Sinergi untuk Bumi: BRI dan Keuskupan Agung Jakarta Perkuat Kemitraan Strategis Berbasis Ekologi

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mempertegas komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui penguatan kemitraan strategis bersama Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). Langkah ini dilakukan dalam rangka menyukseskan tema tahunan “Penunjang Arah Dasar Pastoral KAJ 2026: Keutuhan Alam Ciptaan.”

Sinergi yang mengedepankan prinsip keberlanjutan ini ditandai dengan seremoni penyerahan dukungan operasional berupa 1 unit mobil listrik dan 1 unit motor listrik dari BRI kepada pihak Keuskupan. Penyerahan kendaraan ramah lingkungan tersebut menjadi simbol nyata dari transisi energi dan upaya kolektif dalam mengurangi emisi karbon di lingkungan pelayanan gereja.

Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan

Tema “Keutuhan Alam Ciptaan” yang diusung KAJ untuk tahun 2026 merupakan panggilan bagi seluruh umat untuk menjaga bumi sebagai rumah bersama. BRI, sebagai lembaga keuangan yang menjunjung tinggi nilai Environmental, Social, and Governance (ESG), hadir menjadi mitra utama dalam mengimplementasikan nilai-nilai tersebut ke dalam tindakan konkret.

Pemilihan kendaraan listrik sebagai dukungan operasional bukan tanpa alasan. Hal ini selaras dengan upaya pemerintah dan global dalam mendorong mobilitas bersih yang minim polusi.

Apresiasi dari Bapak Uskup

Bapa Uskup Ignatius Kardinal Suharyo secara langsung menerima dukungan tersebut dan menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada BRI. Beliau menekankan bahwa kontribusi ini sangat berarti bagi kelancaran tugas-tugas pastoral yang kini semakin berorientasi pada kelestarian alam.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang tulus kepada Bank Rakyat Indonesia atas dukungan dan kontribusi yang diberikan. Semoga kemitraan ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif, tidak hanya bagi pelayanan gereja, tetapi juga bagi masyarakat luas serta kelestarian lingkungan kita,” ujar Ignatius Kardinal Suharyo.

Pemberdayaan Strategis yang Berkelanjutan

Selain bantuan sarana transportasi ramah lingkungan, kemitraan strategis ini juga mencakup berbagai program pemberdayaan lainnya, termasuk:

Digitalisasi Layanan Keuangan: Mempermudah umat dalam bertransaksi secara non-tunai melalui ekosistem BRI, yang secara tidak langsung mengurangi penggunaan kertas.

Dukungan Program Pastoral: Kolaborasi dalam berbagai kegiatan sosial yang berfokus pada pemberdayaan komunitas dan perlindungan ekosistem.

Komitmen BRI terhadap Green Economy

Bagi BRI, kerja sama dengan KAJ merupakan bagian dari strategi besar perusahaan untuk menjadi pionir dalam green banking di Indonesia. Dengan mendukung institusi keagamaan yang memiliki pengaruh besar seperti KAJ, BRI berharap pesan mengenai pentingnya menjaga “Keutuhan Alam Ciptaan” dapat tersampaikan lebih luas ke seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi kolaborasi-kolaborasi serupa di masa depan, di mana sektor perbankan dan tokoh agama berjalan beriringan untuk menciptakan dunia yang lebih hijau dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Liburan di Luar Negeri Makin Hemat, BRI Hadirkan Promo Kartu Kredit dengan Cashback Menarik

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menghadirkan
program menarik bagi nasabah setia melalui promo belanja luar negeri
menggunakan Kartu Kredit BRI. Program ini memberikan berbagai keuntungan, mulai
dari cashback saldo kredit hingga cicilan ringan, guna mendukung
kenyamanan transaksi nasabah saat bepergian ke mancanegara.

Program promo ini berlangsung pada periode 9 April 2026 hingga 31 Mei
2026 dan dapat dinikmati oleh pemegang Kartu Kredit BRI, khususnya segmen
premium seperti BRI World Access, BRI JCB Platinum, BRI Mastercard Platinum,
hingga BRI Kartu Kredit Visa Infinite.

Dalam program ini, nasabah berkesempatan memperoleh cashback
hingga Rp1 juta dengan akumulasi transaksi minimal Rp10 juta selama periode
program. Selain itu, sebagai bentuk apresiasi, BRI juga memberikan penghargaan
kepada 475 nasabah dengan total akumulasi transaksi tertinggi sepanjang periode
program berlangsung.

Promo berlaku untuk transaksi offline (transaksi langsung) di
luar negeri menggunakan mata uang asing, mencakup berbagai destinasi populer
seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, Australia,
Amerika Serikat, hingga United Kingdom.

Tak hanya itu, BRI juga memberikan kemudahan tambahan berupa program
cicilan bunga mulai dari 0% dengan tenor fleksibel hingga 36 bulan. Konversi
cicilan dapat dilakukan dengan mudah melalui aplikasi BRImo maupun Contact BRI.

Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto menyampaikan bahwa program
ini merupakan bentuk komitmen BRI dalam memberikan nilai tambah bagi nasabah,
khususnya dalam mendukung gaya hidup dan kebutuhan transaksi global.

“BRI terus berupaya menghadirkan berbagai solusi keuangan yang relevan
dengan kebutuhan nasabah, termasuk dalam mendukung aktivitas perjalanan ke luar
negeri. Melalui promo ini, kami ingin memberikan kemudahan sekaligus keuntungan
lebih, sehingga setiap transaksi yang dilakukan nasabah dapat memberikan nilai
tambah yang optimal,” ujar Aris.

Lebih lanjut, Aris menambahkan bahwa program ini juga menjadi bagian
dari strategi BRI dalam memperkuat layanan kartu kredit, khususnya pada segmen
premium, dengan menghadirkan berbagai benefit yang kompetitif dan sesuai dengan
kebutuhan nasabah modern.

Dengan berbagai keuntungan yang ditawarkan, BRI optimistis program ini
dapat meningkatkan aktivitas transaksi nasabah di luar negeri sekaligus
memperkuat posisi BRI sebagai bank yang senantiasa memberikan solusi keuangan
yang inovatif dan bernilai tambah.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program dan detail ketentuan,
nasabah dapat mengakses layanan resmi BRI atau menghubungi Contact BRI.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pengguna Super Apps BRImo Tembus 47,8 Juta User, Jadi Andalan Kebutuhan Finansial Masyarakat

Jakarta – Akselerasi digital PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menuai
hasil nyata dengan mencatatkan capaian positif atas efektivitas transformasi
BRIvolution Reignite yang dijalankan secara berkelanjutan. Hal ini tercermin dari pertumbuhan pengguna Super
Apps BRImo yang mencapai 47,8 juta user atau meningkat 18,6% yoy per
Maret 2026.

Hal tersebut disampaikan Direktur Network &
Retail Funding
BRI Aquarius Rudianto dalam Press Conference Kinerja
Keuangan BRI Triwulan I 2026 di Kantor Pusat BRI, Jakarta pada Kamis (30/04). Tingginya
jumlah pengguna BRImo tidak hanya mencerminkan perluasan jangkauan layanan
digital BRI, tetapi juga menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat
dalam memanfaatkan layanan BRImo untuk kebutuhan transaksi sehari-hari.

Adapun, peningkatan pemanfaatan BRImo sendiri tercermin
dari nilai volume transaksi BRImo yang menunjukkan lonjakan signifikan, di mana
hingga Triwulan I 2026, nilai volume transaksi BRImo mencapai Rp2.042,2
triliun, atau meningkat 29,4% secara year-on-year (yoy) dibandingkan
posisi Maret 2025.

“Basis pengguna BRImo yang besar, yang diikuti
dengan pertumbuhan nilai transaksi, menunjukkan bahwa BRImo telah menjadi bagian
dari aktivitas keuangan sehari-hari nasabah. Dengan lebih dari 100 fitur yang
tersedia, BRImo terus dikembangkan untuk mendukung berbagai kebutuhan
transaksi, sehingga turut mendorong peningkatan pemanfaatan layanan ini,” ujar
Aquarius Rudianto.

Di sisi lain, kinerja BRImo yang tumbuh signifikan
tersebut pun berdampak positif terhadap pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) BRI
yang secara konsolidasian meningkat 9,4% yoy, sehingga total DPK BRI mencapai
Rp1.555,1 triliun. Dari sisi komposisi, kualitas pendanaan juga semakin solid,
tercermin dari meningkatnya porsi dana murah (CASA) menjadi 68,07% pada
Triwulan I 2026 atau setara Rp1.058,6 triliun, dari sebelumnya 65,77% pada Triwulan
I 2025. Dalam setahun, pertumbuhan CASA BRI mencapai Rp123,7 triliun.

Penguatan CASA tersebut kemudian mendorong efisiensi biaya dana. Di sisi funding,
cost of fund turun dari 3% menjadi 2,3%. Ini menunjukkan efektivitas strategi
BRI dalam memperkuat CASA dan mengelola struktur pendanaan yang lebih efisien,
sehingga memberikan ruang yang lebih
baik bagi margin ke depan.

Peningkatan aktivitas transaksi digital dan
penguatan funding tersebut pun kian menunjang pertumbuhan bisnis BRI
secara keseluruhan. Hingga Triwulan I 2026, total aset BRI kini mencapai
Rp2.250 triliun atau tumbuh 7,2% yoy. Selain
itu, pembiayaan BRI menunjukkan pertumbuhan yang solid, dengan total kredit dan
pembiayaan meningkat sebesar 13,7% yoy menjadi Rp1.562 triliun.  Pada periode yang sama, dengan fundamental
bisnis yang tetap kuat di tengah dinamika industri, didukung oleh pertumbuhan
kredit yang selektif, pengelolaan biaya dana yang semakin efisien, serta
kualitas aset tetap terjaga, BRI berhasil mencatatkan laba bersih konsolidasian
sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7% secara yoy.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Akun Tiba-Tiba Logout? Waspadai Modus Penipuan Ini yang Bisa Bikin Uangmu Terkuras

Pernah mengalami akun aplikasi keuanganmu tiba-tiba logout, sementara nomor HP lama milikmu sebenarnya sudah tidak aktif? Di momen seperti itu, panik adalah reaksi yang natural. Tapi justru di situlah celah yang dimanfaatkan oleh penipu.

Banyak korban tidak menyadari. Awalnya sekadar mencari bantuan, namun malah berujung kehilangan uang jutaan rupiah, atau bahkan tiba-tiba memiliki tagihan pinjaman yang tidak pernah diajukan.

Ini bukan sekadar teori. Ini kejadian nyata yang sekarang makin marak terjadi.

Baru-baru ini, viral kisah seorang pengguna yang harus kehilangan uang jutaan rupiah dan terjerat tagihan pinjaman baru karena tertipu oleh Customer Service (CS) palsu. Mari kita bedah modusnya agar Anda dan keluarga tidak menjadi korban berikutnya. Dari Cari Bantuan, Malah Menjadi Korban

Modus ini kelihatannya sederhana, tapi sangat efektif karena bermain di ranah psikologis korban penipuan.

1. Korban Panik & Cari Bantuan: Saat akun bermasalah, korban biasanya langsung cari solusi di internet dan media sosial.

2. Penipu Menyamar sebagai CS Resmi: Pelaku memasang nomor WhatsApp palsu, atau bahkan aktif membalas komentar, mengaku sebagai Customer Service resmi.

3. Korban “Diarahkan” dengan Alasan Teknis: Korban diminta melakukan hal yang terdengar masuk akal, seperti ‘untuk verifikasi’ atau ‘syarat pembatalan’. Padahal, itu semua hanyalah manipulasi.

4. Dipersyaratkan Ajukan Pinjaman: Ini bagian paling berbahaya. Korban diminta mengambil pinjaman dengan dalih “pancing sistem”.

5. Diminta Transfer ke Rekening Pribadi: Setelah dana cair, korban diminta transfer ke rekening tertentu (biasanya atas nama pribadi) maupun virtual account dengan alasan “pembatalan”.

6. Instruksi Hapus Aplikasi: Penipu menggiring korban untuk menghapus (uninstall) aplikasi agar korban tidak bisa cek saldo atau transaksi secara real-time.

7. Modus via QRIS: Korban diminta scan QRIS dengan alasan “sinkronisasi OJK” atau “validasi akun”. Padahal, itu langsung memindahkan uang ke pelaku.

Sekarang Lebih Canggih! Penipu Masuk ke Ranah Google Maps

Bukan hanya di media sosial, bahkan sekarang penipu juga melakukan manipulasi melalui Google Maps. Mereka mengedit informasi bisnis dan menyisipkan nomor palsu di profil yang terlihat resmi.

Ciri-cirinya:

Nomor Handphone Biasa: Menggunakan nomor ponsel pribadi (seperti 0821…, 0877…) alih-alih nomor Call Center resmi.

Banyak Lokasi “Kantor” yang Mencurigakan: Saat mencari “CS Akulaku”, muncul banyak  titik lokasi dengan nama serupa namun memiliki nomor telepon yang berbeda-beda.

Jam Operasional Tidak Lazim: Seringkali mencantumkan “Buka 24 Jam” pada profil kantor fisik yang seharusnya memiliki jam kerja kantor normal.

Profil Tanpa Ulasan atau Ulasan Negatif: Biasanya tidak memiliki review asli dari pelanggan atau justru penuh dengan peringatan “Penipu” di kolom komentar.

Kalau kamu terburu-buru dan tidak berhati-hati, tentu akan dengan mudah terkelabui dengan informasi palsu tersebut.

Bedakan yang Asli dan yang Palsu

Agar tidak terjebak, pastikan selalu hanya berinteraksi dengan saluran resmi. Jangan pernah biarkan kepanikan mengarahkan Anda ke nomor yang salah. Simpan dan gunakan hanya kontak resmi berikut:

● Website untuk layanan informasi umum dan layanan Akulaku: www.akulaku.com

● Website untuk layanan pembiayaan (Buy Now Pay Later): www.akulakufinance.co.id

● Call Center Resmi: 1500920 (Pastikan hanya menghubungi nomor ini).

● Media Sosial: Pastikan akun memiliki centang biru (verifikasi) baik di Instagram, Tik Tok, Facebook, maupun Twitter/X.

Tips Aman (Anti-Fraud) Bertransaksi Digital

Jika Anda mengalami kendala pada akun, ingatlah Golden Rules berikut ini:

1. Jangan Pernah Transfer ke Nama Pribadi: CS resmi perusahaan manapun tidak akan pernah meminta Anda mentransfer uang ke rekening atas nama orang pribadi.

2. Jangan Pernah Berikan Kode OTP & Scan QRIS Tak Dikenal: Jangan pernah memberikan kode OTP atau memindai QRIS yang diberikan oleh orang lain melalui pesan singkat. QRIS bersifat sama dengan uang tunai; sekali pindai, uang Anda akan langsung berpindah tangan.

3. Jangan Mudah Percaya: Tidak ada sistem perbankan atau aplikasi keuangan di dunia yang mengharuskan penggunanya meminjam uang terlebih dahulu untuk memperbaiki masalah teknis.

4. Selalu Update Nomor HP Segera: Jika nomor HP Anda sudah tidak aktif, segera urus ke kantor cabang provider Anda atau datangi kantor resmi layanan terkait untuk perubahan data secara legal, bukan melalui perantara media sosial.

Rasa panik, takut kehilangan akses, dan ingin masalah segera cepat selesai adalah pintu masuknya. Penipu tahu kondisi psikologis itu. Hal itu yang mereka manfaatkan. Tetap tenang.

Ingat: Jika Anda menemukan nomor telepon di Google Maps yang meminta Anda melakukan pinjaman baru, mentransfer uang ke nama pribadi, atau meminta kode OTP. Langsung stop. Itu 100% penipuan.

Biasakan cek kembali. Pastikan setiap bantuan yang Anda hubungi berasal dari kanal resmi. Satu langkah kehati-hatian ini bisa menyelamatkanmu dari kerugian.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

School of Computer Science BINUS University dan MAPID Perkuat Kolaborasi Strategis untuk Dorong Inovasi Geospasial dan Artificial Intelligence di Indonesia

Jakarta, 06 Mei 2026 – Di tengah era transformasi digital yang semakin ditentukan oleh kekuatan data, teknologi geospasial dan artificial intelligence (AI) menjadi dua elemen strategis yang memainkan peran penting dalam berbagai sektor industri. Mulai dari perencanaan kota, logistik, agrikultur, ekonomi digital, mitigasi bencana, hingga pengembangan smart city, kebutuhan terhadap talenta digital yang mampu memahami data berbasis lokasi dan mengolahnya menjadi insight yang relevan kini semakin meningkat. Kondisi ini mendorong institusi pendidikan tinggi untuk tidak hanya fokus pada penguasaan teori, tetapi juga menghadirkan pengalaman pembelajaran yang kontekstual, aplikatif, dan selaras dengan kebutuhan industri masa depan.

Menjawab tantangan tersebut, BINUS University melalui School of Computer Science BINUS University resmi menjalin kolaborasi strategis dengan PT Multi Areal Planning Indonesia (MAPID) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilaksanakan pada 8 April 2026 di Faculty Lounge, BINUS University Kampus Anggrek. Kolaborasi ini menjadi langkah visioner dalam memperkuat konektivitas antara dunia akademik dan industri, khususnya dalam pengembangan teknologi geospasial dan kecerdasan buatan sebagai bagian dari ekosistem inovasi digital Indonesia.

Penandatanganan kerja sama dilakukan langsung oleh Prof. Derwin Suhartono selaku Dean School of Computer Science BINUS University dan Bagus Imam Darmawan selaku CEO MAPID. Kehadiran kedua institusi ini menandai komitmen bersama dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih adaptif terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan industri berbasis data.

Dean School of Computer Science BINUS University, Prof. Derwin Suhartono, menyampaikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri menjadi faktor penting dalam mempersiapkan generasi digital yang mampu menghadapi tantangan global di era AI dan data economy.

“Perkembangan artificial intelligence dan teknologi geospasial saat ini tidak lagi bersifat eksperimental, tetapi sudah menjadi fondasi penting dalam pengambilan keputusan di berbagai sektor industri. Karena itu, mahasiswa perlu mendapatkan exposure yang lebih dekat dengan implementasi teknologi nyata di industri. Melalui kolaborasi dengan MAPID, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang lebih relevan, aplikatif, dan mampu memperkuat kesiapan mahasiswa dalam menghadapi transformasi digital yang terus berkembang,” ujar Prof. Derwin.

Sebagai perusahaan teknologi yang berfokus pada platform geospasial untuk pengolahan, analisis, dan visualisasi data berbasis lokasi, MAPID membawa perspektif industri yang kuat dalam pengembangan talenta digital berbasis data spasial. Kolaborasi ini diharapkan mampu membuka peluang baru dalam pengembangan riset, inovasi, dan implementasi teknologi yang berdampak langsung pada kebutuhan masyarakat dan industri.

CEO MAPID, Bagus Imam Darmawan, menilai bahwa sinergi antara industri dan institusi pendidikan merupakan langkah strategis untuk membangun talenta digital Indonesia yang memiliki daya saing global sekaligus pemahaman praktis terhadap teknologi masa depan.

“Teknologi geospasial memiliki peran yang semakin penting dalam membantu organisasi memahami data secara lebih presisi dan kontekstual. Ketika dipadukan dengan artificial intelligence, potensi inovasinya menjadi sangat besar. Karena itu, kami percaya kolaborasi dengan BINUS University dapat menjadi jembatan yang mempertemukan kebutuhan industri dengan pengembangan kompetensi generasi muda, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami teknologi secara teoritis, tetapi juga mampu menciptakan solusi nyata berbasis data,” jelas Bagus.

Lebih dari sekadar penandatanganan kerja sama, kolaborasi ini langsung diwujudkan melalui penyelenggaraan sesi Industry Talks yang menghadirkan diskusi mendalam mengenai perkembangan teknologi spasial dan pemanfaatannya di berbagai sektor. Dalam sesi tersebut, Bagus Imam Darmawan bersama Dr. Alexander A.S. Gunawan selaku Leader of Research Interest Group Artificial Intelligence in Geospatial Economics BINUS University membahas bagaimana integrasi AI dan data geospasial mampu menghadirkan pendekatan pengambilan keputusan yang lebih akurat, prediktif, dan berbasis data.

Melalui forum interaktif tersebut, mahasiswa mendapatkan wawasan praktis mengenai pemanfaatan data geospasial lintas industri, sekaligus memahami bagaimana platform MAPID digunakan untuk mengolah, menganalisis, dan memvisualisasikan data berbasis lokasi. Diskusi ini turut memperlihatkan bagaimana perkembangan teknologi tidak lagi berjalan secara terpisah, melainkan saling terintegrasi untuk menciptakan solusi digital yang lebih efektif dan scalable.

Kolaborasi strategis ini juga membuka peluang pengembangan ekosistem pembelajaran yang lebih komprehensif bagi mahasiswa School of Computer Science BINUS University. Melalui kerja sama ini, mahasiswa akan memperoleh akses terhadap pengalaman industri secara langsung melalui program magang, proyek kolaboratif, riset terapan, hingga pengembangan solusi inovatif berbasis teknologi geospasial dan AI. Pendekatan experiential learning ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan mahasiswa dalam menerjemahkan teori menjadi implementasi nyata yang relevan dengan kebutuhan industri modern.

Sebagai institusi pendidikan yang konsisten mendorong innovation, technology, dan global employability, BINUS University terus memperkuat kolaborasi strategis dengan berbagai perusahaan teknologi dan industri digital. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen BINUS University dalam menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan adaptif, problem solving, dan pemahaman teknologi yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Melalui kemitraan ini, School of Computer Science BINUS University dan MAPID berharap dapat melahirkan generasi talenta digital Indonesia yang siap menjadi pionir dalam pengembangan teknologi geospasial dan artificial intelligence, sekaligus berkontribusi dalam membangun ekosistem transformasi digital yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PetroSync Provides API 653 Training to Meet Tank Inspection Standards

Meet tank inspection standards with PetroSync API 653 Training. Build practical skills, improve compliance, and grow your engineering career confidently.

Many engineers in oil and gas work hard to gain experience, but when larger responsibilities arrive, confidence does not always grow at the same pace. You may know operations well, yet inspection standards can still feel challenging when real decisions depend on them.

This is where career growth often slows down. Not because of effort, but because higher roles demand stronger judgment, faster decisions, and proven competency.

When Engineers Struggle to Meet Tank Inspection Standards in Real Operations

Meeting tank inspection standards is not just about following procedures. It requires practical understanding, consistent judgment, and the confidence to make decisions that affect safety and reliability.

Without enough real exposure, even capable engineers can hesitate when standards must be applied under pressure.

1. Incomplete Understanding of Standards Leads to Uncertain Inspection Decisions

Many engineers review standards for hours but still hesitate when real decisions must be made. Without practical context, judgment becomes slower and less confident in the field.

2. Limited Field Experience Causes Hesitation in Critical Tank Assessments

Engineers with limited field experience often need more time to assess tank conditions. This hesitation can delay actions when quick and accurate decisions are required.

3. Different Inspection Practices Across Teams Lead to Risky Compliance Gaps

When teams use different inspection methods, conflicting conclusions often appear. This creates compliance gaps, slows alignment, and increases uncertainty in operational decisions.

4. Lack of Qualification Slows Career Growth in Inspection Roles

Without recognized qualifications, some engineers wait longer for higher-responsibility roles. Career growth often slows when competency is difficult to demonstrate clearly.

At this stage, many engineers begin questioning whether they are truly ready. The more responsibility increases, the more hesitation appears when decisions matter most.

But the real issue is not potential. It is the lack of practical preparation to meet standards with confidence.

How Engineers Can Meet Tank Inspection Standards with Confidence

Confidence comes from preparation, not guesswork. Engineers need practical understanding, clear methods, and the ability to apply standards correctly in real operating conditions.

With the right learning path, decisions become faster, more accurate, and easier to justify.

1. Understand Real Tank Inspection Requirements Beyond Basic Theory

Engineers who study real inspection scenarios can improve decision quality significantly. Practical context helps them recognize issues earlier and respond more effectively in the field.

2. Build Practical Skills through API 653 Training

Through API 653 Training, engineers can complete 40–60 hours of structured learning. This helps turn theory into practical skills that can be used in daily inspection work.

3. Turn Inspection Data into Faster and More Accurate Decisions

With a structured framework, engineers can reduce hesitation and make clearer decisions faster. This improves response time while maintaining stronger judgment and consistency.

4. Apply Consistent Standards Based on API 653

Applying API 653 standards helps reduce inconsistent decisions across teams. It improves alignment, strengthens compliance, and creates more reliable tank inspection outcomes.

When preparation becomes practical and structured, standards no longer feel overwhelming. Engineers begin trusting their judgment and performing with greater confidence.

This is where the right training path starts accelerating both capability and career growth.

Why PetroSync Helps Engineers Become Trusted for Tank Inspection Roles

At some point, engineers realize that trust is earned through decisions. Moving into bigger roles requires more than experience alone.

PetroSync focuses on practical training that helps engineers understand standards, improve judgment, and perform confidently in real situations.

1. Training Built Around Real Tank Inspection Cases from Field Experience

The program uses real tank inspection cases commonly found in operations. Engineers learn how to evaluate conditions and make decisions based on realistic field challenges.

2. Structured Learning That Improves Accuracy and Confidence

Each session is designed to improve how engineers think and decide. This structured approach helps reduce hesitation while increasing confidence in daily inspection responsibilities.

3. Delivered by PetroSync to Support Certification and Career Growth

PetroSync provides guided preparation that helps engineers stay focused and consistent. This support improves certification readiness and opens opportunities for stronger career advancement.

In the end, meeting tank inspection standards is not just about passing requirements. It is about becoming the engineer trusted to make the right decision when it matters.

In an industry where trust creates opportunity, engineers who move forward are those who prepare before the chance arrives. If hesitation still controls your next step, growth will move the same way.

Now is the time to build confidence, strengthen your capability, and grow with PetroSync.

This Press Release is also published on VRITIMES

Permudah Konektivitas Antar Daerah, KA Sangkuriang Diminati Pelanggan

Info Daop 2 Bd

Kamis, 7 Mei 2026

Permudah Konektivitas Antar Daerah, KA Sangkuriang Diminati Pelanggan

Bandung (Jawa Barat), 7 Mei 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mencatat antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap pengoperasian KA Sangkuriang relasi Bandung – Ketapang PP. Dalam kurun waktu satu minggu sejak mulai beroperasi 1 Mei 2026 lalu, KA Sangkuriang yang berangkat awal dari Daop 2 Bandung, telah melayani total 6.399 pelanggan dari berbagai stasiun.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo mengatakan, tingginya minat masyarakat terhadap KA Sangkuriang menunjukkan bahwa layanan tersebut mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antar daerah.

“Sejak mulai dioperasikan, KA Sangkuriang mendapatkan sambutan yang sangat positif dari masyarakat. Selama satu minggu operasional, tercatat sebanyak 6.399 pelanggan telah menggunakan layanan ini dengan rata-rata harian mencapai 914 pelanggan,” ujar Kuswardojo.

Dari data okupansi, KA Sangkuriang juga mencatat tingkat keterisian yang sangat tinggi. Dengan kapasitas tempat duduk yang disediakan setiap hari sebanyak 456 kursi, rata-rata okupansi harian KA Sangkuriang mencapai 200,5 persen. Tingginya angka okupansi tersebut menunjukkan adanya pergerakan penumpang dinamis pada berbagai relasi dan stasiun pemberhentian sepanjang perjalanan KA.

“Kehadiran KA Sangkuriang menjadi alternatif transportasi yang diminati masyarakat karena menawarkan perjalanan yang aman, nyaman, tepat waktu, serta menghubungkan berbagai daerah di Pulau Jawa,” tambahnya.

KA Sangkuriang melayani masyarakat yang melakukan perjalanan dari Bandung dan wilayah Jawa Barat menuju berbagai kota di provinsi Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Jawa Timur. Kehadiran layanan ini juga diharapkan dapat mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, perekonomian, dan mobilitas masyarakat antar wilayah.

KAI Daop 2 Bandung terus berkomitmen menghadirkan layanan transportasi publik yang andal dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Berbagai evaluasi dan peningkatan pelayanan akan terus dilakukan guna memastikan perjalanan pelanggan tetap aman, nyaman, dan menyenangkan.

“KAI Daop 2 Bandung mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang telah memilih KA Sangkuriang sebagai moda transportasi perjalanan. Tingginya antusiasme ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada seluruh pelanggan,” tutup Kuswardojo.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Ekspansi ke Filipina, Voresi Jadikan Pendidikan Nonformal Kunci Pertumbuhan Ekonomi ASEAN

Voresi, startup EdTech asal Indonesia, resmi berekspansi ke Filipina pada awal kuartal kedua tahun 2026 melalui kolaborasi dengan berbagai Senior High School di Quezon, Manila, dan Caloocan. Ekspansi ini bertujuan mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan ASEAN dengan menjadikan pendidikan nonformal sebagai kunci pengembangan talenta muda. Melalui ekosistem berbasis AI seperti Voresi Lab+, Connect+, dan Journeys+, Voresi membantu remaja menemukan vocation, membangun profesi, hingga menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan. Keberhasilan menjangkau lebih dari 1.000 remaja di 8 provinsi di Indonesia serta terpilihnya Voresi dalam Top 10 Google for Startups AI Solutions Lab menjadi fondasi kuat bagi skalabilitas dan ekspansi regional Voresi.

Voresi, startup EdTech asal Indonesia, resmi memulai ekspansi regional ke Filipina pada awal kuartal kedua tahun 2026. Langkah ini menandai fase pertumbuhan strategis Voresi dalam membangun ekosistem pendidikan nonformal berbasis teknologi yang berorientasi pada penciptaan talenta produktif demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara.

Ekspansi ini menjadi bagian dari visi jangka panjang Voresi untuk menjawab pergeseran global menuju ekonomi berbasis keterampilan (skill-based economy), di mana jalur karier nonformal semakin mendominasi. Voresi melihat peluang besar di negara berkembang ASEAN, di mana sistem pendidikan formal belum sepenuhnya mampu menjembatani kebutuhan industri yang terus berkembang.

“Perkembangan teknologi mendorong lahirnya banyak profesi baru di sektor nonformal. Karena itu, pendidikan nonformal akan menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan,” kata Cosmas, CEO & Founder Voresi.

Membangun Ekosistem Talenta dari Vocation hingga Economic Value

Didirikan pada 2024, Voresi menghadirkan pendekatan berbeda melalui hybrid ecosystem yang membantu remaja menemukan dan mengembangkan vocation (panggilan hidup), sebagai fondasi dalam membangun karier yang berkelanjutan.

Melalui pendekatan ini, Voresi tidak hanya membantu remaja menemukan profesi impian, tetapi juga mengarahkan mereka pada specialization yang memiliki nilai ekonomi nyata. Hal ini memastikan bahwa passion yang dimiliki dapat dikonversi menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan.

Produk unggulan Voresi dirancang sebagai ekosistem terintegrasi yang mendampingi remaja secara menyeluruh dalam membangun masa depan mereka. Melalui Voresi Lab+, sebagai AI-powered personal lab, remaja dapat mengidentifikasi vocation, profession, hingga specialization sebagai peta jalan karier yang terarah dan terukur. Proses ini kemudian diperkuat melalui Connect+, yaitu platform mentoring yang menghubungkan remaja dengan para profesional yang telah sukses di bidang profesi yang mereka impikan, sehingga memungkinkan terjadinya pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan dunia nyata. Tidak berhenti pada tahap eksplorasi dan validasi, Voresi juga menghadirkan Journeys+, sebuah program experiential learning yang memberikan pengalaman langsung melalui industry exposure, workshop praktis, hingga internship placement, sehingga remaja dapat memahami dan menjalani proses menuju profesi impian mereka secara konkret. Ketiga layanan ini membentuk pendekatan end-to-end yang memastikan setiap individu tidak hanya menemukan arah, tetapi juga memiliki jalur yang jelas untuk mewujudkan potensi mereka menjadi nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Traction Kuat di Indonesia, Siap Replikasi ke Pasar ASEAN

Sejak berdiri, Voresi telah membantu lebih dari 1.000 remaja di 8 provinsi di Indonesia, mencerminkan adopsi pasar yang kuat terhadap pendekatan dan ekosistem yang dikembangkan.

Keberhasilan ini menjadi landasan ekspansi ke Filipina, yang dilakukan melalui kolaborasi strategis dengan berbagai Senior High School (SHS) di wilayah Quezon, Manila, dan Caloocan. Melalui kemitraan ini, ribuan siswa kini mendapatkan akses ke platform Voresi dan seluruh ekosistem layanannya melalui www.voresi.com.

Langkah ini menegaskan skalabilitas model Voresi untuk direplikasi di berbagai negara berkembang dengan karakteristik pasar yang serupa.

Membuka Peluang Kolaborasi dan Investasi Regional

Dengan momentum ekspansi ini, Voresi membuka peluang kolaborasi dengan institusi pendidikan, mitra industri, serta investor strategis yang memiliki visi dalam pengembangan talenta muda dan pertumbuhan ekonomi berbasis keterampilan di Asia Tenggara.

Voresi menargetkan untuk memperluas jangkauan ke lebih banyak negara ASEAN dalam beberapa tahun ke depan, sekaligus memperkuat posisinya sebagai emerging EdTech ecosystem player dari Indonesia.

“Kami percaya bahwa masa depan ekonomi ASEAN akan sangat ditentukan oleh kualitas talenta mudanya. Voresi hadir untuk memastikan setiap individu tidak hanya menemukan passion mereka, tetapi juga mampu mengubahnya menjadi nilai ekonomi yang nyata,” tutup Cosmas.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Jakarta Marketing Week 2026 : Jasa Marga Raih 5 Penghargaan dan Tantang Gen Z Berinovasi Lewat Travoy

Jakarta (07/05), Dalam agenda tahunan ke-14 Jakarta Marketing Week 2026 (JAKMW-26), PT Jasa Marga (Persero) Tbk menjadi partner MarkPlus Corp sebagai penyelenggara untuk menjadi pengisi rangkaian acara melalui berbagai aktivasi strategis. Partisipasi Jasa Marga dalam perhelatan yang berlangsung pada 6–10 Mei 2026 di Grand Atrium Mal Kota Kasablanka, Jakarta, mencakup penyelenggaraan WOW Case Competition, booth interaktif, serta pencapaian gemilang dalam ajang BUMN Entrepreneurial Marketing Awards (BEMA) 2026.

Tahun ini, JAKMW-26 mengusung tema Jakarta, Global City: “Inclusive, Creative, and Collaborative”. Sejalan dengan hal tersebut, Jasa Marga berpartisipasi dalam WOW Case Competition dengan tema utama pengembangan aplikasi Travoy. Kompetisi strategi pemasaran yang ditujukan bagi Generasi Z (Gen Z) ini menantang para peserta untuk mengembangkan ide kreatif dalam mengoptimalkan aplikasi Travoy sebagai asisten perjalanan digital masa depan yang andal.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa partisipasi perusahaan dalam ajang ini merupakan langkah strategis untuk menyerap aspirasi dan inovasi dari sudut pandang pengguna jalan masa depan. “Jasa Marga mengambil kesempatan ini sebagai momentum untuk memacu inovasi berkelanjutan. Dengan melibatkan Gen Z, kami ingin memastikan bahwa transformasi digital yang kami lakukan, khususnya melalui Travoy, benar-benar relevan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat yang dinamis di masa depan,” ujar Rivan.

Antusiasme terhadap kompetisi ini terbukti sangat tinggi, dengan total 783 mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia yang terdaftar. Rangkaian seleksi yang ketat telah dimulai sejak bulan Februari 2026, hingga akhirnya terpilih Top 12 finalis terbaik untuk berkompetisi di panggung utama JAKMW-26. Pada hari pertama JAKMW-26, para finalis memaparkan inti solusi dari proposal business case mereka yang berfokus pada strategi peningkatan awareness dan jumlah unduhan (downloads) aplikasi Travoy di segmen Gen Z. Bertindak sebagai dewan juri pada sesi ini adalah perwakilan manajemen Jasa Marga dan Markplus.

Sebagai bagian dari pembekalan, ke-12 finalis tersebut juga melakukan company visit ke Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC) pada Rabu (06/05). Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan gambaran nyata mengenai pusat kendali lalu lintas jalan tol terintegrasi milik Jasa Marga Group. Mengenai hal ini, Rivan menegaskan pentingnya memberikan pengalaman langsung bagi para inovator muda agar solusi yang dihasilkan tetap berpijak pada realitas operasional.

“Melalui kunjungan ke JMTC, kami ingin para finalis melihat langsung bagaimana teknologi dan data dikelola secara real-time untuk melayani masyarakat di seluruh jaringan jalan tol Jasa Marga Group. Kami berharap paparan teknologi ini dapat membuka wawasan mereka dalam memberikan solusi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga tajam dan aplikatif untuk pengembangan aplikasi Travoy ke depan, sekaligus mempersiapkan mereka menjadi talenta digital yang siap membangun infrastruktur Indonesia,” tambah Rivan.

Selain rangkaian kompetisi, Jasa Marga juga berhasil menyabet prestasi di hari pertama pelaksanaan JAKMW-26 dengan meraih tiga penghargaan dalam ajang BUMN Entrepreneurial Marketing Awards (BEMA) 2026 untuk kategori Key Elements of Marketing, Tech-Marketing, dan Entrepreneurial Marketing. Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Lisye Octaviana hadir mewakili manajemen Jasa Marga Group untuk menerima penghargaan tersebut. Selain itu, pengakuan atas kepemimpinan perempuan juga diberikan melalui Direksi Eksekutif Wanita Indonesia BUMN (DEWI BUMN) 2025 kepada Direktur Operasi Jasa Marga Fitri Wiyanti dan Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Jasa Marga Pramitha Wulanjani.

“Penghargaan yang kami terima menjadi motivasi untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Kami juga berharap dengan adanya kegiatan ini, masyarakat lebih mengenal Aplikasi Travoy sebagai asisten digital perjalanan yang membantu pengguna jalan tol dalam merencanakan, memantau, hingga menyelesaikan perjalanan dengan lebih lancar, aman dan nyaman,” tutup Rivan.

Dalam rangkaian acara JAKMW-26, Jasa Marga turut memeriahkan dengan menghadirkan booth interaktif hingga 10 Mei mendatang. Booth ini menawarkan driving simulator experience dan berbagai aktivitas interaktif berhadiah bagi pengunjung yang ingin mengenal lebih dekat layanan serta transformasi digital yang dilakukan oleh Jasa Marga. Jasa Marga mengajak seluruh pengunjung untuk merasakan langsung pengalaman berkendara secara digital dan membawa pulang berbagai merchandise menarik.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tren Permintaan Emas Mencetak Rekor Sejarah, Kapasitas Produksi Nasional Perlu Ditingkatkan

JAKARTA — Permintaan emas terus meningkat secara global. Melihat tren ini, pebisnis pertambangan nasional perlu memperkuat kemandirian ekosistem industri emas nasional melalui peningkatan kapasitas pengolahan logam mulia dalam negeri.

Menurut data World Gold Council, total permintaan emas kuartal I, termasuk transaksi over-the-counter (OTC), naik 2% secara tahunan menjadi 1.231 ton. Kenaikan volume dipandang sangat solid ini, di tengah lonjakan harga emas yang signifikan, mendorong nilai permintaan kuartalan melonjak 74% menjadi rekor US$193 miliar.

Permintaan emas batangan dan koin mencapai 474 ton atau naik 42%, menjadi kuartal tertinggi kedua sepanjang sejarah. Investor Asia menjadi pendorong utama dengan memborong berbagai produk investasi emas secara agresif.

Pengamat BUMN dan Direktur NEXT Indonesia Center Herry Gunawan mengatakan tren peningkatan permintaan emas yang signifikan ini memberikan dua alasan bagi Indonesia khususnya melalui perusahaan tambang emas Negara untuk proaktif dalam meningkatkan produksinya.

Pertama, BUMN pertambangan bisa mengambil peluang peningkatan profit dari lonjakan ini. Kedua, peningkatan produksi turut meringankan neraca perdagangan emas yang defisit.

Terlebih sejak 2021, Indonesia mengalami defisit dan telah menjadi net importer. Kondisi tersebut disebabkan oleh impor yang lebih besar guna memenuhi kebutuhan dalam negeri dibandingkan dengan ekspor.

“Di saat demand terhadap emas tinggi, tentu sudah jadi sentimen positif bagi BUMN tambang emas. Kondisi seperti itu akan mendorong kenaikan harga. Karena itu, peningkatan produksi menjadi sangat penting,” ungkap Herry.

Seiring dengan itu, anak usaha holding pertambangan MIND ID melalui PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) telah berupaya meningkatkan produksi melalui pembangunan pabrik manufaktur emas logam mulia di Gresik.

Antam telah memulai pembangunan pabrik manufaktur emas logam mulia di Gresik dengan kapasitas hingga 30 ton per tahun. Fasilitas ini akan menambah kapasitas produksi kepingan emas yang telah dimiliki Antam di Pulogadung, Jakarta, dengan kapasitas produksi 40 ton per tahun.

Dalam rantai pasok ini, pasokan emas batangan berasal dari dua sumber utama, yakni tambang emas Antam di Jawa Barat sekitar 1 ton per tahun, serta Precious Metal Refinery (PMR) PT Freeport Indonesia yang mampu mengolah lumpur anoda menjadi emas batangan sekitar 50–60 ton per tahun.

Dengan rantai pasok industri terintegrasi ini, Pemerintah melalui Grup MIND ID memperkuat ekosistem bullion Indonesia untuk memenuhi permintaan emas logam mulia nasional diperkirakan mencapai sekitar 70 ton per tahun dan terus meningkat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES