Komisioner BP Tapera Dampingi Menteri PKP dalam Kunjungan Program Bedah Rumah dan Gentengisasi di Purwakarta

Melalui pendampingan dalam kegiatan tersebut, BP Tapera mendukung koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan program perumahan, khususnya untuk memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian yang layak, aman, dan nyaman. Sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program perumahan yang tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Purwakarta, 2 Oktober 2026 — Komisioner BP Tapera, Heru
Pudyo Nugroho, mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP),
Maruarar Sirait, dalam kunjungan kerja di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat,
Jumat (2/10). Kegiatan ini mencakup peninjauan penerima bantuan Program Bantuan
Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Desa Pamoyanan, Kecamatan Plered, serta
pelepasan 500.000 genteng yang diangkut menggunakan 125 truk di Pasar Citeko,
Plered.

Dalam kunjungan ke Desa Pamoyanan, rombongan meninjau
kondisi rumah calon penerima bantuan (CPB) yang membutuhkan perbaikan, termasuk
rumah milik Eti Nurhayati dan Didi. Kedua rumah tersebut memiliki tingkat
kerusakan yang memerlukan penanganan, mulai dari kerusakan elemen struktur
bangunan hingga kondisi lantai, dinding, pencahayaan, dan penghawaan yang belum
memadai.

Eti Nurhayati tercatat memiliki keluarga beranggotakan lima
orang dengan penghasilan keluarga sekitar Rp2 juta per bulan. Sementara itu,
Didi memiliki empat anggota keluarga dengan penghasilan sekitar Rp1,7 juta per
bulan dan bekerja sebagai buruh harian genteng. Peninjauan ini menjadi bagian
dari upaya memastikan bantuan perumahan menyasar masyarakat yang membutuhkan
perbaikan hunian layak.

Agenda dilanjutkan dengan simulasi Pemilihan Terbuka Toko
(PTT) atau Tender Rakyat sebagai bagian dari mekanisme pengadaan bahan bangunan
untuk mendukung pelaksanaan program BSPS.

Selanjutnya, di Pasar Citeko, Menteri PKP bersama jajaran
pemerintah pusat dan daerah menghadiri prosesi pelepasan 500.000 genteng yang
didistribusikan menggunakan 125 truk. Kegiatan ini merupakan bagian dari
program gentengisasi yang diarahkan untuk mendorong penggunaan atap genteng
pada rumah masyarakat sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi para perajin
genteng.

Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito
Karnavian menyampaikan bahwa program gentengisasi merupakan arahan Presiden
yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, baik melalui
peningkatan aktivitas ekonomi dan kesempatan kerja bagi perajin genteng maupun
melalui peningkatan kenyamanan dan kesehatan hunian.

Pemerintah juga meningkatkan alokasi program BSPS di
Kabupaten Purwakarta pada 2026. Berdasarkan data yang ditampilkan dalam materi
kegiatan, alokasi BSPS di Purwakarta meningkat dari 317 unit pada 2025 menjadi
2.914 unit pada 2026, atau meningkat sekitar 819 persen. Peningkatan alokasi
ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap bantuan
perbaikan rumah.

Melalui pendampingan dalam kegiatan tersebut, BP Tapera
mendukung koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan program perumahan,
khususnya untuk memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap
hunian yang layak, aman, dan nyaman. Sinergi pemerintah pusat, pemerintah
daerah, serta pemangku kepentingan terkait diharapkan dapat mendukung
pelaksanaan program perumahan yang tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata
bagi masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Sinyal The Fed Berubah, Bitcoin Belum Lepas dari Konsolidasi US$83.000

Jakarta, 1 Oktober 2026 – Ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga The Fed pada Oktober berubah dalam sepekan terakhir. Peluang The Fed mempertahankan suku bunga kini mencapai 52,9%, berbalik dari ekspektasi sepekan sebelumnya yang memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 54–55%.

Di tengah perubahan tersebut, Bitcoin (BTC) bergerak dalam fase konsolidasi di kisaran US$83.400–83.800 setelah sebelumnya sempat menguat hingga mendekati US$87.000. Hal ini tercantum dalam Market Outlook mingguan FLOQ Trading Desk yang dirilis Kamis (1/10).

Ekspektasi The Fed Berubah, Bitcoin Masih Konsolidasi

Perubahan ekspektasi suku bunga dipengaruhi sejumlah perkembangan ekonomi AS, termasuk komentar Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams pada 29 September serta perlambatan inflasi PCE inti menjadi 3,3%.

Sebelumnya, The Fed telah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75–4,00%.

“Pergeseran ekspektasi dari kenaikan ke penahanan suku bunga hanya dalam sepekan menunjukkan betapa sensitifnya pasar terhadap setiap sinyal The Fed. Dalam jangka pendek, arah Bitcoin masih sangat ditentukan oleh kebijakan moneter AS,” ujar Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ.

Dalam tujuh hari terakhir, BTC bergerak pada rentang US$82.581–85.518 atau turun sekitar 1%. FLOQ Trading Desk mencatat US$82.500 sebagai level support dan US$85.500 sebagai resistance.

“Dua level itu menjadi batas penting pekan ini. Data Non-Farm Payrolls AS pada 2 Oktober akan menjadi salah satu katalis yang dapat menentukan apakah BTC menembus resistance atau kembali menguji support,” kata Yudho.

Inflow ETF Bitcoin Tertinggi 2026, tetapi Melambat

Arus dana institusional masih menjadi perhatian pasar. ETF Bitcoin spot mencatat inflow mingguan sebesar US$2,39 miliar pada pekan yang berakhir 26 September, menjadi inflow mingguan tertinggi sepanjang 2026.

IBIT menyerap sekitar US$1,2 miliar, sedangkan FBTC mencatat inflow sekitar US$701,7 juta. Namun, arus dana harian melambat tajam, dari sekitar US$999 juta pada 21 September menjadi US$134 juta pada 25 September atau turun sekitar 87%.

“Inflow mingguan memang tertinggi tahun ini, tetapi momentumnya melambat tajam. Investor sebaiknya membaca tren arus dana, bukan hanya angka puncaknya. Angka besar di headline belum tentu berarti permintaan masih kuat,” analisa Yudho.

Sementara itu, ETF Ethereum spot mencatat inflow US$689,8 juta pada pekan 25 September setelah sebelumnya mengalami outflow US$140 juta. Pada 29 September, ETF Ethereum kembali mencatat outflow tipis US$2,81 juta.

Strategy Berbalik Diskon

Strategy (MSTR) terus menambah kepemilikan Bitcoin. Perusahaan membeli 950 BTC pada 14–20 September dengan harga rata-rata US$79.670 dan 1.665 BTC pada 21–27 September dengan harga rata-rata US$85.681.

Total kepemilikan Strategy kini mencapai 847.665 BTC dengan nilai sekitar US$70,77 miliar. Namun, rasio mNAV perusahaan berbalik dari premium 1,16 kali menjadi diskon 0,90 kali dalam sepekan.

“Saat mNAV turun di bawah 1x, kemampuan Strategy menerbitkan saham baru untuk membeli Bitcoin menjadi terbatas. Ini perlu dicermati karena mekanisme itulah mesin akumulasi utama salah satu pembeli institusional terbesar di pasar,” ujar Yudhono.

Dari sisi regulasi, CLARITY Act masih tertahan di Senat AS setelah pemungutan suara cloture pada 15 September berakhir 49–50. DPR AS juga membatalkan sidang pada 21 dan 28 September sehingga pembahasan berpotensi tertunda hingga periode lame-duck setelah pemilu 3 November.

Meski demikian, BTC masih bergerak relatif stabil di US$83.000–85.000. FLOQ Trading Desk menilai kebijakan The Fed dan arus dana saat ini lebih dominan memengaruhi harga dibandingkan perkembangan regulasi.

Minyak, Rupiah, dan Agenda Pasar

Harga minyak Brent masih berada di kisaran US$97–102 per barel. Sementara itu, aliran minyak melalui Selat Hormuz masih sekitar 677 ribu barel per hari, jauh di bawah sekitar 3,6 juta barel per hari sebelum konflik.

FLOQ Trading Desk menilai eskalasi geopolitik dapat mendorong harga Brent bertahan di atas US$100 per barel, meningkatkan tekanan inflasi, dan mempersempit ruang The Fed untuk bersikap dovish.

Di dalam negeri, Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di 5,75% pada RDG 22–23 September. Rupiah sempat melemah ke kisaran Rp17.950–17.998 per dolar AS sebelum menguat ke Rp17.894 pada 30 September.

“Penguatan rupiah pekan ini patut dicatat, tetapi ini masih pemulihan parsial, belum tren penguatan baru. Investor domestik perlu memperhitungkan faktor kurs dan harga minyak saat menyusun portofolio,” jelas Yudho.

Untuk pekan ini, pasar akan mencermati sejumlah data ekonomi AS. ISM Manufacturing PMI dirilis pada 1 Oktober, disusul Non-Farm Payrolls pada 2 Oktober. Pada tanggal yang sama, opsi mingguan BTC dan ETH di Deribit akan jatuh tempo.

Pasar kemudian menunggu ISM Services PMI pada 5 Oktober dan risalah FOMC September pada 7 Oktober. Perkembangan konflik Iran dan Selat Hormuz juga tetap menjadi faktor risiko yang perlu diperhatikan.

FLOQ Trading Desk menilai data Payrolls yang kuat dapat kembali meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga dan menekan BTC. Sebaliknya, data ekonomi yang lebih lemah serta risalah FOMC bernada dovish dapat membuka ruang bagi BTC untuk kembali menguji US$85.500.

“Ketika ekspektasi pasar bisa berbalik dalam hitungan hari, disiplin manajemen risiko jauh lebih penting daripada menebak arah. Kami mendorong investor menghindari leverage berlebihan dan menyiapkan rencana untuk dua skenario,” pungkas Yudho.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

HUT ke-70 SUCOFINDO: Dukung Akses Air Bersih untuk Negeri melalui Sumur Bor di Kalimantan Barat

Pontianak, (3/10) – Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) bersama PT SUCOFINDO (PERSERO) Cabang Pontianak meresmikan fasilitas sumur bor air bersih di lingkungan MIS Miftahussalam, Desa Punggur Kecil, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Peresmian ini merupakan bagian dari program bertajuk “Jaga Air Bersih untuk Desa” yang menyasar 70 titik wilayah operasional cabang dan unit pelayanan PT SUCOFINDO (PERSERO) di seluruh Indonesia Indonesia dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 PT SUCOFINDO (PERSERO). Pembangunan sumur bor ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.

Kegiatan peresmian dihadiri oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS), Adi, Kepala PT SUCOFINDO (PERSERO) Cabang Pontianak, Leonardo Pardede, Kepala Desa Punggur Kecil, Adi Kusuma Jaya, serta Kepala Sekolah MIS Miftahussalam, Asmiatun.

Dalam sambutannya, Adi mengungkapkan apresiasinya kepada PT SUCOFINDO (PERSERO) atas dukungan penyediaan fasilitas air bersih bagi masyarakat Desa Punggur Kecil. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti, mengingat air bersih merupakan kebutuhan pokok yang sempat menjadi tantangan bagi warga selama musim kemarau.

“Bantuan ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan kontribusi SUCOFINDO yang telah membantu menghadirkan solusi nyata bagi warga,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Leonardo Pardede menyampaikan bahwa pembangunan sumur bor ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya melalui program-program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berorientasi pada kebutuhan nyata di lapangan.

“Tahun ini menjadi momentum istimewa bagi SUCOFINDO karena memasuki usia ke-70 tahun. Rasa syukur atas perjalanan tujuh dekade tersebut kami wujudkan melalui berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Pembangunan sumur bor air bersih ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kami dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar yang berpengaruh terhadap kesehatan, pendidikan, dan kualitas hidup masyarakat,” tuturnya.

Leonardo Pardede juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang telah berkolaborasi dalam merealisasikan program pembangunan sumur bor tersebut. Menurutnya, sinergi yang terjalin menjadi faktor penting dalam memastikan manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

“Kami mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan program ini. Kami berharap fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” tambahnya.

Peresmian fasilitas ditandai dengan pemotongan pita dan penyaluran air sumur bor secara simbolis sebagai penanda bahwa sarana tersebut siap dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penyerahan Berita Acara Serah Terima (BAST) kepada pihak penerima manfaat sebagai bentuk komitmen bersama untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas secara berkelanjutan.

Program pembangunan sumur bor ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), khususnya mengenai akses air bersih dan sanitasi yang layak, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat. Melalui inisiatif ini, PT SUCOFINDO (PERSERO) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung pembangunan sosial dan pelestarian lingkungan sekaligus memperluas dampak positif perusahaan bagi masyarakat.

“Kami percaya bahwa keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja bisnis, tetapi juga dari manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat. Karena itu, SUCOFINDO akan terus menghadirkan program-program yang berdampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat, sejalan dengan semangat ‘Ensuring Quality Protecting Trust’,” tutup Leonardo Pardede.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Beralihlah dari Kartu Nama Kertas, KartuNamaDigital.id Resmi Diluncurkan: Hadirkan Solusi Profil Profesional Interaktif Berbasis QR Code

Melalui KartuNamaDigital.id, setiap pengguna memiliki halaman arahan (profile landing page) personal yang memuat informasi kontak terpadu—mulai dari nomor telepon, email, tautan website, portofolio kerja, hingga saluran media sosial—yang dapat disimpan langsung ke buku kontak ponsel mitra bisnis dalam satu klik.

JAKARTA, 1 Oktober 2026 — Di tengah mobilitas profesional dan bisnis yang serba cepat, kartu nama kertas konvensional kian menghadapi berbagai keterbatasan: mudah hilang, ruang informasi yang sempit, serta pemborosan biaya setiap kali terjadi pembaruan data kontak atau jabatan. Menjawab tantangan efisiensi tersebut, KartuNamaDigital.id hari ini resmi diluncurkan sebagai platform kartu nama digital berbasis web yang memungkinkan para profesional dan pelaku usaha bertukar kontak secara cepat melalui pemindaian kode QR (QR code).  

Menghubungkan Profesional Tanpa Hambatan

Tidak seperti kartu nama fisik yang statis, KartuNamaDigital.id memaksimalkan kemudahan akses melalui peramban web tanpa mewajibkan lawan bicara mengunduh aplikasi tambahan apa pun, memudahkan menyimpan detail kontak : Nama, nomor telepon, email, media social, website ke dalam handphone.

Pindai QR Code & Buka Profil Instan: Mitra kerja cukup memindai kode QR menggunakan kamera ponsel pintar untuk langsung melihat profil digital lengkap yang rapi dan profesional, bisa segera save contact, menghubungi lewat whatsapp dan sebagainya

Fitur Simpan Kontak Sekali Klik (Save to Contacts): Menghilangkan kerepotan mengetik ulang nomor secara manual; penerima kartu nama dapat langsung mengunduh dan menyimpan data kontak (vCard) ke memori ponsel secara instan.

Etalase Portofolio & Bisnis: Tidak hanya mencantumkan identitas dasar, platform ini dirancang untuk menampilkan tautan portofolio profesional, katalog layanan, situs web resmi perusahaan, dan akun media sosial dalam satu wadah.

Pembaruan Data Secara Real-Time: Perubahan nomor WhatsApp, alamat kantor, jabatan, maupun tautan proyek terkini dapat diubah kapan saja melalui dashboard, sehingga informasi yang diakses mitra selalu akurat tanpa perlu mencetak ulang kartu.

Efisiensi Anggaran dan Ramah Lingkungan (Paperless): Mengurangi pemborosan kertas secara signifikan sekaligus menekan anggaran cetak kartu nama berkala bagi individu, konsultan, pekerja lepas (freelancer), hingga tim korporat.

Pernyataan Resmi Pendiri

“Kartu nama bukan sekadar secarik kertas bertuliskan nama dan nomor telepon, melainkan pintu gerbang pertama pembuktian kredibilitas profesional dan bisnis. Dengan KartuNamaDigital.id, kami ingin memberikan solusi modern di mana siapa pun bisa membagikan identitas lengkap mereka—termasuk portofolio dan proyek yang sedang dikerjakan—secara elegan, cepat, dan selalu terbarui hanya lewat satu pemindaian kode QR,” – KartuNamaDigital.id.

Ketersediaan

Layanan KartuNamaDigital.id kini telah resmi dibuka untuk umum dan dapat diakses langsung melalui peramban di https://kartunamadigital.id. Pengguna dapat langsung mendaftar, mengatur profil kartu nama digital, serta mengunduh kode QR personal mereka untuk mulai memperluas jejaring bisnis.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Fokus Garap Pasar Eksternal, InfraNexia Bidik Kebutuhan Infrastruktur Pemain Industri Telco Nasional

Resmi tuntaskan pemisahan, InfraNexia perkuat peran sebagai katalis pertumbuhan pendapatan TelkomGroup dan fondasi ekosistem digital Indonesia

Jakarta, 1 Oktober 2026 – PT Telkom Indonesia Persero (Tbk) (Telkom) memperoleh persetujuan pemegang saham independen atas aksi korporasi pemisahan aset dan bisnis (spin-off) wholesale fiber connectivity ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan secara daring pada Rabu (30/9). Sebagai transaksi afiliasi yang diatur dalam Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan, pelaksanaan aksi korporasi ini telah memenuhi ketentuan kuorum dari mayoritas pemegang saham independen. 

Terbentuknya InfraNexia sebagai operating company yang menggawangi bisnis infrastruktur jaringan TelkomGroup merupakan bagian dari implementasi strategi TLKM 30 dalam mendorong monetisasi aset bernilai tinggi dan kemitraan strategis untuk menangkap peluang pertumbuhan. Sejalan dengan hal tersebut, langkah ini juga memperkuat transformasi Telkom dari Operating Holding menuju Strategic Holding dengan model Holding Company-Operating Company (HoldCo-OpCo) yang berorientasi pada penciptaan nilai dan fokus pada sinergi antar entitas secara berkelanjutan. 

Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno menyampaikan, “Atas nama direksi Perseroan, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan yang senantiasa menyertai perjalanan transformasi Telkom. Kepercayaan yang diberikan kepada Telkom atas Spin-Off InfraCo ini menjadi langkah penting untuk membangun struktur bisnis yang lebih fokus, sekaligus memberi ruang dan fleksibilitas bagi InfraNexia untuk berkembang lebih optimal. Telkom memastikan transformasi yang tengah dijalankan dapat memberikan dampak nyata terhadap kinerja dan value creation, sekaligus menghadirkan kontribusi yang semakin besar bagi kemajuan ekosistem digital Indonesia.” 

InfraNexia Buka Jalur Pertumbuhan Baru bagi Indonesia

Pada hari yang sama, Telkom dan InfraNexia juga melaksanakan penandatanganan akta pemisahan (deed of spin-off) sebagai milestone utama dalam penyelesaian Spin-Off InfraCo Tahap 2, setelah memperoleh persetujuan pemegang saham independen Telkom melalui RUPSLB. Akta pemisahan ditandatangani oleh Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno dan Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf, di Telkom Landmark Tower, Jakarta.  

Melalui tahapan ini, lebih dari 90% aset infrastruktur jaringan yang sebelumnya berada di bawah Telkom resmi dikonsolidasikan ke InfraNexia, memperkuat skala perusahaan sebagai penyedia infrastruktur digital berbasis wholesale dengan jaringan yang membentang di berbagai wilayah Indonesia. Secara keseluruhan, skala tersebut mencakup sekitar 112.000 kilometer jaringan fiber optic, termasuk 26.000 km Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik, dengan total nilai transaksi mencapai sekitar Rp85,7 triliun. 

Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno mengatakan, InfraNexia diarahkan untuk semakin mempertajam fokus bisnis serta meningkatkan produktivitas aset infrastruktur guna mendorong peningkatan kontribusi pasar eksternal terhadap pendapatan segmen B2B Infrastructure TelkomGroup. 

“Dengan skala dan fokus yang semakin solid, InfraNexia diharapkan mampu mengelola infrastruktur secara lebih optimal sekaligus membuka pemanfaatannya bagi lebih banyak pelaku industri. Langkah ini menjadi bagian dari upaya TelkomGroup membangun bisnis agar semakin fokus, kompetitif, dan mampu menciptakan nilai yang jauh lebih besar dari tiap aset strategis yang dimiliki,” ujar Nanang. 

Sejalan dengan arahan tersebut, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menyampaikan, konsolidasi memberikan ruang yang lebih luas bagi InfraNexia untuk meningkatkan utilisasi jaringan dan juga memperluas kolaborasi di dalam ekosistem digital nasional. 

“Skala infrastruktur yang semakin besar memberi kami fleksibilitas untuk menghadirkan solusi yang lebih relevan bagi berbagai kebutuhan pelanggan. Fokus kami bukan hanya memperluas pemanfaatan aset, tetapi memastikan infrastruktur yang kami miliki dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan lebih banyak mitra dan layanan digital, serta mendukung penguatan ekosistem dan kedaulatan digital Indonesia,” tambah Seno. 

Pasca konsolidasi, InfraNexia mengelola jaringan serat optik yang terhubung melalui infrastruktur darat dan laut, didukung 4 area, 12 regional, dan 61 distrik di seluruh Indonesia. Infrastruktur dan cakupan yang ekstensif ini menjadi fondasi bagi operator telekomunikasi, penyedia layanan internet, perusahaan cloud, data center, serta berbagai pelaku industri dalam memperluas kapasitas dan jangkauan layanan. 

Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf menambahkan, fase baru ini memperkuat peran InfraNexia dalam mengembangkan jaringan nasional sebagai AI Ready Infrastructure yang terbuka, terintegrasi, dan dapat dimanfaatkan bersama oleh berbagai pelaku industri. 

“Indonesia membutuhkan AI Ready Infrastructure yang mampu berkembang seiring kebutuhan industri dan teknologi. Dengan jaringan yang semakin terintegrasi dan scalable, kami ingin menghadirkan fondasi yang dapat mendukung pertumbuhan AI, cloud, data center, serta berbagai inovasi digital lainnya di masa depan, sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi mitra untuk memperluas layanan dan menciptkan  peluang pertumbuhan baru tanpa harus mengembangkan seluruh infrastrukturnya secara mandiri,” pungkas Lukman. 

InfraNexia menjalankan model bisnis berbasis prinsip carrier-neutral dan open-access melalui dua lini utama, yaitu Wholesale Connectivity dan Wholesale FTTx. Portofolio tersebut mencakup layanan konektivitas berkapasitas tinggi, akses jaringan, hingga pemanfaatan infrastruktur pasif bersama yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kapasitas, cakupan, dan model bisnis masing-masing pelanggan. 

Sejalan dengan penguatan skala bisnis, InfraNexia juga terus mempercepat modernisasi operasi jaringan melalui otomasi, integrasi sistem, dan pengembangan kapabilitas autonomous network. Transformasi ini diarahkan untuk meningkatkan keandalan layanan, efisiensi operasional, serta kemampuan jaringan dalam merespons permintaan pelanggan yang terus meningkat. 

Penguatan skala dan kapabilitas tersebut menjadi bagian dari upaya InfraNexia untuk memastikan infrastruktur yang dikelolanya terus relevan dan mengalir dengan kebutuhan Indonesia yang semakin terkoneksi. Dengan skala jaringan nasional, model bisnis terbuka, dan pengelolaan yang semakin terintegrasi, InfraNexia memperkuat perannya sebagai fondasi infrastruktur bagi pertumbuhan ekosistem digital Indonesia. 

“InfraNexia dengan semangat Flowing Through Nusantara merefleksikan bagaimana infrastruktur kami akan terus menghubungkan wilayah, industri, dan berbagai peluang pertumbuhan di seluruh Indonesia. Semangat ini menjadi pengingat bahwa setiap pengembangan yang kami lakukan harus memberikan ruang bagi konektivitas dan ekosistem digital untuk terus bertumbuh,” tutup Lukman.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Zentara Soroti Pentingnya API Security bagi Ekosistem Fintech dan Bisnis Digital Indonesia

JAKARTA, INDONESIA – Oktober 2026 – Ketergantungan bisnis digital Indonesia terhadap API terus meningkat. Bank, fintech, penyedia pembayaran, e-wallet, marketplace, dan berbagai layanan digital mengandalkan API untuk menghubungkan sistem dan bertukar data.

Bertambahnya endpoint juga memperluas area yang perlu diamankan. Salah satu risiko yang mendapat perhatian dalam OWASP API Security Top 10 adalah Broken Object Level Authorization (BOLA), ketika sebuah API memastikan pengguna telah login tetapi gagal memastikan bahwa pengguna tersebut memang berhak mengakses objek atau data yang diminta.

Jenis kerentanan seperti ini tidak selalu mudah ditemukan melalui automated scanner karena respons API dapat terlihat valid dari sisi teknis. Pengujian membutuhkan pemahaman terhadap business logic, hak akses, dan hubungan antarobjek di dalam aplikasi.

Zentara melakukan pengujian terhadap REST, GraphQL, dan gRPC dengan mengacu pada risiko API Security Top 10, termasuk BOLA, Broken Function Level Authorization, mass assignment, dan penyalahgunaan schema. Certified testers melakukan validasi manual dan menghasilkan proof of concept yang dapat direproduksi.

Untuk kebutuhan pengujian yang lebih luas, perusahaan dapat menggabungkan API security testing dengan automated vulnerability assessment. Pendekatan ini membantu menggabungkan discovery berskala besar dengan validasi terhadap business logic yang membutuhkan analisis manusia.

Zentara juga menggunakan AVAS untuk melakukan assessment otomatis terhadap application dan integration layers. Menurut Zentara, full enterprise scan dapat selesai dalam waktu kurang dari 15 menit, sehingga assessment dapat dilakukan lebih dekat dengan siklus perubahan aplikasi.

Bagi perusahaan yang memproses data pribadi, keamanan API juga berkaitan dengan perlindungan data. API yang salah mengimplementasikan authorization dapat membuka akses terhadap data milik pengguna lain dan menciptakan risiko yang melampaui persoalan teknis aplikasi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PTPN III (Persero) Ungkap Strategi Transformasi Menuju Penciptaan Nilai Berkelanjutan

Jatinangor – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus memperkuat transformasi perusahaan menuju penciptaan nilai yang berkelanjutan. Transformasi tersebut dilakukan secara bertahap, mulai dari memastikan keberlangsungan perusahaan, memperbaiki fundamental bisnis, hingga membangun pertumbuhan yang berkelanjutan dengan tetap memperhatikan aspek people, profit, dan planet.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna dalam kuliah umum bertajuk “From Turn Around to Sustainable Value Creation” di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, Kamis (1/10/2026).

Denaldy menjelaskan, transformasi perusahaan dimulai dari fase surviving, terutama ketika perusahaan menghadapi tekanan kinerja dan harus memastikan keberlangsungan operasional. “Transformasi atau perubahan yang harus kita lakukan itu ada fase-fasenya. Fase yang pertama adalah surviving. Pada saat kita mengalami kerugian, kita harus berpikir apa yang harus kita lakukan dulu. Kita harus bertahan untuk hidup,” ujar Denaldy.

Setelah kondisi perusahaan mulai stabil, transformasi dilanjutkan melalui tahap fix the fundamental. Tahap ini berfokus pada pembenahan fondasi dan proses bisnis sebagai dasar untuk membangun pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan.

Dalam menjalankan mandat strategis di bidang ketahanan pangan dan energi, PTPN tidak hanya mengelola komoditas perkebunan seperti kelapa sawit, karet, tebu, dan kopi. PTPN juga mendapat penugasan untuk mengembangkan komoditas pangan lainnya, antara lain bawang putih, kedelai, dan ubi kayu.

Pengembangan komoditas tersebut sekaligus membuka ruang bagi PTPN untuk memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Kolaborasi diharapkan dapat mendukung penguatan pengetahuan, riset, inovasi, serta pengembangan model bisnis yang memberikan nilai tambah.

Perkuat Kolaborasi dengan Unpad

Sejalan dengan upaya tersebut, PTPN III dan Universitas Padjadjaran (Unpad) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi kedua institusi melalui berbagai program yang mendukung pengembangan pendidikan, riset, serta kontribusi kepada masyarakat.

Rektor Unpad Prof. Arief S. Kartasasmita mengatakan, kerja sama dengan PTPN III juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pembelajaran dan pengembangan kelembagaan di lingkungan universitas. Menurutnya, pengalaman transformasi PTPN dapat menjadi pembelajaran bagi Unpad, khususnya dalam membangun institusi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

“Ini menjadi pelajaran yang sangat berharga tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi para pengelola mengenai bagaimana sebetulnya bisnis atau suatu usaha yang baik. Hal ini tentu saja tidak hanya cukup untuk menghasilkan keuntungan, tetapi juga bagaimana dapat memberikan kesejahteraan,” kata Arief.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara PTPN dan Unpad, sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia, riset, dan berbagai inisiatif yang berkontribusi terhadap penciptaan nilai berkelanjutan.

Hadir dalam penandatanganan kerja sama tersebut, antara lain Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama dan Pemasaran Unpad Prof. Rizky Abdulah, serta jajaran pimpinan universitas dan fakultas di lingkungan Unpad.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Perkuat Visibilitas Pemimpin Muda, VRITIMES Berpartisipasi di JCI Indonesia National Convention 2026

Jakarta, 2 Oktober 2026 — Berakhirnya gelaran tahunan JCI Indonesia National Convention (NatCon) 2026 yang berlangsung pada 1–2 Oktober 2026 di Swissôtel Jakarta PIK Avenue menjadi momentum penting bagi penguatan kepemimpinan muda dan ekosistem wirausaha nasional. Mengusung semangat “Believing is Achieving”, ajang yang menghimpun para wirausahawan, profesional, dan pemangku perubahan dari berbagai daerah di Indonesia serta jaringan internasional ini tidak hanya menjadi wadah Sidang Umum (General Assembly) dan regenerasi kepemimpinan organisasi, tetapi juga panggung kolaborasi lintas industri. Platform distribusi siaran pers berbasis SaaS, VRITIMES, turut mencatatkan keikutsertaan aktif dengan membuka booth interaktif sepanjang dua hari acara.

Melalui partisipasinya di NatCon 2026, VRITIMES memperkenalkan pendekatan komunikasi publik terintegrasi yang dirancang untuk membantu para wirausahawan muda dan organisasi memperluas jangkauan digital mereka. Pertama, pada pilar Brand Awareness, platform VRITIMES mempermudah penyebaran kisah sukses bisnis, inovasi, dan inisiatif berdampak sosial ke jaringan portal berita untuk menjangkau audiens luas. Kedua, dalam hal SEO (Search Engine Optimization), tayangan siaran pers di portal berita memberikan keberadaan backlink yang membantu memperkuat Domain Authority situs web perusahaan serta mendongkrak peringkat kata kunci di Google. Ketiga, untuk merespons perkembangan era AIO (Artificial Intelligence Optimization), VRITIMES membantu optimasi visibilitas perusahaan agar informasi resmi merek mudah terindeks serta dijadikan rujukan oleh mesin pencari berbasis kecerdasan buatan seperti ChatGPT, Gemini, Perplexity, dan Google AI Overviews.

“Di tengah dinamika kepemimpinan muda dan pesatnya pertumbuhan bisnis yang diusung para anggota JCI Indonesia, keberadaan rekam jejak digital yang valid dan terpercaya merupakan aset krusial untuk membangun reputasi jangka panjang,” ujar Ferry Bayu, CEO VRITIMES Inc. “Kehadiran kami di NatCon 2026 adalah bentuk dukungan nyata agar para wirausahawan dan pembuat perubahan masa depan dapat mengomunikasikan ide serta pencapaian mereka secara efektif, baik ke media massa, mesin pencari, maupun ekosistem pencarian AI.” Sepanjang acara, booth VRITIMES ramai dikunjungi oleh para delegasi dan tamu internasional yang ingin berdiskusi mengenai strategi PR digital dan menyaksikan langsung kemudahan penggunaan dasbor platform. Keikutsertaan ini semakin mempertegas komitmen VRITIMES dalam mendampingi pertumbuhan para pemimpin muda di Indonesia dan kawasan regional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

TOMOHON JAZZ FESTIVAL 2026 WHEN MUSIC MEETS MOUNT LOKON

Tomohon, 2
Oktober 2026
– Titik baru dalam peta festival musik Indonesia
hadir di Kota Tomohon melalui Tomohon Jazz Festival 2026, yang akan digelar
untuk pertama kalinya pada 23 – 24 Oktober 2026 di Metland Marron Hotel – Taman
Kelong, Tomohon, Sulawesi Utara. Mengusung perpaduan musik, alam, dan budaya
lokal, festival ini dirancang menjadi ruang pertemuan bagi penikmat musik
sekaligus menghadirkan pengalaman baru dalam menikmati keindahan Tomohon.

Tomohon Jazz Festival 2026 menghadirkan deretan musisi
nasional, di antaranya Kahitna, Kunto Aji, Nadin Amizah, Rony Parulian,
Idgitaf, Andien dan Wizz Baker. Kehadiran para musisi tersebut akan melengkapi
pengalaman festival selama dua hari dalam suasana alam terbuka dengan latar
lanskap Gunung Lokon.

Berada di area outdoor Taman Kelong dengan
latar lanskap Gunung Lokon, Tomohon Jazz Festival menawarkan pengalaman
menikmati pertunjukan musik dalam suasana alam yang khas. Konsep tersebut
menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Tomohon sebagai salah satu destinasi
festival musik di Indonesia, dengan memanfaatkan karakter kota yang dikenal
memiliki udara sejuk serta bentang alam pegunungan.

Tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik, Tomohon
Jazz Festival juga dilengkapi berbagai program pendukung yang dapat dinikmati
oleh berbagai kalangan, termasuk Wellness Session berupa yoga dan
pilates, Kids Playground, serta Art & Craft Workshop.
Rangkaian tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih beragam
sekaligus menghadirkan suasana festival yang ramah bagi keluarga.

Penyelenggaraan festival ini juga menjadi bagian dari
pengenalan Metland Marron Hotel Tomohon kepada publik yang lebih luas. Sebagai
hotel bintang empat pertama di Tomohon, Metland Marron Hotel Tomohon
mengintegrasikan area hotel dan ruang terbuka Taman Kelong sebagai lokasi
penyelenggaraan, sekaligus membuka peluang untuk mendorong kunjungan wisatawan
serta perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Tomohon.

“Metland Marron Hotel sebagai hotel bintang 4 pertama
di Tomohon menginisiasi penyelenggaraan Tomohon Jazz Festival sebagai bentuk
dukungan terhadap Pemerintah Kota Tomohon dalam memperkenalkan keindahan alam
dan potensi pariwisata Tomohon melalui musik yang dapat dinikmati oleh berbagai
kalangan. Kami berharap kegiatan ini juga dapat memberikan multiplier effect
bagi berbagai sektor usaha serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” jelas
Wahyu Sulistio, Direktur PT Metropolitan Land Tbk.

Dampak penyelenggaraan festival diharapkan dapat
dirasakan oleh berbagai sektor di Tomohon, mulai dari UMKM, kuliner, akomodasi,
transportasi, hingga layanan pendukung lainnya. Kegiatan ini juga diproyeksikan
menyerap ratusan tenaga kerja lokal selama tahap persiapan hingga pelaksanaan,
sekaligus membuka ruang keterlibatan bagi komunitas, pelaku kreatif, dan
masyarakat sekitar.

“Antusiasme penikmat musik di Sumatra Utara menyambut
festival musik jazz pertama di Tomohon menjadi dorongan bagi kami menghadirkan
penyelenggaraan yang berkualitas dan memberikan pengalaman yang berkesan bagi
setiap pengunjung,” tutup Wahyu.

Informasi lengkap mengenai rangkaian program, dan
penjualan tiket Tomohon Jazz Festival 2026 dapat diakses melalui Instagram
resmi @tomohonjazz.

–Selesai–

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Avenew Sukses Gelar AveXchange 2026, Luncurkan SCOPE dan Indonesia PMO Index 2026 bersama Komunitas PMO Indonesia

Avenew menyelenggarakan AveXchange 2026, PMO exchange pertama di Indonesia, pada 17 September 2026 di Jakarta, dihadiri lebih dari seratus praktisi, akademisi, dan peneliti project management. Forum ini menghadirkan pembicara ahli termasuk Dr. Alin Veronika yang memperkenalkan PMO Lotus Framework dan AVERYL Theory, diskusi panel lintas industri, serta dua momen puncak, peluncuran SCOPE sebagai pusat riset terapan Avenew dan peluncuran Indonesia PMO Index 2026, riset nasional pertama soal kematangan PMO di Indonesia. Acara ini juga mencatat tingkat kepuasan peserta yang tinggi dan mendorong sejumlah organisasi, termasuk Telkom Indonesia, Telkomsel, dan Universitas Indonesia, untuk menindaklanjuti dengan inisiatif transformasi PMO di organisasi masing-masing.

Jakarta, September 2026 – Avenew menyelenggarakan AveXchange 2026 di The Grove Suites by Grand Aston, Jakarta Selatan, Kamis 17 September 2026. Acara berlangsung sehari penuh, dari sesi registrasi pagi hingga closing ceremony sore hari, dan diposisikan sebagai PMO exchange pertama di Indonesia dengan tema The X Factor of PMO. AveXchange 2026 merupakan kolaborasi Avenew Group, SCOPE, dan PMO Indonesia, sekaligus bertepatan dengan ulang tahun ke-13 Avenew Indonesia.

Forum ini dihadiri lebih dari seratus praktisi PMO, project manager, akademisi, dan peneliti di bidang project management. Rangkaian acara memadukan expert talks, scholars talk, diskusi panel, dan sesi networking, dengan dua momen puncak yang menjadi sorotan hari itu, peluncuran resmi SCOPE, Strategic Center for Organizational & Project Excellence, dan peluncuran Indonesia PMO Index 2026, riset nasional pertama yang mengukur PMO Maturity di Indonesia.

PMO Bukan Fungsi Pendukung, tapi Pendorong Strategis

Bayu Aditya Firmansyah, CEO Avenew Indonesia, dalam sambutannya mengangkat pertanyaan besar yang menjadi benang merah seluruh rangkaian AveXchange 2026.

“PMO bukan hadir sebagai fungsi pendukung, tetapi menjadi bagian penting dalam membantu organisasi mencapai tujuan strategisnya, sehingga pertanyaan besarnya adalah, apa yang bisa membuat PMO benar-benar memberikan impact dan value kepada organisasi. Dan itulah yang kita sebut sebagai The X Factor of PMO,” ujar Bayu.

Bayu menegaskan posisi PMO bukan hanya sekadar fungsi pendukung, melainkan bagian penting yang membantu organisasi mencapai tujuan strategisnya.

“X factor itulah yang membuat PMO tidak hanya menjalankan mandat, tetapi menciptakan impact nyata bagi organisasi. PMO harus tetap relevan ketika prioritas berubah dan mampu menjembatani strategi, eksekusi, serta value bagi organisasi,” tutupnya. 

Baginya, forum ini dirancang untuk membuka ruang diskusi, bukan memberi satu jawaban final, ruang untuk membandingkan praktik antar industri, menguji kembali asumsi, dan memunculkan ide baru tentang bagaimana PMO menciptakan value yang lebih besar.

Tiga Perspektif dari Panggung Utama

Tiga expert talks mengisi sesi pagi. Andre Permana, praktisi infrastructure financing dan project risk, membahas cara mengubah mandate publik menjadi proyek yang dapat dieksekusi dan menghasilkan value publik yang terukur.

“Keberhasilan PMO tidak diukur dari seberapa banyak project charter atau dashboard yang dihasilkan, tetapi dari seberapa besar mandate benar-benar terkonversi menjadi dampak,” ujar Andre.

Dr. Alin Veronika, PMO Transformation Strategist sekaligus CEO Avenew Academy, memaparkan hasil risetnya mengenai maturity PMO di Indonesia. Ia memperkenalkan PMO Lotus Framework, model yang telah dihak ciptakan dan dibangun di atas lima kapabilitas, mulai dari strategic alignment hingga capability development.

“Capability dan risk interpretation adalah dua hal yang menjadi X factor bagi PMO. Capability menunjukkan seberapa siap kita beradaptasi terhadap perubahan, sementara risk memberi sinyal kapan adaptasi itu dibutuhkan,” ujar Dr. Alin.

Dr. Mohammad Ichsan, Associate Professor in Project Management BINUS Business School, membawakan sesi bertajuk Unlocking Organizational Potential by Developing the PMO Leaders Competencies. Ia menyoroti pentingnya kompetensi pemimpin PMO di tengah semakin banyaknya proyek yang berjalan di Indonesia.

“Proyek dan PMO berjalan di dua jalur yang berbeda. Jalur proyek mengantarkan produk, sementara jalur PMO memastikan value benar-benar terdeliver,” ujar Dr. Ichsan.

SCOPE Resmi Diluncurkan

Sesi pagi ditutup dengan scholars talk yang menjadi momen peluncuran SCOPE, Strategic Center for Organizational & Project Excellence, pusat riset terapan Avenew. Sesi ini dibuka dengan penayangan video promosi SCOPE, dilanjutkan diskusi bersama Dr. Ir. Andi Muhammad Ifrad selaku Head of SCOPE, bersama anggota Senior Advisory Group, yaitu Prof. Dr. Susy Fatena Rostiyanti, Leni Sagita Riantini, dan Dr. Mohammad Ichsan.

SCOPE diposisikan sebagai pusat riset terapan, inovasi, dan pengembangan pengetahuan yang menghubungkan kajian akademik dengan kebutuhan industri dan tantangan organisasi di lapangan. SCOPE berada di bawah ekosistem Avenew Group, di bawah naungan Avenew Academy yang dipimpin Dr. Alin Veronika.

“Peluncuran SCOPE menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem riset yang melampaui sekadar pengetahuan akademik. Kami ingin menghubungkan riset yang kredibel dengan kebutuhan nyata organisasi dan industri, mengubah evidence menjadi knowledge, tools, dan solusi yang memberikan dampak nyata,” ujar Dr. Andi Muhammad Ifrad.

Satu momen puncak sesi pengenalan SCOPE adalah peluncuran Indonesia PMO Index 2026. Indonesia PMO Index 2026 adalah riset nasional pertama yang mengukur kematangan, risiko, dan kesiapan transformasi PMO di Indonesia. Indonesia PMO Index 2026 kini dapat diakses secara terbuka melalui situs SCOPE di scopeacademia.com/research/reports/indonesia-pmo-index-2026.

Selain Indonesia PMO Index 2026, SCOPE juga tengah mengembangkan Journal of Project Management Research (JPMR) sebagai publikasi ilmiah, bersama sejumlah output riset lain berupa buku referensi, white paper, dan riset insight JPMR saat ini juga tengah membuka Call for Papers untuk Volume 2, No.1 (2026) yang dapat diakses melalui halaman utama JPMR: https://journalpmresearch.com/jpmr. 

Diskusi Panel Lintas Industri

Sesi siang dibuka dengan panel discussion yang menghadirkan empat pemimpin PMO dari lintas industri, dimoderatori oleh Bayu Aditya Firmansyah. 

Ika Avianto, Head of Project Management Office Avenew Indonesia, membahas peran PMO dalam mengorkestrasi National Strategic Projects, dari pengalamannya mendampingi proyek strategis nasional sejak 2019, dan bagaimana PMO berkembang menjadi Program Management Office untuk mengelola kompleksitas lintas kementerian, pemerintah daerah, BUMN, dan skema KPBU.

Agus Rianto, Vice President of Project Management Office PT PLN, memaparkan transformasi digital dalam monitoring dan pengendalian proyek konstruksi ketenagalistrikan PLN lewat sesi Smart Project Management.  Tri Sutrisno, Head of PMO Department PT Pegadaian, mengangkat tantangan menerjemahkan ambisi strategis menjadi hasil bisnis yang terukur, dan bagaimana PMO Pegadaian berevolusi menjadi strategic integrator antara ambisi dan eksekusi. Aditya Pradana, Head of PMO Transformation Pertamina Bina Medika IHC, memperkenalkan pendekatan Bi-Model PMO yang menghubungkan orkestrasi strategis di level korporat dengan eksekusi transformasi di level rumah sakit.

Dua Perspektif Penutup

Acara dilanjutkan dengan dua expert talks penutup. Sachlani, President PMO INDONESIA, membawakan sesi Elevate Your PMO: Turning Benefits Management into a Value Engine, mengajak peserta mengubah fokus PMO dari sekadar menyelesaikan proyek menjadi menjaga agar manfaat proyek benar-benar terealisasi setelah serah terima.

C. Chalid Tamimi, Managing Partner DCOptima, menutup rangkaian expert talks dengan sesi Building PMOs Before There Was a Map, membagikan pengalamannya selama dua dekade membangun PMO di Indonesia sejak belum ada standar dan metodologi yang baku, dari sektor perbankan, pemerintahan, infrastruktur, manufaktur, hingga kesehatan. Acara ditutup pada pukul 17.00 dengan closing ceremony.

Hasil dan Dampak AveXchange 2026

Survei terhadap peserta AveXchange 2026 menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi di seluruh aspek penyelenggaraan. Peserta juga melaporkan peningkatan pemahaman yang signifikan soal PMO setelah mengikuti acara, dengan PMO Strategy & Transformation sebagai topik yang paling mengubah cara pandang mereka. Pelajaran yang paling banyak digarisbawahi peserta adalah bahwa PMO harus bertransformasi menjadi strategic value-add hub, bukan sekadar unit eksekusi administratif.

Dari sisi pembicara, Dr. Alin Veronika menerima apresiasi tertinggi dari peserta atas wawasan yang relevan menjawab tantangan PMO saat ini. Dr. Alin Veronika dan Aditya Pradana, PMP juga menjadi pembicara yang paling banyak diminta peserta untuk sesi networking lanjutan.

Sejumlah organisasi peserta, termasuk Telkom Indonesia, Telkomsel, dan PT Surveyor Indonesia, turut menyampaikan rencana tindak lanjut sepulang dari acara, mulai dari penerapan Benefit Realization Management, transformasi PMO untuk menyelaraskan inisiatif dengan tujuan korporat, hingga asesmen kapabilitas PMO di tim manajemen proyek mereka.

Bagi Avenew, AveXchange 2026 menjadi format baru untuk mempertemukan komunitas PMO lintas industri dalam satu forum. Dengan SCOPE yang diluncurkan bersamaan dengan acara ini, dan Indonesia PMO Index 2026 yang kini terbuka untuk dipelajari publik, diskusi yang dimulai di AveXchange 2026 diharapkan terus berlanjut melalui agenda riset SCOPE ke depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES