MENTERI PERDAGANGAN DORONG PERLUASAN INDUSTRI MEBEL DAN KERAJINAN INDONESIA MENUJU PASAR GLOBAL DI KOTA SURAKARTA

Surakarta, 20 Agustus 2026, Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) bekerja sama dengan Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menyelenggarakan CEO Gathering untuk Calon Peserta Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026 di Alila Ballroom, Surakarta, Jawa Tengah, pada Kamis (20/8). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan partisipasi pelaku usaha Furniture dan Home Decor dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang akan diselenggarakan pada 14 – 18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN), Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, S.H., M.Si., menyampaikan bahwa melalui Trade Expo Indonesia, kesiapan produk-produk lokal dapat tampil sebagai simpul utama perdagangan dunia.  Kesiapan ini didukung penuh oleh kualitas produk nasional yang berdaya saing tinggi, inovasi yang berkelanjutan, hingga komitmen kuat dalam mendukung pemenuhan produk yang berstandar internasional.

“Kolaborasi strategis yang terjadi pada sektor Mebel dan Kerajinan diproyeksikan dapat mengisi ruang pameran baru. Industri ini diharapkan dapat memperkuat daya tarik Trade Expo Indonesia sebagai hub serta pusat sourcing utama pada produk-produk unggulan Indonesia bagi para Buyers internasional” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia atau HIMKI, Abdul Sobur, menyampaikan bahwa Menteri Perdagangan, Dr. Budi Santoso  M.Si., mengundang kami secara langsung di Kota Surakarta, Jawa Tengah. Kota Surakarta menjadi salah satu kota yang memiliki segala akses dan kemudahan untuk industri Furniture dan Home Decor. 

Abdul Sobur menambahkan bahwa “Melalui Trade Expo Indonesia, kami merasa pameran ini sudah disiapkan secara matang oleh pemerintah melalui Kementerian Perdagangan untuk mendukung industri di Indonesia salah satunya industri Furniture dan Home Decor. Dengan segala upaya dukungan dan program yang sudah disiapkan di Trade Expo Indonesia, kami berharap industri Furniture dan Home Decor dapat menembus angka penjualan 6 miliar USD dalam target ekspor yang telah dicanangkan oleh Kementerian Perdagangan.”

Kegiatan CEO Gathering yang dilakukan di Alila Ballroom – Surakarta sekaligus ditandai dengan MoU Signing antara PT Debindomulti Adhiswasti selaku penyelenggara Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026 dengan Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) sebagai kemitraan strategis untuk pengisian Paviliun Furniture dan Home Decor dalam mendukung kegiatan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41. Kegiatan MoU Signing disaksikan secara langsung oleh Menteri Perdagangan, Dr. Budi Santoso M.Si. Dengan terjadinya MoU Signing antara PT Debindomulti Adhiswasti dengan HIMKI untuk industri Furniture dan Home Decor akan digadang-gadang menjadi industri baru yang memperkuat produk lokal di pasar dunia.

Direktur Utama PT Debindomulti Adhiswasti, Vibiadhi Swasti Pradana, B.Com., MTIM., menyampaikan bahwa sebagai penyelenggara kegiatan Trade Expo Indonesia, PT Debindomulti Adhiswasti terus berkomitmen untuk menghadirkan platform pameran yang profesional serta membuka pengembangan pasar ekspor. Melalui kolaborasi yang dilakukan, diharapkan Trade Expo Indonesia dapat memperkuat posisi industri Furniture dan Home Decor nasional dengan mempertemukan antara pelaku usaha Indonesia dan mitra strategis dari berbagai negara.

Vibiadhi menambahkan bahwa “Trade Expo Indonesia siap menjadi jembatan bagi industri Furniture dan Home Decor Indonesia untuk melangkah maju ke pasar internasional. Kehadiran Buyers dan mitra strategis diharapkan dapat memperluas jaringan pasar serta mendorong terbentuknya kemitraan bisnis yang berkelanjutan. Melalui Trade Expo Indonesia, kami ingin menjadikan momentum yang besar untuk memperkenalkan dan meningkatkan daya saing produk industri Furniture dan Home Decor di pasar global.”

Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dr. Budi Santoso M.Si., menyampaikan bahwa Trade Expo Indonesia merupakan salah satu instrumen strategis pemerintah dalam memperluas akses pasar ekspor nasional sekaligus mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan buyer dari berbagai negara.

 “Trade Expo Indonesia menjadi momen penting di tengah berbagai kesepakatan perdagangan internasional yang dilakukan oleh Indonesia seperti EU-CEPA, Perjanjian Dagang, hingga kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat. Diharapkan bagi para pelaku industri Furniture dan Home Decor dapat memanfaatkan terbukanya akses pasar tersebut. Kemudahan akses pasar yang sudah disiapkan oleh Kementerian Perdagangan dapat dijadikan sebagai langkah terbuka untuk memperluas pasar dunia dan memperkuat posisi produk di pasar nasional hingga pasar dunia.” ujarnya.

Melalui penyelenggaraan kegiatan CEO Gathering, Kementerian Perdagangan mengharapkan pertumbuhan industri mebel dan kerajinan di Indonesia melalui partisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026. Partisipasi perusahaan Furniture dan Home Decor diharapkan dapat memperkuat ekspor produk mebel Indonesia, membuka pasar baru, hingga meningkatkan daya saing produk Furniture dan Home Decor Indonesia di kancah internasional.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026 kunjungi Instagram @tei.2026 dan website https://www.tradexpoindonesia.com/. Jangan lewatkan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026 yang akan berlangsung secara langsung pada tanggal 14 – 18 Oktober 2026 di ICE BSD City – Tangerang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tidak Setiap Dinding Hotel Butuh Wall Art

Dalam setiap proyek budget hotel yang ditangani, Artavia—sub-brand modular wall art dari Spasium—selalu membawa pertanyaan yang sama ke meja perencanaan: di mana wall art benar-benar dibutuhkan? Jawabannya, menurut pengalaman Artavia di lapangan, hampir selalu sama. Bukan di setiap dinding, melainkan di titik-titik yang paling berdampak pada pengalaman tamu.

Dari situ, Artavia menyusun pendekatan yang lebih terarah untuk segmen budget hotel: bukan soal mengisi ruang, melainkan soal memilih dampak visual yang tepat. Prinsip ini bertumpu pada tiga variabel yang dinilai di setiap titik dinding—seberapa tinggi visibilitasnya, seberapa besar interaksi tamu yang terjadi di sana, dan seberapa kuat relevansi karya terhadap experience arsitektural ruang. Ketiganya bersama-sama menentukan prioritas: makin tinggi ketiga variabel itu bertemu di satu titik, makin besar alasan untuk menempatkan wall art di sana.

“Yang kami pelajari dari lapangan, dinding yang paling sederhana pun bisa menjadi statement—jika penempatannya tepat. Dan dinding yang penuh pun bisa tak berkesan, jika tidak ada yang benar-benar memperhatikannya,” ujar Jay Adinata, CMO Artavia.

Berdasarkan prinsip itu, Artavia mengidentifikasi empat titik yang secara konsisten memberi dampak terbesar di properti budget hotel, masing-masing dengan peran yang berbeda satu sama lain.

Titik pertama adalah arrival dan lobby, tempat impresi pertama tamu terbentuk begitu mereka melangkah masuk. Satu karya yang tepat di titik ini, menurut Artavia, akan memberikan impresi awal yang sesuai dengan ekspektasi desain yang diharapkan, dan experience ruang yang lebih eksklusif.

Titik kedua adalah guest room—ruang yang justru paling sering terlewat dalam perencanaan seni, padahal di sinilah tamu menghabiskan sebagian besar waktu mereka selama menginap. Di ruang paling personal ini, wall art berbicara langsung kepada tamu saat mereka sedang paling rileks.

Titik ketiga adalah titik transisi seperti lift lobby dan koridor utama—momen-momen singkat di antara ruang utama yang mudah diabaikan, tetapi jika diperhatikan justru memperkuat kontinuitas narasi visual sepanjang perjalanan tamu di dalam properti.

Titik keempat adalah area ikonik: satu titik yang sengaja dirancang menjadi momen visual paling diingat, sekaligus paling sering dibagikan tamu di media sosial seperti di dining area, seating area di taman terbuka, area depan bangunan hotel yang berfungsi memperkuat identitas, dan lain-lain.

Pendekatan empat titik ini sudah diterapkan Artavia pada sejumlah proyek budget hotel di Jabodetabek, Surabaya, dan Sumatra—mulai dari area penerima tamu, kamar, koridor, hingga dinding signature yang dirancang khusus sebagai titik area ikonik properti.

“Dari keempat titik ini, kami belajar bahwa selektivitas adalah bentuk penghormatan terhadap ruang dan tamu,” tutup Jay Adinata.

“It’s not about filling every wall—it’s about creating the moments that matter.”

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Meditasi di Tengah Kemacetan: Ledakan Popularitas Aplikasi Mindfulness dan Praktik Yoga Restoratif untuk Kesehatan Mental Urban

Tekanan hidup di kota metropolitan seperti Jakarta dengan kemacetan dan polusi udaranya telah menciptakan krisis kesehatan mental yang tak terlihat. Namun, di tengah riuhnya tuntutan kerja, muncul sebuah gerakan diam-diam: berlatih diam. Meditasi dan yoga restoratif yang dulunya dianggap sebagai kegiatan alternatif yang eksotis, kini menjadi arus utama. Masyarakat urban tidak lagi mencari cara untuk lari dari masalah, melainkan mencari cara untuk mengatur sistem saraf mereka agar tidak runtuh.

Dari Stigma ke Kebutuhan Primer

Bicara tentang kesehatan mental di Indonesia masih sering terganjal stigma. Namun, kehadiran aplikasi meditasi seperti Riliv, Tenang, atau Calm berhasil membungkus ulang terapi psikologis menjadi sesuatu yang keren dan mudah diakses. Alih-alih harus pergi ke psikolog yang masih dianggap tabu oleh sebagian kalangan, kini orang bisa belajar bernapas di sela-sela rapat melalui ponsel. Pendekatan self-care ini berhasil menarik perhatian para profesional muda yang merasa kewalahan dengan ritme kerja 9 to 5.

Fisiologi di Balik Tren: Sistem Saraf Parasimpatis

Alasan mengapa praktik seperti yoga nidra atau meditasi terpandu menjadi populer adalah karena efektivitasnya dalam menurunkan kadar kortisol. Para instruktur yoga di Jakarta kini banyak menawarkan kelas “Restorative & Sound Healing” di mana peserta tidur-tiduran selama satu jam sambil mendengarkan suara gong. Peserta mencari pengalaman fisiologis: memperlambat detak jantung, menurunkan tekanan darah, dan mengembalikan fokus. Ini adalah solusi logis untuk mengatasi kelelahan adrenal akibat paparan layar dan kafein berlebihan.

Ruang Ketiga yang Tenang

Berbeda dengan gym yang ramai dan energik, studio yoga dan pusat meditasi menawarkan pengalaman yang kontemplatif. Tempat-tempat seperti The Yoga Barn di Bali atau studio-studio kecil di Jakarta Selatan menjadi tujuan wisata kesehatan (wellness tourism). Orang rela membayar mahal untuk mendapatkan satu jam ketenangan, jauh dari notifikasi email.

Studi Kasus Nyata: Program Kesehatan Mental di Tempat Kerja

Perusahaan rintisan (startup) di Indonesia mulai menyadari bahwa karyawan yang stres tidak produktif. Banyak perusahaan kini menggandeng platform kesehatan mental untuk memberikan sesi konseling daring atau kelas meditasi mingguan bagi karyawannya. Berdasarkan data dari laporan kesehatan digital yang dipublikasikan oleh Kementerian Kesehatan RI, tren pemakaian layanan kesehatan mental dan kebugaran berbasis aplikasi di Indonesia meningkat hingga 40% selama lima tahun terakhir. Ini menunjukkan bahwa pendekatan digital untuk menenangkan pikiran tidak lagi dianggap remeh, melainkan sebagai alat yang efektif untuk menciptakan angkatan kerja yang tangguh dan bahagia.

UMKM Binaan BRI Region 6 Antusias Ramaikan Festival Semarak Merah Putih di Pasar Malaka Rorotan

Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para UMKM binaan BRI Region 6 dalam mengikuti Festival Semarak Merah Putih yang digelar di Pasar Malaka Rorotan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kehadiran para pelaku UMKM turut menambah semarak sekaligus menghadirkan warna tersendiri dalam rangkaian perayaan kemerdekaan.

Beragam produk unggulan UMKM binaan BRI Region 6 turut diperkenalkan dalam festival tersebut. Mulai dari produk kuliner, makanan dan minuman, hingga berbagai produk kreatif masyarakat, hadir untuk memberikan pilihan menarik bagi pengunjung sekaligus memperkenalkan potensi usaha lokal.

Keikutsertaan UMKM binaan menjadi momentum penting untuk memperluas pasar dan memperkenalkan produk kepada masyarakat yang hadir. Selain menjadi ajang promosi, festival ini juga memberikan ruang bagi para pelaku usaha untuk berinteraksi secara langsung dengan konsumen serta membangun jejaring dengan sesama pelaku UMKM.

Antusiasme para UMKM binaan mencerminkan semangat untuk terus tumbuh, berinovasi, dan meningkatkan kualitas usaha. Dukungan BRI melalui kegiatan seperti ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM semakin percaya diri dalam mengembangkan bisnis serta meningkatkan daya saing di tengah perkembangan pasar.

Festival Semarak Merah Putih juga menjadi wujud nyata komitmen BRI Region 6 dalam mendukung pertumbuhan UMKM sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Melalui semangat “Bangga Menjadi Indonesia”, BRI Region 6 terus mendorong UMKM untuk naik kelas, memperluas akses pasar, dan menjadi bagian penting dalam menggerakkan perekonomian nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Harga Emas (XAUUSD) Kembali Menguat, Dupoin Futures Proyeksikan Target 4.700

Pergerakan harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan hari Rabu (26/8). Berdasarkan analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, momentum bullish kembali terlihat setelah harga mengalami rejection pada area support 4.637–4.616. Kondisi tersebut diperkuat dengan terbentuknya pola Bullish Engulfing yang menunjukkan mulai menguatnya tekanan beli. Dupoin Futures melihat situasi ini membuka peluang bagi XAUUSD untuk bergerak menuju resistance 4.686 hingga 4.700.

Pada time frame H1, analisis Dupoin Futures menunjukkan bahwa harga emas sebelumnya sempat mengalami tekanan ketika mendekati area support 4.637–4.616. Namun, tekanan jual tidak cukup kuat untuk membawa harga menembus zona tersebut. Harga justru mengalami rejection dan kembali bergerak naik, yang menjadi indikasi bahwa buyer masih memiliki minat cukup besar untuk mempertahankan posisi. Bagi Dupoin Futures, kemampuan harga bertahan di atas support menjadi salah satu dasar penting dalam melihat peluang kenaikan jangka pendek.

Sinyal bullish semakin diperkuat oleh terbentuknya pola Bullish Engulfing, sebagaimana menjadi perhatian dalam analisis Dupoin Futures. Pola tersebut mencerminkan perubahan momentum dari tekanan jual menuju dominasi pembeli. Candlestick bullish yang menutupi candlestick bearish sebelumnya menunjukkan adanya peningkatan minat beli setelah harga menyentuh area support. Dalam kondisi seperti ini, Dupoin Futures menilai peluang terjadinya kelanjutan rebound menjadi semakin terbuka selama buyer mampu mempertahankan momentum.

Menurut proyeksi Dupoin Futures, target kenaikan terdekat harga emas berada pada area resistance 4.686–4.700. Zona tersebut akan menjadi level penting yang perlu dicermati pelaku pasar karena dapat menentukan arah XAUUSD selanjutnya. Jika harga mampu menembus resistance 4.686 dengan momentum yang kuat, Dupoin Futures melihat peluang bagi emas untuk melanjutkan penguatan menuju level yang lebih tinggi. Sebaliknya, apabila harga mengalami rejection, koreksi jangka pendek tetap perlu diantisipasi.

Meski memiliki prospek bullish, Dupoin Futures mengingatkan bahwa pergerakan harga mendekati resistance berpotensi memicu aksi ambil untung. Setelah mengalami penguatan, sebagian trader dapat memilih merealisasikan keuntungan sehingga menyebabkan harga terkoreksi sementara. Karena itu, Dupoin Futures menyarankan pelaku pasar untuk tidak hanya memperhatikan target resistance, tetapi juga mengamati respons harga ketika memasuki area 4.686–4.700.

Dari sisi fundamental, Dupoin Futures menilai pergerakan emas juga memperoleh dukungan dari penurunan harga minyak. Harga minyak yang lebih rendah dapat mengurangi kekhawatiran terhadap tekanan inflasi, terutama setelah kenaikan harga energi sebelumnya menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko inflasi. Kondisi tersebut berpotensi memberikan ruang bagi imbal hasil obligasi pemerintah AS atau Treasury Yield untuk bergerak lebih rendah, yang pada akhirnya dapat mendukung harga emas.

Penurunan US Treasury Yield menjadi faktor yang diperhatikan Dupoin Futures karena emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil. Ketika yield obligasi turun, opportunity cost dalam memegang emas menjadi lebih rendah. Situasi tersebut dapat meningkatkan daya tarik XAUUSD di mata investor. Dengan demikian, Dupoin Futures melihat penurunan yield sebagai salah satu katalis yang dapat membantu mempertahankan momentum penguatan harga emas dalam jangka pendek.

Selain yield, Dupoin Futures juga mencermati perkembangan dolar AS sebagai salah satu faktor utama yang dapat menentukan arah emas. Pelemahan dolar biasanya memberikan sentimen positif bagi XAUUSD karena membuat harga emas menjadi relatif lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar. Apabila tekanan terhadap dolar AS terus berlanjut, Dupoin Futures melihat peluang penguatan emas menuju resistance 4.686–4.700 masih cukup terbuka.

Namun, Dupoin Futures juga melihat adanya risiko dari sisi permintaan safe haven. Meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran serta kemungkinan kembali normalnya aktivitas di Selat Hormuz dapat mengurangi kebutuhan investor terhadap aset lindung nilai. Apabila kondisi geopolitik semakin stabil, Dupoin Futures memperkirakan sebagian permintaan safe haven terhadap emas dapat berkurang sehingga berpotensi membatasi laju kenaikan XAUUSD.

Perkembangan geopolitik tetap menjadi perhatian Dupoin Futures karena perubahan situasi di kawasan tersebut dapat memicu volatilitas harga emas dengan cepat. Jika ketegangan AS-Iran kembali meningkat atau terdapat gangguan terhadap aktivitas di Selat Hormuz, permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven berpotensi kembali melonjak. Sebaliknya, apabila tensi terus mereda, Dupoin Futures menilai investor dapat mulai mengurangi eksposur safe haven sehingga momentum bullish emas berpotensi menjadi lebih terbatas.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek harga emas (XAUUSD) pada perdagangan hari ini masih cenderung bullish, meskipun terdapat sejumlah faktor yang dapat membuat pergerakan berlangsung mixed. Dari sisi teknikal, rejection pada support 4.637–4.616 dan konfirmasi Bullish Engulfing menjadi sinyal positif. Sementara itu, Dupoin Futures melihat penurunan harga minyak dan Treasury Yield sebagai katalis fundamental yang turut mendukung penguatan emas.

Dengan mempertimbangkan kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas berpeluang menguji area resistance 4.686 hingga 4.700. Area support 4.637–4.616 tetap menjadi zona penting yang perlu dipantau untuk melihat apakah buyer mampu mempertahankan struktur bullish. Selama harga masih mendapatkan respons positif di area tersebut, Dupoin Futures melihat peluang kenaikan XAUUSD masih terbuka. Namun, trader tetap perlu memperhatikan potensi profit taking serta perkembangan AS-Iran dan Selat Hormuz yang dapat mengubah sentimen pasar dengan cepat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

FUSION HOTEL GROUP UMUMKAN INTEGRASI BRAND AYOLA DAN ODUA DARI TOPOTELS HOTELS & RESORTS

Dengan bergabungnya Ayola dan Odua ke dalam keluarga Fusion, portofolio hotel midscale Fusion semakin kuat sekaligus memperluas jaringan dan kehadiran perusahaan di Indonesia.

Ho Chi Minh City, Vietnam, Agustus 2026 — Fusion Hotel Group secara resmi mengumumkan integrasi Ayola dan Odua, dua brand hotel midscale Indonesia yang sebelumnya berada di bawah naungan Topotels Hotels & Resorts, ke dalam portofolio regional Fusion Hotel Group yang terus berkembang.

Langkah strategis ini menjadi tonggak penting dalam ekspansi Fusion Hotel Group di kawasan Asia Tenggara sekaligus memperkuat komitmen perusahaan dalam menghadirkan pengalaman hospitality yang beragam, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan tamu.

Dengan integrasi ini, Fusion Hotel Group semakin memperkuat kehadirannya di Indonesia, salah satu pasar pariwisata dan perjalanan yang berkembang pesat di kawasan Asia Tenggara.

Memperkuat Portofolio Hospitality di Indonesia

Topotels Hotels & Resorts saat ini mengoperasikan tujuh hotel midscale di berbagai kota utama di Indonesia melalui brand Ayola dan Odua. Kedua brand tersebut menghadirkan pengalaman menginap yang nyaman dan bernilai bagi wisatawan bisnis maupun leisure.

Ayola dan Odua telah berkembang secara konsisten dalam portofolio Topotels Hotels & Resorts dan melayani tamu di berbagai destinasi, termasuk Jakarta, Bandung, Surabaya, serta sejumlah kota regional lainnya.

Dengan bergabungnya Ayola dan Odua ke dalam keluarga Fusion, portofolio hotel midscale Fusion semakin kuat sekaligus memperluas jaringan dan kehadiran perusahaan di Indonesia.

Ayola dan Odua Tetap Mempertahankan Identitas Brand

Sebagai bagian dari integrasi ini, Ayola dan Odua akan tetap beroperasi dengan identitas brand masing-masing. Di saat yang sama, kedua brand akan memperoleh manfaat dari pengalaman regional Fusion Hotel Group, termasuk dukungan pada aspek komersial, distribusi, dan operasional.

Para tamu dapat mengharapkan peningkatan konsistensi layanan, jaringan distribusi yang semakin luas, serta akses terhadap jaringan hotel dan resort Fusion Hotel Group yang terus berkembang di Vietnam, Thailand, dan Indonesia.

“Integrasi ini menandai babak baru yang menarik bagi Topotels. Bergabung dengan Fusion akan membuka peluang baru bagi bisnis kami, memungkinkan kami memberikan pengalaman yang lebih baik bagi para tamu sekaligus memberikan dukungan yang lebih kuat kepada para pemilik hotel. Kami yakin integrasi dengan Fusion akan membawa momentum baru bagi hotel dan tim kami,” ujar Willy Suderes, Chief Operating Officer Topotels Hotels & Resorts.

Sementara itu, Christopher Hur, Chief Executive Officer Fusion Hotel Group, menyampaikan antusiasmenya atas bergabungnya Topotels ke dalam jaringan Fusion.

“Kami sangat senang menyambut Topotels ke dalam keluarga Fusion. Akar kuat Topotels di Indonesia, yang dipadukan dengan pengalaman dan keahlian Fusion, akan membuka berbagai peluang baru di destinasi-destinasi utama di Indonesia. Kemitraan ini semakin memperkuat kehadiran regional kami sekaligus mendukung visi jangka panjang untuk terus berkembang di Asia Tenggara,” ungkap Christopher Hur.

Langkah Strategis Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan

Integrasi Ayola dan Odua merupakan bagian dari strategi jangka panjang Fusion Hotel Group dalam memperluas portofolio brand serta memperkuat kehadirannya di berbagai destinasi utama Asia Tenggara melalui kemitraan strategis dan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Dengan menggabungkan pengalaman dan kekuatan lokal Topotels dengan kapabilitas regional Fusion Hotel Group, integrasi ini diharapkan dapat menciptakan peluang baru bagi perkembangan brand, peningkatan pengalaman tamu, serta pertumbuhan bisnis di pasar Indonesia.

Tentang Fusion Hotel Group

Didirikan pada tahun 2008, Fusion Hotel Group merupakan platform hospitality yang berfokus pada wellness dengan 26 properti yang telah beroperasi dan 8 brand di Vietnam, Thailand, dan Indonesia.

Dikenal melalui konsep wellness dan lifestyle yang inovatif, Fusion Hotel Group memiliki kapabilitas hospitality secara menyeluruh, mulai dari pengembangan konsep dan penciptaan brand hingga pengelolaan operasional hotel.

Selain manajemen hotel, Fusion juga mengembangkan dan mengoperasikan branded residences, sebuah segmen hospitality yang terus berkembang di kawasan Asia Pasifik.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mahasiswa BINUS UNIVERSITY Christoffer Edbert Tembus Top 3 Clash of Champions Season 3, Jadi Satu-satunya Wakil PTS

Jakarta, 26 Agustus 2026 – Persaingan mahasiswa berprestasi dari berbagai universitas ternama di Indonesia dan dunia dalam Clash of Champions (CoC) Season 3 menghadirkan pencapaian membanggakan dari BINUS University. Christoffer Edbert, mahasiswa Computer Science, School of Computer Science, BINUS @Kemanggisan, berhasil menembus Top 3 Clash of Champions Season 3 dan menjadi satu-satunya mahasiswa dari perguruan tinggi swasta (PTS) yang mencapai posisi tersebut.

Di babak tiga besar, Christoffer bersaing dengan mahasiswa dari National University of Singapore (NUS) dan Universitas Indonesia (UI). Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa perguruan tinggi swasta Indonesia memiliki kapasitas dan daya saing untuk tampil bersama talenta akademik dari berbagai universitas terkemuka.

Bagi Christoffer, perjalanan tersebut tidak terlepas dari ketertarikannya terhadap dunia competitive programming, yang juga menjadi salah satu alasan dirinya memilih Computer Science BINUS University. Selama kuliah, ia terus mengembangkan kemampuannya melalui komunitas Jollybee dan berbagai kompetisi, termasuk International Collegiate Programming Contest (ICPC), kompetisi pemrograman tingkat mahasiswa yang menguji kemampuan algoritma, logika, dan problem-solving.

“Aku memilih Computer Science BINUS University karena BINUS University memiliki komunitas competitive programming yaitu Jollybee yang mendorong aku dalam karier competitive programming, khususnya dalam meraih prestasi di International Collegiate Programming Contest (ICPC). Meraih prestasi ICPC tentu saja mengubah hidupku dari segi pengetahuan dan juga kesempatan untuk aku bisa berkarya di bidang teknologi,” ujar Christoffer.

Selama menjalani perkuliahan di BINUS @Kemanggisan, Christoffer mengasah kemampuan berpikir logis dan problem-solving melalui berbagai pembelajaran, terutama Competitive Programming dan Matematika Diskret. Kemampuan tersebut ternyata tidak hanya relevan dalam bidang Computer Science maupun kompetisi programming, tetapi juga ia gunakan saat menghadapi berbagai challenge di Clash of Champions.

Menurut Christoffer, kemampuan kombinatorik yang dipelajarinya dalam Matematika Diskret cukup terpakai ketika menghadapi Coin Royale pada babak Top 8. Sementara kemampuan menemukan pola dan menyelesaikan persoalan yang terus diasah melalui competitive programming membantunya dalam berbagai tantangan lain, termasuk Cerebral Race pada babak Top 10.

“Menurut aku pembelajaran competitive programming dan matematika diskret yang paling membantu. Kemampuan kombinatorik cukup terpakai waktu game Coin Royale. Kemampuan problem solving di competitive programming serta soal-soal seperti tes IQ yang menemukan pola juga terpakai di berbagai games seperti Cerebral Race,” jelasnya.

Pengalaman tersebut sekaligus mencerminkan karakter BINUS @Kemanggisan sebagai Digital Technology Campus, yang mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami teknologi secara akademik, tetapi juga mengembangkan kemampuan problem-solving, inovasi, dan daya saing melalui berbagai pengalaman belajar dan kompetisi.

Ekosistem tersebut juga menjadi bagian penting dalam perjalanan Christoffer. Ia menyebut komunitas Jollybee, pelatihan competitive programming, serta pengalaman mengikuti ICPC sebagai ruang yang membantunya terus berkembang. Christoffer juga menyebut Albert Yulius Ramahalim, Joceline Araki, serta Maximilianus Maria Kolbe atau Coach Lie sebagai beberapa sosok yang memberikan dukungan selama perjalanan akademik dan competitive programming-nya.

Selain melalui komunitas dan pendampingan, BINUS University juga memberikan dukungan dalam bentuk training camp OCPC, serta akomodasi transportasi dan hotel untuk kebutuhan kompetisi ICPC. Dukungan tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan mahasiswa agar dapat terus menguji kemampuan dan memperluas pengalaman di luar ruang kelas.

Namun, perjalanan di Clash of Champions tidak hanya mengandalkan kemampuan akademik. Christoffer menyebut stamina dan mental sebagai dua tantangan terbesar selama mengikuti kompetisi. Untuk mengatasinya, ia berusaha menjaga disiplin, berdoa, serta memanfaatkan setiap kesempatan untuk beristirahat di tengah rangkaian kompetisi yang intens.

Sebelum mengikuti Clash of Champions, Christoffer juga telah menyelesaikan seluruh kewajiban akademiknya di BINUS University, termasuk skripsi. Hal tersebut membuatnya dapat memberikan fokus lebih besar terhadap kompetisi. Di luar CoC, ia tetap aktif mengajar Olimpiade Informatika untuk siswa SMA, yang sekaligus menjadi salah satu caranya untuk terus mempertahankan kemampuan berpikir dan problem-solving.

Perjalanan Christoffer menjadi salah satu contoh bagaimana pembelajaran dan ekosistem di BINUS @Kemanggisan sebagai Digital Technology Campus dapat mendorong mahasiswa untuk berkembang menjadi talenta teknologi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan, berpikir kritis, dan menyelesaikan berbagai tantangan.

Pencapaian tersebut juga sejalan dengan posisi BINUS University sebagai universitas swasta No. 1 di Indonesia versi QS World University Rankings 2027, sekaligus memperkuat komitmen BINUS University dalam mempersiapkan mahasiswa agar memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global.

Usai menyelesaikan perjalanan di Clash of Champions, Christoffer ingin melanjutkan langkahnya dengan bekerja di perusahaan teknologi terbaik, khususnya di bidang High Frequency Trading, sembari mempertimbangkan peluang melanjutkan studi maupun membangun perusahaan sendiri. Ia juga ingin tetap mengajar Olimpiade Informatika sebagai bagian dari upayanya untuk terus belajar dan berbagi pengetahuan.

Bagi mahasiswa dan generasi muda yang sedang mempersiapkan masa depannya, Christoffer menitipkan pesan mengenai pentingnya menggunakan waktu dan kesempatan yang dimiliki dengan sebaik-baiknya.

“Hidup adalah pilihan. Arah hidupmu ditentukan dari situ. Buat generasi muda, saran dari aku, kalian isi waktu hidupmu untuk banyak belajar dan bekerja untuk masa depan. Kurangi waktu untuk aktivitas sia-sia. Waktu tidak bisa kembali, gunakan waktu dengan baik,” pesan Christoffer.

Perjalanan Christoffer dari Computer Science BINUS University di BINUS @Kemanggisan hingga berhasil menembus Top 3 Clash of Champions Season 3 menunjukkan bagaimana lingkungan pembelajaran berbasis teknologi, kesempatan untuk terus mengasah kemampuan, serta konsistensi dalam belajar dapat menjadi bekal mahasiswa untuk berkembang dan bersaing di panggung yang lebih luas.

Melalui BINUS @Kemanggisan sebagai Digital Technology Campus, BINUS University berharap semakin banyak mahasiswa dapat mengembangkan potensi, menghasilkan inovasi, serta membawa kemampuan yang diperoleh selama perkuliahan untuk menciptakan kontribusi nyata bagi masyarakat dan industri di masa depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tidak Hanya WhatsApp, Barantum Hadirkan AI Agent untuk Semua Channel

Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order.

Pelanggan kini dapat menghubungi bisnis melalui berbagai channel. Selain WhatsApp, mereka juga bisa datang melalui Instagram, website, marketplace, email, dan platform lainnya.

Di saat yang sama, pelanggan semakin mengharapkan respons yang cepat. AI Agent menjadi salah satu teknologi yang membantu bisnis menangani pertanyaan dan interaksi pelanggan secara otomatis. Namun, manfaatnya akan lebih terbatas jika AI hanya tersedia di satu channel.

AI Agent yang Hanya Bekerja di Satu Channel Membatasi Layanan Pelanggan

WhatsApp memang menjadi salah satu channel komunikasi yang banyak digunakan bisnis. Namun, pelanggan tidak selalu memilih platform yang sama untuk berinteraksi.

Sebagian pelanggan mungkin mengirim pertanyaan melalui Instagram. Pelanggan lain bisa datang melalui website atau marketplace. Jika AI Agent hanya tersedia di WhatsApp, pertanyaan dari channel lain tetap harus ditangani secara manual oleh tim customer service.

Akibatnya, tim perlu memantau beberapa platform sekaligus. Mereka juga harus memastikan setiap pertanyaan mendapatkan respons dan tidak ada percakapan yang terlewat.

Masalah ini semakin terasa ketika jumlah pelanggan dan channel terus bertambah. Semakin banyak platform yang harus dipantau, semakin besar pula pekerjaan manual yang harus dilakukan tim.

AI Agent Omnichannel Memperluas Otomatisasi Customer Service

AI Agent omnichannel memungkinkan otomatisasi digunakan di berbagai channel komunikasi. Pelanggan dapat memperoleh respons melalui platform yang mereka gunakan tanpa harus berpindah ke channel tertentu.

Pendekatan ini dapat membantu bisnis dalam beberapa kebutuhan customer service, seperti:

● Menjawab pertanyaan umum, sehingga pelanggan tidak perlu selalu menunggu bantuan dari agent.

● Menangani pertanyaan berulang, agar tim dapat mengurangi pekerjaan yang bersifat repetitif.

● Memberikan respons yang konsisten, berdasarkan informasi dan knowledge base yang telah disiapkan.

● Melayani pelanggan 24/7 di luar jam kerja, sehingga pertanyaan tetap mendapatkan respons awal ketika tim tidak tersedia.

● Meneruskan percakapan ke tim, jika pelanggan membutuhkan bantuan atau keputusan dari agent manusia.

Dengan begitu, AI Agent tidak hanya berfungsi sebagai chatbot. Teknologi ini dapat menjadi bagian dari alur customer service yang membantu bisnis merespons pelanggan lebih cepat tanpa menghilangkan peran tim.

Barantum Hadirkan AI Agent untuk Semua Channel

Barantum adalah solusi aplikasi CRM, Omnichannel, Broadcast, AI Agent, dan Call Center berbasis cloud asal Indonesia yang membantu bisnis mengelola penjualan, komunikasi pelanggan, dan layanan pelanggan dalam satu platform.

Barantum telah dipercaya oleh lebih dari 5.000 bisnis di Indonesia dari berbagai industri, mulai dari ritel, pendidikan, logistik, keuangan, kesehatan, hingga jasa profesional.

Melalui AI Agent Barantum, bisnis dapat mengotomatisasi interaksi pelanggan berdasarkan informasi dan kebutuhan bisnis. AI Agent dapat dilatih menggunakan knowledge base sehingga respons yang diberikan dapat disesuaikan dengan informasi dan konteks bisnis.

Yang membuatnya relevan untuk kebutuhan omnichannel adalah dukungan terhadap berbagai channel komunikasi. AI Agent Barantum tidak hanya berfokus pada WhatsApp, tetapi dapat digunakan pada:

● WhatsApp

● Instagram

● Facebook

● Line

● Telegram

● TikTok

● Live Chat

● Marketplace (Shopee, Tokopedia, TikTok Shop) 

Dengan dukungan tersebut, bisnis dapat menerapkan otomatisasi di lebih banyak titik komunikasi. Pelanggan tetap dapat menggunakan channel yang biasa mereka gunakan, sementara bisnis tidak perlu membatasi penggunaan AI Agent pada satu platform.

Jika bisnis ingin memberikan layanan pelanggan yang lebih cepat tanpa terbatas pada satu channel, Barantum hadir sebagai solusi AI Agent omnichannel untuk membantu mengelola interaksi pelanggan secara lebih terintegrasi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Semarak Merah Putih Kemerdekaan BRI Region 6, Warga Pasar Malaka Rorotan Antusias Ikuti Lomba 17-an

Suasana meriah dan penuh keceriaan mewarnai kegiatan Semarak Merah Putih yang digelar BRI Region 6 di Pasar Malaka Rorotan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Warga sekitar tampak antusias mengikuti berbagai perlombaan khas 17 Agustus yang disiapkan untuk memeriahkan momentum kemerdekaan.

Berbagai lomba tradisional menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Warga dari berbagai kalangan turut berpartisipasi dengan penuh semangat, mulai dari mengikuti perlombaan hingga memberikan dukungan kepada peserta lainnya. Gelak tawa dan sorak-sorai warga membuat suasana Pasar Malaka Rorotan semakin semarak.

Tidak hanya menjadi hiburan, berbagai perlombaan tersebut juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi dan membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat. Nilai-nilai sportivitas, gotong royong, kekompakan, dan pantang menyerah yang hadir dalam setiap perlombaan menjadi cerminan semangat perjuangan dalam mengisi kemerdekaan.

Antusiasme warga menjadi bukti bahwa perayaan HUT ke-81 RI dapat menjadi momentum untuk menyatukan masyarakat dalam suasana penuh kegembiraan. Kehadiran BRI Region 6 di tengah masyarakat melalui Semarak Merah Putih juga menjadi bentuk komitmen untuk terus membangun kedekatan dan memberikan pengalaman positif bagi lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan ini, BRI Region 6 mengajak masyarakat untuk memaknai kemerdekaan dengan semangat persatuan, kebersamaan, dan gotong royong. Semarak Merah Putih di Pasar Malaka Rorotan pun menjadi perayaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga penuh makna dalam memperkuat semangat “Bangga Menjadi Indonesia.”

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

GKR Bendara : Ngopi Bareng PUTRI DIY Jadi Road to JCWF 2026

“Ngopi Bareng PUTRI DIY” menjadi ruang dialog dan konsolidasi pelaku pariwisata DIY untuk membicarakan bagaimana kolaborasi tidak berhenti pada forum, tetapi harus berujung pada aksi, produk wisata, dan pasar.

Pertemuan ini dikaitkan dengan Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2026 yang akan digelar 6–8 November 2026. Festival yang diinisiasi GKR Bendara tersebut diharapkan bukan sekadar agenda budaya dan wellness, tetapi menjadi bagian dari strategi memperkuat ekosistem, promosi, serta pemasaran pariwisata Yogyakarta.

Salah satu poin penting yang disoroti adalah promosi pariwisata harus menghasilkan kunjungan dan dampak ekonomi. Sekretaris Umum DPD PUTRI DIY, Agus Budi Rachmanto, menekankan bahwa promosi tidak cukup hanya menghasilkan konten atau kampanye digital. Produk harus jelas, target pasar harus tepat, akses pembelian mudah, dan pengalaman wisatawan harus berkualitas.

JCWF 2026 dinilai memiliki peluang untuk mempertemukan budaya, wellness, destinasi, pelaku industri, komunitas, dan pasar. Konsep cultural wellness juga dapat menjadi pembeda bagi Yogyakarta dengan mengolah budaya, tradisi, seni, kuliner, alam, komunitas, dan filosofi kehidupan menjadi pengalaman wisata yang bermakna.

Yogyakarta, Voicejogja.com — Setelah forum koordinasi pariwisata selesai, satu pertanyaan penting justru baru dimulai: lalu apa? Kesepakatan, kolaborasi, dan strategi tidak boleh berhenti menjadi dokumen atau seremoni. Pada akhirnya, seluruh ekosistem pariwisata harus bertemu dengan satu ruang paling nyata: pasar.

Semangat membangun ekosistem sekaligus memperkuat peran pelaku industri inilah yang juga menjadi bagian dari gerakan NGOPI, NGOBROL BARENG PUTRI, sebagai ruang dialog, konsolidasi, dan pertukaran gagasan para pelaku usaha pariwisata menuju penguatan organisasi dan industri pariwisata DIY.

Dari ruang obrolan, lahir gagasan. Dari gagasan, dibangun kolaborasi. Dan dari kolaborasi, harus lahir aksi nyata yang mampu menjawab kebutuhan pasar.

Baca Juga : Pariwisata Berubah! DPD PUTRI DIY–Lampung Bahas Strategi Baru Pengalaman Wisatawan

Semangat itulah yang menjadi relevan dengan hadirnya Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2026, yang akan digelar pada 6–8 November 2026.

Festival ini diinisiasi oleh GKR Bendara dan diharapkan tidak sekadar menjadi agenda budaya dan wellness, tetapi bagian dari strategi lebih besar dalam memperkuat ekosistem, promosi, dan pemasaran pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.

DARI NGOPI, KONSOLIDASI, HINGGA PASAR

NGOPI — NGOBROL BARENG PUTRI dapat menjadi ruang untuk mempertemukan suara pelaku usaha, organisasi, pemerintah, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan pariwisata. Sebab industri pariwisata tidak bisa dibangun oleh satu pihak.

Destinasi membutuhkan promosi, Promosi membutuhkan produk, Produk membutuhkan pelaku usaha, Pelaku usaha membutuhkan pasar dan pasar membutuhkan pengalaman wisata yang berkualitas. Rantai inilah yang harus terus diperkuat.

Karena itu, forum-forum dialog seperti NGOPI tidak boleh berhenti sebagai ruang diskusi. Ia harus menjadi pintu menuju konsolidasi dan eksekusi.

Baca Juga : Mengelola Destinasi Wisata DIY ala Agus Budi Rachmanto: Filosofi Pohon Kehidupan untuk Pariwisata Berkelanjutan

DARI BAHASA FORUM KE BAHASA PASAR

Tantangan terbesar pariwisata DIY ke depan bukan hanya bagaimana membuat destinasi semakin dikenal, tetapi bagaimana mengubah perhatian menjadi kunjungan dan kunjungan menjadi dampak ekonomi.

Sekretaris Umum DPD Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) DIY, Agus Budi Rachmanto, menempatkan perspektif industri sebagai bagian penting dalam ekosistem tersebut.

Bagi pelaku usaha, promosi tidak berhenti pada jumlah konten, tayangan, atau kampanye digital. Promosi harus berujung pada pasar.

Apa yang dijual? Siapa targetnya? Bagaimana wisatawan membeli? Bagaimana pengalaman mereka? Dan apakah mereka kembali?

Pertanyaan-pertanyaan inilah yang harus semakin kuat dalam strategi promosi pariwisata DIY.

Pasar tidak mengenal seremoni.

Wisatawan tidak datang karena banyaknya forum yang digelar. Mereka datang karena ada alasan yang kuat untuk memilih sebuah destinasi.

Mereka membandingkan harga, aksesibilitas, pengalaman, pelayanan, ulasan wisatawan, hingga konten media sosial sebelum mengambil keputusan. Karena itu, promosi yang hebat harus ditopang ekosistem yang benar-benar siap.

JCWF 2026: DARI PROMOSI MENUJU KONVERSI

Di titik inilah JCWF 2026 memiliki peluang strategis,  Festival tidak cukup hanya menjadi panggung untuk memperkenalkan cultural wellness. Ia harus mampu mempertemukan budaya, wellness, destinasi, industri pariwisata, komunitas, pelaku usaha, dan pasar dalam satu ekosistem.

Budaya harus bisa menjadi produk, Produk harus bisa menjadi paket pengalaman, Paket harus bisa dipasarkan, Dan pemasaran harus menghasilkan kunjungan.

Konsep cultural wellness juga memberikan ruang bagi Yogyakarta untuk menawarkan sesuatu yang berbeda. Bukan sekadar tempat untuk dikunjungi, tetapi pengalaman yang memiliki makna.

Budaya yang hidup, tradisi, seni, kuliner, alam, komunitas, hingga filosofi kehidupan dapat dikembangkan menjadi pengalaman wisata yang relevan dengan kebutuhan wisatawan masa kini.

Dalam konteks tersebut, gagasan GKR Bendara melalui JCWF 2026 dapat menjadi salah satu pintu untuk memperkuat positioning Yogyakarta sebagai destinasi cultural wellness yang memiliki karakter dan identitas kuat.

POTENSI BESAR, TANTANGAN LEBIH BESAR

Yogyakarta memiliki modal yang sangat kuat: budaya, kreativitas, destinasi, keramahan, komunitas, serta konektivitas internasional melalui YIA, Namun modal bukan kemenangan. Potensi tidak otomatis menjadi pasar.

Diperlukan strategi promosi yang mampu membaca perilaku wisatawan, memilih target pasar, mengemas produk, membangun kolaborasi, dan memastikan pengalaman yang dijanjikan benar-benar sesuai dengan kenyataan.

Karena promosi pada dasarnya adalah sebuah janji.

Ketika Yogyakarta mengatakan dirinya menawarkan pengalaman budaya dan wellness, maka wisatawan harus menemukan pengalaman tersebut ketika mereka tiba, di sinilah ekosistem dan promosi tidak boleh berjalan sendiri-sendiri.

MOMENTUM 6–8 NOVEMBER 2026

JCWF 2026 pada 6–8 November 2026 karenanya dapat menjadi lebih dari sekadar festival. Ia dapat menjadi ruang pembuktian. Apakah destinasi sudah siap? Apakah produk sudah siap dijual? Apakah pelaku usaha sudah terhubung? Apakah konektivitas YIA sudah diterjemahkan menjadi paket perjalanan?

Dan yang paling penting: Apakah strategi promosi tersebut benar-benar menghasilkan pasar? Dari sinilah perjalanan baru pariwisata DIY harus dimulai.

Dari NGOPI menuju kolaborasi, Dari ekosistem menuju pasar, Dari kolaborasi menuju eksekusi, Dari promosi menuju konversi, Dan dari potensi Yogyakarta menuju pengalaman wisata yang benar-benar dipilih oleh dunia. Karena pada akhirnya, pasar tidak menunggu siapa pun. Pasar memilih mereka yang paling siap.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES