapat memicu koreksi dalam jangka pendek.

Karena posisi harga sudah berada dalam tren naik, melakukan pembelian secara langsung ketika harga mendekati resistance dinilai memiliki risiko yang lebih besar. Untuk memperoleh level entry yang lebih optimal, Dupoin Futures menyarankan agar pelaku pasar menunggu kemungkinan retracement menuju area support 4.417. Level tersebut dapat menjadi zona yang menarik untuk melihat kembali kekuatan buyer.

Koreksi menuju 4.417 tidak serta-merta menunjukkan bahwa tren bullish telah berakhir. Dalam kondisi pasar yang sedang mengalami penguatan, penurunan sementara justru dapat menjadi bagian dari proses retest setelah breakout. Apabila harga turun ke area tersebut kemudian membentuk rejection, swing low, atau sinyal pembalikan lainnya, peluang untuk kembali melanjutkan kenaikan akan semakin besar. Strategi menunggu koreksi juga dapat membantu trader memperoleh posisi dengan potensi risiko yang lebih terukur dibandingkan mengejar harga di dekat resistance.

Dari sisi fundamental, prospek emas (XAUUSD) juga masih mendapatkan dukungan dari sejumlah faktor eksternal. Salah satu katalis utama berasal dari pelemahan dolar AS. Penurunan nilai dolar dapat meningkatkan daya tarik emas bagi investor global karena harga logam mulia menjadi relatif lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya. Kondisi tersebut berpotensi menjaga aliran dana masuk ke pasar emas.

Selain pergerakan dolar AS, kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Amerika Serikat turut menjadi perhatian investor. Ketidakpastian mengenai kondisi fiskal dapat meningkatkan kebutuhan terhadap aset yang dianggap mampu menjadi penyimpan nilai di tengah meningkatnya risiko ekonomi. Dalam situasi seperti ini, emas berpotensi mendapatkan keuntungan dari meningkatnya permintaan sebagai aset safe haven.

Namun, terdapat pula sejumlah faktor yang dapat membatasi ruang penguatan emas. Salah satunya adalah kenaikan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan geopolitik. Harga energi yang lebih tinggi dapat meningkatkan tekanan inflasi global. Apabila inflasi kembali menjadi perhatian utama, ruang bagi Federal Reserve (The Fed) untuk memangkas suku bunga dapat menjadi lebih terbatas.

Kebijakan suku bunga The Fed menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah XAUUSD. Pemangkasan suku bunga biasanya memberikan sentimen positif terhadap emas karena menurunkan opportunity cost dalam memegang aset yang tidak menghasilkan bunga. Sebaliknya, apabila tekanan inflasi memaksa bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, daya tarik emas dapat menghadapi tekanan.

Meski demikian, untuk saat ini arus dana menuju emas masih dinilai cukup kuat. Kombinasi pelemahan dolar AS, kekhawatiran fiskal, dan permintaan safe haven memberikan fondasi yang cukup bagi tren bullish untuk bertahan. Pelaku pasar akan terus memantau apakah faktor-faktor tersebut mampu mengimbangi tekanan dari kenaikan harga minyak dan potensi perubahan ekspektasi kebijakan The Fed.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures melihat bahwa harga emas (XAUUSD) masih berpotensi melanjutkan penguatan pada pekan depan dengan sasaran 4.594 hingga 4.655. Breakout resistance sebelumnya dan pembentukan base area menjadi dasar utama dari proyeksi bullish tersebut. Namun, mengingat harga sudah mengalami kenaikan, potensi koreksi tetap perlu diantisipasi. Area 4.417 dapat menjadi level penting untuk mencari konfirmasi apabila terjadi retracement. Jika support tersebut mampu bertahan dan buyer kembali mengambil alih, peluang XAUUSD untuk melanjutkan tren kenaikan menuju 4.594–4.655 masih terbuka. Sementara itu, perkembangan dolar AS, kondisi fiskal Amerika Serikat, harga minyak, serta ekspektasi kebijakan The Fed akan menjadi faktor penting yang menentukan apakah momentum bullish tersebut dapat berlanjut sepanjang pekan depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Lewat Program New Home-Pass New Tree, Linknet Hijaukan Pesisir Bekasi untuk Peringati HUT ke-81 RI

BEKASI, 20 Agustus 2026 – Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia, PT Link Net Tbk (“Linknet”, Kode Emiten: LINK) kembali memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan melalui penanaman 10.000 bibit mangrove di Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi.
Penanaman ini merupakan bagian dari program “New Home-Pass, New Tree”, sebuah inisiatif keberlanjutan Linknet yang telah dijalankan sejak tahun 2025. Melalui program ini, Linknet mengimbangi perluasan jaringan dan home-pass dengan penanaman pohon sebagai bagian dari upaya memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan di wilayah operasional perusahaan.
Sepanjang tahun 2025, Linknet telah menanam sebanyak 22.500 pohon, termasuk 13.500 mangrove di wilayah pesisir Pemalang, Cilacap, dan Bintan.
Inisiatif tersebut terus diperluas sebagai bagian dari upaya Linknet untuk menghadirkan pertumbuhan infrastruktur digital yang berjalan beriringan dengan keberlanjutan lingkungan.
Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di industri teknologi Indonesia, Linknet terus memperluas jaringan dan infrastruktur digital yang kini menjangkau lebih dari 5 juta home-pass di lebih dari 80 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. 
Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, Linknet berkomitmen memastikan ekspansi konektivitas digital berjalan beriringan dengan upaya menjaga keberlanjutan lingkungan.
_”Linknet percaya bahwa jejak konektivitas yang kami hadirkan di berbagai wilayah Indonesia harus sejalan dengan jejak hijau yang kami tinggalkan. Setiap bibit mangrove yang ditanam di Muara Gembong merupakan bagian dari komitmen kami untuk hadir tidak hanya sebagai penyedia infrastruktur konektivitas, tetapi juga sebagai mitra bagi masyarakat dalam menjaga dan melestarikan lingkungan pesisir,”_ ujar Head of Regulatory & Sustainability Linknet, Lidia Elvina.
Pelaksanaan program ini turut didukung oleh kolaborasi berbagai pihak yang memiliki visi yang sama dalam menjaga kelestarian pesisir Indonesia. Dalam kegiatan penanaman di Muara Gembong, Linknet bekerja sama dengan Pertamina Foundation melalui Adi Askara Bumi (AAB), Yayasan Mangrove Bahagia Lestari, Kelompok Bahagia Berkarya (KEBAYA), serta komunitas dan masyarakat setempat.
Bagi Pertamina Foundation, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu elemen penting dalam menciptakan dampak lingkungan yang berkelanjutan, terutama dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga dan memulihkan ekosistem pesisir.
_”Kolaborasi dengan Linknet melalui program ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong lintas sektor mampu menghadirkan dampak nyata bagi pemulihan ekosistem pesisir. Kami berharap sinergi seperti ini terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut menjaga kelestarian alam Indonesia,”_ ujar Direktur Keuangan Pertamina Foundation, Tito Rahman Hidayatullah.
Pemilihan Muara Gembong menjadi bagian dari upaya mendukung pemulihan dan pelestarian ekosistem pesisir. Mangrove memiliki fungsi ekologis penting dalam membantu menjaga kawasan pesisir, menjadi habitat bagi berbagai jenis biota, serta berkontribusi terhadap penyerapan karbon. Sebelumnya, dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, Linknet juga telah menanam 5.000 mangrove di pesisir Serang.
_“Melalui program New Home-Pass, New Tree, Linknet menargetkan penanaman sebanyak 301.000 pohon sepanjang 2026–2028, termasuk 122.000 mangrove. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat lingkungan yang berkelanjutan sekaligus tumbuh bersama dengan perluasan konektivitas digital Linknet di Indonesia,”_ tambah Lidia.
Program New Home-Pass, New Tree menjadi bagian dari komitmen Linknet untuk mendorong pertumbuhan infrastruktur digital yang berjalan beriringan dengan keberlanjutan lingkungan. Inisiatif ini juga sejalan dengan arah pembangunan nasional Asta Cita pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, termasuk penguatan ekonomi hijau dan ekonomi biru, serta berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya khususnya memperkuat mata pencaharian dan masyarakat pesisir (SDGs1), memperkuat penyerapan karbon untuk menangani perubahan iklim (SDGs 13), memulihkan habitat biota laut (SDGs 14), melestarikan keseimbangan ekosistem (SDGs 15), dan membangun kemitraan lintas sektor yang inklusif (SDGs 17).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Semester I-2026, Pelindo Multi Terminal Tanjungpinang Catat Kinerja Positif Layanan Barang dan Penumpang

Tanjungpinang, Agustus 2026 – PT Pelindo Multi Terminal, Anak Usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, terus meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan di Branch Tanjungpinang. Hingga Semester I Tahun 2026, layanan bongkar muat barang maupun pelayanan penumpang menunjukkan kinerja positif seiring dengan aktivitas logistik dan mobilitas masyarakat yang terus berlangsung di wilayah Kepulauan Riau.

Pada segmen general and bag cargo, Pelindo Multi Terminal Branch Tanjungpinang melayani arus barang sebesar 186.021 ton/m³, meningkat 15,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 160.578 ton/m³. Kinerja tersebut didukung produktivitas pelayanan yang mencapai 370 ton/ship/day (T/S/D) melalui pengelolaan operasional dan pemanfaatan fasilitas pelabuhan secara optimal.

Sementara itu, layanan curah cair hingga Juni 2026 mencapai 13.512 ton, meningkat 9,10 persen dibandingkan Semester I Tahun 2025 sebesar 12.385 ton. Produktivitas pelayanan curah cair tercatat sebesar 372 T/S/D, yang didukung penerapan standar operasional, koordinasi dengan para pemangku kepentingan, serta perhatian terhadap aspek keselamatan dan kesehatan kerja dalam setiap aktivitas bongkar muat.

Selain layanan barang, Pelindo Multi Terminal Branch Tanjungpinang juga melayani 1.133.299 penumpang selama Semester I Tahun 2026, meningkat 4,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.087.752 penumpang. Aktivitas tersebut turut mencerminkan peran Pelabuhan Tanjungpinang dalam mendukung konektivitas antarpulau dan mobilitas masyarakat di wilayah Kepulauan Riau.

Branch Manager Pelindo Multi Terminal Tanjungpinang, Adyttia Dusmara, mengatakan bahwa peningkatan aktivitas barang dan penumpang menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus menjaga kualitas pelayanan di seluruh lini operasional.

“Kami terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas layanan melalui penguatan proses operasional, pemanfaatan fasilitas pelabuhan secara optimal, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Di samping itu, penerapan aspek keselamatan dan kesehatan kerja tetap menjadi perhatian agar pelayanan kepada pengguna jasa, baik pada layanan barang maupun penumpang, dapat berjalan dengan aman, tertib, dan andal,” ujarnya.

Berbagai capaian tersebut menjadi bagian dari upaya Pelindo Multi Terminal Branch Tanjungpinang dalam menjaga kualitas layanan sekaligus mendukung kelancaran arus logistik dan konektivitas transportasi laut di Kepulauan Riau. Langkah ini sejalan dengan agenda strategis Danantara Indonesia dalam mendorong penguatan kinerja dan kontribusi BUMN melalui layanan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Momentum Strategis Indonesia Emas 2045! Infrastruktur AI Marketing Tigo AI Membantu Brand Merebut Pasar Ekonomi Digital Bernilai 300 Miliar

Jakarta, Indonesia — Tigo AI memanfaatkan momentum Indonesia Emas 2045 dengan membangun infrastruktur pemasaran berbasis AI yang mengintegrasikan produksi konten, otomatisasi iklan, dan distribusi digital. Teknologi ini membantu brand dan UMKM menjalankan kampanye lebih cepat, efisien, terukur, dan kompetitif di tengah pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Ke depan, daya saing bisnis akan semakin ditentukan oleh kemampuan memanfaatkan AI, data, kreativitas, dan jaringan distribusi secara efektif.

Transformasi digital Indonesia terus bergerak menuju fase yang semakin matang seiring visi Indonesia Emas 2045. Di tengah percepatan adopsi teknologi, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai mengambil peran penting dalam membantu bisnis meningkatkan produktivitas, mempercepat pemasaran, dan menjangkau konsumen secara lebih efektif.

Melihat momentum tersebut, Tigo AI menghadirkan infrastruktur pemasaran berbasis AI yang dirancang untuk membantu brand, pelaku usaha, dan UMKM menghadapi persaingan di ekonomi digital yang nilainya terus berkembang.

Melalui integrasi teknologi AIGC (Artificial Intelligence Generated Content), otomatisasi produksi iklan, serta sistem distribusi konten digital, Tigo AI berupaya menyederhanakan proses pemasaran yang sebelumnya membutuhkan banyak tenaga, waktu, dan biaya.

AI Mengubah Cara Brand Menjalankan Pemasaran

Selama bertahun-tahun, produksi kampanye pemasaran berkualitas identik dengan proses yang panjang. Brand harus melibatkan copywriter, desainer, fotografer, videografer, editor, hingga tim distribusi konten.

Kini, AI memungkinkan sebagian besar proses tersebut dilakukan dalam satu alur kerja yang lebih terintegrasi.

Melalui sistem Tigo AI, bisnis dapat memanfaatkan teknologi untuk membantu membuat konsep kreatif, menghasilkan materi visual dan video, menyusun copy pemasaran, hingga mempersiapkan konten untuk berbagai kanal digital.

Pendekatan ini memberikan peluang bagi perusahaan untuk menjalankan kampanye dalam skala lebih besar tanpa harus meningkatkan biaya operasional secara proporsional.

Infrastruktur AI Marketing untuk Ekonomi Digital Indonesia

Potensi ekonomi digital Indonesia menjadikan pemasaran berbasis teknologi semakin relevan. Persaingan tidak lagi hanya terjadi antara perusahaan besar, tetapi juga melibatkan jutaan UMKM, brand lokal, kreator, dan bisnis digital yang bersaing mendapatkan perhatian konsumen di berbagai platform.

Tigo AI membangun sistem yang menghubungkan tiga komponen utama: teknologi AI, produksi konten, dan jaringan distribusi digital.

Dengan model tersebut, satu kampanye tidak berhenti pada proses pembuatan materi iklan. Konten dapat dikembangkan menjadi berbagai versi yang disesuaikan dengan kebutuhan platform, karakter audiens, serta tujuan pemasaran.

Strategi ini memungkinkan brand melakukan eksperimen kreatif lebih cepat, memperoleh lebih banyak data dari respons pasar, dan menggunakan hasil tersebut untuk mengoptimalkan kampanye berikutnya.

Membuka Akses Teknologi untuk Lebih Banyak Bisnis

Transformasi AI dalam industri pemasaran juga membawa perubahan penting dari sisi aksesibilitas.

Teknologi yang sebelumnya lebih mudah dimanfaatkan oleh perusahaan dengan anggaran besar kini semakin terbuka bagi bisnis skala kecil dan menengah. Bagi UMKM, kemampuan menghasilkan materi promosi secara cepat dapat membantu mereka bersaing dengan brand yang memiliki sumber daya lebih besar.

Tigo AI melihat kondisi tersebut sebagai bagian dari peluang jangka panjang Indonesia.

Dengan semakin banyak bisnis yang mampu memanfaatkan AI secara produktif, teknologi tidak hanya menjadi alat otomatisasi, tetapi juga dapat menjadi infrastruktur yang mendorong pertumbuhan ekonomi digital.

Menuju Ekosistem Marketing Generasi Baru

Menuju Indonesia Emas 2045, kemampuan bisnis dalam mengadopsi teknologi akan menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan daya saing.

Tigo AI menargetkan pembangunan ekosistem pemasaran yang lebih cepat, terukur, terdistribusi, dan mudah diakses, sehingga brand dapat beradaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen dengan lebih efisien.

Di tengah berkembangnya ekonomi digital bernilai besar, persaingan berikutnya bukan sekadar mengenai siapa yang memiliki anggaran pemasaran terbesar.

Keunggulan akan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu memanfaatkan teknologi, data, kreativitas, dan jaringan distribusi secara paling efektif.

Tentang Tigo Ai

Tentang TIGO AI TIGO AI adalah platform pemasaran digital terintegrasi berbasis AI yang didirikan pada 2022 dan berfokus pada pengembangan ekosistem periklanan digital terdesentralisasi di Indonesia. Didukung investasi dari konsorsium Singapura, TIGO AI menggabungkan teknologi kreatif AIGC yang disesuaikan dengan bahasa dan budaya Indonesia, jaringan lebih dari satu juta kreator, serta sistem pelacakan data konversi end-to-end. Melalui konsep Marketing as a Service (MaaS), platform ini menghubungkan brand, kreator, dan konsumen dalam satu ekosistem untuk membantu pelaku usaha menjalankan pemasaran yang lebih efisien, terukur, dan berorientasi pada pertumbuhan bisnis. Industri: Internet & AI Marketing Technology Didirikan: 2022 Fokus: AI Marketing • AIGC • Creator Network • Digital Advertising • MaaS Wilayah Utama: Indonesia & Asia Tenggara

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. 

AGE Strategic Perkuat Ekosistem Strategy-to-Execution untuk Mendukung Pertumbuhan Bisnis di Indonesia

Konsultan strategis berbasis Jakarta ini mengintegrasikan perencanaan bisnis, media distribution, pengembangan web dan aplikasi, serta event management dalam satu ekosistem layanan.

AGE Strategic memperkuat posisinya sebagai konsultan strategis berbasis di Jakarta dengan mengembangkan ekosistem layanan terintegrasi yang menghubungkan perencanaan bisnis dengan pelaksanaan di lapangan.

Melalui pendekatan strategy + execution, AGE Strategic membantu perusahaan merancang strategi pertumbuhan sekaligus menerjemahkannya menjadi platform digital, visibilitas media, kampanye pemasaran, dan pengalaman merek yang dapat dijalankan serta diukur.

Pengembangan ini menjawab tantangan yang banyak dihadapi perusahaan ketika strategi bisnis, teknologi, komunikasi, dan aktivasi merek dikerjakan oleh penyedia yang berbeda. Fragmentasi tersebut kerap menghasilkan pesan yang tidak konsisten, proses koordinasi yang panjang, serta investasi yang sulit dikaitkan dengan tujuan bisnis.

“Banyak perusahaan sebenarnya sudah mengetahui bahwa mereka perlu memperluas pasar, memperkuat merek, atau memodernisasi sistem. Tantangannya adalah menghubungkan keputusan strategis tersebut dengan eksekusi yang benar-benar berjalan,” kata Fadrian Gultom, Managing Partner AGE Strategic.

“AGE Strategic dibangun untuk memperpendek jarak antara strategi dan hasil. Setiap layanan dirancang sebagai bagian dari satu perjalanan pertumbuhan, bukan sebagai proyek yang berdiri sendiri,” lanjutnya.

Empat Kapabilitas dalam Satu Ekosistem

Penguatan layanan AGE Strategic berpusat pada empat kapabilitas utama, yaitu strategic planning dan market entry, media distribution, web dan app development, serta event management.

Keempat kapabilitas tersebut dapat digunakan secara terpisah sesuai kebutuhan perusahaan atau diintegrasikan menjadi satu rangkaian program pertumbuhan bisnis.

Strategic Planning dan Market Entry

AGE Strategic mendampingi perusahaan dalam menyusun strategi pertumbuhan, memasuki pasar baru, membangun positioning, serta menyesuaikan model pemasaran dengan karakter konsumen Indonesia.

Layanan ini mencakup riset pasar, analisis kompetitor, pemetaan konsumen, mitigasi risiko, strategi masuk pasar, lokalisasi komunikasi, hingga penyusunan rencana implementasi.

Pendekatan tersebut ditujukan bagi perusahaan Indonesia yang ingin memperluas pasar maupun perusahaan internasional yang membutuhkan pemahaman lokal sebelum memasuki Indonesia.

Berbeda dari pendekatan konsultasi yang berhenti pada laporan atau rekomendasi, AGE Strategic turut menyediakan kapabilitas implementasi melalui layanan pemasaran, teknologi, komunikasi media, dan event management.

National dan Global Media Distribution

Melalui layanan Media Distribution, AGE Strategic membantu perusahaan mengubah pengumuman bisnis menjadi aset komunikasi yang dapat digunakan untuk mendukung reputasi, visibilitas pencarian, komunikasi pemangku kepentingan, serta proses pengembangan bisnis.

Untuk pasar Indonesia, layanan National Media Release mencakup konsultasi strategi komunikasi, optimalisasi editorial, distribusi ke lebih dari 110 media nasional unik, hingga 210 peluang publikasi melalui jaringan distribusi dan sindikasi, serta penyusunan Executive Media Impact Report.

Program tersebut ditawarkan dengan investasi tetap sebesar Rp55 juta sehingga perusahaan dapat memahami ruang lingkup layanan dan struktur investasi sejak awal.

Sementara itu, Global Media Release dikembangkan untuk perusahaan yang menjalankan ekspansi internasional, peluncuran global, pengumuman pendanaan, penguatan posisi eksekutif, atau pembangunan kemitraan lintas negara.

Pilihan distribusinya mencakup lebih dari 100 media global atau pendekatan spesifik industri pada tiga negara sasaran.

AGE Strategic menekankan bahwa media distribution bukan jaminan peningkatan penjualan, peringkat Google, ataupun bentuk dukungan editorial independen. Nilai strategisnya terletak pada pengembangan narasi, perluasan jejak publikasi, peningkatan peluang ditemukannya informasi perusahaan, dan tersedianya dokumentasi yang dapat digunakan dalam komunikasi bisnis.

Setiap kampanye dimulai dengan pemetaan tujuan komunikasi, audiens, pemangku kepentingan, jenis pengumuman, serta hasil bisnis yang ingin didukung. Artikel kemudian melalui proses editorial sebelum memperoleh persetujuan klien dan memasuki tahap distribusi.

Web dan App Development

AGE Strategic juga memperluas layanan Web dan App Development untuk membantu perusahaan membangun infrastruktur digital yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Cakupan pengembangan meliputi website perusahaan, e-commerce berbasis WooCommerce atau Shopify, microsite kampanye, platform khusus, aplikasi seluler, hingga perangkat lunak operasional.

Setiap proyek dimulai dengan pemetaan tujuan bisnis, perjalanan pengguna, kebutuhan teknologi, struktur informasi, dan kesiapan pertumbuhan. Dengan demikian, website atau aplikasi tidak hanya berfungsi sebagai tampilan digital, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pemasaran, pelayanan, penjualan, dan operasional perusahaan.

Kebutuhan terhadap pendekatan tersebut semakin relevan seiring pertumbuhan aktivitas bisnis digital di Indonesia. Statistik E-Commerce 2024 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa jumlah usaha e-commerce pada 2024 meningkat 15,30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut membuat kualitas pengalaman digital, kepemilikan data pelanggan, integrasi sistem, keamanan, dan diferensiasi merek menjadi semakin penting bagi perusahaan.

AGE Strategic memandang bahwa pembangunan teknologi tidak seharusnya dimulai dari pemilihan platform atau tren desain. Prosesnya perlu dimulai dari permasalahan bisnis yang ingin diselesaikan, kebutuhan pengguna, dan hasil yang ingin dicapai.

Event Management sebagai Instrumen Strategis Merek

Pada layanan Event Management, AGE Strategic memosisikan acara bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari strategi komunikasi dan pertumbuhan merek.

Layanan ini mencakup corporate meeting, seminar, konferensi, peluncuran produk, pameran, roadshow, kegiatan pemerintahan, brand activation, MICE, serta acara hybrid dan virtual.

AGE Strategic menerapkan pengelolaan menyeluruh mulai dari pengembangan ide, perencanaan, desain, koordinasi vendor, produksi, manajemen risiko, pelaksanaan acara, hingga penyusunan laporan pasca-acara.

Melalui satu project manager dan satu sistem koordinasi, perusahaan dapat mengelola venue, registrasi, produksi panggung, audio visual, crowd management, protokol, dokumentasi, transportasi, akomodasi, hingga pelaporan dalam satu alur kerja.

Pendekatan tersebut memungkinkan perusahaan untuk tetap berfokus pada audiens dan pemangku kepentingan, sementara aspek teknis, vendor, produksi, dan rencana kontingensi dikelola secara terkoordinasi.

Menghubungkan Strategi, Teknologi, Media, dan Pengalaman Merek

Integrasi antarlayanan memungkinkan satu inisiatif bisnis dikembangkan secara berkesinambungan.

Peluncuran produk, misalnya, dapat dimulai dari riset dan penyusunan strategi, dilanjutkan dengan pembangunan website atau platform digital, diperkuat melalui media distribution, dan diwujudkan dalam product launch atau brand activation.

Hasil pelaksanaan kemudian dikumpulkan dalam laporan yang dapat digunakan oleh manajemen dan pemangku kepentingan untuk mengevaluasi efektivitas program.

“Tujuan kami bukan membuat klien membeli lebih banyak layanan. Tujuannya adalah memastikan setiap investasi saling memperkuat dan bergerak menuju sasaran bisnis yang sama,” ujar Fadrian Gultom, Managing Partner AGE Strategic.

Model ini juga memungkinkan perusahaan memulai dari satu kebutuhan tertentu, kemudian mengembangkan ruang lingkup kerja sesuai tahap pertumbuhannya.

Perusahaan yang awalnya membutuhkan website, misalnya, dapat melanjutkan dengan strategi pemasaran dan media distribution. Sementara perusahaan yang merencanakan event dapat mengintegrasikan registrasi digital, dokumentasi, media release, dan kampanye komunikasi dalam satu ekosistem.

Dengan demikian, pesan perusahaan, pengalaman konsumen, teknologi, dan aktivitas komunikasi dapat bergerak dalam arah yang sama.

Menjawab Kebutuhan Perusahaan yang Semakin Kompleks

Perubahan perilaku konsumen, meningkatnya persaingan digital, dan kebutuhan untuk membangun kepercayaan membuat perusahaan tidak lagi cukup mengandalkan satu kanal pemasaran.

Website tanpa strategi komunikasi berisiko tidak memperoleh pengunjung yang relevan. Publikasi media tanpa integrasi dengan website berpotensi berhenti sebagai kumpulan tautan. Event tanpa strategi lanjutan dapat kehilangan nilai setelah acara selesai.

Karena itu, AGE Strategic mengembangkan model kerja yang menghubungkan setiap aktivitas dengan perjalanan konsumen dan tujuan bisnis perusahaan.

Perencanaan strategis menjadi fondasi. Website dan aplikasi menjadi infrastruktur digital. Media distribution memperluas jejak komunikasi. Event management menciptakan interaksi langsung dengan audiens. Data dan pelaporan kemudian digunakan untuk mengevaluasi hasilnya.

Fokus pada Qualified Growth

AGE Strategic menyatakan bahwa indikator keberhasilan tidak berhenti pada traffic, jumlah publikasi, jumlah peserta acara, atau tampilan visual sebuah website.

Pada setiap proyek, indikator kinerja disesuaikan dengan sasaran bisnis, seperti kualitas leads, tingkat konversi, efisiensi operasional, keterlibatan pengguna, efektivitas komunikasi, visibilitas pencarian, peluang kemitraan, hingga kontribusi terhadap penjualan.

Dengan struktur layanan yang diperbarui, AGE Strategic ingin menjadi mitra bagi perusahaan yang membutuhkan pemahaman pasar Indonesia sekaligus kemampuan untuk melaksanakan strategi secara nyata.

Perusahaan, startup, institusi, dan organisasi yang ingin mempelajari layanan AGE Strategic dapat mengunjungi agestrategic.co atau menjadwalkan sesi konsultasi awal dengan tim terkait.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dukung Keandalan dan Keselamatan Perjalanan KA, KAI Logistik Lakukan Pengeceran Balas Secara Bertahap

Dalam upaya mendukung keandalan prasarana jalan rel sekaligus keselamatan perjalanan kereta api, PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik dipercaya untuk melaksanakan pekerjaan pengeceran balas jalan rel tahun 2026 di seluruh wilayah Daerah Operasi (DAOP) dan Divisi Regional (DIVRE) KAI. Pekerjaan tersebut dilakukan secara bertahap sepanjang tahun di berbagai wilayah Jawa dan Sumatra, menyesuaikan kebutuhan perawatan jalur rel di masing-masing wilayah.

Pengeceran balas merupakan proses menurunkan dan membagikan batu balas (ballast) secara merata di sepanjang jalur rel kereta api. Material ini berperan dalam menjaga kestabilan posisi rel dan bantalan, sehingga kondisi prasarana jalan rel dapat tetap terjaga untuk mendukung perjalanan kereta api yang aman dan andal. Meski berlangsung di balik aktivitas perjalanan kereta api sehari-hari, pekerjaan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung kesiapan dan keandalan jalur rel.

VP of Commercial KAI Logistik, Ferdian Pardosi, menyampaikan bahwa perusahaan berfokus memastikan distribusi material berjalan tepat waktu dan efisien hingga ke titik-titik jalur yang membutuhkan perawatan. Menurutnya, ketepatan distribusi dan pelaksanaan di lapangan menjadi bagian penting dari kontribusi KAI Logistik dalam mendukung keberlangsungan operasional perkeretaapian. “Pekerjaan pengeceran balas merupakan salah satu elemen penting dalam mendukung keandalan dan keselamatan perjalanan kereta api di wilayah operasi Jawa dan Sumatra. Kami berfokus memastikan distribusi material dan pelaksanaan operasional di lapangan berjalan tepat waktu, tepat sasaran, serta sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan,” ujar Ferdian.

Hingga saat ini, realisasi fisik pengeceran balas telah mencapai sekitar 167 ribu m³ dari total estimasi 396 ribu m³. Pekerjaan terus dilakukan bertahap di berbagai Daop dan Divre sesuai kebutuhan perawatan jalur. “Capaian ini mencerminkan komitmen tim untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana. Kami akan terus menjaga ketepatan pelaksanaan agar kebutuhan perawatan jalur dapat terpenuhi dengan baik,” tambah Ferdian.

Dalam pelaksanaannya, KAI Logistik juga menerapkan sistem pengawasan dan pemantauan untuk memastikan ketepatan volume serta mutu material sesuai dengan spesifikasi teknis yang dipersyaratkan. Pengawasan dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas pekerjaan dan memastikan setiap tahapan pelaksanaan memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Sebagai bagian dari komitmen menjaga kualitas hasil pekerjaan, KAI Logistik memberikan jaminan masa pemeliharaan selama 180 hari kalender setelah pekerjaan diserahterimakan. Jaminan tersebut menjadi bentuk upaya untuk memastikan hasil pekerjaan tetap terjaga dan dapat memberikan dukungan berkelanjutan terhadap keandalan prasarana jalan rel.

Melalui pekerjaan ini, KAI Logistik semakin memperkuat perannya sebagai mitra dalam ekosistem perkeretaapian nasional. Tidak hanya menghadirkan layanan logistik dan kargo terintegrasi, KAI Logistik juga turut mendukung tersedianya material perawatan yang dibutuhkan di berbagai wilayah, sehingga jalur rel dapat terus terjaga dan perjalanan kereta api dapat berlangsung secara aman, andal, dan berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES