Fortifikasi Beras Massal Jadi Solusi Atasi Krisis Kelaparan Tersembunyi

Indonesia tengah menghadapi masalah kedaruratan senyap (silent emergency) berupa kelaparan tersembunyi (hidden hunger). Dipicu oleh defisiensi zat besi kronis, kondisi ini melahirkan lonjakan angka anemia di berbagai penjuru Nusantara. Padahal, para pakar kesehatan publik menilai bahwa intervensi paling strategis untuk mengatasinya adalah lewat fortifikasi beras.

JAKARTA — Indonesia tengah menghadapi masalah kedaruratan senyap (silent
emergency
) berupa kelaparan tersembunyi (hidden hunger). Dipicu oleh
defisiensi zat besi kronis, kondisi ini melahirkan lonjakan angka anemia di
berbagai penjuru Nusantara. Padahal, para pakar kesehatan publik menilai bahwa
intervensi paling strategis untuk mengatasinya adalah lewat fortifikasi beras.

Pada Rabu
(24/6/2026), inisiatif Millers for Nutrition menggelar pertemuan lintas
pemangku kepentingan di Jakarta bertajuk “Millers for Nutrition:
Advancing Fortified Rice in the Commercial Market.”
Agenda ini
bertujuan merangkul koalisi para pelaku sektor swasta guna mendiskusikan
langkah nyata dalam menghadirkan beras fortifikasi yang lebih terjangkau di
pasar terbuka bagi masyarakat luas.

Dalam pidato
kuncinya, Direktur Yayasan Kegizian Pengembangan Fortifikasi Pangan Indonesia
(KFI) Nina Sarjunani menegaskan, intervensi melalui bahan pangan pokok utama
bangsa adalah jalan keluar yang paling layak untuk ditempuh.

Secara historis, upaya mengikis kekurangan
mikronutrien selama ini bertumpu pada tiga cara utama, urai Nina.

Pertama adalah
diversifikasi pangan—mengajak rumah tangga mengonsumsi variasi karbohidrat,
sayuran, dan sumber protein. Namun, meski paling ideal, diversifikasi pangan
sulit dilakukan karena tak semua kelompok masyarakat mampu membeli ragam sumber
nutrisi tersebut.

Kedua adalah
suplementasi. Walaupun sederhana, pendekatan ini juga menghadapi tantangan
karena tingkat kepatuhan konsumsi suplemen masih rendah.

“Yang
paling cost-effective adalah fortifikasi,” kata Nina.

Indonesia telah
sukses melakukan ragam fortifikasi seperti garam beryodium, tepung terigu yang
diperkaya zat besi dan seng, serta minyak goreng yang diperkaya vitamin A.

Namun, meski
tepung terigu merupakan kendaraan intervensi yang kuat, ia mengingatkan bahwa
tepung terigu bukanlah makanan pokok masyarakat Indonesia. Oleh karena itu,
Nina menilai fokus fortifikasi harus dialihkan ke komoditas berikutnya, yaitu
beras, mengingat bahan pangan tersebut dikonsumsi oleh 95 persen penduduk di
dalam negeri.

Fortifikasi beras merupakan bentuk intervensi
yang minim hambatan (low-friction), lanjutnya, karena tidak menuntut
perubahan perilaku makan masyarakat. Warga tetap memasak dan makan nasi seperti
biasa, tetapi mendapatkan tambahan zat besi dan mikronutrien penting lainnya
secara signifikan. Lonjakan pemenuhan gizi (nutrition gain) yang
dihasilkan bisa sangat masif, hanya dengan margin kenaikan biaya produksi
sekitar Rp 1.000 per kilogram.

Tantangan Hulu-Hilir

Meski menjanjikan manfaat yang nyata, upaya
memperluas skala beras fortifikasi di bentang geografis Indonesia yang luas
menghadang tantangan operasional. Hal itu diungkapkan oleh Budianto Wijaya,
anggota komite penasihat (advisory member) Millers for Nutrition.

Sektor penggilingan padi di Indonesia sangat
terfragmentasi, melibatkan banyak operator mulai dari fasilitas industri skala
besar hingga penggilingan kecil di pedesaan. Realitas ini membuat penyelarasan
regulasi, standarisasi pengawasan mutu, dan keseragaman distribusi menjadi
tantangan tersendiri.

Saat ini, beras
fortifikasi masih menjadi barang mewah yang ceruk pasarnya terbatas, dikemas
sebagai produk khusus di rak-rak supermarket premium dan lebih banyak dijangkau
kelompok ekonomi tertentu.

Padahal, peluang sesungguhnya untuk mengubah
tren kesehatan publik berada di tempat lain: menyasar kelompok rentan melalui
bantuan pangan pemerintah, intervensi kesehatan ibu dan anak, serta program
prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG).

Terkait MBG,
pihaknya telah membicarakan agar program beras fortifikasi bisa masuk. Selama
ini, garam dan minyak goreng yang digunakan dalam program MBG sudah
terfortifikasi.

Menepis Mitos
Modern

Di luar persoalan
logistik, strategi ini harus berhadapan dengan tantangan persepsi publik dan
penataan pasar. Nina menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat masih sangat
rendah, membuat pasar rentan terhadap disinformasi—termasuk hoaks viral terkait
isu “beras plastik” yang sempat merusak kepercayaan konsumen.

Selain itu, harga
juga masih menjadi isu sensitif. Selama ini beras fortifikasi kerap
dikategorikan sebagai beras khusus dengan bahan baku beras premium, sehingga
harganya relatif mahal.

Pembangunan
industri FRK (Fortified Rice Kernels), memperkuat penggilingan dan
membuka jalan distribusi komersial menjadi salah satu usulan dari panel yang
terdiri dari pelaku industri beras.

Forum yang
berlangsung hari Rabu ini berupaya menjembatani kesenjangan tersebut,
mempertemukan pelaku penggilingan padi, ritel modern, dan pegiat fortifikasi
gizi dalam satu atap. “Saya yakin bahwa dengan acara hari ini, permasalahan itu
baik teknis maupun nonteknis, bisa sama-sama kita diskusikan, sehingga bisa
kita atasi,” tutur Nina.

Evelyn Djuwidja, Program Manager TechnoServe
Indonesia—organisasi yang saat ini menjalankan inisiatif Millers for
Nutrition—memandang pertemuan multi-sektor ini sebagai langkah awal yang vital.

“Forum ini telah membuka peluang besar bagi
rekan-rekan RMU (Rice Milling Units/penggilingan padi) dan ritel modern
untuk saling bekerja sama,” ujarnya.

“Millers for Nutrition berkomitmen untuk terus
mendampingi penggilingan padi dalam menjaga kualitas gizi produk, membantu
efisiensi produksi, dan memfasilitasi hubungan bisnis agar kerja sama dengan
ritel modern dapat berjalan dengan lancar, sehat, dan saling menguntungkan
dalam jangka panjang,” pungkasnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pelopor Pendidikan Accounting Berbasis Technology di Indonesia, School of Accounting BINUS University Raih Top 4 QS World University Rankings by Subject

Perkembangan Artificial Intelligence (AI), automation, dan digital transformation kini semakin mengubah cara industri keuangan dan akuntansi bekerja. Profesi akuntan yang sebelumnya identik dengan pembukuan dan administrasi keuangan kini berkembang menjadi mitra strategi bisnis yang dituntut memiliki kemampuan literasi teknologi, berpikir analitis, serta mendukung pengambilan keputusan bisnis.

Transformasi ini mendorong perusahaan untuk mencari lulusan akuntansi yang tidak hanya memahami laporan keuangan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan ekosistem digital dan perkembangan teknologi yang terus berubah. Perubahan tersebut juga mulai memengaruhi cara orang tua dan calon mahasiswa memandang pendidikan tinggi. Di tengah perubahan industri yang berlangsung cepat, muncul pertanyaan mengenai relevansi jurusan akuntansi di masa depan serta bagaimana institusi pendidikan dapat mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang semakin terdigitalisasi.

Kebutuhan terhadap talenta akuntansi yang memahami teknologi pun terus meningkat. Deloitte Center for Controllership mencatat lebih dari 80 persen profesional finance dan accounting percaya bahwa AI akan menjadi tools utama dalam profesi accounting dalam lima tahun ke depan. Sementara itu, studi KPMG Digitalization in Accounting 2025/2026 menunjukkan 53 persen perusahaan telah menggunakan AI dalam accounting atau sedang mempersiapkan implementasinya.

Sejalan dengan itu, adopsi teknologi di sektor ini juga terus meningkat secara signifikan. Data dari Intuit 2025 Technology Survey menunjukkan bahwa 64 persen accounting firms berencana meningkatkan investasi pada AI dalam satu tahun ke depan, sementara 95 persen telah mengotomatisasi setidaknya satu fungsi operasional mereka. Di sisi lain, penelitian “Future-Ready Digital Skills in the AI Era” menemukan adanya kesenjangan keterampilan yang cukup signifikan antara kebutuhan industri accounting dan kesiapan lulusan, terutama pada aspek digital capability, AI literacy, dan technology-related competencies.

Rangkaian temuan tersebut menunjukkan satu hal yang semakin jelas: transformasi di industri akuntansi tidak hanya terjadi pada level teknologi, tetapi juga pada kesiapan talenta yang akan mengisinya di masa depan.

Menjawab perubahan tersebut, BINUS University melalui School of Accounting menghadirkan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan accounting dan technology secara relevan dengan kebutuhan industri global saat ini, dengan fokus pada industry relevance dan future-ready capabilities.

Dekan School of Accounting BINUS University, Prof. Ang Swat Lin Lindawati, S.E., M.Com (Hons.), Ph.D., CSRS, CSRA., CMA., Cert.DA., menyampaikan bahwa perubahan industri ini menuntut perguruan tinggi untuk ikut beradaptasi dalam cara mendidik mahasiswa.

“Profesi akuntan tidak lagi terbatas pada fungsi administratif. Perkembangan AI dan digital finance membuat profesi akuntan berkembang menjadi strategic business partner yang membutuhkan kemampuan teknologi, analitis, dan business decision-making. Oleh karena itu, penting bagi perguruan tinggi untuk menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan perubahan industri,” ujarnya.

Lebih lanjut, sebanyak 61 persen perusahaan juga melihat AI sebagai faktor penting dalam masa depan keuangan dan akuntansi. Penggunaan machine learning dalam proses akuntansi juga terus meningkat, menunjukkan bahwa transformasi digital dalam industri ini berlangsung semakin cepat.

Kondisi ini menegaskan bahwa kemampuan literasi teknologi menjadi semakin penting bagi mahasiswa akuntansi, karena perusahaan kini membutuhkan individu yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu bekerja dalam data-driven business environment yang terus berkembang.

Sebagai pionir accounting berbasis teknologi di Indonesia, School of Accounting BINUS University menghadirkan kurikulum yang dirancang agar mahasiswa juga memperoleh pengalaman langsung terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri masa kini. Pendekatan experiential learning diterapkan melalui berbagai program pembelajaran yang membantu mahasiswa memahami implementasi akuntansi dalam konteks bisnis nyata.

Mahasiswa juga memperoleh akses terhadap berbagai tools dan sistem yang relevan dengan kebutuhan industri modern, termasuk akses SAP tanpa biaya tambahan. Selain itu, School of Accounting BINUS University didukung oleh lebih dari 100 partner industri yang membantu mahasiswa memperoleh pengalaman di industri dan pengalaman profesional sebelum lulus melalui Program Enrichment.

Program tersebut memungkinkan mahasiswa mendapatkan pengalaman nyata melalui internship, project-based learning, riset, entrepreneurship, hingga berbagai kegiatan yang terhubung langsung dengan dunia industri. Dalam implementasinya, pembelajaran juga dirancang agar mahasiswa memahami bagaimana akuntansi berkembang di era digital finance dan data-driven business environment. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi akuntan konvensional, tetapi juga future-ready professionals yang mampu beradaptasi dengan transformasi industri global.

Prof. Ang Swat Lin Lindawati menambahkan bahwa peran akuntan kini telah berevolusi secara signifikan. Di sisi lain, perubahan industri juga diikuti oleh peningkatan standar dan kualitas pendidikan yang harus selaras dengan kebutuhan global.

“School of Accounting BINUS University menjadi salah satu school accounting terbaik di Indonesia dengan pencapaian Top 4 di Indonesia berdasarkan QS World University Rankings by Subject: Accounting & Finance, serta berada di peringkat 301–375 dunia. Ini mencerminkan komitmen kami dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dan berstandar global,” jelasnya.

School of Accounting BINUS University juga memiliki Akreditasi Unggul serta terakreditasi internasional oleh HEEACT (Higher Education Evaluation and Accreditation Council of Taiwan) dan EFMD (European Foundation for Management Development) untuk International Class, memperkuat kualitas pendidikan yang berstandar global. Adapun program studi yang berada di bawah School of Accounting BINUS University meliputi Accounting, Taxation, Accounting Technology, dan Finance.

Melalui pendekatan pembelajaran berbasis teknologi dan industry relevance, School of Accounting BINUS University terus berupaya mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kesiapan karier global di tengah percepatan transformasi digital.

Bagi banyak orang tua dan calon mahasiswa, kesiapan menghadapi perubahan industri kini menjadi salah satu pertimbangan penting dalam memilih perguruan tinggi. Pendidikan tinggi tidak lagi hanya dipandang sebagai jalan untuk memperoleh gelar akademik, tetapi juga sebagai fondasi untuk membangun kemampuan adaptasi dan kesiapan menghadapi dunia kerja masa depan.

Di tengah perkembangan AI dan digital finance, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan industri menjadi semakin krusial bagi calon mahasiswa maupun orang tua dalam memilih institusi pendidikan. Informasi lebih lanjut mengenai School of Accounting BINUS University dapat diakses melalui: https://soa.binus.ac.id/

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Tangkap Tren Luxury Preloved, deGaiya Luncurkan Lelang Tas Branded Rutin Dua Kali Seminggu

 Tingginya minat masyarakat terhadap produk luxury, khususnya tas branded, tidak lagi hanya didorong oleh faktor gaya hidup, tetapi juga perubahan perilaku konsumen yang semakin mengutamakan value for money. Menjawab tren tersebut, deGaiya, mitra resmi deGadai, resmi meluncurkan program Luxury Bag Auction, sebuah lelang tas branded yang akan digelar secara rutin setiap hari Senin dan Kamis melalui akun Instagram @degaiya.id.

Program ini menjadi salah satu inovasi deGaiya dalam menghadirkan akses yang lebih luas terhadap produk luxury autentik melalui mekanisme lelang digital yang mudah diikuti masyarakat.

Dalam setiap sesi lelang, deGaiya akan menghadirkan berbagai koleksi tas dari merek-merek luxury dunia seperti Hermès, Chanel, Louis Vuitton, Dior, Gucci, Prada, Goyard, dan berbagai brand premium lainnya. Seluruh peserta memiliki kesempatan memperoleh produk branded dengan harga yang lebih kompetitif melalui sistem bidding yang terbuka.

Menurut Lady Gaiya, Silvia Lie, perubahan perilaku konsumen Indonesia menjadi salah satu alasan utama lahirnya program tersebut.

“Saat ini masyarakat semakin cerdas dalam membeli barang mewah. Mereka tidak lagi hanya melihat sebuah brand, tetapi juga mencari value terbaik. Karena itu kami menghadirkan Luxury Bag Auction agar lebih banyak orang memiliki kesempatan mendapatkan tas branded autentik dengan harga yang lebih ramah di kantong melalui proses yang transparan,” ujar Silvia Lie.

Berdasarkan berbagai laporan industri global, pasar barang mewah bekas (pre-owned luxury market) terus mengalami pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan pola konsumsi tersebut turut mendorong meningkatnya permintaan terhadap produk luxury yang memiliki kualitas terjaga namun menawarkan nilai ekonomi yang lebih baik dibandingkan membeli produk baru.

Melihat perkembangan tersebut, deGaiya menilai model lelang digital menjadi salah satu pendekatan yang mampu mempertemukan kebutuhan konsumen akan harga yang kompetitif dengan pengalaman bertransaksi yang lebih interaktif.

Berbeda dengan mekanisme penjualan konvensional, program ini memungkinkan masyarakat mengikuti proses penawaran harga secara langsung melalui Instagram. Untuk berpartisipasi, pengguna cukup mengikuti akun @degaiya.id, memberikan tanda suka pada unggahan lelang, kemudian mengajukan penawaran harga sesuai ketentuan yang diumumkan pada setiap sesi.

Silvia Lie menambahkan bahwa program ini bukan hanya menghadirkan kesempatan memperoleh luxury bag dengan harga menarik, tetapi juga bertujuan membangun komunitas pecinta luxury yang lebih aktif di Indonesia.

“Kami ingin menjadikan hari Senin dan Kamis sebagai momen yang dinantikan para luxury enthusiast. Bukan hanya berburu harga terbaik, tetapi juga menikmati pengalaman lelang yang seru, transparan, dan dapat diikuti siapa saja. Semakin banyak orang yang ikut, semakin hidup pula ekosistem luxury di Indonesia,” katanya.

Sebagai mitra deGadai, deGaiya terus mengembangkan berbagai inovasi untuk memperkuat ekosistem luxury goods di Indonesia, mulai dari memperluas akses terhadap produk premium, menghadirkan mekanisme transaksi yang lebih modern, hingga membangun komunitas yang mengedepankan transparansi dan kepercayaan.

Melalui program Luxury Bag Auction, deGaiya berharap semakin banyak masyarakat yang dapat memiliki tas branded autentik tanpa harus membayar harga retail, sekaligus memperkenalkan cara baru menikmati dunia luxury yang lebih inklusif.

Sesi lelang akan berlangsung dua kali setiap minggu, yakni setiap Senin dan Kamis, dengan koleksi yang berbeda pada setiap penyelenggaraannya.

Informasi mengenai jadwal lelang, katalog tas, serta mekanisme bidding dapat diakses melalui Instagram @degaiya.id maupun situs resmi https://degaiya.com.

Tentang deGaiya

deGaiya merupakan mitra deGadai yang berfokus pada pengembangan ekosistem luxury goods di Indonesia. Melalui berbagai program inovatif, deGaiya menghadirkan akses yang lebih luas terhadap produk-produk luxury autentik sekaligus membangun pengalaman transaksi yang aman, transparan, dan mudah dijangkau oleh masyarakat.

About PT. deGadai Solusi Digital

deGadai adalah penyedia layanan gadai barang mewah terpercaya di Indonesia yang menghadirkan solusi finansial cepat, aman, dan fleksibel bagi individu maupun pelaku usaha. Fokus pada aset bernilai tinggi seperti tas branded, jam tangan eksklusif, perhiasan, hingga barang luxury lainnya, deGadai memberikan pengalaman transaksi yang profesional dengan penilaian akurat dan penyimpanan berstandar internasional. Dengan sertifikasi ISO/IEC 27001 dari TÜV Rheinland, deGadai menjamin keamanan dan kerahasiaan setiap transaksi, sekaligus menawarkan fleksibilitas dalam pengelolaan aset agar tetap bernilai tanpa harus dilepas. Layanan ini menjadi jawaban bagi mereka yang membutuhkan likuiditas instan sekaligus mengutamakan privasi dan kenyamanan dalam setiap langkah.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran

Sebagai bentuk kepedulian dan komitmen dalam memberikan perlindungan serta pendampingan kepada nasabah, BRI Branch Office (BO) Otista bersama BRI Insurance (BRINS) melaksanakan penyerahan simbolis klaim asuransi kepada nasabah BRI Unit Cipinang Cempedak dan BRI Unit Otista 3 yang terdampak musibah kebakaran tempat usaha di wilayah kerja BRI BO Otista.

Penyerahan simbolis klaim ini menjadi wujud nyata sinergi antara BRI dan BRINS dalam menghadirkan solusi perlindungan bagi nasabah, khususnya pelaku usaha, agar tetap memiliki ketenangan dan keberlanjutan usaha di tengah risiko yang tidak terduga. Melalui pembayaran klaim tersebut, diharapkan nasabah dapat terbantu dalam proses pemulihan usaha pascakebakaran serta kembali menjalankan aktivitas ekonominya secara bertahap.

BRI senantiasa berkomitmen tidak hanya hadir sebagai lembaga keuangan yang menyediakan layanan perbankan, tetapi juga sebagai mitra yang memberikan rasa aman melalui perlindungan asuransi yang relevan dengan kebutuhan nasabah. Kolaborasi bersama BRINS ini menjadi bagian dari upaya BRI dalam memberikan layanan keuangan yang komprehensif, mulai dari akses pembiayaan, transaksi, hingga perlindungan terhadap aset dan usaha nasabah.

Melalui momentum ini, BRI BO Otista berharap semakin banyak nasabah yang memahami pentingnya perlindungan asuransi sebagai salah satu langkah mitigasi risiko usaha. Dengan perlindungan yang tepat, nasabah diharapkan dapat lebih tangguh menghadapi berbagai tantangan dan terus mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global? Investor Kini Bisa Akses Tokenisasi Aset Global Mulai Rp10.000 di Bittime

 Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS kembali menjadi perhatian investor dan masyarakat Indonesia. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, investor mulai mencari instrumen yang dapat membantu menjaga nilai aset sekaligus memberikan diversifikasi portofolio. Selaras dengan ini President Director Bittime, Ronny Prasetya dalam diskusi nya bersama Sindonews, memandang tokenisasi aset global sebagai salah satu alternatif investasi di tengah volatilitas pasar.

Di tengah gejolak geopolitikal global dan tekanan terhadap nilai tukar Rupiah, investor mulai mempertimbangkan diversifikasi ke berbagai kelas aset sesuai profil risiko masing-masing. Tokenisasi Real World Assets (RWA) menjadi salah satu inovasi yang membuka akses investasi global yang lebih inklusif bagi masyarakat Indonesia.

President Director Bittime, Ronny Prasetya menyampaikan bahwa saat ini investor memiliki berbagai pilihan instrumen investasi mulai dari komoditas, saham, obligasi, hingga aset kripto yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi keuangan. Tokenisasi Real World Assets (RWA) merupakan aset dunia nyata yang direpresentasikan dalam bentuk token digital di jaringan blockchain. Melalui proses tokenisasi, berbagai aset yang sebelumnya sulit dijangkau oleh investor dapat diakses secara lebih mudah dan efisien.

“Tokenisasi aset global pada dasarnya menghubungkan dunia keuangan tradisional dengan ekosistem aset digital. Dengan begitu, investor dapat memperoleh akses terhadap aset yang memiliki nilai nyata, dan fleksibilitas transaksi yang ditawarkan teknologi blockchain. Konsep ini memungkinkan investor mendapatkan eksposur terhadap aset yang memiliki nilai ekonomi riil, sambil memanfaatkan keunggulan teknologi blockchain seperti transparansi, efisiensi, dan aksesibilitas yang lebih luas,” jelas Ronny.

Ronny memandang tokenisasi RWA dapat menjadi salah satu opsi bagi investor yang mengutamakan stabilitas dan diversifikasi portofolio. Sebab, aset tokenisasi RWA memiliki dasar yang dapat diukur dan bernilai nyata, sehingga memberikan pendekatan investasi yang lebih dekat dengan instrumen keuangan konvensional. Namun, investor tetap harus memahami bahwa setiap instrumen memiliki karakteristik dan risiko yang berbeda.

Perkembangan regulasi yang semakin jelas menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan industri aset digital di Indonesia. Di mana, industri aset kripto tengah mengalami transformasi fundamental, dan bergeser dari aset yang bersifat spekulatif menuju instrumen yang memiliki nilai riil melalui tokenisasi aset dunia nyata (RWA). Dukungan OJK terhadap inovasi teknologi keuangan, termasuk pengembangan tokenisasi aset dunia nyata, juga memberikan sinyal positif terhadap perkembangan industri aset digital dan aset kripto Indonesia.

Sebagai platform perdagangan aset keuangan digital (PAKD) yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bittime menghadirkan akses yang mudah bagi masyarakat untuk memasuki ekosistem aset digital, termasuk aset-aset berbasis RWA. Dan hanya memperdagangkan aset kripto yang masuk dalam daftar aset kripto yang diperbolehkan untuk diperdagangkan di Indonesia sesuai ketentuan regulator dan berada dalam pengawasan OJK.

Lebih lanjut, untuk mulai berinvestasi, pengguna cukup mengunduh aplikasi Bittime, melakukan registrasi akun, menyelesaikan proses verifikasi identitas (KYC), kemudian melakukan deposit dana. Setelah itu, pengguna dapat mulai bertransaksi berbagai aset digital mulai dari Rp10.000.

Sebagai platform aset global bagi Indonesia, Bittime menghadirkan tiga langkah investasi yang mudah bagi investor. Mulai dengan proses Entry deposit rupiah dari berbagai pilihan bank dan e-wallet. Kemudian Allocate dan akses terhadap berbagai pilihan aset global tokenisasi US Dollar (USDT), Emas (XAUT), Tesla Tokenized Stock (TSLAX), Apple Tokenized Stock (AAPLX), SP500 Tokenized ETF (SPYX), dan Nasdaq Tokenized ETF (QQQX). Sehingga investor dapat mengakses berbagai aset diversifikasi dalam satu akun atau All-in-One Account.

Namun, tentu investor perlu memahami bahwa dinamika pasar memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap strategi portofolio masing-masing. Mengingat, kondisi volatilitas pasar yang dapat menciptakan peluang, sekaligus risiko lebih tinggi.

Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Sebab, aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

About Bittime

Bittime melalui PT Utama Aset Digital Indonesia adalah platform investasi aset kripto yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta terdaftar pada Kementerian Komunikasi & Digital (Komdigi). Bittime juga merupakan anggota Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) dan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO). Selaku platform investasi aset kripto, Bittime memiliki visi untuk menjadi platform perdagangan dan investasi aset kripto pilihan utama masyarakat dengan fitur yang beragam serta memenuhi kebutuhan penggunanya.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Saatnya Ubah Koneksi Menjadi Peluang Cuan Bersama CUANTASTIC

ASRI memberikan peluang tak terbatas dalam CUANTASTIC, sebuah program referral yang memungkinkan peserta memperoleh penghasilan tambahan dari sebuah rekomendasi saja.  Program ini dirancang bagi individu yang ingin memperoleh cuan dari dunia properti tanpa harus menjadi agen atau memiliki pengalaman di industri properti.

Melalui CUANTASTIC, peserta cukup mendaftarkan diri sebagai member, kemudian merekomendasikan calon pembeli kepada tim marketing ASRI dengan mengirimkan nama dan nomor telepon. Setelah itu, seluruh proses konsultasi hingga transaksi akan ditangani oleh tim profesional ASRI sehingga peserta dapat fokus membangun jaringan dan memberikan referralnya.

Jika calon pembeli yang direkomendasikan berhasil melakukan transaksi, member CUANTASTIC berhak mendapatkan komisi sesuai ketentuan yang berlaku. Proses yang sederhana dan praktis ini menjadikan CUANTASTIC sebagai peluang menarik bagi siapa saja yang ingin memperoleh penghasilan tambahan dari koneksi yang dimiliki sehari-hari.

Program CUANTASTIC berlaku untuk seluruh portofolio properti ASRI, mulai dari Fatmawati City Center, Menara Jakarta, hingga District 8. Dengan beragam pilihan produk yang tersedia, para member memiliki peluang lebih besar untuk menyesuaikan rekomendasi dengan kebutuhan calon pembeli yang mereka kenal.

Tidak hanya menghadirkan peluang mendapatkan komisi, CUANTASTIC juga membangun komunitas yang aktif dan berkembang. Para member dapat memperoleh informasi terbaru mengenai proyek-proyek ASRI, memperluas relasi, serta menjadi bagian dari ekosistem properti yang terus bertumbuh.

Sebagai bentuk apresiasi kepada para member, ASRI juga menyelenggarakan CUANTASTIC Party pada 12 Juni 2026 yang berlangsung di Main Attrium K Mall. Acara ini menjadi momen spesial untuk berkumpul, berbagi cerita sukses, mempererat hubungan, dan merayakan berbagai pencapaian bersama yang telah diraih sepanjang perjalanan program CUANTASTIC.

CUANTASTIC Party menjadi bukti bahwa program ini tidak hanya berfokus pada komisi, tetapi juga membangun hubungan jangka panjang dengan para member. Melalui kebersamaan yang terjalin, ASRI terus berkomitmen menghadirkan pengalaman yang lebih bermakna bagi seluruh komunitas CUANTASTIC.

Dengan mekanisme yang mudah, proses yang praktis, dan peluang komisi yang menarik, CUANTASTIC menjadi cara baru untuk mendapatkan cuan dari properti bersama ASRI. Kini, siapa pun dapat mulai menghasilkan dari jaringan yang dimiliki dan menjadi bagian dari komunitas yang terus berkembang.

About ASRI

berkualitas untuk mendukung gaya hidup perkotaan yang dinamis. Lewat komitmen pada inovasi, keberlanjutan, dan pengalaman yang bermakna, ASRI menghadirkan berbagai proyek mulai dari pusat perbelanjaan, residensial, gedung perkantoran, hotel, hingga kawasan terpadu yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sejumlah proyek unggulan ASRI yang telah menjadi bagian dari wajah kota antara lain Mall of Indonesia, ASHTA District 8, PIK Avenue, HubLife Taman Anggrek Residences, Grand Galaxy Park Bekasi, K Mall at Menara Jakarta, The Langham Jakarta, Swissotel Jakarta PIK Avenue, Swissotel Nusantara, Mercure Jakarta Pantai Indah Kapuk, 25hours Hotel Jakarta The Oddbird, Taman Anggrek Residences, Fatmawati City Center, District 8, dan Menara Jakarta. Dengan visi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan yang bertumbuh bersama komunitasnya, ASRI terus berinovasi menghadirkan tempat-tempat yang tidak hanya fungsional, tapi juga mendukung kualitas hidup komunitas sekitar.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Branch Office Tanah Abang Gelar Simulasi Business Continuity Management untuk Perkuat Kesiapan Menghadapi Situasi Darurat

Dalam rangka memastikan keberlangsungan operasional dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi gangguan bisnis, BRI Branch Office Tanah Abang melaksanakan kegiatan Simulasi Business Continuity Management (BCM) yang melibatkan pekerja dari berbagai fungsi dan unit kerja.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi komitmen BRI dalam menjaga kontinuitas layanan kepada nasabah serta memastikan proses bisnis tetap berjalan secara efektif meskipun menghadapi kondisi darurat, seperti bencana alam, gangguan infrastruktur, kegagalan sistem, maupun situasi krisis lainnya yang berpotensi mengganggu operasional perusahaan.

Melalui simulasi ini, para peserta diberikan kesempatan untuk menguji efektivitas prosedur BCM yang telah disusun, mulai dari proses aktivasi tim tanggap darurat, mekanisme komunikasi krisis, pengalihan operasional ke lokasi alternatif, hingga langkah-langkah pemulihan layanan. Simulasi dilakukan secara terstruktur dengan skenario yang dirancang menyerupai kondisi nyata sehingga setiap peserta dapat memahami peran dan tanggung jawabnya dalam menjaga keberlangsungan bisnis.

Selain menguji kesiapan organisasi, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap efektivitas koordinasi antarunit kerja dalam menghadapi situasi yang tidak terduga. Hasil simulasi akan menjadi bahan masukan untuk penyempurnaan prosedur dan peningkatan kapabilitas BCM di lingkungan kerja.

Pemimpin BRI Branch Office Tanah Abang menyampaikan bahwa kesiapan menghadapi risiko operasional merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga kepercayaan nasabah dan mendukung keberlangsungan bisnis perusahaan. Oleh karena itu, pelaksanaan simulasi secara berkala menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh pekerja memiliki pemahaman dan kesiapan yang memadai dalam merespons berbagai kondisi darurat.

Melalui pelaksanaan Simulasi Business Continuity Management ini, BRI Branch Office Tanah Abang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya sadar risiko, meningkatkan ketangguhan organisasi, serta memastikan layanan perbankan kepada nasabah tetap berjalan secara optimal, aman, dan berkelanjutan dalam berbagai situasi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Sepuluh Hari Beroperasi dengan Rangkaian Baru, KA Cikuray Catat Okupansi Lebih dari 138 Persen

Info Daop 2 Bd

Rabu, 24 Juni 2026

Sepuluh Hari Beroperasi dengan Rangkaian Baru, KA Cikuray Catat Okupansi Lebih dari 138 Persen

Bandung (Jawa Barat), 24 Juni 2026 – Tingginya animo masyarakat terhadap KA Cikuray semakin terlihat setelah kereta tersebut mulai beroperasi menggunakan rangkaian baru yang terdiri dari Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Khusus Petani Pedagang. KA Cikuray dengan rangkaian baru dengan relasi Garut – Pasarsenen mulai beroperasi pertama kali sejak 11 Juni 2026. Dalam 10 hari pertama pengoperasiannya, KA Cikuray relasi Garut – Pasar Senen mencatat tingkat okupansi yang sangat tinggi, bahkan melampaui kapasitas tempat duduk yang tersedia.

Berdasarkan data KAI Daop 2 Bandung selama 10 hari beroperasi, KA Cikuray relasi Garut – Pasar Senen telah melayani sebanyak 8.756 pelanggan dengan tingkat okupansi mencapai 138,76 persen. Sementara itu, untuk perjalanan sebaliknya, yakni relasi Pasar Senen – Garut, tercatat sebanyak 7.110 pelanggan dengan okupansi sebesar 112,68 persen.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan bahwa tingginya angka okupansi tersebut menunjukkan bahwa kehadiran rangkaian baru KA Cikuray mendapat sambutan yang sangat positif dari masyarakat, khususnya pelanggan yang membutuhkan moda transportasi yang terjangkau dan nyaman.

“Antusiasme masyarakat terhadap KA Cikuray dengan rangkaian baru sangat tinggi. Dalam 10 hari pertama operasionalnya, tingkat okupansi bahkan mencapai lebih dari 138 persen untuk relasi Garut menuju Pasar Senen. Hal ini menunjukkan bahwa layanan KA Cikuray menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian dari wilayah Priangan Timur menuju Jakarta maupun sebaliknya,” ujar Kuswardojo.

Kuswardojo menambahkan, penggunaan rangkaian Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Khusus Petani Pedagang merupakan bagian dari komitmen KAI dalam menghadirkan layanan transportasi yang semakin inklusif dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

“Melalui hadirnya rangkaian baru ini, KAI ingin memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi pelanggan. Selain menyediakan sarana yang lebih nyaman, keberadaan Kereta Khusus Petani Pedagang juga menjadi bentuk dukungan KAI terhadap pelaku usaha kecil dan masyarakat yang membawa hasil pertanian maupun barang dagangan dalam jumlah tertentu sehingga perjalanan dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan nyaman,” tambah Kuswardojo.

Tingginya angka okupansi dalam 10 hari pertama operasional ini menunjukkan bahwa kehadiran Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Khusus Petani-Pedagang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat. KAI Daop 2 Bandung mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang terus memilih kereta api sebagai moda transportasi andalan.

“KAI akan terus berupaya menghadirkan layanan transportasi yang selamat, aman, nyaman, tepat waktu dan berkesan. Kehadiran transportasi kereta diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat, pariwisata daerah, perekonomian, maupun konektivitas antar wilayah sehingga kereta api semakin menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan mobilitas sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh,” tutup Kuswardojo.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Region 6 Tingkatkan Literasi Digital melalui Program Pendidikan Crypto bagi Pekerja

Sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi digital dan meningkatkan pemahaman terhadap perkembangan teknologi keuangan, BRI Regional 6 menyelenggarakan Program Pendidikan Crypto yang diikuti oleh para pekerja dari berbagai unit kerja. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang komprehensif mengenai aset kripto, teknologi blockchain, serta implikasinya terhadap industri perbankan dan layanan keuangan di masa depan.

Program pendidikan ini dirancang untuk membantu peserta memahami konsep dasar cryptocurrency dan blockchain, perkembangan ekosistem aset digital, serta peluang dan tantangan yang muncul seiring pesatnya transformasi digital di sektor keuangan. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai aspek regulasi, manajemen risiko, keamanan digital, dan praktik terbaik dalam menyikapi perkembangan teknologi keuangan secara profesional dan bertanggung jawab.

Melalui sesi pembelajaran yang interaktif, para peserta diajak untuk mengenal lebih jauh bagaimana teknologi blockchain berpotensi mendukung efisiensi proses bisnis, meningkatkan transparansi transaksi, dan mendorong inovasi dalam layanan keuangan. Diskusi yang berlangsung juga memberikan ruang bagi peserta untuk memahami tren global serta dampaknya terhadap industri perbankan nasional.

Pelaksanaan Program Pendidikan Crypto ini merupakan bagian dari komitmen BRI Regional 6 dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan teknologi dan perkembangan industri. Dengan peningkatan literasi digital yang kuat, para pekerja diharapkan mampu memahami dinamika bisnis masa depan, mengidentifikasi peluang inovasi, serta memberikan kontribusi yang lebih optimal dalam mendukung transformasi BRI sebagai institusi keuangan yang modern dan berdaya saing.

Melalui kegiatan ini, BRI Regional 6 terus mendorong budaya belajar dan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan agar setiap pekerja memiliki kesiapan menghadapi era digital. Diharapkan, pemahaman yang diperoleh dari program ini dapat menjadi bekal berharga dalam mendukung terciptanya organisasi yang agile, inovatif, dan siap menjawab tantangan industri keuangan di masa mendatang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Leaders as Coaches: Membangun Pemimpin Inspiratif untuk Mendorong Kinerja Berkelanjutan di BRI Regional 6

Dalam rangka memperkuat kualitas kepemimpinan dan mendukung pencapaian kinerja yang unggul, BRI Regional 6 menyelenggarakan program pengembangan kompetensi “Leaders as Coaches” yang diikuti oleh para Manager dari berbagai unit kerja. Program ini menjadi bagian dari komitmen BRI dalam membangun budaya kepemimpinan yang berfokus pada pengembangan potensi insan BRILiaN melalui pendekatan coaching yang efektif dan berkelanjutan.

Melalui program ini, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik coaching, pemberian feedback yang konstruktif, serta strategi pengembangan tim yang mampu mendorong peningkatan produktivitas dan engagement karyawan. Dengan pendekatan pembelajaran yang interaktif, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konsep, tetapi juga melakukan praktik coaching melalui simulasi kasus dan diskusi kelompok yang relevan dengan tantangan kepemimpinan di lingkungan kerja.

Dalam era bisnis yang semakin dinamis, seorang pemimpin dituntut tidak hanya mampu mengelola kinerja, tetapi juga menjadi fasilitator yang membantu anggota tim menemukan solusi, mengembangkan kompetensi, dan mencapai potensi terbaiknya. Oleh karena itu, program Leaders as Coaches dirancang untuk memperkuat kemampuan para manager dalam membangun komunikasi yang memberdayakan, mendengarkan secara aktif, serta memberikan umpan balik yang mendorong perbaikan dan pertumbuhan berkelanjutan.

Diharapkan setelah mengikuti program ini, para manager mampu mengimplementasikan budaya coaching dalam aktivitas kerja sehari-hari sehingga tercipta lingkungan kerja yang lebih kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia. Melalui penerapan coaching yang konsisten, setiap pemimpin dapat berperan sebagai katalisator dalam meningkatkan kinerja individu maupun tim secara optimal.

Penyelenggaraan program Leaders as Coaches ini merupakan salah satu langkah strategis BRI Regional 6 dalam menyiapkan pemimpin masa depan yang tidak hanya berfokus pada pencapaian target bisnis, tetapi juga mampu membangun tim yang tangguh, berdaya saing, dan siap menghadapi berbagai tantangan organisasi. Dengan semangat growing people to grow business, BRI terus berupaya menciptakan ekosistem pembelajaran yang mendukung kinerja unggul dan pertumbuhan berkelanjutan di seluruh lini organisasi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES