Dorong Inklusi Keuangan Digital, Bank Raya Hadirkan Program Loyalitas Nasabah

Bank Raya sebagai bank digital yang merupakan bagian dari BRI Group terus menegaskan komitmennya dalam mendorong percepatan inklusi keuangan digital di Indonesia melalui berbagai inisiatif dan program apresiasi bagi nasabah.

Bank Raya sebagai bank digital yang merupakan bagian dari BRI Group terus menegaskan komitmennya dalam mendorong percepatan inklusi keuangan digital di Indonesia melalui berbagai inisiatif dan program apresiasi bagi nasabah. Melalui fitur Raya Poin di Aplikasi Raya, nasabah kini dapat menikmati pengalaman mengumpulkan poin dari beragam aktivitas, mulai dari pembukaan rekening, penambahan saldo, setoran awal, hingga transaksi sehari-hari seperti transfer BI-Fast, top-up e-wallet, dan pembayaran QRIS. Poin yang terkumpul tersebut dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah langsung serta beragam reward menarik lainnya, dengan periode program berlangsung hingga 31 Januari 2027. 

Dalam upaya menghadirkan pengalaman transaksi perbankan yang semakin praktis dan mudah sesuai kebutuhan nasabah, Bank Raya terus berinovasi dalam pengembangan produk dan layanan. Sepanjang tahun 2025, Bank Raya telah meluncurkan lebih dari 111 fitur di Aplikasi Raya yang dirancang relevan dengan kebutuhan pengguna. Inovasi ini turut mendorong peningkatan transaksi di Aplikasi Raya sebesar 16,3% (year-on-year) hingga mencapai 4,7 juta transaksi. Di sisi lain, dalam periode Mei 2025 hingga Januari 2026, total akumulasi Raya Poin nasabah telah melampaui 2 miliar poin, mencerminkan tingginya antusiasme nasabah dalam memanfaatkan Aplikasi Raya untuk berbagai aktivitas transaksi.

Kicky Andrie Davetra, Direktur Bisnis Bank Raya mengatakan, “Kami memahami kebutuhan nasabah akan layanan keuangan yang cepat, mudah, dan memberikan manfaat lebih. Sehingga dengan adanya berbagai inovasi layanan, termasuk dalam program loyalitas, kami senantiasa berkomitmen menghadirkan sejumlah nilai tambah terbaik yang memberi manfaat ekstra kepada nasabah setia kami.”

Selain menghadirkan program loyalitas bagi nasabah melalui Raya Poin, Bank Raya juga terus melakukan inovasi untuk semakin melengkapi kemudahan transaksi di Aplikasi Raya seperti hadirnya fitur QRIS Tampil. Fitur ini memungkinkan nasabah melakukan pembayaran secara praktis dengan hanya menampilkan kode QR kepada merchant untuk dipindai. Proses penggunaannya sangat sederhana, cukup masuk ke menu QRIS di aplikasi dan memilih “Tampilkan QRIS Bayar”.

Hadirnya fitur QRIS Tampil diharapkan semakin mendorong adopsi transaksi non-tunai di berbagai sektor, terutama di kalangan pelaku usaha dan merchant yang telah terhubung dengan sistem QRIS. Melalui proses pembayaran yang cepat dan terintegrasi secara mulus, baik nasabah maupun merchant dapat menikmati efisiensi operasional yang lebih baik sekaligus peningkatan kenyamanan dalam menjalankan transaksi sehari-hari. 

“Kami percaya bahwa kemudahan akses, keamanan, serta nilai tambah dalam setiap transaksi adalah kunci dalam membangun kepercayaan nasabah. Sebagai bank digital, Bank Raya berkomitmen untuk terus mengambil peran dalam percepatan inklusi keuangan di masyarakat. Bank Raya akan terus menghadirkan solusi digital yang tidak hanya relevan, tetapi juga memberikan dampak positif dalam kehidupan finansial masyarakat,”  Tutup Kicky.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tangguh di Tengah Tekanan Global, IPCC Bukukan Kinerja Keuangan Positif Q1 2026

Jakarta, April 2025 – Mengawali tahun 2026, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif dan solid dalam Laporan Kinerja Keuangan Triwulan I 2026 (unaudited) sebagaimana disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI/IDX) pada Jumat lalu. IPCC mampu membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar Rp.52,81 Miliar pada periode Triwulan I 2026 atau tumbuh 3,21% secara year on year (yoy) di tengah ketidakstabilan kondisi geopolitik internasional. Capaian ini mencerminkan ketangguhan Perseroan dalam menjaga stabilitas bisnis melalui konsistensi penerapan strategi efisiensi serta optimalisasi dan peningkatan kapasitas operasional sebagai pendorong utama pertumbuhan. Dalam upaya Perseroan yang berfokus pada pengelolaan ekosistem logistik terminal kendaraan sebagai entitas bisnis di bawah Subholding Pelindo Multi Terminal, ketahanan terhadap kondisi bisnis yang dinamis serta efektivitas pengalokasiaan anggaran berdasarkan skala prioritas menjadi faktor pembeda untuk mengarungi tahun 2026.

Dari aspek pendapatan, IPCC berhasil mengumpulkan Rp.202,21 Miliar di triwulan pertama ini, menurun 0,52% (yoy) pada periode yang sama tahun lalu Rp.203,27 Miliar dampak dari penurunan trafik akibat penundaan aktivitas ekspor ke wilayah Timur Tengah. Kontribusi pendapatan perseroan secara konsolidasi menempatkan aktivitas layanan terminal sebagai fondasi utama dengan proporsi pendapatan per kargo 77% CBU, 10% Truck/Bus, 9% Alat Berat dan 4% General Kargo. Seiring dengan program pemerintah dalam melakukan hilirisasi komoditi pertambangan dan rencana untuk swasembada pangan melalui program cetak sawah baru di luar pulau Jawa juga menjadi alasan meningkatkan aktivitas bongkar muat untuk kargo Truck/Bus serta Alat Berat. Berbagai strategi bisnis yang telah diterapkan juga membuahkan hasil yang membanggakan seperti layanan In-land transportation, PDC (Pre Delivery Centre), Port Stock, serta VPC (Vehicle Processing Centre).

Berdasarkan neraca keuangan, kinerja IPCC menunjukkan kondisi yang sehat dan memiliki fundamental yang kuat dengan peningkatan aset 7,9% dari Rp.1,89 Triliun dari periode yang sama tahun 2025 menjadi Rp.2,04 Triliun pada Q1 2026. Adapun pendapatan dari sektor lainpun juga tidak kalah produktifnya baik dari rupa-rupa usaha maupun pengusahaan lahan, bangunan, air, dan listrik turut memberikan kontribusi maksimal untuk perseroan. Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko IPCC Wing Megantoro mengatakan bahwa pertumbuhan kinerja keuangan IPCC pada Q1 2026 didapatkan melalui strategi keuangan yang ketat serta berbagai inovasi pada bidang komersial untuk memaksimalkan pendapatan serta memperluas cakupan bisnis Perseroan seiring dengan tagline baru yaitu Integrated Auto Solutions.

“Perolehan laba yang meningkat salah satu faktornya adalah perseroan menerapkan efisiensi dalam setiap penggunaan anggaran dan berorientasi pada pendapatan langsung tanpa mengorbankan aspek kesehatan dan keselamatan pada kegiatan operasional. Hal ini menjadi bukti bahwa pengelolaan Perseroan yang efisien, sedangkan dari sisi EPS juga meningkat dari Rp.28,14 di triwulan pertama tahun sebelumnya menjadi Rp.29,04 di periode yang sama di tahun ini,” tutur Wing.

Dari sisi rasio profitabilitas pun juga menunjukan kinerja yang baik. Seiring dengan kenaikan Laba Tahun Berjalan tersebut di atas membuat Net Profit Margin IPCC di triwulan pertama tahun ini meningkat menjadi 26,12% diikuti oleh EBITDA Margin yang juga menanjak menjadi 45,6%.

Guna menghadapi tantangan bisnis, menjaga kualitas layanan serta memastikan kepuasan pelanggan, IPCC berupaya melakukan peningkatan kapasitas melalui ekspansi lahan penumpukan kendaraan pada area sekitar IPCC yang dimiliki Pelindo Regional 2 Tanjung Priok menjadi target utama perseroan untuk dilakukan pada tahun 2026 yang diharapkan memberikan tambahan ±1.000 slot. Direktur Utama IPCC, Bapak Sugeng Mulyadi, menyampaikan bahwa capaian pada Triwulan I 2026 menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan kinerja perseroan sepanjang tahun.

“Kami meyakini bahwa resiliensi bukan hanya tentang bertahan di tengah tekanan, tetapi juga kemampuan untuk beradaptasi dan tumbuh secara berkelanjutan. Melalui disiplin efisiensi, penguatan kapasitas, serta penerapan tata kelola dan manajemen risiko yang konsisten, IPCC akan terus menjaga momentum pertumbuhan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Sugeng.

Ke depan, perseroan akan terus mendorong kinerja yang lebih optimal melalui sinergi operasional, inovasi layanan, serta penguatan strategi keberlanjutan sebagai landasan utama dalam menghadapi tantangan industri yang semakin dinamis.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

LRT Jabodebek Dukung Mobilitas Masyarakat Selama Penyesuaian Operasional Perjalanan Kereta di kawasan Bekasi

LRT Jabodebek menyampaikan keprihatinan atas insiden kereta di Bekasi pada Senin malam (27/4) dan tetap melayani perjalanan ke Jakarta. Jumlah pengguna di Stasiun Jati Mulya pada Selasa (28/4) hingga 16.30 WIB mencapai 9.023 orang, naik 45% dari hari sebelumnya. Stasiun Jati Mulya berjarak 2,7 km dari Stasiun Bekasi Timur dan terhubung dengan KRL, MRT, TransJakarta, KA Bandara, hingga Whoosh. Tarif maksimal Rp20.000 saat jam sibuk dan Rp10.000 di luar jam sibuk.

LRT Jabodebek menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden kecelakaan kereta yang terjadi di wilayah Bekasi pada Senin malam (27/4). LRT Jabodebek turut menyampaikan doa bagi para korban serta berharap proses penanganan dan pemulihan operasional perjalanan kereta api dapat berjalan lancar sehingga layanan transportasi bagi masyarakat dapat segera kembali normal.

Seiring dengan adanya penyesuaian operasional perjalanan kereta di kawasan Bekasi, sebagian masyarakat memanfaatkan LRT Jabodebek sebagai salah satu pilihan perjalanan menuju Jakarta.

Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan bahwa LRT Jabodebek berupaya tetap memberikan pelayanan yang selamat, aman, dan nyaman bagi masyarakat yang membutuhkan alternatif perjalanan dalam melakukan mobilitasnya sehari-hari.

“LRT Jabodebek terus melayani perjalanan masyarakat dari kawasan Bekasi menuju Jakarta, dan berharap proses pemulihan operasional perjalanan kereta di wilayah Bekasi dapat segera berjalan lancar sehingga mobilitas masyarakat kembali normal,” ujarnya.

Berdasarkan data hingga pukul 16.30 WIB, sebanyak 9.023 pengguna berangkat dari Stasiun Jati Mulya pada Selasa (28/4). Jumlah tersebut meningkat 45 persen dibandingkan Senin (27/4) yang tercatat sebanyak 6.224 pengguna.

Stasiun Jati Mulya berjarak sekitar 2,7 kilometer dari Stasiun Bekasi Timur dan dapat ditempuh sekitar 10 menit menggunakan kendaraan roda dua. Keberadaan stasiun ini dapat menjadi salah satu pilihan perjalanan bagi masyarakat di kawasan Bekasi yang menuju Jakarta.

LRT Jabodebek juga memiliki konektivitas dengan berbagai moda transportasi lain sehingga memudahkan mobilitas lanjutan pengguna menuju berbagai kawasan di Jakarta. Beberapa stasiun yang telah terintegrasi antara lain:

* Stasiun Cikoko yang terhubung dengan Stasiun Cawang KRL serta layanan TransJakarta;

* Stasiun Dukuh Atas yang terhubung dengan Stasiun Sudirman KRL, KA Bandara, MRT Jakarta, dan TransJakarta;

* Stasiun Halim yang terkoneksi dengan layanan Kereta Cepat Whoosh;

* Stasiun Cawang yang melayani konektivitas lanjutan menuju arah Harjamukti.

Dari sisi tarif, LRT Jabodebek menetapkan tarif maksimal Rp20.000 pada jam sibuk (peak hour) yaitu pukul 06.00–08.59 WIB dan 16.00–19.59 WIB. Sementara di luar jam tersebut, tarif maksimal hanya Rp10.000.

LRT Jabodebek mengimbau seluruh pengguna untuk tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan bersama selama menggunakan layanan, termasuk tidak memaksa masuk saat pintu kereta telah tertutup serta memberikan prioritas kepada pengguna seperti lansia, ibu hamil atau menyusui, serta penyandang disabilitas.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BINUS @Bekasi Berikan Solusi Finansial dan Investasi Masa Depan Anak Melalui Beasiswa EMAS

Bekasi, 24 April 2026 – Memilih pendidikan tinggi saat ini lebih kompleks dari sebelumnya. Orang tua tidak hanya memikirkan biaya pendidikan yang semakin meningkat, tetapi juga memastikan bahwa pendidikan tersebut memberikan return on investment (ROI) yang sebanding dengan masa depan anak mereka.

Banyak orang tua merasa khawatir akan biaya pendidikan, apalagi dengan adanya perubahan dunia kerja yang sangat cepat dan ketidakpastian karier di masa depan. Kekhawatiran ini semakin besar, terutama karena mereka ingin memastikan bahwa investasi yang mereka buat untuk anak-anak mereka benar-benar memberikan nilai dan manfaat jangka panjang.

Namun, di tengah kekhawatiran tersebut, BINUS @Bekasi berupaya memberikan kemudahan agar orang tua tidak perlu khawatir tentang biaya pendidikan. Dengan berbagai solusi yang tersedia, termasuk Beasiswa EMAS (Empowering Achievement of Student), BINUS memastikan bahwa biaya pendidikan menjadi lebih terjangkau tanpa mengurangi kualitas pendidikan yang diterima mahasiswa.

Beasiswa EMAS adalah program beasiswa unggulan BINUS yang memberikan dukungan finansial kepada mahasiswa berprestasi, yang tidak hanya membantu meringankan biaya pendidikan, tetapi juga memberikan nilai investasi lebih bagi orang tua. Selain itu, sebagai Business, Service & Technology Campus, BINUS @Bekasi mengintegrasikan pendidikan bisnis, teknologi, dan layanan industri untuk mempersiapkan mahasiswa agar siap menghadapi tantangan dunia kerja.

“Beasiswa EMAS memberikan lebih dari sekadar bantuan biaya pendidikan. Kami juga memberikan emas sebagai bentuk simbol investasi. Bagi orang tua, ini menjadi investasi jangka panjang untuk anak mereka, sedangkan bagi kami, ini adalah bentuk komitmen terhadap masa depan yang lebih baik,” ujar Prof. Gatot Soepriyanto, Direktur Kampus BINUS @Bekasi.

Selain memberikan dukungan finansial, Beasiswa EMAS juga menyiratkan nilai investasi secara simbolis. Emas yang diberikan kepada penerima beasiswa tidak hanya berfungsi sebagai bentuk penghargaan, tetapi juga sebagai investasi di masa depan anak, memperkuat prinsip bahwa pendidikan adalah investasi yang menguntungkan, baik untuk anak maupun orang tua.

Seiring dengan program Enrichment, yang memberi mahasiswa kesempatan untuk mendapatkan pengalaman kerja langsung bahkan sebelum lulus, BINUS @Bekasi membantu mahasiswa mengurangi gap antara pendidikan dan dunia kerja. Dengan mengintegrasikan pengalaman industri langsung ke dalam pembelajaran, mahasiswa dapat memulai karier mereka lebih awal, memberikan return nyata kepada orang tua sebelum lulus.

Seorang orang tua mahasiswa BINUS @Bekasi berbagi pandangannya tentang bagaimana Beasiswa EMAS membantu mengurangi kekhawatirannya terhadap biaya pendidikan.

“Awalnya saya sangat khawatir, terutama dengan biaya kuliah yang cukup besar. Namun, setelah mengetahui adanya Beasiswa EMAS yang tidak hanya meringankan biaya tetapi juga memberikan simbol investasi melalui emas, saya merasa lebih yakin bahwa ini adalah keputusan yang tepat. Tidak hanya finansial, tetapi ini juga investasi masa depan anak kami,” ungkap orang tua mahasiswa tersebut.

Dr. Istiani, M.Psi., Faculty Member BINUS University, menjelaskan bahwa keputusan pendidikan kini tidak hanya soal biaya, tetapi juga tentang menjamin masa depan anak.

“Orang tua tidak hanya memikirkan pendidikan sebagai biaya, tetapi sebagai investasi untuk anak-anak mereka. Ketika orang tua merasa bahwa investasi ini sudah memberikan nilai dan keuntungan, rasa cemas tentang biaya pendidikan dapat berkurang. BINUS @Bekasi menyediakan solusi finansial yang memberikan rasa aman, sekaligus memastikan anak mendapatkan pendidikan yang relevan dan siap untuk dunia kerja,” ujar Pingkan.

BINUS @Bekasi, dengan pendekatan yang mengintegrasikan ekosistem industri, pengalaman nyata, serta dukungan finansial, berupaya membantu orang tua melewati perjalanan dari rasa ragu menjadi yakin.

Pada akhirnya, investasi pendidikan kini bukan hanya tentang biaya hari ini, tetapi bagaimana investasi ini memberikan return yang nyata sejak masa studi, baik dari sisi finansial maupun kesempatan karier untuk anak.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Barantum Permudah Integrasi dengan WhatsApp Gateway Official

Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal.

Di awal, bisnis biasanya pakai banyak tools terpisah. Chat di satu tempat, data di tempat lain, laporan di platform berbeda. Masih terasa aman; sampai volume meningkat dan semuanya mulai tidak sinkron.

Masalahnya bukan di tools yang digunakan, tapi di koneksi antar sistem. Tanpa integrasi, operasional jadi lambat, tidak efisien, dan sulit berkembang.

Integrasi Sistem Jadi Hambatan Operasional

Banyak bisnis tidak sadar bahwa sistem yang tidak terhubung bisa jadi penghambat utama. Proses jadi panjang, data tidak sinkron, dan tim harus bekerja dua kali lebih keras.

Semakin besar bisnis, semakin terasa dampaknya. Tanpa integrasi, efisiensi sulit dicapai dan pertumbuhan jadi terhambat.

1. Sistem Tidak Saling Terhubung

Setiap sistem berjalan sendiri tanpa koneksi. Akibatnya, tim harus pindah antar platform hingga 5-10 kali sehari hanya untuk menyelesaikan satu alur kerja sederhana.

2. Data Tersebar Di Banyak Platform

Data pelanggan tersebar di berbagai tools berbeda. Hal ini meningkatkan risiko kesalahan hingga 30% karena tim harus menggabungkan informasi secara manual dari banyak sumber.

3. Proses Manual Memperlambat Kerja

Banyak proses masih dilakukan manual, seperti input data atau follow up. Dampaknya, waktu kerja bisa terbuang hingga 40% hanya untuk tugas administratif berulang.

4. Sulit Membangun Automasi

Tanpa sistem yang terintegrasi, automasi sulit diterapkan. Bisnis kehilangan potensi efisiensi hingga 2x lipat karena semua proses masih bergantung pada kerja manual tim.

Integrasi Jadi Kunci Operasional Terpadu

Untuk bisa berkembang, bisnis butuh sistem yang saling terhubung. Bukan hanya agar rapi, tapi juga agar proses bisa berjalan lebih cepat dan efisien.

Dengan integrasi yang tepat, alur kerja jadi lebih sederhana, data lebih akurat, dan tim bisa fokus pada aktivitas yang menghasilkan.

1. Hubungkan Sistem Dengan WhatsApp Gateway Official

Integrasi melalui WhatsApp Gateway Official memungkinkan semua komunikasi terhubung dalam satu alur. Proses yang sebelumnya terpisah bisa dipersingkat hingga 50% lebih efisien.

2. Sinkronisasi Data Antar Platform

Data pelanggan otomatis tersinkronisasi antar sistem. Hal ini mengurangi kesalahan input hingga 30% dan memastikan semua tim bekerja dengan data yang sama secara real time.

3. Automasi Alur Kerja Bisnis

Dengan sistem terintegrasi, berbagai proses bisa berjalan otomatis. Bisnis dapat menghemat waktu operasional hingga 40% dan mempercepat penyelesaian tugas harian tim.

4. Dukungan Integrasi Dengan AI CRM

Integrasi dengan AI CRM membantu mengelola data dan interaksi pelanggan secara otomatis. Hasilnya, proses analisis dan follow up bisa dilakukan hingga 2x lebih cepat.

WhatsApp Gateway Official Barantum untuk Integrasi Mudah

WhatsApp Business API dari Barantum menghadirkan solusi integrasi yang tidak hanya mudah digunakan, tapi juga fleksibel untuk berbagai kebutuhan bisnis. Semua sistem bisa terhubung tanpa proses yang rumit.

Dengan pendekatan ini, bisnis bisa mengurangi kompleksitas operasional dan membangun alur kerja yang lebih efisien dari awal hingga akhir.

1. API Fleksibel

API yang fleksibel memungkinkan integrasi dengan berbagai sistem bisnis. Proses pengembangan bisa dipercepat hingga 30-50% tanpa perlu membangun ulang sistem dari awal.

2. Mudah Dikembangkan

Sistem dirancang agar mudah disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Perubahan atau penambahan fitur bisa dilakukan lebih cepat, bahkan hingga 2x lebih efisien dibanding sistem konvensional.

3. Stabil Untuk Kebutuhan Bisnis

Didukung sistem yang stabil, pengiriman dan penerimaan data berjalan lancar. Hal ini membantu mengurangi gangguan operasional hingga 40% dan menjaga performa bisnis tetap optimal.

4. Mendukung Automasi End-To-End

Dari awal hingga akhir proses, semua bisa diotomatisasi dalam satu alur. Bisnis dapat meningkatkan efisiensi operasional hingga 2x lipat tanpa menambah beban kerja tim.

Jika sistem masih terpisah, bisnis akan terus berjalan lambat tanpa disadari. Bukan karena kurang effort, tapi karena cara kerja yang tidak efisien.

Integrasi bukan lagi pilihan tambahan, tapi fondasi. Saat semua sistem terhubung, operasional jadi lebih cepat, rapi, dan siap untuk scale lebih besar.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bangun Rumah 2 Lantai Lebih Aman dengan Kombinasi Besi yang Tepat

Membangun rumah dua lantai memiliki kompleksitas yang jauh berbeda dibandingkan rumah satu lantai. Pada bangunan dua tingkat, struktur lantai bawah harus memikul beban mati (beton, dinding, atap) dan beban hidup (penghuni, furnitur) dari lantai di atasnya. Di sinilah peran besi beton menjadi krusial.

Banyak pemilik rumah mengira bahwa agar bangunan kokoh, seluruh bagian harus menggunakan besi paling besar atau besi ulir di semua titik. Padahal, rahasia bangunan aman dan hemat terletak pada kombinasi jenis besi yang tepat sesuai dengan fungsinya masing-masing.

Memahami Peran: Kapan Menggunakan Besi Ulir vs Polos?

Dalam konstruksi rumah 2 lantai, struktur utama seperti pondasi, kolom (tiang), dan balok lantai harus memiliki daya ikat yang maksimal dengan beton.

Besi Beton Ulir (Deformed Bar): Wajib digunakan sebagai tulangan utama. Permukaannya yang bersirip berfungsi mengunci beton agar tidak selip saat menerima beban tarik atau guncangan gempa. Besi ulir memastikan integritas struktur tetap terjaga meski bangunan mengalami tekanan besar.

Besi Beton Polos (Round Bar): Sangat ideal digunakan sebagai begel atau sengkang. Fungsinya adalah mengikat tulangan utama agar tidak bergeser saat pengecoran dan menahan gaya geser. Karena sifatnya yang lentur, besi polos lebih mudah dibentuk menjadi cincin-cincin pengikat, yang mempercepat pengerjaan tanpa mengurangi keamanan.

Kasus Nyata: Kegagalan Struktur Akibat Salah Kombinasi

Untuk memahami pentingnya kombinasi ini, mari kita pelajari sebuah kasus yang sering terjadi di lapangan:

Kasus: Retak Diagonal pada Balok Lantai 2 Sebuah proyek rumah tinggal di pinggiran kota mengalami retakan diagonal yang cukup dalam pada balok penyangga lantai dua setelah satu tahun dihuni. Setelah dilakukan pemeriksaan dengan membongkar sebagian kecil beton (chipping), ditemukan dua kesalahan utama:

Penggunaan Besi Polos sebagai Tulangan Utama: Pemilik rumah menggunakan besi polos diameter 12mm untuk tulangan utama balok karena ingin menghemat biaya material. Akibatnya, saat lantai atas diisi beban furnitur berat, besi polos tidak mampu “mencengkeram” beton dengan kuat. Besi mengalami sedikit pergeseran (slip) di dalam beton yang memicu retakan.

Jarak Begel yang Terlalu Renggang: Begel hanya dipasang dengan jarak 25 cm. Padahal, untuk area tumpuan dekat kolom, begel harus lebih rapat (sekitar 10-15 cm) untuk menahan gaya geser.

Hasilnya: Pemilik rumah harus mengeluarkan biaya tambahan yang sangat besar untuk melakukan grouting (penyuntikan cairan kimia khusus) dan penambahan plat baja untuk memperkuat balok. Biaya perbaikan ini mencapai lima kali lipat dari selisih harga besi ulir yang semula ingin dihemat.

Komposisi Ideal untuk Rumah 2 Lantai yang Aman

Untuk menghindari kasus serupa, berikut adalah panduan kombinasi besi yang umum digunakan dalam standar konstruksi hunian 2 lantai:

Pondasi (Footplat/Cakar Ayam): Gunakan besi ulir minimal diameter 10mm atau 12mm (tergantung desain) agar pondasi memiliki daya jangkar yang kuat ke tanah.

Kolom Utama (Tiang): Minimal menggunakan 6 hingga 8 batang besi ulir diameter 12mm sebagai tulangan inti. Gunakan besi polos diameter 8mm untuk begelnya dengan jarak yang rapat di area dasar dan atas kolom.

Balok Lantai (Ring Balk): Tulangan atas dan bawah wajib menggunakan besi ulir agar lantai tidak melendut atau bergetar saat orang berjalan di atasnya.

Plat Lantai (Dak Beton): Gunakan besi polos atau wiremesh yang dirakit dua lapis agar memiliki elastisitas yang baik dalam menahan beban lantai.

Kesimpulan: Keamanan adalah Investasi

Keamanan bangunan dua lantai tidak ditentukan oleh mahalnya material, melainkan oleh ketepatan penempatannya. Menggunakan besi ulir untuk struktur inti dan besi polos untuk pengikat adalah kombinasi emas yang memberikan keseimbangan antara kekuatan maksimal dan efisiensi biaya.

Ingatlah bahwa dalam membangun rumah, struktur adalah bagian yang paling sulit dan mahal untuk diperbaiki jika terjadi kegagalan. Memastikan kombinasi besi yang tepat sejak awal adalah investasi terbaik untuk melindungi keluarga dan aset Anda dalam jangka panjang.

Apakah rancangan struktur rumah Anda sudah menggunakan kombinasi besi ulir dan polos secara tepat? Pastikan Anda berkonsultasi dengan ahli struktur untuk menghitung kebutuhan diameter besi sesuai dengan beban bangunan Anda.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kanopi Pabrik Ambruk? Ini Kesalahan Pemilihan Besi yang Sering Terjadi

Mendengar kabar kanopi pabrik atau area parkir industri ambruk bukan lagi hal baru, namun tetap saja mengejutkan. Secara visual, kanopi sering dianggap sebagai “struktur tambahan” yang tidak seberat bangunan utama. Padahal, kanopi memiliki tantangan beban yang sangat dinamis: mulai dari terpaan angin kencang, tumpuan air hujan yang meluap, hingga getaran dari aktivitas kendaraan berat di bawahnya.

Penyebab kegagalan struktur kanopi jarang sekali disebabkan oleh satu faktor tunggal. Biasanya, ini adalah akumulasi dari kesalahan pemilihan material sejak tahap perencanaan. Berikut adalah bedah teknis mengapa kanopi pabrik bisa ambruk dan bagaimana menghindari kesalahan fatal tersebut.

Mengabaikan Gaya Angkat Angin dan “Sunat” Ketebalan

Kesalahan paling umum adalah menganggap beban kanopi hanya datang dari atas (berat material). Di area pabrik yang luas dan terbuka, angin dapat masuk ke bawah kanopi dan menciptakan gaya angkat (uplift) yang sangat besar.

Seorang praktisi konsultan struktur industri menjelaskan bahwa banyak proyek gagal karena mengabaikan spesifikasi teknis demi menekan budget.

“Banyak proyek terjebak pada penggunaan ‘besi banci’. Mereka memesan besi dengan ketebalan standar 2,3mm, tapi yang dikirim ke lapangan hanya 1,8mm atau 2,0mm. Pengurangan 0,3mm mungkin terlihat sepele secara visual, tapi secara mekanika teknik, hal tersebut menurunkan kapasitas beban struktur secara drastis. Saat diterjang badai, rangka yang sudah ‘disunat’ ini tidak akan sanggup menahan gaya angkat angin, sehingga sambungan las atau baut bisa lepas seketika.”

Memaksakan Material yang Tidak Sesuai Fungsi

Besi CNP (Channel Profile) adalah favorit untuk kanopi karena harganya yang ekonomis. Namun, besi ini memiliki batas kelenturan tertentu. Banyak proyek pabrik mencoba menghemat budget dengan memaksakan CNP untuk bentang yang terlalu panjang tanpa perhitungan rangka batang (truss) yang mumpuni.

Seorang kontraktor baja spesialis industri menyoroti kebiasaan buruk yang sering ditemui di lapangan terkait pemilihan profil ini.

“Masalahnya bukan pada material CNP-nya, tapi pada pemaksaan fungsinya. Banyak yang memakai CNP tunggal untuk bentang lebar lebih dari 8 meter tanpa kolom tengah. CNP sangat rentan terhadap puntir (torsional buckling) jika bebannya tidak merata. Untuk area bongkar muat truk yang rawan getaran, seharusnya gunakan baja profil yang lebih stabil seperti WF atau pipa baja hitam dengan ketebalan yang tepat.”

Meremehkan Korosi pada Titik Sambungan

Area pabrik sering kali memiliki kelembapan tinggi atau paparan zat kimia tertentu. Kesalahan pemilihan jenis besi tanpa proteksi karat yang memadai adalah awal dari bencana tersembunyi. Banyak kanopi ambruk karena titik las atau sambungan bautnya keropos dimakan karat.

Menggunakan besi hitam tanpa cat primer yang berkualitas, atau tidak menggunakan baut galvanis pada area terbuka, akan mempercepat pelemahan struktur. Saat karat sudah masuk ke inti besi, kekuatan tarik material akan hilang secara total, bahkan jika besi tersebut terlihat tebal dari luar.

Cara Mencegah Kegagalan Struktur Kanopi

Agar investasi bangunan Anda tidak menjadi sumber bahaya, perhatikan langkah preventif berikut:

Gunakan Profil yang Sesuai: Untuk bentang lebar (> 6 meter), pertimbangkan penggunaan baja WF atau sistem rangka ruang (space frame) daripada hanya mengandalkan CNP tunggal.

Cek Spesifikasi dengan Alat Ukur: Pastikan besi yang dikirim memiliki label SNI dan ketebalannya sesuai dengan hasil pengukuran alat caliper secara acak di lapangan.

Perhatikan Sistem Drainase Atap: Beban air yang terjebak akibat talang tersumbat adalah penyebab nomor satu runtuhnya kanopi ringan. Pastikan kemiringan atap cukup untuk mengalirkan air hujan dengan cepat.

Proteksi Anti-Karat: Gunakan material galvanis atau pastikan sistem pengecatan dilakukan dengan standar industri (seperti cat epoxy) untuk mencegah korosi dini di area sambungan.

Kesimpulan

Kanopi pabrik bukan sekadar pelindung dari panas dan hujan; ia adalah bagian dari infrastruktur operasional Anda. Memilih besi hanya berdasarkan harga termurah adalah langkah spekulatif yang mempertaruhkan keselamatan karyawan dan aset di bawahnya.

Biaya membangun kembali kanopi yang ambruk jauh lebih mahal daripada selisih harga besi berkualitas saat pembangunan awal. Pastikan struktur Anda dibangun untuk bertahan, bukan sekadar untuk berdiri sesaat.

Apakah kanopi di area operasional Anda sudah menunjukkan tanda-tanda melendut atau karat di bagian sambungan? Jangan tunggu sampai musim hujan ekstrem tiba untuk melakukan inspeksi struktur.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Rumah Retak Setelah Beberapa Tahun? Ini Kesalahan pada Besi Beton

Pernahkah Anda memperhatikan retakan halus yang tiba-tiba muncul di dinding atau kolom rumah, padahal bangunan tersebut baru berumur tiga atau lima tahun? Bagi banyak pemilik rumah, retak rambut atau retakan struktur sering dianggap sebagai “masalah tanah” atau “faktor cuaca”.

Padahal, jika dirunut secara teknis, masalah tersebut sering kali berakar dari dalam beton itu sendiri, tepatnya pada pemilihan dan pemasangan besi beton yang tidak tepat. Besi beton adalah otot bagi bangunan; jika ototnya bermasalah, kulit (dinding) pasti akan ikut pecah.

Berikut adalah beberapa kesalahan fatal terkait besi beton yang sering menyebabkan rumah “rewel” setelah beberapa tahun dihuni.

1. Fenomena “Besi Banci” (Diameter Tidak Standar)

Salah satu penyebab utama retak struktur adalah penggunaan besi yang tidak memenuhi standar SNI (Standar Nasional Indonesia), atau yang akrab disebut “besi banci” di lapangan. Besi ini biasanya dijual lebih murah karena diameternya lebih kecil dari yang tertera pada label.

Seorang praktisi pengawas proyek hunian menjelaskan risiko tersembunyi dari praktik penghematan ini.

“Banyak orang mengira selisih diameter 0,5 mm atau 1 mm itu sepele. Padahal, kapasitas beban besi itu dihitung berdasarkan luas penampang melingkarnya. Jika diameter berkurang sedikit saja, kemampuan besi menahan beban tarik berkurang drastis. Akibatnya, saat bangunan mulai ‘settling’ atau menerima beban perabotan penuh, beton akan retak karena besinya tidak kuat menahan tarikan struktur.”

2. Mengabaikan “Selimut Beton” (Beton Dekking)

Banyak tukang bangunan yang memasang besi tulangan terlalu mepet ke papan bekisting. Akibatnya, saat beton kering, posisi besi berada terlalu dekat dengan permukaan luar dinding atau kolom.

Kondisi ini sangat berbahaya karena besi tidak memiliki “selimut beton” yang cukup tebal untuk melindunginya dari udara dan kelembapan. Seorang ahli forensik bangunan menyoroti dampak jangka panjang dari kesalahan sepele ini.

“Besi yang terlalu dekat dengan permukaan luar akan mudah mengalami oksidasi. Udara dan air merembes masuk melalui pori-pori beton, memicu karat pada besi. Saat besi berkarat, volumenya memuai hingga dua kali lipat. Tekanan dari dalam ini akan mendorong beton keluar, menyebabkan beton pecah atau ‘spalling’, yang diawali dengan retakan memanjang searah besi di dalamnya.”

3. Salah Fungsi: Pakai Besi Polos untuk Tulangan Utama

Demi menekan biaya, sering kali ditemukan penggunaan besi beton polos untuk seluruh bagian rumah, termasuk pada kolom utama dan balok lantai dua. Padahal, besi polos memiliki daya lekat (bonding) yang jauh lebih rendah dibandingkan besi beton ulir.

Dalam struktur beton bertulang, besi dan beton harus bekerja sebagai satu kesatuan. Besi ulir memiliki sirip yang berfungsi “mengunci” beton agar tidak bergeser. Jika tulangan utama hanya menggunakan besi polos, saat terjadi beban puncak atau guncangan, risiko besi “tergelincir” di dalam beton sangat tinggi, yang memicu retakan besar pada struktur utama.

4. Jarak Begel (Sengkang) yang Terlalu Jarang

Begel atau sengkang berfungsi untuk menjaga agar tulangan utama tetap pada posisinya dan menahan gaya geser. Kesalahan yang sering terjadi adalah memasang begel dengan jarak yang terlalu lebar misalnya lebih dari 20 cm untuk kolom utama rumah tinggal demi menghemat jumlah besi.

Jarak begel yang terlalu renggang membuat tulangan utama menjadi “lemah” saat menahan beban tekan dari atas. Akibatnya, kolom bisa mengalami deformasi (melengkung sedikit), yang kemudian merambat menjadi retakan diagonal pada dinding yang menempel pada kolom tersebut.

Cara Menghindari Retak Bangunan di Masa Depan

Agar investasi rumah Anda tidak menjadi beban biaya renovasi di kemudian hari, pastikan beberapa hal berikut dilakukan saat pembangunan:

Gunakan Besi SNI Full: Selalu ukur diameter besi menggunakan alat caliper saat material tiba di lokasi proyek. Pastikan diameter aktual sesuai dengan spesifikasi teknis.

Pastikan Selimut Beton Minimal 2-3 cm: Gunakan “tahu beton” (beton dekking) untuk mengganjal besi agar posisinya berada tepat di tengah-tengah struktur, tidak menempel pada bekisting.

Kombinasi Polos dan Ulir: Gunakan besi ulir untuk tulangan utama (kolom dan balok) dan besi polos untuk sengkang (begel). Ini adalah standar efisiensi yang aman.

Perhatikan Detail Sambungan: Pastikan panjang tekukan besi (kait) dan panjang sambungan antar besi sudah sesuai standar agar distribusi beban merata.

Kesimpulan

Rumah yang kokoh bukan hanya soal semen yang banyak atau pasir yang bagus, tapi soal bagaimana besi di dalamnya bekerja dengan benar. Menghemat beberapa juta rupiah dengan membeli besi berkualitas rendah di awal proyek sering kali berujung pada biaya perbaikan yang mencapai puluhan juta rupiah beberapa tahun kemudian.

Ingat, dalam konstruksi, memperbaiki struktur yang sudah tertutup jauh lebih sulit dan mahal daripada membangunnya dengan benar sejak awal.

Apakah dinding rumah Anda mulai menunjukkan retakan di dekat sudut kolom atau balok? Segera periksa apakah itu retak rambut pada plesteran atau retak struktural yang membutuhkan penanganan serius.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kejadian Perlintasan Meningkat di 2025, KAI Divre IV Tanjungkarang Ajak Masyarakat Tertib di Perlintasan dan Tidak Beraktivitas di Jalur KA

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang kembali
mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur kereta api serta selalu
meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan sebidang. Imbauan ini
disampaikan seiring dengan meningkatnya jumlah kejadian di perlintasan
sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan data internal KAI Divre IV
Tanjungkarang, tercatat sebanyak 43 kejadian di perlintasan pada tahun 2024,
dan meningkat menjadi 50 kejadian pada tahun 2025. Peningkatan ini menunjukkan
bahwa masih terdapat pelanggaran dan kurangnya disiplin masyarakat dalam
mematuhi aturan keselamatan di kawasan perkeretaapian.

Manajer Humas KAI Divre IV Tanjungkarang, Azhar
Zaki Assjari, menyampaikan bahwa aktivitas masyarakat di jalur rel maupun
pelanggaran di perlintasan sebidang merupakan faktor utama yang berpotensi
menyebabkan kecelakaan.

“Jalur kereta api bukanlah area umum untuk
beraktivitas. Seluruh ruang manfaat jalur kereta api diperuntukkan khusus bagi
operasional perjalanan kereta api. Kehadiran masyarakat di area tersebut sangat
berbahaya dan dapat mengancam keselamatan jiwa,” ujar Zaki.

Lebih lanjut, Zaki menegaskan bahwa larangan
beraktivitas di jalur kereta api telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23
Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Pada Pasal 181 ayat (1) disebutkan bahwa
setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api serta melakukan
aktivitas selain untuk kepentingan operasional. Pelanggaran terhadap ketentuan
tersebut dapat dikenakan sanksi pidana berupa kurungan maksimal tiga bulan atau
denda hingga Rp15.000.000 sebagaimana diatur dalam Pasal 199.

Sebagai upaya meningkatkan keselamatan, KAI
Divre IV Tanjungkarang secara konsisten melaksanakan berbagai langkah
preventif, antara lain melalui sosialisasi keselamatan di lingkungan
masyarakat, sekolah, serta komunitas yang berada di sekitar jalur kereta api.
Selain itu, KAI juga terus memperkuat patroli keamanan dan pengawasan di
titik-titik rawan pelanggaran, khususnya di perlintasan sebidang.

KAI juga mengingatkan masyarakat agar selalu
mematuhi rambu-rambu lalu lintas di perlintasan sebidang, berhenti sejenak,
serta memastikan tidak ada kereta yang akan melintas sebelum menyeberang.
Disiplin dan kewaspadaan pengguna jalan menjadi faktor penting dalam mencegah
terjadinya kecelakaan.

“Kami
mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran
akan keselamatan di kawasan perkeretaapian. Tidak beraktivitas di jalur rel
serta mematuhi aturan di perlintasan adalah langkah sederhana namun sangat
penting untuk menjaga keselamatan bersama,” tutup Zaki.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bittime Mining Points 2.0 Resmi Berakhir Bittime Raih Antusiasme dan Respon Positif Investor

Jakarta, 28 April 2026 – Bittime Mining Points 2.0 resmi berakhir pada 26 April 2026, kemarin dengan total partisipan lebih dari 8200 sepanjang periode kampanye berlangsung. Kampanye berbasis aktivitas trading dan referral pada platform ini, mendapatkan respon positif dari para investor dengan total 47,8 juta mining points dan prize pool hingga $30.000 USD dalam Palapa ($PLPA).

Lebih lanjut, keberhasilan kampanye Bittime Mining Points 2.0 mendapat berbagai respons positif dari komunitas. Para investor merasa bahwa mekanisme rewards yang didapatkan dari aktivitas trading dan referral menambah nilai investasi sekaligus bonus yang mereka dapatkan dari hasil aktivitas jual-beli.

JackIDX dari komunitas Bittime mengatakan bahwa menurutnya Bittime mining points sangat menguntungkan baginya karena ia mendapatkan hadiah tambahan dalam bentuk token Palapa ($PLPA) dari aktivitas tradingnya. Aktivitas ini memberi motivasi dan menambah nilai kenyamanannya menggunakan Bittime.“Mendapatkan mining points bentuk Palapa ($PLPA) jauh lebih menguntungkan karena dapat di di-staking dengan imbal hasil tahunan sebagai nilai tambah yang konsisten. Pengalaman ini membuat saya semakin nyaman dan betah trading di Bittime,” tambah nya.

Capaian positif ini menandakan besarnya antusiasme trader terhadap aktivitas trading di tengah kondisi volatilitas pasar. Di mana, $USDT, $BTC, $XAUT, dan $SLVON menjadi aset-aset yang paling banyak diperdagangkan selama kampanye berlangsung.

Ini menunjukkan bahwa, aktivitas perdagangan yang terjadi pada platform Bittime, didominasi oleh aset-aset yang bergerak cenderung lebih stabil di tengah volatilitas pasar ekonomi global. Apalagi, aset-aset tersebut dapat dibeli dengan jumlah lebih kecil karena bersifat fraksional dan memungkinkan setiap investor untuk memiliki aset dengan jumlah fleksibel.

Sebelumnya, program ini digadang sebagai bagian dari upaya berkelanjutan Bittime dalam mendorong penggunaan platform yang bertanggung jawab serta mendukung perkembangan industri aset kripto Indonesia. Hal ini dipandang sebagai bentuk apresiasi dan dukungan bagi masyarakat yang ingin memulai diversifikasi aset digital.

Namun, tentu perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES