Godrej Consumer Products Dorong Kolaborasi Lintas Ekosistem untuk Perkuat Dampak Keberlanjutan

Tangerang — Upaya keberlanjutan tidak berhenti ketika sebuah produk keluar dari pabrik. Justru, tantangan terbesar sering kali muncul setelah produk digunakan konsumen. Hal itu disampaikan Wahyu Radita atau Dita, Head of Corporate Communications, Sustainability and Culture Godrej Consumer Products Indonesia, dalam sesi “Activating Corporate Infrastructure for Shared Sustainability Impact” pada Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 di ICE BSD City, Rabu (24/6/2026).

Menurut Dita, banyak perusahaan telah membuat kemajuan dalam operasional internal. Namun, dampak terbesar justru sering berada di luar kendali langsung perusahaan, terutama setelah produk digunakan konsumen.

“Ketika produk kami sudah dikirim dan berada di luar sana, di situlah kompleksitas sebenarnya dimulai,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa diskusi mengenai keberlanjutan di kalangan perusahaan Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) kini telah berkembang. Jika sebelumnya fokus utama berada pada pengelolaan dampak lingkungan di dalam operasional perusahaan, kini perhatian mulai meluas ke seluruh siklus hidup produk, termasuk pengumpulan, pemulihan, dan daur ulang kemasan setelah digunakan konsumen.

“Percakapannya telah berkembang dari yang semula berfokus pada operasi internal menjadi lebih luas, karena ketika berbicara tentang siklus hidup produk, dampak yang kami hasilkan melampaui dinding pabrik,” kata Dita.

Membangun ekosistem untuk ekonomi sirkular

Dita menilai salah satu tantangan terbesar saat ini adalah belum tersedianya ekosistem yang terintegrasi untuk mendukung target ekonomi sirkular.

Menurutnya, kondisi saat ini masih menunjukkan ekosistem yang terfragmentasi, sehingga berbagai pihak yang memiliki tujuan serupa belum dapat bekerja secara optimal dalam satu sistem yang terhubung.

“Saat ini lingkungannya masih berupa ekosistem yang terpecah-pecah,” katanya.

Dalam konteks tersebut, Godrej mendukung penguatan kebijakan Extended Producer Responsibility (EPR) di Indonesia yang mendorong produsen untuk bertanggung jawab terhadap limbah pasca konsumsi. Namun, ia menekankan bahwa regulasi perlu diiringi kesiapan infrastruktur dan dukungan berbagai pemangku kepentingan.

“Tidak ada resep rahasia. Kami juga masih terus belajar,” ujar Dita saat menjelaskan perjalanan perusahaan dalam membangun kolaborasi terkait pengelolaan limbah.

Godrej Consumer Products Indonesia saat ini bekerja sama dengan instansi pemerintah, organisasi non-pemerintah, serta mitra pengelolaan dan daur ulang sampah untuk membangun sistem yang dapat mendukung pengumpulan dan pemulihan kemasan pasca konsumsi.

Meski masih dalam skala terbatas, Dita berharap model kolaborasi tersebut dapat berkembang lebih luas dan melibatkan lebih banyak pihak.

Keberlanjutan sebagai peluang bisnis

Dalam sesi yang sama, para pembicara sepakat bahwa keberlanjutan tidak lagi dapat dipandang sebagai aktivitas terpisah dari strategi bisnis.

Chris Eng, Head of Strategy for Group Community Financial Services di Maybank, menjelaskan bagaimana sektor perbankan dapat mendorong perubahan perilaku konsumen melalui pembiayaan kendaraan listrik dan produk rumah tangga hemat energi.

Menurutnya, masih ada persepsi bahwa keberlanjutan dan profitabilitas merupakan dua hal yang saling bertentangan, padahal keduanya dapat berjalan beriringan.

Sementara itu, CEO EcoMatcher Bas Fransen menyebut keberlanjutan sebagai peluang bisnis jangka panjang. Melalui platform yang dikembangkan EcoMatcher, perusahaan dapat mendukung program penanaman pohon yang terverifikasi sekaligus meningkatkan keterlibatan pelanggan dan karyawan.

“Keberlanjutan adalah peluang bisnis,” kata Fransen.

Ia menambahkan bahwa perusahaan yang mampu mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam model bisnisnya akan memiliki posisi yang lebih kuat di masa depan.

Perlu keseimbangan antara regulasi dan insentif

Meski semakin banyak perusahaan yang berkomitmen terhadap keberlanjutan, Dita menilai tantangan terbesar saat ini adalah investasi yang diperlukan untuk membangun inisiatif dalam skala besar.

Ketika ditanya hambatan apa yang ingin ia hilangkan jika memiliki “tongkat ajaib”, Dita menyoroti perlunya keseimbangan antara kewajiban regulasi dan insentif bagi pelaku usaha.

“Jika ada satu hal yang ingin saya ubah, itu adalah keseimbangan antara kewajiban regulasi dan insentif bagi pelaku usaha,” katanya.

Menurutnya, semakin banyak perusahaan sebenarnya ingin terlibat dalam inisiatif keberlanjutan. Namun, dukungan kebijakan dan insentif yang tepat akan membantu mendorong partisipasi dalam skala yang lebih besar.

“Saya berharap lebih banyak perusahaan bergabung dalam inisiatif keberlanjutan,” ujarnya.

Para panelis sepakat bahwa keberhasilan agenda keberlanjutan ke depan tidak hanya bergantung pada komitmen masing-masing perusahaan, tetapi juga pada kemampuan berbagai pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem yang terhubung dan saling mendukung dalam menciptakan dampak yang lebih besar.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PTPN Group Perkuat Upaya Pencegahan Stunting melalui Program Rumah dan Jamban Sehat di Sergai

SERDANG BEDAGAI – PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara III (Persero), terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Salah satunya diwujudkan melalui penyerahan bantuan bedah rumah dan pembangunan jamban sehat bagi masyarakat di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatra Utara.

Kehadiran program tersebut membawa kebahagiaan bagi Darmawan, warga Desa Pekan Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Beringin, yang selama ini mendambakan tempat tinggal yang aman dan layak huni.

“Seperti mimpi rasanya bisa punya rumah yang layak huni seperti ini,” ungkap Darmawan saat menghadiri acara Penyerahan Bantuan Bedah Rumah dan Jamban Sehat yang berlangsung di Pekan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, Senin (8/6/2026).

Program ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan PTPN IV PalmCo dalam mendukung Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Pada tahun 2026, perusahaan merealisasikan bantuan berupa satu unit bedah rumah dan pembangunan tujuh unit jamban sehat bagi masyarakat di Kabupaten Serdang Bedagai.

Pelaksana Harian (Plh) Region Head PTPN IV Regional I, Ahmad Diponegoro, menjelaskan bahwa perbaikan kualitas hunian dan sanitasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan. Program tersebut merupakan kelanjutan dari intervensi gizi yang telah dijalankan perusahaan sejak September 2025.

“Tahun lalu, kami mendampingi hingga 200 balita di Sergai melalui pemberian makanan tambahan bergizi setiap minggunya selama enam bulan penuh, lengkap dengan paket komoditas pangan esensial berupa telur, beras, kacang hijau, dan minyak goreng. Hasil evaluasi bersama Dinas P2KBP2PA menunjukkan tingkat keberhasilan yang mencapai 98%. Sebanyak 196 balita secara total berhasil terbebas dari risiko stunting dan kini mencapai tumbuh kembang ideal,” ujar Ahmad Diponegoro dalam sambutannya.

Keberhasilan tersebut mendorong perusahaan untuk melanjutkan intervensi yang lebih komprehensif. Tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan nutrisi masyarakat (people), perusahaan juga memperhatikan aspek sanitasi dan lingkungan tempat tinggal (planet) guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal dalam jangka panjang.

Program TJSL ini dijalankan dengan berpedoman pada prinsip keberlanjutan 3P (People, Planet, Profit). Melalui pendekatan tersebut, PTPN IV PalmCo menegaskan bahwa keberlanjutan bisnis harus berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan sekitar wilayah operasional perusahaan.

Acara penyerahan bantuan turut dihadiri oleh perwakilan Wakil Bupati Serdang Bedagai, Kepala Dinas P2KBP2PA Kabupaten Serdang Bedagai, General Manager Unit Group Serdang 2, Manajer Kebun Rambutan, serta jajaran camat dari Kecamatan Sei Bamban, Sei Rampah, Tanjung Beringin, dan Tebing Tinggi.

Melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat, PTPN IV Regional I berharap program tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Perusahaan juga berharap produktivitas operasional yang terus terjaga dapat menjadi fondasi untuk memperluas berbagai program sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari transformasi yang dijalankan PTPN IV PalmCo dan Holding Perkebunan Nusantara, program ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai tambah berkelanjutan melalui pembangunan sosial yang inklusif, peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta dukungan terhadap pencapaian target pembangunan nasional, khususnya dalam percepatan penurunan angka stunting di Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bank Raya Dorong Mahasiswa dan UMKM Lebih Produktif lewat Pemanfaatan Bank Digital

Sebagai bank digital bagian dari BRI Group, Bank Raya terus mendorong peningkatan literasi keuangan digital di masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif. Kali ini, Bank Raya kembali menghadirkan program Inspiraya dengan tema “Financial Wellness di Era Digital: Atur Uang Sesuai Tujuan, Hidup Lebih Tenang”.

Sebagai bank digital bagian dari BRI Group, Bank Raya terus mendorong peningkatan literasi keuangan digital di masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif. Kali ini, Bank Raya kembali menghadirkan program Inspiraya dengan tema “Financial Wellness di Era Digital: Atur Uang Sesuai Tujuan, Hidup Lebih Tenang”. Pada acara ini, hadir sebagai pembicara M. Farhad selaku Kepala Divisi Digital & Product Bank Raya dan Lolita Setyawati selaku Financial Planner. Melalui diskusi ini, peserta diajak untuk memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang terencana, mulai dari pengaturan kebutuhan harian, menabung untuk tujuan jangka menengah dan panjang, hingga memisahkan pengelolaan keuangan usaha dan pribadi agar lebih sehat dan berkelanjutan. 

Program Inspiraya ini merupakan program literasi keuangan yang rutin diselenggarakan secara online maupun offline sebagai bagian dari upaya edukasi masyarakat mengenai pengelolaan keuangan yang lebih praktis dan relevan dengan kebutuhan masa kini. Sepanjang tahun 2026, program literasi keuangan Bank Raya telah menghadirkan lebih dari 40 konten dengan menjangkau lebih dari 50 ribu audience.

Ajeng Putri Hapsari selaku Corporate Secretary Bank Raya menjelaskan, “Sebagai bank digital bagian dari BRI Group, kami terus berupaya menghadirkan literasi keuangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, khususnya generasi muda dan pelaku usaha. Melalui Inspiraya, kami ingin mendorong semakin banyak masyarakat untuk memiliki kebiasaan finansial yang sehat, mampu mengelola uang sesuai tujuan, serta memanfaatkan layanan perbankan digital secara praktis untuk mendukung produktivitas dan kesejahteraan finansial mereka.”

Dalam acara ini, Bank Raya juga memperkenalkan kemudahan layanan perbankan digital melalui Aplikasi Raya yang dirancang untuk membantu nasabah mengelola keuangan secara lebih praktis, terencana, dan sesuai kebutuhan. Untuk kebutuhan finansial personal, nasabah dapat memanfaatkan fitur Saku Bujet untuk mengelola pengeluaran sehari-hari, Saku Pintar untuk menabung secara otomatis setiap bulan, serta Saku Jaga Optimal untuk memenuhi kebutuhan dana darurat jangka panjang dengan tenor yang fleksibel. Di sisi lain, bagi para pelaku usaha, Bank Raya juga menghadirkan Saku Bisnis yang memungkinkan pengelolaan keuangan usaha menjadi lebih praktis karena dapat membantu memisahkan keuangan bisnis dan pribadi, namun tetap mudah diakses melalui satu gadget. Solusi ini dihadirkan untuk mendukung pelaku UMKM agar dapat mengatur arus kas usaha secara lebih tertib, efisien, dan transparan sehingga operasional bisnis dapat berjalan lebih optimal.

Dalam sesi diskusi, Lolita Setyawati selaku Financial Planner membagikan pandangan mengenai pentingnya financial wellness di era digital, di mana kemudahan transaksi dan akses terhadap berbagai layanan keuangan perlu diimbangi dengan perencanaan yang disiplin dan sesuai tujuan. Menurutnya, pengelolaan keuangan yang sehat dimulai dari memahami prioritas, menyusun anggaran yang realistis, membangun kebiasaan menabung secara konsisten, serta menyiapkan dana darurat dan tujuan finansial jangka panjang sejak dini.

Sementara itu, M. Farhad selaku Kepala Divisi Digital & Product Bank Raya menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi digital dapat membantu masyarakat membangun kebiasaan keuangan yang lebih baik apabila didukung dengan fitur yang relevan dan mudah digunakan. Menurutnya, di era digital pengelolaan keuangan perlu menjadi bagian dari gaya hidup yang sehat dan produktif, sehingga melalui Aplikasi Raya, Bank Raya ingin menghadirkan pengalaman perbankan yang tidak hanya praktis untuk bertransaksi, tetapi juga membantu nasabah mengatur keuangan sesuai tujuan finansialnya, baik untuk kebutuhan sehari-hari, menabung, dana darurat, maupun pengelolaan usaha.  

M. Farhad menjelaskan “Melalui fitur Saku Bisnis di Aplikasi Raya, kami ingin membantu para pelaku usaha mengelola keuangan bisnis dengan lebih disiplin melalui pemisahan dana usaha dan pribadi. Dengan pengelolaan arus kas yang lebih rapi dan mudah dipantau, kami berharap pelaku usaha dapat lebih fokus mengembangkan bisnisnya.

“Bank Raya meyakini bahwa literasi keuangan yang dibarengi dengan akses terhadap solusi keuangan digital yang tepat dapat mendorong masyarakat membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat. Melalui berbagai inovasi layanan dan program edukasi seperti Inspiraya, kami ingin terus memperluas peran dalam mendukung masyarakat agar semakin cakap secara finansial, lebih tenang dalam merencanakan masa depan, serta semakin produktif dalam menjalankan aktivitas sehari-hari maupun usahanya.” tegas Ajeng

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dampak Media Sosial terhadap Brand Lokal dan Perkembangan Tren Fashion Digital di Indonesia

Media sosial telah membuka babak baru bagi industri fashion Indonesia, terutama bagi brand lokal dan pelaku usaha kecil. Jika dahulu sebuah merek membutuhkan modal besar untuk memasang iklan di media massa atau membuka toko di pusat perbelanjaan, kini promosi dapat dilakukan melalui konten digital. Instagram, TikTok, dan marketplace yang terhubung dengan media sosial menjadi sarana penting untuk memperkenalkan produk, membangun citra merek, dan menjangkau konsumen secara luas.

Perubahan ini membuat persaingan fashion menjadi lebih terbuka. Brand lokal yang baru berdiri dapat dikenal publik jika mampu membuat konten menarik dan konsisten. Foto produk yang rapi, video styling, testimoni pelanggan, serta cerita di balik proses produksi dapat meningkatkan kepercayaan konsumen. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai tempat berjualan, tetapi juga sebagai ruang membangun hubungan antara merek dan pembeli.

Salah satu pengaruh besar media sosial adalah lahirnya tren berdasarkan respons pasar secara langsung. Ketika sebuah desain mendapatkan banyak komentar positif, disimpan, atau dibagikan, brand dapat mengetahui bahwa produk tersebut diminati. Data sederhana dari interaksi pengguna membantu pelaku usaha memahami warna, model, bahan, dan harga yang disukai konsumen. Dengan demikian, media sosial menjadi alat riset pasar yang murah dan efektif.

Di Indonesia, banyak tren fashion berkembang melalui kombinasi antara kreativitas brand lokal dan perilaku pengguna media sosial. Misalnya, pakaian oversized, outer ringan, hijab instan modern, kemeja motif, celana kulot, hingga tas simpel banyak dipopulerkan melalui konten styling. Produk-produk tersebut terlihat menarik karena ditampilkan dalam berbagai situasi, seperti bekerja, kuliah, bepergian, atau menghadiri acara santai. Konsumen tidak hanya membeli barang, tetapi juga membeli ide gaya hidup yang ditampilkan.

Influencer dan content creator berperan sebagai jembatan antara brand dan masyarakat. Kolaborasi dengan kreator memungkinkan produk fashion menjangkau audiens yang lebih spesifik. Misalnya, brand hijab dapat bekerja sama dengan kreator modest fashion, sedangkan merek streetwear dapat menggandeng kreator dengan gaya urban. Strategi ini lebih efektif karena pesan promosi terasa alami dan sesuai dengan karakter pengikut kreator tersebut.

Media sosial juga mempercepat proses viralnya produk fashion. Satu video try-on yang menarik dapat membuat sebuah produk habis terjual dalam waktu singkat. Fenomena ini menguntungkan brand, tetapi juga menuntut kesiapan produksi, pelayanan pelanggan, dan pengelolaan stok yang baik. Brand yang tidak siap menghadapi lonjakan pesanan dapat kehilangan kepercayaan konsumen meskipun produknya sedang populer.

Selain membawa peluang, media sosial juga menghadirkan tantangan. Tren yang berubah cepat membuat brand harus terus berinovasi. Produk yang populer bulan ini belum tentu tetap diminati bulan berikutnya. Tekanan untuk mengikuti tren dapat membuat beberapa merek mengorbankan kualitas demi kecepatan produksi. Padahal, konsumen digital semakin kritis dan mudah membagikan pengalaman buruk mereka secara terbuka.

Di sisi lain, media sosial memberi ruang bagi edukasi mengenai fashion yang lebih bertanggung jawab. Beberapa brand lokal mulai menonjolkan produksi terbatas, penggunaan bahan ramah lingkungan, sistem pre-order, dan pemberdayaan pengrajin lokal. Strategi ini menarik bagi konsumen yang mulai peduli terhadap asal-usul pakaian yang mereka beli. Fashion tidak lagi hanya soal tampilan, tetapi juga nilai yang dibawa oleh produk tersebut.

Pengaruh media sosial terhadap tren fashion Indonesia sangat erat kaitannya dengan perkembangan ekonomi kreatif. Platform digital membuat ide desain lebih mudah menyebar, konsumen lebih mudah terlibat, dan brand lokal memiliki peluang untuk tumbuh. Dengan strategi yang tepat, media sosial dapat menjadi kekuatan besar untuk memajukan industri fashion nasional sekaligus memperkuat identitas gaya Indonesia di tengah arus global.

Bittime Sambut Aturan Baru OJK untuk Influencer Kripto, Dorong Transparansi dan Perlindungan Investor

Jakarta, 26 Juni 2026 – Bittime, platform pedagang aset keuangan digital (PAKD), menyambut positif terbitnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Perilaku Penyampai Informasi Sektor Jasa Keuangan. Regulasi ini dinilai menjadi langkah penting dalam meningkatkan transparansi dan perlindungan investor di tengah semakin besarnya peran influencer dan Key Opinion Leader (KOL) dalam industri aset kripto.

Lebih lanjut, POJK tersebut mengatur standar perilaku bagi pihak yang menyampaikan informasi sektor jasa keuangan kepada masyarakat, termasuk influencer, content creator, edukator, dan KOL. Dalam aturan tersebut, penyampai informasi diwajibkan menyampaikan informasi secara jelas dan tidak menyesatkan, mengungkapkan kepentingan ekonomis dalam konten promosi, serta tidak menjanjikan keuntungan pasti atas produk keuangan yang dipromosikan.

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, menilai kehadiran POJK ini menunjukkan semakin matangnya industri aset digital di Indonesia.

“Aturan ini menunjukkan bahwa industri aset digital Indonesia semakin matang. Transparansi dalam promosi dan penyampaian informasi akan menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan investor dalam jangka panjang,” ujar Ryan.

Regulasi tersebut hadir tidak lama setelah Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) menghentikan kegiatan sejumlah KOL yang diduga menawarkan Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) tidak berizin kepada masyarakat. Langkah tersebut dinilai dapat membantu meningkatkan kualitas informasi yang diterima investor sekaligus mendorong praktik promosi aset kripto yang lebih bertanggung jawab.

“Kami melihat profesi KOL dan content creator kripto akan berkembang menjadi lebih profesional. Pada akhirnya, standar yang lebih tinggi dalam penyampaian informasi akan memberikan manfaat bagi investor maupun industri secara keseluruhan,” tambah Ryan. 

Kualitas Informasi Jadi Kunci

Christian Victorious, edukator dan kreator konten aset digital, menilai regulasi tersebut dapat membantu investor memahami risiko investasi secara lebih baik.

“Regulasi yang mendorong transparansi akan membantu investor memahami risiko investasi dengan lebih baik. Hal ini penting untuk mendukung pertumbuhan industri aset digital yang sehat,” ujar CV.

Pandangan serupa disampaikan oleh Michael Wyann. Menurutnya, standar yang lebih jelas bagi KOL dan content creator akan menciptakan ekosistem informasi yang lebih sehat bagi investor.

“Investor akan memperoleh referensi yang lebih berkualitas dalam memahami peluang dan risiko aset digital. Ini menjadi langkah positif bagi perkembangan industri kripto Indonesia,” kata Michael.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh Viest TV sebagai media dan komunitas yang aktif membahas perkembangan industri kripto di Indonesia. Menurutnya, kejelasan aturan bagi KOL dan content creator dapat membantu menciptakan ruang informasi yang lebih kredibel sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri aset digital.

“Kami melihat regulasi ini sebagai langkah positif untuk mendorong transparansi dalam penyampaian informasi terkait aset kripto. Standar yang lebih jelas akan membantu menciptakan ekosistem yang lebih sehat bagi kreator, pelaku industri, maupun investor,” ujar perwakilan Viest TV.

Ryan menambahkan bahwa peningkatan kualitas informasi perlu diiringi dengan penguatan komunitas dan literasi aset digital. Untuk itu, Bittime terus memperkuat kolaborasi dengan komunitas dan kreator konten melalui Bittime Social Hub Program, sebuah program yang memungkinkan komunitas, edukator, dan content creator mengembangkan jaringan sekaligus memperoleh berbagai manfaat berdasarkan kontribusinya dalam meningkatkan adopsi dan literasi aset kripto.

“Melalui Bittime Social Hub Program, kami ingin membangun ekosistem kolaborasi yang mendorong edukasi yang lebih bertanggung jawab sekaligus memberikan ruang bagi komunitas untuk tumbuh bersama,” kata Ryan.

Bittime memandang regulasi yang mendorong transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan konsumen akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan industri aset kripto yang berkelanjutan di Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Region 6 Salurkan 200 Paket Sembako Melalui Program CSR kepada Jemaat Gereja St. Paskalis

Sebagai bentuk nyata komitmen dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan, BRI Region 6 menyalurkan bantuan 200 paket sembako melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) kepada jemaat Gereja St. Paskalis. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BRI untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui aksi kepedulian yang berkelanjutan.

Penyaluran bantuan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Paket sembako yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok para penerima manfaat sekaligus menjadi bentuk dukungan BRI dalam meringankan beban masyarakat.

Melalui program CSR ini, BRI Region 6 terus memperkuat perannya sebagai perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kesejahteraan sosial. Kolaborasi dengan Gereja St. Paskalis menjadi salah satu wujud sinergi dalam menebarkan semangat kepedulian, gotong royong, dan berbagi kepada sesama.

BRI Region 6 berharap penyaluran 200 paket sembako ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para jemaat serta semakin mempererat hubungan harmonis antara BRI dan masyarakat. Melalui berbagai program sosial yang dijalankan secara konsisten, BRI berkomitmen untuk terus menghadirkan nilai tambah dan menjadi bagian dari solusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Indomaret Kembali Hadirkan Produk Bertema Pokémon di Indonesia

Indomaret kembali menghadirkan produk bertema Pokémon bagi para penggemar di Indonesia. “Pokémon School Collection” diluncurkan pada Kamis (25/6), sementara seri terbaru Pokémon Game Kartu Koleksi, “Ancaman Bayangan”, mulai tersedia pada Jumat (26/6). Peluncuran produk-produk terbaru ini merupakan bagian dari upaya Indomaret untuk menghadirkan Pokémon lebih dekat dengan keseharian para penggemar.

Jakarta, 26 Juni 2026 – Indomaret kembali menghadirkan produk bertema Pokémon bagi para
penggemar di Indonesia. “Pokémon School Collection” diluncurkan pada Kamis
(25/6), sementara seri terbaru Pokémon Game Kartu Koleksi, “Ancaman Bayangan”,
mulai tersedia pada Jumat (26/6)
. Peluncuran produk-produk terbaru ini merupakan
bagian dari upaya Indomaret untuk menghadirkan Pokémon lebih dekat dengan
keseharian para penggemar.

“Pada Februari 2026 lalu, kami merilis lima cup bertema Pokémon di Point Coffee Indomaret.
Perilisan ini menunjukkan antusiasme besar dari pelanggan dan masyarakat,
terutama dari penggemar Pokémon. Melihat sambutan positif tersebut, kami
kembali menghadirkan koleksi bertema Pokémon dengan pilihan produk dan desain
yang lebih beragam,”
ujar Marcomm Executive Director PT Indomarco
Prismatama (Indomaret), Bastari Akmal
.

Hal ini juga menjadi bagian dari
komitmen Indomaret untuk terus menghadirkan produk dan pengalaman berbelanja
yang relevan dengan kebutuhan serta minat pelanggan. “Kami berharap
kehadiran koleksi ini dapat memberikan pengalaman berbelanja yang lebih
menyenangkan sekaligus menjadi pilihan menarik bagi para penggemar Pokémon
maupun pelanggan Indomaret secara umum,”
imbuhnya.

Pokémon School Collection merupakan rangkaian produk perlengkapan sekolah
yang didesain dengan ilustrasi ceria dan penuh warna khas Pokémon. Pokémon yang
ditampilkan kali ini adalah Jigglypuff, Mew, Pikachu, dan Squirtle pada botol
minum berwarna putih dan biru, Snorlax, Pikachu, Bulbasaur, Charmander, dan
Squirtle pada kotak makan, serta Pikachu dan Eevee dengan latar desain floral
di kotak pensil. Tidak hanya untuk anak-anak, produk-produk ini juga dapat
digunakan oleh berbagai kalangan dalam aktivitas sehari-hari.

Tidak hanya itu, Indomaret juga menghadirkan dekorasi tematik Pokémon di
dua gerai Indomaret, yaitu Fresh Ampera Raya, Jakarta Selatan, dan Fresh
Pahlawan Seribu BSD, Tangerang Selatan. Pengunjung dapat berfoto dan memperoleh
inspirasi konten media sosial dari berbagai elemen visual bertema Pokémon yang
tersedia di dalam gerai, mulai dari backdrop foto hingga dekorasi
Pikachu yang menghiasi area tangga.

Sebagai Master Licensee Pokémon di Indonesia dan distributor Pokémon Game
Kartu Koleksi, AKG Entertainment menyambut baik semakin luasnya kehadiran
Pokémon melalui berbagai titik interaksi yang dekat dengan masyarakat.

Reyhan Syofyano, selaku
Head of Business Development AKG Entertainment,
mengatakan bahwa tahun ini
menjadi salah satu momen yang menarik bagi para penggemar Pokémon di Indonesia,
terutama dengan banyaknya aktivitas dan produk bertema Pokémon yang dihadirkan,
termasuk oleh Indomaret.

“Peluncuran ‘Pokémon School Collection’ dan Pokémon
Game Kartu Koleksi ‘Ancaman Bayangan’ merupakan bagian dari upaya kami untuk
menghadirkan pengalaman Pokémon yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari
para penggemar. Di tengah antusiasme menyambut seri terbaru kartunya, para
penggemar juga dapat menemukan Pokémon melalui berbagai produk yang relevan
dengan aktivitas mereka,”
ujar
Reyhan.

“Kami berharap berbagai inisiatif ini dapat
memberikan lebih banyak cara bagi masyarakat Indonesia untuk menikmati Pokémon
sesuai dengan minat masing-masing, sekaligus memperluas jangkauan Pokémon
kepada audiens yang lebih beragam.”

Untuk mendapatkan “Pokémon School Collection” dan Pokémon Game Kartu
Koleksi “Ancaman Bayangan”, pelanggan dapat langsung melakukan pembelian di
gerai-gerai Indomaret. Ketersediaan produk dan varian akan mengikuti stok di
masing-masing gerai.

Harga resmi botol minum adalah Rp40.000 untuk pelanggan umum dan Rp25.000 untuk
member Indomaret. Kotak makan dijual dengan harga Rp40.000 untuk
pelanggan umum dan Rp20.000 untuk member, sedangkan kotak pensil dijual dengan
harga Rp30.000 untuk pelanggan umum dan Rp15.000 untuk member. Sementara
itu, booster pack Pokémon Game Kartu Koleksi dijual dengan harga resmi
Rp20.000 per pack.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Susunan Baru Direksi PT Pelindo Sinergi Lokaseva untuk Dukung Transformasi dan Tata Kelola Perusahaan

Jakarta, 26 Juni 2026 – Pemegang Saham PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PT PSL) menetapkan perubahan susunan Direksi Perseroan melalui Keputusan Pemegang Saham yang ditandatangani pada 25 Juni 2026. Penetapan tersebut merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan dalam memperkuat kepemimpinan, mendukung transformasi bisnis, meningkatkan daya saing, serta mewujudkan penerapan tata kelola perusahaan yang baik secara berkelanjutan.

Melalui keputusan tersebut, Pemegang Saham menetapkan jajaran Direksi baru yang akan memimpin PT Pelindo Sinergi Lokaseva dalam menjalankan agenda transformasi perusahaan dan memperkuat kinerja bisnis sebagai bagian dari ekosistem PT Pelabuhan Indonesia (Persero).

Selain itu, Pemegang Saham juga melakukan perubahan nomenklatur jabatan, dimana jabatan Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis serta Direktur Komersial dan Teknik diganti dengan Direktur Operasi dan Teknik serta Direktur Komersial. 

Senior Vice President Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Dewi Fitriyani, menyampaikan bahwa perubahan susunan Direksi merupakan bagian dari kewenangan Pemegang Saham dalam rangka memastikan keberlangsungan kepemimpinan perusahaan yang adaptif terhadap dinamika industri serta mampu menjawab tantangan bisnis yang semakin berkembang.

“Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Joko Noerhudha, Ibu Retno Soelistianti, Ibu Ruri Indrasari Rachmaputri, dan Bapak Herman Susilo atas dedikasi, kontribusi, serta pengabdian yang telah diberikan selama menjalankan amanah sebagai Direksi PT Pelindo Sinergi Lokaseva. Berbagai fondasi transformasi, inovasi, penguatan bisnis, dan tata kelola yang telah dibangun menjadi modal penting bagi perusahaan untuk terus tumbuh dan berkembang,” ujar Dewi.

Lebih lanjut, Dewi menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran Direksi yang baru atas amanah yang diberikan oleh Pemegang Saham. “Kami mengucapkan selamat kepada Bapak Faruq Hidayat, Bapak Andira Reoputra, Bapak Bobby Hardian, dan Ibu Reini Delfianti atas amanah yang diberikan sebagai Direksi PT Pelindo Sinergi Lokaseva. Dengan pengalaman, kompetensi, dan kepemimpinan yang dimiliki, kami optimistis jajaran Direksi yang baru akan mampu melanjutkan transformasi perusahaan, memperkuat tata kelola, meningkatkan kinerja bisnis, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham, pelanggan, dan seluruh pemangku kepentingan.”

Menurut Dewi, penyegaran kepemimpinan tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi organisasi dalam mewujudkan visi perusahaan sebagai penyedia solusi terbaik pada layanan pendukung pelabuhan dan pengembangan kawasan yang terintegrasi.

Perubahan susunan Direksi juga selaras dengan arah transformasi BUMN yang terus didorong pemerintah melalui penguatan tata kelola, peningkatan profesionalisme, dan penciptaan nilai jangka panjang. Sebagai bagian dari ekosistem PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Pelindo Sinergi Lokaseva berkomitmen mendukung agenda tersebut melalui penguatan kinerja, pengembangan bisnis, serta optimalisasi pengelolaan layanan pendukung pelabuhan dan kawasan secara berkelanjutan.

Atas adanya Keputusan Pemegang Saham tersebut, maka susunan Direksi PT Pelindo Sinergi Lokaseva menjadi sebagai berikut:

Direktur Utama : Faruq Hidayat

Direktur Komersial : Andira Reoputra

Direktur Operasional & Teknik : Bobby Hardian

Direktur Keuangan, SDM & Manajemen Risiko : Reini Delfianti

-selesai-

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Region 6 Salurkan 300 Paket Sembako Melalui Program CSR untuk Jemaat GPIB EKLESIA

Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat dan komitmen dalam memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar, BRI Region 6 menyalurkan bantuan 300 paket sembako melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) kepada jemaat GPIB EKLESIA.

Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari upaya BRI untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan pokok serta meringankan beban ekonomi masyarakat. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh kehangatan, mencerminkan semangat gotong royong serta kepedulian sosial yang menjadi nilai penting dalam setiap program tanggung jawab sosial perusahaan.

Melalui program CSR ini, BRI Region 6 tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga terus berupaya memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sinergi yang terjalin bersama GPIB EKLESIA diharapkan dapat memperkuat hubungan baik antara BRI dan masyarakat, sekaligus memperluas dampak positif dari berbagai program sosial yang dijalankan.

BRI Region 6 berharap bantuan 300 paket sembako ini dapat memberikan manfaat bagi para penerima serta menjadi bentuk nyata semangat “Memberi Makna Indonesia”, di mana kehadiran BRI senantiasa membawa manfaat, mempererat kebersamaan, dan mendukung terciptanya masyarakat yang lebih sejahtera.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tebar Kebahagiaan di Bulan Muharam, YBM BRI RO Jakarta 1 Ajak Anak Yatim Belajar dan Berwisata Edukatif di Jakarta Aquarium Safari

Dalam semangat berbagi kebahagiaan dan meraih keberkahan di bulan Muharam, YBM BRILiaN RO Jakarta 1 menyelenggarakan kegiatan EduFun bersama anak-anak yatim di Jakarta Aquarium Safari. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus komitmen YBM BRILiaN dalam menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan bagi generasi muda.

Melalui konsep pembelajaran yang interaktif, adik-adik diajak menjelajahi beragam koleksi biota laut, mengenal keanekaragaman ekosistem bawah laut, serta berinteraksi secara langsung melalui berbagai aktivitas edukatif yang dikemas dengan penuh keceriaan. Suasana hangat dan penuh antusiasme terlihat sepanjang kegiatan, menciptakan pengalaman yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperluas wawasan dan rasa ingin tahu mereka terhadap dunia kelautan.

Selain menjadi sarana edukasi, kegiatan EduFun ini juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan, menumbuhkan rasa percaya diri, serta menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim melalui pengalaman yang berkesan. Senyum dan semangat yang terpancar dari wajah mereka menjadi inspirasi bagi seluruh pihak yang terlibat untuk terus menebarkan manfaat kepada sesama.

Melalui kegiatan ini, YBM BRILiaN RO Jakarta 1 berharap nilai-nilai kepedulian, kasih sayang, dan semangat berbagi di bulan Muharam dapat terus tumbuh, sekaligus memberikan kenangan indah yang akan selalu dikenang oleh adik-adik. Semoga setiap langkah kebaikan yang dihadirkan menjadi berkah dan membawa manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES