PLUS Bunganya dari neobank Plus: Bunga Deposito WOW hingga 7,25% per Tahun

Menyimpan dana dapat menjadi bagian dari perencanaan keuangan, terutama ketika ada kebutuhan yang ingin dipersiapkan dalam jangka waktu tertentu. Selain mempertimbangkan nominal dana yang disimpan, memilih produk simpanan juga perlu memperhatikan suku bunga, tenor, serta ketentuan pencairannya.

Melalui neobank Plus, nasabah bisa menemukan penawaran bunga promo untuk Deposito WOW. Pada periode 1–31 Oktober 2026, bunga promo yang ditawarkan mencapai 7,25% per tahun untuk tenor enam bulan. Penawaran ini menjadi bagian dari PLUS Bunganya, salah satu kategori benefit dalam rangkaian promo akhir tahun neobank.

Berapa Bunga Promo Deposito WOW di neobank Plus?

Deposito WOW menawarkan beberapa pilihan tenor dengan tingkat bunga promo yang berbeda selama periode yang ditentukan. Berikut rinciannya untuk periode 1–31 Oktober 2026:

Tenor 1 bulan: bunga promo 6,00% per tahun

Tenor 3 bulan: bunga promo 6,75% per tahun

Tenor 6 bulan: bunga promo 7,25% per tahun

Dari ketiga pilihan tersebut, bunga promo tertinggi tersedia untuk tenor enam bulan. Nasabah dapat mempertimbangkan pilihan tenor berdasarkan kebutuhan penggunaan dana dan jangka waktu penyimpanan yang direncanakan.

Perlu diingat bahwa angka tersebut merupakan tingkat bunga promo tahunan, bukan berarti nasabah memperoleh persentase yang sama sebagai hasil untuk seluruh periode tenor. Hasil simpanan juga dapat dipengaruhi oleh nominal penempatan, jangka waktu, pajak, dan ketentuan produk yang berlaku.

Memilih Tenor Deposito Sesuai Kebutuhan

Sebelum menempatkan dana dalam deposito, penting untuk mempertimbangkan kapan dana tersebut mungkin dibutuhkan kembali. Setiap pilihan tenor memiliki jangka waktu yang berbeda, sehingga sebaiknya disesuaikan dengan rencana keuangan.

Tenor 1 bulan dapat dipertimbangkan oleh nasabah yang menginginkan periode penyimpanan lebih singkat. Sementara itu, tenor 3 bulan menawarkan pilihan jangka menengah, sedangkan tenor 6 bulan memiliki periode penyimpanan lebih panjang dan menawarkan bunga promo tertinggi dalam program ini.

Pilihan tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan likuiditas. Dana yang mungkin diperlukan untuk kebutuhan mendesak sebaiknya tidak ditempatkan tanpa mempertimbangkan ketentuan pencairan deposito.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membuka Deposito

Selain membandingkan bunga deposito, ada beberapa hal yang perlu diperiksa sebelum melakukan penempatan dana.

1. Pastikan periode promo masih berlaku dan tingkat bunga sesuai dengan tenor yang dipilih.

2. Pahami ketentuan penempatan serta pencairan dana, termasuk konsekuensi jika deposito dicairkan sebelum jatuh tempo. 

3. Perhatikan pajak dan ketentuan lain yang dapat memengaruhi hasil simpanan.

Nasabah juga perlu memperhatikan ketentuan penjaminan simpanan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Penjaminan berlaku sesuai persyaratan LPS, termasuk ketentuan mengenai tingkat bunga penjaminan dan batas maksimum simpanan yang dijamin.

Mengenal Promo neobank PLUS Bunganya 

neobank PLUS Bunganya merupakan rangkaian benefit dan promo akhir tahun di neobank dari Bank Neo Commerce yang mencakup manfaat untuk transaksi sehari-hari, diskon, bunga promo, dan cashback melalui program tertentu.

Melalui penawaran Deposito WOW, nasabah dapat mempertimbangkan pilihan tenor dengan bunga promo sesuai kebutuhan dan rencana penyimpanan dana. Sebelum menempatkan dana, pastikan membaca informasi produk, Ringkasan Informasi Produk dan Layanan (RIPLAY), serta syarat dan ketentuan promo yang berlaku.

***

Fitur, biaya, dan ketentuan produk dapat berubah sesuai kebijakan masing-masing penyedia layanan. Nasabah disarankan membaca Ringkasan Informasi Produk dan Layanan (RIPLAY) sebelum membuka deposito. 

*Perhatikan tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Simpanan dengan bunga melebihi tingkat bunga penjaminan tidak dijamin oleh LPS. Tingkat bunga penjaminan LPS sampai 31 Januari 2027 adalah 3,75% per tahun.

Jika ingin mempelajari promo neobank PLUS, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store. Cek info lebih lanjut dan terbaru di link https://s.id/depositowowplus atau di website resmi Bank Neo Commerce.  

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pendapatan Wisata dan Anggaran Ekologis Bantu 300 Anak di Desa Tukamasea Bersekolah

Sepanjang 2021–2025, sebanyak 300 anak dari keluarga kurang mampu di Desa Tukamasea, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, menerima bantuan pendidikan dari pendapatan desa. Dana itu berasal dari Pendapatan Asli Desa (PADes) sektor wisata, terutama dari Wisata Dolli Bungaeja, kawasan pemandian dan wisata alam yang dikelola desa di kaki Gunung Karst Dolli sejak 2019. Kelompok Baca Anggaran (KBA) Tukamasea, kelompok warga yang dipimpin perempuan, mendorong agar pendapatan wisata itu dialokasikan untuk beasiswa. Pada Minggu (18/10), Duta Besar Inggris untuk Indonesia, H.E. Dominic Jermey CVO OBE, mengunjungi Tukamasea untuk melihat cerita inspiratif ini. Kunjungan ini bagian dari program SETAPAK 4, yang didanai Pemerintah Inggris melalui Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO) dan dijalankan The Asia Foundation (TAF) bersama Pilar Nusantara (PINUS) Sulawesi Selatan dan Tim Layanan Kehutanan Masyarakat (TLKM).

Tukamasea punya bentang alam karst dan sumber air alami yang melimpah, tetapi rentan rusak. Karena itu, desa perlu menjaga keseimbangan antara kelestarian lingkungan dan pengembangan ekonomi warga. Sepanjang 2021–2026, PINUS Sulawesi Selatan mendampingi KBA bersama Pemerintah Desa Tukamasea, Pemkab Maros, kelompok perempuan, dan pemuda. Anggota KBA belajar membaca dan mengawal dokumen perencanaan desa, yaitu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes), Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes), dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), agar memuat kebutuhan lingkungan dan kelompok rentan. Pengelolaan kawasan wisata ini memberi warga pilihan mata pencaharian selain bekerja di industri semen (tambang), yang umum ditemui di wilayah karst.

Hasilnya terlihat di anggaran. Pada 2022, Desa Tukamasea mengalokasikan Rp200 juta dari Dana Desa untuk pembangunan ramah lingkungan, salah satunya pengembangan kawasan pemandian Dolli Bungaeja. Desa juga menerima insentif Transfer Anggaran Kabupaten berbasis Ekologi (TAKE) sebesar Rp110 juta pada 2022 dan Rp62 juta pada 2023, yang dipakai untuk memperbaiki jalan, membangun jembatan, dan menata kawasan wisata. KBA ikut mendorong agar dana TAKE itu dialokasikan ke kawasan Dolli. Pemerintah desa kini mempublikasikan APBDes dan merevisi alokasi anggaran agar lebih berpihak pada kelompok rentan, perempuan, dan lingkungan. Pada tahun anggaran 2024, KBA ikut mengawal indikator ekologi dan gender dalam perencanaan desa. Pendapatan desa Tukamasea mencapai Rp1,5 miliar pada 2021–2023, tertinggi di Kabupaten Maros.

Kabupaten Maros menerapkan TAKE sejak 2022. Lewat skema ini, Alokasi Dana Desa diberikan berdasarkan Indeks Kinerja Desa yang menilai empat hal: perlindungan lingkungan, ketahanan bencana, pengelolaan anggaran yang responsif gender, dan pemerataan pembangunan desa. Sepanjang 2022–2025, Pemkab Maros menyalurkan Rp11.478.041.433 kepada 40 dari 80 desa di 14 kecamatan melalui skema ini. Pada 2026, Bupati Maros melanjutkan skema ini dan menyalurkan Rp1.095.408.460 kepada 40 desa berdasarkan Peraturan Bupati Maros Nomor 36 Tahun 2025. Indikator penilaiannya kini diperbarui menjadi kinerja tata kelola desa, kinerja pembangunan desa yang responsif gender, kinerja ekonomi, dan kinerja lingkungan.

“Kelompok Baca Anggaran adalah upaya warga untuk terlibat secara partisipatif dalam perencanaan, penganggaran, dan pembangunan desa. Di Tukamasea, kita melihat hasilnya: anggaran publik memberi insentif bagi desa yang menjaga lingkungannya. Ketika perempuan aktif menyusun dan mengawasi anggaran, warga merasakan dampaknya secara nyata, mulai dari lapangan kerja di sektor pariwisata hingga beasiswa untuk anak-anak desa. Skema ini telah direplikasi di beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan dan terus kami dorong di wilayah lain,” ujar Director, Environmental Governance, The Asia Foundation Indonesia, Frans Siahaan.

Pendekatan yang sama kini meluas. Kabupaten Jeneponto telah menetapkan Peraturan Bupati Jeneponto Nomor 3 Tahun 2025 tentang tata cara pengalokasian, penyaluran, dan pencairan Alokasi Dana Desa tahun anggaran 2025. Rancangan Peraturan Bupati Barru tentang Alokasi Dana Desa Berbasis Kinerja (ADD Kinerja) sedang diharmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dan ditargetkan terbit pada 2026. PINUS Sulsel juga telah membuat kesepakatan penerapan TAKE dengan Kabupaten Sinjai dan memantau penerapan TAKE di Kota Parepare.

Selain anggaran desa, SETAPAK 4 mendampingi masyarakat mengelola hutan secara legal melalui perhutanan sosial. Kabupaten Maros memiliki kawasan hutan sekitar 60.000 hektare atau 40 persen dari luas wilayahnya. Di seluruh kabupaten, sebanyak 37 persetujuan pengelolaan perhutanan sosial seluas 5.800 hektare telah terbit di 19 desa dan kelurahan, dengan 45 kelompok usaha terbentuk. TLKM mendorong agar dokumen Pengembangan Kawasan Terpadu (Integrated Area Development, IAD) di Maros dan Enrekang memperhatikan kebutuhan perempuan, dan IAD Maros kini masuk ke rencana pembangunan daerah. Kedua mitra juga merehabilitasi hutan dan lahan: PINUS Sulsel 50 hektare dari target 85 hektare, dan TLKM 111 hektare dari target 300 hektare.

Salah satu kelompok usaha itu adalah Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Aren Jaya di Desa Bontomanurung, Kecamatan Tompobulu. Kelompok perempuan di desa ini mengelola 96 hektare hutan kemasyarakatan yang izinnya terbit pada 2019. Anggota KUPS ini 26 perempuan yang mengolah nira aren menjadi gula aren batok, gula semut, dan gula cetak. Kelompok ini menjual 100–150 kilogram per bulan dengan omzet Rp4–5 juta. Dengan pendampingan PINUS Sulsel, mereka bermitra dengan Perusda Maros, Aren Sulawesi, dan eksportir PT Golata Healthy Brand. Gula aren mereka telah dikirim ke Korea Selatan sebanyak 5 ton pada 2023, ke Inggris sebanyak 3 ton pada 2024, dan sejak 2025 ke Dubai sekitar 500 kilogram per bulan lewat pesawat.

Perempuan Bontomanurung juga menjaga hutannya. Women Forest Defenders (WFD) Kabupaten Maros dibentuk pada 2024 lewat program SETAPAK. Anggotanya dilatih memetakan dan memantau hutan dengan aplikasi seperti Avenza, SW Map, Forest Watcher, dan SMART Patrol, serta pelatihan paralegal. Menurut kelompok ini, patroli mereka ikut menekan potensi kebakaran hutan dalam dua tahun terakhir. Tantangan masih ada, termasuk keraguan sebagian warga terhadap kemampuan perempuan mengawasi hutan.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, mengatakan: “Sulawesi Selatan merupakan rumah bagi inovasi, warisan budaya, dan kepemimpinan masyarakat. Dari para peneliti dan akademisi yang mengembangkan dan mengimplementasikan solusi rendah karbon, perempuan yang berwirausaha serta membangun usaha baru, hingga komunitas yang melindungi lingkungan alam mereka, saya melihat berbagai contoh inspiratif tentang bagaimana aksi lokal dapat menciptakan dampak nyata. Inggris bangga bermitra dengan Sulawesi Selatan dalam mewujudkan masa depan yang lebih hijau, lebih inklusif, dan lebih sejahtera.”

Langkah berikutnya ada di tangan pemerintah daerah. Insentif TAKE perlu terus dianggarkan setiap tahun agar desa punya alasan untuk menjaga lingkungannya. Bagi daerah lain di Sulawesi Selatan, Tukamasea menunjukkan bahwa anggaran berbasis ekologi bisa dirasakan langsung oleh warga, terutama perempuan dan anak-anak desa.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bayi Orangutan yang Diselamatkan di India Dipulangkan ke Indonesia, Lima Lainnya Menyusul

MEDAN — Seekor bayi orangutan asal Sumatra yang diselamatkan di India pada November 2024 telah dipulangkan ke Indonesia melalui koordinasi antara lembaga perlindungan satwa liar dan otoritas pengelola Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) India dan Indonesia. Orangutan tersebut tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Medan, Sumatra Utara, pada Senin (19/10/2026), menandai langkah penting dalam kerja sama konservasi satwa liar antara kedua negara. 

Upacara serah terima diselenggarakan oleh Kementerian Kehutanan Indonesia dan dihadiri oleh pejabat Konsulat Jenderal India di Medan. Selama berada di India, orangutan tersebut menerima perawatan dokter hewan dan fasilitas habitat yang sesuai di bawah pengawasan otoritas satwa liar India.

Sebagai bentuk kerja sama bilateral, Pemerintah India juga membebaskan seluruh biaya historis yang timbul selama perawatan dan pemeliharaan orangutan tersebut sebelum dipulangkan. Keberhasilan pemulangan ini mencerminkan komitmen bersama India dan Indonesia untuk melindungi spesies yang terancam punah serta memperkuat upaya konservasi satwa liar lintas negara.

Lima Orangutan Lainnya Menunggu Pemulangan

Upaya pemulangan juga tengah dilakukan terhadap lima orangutan muda lainnya yang diselamatkan di Odisha, India, pada September 2026. Saat ini, kelima orangutan tersebut berada di Nandankanan Zoological Park di Bhubaneswar, Odisha, untuk mendapatkan perawatan dokter hewan dan perlindungan yang diperlukan.

Pemulangan mereka masih menunggu konfirmasi spesies dan asal-usul, serta penyelesaian prosedur dan persyaratan yang berlaku. Untuk mendukung proses tersebut, Kedutaan Besar India di Jakarta memfasilitasi kunjungan para ahli satwa liar Indonesia dari Kementerian Kehutanan ke India pada November 2026.

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara kedua negara sekaligus mendukung persiapan pemulangan kelima orangutan tersebut ke Indonesia.

Memperkuat Kerjasama Konservasi India-Indonesia

Keberhasilan pemulangan orangutan ini menegaskan pentingnya kerja sama bilateral dalam melindungi satwa liar yang terancam punah. Melalui koordinasi antar lembaga pemerintah dan otoritas satwa liar, India dan Indonesia menunjukkan komitmen bersama terhadap kesejahteraan satwa dan pelestarian keanekaragaman hayati.

Dengan lima orangutan lainnya yang berpotensi segera dipulangkan, kedua negara terus berupaya memastikan bahwa proses repatriasi satwa liar dilaksanakan sesuai dengan peraturan dan protokol konservasi yang berlaku.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Branch Office Klaten Hadirkan Kemudahan Transaksi QRIS di Rindu Farm Wisata Petik Melon

Ibu Ibnu pemilik Rindu Farm usaha wisata petik melon yang merupakan salah satu nasabah BRI Branch Office Klaten

Klaten, Oktober 2026 — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Branch Office Klaten terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pemanfaatan layanan keuangan digital. Salah satu implementasinya hadir di Rindu Farm, usaha wisata petik melon milik nasabah BRI yang berlokasi di Tambong Wetan, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, yang kini memanfaatkan QRIS BRI sebagai metode pembayaran bagi pengunjung.

Rindu Farm merupakan usaha milik Ibu Ibnu yang menawarkan pengalaman wisata petik melon secara langsung. Pengunjung dapat memilih dan memetik melon sendiri, kemudian hasil petikan ditimbang untuk menentukan total pembayaran. Dengan menggunakan QRIS BRI, proses pembayaran menjadi lebih praktis tanpa perlu menyiapkan uang tunai maupun uang kembalian.

Layanan QRIS BRI di Rindu Farm difasilitasi melalui BRI Unit Klaten Kota yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari lokasi usaha. Kehadiran layanan ini menjadi bagian dari upaya BRI Branch Office Klaten dalam mendampingi nasabah UMKM agar dapat memanfaatkan teknologi pembayaran digital sesuai kebutuhan usaha.

Dengan harga melon sebesar Rp25.000 per kilogram dan berat melon yang umumnya berkisar antara 1 hingga 2,5 kilogram, pembayaran digital memberikan kemudahan bagi pengunjung dalam menyelesaikan transaksi sesuai berat hasil petikan. QRIS BRI dapat digunakan melalui aplikasi BRImo maupun aplikasi pembayaran lain yang mendukung QRIS, sehingga pelanggan memiliki fleksibilitas dalam memilih sumber dana pembayaran.

Pemanfaatan QRIS juga membantu pemilik usaha mengurangi kebutuhan uang tunai dan menyediakan uang pecahan kecil untuk kembalian. Sementara itu, bagi pelanggan yang melakukan pembelian secara daring, pembayaran dapat dilakukan melalui transfer ke rekening BRI sesuai mekanisme transaksi yang disepakati.

Branch Office Head BRI Klaten, Agung Prasetyo, menyampaikan bahwa dukungan terhadap Rindu Farm merupakan bagian dari peran BRI dalam mendorong UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan konsumen.

“BRI Branch Office Klaten berkomitmen untuk terus mendampingi pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha, salah satunya melalui pemanfaatan layanan pembayaran digital seperti QRIS BRI. Kami melihat bahwa kemudahan transaksi menjadi salah satu aspek penting dalam memberikan pengalaman yang baik kepada pelanggan sekaligus membantu pelaku usaha menjalankan operasional secara lebih praktis. Kami berharap Rindu Farm dapat terus berkembang, memperluas jangkauan pelanggan, dan menjadi contoh bagi UMKM lainnya dalam memanfaatkan layanan digital untuk mendukung pertumbuhan usaha,” ujar Agung.

Dari sisi pelaku usaha, penggunaan QRIS BRI memberikan manfaat nyata dalam kegiatan operasional sehari-hari. Ibu Ibnu, pemilik Rindu Farm, menyambut baik dukungan BRI yang telah membantu menghadirkan kemudahan pembayaran bagi pengunjung. Menurutnya, transaksi digital membuat proses pembayaran menjadi lebih praktis karena pelanggan tidak selalu harus menggunakan uang tunai, sementara dirinya tidak perlu repot menyiapkan uang kembalian.

Ibu Ibnu juga mengapresiasi responsivitas petugas BRI dalam memberikan pendampingan. Ketika terdapat kendala transaksi, petugas BRI dapat segera datang untuk melakukan tindak lanjut sehingga aktivitas usaha dapat kembali berjalan dengan baik. Ibu Ibnu sendiri telah menjadi nasabah BRI selama lebih dari 10 tahun dan berharap kualitas layanan BRI terus meningkat serta semakin mendukung perkembangan usahanya.

Melalui BRI Branch Office Klaten, BRI terus mendorong pemanfaatan layanan perbankan yang relevan dengan kebutuhan pelaku usaha lokal. Pendampingan kepada UMKM tidak hanya dilakukan melalui penyediaan produk dan layanan keuangan, tetapi juga melalui edukasi serta dukungan dalam penggunaan teknologi untuk membantu meningkatkan efisiensi transaksi dan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

BRI berharap implementasi QRIS di Rindu Farm dapat menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya untuk mulai mengadopsi pembayaran digital sebagai bagian dari pengembangan bisnis. Dengan transaksi yang semakin mudah dan dukungan layanan perbankan yang responsif, UMKM di Kabupaten Klaten diharapkan mampu meningkatkan daya saing serta tumbuh secara berkelanjutan

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

BRI memberikan sosialisasi program transaksi Qris UMKM Sibakul Jogja Dinas Koperasi dan UKM DIY

Yogyakarta, Oktober 2026 – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Branch Office Yogyakarta Katamso terus memperkuat komitmennya dalam mendorong akselerasi digitalisasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pemanfaatan transaksi digital. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi BRI dalam kegiatan Gathering UMKM Sibakul Jogja Dinas Koperasi dan UKM DIY dengan menghadirkan dua program unggulan, yakni sosialisasi program Racing Transaksi QRIS UMKM DIY dan program apresiasi transaksi QRIS.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong pelaku UMKM di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi keuangan, sekaligus meningkatkan pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran digital yang praktis, cepat, dan efisien.

Program sosialisasi Racing Transaksi QRIS UMKM DIY dilaksanakan pada periode September hingga November 2026. Bertempat di Dinas Koperasi dan UKM DIY, Jalan HOS Cokroaminoto No. 162, Tegalrejo, Kota Yogyakarta, program ini menyasar sebanyak 300 peserta yang dibagi ke dalam enam kelas pembelajaran. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh edukasi mengenai pemanfaatan QRIS dalam mendukung transaksi usaha serta meningkatkan kesiapan UMKM dalam menghadapi perkembangan ekosistem ekonomi digital.

Hingga Oktober 2026, program sosialisasi telah terlaksana dalam dua batch, yaitu pada 23–24 September 2026 dan 7–8 Oktober 2026. Pelaksanaan kegiatan secara bertahap ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh kepada pelaku UMKM mengenai manfaat transaksi digital serta mendorong penerapannya secara berkelanjutan dalam aktivitas usaha sehari-hari.

Selain program sosialisasi, BRI juga mendukung program apresiasi transaksi QRIS yang berlangsung selama enam bulan, mulai Oktober 2026 hingga Maret 2027. Program ini dirancang untuk mendorong peningkatan penggunaan QRIS di kalangan pelaku UMKM melalui mekanisme apresiasi bagi peserta dengan jumlah transaksi tertinggi selama periode program sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Adapun persyaratan untuk mengikuti program tersebut meliputi kepemilikan tabungan dan rekening BRI yang aktif. Bagi peserta yang belum memiliki rekening BRI, pembukaan rekening dapat dilakukan secara langsung selama kegiatan berlangsung. Peserta juga diwajibkan mengikuti kegiatan sosialisasi sesuai jadwal serta memenuhi seluruh persyaratan dan ketentuan program.

Branch Office Head BRI Yogyakarta Katamso, Irfan Muchsin Pratama, menyampaikan bahwa program ini menjadi salah satu langkah nyata BRI dalam memperluas pemanfaatan layanan keuangan digital sekaligus memperkuat pendampingan bagi pelaku UMKM di wilayah DIY.

“Melalui program Racing Transaksi QRIS bersama Sibakul Jogja dan Dinas Koperasi dan UKM DIY, BRI ingin mendorong pelaku UMKM agar semakin memahami dan memanfaatkan transaksi digital sebagai bagian dari pengembangan usaha. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta, tetapi juga membangun kebiasaan bertransaksi secara digital yang aman, praktis, dan berkelanjutan,” ujar Irfan.

Lebih lanjut, BRI turut memberikan edukasi mengenai penggunaan QRIS sebagai salah satu solusi pembayaran digital yang dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan kemudahan transaksi bagi pelanggan. Dengan menggunakan QRIS, pelaku usaha dapat menerima pembayaran melalui berbagai aplikasi pembayaran yang mendukung standar QRIS tanpa harus menyediakan kode QR yang berbeda untuk setiap penyedia jasa pembayaran.

Pemanfaatan QRIS juga dapat membantu pelaku usaha mengurangi ketergantungan pada transaksi tunai, mempermudah pencatatan pembayaran, serta mendukung pengelolaan usaha yang lebih tertib. Pelaku UMKM tetap perlu memastikan nominal pembayaran sesuai, memeriksa notifikasi atau bukti transaksi yang sah, serta menjaga kerahasiaan PIN dan kode OTP. Untuk keamanan, pelaku usaha tidak diperkenankan membagikan informasi rahasia perbankan kepada pihak lain.

Dalam implementasinya, BRI terus mendorong pemanfaatan layanan transaksi digital melalui edukasi dan pendampingan agar pelaku UMKM dapat menggunakan layanan keuangan sesuai kebutuhan usaha. BRI juga mengimbau pelaku usaha untuk memahami ketentuan layanan QRIS, termasuk biaya transaksi yang berlaku sesuai kategori usaha dan regulasi yang ditetapkan.

Irfan menambahkan, sinergi antara BRI, Dinas Koperasi dan UKM DIY, serta komunitas UMKM melalui Sibakul Jogja diharapkan dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan UMKM yang semakin kompetitif dan berdaya saing.

“Ke depan, kami berharap semakin banyak pelaku UMKM di Yogyakarta yang mengadopsi transaksi digital dalam kegiatan usahanya. Dengan peningkatan literasi keuangan, perluasan penggunaan QRIS, serta kolaborasi yang berkelanjutan dengan berbagai pemangku kepentingan, kami optimistis UMKM dapat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan kualitas pengelolaan usaha, dan berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” tutup Irfan.

Melalui berbagai inisiatif edukasi dan penguatan ekosistem pembayaran digital, BRI terus berkomitmen menghadirkan layanan keuangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung pemberdayaan UMKM sebagai salah satu pilar penting perekonomian nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Rapat dan Penandatanganan MoU Terkait Rencana Kerjasama PTPN III dan PT RNI/PT PPI

JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III memperkuat sinergi dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD serta PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI) melalui rencana kerja sama yang berfokus pada penguatan pemasaran, distribusi, dan penyerapan produk perkebunan. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghubungkan kapasitas produksi dan hilirisasi Perkebunan Nusantara dengan jaringan perdagangan serta distribusi yang dimiliki ID FOOD dan PT PPI.

Rencana kerja sama tersebut dibahas dalam rapat dan agenda penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang berlangsung pada Selasa (13/10/2026) di Kantor Pusat ID FOOD. Pertemuan ini menjadi momentum untuk menyelaraskan potensi usaha ant perusahaan BUMN serta mengidentifikasi langkah konkret agar produk yang dihasilkan dapat terserap pasar secara lebih optimal.

Direktur Bisnis PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Ryanto Wisnuardhy, menyampaikan bahwa tantangan pengembangan usaha tidak hanya terletak pada peningkatan produksi, tetapi juga pada kemampuan memastikan produk terserap oleh pasar. Dengan tambahan produksi yang perlu diserap pasar sekitar 15 juta, dibutuhkan kolaborasi yang kuat untuk memperluas akses pemasaran dan memperkuat rantai pasok.

Sementara itu, Direktur Komersial PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD, Dwi Sutoro, menyampaikan bahwa sinergi dengan PTPN Group membuka peluang untuk menghubungkan kekuatan produksi dan hilirisasi dengan jaringan perdagangan, pergudangan, serta distribusi yang dimiliki ID FOOD dan PT PPI.

“Kerja sama ini menjadi peluang untuk memperkuat rantai pasok dan mengembangkan potensi produk perkebunan agar dapat menjangkau pasar secara lebih luas. Kami berharap pembahasan ini dapat ditindaklanjuti dengan kajian potensi produk, kebutuhan pasar, serta skema penyerapan dan distribusi yang memberikan manfaat bagi seluruh pihak,” ujar Dwi Sutoro.

“PTPN memiliki kekuatan dalam produksi dan hilirisasi, sementara ID FOOD dan PT PPI memiliki peran strategis dalam pemasaran serta distribusi. Melalui kerja sama ini, kita berharap tercipta rantai pasok yang lebih kuat, pasar yang semakin luas, dan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan bersama. Sinergi ini diharapkan juga memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional,” ujar Ryanto.

Potensi kerja sama ini tidak terbatas pada satu komoditas. Perkebunan Nusantara memiliki beragam produk unggulan, termasuk teh dan kopi, yang masih memiliki peluang untuk dikembangkan. Pada komoditas kopi, kapasitas yang sebelumnya sekitar 10.000 disebut telah mencapai 12.800 dan diharapkan dapat meningkat hingga sekitar 20.000. Peningkatan kapasitas tersebut perlu diiringi strategi pemasaran dan distribusi yang tepat agar potensi produksi dapat memberikan nilai tambah secara optimal.

Kolaborasi dengan ID FOOD dan PT PPI diharapkan dapat memperluas akses pasar bagi produk-produk PTPN, sekaligus memperkuat keterhubungan antara produksi, perdagangan, dan distribusi. Dengan dukungan jaringan pemasaran dan distribusi, potensi produk eksisting maupun produk hilirisasi dapat dikembangkan melalui skema kerja sama yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Melalui pembahasan tersebut, para pihak mendorong agar kerja sama tidak berhenti pada seremoni penandatanganan MoU, tetapi ditindaklanjuti dengan program kerja dan implementasi yang terukur. Kajian lebih lanjut diperlukan untuk memetakan potensi produk, kebutuhan pasar, serta bentuk kerja sama yang dapat dijalankan secara berkelanjutan dan saling menguntungkan.

Sinergi PTPN III, ID FOOD, dan PT PPI diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem usaha BUMN, mendorong hilirisasi, memperluas pemasaran, serta mengoptimalkan penyerapan produk perkebunan. Kolaborasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan ekonomi nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Rent Car Bravia Hadirkan Layanan Sewa Mobil Harian hingga Bulanan di Jakarta dan Bali

Rent Car Bravia hadirkan sewa mobil harian, mingguan, dan bulanan di Jakarta dan Bali. Lepas kunci atau dengan sopir, pesan online dengan mudah.

JAKARTA, INDONESIA – Rent Car Bravia, penyedia jasa sewa mobil melalui situs rentcarbravia.com, menghadirkan layanan sewa mobil dengan pilihan durasi harian, mingguan, dan bulanan untuk wilayah Jakarta dan Bali. Layanan ini ditujukan bagi masyarakat, wisatawan, hingga perusahaan yang membutuhkan solusi transportasi fleksibel tanpa beban biaya kepemilikan kendaraan, dengan proses pemesanan yang dapat dilakukan secara online.

Kebutuhan transportasi fleksibel terus meningkat, baik untuk perjalanan bisnis, wisata, maupun operasional perusahaan. Memiliki kendaraan pribadi menuntut biaya perawatan, pajak, dan penyusutan nilai, sementara layanan sewa memungkinkan pelanggan membayar hanya sesuai durasi pemakaian.

Skema sewa harian ditujukan untuk kebutuhan singkat seperti penjemputan bandara, perjalanan dinas, atau liburan akhir pekan, dengan pilihan lepas kunci maupun dengan sopir. Skema mingguan menyasar wisatawan dan profesional yang menjalani penugasan di luar kota. Adapun skema bulanan dirancang untuk kebutuhan jangka panjang seperti operasional perusahaan dan warga pendatang, dengan biaya yang lebih terkontrol dibandingkan pengadaan armada sendiri.

“Komitmen kami sederhana: memberikan layanan sewa mobil yang mudah, transparan, dan dapat diandalkan, baik untuk kebutuhan satu hari maupun kontrak bulanan. Seluruh armada kami dirawat secara berkala demi keamanan dan kenyamanan pelanggan,” ujar Abraham, Owner Rent Car Bravia.

Di Jakarta, layanan rental mobil Jakarta dari Rent Car Bravia banyak digunakan untuk kebutuhan bisnis, antar-jemput Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma, serta perjalanan antar kota. Sementara itu, layanan sewa mobil Bali menjadi pilihan wisatawan domestik dan mancanegara untuk menjelajah berbagai destinasi, mulai dari Kuta, Seminyak, hingga Ubud, termasuk kawasan yang sulit dijangkau transportasi umum.

Tersedia beragam jenis kendaraan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari city car untuk pemakaian pribadi hingga kendaraan berkapasitas besar untuk rombongan. Pemesanan dapat dilakukan secara online, dan calon pelanggan yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi tim Rent Car Bravia melalui halaman kontak resmi atau nomor telepon +62 811 831 923.

Untuk melayani kedua wilayah operasional, Rent Car Bravia memiliki kantor di Jakarta yang berlokasi di Citylofts Sudirman Tower Suite 25-10, Jl. K.H. Mas Mansyur Kav 121, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, serta kantor di Bali yang berlokasi di Jl. Gn. Soputan III No. 3, Pemecutan Klod, Denpasar Barat, Kota Denpasar.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Shakti India-Indonesia Dance Showcase Satukan Dua Budaya melalui Seni Tari

JAKARTA — Shakti India × Indonesia Dance Showcase menghadirkan perpaduan budaya India dan Indonesia melalui pertunjukan tari tradisional, sesi interaktif, dan kolaborasi seni di BINUS University International, Jakarta, pada Jumat (16/10/2026). Mengusung tema Dance, Discover, Connect dan slogan One Stage. Two Cultures. One Rhythm, acara ini merayakan kedekatan budaya kedua negara melalui bahasa universal seni tari sekaligus mengangkat semangat energi feminin ilahi dalam perayaan Navaratri.

Diselenggarakan oleh Indoindians bekerja sama dengan BINUS University, pertunjukan ini menampilkan beragam tarian, termasuk Bharatanatyam, Kuchipudi, tari Betawi, Bhangra, dan Bollywood, serta kolaborasi khusus yang melibatkan penari India dan Indonesia bersama mahasiswa BINUS. Rangkaian acara juga mencakup sesi tari interaktif yang mengajak penonton untuk ikut bergerak dan mempelajari gerakan dari berbagai tradisi tari, sehingga mereka dapat merasakan langsung pengalaman budaya yang ditampilkan.

Campus Director BINUS Senayan, Andreas Chang, menyambut baik penyelenggaraan acara tersebut dan berharap kegiatan ini dapat mendorong kolaborasi budaya yang lebih luas antara BINUS University dan komunitas India di Indonesia.

“India dan Indonesia memiliki hubungan yang sangat panjang, baik dalam bidang budaya maupun bisnis. Kami sangat senang dengan terselenggaranya acara hari ini,” ujar Chang dalam sambutannya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Poonam Sagar atas inisiatifnya menyelenggarakan pertunjukan tersebut dan mempertemukan kedua komunitas melalui pertukaran budaya. Chang berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di lingkungan universitas.

“Kami ingin melihat lebih banyak kegiatan yang diselenggarakan oleh Indoindians bersama BINUS University di masa mendatang,” katanya.

Chang menegaskan bahwa BINUS University terbuka untuk mendukung berbagai kegiatan budaya dan mendorong masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut guna mempererat hubungan antarkomunitas. Ia juga mengajak para tamu menikmati pertunjukan yang disajikan.

Sementara itu, Poonam Sagar, yang mewakili Indoindians, menyebut acara tersebut sebagai momen istimewa karena menjadi pertunjukan tari India-Indonesia pertama yang diselenggarakan oleh organisasinya.

“Hari ini merupakan hari yang sangat istimewa. Kami menyelenggarakan pertunjukan tari India-Indonesia untuk pertama kalinya. Kami akan menghadirkan tarian dari India dan Indonesia,” ujar Sagar.

Ia menjelaskan bahwa rangkaian pertunjukan dirancang dengan mengambil inspirasi dari Navaratri, festival Hindu selama sembilan malam yang didedikasikan untuk Dewi dan merayakan energi feminin ilahi melalui sembilan manifestasinya. Konsep tersebut menjadi landasan dalam menyusun pertunjukan yang menampilkan keragaman tradisi tari dan ekspresi artistik dari kedua negara.

Sagar juga menekankan bahwa keterlibatan penonton menjadi bagian penting dari acara tersebut. Para tamu tidak hanya diajak menyaksikan pertunjukan, tetapi juga mengikuti gerakan yang diperagakan para penari.

“Setiap tarian memiliki bagian interaktif. Setelah pertunjukan, para penari akan mengajak penonton untuk mengikuti gerakan mereka,” katanya. Ia menambahkan, “Acara ini bukan hanya tentang menonton, tetapi juga tentang ikut melakukannya.”

Selain pertunjukan di atas panggung, acara ini menghadirkan India Experience Zone yang menampilkan saree, perhiasan, henna, dekorasi rumah, serta berbagai produk pilihan melalui stan dan gerai pop-up. Area tersebut memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal lebih dekat produk dan unsur budaya India.

Tari sebagai Bahasa yang Menyatukan

Sindhu Raj, yang bertugas sebagai pembawa acara sekaligus pencerita dalam pertunjukan, menyoroti hubungan antara tradisi seni India dan Indonesia. Ia menggambarkan tari sebagai bentuk komunikasi yang mampu melampaui perbedaan bahasa dan batas geografis.

Dalam sambutannya, Raj menghubungkan konsep rasa dalam kebudayaan India dan Indonesia, yang berkaitan dengan perasaan dan pengalaman emosional yang disampaikan melalui ekspresi artistik. Ia juga mengaitkannya dengan konsep Navarasa, yaitu sembilan ekspresi emosional dalam tradisi seni India, serta perayaan Navaratri yang menjadi inspirasi acara tersebut.

“Di India, kita mengenal istilah rasa. Di Indonesia, istilahnya juga rasa. Sama seperti kita memiliki Navaratri, kita juga mengenal Navarasa,” ujar Raj.

Ia menjelaskan bahwa gerakan telah menjadi sarana manusia untuk menyampaikan emosi, menceritakan kisah, dan membangun hubungan sejak sebelum bahasa lisan berkembang.

“Di suatu tempat dalam peradaban kuno ini, manusia menemukan gerakan. Gerakan tidak hanya sekadar gerakan. Gerakan dapat menjadi doa, gerakan dapat menjadi puisi, dan gerakan dapat menjadi ungkapan kegembiraan,” katanya.

Raj turut menyoroti hubungan budaya kedua negara yang telah terjalin meskipun dipisahkan oleh Samudra Hindia. Menurutnya, kesamaan dalam ekspresi artistik memperlihatkan bagaimana tradisi India dan Indonesia dapat saling terhubung melalui gerakan dan irama.

“Kita hanya dipisahkan oleh satu lautan biru yang luas, yaitu Samudra Hindia. Namun, meskipun terdapat lautan yang begitu luas di antara kita, India dan Indonesia seolah-olah tetap saling berbicara,” ujarnya.

Ia juga menunjukkan adanya kemiripan dalam gerakan tari klasik India dan tradisi tari Indonesia, yang mencerminkan hubungan serta pengaruh budaya di antara keduanya.

“Bukan hanya cerita yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain, berbagai bentuk tari juga saling memengaruhi. Kita memiliki begitu banyak gerakan yang berbeda, tetapi pada akhirnya hari ini kita bersatu,” tambah Raj.

Rangkaian pertunjukan dibuka dengan Bharatanatyam, salah satu bentuk tari klasik India yang dikenal melalui gerakan tangan ekspresif, gerak kaki yang ritmis, serta penghayatan cerita. Raj menjelaskan bahwa Bharatanatyam menggabungkan tiga unsur utama, yaitu bhava atau emosi, raga atau ekspresi musikal, dan tala atau irama.

Setelah itu, penonton disuguhkan berbagai pertunjukan yang mencerminkan kekayaan seni tari India dan Indonesia. Selain Kuchipudi, sebuah bentuk tari klasik India, acara tersebut menampilkan tari Betawi, Bhangra, serta pertunjukan Bollywood yang dilengkapi sesi interaktif.

Sesi mudra interaktif juga memperkenalkan penonton pada berbagai gestur tangan simbolis dalam tari klasik India. Melalui sesi ini, pengunjung dapat memahami bagaimana gerakan tertentu menyampaikan makna dan emosi dalam sebuah pertunjukan.

Kolaborasi India-Indonesia dalam Satu Irama

Salah satu sorotan utama acara adalah kolaborasi khusus antara penari India dan Indonesia bersama mahasiswa BINUS. Penampilan tersebut menunjukkan bagaimana tradisi seni dari kedua negara dapat berpadu dalam sebuah pertunjukan yang mengedepankan kreativitas dan kebersamaan.

Rangkaian acara ditutup dengan ONE RHYTHM, pertunjukan grand finale yang melibatkan para penari dan mahasiswa BINUS. Penampilan bersama tersebut menjadi simbol perayaan keberagaman budaya sekaligus menegaskan pesan utama acara, yakni bahwa tradisi yang berbeda dapat mempertahankan keunikannya sekaligus menciptakan hubungan yang bermakna.

Setelah pertunjukan berakhir, para tamu menikmati hidangan, berjejaring, dan mengunjungi stan-stan budaya yang tersedia di lokasi acara.

Melalui Shakti, Indoindians dan BINUS University menghadirkan ruang pertukaran budaya yang mempertemukan tradisi India dan Indonesia melalui seni pertunjukan. Perpaduan tari tradisional, pengalaman interaktif, dan kolaborasi antar pelaku seni tersebut menunjukkan peran seni dalam memperkuat hubungan antar masyarakat serta meningkatkan apresiasi terhadap kedekatan budaya India dan Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kolaborasi Bersama HRI Team Management, IPCC Turut Mendukung Distribusi Unit Kendaraan Balap ke Mandalika Festival of Speed 2026

Lombok, 19 Oktober 2026 – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) turut mendukung perkembangan dunia otomotif nasional melalui kolaborasi bersama Honda Racing Indonesia (HRI) Team Management dalam ajang Mandalika Festival of Speed (MFoS) 2026 yang berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, pada 17–18 Oktober 2026.

Melalui kolaborasi tersebut, IPCC turut mendukung keikutsertaan HRI Team Management di kelas Indonesia Touring Car Race (ITCR) 1.500, yang menjadi salah satu ajang bagi para pembalap nasional untuk mengembangkan kemampuan dan menunjukkan prestasinya. Keterlibatan ini menjadi bagian dari upaya IPCC untuk memperluas hubungan dengan pelaku dan komunitas otomotif sekaligus memberikan dukungan terhadap perkembangan motorsport dan potensi pembalap muda Indonesia.

Dukungan tersebut sejalan dengan peran IPCC dalam ekosistem logistik otomotif nasional. Melalui strategi Integrated Auto Solutions, IPCC terus mengembangkan layanan logistik kendaraan terintegrasi secara end-to-end, mulai dari penanganan kendaraan di terminal, pengiriman darat, pusat distribusi, hingga pendistribusian kendaraan ke jaringan dealer. Integrasi layanan yang didukung digitalisasi ini bertujuan meningkatkan efisiensi rantai pasok dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan serta industri otomotif Indonesia.

Direktur Utama IPCC, Wing Megantoro menyampaikan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dorongan positif bagi perkembangan motorsport nasional.

“Kami melihat Mandalika Festival of Speed sebagai wadah bagi para pembalap Indonesia untuk mengasah kemampuan dan menunjukkan prestasi. Melalui kolaborasi bersama HRI Team Management dimana IPCC juga memberikan dukungan untuk pengiriman kendaraan balap, kami berharap dukungan ini dapat memberikan semangat bagi para pembalap muda untuk terus berkembang, berkompetisi secara sportif, dan mengharumkan nama Indonesia,” ujar Wing.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kafe, Klinik, dan Showroom Butuh Ruang yang Tidak Sama

Setiap jenis ruang usaha seperti kafe, klinik, dan showroom memiliki kebutuhan teknis serta pola operasional yang berbeda sehingga tidak bisa dirancang dengan pendekatan yang sama. Perencanaan yang mengutamakan fungsi, alur aktivitas, dan standar teknis sejak awal dapat mencegah kesalahan desain serta biaya perbaikan di kemudian hari.

Satu tim menggarap kafe, klinik, dan showroom dengan pendekatan yang sama persis. Hasilnya terlihat rapi di gambar tiga dimensi. Masalah baru muncul setelah ruang itu dipakai setiap hari. Interior ruang usaha yang keliru sejak awal akan terus menagih biaya perbaikan.

Bentuk kegagalannya berbeda-beda, tetapi sama mahalnya. Kafe kehilangan empat meja karena dapur ternyata kurang luas. Klinik tertahan izin operasionalnya karena alur ruangnya tidak sesuai ketentuan. Showroom terasa suram meski jumlah lampunya berlebih.

Ketiganya bukan persoalan selera. Semuanya berakar pada perhitungan teknis yang terlewat di tahap gambar. Penyedia Jasa Konstruksi dan Bangunan yang terbiasa menangani ruang komersial umumnya memulai dari pola operasional, bukan dari tema visual.

Kenapa Interior Ruang Usaha Tidak Bisa Memakai Satu Formula

Yang Pelanggan Beli Menentukan Bentuk Ruangnya

Kafe menjual durasi singgah. Klinik menjual rasa tenang dan kepastian prosedur. Showroom menjual tampilan produk sebelum orang menyentuhnya. Tiga tujuan itu melahirkan tata letak yang berbeda jauh.

Desain interior komersial yang baik selalu berangkat dari pertanyaan operasional. Berapa orang melintas per jam, ke mana mereka bergerak, dan di titik mana mereka berhenti. Jawabannya menentukan lebar jalur, posisi kasir, sampai jenis material lantai.

Tiga Prioritas yang Tidak Bisa Ditukar

Pada kafe, prioritas utamanya kapasitas dapur. Pada klinik, kepatuhan regulasi. Pada showroom, kualitas pencahayaan. Menggeser urutan ini membuat interior ruang usaha terlihat bagus tetapi sulit dioperasikan.

Kafe Berdiri atau Jatuh di Area Dapurnya

Pekerjaan yang Paling Sering Diremehkan

Area belakang menyerap porsi anggaran yang jauh lebih besar dari dugaan pemilik. Pekerjaan ini jarang terlihat pelanggan, tetapi menentukan apakah dapur sanggup bekerja di jam sibuk:

• Jalur exhaust dan perangkap lemak yang memenuhi persyaratan pengelola gedung.

• Titik daya khusus untuk mesin kopi, chiller, dan kompor induksi.

• Saluran air kotor dengan kemiringan memadai agar tidak sering tersumbat.

Luas dapur menekan jumlah kursi secara langsung. Setiap meter yang dapur ambil adalah pendapatan yang hilang per bulan. Karena itu penentuan luas dapur harus selesai sebelum penataan area makan dimulai, bukan sesudahnya.

Alur pengunjung juga perlu dipisahkan dari jalur pelayan. Dua arus yang bersilangan memperlambat layanan setiap hari selama bertahun-tahun.

Klinik Mengikuti Regulasi Sebelum Estetika

Sirkulasi Bersih dan Kotor Tidak Boleh Bersilangan

Di fasilitas kesehatan, regulasi datang lebih dulu daripada konsep visual. Alur pasien, alur tenaga medis, dan jalur limbah harus terpisah tegas. Ruang tindakan menuntut penutup lantai tanpa nat serta sudut dinding melengkung. Keduanya dirancang agar pembersihan tuntas, bukan karena alasan tampilan.

Pencahayaan pun diatur berbeda untuk tiap fungsi ruang. SNI 6197 tentang konservasi energi pada sistem pencahayaan menetapkan tingkat terang yang tidak seragam antar ruangan. Ruang periksa menuntut angka jauh lebih tinggi daripada ruang tunggu.

Kesalahan di tahap ini berakibat mahal. Perbaikan alur ruang setelah dinding berdiri berarti membongkar ulang hampir seluruh pekerjaan. Banyak pemilik klinik baru menyadarinya saat inspeksi perizinan berlangsung.

Showroom Menjual Lewat Pencahayaan

Kapasitas Listrik yang Sering Kurang Dihitung

Showroom menuntut kontras, bukan sekadar terang merata. Lampu sorot pada produk harus lebih kuat daripada pencahayaan umum di sekitarnya. Tanpa selisih itu, ruangan terasa datar meski jumlah titik lampunya banyak.

Konsekuensinya masuk ke pekerjaan kelistrikan. Dua hal berikut menentukan apakah konsep pencahayaan bisa benar-benar berjalan:

• Kapasitas daya terpasang yang memperhitungkan beban puncak sekaligus pendinginnya.

• Pembagian grup saklar agar area display bisa diatur terpisah dari area kasir.

Sirkulasi udara ikut berubah karenanya. Lampu sorot melepas panas, sehingga beban pendingin naik di area tertentu. Perencanaan yang mengabaikan hal ini melahirkan titik panas yang mengganggu kenyamanan pengunjung.

Menyesuaikan Interior Ruang Usaha dengan Karakter Bisnis

Urutan kerja yang layak Anda jalankan sebelum desain dikunci:

1. Tetapkan target operasional, misalnya jumlah kursi, jumlah pasien, atau volume display.

2. Hitung kebutuhan area pendukung lebih dulu, baru sisanya untuk area pelanggan.

3. Periksa persyaratan perizinan dan aturan pengelola gedung yang mengikat fungsi usaha itu.

4. Kunci kebutuhan daya, air, dan pembuangan sebelum gambar visual difinalkan.

5. Baru susun konsep estetika di atas kerangka teknis yang sudah pasti.

Ringkasnya, perbedaan ketiga jenis ruang ini terletak jauh di bawah permukaan. Yang membedakan bukan warna atau material, melainkan alur, kapasitas, dan sistem pendukungnya.

Terra by Trimitra mengerjakan ruang komersial dari sektor ritel, perkantoran, sampai makanan dan minuman. Pembahasan dimulai dari pola operasional klien, bukan dari referensi visual. Bagi pemilik usaha yang sedang menyiapkan gerai baru, Kontraktor Interior dengan pengalaman lintas sektor membantu menemukan selisih kebutuhan itu sejak awal.

Pertanyaan Seputar Penataan Ruang Usaha

1. Berapa porsi luas yang wajar untuk dapur kafe?

Bergantung menu dan volume pesanan, sehingga perhitungannya harus mengikuti target produksi, bukan persentase umum.

2. Apa yang paling sering menghambat izin operasional klinik?

Alur ruang yang tidak memisahkan sirkulasi bersih dan kotor secara tegas.

3. Kenapa showroom terasa gelap meski lampunya banyak?

Karena pencahayaannya merata tanpa kontras, sehingga produk tidak menonjol dari latar sekitarnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES