Merajut Ulang Keadilan Sosial: IHDC Lanjutkan Seri Diskusi Publik “Ideologi Kesehatan Indonesia” Bersama Prof. Nila Moeloek dan Pakar Lintas Sektor

Indonesia Health Development Center (IHDC) menyelenggarakan Seri Diskusi Publik bertajuk “Ideologi Kesehatan Indonesia” pada tanggal 15 Agustus 2026 di Panglima Polim, Jakarta Selatan. Acara yang dibuka oleh Ketua Dewan Pembina IHDC, Prof. DR. Dr. Nila Moeloek, Sp.M (K), ini mempertemukan berbagai pakar lintas sektor dan tokoh masyarakat untuk membahas empat dimensi utama, yakni Kedaulatan, Tata Kelola Kesehatan, Komunitas & Solidaritas, serta Kesetaraan.

Forum ini dilaksanakan karena adanya urgensi untuk membaca kembali persoalan kesehatan melalui nilai luhur Pancasila, menolak pandangan bahwa kesehatan hanyalah komoditas bisnis, dan merespons tingginya ketimpangan akses layanan, pembiayaan, literasi informasi, serta minimnya partisipasi masyarakat akar rumput. Tujuannya adalah untuk merumuskan kerangka kebijakan yang menjadikan kesehatan sebagai wujud keadilan sosial dan hak dasar yang berlandaskan gotong royong bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam pelaksanaannya, agenda ini menggunakan metode structured public deliberation yang dibagi ke dalam dua panel utama di bawah arahan strategis Direktur Eksekutif IHDC, DR. Dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH. Seluruh gagasan yang terkumpul melalui proses live harvesting akan disintesis menjadi dokumen riset kebijakan kualitatif dan Blueprint Ideologi Kesehatan Indonesia yang dipublikasikan secara formal sebagai rujukan reformasi sistem kesehatan nasional.

JAKARTA, 15 Agustus 2026 – Memasuki era tantangan kesehatan nasional dan global yang kian kompleks, Indonesia Health Development Center (IHDC) pada hari ini kembali menyelenggarakan Seri Diskusi Publik Ideologi Kesehatan IHDC di Panglima Polim, Jakarta Selatan. Sebagai kelanjutan dari serangkaian proses konsultasi pakar sebelumnya, forum kali ini secara khusus menyoroti 4 dari 6 dimensi utama kerangka Ideologi Kesehatan, yakni Kedaulatan, Tata Kelola Kesehatan, Komunitas & Solidaritas, serta Kesetaraan. Forum ini bertujuan merumuskan kebijakan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada metrik klinis, melainkan menjadikannya wujud nyata keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ketua Dewan Pembina IHDC sekaligus Menteri Kesehatan Republik Indonesia Periode 2014-2019, Prof. DR. Dr. Nila Moeloek, Sp.M (K), dalam pembukaannya, menegaskan urgensi untuk membaca kembali nilai-nilai luhur Pancasila melalui lensa persoalan kesehatan hari ini. Beliau menyoroti laporan WHO mengenai UHC Service Coverage Index Indonesia yang berada pada angka 67 di tahun 2023, serta kenyataan empiris bahwa lebih dari satu juta orang Indonesia masih terdorong ke dalam jurang kemiskinan akibat beban pengeluaran kesehatan. “Kesehatan sebenarnya tidak pernah berada di luar cita-cita kebangsaan Indonesia. Namun, persoalannya adalah: seberapa jauh cita-cita itu telah menjadi kenyataan? Di sinilah kesehatan berubah dari sekadar persoalan klinis menjadi persoalan keadilan sosial,” ungkap Prof. Nila Moeloek. Beliau memaparkan celah ketimpangan yang masih menjadi pekerjaan rumah bangsa: ketimpangan akses layanan, pembiayaan, literasi informasi, serta minimnya keterlibatan masyarakat akar rumput.

Menerjemahkan “Ideologi Kesehatan” Menjadi Aksi dan Publikasi Formal

Sebagai wadah think-tank kebijakan kesehatan independen, IHDC memformulasikan rumusan yang tidak berdiri sendiri. Direktur Eksekutif IHDC, DR. Dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, memimpin arah advokasi strategis dari diskusi ini guna melahirkan Validasi dan Blueprint Ideologi Kesehatan Indonesia yang komprehensif. Kajian transdisiplin ini memuat total enam dimensi kerangka kerja: Kedaulatan, Komunitas & Solidaritas, Kesetaraan, Jaminan Pembiayaan Berkelanjutan, Pendidikan & Promosi, serta Tata Kelola. Bagi masyarakat luas, Blueprint Ideologi Kesehatan ini pada dasarnya adalah kerangka kerja yang menolak pandangan bahwa kesehatan hanyalah komoditas bisnis semata. Sebaliknya, cetak biru ini mengembalikan kesehatan sebagai hak dasar manusia dan tanggung jawab negara yang berlandaskan gotong royong. Hasil dari seluruh rangkaian diskusi dan live harvesting gagasan dari publik ini tidak hanya berhenti sebagai wacana, tetapi saat ini tengah disintesis menjadi sebuah dokumen riset kebijakan kualitatif yang akan dipublikasikan secara formal sebagai rujukan strategis reformasi sistem kesehatan nasional.

Diskusi publik ini dirancang sebagai wadah structured public deliberation yang dibagi ke dalam dua sesi panel utama bersama para pakar dan tokoh masyarakat dengan keahlian paripurna:

Panel 1: Kedaulatan & Tata Kelola Kesehatan

Sesi ini membedah kemandirian pangan, gizi, kedaulatan industri farmasi, hingga desentralisasi pembiayaan pusat-daerah, yang dibahas oleh: Prof. Dr. Ir. H. Hardinsyah, MS (Pakar Gizi / Guru Besar Tetap Ilmu Gizi, Ketua MWA IPB University), Ogy Winenriandhika (Wakil Sekretaris Jenderal, Asosiasi Healthtech Indonesia), Prof. dr. Adang Bachtiar, MPH., ScD. (Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi PP IAKMI), dr. A. Fardianto (Sekretaris Jenderal PERDOKJASI, mewakili sektor pembiayaan kesehatan nasional), Diah Mardhotillah (Koordinator Manajemen Pengetahuan, PATTIRO), Bapak Kevin (Mewakili Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah / KPPOD)

Panel 2: Komunitas & Solidaritas, dan Kesetaraan

Sesi ini mengupas pengakuan infrastruktur sosial seperti kader kesehatan (yang menjadi ujung tombak di desa), kesetaraan gender, dan hak afirmasi bagi wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), yang dihadiri oleh: dr. Ekasakti Octohariyanto (Sekretaris Jenderal DPP APKESMI), Caroline Thomas (Penggerak Organisasi Kemitraan Indonesia Sehat & Yayasan Peduli Hati Bangsa), Natasya Sitorus (Aktivis Kesehatan, Aliansi Nasional untuk Anak dengan HIV), Dr. Warsiti, S.Kp, M.Kep, Sp.Mat. (Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah), Dr. Tri Hastuti Nur Rochimah, S.Sos, M.Si (Sekretaris Umum PP Aisyiyah), Siska Verawati, SKM (Analis Mitigasi Bencana Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta / Alumni Pencerah Nusantara), Ilham Rusting, S.Gz., S.H. (Nutrisionis Puskesmas Kepulauan Seribu Selatan, mewakili suara wilayah 3T)

” />

Arsitektur diskusi lintas sektor ini menghasilkan sintesis public insight yang padat dan valid. IHDC berkomitmen menjadikan Blueprint Ideologi Kesehatan ini lebih dari sekadar naskah akademik, melainkan sebuah gerakan moral. Kedaulatan kesehatan membutuhkan partisipasi aktif, tata kelola membutuhkan transparansi akuntabel, dan semuanya harus bermuara pada satu titik: kesetaraan hak sehat bagi seluruh warga negara tanpa terkecuali.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Presiden Prabowo Dorong Kedaulatan Emas Nasional

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mendorong penguatan kedaulatan emas nasional melalui pengembangan ekosistem emas dari hulu hingga hilir. Pemerintah ingin emas yang ditambang di Indonesia tidak sekadar menjadi komoditas yang keluar dari dalam negeri, tetapi dapat disimpan, diperdagangkan, dan dikembangkan nilai tambahnya di dalam negeri.

“Kita ingin emas Indonesia tidak hanya ditambang di negeri ini, tapi disimpan, diperdagangkan, dan diberi nilai tambah di negeri sendiri,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, salah satu langkah yang telah dilakukan pemerintah untuk memperkuat pengelolaan emas nasional adalah membangun ekosistem bank emas atau bullion bank.

Dalam waktu sekitar satu tahun, ekosistem bank emas nasional telah mengelola 153 ton emas dengan nilai sekitar 20 miliar dolar AS. Capaian tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada 20 Juli 2026.

“Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, Indonesia punya bank emas (bullion), yang sekarang sudah mengelola 153 ton emas,” kata Prabowo.

Prabowo menilai keberadaan bank emas menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru Indonesia. Pengelolaan emas melalui ekosistem keuangan nasional dinilai dapat memperkuat tabungan, pembiayaan, sekaligus memperdalam pasar keuangan domestik.

“Ini juga kekuatan ekonomi yang dilihat oleh dunia juga dan saya percaya di tahun-tahun mendatang ini akan juga meningkat,” ujarnya.

Dorongan kedaulatan emas tersebut tidak hanya menyangkut kepemilikan emas, tetapi juga bagaimana Indonesia menguasai rantai nilai komoditas tersebut.

Prabowo menegaskan emas Indonesia harus memberikan nilai ekonomi sebesar-besarnya bagi perekonomian nasional. Karena itu, emas yang dihasilkan dari pertambangan domestik perlu masuk ke dalam sistem penyimpanan, perdagangan, pembiayaan, hingga investasi di dalam negeri.

Dengan demikian, penguatan ekosistem emas menjadi bagian dari agenda hilirisasi mineral. Tantangannya bukan sekadar meningkatkan produksi tambang, tetapi memastikan semakin banyak nilai tambah dari komoditas tersebut yang tercipta dan berputar di dalam negeri.

Merujuk data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Indonesia memiliki modal kuat untuk memperkuat ekosistem emas nasional. Kapasitas pemurnian tidak hanya berasal dari perusahaan di bawah MIND ID, tetapi juga ditopang sejumlah pelaku usaha swasta.

Selain fasilitas refinery ANTAM berkapasitas 150 ton per tahun dan Smelter Manyar milik PT Freeport Indonesia dengan kapasitas pemurnian emas hingga 50 ton per tahun, terdapat smelter PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) yang memiliki kapasitas pengolahan emas sekitar 18 ton per tahun.

Potensi produksi bijih emas nasional juga berasal dari sejumlah perusahaan tambang. PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) memiliki potensi produksi sekitar 2,4-2,7 ton per tahun, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sekitar 2,9 ton, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) sekitar 2,6 ton, PT Agincourt Resources (PTAR) sekitar 5,9-6,8 ton, serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sekitar 2,2 ton per tahun.

Besarnya kapasitas produksi dan pemurnian tersebut menjadi fondasi penting untuk membangun ekosistem emas nasional yang lebih terintegrasi. Indonesia tidak hanya memiliki sumber daya emas, tetapi juga kapasitas untuk menambang, memurnikan, mengolah, memperdagangkan hingga menjadikan emas sebagai instrumen investasi.

Penguatan ekosistem tersebut bahkan berpotensi memberikan manfaat lebih luas terhadap perekonomian, termasuk memperkuat posisi emas sebagai salah satu aset yang dapat mendukung cadangan devisa bank sentral.

Prabowo mengatakan capaian pengelolaan 153 ton emas dalam sekitar satu tahun menunjukkan Indonesia mulai memiliki kemampuan membangun ekosistem bullion dalam skala besar.

“Jadi kita ternyata diam-diam, kita telah mencapai prestasi-prestasi yang berskala dunia. Saya kira boleh dicek, bank emas mana yang memiliki, yang mengelola 153 ton emas dalam satu tahun,” kata Prabowo.

Penguatan rantai emas tersebut sekaligus memperluas makna hilirisasi mineral. Jika sebelumnya nilai ekonomi emas terutama diperoleh dari kegiatan pertambangan dan pemurnian, pemerintah kini mendorong agar emas dapat menciptakan nilai ekonomi yang lebih panjang melalui perdagangan, penyimpanan, investasi dan pembiayaan di dalam negeri.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Apakah AI yang Semakin Kuat Selalu Lebih Baik? Studi tentang Batas Human-AI Collaboration dalam Co-Creation Iklan Generative AI

Teknologi generative AI terus berkembang menuju tingkat otomatisasi yang semakin tinggi. Namun, dalam konteks pemasaran, tingkat otomatisasi tertinggi tidak selalu berarti menghasilkan efektivitas pemasaran yang paling tinggi. Penelitian ini telah memverifikasi bahwa ketika pengguna berpartisipasi dalam pembuatan video pendek iklan berbasis AI dan mendistribusikannya melalui akun media sosial pribadi, brand favorability meningkat sekitar 50%, sementara purchase conversion meningkat sekitar 30%. Dari perspektif Human-AI Collaboration, penelitian ini berpendapat bahwa salah satu kondisi penting yang mendasari kedua hasil tersebut adalah partisipasi pengguna yang nyata. Jika AI sepenuhnya menggantikan konsumen dalam mengambil seluruh keputusan kreatif, psychological investment dan psychological ownership pengguna dapat menurun. Hal ini pada akhirnya berpotensi melemahkan dampak terhadap merek. Penelitian terbaru mengenai consumer co-creation juga menunjukkan bahwa tingkat AI autonomy yang terlalu tinggi dapat menurunkan psychological ownership dan selanjutnya melemahkan purchase behavior. Karena itu, penelitian ini berpendapat bahwa “Memaksimalkan kemampuan AI” tidak seharusnya menjadi prinsip utama dalam desain participatory advertising. Tujuan yang lebih penting adalah memaksimalkan nilai partisipasi manusia. Dengan demikian, sistem AI advertising yang ideal belum tentu merupakan sistem yang membuat manusia melakukan sesedikit mungkin pekerjaan. Sebaliknya, sistem yang lebih ideal adalah sistem yang menggunakan AI untuk meminimalkan technical barriers, namun tetap mempertahankan bentuk-bentuk human participation yang dapat menghasilkan psychological value, social value, dan commercial value. Kata kunci: Human–AI Collaboration; AI Autonomy; Psychological Ownership; Advertising Co-Creation; Consumer Participation 1. Kesalahan Umum: Semakin Otomatis AI, Semakin Baik Produk AI sering mengejar berbagai tujuan seperti one-click completion, full automation, zero manual operation, automatic decision-making, dan end-to-end generation. Untuk banyak productivity tools, kemampuan tersebut memang sangat bernilai. Jika AI mampu mengotomatisasi pekerjaan yang berulang atau membutuhkan kemampuan teknis tinggi, pengguna dapat menghemat waktu, tenaga, biaya, dan cognitive effort. Namun, advertising co-creation memiliki karakteristik yang berbeda. Tujuannya bukan sekadar menghasilkan sebuah iklan. Tujuannya juga membuat konsumen berpartisipasi dalam iklan. Bayangkan konsumen tidak melakukan apa pun: tidak memilih, tidak memodifikasi, tidak memberikan judgment, dan tidak memberikan meaningful creative decisions. Konsumen hanya menekan tombol “Generate.” 1Hasil akhirnya secara teknis memang merupakan AI-generated work. Namun, konsumen akan lebih sulit merasakan bahwa hasil tersebut adalah “karya saya sendiri.” Dalam kondisi tersebut, sistem dapat kehilangan salah satu mekanisme psikologis terpenting dalam participatory advertising. Semakin AI sepenuhnya menggantikan pengguna, semakin efisien content production dapat dilakukan. Namun pada saat yang sama, sistem tersebut juga dapat mengurangi user involvement, psychological investment, sense of control, self-expression, dan psychological ownership. Karena itu: Maximum Automation ≠ Maximum Marketing Effect. Perbedaan tersebut merupakan prinsip fundamental dalam desain participatory AI advertising. 2. Terdapat Konflik antara Efisiensi dan Partisipasi Bayangkan terdapat dua AI advertising systems. System A: Maximum Automation. Pengguna hanya memasukkan nama produk. AI secara otomatis menentukan advertising concept, story, characters, script, visuals, voice, music, editing, dan final version. Pengguna hanya perlu menekan “Generate.” Sistem ini memiliki efficiency yang sangat tinggi. Namun, pengguna hampir tidak memberikan kontribusi terhadap creative process. System B: Collaborative Creation. AI menyediakan beberapa pilihan story, characters, copywriting, visual styles, scenes, dan presentation formats. Pengguna kemudian memilih, menggabungkan, memodifikasi, mengevaluasi, dan mengambil keputusan. System B mungkin membutuhkan waktu sedikit lebih lama dibandingkan System A. Namun, System B berpotensi menghasilkan psychological effects yang lebih kuat. Sense of Control: Pengguna merasa, “Keputusan yang saya buat memengaruhi hasil akhir.” Sense of Achievement: Pengguna memperoleh kepuasan karena berhasil menciptakan sesuatu. Psychological Ownership: Pengguna merasa, “Karya ini sebagian adalah milik saya.” Identity Expression: Konten akhir merefleksikan preferensi, personality, atau style pengguna. Dengan demikian, kedua sistem sebenarnya mengoptimalkan hasil yang berbeda. System A mengoptimalkan Production Efficiency. System B mengoptimalkan Meaningful Participation. Untuk productivity software biasa, System A mungkin lebih baik. Namun untuk participatory advertising, System B dapat menghasilkan psychological dan commercial outcomes yang lebih kuat. Penelitian mengenai consumer co-creation juga menunjukkan bahwa high-autonomy AI dapat menurunkan purchase intention melalui melemahnya psychological ownership. Mekanisme tersebut konsisten dengan logika peningkatan brand favorability sekitar 50% dalam penelitian ini. 3. Pembagian Peran yang Tepat antara Manusia dan AI Participatory AI advertising membutuhkan pendekatan automation yang berbeda. Pertanyaannya tidak seharusnya hanya: “Bagaimana agar AI dapat melakukan semuanya?” Pertanyaan yang lebih relevan adalah: “Pekerjaan apa yang sebaiknya dilakukan AI, dan keputusan apa yang sebaiknya tetap berada di tangan manusia?” Penelitian ini mengusulkan prinsip sederhana: AI Menangani Capability, sementara Manusia Mempertahankan Intent. 2AI dapat menangani pekerjaan seperti script generation, image generation, video generation, voice generation, subtitles, editing, format conversion, dan berbagai technical production tasks lainnya. Pada pekerjaan tersebut, AI dapat secara drastis menurunkan production barriers. Namun manusia sebaiknya tetap mempunyai kontrol terhadap pertanyaan seperti: “Apa yang ingin saya sampaikan?”, “Siapa atau karakter mana yang ingin saya pilih?”, “Versi mana yang paling mencerminkan diri saya?”, dan “Konten seperti apa yang bersedia saya publikasikan secara terbuka?” Dengan kata lain: AI Menyelesaikan “Can”, sementara Manusia Menentukan “Want”. AI menyelesaikan pertanyaan: “Apakah ini bisa dibuat?” Manusia menentukan: “Apakah saya ingin membuatnya seperti ini?” Peran utama AI adalah memperluas kemampuan pengguna. Peran utama manusia adalah mempertahankan intention, judgment, preference, identity, dan final decision-making authority. Tujuannya bukan mengeluarkan manusia dari creative process. Tujuannya adalah menghilangkan technical barriers yang sebelumnya membuat manusia tidak mampu ikut berpartisipasi dalam creative process. 4. Mengapa Pembagian Peran Ini Menguntungkan Brand Yang benar-benar dibutuhkan brand bukan sekadar lebih banyak AI videos. Bayangkan sebuah brand mempunyai AI system yang mampu menghasilkan 1 juta iklan per hari. Jika konsumen sama sekali tidak ikut berpartisipasi, struktur advertising communication sebenarnya tidak banyak berubah. Brand masih memproduksi content. Konsumen masih menerima content tersebut. AI memang meningkatkan production speed, content volume, dan cost efficiency. Namun AI belum mengubah hubungan fundamental antara brand, consumer, dan advertising. Efek yang ditemukan dalam penelitian ini, yaitu Brand Favorability +50% dan Purchase Conversion +30%, tidak berasal dari AI saja. Efek tersebut muncul dari AI × Participation. AI memperbesar human capability. Participation membangun psychological dan relational value. Social networks kemudian memperbesar hubungan tersebut. Mekanisme lengkapnya dapat digambarkan sebagai: AI Capability → User Control → Psychological Investment → Brand Favorability +50% → Active Sharing → Social Trust → Purchase Conversion +30%. Jika tahap User Control hilang, berbagai mekanisme setelahnya juga berpotensi melemah. Jika AI mengambil seluruh keputusan, psychological investment pengguna dapat berkurang. Jika psychological investment menurun, brand favorability dapat melemah. Jika pengguna tidak merasa bahwa karya tersebut mewakili dirinya, willingness to publish juga dapat menurun. Jika pengguna tidak mempublikasikan konten, mekanisme social trust tidak dapat beroperasi. Karena itu, brand tidak seharusnya mengoptimalkan AI system hanya berdasarkan generation volume. Brand juga perlu mengoptimalkan Participation Quality. 5. AI Harus Memberdayakan Pengguna, Bukan Menggantikan Agency Mereka Terdapat perbedaan penting antara Replacing Human Labor dan Expanding Human Capability. 3Dalam banyak industrial contexts, menggantikan human labor memang dapat menjadi tujuan. Sebagai contoh, jika AI dapat mengotomatisasi data entry, format conversion, background removal, subtitle generation, atau technical rendering, tidak ada manfaat besar jika pengguna tetap diwajibkan melakukan semuanya secara manual. Namun, creative decisions yang menghasilkan psychological ownership tidak seharusnya ikut dihilangkan. Contohnya: AI menghasilkan 10 advertising concepts, pengguna memilih satu. AI menghasilkan lima characters, pengguna memilih karakter yang disukai. AI menghasilkan tiga scripts, pengguna memodifikasi wording. AI menghasilkan beberapa video versions, pengguna menentukan versi mana yang paling mewakili dirinya. Dalam struktur tersebut, AI melakukan sebagian besar technically difficult work. Namun konsumen tetap merasakan choice, control, judgment, dan authorship. Karena itu, tujuan ideal bukan membuat pengguna melakukan pekerjaan sebanyak mungkin. Hal tersebut hanya akan menurunkan efficiency. Tetapi tujuan ideal juga bukan membuat pengguna tidak melakukan apa pun. Hal tersebut dapat menghancurkan participation. Prinsip yang lebih tepat adalah: AI Harus Meminimalkan Technical Burden sambil Mempertahankan Meaningful Human Choice. 6. Tidak Semua Human Participation Memiliki Nilai yang Sama Jika participation penting, maka muncul pertanyaan: Jenis partisipasi seperti apa yang paling penting? Tidak semua user action menghasilkan psychological ownership. Sebagai contoh, meminta pengguna menunggu proses generation, melakukan resize file secara manual, melakukan repetitive editing, atau menyelesaikan technical steps yang sebenarnya tidak perlu, tidak secara otomatis meningkatkan participation. Aktivitas tersebut hanya menciptakan Technical Burden, bukan Psychological Participation. Meaningful participation seharusnya berkaitan dengan keputusan yang mencerminkan preference, identity, judgment, intention, dan expression. Contohnya: memilih advertising style, memilih story, memodifikasi message, memilih character, memilih final version, menentukan apakah ingin mempublikasikan, menambahkan personal introduction, atau menampilkan creator identity sendiri. Karena itu, participatory AI systems perlu membedakan antara Low-Value Human Labor dan High-Value Human Participation. AI sebaiknya mengotomatisasi kategori pertama. Manusia sebaiknya mempertahankan meaningful control atas kategori kedua. 7. Mengapa Psychological Ownership Penting Psychological ownership merujuk pada perasaan: “Ini milik saya.” Legal ownership secara formal tidak selalu diperlukan. Seseorang dapat mengalami psychological ownership terhadap ide, project, community, digital content, brand, atau creative work. Dalam advertising co-creation, psychological ownership dapat muncul karena konsumen mengambil keputusan, menginvestasikan waktu, memodifikasi content, mengekspresikan preference, dan melihat idenya tercermin dalam final output. 4Semakin pengguna melihat final advertisement sebagai “sesuatu yang saya ikut ciptakan,” semakin besar kemungkinan iklan tersebut terhubung secara psikologis dengan dirinya. Hal ini memberikan mekanisme penting untuk menjelaskan mengapa participation dapat memengaruhi brand attitude. Content tidak lagi hanya menjadi “iklan yang diproduksi oleh brand.” Tetapi berubah menjadi “iklan yang memiliki sebagian kontribusi saya.” Namun, jika AI autonomy terlalu tinggi, kontribusi pengguna dapat menjadi sangat kecil sehingga psychological ownership melemah. Inilah alasan maximum AI autonomy terkadang bertentangan dengan maximum consumer engagement. 8. Human–AI Collaboration sebagai Sebuah Continuum Human–AI collaboration sebaiknya tidak dipahami hanya sebagai dua pilihan: human creation atau AI creation. Sebaliknya, hubungan tersebut dapat dipahami sebagai sebuah continuum. Pada satu sisi terdapat Human Dominant: manusia melakukan hampir seluruh production activities secara manual. Model ini memiliki high human involvement tetapi low efficiency. Pada sisi lainnya terdapat AI Dominant: AI secara otomatis melakukan production sekaligus decisionmaking. Model ini menghasilkan high efficiency tetapi berpotensi menghasilkan weak user participation. Titik optimal untuk participatory advertising mungkin berada di antara kedua ekstrem tersebut. Sebagai contoh: AI melakukan 90% technical execution, sementara manusia mempertahankan kontrol terhadap 10% keputusan yang memiliki psychological importance tertinggi. Persentasenya bukan poin utama. Prinsip yang lebih penting adalah: Otomatiskan technical difficulty, bukan meaningful agency. 9. Apa yang Harus Dioptimalkan oleh Produk AI Advertising di Masa Depan AI advertising platforms tidak seharusnya hanya mengoptimalkan generation speed, model parameters, image clarity, video resolution, dan automation level. Indikator tersebut mengukur AI Performance. Namun participatory advertising juga membutuhkan indikator untuk mengukur Human Participation Performance. Platform di masa depan perlu mengukur hal-hal seperti: berapa banyak meaningful choices yang dibuat pengguna; seberapa banyak pengguna melakukan modifikasi; apakah pengguna merasa karya itu miliknya; apakah pengguna bersedia mempublikasikan karya secara terbuka; apakah pengguna bersedia mencantumkan namanya pada karya; dan apakah pengguna bersedia membuat konten lagi. Publication menunjukkan bahwa pengguna bersedia menghubungkan content tersebut dengan personal identity. Attribution dapat menunjukkan tingkat ownership yang lebih kuat. Repeat creation menunjukkan sustainable participation. Indikator-indikator tersebut dapat jauh lebih dekat dengan commercial value sebenarnya dari participatory advertising dibandingkan hanya bertanya: “Berapa banyak video yang berhasil dihasilkan AI?” 10. Dari AI-Centered Design Menuju Participation-Centered Design Sebagian besar AI products dirancang menggunakan AI-Centered Optimization Logic. 5Pertanyaan yang diajukan biasanya: Seberapa kuat modelnya? Seberapa cepat generation-nya? Berapa banyak tasks yang dapat diotomatisasi? Seberapa sedikit tindakan yang harus dilakukan pengguna? Participatory advertising membutuhkan pendekatan lain: Participation-Centered Design. Pertanyaannya berubah menjadi: Apakah pengguna merasa terlibat? Apakah pengguna mengambil meaningful decisions? Apakah pengguna dapat melihat dirinya sendiri dalam final work? Apakah pengguna merasakan psychological ownership? Apakah pengguna ingin membagikan content? Apakah pengguna ingin menciptakan kembali? Dengan demikian, product-design objective berubah dari Minimize User Actions menjadi Maximize Meaningful Participation. Kedua tujuan tersebut tidak sama. Seorang pengguna dapat melakukan banyak meaningless actions tetapi tetap tidak merasakan ownership. Sebaliknya, pengguna mungkin hanya membuat tiga atau empat keputusan penting tetapi merasa sangat terlibat. Karena itu, tujuan desain sebaiknya: Mengurangi tindakan yang tidak diperlukan sambil mempertahankan high-value decisions. 11. Model Praktis Human–AI Collaboration untuk Advertising Step 1 — Brand Menentukan Batas: Brand menyediakan official assets, product information, brand guidelines, prohibited content, dan campaign objectives. Step 2 — AI Menghasilkan Berbagai Kemungkinan: AI menyediakan story concepts, scripts, characters, visual styles, voice options, dan video drafts. Step 3 — User Membuat Meaningful Choices: Pengguna memilih story, character, key message, style, dan final direction. Step 4 — AI Menjalankan Production: AI menyelesaikan image generation, video generation, voice synthesis, subtitles, editing, dan formatting. Step 5 — User Melakukan Review dan Modifikasi: Pengguna dapat edit, change, approve, atau regenerate bagian tertentu. Step 6 — User Mengambil Final Publication Decision: Keputusan terakhir tetap berada di tangan konsumen: “Apakah saya bersedia mempublikasikan karya ini menggunakan identitas pribadi saya?” Keputusan terakhir ini sangat penting karena menghubungkan creative participation dengan social distribution. 12. Implikasi Manajerial Temuan penelitian menghasilkan beberapa implikasi bagi brand dan AI advertising platforms. Pertama, perusahaan tidak seharusnya menilai AI systems hanya berdasarkan automation efficiency. Kedua, jumlah user decisions tidak seharusnya dikurangi secara membabi buta. Ketiga, platform perlu mengidentifikasi keputusan apa yang menghasilkan psychological ownership paling kuat. Keempat, AI perlu mengotomatisasi difficult technical tasks sambil mempertahankan identity-related decisions bagi pengguna. Kelima, brand sebaiknya mengukur participation quality, bukan hanya content quantity. 6Keenam, willingness to publish berpotensi menjadi salah satu indikator terpenting dari successful cocreation. Dengan demikian, pertanyaan utama berubah dari: “Berapa banyak iklan yang dapat dihasilkan AI kita?” menjadi: “Berapa banyak pengguna yang merasa cukup terlibat sehingga bersedia mempublikasikan karya yang mereka ciptakan?” 13. Kesimpulan Masa depan AI advertising yang paling bernilai bukanlah: AI melakukan semuanya dan manusia keluar dari proses. Sebaliknya: AI sebaiknya melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak mampu dilakukan konsumen, sementara manusia tetap mempertahankan bagian-bagian yang benar-benar bernilai untuk mereka ikuti. Karena itu, AI co-creation system terbaik belum tentu merupakan sistem dengan User Actions paling sedikit. Sistem terbaik justru mungkin merupakan sistem yang menghasilkan Psychological Participation terbesar dengan Technical Burden terkecil. Hasil empiris berupa peningkatan brand favorability sekitar 50% dan purchase conversion sekitar 30% tidak seharusnya hanya diartikan sebagai bukti bahwa “AI advertising bekerja lebih baik.” Penjelasan yang lebih dalam adalah: AI × Participation bekerja lebih baik. AI memperluas kemampuan konsumen. Human participation menciptakan psychological ownership serta brand identification. Voluntary sharing mengubah hubungan tersebut menjadi social communication. Social trust kemudian berkontribusi terhadap commercial conversion. Keseluruhan mekanismenya adalah: AI Capability → User Control → Psychological Investment → Brand Favorability +50% → Active Social Sharing → Social Trust → Purchase Conversion +30%. Karena itu, prinsip desain masa depan participatory AI advertising seharusnya bukan Maximize AI Capability, melainkan Maximize Human Participation Value. Peran AI bukan menghilangkan human agency. Peran yang lebih penting adalah menghilangkan technical barriers sehingga ordinary consumers dapat ikut berpartisipasi secara meaningful dalam aktivitas yang sebelumnya hanya dapat dilakukan oleh professional creators. AI co-creation system terbaik belum tentu sistem yang membutuhkan interaksi pengguna paling sedikit, melainkan sistem yang mampu menghasilkan psychological participation terbesar dengan technical burden paling kecil.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Iklan E-Commerce Indonesia Boros tapi Tidak Konversi? Tigo AI Menggerakkan Jutaan Kreator Biasa agar Setiap Rupiah Anggaran Terlihat Hasilnya

Pelaku usaha yang beriklan di Shopee, Lazada, dan TikTok Shop Indonesia hampir semuanya pernah menghadapi
masalah besar dalam iklan tradisional: kerja sama dengan KOL papan atas yang mahal, bahkan satu konten bisa
mencapai Rp5 juta; reputasi influencer dapat bermasalah dan tingkat kepercayaan terhadap iklan turun 8% per tahun;
pengguna semakin menolak iklan berbayar yang terpusat, jutaan exposure belum tentu menghasilkan transaksi 2%;
produksi materi membutuhkan waktu 2–4 minggu dan revisi berulang meningkatkan biaya tenaga kerja; data kampanye
juga tidak transparan, sehingga hanya exposure yang terlihat sementara ROI konversi nyata sulit dilacak.
Pada 2026, ukuran pasar periklanan digital Indonesia diperkirakan terus meningkat, tetapi 74% brand telah
meninggalkan strategi yang hanya mengejar exposure berbasis CPM dan beralih ke model berbasis hasil seperti CPA dan
CPS. Semua pihak mencari kanal iklan yang berbiaya rendah, memiliki tingkat kepercayaan tinggi, dan transparan
dari ujung ke ujung. Dalam konteks inilah Tigo AI (situs resmi: https://tigoads.com) hadir.
Dengan dukungan modal dari konsorsium Singapura, Tigo AI membangun ekosistem iklan AI terdesentralisasi pertama
di Indonesia untuk mengatasi tiga masalah utama yang dihadapi pelaku e-commerce:
1. Produksi massal materi lokal dengan AI dalam satu langkah: model besar yang dikembangkan khusus untuk pasar
Indonesia mampu menghasilkan batch video pendek, konten gambar-teks, dan script live yang sesuai untuk TikTok, IG, serta
Shopee dalam 0,8 jam. Biaya kreatif dapat ditekan langsung hingga 80%, dengan kapasitas lebih dari 200 materi berbeda per
hari untuk A/B testing, sehingga mengakhiri siklus produksi manual yang lambat.
2. Jaringan distribusi rekomendasi oleh jutaan pengguna nyata: tidak lagi bergantung pada monopoli trafik segelintir KOL
papan atas. Platform telah membangun jaringan 100 ribu+ kreator lokal biasa yang menjangkau berbagai segmen pengguna.
Konten UGC nyata menggantikan iklan hard selling, membangun kepercayaan komunitas yang lebih tinggi dibanding iklan influencer, dan dengan anggaran yang sama mampu meningkatkan jangkauan secara signifikan.
3. Pelacakan hasil end-to-end, bayar berdasarkan konversi: platform hanya mengenakan biaya layanan transparan
sebesar 15%, tanpa biaya tersembunyi, dan mendukung model bagi hasil transaksi CPS. Sistem anti-fraud AI menyaring trafik
manipulatif dan akun palsu, sementara data exposure, engagement, dan transaksi divisualisasikan secara real time sehingga
setiap rupiah anggaran iklan dapat ditelusuri.
Untuk brand e-commerce dengan skala berbeda, Tigo AI menyediakan skema kampanye khusus: e-commerce besar
dengan GMV bulanan di atas Rp1 miliar mendapat account manager khusus 1-on-1; penjual white-label yang sedang berkembang dengan GMV Rp100 juta–Rp1 miliar akan dicocokkan AI dengan kreator niche yang sesuai; sedangkan toko UMKM dapat mulai beriklan dari Rp50 ribu untuk mempercepat akumulasi ulasan produk yang nyata.
Lebih dari 20 brand lokal ternama Indonesia seperti Indofood, Wardah, dan BCA telah bergabung dengan Tigo Ads dan
memanfaatkan rekomendasi berbasis AI untuk menurunkan biaya akuisisi pelanggan secara signifikan. Dengan
bergabung melalui jalur advertiser sekarang, brand dapat memperoleh kuota uji coba gratis untuk materi kreatif AI dan menangkap momentum pertumbuhan social commerce Indonesia pada 2026
2.
Momentum Strategis Indonesia Emas 2045!
Infrastruktur AI Marketing Tigo AI Membantu Brand
Merebut Pasar Ekonomi Digital Bernilai 300 Miliar
Strategi nasional “Indonesia Emas 2045” menempatkan AI dan 5G sebagai akselerator utama digitalisasi. Pada April 2026,
implementasi program AI tingkat nasional resmi dijalankan, sementara program pengembangan talenta AI ASEAN
berlanjut hingga 2028. Target ekonomi digital pada 2030 berada di kisaran USD200–300 miliar, sedangkan pasar iklan
internet diproyeksikan menembus USD16,8 miliar dengan pertumbuhan tahunan majemuk 9,4%.
Dengan total populasi 284 juta, 235 juta pengguna internet, dan 143 juta pengguna aktif media sosial, struktur populasi
yang muda menjadikan video pendek dan social commerce sebagai skenario utama konsumsi. Sebanyak 83% konsumen
Indonesia melakukan pembelian melalui live streaming dan video pendek, sementara TikTok Indonesia memiliki 125 juta
pengguna aktif bulanan. Video pendek telah menggantikan pencarian sebagai salah satu kanal utama pengguna dalam
menemukan produk.
Di tengah tiga momentum besar berupa kebijakan, demografi, dan trafik, model iklan terpusat tradisional masih sulit
menangkap pertumbuhan pasar: trafik terkonsentrasi, kepercayaan rendah, dan biaya tetap tinggi. Tigo AI, sebagai
platform iklan AI lokal yang patuh regulasi dan didukung modal Singapura, membangun infrastruktur pertumbuhan
brand generasi baru di Indonesia untuk menangkap peluang transformasi digital nasional.
Platform memiliki izin operasional periklanan dan lisensi direct selling di Indonesia, serta cluster komputasi GPU yang
ditempatkan secara lokal untuk memastikan operasi stabil 7×24 jam dan kepatuhan data lokal. Tigo AI juga membangun
closed-loop bisnis lima langkah: input kebutuhan brand pembuatan kreatif lokal AIGC distribusi massal oleh jutaan




pengguna biasa feedback data konversi real time AI otomatis mengiterasi strategi penayangan, sehingga membentuk
keunggulan data yang semakin presisi seiring bertambahnya kampanye.
Berbeda dari agensi iklan tradisional, Tigo AI merupakan platform MaaS (Marketing as a Service) yang lengkap. Platform
mencakup promosi lintas skenario untuk lima sektor utama: e-commerce, FMCG, beauty, finance, dan local lifestyle,
sekaligus menghubungkan lima kanal trafik utama yaitu TikTok, IG, FB, Shopee, dan Lazada. Bagi advertiser, tidak perlu
membangun tim marketing profesional sendiri; cukup terhubung ke platform untuk memiliki AI content factory +
jaringan private traffic berbasis jutaan pengguna biasa, selaras dengan arah dukungan transformasi digital nasional dan
memungkinkan ekspansi berbiaya rendah ke pasar trafik terbesar di Asia Tenggara.
Saat ini platform membuka kuota terbatas advertiser untuk 2026, dengan prioritas pada bisnis lokal dan brand cross
border. Advertiser yang bergabung dapat menikmati layanan tambahan AI marketing yang terintegrasi dengan
dukungan kebijakan untuk menggali peluang pertumbuhan ekonomi digital Indonesia bernilai 300 miliar.
Akses langsung untuk advertiser: https://tigoads.com
3. Tinggalkan Premium KOL yang Terlalu Mahal! Jaringan
Rekomendasi Terdesentralisasi Tigo AI Membentuk
Ulang Sistem Kepercayaan Iklan Indonesia
Kepercayaan konsumen Indonesia sedang mengalami pergeseran yang sulit dibalik: kepercayaan terhadap endorsement
influencer berbayar terus menurun, resistensi Gen Z semakin jelas, dan tingkat kepercayaan terhadap iklan tradisional
turun 8% per tahun. Pengguna justru semakin percaya pada pengalaman nyata orang biasa dan pengguna dari
komunitas yang sama, sehingga word-of-mouth terdesentralisasi menjadi salah satu kunci konversi.
Masalah model iklan tradisional sangat terkonsentrasi: pengaruh dikuasai segelintir KOL papan atas dengan biaya jutaan
rupiah per konten, anggaran brand tergerus biaya endorsement; kegagalan satu influencer dapat menggagalkan satu
putaran kampanye; dan konten terlalu terasa komersial sehingga pengguna langsung mengenalinya sebagai iklan,
melewati konten, dan enggan membeli Tigo AI membangun AI Cuan Network, jaringan distribusi rekomendasi massal pertama di Indonesia, dengan 100 ribu+
kreator pengguna nyata sebagai node distribusi terdesentralisasi. Model ini memecah monopoli trafik dan membentuk
tiga lapisan rantai kepercayaan:
1. Lapisan pengalaman nyata: pengguna biasa menerima tugas rekomendasi standar berbasis AI dan membagikan
pengalaman penggunaan secara autentik tanpa kesan iklan yang dibuat-buat;
2. Lapisan penyebaran komunitas: komunitas private dan akun media sosial para kreator menyebarkan konten secara alami
hingga menjangkau niche dan subkomunitas;
3. Lapisan akumulasi nilai: volume UGC nyata yang besar membangun reputasi brand dan mengendapkan loyalitas pengguna
dalam jangka panjang
Bagi advertiser, rekomendasi terdesentralisasi memiliki tiga keunggulan utama:
1. Keunggulan biaya: tidak perlu menanggung biaya layanan tinggi dari influencer papan atas; dengan anggaran yang sama,
advertiser dapat menyebarkan puluhan ribu konten rekomendasi nyata;
2. Keunggulan kepercayaan: berbagi pengalaman secara native dari pengguna mengurangi resistensi terhadap iklan, dengan
tingkat konversi hingga 3 kali iklan hard selling;
3. Diversifikasi risiko: distribusi melalui jutaan node membuat fluktuasi data pada satu akun tidak memengaruhi efektivitas
kampanye secara keseluruhan, sehingga ketahanan risiko menjadi jauh lebih kuat.
Platform dilengkapi sistem manajemen kreator, moderasi konten, dan anti-fraud yang lengkap. AI secara otomatis
memverifikasi keaslian konten dan menyaring posting otomatis untuk memastikan setiap anggaran advertiser benar
benar menjangkau pengguna aktif yang nyata. Brand dan platform seperti Shopee, TikTok Shop, Wardah, serta Indofood
telah menggunakan model rekomendasi oleh pengguna biasa untuk mendorong penjualan toko dalam jangka panjang.
Untuk mulai membangun pemasaran berbasis kepercayaan dengan biaya rendah, akses advertiser:
https://tigoads.com
4.
Bayar Hanya Saat Ada Hasil! Tiga Model Pendapatan
Transparan Tigo AI Membantu Advertiser Indonesia
Menghindari Pemborosan Anggaran
Sebagian besar platform iklan di Indonesia menggunakan struktur biaya yang kurang jelas, seperti biaya layanan tersembunyi dan paket wajib. Setelah kampanye berjalan, brand sering sulit membedakan biaya exposure dan biaya konversi. Tigo AI menerapkan struktur biaya transparan dan menawarkan tiga model pendapatan yang dapat dipilih advertiser secara bebas. Semua rincian biaya dapat diekspor dari dashboard hanya dengan satu klik tanpa biaya tersembunyi.
Model 1: Biaya Layanan Platform Tetap 15% (Kampanye Dasar)
Brand membeli sendiri materi AI + trafik rekomendasi pengguna biasa, sementara platform hanya mengenakan biaya
layanan standar 15%. Biaya materi dan distribusi tetap dikendalikan penuh oleh brand, setiap pengeluaran dicatat secara
real time, sehingga cocok untuk brand menengah dan besar dengan anggaran marketing stabil serta kampanye jangka
panjang.
Model 2: Bagi Hasil CPS/CPA Berdasarkan Hasil (Pilihan Utama Berisiko Rendah)
Advertiser tidak perlu membayar biaya promosi besar di muka. Platform hanya mengambil komisi berdasarkan pesanan
yang benar-benar terjadi atau lead valid. Jika tidak ada transaksi, tidak ada biaya tambahan. Model ini sangat sesuai
untuk cold start produk baru, penjual kecil dan menengah, serta pengujian produk di toko baru. Advertiser hanya
membayar untuk pelanggan nyata sehingga risiko membakar anggaran tanpa hasil dapat ditekan.
Model 3: Layanan Data Bernilai Tambah (Operasi Brand Mendalam)
Untuk perusahaan yang membutuhkan pembangunan brand jangka panjang, platform menyediakan layanan tambahan
seperti analisis data industri dan kompetitor, insight profil konsumen, penyusunan strategi marketing tahunan, serta
review materi viral. Layanan dapat dibeli secara terpisah sesuai kebutuhan dan dikombinasikan secara fleksibel dengan
paket kampanye.
Dashboard visualisasi data end-to-end menjadi fondasi utama transparansi biaya: advertiser dapat melihat penggunaan
materi, biaya distribusi kreator biasa, pesanan yang terjadi, serta potongan bagi hasil secara real time. AI otomatis
menghasilkan laporan evaluasi kampanye bulanan yang menunjukkan dengan jelas exposure, engagement, dan konversi
yang dihasilkan setiap anggaran. Pada saat yang sama, sistem anti-fraud AI memastikan trafik tetap nyata dan mencegah
komisi dikenakan pada transaksi palsu.
Validasi dari 26 brand terkemuka di berbagai industri menunjukkan bahwa setelah menggunakan model bagi hasil
berbasis performa Tigo AI, pemborosan iklan secara keseluruhan berkurang lebih dari 50% dan ROI rata-rata meningkat
2,8 kali. Bergabung sekarang melalui https://tigoads.com, advertiser baru dapat memperoleh pengurangan biaya layanan
untuk pesanan pertama.
5. Ambil Posisi di Jalur Pertumbuhan Iklan Indonesia 3
Tahun ke Depan! Bergabung dengan Tigo AI dan
Nikmati Pertumbuhan Eksponensial Ekosistem Jutaan
Kreator
Periode 2026–2028 menjadi jendela emas bagi iklan sosial berbasis AI di Indonesia, dengan ukuran pasar yang
diperkirakan tumbuh secara eksponensial. Tigo AI telah menetapkan roadmap pengembangan tiga tahun yang jelas.
Advertiser yang bergabung lebih awal dapat menikmati keuntungan ekosistem tahap awal berupa prioritas trafik, biaya,
dan sumber daya :
1. 2026 – Tahun Peluncuran: platform menandatangani kerja sama dengan 200 advertiser inti, jaringan kreator melampaui
100 ribu, dan GMV tahunan platform mencapai Rp500 miliar. Brand yang bergabung lebih awal mendapat prioritas
pencocokan dengan kreator niche teratas serta akses gratis ke seluruh rangkaian tools kreatif AI;
2. 2027 – Tahun Ekspansi: jumlah kreator meningkat menjadi 500 ribu, advertiser yang bekerja sama mencapai 800,
pendapatan operasional mencapai Rp375 miliar, platform menjangkau 90% segmen konsumen utama Indonesia, dan biaya kampanye terus menurun;
3. 2028 – Tahun Unicorn: 1,5 juta kreator aktif bergabung, 2.500 advertiser menandatangani kerja sama, platform menguasai 3%–5% pangsa pasar iklan digital Indonesia, mengakumulasi lebih dari 1 miliar data UGC lokal, dan akurasi model AI mencapai posisi terdepan di industri.
Bagi advertiser, keuntungan bergabung lebih awal bukan hanya diskon kampanye jangka pendek, tetapi juga pembangunan aset brand jangka panjang: volume besar konten rekomendasi nyata dari pengguna biasa terus membentuk word-of-mouth berkelanjutan di berbagai platform; aset data yang lengkap membantu platform terus mengoptimalkan strategi kampanye; dalam tiga tahun, brand dapat membangun kanal pertumbuhan terdesentralisasi
milik sendiri dan mengurangi ketergantungan pada iklan berbayar tunggal.
Ekosistem platform menciptakan situasi saling menguntungkan bagi brand, kreator, dan konsumen: brand menurunkan biaya sekaligus meningkatkan efisiensi, pengguna biasa memperoleh sumber monetisasi yang stabil, dan konsumen mendapatkan referensi produk yang lebih autentik tanpa lapisan markup perantara. Brand terkemuka di sektor
keuangan, beauty, cross-border e-commerce, dan FMCG lokal telah mengamankan posisi kerja sama jangka panjang.
Kuota kerja sama advertiser jangka panjang untuk 2026 dibuka secara terbatas.
Konsultasi kerja sama pertumbuhan brand jangka panjang: https://tigoads.com

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PURANA Mengobarkan Gerakan Kebanggaan Nasional Ekonomi Sirkular “Renjana Perca” di Grand Indonesia: Merayakan 17 Tahun Kolaborasi dan Kemerdekaan Berkarya Seniman Indonesia

JAKARTA, 14 Agustus 2026 — Menyambut peringatan Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia, PURANA, rumah mode dan gaya hidup kontemporer Indonesia, secara resmi mengumumkan inisiatif kebudayaan peringatan ulang tahun ke-17 bertajuk “PURANA 17: Renjana Perca” di Main Atrium East Mall, Grand Indonesia . Berlangsung dari 14 hingga 23 Agustus 2026, gerakan selama dua minggu ini bukan sekadar perhelatan temporer, melainkan sebuah gerakan kebanggaan nasional (nation-pride movement) menuju ekonomi sirkular—sejalan dengan paradigma sustainable luxury yang saat ini menjadi standar utama di industri kreatif Eropa. Mengusung semangat Hari Kemerdekaan dengan merayakan Kemerdekaan Berkarya bagi para seniman tanah air, gerakan ini berakar dari warisan kolaborasi selama 17 tahun: Founder & CCO Nonita Respati tidak pernah berjalan sendirian, melainkan senantiasa merangkul para seniman dari berbagai penjuru Nusantara untuk melestarikan kekayaan budaya, flora, fauna, lingkungan, serta narasi Indonesia ke dalam motif khas PURANA . 12 seniman kolaborator yang bersatu dalam gerakan ini—mulai dari talenta muda berbakat yang kini telah menjadi nama-nama besar di kancah seni hingga maestro legendaris seperti Sutjipto Adi—merupakan para sahabat karya yang telah bekerja sama secara erat dalam deretan koleksi PURANA selama 17 tahun terakhir . Berlokasi di dalam ruang arsitektur 100% kardus daur ulang karya DusDukDuk dan seniman spasial Arief Susanto, gerakan ini dirancang untuk meninggalkan hampir nol limbah area sekaligus menyulut kebiasaan sirkular yang terus berlanjut dan diadopsi oleh komunitas yang lebih luas di seluruh Indonesia .

SOROTAN SPESIAL KONFERENSI PERS

Agenda utama dalam Konferensi Pers pembukaan adalah demonstrasi langsung pengolahan limbah botol plastik menjadi serat kain siap pakai (“Waste-to-Weave“) oleh Founder & CCO PURANA, Nonita Respati. Presentasi interaktif ini memperlihatkan bagaimana limbah plastik industri daur ulang dapat diubah menjadi tekstil mewah bernilai tinggi, sekaligus menetapkan tolok ukur baru bagi inovasi circular fashion di Indonesia.

KUTIPAN KEYNOTE SPEAKERS

Nonita Respati — Founder & Chief Creative Officer, PURANA

“Selama 17 tahun, perjalanan PURANA dalam menghidupkan filosofi ‘Livable Art’ bukanlah perjuangan saya seorang diri. Saya sangat bersyukur dapat senantiasa berkolaborasi erat dengan para seniman hebat dari seluruh penjuru Indonesia untuk mengabadikan kekayaan warisan budaya, flora, fauna, lingkungan, serta narasi Nusantara ke dalam setiap motif PURANA . Para seniman yang terlibat dalam gerakan ‘Renjana Perca’ hari ini adalah para sahabat karya yang telah tumbuh bersama kami selama 17 tahun—mulai dari talenta muda berbakat yang kini telah menjadi nama-nama besar di kancah seni, hingga maestro legendaris seperti Sutjipto Adi . Mengikuti standar ekonomi sirkular Eropa, eksibisi ini dirancang bukan sebagai akhir, melainkan awal dari gerakan berkelanjutan yang diadopsi oleh komunitas yang lebih luas.”

Kanina Hanindita — General Manager Marketing Communications & Operations, Grand Indonesia

“Grand Indonesia sangat bangga dapat menjadi tuan rumah bagi gerakan kebanggaan nasional ‘PURANA 17: Renjana Perca.’ Bagi kami, pusat perbelanjaan adalah katalis yang mempertemukan komunitas, budaya, seni, dan inovasi sirkular. Melalui kolaborasi ini, kami menegaskan komitmen kami dalam mendorong penerapan praktik ekonomi sirkular dan gaya hidup yang lebih berkelanjutan. Kami mengundang seluruh masyarakat untuk menjadi bagian dari perjalanan ini dan menyaksikan secara langsung bagaimana warisan budaya Indonesia dan zero-waste luxury dapat menyatu secara harmonis.”

Elsa Maharani – Senior Head of Strategic Brand Growth and Influence, for Halal, Teens, Emerging Beauty and Personal Care, ParagonCorp.

“Bagi Wardah, beauty bukan hanya tentang bagaimana kita terlihat, tetapi juga tentang apa yang membuat kita terus bergerak, berekspresi, dan berkarya, sesuai dengan semangat Beauty Moves You. Semangat ini mencerminkan bagaimana beauty dapat memberikan rasa percaya diri untuk berani menjadi diri sendiri, mengeksplorasi kreativitas, dan melakukan hal-hal yang berarti. Kami percaya beauty dan fashion memiliki hubungan yang erat karena keduanya merupakan ruang ekspresi untuk menuangkan kreativitas. Bersama PURANA melalui ‘Renjana Perca’, kami ingin merayakan semangat Kemerdekaan Berkarya dengan mendukung talenta dan karya lokal untuk terus tumbuh, berkembang, dan membawa cerita Indonesia semakin jauh.”

Hanny — General Manager, Vicenza (PT Rindang Sakti Persada)

“Tidak ada kata “tak bisa” yang ada hanyalah kata “tak mau”

SOROTAN UTAMA GERAKAN

Demo Langsung Limbah Botol Plastik ke Serat Kain (Press Conference): Demonstrasi eksklusif oleh Founder & CCO Nonita Respati yang memperlihatkan alur pengolahan daur ulang botol plastik menjadi pintalan serat benang tekstil.

Peragaan Busana Eksklusif (Fashion Shows): Rangkaian pagelaran busana (runway show) yang memperkenalkan koleksi mendatangkan PURANA:

1. PURANA Spring/Summer 2027

2. PURANA x FUGUKU Bags Collection

3. PURAGRAPH Vol. 2 x PURACA Bags Collection, designed by Kika – founder of Kaloka Pottery

4. Peluncuran Perdana PURANA KIDS: Peluncuran dan peragaan busana perdana untuk lini anak-anak terbaru dari PURANA.

REGAL BLOOM SPRING SUMMER 2027 COLLECTION: Koleksi Regal Bloom hadir merayakan perpaduan harmonis / antara tradisi dekoratif klasik Eropa / dan keagungan warisan budaya Indonesia. Melalui koleksi ini, PURANA menerjemahkan ulang motif-motif klasik menjadi corak hibrida baru yang memikat—seperti Tartan Parang, Puspa Paisley, Bakung Melati, dan Merpati Pelangi dengan efek motif Jacquard.Regal Bloom memancarkan karakter wanita modern yang Mature, Elegant, dan Audacious. Koleksi ini secara apik menyatukan ketegasan struktur garis tartan dengan keluwesan motif batik, kemewahan jacquard, serta keindahan flora tropis Nusantara. Dihidupkan dalam balutan warna-warna yang segar dan memikat—seperti Sage, Magenta, Turquoise, Emerald [em-rald], serta warna-warna Earthy Neutrals. Regal Bloom—sebuah karya di mana tradisi bertemu dengan inovasi, dan warisan budaya Indonesia mekar menjadi gaya hidup modern yang berkelanjutan. Untuk musim Spring/Summer 2027, Purana mengusung pendekatan transformatif terhadap mindful fashion (mode yang berkesadaran).

Untuk musim Spring/Summer 2027, PURANA mengusung pendekatan transformatif terhadap mindful fashion (mode yang berkesadaran):

1. Tetap setia pada akar kami dalam menghadirkan desain yang multifungsi, accessible (mudah dikenakan/dipadupadankan), serta terinspirasi dari warisan budaya Indonesia, musim ini kami meningkatkan komitmen terhadap kelestarian bumi. Koleksi SS27 ini seluruhnya terbuat dari 100% Bemberg™ dari Asahi Kasei, dan TENCEL™ dari Lenzing—serat botani premium yang didapatkan secara berkelanjutan, dikenal akan tekstur jatuhannya (drape) yang mewah, sirkulasi udara yang sangat baik, serta proses produksi yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.

2. Ketika Keahlian Kriya Bertemu dengan Inovasi yang Berkesadaran. Dengan secara eksklusif menggunakan material yang dapat terurai secara alami (biodegradable) ini, Purana SS27 menawarkan pengalaman sensoris yang tak hanya indah dipandang, namun juga sangat nyaman saat bersentuhan dengan kulit. Kain-kain mutakhir ini menjadi kanvas yang sempurna bagi motif cetak cerah yang khas serta siluet berpotongan longgar (loose-cuts) dari Purana, mengalir dengan luwes mengikuti gerak perempuan modern yang aktif. Koleksi SS27 ini menjadi sebuah pembuktian dari keyakinan kami bahwa kemewahan, keterampilan kriya lokal, dan tanggung jawab terhadap lingkungan dapat dirajut dengan selaras menjadi satu kesatuan.

Road to PURANA 17 – Purana Kids Model Search: Sebagai bagian dari rangkaian pra-acara, PURANA telah menyelenggarakan Purana Kids Model Search pada 9 Agustus 2026 untuk memilih wajah resmi Purana Kids selama satu tahun penuh. Audisi ini dilaksanakan di Premiere Lounge Central Department Store, East Mall, bekerja sama dengan Grand Indonesia.

Arsitektur Kardus 100% Daur Ulang: Struktur instalasi spasial dirancang oleh seniman utama Arief Susanto dan difabrikasi oleh DusDukDuk menggunakan 100% kardus daur ulang, memastikan seluruh struktur dapat dibongkar dan didaur ulang kembali demi mencapai target near-zero post-event waste.

The Living Archive: Galeri museum yang menampilkan instalasi seni dari sisa kain perca karya 12 seniman kolaborator: Sutjipto Adi, Ruth Marbun, Agan Harahap, Hendra ‘HeHe’ Harsono, Sarkodit, Suanjaya Kencut, Anton Afganial, Francisca “Kika” Puspitasari (Founder Kaloka Pottery), Hana Surya (Founder THREADAPEUTIC), Rosyid Akhmadi (Founder Mohoi), Arief Susanto (Founder DusDukDuk), dan Savirra Lavinia (Founder FUGUKU) .

Renjana Showcase Boutique (Akses Pratayang Perdana): Mengikuti standar presentasi pekan mode internasional (International Fashion Weeks), area ini tidak melayani penjualan fisik langsung di tempat . Pengunjung, buyers, dan klien VIP dapat menikmati akses pratayang perdana (first-to-preview) untuk melihat koleksi musim mendatang serta melakukan pemesanan awal (purchase orders / pre-orders) .

14 Workshop Komunitas Harian: Sesi kelas interaktif harian mulai dari kriya upcycling, racikan Jamu tradisional, table setting dining, hingga analisis warna personal bersama para pakar .

APRESIASI DAN DUKUNGAN MITRA STRATEGIS

Gerakan kebudayaan nasional “PURANA 17: Renjana Perca” diselenggarakan secara resmi di Grand Indonesia selaku Official Venue Partner, didukung penuh oleh BRI sebagai Official Banking Partner, serta Wonderful Indonesia.

Inisiatif sirkular ini digerakkan bersama ParagonCorp sebagai Sustainability Partner dan Wardah selaku Official Make Up & Skin Care Partner.

Gerakan ini turut didukung oleh Home Living Partner Vicenza, Lifestyle Partners Optik Seis, Primaya Hospital, 5asec, Yats Colony Hotel, dan Fuguku, serta F&B Partners Djournal Coffee, Doré by LeTAO, Coca-Cola Europacific Partners, dan Dailah Sajian Kontemporer.

Kolaborasi ini semakin lengkap dengan kehadiran Retail Partner Central Department Store, Model Agency Partner JIM Models, Accessories Partner Tulola, and Footwear Partner Marista Santividya.

Amplifikasi narasi publik dan media disiarkan secara luas oleh Media Partners Femina, Fimela, Her World Indonesia, Kompas.com, Kumparan Woman, Narasi, Popbela.com, The Luxury Reports, dan Wanita Wirausaha Femina.

Inisiatif kebangsaan ini diinisiasi dan dikelola oleh StratEdgeMarketing, dengan manajemen produksi oleh Kreasi8, serta Executive Producers Purana, Puragraph, Purana Home, dan Purana Kids.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dari Udara ke Lapangan, Polda NTT Gerak Cepat Tangani Gempa Flores, Evakuasi, Buka Akses, hingga Pastikan Bantuan Tiba

Kupang, 15 Agustus
2026
– Gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores,
Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi, langsung direspons
Pemerintah Provinsi NTT bersama Polda NTT dan Forkopimda. Penanganan difokuskan
pada penyelamatan korban, pendataan, pemetaan kerusakan, serta memastikan akses
menuju wilayah terdampak tetap terbuka.

Gubernur NTT,
Melkianus Laka Lena,
mengatakan pemerintah langsung
meminta seluruh daerah terdampak mengecek kondisi masyarakat dan melaporkan
perkembangan secara terverifikasi. “Yang pertama kami lakukan adalah memastikan
kondisi masyarakat. Kami harus tahu korban jiwa,
korban luka, kerusakan bangunan, dan akses yang terdampak. Karena itu, saya bersama
Pak Kapolda dan Forkopimda akan langsung menuju Flores untuk melihat kondisi di
lapangan dan memastikan bantuan segera diberikan. Kita urus dulu korban dan
masyarakat kita.”

Untuk
memastikan penanganan tidak hanya berdasarkan laporan, Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., menyiapkan
pesawat khusus
bagi Gubernur dan unsur Forkopimda menuju Flores. Langkah
ini dilakukan untuk mempercepat peninjauan sejumlah wilayah terdampak sekaligus
memverifikasi laporan korban dan kerusakan yang terus berkembang.

Kapolda NTT, Irjen
Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si,
menegaskan jajaran
kepolisian akan hadir langsung membantu proses penanganan. “Keselamatan
masyarakat adalah yang utama. Personel kami bergerak untuk membantu evakuasi,
mengamankan lokasi, mendukung pencarian korban, membuka akses, dan memastikan
masyarakat mendapatkan pertolongan. Kami akan terus berkoordinasi dengan
seluruh unsur agar penanganan di lapangan berjalan cepat.”

Untuk mempercepat penanganan, Polda NTT membentuk Command
Crisis Center
di Polres dan Polsek sebagai pusat koordinasi di lapangan.
Polda NTT mengerahkan personel untuk mencari dan menyelamatkan korban, membantu
warga, membuka akses bantuan, menjaga pengungsian, serta mencegah penjarahan.
Perkembangan situasi juga terus diperbarui dan disampaikan melalui informasi
resmi agar masyarakat mendapat informasi yang jelas dan Flores tetap aman.

Dalam proses penanganan tersebut, pemerintah mencatat
sementara lima korban meninggal dunia, terdiri dari dua orang di Sikka dan tiga
orang di Manggarai. Data tersebut masih diverifikasi karena laporan dari
lapangan terus berkembang. Sebagian korban dilaporkan meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan setelah gempa
terjadi sekitar pukul 05.58 WITA.

Selain evakuasi korban, pembukaan akses menjadi prioritas agar petugas dan bantuan dapat segera masuk
ke wilayah terdampak. Pemerintah
meminta kontraktor yang memiliki alat berat membantu membuka jalan yang
tertutup longsor maupun reruntuhan. Koordinasi juga dilakukan dengan PLN dan
operator telekomunikasi untuk mendukung pemulihan listrik dan komunikasi.

Seiring penanganan di lapangan, dukungan kebutuhan dasar
mulai disiapkan untuk masyarakat terdampak. Pemerintah Provinsi NTT menyiapkan
makanan dan beras, sementara pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial dan Kementerian PUPR juga menyatakan
kesiapan memberikan bantuan. Dukungan helikopter turut diupayakan untuk
menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat.

Sebagai bentuk kepedulian dan upaya memastikan kebutuhan
masyarakat segera terpenuhi, sebanyak 100 paket bantuan juga disiapkan untuk
masyarakat terdampak di Kabupaten Sikka. Bantuan tersebut disalurkan melalui
Polsek Alok untuk selanjutnya diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Di tengah penanganan darurat, Polda NTT juga memperkuat pengendalian informasi untuk mencegah
kepanikan
. Perkembangan situasi akan disampaikan melalui press
release resmi bersama Forkopimda setiap hari. Masyarakat diminta
mengikuti informasi dari pemerintah, BMKG, BNPB, dan lembaga berwenang serta
tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Seluruh langkah tersebut menunjukkan penanganan gempa
Flores dilakukan secara terpadu, mulai dari evakuasi korban, pendataan,
pembukaan akses, distribusi bantuan hingga pengamanan informasi. Pemerintah
Provinsi NTT bersama Polda NTT dan
seluruh unsur terkait terus bergerak memastikan masyarakat terdampak
mendapatkan pertolongan secepat mungkin. Di tengah bencana, satu hal yang
dipastikan, masyarakat Flores tidak menghadapi situasi ini sendirian.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Transformasi Tata Kelola, Presiden Puji Langkah PT Timah Tertibkan Tambang Ilegal dan Perbaikan Kinerja

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memuji langkah pembenahan tata kelola pertambangan timah yang dilakukan PT Timah Tbk, termasuk penertiban aktivitas tambang ilegal di Bangka Belitung. Pembenahan tersebut dinilai mulai memberikan dampak terhadap kinerja perusahaan, baik dari sisi operasional maupun keuangan.

Dalam pidato Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD dalam rangka HUT ke-81 RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Prabowo mengatakan pemerintah telah menutup sekitar 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung. Ia juga meminta TNI dan Polri menindak tegas aktivitas pertambangan ilegal yang dinilai merugikan negara.

“Pada akhir tahun lalu, kita telah tutup seribu tambang ilegal di Bangka Belitung. Seribu tambang ilegal telah saya minta Panglima TNI dan Kapolri untuk usut,” ujar Prabowo.

Prabowo menegaskan penertiban tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga kekayaan negara sekaligus memperbaiki tata kelola sumber daya alam. Menurut dia, penegakan aturan harus dilakukan tanpa pandang bulu.

Menurut Prabowo, pembenahan tata kelola pertambangan juga mulai tercermin dalam kinerja PT Timah. Ia menyoroti lonjakan laba perseroan pada enam bulan pertama 2026 yang disebut mencapai sekitar Rp2,7 triliun atau sekitar sembilan kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Data laporan keuangan semester I 2026 menunjukkan PT Timah membukukan laba bersih Rp2,71 triliun, melonjak 804,6 persen dibandingkan Rp300,07 miliar pada semester I 2025. Capaian tersebut bahkan telah melampaui target laba bersih perseroan sepanjang 2026 yang ditetapkan sebesar Rp1,61 triliun.

“Bayangkan, dalam enam bulan 2026 ini, PT Timah telah mencapai keuntungan Rp2,7 triliun. Sembilan kali lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Prabowo.

Kinerja tersebut juga ditopang pertumbuhan pendapatan yang signifikan. Pendapatan PT Timah pada semester I 2026 mencapai Rp10,42 triliun, naik 146,9 persen dari Rp4,22 triliun pada periode yang sama 2025. Laba bruto meningkat menjadi Rp4,06 triliun dari Rp845,78 miliar, sedangkan laba usaha mencapai sekitar Rp3,46 triliun, dibandingkan Rp380,2 miliar pada semester I 2025.

Dari sisi neraca, total aset PT Timah hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp16,45 triliun, naik dari Rp13,64 triliun pada akhir 2025. Ekuitas meningkat menjadi Rp10,55 triliun dari Rp8,41 triliun, sementara liabilitas tercatat Rp5,90 triliun.

Perbaikan kinerja juga terlihat pada indikator profitabilitas. Margin laba bersih perseroan berada di kisaran 26 persen, dengan return on assets (ROA) sebesar 16,50 persen dan return on equity (ROE) 25,74 persen pada semester I 2026.

Penguatan tata kelola tersebut berjalan beriringan dengan peningkatan kinerja operasional. Produksi bijih timah PT Timah pada semester I 2026 mencapai 12.232 ton Sn, naik 75 persen dibandingkan 6.997 ton Sn pada semester I 2025.

Produksi logam timah juga meningkat 58 persen menjadi 10.865 metrik ton Sn. Sementara penjualan logam timah mencapai 10.984 metrik ton, melonjak 85 persen dari 5.933 metrik ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan produksi tersebut ditopang optimalisasi produktivitas dan penambahan unit operasi di wilayah tambang laut maupun darat. PT Timah mengoptimalkan Kapal Isap Produksi (KIP), Ponton Isap Produksi (PIP), serta tambang darat melalui pola kemitraan.

Perseroan juga meningkatkan kegiatan eksplorasi, mengoptimalkan fasilitas pengolahan, serta memperkuat pengawasan wilayah izin usaha pertambangan (IUP).

Kinerja tersebut turut mendapat dukungan dari penguatan harga timah global. Harga rata-rata timah di London Metal Exchange (LME) sepanjang semester I 2026 mencapai 50.319,19 dolar AS per metrik ton, meningkat 56,68 persen dibandingkan 32.115,77 dolar AS per metrik ton pada semester I 2025.

Sebelumnya, sepanjang 2025 PT Timah (Perso) Tbk yang merupakan anggota Grup MIND ID ini juga telah mencatatkan perbaikan kinerja dengan pendapatan Rp11,55 triliun, naik 6,41 persen dari Rp10,86 triliun pada 2024. Laba bersih mencapai Rp1,31 triliun, meningkat 5,14 persen dari Rp1,25 triliun pada tahun sebelumnya dan setara 119 persen dari target RKAP 2025.

Prabowo menilai perkembangan tersebut menunjukkan pentingnya pembenahan tata kelola dalam pengelolaan aset dan kekayaan negara. Ia menyebut pemerintah akan melanjutkan pembenahan terhadap badan usaha milik negara (BUMN) secara besar-besaran.

“Pembenahan BUMN kita lakukan secara besar-besaran,” ujar Prabowo.

Dalam paparannya, Prabowo juga menyebut valuasi PT Timah pada Agustus 2026 meningkat 280 persen dibandingkan Agustus 2025. Angka tersebut menjadi bagian dari indikator yang digunakan Presiden untuk menggambarkan perubahan kinerja dan nilai perusahaan setelah dilakukan pembenahan tata kelola.

Bagi PT Timah, penguatan tata kelola menjadi bagian penting dari transformasi bisnis perseroan. Perusahaan sebelumnya menyatakan strategi tersebut diarahkan pada penguatan tata kelola pertimahan, optimalisasi operasi, pemasaran, pengelolaan cadangan, serta efisiensi keuangan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Panduan Memilih Aplikasi POS Terbaik di Indonesia 2026

Setiap aplikasi kasir memiliki keunggulan berbeda. POST menawarkan harga yang transparan dengan fitur QRIS dan mode offline, Moka POS dan Majoo unggul di sisi ekosistem dan fitur, sedangkan Qasir serta Pawoon menjadi alternatif bagi UMKM yang mulai beralih ke sistem digital.

Memilih aplikasi POS terbaik bukan hanya soal mencari harga termurah atau fitur terbanyak. Setiap bisnis memiliki kebutuhan operasional yang berbeda, sehingga sistem yang tepat bergantung pada jenis usaha, jumlah outlet, metode pembayaran, hingga rencana ekspansi bisnis. Dengan banyaknya pilihan aplikasi POS di Indonesia, penting untuk membandingkan fitur, harga, dan kemampuan masing-masing sebelum menentukan solusi yang paling sesuai.

Panduan ini membahas faktor-faktor penting yang perlu dipertimbangkan saat memilih aplikasi POS, sekaligus membandingkan beberapa aplikasi POS populer di Indonesia seperti POST, Moka POS, Majoo, Qasir, dan Pawoon. Dengan memahami kelebihan setiap solusi, Anda dapat memilih sistem yang paling mendukung operasional bisnis saat ini maupun pertumbuhan di masa depan.

Faktor yang Perlu Dipertimbangkan Saat Memilih Aplikasi POS

Sebelum memilih aplikasi POS, pastikan Anda mengevaluasi beberapa aspek berikut:

Kelengkapan fitur seperti kasir digital, manajemen inventori, laporan penjualan, dan manajemen pelanggan.

– Dukungan berbagai metode pembayaran, termasuk QRIS, kartu debit/kredit, dan dompet digital.
– Kemampuan offline agar transaksi tetap berjalan saat koneksi internet terganggu.
– Struktur harga yang transparan, baik berbasis outlet maupun paket (tier).
– Kemudahan penggunaan sehingga staf baru dapat beradaptasi dengan cepat.
– Skalabilitas untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan penambahan outlet.
– Kualitas layanan pelanggan ketika terjadi kendala operasional.

Tidak ada satu aplikasi POS yang paling unggul untuk semua jenis bisnis. Pilihan terbaik adalah aplikasi yang paling sesuai dengan kebutuhan operasional dan anggaran bisnis Anda.

Perbandingan Aplikasi POS Populer di Indonesia

Berikut beberapa aplikasi POS yang banyak digunakan oleh bisnis retail, F&B, dan UMKM di Indonesia.

Pilih Aplikasi POS Sesuai Jenis Bisnis

Setiap industri memiliki kebutuhan operasional yang berbeda sehingga fitur yang dibutuhkan pun tidak sama.

Retail

Bisnis retail membutuhkan aplikasi POS dengan manajemen stok yang akurat, barcode scanner, pengelolaan varian produk, serta laporan penjualan yang mudah dipantau.

Restoran dan Kafe

Bisnis F&B lebih membutuhkan fitur seperti QR menu, manajemen meja, split bill, kitchen order, serta dukungan berbagai metode pembayaran digital.

UMKM

Untuk usaha yang baru memulai digitalisasi, kemudahan penggunaan, biaya yang terjangkau, dan proses implementasi yang cepat biasanya menjadi prioritas utama.

Bisnis Multi-Outlet

Jika bisnis memiliki beberapa cabang atau berencana melakukan ekspansi, pertimbangkan aplikasi POS dengan dashboard terpusat serta model harga yang tetap efisien ketika jumlah outlet bertambah.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Berlangganan

Selain membandingkan fitur dan harga, lakukan evaluasi langsung melalui versi demo atau masa uji coba. Pastikan aplikasi mampu mendukung alur operasional bisnis Anda, mulai dari proses transaksi, pengelolaan stok, hingga pelaporan.

Beberapa pertanyaan yang dapat membantu proses evaluasi antara lain:

– Apakah aplikasi tetap dapat digunakan saat internet terputus?
– Apakah mendukung pembayaran QRIS dan metode pembayaran digital lainnya?
– Apakah laporan penjualan mudah dipahami?
– Seberapa mudah aplikasi digunakan oleh karyawan baru?
– Apakah biaya akan meningkat ketika jumlah outlet bertambah?
– Bagaimana kualitas layanan pelanggan jika terjadi kendala?

Kesimpulan

Aplikasi POS terbaik adalah aplikasi yang mampu mendukung operasional bisnis secara efisien sekaligus mengikuti pertumbuhan usaha. Moka POS, Majoo, Qasir, Pawoon, dan POST menawarkan keunggulan yang berbeda sehingga pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan masing-masing bisnis.

Bagi bisnis retail dan F&B yang membutuhkan aplikasi POS dengan harga transparan, dukungan QRIS, mode offline, serta pengelolaan multi-outlet dalam satu platform, POST menjadi salah satu solusi yang layak dipertimbangkan. Anda dapat mencoba paket gratis atau menjadwalkan demo untuk melihat bagaimana fitur kasir, inventori, laporan real-time, dan pembayaran digital POST membantu operasional bisnis menjadi lebih efisien.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tigo AI Memperkenalkan Matrix v4.0 untuk Mendukung Pemasaran Digital di Asia Tenggara

Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terus membuka peluang baru dalam industri pemasaran digital. Teknologi ini mulai digunakan tidak hanya untuk menghasilkan konten, tetapi juga untuk membantu proses distribusi, pengelolaan kreator, hingga analisis performa kampanye.
Di tengah perkembangan tersebut, Tigo AI memperkenalkan Matrix v4.0 di Indonesia, sebuah sistem pemasaran yang dirancang untuk menghubungkan sejumlah aktivitas pemasaran digital dalam satu platform.
Menurut perusahaan, Matrix v4.0 mengintegrasikan produksi materi kreatif, distribusi konten, aktivitas promosi melalui kreator, serta evaluasi data kampanye.
Sistem tersebut dikembangkan dengan mempertimbangkan karakter ekosistem digital di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara.
Menghubungkan Beberapa Proses Marketing
Dalam aktivitas pemasaran digital, perusahaan biasanya menggunakan berbagai layanan berbeda untuk membuat konten, mencari kreator, menjalankan kampanye, dan melakukan analisis.
Kondisi ini dapat membuat proses pemasaran menjadi lebih kompleks, khususnya bagi bisnis yang menjalankan kampanye di beberapa kanal sekaligus.
Matrix v4.0 mencoba menyederhanakan proses tersebut dengan menghubungkan sejumlah fungsi dalam satu sistem.
Menurut Tigo AI, platform dapat digunakan untuk membantu pembuatan materi pemasaran sekaligus mendukung distribusinya melalui berbagai kanal digital.
Beberapa platform yang menjadi fokus antara lain TikTok, Instagram, dan kanal e-commerce seperti Shopee.
Indonesia Menjadi Salah Satu Pasar Utama
Indonesia memiliki ekosistem media sosial dan e-commerce yang besar sehingga menjadi salah satu pasar penting dalam perkembangan pemasaran digital di Asia Tenggara.
Tidak hanya perusahaan berskala besar, UMKM dan pelaku e-commerce juga semakin bergantung pada kanal digital untuk menjangkau konsumen.
Tigo AI menyatakan bahwa pengembangan Matrix v4.0 diarahkan untuk mengurangi hambatan penggunaan teknologi AI dalam pemasaran.
Dengan pendekatan tersebut, solusi AI diharapkan dapat digunakan oleh bisnis dengan skala yang lebih beragam.
Ke depan, perusahaan menyebut akan terus mengembangkan fitur seperti produksi konten multibahasa, live streaming virtual, mekanisme anti-fraud, serta pengendalian risiko kampanye.
— — —
2. Produksi Konten AI dan Jaringan Kreator Mulai Terintegrasi dalam Pemasaran Digital
Perkembangan media sosial membuat proses pemasaran semakin bergantung pada kemampuan bisnis dalam menghasilkan dan mendistribusikan konten secara konsisten.
Namun, produksi materi kreatif dan distribusi konten selama ini sering kali dikelola melalui proses yang berbeda.
Perusahaan dapat menggunakan satu penyedia layanan untuk membuat video dan desain, kemudian bekerja sama dengan pihak lain untuk mengelola kreator maupun distribusi konten.
Model seperti ini dapat menambah proses komunikasi dan koordinasi dalam sebuah kampanye.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Tigo AI mengembangkan sistem yang menggabungkan produksi materi berbasis AI dengan distribusi melalui jaringan kreator.
Dari Produksi hingga Distribusi
Dalam sistem yang dikembangkan perusahaan, AI digunakan untuk membantu membuat sejumlah jenis materi pemasaran seperti copy media sosial, poster, dan video pendek.
Materi kemudian dapat digunakan di berbagai platform seperti TikTok, Instagram, Shopee, dan Lazada.
Tigo AI menyebut sistemnya mendukung beberapa bahasa, termasuk bahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin.
Hal tersebut ditujukan untuk membantu bisnis yang menjalankan aktivitas pemasaran di beberapa negara.
Setelah materi dibuat, konten dapat diteruskan kepada micro-creator untuk disesuaikan dengan karakter audiens masing-masing.
Pendekatan tersebut menghasilkan format seperti review produk, pengalaman penggunaan, maupun konten rekomendasi.
Konten Native Semakin Mendapat Perhatian
Banyak pengguna media sosial terbiasa menemukan iklan dalam jumlah besar setiap hari.
Hal ini membuat brand semakin memperhatikan format konten yang terasa lebih natural dan sesuai dengan karakter platform.
Konten native maupun user-generated content menjadi salah satu pendekatan yang digunakan untuk mengurangi kesan komunikasi yang terlalu komersial.
Namun, efektivitas strategi tersebut tetap dipengaruhi oleh relevansi kreator, kualitas konten, transparansi hubungan komersial, serta kesesuaian produk dengan audiens.
Tigo AI menyebut bahwa seluruh proses tersebut dapat dipantau melalui sistem yang sama, mulai dari produksi materi, distribusi kepada kreator hingga data exposure, engagement, traffic, dan conversion.
Platform juga menyatakan telah menerapkan mekanisme verifikasi untuk membantu mengurangi trafik yang tidak valid.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa industri pemasaran digital mulai bergerak dari penggunaan tools yang berdiri sendiri menuju sistem yang lebih terintegrasi.
— — —
3. AI Mulai Mengubah Proses dan Biaya Produksi Materi Periklanan
Penggunaan generative AI mulai memberikan perubahan dalam proses produksi materi pemasaran.
Jika sebelumnya pembuatan sebuah kampanye membutuhkan keterlibatan copywriter, desainer, editor, tim produksi, hingga fotografer atau videografer, sebagian proses tersebut kini dapat dibantu oleh teknologi AI.
Tigo AI menjadi salah satu perusahaan yang mengembangkan teknologi tersebut melalui AI Creative Engine yang digunakan untuk menghasilkan berbagai materi pemasaran.
Menurut perusahaan, sistem tersebut dapat menghasilkan materi tertentu dalam waktu yang sangat singkat.
Tigo AI mengklaim bahwa pada kondisi tertentu proses generasi materi dapat mencapai sekitar 0,8 detik.
Perusahaan juga menyebut penggunaan AI berpotensi mengurangi sebagian biaya produksi dibandingkan model produksi konvensional, meskipun tingkat efisiensi pada praktiknya dapat berbeda tergantung jenis dan kompleksitas materi.
Satu Informasi Produk Menjadi Beberapa Konten
AI Creative Engine milik Tigo AI menggunakan informasi dasar seperti produk, positioning brand, selling point, dan target audiens sebagai bahan untuk menghasilkan materi.
Dari informasi tersebut, sistem dapat membantu menghasilkan poster, naskah video pendek, hingga copy media sosial.
Materi kemudian dapat disesuaikan dengan kebutuhan berbagai platform digital.
Menurut perusahaan, sistem juga dikembangkan dengan pendekatan lokalisasi agar bahasa dan gaya visual lebih sesuai dengan karakter pasar Indonesia.
Hal tersebut menjadi salah satu tantangan penting bagi generative AI.
Konten yang secara teknis terlihat baik belum tentu sesuai dengan budaya, kebiasaan komunikasi, maupun preferensi masyarakat di suatu pasar.
AI Mempercepat Proses Eksperimen Kreatif
Salah satu perubahan yang ditawarkan generative AI adalah kemampuan menghasilkan lebih banyak variasi materi.
Bagi advertiser, hal ini memungkinkan proses pengujian ide dilakukan lebih cepat.
Bisnis dapat mencoba beberapa versi headline, desain, video, atau konsep komunikasi sebelum menentukan materi yang memberikan respons terbaik.
Dengan demikian, peran AI tidak hanya berkaitan dengan efisiensi produksi, tetapi juga dengan kemampuan bisnis melakukan eksperimen kreatif dalam skala lebih besar.
Namun, hasil dari teknologi tersebut tetap membutuhkan evaluasi manusia untuk memastikan kualitas, akurasi informasi, identitas brand, serta kesesuaian dengan audiens.
— — —
4. AI Content Factory Menjadi Pendekatan Baru dalam Produksi Materi Marketing
Pertumbuhan e-commerce dan media sosial membuat kebutuhan terhadap materi pemasaran terus meningkat.
Satu brand dapat membutuhkan puluhan jenis konten untuk berbagai kebutuhan, mulai dari posting media sosial, promosi produk, video pendek, hingga kampanye penjualan.
Kondisi tersebut mendorong berkembangnya konsep AI Content Factory, yaitu sistem yang memanfaatkan AI untuk membantu menghasilkan materi pemasaran secara lebih terstruktur dan dalam jumlah besar.
Tigo AI mengembangkan konsep tersebut melalui Smart Content Factory yang mencakup tiga kategori utama: AI copy, AI poster, dan AI short video.
Produksi Konten dalam Satu Sistem
Dalam sistem tersebut, pengguna memasukkan informasi produk, target konsumen, serta tema pemasaran.
AI kemudian mengolah informasi tersebut menjadi beberapa jenis materi.
Misalnya, satu informasi produk dapat dikembangkan menjadi caption Instagram, poster promosi, serta video pendek yang digunakan untuk TikTok.
Menurut perusahaan, materi juga dapat disesuaikan dengan konteks bahasa dan karakter pasar Indonesia.
Pendekatan ini dapat membantu bisnis yang sebelumnya harus menggunakan beberapa software maupun tenaga profesional untuk pekerjaan yang berbeda.
UMKM dan Brand Memiliki Kebutuhan Berbeda
Jumlah materi yang dibutuhkan setiap perusahaan tidak selalu sama.
Brand berskala besar mungkin membutuhkan banyak variasi konten untuk melakukan A/B testing dan menjalankan kampanye dalam skala besar.
Sebaliknya, UMKM mungkin hanya membutuhkan beberapa materi setiap minggu untuk menjaga aktivitas media sosial maupun mempromosikan produk tertentu.
Karena itu, pemanfaatan AI dalam content production berpotensi memberikan manfaat yang berbeda bagi setiap skala bisnis.
Bagi perusahaan besar, AI dapat meningkatkan kapasitas produksi.
Sementara bagi bisnis kecil, teknologi tersebut dapat membantu mengurangi hambatan dalam menghasilkan materi pemasaran secara rutin.
Perkembangan AI Content Factory menunjukkan bahwa teknologi generatif mulai bergerak dari sekadar alat pembuat gambar atau teks menjadi bagian dari workflow pemasaran perusahaan.
— — —
5. Platform Marketing Mulai Menawarkan Layanan Berbeda Berdasarkan Skala Bisnis
Tidak semua perusahaan memiliki kebutuhan pemasaran yang sama.
Brand besar biasanya berfokus pada peningkatan awareness, jangkauan pasar, dan pengelolaan kampanye dalam skala besar.
Sementara bisnis yang sedang berkembang lebih sering berorientasi pada peningkatan traffic dan conversion.
UMKM memiliki tantangan lain, terutama keterbatasan anggaran, tenaga kerja, dan kemampuan teknis.
Perbedaan kebutuhan tersebut mendorong perusahaan marketing technology untuk mengembangkan layanan yang lebih fleksibel.
Tigo AI termasuk salah satu platform yang memperkenalkan sistem layanan pemasaran berdasarkan skala bisnis.
Brand Besar
Untuk perusahaan berskala besar, kebutuhan marketing biasanya mencakup produksi konten dalam volume tinggi, distribusi melalui sejumlah kanal, serta analisis data kampanye.
Tigo AI menyediakan kombinasi materi kreatif berbasis AI, jaringan micro-creator, serta data lintas kanal untuk kategori tersebut.
Bisnis yang Sedang Berkembang
Untuk seller maupun perusahaan yang sedang memperbesar skala bisnis, fokus kampanye dapat lebih diarahkan pada traffic dan conversion.
Dalam konteks e-commerce, pendekatan tersebut dapat mencakup produksi konten promosi dan distribusi melalui kreator yang diarahkan ke kanal seperti Shopee atau Lazada.
UMKM
Bagi UMKM, kesederhanaan operasional menjadi salah satu faktor penting.
Pelaku usaha kecil umumnya tidak memiliki tim marketing yang terdiri dari desainer, copywriter, social media specialist, dan video editor.
Karena itu, penggunaan sistem yang mengintegrasikan beberapa pekerjaan dapat mengurangi hambatan awal untuk menjalankan promosi digital.
Menurut Tigo AI, pengguna dapat memilih layanan berdasarkan skala usaha, anggaran, dan tujuan kampanye.
Model bertingkat seperti ini mencerminkan semakin beragamnya kebutuhan pelaku ekonomi digital Indonesia.
— — —
6. AI Membuka Alternatif Promosi Digital bagi UMKM dengan Anggaran Terbatas
Digitalisasi memberikan banyak peluang bagi UMKM Indonesia, tetapi aktivitas pemasaran online masih menjadi tantangan bagi sebagian pelaku usaha.
Membuat konten secara konsisten membutuhkan waktu dan kemampuan tertentu, sedangkan menggunakan jasa profesional dapat meningkatkan biaya operasional.
Perkembangan generative AI mulai menawarkan alternatif baru.
Teknologi tersebut memungkinkan berbagai aktivitas dasar seperti pembuatan copy, desain promosi, dan video pendek dilakukan dengan proses yang lebih sederhana.
Tigo AI menjadi salah satu platform yang menawarkan layanan pemasaran berbasis AI untuk segmen UMKM.
Menurut informasi perusahaan, layanan tertentu dapat digunakan dengan anggaran awal mulai sekitar Rp50 ribu, tergantung jenis kampanye dan kebutuhan pengguna.
Dari Informasi Produk ke Materi Promosi
Dalam sistem yang dikembangkan platform, pemilik usaha memberikan informasi dasar mengenai produk.
AI kemudian dapat membantu menghasilkan beberapa jenis materi seperti copy media sosial, poster, dan video pendek.
Materi tersebut dapat digunakan untuk akun bisnis atau didistribusikan melalui jaringan micro-creator.
Bagi UMKM, pendekatan ini dapat mengurangi kebutuhan memiliki kemampuan desain maupun editing secara mendalam.
Memulai dari Skala Kecil
Salah satu tantangan dalam pemasaran adalah menentukan seberapa besar anggaran yang perlu dikeluarkan.
Bisnis kecil umumnya memiliki toleransi risiko yang lebih rendah dibanding perusahaan besar.
Karena itu, kemampuan memulai kampanye dalam skala kecil dapat memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk melakukan eksperimen sebelum meningkatkan investasi.
Menurut Tigo AI, pengguna dapat memantau indikator seperti exposure dan engagement untuk mengevaluasi respons kampanye.
Data tersebut kemudian dapat digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan strategi berikutnya.
Meskipun AI dapat menurunkan sebagian hambatan produksi, keberhasilan pemasaran tetap dipengaruhi oleh kualitas produk, harga, pelayanan, strategi distribusi, kreativitas komunikasi, serta kesesuaian dengan target konsumen.
— — —
7. Review Pengguna dan Micro-Creator Semakin Berperan dalam Strategi E-Commerce
Ulasan menjadi salah satu elemen yang diperhatikan konsumen sebelum melakukan pembelian secara online.
Selain membaca informasi produk yang disediakan seller, pembeli juga dapat melihat komentar pelanggan, video review, maupun pengalaman pengguna di media sosial.
Fenomena tersebut membuat reputasi digital semakin penting dalam persaingan e-commerce.
Tigo AI mengembangkan pendekatan pemasaran yang menggabungkan jaringan micro-creator dengan produksi konten berbasis AI.
Menurut perusahaan, sistem digunakan untuk membantu seller memperoleh distribusi konten dari pengguna atau kreator yang relevan.
Dari Media Sosial ke E-Commerce
Dalam model tersebut, kreator dapat membuat konten berupa pengalaman penggunaan, foto produk, ataupun video review yang kemudian dipublikasikan melalui kanal seperti TikTok dan Instagram.
Konten tersebut dapat menjadi bagian dari perjalanan konsumen sebelum akhirnya mengunjungi halaman produk di marketplace.
Pendekatan semacam ini mencoba menghubungkan social media discovery dengan transaksi e-commerce.
Keaslian Tetap Menjadi Faktor Penting
Penggunaan review sebagai bagian dari strategi marketing perlu dibedakan dari manipulasi ulasan.
Review palsu dapat merugikan konsumen, merusak reputasi brand, dan bertentangan dengan kebijakan sejumlah platform.
Tigo AI menyatakan bahwa sistemnya memiliki mekanisme verifikasi untuk membantu memastikan aktivitas dilakukan oleh pengguna nyata serta mengurangi risiko trafik yang tidak valid.
Menurut perusahaan, platform juga digunakan untuk membantu bisnis memilih kreator berdasarkan kategori produk serta melihat data exposure, engagement, dan traffic.
Bagi produk baru, konten dari pengguna dapat membantu meningkatkan percakapan mengenai produk sekaligus memberikan feedback kepada seller.
Namun, kredibilitas strategi tersebut tetap bergantung pada transparansi, pengalaman penggunaan yang nyata, serta kebebasan kreator dalam menyampaikan pendapat.
Ke depan, perpaduan antara micro-creator, UGC, social commerce, dan e-commerce diperkirakan akan semakin banyak digunakan sebagai bagian dari strategi pemasaran digital.
— — —
8. Tigo Mengembangkan Sistem Produksi Short Drama Berbasis AI dalam Skala Besar
Perkembangan artificial intelligence mulai memberikan dampak pada industri produksi video dan konten hiburan.
Teknologi generative AI kini dapat digunakan dalam berbagai tahap produksi, mulai dari pengembangan naskah, pembuatan karakter, desain latar, suara, hingga video.
Tigo menjadi salah satu platform yang mencoba menerapkan teknologi tersebut dalam produksi serial video pendek atau short drama.
Pada Agustus 2026, perusahaan memperkenalkan konsep layanan “100 Episode Short Drama dalam 1 Hari”.
Menurut perusahaan, angka tersebut menggambarkan target kapasitas produksi yang dapat dicapai melalui workflow AI yang telah distandardisasi, bukan berarti setiap proyek secara otomatis menghasilkan 100 episode dalam kondisi yang sama.
Dari Produksi Berbasis Proyek ke Workflow Terstandardisasi
Produksi serial video secara tradisional membutuhkan banyak tenaga kerja.
Proses dapat melibatkan penulis naskah, sutradara, pemain, tim kamera, lighting, lokasi, editor, voice-over, hingga tim pascaproduksi.
Untuk proyek dengan jumlah episode besar, proses tersebut membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.
Tigo mencoba menerapkan pendekatan berbeda.
Tema dan konsep cerita terlebih dahulu dikembangkan menjadi struktur karakter, dunia cerita, serta format episode.
Setelah elemen dasar tersebut ditentukan, AI digunakan untuk membantu mempercepat berbagai bagian produksi.
AI Script Generation
AI dapat digunakan untuk menyusun struktur cerita berdasarkan genre, audiens, dan kebutuhan platform.
Proses tersebut mencakup pengembangan karakter, konflik utama, serta alur setiap episode.
AI Character Generation
Teknologi generatif digunakan untuk membuat desain karakter dan mempertahankan konsistensi tampilan di berbagai scene dan episode.
Konsistensi karakter masih menjadi salah satu tantangan utama dalam produksi video berbasis AI.
AI Scene Generation
AI memungkinkan pembuat konten menghasilkan berbagai lingkungan tanpa membangun seluruh set secara fisik.
Latar tersebut dapat berupa sekolah, rumah, kantor, kawasan perkotaan, dunia historis, maupun lingkungan futuristik.
AI Video Generation
Visual statis kemudian dapat dikembangkan menjadi rangkaian shot atau video menggunakan teknologi generative video.
AI Voice-Over dan Dialogue
Teknologi suara sintetis dapat digunakan untuk menghasilkan dialog dalam beberapa bahasa maupun karakter suara yang berbeda.
Kemampuan ini membuka kemungkinan lokalisasi konten untuk berbagai negara.
AI Subtitle dan Post-Production
Sebagian proses subtitle, editing dasar, audio, dan pengolahan visual juga dapat diotomatisasi.
Dengan menggabungkan beberapa tahapan tersebut dalam satu workflow, proses produksi yang sebelumnya tersebar ke banyak fungsi dapat dikelola secara lebih terintegrasi.
Mengapa Mengejar Skala Produksi?
Dalam ekosistem TikTok, Instagram Reels, YouTube Shorts, dan platform video pendek lainnya, konsistensi publikasi menjadi salah satu tantangan utama kreator.
Satu konten viral dapat menghasilkan pertumbuhan tinggi dalam waktu singkat, tetapi mempertahankan perhatian audiens membutuhkan produksi konten secara terus-menerus.
Menurut Tigo, konsep 100 episode bukan hanya tentang jumlah video.
Perusahaan ingin mengembangkan sistem di mana karakter, dunia cerita, dan format produksi dibuat terlebih dahulu sehingga proses berikutnya dapat dilakukan lebih cepat.
Pendekatan tersebut juga memungkinkan kreator menguji beberapa genre dan konsep cerita dalam waktu yang relatif singkat.
Tidak Hanya untuk Industri Film
Tigo menyebut sistem tersebut tidak hanya ditujukan kepada studio film atau perusahaan produksi profesional.
Brand dapat menggunakan serial cerita sebagai bagian dari branded content.
Produk dapat ditempatkan sebagai bagian dari cerita, bukan hanya muncul dalam format iklan konvensional.
Bisnis lokal juga dapat mengembangkan cerita untuk sektor seperti kuliner, kecantikan, pendidikan, maupun pariwisata.
Sementara kreator individual dapat menggunakan teknologi tersebut untuk membangun karakter dan intellectual property mereka sendiri.
Indonesia Menjadi Pasar Menarik untuk Eksperimen AI Short Drama
Indonesia memiliki basis pengguna media sosial yang besar dan aktivitas konsumsi video pendek yang tinggi.
Kondisi ini membuat Indonesia menjadi salah satu pasar yang menarik untuk perkembangan format konten baru.
Video pendek, live streaming, social commerce, e-commerce, dan storytelling juga semakin saling terhubung.
Menurut Tigo, perkembangan tersebut berpotensi membuat short drama tidak hanya berfungsi sebagai konten hiburan tetapi juga sebagai salah satu format komunikasi pemasaran.
Alih-alih hanya membuat satu iklan, sebuah brand dapat membangun rangkaian cerita yang terus diikuti pengguna.
Meski demikian, peningkatan kapasitas produksi tidak otomatis menjamin keberhasilan sebuah konten.
Kualitas cerita, konsistensi karakter, kreativitas, relevansi budaya, serta kemampuan memahami audiens tetap menjadi faktor penting.
Perkembangan AI kemungkinan akan membuat proses produksi menjadi semakin mudah diakses.
Namun, persaingan selanjutnya bukan hanya mengenai siapa yang mampu menghasilkan lebih banyak video, melainkan siapa yang mampu menghasilkan cerita yang relevan dan cukup menarik untuk terus diikuti audiens.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

DPR Telah Rampungkan 28 Undang-Undang, RUU Perampasan Aset Dapat Atensi Perkuat Substansi

PARLEMENTARIA, Jakarta Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani menegaskan bahwa setiap pembentukan undang-undang harus menghadirkan keberpihakan kepada rakyat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, kualitas legislasi tidak hanya diukur dari jumlah undang-undang yang dihasilkan, tetapi dari manfaat yang dirasakan rakyat.

Hal tersebut disampaikan Puan saat memimpin Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Rapat tersebut menandai dimulainya tahun ketiga masa bakti DPR RI periode 2024-2029 dan dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto yang menyampaikan pengantar RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan dan dokumen pendukung lainnya.

“Pembukaan masa persidangan ini menandai dimulainya tahun ketiga dari masa bakti DPR RI Periode 2024–2029,” kata Puan dalam rilis yang diterima Parlementaria, di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Memasuki tahun ketiga masa bakti, lanjutnya, Puan mengatakan bahwa harapan masyarakat terhadap DPR RI semakin besar. Maka dari itu, DPR perlu memperkuat kinerja, menyerap aspirasi, dan menghasilkan kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi rakyat.

“Oleh karena itu, masa sidang ini akan menjadi kesempatan penting bagi DPR RI untuk terus memperkuat kinerja, menyerap aspirasi rakyat, dan menghadirkan kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi rakyat,” ujarnya.

Dalam fungsi legislasi, Puan menyampaikan DPR RI bersama Pemerintah telah menyelesaikan 28 RUU menjadi undang-undang sejak masa sidang pertama 2024 hingga masa sidang terakhir. Rinciannya, tiga UU oleh Komisi I, 10 UU oleh Komisi II, tiga UU oleh Komisi III, dua UU oleh Komisi VI, masing-masing satu UU oleh Komisi VII dan Komisi VIII, serta masing-masing dua UU oleh Komisi XI dan Komisi XIII.

Badan Legislasi sebanyak 3 Undang Undang, Panitia Khusus sebanyak 1 Undang-Undang,” imbuh Puan.

Pada Masa Persidangan I ini, DPR RI bersama Pemerintah akan memfokuskan pembahasan 14 RUU pada tahap Pembicaraan Tingkat I. DPR juga akan melanjutkan penyusunan 43 RUU, termasuk RUU tentang Perampasan Aset yang masih dalam tahap penjaringan aspirasi publik.

RUU tentang Perampasan Aset, masih dalam tahap untuk menerima masukan dari masyarakat yang bermakna atau meaningful participation, sehingga dapat memperkuat substansi Undang-Undang tersebut dan memiliki legitimasi yang kuat,” jelasnya.

Puan menekankan pembentukan undang-undang harus tetap melalui proses yang terbuka dan melibatkan masyarakat. Menurutnya, dinamika politik dalam pembentukan UU merupakan hal yang wajar, baik antarfraksi, antara DPR dan Pemerintah, maupun dalam mengakomodasi aspirasi masyarakat.

“Titik temu yang menegaskan Kehadiran Negara, keberpihakan kepada rakyat, dan kemanfaatan dari Undang-Undang tersebut,” tukasnya.

Ia menegaskan, DPR RI dan Pemerintah berkomitmen membentuk UU sesuai amanat konstitusi, membuka partisipasi masyarakat yang bermakna, serta memperhatikan kebutuhan hukum nasional dan legitimasi sosial, politik, serta ekonomi.

“Serta tidak terdapat tumpang tindih antar Undang-Undang dan/atau kewenangan aparatur negara,” lanjut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Dari fungsi pengawasan, Puan mengatakan DPR RI akan terus memastikan kinerja Pemerintah memberikan dampak positif bagi kehidupan rakyat. Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian antara lain penyelesaian kasus hukum, relaksasi kebijakan belanja pegawai di daerah, perluasan kesempatan kerja, perlindungan pekerja migran dan pekerja transportasi daring, serta antisipasi kebakaran hutan dan lahan.

“Antara lain penyelesaian berbagai kasus hukum, relaksasi kebijakan belanja pegawai di daerah, perluasan kesempatan kerja serta pelindungan terhadap pekerja migran dan transportasi online, antisipasi kebakaran hutan dan lahan serta dampak kemarau panjang terhadap ketersediaan air dan keberlangsungan sektor pertanian,” papar Puan.

“Kemudian, evaluasi tata kelola anggaran dan penyelenggaraan pendidikan nasional, dan penciptaan iklim investasi yang lebih kondusif untuk mendorong pertumbuhan sektor riil, PHK, serta akses Pelayanan BPJS Kesehatan,” sambungnya.

Sementara itu, dalam fungsi diplomasi parlemen, Puan mengatakan DPR RI terus berupaya memperkuat politik luar negeri Indonesia. Salah satunya melalui penyelenggaraan Sidang ke-17 AIPA Caucus secara hybrid pada 22 Juli 2026.

“Pada tanggal 22 Juli 2026, DPR RI telah sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan Sidang ke-17 AIPA Caucus secara hybrid, bertepatan dengan peringatan 50 tahun Traktat Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara,” jelas Puan.

DPR RI dalam setiap kesempatan di forum internasional selalu ikut mendorong terciptanya perdamaian yang inklusif dan kolaborasi parlemen antarnegara untuk ikut menyuarakan tata geopolitik dan geo-ekonomi yang lebih baik bagi semua,” tambah mantan Menko PMK tersebut.

Dalam rapat paripurna tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan pengantar RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan dan dokumen pendukung lainnya. Dokumen tersebut selanjutnya menjadi dasar pembahasan RAPBN 2027 antara DPR RI dan Pemerintah.

Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 merupakan bagian dari rangkaian Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RIDPD RI. Puan kemudian secara resmi membuka masa persidangan di hadapan Presiden Prabowo.

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, atas nama Pimpinan DPR RI, dengan ini saya mengumumkan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 dimulai sejak hari Jumat, 14 Agustus 2026 sampai dengan Senin, 9 November 2026,” ucap Puan.

Adapun Puan juga menyampaikan selamat bekerja dan mengingatkan pentingnya memperjuangkan kesejahteraan rakyat kepada seluruh anggota DPR RI.

“Marilah kita, DPR RI, pada masa persidangan I ini, dapat menghasilkan Kebijakan-kebijakan Negara yang dapat melindungi rakyat, menyejahterakan rakyat, mencerdaskan rakyat, dan ikut serta dalam membangun tatanan dunia yang lebih baik,” pungkasnya. (hal/rdn)

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES