Pemerintah Indonesia Akui Kripto sebagai Sektor Usaha

Jakarta, 27 April 2026 — Pemerintah Indonesia resmi memperbarui Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) sebagai langkah strategis dalam merespons pesatnya pertumbuhan ekonomi digital dan munculnya berbagai model bisnis baru. Pembaruan yang diumumkan pada Kamis (23/4) ini mencakup sejumlah sektor penting seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence), aset kripto, hingga teknologi terkait perubahan iklim.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa pembaruan KBLI bertujuan untuk mengakomodasi sektor-sektor strategis yang sebelumnya belum terpetakan secara komprehensif dalam sistem klasifikasi nasional.

“Dalam pembaruan ini, sektor ekonomi digital, artificial intelligence, hingga aset kripto telah masuk dalam klasifikasi terbaru,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di kantor Kementerian Investasi di Jakarta, Kamis (23/4). Ia menambahkan bahwa struktur klasifikasi tersebut telah diselaraskan dengan standar industri global guna memperkuat daya saing Indonesia di pasar internasional.

Dalam implementasinya, pemerintah memberikan kemudahan bagi pelaku usaha untuk menyesuaikan data usaha mereka dengan KBLI terbaru. Proses sinkronisasi akan dilakukan secara otomatis melalui sistem perizinan terintegrasi Online Single Submission (OSS), sehingga tidak memerlukan prosedur yang kompleks.

Salah satu poin penting dalam pembaruan ini adalah dimasukkannya kategori “Kepialangan Aset Keuangan Digital” dengan kode KBLI 66123. Klasifikasi ini mencakup kegiatan yang memfasilitasi perdagangan aset keuangan digital, termasuk kripto, di mana pelaku usaha dapat melakukan transaksi di bursa atas nama nasabah atau pihak lain. Kehadiran kategori ini dinilai memberikan kejelasan hukum dan operasional bagi pelaku industri aset kripto di Indonesia.

Sinyal Kuat Keseriusan Pemerintah RI

Menanggapi kebijakan tersebut, CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menyambut positif langkah pemerintah yang dinilai semakin memberikan legitimasi terhadap industri kripto di dalam negeri. “Pembaruan KBLI ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah semakin serius dalam mengakomodasi perkembangan industri aset kripto. Dengan adanya klasifikasi yang lebih jelas, pelaku usaha memiliki kepastian dalam menjalankan bisnisnya sekaligus membuka ruang pertumbuhan yang lebih luas bagi inovasi di sektor ini,” ujar Calvin.

Ia juga menambahkan bahwa pengakuan resmi dari negara melalui KBLI akan mempermudah berbagai pihak, baik perusahaan maupun proyek berbasis kripto, dalam mengembangkan bisnisnya di Indonesia. “Kejelasan regulasi seperti ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan pelaku industri, tetapi juga mendorong masuknya investasi baru serta mempercepat adopsi teknologi blockchain secara lebih luas,” lanjutnya.

“Lebih jauh, pengakuan ini juga berpotensi membuka lapangan pekerjaan baru serta menggerakkan roda ekonomi nasional melalui pertumbuhan ekosistem digital yang semakin inklusif dan menguntungkan semua pihak,” tambah Calvin.

Sebagai informasi, KBLI sendiri merupakan acuan penting yang digunakan untuk mengklasifikasikan bidang usaha di Indonesia, sekaligus mempermudah pelaku usaha dalam menentukan kategori bisnis mereka. Dengan pembaruan ini, pemerintah diharapkan dapat menciptakan ekosistem usaha yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Di sisi lain, kontribusi industri aset kripto terhadap penerimaan negara juga terus menunjukkan tren positif. Tercatat, pajak dari transaksi kripto telah mencapai Rp1,96 triliun sepanjang periode 2022 hingga Februari 2026. Angka ini mencerminkan potensi besar sektor kripto sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.

“Dengan masuknya sektor kripto ke dalam KBLI terbaru, langkah ini dinilai sebagai fondasi penting dalam memperkuat ekosistem industri digital nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tengah transformasi ekonomi global,” tutup CEO Tokocrypto.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

“Aku Tidak Sabar untuk Pergi ke Sekolah Besok…”

Kalimat itu mungkin terdengar sederhana. Tapi bagi banyak orang tua, artinya besar sekali.

Tidak semua anak bangun pagi dengan semangat untuk berangkat ke sekolah. Ada yang harus dibujuk, ada yang merasa cemas, bahkan ada yang merasa tidak nyaman. Bagi mereka, sekolah hanya sekadar tempat belajar—bukan tempat yang terasa menyenangkan.

Sekarang bayangkan kalau seorang anak berkata dengan tulus:
“Aku nggak sabar ketemu teman-teman lagi di sekolah.”
“Aku mau cerita ke guruku hari ini.”

Di situlah perbedaannya mulai terasa.

Sekolah bisa menjadi tempat di mana anak merasa dilihat dan dihargai. Karena pada dasarnya, setiap anak ingin diperhatikan, didengarkan, dan dipahami – bukan hanya sebagai “siswa”, tapi sebagai individu dengan cerita, emosi, dan keunikan masing-masing.

Di lingkungan yang hangat, guru tidak hanya mengajar dari depan kelas. Mereka hadir – duduk bersama, mendengarkan, tertawa, dan benar-benar mengenal muridnya. Mereka tahu kapan anak butuh dorongan, dan kapan hanya butuh ditemani.

Saat anak merasa diterima, mereka jadi lebih terbuka. Mereka berani mencoba hal baru. Mereka tidak takut gagal dan lebih cepat bangkit saat menghadapi kesulitan.

Lebih dari Sekadar Sekolah

Ada sekolah dengan fasilitas lengkap. Ada juga yang unggul secara akademik.

Tapi ada hal yang tidak bisa diukur dengan angka:

Perasaan seperti “pulang” saat melewati gerbang sekolah. Disambut dengan senyuman. Dipanggil dengan namanya.Dan merasa, “Aku memang bagian dari tempat ini.”

Lingkungan seperti ini tidak terbentuk begitu saja. Ia tumbuh dari hubungan antara guru, siswa, orang tua, dan komunitas yang saling peduli.

Kenangan yang Akan Mereka Bawa Selamanya

Suatu hari nanti, anak-anak mungkin akan lupa rumus atau ujian yang pernah mereka hadapi.

Tapi mereka tidak akan lupa:

  > Siapa yang membuat mereka percaya diri

  > Siapa yang selalu ada saat mereka kesulitan

  > Dan bagaimana rasanya berada di tempat yang menerima mereka apa adanya

Sekolah yang terasa “homey” meninggalkan kesan yang jauh lebih dalam dari sekadar akademik. Ia menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka.

Saat Sekolah Menjadi Tempat yang Nyaman

Ini bukan sekadar harapan. Semakin banyak sekolah yang menyadari bahwa kenyamanan emosional adalah fondasi penting dalam proses belajar.

Salah satunya adalah New Zealand School Jakarta.

Dengan pendekatan yang hangat, komunitas yang erat, dan hubungan dekat antara guru, orang tua, dan murid, sekolah ini menghadirkan suasana di mana anak-anak tidak hanya belajar, tapi juga merasa diterima.

Dan mungkin, tanpa disadari, momen paling berarti bagi orang tua adalah ketika anak mereka berkata:

“Aku tidak sabar untuk pergi ke sekolah besok…”

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Di Era AI, Siapa Penjaga Integritas Audit? Ini Jawaban Prof. Rindang Widuri dalam Pengukuhan Guru Besar BINUS University

Di tengah masifnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam proses keuangan dan audit, satu tantangan utama justru semakin mengemuka: bagaimana menjaga integritas dan kepercayaan di tengah dominasi teknologi. Menjawab tantangan tersebut, BINUS University kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan keilmuan melalui pengukuhan Guru Besar.

BINUS University mengukuhkan Prof. Rindang Widuri, S.Kom., S.Akun., MM., Ph.D. sebagai Guru Besar Tetap di bidang Teknologi Audit Keuangan, yang berfokus pada transformasi praktik audit di era digital.  

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Audit 5.0: The Symphony Between Data and Conscience”, Prof. Rindang menyoroti bahwa pesatnya adopsi teknologi analitik dan AI telah mengubah cara audit dilakukan secara fundamental dari proses berbasis sampling menjadi analisis data secara menyeluruh dan real-time. 

Ia menegaskan bahwa di tengah kemampuan algoritma dalam membaca data dan mendeteksi anomali secara cepat, peran auditor tetap tidak tergantikan. Teknologi berfungsi sebagai enabler, namun keputusan tetap bergantung pada pertimbangan etis dan profesional manusia. 

Melalui konsep Audit 5.0, Prof. Rindang memperkenalkan pendekatan yang menempatkan kolaborasi antara manusia dan kecerdasan buatan sebagai fondasi utama dalam menjaga akuntabilitas keuangan. Dalam model ini, AI menghadirkan kecepatan dan ketepatan analisis, sementara manusia memastikan makna, integritas, dan kepercayaan tetap terjaga. 

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa di era digital, kepercayaan menjadi aset yang semakin krusial sekaligus rentan. Oleh karena itu, penguatan prinsip ethical and explainable AI, serta keterlibatan manusia dalam setiap proses pengambilan keputusan, menjadi kunci dalam membangun sistem audit yang tidak hanya canggih, tetapi juga dapat dipercaya.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, Prof. Rindang juga menyoroti pentingnya transformasi kompetensi auditor di masa depan. Auditor tidak hanya dituntut memahami standar audit, tetapi juga memiliki literasi data, pemahaman terhadap algoritma, serta kesadaran terhadap risiko dan etika dalam penggunaan teknologi.

Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., menyampaikan bahwa pengukuhan ini merupakan bagian dari komitmen BINUS University dalam menghadirkan ekosistem akademik yang unggul dan berdampak. “Pengukuhan Guru Besar bukan hanya menjadi pencapaian individu, tetapi juga mencerminkan komitmen institusi dalam mendorong lahirnya pemikiran strategis yang mampu menjawab tantangan global. Kami percaya kontribusi Prof. Rindang akan semakin memperkuat peran BINUS University dalam menghasilkan riset yang relevan dan berdampak bagi masyarakat.”

Pengukuhan ini menjadi bagian dari perjalanan BINUS University dalam 45 tahun kontribusinya di dunia pendidikan, melalui komitmen menghadirkan inovasi pembelajaran, memperluas kolaborasi global, serta membangun ekosistem yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Melalui penguatan peran Guru Besar, BINUS University terus mendorong lahirnya talenta unggul yang mampu menerjemahkan kompleksitas teknologi menjadi keputusan strategis yang berlandaskan integritas dan memberikan dampak bagi masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bharat Corner Resmi Hadir di Unsrat, Perkuat Kerja Sama Akademik Indonesia–India

Jakarta — Upaya memperkuat hubungan akademik dan budaya antara Indonesia dan India kembali diperluas melalui peresmian Bharat Corner di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Manado, Jumat (24/4/2026) lalu. Fasilitas ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi kolaborasi pendidikan yang lebih luas sekaligus mendukung agenda internasionalisasi perguruan tinggi.

Peresmian dilakukan langsung oleh Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, bersama jajaran pimpinan universitas. Kehadiran Bharat Corner menandai langkah konkret dalam memperluas akses terhadap pengetahuan tentang India, mulai dari aspek budaya hingga akademik.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Unsrat, Prof. Steenie E. Wallah, menyatakan bahwa inisiatif ini memiliki peran strategis dalam memperkuat kapasitas global sivitas akademika.

“Bharat Corner diharapkan menjadi sarana penguatan literasi internasional, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, akses terhadap referensi global menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan dunia pendidikan yang semakin kompetitif. Kehadiran Bharat Corner diharapkan mampu menjawab kebutuhan tersebut sekaligus memperkaya perspektif mahasiswa dan dosen.

Dorong Diplomasi Pendidikan

Dalam sambutannya, Sandeep Chakravorty menekankan bahwa Bharat Corner merupakan bagian dari upaya diplomasi pendidikan dan budaya India di Indonesia.

“India dan Indonesia memiliki hubungan historis yang kuat. Kehadiran Bharat Corner di Unsrat diharapkan dapat memperdalam pemahaman akademik mengenai India serta mendorong kerja sama yang lebih intensif antar institusi pendidikan,” katanya.

Ia menambahkan, kerja sama pendidikan menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara, terutama di tengah dinamika global yang menuntut kolaborasi lintas negara.

Buka Peluang Riset dan Pertukaran

Kepala Pusat Urusan Internasional Unsrat, dr. Grace Korompis, menilai Bharat Corner sebagai instrumen penting dalam memperluas jejaring internasional kampus.

“Kami memandang Bharat Corner sebagai instrumen penting dalam memperkuat jejaring global Unsrat. Selain meningkatkan akses terhadap sumber pengetahuan internasional, inisiatif ini juga membuka peluang pengembangan program pertukaran, kolaborasi riset, serta kegiatan akademik lintas negara,” ujarnya.

Menurutnya, kerja sama ini berpotensi berkembang ke berbagai bidang, termasuk riset kelautan dan perikanan yang menjadi kepentingan bersama Indonesia dan India.

Penanaman Pohon Jadi Simbol Kolaborasi

Selain peresmian fasilitas, kegiatan ini juga diwarnai dengan penanaman pohon oleh Sandeep Chakravorty bersama perwakilan pimpinan Unsrat. Penanaman pohon Cempaka dan Nantu tersebut menjadi simbol komitmen kedua pihak dalam membangun hubungan jangka panjang yang berkelanjutan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari inisiatif Ek Ped Maa Ke Naam yang mengedepankan kesadaran ekologis serta keterlibatan komunitas dalam menjaga lingkungan. Momentum ini mempertegas bahwa kerja sama Indonesia dan India tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mencakup nilai-nilai keberlanjutan.

Simbol Komitmen Jangka Panjang

Di tengah dorongan internasionalisasi pendidikan tinggi, inisiatif seperti Bharat Corner menunjukkan bahwa kolaborasi global tidak selalu harus dimulai dari skema besar. Akses pengetahuan, jejaring akademik, dan ruang interaksi lintas budaya menjadi elemen kunci yang justru mampu membentuk dampak jangka panjang.

Peresmian Bharat Corner di Universitas Sam Ratulangi menjadi bagian dari langkah konkret dalam memperluas kerjasama akademik antara Indonesia dan India. Kehadiran berbagai koleksi literatur tentang India diharapkan dapat mendukung kegiatan belajar, riset, serta memperkuat wawasan global sivitas akademika.

Ke depan, Bharat Corner diharapkan tidak hanya menjadi pusat referensi, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas, termasuk pertukaran mahasiswa, kolaborasi riset, dan pengembangan program akademik lintas negara.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Harga Emas Mulai Pulih, Peluang Naik ke 4.767 Terbuka

Harga emas dunia pada perdagangan hari Senin (27/4) diperkirakan mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah sempat tertekan pada awal sesi. Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai bahwa pergerakan harga emas saat ini mulai mengarah pada potensi kenaikan, meskipun sebelumnya sempat mengalami penurunan yang cukup tajam.

Pada awal perdagangan pagi, harga emas dibuka dengan kondisi gap down yang memicu penurunan secara cepat. Tekanan jual sempat mendominasi pasar, sehingga harga bergerak turun menuju area support terdekat. Penurunan ini mencerminkan respons pasar terhadap sentimen jangka pendek yang mendorong aksi jual.

Namun, setelah mencapai area support tersebut, tekanan jual mulai berkurang. Harga tidak melanjutkan penurunan lebih dalam, melainkan mulai bergerak stabil. Kondisi ini menjadi indikasi awal bahwa pasar mulai menemukan titik keseimbangan setelah pergerakan turun yang cukup agresif.

Secara teknikal, harga kemudian membentuk swing low di area support tersebut. Ini merupakan salah satu sinyal penting yang menunjukkan bahwa level tersebut cukup kuat untuk menahan penurunan. Dengan terbentuknya titik ini, peluang bagi harga untuk bergerak naik kembali mulai terbuka.

Selain itu, indikator teknikal juga menunjukkan adanya bullish divergence. Kondisi ini terjadi ketika harga masih bergerak turun, tetapi indikator justru mulai mengarah naik. Sinyal ini biasanya menjadi tanda bahwa tekanan jual mulai melemah dan potensi pembalikan arah mulai muncul.

Melihat kombinasi sinyal tersebut, Dupoin Futures memperkirakan harga emas memiliki peluang untuk naik dalam jangka pendek. Target kenaikan terdekat berada di level 4.733, yang menjadi area resistance pertama yang akan diuji oleh pasar. Jika harga mampu melewati level tersebut, maka peluang kenaikan lanjutan menuju level 4.767 semakin terbuka.

Meski demikian, kenaikan ini masih perlu dikonfirmasi oleh kekuatan pasar. Pergerakan setelah penurunan tajam biasanya tidak langsung berbalik secara kuat, sehingga masih ada kemungkinan harga bergerak naik secara bertahap.

Dari sisi fundamental, potensi penguatan emas juga didukung oleh kondisi dolar AS yang mulai melemah. Ketika dolar mengalami tekanan, harga emas biasanya mendapatkan dorongan karena menjadi lebih terjangkau bagi investor global.

Selain itu, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga menjadi faktor yang mendukung. Ketika yield turun, minat investor terhadap emas meningkat karena perbedaan imbal hasil dengan instrumen lain menjadi lebih kecil.

Permintaan terhadap aset safe haven juga turut memberikan dukungan. Dalam kondisi pasar yang belum stabil, investor cenderung mencari instrumen yang lebih aman, seperti emas. Hal ini bisa membantu harga emas untuk kembali menguat setelah sebelumnya mengalami penurunan.

Namun demikian, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan risiko yang ada. Kebijakan suku bunga dari Federal Reserve yang masih berada di level tinggi dapat menjadi faktor yang membatasi kenaikan emas. Jika dolar kembali menguat atau yield obligasi naik, tekanan terhadap emas bisa kembali muncul.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures melihat bahwa harga emas saat ini mulai menunjukkan peluang rebound setelah penurunan di awal sesi. Selama harga mampu bertahan di atas area support, potensi kenaikan menuju level 4.733 hingga 4.767 masih terbuka.

Dalam kondisi pasar yang masih dinamis, pelaku pasar disarankan untuk tetap berhati-hati dan mencermati pergerakan harga serta perkembangan sentimen global sebelum mengambil keputusan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mengenal Fase Akumulasi dalam Siklus Pasar Keuangan

Pasar keuangan tidak bergerak secara acak, melainkan mengikuti siklus berulang yang mencerminkan psikologi kolektif dari para pelakunya. Memahami siklus ini memungkinkan seorang trader untuk mengidentifikasi kapan sebuah tren akan dimulai dan kapan tren tersebut akan berakhir. Salah satu konsep paling fundamental yang diperkenalkan oleh teori pasar klasik adalah bahwa pergerakan harga besar selalu dimulai dari fase persiapan yang tenang sebelum akhirnya meledak menjadi tren yang kuat. Bagi mereka yang mampu membaca tanda-tanda awal ini, pasar bukan lagi sekadar fluktuasi harga yang membingungkan, melainkan sebuah peta jalan yang dapat diprediksi secara objektif melalui analisis struktur pasar yang mendalam.

Akumulasi dalam Trading dan Karakteristiknya

Fase pertama dan paling krusial dalam siklus pasar adalah fase akumulasi dalam trading. Fase ini biasanya terjadi setelah tren turun yang berkepanjangan, di mana mayoritas trader retail merasa pesimis dan mulai meninggalkan pasar karena kerugian yang mereka alami. Namun, pada saat yang bersamaan, para investor besar atau “smart money” mulai masuk kembali ke pasar secara perlahan. Mereka melakukan pembelian secara bertahap dalam rentang harga yang sempit agar tidak memicu kenaikan harga yang mendadak sebelum posisi mereka terpenuhi sepenuhnya. Karakteristik utama dari fase ini adalah pergerakan harga yang cenderung menyamping (sideways) dengan volatilitas yang rendah.

Mengenali fase akumulasi memerlukan kesabaran tinggi karena harga sering kali terlihat tidak bergerak kemana-mana dalam waktu yang lama. Namun, di balik ketenangan tersebut, volume perdagangan biasanya mulai menunjukkan aktivitas yang tidak biasa, menandakan bahwa aset sedang berpindah tangan dari pihak yang panik ke pihak yang lebih terencana. Setelah persediaan aset di pasar mulai menipis karena terus dibeli oleh institusi besar, harga akan mulai menembus level resistensi dan memulai fase kenaikan atau markup. Memahami dinamika ini membantu trader untuk masuk ke pasar di waktu yang tepat bersamaan dengan para profesional. Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai struktur siklus pasar dan strategi analisis teknikal lainnya, Anda dapat mempelajari ulasan lengkapnya di Market Analysis KVB.

Peran Liquidity Provider (LP) dalam Mendukung Stabilitas Harga

Keberhasilan transisi dari fase akumulasi ke fase tren sangat bergantung pada ketersediaan likuiditas di pasar. Di sinilah peran Liquidity Provider atau LP menjadi sangat vital sebagai penyokong utama ekosistem perdagangan. LP memastikan bahwa meskipun terjadi akumulasi besar-besaran oleh institusi, pasar tetap memiliki kedalaman yang cukup sehingga trader retail tetap dapat melakukan transaksi pada harga yang wajar tanpa terganggu oleh lonjakan harga yang tidak efisien.

Dukungan LP yang kredibel memberikan kepastian bahwa setiap order beli atau jual dapat tereksekusi dengan transparan dan stabil. Tanpa likuiditas yang memadai, pasar akan menjadi sangat rapuh terhadap manipulasi dan memiliki biaya transaksi yang sangat tinggi. Oleh karena itu, infrastruktur perdagangan yang terhubung dengan jaringan LP global yang kuat merupakan prasyarat mutlak bagi para pelaku pasar untuk dapat menjalankan strategi mereka, baik dalam fase akumulasi yang tenang maupun dalam fase volatilitas tinggi yang menyertainya.

Navigasi Pasar Global Secara Profesional Bersama KVB Futures

Memahami siklus pasar dan fase akumulasi merupakan kunci untuk menjadi trader yang lebih cerdas dan disiplin. KVB Futures hadir untuk menyediakan lingkungan perdagangan yang stabil dengan dukungan teknologi eksekusi mutakhir, memungkinkan Anda untuk memetakan peluang di setiap fase pasar secara optimal. Kami berkomitmen untuk memberikan pengalaman trading yang transparan dan aman melalui penyediaan infrastruktur kelas dunia yang dirancang khusus untuk para trader profesional.

Seluruh fasilitas layanan kami dikembangkan untuk memastikan Anda mendapatkan akses pasar yang luas dengan efisiensi tinggi di setiap lini transaksi. Anda dapat mengeksplorasi berbagai keunggulan produk dan layanan perdagangan berjangka kami dengan mengunjungi halaman Broker trading Futures KVB Futures. Untuk segera memulai langkah strategis Anda dan memanfaatkan peluang dari siklus pasar keuangan dunia, silakan melakukan pendaftaran melalui tautan resmi Registrasi KVB Futures.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Lewat Program Ikonik, Pertamina Foundation Nyalakan Semangat Menjaga Bumi

JAKARTA, 22 April 2026 — Bertema “Our Power, Our Planet”, Hari Bumi 2026 menekankan pentingnya peran masyarakat, komunitas, dan partisipasi publik dalam menjaga kelestarian lingkungan. Hal ini selaras dengan yang dilakukan oleh Pertamina melalui Pertamina Foundation (PF) dalam program PFlestari (Lingkungan) dan PFseries (pemberdayaan masyarakat) dengan melibatkan mahasiswa peneliti hingga wirausaha perempuan.

“Pertamina meyakini bahwa keberlanjutan lingkungan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari tanggung jawab kami sebagai perusahaan energi. Melalui program TJSL, kami mengajak masyarakat luas, untuk bersama-sama bergerak, baik lewat program pendidikan, penanaman, hingga penciptaan inovasi ramah lingkungan. Menjaga bumi adalah tanggung jawab kita semua,” ujar VP CSR & SMEPP Management PT Pertamina (Persero), Rudi Ariffianto.

Dimulai dari program PFlestari, PF melakukan optimalisasi fungsi Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan, kelompok tani hutan, dan beberapa perguruan tinggi, seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Mulawarman, Insititut Teknologi Bandung dan Universitas Bengkulu.

Hasilnya, lebih dari satu juta pohon daratan dan pohon mangrove tertanam, termasuk memberdayakan masyarakat kawasan hutan dengan program pelatihan pengolahan hasil maupun limbah tanaman hutan.

Kemudian dari PFseries, terdapat program PFprestasi melalui program Beasiswa Sobat Bumi yang mengajak para mahasiswa berperan aktif dalam kegiatan pelestarian lingkungan. Sejak 2011, lebih dari 5.000 penerima Beasiswa Sobat Bumi dari Sumatra hingga Papua melakukan kegiatan bertajuk Aksi Sobat Bumi dengan penanaman pohon, edukasi gaya hidup ramah lingkungan ke sekolah-sekolah, dan pembersihan lingkungan sekitar.

Menjawab tantangan transisi energi, para penerima beasiswa atau disebut SoBI juga terlibat dalam kegiatan Desa Energi Berdikari Sobat Bumi (DEB SoBI). Dalam kegiatan ini, mereka terjun langsung bersama masyarakat menginstalasi energi terbarukan sekaligus edukasimya serta melakukan pemberdayaan ekonomi. Tiga tahun berjalan, kegiatan ini telah membina 40 desa dengan total energi yang dihasilkan 1.100 kWh/tahun (panel surya) dan 6.199 meter kubik (biogas) yang dapat dirasakan oleh 1.635 penerima manfaat.

Sama halnya dengan PFprestasi, Pertamina Foundation juga mendorong generasi muda untuk menciptakan inovasi ramah lingkungan berbasis kebutuhan masyarakat melalui program PFmuda dan PFsains. Salah satunya binaan PFmuda, Banasentra, yang memproduksi kerajinan aksesoris dari limbah pisang sekaligus memberdayakan lebih dari 50 santri sebagai pekerja.

Begitu juga dengan salah satu binaan PFsains, yakni Biofuturindo, yang menjawab permasalahan limbah makanan di sekolah dengan teknologi Biosaka-1, mampu mengolah hingga 10 kg sampah makanan per hari, mengubah sisa makanan menjadi energi terbarukan (biogas) dan pupuk organik cair.

Sementara dari program pemberdayaan wirausaha perempuan, PFpreneur, salah satu UMKM mitra binaan, Ngekreez Food, mengolah minyak sisa produksi keripik kulit ayam menjadi sabun dan lilin.

“Program ikonik PF hadir untuk mendukung peran Pertamina sebagai perusahaan energi nasional yang mengedepankan aspek berkelanjutan dengan upaya-upaya pelestarian alam serta dampaknya terasa langsung di masyarakat,” tutup President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari.

Program-program ikonik Pertamina Foundation tersebut berkontribusi langsung pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14 Ekosistem Lautan, dan SDG 15 Ekosistem Daratan sekaligus mendukung target Indonesia dalam Nationally Determined Contribution (NDC) untuk mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan pada 2030.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Hindari “Sarjana Salah Jurusan,” BINUS @Bekasi Ungkap Strategi Orang Tua Hadapi Dilema Biaya & Karir 2026

Bekasi, 24 April 2026 – Memilih perguruan tinggi di tahun 2026 bukan lagi soal “masuk mana”, tapi lebih dari itu sebuah keputusan besar yang melibatkan kecemasan massal. Fenomena yang dikenal sebagai decision anxiety kini menjadi kenyataan yang menghantui banyak orang tua dan calon mahasiswa. Terlebih, dengan semakin banyaknya informasi dan pilihan, ditambah dengan ketidakpastian dunia kerja yang semakin dinamis, keputusan ini terasa jauh lebih berat dibandingkan generasi sebelumnya.

Kekhawatiran ini diperparah dengan data career mismatch, yang menunjukkan bahwa 36% pemuda Indonesia bekerja di bidang yang tak sesuai dengan pendidikan yang dimiliki. Angka ini bukan sekadar statistik, ini adalah kenyataan yang memicu kecemasan besar, terutama bagi orang tua yang harus mengeluarkan biaya tinggi untuk pendidikan anak mereka.

Seorang orang tua mahasiswa BINUS @Bekasi mengungkapkan bahwa perjalanan tersebut dimulai dari kekhawatiran yang sangat wajar.

“Di awal, jujur kami cukup khawatir. Takut salah jurusan, takut anak tidak siap menghadapi dunia kerja, dan tentu saja mempertimbangkan biaya pendidikan yang cukup besar. Namun setelah melihat program-program di BINUS yang langsung terhubung dengan dunia industri, saya mulai merasa bahwa ini adalah investasi yang tepat,” ungkap Ibu Rosita, salah satu orang tua mahasiswa BINUS @Bekasi.

Namun, semakin banyak orang tua yang kini melihat pendidikan tinggi bukan hanya sebagai biaya, tetapi sebagai investasi yang memberikan hasil nyata bahkan sebelum anak mereka lulus.

Prof. Gatot Soepriyanto, Direktur Kampus BINUS @Bekasi, menegaskan bahwa penawar terbaik untuk decision anxiety adalah kejelasan arah. Kejelasan arah ini menjadi hal yang sangat dicari oleh orang tua, yang ingin melihat bahwa anak mereka tidak hanya mendapatkan pendidikan akademik, tetapi juga keterampilan yang relevan dengan dunia kerja.

“Orang tua saat ini tidak hanya bertanya ‘anak saya belajar apa?’, tetapi ‘anak saya jadi apa?’. Itulah sebabnya kami mengintegrasikan industri langsung ke dalam kelas kami, sebagai Business, Service & Technology Campus,” ujar Prof. Gatot. Menurutnya, pengenalan industri sejak dini adalah “obat penenang” terbaik bagi decision anxiety yang banyak dirasakan orang tua.

Selain memberi kejelasan arah karir, BINUS @Bekasi juga berusaha meredam tekanan finansial, yang sering menjadi salah satu sumber stres terbesar orang tua. Melalui Beasiswa EMAS (Empowering Achievement of Student), BINUS memastikan bahwa pendidikan tetap dapat diakses tanpa mengurangi kualitas. Program beasiswa ini memberikan dukungan finansial untuk mengurangi kekhawatiran orang tua mengenai biaya kuliah yang tinggi.

“Dengan adanya Beasiswa EMAS, orang tua bisa lebih fokus pada masa depan anak dan potensi mereka, tanpa merasa terbebani secara finansial. Beasiswa ini juga memberikan emas sebagai simbol investasi, mempertegas bahwa pendidikan adalah investasi yang dapat memberikan return dalam bentuk yang nyata, baik dari sisi finansial maupun karier,” jelas Prof. Gatot.

Menurut Dr. Istiani, M.Psi., Psikolog BINUS University, proses pengambilan keputusan pendidikan sekarang ini jauh lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya. Tekanan ganda, yaitu keinginan orang tua untuk memberikan yang terbaik bagi anak sementara juga harus memastikan keputusan tersebut aman secara finansial, menciptakan kecemasan yang luar biasa.

“Orang tua saat ini menghadapi tekanan ganda: ingin memberikan yang terbaik untuk anak, tetapi juga harus memastikan keputusan tersebut aman secara finansial dan relevan dengan masa depan anak,” jelas Dr. Istiani. “Rasa yakin dalam memilih pendidikan sangat dipengaruhi oleh seberapa jelas orang tua melihat arah masa depan anak mereka.”

Melalui pendekatan yang mengintegrasikan pengalaman industri, ekosistem pembelajaran yang relevan, serta dukungan bagi orang tua, BINUS @Bekasi berupaya membantu orang tua melewati perjalanan ini dengan lebih tenang dan yakin.

Pada akhirnya, keputusan pendidikan bukan hanya tentang memilih kampus, tetapi tentang bagaimana orang tua dan anak bisa melangkah dengan lebih yakin tanpa rasa takut yang berlebihan, dan dengan keyakinan bahwa mereka sedang berada di jalur yang tepat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Optimalkan Momentum BRI Consumer Expo 2026, BRI Finance Perluas Akses Pembiayaan Otomotif di Surabaya

Surabaya, 24 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) turut ambil bagian dalam ajang BRI Consumer Expo 2026 yang diselenggarakan pada 24–26 April 2026 di Ciputra World Mall, Surabaya. Kegiatan ini merupakan inisiatif PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. sebagai induk perusahaan untuk mendorong pertumbuhan bisnis konsumer melalui penyediaan berbagai solusi keuangan, mulai dari pembiayaan properti, kendaraan bermotor, hingga kebutuhan gaya hidup dalam satu ekosistem yang terintegrasi. Melalui konsep one stop financial solution, BRI Consumer Expo menjadi sarana strategis bagi BRI Group untuk memperluas penetrasi produk sekaligus meningkatkan engagement dengan nasabah secara langsung.

Dalam momentum tersebut, BRI Finance memanfaatkan tingginya antusiasme dan trafik pengunjung sebagai peluang untuk memperluas eksposur produk pembiayaan, khususnya di sektor otomotif. Kehadiran perseroan tidak hanya berfokus pada akuisisi pembiayaan baru, tetapi juga memperkuat positioning sebagai bagian integral dari ekosistem BRI Group yang mampu menghadirkan solusi keuangan yang relevan dan kompetitif.

Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menyampaikan, “Melalui partisipasi kami di BRI Consumer Expo 2026, BRI Finance menghadirkan solusi pembiayaan kendaraan bermotor dengan skema yang kompetitif dan proses yang semakin mudah. Momentum ini kami manfaatkan untuk semakin mendekatkan layanan kepada masyarakat serta memberikan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan.”

 

Sejalan dengan semangat tersebut, BRI Finance menghadirkan berbagai program pembiayaan menarik selama penyelenggaraan expo, di antaranya suku bunga Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) mulai dari 2,85% efektif per tahun dengan tenor 3 tahun.  Bagi pengunjung yang ingin membeli mobil baru juga bisa mengajukan pembiayaan dengan suku bunga 1,59% dengan tenor 1 tahun. Penawaran ini melengkapi berbagai promo unggulan dalam BRI Consumer Expo, seperti suku bunga KPR mulai dari 1,75% efektif per tahun fixed 1 tahun, serta program travel fair dengan cicilan mulai 0% hingga 36 bulan dan cashback hingga Rp8 juta.

Melalui kombinasi program yang kompetitif dan kemudahan proses pembiayaan, BRI Finance optimistis dapat menangkap peluang pertumbuhan pada segmen pembiayaan konsumer, khususnya otomotif yang tetap menunjukkan prospek positif di tengah dinamika pasar.

Keikutsertaan dalam BRI Consumer Expo 2026 sekaligus mencerminkan komitmen BRI Finance dalam mendukung penguatan bisnis konsumer sebagai salah satu pendorong pertumbuhan BRI Group. “Kami mengajak masyarakat untuk datang langsung ke Ciputra World Mall, Surabaya, pada 24–26 April 2026 dan memanfaatkan berbagai penawaran menarik yang tersedia di BRI Consumer Expo 2026,” tutup Wahyudi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Telkom AI Connect Edukasi 450+ Siswa SD Tanamkan Pola Pikir Wirausaha Sejak Dini

Telkom AI Connect menggelar webinar “From Problems to Big Ideas” yang diikuti 450+ siswa SD untuk menanamkan pola pikir kewirausahaan sejak dini. Melalui pendekatan interaktif, siswa diajak mengubah masalah sehari-hari menjadi ide bisnis sebagai bagian dari upaya membangun generasi kreatif dan siap menghadapi era digital.

Telkom AI Center of Excellence Jakarta melalui Telkom AI Connect telah sukses menyelenggarakan kegiatan edukatif bertajuk “From Problems to Big Ideas: Think Like a Young Entrepreneur” pada Rabu, 15 April 2026 secara daring melalui Zoom. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi bersama Sekolah Citra Kasih, Sekolah Citra Berkat, dan Sekolah Ciputra Kasih yang bertujuan untuk menanamkan pola pikir kewirausahaan sejak dini kepada siswa sekolah dasar kelas 5 dan 6.

Webinar ini diikuti oleh lebih dari 450 siswa yang berasal dari berbagai kota di Indonesia, di antaranya Jakarta, Bogor, Surabaya, Samarinda, hingga Ambon. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif selama sesi berlangsung, terutama dalam sesi interaktif yang mengajak siswa untuk berpikir kritis dan kreatif dalam mengidentifikasi permasalahan sehari-hari.

Sebagai pembuka, Farida Dian Puspitadewi selaku Business and Community Lead Telkom AI Connect membawakan materi utama yang berfokus pada bagaimana siswa dapat mengubah masalah sederhana di sekitar mereka menjadi ide bisnis. “Kewirausahaan dapat dimulai dari kemampuan melihat permasalahan sederhana di sekitar. Dari situ, siswa dapat mengembangkan solusi kreatif yang tidak hanya relevan, tetapi juga berpotensi menjadi ide bisnis yang berdampak,” ujar Farida.

Materi disampaikan secara interaktif melalui pendekatan storytelling serta contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Beberapa konsep yang diperkenalkan antara lain bagaimana menemukan masalah, mengembangkan solusi menjadi ide, serta memahami dasar sederhana dari business plan seperti produk, target market, dan strategi promosi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Telkom dalam mendukung pengembangan talenta digital Indonesia, tidak hanya pada level profesional dan mahasiswa, tetapi juga sejak usia sekolah dasar. Melalui inisiatif ini, diharapkan lahir generasi muda yang kreatif, solutif, dan memiliki semangat kewirausahaan untuk menghadapi tantangan masa depan.

Melalui webinar ini, Telkom AI Connect bersama mitra sekolah menunjukkan bahwa literasi inovasi dan kewirausahaan dapat ditanamkan sejak dini dengan pendekatan yang menyenangkan, interaktif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem talenta muda Indonesia yang adaptif dan siap menghadapi era transformasi digital.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES