Konsistensi yang Dijaga: BINUS University Kembali Jadi PTS Nomor 1 di Indonesia versi THE Asia University Rankings 2026

Di tengah persaingan global yang semakin dinamis, kualitas pendidikan tinggi tidak lagi hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan institusi dalam menghasilkan lulusan yang relevan, adaptif, dan siap menghadapi perubahan dunia kerja. Menjawab tantangan tersebut, BINUS UNIVERSITY kembali menegaskan posisinya dengan meraih peringkat 401–500 di Asia serta mempertahankan posisi sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) nomor 1 di Indonesia dalam Times Higher Education (THE) Asia University Rankings 2026.

Capaian ini tidak hanya menjadi indikator performa institusi, tetapi juga mencerminkan konsistensi BINUS dalam membangun ekosistem pendidikan yang terintegrasi—menggabungkan kualitas pengajaran, kekuatan riset, kolaborasi global, serta relevansi dengan kebutuhan industri. Times Higher Education sendiri menilai universitas melalui lima indikator utama, yaitu Teaching, Research Environment, Research Quality, International Outlook, dan Industry Income.

Lebih dari sekadar peringkat, pencapaian ini menunjukkan bagaimana BINUS terus mengembangkan pendekatan pendidikan yang berorientasi pada masa depan. Melalui berbagai inisiatif seperti program enrichment, kolaborasi dengan lebih dari 2.200 mitra industri, hingga exposure global bagi mahasiswa, BINUS menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga langsung terhubung dengan dunia profesional.

Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., menyampaikan, “Capaian ini menjadi refleksi dari komitmen berkelanjutan BINUS dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dan berdampak. Di tahun ke-45 perjalanan kami, pengakuan ini semakin memperkuat langkah kami untuk terus berinovasi, memperluas kolaborasi global, serta memastikan setiap Binusian memiliki kesiapan untuk berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional.”

Sebagai institusi yang mengusung visi “A World-class university, fostering and empowering the society in building and serving the nation,” BINUS tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada bagaimana pendidikan dapat menjadi penggerak perubahan sosial dan ekonomi. Hal ini tercermin dari lulusan BINUS yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang, berinovasi, dan memberikan dampak nyata di masyarakat.

Dengan capaian ini, BINUS UNIVERSITY semakin mempertegas perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya konsisten dalam kualitas, tetapi juga relevan dalam menjawab kebutuhan masa depan menghadirkan pendidikan sebagai investasi yang memberikan nilai sejak masa studi hingga setelah lulus.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Emas Turun, Masyarakat Mulai Beralih ke Alternatif Likuiditas Tanpa Menjual Aset

Penurunan harga emas dalam beberapa waktu terakhir mendorong perubahan perilaku finansial masyarakat, khususnya dalam cara mengelola aset dan memenuhi kebutuhan likuiditas. Di tengah tekanan harga, banyak pemilik emas kini menghadapi dilema antara menjual aset di harga yang menurun atau mempertahankannya dengan risiko keterbatasan dana tunai.

Fluktuasi harga emas global yang dipengaruhi oleh penguatan dolar Amerika Serikat serta ekspektasi kebijakan suku bunga telah menyebabkan koreksi harga yang cukup signifikan. Kondisi ini berdampak langsung terhadap nilai jual emas di pasar domestik, sehingga meningkatkan kehati-hatian masyarakat dalam mengambil keputusan.

Sejumlah pengamat menilai bahwa menjual emas dalam kondisi harga turun berpotensi mengunci kerugian, terutama bagi investor jangka menengah hingga panjang. Dalam situasi seperti ini, alternatif strategi yang memungkinkan pemilik aset tetap mendapatkan likuiditas tanpa kehilangan kepemilikan mulai menjadi perhatian.

Salah satu pendekatan yang semakin dilirik adalah pemanfaatan emas sebagai jaminan melalui skema gadai. Metode ini dinilai memberikan fleksibilitas bagi masyarakat untuk memperoleh dana tunai dengan tetap mempertahankan asetnya.

Business Development deGadai, David Tatangsurja, menyatakan bahwa tren tersebut semakin terlihat dalam beberapa waktu terakhir, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan aset secara strategis.

“Ketika harga emas mengalami penurunan, banyak masyarakat mulai menyadari bahwa menjual bukan satu-satunya solusi. Kami melihat peningkatan minat terhadap gadai emas karena memberikan akses dana tanpa harus kehilangan aset di harga yang belum optimal,” ujar David.

Menurutnya, pendekatan ini memberikan ruang bagi pemilik emas untuk menunggu momentum pasar yang lebih baik sebelum mengambil keputusan jangka panjang terhadap aset mereka.

Sebagai perusahaan pembiayaan berbasis gadai yang berfokus pada aset bernilai tinggi, deGadai mencatat bahwa emas tetap menjadi salah satu instrumen yang paling stabil dan mudah dikonversi menjadi likuiditas. Dengan nilai intrinsik yang kuat serta pasar yang luas, emas dinilai memiliki karakteristik yang mendukung proses pembiayaan yang cepat dan transparan.

Selain itu, perubahan pola pikir masyarakat juga menjadi faktor pendorong utama. Aset yang sebelumnya hanya diposisikan sebagai investasi pasif kini mulai dimanfaatkan sebagai bagian dari strategi keuangan yang lebih aktif dan adaptif terhadap kondisi pasar.

Meski demikian, para ahli tetap mengingatkan bahwa setiap keputusan finansial perlu mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kemampuan pelunasan dan kondisi pasar ke depan. Pemanfaatan skema pembiayaan, termasuk gadai, tetap memerlukan perencanaan yang matang agar dapat memberikan manfaat optimal.

Dengan kondisi ekonomi global yang masih dinamis, kebutuhan akan solusi likuiditas yang fleksibel diperkirakan akan terus meningkat. Dalam konteks ini, pemanfaatan aset seperti emas tanpa harus menjualnya menjadi salah satu alternatif yang semakin relevan bagi masyarakat dalam menjaga stabilitas keuangan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Ubah Sampah Jadi Sumber Penghasilan, Warga Kuala Tanjung Kelola Hingga 2 Ton per Hari

JAKARTA — Persoalan sampah masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Sebagian besar sampah yang dihasilkan setiap hari belum terkelola dengan baik, memicu berbagai persoalan lingkungan dan kesehatan. Di tengah situasi itu, inisiatif warga di Desa Kuala Tanjung, Sumatera Utara, menunjukkan bahwa sampah juga bisa menjadi sumber manfaat ekonomi.

Adalah Didi Saputra (41), yang akrab disapa Untung, menjadi penggerak pengelolaan sampah di desanya. Sejak 2021, ia bersama warga mulai mengolah sampah organik menggunakan maggot atau larva Black Soldier Fly.

Dari upaya tersebut, terbentuk kelompok Sari Larva Berdaya (SLB) yang kemudian berkembang menjadi Bank Sampah Berseri pada 2024.

“Awalnya kami belajar mengelola sampah dengan maggot. Lama-lama kami sadar ini bukan cuma soal kebersihan, tapi juga bisa jadi sumber penghasilan,” ujar Didi.

Saat ini, kelompok tersebut mampu mengelola sekitar 1 hingga 2 ton sampah setiap hari. Sampah dikumpulkan dari limbah katering perusahaan serta rumah tangga warga sekitar.

Hasil pengolahannya beragam. Maggot dimanfaatkan sebagai pakan ternak untuk ayam, bebek, dan ikan. Selain itu, limbah kayu palet diolah menjadi meja dan kursi, sementara limbah kertas dan pelepah pisang diubah menjadi kertas daur ulang dan paper bag yang memiliki nilai jual.

Tak hanya berdampak pada lingkungan, kegiatan ini juga membuka lapangan kerja baru bagi warga. Sebanyak 17 orang kini aktif terlibat dalam pengelolaan sampah tersebut.

Didi secara khusus melibatkan kelompok rentan, seperti penyandang disabilitas dan anak-anak putus sekolah.

“Ada yang tuna netra, ada juga yang punya keterbatasan lain, tapi mereka tetap bisa bekerja, seperti memilah sampah atau membuat produk daur ulang,” katanya.

Selain itu, kelompok ini juga membantu anak-anak putus sekolah untuk mengikuti ujian Paket B dan C agar memiliki ijazah.

Manfaat ekonomi juga dirasakan melalui sistem tabungan Bank Sampah Berseri. Warga dapat menukarkan sampah anorganik seperti plastik dan kertas menjadi saldo tabungan.

Menariknya, menjelang hari besar seperti Lebaran, saldo tersebut bisa dicairkan dalam bentuk paket sembako dengan harga sekitar 30 persen lebih murah dari pasaran.

Upaya ini turut didukung oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) sebagai bagian dari MIND ID. Dukungan diberikan dalam bentuk pelatihan dan penyediaan sarana, sehingga masyarakat mampu mengembangkan pengelolaan sampah secara mandiri.

Program ini menjadi bagian dari inovasi sosial yang berkontribusi pada capaian penghargaan PROPER Emas yang diraih perusahaan.

Meski demikian, Didi menilai perjalanan mereka masih panjang. Ke depan, ia berharap dapat memiliki armada pengangkut sampah agar jangkauan layanan bisa diperluas ke lebih banyak rumah tangga.

“Kami terus belajar dan bergerak. Dari sampah, kami bisa mandiri dan saling membantu,” ujarnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Harga Emas Tertekan, Risiko Turun ke 4.480 Masih Terbuka

Pergerakan harga emas dunia pada perdagangan hari Selasa (28/4) diperkirakan masih berada dalam tekanan, seiring belum adanya sinyal kuat yang menunjukkan kelanjutan tren kenaikan. Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai bahwa kondisi pasar saat ini justru mengarah pada potensi pelemahan lanjutan, terutama setelah harga gagal menembus sejumlah level penting di area resistance.

Dari sisi teknikal, harga emas pada timeframe harian terlihat kesulitan untuk melanjutkan kenaikan setelah tertahan di level 4.741 dan kembali gagal menembus resistance kuat di kisaran 4.832. Kegagalan ini menjadi indikasi bahwa dorongan beli mulai melemah dan pasar kehilangan momentum untuk bergerak lebih tinggi.

Dalam kondisi seperti ini, pergerakan harga cenderung beralih ke fase koreksi. Fase ini merupakan bagian normal dari siklus pasar, di mana harga mengalami penurunan sementara setelah sebelumnya mencatat kenaikan yang cukup signifikan. Koreksi tersebut dikenal sebagai secondary trend, yang biasanya terjadi sebelum pasar menentukan arah berikutnya.

Dengan tekanan yang masih dominan, harga emas diperkirakan berpotensi turun menuju area support di sekitar 4.592. Level ini menjadi titik awal yang akan diuji oleh pasar dalam waktu dekat. Jika tekanan jual masih berlanjut dan level tersebut tidak mampu menahan penurunan, maka harga berpeluang bergerak lebih dalam hingga ke kisaran 4.480.

Meski demikian, area support tersebut tetap menjadi level krusial. Jika harga mampu bertahan, tidak menutup kemungkinan terjadi pergerakan konsolidasi atau bahkan pantulan sementara sebelum arah selanjutnya terbentuk. Oleh karena itu, pelaku pasar perlu mencermati respons harga di area tersebut.

Dari sisi fundamental, tekanan terhadap emas masih dipengaruhi oleh penguatan dolar Amerika Serikat. Dalam kondisi dolar yang kuat, harga emas cenderung melemah karena menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Hal ini berdampak pada menurunnya permintaan global terhadap emas.

Selain itu, kebijakan suku bunga tinggi yang masih dipertahankan oleh Federal Reserve juga menjadi faktor utama yang menekan harga emas. Tingginya suku bunga membuat instrumen investasi berbasis imbal hasil seperti obligasi menjadi lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan bunga.

Kondisi ini diperkuat oleh imbal hasil obligasi pemerintah AS yang masih berada di level tinggi. Ketika yield meningkat, investor cenderung memindahkan dana mereka ke aset yang memberikan keuntungan tetap, sehingga minat terhadap emas berkurang.

Di sisi lain, situasi pasar global yang relatif stabil juga ikut menekan harga emas. Dalam kondisi pasar yang cenderung positif atau risk-on, investor biasanya lebih memilih aset berisiko dengan potensi imbal hasil lebih tinggi, sehingga permintaan terhadap aset safe haven seperti emas menjadi berkurang.

Secara keseluruhan, kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut membuat prospek harga emas dalam jangka pendek masih cenderung negatif. Selama harga belum mampu kembali menembus area resistance penting, tekanan penurunan diperkirakan masih akan mendominasi pergerakan.

Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan perkembangan global yang dapat memengaruhi arah harga. Perubahan sentimen yang terjadi secara tiba-tiba, baik dari data ekonomi maupun faktor geopolitik, dapat memicu pergerakan yang cukup signifikan.

Dengan kondisi pasar yang masih dinamis, investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan fokus pada level-level penting sebagai acuan. Pendekatan yang disiplin dan berbasis analisis dinilai menjadi kunci untuk menghadapi volatilitas harga emas saat ini.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Resilien di Tengah Koreksi Harga Batubara, Pembiayaan Alat Berat BRI Finance Tetap Ekspansif

Jakarta, 27 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (‘BRI Finance’), anak usaha BRI yang bergerak di bidang pembiayaan, membukukan kinerja yang solid pada segmen pembiayaan alat berat sepanjang kuartal I-2026, di tengah dinamika penurunan harga batubara serta penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) di sektor pertambangan.

Per akhir Maret 2026, penyaluran pembiayaan alat berat Perseroan tercatat tumbuh sebesar 33,26% secara tahunan (year-on-year/YoY). Pertumbuhan ini mencerminkan daya tahan (resilience) permintaan pembiayaan alat berat yang tetap terjaga, meskipun berada dalam tekanan penurunan average selling price (ASP) batubara di pasar global.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menyampaikan bahwa hingga saat ini, koreksi harga batubara belum memberikan dampak material terhadap kinerja pembiayaan alat berat Perseroan.

“Permintaan pembiayaan alat berat masih berada dalam tren yang positif. Penurunan ASP batubara belum memberikan tekanan yang signifikan terhadap aktivitas pembiayaan kami,” ujar Dhani.

Dari sisi portofolio, segmen pembiayaan alat berat memberikan kontribusi sebesar 17,80% terhadap total pembiayaan BRI Finance, sekaligus mempertegas perannya sebagai salah satu pilar pertumbuhan Perseroan.

Ke depan, BRI Finance tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam merespons potensi perlambatan pada sektor berbasis komoditas. Perseroan secara berkelanjutan memperkuat penerapan manajemen risiko serta meningkatkan selektivitas penyaluran pembiayaan, khususnya pada sektor-sektor dengan tingkat sensitivitas tinggi terhadap volatilitas harga komoditas.

Selain itu, Perseroan juga mengintensifkan pemantauan kualitas portofolio secara berkala guna memastikan kualitas aset tetap terjaga di tengah dinamika pasar.

Sebagai bagian dari strategi jangka menengah, BRI Finance terus memperkuat diversifikasi pembiayaan ke sektor-sektor produktif dengan prospek pertumbuhan yang lebih stabil. Inisiatif ini diarahkan untuk menjaga keseimbangan portofolio, mengendalikan konsentrasi risiko, serta mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Staf Khusus Presiden Tiar N Karbala Serukan Gotong-Royong Digital 64 Juta UMKM di MitMe Fest 2026

Festival UMKM bertema “Cerita Lokal, Karya Nusantara” sukses digelar tiga hari di M Bloc Space, Jakarta Selatan, menghadirkan model baru pemberdayaan UMKM berbasis solusi nyata.

JAKARTA, 26 April 2026 — Tiga hari penuh, Melting Pop M Bloc Space, Jakarta Selatan, bertransformasi menjadi pusat gravitasi bagi ekosistem UMKM Indonesia. MitMe Fest 2026, yang berlangsung pada 24–26 April 2026 dengan tema “Cerita Lokal, Karya Nusantara”, resmi ditutup dengan antusiasme luar biasa dari pelaku usaha, komunitas, hingga pemangku kepentingan nasional. 

Festival ini memperkenalkan format baru yang tidak sekadar mengejar transaksi komersial — melainkan berfokus pada penguatan kapasitas, literasi teknologi, dan ekosistem bisnis UMKM secara menyeluruh. Dalam konteks Indonesia yang kini memiliki sekitar 64 juta pelaku UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional, urgensi pemberdayaan seperti ini tidak bisa ditunda.

Pemerintah Serukan Gotong-Royong Digital

Momen paling krusial MitMe Fest 2026 hadir pada hari penutupan: Dialog Strategis bersama Tiar N Karbala, Staf Khusus Presiden Republik Indonesia bidang UMKM dan Digitalisasi. Sesi ini bukan seremonial belaka — pameran tersebut menjadi ruang dialog terbuka yang mempertemukan perspektif kebijakan negara dengan realitas keras yang dihadapi jutaan pelaku usaha di lapangan. 

Tiar membuka diskusi dengan mengurai paradoks digitalisasi Indonesia: meski penetrasi internet telah mencapai 77%–80% hingga pelosok negeri, indeks literasi digital pelaku usaha secara umum masih stagnan di level menengah. 

Kondisi ini memunculkan risiko nyata — adopsi teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) berpotensi memperlebar jurang antara korporasi besar bermodal kuat dengan pengusaha mikro yang masih minim literasi, bahkan takut sekadar untuk mencoba.

“Pemerintah tidak bisa berdiri sendiri untuk mengurusi masalah yang sebegitu banyak dari Sabang sampai Merauke. Harus ada semangat gotong-royong di mana program-program ini tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus berkolaborasi secara kolektif dengan talenta muda, komunitas, hingga pihak swasta,” kata Tiar N Karbala, Staf Khusus Presiden RI Bidang UMKM dan Digitalisasi. 

Pernyataan ini disambut dengan resonansi kuat dari audiens yang hadir — para pelaku UMKM, mitra strategis, dan komunitas yang selama ini bekerja di garis terdepan pemberdayaan ekonomi lokal. Tiar menegaskan bahwa kesenjangan digital bukan sekadar masalah infrastruktur, melainkan masalah ekosistem: butuh sinergi antara negara, platform digital, dan komunitas untuk benar-benar mengangkat UMKM naik kelas.

 

Lebih dari Pameran: Intervensi Nyata untuk UMKM

MitMe Fest 2026 dirancang sejak awal sebagai platform berbasis solusi — setiap program memiliki tujuan strategis yang terukur. Sepanjang acara, UMKM difasilitasi dengan asesmen level usaha untuk memetakan posisi dan kebutuhan kompetensi bisnis mereka. Pojok konsultasi strategis tanpa biaya dibuka untuk siapa saja, termasuk sesi mendalam selama 1,5 jam bersama pelaku usaha kopi roastery yang membedah strategi adaptasi teknologi hingga penyelesaian sertifikasi halal.

“Bagi kami, UMKM tidak boleh hanya dijadikan objek bisnis, melainkan harus diberdayakan agar mereka tumbuh lebih cepat dan kita bisa bersama-sama membangun cerita lokal,” kata Adhitya Noviardi, Founder Ekosistem Mitme.id

Program fasilitasi sertifikasi halal gratis turut hadir sebagai langkah konkret mendongkrak daya saing produk lokal. Workshop kreatif seperti merangkai bunga dan DIY keychain memperkuat dimensi experiential festival ini, menjadikannya inklusif bagi berbagai segmen — dari keluarga hingga generasi muda yang haus pengalaman berbasis kreativitas.

Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Bukti Nyata

Sebagai wujud konkret dari semangat gotong-royong yang disuarakan Tiar, MitMe Fest 2026 mendapat dukungan penuh dari mitra strategis lintas sektor yang mengirimkan perwakilan UMKM Binaan Wondr By Bank BNI, Bank Mandiri, Jamkrindo, InJourney Airports, JNE, dan Waringin Hospitality. Sinergi ini memastikan pendampingan UMKM berjalan terintegrasi — dari solusi pembiayaan hingga perluasan jaringan distribusi.

Jangkauan publikasi festival ini turut diperkuat oleh jaringan media nasional lintas provinsi: Trenasia.id, GAC Media, Soul of Jakarta, Potretpriangan.co, Jatengaja.com, Jogjaaja.com, Soloaja.co, Eduwara.com, Halojatim.com, Halopacitan.com, Balinesia.id, Floresku.com, Sumatrakini.co, Kabarsiger.com, Kabarminang.id, Potretutara.com, Ibukotakini.com, Makassarinsight.com, Starbanjar.com, Sijori.id, Wongkito.co, dan Lyfebengkulu.com.

Bukan Sekadar Event — Sebuah Gerakan Berkelanjutan

Founder MitMe menegaskan bahwa MitMe Fest bukan titik akhir, melainkan titik awal dari strategi jangka panjang yang lebih besar.

“Kami melihat UMKM tidak hanya butuh panggung, tetapi juga arah dan akses. MitMe Fest dirancang untuk menjawab itu — menghubungkan kebutuhan dengan solusi secara langsung,” kata Founder MitMe, Adhitya Noviardi.

Pasca-penyelenggaraan, MitMe berkomitmen melanjutkan rangkaian program pendampingan, edukasi bisnis melalui aplikasi digital, dan pemanfaatan media sosial — memastikan dampak tidak berhenti di hari penutupan, melainkan berlanjut dalam pertumbuhan bisnis yang nyata dan terukur bagi setiap UMKM yang terlibat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Perkuat Positioning di Segmen Ritel, BRI Finance Ramaikan BRI Consumer Expo 2026 di Bandung

Bandung, 26 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menegaskan komitmennya dalam memperkuat sinergi ekosistem melalui partisipasi pada BRI Consumer Expo 2026 yang diselenggarakan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. bekerja sama dengan Agung Podomoro Land. Kegiatan ini berlangsung pada 25–26 April 2026 di kawasan Podomoro Park, Bandung.

Partisipasi BRI Finance dalam ajang ini merupakan bagian dari strategi perseroan dalam mengoptimalkan potensi captive market di dalam BRI Group, sekaligus memperluas penetrasi pembiayaan ritel, khususnya pada segmen otomotif.

Dalam kegiatan ini, BRI Finance menghadirkan penawaran pembiayaan kendaraan roda empat dengan suku bunga mulai dari 2,85% flat per tahun untuk tenor hingga 3 tahun. Penawaran tersebut dihadirkan secara terintegrasi dengan program pembiayaan properti BRI Group yang menawarkan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) mulai dari 1,75% efektif per tahun (fixed 1 tahun), guna memberikan solusi finansial yang komprehensif bagi masyarakat.

Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menyampaikan, “Partisipasi kami dalam BRI Consumer Expo 2026 merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BRI Finance untuk mengakselerasi sinergi dalam ekosistem BRI Group, sekaligus menghadirkan solusi pembiayaan yang kompetitif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.”

Lebih lanjut, Wahyudi menambahkan bahwa momentum ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat positioning perseroan di segmen pembiayaan ritel.

“Kami melihat adanya potensi pertumbuhan yang signifikan pada pembiayaan ritel, khususnya otomotif. Oleh karena itu, BRI Finance terus mendorong inovasi produk dan kemudahan akses layanan guna mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” tambahnya.

Selain menghadirkan solusi pembiayaan, kegiatan ini juga dirancang sebagai platform engagement dengan menghadirkan berbagai aktivitas seperti pameran properti dan otomotif, talkshow, serta pertunjukan musik yang dimeriahkan oleh Salma Salsabil. 

Sebagai bagian dari BRI Group, BRI Finance akan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian serta inovasi dalam menghadirkan solusi pembiayaan yang adaptif terhadap kebutuhan pasar dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

HOTELMURAH.COM BANTU 8.000 MASJID DAN MUSHOLA LEWAT PROGRAM TERANG BERSAMA

Sejak tahun 2025 lalu, Hotelmurah.com menghadirkan program tanggung jawab sosial bertajuk Terang Bersama yang berfokus pada pembiayaan listrik untuk masjid dan mushola di seluruh Indonesia. Program ini mencakup bantuan listrik prabayar (token) maupun pascabayar (tagihan bulanan) guna mendukung keberlangsungan aktivitas ibadah dan sosial Masyarakat.

“Melalui Terang Bersama, kami
ingin memastikan rumah ibadah tetap memiliki akses listrik yang memadai. Kami
juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan sahabat Hotelmurah
yang telah setia bertransaksi, karena program ini dapat berjalan berkat
dukungan mereka,” ujar perwakilan Hotelmurah.com.

Hotelmurah.com merupakan platform digital yang menyediakan layanan pemesanan
hotel, tiket perjalanan, serta pembayaran kebutuhan sehari-hari seperti
listrik. Memasuki tahun 2026, perusahaan berkomitmen untuk meningkatkan jumlah
masjid dan mushola yang menerima manfaat dari program Terang Bersama serta
memperluas jangkauan ke lebih banyak wilayah di Indonesia.

Sepanjang tahun 2025, program Terang Bersama telah membantu lebih dari 8.000
masjid dan mushola di berbagai wilayah Indonesia. Dukungan ini memungkinkan
rumah ibadah tetap beroperasi secara optimal, khususnya dalam menunjang
kegiatan ibadah, pengajian, serta aktivitas sosial yang berlangsung hingga
malam hari.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bukan Sekadar Pilih Kampus, Psikolog Ungkap Fenomena ‘Decision Anxiety’ yang Hantui Orang Tua & Calon Mahasiswa 2026

Bekasi, 24 April 2026 – Memilih perguruan tinggi di tahun 2026 bukan lagi soal “masuk mana”, tapi lebih dari itu, yaitu bagaimana mengelola kecemasan massal yang menghantui banyak orang tua dan calon mahasiswa. Fenomena ini dikenal sebagai decision anxiety, di mana banyaknya pilihan, informasi, dan ketidakpastian ekonomi membuat orang tua dan anak terjebak dalam siklus overthinking yang melumpuhkan.

“Kita sering melihat anak menunda-nunda pilihan karena takut salah langkah, sementara orang tua terjebak dalam pencarian pembanding yang tak ada ujungnya,” jelas Dr. Istiani, M.Psi., Faculty Member BINUS University. Menurutnya, tanggung jawab moral untuk memastikan investasi pendidikan tidak “sia-sia” menciptakan tekanan ganda yang belum pernah dirasakan generasi sebelumnya.

Kekhawatiran ini semakin besar dengan data yang menunjukkan bahwa sekitar 36% pemuda Indonesia bekerja di bidang yang tak sesuai dengan ijazah mereka. Angka ini tidak hanya menjadi statistik, melainkan pemicu utama kecemasan bagi banyak orang tua yang harus mengeluarkan biaya besar untuk pendidikan anak mereka.

Menanggapi hal ini, Prof. Gatot Soepriyanto, Direktur Kampus BINUS @Bekasi, menegaskan bahwa penawar terbaik bagi decision anxiety adalah kejelasan arah.

“Orang tua butuh ketenangan yang berasal dari progres nyata. Itulah mengapa kami mengintegrasikan industri langsung ke dalam kurikulum,” tegasnya.

BINUS @Bekasi sebagai Business, Service & Technology Campus menawarkan pendekatan pembelajaran yang lebih dari sekadar teori. Melalui program Enrichment dan pengalaman industri langsung yang terintegrasi dalam pembelajaran, mahasiswa mendapatkan gambaran nyata tentang dunia kerja. Hal ini memberi progres nyata yang bisa dirasakan oleh orang tua.

“Ketika orang tua melihat anaknya lebih percaya diri, punya pengalaman, dan mulai memahami arah kariernya, rasa cemas itu perlahan berubah menjadi rasa percaya,” tambah Prof. Gatot.

Selain memberikan kejelasan arah, BINUS @Bekasi juga memfokuskan diri pada meredam tekanan finansial yang menjadi salah satu faktor utama kecemasan orang tua. Salah satu solusi yang diberikan adalah Beasiswa EMAS (Empowering Achievement of Student), yang tidak hanya meringankan biaya pendidikan, tetapi juga memberi simbol investasi masa depan anak.

“Dengan adanya Beasiswa EMAS, orang tua bisa lebih fokus pada masa depan anak tanpa merasa terbebani secara finansial. Beasiswa ini juga memberikan emas sebagai simbol investasi, mempertegas bahwa pendidikan adalah investasi yang dapat memberikan return dalam bentuk yang nyata, baik dari sisi finansial maupun karier,” tambah Prof. Gatot.

Dr. Istiani, M.Psi., menegaskan bahwa dalam situasi seperti ini, kejelasan arah dan pengalaman nyata menjadi kunci dalam mengurangi kecemasan.

“Ketika seorang individu, baik orang tua maupun anak yang merasa bahwa mereka berada di jalur yang jelas dan memiliki gambaran masa depan, maka tingkat kecemasan akan berkurang secara signifikan,” jelasnya.

Dengan pendekatan yang mengintegrasikan pengalaman nyata di dunia industri dan dukungan finansial melalui Beasiswa EMAS, BINUS @Bekasi berupaya membantu orang tua dan calon mahasiswa melewati perjalanan ini dengan lebih tenang dan yakin.

Pada akhirnya, keputusan pendidikan bukan hanya tentang memilih kampus, tetapi tentang memastikan bahwa anak mereka berada di jalur yang tepat, dengan rasa aman yang datang dari progres nyata dan pendidikan yang relevan dengan dunia kerja.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Hasil Kuartal I-2026, Krakatau Steel (KRAS) Fokus pada Efisiensi dan Keberlanjutan

Jakarta, 27 April 2026 – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) mencatatkan indikasi pemulihan performa pada awal tahun fiskal 2026. Melalui laporan capaian Kuartal I-2026, Perusahaan menunjukkan kinerja yang mulai meningkat, program efisiensi masih menjadi kunci penting dalam mengejar keberlanjutan ini. Hasil ini dipandang sebagai sinyal positif bahwa program efisiensi yang dijalankan mulai memberikan dampak terhadap stabilitas keuangan dan operasional Perusahaan.

Efisiensi sebagai Kunci Keberlanjutan

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan,
menyatakan bahwa hasil ini merupakan indikator bahwa program transformasi
perusahaan mulai membuahkan hasil yang stabil. Meski demikian, ia menegaskan
bahwa disiplin dalam pengelolaan biaya tetap menjadi prioritas utama.

“Kinerja kami mulai meningkat secara bertahap di
awal tahun ini. Namun, kami tetap memandang bahwa program efisiensi masih
menjadi kunci penting dalam menjaga momentum ini. Dengan hasil kuwartal satu yang mulai stabil, kami akan tetap  menjaga agar 
selalu konsisten dan bisa berkelanjutan. Dengan
demikian Krakatau Steel memiliki fondasi yang tangguh untuk mendukung
kemandirian industri baja nasional,” ujar Dr. Akbar Djohan dalam acara
Coffee Morning Media with CEO KRAS bertempat di The Surosowan Jakarta.

Posisi Keuangan
dan Operasional

Secara finansial, Krakatau Steel membukukan pendapatan sebesar USD 262,4
juta pada Kuartal I-2026. Perusahaan juga mencatatkan laba bersih sebesar USD
4,6 juta, yang turut memperkuat posisi ekuitas Perusahaan di angka USD 745,7
juta. Penguatan neraca ini memberikan stabilitas bagi perseroan dalam
menjalankan aktivitas operasional dan menghadapi dinamika pasar yang sedang bergejolak saat ini.

Berdasarkan catatan positif tersebut, Krakatau
Steel optimis dalam menargetkan laba bersih sebesar USD 129 juta pada tahun
2026 sebagai bagian dari upaya penguatan kinerja keuangan perusahaan.

Optimalisasi Produksi dan
Kontribusi Nasional

Hingga Maret 2026, total produksi Krakatau Steel mencapai 360 ribu ton.
Capaian ini didorong oleh beroperasinya fasilitas produksi utama secara
optimal, di mana pabrik Hot Strip Mill (HSM) berkontribusi sebesar 230 ribu ton
dan pabrik Cold Rolling Mill (CRM) sebesar 130 ribu ton.

Optimalisasi ini merupakan bagian dari komitmen Perusahaan dalam
menjalankan program penguatan permodalan bersama Danantara. Dengan
mengedepankan nilai tambah produk domestik, Krakatau Steel terus berupaya
menjadi pilar utama dalam menjaga ketahanan industri manufaktur serta mendukung
visi kemandirian ekonomi nasional.

“Kami fokus memastikan setiap lini produksi berjalan dengan efisien, agar dapat
menghasilkan  produk baja yang lebih
kompetitif  dan dapat bersaing di pasar.
Dengan fondasi yang lebih sehat ini, kami optimis Krakatau Steel dapat terus
melangkah sebagai perusahaan yang memberikan nilai tambah yang berkelanjutan ,”
tutup Dr. Akbar Djohan yang juga menjabat sebagai
Chairman IISIA (The Indonesia Iron & Steel Industry Association) dan ALFI
(Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia)/ILFA.

Adapun program kerja ini selaras dengan Asta Cita
Presiden Prabowo Subianto untuk kemakmuran Bangsa dan Masyarakat Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES