Tembaga Punya Peran Krusial, Ini 3 Sektor Paling Membutuhkan

Jakarta – Tembaga menjadi salah satu bahan baku krusial bagi industri global saat ini. Dengan kekayaan alamnya, Indonesia pun berpotensi untuk mendapat durian runtuh dari pemanfaatan komoditas ini.

Menurut data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Indonesia menempati peringkat tujuh besar cadangan tembaga dunia dengan porsi sekitar 3% dari total global. Namun, dari sisi produksi tambang Indonesia berada di posisi ke-11.

Sementara itu, di industri hilir, Indonesia berada di peringkat ke-18, dan mencoba untuk terus memperkuat posisi dari kompetitornya yakni Jepang, India, Korea, dan Bulgaria yang bahkan tidak memiliki sumber daya tembaga.

Founder & Advisor ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto mengungkapkan terdapat tiga sektor utama yang akan mendorong permintaan tembaga ke depan. Sektor tersebut meliputi infrastruktur dan listrik seperti kabel serta trafo, industri energi baru terbarukan seperti PLTS dan PLT angin, serta industri otomotif khususnya kendaraan listrik (EV).

Ia menekankan bahwa ekosistem industri ini membutuhkan dukungan dan fasilitasi dari pemerintah agar dapat berkembang optimal. Dia berharap ada kemudahan investasi di sektor-sektor turunan penyerap tembaga sehingga mampu mengoptimalkan produksi tembaga dalam negeri, guna mendukung pertumbuhan ekonomi Nasional.

“Itu yang nantinya akan menyerap produksi tembaga dan tembaga olahan (katoda) dari smelter tembaga yang beroperasi di Indonesia,” ujar Pri Agung.

Kendati demikian, dia mengapresiasi langkah hiliirsasi tembaga yang telah berjalan di Indonesia. Pasalnya, peningkatan nilai tambah dari ekspor mineral mentah menjadi katoda tembaga sudah cukup kuat untuk meningkatkan neraca perdagangan global Indonesia ke depan.

“Jika ekosistem industri itu belum berkembang, maka produksi yang ada akan lebih banyak terserap untuk ekspor,” sebutnya.

Adapun saat ini, industri tembaga Indonesia didominasi oleh sejumlah perusahaan tambang besar dengan proyek strategis. Di antaranya adalah PT Freeport Indonesia Anggota Grup MIND ID, PT Amman Mineral Internasional Tbk, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk.

Masing-masing perusahaan tersebut pun memiliki besaran cadangan yang berbeda-beda. Freeport Indonesia misalnya, melaporkan bahwa hasil eksplorasi terbaru menunjukkan cadangan tembaga yang dapat diekstraksi hingga 2041 meningkat menjadi 8 miliar pon, angka ini naik dari sebelumnya yang diperkirakan sebesar 7 miliar pon.

Sementara itu, PT Amman Mineral Nusa Tenggara mencatat total cadangan mineral mencapai sekitar 460 juta ton hingga 2030. Peningkatan ini terjadi seiring dimulainya fase baru penambangan Fase 8 di Tambang Batu Hijau.

Di sisi lain, PT Merdeka Copper Gold Tbk melaporkan pertumbuhan cadangan tembaga sepanjang 2025 menjadi 9,1 juta ton atau naik 6%. Dari sisi bijih, cadangan bijih tembaga bahkan melonjak 60% menjadi 3,0 juta ton.

Besarnya cadangan tersebut juga didukung oleh kehadiran smelter yang meningkatkan nilai tambah komoditas tembaga. Berdasarkan penelitian Kementerian ESDM, nilai tambah dari smelter tembaga dapat mencapai sekitar 1,74 kali lipat dibandingkan bahan baku konsentrat.

Dalam sektor peleburan, Indonesia telah memiliki sejumlah smelter aktif yang menjadi tulang punggung hilirisasi. Fasilitas utama tersebut antara lain berada di Gresik, Jawa Timur, serta proyek smelter baru di Nusa Tenggara Barat yang memperkuat kapasitas pengolahan domestik.

Dengan kombinasi cadangan melimpah, proyek hilirisasi yang terus berkembang, serta potensi permintaan dari berbagai sektor strategis, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengoptimalkan peran tembaga dalam perekonomian nasional.

Jika ekosistem industri berhasil dibangun secara terintegrasi, komoditas ini berpotensi menjadi motor pertumbuhan baru sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi dalam negeri.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Telkom AI Center Makassar dan GDGoC UNM Latih 20 Talenta Muda di Bidang Robotics dan IoT

AI Center Makassar dan GDGoC UNM menghadirkan pelatihan Robotics dan IoT berbasis praktik untuk membekali talenta muda menghadapi perkembangan teknologi.

Makassar – Telkom AI Center Makassar bersama Google Developer Group on Campus Universitas Negeri Makassar (GDGoC UNM) menggelar kegiatan Study Jam Robotics & IoT pada 18–19 April 2026 di Telkom AI Center of Excellence Makassar. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta yang fokus mendalami bidang robotika dan Internet of Things (IoT).

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Business & Community Lead (BCL) Telkom AI Connect yang menyapa peserta dan panitia, sekaligus memperkenalkan Apilogy sebagai platform marketplace API milik Telkom. Platform ini dirancang untuk memudahkan developer dalam mengakses serta mengintegrasikan berbagai API guna mendukung pengembangan solusi digital yang lebih efisien. Pada kesempatan yang sama, peserta juga diperkenalkan dengan Telkom AI Connect community platform sebagai wadah untuk memperoleh informasi terkini, memperluas jejaring, serta mengembangkan kompetensi di bidang teknologi secara berkelanjutan.

Pada hari pertama, sesi Study Jam #1: “Robotics & IoT – Getting Started” menghadirkan Syahrur Adhe Pratama Putra sebagai pembicara dan dimoderatori oleh Annisa Nur Aini. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan dasar robotika dan IoT, mulai dari konsep hingga komponen utama dalam sistem. Sesi kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung guna memperkuat pemahaman peserta terhadap implementasi teknologi.

Kegiatan berlanjut pada hari kedua melalui Study Jam #2: “Robotics & IoT – Sensors and Data Reading” yang kembali menghadirkan Syahrur Adhe Pratama Putra sebagai pembicara, dengan moderator Nur Hidayat. Sesi ini membahas penggunaan sensor serta proses pembacaan dan pengolahan data dalam sistem IoT, termasuk pemanfaatannya dalam berbagai skenario aplikasi.

Penguatan kompetensi di bidang ini dinilai semakin penting mengingat di tingkat nasional, kebutuhan talenta digital terus meningkat seiring ledakan perangkat IoT. “ASIOTI memproyeksikan jumlah perangkat IoT yang beredar di Indonesia mencapai sekitar 678 juta unit pada 2025 dengan potensi peningkatan hingga menembus 800 juta unit dalam beberapa tahun mendatang,” ujar perwakilan Asosiasi IoT Indonesia dalam Munas III 2026 (Selular.ID, 12 Februari 2026). Pemerintah melalui Roadmap AI Nasional juga menargetkan pengembangan sembilan juta talenta digital hingga 2030 guna mempercepat adopsi teknologi IoT dan AI, sebagaimana disampaikan Kemkomdigi dalam program Digital Talent Scholarship (Formosa News, 27 Juli 2025). 

BCL Telkom AI Connect Makassar, Sunarti M.R, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjawab kebutuhan talenta di tengah perkembangan tersebut. “Melihat tren pertumbuhan perangkat IoT dan kebutuhan industri yang semakin meningkat, penting bagi talenta muda untuk tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki kemampuan praktis dalam mengembangkan solusi. Melalui Study Jam ini, kami ingin membekali peserta dengan keterampilan yang relevan agar dapat berkontribusi dalam ekosistem digital,” ujarnya.

Salah satu peserta, Muhammad Rafly Armansyah, yang merupakan member GDGoC UNM, menilai kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif. “Materinya tidak hanya teori, tetapi langsung praktik sehingga lebih mudah dipahami. Selain itu, suasana belajarnya juga interaktif dan membantu kami lebih cepat memahami implementasi robotics dan IoT,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, AI Center Makassar diharapkan dapat terus memperkuat perannya dalam mengembangkan ekosistem talenta digital, tidak hanya di bidang AI tetapi juga pada teknologi lain yang relevan seperti robotika dan Internet of Things (IoT). Inisiatif ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam mendukung percepatan transformasi digital di Indonesia secara berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Telkom AI Center Usung Human-in-the-Loop dalam Penguatan Talenta AI melalui Workshop METC

Telkom AI Center mendorong penguatan talenta AI melalui pendekatan Human-in-the-Loop dalam Workshop METC, hasil kolaborasi bersama Microsoft dan Dicoding untuk menjawab kebutuhan industri di era transformasi digital.

Bandung, 15 April 2026 — Di tengah pesatnya transformasi industri global, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah menjadi standar baru di berbagai sektor. Namun, keberhasilan implementasinya sangat ditentukan oleh kapabilitas manusia yang mengoperasikannya. Menjawab kebutuhan tersebut, digelar offline workshop sebagai bagian dari program Microsoft Elevate Training Center (METC). Program ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan inisiatif elevAIte with Dicoding pada awal 2025, yang kini dikembangkan menjadi program pelatihan eksklusif untuk membantu para profesional maupun calon profesional menguasai keterampilan AI tingkat lanjut yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. METC mengintegrasikan berbagai metode pembelajaran, mulai dari belajar mandiri, pelatihan online interaktif, workshop offline, hingga kompetisi AI Impact Challenge.

Dalam salah satu rangkaian offline workshop METC tersebut, Lusia Elsa Dika Damayanty selaku Business and Community Lead hadir memberikan opening speech sekaligus memperkenalkan peran strategis Telkom AI Center dalam ekosistem teknologi nasional. Dalam paparannya, Lusia menekankan bahwa di tengah era yang serba cepat, peran manusia tetap menjadi jantung dari pengembangan teknologi melalui pendekatan Human-in-the-Loop. Konsep ini memastikan bahwa AI belajar dari data yang berkualitas, selaras dengan nilai-nilai manusia, dan tetap diawasi secara etis sebelum diimplementasikan secara luas.

Sebagai pusat unggulan teknologi di Indonesia, Telkom AI Center memperkenalkan pilar-pilar utamanya yang dirancang untuk mendukung kedaulatan digital bangsa. Telkom AI Center berkomitmen tidak hanya menciptakan nilai bisnis, tetapi juga melahirkan operasional yang unggul melalui fondasi AI Native. Dalam kegiatan ini, Telkom AI Center berperan aktif sebagai support partner bagi Microsoft dan Dicoding untuk menyelenggarakan workshop secara offline. Sinergi antara Telkom AI Center, Microsoft, dan Dicoding diharapkan dapat menciptakan ekosistem talenta digital yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki tanggung jawab penuh dalam mengawasi teknologi agar tetap relevan dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Melalui dukungan berkelanjutan ini, Telkom AI Center memperkuat perannya dalam menyediakan fondasi bagi pengembangan kapabilitas AI nasional melalui penyediaan infrastruktur digital dan platform riset. Partisipasi aktif dalam kegiatan offline ini merupakan langkah nyata untuk menjembatani penggunaan teknologi di industri dengan keahlian praktis para talenta lokal. Dengan fokus pada pengembangan talenta berbasis komunitas, Telkom AI Center berupaya memastikan bahwa setiap inovasi yang dihasilkan melalui kolaborasi strategis ini mampu memberikan dampak terukur bagi transformasi digital di seluruh pelosok tanah air.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Harga Bitcoin Rebound, Tokocrypto Ingatkan Investor Tetap Disiplin Lewat DCA

Jakarta, 22 April 2026 — Pasar kripto kembali menunjukkan dinamika yang tinggi di tengah ketidakpastian global. Harga Bitcoin tercatat menguat ke kisaran US$77.500–78.100 pada Rabu (22/4), didorong oleh meredanya tensi geopolitik setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, serta aksi akumulasi besar oleh institusi.

Sentimen positif tersebut turut diperkuat oleh pembelian Bitcoin senilai US$2,54 miliar oleh perusahaan Strategy, yang menjadi aksi beli terbesar mereka dalam 17 bulan terakhir.

Di sisi lain, aliran dana ke produk investasi kripto global juga menunjukkan tren positif dengan inflow mencapai US$1,4 miliar dalam sepekan, mengindikasikan meningkatnya minat investor institusional terhadap aset digital.

Ketidakpastian Geopolitik Masih Bayangi Pasar

Namun demikian, kondisi pasar masih dibayangi ketidakpastian, terutama terkait konflik di Timur Tengah dan potensi gangguan di Selat Hormuz yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi global.

Pergerakan harga Bitcoin pun masih sangat sensitif terhadap perkembangan makroekonomi dan geopolitik, dengan level US$80.000 menjadi resistance penting untuk mengonfirmasi tren kenaikan lanjutan.

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai bahwa volatilitas yang terjadi saat ini merupakan refleksi dari pasar yang masih dalam fase penyesuaian.

“Pergerakan Bitcoin saat ini menunjukkan bahwa pasar kripto semakin dipengaruhi oleh faktor global seperti kebijakan geopolitik dan arus investasi institusional. Meskipun ada penguatan harga, investor tetap perlu waspada karena volatilitas masih cukup tinggi dan sangat bergantung pada perkembangan situasi global,” ujar Calvin.

Ia juga menambahkan bahwa posisi harga Bitcoin saat ini yang berada di atas level psikologis tertentu memberikan sinyal positif, namun belum sepenuhnya stabil.

“Jika Bitcoin mampu menembus dan bertahan di atas US$80.000, ini bisa menjadi konfirmasi awal tren bullish. Namun jika kembali turun di bawah US$75.000, pasar kemungkinan masih membutuhkan katalis baru untuk bergerak lebih kuat,” tambahnya.

Strategi DCA Jadi Solusi di Tengah Volatilitas

Dalam situasi pasar yang fluktuatif seperti saat ini, Tokocrypto mendorong investor, khususnya ritel, untuk menerapkan strategi investasi yang lebih disiplin dan terukur. Salah satu pendekatan yang relevan adalah metode Dollar Cost Averaging (DCA), yaitu pembelian aset secara bertahap dalam periode waktu tertentu untuk mengurangi risiko akibat volatilitas harga.

Calvin menjelaskan bahwa strategi DCA dapat membantu investor tetap konsisten tanpa harus terjebak dalam spekulasi jangka pendek. “Di tengah kondisi pasar yang belum stabil, strategi DCA menjadi pendekatan yang lebih aman karena investor tidak perlu menebak waktu terbaik untuk masuk pasar. Dengan pembelian bertahap, risiko dapat tersebar dan keputusan investasi menjadi lebih rasional,” jelasnya.

Melalui fitur DCA di platform Tokocrypto, pengguna dapat mengatur pembelian aset kripto secara otomatis mulai dari per jam, harian, hingga mingguan. Fitur ini dirancang untuk memberikan kemudahan sekaligus membantu investor menjaga konsistensi dalam berinvestasi.

Berdasarkan riset internal Tokocrypto, pengguna yang menerapkan strategi DCA menunjukkan performa yang lebih optimal, dengan hasil hingga 70% lebih baik secara rata-rata dibandingkan metode pembelian sekaligus. Pendekatan ini dinilai efektif dalam membantu investor menghadapi fluktuasi pasar tanpa tekanan emosional yang tinggi.

Dengan kondisi pasar yang masih dipengaruhi berbagai faktor eksternal, Tokocrypto mengingatkan pentingnya memiliki perencanaan investasi yang jelas, manajemen risiko yang baik, serta fokus pada tujuan jangka menengah hingga panjang. Strategi seperti DCA menjadi salah satu pendekatan yang dapat membantu investor tetap bertahan dan memanfaatkan peluang di tengah ketidakpastian pasar.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Semarak Hari Kartini, Pekerja BRI Branch Office Kramat Berlomba Tampilkan Pakaian Nasional Terbaik

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, para pekerja BRI Branch Office Kramat menggelar kegiatan lomba busana nasional dengan penuh semangat dan antusiasme. Kegiatan ini menjadi ajang bagi para pekerja untuk menampilkan pakaian nasional terbaik sekaligus mengekspresikan kecintaan terhadap budaya Indonesia.

Berbagai busana adat dari beragam daerah dikenakan dengan anggun dan percaya diri oleh para peserta. Setiap penampilan menonjolkan keunikan motif, warna, serta filosofi yang terkandung dalam masing-masing pakaian tradisional, menjadikan suasana semakin meriah dan berwarna.

Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antarpekerja serta menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya bangsa. Meski berlangsung dalam suasana santai dan penuh kegembiraan, para pekerja tetap menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Melalui peringatan Hari Kartini ini, BRI Branch Office Kramat berharap semangat perjuangan R.A. Kartini dapat terus hidup dalam diri setiap pekerja, khususnya dalam berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan dan masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Prediksi Semakin Akurat, Tapi Keputusan Masih Sulit: Ini Sorotan Prof. Tuga Mauritsius dalam Pengukuhan Guru Besar di BINUS University

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi analitik dan kecerdasan buatan, banyak organisasi masih menghadapi tantangan mendasar: bagaimana menerjemahkan insight berbasis data menjadi keputusan yang tepat dan berdampak. Ketika kemampuan prediksi semakin canggih, proses pengambilan keputusan justru tidak selalu menjadi lebih pasti. Menjawab tantangan ini, BINUS University kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan keilmuan melalui pengukuhan Guru Besar.

BINUS University mengukuhkan Prof. Drs. Tuga Mauritsius, MSi., PhD., sebagai Guru Besar Tetap di bidang Decision Support System (DSS), yang berfokus pada pengembangan sistem pendukung keputusan berbasis data dan model analitik.  

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “A New Generation of Decision Support System: Integrating Machine Learning, Scenario Analysis, and System Dynamics”, Prof. Tuga menyoroti bahwa sistem pengambilan keputusan saat ini masih menghadapi kesenjangan antara insight dan aksi. 

Ia menjelaskan bahwa meskipun teknologi seperti machine learning telah mampu menghasilkan prediksi dengan tingkat akurasi yang tinggi, banyak organisasi masih kesulitan menerjemahkan hasil tersebut menjadi keputusan strategis yang nyata. Dalam konteks ini, pendekatan DSS konvensional dinilai masih bersifat reaktif dan terbatas pada analisis deskriptif, tanpa mampu secara sistematis mengarahkan keputusan yang optimal dan berdampak. 

Sebagai solusi, Prof. Tuga memperkenalkan konsep DSS Generasi Baru yang mengintegrasikan tiga pendekatan utama: predictive analytics melalui machine learning, scenario analysis untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan masa depan, serta system dynamics untuk mensimulasikan dampak kebijakan dalam sistem yang kompleks. Pendekatan ini dirancang untuk membentuk alur pengambilan keputusan yang lebih komprehensif, mulai dari prediksi hingga rekomendasi kebijakan yang preskriptif.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa integrasi ketiga elemen tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas analisis, tetapi juga memperkuat kemampuan pengambil keputusan dalam memahami konsekuensi jangka panjang dari setiap kebijakan. Dengan demikian, sistem tidak lagi berhenti pada “apa yang akan terjadi”, tetapi berkembang menjadi “apa yang sebaiknya dilakukan” dalam berbagai skenario yang mungkin terjadi.

Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., menyampaikan bahwa pengukuhan ini merupakan bagian dari komitmen BINUS University dalam menghadirkan ekosistem akademik yang unggul dan berdampak. “Pengukuhan Guru Besar bukan hanya menjadi pencapaian individu, tetapi juga mencerminkan komitmen institusi dalam mendorong lahirnya pemikiran strategis yang mampu menjawab tantangan global. Kami percaya kontribusi Prof. Tuga akan semakin memperkuat peran BINUS University dalam menghasilkan riset yang relevan dan aplikatif.”

Sejalan dengan perkembangan menuju era pengambilan keputusan berbasis data, Prof. Tuga juga menekankan pentingnya transformasi dari decision support menuju decision intelligence. Pendekatan ini tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga mengintegrasikan berbagai disiplin keilmuan serta kolaborasi lintas peran, mulai dari data engineer, data scientist, hingga pengambil kebijakan.

Pengukuhan ini menjadi bagian dari perjalanan BINUS University dalam 45 tahun kontribusinya di dunia pendidikan, melalui komitmen menghadirkan inovasi pembelajaran, memperluas kolaborasi global, serta membangun ekosistem yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Melalui penguatan peran Guru Besar, BINUS University terus mendorong lahirnya talenta unggul yang mampu menerjemahkan kompleksitas data dan teknologi menjadi keputusan strategis yang berdampak bagi masyarakat.

  

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Blaize dan Datacomm Jalin Kolaborasi Teknologi untuk Eksplorasi Solusi AI Inference di Seluruh Indonesia

Blaize dan Datacomm Jalin Kolaborasi Teknologi untuk Eksplorasi Solusi AI Inference di Seluruh Indonesia

Kerja sama ini menyasar pasar AI inference Indonesia yang terus berkembang, dengan fokus awal pada Physical AI, keamanan publik, pengawasan, serta aplikasi AI industri.

Jakarta, 22 April 2026 — Blaize Holdings, Inc (“Blaize”), perusahaan global di bidang komputasi AI yang programmable dan hemat energi, bersama PT Datacomm Diangraha (“Datacomm”), salah satu penyedia layanan TI terkemuka di Indonesia, resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk aliansi teknologi dalam mengeksplorasi potensi solusi AI inference di seluruh Indonesia. Penandatanganan dilakukan dalam seremoni di Gitex Asia 2026, Singapura, sebagai langkah awal komitmen kedua perusahaan dalam mendorong pemanfaatan AI yang lebih aplikatif di pasar Indonesia.

Indonesia: Pasar AI yang Kian Strategis

Indonesia menjadi salah satu pasar AI dengan pertumbuhan tercepat di Asia Pasifik. Masuknya hyperscaler global, pengembangan infrastruktur digital berdaulat, serta ekspansi teknologi enterprise mempercepat adopsi AI di berbagai sektor.

Laporan Empowering Indonesia Report 2025 dari Indosat Ooredoo Hutchison dan Twimbit menyebutkan bahwa sovereign AI berpotensi menyumbang hingga USD 140 miliar terhadap PDB Indonesia pada 2030, dengan pertumbuhan ekonomi tahunan mencapai 6,8%.

Sementara itu, sektor AI Indonesia tumbuh dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) 31%. Angka tersebut tertinggi di Asia Tenggara (Digital in Asia, 2026). Melihat peluang ini, Blaize dan Datacomm memposisikan aliansi mereka untuk menjawab kebutuhan pasar, dengan fokus pada Physical AI, keamanan publik dan pengawasan, AI industry, dan logistik.

Ruang Lingkup Kerja Sama

Melalui MoU ini, kedua perusahaan berencana mengeksplorasi sejumlah area, di antaranya:

AI Inference as a Service di DCloud

Integrasi platform Hybrid AI Blaize dengan DCloud (layanan cloud Datacomm), dan infrastruktur data center Datacomm untuk menghadirkan layanan inference yang scalable bagi pelanggan enterprise.

Physical AI, Keamanan Publik, Pengawasan, dan Logistik

Pengembangan use case AI inference seperti analitik video, smart surveillance, peningkatan keamanan fisik, serta optimalisasi logistik di sektor publik maupun enterprise di Indonesia.

AI Industri

Pemanfaatan AI inference untuk otomasi industri di Indonesia, termasuk computer vision dan teknologi berbasis sensor.

“Asia Pasifik saat ini berada pada titik krusial dalam perkembangan AI inference, dan Indonesia menonjol sebagai salah satu kontributor utama pertumbuhan tersebut,” ujar Dinakar Munagala, Co-Founder dan Chief Executive Officer Blaize.

“Datacomm memiliki fondasi infrastruktur yang kuat serta relasi enterprise yang solid. Mereka punya relasi kuat dengan pelanggan enterprise yang dibutuhkan pasar ini. Bersama-sama, kami mengeksplorasi bagaimana platform AI Blaize yang dapat diprogram dan hemat energi dapat menghadirkan nilai nyata di dunia nyata, mulai dari keamanan publik, infrastruktur cerdas, physical AI, hingga logistik di seluruh Indonesia. Aliansi ini menjadi fondasi yang kuat, dan kami berkomitmen untuk terus mengembangkannya,” kata Dinakar.

Sementara itu, Presiden Direktur dan Founder Datacomm, Tan Wie Tjin, menegaskan kesiapan perusahaan dalam menyambut era AI. “Di Datacomm, kami telah menghabiskan lebih dari tiga dekade untuk membangun kepercayaan dari berbagai pelanggan enterprise, instansi pemerintah, dan operator infrastruktur kritikal di Indonesia,” ujar Wie Tjin.

“Indonesia berada di ambang transformasi AI yang signifikan, dan kebutuhan akan solusi inference yang cerdas, scalable, serta aman terus meningkat di setiap sektor yang kami layani. Aliansi dengan Blaize ini merupakan langkah yang natural sekaligus menarik dalam perjalanan kami menuju era AI. Kombinasi antara infrastruktur cloud dan data center Datacomm dengan platform AI inference kelas dunia dari Blaize menempatkan kami pada posisi yang unik untuk menjawab kebutuhan tersebut. Saya menantikan berbagai peluang yang akan dihadirkan aliansi teknologi ini, baik bagi pelanggan kami maupun masa depan digital Indonesia,” ucapnya.

MoU ini bersifat non-binding dan menjadi kerangka awal kerja sama. Kedua pihak dapat melanjutkan ke proyek konkret melalui perjanjian lanjutan di masa mendatang. Kolaborasi ini akan memprioritaskan pengembangan solusi AI inference yang aman, scalable, dan hemat energi, serta dapat terintegrasi secara mulus dengan lingkungan cloud, data center, maupun infrastruktur fisik yang telah ada di seluruh Indonesia.

***

Tentang Blaize

Blaize Holdings, Inc. merupakan perusahaan teknologi global yang mengembangkan platform AI programmable untuk kebutuhan inference di dunia nyata. Dengan arsitektur Hybrid AI, Blaize menggabungkan Graph Streaming Processor (GSP) dengan infrastruktur berbasis GPU untuk mendukung berbagai aplikasi seperti computer vision, smart city, industri, hingga logistik. Kunjungi www.blaize.com atau follow LinkedIn @blaizeinc untuk informasi lebih lanjut.

Tentang Datacomm

PT Datacomm Diangraha adalah perusahaan layanan Teknologi Informasi terkemuka di Indonesia dengan pengalaman lebih dari 30 tahun. Datacomm mengoperasikan platform cloud publik DCloud yang didukung data center bersertifikasi global di wilayah Jabodetabek. Perusahaan melayani berbagai sektor mulai dari enterprise, telekomunikasi, hingga pemerintahan dengan ekosistem IT end-to-end yang mendukung transformasi bisnis, mencangkup layanan cloud, IT security, DevOps, dan infrastruktur jaringan. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.datacomm.co.id.

Untuk pertanyaan dan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:

Mita Jasmine Surono, Marketing Communication Manager

PT Datacomm Diangraha

+62 858-8000-9988

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

ITECH Season 9: AI Center Bandung Dorong Inovator AI dari Sekolah

Bersama dosen STMIK LIKMI, AI Center Bandung menghadirkan perspektif industri dalam penjurian kompetisi AI bertema AI Playground: Battle of Creators.

Bandung, 11 April 2026 — Komitmen mendorong literasi dan talenta kecerdasan buatan sejak usia sekolah kembali ditunjukkan AI Center Bandung melalui partisipasinya sebagai dewan juri pada ITECH Competition Season 9 di STMIK LIKMI. Mengangkat tema “AI Playground: Battle of Creators”, ajang tahunan ini menjadi ruang eksplorasi bagi pelajar SMA/SMK untuk merancang ide, solusi, dan karya inovatif berbasis Artificial Intelligence yang relevan dengan persoalan nyata di lingkungan sekolah. Setiap tim tidak hanya mempresentasikan konsep solusi, tetapi juga mendemonstrasikan model AI menggunakan Teachable Machine, memperlihatkan bahwa teknologi AI kini semakin mudah diakses dan dipahami oleh generasi muda.

Proses penjurian dilakukan secara kolaboratif oleh Djajasukma Tjahjadi, S.E., M.T. selaku Wakil Ketua I, dan Dhanny Setiawan, S.T., M.T. selaku Kepala UP Prodi Teknik Informatika dari STMIK LIKMI, bersama Lusia Elsa Dika Damayanty, Business and Community Lead Telkom AI Connect Bandung, yang menghadirkan perspektif industri dalam penilaian. Sinergi antara akademisi dan praktisi ini memperkaya sudut pandang penilaian, tidak hanya dari sisi teknis dan akademik, tetapi juga dari sisi relevansi implementasi solusi di dunia nyata.

Dalam proses penjurian, AI Center Bandung menitikberatkan pada bagaimana peserta memposisikan AI sebagai alat pemecah masalah yang kontekstual, sederhana, dan berdampak. Aspek kreativitas, relevansi solusi, kejelasan penyampaian ide, hingga potensi pengembangan menjadi perhatian utama. Dinamika sesi presentasi dan tanya jawab menunjukkan kemampuan berpikir kritis peserta dalam menjawab isu pendidikan, keamanan sekolah, kesehatan siswa, kebersihan lingkungan, hingga aktivitas organisasi sekolah melalui pendekatan AI.

Dari puluhan ide yang dipresentasikan, terlihat pola menarik bahwa para pelajar sudah mampu mengaitkan teknologi AI dengan kebutuhan sehari-hari di sekolah. Mereka tidak lagi melihat AI sebagai teknologi yang kompleks, melainkan sebagai tools yang dapat dilatih, diuji, dan diimplementasikan untuk menjawab masalah sederhana di sekitar mereka. Pendekatan ini selaras dengan semangat kompetisi yang mendorong creative thinking dan problem solving melalui AI.

Tiga tim terbaik kemudian terpilih dengan gagasan yang dinilai paling aplikatif dan berdampak. SMA Santa Angela Bandung meraih posisi juara melalui ide AI Teachable Machine for Public Speaking, sebuah model AI yang membantu siswa melatih kemampuan berbicara di depan umum melalui pengenalan gestur dan ekspresi. SMA Santo Aloysius Bandung menghadirkan Bullying Detector berbasis AI untuk mendeteksi potensi perundungan di lingkungan sekolah sebagai upaya preventif menciptakan ruang belajar yang aman. Sementara itu, SMKN 1 Cimahi menawarkan Tracker Konsumsi, solusi untuk memantau pola konsumsi siswa guna mendukung kebiasaan hidup sehat.

Lusia Elsa Dika Damayanty, Business and Community Lead AI Connect Bandung, menyampaikan apresiasinya terhadap kualitas ide para peserta. “Yang paling menarik dari kompetisi ini adalah bagaimana siswa mampu melihat AI bukan sebagai sesuatu yang rumit, tetapi sebagai alat bantu yang bisa mereka latih sendiri untuk menyelesaikan masalah di sekolah. Ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran AI yang aplikatif sangat efektif untuk membangun pemahaman sejak dini,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa ide-ide yang muncul menunjukkan pola pikir solutif yang biasanya ditemukan pada level mahasiswa atau bahkan startup tahap awal.

Partisipasi AI Center Bandung dalam ajang ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengawal pertumbuhan ekosistem talenta AI sejak bangku sekolah. Dengan menghadirkan sudut pandang praktisi industri dalam proses penjurian, peserta tidak hanya mendapatkan apresiasi, tetapi juga wawasan tentang bagaimana ide mereka dapat dikembangkan lebih jauh menjadi solusi yang lebih matang. Momentum ini memperlihatkan bahwa masa depan inovasi AI tidak hanya lahir di laboratorium atau perusahaan teknologi, tetapi juga mulai tumbuh dari ruang-ruang kelas sekolah menengah.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pembiayaan Mobil Baru BRI Finance Melonjak Tajam, Tumbuh 8 Kali Lipat di Awal 2026

Jakarta, 22 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mencatatkan kinerja positif pada penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor, khususnya segmen mobil baru, sepanjang kuartal I-2026. Hingga Maret 2026, perseroan berhasil membukukan pertumbuhan yang signifikan, mencerminkan penguatan permintaan pasar serta efektivitas strategi bisnis yang dijalankan.

Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menyampaikan bahwa penyaluran pembiayaan mobil baru pada periode tersebut mengalami peningkatan hampir delapan kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan pembiayaan mobil baru pada kuartal I-2026 didorong oleh berbagai faktor, antara lain daya beli masyarakat yang tetap terjaga, kondisi suku bunga yang relatif kompetitif, serta tren penjualan otomotif yang mulai menunjukkan penguatan di awal tahun,” ujar Wahyudi.

Selain faktor makro tersebut, perseroan juga mencermati sejumlah aspek operasional yang turut mempengaruhi kinerja pembiayaan, seperti kebijakan uang muka (down payment/DP), tingkat persetujuan kredit (approval rate), serta penerapan prinsip kehati-hatian dalam menjaga kualitas aset pembiayaan.

Lebih lanjut, Wahyudi menambahkan bahwa momentum tertentu, seperti Ramadan dan Lebaran, serta ketersediaan unit kendaraan di pasar, turut memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan permintaan pembiayaan.

“Dari sisi komposisi portofolio, segmen pembiayaan mobil baru masih menjadi kontributor utama bagi BRI Finance. Hingga akhir Maret 2026, segmen ini tercatat memberikan kontribusi sebesar 37,05% terhadap total penyaluran pembiayaan perusahaan,” ungkap Wahyudi.

Di tengah dinamika industri pembiayaan dan kondisi pasar yang terus berkembang, BRI Finance secara konsisten melakukan penyesuaian strategi bisnis. Perseroan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dengan fokus pada segmen konsumen yang memiliki profil risiko yang lebih terukur.

Selain itu, BRI Finance juga terus meningkatkan daya saing melalui penyesuaian skema pembiayaan yang adaptif terhadap kebutuhan dan kemampuan konsumen. Penguatan proses analisis kredit serta optimalisasi monitoring portofolio menjadi bagian integral dalam menjaga kualitas pembiayaan tetap sehat dan berkelanjutan.

Dengan fundamental yang solid serta strategi yang adaptif, BRI Finance optimistis kinerja pembiayaan mobil baru akan tetap terjaga ke depan, seiring dengan permintaan pasar yang masih menunjukkan stabilitas di sejumlah segmen.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Produktif dan Berprestasi: Ardella Regina Chandra Buktikan Dukungan BINUS @Bandung bagi Talenta Kreatif

Jakarta 21 April – Produktivitas dan capaian mahasiswa menjadi indikator penting dalam menilai relevansi sebuah kampus terhadap kebutuhan industri dan dunia profesional. Hal tersebut tercermin dalam perjalanan Ardella Regina Chandra, mahasiswi Program Studi Interior Design BINUS @Bandung, yang mampu menyeimbangkan pengalaman industri, aktivitas profesional, hingga prestasi akademik selama masa perkuliahan.

Sebagai Binusian 2026, Ardella menempuh program Enrichment melalui jalur internship, yang memberikan ruang baginya untuk terjun langsung ke dunia praktik sejak dini. Pada semester pertama, Ardella menjalani magang di RDMA (Redefine Design for Modern Architecture) Bandung, dilanjutkan pada semester berikutnya di Alta Design Lab Bandung. Pengalaman tersebut memperkuat pemahamannya dalam proses desain interior profesional, sekaligus melatih cara berpikir sistematis dan adaptif dalam menghadapi dinamika proyek nyata. Saat ini, Ardella tetap aktif berkarya sebagai freelance interior designer, sambil menyelesaikan tugas akhir perkuliahan.

Produktivitas Ardella juga tercermin dari berbagai prestasi desain interior tingkat nasional yang berhasil diraihnya. Pada tahun 2024, Ardella mengikuti kompetisi desain interior yang diselenggarakan oleh Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Banten dengan tema “The Beauty of Weaving”, yang mengangkat nilai tradisi dan budaya Banten. Dalam ajang tersebut, Ardella merancang sebuah hunian dengan konsep “The Harmony of Dogdog and Angklung”, yang terinspirasi dari budaya Seren Taun. Perancangannya bertujuan menghadirkan nilai-nilai budaya tersebut ke dalam kehidupan keluarga sehari-hari. Karya Ardella berhasil meraih Juara 1 setelah dipresentasikan dalam rangkaian acara IndoBuildTech di ICE BSD.

Capaian tersebut berlanjut pada tahun 2025 melalui kompetisi YOUTH.ID yang diselenggarakan oleh HDII Pusat. Mengusung tema “Interior Multisensory Experience for Sustainability”, Ardella mengajukan karya perancangan resort yang dikembangkan dalam tugas studio semester 5. Dengan konsep “Panca Mahabhuta” yang terinspirasi dari filosofi Bali, Ardella merancang resort sebagai destinasi wellness yang mengedepankan keberlanjutan dan pengalaman multisensori khas Bali. Karya ini berhasil masuk dalam lima besar, setelah dipresentasikan pada ajang MegaBuild Indonesia di Jakarta Convention Center, di hadapan dewan juri yang di antaranya melibatkan Ibu Irene Umar (Wakil Menteri Ekonomi Kreatif) dan Ibu Imelda Akmal.

Bagi Ardella, pencapaian tersebut tidak terlepas dari pengalaman belajar yang diperoleh selama berkuliah di BINUS @Bandung. Ia menilai ekosistem pembelajaran yang dibangun kampus mendorong mahasiswa untuk berkembang tidak hanya secara akademik, tetapi juga secara personal dan profesional. “Interior Design BINUS @Bandung telah memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya membentuk kemampuan saya sebagai desainer, tetapi juga sebagai individu. Selama masa perkuliahan, saya memperoleh berbagai pengalaman berharga serta pembelajaran yang relevan untuk masa depan. Saya tidak hanya bertemu dengan dosen dan rekan baru, tetapi juga keluarga yang saling mendukung dalam berkembang,” ungkap Ardella.

Sebagai Creative Technology & Entrepreneurship Campus, BINUS @Bandung secara konsisten menghadirkan lingkungan belajar yang mendorong mahasiswa untuk aktif, produktif, dan berprestasi. Melalui kurikulum yang relevan, program Enrichment, serta dukungan dosen dan jejaring industri, mahasiswa diberikan ruang untuk mengasah potensi, membangun portofolio nyata, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional. Kisah Ardella Regina Chandra menjadi salah satu bukti bagaimana BINUS @Bandung mendukung perkembangan talenta kreatif yang siap bersaing dan berkarya di tingkat nasional maupun global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES