Kopi sebagai Bagian dari Rutinitas, Bagaimana Agar Tidak Buat Dompet Boncos?

Bagi sebagian orang, kopi sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Secangkir kopi dapat menemani pagi sebelum mulai bekerja, menjadi teman saat mengerjakan tugas, atau sekadar dinikmati ketika menghabiskan waktu bersama teman.

Kebiasaan minum kopi juga dapat berbeda-beda. Ada yang menikmati kopi hitam, kopi susu, hingga berbagai minuman kopi dengan tambahan rasa dan topping. Frekuensinya pun beragam, mulai dari sesekali hingga menjadi bagian dari rutinitas harian.

Karena itu, menikmati kopi dapat ditempatkan sebagai salah satu pengeluaran dalam anggaran sehari-hari. Dengan mengetahui seberapa sering membeli kopi dan berapa biaya yang dikeluarkan, pengeluaran untuk kopi bisa lebih mudah diperhitungkan.

Mengatur Pengeluaran untuk Kopi

Membeli kopi di luar rumah mungkin terlihat sebagai pengeluaran kecil ketika dilakukan sesekali. Namun, frekuensinya dapat membuat total pengeluaran bulanan menjadi lebih besar.

Sebagai contoh, jika satu minuman kopi seharga Rp25.000 dibeli dua kali dalam seminggu, pengeluarannya sekitar Rp200.000 dalam empat minggu. Angka tersebut merupakan simulasi sederhana dan jumlah sebenarnya tentu bergantung pada harga minuman serta frekuensi pembelian.

Mencatat pengeluaran seperti ini dapat membantu melihat pola konsumsi secara lebih jelas. Dari sana, anggaran untuk kopi dan kebutuhan rekreasi lainnya dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing.

Kopi sebagai Bagian dari Rutinitas

Bagi sebagian orang, membeli kopi juga berkaitan dengan aktivitas lain. Kedai kopi dapat menjadi tempat untuk bertemu teman, bekerja, membaca, atau sekadar mengambil waktu untuk beristirahat.

Jika aktivitas tersebut sudah menjadi bagian dari rutinitas, pengeluarannya dapat dimasukkan ke dalam anggaran bulanan. Dengan begitu, menikmati kopi tetap menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari tanpa mengabaikan kebutuhan lain yang perlu diprioritaskan.

Salah satu cara sederhana adalah menentukan batas pengeluaran untuk jajan atau makan di luar setiap bulan. Besarnya dapat disesuaikan dengan pendapatan, kebutuhan rutin, dan target keuangan masing-masing.

Manfaatkan Promo Saat Membayar dengan QRIS

Selain menyesuaikan frekuensi pembelian, promo pembayaran dapat menjadi salah satu pertimbangan ketika melakukan transaksi. Salah satunya melalui QRIS neobank yang dapat digunakan untuk membayar transaksi di merchant yang menyediakan QRIS.

Saat ini tersedia Promo QRIS neobank untuk transaksi di merchant Kenangan Brands. Berdasarkan materi promo, pengguna berkesempatan mendapatkan hingga 40% dengan maksimum diskon Rp25.000 dan minimum transaksi Rp50.000.

Promo berlangsung pada 1 Oktober hingga 31 Desember 2026. Promo berlaku untuk transaksi menggunakan QRIS BNC di offline store Kopi Kenangan Brands, yaitu Chigo, Kenangan Signature, dan Kopi Kenangan, dengan beberapa lokasi yang dikecualikan sesuai Syarat dan Ketentuan. 

Promo memiliki maksimal 1 kali per hari dan 2 kali per nasabah per bulan. Promo juga tidak dapat digabungkan dengan promo lainnya dan berlaku selama kuota promo masih tersedia sesuai ketentuan yang tercantum dalam materi promo.

Cara Bayar dengan QRIS neobank

Pembayaran menggunakan QRIS dapat dilakukan dengan memindai kode QRIS merchant melalui aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce. Setelah memasukkan nominal transaksi, pengguna dapat memeriksa kembali detail pembayaran sebelum menyelesaikan transaksi.

Untuk mendapatkan manfaat promo, pastikan transaksi dilakukan selama periode promo dan memenuhi minimum transaksi serta ketentuan lainnya. Informasi promo juga dapat berubah berdasarkan ketentuan program, sehingga pengguna perlu memeriksa informasi yang tersedia sebelum bertransaksi.

Dengan begitu, kebiasaan menikmati kopi tetap dapat berjalan berdampingan dengan pengelolaan pengeluaran yang lebih terencana. QRIS neobank dapat digunakan sebagai salah satu pilihan pembayaran saat menikmati kopi atau melakukan transaksi di merchant yang berpartisipasi dalam promo.

***

Jika ingin mempelajari fitur QRIS neobank, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store.Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman s.id/qriskopikenangan dan QRIS neobank. 

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Investasi Tumbuh 7,2%, Ardeco Ingatkan Pentingnya Persiapan Konstruksi Sebelum Ekspansi F&B

Iklim investasi Indonesia masih menunjukkan tren positif menjelang 2026. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi pada Triwulan I 2026 mencapai Rp498,8 triliun, tumbuh 7,2% secara tahunan, didorong oleh terjaganya minat investor domestik maupun asing di tengah dinamika ekonomi global.

Di tingkat daerah, tren ini turut tercermin di Riau, salah satu provinsi dengan realisasi investasi terbesar di kawasan Sumatra. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Riau mencatat realisasi investasi provinsi tersebut pada kuartal pertama 2026 mencapai Rp12,85 triliun, dengan industri makanan menjadi sektor investasi paling dominan pada periode tersebut.

Derasnya minat investasi ini turut mendorong semakin banyak brand F&B, baik pemain lokal maupun asing, untuk mempercepat rencana ekspansi cabang di berbagai kota. Namun, di balik derasnya arus modal tersebut, penambahan jumlah cabang tidak selalu diikuti dengan peningkatan profitabilitas. Sejumlah pelaku usaha F&B mulai kehilangan kendali operasional begitu jumlah gerai bertambah, sebuah gejala yang belakangan banyak dibahas pelaku industri maupun penyedia sistem bisnis.

Persoalan ini sering kali dianggap murni sebagai persoalan manajemen operasional atau sistem digital. Padahal, menurut pelaku industri konstruksi F&B, salah satu akar masalahnya justru muncul jauh sebelum cabang baru beroperasi, yaitu pada tahap persiapan fisik dan perencanaan ruang.

“Banyak brand yang sudah matang di sisi bisnis, menu, dan pemasaran, tapi baru memikirkan kebutuhan fisik ruangnya belakangan. Padahal perencanaan konstruksi itu yang paling banyak makan waktu, mulai dari survei lokasi, pengurusan izin, sampai penyesuaian desain dengan standar brand,” ujar Henri Kristanto Pribadi, Direktur PT Ardeco Karya Global (Ardeco), kontraktor sipil dan interior yang menangani berbagai proyek F&B dan ritel di Jakarta.

Ardeco menyebut ada beberapa aspek yang idealnya sudah dipetakan oleh brand sebelum proyek cabang baru dimulai. Selain survei lokasi dan legalitas bangunan, aspek lain yang kerap terlewat adalah kesesuaian tata ruang dengan alur operasional harian, seperti jalur kerja dapur, sirkulasi pengunjung, hingga kebutuhan listrik dan utilitas khusus untuk peralatan F&B.

“Persiapan yang matang bukan cuma soal anggaran, tapi juga soal timeline yang realistis. Kalau brand baru memikirkan detail konstruksi setelah tanggal buka ditentukan, biasanya yang dikorbankan adalah kualitas eksekusi,” jelas Henri.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan kontraktor sejak tahap awal perencanaan, bukan hanya saat pembangunan dimulai, dapat membantu brand menghindari perubahan desain mendadak maupun pembengkakan biaya di tengah proyek.

“Semakin awal kontraktor dilibatkan, semakin besar ruang untuk mengantisipasi kendala sebelum benar-benar terjadi di lapangan. Itu yang membedakan ekspansi yang berjalan mulus dengan yang penuh kejutan di menit-menit akhir,” tutup Henri.

Dengan tren pertumbuhan F&B yang diproyeksikan berlanjut sepanjang 2026, kesiapan di sisi konstruksi dan tata ruang diperkirakan akan menjadi pertimbangan yang semakin penting bagi brand yang ingin memastikan ekspansi cabangnya berjalan sesuai rencana.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

USDJPY Masih Bullish, NFP AS Jadi Katalis Pergerakan Pekan Depan

Pergerakan USDJPY pada pekan depan berpotensi kembali menjadi perhatian pasar setelah pasangan mata uang tersebut berada di area 158 yen per dolar menjelang rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat pada Jumat (2/10/2026).

NFP menjadi salah satu katalis penting yang dapat menentukan arah USDJPY karena data tenaga kerja AS berpengaruh terhadap ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed), Treasury yield, dan pada akhirnya pergerakan dolar AS terhadap yen Jepang.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, melihat secara teknikal USDJPY masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan. Pada timeframe Daily, harga menunjukkan kegagalan menembus zona support di level 156.969–155.917. Kondisi tersebut membuka peluang bagi USDJPY untuk kembali bergerak menuju zona resistance terdekat di 160.163–160.869.

Secara teknikal, pergerakan tersebut didukung oleh pola Rally Base Rally yang dikonfirmasi dengan pola ABC Correction. Formasi ini menunjukkan bahwa fase koreksi sebelumnya berpotensi telah berakhir dan harga dapat kembali mengikuti arah bullish apabila support tetap bertahan.

“USDJPY masih menunjukkan struktur bullish pada timeframe Daily. Selama harga mampu bertahan di atas area support 156.969–155.917, peluang pergerakan menuju resistance 160.163–160.869 masih terbuka,” ujar Geraldo.

Dari sisi fundamental, perhatian utama pasar pada pekan depan akan tertuju pada bagaimana pasar merespons data tenaga kerja AS yang dirilis hari ini. Berdasarkan konsensus ekonom yang dikutip Reuters, NFP September diperkirakan bertambah sekitar 90.000 pekerjaan dengan tingkat pengangguran bertahan di 4,1%.

Jika data NFP menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja yang lebih kuat dari ekspektasi, pasar dapat kembali memperhitungkan kemungkinan kebijakan moneter AS yang lebih ketat. Kondisi tersebut berpotensi mendorong kenaikan Treasury yield dan memperkuat dolar AS, sehingga memberikan dorongan tambahan terhadap USDJPY.

Sebaliknya, data tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan dapat meningkatkan ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed. Penurunan yield AS dan pelemahan dolar berpotensi memberikan tekanan terhadap USDJPY, sementara yen dapat memperoleh dukungan.

“Respons USDJPY terhadap NFP akan sangat bergantung pada bagaimana data tersebut mengubah ekspektasi suku bunga AS. NFP yang lebih kuat berpotensi memperlebar kembali keunggulan yield AS terhadap Jepang, sedangkan data yang lemah dapat memicu koreksi USDJPY melalui penurunan yield dan penguatan yen,” jelas Geraldo.

Kondisi yield AS memang menjadi salah satu faktor penting bagi pergerakan pasangan mata uang tersebut. Reuters melaporkan yield Treasury 10 tahun sempat mencapai 5,344% pada Kamis, level tertinggi sejak 2002, sebelum bergerak turun ke sekitar 5,25% pada Jumat. Pada saat yang sama, yen berada di sekitar 157,8 per dolar menjelang rilis data payrolls.

Di sisi Jepang, penguatan dolar terhadap yen juga perlu dilihat dari perkembangan kebijakan Bank of Japan (BOJ). Reuters melaporkan BOJ membuka ruang untuk percepatan kenaikan suku bunga, dengan inflasi inti Tokyo September juga menunjukkan penguatan. Kondisi tersebut dapat menjadi faktor pendukung yen dan membatasi kenaikan USDJPY apabila ekspektasi kenaikan suku bunga Jepang semakin kuat.

Selain itu, risiko intervensi tetap menjadi perhatian ketika yen kembali mengalami pelemahan tajam. Pada akhir September, diplomat mata uang Jepang Atsushi Mimura menegaskan kepada Reuters bahwa pasar perlu memperhatikan peringatan Tokyo dan Washington terkait pelemahan yen. Pemerintah Jepang sebelumnya juga telah melakukan intervensi bersama Amerika Serikat untuk menopang yen.

Dengan kombinasi faktor tersebut, USDJPY pada pekan depan berpotensi melanjutkan tren bullish selama zona support 156.969–155.917 tetap bertahan. Secara teknikal, area 160.163–160.869 menjadi resistance yang perlu diperhatikan. Namun, arah pergerakan tetap akan sangat bergantung pada hasil NFP, perubahan Treasury yield, ekspektasi kebijakan The Fed dan BOJ, serta respons pemerintah Jepang terhadap pelemahan yen.

Bagi pelaku pasar, rilis NFP hari ini menjadi momentum penting untuk melihat apakah penguatan USDJPY dapat memperoleh katalis fundamental baru atau justru menghadapi tekanan koreksi setelah data tenaga kerja AS dirilis.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Rayo Oksa Kencana Luncurkan Skincare Outdoor Summit Glow pada 10.10

PT Rayo Oksa Kencana meluncurkan Summit Glow, brand skincare outdoor, pada 10 Oktober 2026. Tahapan ini dilakukan sepenuhnya daring di Shopee dan TikTok Shop, dimulai dengan tiga produk untuk pendaki dan pegiat alam terbuka.

JAKARTA, 2 Oktober 2026 – PT Rayo Oksa Kencana akan meluncurkan Summit Glow, brand skincare outdoor miliknya, pada 10 Oktober 2026. Peluncuran perdana ini berupa soft launch yang sepenuhnya daring di Shopee dan TikTok Shop. Tiga produk tersedia pada hari pertama: Ascendant Moisturizer, Summit Breeze Face Mist, dan Doux Facial Cleanser. Penjualan dibuka dengan siaran langsung (livestreaming) di kedua platform.

Ketiga produk itu membentuk rutinitas dasar Summit Glow: membersihkan wajah, menjaga kelembapan, dan menyegarkan kulit di sela aktivitas. Produk andalan Summit Glow, Shield Sunscreen SPF 50, akan hadir pada rilis berikutnya. Jadwalnya akan diumumkan melalui kanal resmi Summit Glow.

“Shield Sunscreen dan Caldera Micellar Pad paling sering ditanyakan sejak video Sindoro tayang. Kami ingin peluncurannya punya panggung sendiri, jadi untuk 10.10 kami mulai dari rutinitas dasarnya dulu,” kata Septiandi Rahman, Head of Marketing Summit Glow.

Skincare untuk Jalur Pendakian

Summit Glow dibuat untuk pendaki, trail runner, pekemah, pemanjat tebing dan seluruh pecinta kegiatan alam terbuka. Kulit di ketinggian menghadapi kondisi yang berbeda dengan di kota. Di atas batas vegetasi hampir tidak ada tempat berteduh dari matahari. Angin dingin membuat wajah kering dan terasa kencang sebelum tengah hari. Keringat bercampur debu vulkanik, lalu menempel di pori.

Tujuh formula Summit Glow. Ascendant Moisturizer, Summit Breeze Face Mist, dan Doux Facial Cleanser tersedia mulai 10.10.” />

Ketiga produk soft launch mengisi kebutuhan yang berbeda dalam satu hari pendakian:

1. Ascendant Moisturizer (30 ml): pelembap untuk menjaga skin barrier, dipakai sebelum mulai berjalan dan saat udara di area kemah mulai dingin. Kandungan utamanya tranexamic acid, bifida ferment, dan niacinamide.

2. Summit Breeze Face Mist (50 ml): semprotan wajah untuk menyegarkan kulit yang terasa panas saat beristirahat di jalur. Kandungan utamanya copper tripeptide-1, glacier water, dan laminaria algae.

3. Doux Facial Cleanser (50 ml): pembersih wajah lembut untuk mengangkat keringat dan debu setelah seharian di luar ruangan. Kandungan utamanya oat extract, panthenol (vitamin B5), dan Centella asiatica.

Harga ketiga produk akan diumumkan menjelang 10 Oktober. Informasi lengkap setiap produk tersedia di katalog Summit Glow.

Penjualan Perdana Secara Daring

Pada tahap ini Summit Glow belum membuka toko fisik. Seluruh penjualan berjalan di Shopee dan TikTok Shop, sehingga pembeli di luar Jawa bisa membeli dengan cara yang sama seperti pembeli di Jakarta.

“Pendaki tersebar di seluruh indonesia mulai dari Sumatra hingga Papua. Lewat Shopee dan TikTok, mereka bisa langsung membeli tanpa menunggu kami hadir di kotanya,” ujar Septiandi.

Siaran langsung pada hari peluncuran akan menampilkan tekstur ketiga produk dan sesi tanya jawab dengan tim Summit Glow. Jadwalnya akan diumumkan di Instagram dan TikTok @summitglowid.

“Saat live nanti, penonton bisa melihat teksturnya secara langsung dan bertanya apa saja kepada tim kami,” kata Septiandi.

Cerita Dari Studio ke Gunung Sindoro

Menjelang peluncuran, Summit Glow memotret rangkaian produknya di studio untuk katalog dan materi promosi. Tim kemudian menambahkan satu langkah: membawa ketujuh formulanya mendaki Gunung Sindoro (3.153 mdpl) di Jawa Tengah dalam kampanye “Ascend to Radiance”. Empat talenta ikut dalam pendakian itu, yaitu Cakrawala Airawan, Adzwa Aurel, Jovita Karen, dan Ralph Eugene.

“Foto studio tetap kami buat, karena orang perlu melihat produknya dengan jelas. Tapi kami menjual skincare untuk naik gunung, jadi rasanya janggal kalau produknya tidak pernah dibawa ke gunung,” kata Septiandi.

Cuplikan pendakian yang diunggah di media sosial Summit Glow pada September memancing banyak pertanyaan. Menurut Septiandi, dua pertanyaan yang paling sering masuk adalah “Ini produk apa?” dan “Belinya di mana?” Soft launch 10.10 menjadi jawaban atas pertanyaan kedua. Cerita lengkap pendakian Sindoro dapat dibaca di artikel Medium.

Lihat katalog lengkap Summit Glow di summitglow.co.id/shop.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Lima Tahun Merger Pelindo, Standardisasi Jadi Kunci Efisiensi

Lima tahun pascamerger PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, transformasi pengelolaan terminal peti kemas terus diarahkan pada standardisasi layanan, peningkatan efisiensi, serta penguatan kapasitas dan kualitas pelayanan. Transformasi tersebut telah mendorong peningkatan produktivitas sekaligus memangkas waktu singgah kapal dan barang di pelabuhan.

JAKARTA – Lima tahun pascamerger PT Pelabuhan
Indonesia (Persero) atau Pelindo, transformasi pengelolaan terminal peti kemas
terus diarahkan pada standardisasi layanan, peningkatan efisiensi, serta
penguatan kapasitas dan kualitas pelayanan. PT Pelindo Terminal Petikemas
menyebut transformasi tersebut telah mendorong peningkatan produktivitas
sekaligus memangkas waktu singgah kapal dan barang berada di pelabuhan.

Corporate
Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengatakan transformasi
sejak merger pada 2021 telah mendorong produktivitas terminal lebih dari 70
persen.

“Alhamdulillah,
produktivitas meningkat lebih dari 70 persen. Dengan meningkatnya
produktivitas, dampaknya pelanggan mendapatkan value yang lebih baik. Port stay
juga jauh berkurang sehingga mereka menjadi lebih efisien,” kata Widyaswendra
saat dihubungi Rabu (30/9/2026).

Menurut dia,
transformasi dilakukan melalui standardisasi, sistematisasi, serta peningkatan
kompetensi sumber daya manusia. Dari 32 terminal yang dikelola, hampir
seluruhnya mulai menunjukkan perbaikan.

“Karena merger
sudah dilakukan sejak 2021, peningkatan kompetensi dan knowledge secara
otomatis distandardisasi. Dari total 32 terminal, hampir semua perbaikannya
sudah terlihat secara nyata,” katanya.

Transformasi juga
mencakup optimalisasi peralatan. Merger memungkinkan peralatan dari
terminal yang memiliki kecukupan alat dialihkan ke terminal lain yang lebih
membutuhkan.

“Beberapa terminal sebelumnya punya masalah terkait alat.
Dengan merger, ada terminal yang kami modernisasi. Alat yang ada sebelumnya
bisa diberikan kepada terminal yang membutuhkan,” jelasnya.

Langkah tersebut turut berdampak terhadap port stay
dan cargo stay. “Dampaknya, port stay dan cargo stay
menjadi lebih baik,” katanya.

Peningkatan produktivitas juga membuka peluang kerja sama
dan pengembangan rute baru. “Dari situ kami melihat banyak peluang, mulai dari
pengembangan bisnis dengan kerja sama antarkorporasi sampai pembukaan rute-rute
atau service baru. Banyak rute baru yang diperoleh karena produktivitas
masing-masing terminal sudah tinggi,” ujar Wendra.

Wendra mengatakan transformasi tersebut diarahkan untuk
memperkuat ekosistem maritim sekaligus mendukung efisiensi biaya logistik
nasional.

“Pada akhirnya ketika terjadi peningkatan produktivitas dan
kinerja operasional diharapkan juga memberikan dampak pada biaya operasional
kapal. Fokus kami adalah bagaimana ekosistem maritim bisa berkontribusi
terhadap penurunan biaya logistik, sekaligus konektivitas yang semakin baik,”
katanya.

 

INSA Dorong Perbaikan Berkelanjutan

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Indonesian
National Shipowners’ Association (INSA) Carmelita Hartoto mengatakan perbaikan
layanan Pelindo selama lima tahun merger telah dirasakan perusahaan pelayaran
di berbagai wilayah.

“Sejauh ini Pelindo selama lima tahun merger telah melakukan
banyak improvement layanan secara terus-menerus dan sudah kami rasakan
perbaikannya di semua area Pelindo,” kata Carmelita saat dihubungi Rabu
(30/9/2026).

Menurut dia, pembenahan masih perlu dilanjutkan untuk
menciptakan layanan yang semakin terintegrasi di seluruh Indonesia. “Sampai
sekarang Pelindo terus berbenah mengembangkan layanannya untuk lebih
terintegrasi di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Carmelita mengatakan peningkatan kualitas layanan terminal
penting bagi perusahaan pelayaran karena berkaitan langsung dengan
produktivitas kapal. Layanan terminal tidak hanya menyangkut bongkar muat,
tetapi juga efisiensi operasional dan waktu kapal berada di pelabuhan.

“Harapan kami agar perbaikan dan atau penggantian peralatan
bongkar muat dapat segera dilakukan agar port stay lebih baik,” ujarnya.

Ia menilai kesiapan peralatan menjadi salah satu faktor
penting dalam meningkatkan produktivitas terminal dan mendukung kepastian
jadwal pelayaran.

“Yang kami harapkan tentu layanan semakin baik, semakin
terintegrasi, dan bisa memberikan kepastian bagi pelaku usaha,” kata Carmelita.

INSA juga
mendorong keberlanjutan standardisasi layanan di berbagai terminal. Menurut
Carmelita, pola layanan yang semakin seragam dibutuhkan perusahaan pelayaran
agar operasional kapal dapat direncanakan dengan lebih baik.

“Bagi perusahaan pelayaran, kepastian layanan itu penting.
Kami membutuhkan pelayanan yang bisa mendukung produktivitas dan kepastian
operasional kapal,” ujarnya.

Di sisi lain,
tekanan biaya akibat pelemahan rupiah membuat efisiensi semakin penting bagi
industri pelayaran. Biaya perawatan dan operasional kapal, termasuk suku
cadang yang masih harus diimpor, turut terdampak.

 

“Pelemahan rupiah akan berdampak terhadap sejumlah biaya
yang masih menggunakan dolar atau sangat dipengaruhi oleh nilai tukar,” kata
Carmelita.

“Jadi bukan hanya biaya operasional sehari-hari, tetapi juga
perencanaan investasi perusahaan ikut terdampak,” ujarnya.

Menurut Carmelita, efisiensi tidak cukup hanya dilakukan
pengusaha. Pemerintah juga perlu
menjaga struktur biaya industri agar tetap kompetitif.

“Efisiensi dari
sisi pengusaha saja tidak cukup. Pemerintah juga perlu membantu menjaga agar
struktur biaya industri tetap kompetitif,” katanya.

 

Layanan yang
Konsisten

Lima tahun
setelah merger Pelindo, standardisasi layanan terminal petikemas dinilai
menunjukkan perkembangan positif. Namun, penyamaan sistem dan proses
bisnis belum sepenuhnya membuat kualitas layanan seluruh terminal Pelindo
menjadi seragam.

Pengamat supply chain dari Institut Teknologi Sepuluh
Nopember (ITS), Raja Oloan Saut Gurning, mengatakan merger Pelindo telah
mendorong standardisasi pengelolaan terminal secara lebih terpusat. Hal itu
terlihat dari penyelarasan proses bisnis, penggunaan Terminal Operating System
(TOS), hingga indikator kinerja terminal.

“Standardisasi
layanan petikemas Indonesia lima tahun terakhir berada pada jalur yang tepat.
Arsitektur proses bisnis, sistem operasi atau TOS, dan indikator kinerja telah
terstandarisasi secara terpusat,” kata Saut.

Menurut dia,
langkah tersebut menjadi bagian penting dari pembenahan pengelolaan terminal
setelah integrasi Pelindo. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan
standardisasi tersebut menghasilkan kualitas layanan yang konsisten di
lapangan.

“Namun,
konsistensi layanan riil antarterminal belum sepenuhnya tercapai. Yang terjadi
saat ini adalah segmented consistency, konsisten di dalam tier masing-masing,
tetapi belum homogen secara nasional,” ujarnya.

Kondisi tersebut
perlu dilihat dari karakteristik masing-masing terminal yang dikelola Pelindo.
Tidak semua terminal memiliki kondisi geografis, peralatan, karakteristik
kapal, dan dukungan hinterland yang sama.

“Terminal di
wilayah sungai pasang-surut seperti Musi, Barito, atau Kapuas memiliki tidal
window yang membatasi konsistensi kedatangan dan keberangkatan kapal. Ini
berbeda dengan pelabuhan laut dalam,” jelasnya.

Menurut Saut,
kondisi geografis tersebut membuat kinerja terminal tidak bisa semata-mata
dibandingkan berdasarkan satu indikator produktivitas.Faktor lainnya adalah
kesenjangan spesifikasi suprastruktur. Standardisasi TOS, menurut dia, tidak
otomatis membuat produktivitas terminal sama apabila peralatan bongkar muat
yang digunakan berbeda.

“TOS yang sama
jika dijalankan di terminal dengan STS berkecepatan tinggi akan menghasilkan
output berbeda dibanding terminal yang hanya mengandalkan HMC tua atau derek
kapal,” katanya.

Karena itu, Saut menilai Pelindo perlu memastikan
standardisasi juga diikuti dengan peningkatan equipment availability dan
keandalan peralatan. “Tingkat
kesiapan alat atau equipment availability dan mean time between failures di
terminal luar Jawa masih belum merata,” ujarnya.***

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Adopsi Kripto Indonesia Terus Tumbuh, Bittime Hadirkan Program Trade or Treat dengan Bonus Rp 1,5 Juta

Bittime menghadirkan program “Trade or Treat” bagi pengguna baru pada 1-31 Oktober 2026. Melalui program ini, pengguna baru berkesempatan memperoleh bonus Bitcoin hingga Rp1,5 juta berdasarkan volume perdagangan dan tier yang dicapai selama periode program.

Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menghadirkan program “Trade or Treat” bagi pengguna baru pada 1-31 Oktober 2026. Melalui program ini, pengguna baru berkesempatan memperoleh bonus Bitcoin hingga Rp1,5 juta berdasarkan volume perdagangan dan tier yang dicapai selama periode program.

Di sisi lain, perkembangan ekosistem aset digital di Indonesia menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat. Data OJK yang dikutip Kontan,  mencatat jumlah akun konsumen pada Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) mencapai 22,93 juta akun pada Juli 2026. Sementara itu, nilai transaksi aset kripto sepanjang Januari hingga Juli 2026 mencapai Rp171,12 triliun, menunjukkan tingginya aktivitas masyarakat dalam ekosistem aset digital.

Tren tersebut juga tercermin dalam perkembangan adopsi kripto di tingkat global. Berdasarkan 2026 Global Crypto Adoption Index yang dirilis Chainalysis pada September 2026, Indonesia menempati peringkat ke-14 secara global dalam grassroots crypto adoption. Pemeringkatan tersebut mempertimbangkan sejumlah indikator, termasuk service flows, aktivitas peer-to-peer domestik, cross-border flows, dan on-chain balances.

Di tengah perkembangan tersebut, Bittime menghadirkan Trade or Treat untuk memberikan kesempatan kepada pengguna baru mengenal aktivitas perdagangan aset kripto melalui pengalaman transaksi secara langsung. Program ini menggunakan skema bonus bertingkat berdasarkan volume perdagangan, sehingga pengguna dapat memperoleh bonus Bitcoin sesuai dengan tier yang berhasil dicapai selama periode program.

“Pertumbuhan jumlah pengguna dan perkembangan adopsi aset digital menunjukkan semakin banyak masyarakat yang mulai berinteraksi dengan aset kripto. Melalui Trade or Treat, kami ingin memberikan pengalaman bagi pengguna baru untuk mengenal aktivitas perdagangan aset digital sekaligus memahami mekanisme transaksi secara lebih langsung,” ujar Ryan Lymn, Direktur Operasional Bittime.

Mekanisme Program Trade or Treat

Program Trade or Treat secara khusus ditujukan bagi pengguna yang belum pernah melakukan transaksi pertama di Bittime. Untuk mengikuti program, pengguna perlu menyelesaikan proses KYC dan melakukan registrasi pada halaman event sebelum melakukan transaksi pertama dengan nilai lebih dari Rp500.000.

Setelah transaksi pertama dilakukan, volume trading pengguna akan diakumulasikan selama 14 hari untuk menentukan tier bonus yang dicapai. Pengguna yang mencapai volume lebih dari Rp500.000 akan memperoleh bonus awal sebesar Rp25.000. Selanjutnya, volume trading Rp5 juta mendapatkan bonus Rp50.000, Rp20 juta mendapatkan Rp125.000, Rp150 juta mendapatkan Rp300.000, dan volume Rp750 juta mendapatkan bonus Rp1 juta. Dengan memenuhi seluruh ketentuan program, total bonus yang dapat diperoleh pengguna mencapai Rp1,5 juta dalam bentuk Bitcoin.

Setelah tier pengguna ditentukan, aset kripto yang dibeli perlu dipertahankan selama 7 hari. Penarikan aset sebelum periode tersebut berakhir dapat menyebabkan bonus pada tier terkait tidak dapat diklaim. Bonus akan diberikan dalam bentuk Bitcoin dan dikreditkan ke wallet Bittime maksimal 14 hari kerja setelah program berakhir, setelah proses verifikasi dan validasi peserta selesai.

Sebagai bagian dari upaya memperkenalkan aktivitas perdagangan aset digital kepada pengguna baru, Bittime merancang Trade or Treat dengan mekanisme yang transparan dan informasi program yang dapat diakses pengguna sebelum mengikuti kampanye.

“Ke depan, kami akan terus melihat bagaimana kebutuhan pengguna berkembang seiring dengan semakin luasnya adopsi aset digital di Indonesia. Bittime ingin terus menghadirkan berbagai inisiatif yang relevan dengan perkembangan tersebut, baik melalui program, edukasi, maupun pengalaman produk, sehingga masyarakat memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengenal ekosistem aset digital melalui platform yang berada dalam koridor regulasi,” tambah Ryan.

Informasi lengkap mengenai mekanisme, syarat dan ketentuan, serta cara mengikuti program Trade or Treat dapat dilihat melalui artikel resmi Bittime.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Di Era AI, Generasi Muda Perlu Lebih dari Sekadar Kemampuan Teknis

Melalui BINUS Crypto Week, BTSE Indonesia menyoroti pentingnya literasi AI, kemampuan berpikir kritis, dan kecakapan finansial dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja.

Jakarta, 02 Oktober 2026 – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin mengubah cara generasi muda belajar, bekerja, menyelesaikan masalah, dan mempersiapkan karier. Kemampuan menggunakan teknologi kini menjadi semakin penting, tetapi kecakapan teknis saja tidak cukup untuk menghadapi perubahan dunia kerja. Ketika akses terhadap AI semakin terbuka, kemampuan memahami konteks, memeriksa kualitas informasi, dan mengambil keputusan secara mandiri akan menjadi pembeda. Perubahan kebutuhan tersebut tercermin dalam Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum. Laporan itu menempatkan AI dan big data, jaringan dan keamanan siber, serta literasi teknologi sebagai keterampilan dengan pertumbuhan kebutuhan tercepat menuju 2030. 

AI dan Masa Depan Karier Generasi Muda, menjadi salah satu pembahasan dalam panel “Impact of AI on Your Future Career” pada BINUS Crypto Week yang diselenggarakan pada 26 September 2026. Panel tersebut menghadirkan Muhammad Wendy Taufiq Hidayah, Chief Technology Officer BTSE Indonesia, bersama sejumlah pelaku industri teknologi, AI, blockchain, dan aset digital. Diskusi mengeksplorasi bagaimana AI membentuk ulang cara profesional muda belajar, bekerja, membangun keterampilan, dan mengembangkan karier. “Di BTSE Indonesia, kami meyakini bahwa generasi talenta berikutnya tidak hanya perlu memahami teknologi, tetapi juga mengetahui cara menggunakannya secara bertanggung jawab dan mengubahnya menjadi dampak nyata. AI dapat membantu manusia bekerja lebih efektif, tetapi kemampuan untuk menilai informasi, memahami konteks, dan mengambil keputusan tetap menjadi tanggung jawab manusia,” ujar Muhammad Wendy Taufiq Hidayah, Chief Technology Officer BTSE Indonesia.

Prinsip yang sama berlaku ketika generasi muda berinteraksi dengan layanan keuangan digital, Web3, dan aset kripto. Kemampuan menggunakan aplikasi dan mengakses teknologi tidak selalu sama dengan kemampuan mengambil keputusan finansial secara tepat. Perkembangan industri aset digital di Indonesia menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat, terutama generasi muda. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan hingga Mei 2026, jumlah akun konsumen aset kripto di Indonesia telah mencapai 22,4 juta. Nilai transaksi aset kripto juga mendekati Rp122 triliun selama lima bulan pertama 2026. OJK menyebut mayoritas pengguna aset kripto merupakan generasi muda. “Literasi teknologi dan literasi finansial memiliki prinsip dasar yang sama. Keduanya menuntut kita untuk tidak langsung menerima informasi atau mengikuti tren, tetapi memahami manfaat, keterbatasan, dan risikonya terlebih dahulu” lanjut Wendy.

Sebagai bagian dari upaya memperkenalkan pengalaman perdagangan aset digital secara lebih terukur, BTSE Indonesia juga menyelenggarakan kampanye “Trade Dapet Cashback Batch 2” pada 24 September–10 Oktober 2026. Pengguna yang telah menyelesaikan KYC Level 1 dan melakukan transaksi pertama dengan nilai minimum Rp1 juta berkesempatan mengikuti lucky draw cashback sebesar 25 persen. Kampanye tidak berlaku untuk pasangan IDR/USDT dan mengikuti seluruh syarat serta ketentuan yang berlaku. Kampanye tersebut menegaskan bahwa dana yang digunakan harus merupakan dana pribadi dan bukan berasal dari utang atau pinjaman. Peserta juga perlu memahami risiko yang berkaitan dengan aktivitas perdagangan aset kripto sebelum mengambil keputusan. Informasi selengkapnya mengenai kampanye dapat diakses melalui : https://activity.btse.id/en  

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Native Grup Perkuat Jejak di Industri F&B Lewat Inovasi dan Ekspansi Bisnis

Industri food and beverage (F&B) di Indonesia terus berkembang seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin mengutamakan pengalaman dalam menikmati makanan dan minuman. Di tengah persaingan yang semakin kompetitif, pelaku usaha dituntut untuk terus berinovasi, tidak hanya melalui produk, tetapi juga konsep, pelayanan, serta strategi pengembangan bisnis yang berkelanjutan.

Industri food and beverage (F&B) di Indonesia terus berkembang seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin mengutamakan pengalaman dalam menikmati makanan dan minuman. Di tengah persaingan yang semakin kompetitif, pelaku usaha dituntut untuk terus berinovasi, tidak hanya melalui produk, tetapi juga konsep, pelayanan, serta strategi pengembangan bisnis yang berkelanjutan.

Menjawab dinamika tersebut, Native Grup terus memperkuat posisinya sebagai perusahaan F&B yang menghadirkan berbagai konsep kuliner dengan mengedepankan kualitas, inovasi, dan pengalaman pelanggan. Melalui pengembangan bisnis yang terukur, Native Grup berkomitmen menghadirkan destinasi kuliner yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Bagi banyak masyarakat, nama Native Tribe telah lebih dahulu dikenal sebagai café dengan pilihan specialty coffee, comfort food, hingga hidangan utama yang dapat dinikmati sepanjang hari. Di balik brand tersebut, Native Grup berperan sebagai perusahaan yang mengembangkan strategi bisnis, operasional, serta inovasi untuk menghadirkan pengalaman bersantap yang konsisten di setiap outlet.

Saat ini, Native Tribe telah hadir melalui lima cabang di Jakarta. Perjalanan tersebut kemudian membawa Native Grup melangkah ke pasar internasional melalui pembukaan Native Tribe Fukuoka, Jepang, pada 28 Oktober 2025. Langkah ini menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan perusahaan untuk memperkenalkan kualitas produk, pelayanan, dan pengalaman bersantap yang dikembangkan oleh brand Indonesia kepada pasar global.

Bagi Native Grup, ekspansi bukan hanya tentang membuka cabang baru, tetapi juga membangun hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan melalui pengalaman yang konsisten di setiap lokasi. Mulai dari kualitas menu, pelayanan yang hangat, hingga suasana yang nyaman menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan standar yang sama di setiap outlet.

Ke depan, Native Grup akan terus menghadirkan inovasi melalui pengembangan konsep, menu, serta ekspansi bisnis yang berkelanjutan. Dengan mengedepankan kualitas dan pengalaman pelanggan, perusahaan optimistis dapat terus berkontribusi terhadap perkembangan industri F&B Indonesia sekaligus membawa karya anak bangsa ke pasar internasional.

Lebih dari Sekadar Café, Native Grup Hadirkan Pengalaman WFC yang Nyaman dan Produktif

Seiring berkembangnya tren Work From Café (WFC), kebutuhan masyarakat terhadap sebuah tempat untuk bekerja kini telah berubah. Tak hanya mencari akses internet yang stabil, pelanggan juga mempertimbangkan kenyamanan ruang, kualitas makanan dan minuman, hingga suasana yang mendukung produktivitas. Menjawab kebutuhan tersebut, Native Grup menghadirkan pengalaman bersantap yang dirancang untuk menemani berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, meeting, hingga berkumpul bersama keluarga dan teman.

Bagi banyak masyarakat Jakarta, Native Tribe dikenal sebagai salah satu destinasi yang menawarkan lebih dari sekadar tempat menikmati kopi. Sebagai salah satu brand di bawah naungan Native Grup, Native Tribe menghadirkan konsep café dengan pilihan menu yang lengkap, mulai dari specialty coffee, aneka minuman, comfort food, hingga hidangan utama yang dapat dinikmati sepanjang hari. Perpaduan tersebut menjadikan Native Tribe sebagai ruang yang nyaman untuk berbagai kebutuhan, baik bekerja, bersantai, maupun menikmati waktu bersama orang-orang terdekat.

Konsep Work From Café sendiri terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan akan ruang kerja yang lebih fleksibel. Banyak profesional, pelaku bisnis, mahasiswa, hingga pekerja kreatif kini memilih café sebagai alternatif tempat bekerja karena menawarkan suasana yang lebih santai namun tetap kondusif untuk beraktivitas.

Melihat perubahan tersebut, Native Grup merancang setiap outlet Native Tribe dengan mengutamakan kenyamanan pelanggan. Tata ruang yang lapang, area duduk yang beragam, koneksi Wi-Fi, serta suasana yang hangat menjadi bagian dari pengalaman yang ingin dihadirkan. Tak hanya menjadi tempat untuk bekerja, Native Tribe juga menjadi pilihan untuk meeting informal, mengerjakan tugas, hingga menikmati quality time bersama keluarga maupun sahabat.

Pengalaman tersebut semakin lengkap dengan beragam pilihan menu yang dapat dinikmati kapan saja. Mulai dari menu sarapan, makan siang, makan malam, hingga pilihan dessert dan minuman, seluruh hidangan disiapkan untuk melengkapi berbagai momen pelanggan tanpa perlu berpindah tempat.

Bagi Native Grup, sebuah café bukan hanya tempat untuk menikmati makanan dan minuman, tetapi juga menjadi ruang yang mempertemukan ide, percakapan, dan berbagai cerita. Melalui konsep yang mengedepankan kenyamanan, kualitas, dan pelayanan, Native Grup terus berkomitmen menghadirkan pengalaman yang relevan dengan gaya hidup masyarakat modern.

Lebih dari Sekadar Café, Native Grup Bangun Destinasi untuk Berkumpul dan Berkarya

Peran sebuah café kini telah berkembang jauh melampaui fungsi utamanya sebagai tempat menikmati makanan dan minuman. Di tengah gaya hidup masyarakat urban yang semakin dinamis, café menjadi ruang untuk bekerja, berdiskusi, bertemu klien, hingga menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga dan sahabat. Perubahan perilaku ini mendorong pelaku industri F&B untuk menghadirkan konsep yang tidak hanya berfokus pada menu, tetapi juga pengalaman yang menyeluruh.

Menjawab kebutuhan tersebut, Native Grup terus mengembangkan konsep café yang mengutamakan kenyamanan, kualitas, dan pengalaman pelanggan. Melalui berbagai inovasi, perusahaan berupaya menciptakan ruang yang mampu mengakomodasi beragam aktivitas, mulai dari meeting informal, Work From Café (WFC), hingga momen kebersamaan dengan orang-orang terdekat.

Bagi banyak masyarakat Jakarta, Native Tribe telah dikenal sebagai salah satu destinasi yang menawarkan lebih dari sekadar kopi. Sebagai salah satu brand di bawah naungan Native Grup, Native Tribe menghadirkan pilihan menu yang lengkap, mulai dari specialty coffee, aneka minuman, comfort food, hingga hidangan utama yang dapat dinikmati sepanjang hari. Dengan suasana yang hangat dan nyaman, setiap outlet dirancang untuk menjadi tempat di mana pelanggan dapat bekerja, bersantai, maupun menikmati waktu bersama.

Bagi Native Grup, pengalaman pelanggan dimulai sejak langkah pertama memasuki café. Karena itu, setiap detail dirancang dengan mempertimbangkan kenyamanan, mulai dari tata ruang yang lapang, pilihan area duduk yang fleksibel, koneksi Wi-Fi yang memadai, hingga pelayanan yang ramah. Seluruh elemen tersebut dihadirkan agar pelanggan dapat menikmati waktu mereka dengan lebih leluasa, apa pun tujuan kunjungannya.

Tak hanya menjadi tempat untuk menikmati hidangan, Native Tribe juga menjadi ruang bagi berbagai komunitas untuk berkumpul, berdiskusi, hingga berkolaborasi. Native Grup percaya bahwa sebuah café dapat menjadi wadah yang mempertemukan ide, mempererat hubungan, dan menciptakan pengalaman yang berkesan bagi setiap pelanggan.

Ke depan, Native Grup akan terus mengembangkan konsep yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Dengan menggabungkan kualitas produk, pelayanan yang hangat, dan suasana yang mendukung berbagai aktivitas, perusahaan berkomitmen menghadirkan destinasi yang tidak hanya menjadi tempat makan, tetapi juga bagian dari gaya hidup masyarakat urban.

Native Grup Hadirkan Pengalaman Bersantap di Kawasan Menteng

Sebagai salah satu kawasan paling ikonik di Jakarta, Menteng telah lama dikenal sebagai pusat aktivitas yang memadukan sejarah, bisnis, pemerintahan, hingga gaya hidup modern. Karakter kawasan yang dinamis menjadikan Menteng sebagai destinasi bagi masyarakat yang mencari tempat untuk bekerja, bertemu rekan bisnis, maupun menikmati waktu santai bersama keluarga dan sahabat. Melihat kebutuhan tersebut, Native Grup menghadirkan pengalaman bersantap yang mengedepankan kenyamanan, kualitas, dan suasana yang hangat melalui kehadiran Native Tribe Menteng.

Bagi banyak masyarakat, Native Tribe telah dikenal sebagai café yang menawarkan lebih dari sekadar kopi. Sebagai salah satu brand di bawah naungan Native Grup, Native Tribe menghadirkan pilihan menu yang lengkap, mulai dari specialty coffee, aneka minuman, comfort food, hingga hidangan utama yang dapat dinikmati sepanjang hari. Kehadiran cabang di Menteng menjadi bagian dari komitmen Native Grup untuk semakin dekat dengan pelanggan melalui lokasi-lokasi strategis yang sesuai dengan gaya hidup masyarakat urban.

Mengusung konsep café yang nyaman dan fungsional, Native Tribe Menteng dirancang sebagai ruang yang dapat mengakomodasi berbagai kebutuhan. Baik untuk menikmati sarapan, makan siang bersama kolega, mengadakan pertemuan informal, bekerja dari café (Work From Café), maupun bersantai di penghujung hari, pelanggan dapat menikmati suasana yang mendukung setiap aktivitas.

Selain menghadirkan suasana yang nyaman, Native Tribe Menteng juga menawarkan beragam pilihan menu yang dirancang untuk berbagai waktu bersantap. Perpaduan antara kualitas bahan baku, cita rasa yang konsisten, dan pelayanan yang hangat menjadi bagian dari pengalaman yang ingin dihadirkan Native Grup di setiap outletnya.

Bagi Native Grup, setiap cabang bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan kesempatan untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan dan menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari mereka. Oleh karena itu, setiap lokasi dikembangkan dengan tetap mempertahankan identitas brand sekaligus menyesuaikan pengalaman yang relevan dengan karakter lingkungan di sekitarnya.

Ke depan, Native Grup akan terus menghadirkan inovasi melalui pengembangan konsep, menu, dan pengalaman pelanggan di setiap outlet. Dengan kehadiran Native Tribe Menteng, perusahaan berharap dapat menjadi salah satu destinasi pilihan bagi masyarakat yang mencari tempat bersantap dengan suasana nyaman di tengah dinamika ibu kota.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Hilirisasi Nikel Perkuat Transformasi Ekonomi di Sulawesi

JAKARTA — Perkembangan industri pengolahan mineral turut membentuk lanskap ekonomi baru di sejumlah wilayah Sulawesi. Ekspansi aktivitas pengolahan nikel memperpanjang rantai nilai mineral di dalam negeri dan membuka ruang bagi berkembangnya aktivitas industri, investasi, tenaga kerja, serta kegiatan ekonomi pendukung di daerah.

Di Sulawesi Selatan, misalnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian pada triwulan II 2026 tumbuh 5,59% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. PDRB Sulawesi Selatan pada periode tersebut mencapai Rp206,70 triliun atas dasar harga berlaku atau Rp110,41 triliun atas dasar harga konstan 2010.

Perkembangan tersebut berlangsung di tengah semakin besarnya perhatian terhadap penguatan industri pengolahan mineral di Sulawesi. Nikel menjadi salah satu komoditas penting dalam proses ini seiring berkembangnya fasilitas pengolahan serta rantai pasok yang terkait dengan industri logam dan bahan baku baterai.

Ekonom CORE Indonesia Mohammad Faisal menilai pengembangan rantai nilai kendaraan listrik di Indonesia mulai menunjukkan integrasi dari aktivitas hulu hingga pengolahan.

“Kalau di upstream kita sudah high maturity, sementara di midstream dan downstream masih berkembang. Tapi ke depan ini bisa meningkat cepat, dan dampaknya terhadap perekonomian daerah juga akan semakin besar,” ujar Faisal.

Menurut Faisal, transformasi struktur ekonomi dapat terlihat antara lain di Morowali dan Morowali Utara, Sulawesi Tengah, yang dalam satu dekade terakhir mengalami perkembangan aktivitas industri berbasis pengolahan mineral.

“Kalau dulu Morowali didominasi pertambangan dan pertanian, sekarang lebih dari 75% ekonominya ditopang sektor industri,” katanya.

Perubahan struktur ekonomi tersebut menunjukkan bagaimana keberadaan industri pengolahan dapat memperluas aktivitas ekonomi di wilayah yang sebelumnya lebih bertumpu pada sektor primer. Namun, besarnya manfaat hilirisasi tidak hanya ditentukan oleh peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga oleh kemampuan membangun keterkaitan dengan perekonomian lokal, pengembangan tenaga kerja, serta tata kelola industri yang berkelanjutan.

Investasi Pengolahan Terus Berkembang

Sejumlah pelaku industri terus mengembangkan investasi pengolahan nikel di Sulawesi. Salah satunya PT Vale Indonesia Tbk, bagian dari Grup MIND ID, yang mengembangkan proyek pertumbuhan di Pomalaa, Morowali, dan Sorowako sebagai bagian dari ekspansi rantai nilai nikelnya.

Pengembangan tersebut mencakup fasilitas berbasis teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL) yang dirancang untuk menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), produk antara yang dapat digunakan lebih lanjut dalam rantai pasok material baterai. Informasi perusahaan menunjukkan pengembangan HPAL terkait proyek Pomalaa, Bahodopi, dan Sorowako Limonite.

Perkembangan serupa di berbagai kawasan industri menunjukkan bahwa hilirisasi nikel di Sulawesi semakin membentuk ekosistem yang melibatkan perusahaan pertambangan, pengolahan mineral, penyedia teknologi, tenaga kerja, serta berbagai kegiatan ekonomi pendukung.

Bagi daerah penghasil sumber daya, tantangan berikutnya adalah memastikan ekspansi industri tersebut menghasilkan manfaat ekonomi yang semakin luas. Peningkatan nilai tambah perlu berjalan bersama pengembangan kapasitas tenaga kerja lokal, keterlibatan usaha daerah, pengelolaan dampak lingkungan, serta penciptaan kegiatan ekonomi yang mampu bertahan dalam jangka panjang.

Dengan cadangan mineral dan berkembangnya kapasitas industri pengolahan, Sulawesi memiliki posisi penting dalam rantai nilai mineral Indonesia. Keberlanjutan transformasi tersebut akan ditentukan tidak hanya oleh besarnya investasi dan produksi, tetapi juga oleh sejauh mana industrialisasi mampu menghasilkan nilai tambah yang terhubung dengan pembangunan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Strayos: Software AI Pertambangan untuk Desain Peledakan dari Data Drone Survey

Strayos adalah platform analitik berbasis AI untuk pertambangan yang menganalisis data drone survey yang sudah diproses di DJI Terra. Satu platform ini mencakup desain pola bor, prediksi fragmentasi, volumetrik stockpile, stabilitas lereng, dan rekonsiliasi volume, sehingga keputusan peledakan berpijak pada kondisi lapangan yang akurat.

Di tambang terbuka, peledakan (blasting) adalah proses memecah batuan dengan bahan peledak agar mudah digali dan diangkut. Desain yang kurang tepat bisa menghasilkan batuan terlalu besar, boros bahan peledak, atau membahayakan lereng di sekitarnya. Masalahnya, banyak desain masih dibuat dari data permukaan yang tidak selalu terbaru. Strayos menutup celah itu dengan menghubungkan data drone survey langsung ke perencanaan peledakan.

Alurnya berjalan berurutan. Drone survey merekam permukaan tambang, misalnya dengan DJI Matrice 4E untuk photogrammetry atau DJI Matrice 400 dengan DJI Zenmuse L3 untuk LiDAR. Data itu diproses di DJI Terra menjadi orthomosaic (peta foto) dan DSM (model ketinggian permukaan). Setelah itu, Strayos menganalisisnya untuk merancang pola lubang bor dan muatan bahan peledak, lalu memprediksi hasilnya sebelum peledakan dilakukan.

Strayos memiliki beberapa modul utama: desain pola bor dan peledakan, analisis fragmentasi untuk mengukur ukuran batuan hasil ledakan, volumetrik dan rekonsiliasi untuk mencocokkan rencana dengan realisasi produksi, serta highwall dan slope stability untuk menilai kestabilan lereng. Platform ini juga mendukung analisis haul road, deteksi perubahan, dan dashboard pelaporan progres.

Contoh penerapannya ada di kontraktor batubara PT BUMA. DJI Dock 3 menjalankan pemetaan haul road secara otomatis, data diproses di DJI Terra, lalu Strayos mendeteksi lubang jalan dan kerusakan berbasis AI serta menilai kemiringan, crossfall, berm, dan lebar jalan dalam sekitar 4 jam, tanpa inspeksi manual.

Selengkapnya: https://halorobotics.com/strayos-platform-ai-software-pertambangan/

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES