KLTC® Tunjuk Saskia Ratry Arsiwie sebagai Komisaris Utama, Perkuat Fokus pada Pengembangan Keluarga dan SDM

KLTC® resmi menunjuk Saskia Ratry Arsiwie sebagai Komisaris Utama untuk memperkuat fokus pengembangan SDM melalui pendekatan keluarga dan perkembangan anak. Dengan latar belakang sebagai konsultan ilmu keluarga & perkembangan anak, Saskia membawa perspektif bahwa kualitas individu dan kepemimpinan tidak terlepas dari fondasi yang dibangun sejak usia dini. Langkah ini menjadi bagian dari strategi KLTC® dalam menghadirkan pengembangan SDM yang lebih komprehensif dan berkelanjutan di Indonesia.

Yogyakarta, 10 April 2026 — Kuncoro Leadership Training & Consulting® (KLTC® Group) resmi menunjuk Saskia Ratry Arsiwie sebagai Komisaris Utama sebagai bagian dari langkah strategis dalam memperkuat fokus pengembangan sumber daya manusia (SDM), khususnya pada aspek keluarga dan perkembangan anak. Penunjukan ini menjadi langkah penting dalam memperluas pendekatan KLTC® yang selama ini dikenal melalui program pelatihan kepemimpinan dan pengembangan profesional.

Dalam beberapa tahun terakhir, isu kualitas SDM di Indonesia semakin menjadi perhatian. Banyak organisasi mulai menyadari bahwa tantangan dalam kepemimpinan, produktivitas, hingga dinamika tim tidak hanya dipengaruhi oleh keterampilan teknis, tetapi juga oleh faktor yang lebih mendasar, seperti pola pikir, emosi, dan karakter individu. Faktor-faktor ini sering kali terbentuk sejak usia dini, dalam lingkungan keluarga.

Melihat hal tersebut, KLTC® menilai bahwa pengembangan SDM tidak dapat dilakukan secara parsial. Pelatihan di usia dewasa memang penting, namun tanpa fondasi yang kuat sejak awal, proses pengembangan sering kali tidak memberikan dampak yang optimal. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih komprehensif menjadi kebutuhan, dengan mengintegrasikan aspek keluarga sebagai bagian dari ekosistem pengembangan manusia.

Saskia Ratry Arsiwie dikenal sebagai konsultan di bidang ilmu keluarga dan perkembangan anak, dengan latar belakang akademik dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Selama ini, ia aktif mengembangkan berbagai inisiatif edukasi yang berfokus pada peran keluarga dalam membentuk pola pikir, regulasi emosi, serta kemampuan sosial anak yang akan memengaruhi kualitas individu di masa depan. Salah satunya melalui platform yang ia dirikan pada tahun 2022 yaitu Sekolah Ilmu Keluarga dan Perkembangan Anak (SIKPA).

Melalui pendekatannya, Saskia melihat bahwa banyak tantangan yang muncul di dunia kerja, termasuk dalam kepemimpinan, berakar dari pengalaman awal individu. Cara seseorang berkomunikasi, mengambil keputusan, menghadapi tekanan, hingga membangun relasi, sering kali dipengaruhi oleh pola asuh dan lingkungan tumbuh kembangnya.

“Ketika kita berbicara tentang pengembangan SDM, kita sering kali langsung fokus pada pelatihan di usia dewasa. Padahal, fondasi utamanya sudah terbentuk jauh sebelumnya, yaitu di dalam keluarga. Jika fondasi ini tidak diperkuat, maka pengembangan di tahap berikutnya akan menjadi sangat menantang,” ujar Saskia saat ditemui di Yogyakarta.

Sebagai Komisaris Utama, Saskia diharapkan dapat membawa perspektif baru dalam pengembangan program dan arah strategis KLTC®. Tidak hanya memperkuat pendekatan yang sudah ada, tetapi juga memperluas cakupan pengembangan SDM dengan memasukkan dimensi keluarga dan perkembangan anak sebagai bagian integral.

Langkah ini juga mempertegas posisi KLTC® sebagai lembaga yang tidak hanya berfokus pada pelatihan kepemimpinan dalam konteks profesional, tetapi juga pada pembangunan manusia secara utuh. Dengan menggabungkan pendekatan leadership, psikologi, dan keluarga, KLTC® berupaya menghadirkan solusi yang lebih berkelanjutan dalam menjawab tantangan pengembangan SDM di Indonesia.

Melalui kolaborasi ini, KLTC® bersama Saskia Ratry Arsiwie akan mengembangkan program yang secara spesifik menghubungkan antara pola asuh dalam keluarga, proses pendidikan, hingga pembentukan kepemimpinan di usia dewasa. Program-program ini tidak hanya berbentuk pelatihan, tetapi juga edukasi keluarga, modul pembelajaran, serta pendekatan praktis yang dapat diterapkan oleh orang tua, pendidik, maupun profesional. Dengan demikian, pengembangan SDM tidak lagi dimulai saat seseorang sudah bekerja, tetapi sejak fondasi awal kehidupannya terbentuk.

Saskia Ratry Arsiwie menyampaikan bahwa pendekatan ini penting untuk menjawab akar permasalahan yang selama ini sering terlewat.
“Banyak intervensi dilakukan saat seseorang sudah dewasa, padahal pola pikir, cara bertindak, cara mengelola emosi, dan cara membangun relasi sudah terbentuk sejak kecil. Ke depan, kami ingin KLTC® tidak hanya hadir di ruang training, tetapi juga masuk ke ruang keluarga dan pendidikan sebagai tempat awal pembentukan manusia,” ujarnya.

Ke depan, KLTC® akan mulai mengembangkan inisiatif yang lebih terstruktur untuk menjembatani tiga ruang utama pembentukan individu: keluarga, pendidikan, dan dunia kerja. Ketiga aspek ini akan dihubungkan dalam satu alur pengembangan yang berkesinambungan, sehingga proses belajar tidak terputus di satu fase saja, tetapi terus berlanjut seiring pertumbuhan individu.

Pendekatan ini sekaligus menggeser cara pandang terhadap kepemimpinan. Leadership tidak lagi diposisikan sebagai hasil akhir dari pelatihan singkat, melainkan sebagai proses yang dibentuk secara bertahap melalui pengalaman hidup, lingkungan, dan interaksi sejak dini. Dengan perspektif ini, kepemimpinan menjadi sesuatu yang ditumbuhkan, bukan sekadar diajarkan.

Penunjukan Saskia Ratry Arsiwie sebagai Komisaris Utama menjadi bagian dari langkah transformasi tersebut, sekaligus mempertegas arah baru KLTC® dalam membangun pengembangan SDM yang lebih kontekstual, berakar, dan berorientasi jangka panjang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pop Mie Campus Gaming Ground 2026 Perluas Peta Esports Kampus, Catat Partisipasi Tertinggi di Universitas Gunadarma

Menjangkau lebih dari 2.500 mahasiswa sejak 2024, program ini hadir menjawab antusiasme kampus di luar Jabodetabek sekaligus memperkuat edukasi dan peluang karir di industri esports

Depok, 9 April 2026Pop Mie bersama EVOS Esports kembali menghadirkan program Pop Mie Campus Gaming Ground 2026 di Universitas Gunadarma, Depok. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperluas jangkauan esports di lingkungan kampus. Sekaligus merespons tingginya antusiasme mahasiswa dari berbagai daerah.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2024, Pop Mie Campus Gaming Ground telah menjangkau 8 kampus dengan total partisipasi lebih dari 2.500 mahasiswa. Capaian ini menunjukkan meningkatnya minat mahasiswa terhadap esports. Tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ruang pengembangan keterampilan dan eksplorasi karier. 

Pada penyelenggaraan di Universitas Gunadarma, program ini mencatatkan jumlah partisipasi turnamen tertinggi dibandingkan kampus sebelumnya. Tercatat 30 tim mahasiswa  yang mendaftar dalam kompetisi Mobile Legends Bang Bang. Tingginya partisipasi ini mencerminkan semakin luasnya adopsi esports di kalangan mahasiswa.

Menghubungkan Mahasiswa dengan Industri Esports

Pop Mie Campus Gaming Ground tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga dirancang sebagai ruang edukasi. Ruang yang memperkenalkan mahasiswa pada ekosistem esports secara menyeluruh. Melalui sesi interaktif bersama talenta EVOS seperti Mira, Charmaine, Kezi, Van dan Swaylow, mahasiswa mendapatkan gambaran langsung mengenai berbagai peran di industri ini.

Aufa Bassam, Head of Esports EVOS, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk mendekatkan dunia esports dengan mahasiswa. “Esports hari ini tidak hanya tentang bermain game, tetapi juga tentang bagaimana membangun ekosistem yang bisa membuka peluang. Melalui program ini, kami ingin mahasiswa melihat bahwa ada banyak jalur yang bisa mereka eksplorasi di industri ini, baik sebagai pemain maupun di balik layar,” ujarnya.

Diskusi yang berlangsung mencakup peluang karier sebagai pro player, kreator konten, hingga peran di balik layar seperti manajemen tim dan produksi konten. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa esports memiliki keterkaitan dengan berbagai kompetensi yang relevan dengan dunia akademik, termasuk kerja tim, komunikasi, strategi, dan kreativitas digital.

Menghadirkan Pengalaman Interaktif yang Dekat dengan Mahasiswa

Selain turnamen dan sesi diskusi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan berbagai aktivitas interaktif. Salah satunya adalah 360 Corner Experience, sebuah photobooth dengan kamera berputar 360 derajat yang memungkinkan peserta membuat konten visual yang dinamis dan siap dibagikan di media sosial.

Antonius Pandu, Senior Brand Manager Pop Mie, mengatakan bahwa pendekatan ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan kebiasaan dan minat mahasiswa saat ini. “Kami melihat mahasiswa tidak hanya ingin menjadi penonton, tetapi juga ingin terlibat dan mengekspresikan diri. Karena itu, Pop Mie Campus Gaming Ground kami rancang bukan hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai pengalaman yang relevan dengan keseharian mereka, termasuk dalam hal membuat dan berbagi konten,” jelasnya.

Ekspansi ke Luar Jabodetabek di 2026

Tahun 2026 menjadi fase pengembangan baru bagi Pop Mie Campus Gaming Ground. Program ini mulai memperluas jangkauan ke kampus-kampus di luar Jabodetabek sebagai respons atas permintaan mahasiswa di berbagai daerah yang ingin menghadirkan kegiatan serupa.

Aufa Bassam menambahkan bahwa perluasan ini menjadi langkah lanjutan dalam membangun ekosistem esports di tingkat kampus. “Antusiasme yang kami lihat di berbagai kota menunjukkan bahwa potensi talenta esports tidak hanya terpusat di kota besar. Ke depan, kami ingin membuka lebih banyak ruang bagi mahasiswa di berbagai daerah untuk bisa terlibat dan berkembang,” tambahnya.

Dengan menggabungkan kompetisi, edukasi, dan pengalaman interaktif, Pop Mie dan EVOS berupaya mendorong terbentuknya ekosistem esports kampus yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Ke depan, Pop Mie Campus Gaming Ground diharapkan dapat terus menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan industri kreatif, sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi di era digital.

Informasi lanjutan mengenai Pop Mie Campus Gaming Ground 2026 bisa diakses melalui media sosial Instagram Pop Mie @popmieofficial dan EVOS Esports @evosesports.

— Selesai —

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Liga.Tennis Luncurkan Liga.Tennis Racquet Sports Report 2026, Ungkap Perkembangan Olahraga Raket di Indonesia

Laporan ini mengulas tren, perilaku pemain, dan potensi bisnis olahraga raket di Indonesia berdasarkan analisis pengguna di ekosistem Liga.Tennis

Bali, 10 April 2026 — Sejumlah cabang olahraga raket menunjukkan tren pertumbuhan yang solid secara global. Tenis tercatat sebagai salah satu olahraga paling populer di dunia, sementara padel berkembang pesat dengan Asia Tenggara sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru. Di sisi lain, pickleball mencatat ekspansi signifikan di Amerika Serikat, Eropa, hingga Asia dan Australia, serta squash yang terus mengalami peningkatan adopsi di berbagai negara. Di Indonesia, Bali muncul sebagai salah satu episentrum pertumbuhan olahraga raket. Hal ini didukung oleh kombinasi faktor demografis dan ekonomi, mulai dari tingginya populasi usia produktif dan aktif, pertumbuhan kelas menengah dan atas, hingga posisinya sebagai destinasi pariwisata global.

Dalam ekosistem tersebut, Liga.Tennis berkembang sebagai salah satu platform olahraga raket di Indonesia. Berawal dari Bali sejak 9 tahun lalu, Liga.Tennis kini merilis Liga.Tennis Racquet Sports Report 2026, laporan industri yang merangkum tren olahraga raket berdasarkan data aktivitas pengguna di platformnya. Laporan ini disusun dari hampir 100.000 pengguna yang tersebar di tujuh klub Liga.Tennis sepanjang periode Januari–Desember 2025.

Berdasarkan laporan tersebut, tenis mencatat tingkat okupansi rata-rata sebesar 80 persen di antara seluruh cabang olahraga, diikuti oleh padel sebesar 75 persen dan pickleball sebesar 41 persen. (Adapun tingkat okupansi tertinggi untuk tenis mencapai 92 persen di lapangan klub Umalas, dan untuk padel sebesar 82 persen di klub Sanur). Sementara itu, squash mencatat tingkat okupansi sebesar 18 persen dan berperan sebagai olahraga pelengkap dalam ekosistem dengan karakter permainan yang lebih teknikal dan intens.

Founder Liga.Tennis, Dima Shcherbakov menyampaikan, “Kami melihat adanya pergeseran signifikan dalam pola partisipasi olahraga, di mana aktivitas berbasis komunitas dan pengalaman sosial menjadi semakin dominan. Melalui laporan ini, kami ingin memberikan insight yang relevan bagi pelaku industri, investor, maupun komunitas olahraga,”  ujar pria yang biasa disapa Dimas ini. 

Meskipun tenis masih menjadi olahraga dengan tingkat pemesanan tertinggi, padel berperan sebagai growth engine dalam ekosistem Liga.Tennis. Karakternya yang sosial dan mudah diakses menjadikannya efektif dalam menarik pemain baru sekaligus meningkatkan frekuensi bermain. 

Dari sisi demografi, kelompok usia muda menjadi pendorong utama pertumbuhan. Partisipasi tertinggi berasal dari kelompok usia 21–40 tahun, khususnya pada tenis (65,31 persen) dan padel (58,30 persen). Squash menunjukkan distribusi yang lebih seimbang antara pemain muda dan paruh baya, sementara pickleball memiliki variasi usia paling beragam, dengan distribusi yang relatif merata dari kelompok junior hingga senior.

Dari sisi perilaku, tenis cenderung dimainkan sepanjang pagi hingga malam hari dengan aktivitas puncak antara pukul 08.00–20.00. Sementara itu, padel menunjukkan pola penggunaan yang tinggi pada pagi dan malam hari, dengan peningkatan aktivitas pada jam setelah kerja hingga pukul 21.00, mencerminkan karakter pengguna yang lebih sosial dan fleksibel. Laporan ini juga mencatat rata-rata pengeluaran pengguna sebesar Rp400.000 untuk aktivitas olahraga raket, dengan tambahan sekitar Rp50.000 untuk konsumsi dalam satu kunjungan.

Secara keseluruhan, pengguna Liga.Tennis didominasi oleh pemain lokal, dengan partisipasi ekspatriat dari berbagai negara seperti Rusia, Australia, China, Korea Selatan, Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat. Komposisi gender menunjukkan 57,3 persen laki-laki dan 42,7 persen perempuan, sementara kelompok usia 31–40 tahun menjadi kontributor terbesar, diikuti oleh kelompok 21–30 tahun.

Sebagai operator dan pengembang ekosistem olahraga raket, Liga.Tennis menghadirkan berbagai fasilitas mulai dari lapangan, kelas pelatihan, hingga penyelenggaraan turnamen dan aktivitas komunitas. Hingga 2025, Liga.Tennis telah menyelenggarakan 687 turnamen, termasuk Liga.Tennis Open dan World Pickleball Championship yang menarik partisipasi domestik dan internasional.

Pendekatan berbasis komunitas tersebut turut mendorong kinerja bisnis perusahaan. Pada periode 2024–2025, Liga.Tennis mencatat pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 35 persen, dengan margin laba bersih mencapai 31 persen dan pertumbuhan laba bersih sebesar 105 persen secara tahunan. Perusahaan juga mengembangkan berbagai sumber pendapatan, tidak hanya dari penyewaan lapangan, tetapi juga dari pelatihan, turnamen, gym & recovery service, hingga layanan pendukung lainnya. 

“Kami melihat olahraga raket akan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat dan kebutuhan akan ruang sosial yang berkualitas. Dengan fundamental tersebut, kami optimistis ekosistem ini akan menjadi salah satu sektor olahraga dengan pertumbuhan paling dinamis dalam beberapa tahun ke depan,” tambah Dimas.

Ke depan, Liga.Tennis membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk investor, untuk pengembangan lokasi baru. Perusahaan menargetkan return on investment (ROI) tahunan sebesar 25–35 persen, serta ekspansi hingga 77 klub dalam 10 tahun mendatang. Didukung oleh aset digital seperti Liga App yang telah memiliki hampir 100.000 pengguna, Liga.Tennis juga menyiapkan langkah ekspansi ke pasar regional, khususnya Asia Tenggara.

Pelajari lebih lanjut tentang tren olahraga raket dalam ekosistem Liga.Tennis di Liga.Tennis Racquet Sports Report 2026 yang bisa diakses di sini.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PTPP Raih Proyek Jembatan Pulau Laut Senilai Rp1,02 Triliun, Perkuat Konektivitas Kalimantan Selatan

Jakarta, 10 April 2026 – PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia, kembali mencatatkan pencapaian penting dengan meraih proyek infrastruktur strategis berupa Pembangunan Jembatan Pulau Laut di Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan. Proyek ini dilaksanakan melalui skema Joint Operation (JO), dengan PTPP sebagai lead contractor dengan porsi 50%, sebagai bagian dari program pembangunan multiyears tahun 2026–2028 yang bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kalimantan Selatan.

Penandatanganan kontrak proyek dilaksanakan pada Senin, 30 Maret 2026, bertempat di Aula Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru. Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Dinas PUPR Kalimantan Selatan, M. Yasin Toyib, bersama pihak penyedia jasa, serta disaksikan oleh Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, Ketua DPRD Kalimantan Selatan H. Supian HK, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Bupati Tanah Bumbu dan Bupati Kotabaru, serta Direktur Operasi Bidang Infrastruktur PTPP, Yul Ari Pramuraharjo.

Proyek dengan skema tahun jamak ini memiliki masa pelaksanaan konstruksi selama 1.005 hari kalender serta masa pemeliharaan selama 730 hari kalender. Perolehan proyek ini semakin memperkuat portofolio PTPP di sektor infrastruktur, khususnya pembangunan konektivitas wilayah, sekaligus menegaskan kapabilitas perseroan sebagai lead contractor pada proyek berskala besar.

Secara keseluruhan, pembangunan Jembatan Pulau Laut merupakan proyek strategis dengan dukungan pembiayaan dari berbagai pihak. Pembangunan jembatan yang berlokasi di Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu ini diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas antara Pulau Kalimantan dan Pulau Laut. Kehadiran infrastruktur ini akan memperlancar distribusi logistik, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan, khususnya di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru.

Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyampaikan bahwa perolehan proyek JO ini menjadi momentum penting bagi perseroan untuk terus berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur nasional.

“Perolehan proyek ini menjadi bukti kepercayaan yang terus diberikan kepada PTPP dalam mengerjakan proyek infrastruktur strategis, khususnya sebagai lead contractor. Kami berkomitmen untuk memastikan proyek ini berjalan sesuai target, baik dari sisi mutu, waktu, maupun aspek keselamatan kerja, sehingga dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, PTPP menegaskan bahwa kontribusi dalam pembangunan Jembatan Pulau Laut sejalan dengan semangat Asta Cita — khususnya pada upaya pemerataan pembangunan infrastruktur dan peningkatan konektivitas antarwilayah yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini menunjukkan bagaimana keterlibatan PTPP dalam proyek infrastruktur turut mendukung terwujudnya visi pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

–SELESAI– 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bebas Overthinking, Ini Cara Lacak dan Amankan Kirim Paket Ke Luar Negeri

Sering cemas saat paket tidak bergerak di sistem? Pahami arti status tracking dan amankan proses kirim paket ke luar negeri Anda dari awal hingga akhir.

Mengapa Rasa Cemas Sering Muncul Setelah Mengirim Paket?

Mengirimkan barang berharga, baik secara nominal maupun sentimental, ke belahan dunia yang jaraknya ribuan kilometer memang sering kali memicu rasa cemas berlebih (overthinking). Setelah paket diserahkan, pengirim biasanya akan terus-menerus mengecek halaman status pelacakan (tracking) berulang kali setiap hari. Saat Anda kirim paket ke luar negeri, tidak adanya pembaruan status sistem selama beberapa hari sering kali langsung disalahartikan sebagai paket yang hilang, tersasar, atau disita. Padahal, pada kenyataannya, proses operasional logistik tidak selalu seburuk itu.

Memahami Arti Sebenarnya dari Status Tracking Anda

Agar hati lebih tenang, Anda perlu memahami bagaimana sistem pelacakan bekerja dalam pengiriman lintas benua. Paket Anda tidak terbang dalam satu rute garis lurus; ia akan melewati berbagai titik transit, pemindahan maskapai, dan berbagai zona waktu yang berbeda. Sebagai contoh, status In Transit biasanya berarti paket Anda sedang berada di dalam kontainer kargo udara untuk penerbangan panjang antarbana.

Selanjutnya, status seperti Customs Clearance menunjukkan bahwa barang tersebut telah mendarat dan sedang antre untuk diperiksa oleh otoritas pabean negara tujuan. Sering kali, pembaruan status baru akan muncul secara otomatis setelah paket Anda selesai dibongkar dan dipindai ulang (scan barcode) di pusat hub utama berikutnya, yang memang membutuhkan jeda waktu beberapa hari.

Pentingnya Komunikasi yang Responsif dari Pihak Ekspedisi

Meskipun jeda update adalah hal yang wajar dalam dunia penerbangan logistik, ketenangan sejati hanya bisa didapatkan jika Anda menggunakan jasa pengiriman yang sangat komunikatif. Apabila tiba-tiba muncul status peringatan seperti Held by Customs (tertahan di bea cukai), tim layanan pelanggan (customer service) ekspedisi yang baik harus segera menghubungi Anda secara proaktif. Mereka akan meminta klarifikasi kelengkapan dokumen atau merevisi invoice sebelum masalah tersebut berlarut-larut.

Rasa khawatir dan tegang saat kirim paket ke luar negeri kini bisa Anda tinggalkan sepenuhnya. Airway Express menghadirkan fitur tracking real-time yang terintegrasi secara langsung dengan sistem kurir global, dipadukan dengan layanan purna-jual (after-sales service) yang sangat responsif. Apabila terjadi kendala apa pun di lapangan, tim profesional Airway Express akan langsung menginformasikannya dan memandu Anda mencari solusi yang cepat, memastikan Anda selalu memegang kendali penuh atas paket Anda hingga tiba dengan selamat di tujuan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Perkuat Akses Pasar Global dan Dukung Energi Berkelanjutan, SUCOFINDO Ekspansi ke Jepang

Jepang, (10/04) – PT SUCOFINDO (PERSERO) terus memperkuat perannya sebagai perusahaan Testing, Inspection, and Certification (TIC) dengan memperluas ekspansi layanan ke pasar internasional, khususnya Jepang. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendorong daya saing industri nasional, memperluas ekspor, serta mendukung harmonisasi standar global dan praktik bisnis berkelanjutan.

Ekspansi tersebut diwujudkan melalui kolaborasi strategis antara PT SUCOFINDO (PERSERO) dan Japan Quality Assurance Organization (JQA). Kerja sama ini mencakup pengembangan layanan sertifikasi dan akses pasar, kolaborasi pengujian dan inspeksi, serta peningkatan kapasitas dan penguatan skema sertifikasi bersama.

Direktur Utama PT SUCOFINDO (PERSERO) Sandry Pasambuna, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

“SUCOFINDO berperan sebagai enabler bagi industri nasional untuk memenuhi standar internasional. Melalui kolaborasi ini, kami ingin membuka akses pasar yang lebih luas, khususnya ke Jepang, serta meningkatkan kepercayaan global terhadap produk Indonesia,” ujar Sandry.

Sebagai BUMN yang bergerak di bidang TIC, SUCOFINDO memiliki peran penting dalam mendukung implementasi regulasi pemerintah, memastikan kepatuhan industri, serta memperkuat infrastruktur mutu nasional. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat memperlancar arus perdagangan antara Indonesia dan Jepang serta memperkuat pengakuan internasional terhadap layanan TIC Indonesia.

Direktur Operasi PT SUCOFINDO (PERSERO), Dani Pramantyo, menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari transformasi perusahaan dalam mengintegrasikan proses operasional dengan mitra global.

“Harmonisasi standar melalui kolaborasi ini akan meningkatkan kualitas layanan, efisiensi operasional, serta kesiapan sumber daya dalam menghadapi persaingan global,” jelas Dani.

Selain memperkuat akses perdagangan, PT SUCOFINDO (PERSERO) juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung agenda global transisi energi berkelanjutan. Hal ini diwujudkan melalui penguatan layanan pemastian biomassa kelapa sawit sebagai bagian dari ekosistem energi hijau.

Dalam ajang International Biomass Expo di Tokyo Big Sight, Jepang, SUCOFINDO menegaskan kapabilitasnya yang 68 laboratorium, 29 kantor cabang, serta 93 titik layanan di seluruh Indonesia.

“SUCOFINDO memiliki kapabilitas dalam memastikan biomassa kelapa sawit memenuhi standar internasional, meningkatkan kepercayaan pasar global, serta memperkuat rantai pasok energi berkelanjutan,” ujar Sandry.

Layanan yang diberikan mencakup pengambilan sampel dan pengujian, verifikasi kuantitas, verifikasi keberlanjutan, serta traceability assurance untuk memastikan transparansi rantai pasok. Hal ini menjadi penting dalam menjawab tuntutan global terhadap praktik ESG (Environmental, Social, and Governance) yang semakin ketat.

Lebih lanjut, PT SUCOFINDO (PERSERO) juga terus mengembangkan berbagai layanan berbasis keberlanjutan, antara lain pemantauan dan pengelolaan lingkungan berbasis teknologi, audit lingkungan, konsultansi ESG, serta dukungan terhadap green mining, green smelter, sustainable procurement, eco-label, green building, green port, hingga pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dan layanan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS).

Melalui langkah ini, PT SUCOFINDO (PERSERO) tidak hanya memperkuat perannya dalam meningkatkan daya saing industri nasional, tetapi juga berkontribusi dalam percepatan transisi menuju sistem energi rendah karbon serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Ke depan, PT SUCOFINDO (PERSERO) optimistis kolaborasi ini akan memberikan dampak nyata, baik dalam peningkatan ekspor, penguatan industri nasional, maupun pengembangan ekosistem energi berkelanjutan.

“SUCOFINDO siap menjadi mitra strategis bagi pemerintah dan industri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta memperkuat posisi Indonesia di kancah global,” tutup Sandry.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Holding Perkebunan Nusantara Akselerasi Ketahanan Pangan, PTPN I Bangun Ekosistem Terintegrasi di Bone

BONE – PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), subholding dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), terus memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pengembangan hilirisasi terintegrasi di wilayah Indonesia Timur.

Upaya tersebut ditandai dengan kegiatan site visit lahan sekaligus penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan di Kebun Camming, Kabupaten Bone, Kamis (2/4/2026). Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem industri peternakan ayam terintegrasi yang modern dan berkelanjutan.

Kerja sama strategis ini melibatkan tiga entitas utama, yaitu PTPN I, PT Berdikari, dan PT UGI Agri Harapan Indonesia. Kolaborasi tersebut dirancang untuk mengintegrasikan kekuatan aset lahan perkebunan, teknologi peternakan, serta akses pasar dalam satu rantai pasok yang terstruktur dan efisien.

Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menegaskan bahwa inisiatif ini tidak hanya berorientasi pada pengembangan bisnis, tetapi juga merupakan bagian dari kontribusi BUMN dalam mendukung kedaulatan pangan nasional.

“Kerja sama ini adalah bentuk sinergi murni untuk kemaslahatan bersama. Kami memberikan dukungan penuh agar target pembangunan infrastruktur krusial seperti Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU), fasilitas cold storage, hingga unit feedstock, dapat berdiri kokoh dan mulai beroperasi dalam satu tahun ke depan,” ujar Teddy.

Dukungan terhadap percepatan program ini juga datang dari Pemerintah Pusat. Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian RI, Dr. drh. Makmun, MSc, menyampaikan bahwa proyek di Bone menjadi perhatian langsung Menteri Pertanian, sehingga proses perizinan diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

“Kami sepakat untuk bergerak cepat. Peresmian kerja sama langsung di lokasi ini adalah instrumen hukum penting bagi kami untuk mengakselerasi segala perizinan yang dibutuhkan, sehingga manfaat program ini dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas,” jelas Makmun.

Dari sisi mitra, PT Berdikari menyatakan kesiapan dalam mendukung implementasi proyek, khususnya pada aspek teknologi dan distribusi. Direktur Keuangan & SDM PT Berdikari, M. Kaspiyah, menilai bahwa sinergi antara pemanfaatan lahan PTPN dan keunggulan teknis Berdikari menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program hilirisasi ini.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan lapangan guna memastikan kesiapan lahan sebagai fondasi utama pelaksanaan program. Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk PT Tiran Nusantara Grup dan PT UGI Agri Harapan Indonesia, proyek ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan industri peternakan terintegrasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Sejalan dengan arah transformasi Holding Perkebunan Nusantara, penguatan hilirisasi dan integrasi bisnis menjadi salah satu strategi utama dalam menciptakan nilai tambah serta memperluas kontribusi perusahaan terhadap ketahanan pangan nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Freeport Indonesia Terus Beperan Sebagai Fondasi Ekonomi Papua

JAKARTA — PT Freeport Indonesia (PTFI), sebagai bagian dari Holding Industri Pertambangan Indonesia MINDID, terus menjadi penopang utama perekonomian di Papua Tengah, khususnya Kabupaten Mimika.

Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) daerah, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Mimika pada 2025 tercatat tetap tinggi sebesar Rp131,07 triliun. Dari sisi struktur ekonomi, sektor pertambangan dan penggalian masih mendominasi. Pada 2025, kontribusi sektor ini tercatat sebesar Rp114,48 triliun.

Porsi kontribusi dari sektor tambang terhadap total PDRB pun meningkat. Pada 2025, kontribusinya mencapai 14,51 persen, naik dari 12,35 persen pada 2024.

Dari sisi kontribusi fiskal, pada 2025 PTFI mencatat penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar 4 persen atau senilai 112,4 juta dolar AS, serta kontribusi untuk pemerintah daerah sebesar 6 persen atau 168,6 juta dolar AS.

Total kontribusi langsung tersebut mencapai 281 juta dolar AS atau sekitar Rp4,5 triliun (asumsi kurs Rp16.000 per dolar AS).

Selain itu, kontribusi royalti PTFI tercatat sebesar 345,8 juta dolar AS atau setara Rp5,9 triliun.

Dari sisi ketenagakerjaan, pada 2025 total ekosistem tenaga kerja PTFI mencapai sekitar 34.000 orang, terdiri dari 6.630 karyawan langsung dan 27.707 tenaga kerja kontraktor. Sebagian besar tenaga kerja terserap di wilayah operasional Papua, serta fasilitas hilirisasi seperti smelter dan Precious Metals Refinery (PMR) di Gresik.

Selain kontribusi langsung, aktivitas PTFI juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) melalui rantai pasok dan kegiatan ekonomi turunan lainnya.

Di sisi sosial, belanja program pengembangan masyarakat pada 2025 mencapai 86,2 juta dolar AS, yang difokuskan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Direktur Eksekutif Indonesia Mining & Energy Watch, Ferdy Hasiman, menilai kontribusi PTFI dalam lima tahun terakhir semakin signifikan, terutama setelah proses divestasi yang membuat kepemilikan Indonesia mencapai 51 persen.

“Kontribusi Freeport untuk negara itu besar sekali, baik dari dividen maupun pajak. Sekarang juga terus berekspansi hingga ke hilirisasi, sehingga tidak hanya kontribusi fiskalnya besar, tapi juga potensi serapan tenaga kerja,” ujar Ferdy.

Menurut dia, keberadaan PTFI menjadikan Papua sebagai salah satu kontributor penting bagi perekonomian nasional, terutama melalui komoditas strategis seperti emas dan tembaga.

“Tembaga itu penting untuk industri, termasuk ekosistem baterai kendaraan listrik. Ini memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global,” ujarnya.

Ferdy juga menyoroti transformasi operasional PTFI di bawah MIND ID dari tambang terbuka (open pit) ke tambang bawah tanah (underground) sebagai capaian besar dengan standar internasional dan nilai investasi yang signifikan.

“Investasinya sangat besar, bisa mencapai 15 miliar dolar AS sampai 20 miliar dolar AS. Ini menunjukkan komitmen jangka panjang perusahaan di Indonesia,” kata dia.

Dari sisi daerah, ia menambahkan kontribusi PTFI terhadap perekonomian Papua, khususnya Mimika, sangat dominan, termasuk melalui kepemilikan saham daerah sebesar 10 persen yang memberikan tambahan dividen bagi pemerintah daerah.

Namun demikian, Ferdy mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana tersebut.

“Freeport sudah berkontribusi besar untuk negara dan daerah. Harapannya, dana itu benar-benar digunakan untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan masyarakat Papua,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menilai PTFI telah memberikan kontribusi sosial melalui pembangunan fasilitas seperti rumah sakit dan infrastruktur olahraga di Mimika, serta mendorong transfer pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat lokal.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menargetkan pendapatan daerah dalam APBD 2026 sebesar Rp2,43 triliun. Dengan kontribusi yang besar terhadap struktur ekonomi dan fiskal daerah, PTFI diproyeksikan tetap menjadi kontributor utama dalam mendukung pencapaian target tersebut.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Finance Hadirkan Solusi Kepemilikan Mobil Lebih Mudah di “BRI Goes to Office”

Jakarta, 10 April 2026 – Dalam upaya memperluas akses pembiayaan kendaraan yang mudah, cepat, dan kompetitif, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) kembali berpartisipasi dalam gelaran “BRI Goes to Office”, program pameran otomotif yang diinisiasi oleh Divisi Consumer Loan BRI. Kegiatan yang berlangsung pada 6–10 April 2026 di Branch Office BRI ini menjadi bagian dari strategi sinergi BRI Group dalam menghadirkan solusi keuangan terintegrasi, sekaligus mendekatkan layanan pembiayaan langsung kepada nasabah dan masyarakat.

Mengusung konsep mendekatkan layanan ke titik aktivitas nasabah, pameran ini menyasar karyawan BRI Group, nasabah setia BRI, hingga masyarakat umum yang tengah merencanakan pembelian kendaraan. Berbagai merek otomotif ternama seperti Mitsubishi, Hyundai, dan BYD turut hadir, menawarkan berbagai pilihan kendaraan sesuai kebutuhan dan preferensi, termasuk kesempatan melakukan test drive secara langsung di lokasi.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menyampaikan, “Melalui partisipasi kami dalam program BRI Goes to Office, BRI Finance ingin semakin mendekatkan solusi pembiayaan kepada masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan kendaraan dengan skema yang fleksibel dan kompetitif. Sinergi dengan BRI menjadi langkah strategis untuk menghadirkan layanan keuangan yang lebih terintegrasi, sekaligus memberikan pengalaman yang lebih praktis bagi nasabah dalam mewujudkan kepemilikan kendaraan.”

Dalam momentum ini, BRI Finance menghadirkan program pembiayaan kendaraan baru dengan suku bunga Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) yang kompetitif mulai dari 2,73% per tahun. Selain itu, nasabah juga dapat menikmati promo kesempatan mendapatkan tambahan bonus berupa saldo BRIZZI senilai Rp1 juta di setiap pemesanan kendaraan.

Lebih lanjut, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk mendorong pertumbuhan pembiayaan kendaraan bermotor di tengah meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat, sekaligus memperkuat positioning BRI Finance sebagai mitra pembiayaan terpercaya di Indonesia.

“Hari ini merupakan kesempatan terakhir bagi masyarakat untuk menikmati berbagai penawaran spesial yang kami hadirkan. Kami mengundang nasabah BRI dan masyarakat luas untuk datang langsung ke lokasi pameran, mengeksplorasi pilihan kendaraan, serta memanfaatkan kemudahan pembiayaan dan promo menarik yang tersedia,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Harga Emas Tunjukkan Kinerja Positif, Tren Bullish Masih Terjaga Sepanjang Pekan

Pergerakan harga emas global sepanjang pekan ini mencatatkan performa yang cukup impresif dengan kecenderungan menguat di tengah dinamika pasar yang masih diliputi ketidakpastian. Berdasarkan kajian terbaru dari Dupoin Futures, logam mulia tersebut berhasil mempertahankan tren naik yang solid, didukung oleh kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang saling menopang.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan bahwa dari perspektif teknikal, pergerakan XAU/USD pada timeframe H4 menunjukkan sinyal penguatan yang cukup konsisten. Salah satu indikator penting adalah keberhasilan harga menembus area Moving Average (MA) 21 dan 34, yang sebelumnya berperan sebagai resistance dinamis. Saat ini, level tersebut telah beralih fungsi menjadi support, yang memperkuat struktur tren bullish dalam jangka pendek.

“Breakout ini menjadi konfirmasi bahwa tekanan beli masih mendominasi pasar. Selama harga bertahan di atas area Moving Average, maka peluang kenaikan lanjutan masih terbuka lebar,” ujar Geraldo dalam analisisnya.

Selain itu, indikator Stochastic juga memberikan sinyal yang sejalan dengan tren tersebut. Posisi indikator yang berada di atas level 50 dan bergerak naik mencerminkan bahwa momentum penguatan masih terjaga. Kondisi ini menunjukkan bahwa minat beli investor belum mengalami penurunan signifikan, sehingga ruang untuk kenaikan harga masih cukup besar.

Dengan dukungan sinyal teknikal tersebut, XAU/USD diproyeksikan berpotensi melanjutkan penguatan menuju area resistance terdekat di level 4.946. Apabila level ini berhasil ditembus secara meyakinkan, maka target kenaikan berikutnya berada di kisaran 5.047. Level tersebut menjadi area kunci yang saat ini tengah menjadi perhatian pelaku pasar, khususnya bagi trader jangka pendek.

Di sisi lain, faktor fundamental juga memainkan peran penting dalam menopang pergerakan harga emas sepanjang minggu ini. Salah satu pendorong utama adalah meningkatnya ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve. Investor mulai memperkirakan adanya peluang pelonggaran kebijakan, termasuk kemungkinan penurunan suku bunga, seiring dengan tren inflasi di Amerika Serikat yang menunjukkan tanda-tanda moderasi.

Kondisi tersebut berdampak pada penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS, yang pada akhirnya mengurangi daya tarik aset berbasis bunga. Dalam situasi seperti ini, emas kembali dilirik sebagai alternatif investasi yang menarik, mengingat perannya sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi.

Tak hanya itu, pelemahan dolar AS juga turut memberikan kontribusi terhadap kenaikan harga emas. Hubungan terbalik antara dolar dan emas membuat logam mulia ini cenderung menguat ketika nilai tukar dolar melemah. Dengan dolar yang lebih rendah, harga emas menjadi relatif lebih murah bagi investor global, sehingga meningkatkan permintaan di pasar internasional.

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah kondisi global yang masih diwarnai ketidakpastian, baik dari sisi ekonomi maupun geopolitik. Situasi ini mendorong investor untuk mengadopsi sikap lebih berhati-hati (risk-off), dengan meningkatkan alokasi aset pada instrumen safe haven seperti emas. Permintaan yang stabil dari investor institusi serta bank sentral juga menjadi penopang tambahan bagi pergerakan harga.

Secara keseluruhan, kinerja emas sepanjang pekan ini mencerminkan fondasi yang cukup kuat untuk mempertahankan tren kenaikan. Kombinasi antara sinyal teknikal yang positif dan dukungan fundamental yang solid menjadi faktor utama yang menjaga momentum bullish tetap terjaga.

Meski demikian, pelaku pasar tetap disarankan untuk mencermati berbagai perkembangan eksternal yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan harga ke depan. Rilis data ekonomi penting serta perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter dapat menjadi katalis yang memicu volatilitas dalam jangka pendek.

Dengan struktur tren yang masih solid dan dukungan sentimen global yang positif, emas diperkirakan tetap berada dalam jalur penguatan dalam waktu dekat. Selama harga mampu bertahan di atas area support kunci, peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju level resistance berikutnya masih terbuka lebar.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES