PT Etos Kreatif Indonesia dan Yayasan Rintisan Amal Bunda Turun Langsung ke NTT, Salurkan Makanan, Layanan Kesehatan hingga Dukungan Psikososial

NTT, 29 September 2026 – Kepedulian PT Etos
Kreatif Indonesia bersama Yayasan Rintisan Amal Bunda
diwujudkan lewat aksi
nyata di Desa Nangadhero dan Desa Marapokot, Kecamatan Aesesa, Kabupaten
Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 22–24 September 2026. Tiga aksi
langsung dihadirkan, mulai dari membagikan 250 porsi makanan, menggelar
kegiatan psikososial untuk 125 anak, hingga membuka layanan kesehatan gratis
bagi sekitar 80–100 warga.

Tak hanya menyalurkan
bantuan, Ethos turun langsung menemui masyarakat, mendengarkan kebutuhan
mereka, dan memastikan bantuan benar-benar diterima warga yang membutuhkan. Chairman
PT Etos Kreatif Indonesia, Mukit Hendrayatno, bersama Ketua Yayasan
Rintisan Amal Bunda, Anita Ratna Faoziyah, hadir dan berinteraksi
langsung dengan masyarakat di lokasi.

Di Desa Nangadhero, Ethos
bersama Yayasan Rintisan Amal Bunda membuka dapur umum bagi sekitar 35 kepala
keluarga (KK) yang berada di pengungsian tenda serta masyarakat sekitar.
Sebanyak 250 porsi makanan dibagikan, terdiri dari nasi, ayam tumis, sayur
kacang panjang dan jagung manis, semangka, serta air minum.

Chairman PT
Etos Kreatif Indonesia, Mukit Hendrayatno
, mengatakan, “Kami datang
bukan hanya membawa makanan, tetapi ingin memastikan masyarakat tahu bahwa
mereka tidak sendiri. Kami ingin hadir, melihat langsung, menyapa, dan berbagi
apa yang kami bisa. Semoga apa yang kami bawa hari ini bisa sedikit meringankan
kebutuhan warga.“

Perhatian
juga diberikan kepada anak-anak melalui kegiatan psikososial yang diikuti 125
anak usia TK dan SD, termasuk anak-anak
TPQ dan masyarakat sekitar. Kegiatan diisi dengan game, ice breaking,
sosialisasi, makan bubur bersama, serta pemberian makanan tambahan (PMT) berupa
roti, susu, dan buah-buahan.

Ketua
Yayasan Rintisan Amal Bunda, Anita Ratna Faoziyah
,
mengatakan, “Anak-anak juga perlu
merasa diperhatikan dan didengar. Karena itu, kami ingin mereka punya ruang
untuk bermain, tertawa, dan merasakan bahwa di tengah situasi yang mereka
hadapi, masih ada orang-orang yang peduli dan ingin menemani mereka.”

Sementara
di Desa Marapokot, program Peduli NTT menghadirkan layanan kesehatan
gratis bagi anak-anak, orang dewasa hingga lansia, dengan target sekitar 80–100
penerima manfaat. Bekerja sama dengan
Puskesmas Nagekeo, warga mendapatkan pemeriksaan tekanan darah, gula darah,
asam urat, dan kolesterol, sekaligus layanan pengobatan serta obat-obatan
sesuai kebutuhan.

Rangkaian aksi tersebut
menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung, mulai dari pangan,
kesehatan, hingga dukungan psikososial bagi anak-anak
. Kehadiran Mukit
Hendrayatno dan Anita Ratna Faoziyah juga menjadi bagian dari komitmen Ethos
dan Yayasan Rintisan Amal Bunda untuk tidak berhenti pada pemberian bantuan,
tetapi hadir, mendengar cerita warga, dan memahami kondisi mereka dari dekat.

Pada akhirnya, kepedulian
bukan hanya tentang seberapa besar bantuan yang diberikan, tetapi tentang
kemauan untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan. Di Nagekeo, Ethos dan
Yayasan Rintisan Amal Bunda ingin meninggalkan lebih dari sekadar bantuan,
makanan yang menguatkan, layanan kesehatan yang membantu, tawa anak-anak yang
kembali terdengar, dan pesan sederhana bahwa mereka tidak berjalan sendirian.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

ERP Garmen: Ukuran, Warna, dan Varian Tanpa Duplikat SKU di Odoo

ERP garmen di Odoo membantu mengelola ukuran, warna, dan varian produk tanpa membuat SKU terpisah untuk setiap kombinasi. Struktur data yang tepat membuat stok, penjualan, dan kebutuhan bahan lebih mudah dipantau.

Satu model kaos bisa lahir dalam lima ukuran dan enam warna. Pada banyak sistem lama, tiga puluh kombinasi itu dicatat sebagai tiga puluh produk terpisah. Pola pencatatan seperti ini membuat kebutuhan ERP Garmen sering disadari terlambat. Master data sudah telanjur menggembung sebelum tim gudang mengeluh.

Masalahnya tidak berhenti pada daftar produk yang panjang. Stok opname melambat karena satu rak berisi puluhan kode berbeda. Laporan penjualan per model juga tidak terbaca utuh, sebab angkanya terpecah. Pembelian kain ikut meleset, karena tren ukuran tidak pernah terlihat jelas.

Dampak finansialnya menyusul diam-diam. Ukuran S pada warna tertentu menumpuk sebagai dead stock, sementara L selalu kosong. Tim penjualan kehilangan order karena katalog menampilkan ketersediaan yang keliru. Semuanya berawal dari struktur data, bukan dari kurangnya kerja keras.

Odoo menawarkan jalan keluar yang lebih tertata. Ukuran dan warna diperlakukan sebagai atribut, bukan sebagai produk baru. Karena itu banyak pemilik konveksi mulai melirik jasa pembuatan ERP untuk membenahi fondasi datanya. Satu model tetap satu produk, dengan varian yang tetap terkendali.

Mengapa Satu Model Bisa Melahirkan Puluhan Kode Barang

Warisan dari Cara Pencatatan Lama

Spreadsheet tidak mengenal konsep varian produk. Setiap kombinasi harus ditulis sebagai baris baru agar stoknya terbaca. Kebiasaan itu terbawa ketika perusahaan pindah ke software akuntansi sederhana. Akibatnya, satu desain bisa menempati puluhan baris master data.

Biaya yang Jarang Dihitung

Duplikasi kode barang menambah beban administrasi setiap hari. Tim harus memastikan kode mana yang benar sebelum surat jalan dicetak. Kesalahan kecil di tahap ini berujung retur dan komplain pelanggan. Waktu yang hilang jarang tercatat, tetapi biayanya nyata.

Cara Odoo Menyusun Atribut Ukuran dan Warna Tanpa Kode Ganda

Odoo memisahkan template produk dari varian turunannya. Template menyimpan identitas model, sedangkan varian menyimpan kombinasi atributnya. Dokumentasi resmi Odoo menempatkan atribut dan nilai atribut sebagai pembentuk varian. Satu kaos polo cukup didaftarkan sekali, lalu ukuran dan warnanya dikembangkan.

Detail yang Tetap Melekat pada Tiap Varian

Varian bukan sekadar label tambahan di dalam modul inventory:

• Kode internal unik yang berfungsi sebagai SKU tanpa membuat produk baru

• Barcode berbeda untuk setiap kombinasi ukuran dan warna

• Harga tambahan pada ukuran besar apabila memang dibutuhkan

• Stok, perkiraan kebutuhan, dan riwayat pergerakan yang terpisah per varian

Kombinasi yang Tidak Perlu Dibuat

Tidak semua warna tersedia pada semua ukuran. Odoo menyediakan aturan pengecualian untuk kombinasi yang memang tidak diproduksi. Varian juga dapat dibentuk secara dinamis, hanya ketika transaksi muncul. Master data pun berhenti tumbuh tanpa kendali.

Langkah Merapikan Data Produk Saat Migrasi ke ERP Garmen

Migrasi data sebaiknya tidak dikerjakan sambil berjalan. Struktur atribut perlu disepakati sebelum satu baris data dipindahkan. Urutan berikut lazim dipakai selama pendampingan implementasi:

1. Kelompokkan kode lama ke dalam model induk yang sama

2. Tetapkan daftar atribut resmi, misalnya ukuran, warna, dan bahan

3. Susun pola penamaan kode internal agar konsisten antar model

4. Petakan stok akhir tiap kode lama ke varian barunya

5. Uji coba transaksi penjualan dan produksi sebelum sistem dipakai penuh

Peran Pendamping Teknis

Tahap pemetaan inilah yang paling banyak memakan waktu. Konsultan Odoo berpengalaman biasanya meminta data penjualan dua tahun terakhir. Dari sana terlihat kombinasi mana yang benar-benar hidup di pasar. Kode yang tidak pernah terjual tidak perlu ikut dipindahkan.

Dampak Operasional yang Terasa Setelah Varian Rapi

Perubahan pertama terlihat di meja penjualan. Order dapat diisi melalui tampilan matriks ukuran dan warna sekaligus. Satu layar menggantikan kebiasaan menambah baris satu per satu. Waktu input turun, kesalahan ketik ikut berkurang.

Produksi dan Pembelian Ikut Terbantu

Bill of Material bisa mengikuti atribut tertentu pada tiap varian. Kain biru hanya muncul pada varian biru, tanpa perlu BoM tambahan. Rencana pembelian menjadi lebih tajam karena kebutuhan per ukuran terbaca. Manajemen stok bergerak dari tebakan menuju angka.

Laporan yang Bisa Dibaca Pemilik

Data varian yang rapi membuat laporan terbaca dari dua arah:

• Performa model secara utuh untuk menentukan koleksi berikutnya

• Rincian ukuran dan warna untuk memutuskan produksi ulang

Pemilik akhirnya bisa menilai koleksi tanpa menunggu rekap manual. Pertanyaan soal ukuran paling laku terjawab dalam hitungan menit. Keputusan restock pun berpindah dari perasaan menuju catatan penjualan. Di titik ini, ERP Garmen mulai terasa manfaatnya secara nyata.

Menata Fondasi ERP Garmen Sebelum Skala Produksi Bertambah

Persoalan utamanya bukan jumlah produk, melainkan cara produk didefinisikan. Ukuran dan warna adalah atribut, dan sistem harus memperlakukannya demikian. Selama struktur itu benar, penambahan koleksi baru tidak menimbulkan kekacauan. Sistem ERP justru semakin berguna ketika volume produksi naik.

i2C Studio menjalankan pendampingan implementasi Odoo dari audit alur kerja di lapangan. Sebagai Odoo Silver Partner yang berbasis di Bandung, timnya memetakan proses sebelum menyentuh konfigurasi. Layanan jasa pembuatan ERP diarahkan pada kebutuhan nyata, bukan pada daftar fitur. Diskusi awal bersama konsultan Odoo umumnya cukup untuk menilai kesiapan data Anda.

1. Apakah setiap ukuran perlu dibuat sebagai produk terpisah di Odoo?

Tidak perlu, karena ukuran cukup didaftarkan sebagai atribut sehingga variannya terbentuk otomatis.

2. Apakah tiap varian tetap memiliki SKU dan barcode sendiri?

Bisa, sebab Odoo menyediakan kode internal dan barcode pada level varian.

3. Berapa lama proses merapikan data produk lama biasanya berjalan?

Durasinya bergantung pada jumlah kode lama serta kerapian catatan stok yang tersedia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Nvidia Siapkan Buyback US$150 Miliar, Terbesar dalam Sejarah

Nvidia kembali menjadi sorotan pasar setelah perusahaan chip asal Amerika Serikat tersebut mengumumkan rencana pembelian kembali saham atau share buyback senilai US$150 miliar. Nilai tersebut menjadi penambahan otorisasi buyback terbesar dalam sejarah perusahaan dan mempertegas keyakinan Nvidia terhadap prospek jangka panjang industri kecerdasan buatan (AI).

Keputusan tersebut diumumkan pada Senin, 28 September 2026. Dengan tambahan US$150 miliar, total dana yang masih tersedia dalam program pembelian kembali saham Nvidia meningkat menjadi US$235 miliar. Perusahaan berencana menggunakan otorisasi tersebut hingga tahun fiskal 2028.

Langkah Nvidia menarik perhatian investor karena dilakukan ketika perusahaan masih menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dari lonjakan investasi AI global. Permintaan terhadap chip dan teknologi komputasi Nvidia terus meningkat seiring perusahaan teknologi membangun pusat data dan infrastruktur untuk menjalankan berbagai aplikasi AI.

Buyback Terbesar dalam Sejarah

Nvidia menyebut tambahan US$150 miliar tersebut sebagai peningkatan otorisasi pembelian kembali saham terbesar dalam sejarah. Sebagai perbandingan, Apple sebelumnya memegang rekor dengan tambahan program buyback senilai US$110 miliar pada 2024.

Dengan total otorisasi yang kini mencapai US$235 miliar, Nvidia memiliki ruang yang sangat besar untuk membeli kembali sahamnya sendiri di pasar. Pembelian kembali saham biasanya dilakukan perusahaan ketika manajemen menilai harga saham menarik atau ketika perusahaan memiliki arus kas yang cukup kuat untuk mengembalikan modal kepada pemegang saham.

Dalam pernyataannya, CEO Nvidia Jensen Huang mengatakan pertumbuhan perusahaan didorong oleh perubahan besar menuju AI dan accelerated computing. Menurutnya, kemampuan Nvidia menghasilkan kas memberikan perusahaan ruang untuk terus berinvestasi dalam teknologi sekaligus mengembalikan modal kepada pemegang saham.

Keputusan ini menjadi sinyal bahwa manajemen Nvidia masih melihat peluang pertumbuhan AI dalam jangka panjang meskipun pasar mulai mempertanyakan seberapa lama lonjakan investasi AI dapat berlangsung.

Nvidia Masih Percaya Diri dengan Prospek AI

Nvidia merupakan salah satu perusahaan yang paling diuntungkan dari meningkatnya kebutuhan komputasi AI. Chip grafis atau GPU milik perusahaan digunakan untuk melatih dan menjalankan berbagai model AI yang dikembangkan perusahaan teknologi besar.

Pertumbuhan kebutuhan tersebut telah mendorong Nvidia menjadi salah satu perusahaan dengan valuasi terbesar di dunia. Saham Nvidia sendiri telah meningkat sekitar 20% lebih sepanjang 2026, meskipun kinerjanya masih tertinggal dari beberapa perusahaan chip pesaing.

Perusahaan juga memperkirakan pertumbuhan pendapatan yang kuat ke depan. Nvidia memberikan panduan pertumbuhan pendapatan sekitar 70% untuk tahun fiskal 2028, jauh di atas pertumbuhan perusahaan teknologi besar pada umumnya.

Optimisme tersebut menunjukkan bahwa Nvidia masih melihat permintaan terhadap infrastruktur AI sebagai tren jangka panjang, bukan sekadar siklus teknologi sementara.

Kenapa Buyback Penting bagi Investor?

Share buyback merupakan aksi korporasi ketika perusahaan menggunakan kas untuk membeli kembali saham yang beredar di pasar. Ketika jumlah saham beredar berkurang, laba perusahaan akan dibagi kepada jumlah saham yang lebih sedikit sehingga earnings per share (EPS) berpotensi meningkat.

Karena itu, buyback dalam jumlah besar dapat memberikan dukungan terhadap harga saham apabila pembelian benar-benar dilakukan dan kondisi fundamental perusahaan tetap kuat.

Dalam kasus Nvidia, program tersebut juga menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kapasitas kas yang besar. Reuters melaporkan Nvidia memiliki sekitar US$22,44 miliar kas pada akhir Juli dan terus menghasilkan arus kas yang kuat dari bisnis chip AI.

Namun, buyback bukan berarti saham otomatis akan terus naik. Investor tetap perlu melihat harga pembelian kembali, kondisi bisnis, serta kemampuan Nvidia mempertahankan pertumbuhan pendapatan dan margin di tengah persaingan industri chip.

Risiko di Balik Besarnya Investasi AI

Meski prospek Nvidia terlihat kuat, industri AI tetap menghadapi sejumlah risiko. Salah satunya adalah keberlanjutan belanja modal perusahaan teknologi.

Pembangunan pusat data AI membutuhkan investasi sangat besar. Jika perusahaan cloud atau pengembang AI mulai mengurangi belanja modal, permintaan terhadap chip Nvidia dapat ikut melambat.

Selain itu, persaingan di industri semikonduktor juga semakin ketat. AMD dan sejumlah perusahaan lain terus mengembangkan chip AI yang dapat menjadi alternatif bagi pelanggan. Nvidia juga perlu mempertahankan keunggulan ekosistem software dan teknologi yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utamanya.

Investor juga mencermati margin Nvidia. Perusahaan memperkirakan gross margin dapat turun dari sekitar 75% menjadi kisaran 71%–72% pada kuartal keempat tahun fiskal 2027, antara lain karena meningkatnya biaya memori.

Buyback Jadi Sinyal Penting bagi Pasar

Pengumuman buyback US$150 miliar menunjukkan bahwa Nvidia tidak hanya menggunakan keuntungan dari booming AI untuk ekspansi, tetapi juga untuk memberikan nilai kepada pemegang saham.

Saham Nvidia merespons positif pengumuman tersebut. Reuters mencatat saham perusahaan naik lebih dari 2% setelah pengumuman buyback, sementara sumber lain melaporkan kenaikan sekitar 1,7% pada perdagangan awal.

Bagi pasar, langkah ini dapat menjadi sinyal bahwa manajemen Nvidia menganggap valuasi saham saat ini masih menarik dibandingkan prospek pertumbuhan perusahaan.

Namun, investor tetap perlu memperhatikan perkembangan AI secara keseluruhan. Jika permintaan komputasi terus meningkat, Nvidia berpotensi mempertahankan pertumbuhan yang kuat. Sebaliknya, perlambatan belanja AI dapat menjadi tantangan bagi kinerja saham.

Pantau Saham Nvidia dan Aset Investasi di Nanovest

Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Saham AS, Nanovest dapat menjadi pilihan untuk mulai berinvestasi sekaligus mengeksplorasi berbagai koin kripto lainnya.

Nanovest merupakan aplikasi investasi saham dan kripto yang dapat menjadi pilihan bagi investor di Indonesia. Bagi investor yang baru ingin memulai berinvestasi, Nanovest memiliki perlindungan dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas.

Nanovest berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut dapat kamu kunjungi melalui www.nanovest.io. Aplikasi Nanovest juga sudah tersedia di Play Store maupun App Store.

Dengan buyback tambahan US$150 miliar, Nvidia menunjukkan keyakinan besar terhadap prospek AI dan kemampuan perusahaan menghasilkan kas. Bagi investor, langkah ini menjadi salah satu perkembangan penting yang perlu dipantau, terutama di tengah pertumbuhan pesat industri AI sekaligus meningkatnya perhatian terhadap valuasi dan keberlanjutan investasi teknologi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Indonesia Turun ke Peringkat 14 Kripto Global, Ada Apa dengan Penggunanya?

Jakarta, 29 September 2026 — Posisi Indonesia dalam peta adopsi kripto global mengalami perubahan. Laporan terbaru Chainalysis menempatkan Indonesia di peringkat ke-14 dunia pada 2026, turun dari posisi ketujuh pada tahun sebelumnya. Namun di dalam negeri, jumlah akun konsumen aset kripto justru terus tumbuh hingga mendekati 23 juta.

Fenomena tersebut memperlihatkan tantangan baru bagi industri kripto nasional. Pertumbuhan jumlah pengguna ternyata belum otomatis menghasilkan aktivitas dan nilai transaksi yang lebih tinggi.

Dalam 2026 Global Crypto Adoption Index, Indonesia berada di peringkat ke-14 dari 117 negara. Indonesia menempati posisi ke-11 untuk total aliran transaksi, peringkat ke-12 untuk saldo aset kripto, posisi ke-13 untuk aktivitas peer-to-peer (P2P), serta peringkat ke-10 untuk transaksi lintas negara. Brasil menjadi negara dengan skor adopsi tertinggi pada 2026, disusul Amerika Serikat, Nigeria, Jepang, Korea Selatan, India, Ukraina, Thailand, Afrika Selatan, dan Kanada dalam jajaran sepuluh besar.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai penurunan peringkat tersebut tidak tepat jika langsung diterjemahkan sebagai hilangnya minat masyarakat Indonesia terhadap kripto. Menurutnya, perubahan peringkat lebih perlu dilihat dalam konteks dinamika adopsi, pertumbuhan pengguna, serta perkembangan pasar kripto di negara-negara lain yang juga terus mengalami perubahan.

“Peringkat ini penting sebagai benchmark global, tetapi jangan dibaca seperti rapor tunggal industri. Di dalam negeri kita justru melihat jumlah pengguna masih bertambah cukup kuat. Pertanyaan yang lebih relevan sekarang adalah seberapa aktif pengguna tersebut, berapa besar likuiditas yang berputar, dan apakah mereka menemukan produk serta utilitas yang membuat mereka bertahan di ekosistem,” ujar Yudho.

Perbandingan ranking antar-tahun juga perlu dilakukan secara hati-hati. Chainalysis menggunakan metodologi baru pada edisi 2026 dengan empat indikator utama, yaitu aliran dana melalui layanan kripto, aktivitas P2P domestik, aliran lintas negara, serta saldo aset on-chain. Periode pengukuran mencakup Juli 2025 hingga Juni 2026.

Pengguna Naik, Uang yang Berputar Justru Turun

Di dalam negeri, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan jumlah akun konsumen aset kripto mencapai 22,93 juta pada Juli 2026, meningkat 1,03% dari 22,69 juta akun pada Juni. Jika dibandingkan dengan Juli 2025 yang masih sekitar 16,50 juta akun, basis pengguna bertambah sekitar 39% dalam setahun.

Namun tren transaksi bergerak ke arah sebaliknya.

Nilai transaksi aset kripto pada Juli 2026 tercatat hanya Rp20,52 triliun, turun 28,2% dibandingkan Rp28,58 triliun pada Juni. Jika dibandingkan dengan Juli 2025 yang mencapai Rp52,46 triliun, nilai transaksi bulanan turun sekitar 60,9%.

Secara kumulatif, transaksi sepanjang Januari-Juli 2026 tercatat sekitar Rp171,12 triliun, lebih rendah dibandingkan Rp276,45 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Menurut Yudho, data tersebut menggambarkan perubahan yang cukup fundamental dalam perilaku pengguna kripto Indonesia.

“Kita sekarang punya lebih banyak orang yang mengenal dan memiliki akses ke kripto, tetapi nominal dan frekuensi transaksinya belum tentu ikut naik. Jadi tantangan industri sudah bergeser. Bukan hanya bagaimana mendapatkan user baru, melainkan bagaimana mengubah user menjadi partisipan yang aktif dan berkelanjutan,” jelasnya.

Ia menilai kondisi ekonomi, volatilitas pasar global, serta kecenderungan investor menjadi lebih selektif turut memengaruhi aktivitas transaksi domestik.

“Pengguna saat ini cenderung lebih hati-hati. Mereka tidak otomatis meninggalkan pasar, tetapi lebih selektif menentukan kapan masuk, berapa besar dana yang dialokasikan, dan produk apa yang digunakan,” tambah Yudho.

Ranking Turun di Tengah Pasar Global yang Bertahan

Menariknya, laporan Chainalysis menunjukkan pelemahan harga tidak serta-merta membuat aktivitas kripto dunia menghilang.

Sepanjang periode pengukuran, kapitalisasi pasar kripto global sempat menyusut sekitar 50% atau sekitar US$2,1 triliun. Namun, aktivitas ekonomi on-chain secara global hanya mengalami penurunan sekitar 1,6%, dari US$9,5 triliun menjadi US$9,4 triliun. Chainalysis menilai, semakin beragamnya penggunaan aset kripto membuat aktivitas on-chain tetap relatif bertahan, meski pasar sedang berada dalam periode bearish.

Bagi Yudho, tren tersebut menjadi pesan penting bagi industri Indonesia. Pertumbuhan ke depan tidak bisa terlalu bergantung pada kenaikan harga aset dan aktivitas trading spot semata.

“Pasar global menunjukkan bahwa ekosistem kripto semakin luas. Aktivitas tidak lagi hanya ditentukan oleh orang membeli Bitcoin atau altcoin untuk menunggu harga naik. Ada stablecoin, tokenisasi aset, derivatif, layanan institusi, hingga berbagai aktivitas berbasis blockchain lainnya,” katanya.

Industri RI Mulai Masuk Fase Baru

Dari sisi infrastruktur, industri aset digital Indonesia sebenarnya terus berkembang.

Per Juli 2026, ekosistem domestik telah ditopang oleh dua bursa aset keuangan digital, dua lembaga kliring, dua pengelola tempat penyimpanan, dan 26 pedagang aset keuangan digital berizin.

Ruang inovasi juga semakin luas. Sejumlah model bisnis telah melewati regulatory sandbox OJK, termasuk tokenisasi emas, tokenisasi surat berharga, tokenisasi manfaat kepemilikan properti, stablecoin Rupiah, kustodian aset digital non-perdagangan, hingga manajer dana kripto.

Menurut Yudho, perkembangan ini dapat menjadi fondasi agar fase pertumbuhan industri berikutnya tidak hanya mengandalkan jumlah akun baru.

“Kalau fase pertama industri adalah memperbesar awareness dan akses, fase berikutnya adalah memperdalam pasar. Kita membutuhkan variasi produk, likuiditas yang lebih baik, edukasi yang lebih relevan, serta use case yang membuat masyarakat melihat aset digital bukan sekadar instrumen spekulasi jangka pendek,” tutur Yudho.

Ia juga menyoroti posisi Indonesia yang masih berada di peringkat ke-10 dunia untuk aktivitas kripto lintas negara dalam indeks Chainalysis 2026. Menurutnya, posisi tersebut menunjukkan Indonesia tetap memiliki keterhubungan yang kuat dengan ekosistem aset digital global.

“Indonesia masih memiliki modal yang besar: hampir 23 juta akun konsumen, infrastruktur regulasi yang semakin lengkap, dan pasar digital yang besar. Penurunan ranking seharusnya menjadi momentum evaluasi untuk meningkatkan kualitas adopsi, bukan sekadar mengejar posisi di tabel,” katanya.

CEO FLOQ menilai ukuran keberhasilan industri ke depan perlu diperluas. Bukan hanya jumlah pengguna baru, tetapi juga tingkat pengguna aktif, kedalaman likuiditas, keberagaman produk, serta kemampuan industri domestik mempertahankan aktivitas transaksi di dalam ekosistem yang berizin.

“Kalau jumlah pengguna terus tumbuh dan pada saat yang sama kita mampu meningkatkan aktivitas, literasi, serta pilihan produknya, Indonesia masih punya peluang besar untuk kembali memperkuat posisinya dalam industri aset digital global,” pungkas Yudho.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Igloo dan DANA Luncurkan Perlindungan Hujan Parametrik All-in-One Pertama di Industri untuk Masyarakat Indonesia

Igloo, perusahaan insurtech full-stack asal Asia Tenggara yang membangun operating system untuk industri asuransi, hari ini mengumumkan kemitraannya dengan DANA, salah satu platform dompet digital terkemuka di Indonesia, untuk meluncurkan DANA Rain Protection, produk asuransi cuaca parametrik yang dirancang untuk konsumen.

Produk ini menjadi yang pertama menghadirkan perlindungan hujan all-in-one bagi konsumen sehari-hari yang dirancang untuk menyesuaikan dengan aktivitas dan kebutuhan masyarakat.

DANA Rain Protection memberikan kompensasi secara otomatis ketika curah hujan di lokasi pengguna mencapai 2,5 mm atau lebih selama periode perlindungan. Proses klaim dilakukan tanpa dokumen dan verifikasi oleh petugas, dengan validasi otomatis menggunakan data curah hujan dari satelit dan koordinat GPS pengguna.

Perlindungan dari Gangguan Aktivitas Sehari-hari

Dengan premi sebesar Rp500 per polis, DANA Rain Protection memberikan perlindungan terhadap risiko yang selama ini belum banyak tercakup oleh produk asuransi konvensional. Hujan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari jutaan masyarakat Indonesia mulai dari kenaikan tarif transportasi online, pembatalan aktivitas luar ruang, keterlambatan perjalanan, hingga berkurangnya jumlah pelanggan bagi pelaku usaha kecil.

Tingkat penetrasi asuransi di Indonesia saat ini berada di angka 2,7 persen, termasuk yang terendah di kawasan. Sementara itu, gangguan aktivitas sehari-hari akibat cuaca masih belum mendapatkan perlindungan asuransi bagi sebagian besar dari 280 juta penduduk Indonesia.

Secara historis, asuransi parametrik banyak digunakan oleh petani untuk melindungi hasil panen dari risiko kekeringan atau banjir. Berbeda dengan asuransi konvensional, asuransi parametrik menggunakan parameter atau kejadian eksternal yang dapat diukur, dalam hal ini curah hujan yang tercatat melalui satelit sebagai pemicu pembayaran klaim, tanpa memerlukan penilaian kerugian secara manual oleh petugas.

Dengan proses tersebut, biaya administrasi untuk setiap klaim dapat ditekan secara signifikan.

“Asuransi parametrik selama ini telah membantu menyelesaikan persoalan penting yang dihadapi para petani. DANA Rain Protection menunjukkan bagaimana teknologi yang telah dikembangkan Igloo selama bertahun-tahun dapat membuat solusi yang sebelumnya bersifat khusus menjadi lebih relevan dan mudah diakses oleh masyarakat luas, termasuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang harus beraktivitas di tengah hujan deras,” ujar Raunak Mehta, Co-Founder dan CEO Igloo. “Dengan jangkauan DANA yang luas serta reputasinya sebagai platform yang telah dikenal masyarakat Indonesia, produk ini dapat segera menjangkau jutaan pengguna dan menghadirkan perlindungan di tengah aktivitas keseharian masyarakat.”

Menutup Kesenjangan Perlindungan Asuransi di Indonesia

DANA dan Igloo sebelumnya telah bekerja sama menghadirkan lima produk asuransi yang didistribusikan melalui platform dompet digital DANA, yaitu Electronics Protection, Phone Screen Protection, Food Poisoning Protection, Movie Ticket Cancellation, dan Cyber Protection.

Produk terbaru lainnya, DANA BNPL Protection, juga diluncurkan pada bulan ini. Produk perlindungan kecelakaan diri yang terintegrasi dalam layanan buy now, pay later DANA ini memberikan pelunasan atas saldo tagihan pengguna, termasuk bunga dan denda, apabila pengguna meninggal dunia, mengalami cacat tetap, menjalani rawat inap selama dua hari atau lebih akibat kecelakaan, atau kehilangan pekerjaan. Produk ini juga memberikan manfaat tunai dengan premi sebesar Rp1.000 per bulan.

DANA Rain Protection menjadi produk asuransi parametrik pertama dalam portofolio kerja sama Igloo dan DANA. Jika produk-produk sebelumnya menggunakan proses klaim konvensional, DANA Rain Protection memanfaatkan data satelit dan GPS untuk memvalidasi serta menyelesaikan klaim secara otomatis tanpa intervensi manusia. Kehadiran produk ini sekaligus memperluas kategori perlindungan yang ditawarkan melalui kemitraan Igloo dan DANA.

“Di DANA, kami percaya bahwa layanan keuangan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Cuaca yang tidak menentu dapat mengganggu mobilitas, aktivitas harian, bahkan pendapatan, terutama bagi mereka yang mengandalkan mobilitas untuk menjalankan aktivitasnya. Melalui kolaborasi dengan Igloo, DANA Rain Protection menghadirkan perlindungan yang terjangkau dalam alur pembayaran yang sudah familiar bagi pengguna. Teknologi klaim parametrik dari Igloo memungkinkan manfaat perlindungan diberikan secara otomatis ketika kondisi yang telah ditentukan terpenuhi, tanpa formulir maupun waktu tunggu. Inilah pengalaman layanan yang seamless dan terintegrasi yang ingin kami hadirkan melalui DANA,” ujar Yattha Saputra, Chief Finance Officer DANA.

Igloo melihat arsitektur teknologi yang sama mulai dari pemicu otomatis, ambang batas yang diverifikasi melalui data satelit, hingga real-time claims dashboard, dapat dikembangkan untuk berbagai sektor lainnya.

Teknologi tersebut dapat mendukung platform transportasi online dan layanan pengantaran yang kehilangan kapasitas pengemudi serta menghadapi peningkatan biaya operasional ketika hujan; restoran, peritel, dan penyelenggara acara yang mengalami penurunan jumlah pengunjung dan pemesanan dalam waktu singkat saat hujan deras; hingga pelaku usaha pariwisata dan perjalanan yang aktivitasnya sangat bergantung pada kondisi cuaca.

DANA Rain Protection dan DANA BNPL Protection tersedia melalui aplikasi DANA.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Faculty of Digital Communication and Hotel & Tourism BINUS UNIVERSITY Perluas Pengalaman Global Mahasiswa melalui ASEAN Symposium on Higher Education 2026

Faculty of Digital Communication and Hotel & Tourism (FDCHT) BINUS University bersama Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) dan PERMATA Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) menyelenggarakan ASEAN Symposium on Higher Education 2026 pada 22–28 September 2026 di BINUS @Senayan. Mengusung tagline “Write. Inspire. Transform Business Education Across ASEAN.”, ASEAN Business Case Writing Competition 2026 menjadi wadah bagi mahasiswa dan akademisi untuk mengembangkan kemampuan analisis bisnis melalui penulisan studi kasus berbasis permasalahan nyata.

Jakarta, 29 September 2026 — Kolaborasi pendidikan tinggi lintas negara menjadi salah satu kunci dalam menciptakan ekosistem akademik yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan industri global. Melalui semangat tersebut, Faculty of Digital Communication and Hotel & Tourism (FDCHT) BINUS University bersama Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) dan PERMATA Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) sukses menyelenggarakan ASEAN Symposium on Higher Education 2026 pada 22–28 September 2026 di BINUS @Senayan.

“ASEAN Symposium on Higher Education 2026 menjadi momentum bagi BINUS University untuk memperkuat jejaring akademik di kawasan ASEAN sekaligus membuka ruang diskusi bagi mahasiswa dan akademisi untuk berbagi perspektif, pengalaman, serta inovasi dalam dunia pendidikan tinggi. Melalui kegiatan seperti case competition dan student symposium, kami berharap dapat membangun budaya pembelajaran yang kolaboratif, kreatif, dan memiliki dampak nyata bagi perkembangan pendidikan di kawasan ASEAN,” ujar Dr. Dea Prasetyawati, S.ST. Par., M.M., Dean Faculty of Digital Communication and Hotel & Tourism BINUS University.

Rangkaian utama dalam kegiatan ini adalah ASEAN Business Case Writing Competition 2026 & Student Symposium 2026 yang diselenggarakan pada Kamis, 24 September 2026 di Lobi Utama JWC Campus, BINUS @Senayan. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara BINUS Business School Case Center, Faculty of Digital Communication and Hotel & Tourism (FDCHT) BINUS University, serta Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), UCYP University, Institut Agama Islam Rawa Aopa, dan Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM).

Acara ini dibuka oleh  Dr. Drs. Andreas Chang, M.B.A. selaku Campus Director BINUS @Senayan bersama Prof. Dezie Leonarda Warganegara, Ph.D. selaku Executive Dean Binus Business School, serta Dr. Dea Prasetyawati, S.ST. Par., M.M., sebagai Dean Faculty of Digital Communication and Hotel & Tourism (FDCHT) BINUS University. Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan kesempatan untuk memperluas wawasan akademik, membangun koneksi lintas budaya, serta berdiskusi mengenai perkembangan pendidikan tinggi dan inovasi pembelajaran di kawasan ASEAN.

Mengusung tagline “Write. Inspire. Transform Business Education Across ASEAN.”, ASEAN Business Case Writing Competition 2026 menjadi wadah bagi mahasiswa dan akademisi untuk mengembangkan kemampuan analisis bisnis melalui penulisan studi kasus berbasis permasalahan nyata. Kompetisi tingkat universitas ASEAN ini berhasil menerima 24 studi kasus dari peserta dengan berbagai kategori, mulai dari Sustainability Innovation, Business Leadership, Economics & Financial Analysis, Entrepreneurship, Consumer & Market Analysis,

Strategic Management & Corporate Restructuring, Fraud & Risk Management, Education & International Studies, Islamic Banking & Finance, Corporate Governance & Law, hingga bidang terkait lainnya.

Setelah melalui proses penilaian oleh para juri, Ranjana Tiwari dari Sunway University Malaysia berhasil meraih Juara 1 ASEAN Business Case Writing Competition 2026, diikuti oleh Apriani Kurnia Suci dari BINUS University sebagai Juara 2, serta Pong Yuen Lam dari The City University of Hong Kong  sebagai Juara 3. Karya para pemenang dalam kompetisi ini juga memiliki peluang untuk dipublikasikan melalui berbagai platform akademik, termasuk Emerald Emerging Markets Case Study (Scopus Q4), jurnal SINTA 2, dan IGI Global, sehingga memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperluas kontribusi akademiknya di tingkat internasional.

Selain kompetisi bisnis, rangkaian acara dilanjutkan dengan Student Symposium 2026 yang melibatkan mahasiswa BINUS University dan mahasiswa dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian academic mobility SEAAM dalam ASEAN Symposium on Higher Education yang menghadirkan sesi seminar dan diskusi interaktif mengenai berbagai isu pendidikan tinggi, sekaligus menjadi ruang pertukaran wawasan dan pengalaman antar mahasiswa dari berbagai institusi.

Melalui penyelenggaraan ASEAN Symposium on Higher Education 2026, BINUS University terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pengalaman pembelajaran global serta membangun konektivitas akademik antarnegara. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya BINUS University dalam mempersiapkan mahasiswa menjadi talenta yang mampu beradaptasi, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi positif di tingkat regional maupun internasional.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi mahasiswa, akademisi, dan institusi pendidikan untuk saling menginspirasi, berbagi pengetahuan, serta membangun ekosistem pendidikan tinggi ASEAN yang mampu membentuk individu berintegritas, adaptif, dan siap memberikan dampak positif di tingkat global,” tutup Dr. Dea Prasetyawati, S.ST. Par., M.M., Dean Faculty of Digital Communication and Hotel & Tourism (FDCHT) BINUS University.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Panduan Memilih Alat Berat untuk Konstruksi, Pertambangan, dan Perkebunan Sawit

Memilih alat berat merupakan keputusan penting karena setiap proyek mempunyai target produksi, jenis material, kondisi lapangan, dan tingkat kesulitan yang berbeda. Kesalahan dalam pemilihan alat dapat meningkatkan biaya operasional, konsumsi bahan bakar, kerusakan alat, bahkan risiko kecelakaan kerja. Sebaliknya, alat berat yang sesuai dapat mempercepat pekerjaan, menjaga performa, dan meningkatkan efisiensi kerja.

Sebelum membeli alat berat atau menyewa alat, perusahaan perlu memahami jenis alat berat dan fungsinya, kapasitas alat, kondisi medan, serta dukungan layanan purna jual. Panduan berikut dapat digunakan untuk menentukan alat berat yang dibutuhkan pada sektor konstruksi, pertambangan, dan perkebunan sawit.

Jenis Alat Berat dan Fungsinya

Setiap jenis alat berat memiliki fungsi yang berbeda. Alat berat seperti excavator, bulldozer, loader, dump truck, motor grader, dan roller harus dipilih sesuai dengan kebutuhan proyek.

Excavator

Excavator termasuk alat berat yang fleksibel karena dapat digunakan untuk penggalian, pembuatan drainase, pembongkaran, memindahkan material, dan memuat material ke truk. Performa excavator dipengaruhi oleh bobot operasional, tenaga mesin, sistem hidrolik, serta kapasitas bucket.

Untuk area sempit atau pekerjaan ringan, mini excavator dapat menjadi pilihan. Sementara itu, alat berat dengan kapasitas lebih besar lebih sesuai untuk pekerjaan berat, tambang, dan proyek pembangunan dengan volume material tinggi.

Bulldozer, Loader, dan Dump Truck

Bulldozer digunakan untuk mendorong material, membuka lahan, dan meratakan tanah. Wheel loader efektif untuk memindahkan material berat dari stockpile ke dump truck. Adapun dump truck berfungsi mengangkut tanah, batu, atau batu bara dari satu lokasi ke lokasi lain.

Pada pembangunan jalan, motor grader diperlukan untuk membentuk permukaan dan kemiringan, sedangkan roller digunakan untuk pemadatan. Kombinasi alat yang tepat dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.

Memilih Alat Berat Sesuai Jenis Proyek

Memilih jenis alat berat tidak dapat hanya berdasarkan merek atau harga. Pemilihan alat berat harus mengikuti jenis pekerjaan, target produksi, kondisi medan, dan karakter material.

Alat Berat untuk Proyek Konstruksi

Pada proyek konstruksi, excavator biasanya digunakan untuk pekerjaan tanah dan fondasi. Loader membantu pemindahan material, sedangkan dump truck mendukung proses pengangkutan. Untuk pembangunan jalan, kebutuhan alat dapat mencakup bulldozer, motor grader, dan alat pemadatan.

Pilih alat berat berdasarkan luas lokasi, akses mobilisasi, target waktu, dan kapasitas pekerjaan. Alat yang terlalu kecil dapat menghambat produktivitas, sedangkan alat yang terlalu besar dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar dan biaya operasional. Oleh karena itu, menentukan alat harus sesuai dengan kebutuhan proyek, bukan sekadar memilih kapasitas terbesar.

Alat Berat untuk Pertambangan

Sektor pertambangan membutuhkan alat yang mampu bekerja dalam durasi panjang, menghadapi medan berat, dan memindahkan material dalam volume besar. Excavator, bulldozer, wheel loader, dan dump truck merupakan beberapa alat berat yang umum digunakan pada tambang batu bara maupun mineral.

Dalam memilih alat berat untuk tambang, perhatikan ketahanan unit, efisiensi kerja, ketersediaan suku cadang, kompetensi operator, serta jarak layanan teknis dari lokasi operasional. Merek yang didukung jaringan distributor resmi dan ketersediaan suku cadang yang baik dapat memberikan kemudahan dalam penggunaan jangka panjang.

Komatsu merupakan salah satu merek alat berat terbaik yang digunakan pada sektor konstruksi, pertambangan, perkebunan, dan sektor industri lainnya. United Tractors menjadi distributor resmi Komatsu di Indonesia. Untuk kebutuhan setelah pembelian, pelanggan dapat menggunakan UT Connect guna mencari dan membeli suku cadang, memantau kinerja alat berat, melacak pesanan, serta mengakses layanan yang mendukung perawatan unit.

Alat Berat untuk Perkebunan Sawit

Perkebunan sawit membutuhkan alat untuk pembukaan lahan, penggalian parit, pemeliharaan jalan kebun, dan pemindahan material. Excavator cocok untuk land clearing dan drainase, sedangkan mini excavator lebih mudah digunakan pada blok sempit. Bulldozer dapat membantu pembukaan lahan, sementara loader dan dump truck mendukung material handling.

Kondisi lapangan seperti tanah lunak, gambut, jalan berlumpur, atau kontur bergelombang harus menjadi dasar pemilihan alat. Pilih alat berat dengan ground pressure, track, attachment, dan kapasitas yang sesuai kebutuhan agar tidak mudah terjebak atau merusak jalur kebun.

Distributor resmi sebaiknya tidak hanya menyediakan alat, tetapi juga menyediakan layanan purna jual, suku cadang asli, teknisi, dan dukungan teknis. UT Connect dapat menjadi bagian dari ekosistem tersebut karena menyediakan transaksi spare part alat berat, informasi ketersediaan suku cadang, monitoring alat, dan akses layanan bagi pelanggan United Tractors.

Tips Memilih Alat Berat Sebelum Membeli Unit

Berikut beberapa tips memilih alat berat yang sesuai dengan kebutuhan operasional.

1. Tentukan Fungsi Utama

Identifikasi apakah perusahaan membutuhkan alat untuk penggalian, pemadatan, loading, hauling, land clearing, atau pembangunan jalan. Menentukan alat berat berdasarkan fungsi utama membantu mencegah pembelian unit yang jarang digunakan.

2. Hitung Kapasitas dan Produktivitas

Periksa kapasitas alat, ukuran bucket, daya angkut, cycle time, serta target produksi harian. Alat berat sesuai kebutuhan harus mampu menyelesaikan pekerjaan tanpa bekerja terus-menerus di luar kemampuan idealnya.

3. Evaluasi Total Biaya Kepemilikan

Harga pembembelian unit hanyalah bagian awal dari investasi. Kepemilikan alat berat juga mencakup bahan bakar, operator, oli, filter, ban atau undercarriage, maintenance, perbaikan, mobilisasi, dan potensi downtime.

Bandingkan biaya membeli alat berat dengan menyewa alat. Membeli lebih tepat untuk pekerjaan rutin dan jangka panjang, sedangkan menyewa dapat dipertimbangkan saat proyek bersifat sementara atau kebutuhan alat sering berubah.

4. Periksa Kemudahan Perawatan

Alat yang mudah dirawat umumnya mempunyai titik pemeriksaan yang mudah diakses, jadwal maintenance yang jelas, teknisi tersedia, dan suku cadang terjamin. Preventive maintenance membantu mempertahankan performa, menekan risiko kerusakan alat, dan menjaga efisiensi kerja.

UT Connect menyediakan katalog suku cadang untuk sejumlah brand dalam ekosistem United Tractors, termasuk kategori filter, lubricant, repair kit, undercarriage, dan komponen lainnya. Kemudahan tersebut membantu pelanggan merencanakan perawatan dan mengurangi risiko keterlambatan pengadaan part.

5. Pertimbangkan Keselamatan dan Emisi

Pengoperasian alat harus dilakukan oleh operator yang kompeten dan mengikuti prosedur keselamatan. Periksa visibilitas kabin, alarm, rem, kondisi hidrolik, serta fitur keselamatan lain untuk membantu menekan risiko kecelakaan kerja.

Efisiensi mesin dan emisi juga perlu diperhatikan, terutama pada proyek yang mempunyai target lingkungan. Penggunaan alat berat yang tepat, pengoperasian yang disiplin, serta maintenance berkala dapat membantu mengendalikan konsumsi bahan bakar dan emisi.

Alternatif Alat Berat yang Efisien dan Mudah Dirawat

Untuk proyek kecil hingga menengah, mini excavator dapat menjadi alternatif karena mobilisasinya lebih mudah dan konsumsi bahan bakar relatif lebih rendah dibanding excavator besar. Backhoe loader juga menarik karena menggabungkan fungsi loader dan alat gali dalam satu unit.

Wheel loader kelas ringan sesuai untuk material handling dengan jarak pendek. Namun, alat yang paling mudah dirawat bukan selalu alat paling kecil. Kemudahan perawatan dipengaruhi oleh populasi unit, ketersediaan mekanik, lokasi workshop, suku cadang, dan dukungan layanan purna jual.

Karena itu, memilih alat berat sesuai kebutuhan harus mempertimbangkan produktivitas dan kesiapan support secara bersamaan. Alat yang murah tetapi sulit mendapatkan part dapat menimbulkan downtime dan biaya lebih besar.

UT Connect untuk Mendukung Penggunaan Alat Berat

Pemilihan alat tidak berhenti setelah perusahaan membeli unit. Perusahaan juga memerlukan dukungan untuk menjaga performa selama masa penggunaan alat berat.

UT Connect adalah aplikasi dari United Tractors yang dapat digunakan pelanggan untuk membeli spare part alat berat, memantau kinerja unit, melacak pesanan, dan mengakses kebutuhan layanan. Dukungan ini relevan bagi perusahaan konstruksi, pertambangan, perkebunan, dan sektor industri lain yang membutuhkan proses pengadaan serta perawatan lebih praktis.

Pada akhirnya, tips memilih alat berat yang paling penting adalah menyesuaikan fungsi, kapasitas, medan, biaya operasional, kemampuan operator, dan dukungan distributor resmi. Pilih alat berat yang sesuai dengan kebutuhan nyata proyek serta didukung layanan purna jual terpercaya agar investasi lebih terjaga, produktivitas meningkat, dan operasional berlangsung lebih efisien.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Produk Prima dari Pabrik hingga Proyek, Waskita Beton Precast Pastikan Mutu Produk Spun Pile untuk Proyek Tangguhh UCC Onshore Project di Papua

Jakarta, September 2026 – Pada setiap karya konstruksi, kualitas produk tidak hanya ditentukan dari hasil akhir. Sebelum diinstalasi, material dan produk beton melewati sejumlah tahapan pemeriksaan guna memastikan kesesuaiannya dengan persyaratan teknis dan kebutuhan infrastruktur.

PT Waskita Beton Precast Tbk menerapkan sistem pengendalian mutu yang mencakup tahapan persiapan, pemeriksaan material, pengawasan selama proses produksi, hingga pemeriksaan produk sebelum dikirim. Pengendalian dilakukan melalui titik-titik pemeriksaan yang telah ditetapkan dalam Quality Plan, sehingga kesesuaian produk dapat dipantau pada setiap tahapan proses, bukan hanya ketika produk telah selesai diproduksi.

Penerapan pengendalian mutu tersebut salah satunya dilakukan pada Tangguh UCC Onshore Project di Papua, proyek pengembangan fasilitas gas alam terintegrasi. Dalam proyek ini, Waskita Beton Precast menyuplai 8.537 batang Spun Pile yang digunakan sebagai elemen pondasi untuk fasilitas dan infrastruktur pendukung proyek. Sebagai elemen yang menerima dan meneruskan beban struktur ke tanah, Spun Pile membutuhkan karakteristik produk yang konsisten dan sesuai dengan persyaratan teknis yang ditetapkan. Hingga September 2026, sebanyak 3.093 batang Spun Pile telah dikirimkan, atau mencapai 36,23% dari total kebutuhan proyek.

Pengendalian dilakukan pada sejumlah titik pemeriksaan dalam alur produksi. Pemeriksaan dimulai dari diameter dan panjang potong PC Bar, fabrikasi wirecage, pemasangan wirecage pada cetakan, proses pretensioning, pengecoran, pemadatan, hingga demoulding dan pemberian identifikasi produk. Pemeriksaan pada setiap tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan proses produksi berjalan sesuai prosedur dan persyaratan yang telah ditetapkan.

Pengendalian juga dilakukan sejak material akan digunakan dalam proses produksi. Karakteristik material diperiksa untuk memastikan kesesuaiannya dengan persyaratan yang ditetapkan dalam Quality Plan Waskita Beton Precast. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari tahapan incoming material inspection sebelum material digunakan dalam produksi.

Setelah produk selesai diproduksi, pengendalian juga diterapkan pada proses penanganan produk sebelum dikirim ke proyek. Hal ini mencakup pengawasan saat produk dipindahkan ke stockyard, proses penumpukan, hingga persiapan pengiriman. Setiap tahapan dilakukan dengan mengacu pada prosedur yang telah ditetapkan sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi dan konsistensi produk hingga siap digunakan di proyek.

“Pada Tangguh UCC Onshore Project, kami memastikan produk yang disuplai memenuhi persyaratan teknis melalui pengendalian yang dilakukan secara bertahap, mulai dari material hingga pemeriksaan sebelum pengiriman. Bagi kami, kepastian mutu bukan hanya mengenai hasil akhir, tetapi bagaimana setiap tahapan produksi dijalankan sesuai prosedur dan persyaratan yang telah ditetapkan,” ujar Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary Waskita Beton Precast.

Rangkaian pengendalian tersebut menjadi bagian dari upaya Waskita Beton Precast menjaga konsistensi produk yang disuplai untuk kebutuhan infrastruktur. Dengan proses yang terukur dan terdokumentasi, Waskita Beton Precast memastikan produk yang keluar dari fasilitas produksi telah melewati titik-titik pemeriksaan yang ditetapkan sebelum digunakan di proyek.

Tidak hanya mengedepankan kualitas, Waskita Beton Precast juga memperhatikan aspek lingkungan melalui program WSBP Inspiring Kindness: Piles of Sustainability. Melalui program ini, setiap pengiriman 10 batang Spun Pile akan diikuti penanaman satu pohon. Dengan demikian, setelah seluruh batang Spun Pile untuk Tangguh UCC Onshore Project di Papua terkirim, akan ada 854 pohon baru ditanam. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya Waskita Beton Precast untuk tidak hanya menyediakan produk bagi kebutuhan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi lingkungan.

Penerapan pengendalian mutu secara menyeluruh tersebut juga menjadi bagian dari tata kelola operasional Waskita Beton Precast dalam memenuhi persyaratan teknis dan kebutuhan pelanggan, sekaligus menjaga konsistensi proses produksi dari pabrik hingga produk siap digunakan di lapangan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PURANA Mendefinisikan Ulang Kemewahan Sirkular: ‘Renjana Perca’ Menandai 17 Tahun Warisan dan Inovasi Berkelanjutan

JAKARTA, INDONESIA — Purana Group secara resmi merilis Post-Event Impact Report untuk “PURANA 17: Renjana Perca,” sebuah pameran imersif perayaan hari jadi ke-17 yang diselenggarakan di Grand Indonesia. Menetapkan standar baru bagi industri fashion Indonesia, acara ini berhasil memadukan warisan budaya dengan komitmen mutlak terhadap sirkularitas material.

Sejalan dengan visi rumah mode mewah global yang meyakini bahwa keanggunan modern harus berakar pada tanggung jawab lingkungan, Pendiri sekaligus Chief Creative Officer Purana, Nonita Respati, hadir sebagai figur inspirasional di garis depan pergerakan fashion sirkular di Indonesia. Kepemimpinan visioner beliau memastikan bahwa konsep “Livable Art” dari Purana juga merupakan wujud seni yang bertanggung jawab. Di bawah arahan Nonita, arsip tekstil Purana selama 17 tahun tidak dibuang, melainkan diinterpretasikan kembali secara teliti, membuktikan bahwa kesadaran ekologis dapat mengangkat—bukan mengorbankan—kualitas desain premium.

Pameran ini menjadi perwujudan nyata dari inovasi berkelanjutan. Struktur arsitektural pameran dibangun menggunakan 1.366 kg kardus daur ulang. Mempertegas ambisi zero-waste tersebut, Purana berkolaborasi dengan 12 seniman dan kreator kontemporer untuk mendaur ulang (upcycle) 62 kg limbah tekstil arsip menjadi instalasi seni modern.

Kepemimpinan strategis (thought leadership) yang sejati dalam ranah keberlanjutan menuntut adanya partisipasi publik. Purana mengundang masyarakat untuk turut serta dalam visi sirkular ini, di mana 180 pengunjung berkolaborasi menenun sekitar 3.000 meter potongan kain arsip pada alat tenun interaktif. Berkomitmen pada siklus hidup material yang utuh, Purana mendonasikan 780 meter persegi karpet pameran kepada Yayasan Rumah Al-Fatih Arsya Respati pasca-acara agar dapat terus dimanfaatkan secara optimal.

Dedikasi tanpa kompromi terhadap kemewahan yang berorientasi pada nilai ini mendapatkan respons yang sangat positif dari pasar. Inisiatif “Renjana Perca” mendorong lonjakan penjualan bulan Agustus sebesar 90,7% Year-on-Year. Diperkuat oleh advokasi organik dari Circle of Trust Purana, acara ini menghasilkan estimasi nilai komunikasi yang luar biasa sebesar IDR 14,874 Miliar—3,54 kali lipat dari target awal yang diproyeksikan.

Melalui pencapaian yang terukur dan terdokumentasi ini, Nonita Respati dan Purana telah membuktikan bahwa pelestarian warisan budaya dan perlindungan bumi dapat berjalan beriringan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Strategi BP Tapera Mengejar 3 Bulan Terakhir di Tahun 2026

Dalam pemaparannya, Heru menyampaikan bahwa untuk mengejar 3 bulan tersisa di tahun 2026 saat ini memang perlu difokuskan melalui dukungan berbagai pihak. Disampaikannya realisasi penyaluran FLPP saat ini mencapai 160.070 unit atau sebesar 45,73%, yang terdiri dari 160.053 unit rumah tapak dan 17 unit rumah susun.

Jakarta, 28 September 2026 – BP Tapera menggelar evaluasi kinerja KPR
Subsidi FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) Tahun Anggaran 2026. Diselenggarakan di kantor
BP Tapera, kegiatan evaluasi ini dilakukan bersama Kementerian Perumahan dan
Kawasan Permukiman (PKP) serta turut mengundang mitra kerja strategis BP
Tapera, seperti perwakilan Bank Penyalur Himbara, para Ketua Umum Asosiasi
Pengembang Perumahan, hingga PT. Sarana Multigriya Finansial (SMF).

Evaluasi kinerja penyaluran FLPP ini disampaikan langsung oleh
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho dengan formasi lengkap bersama para
Deputi Komisioner BP Tapera lainnya, yaitu: Deputi Komisioner Bidang
Pemanfaatan Dana Tapera, Deputi Komisioner Bidang Pengerahan Dana Tapera,
Deputi Komisioner Bidang Pemupukan Dana Tapera, dan Deputi Komisioner Bidang
Hukum dan Administrasi. Sedangkan dari pihak Kementerian PKP dihadiri
Sekretaris Jenderal Kementerian PKP, Didyk Chroioel, serta Direktur Jenderal Perumahan
Perkotaan, Sri Haryati.

Dalam pemaparannya, Heru menyampaikan bahwa untuk mengejar
3 bulan tersisa di tahun 2026
saat ini memang perlu difokuskan melalui dukungan berbagai pihak.
Disampaikannya realisasi penyaluran FLPP saat ini mencapai
160.070 unit atau sebesar 45,73%,
yang terdiri dari 160.053
unit rumah tapak dan 17 unit rumah susun.

“Berdasarkan data kami, terdapat potensi data demand atau peminatan
sebanyak 48.679 unit. Jika hal tersebut tercapai, maka total capaian dapat
mencapai 208.749 unit,” terang Heru.

Melihat tantangan realisasi ini, BP Tapera nyatakan telah memetakan supply (ketersediaan hunian) dan demand (peminatan)
bersama mitra kerja, dimana masih terdapat surplus untuk ketersediaan
huniannya. Data tersebut berasal dari sistem yang dimiliki BP Tapera yang
bersumber dari para pelaku bisnis
yang merupakankombinasi antara
kavling, booking, dan ready stock.

Selain strategi tersebut, dalam rangka mengejar target, saat
ini BP Tapera melihat calon debitur
fix
income
seperti ASN, pekerja swasta, dan buruh dengan
pendapatan tetap memiliki potensi yang lebih besar untuk lolos uji verifikasi
di perbankan.

Menanggapi kondisi tersebut, Sri Haryati mengusulkan motode diterapkan
tersebut agar diterapkan dengan lebih targeted dan
segmented
yang terintegrasi dengan kantor wilayah bank penyalur,
Pemerintah Provinsi, dan pengembang perumahan lokal.

“Tentunya dengan memperhatikan komitmen peminatan, BP Tapera dapat
lebih bekerjasama dengan pihak HRD (Human
Resource /
Sumber Daya Manusia) perusahaan untuk profiling dan
mengundang peserta yang potensial dalam sosialisasi,” Imbuh Sri.

Melalui pemetaan wilayah berpotensi di sisi peminatan, komitmen
pendanaan pada bank penyalur, hingga kolaborasi yang massif dalam kurun waktu
tiga bulan ini, Heru menyampaikan BP Tapera bersama mitra kerjanya akan
berupaya semaksimal mungkin.

“Kita juga melihat
dari sisi supply, ready stock yang dilaporkan oleh pengembang juga perlu juga untuk dikejar. Termasuk dengan Rumah Susun yang diimbangi dengan permintaan,” imbuhnya. Heru melihat
untuk mengoptimalkan akhir tahun 2026, perlu meningkatkan kolaborasi data yang
lebih intensif antara data pengembang, bank penyalur, serta data yang diolah
oleh BP Tapera, sehingga mengurangi gap dan meningkatkan realisasi.

Berbicara mengenai perbandingan capaian FLPP dengan tahun lalu, Heru
juga sampaikan jika melihat secara on year per bulan, maka capaian tahun
ini menunjukkan pertumbuhan “Realisasi tahun 2025 pada dasarnya juga didorong keterbatasan kuota pada tahun
2024. Realisasi tersebut memperoleh carry over dari tahun
sebelumnya,” pungkas Heru.

Selanjutnya BP Tapera
bersama Kementerian PKP dan para mitra kerja
akan membentuk gugus tugas guna memantau optimalisasi
hingga akhir bulan ini yang terus dievaluasi tiap minggunya. “Sepanjang itu
baik untuk percepatan, maka perlu dilakukan. Harus terus optimis terhadap sisa
waktu ini,” imbuh Sri Haryati.

Rencana Rumah Alih Kepemilikan (Rumah recycle)

Salah satu terobosan
yang sedang dirumuskan oleh pemerintah saat ini adalah aturan mengenai Rumah Alih Kepemilikan / rumah recycle. Sri Haryati menyampaikan bahwa saat ini Kementerian
PKP sudah memiliki langkah-langkah mengenai aturan Rumah Alih Kepemilikan.
Namun Sri menegaskan bahwa aturan yang sedang disusun ini perlu dirumuskan
secara seksama, dan diharapkan para mitra kerja dapat siap nantinya,
sehingga dapat lancar
dilaksanakan saat aturan diterapkan

Aturan mengenai Rumah Alih Kepemilikan ini nantinya dapat
diterapkan oleh BP Tapera dengan menjaga akuntabilitas melalui
trilogi stok yang telah diterapkan oleh BP Tapera saat ini. Lebih Heru menjelaskan bahwa semangat aturan
ini disusun salah satunya adalah upaya dalam rangka
melakukan perlindungan konsumen
“Mengenai rumah yang tidak layak dan perlu dibenahi maka perlu dilihat terlebih dahulu
portofolionya, saat ini aturannya sedang diproses,” terang Heru, dimana BP
Tapera turut berkontribusi dalam perumusannya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian PKP telah mengeluarkan
kebijakan masa tenor cicilan FLPP mencapai 40 tahun. Kebijakan ini dinilai
memberikan dorongan positif terhadap kepemilikan hunian bagi Masyarakat
berpenghasilan Rendah (MBR). Hal tersebut dibuktikan melalui realisasi rumah susun yang
disajikan oleh BP Tapera dalam evaluasi
kinerja penyaluran FLPP pada hari ini, yang merupakan
realisasi pasca kebijakan
ini keluar. Sri Haryati menekankan bahwa tenor hingga 40 tahun ini
merupakan pilihan “Ini (tenor 40 tahun) adalah opsi bagi masyarakat, sehingga
memberikan peluang lebih besar bagi masyarakat untuk menjangkau kepemilikan
rumah pertamanya,” terang Sri Haryati

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES