Cerita Mahasiswa Baru di UPH Festival 2026: Bertumbuh, Menemukan Arah, Melayani, dan Berdampak

UPH Festival 2026 yang digelar pada 13–15 Agustus 2026 di Kampus Utama UPH Lippo Village, Tangerang, dan 10–12 Agustus 2026 di UPH Kampus Medan menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. Beragam sesi dan aktivitas menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi setiap mahasiswa, mulai dari bertemu teman baru, keluar dari zona nyaman, hingga mengenal potensi diri. Lima mahasiswa baru pun berbagi cerita tentang momen berkesan serta harapan mereka dalam memulai kehidupan di UPH.

UPH Festival 2026 yang digelar pada 13–15 Agustus 2026 di Kampus
Utama UPH Lippo Village, Tangerang, dan 10–12 Agustus 2026 di UPH Kampus Medan
menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 dari berbagai
daerah di Indonesia dan mancanegara. Selama rangkaian festival, mahasiswa tidak
hanya diperkenalkan dengan lingkungan kampus dan komunitas Universitas Pelita
Harapan (UPH), tetapi juga diajak memperluas wawasan, membangun relasi, dan
memaknai perjalanan baru sebagai mahasiswa.

Beragam sesi dan
aktivitas menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi setiap mahasiswa, mulai
dari bertemu teman baru, keluar dari zona nyaman, hingga mengenal potensi diri.
Lima mahasiswa baru pun berbagi cerita tentang momen berkesan serta harapan
mereka dalam memulai kehidupan di UPH.

Membangun Koneksi dan Menemukan Rumah
Baru

Bagi Su Latt Hnin,
atau yang akrab disapa Jenny, mahasiswi baru asal Myanmar dari Fakultas
Ilmu Pendidikan (FIP)/International Teachers College (ITC), UPH Festival
membuka pandangan baru tentang kehidupan universitas. Melalui sesi What Is a
University For?
, ia melihat bahwa masa kuliah bukan hanya tentang belajar
dan mengejar nilai, tetapi juga kesempatan untuk membangun relasi dan mengenal
berbagai budaya.

“Saya belajar bahwa universitas bukan
hanya tentang akademik, belajar, atau mendapatkan nilai. Universitas juga
merupakan tempat untuk membangun koneksi, belajar membangun kebersamaan,
mengenal berbagai budaya, berelasi dengan orang lain, dan tentunya juga
bersenang-senang,” katanya.

Sebagai mahasiswa
internasional yang baru pertama kali bepergian ke luar negeri, Jenny sempat
khawatir akan kesulitan beradaptasi. Namun, sambutan hangat komunitas UPH
membuat kekhawatiran tersebut perlahan teratasi.

“Sejak pertama kali datang ke sini, saya
merasa seperti menemukan rumah di negara ini. Saya merasa sangat diterima
karena semua orang sangat ramah dan menyambut saya dengan tangan terbuka,”
ungkapnya.

Pengalaman tersebut
menjadi langkah awal bagi Jenny untuk lebih percaya diri menjalani kehidupan
barunya. Ke depan, ia ingin menjadi pribadi yang dapat diandalkan sekaligus
berani keluar dari zona nyaman untuk terus berkembang.

Bertumbuh Bersama Mentor

Pengalaman membangun koneksi juga
dirasakan Jocelyn Marcia Bella, mahasiswi baru Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik (FISIP). Baginya, kedekatan dengan teman dan mentor melalui
berbagai aktivitas selama UPH Festival menjadi salah satu pengalaman yang
paling berkesan.

“Lewat fellowship dan bonding
bersama mentor, kita jadi lebih dekat dengan teman-teman, bahkan dengan
kakak-kakak mentor. Dari situ, saya juga mendapat gambaran tentang bagaimana
nantinya di dunia perkuliahan,” ujar Jocelyn.

Interaksi tersebut tidak hanya
membantunya mengenal lingkungan kampus, tetapi juga memberikan gambaran
mengenai kehidupan yang akan ia jalani selama kuliah. Jocelyn pun ingin
memanfaatkan masa kuliah untuk aktif mengembangkan diri sekaligus memberikan
manfaat bagi orang lain.

“Saya mau jadi mahasiswa yang aktif, yang
bisa melayani sesama. Saya memang suka berorganisasi dan saya berharap bisa
melayani sesama lewat potensi yang sudah Tuhan titipkan kepada saya,” tuturnya

Kehangatan di Tengah Keberagaman

Sementara itu, Ali Amori,
mahasiswa asal Iran dari Fakultas Hotel and Business Management, menemukan
pengalaman berkesan ketika berani tampil di hadapan mahasiswa baru lainnya.

“Saat MC
meminta dua orang untuk maju ke depan, saya memberanikan diri untuk maju. Saya
merasa bisa menghibur dan membuat suasana menjadi lebih seru bagi semua orang
yang hadir,” ujarnya.

Bagi Ali, kesempatan
tersebut menjadi bagian dari proses beradaptasi, berani keluar dari zona
nyaman, sekaligus membangun relasi di lingkungan baru. Sebagai mahasiswa
internasional, ia juga merasakan keramahan komunitas UPH yang mempertemukannya
dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang.

Pengalaman tersebut
semakin memperkuat pemahamannya mengenai Imago Dei, tema UPH Festival
2026, yang menegaskan bahwa setiap manusia diciptakan menurut gambar dan rupa
Allah. Baginya, nilai tersebut dapat diwujudkan melalui sikap saling menerima,
menghargai, dan memperlakukan orang lain dengan baik.

“Saya ingin menjadi
mahasiswa yang mudah didekati dan diajak berbicara oleh siapa pun. Bagi saya,
menjadi baik kepada orang lain adalah salah satu tujuan utama dalam hidup,”
ucapnya.

Menemukan Ruang untuk Berdampak

Sementara itu, El Sean Matthew Kodrata,
mahasiswa baru Fakultas Artificial Intelligence and Data Science (FAIDAS) UPH, menemukan kesan tersendiri dari berbagai
aktivitas selama festival, salah satunya Founder’s 5K Run.

“UPH Festival begitu
berkesan karena saya bisa bertemu dengan teman-teman baru di lingkungan yang
baru juga. Termasuk saat Founder’s 5K Run, menurut saya seru karena bisa
berkenalan dengan lebih banyak teman sambil berolahraga,” ujar Sean.

Pengalaman tersebut
membuat Sean melihat kehidupan perkuliahan sebagai kesempatan untuk terus
mengembangkan diri, tidak hanya melalui kegiatan akademik, tetapi juga berbagai
aktivitas di luar kelas. Ia pun ingin aktif mengikuti kegiatan kampus dan
menggunakan potensinya untuk berkontribusi bagi orang lain.

Memaknai Perjalanan melalui Relasi dan
Iman

Sama seperti Sean, Yosef Tukan Daen
Korebima
atau Junior, mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Gigi (FKG),
juga menjadikan Founder’s 5K Run sebagai salah satu momen paling
berkesan.

“Kita lari bareng
satu angkatan, terus ada acara joget bersama, itu seru banget. Namun, di
balik keseruan itu, UPH Festival mengingatkan saya bahwa sebagai mahasiswa,
tujuan saya bukan hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun
hubungan baik dengan dosen, kakak tingkat, teman-teman, dan yang terpenting
dengan Tuhan,” ungkap Junior.

Pemahaman tersebut
turut membentuk harapannya dalam menjalani kehidupan kampus. Junior ingin
menjadi mahasiswa yang aktif, suportif, dan dapat diandalkan, baik di dalam
maupun di luar ruang kelas.

“Saya ingin menjadi
mahasiswa yang punya dampak positif, bisa suportif bagi teman-teman, dan
menjadi mahasiswa yang bisa diandalkan. Bukan hanya datang kuliah dan pulang,
melainkan mahasiswa yang aktif di bidang yang bisa saya tekuni,” katanya.

Memulai Langkah,
Menemukan Arah

Cerita Jenny,
Jocelyn, Ali, Sean, dan Junior menunjukkan bahwa UPH Festival 2026 menjadi
lebih dari sekadar acara penyambutan mahasiswa baru. Melalui berbagai
perjumpaan dan pengalaman, mereka mulai mengenal lingkungan baru, mengembangkan
diri, dan memaknai langkah awal sebagai mahasiswa UPH. Hal ini sejalan dengan tema
UPH Festival 2026, ‘Imago Dei: Created by God, Restored in Christ, Called to
Transform’
, yang mengajak mahasiswa memahami identitasnya
sebagai manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah serta memiliki
panggilan untuk menjalani hidup dengan tujuan.

Bagi UPH, masa
perkuliahan menjadi proses untuk membangun kompetensi sekaligus membentuk
karakter, mengembangkan talenta, membangun relasi, dan menemukan panggilan
hidup. Melalui pendidikan holistis dan berbagai pengalaman pengembangan diri,
UPH mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan berkualitas unggul yang takut akan Tuhan dan berdampak bagi
masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dari Stasiun hingga Dalam Kereta, Pengawasan LRT Jabodebek Berjalan 24 Jam

LRT Jabodebek dalam operasionalnya terpantau dalam pengawasan baik di dalam kereta maupun di stasiun selama 24 jam. Pantauan ini meliputi 1.129 CCTV secara real-time dari Operation Control Centre (OCC), dan 494 petugas keamanan bersiaga secara bergantian di berbagai titik operasional.

Dari 1.129 CCTV, tersebar di kereta maupun di area stasiun, dengan rincian : 434 CCTV yang terpasang di rangkaian kereta dan 695 CCTV yang tersebar di 18 stasiun. Kamera ditempatkan di sejumlah area yang menjadi bagian dari aktivitas pengguna, mulai dari pintu masuk, loket, area parkir, peron, jalur evakuasi, hingga titik tertentu yang membutuhkan pengawasan.

Di dalam kereta, CCTV membantu petugas memantau situasi selama perjalanan, sementara di stasiun pengawasan dilakukan untuk membantu mengetahui kondisi di area pelayanan dan fasilitas operasional.

Pengawasan juga diperkuat dengan 494 petugas keamanan yang bertugas secara bergantian selama 24 jam. Sebanyak 80 petugas pengawalan perjalanan kereta bertugas menjaga keamanan dan ketertiban selama perjalanan, dan 414 petugas lainnya ditempatkan di stasiun, fasilitas operasional, dan area pelayanan pengguna.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan kombinasi teknologi dan kehadiran petugas dibutuhkan karena tidak semua kondisi dapat diselesaikan hanya melalui pemantauan kamera.

“LRT Jabodebek berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dengan menempatkan CCTV yang membantu melihat kondisi di berbagai titik, namun saat ada situasi yang membutuhkan penanganan langsung, petugas di lapangan tetap menjadi bagian penting. Karena itu, pengawasan dilakukan secara berlapis, dengan petugas yang bertugas secara bergantian selama 24 jam,” ucap Radhitya.

Sistem pengamanan tersebut juga digunakan untuk mengantisipasi gangguan terhadap fasilitas dan operasional, termasuk upaya pencurian kabel grounding di area operasional LRT Jabodebek. Kejadian tersebut ditindaklanjuti oleh petugas sesuai prosedur pengamanan yang berlaku. Selain itu, bukti rekaman CCTV dapat digunakan sebagai informasi pendukung untuk membantu proses penelusuran dan investigasi oleh aparat penegak hukum.

“Ketika pengguna melihat sesuatu yang mencurigakan, segera sampaikan kepada petugas terdekat. Informasi tersebut membantu petugas mengetahui apa yang terjadi di lapangan dan menentukan penanganan yang diperlukan,” tambahnya.

Pengguna juga dapat membantu menjaga keamanan dengan memperhatikan barang bawaan, kondisi di sekitar, dan melaporkan kepada petugas apabila menemukan sesuatu yang mencurigakan.

Melalui kombinasi pengawasan CCTV, kehadiran petugas selama 24 jam, dan koordinasi dengan pihak terkait, LRT Jabodebek terus menjaga kondisi di stasiun, rangkaian kereta, dan area operasional agar perjalanan pengguna berlangsung aman dan tertib.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

VRICREW Berkolaborasi dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Gelar Program Persiapan Karier Mahasiswa

Jakarta, 3 September 2026 — Platform pencarian kerja VRICREW, sukses menggelar 

kegiatan kolaborasi strategis bersama Pusat Karir UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berupa acara Job Fair dan Talk Show di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Acara ini menandai penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan sektor industri. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Prof. Ali Munhanif, M.A., Ph.D. selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan (Warek III) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Din Wahid, M.A., Ph.D. selaku Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kelembagaan (Warek IV) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, serta Bapak Muhammad Kholis Hamdy, S.Sos.I., M.IntDev. selaku Board Executive Pusat Karir UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, bersama jajaran pimpinan universitas, perwakilan mitra industri, dan ratusan mahasiswa.

Didirikan sejak tahun 2022, VRICREW, yang merupakan sebuah platform pencarian kerja modern, menegaskan perannya sebagai mitra tumbuh bagi talenta muda Indonesia.

“Bagi teman-teman mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, acara hari ini hanyalah sebuah langkah awal. Di VRICREW, masih banyak peluang dan posisi pekerjaan yang siap untuk dieksplorasi. Kami berkomitmen untuk terus membuka akses karier seluas-luasnya bagi mahasiswa dan lulusan muda,” ujar Ferry Bayu dari VRICREW.

Perusahaan Mitra yang Hadir

kegiatan ini diisi dengan rangkaian career workshop, pemaparan materi, serta networking session interaktif bersama perusahaan-perusahaan mitra yang turut hadir, antara lain:

– PT Labamu Sejahtera Indonesia

– IVOSIGHTS

– PT Pelatihan Profit Internasional

– PESTIGO

– Educourse.id

– Sanggabiz

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tingkatkan Minat Baca, KAI Logistik Salurkan 1.700 Buku melalui Program “Gerbong Literasi”

KAI Logistik kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Bertepatan dengan momentum Hari Literasi Nasional yang diperingati setiap 8 September, KAI Logistik menghadirkan program “Gerbong Literasi” dengan menyalurkan sebanyak 1.700 buku bacaan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Manager of Public Relations KAI Logistik, Adjeng Putri
Adhatu, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan salah satu langkah nyata
perusahaan dalam mendukung peningkatan minat baca masyarakat, khususnya
anak-anak. Upaya ini menjadi semakin penting mengingat hasil survei yang dilakukan oleh Badan Pusat
Statistik (BPS) pada 2020 menunjukkan hanya sekitar 10% penduduk Indonesia yang
rajin membaca buku. Angka ini menunjukkan tingkat minat literasi yang rendah di
masyarakat. Kondisi
tersebut menjadi dorongan bagi berbagai pihak, termasuk dunia usaha, untuk
turut mengambil peran dalam menumbuhkan budaya literasi di masyarakat.

“Melalui ‘Gerbong Literasi’ ini, kami ingin mengambil
bagian dalam menumbuhkan minat baca masyarakat melalui langkah sederhana yang
dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan. Buku-buku yang kami salurkan
mayoritas merupakan buku bacaan anak, sehingga diharapkan dapat menjadi sarana
pengenalan sekaligus menumbuhkan ketertarikan membaca sejak dini,” ujar Adjeng.

Sebanyak 1.700 buku tersebut disalurkan ke delapan titik
yang berada di wilayah Jabodetabek, Palembang, dan Surabaya. Penyaluran
dilakukan dengan menyasar masyarakat di sekitar area operasional bisnis KAI
Logistik, sehingga manfaat program diharapkan dapat dirasakan secara langsung
oleh lingkungan sekitar perusahaan.

KAI Logistik berharap kehadiran buku-buku tersebut
dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan ruang belajar dan membaca yang
lebih dekat dengan masyarakat. Khususnya bagi anak-anak, keberadaan bahan
bacaan yang sesuai dengan usia diharapkan dapat membuka kesempatan untuk
mengenal beragam pengetahuan, mengembangkan imajinasi, sekaligus membangun
kebiasaan membaca sejak dini.

Pelaksanaan program “Gerbong Literasi” juga merupakan
bagian dari kontribusi KAI Logistik terhadap pencapaian Sustainable
Development Goals
(SDGs), khususnya tujuan ke-4, yaitu Pendidikan
Berkualitas. Melalui kegiatan ini, perusahaan berupaya mendukung terciptanya
akses terhadap sumber belajar sekaligus mendorong lingkungan yang dapat
mendukung proses pendidikan dan pengembangan kapasitas masyarakat.

Sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap
keberlanjutan, kegiatan TJSL menjadi salah satu agenda yang terus dilakukan KAI
Logistik secara konsisten untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan
lingkungan sekitar. Melalui semangat “Ispossible!”, KAI Logistik percaya
bahwa kontribusi positif dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang
dilakukan bersama dan secara berkelanjutan, termasuk menghadirkan akses bacaan
yang lebih dekat bagi generasi penerus.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mulai Masuk Radar Pecinta Fragrance Tanah Air, SEMU Resmi Memperkenalkan Empat Parfum Pertamanya

Siluet botolnya lebih dulu menarik perhatian, tetapi yang membuat percakapan tentang SEMU terus berlanjut justru adalah empat aroma dengan karakter yang benar-benar
berbeda satu sama lain.

JAKARTA, Indonesia • September 2026

JAKARTA, Indonesia
September 2026

Sebelum koleksi lengkapnya tersedia untuk publik, nama SEMU sudah lebih dulu mulai muncul di media sosial.

Sejumlah KOL, fragrance enthusiast, dan content creator yang menerima parfum SEMU lebih awal mulai membagikan first impression mereka. Bentuk botol geometrisnya memang menjadi salah satu hal yang paling cepat menarik perhatian, tetapi setelah keempat aromanya mulai dicoba, percakapan tentang SEMU tidak berhenti di desain.

Justru dari sana mulai muncul perbedaan pendapat yang menarik: ada yang langsung memilih If A Tree Falls, ada yang lebih tertarik pada karakter At My Mercy, sementara Personal Space dan Space Between Words menemukan penggemarnya sendiri.

Empat fragrance dalam koleksi pertama SEMU memang sengaja dibuat dengan karakter yang cukup berjauhan satu sama lain.

Bukan empat variasi dari satu aroma yang sama, melainkan empat mood yang berdiri sendiri.

Dan mungkin di situlah koleksi debut SEMU mulai terasa menarik.

Empat Aroma, Empat Karakter yang Berbeda

Pada September 2026, SEMU resmi memperkenalkan koleksi debutnya yang terdiri dari empat Extrait de Parfum: If A Tree Falls, At My Mercy, Personal Space, dan Space Between Words.

Masing-masing tidak hanya dibedakan melalui notes, tetapi juga melalui suasana dan cerita yang ingin dibawanya.

If A Tree Falls

Dry, smoky, woody, dan meditative.

If A Tree Falls berada di sisi yang paling tenang dalam koleksi SEMU.

Ada sesuatu yang kering, woody, dan sedikit smoky di dalamnya, tetapi bukan dalam cara yang terasa berat. Aromanya berkembang perlahan dan membawa kesan introspektif, seperti sebuah ruang yang sunyi setelah banyak hal terjadi di dalamnya.

Fragrance ini berbicara tentang kesunyian, dan pertanyaan sederhana: jika sesuatu terjadi tanpa ada seorang pun yang menyaksikannya, apakah momen tersebut menjadi kurang nyata?

At My Mercy

Dark, fruity, floral, sweet, dan sensual.

Kalau If A Tree Falls terasa menahan diri, At My Mercy justru bergerak ke arah sebaliknya.

Ada sisi fruity yang segera terasa, diikuti floral dan sweetness yang membuat aromanya lebih expressive.

Namun di balik itu terdapat nuansa yang lebih gelap dan sensual.

Karakter tersebut membuat At My Mercy terasa seperti fragrance yang sadar akan keberadaannya sendiri.

Sebuah cerita mengenai attraction, desire, serta permainan tipis antara siapa yang memegang kendali dan siapa yang memilih untuk menyerah.

Personal Space

Airy, salty, musky, dan mineral.

Personal Space mengambil arah yang lebih ringan.

Alih-alih mengejar sensasi clean yang sangat familiar, SEMU membangun aroma ini dengan karakter airy, salty, musky, dan mineral.

Hasilnya terasa seperti sesuatu yang dekat dengan kulit, sebuah fragrance mengenai jarak yang tidak terlihat tetapi bisa dirasakan.

Sesuai namanya, Personal Space berbicara tentang ruang pribadi: tempat kecil yang kita sisakan untuk bernapas, merasa nyaman, dan kembali ke diri sendiri.

Space Between Words

Green, bitter, bright, dengan karakter matcha.

Di antara keempat koleksi, Space Between Words membawa salah satu profil yang paling mudah dibedakan.

Karakter green dan bitter menjadi bagian penting dari aromanya, dengan matcha sebagai salah satu elemen yang membentuk identitas fragrance ini.

Tetapi inspirasinya bukan hanya tentang matcha.

Space Between Words berangkat dari jeda dalam sebuah percakapan, momen pendek ketika tidak ada kata yang diucapkan, tetapi justru banyak hal terasa.

Sesuatu yang tidak pernah benar-benar dikatakan.

Namun tetap dimengerti.

Yang menarik dari respons awal terhadap koleksi ini adalah tidak muncul satu jawaban yang sama mengenai mana fragrance yang paling disukai.

Dan bagi SEMU, hal tersebut justru terasa sesuai dengan cara mereka melihat parfum.

Aroma yang sama dapat terasa berbeda pada setiap orang. Satu fragrance bisa mengingatkan seseorang pada sebuah tempat, sementara bagi orang lain justru memunculkan memori yang sama sekali berbeda.

Pada titik tertentu, cerita yang dibuat brand berhenti menjadi milik brand.

Ia berubah menjadi pengalaman orang yang memakainya.

Botol yang Membuat Orang Berhenti Melihat

Di tengah percakapan mengenai scent tersebut, ada satu elemen yang tetap sulit dilewatkan: botol SEMU.

Dengan siluet geometris menyerupai segitiga, bentuknya cukup berbeda dari botol parfum yang umumnya berupa kotak, persegi panjang, atau silinder.

Sejak mulai muncul dalam konten unboxing dan first impression para KOL, bentuk ini menjadi salah satu elemen visual SEMU yang paling mudah dikenali.

Namun bagi SEMU, segitiga tersebut bukan sekadar keputusan agar botol terlihat berbeda.

Bentuk itu berangkat dari struktur yang sudah lama dikenal dalam dunia perfumery: top notes, heart notes,dan base notes.

Top notes menjadi perkenalan.

Heart notes menjadi bagian ketika karakter fragrance mulai terasa paling utuh.

Dan base notes menjadi sesuatu yang tertinggal setelah bagian lainnya perlahan memudar.

Tiga fase tersebut kemudian menjadi cara SEMU menggambarkan perjalanan sebuah aroma:

Datang. Hadir. Tertinggal.

Gagasan yang sama diterjemahkan ke dalam botol, logo, hingga packaging mereka.

Bahkan untuk discovery set, SEMU memilih untuk tidak menggunakan vial sample konvensional. Keempat fragrance hadir dalam versi mini yang mereplikasi bentuk botol 50 ml.

Jadi desainnya memang menjadi pintu masuk.

Tetapi pengalaman SEMU tetap baru benar-benar dimulai ketika aromanya menyentuh kulit.

Dari Aroma Menjadi Unseen Traces

Di balik keempat fragrance tersebut terdapat satu gagasan yang menyatukan dunia SEMU: Unseen Traces.

Sederhananya, SEMU melihat aroma sebagai sesuatu yang tidak terlihat tetapi mampu meninggalkan bukti bahwa sebuah momen pernah terjadi.

Seseorang dapat meninggalkan sebuah ruangan, tetapi parfumnya masih tertahan beberapa saat di udara.

Aroma itu akhirnya menghilang.

Namun terkadang ingatan yang diasosiasikan dengannya tidak ikut pergi.

Itulah alasan mengapa koleksi SEMU tidak hanya dibangun berdasarkan pertanyaan tentang “aroma apa yang enak”.

Masing-masing fragrance mencoba menangkap sebuah keadaan:

kesunyian dalam If A Tree Falls,

tension dalam At My Mercy,

ruang pribadi dalam Personal Space,

dan jeda dalam Space Between Words.

Empat cerita. Empat aroma. Empat cara berbeda untuk meninggalkan jejak.

Ketika Desain Menarik Perhatian, Lalu Aroma Mengambil Alih Percakapan

Respons awal dari KOL dan influencer memberi SEMU pengalaman yang sedikit tidak terduga.

Banyak orang pertama kali memperhatikan botolnya.

Namun setelah fragrance mulai dicoba, percakapannya berkembang menjadi lebih personal: siapa menyukai yang mana, bagaimana aromanya berkembang di kulit, dan fragrance mana yang paling terasa dekat dengan karakter masing-masing.

Bagi SEMU, mungkin memang di situlah sebuah parfum menemukan hidupnya.

Botol dapat dirancang sampai ke detail terkecil.

Cerita dapat ditulis.

Notes dapat disusun.

Tetapi begitu fragrance dipakai seseorang, interpretasinya tidak lagi sepenuhnya berada di tangan brand.

“Awalnya kami cukup terkejut karena banyak yang langsung memperhatikan bentuk botolnya. Tapi yang paling menyenangkan justru setelah mereka mulai mencoba aromanya. Ternyata favorit setiap orang berbeda-beda dan masing-masing punya alasan sendiri. Ada yang langsung connect dengan satu fragrance, ada juga yang berubah favorit setelah beberapa kali pakai. Buat kami itu jauh lebih menarik, karena berarti orang tidak hanya melihat SEMU sebagai sebuah objek, tapi benar-benar punya hubungan dengan scent-nya.”— Fitra ,SEMU

Find Your Own Scent

Dengan empat karakter yang cukup berbeda, menentukan fragrance mana yang paling cocok tidak selalu mudah hanya dengan membaca daftar notes.

Karena itu SEMU menghadirkan Find Your Own Scent, sebuah kuis singkat melalui website yang membantu pengguna menemukan fragrance berdasarkan preferensi dan karakter yang terasa lebih dekat dengan mereka.

Alih-alih hanya bertanya apakah seseorang menyukai woody, floral, atau musky, scent finder ini dirancang sebagai pintu awal untuk mengenal keempat dunia yang ditawarkan SEMU.

Koleksi debut SEMU tersedia dalam konsentrasi Extrait de Parfum ukuran 50 ml, mulai 4 September 2026 (early access untuk website subscriber), dengan harga Rp329.000 melalui www.semufragrance.com.

Untuk melihat visual lengkap koleksi, first impressions, behind-the-scenes, dan perkembangan terbaru dari SEMU, kunjungi Instagram @se____mu.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Perkuat Layanan TIC di Indonesia Timur, SUCOFINDO Makassar Kembangkan Layanan Laboratorium Mikrobiologi dan Kalibrasi

Makassar, (2/9) — PT SUCOFINDO (PERSERO) Cabang Makassar meresmikan Newlook Laboratorium Kalibrasi dan Mikrobiologi di Graha SUCOFINDO Makassar. Peresmian ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat kualitas layanan laboratorium sekaligus menghadirkan lingkungan kerja yang lebih modern, representatif, dan mendukung kebutuhan pelanggan.

“Newlook Laboratorium ini tidak hanya mengubah laboratorium dari sisi tampilan, tetapi juga kemampuan atau kapabilitas. Ini merupakan bagian dari upaya SUCOFINDO untuk terus meningkatkan kualitas, memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, serta menciptakan lingkungan kerja yang mendukung produktivitas pegawai SUCOFINDO,” ujar Dani Pramantyo selaku Direktur Operasi PT SUCOFINDO (PERSERO) yang turut hadir dalam peresmian Newlook Laboratorium Kalibrasi dan Mikrobiologi.

Lebih lanjut, Dani Pramantyo menyampaikan bahwa pembaruan fasilitas laboratorium ini memungkinkan proses pengujian dilakukan dengan lebih efisien sehingga mempercepat turnaround time (TAT) atau waktu penyelesaian pengujian bagi pelanggan. Dengan tersedianya kemampuan tersebut di Makassar, sampel tidak lagi harus dikirim ke Laboratorium PT SUCOFINDO (PERSERO) pusat di Cibitung. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memberikan kemudahan, mempercepat proses layanan, serta meningkatkan efisiensi bagi pelanggan.

Sementara itu, Eko Priyono, menyampaikan harapannya agar kehadiran Newlook Laboratorium Kalibrasi dan Mikrobiologi dapat mengakomodasi kebutuhan pelanggan yang terus meningkat, khususnya pada sektor pertambangan, energi, dan perkebunan yang menjadi sektor unggulan di Sulawesi dan Indonesia Timur.

“Dengan peningkatan kapasitas ini, kami optimis dapat memberikan layanan yang lebih cepat, andal, dan responsif bagi pelanggan eksisting maupun mendukung pertumbuhan kebutuhan industri di sektor-sektor strategis tersebut,” tuturnya.

Lebih lanjut, Eko Priyono menegaskan bahwa pembaruan laboratorium merupakan bagian dari komitmen PT SUCOFINDO (PERSERO) Cabang Makassar untuk terus beradaptasi terhadap perkembangan kebutuhan industri dan meningkatkan daya saing layanan di wilayah Indonesia Timur.

“Kami ingin laboratorium kami menjadi one stop services, tidak hanya melakukan pengujian dan kalibrasi, tetapi juga menjadi salah satu representasi komitmen SUCOFINDO dalam memenuhi kebutuhan wilayah Sulawesi dan sekitarnya. Dengan kapabilitas yang kami miliki saat ini, kami berharap dapat memberikan layanan yang lebih dekat dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan di kawasan Sulawesi,” jelasnya.

PT SUCOFINDO (PERSERO) Cabang Makassar berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan Testing, Inspection, and Certification (TIC) yang berkualitas, terpercaya, serta adaptif terhadap perkembangan kebutuhan industri dan pelanggan di berbagai layanan. Layanan tersebut meliputi pengujian laboratorium lingkungan, pangan, mikrobiologi, mineral dan batubara, kalibrasi alat ukur, inspeksi teknis, sertifikasi, serta berbagai layanan penunjang lainnya yang mendukung peningkatan mutu, keamanan, dan daya saing industri nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pelindo Multi Terminal Dorong Masyarakat Kelola Lingkungan secara Berkelanjutan

Aceh Besar, September 2026 – PT Pelindo Multi Terminal, anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang fokus mengelola terminal nonpetikemas, terus mendorong kolaborasi bersama masyarakat di sekitar wilayah operasional Pelabuhan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada penataan lingkungan, pengembangan potensi masyarakat, dan penguatan kepedulian terhadap keberlanjutan.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Lomba Hias Lingkungan yang melibatkan masyarakat di sejumlah kampung yang berada di sekitar wilayah operasional Pelabuhan Malahayati, tepatnya di Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar yaitu Jruek Bak Kreh, Mon Alue, Lambunot, dan Lingom. Masing-masing kampung mendapatkan dukungan untuk melakukan penataan lingkungan dengan mengusung tema “Pelestarian Lingkungan dan Pelabuhan.”

Program yang dimulai pada 5 Juni 2026 bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup tersebut kemudian dilanjutkan melalui proses penataan dan pengembangan lingkungan oleh masyarakat hingga tahap penjurian pada 15 Agustus 2026. Penilaian mencakup sejumlah aspek, antara lain pengelolaan lingkungan, peningkatan pendidikan, pengembangan UMKM lokal, serta keterlibatan dan kreativitas masyarakat.

Branch Manager Pelindo Multi Terminal Malahayati, Agust Deritanto, mengatakan program tersebut dirancang untuk mendorong masyarakat melihat lingkungan sebagai ruang bersama yang dapat dikembangkan sekaligus memberikan manfaat bagi kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti pada penataan lingkungan, tetapi menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkolaborasi, menggali potensi, dan membangun kebiasaan menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Ketika masyarakat terlibat langsung, kami berharap kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh menjadi gerakan yang terus berjalan,” ujar Agust.

Menariknya, masyarakat memanfaatkan berbagai material daur ulang sebagai bagian dari dekorasi lingkungan. Pemanfaatan barang yang sudah tidak terpakai tersebut menjadi salah satu bentuk edukasi sederhana mengenai pengurangan sampah sekaligus mendorong kreativitas warga.

Untuk menjaga objektivitas penilaian, proses penjurian melibatkan berbagai unsur, termasuk akademisi dan Rumah Kelola Sampah (RKS), komunitas binaan Pelindo Multi Terminal yang bergerak di bidang pengelolaan sampah. Selain aspek lingkungan, kegiatan ini juga membawa pesan mengenai integritas dan antikorupsi sebagai bagian dari upaya menumbuhkan nilai-nilai positif di tengah masyarakat.

Berdasarkan hasil penjurian, Kampung Mon Alue terpilih sebagai pemenang dan memperoleh bantuan pembinaan dari Pelindo Multi Terminal. Bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat, antara lain pengembangan UMKM, penyediaan sarana dan perlengkapan pendidikan, serta kegiatan kebersihan dan penataan lingkungan.

Warga Kampung Mon Alue, Maimun, mengapresiasi kegiatan yang dinilainya mampu mendorong masyarakat untuk bekerja bersama sekaligus mengembangkan potensi lingkungan. “Kegiatan ini membuat masyarakat semakin kompak untuk membersihkan dan menata lingkungan. Kami juga belajar memanfaatkan barang-barang bekas menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Bantuan pembinaan ini nantinya akan kami gunakan untuk mendukung UMKM, pendidikan, dan lingkungan di kampung kami,” ujar Maimun.

Bagi Pelindo Multi Terminal, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk tumbuh dan memberikan manfaat bersama masyarakat di sekitar wilayah operasional. Upaya tersebut sejalan dengan agenda strategis Danantara Indonesia dalam mendorong BUMN untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan, tidak hanya melalui kinerja bisnis, tetapi juga melalui kontribusi sosial dan lingkungan. Melalui kolaborasi yang dibangun bersama masyarakat, Pelindo Multi Terminal berharap penataan lingkungan dapat berkembang menjadi inisiatif masyarakat yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat hubungan positif antara perusahaan dan komunitas di sekitar wilayah operasional Pelabuhan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Eliminasi Malaria di Papua dan Nusa Tenggara: Terobosan Pengawasan Berbasis Komunitas 2026

Malaria masih menjadi penyakit endemis di sebagian besar wilayah Indonesia timur, terutama Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, dan sebagian Maluku. Pada 2026, upaya pemerintah bergeser dari pengobatan massal menuju pengawasan ketat berbasis komunitas dan inovasi alat diagnosis yang terhubung digital.

Ketimpangan Beban Malaria di Timur Indonesia

Beban malaria di Indonesia tidak merata. Dari total kasus yang dilaporkan, lebih dari 80% berasal dari Papua dan Papua Barat. Sementara itu, Jawa dan Bali telah mencapai status bebas malaria. Tantangan terbesar di wilayah timur adalah akses geografis, mobilitas penduduk, dan keterbatasan tenaga kesehatan. Data eliminasi malaria resmi dapat dipantau melalui https://malaria.id atau portal p2pm Kemenkes.

Peran Kader Malaria dan Diagnosis Cepat Digital

Pada 2026, pemerintah memperkuat peran kader malaria di tingkat kampung. Setiap kader dibekali RDT (rapid diagnostic test) berkualitas tinggi dan ponsel pintar dengan aplikasi pelaporan kasus. Ketika ada penduduk dengan gejala demam, kader dapat segera melakukan tes darah di rumah. Hasil RDT difoto dan dikirim ke puskesmas untuk verifikasi.

Pendekatan ini mengurangi keterlambatan diagnosis dari hitungan hari menjadi kurang dari satu jam. Terapi artemisinin combination therapy (ACT) diberikan langsung oleh kader yang telah dilatih, sehingga mencegah perkembangan parasit menjadi malaria berat.

Inovasi Kelambu Berinsektisida Generasi Baru

Pemerintah pada 2026 mengganti kelambu lama dengan kelambu berinsektisida generasi baru yang mengandung bahan aktif ganda (dual-active ingredient). Kelambu ini efektif melawan nyamuk Anopheles yang telah resisten terhadap insektisida golongan piretroid. Distribusi dilakukan melalui posyandu dan sekolah untuk memastikan ibu hamil, balita, dan anak sekolah terlindungi.

Selain itu, dilakukan penyemprotan dinding rumah (IRS) di daerah dengan penularan tinggi. Petugas menggunakan insektisida yang ramah lingkungan dan melakukan pemantauan resistensi vektor secara berkala.

Dengan kombinasi kader aktif, alat digital, dan kelambu modern, eliminasi malaria di Indonesia timur 2026 menunjukkan kemajuan yang signifikan meski masih menghadapi hambatan infrastruktur.

RESSED UI Dorong Optimalisasi Cadangan dan Hilirisasi Tambang Terintegrasi

JAKARTA – Sektor pertambangan Indonesia dinilai perlu segera membuka babak baru melalui penerapan hilirisasi yang terintegrasi. Langkah strategis ini krusial agar Indonesia tidak terus terjebak dalam pola lama, yaitu mengekspor kekayaan alam dalam bentuk mentah, dan mampu mendorong penciptaan nilai di dalam negeri sehingga manfaat pertambangan dapat dirasakan lebih optimal bagi kedaulatan Indonesia.
Dorongan ini disampaikan oleh Ketua Research Group on Energy Security for Sustainable Development Universitas Indonesia (RESSED UI), Ali Ahmudi.
Hilirisasi, menurutnya, wajib mengoptimalkan manfaat kekayaan mineral batu bara nasional serta mencoiptakan ekosistem industri yang menyambungkan hulu ke hilir, mulai dari mulut tambang, proses pengolahan dan manufaktur, hingga bermuara pada produk akhir yang siap diserap pasar domestik maupun global.
“Hilirisasi itu bukan hanya membangun smelter. Harus ada kepastian suplai dari hulu, kemudian hasil olahannya juga harus tersambung ke industri hilir sampai menjadi produk akhir,” tegas Ali saat dihubungi, Selasa (1/9/2026).
Selama ini, praktik ekspor bahan mentah membuat nilai ekonomi yang diraup Indonesia sangat terbatas dan tidak sebanding dengan melimpahnya kekayaan mineral di dalam negeri. 
Padahal, nilai jual sebuah komoditas bisa melonjak drastis apabila disentuh proses pengolahan dan industri manufaktur tingkat lanjut.
“Kalau tidak dihilirisasi, itu tidak akan memberikan nilai tambah apa-apa, hanya menjadi bahan mentah. Tapi dengan hilirisasi, nilai tambahnya pasti berlipat-lipat,” ujarnya.
Di atas kertas, Indonesia memiliki modal sumber daya besar untuk memuluskan transformasi ini. Mengacu data Badan Geologi, Indonesia tercatat menguasai sekitar 42 persen cadangan nikel global. 
Selain itu, posisi Indonesia sangat strategis sebagai pemilik cadangan timah terbesar di dunia, terbesar keempat untuk bauksit dan emas, peringkat keenam untuk batu bara, serta peringkat kesembilan untuk tembaga.
Meski sebagian besar cadangan tersebut telah dikuasai negara melalui BUMN Holding Pertambangan, MIND ID, sebagian cadangan strategis lainnya masih dikuasai oleh perusahaan asing. 
Optimalisasi manfaatnya bagi Indonesia dapat ditempuh melalui peningkatan kepemilikan nasional sebagaimana diatur dalam regulasi pertambangan, sehingga nilai tambah dari kekayaan alam tersebut dapat lebih maksimal dirasakan oleh rakyat.
Dengan begitu, mandat konstitusi dalam UUD 1945 Pasal 33 Ayat (3) yang berbunyi bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat, akan dapat ditunaikan secara lebih optimal.
Dia kembali mengingatkan bahwa kehadiran fasilitas pemurnian atau smelter hanyalah titik tengah (midstream) dari panjangnya rantai industri. Oleh sebab itu, operasional smelter mutlak membutuhkan jaminan pasokan bahan baku dari hulu, sekaligus kesiapan industri lanjutan di hilir yang akan menyerap hasil olahannya.
“Problem kita bukan hilirisasinya, akan tetapi proses terjadinya hilirisasi itu yang kita permasalahkan,” imbuh Ali.
Senada dengan visi tersebut, Sekretaris Jenderal Satuan Tugas Hilirisasi dan Ketahanan Energi, Ahmad Erani Yustika, memaparkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan dua tujuan utama dalam program hilirisasi nasional: menggenjot nilai tambah kekayaan alam, dan memangkas ketergantungan Indonesia terhadap barang impor.
“Yang pertama kita harus menaikkan nilai tambah sumber daya alam kita sehingga harus diolah di sini, itu yang paling utama. Yang kedua kita justru harus mendorong supaya ketergantungan impornya itu berkurang,” kata Erani.
Erani mencontohkan pengadaan kabel bawah laut yang selama ini banyak mengandalkan pasokan dari luar negeri. Padahal, Indonesia memiliki cadangan tembaga yang besar dan semestinya mampu memenuhi kebutuhan tersebut secara mandiri.
Ia melanjutkan, kebutuhan bahan baku industri strategis semacam ini sudah saatnya dipenuhi oleh kapasitas produksi dalam negeri. Langkah ini akan memperkuat industri nasional sekaligus menekan laju impor.
“Kalau dulu misalnya kabel bawah laut itu kita harus impor, maka kita produksi sendiri. Dulu baru dicukupi dulu. Kalau nanti ada sisanya baru kita berpikir yang lain, misalnya ekspor,” tutupnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Rekayasa Sejuk: Bagaimana JisuLife Ultra 2 Mendefinisikan Ulang Industri Pendingin Portabel Lewat Inovasi Tingkat Tinggi dan Desain Premium

JAKARTA, Indonesia — Di era yang ditandai dengan rekor suhu tertinggi, perubahan pola iklim, dan tingginya mobilitas kaum urban, kehadiran perangkat pengatur suhu personal yang efisien tak lagi sekadar gaya hidup, melainkan kebutuhan esensial sehari-hari. Para komuter di pusat transit yang padat, pelancong di daerah beriklim panas, pengunjung festival luar ruangan, hingga para profesional kantoran menghadapi satu tantangan yang sama: kipas angin portabel konvensional sering kali hanya menghasilkan hembusan angin lemah yang tidak terasa saat berada di bawah terik matahari dan kelembapan tinggi.

Menjawab celah teknologi ini, JisuLife—pemimpin global dalam solusi gaya hidup personal—mengumumkan ekspansi distribusi internasional untuk produk pendingin andalannya, JisuLife Handheld Fan Ultra 2. Dirancang secara khusus untuk menggantikan kipas berbilah konvensional dengan teknologi turbin industri berkecepatan tinggi, Ultra 2 hadir sebagai jembatan inovatif antara perangkat elektronik konsumen dan mesin presisi pendorong udara.

Evolusi Perangkat Pendingin Personal

Selama bertahun-tahun, kipas angin genggam hanya mengandalkan motor Direct Current (DC) sederhana dengan bilah plastik yang lebar. Meskipun cukup berfungsi di dalam ruangan, mekanisme ini pada dasarnya hanya memutar udara panas saat digunakan di luar ruangan.

JisuLife Ultra 2 meninggalkan arsitektur usang tersebut. Mengadopsi prinsip desain dari teknologi propulsi aviasi modern dan blower industri, perangkat ini ditenagai oleh motor brushless tiga fase berefisiensi tinggi yang terintegrasi dengan saluran udara (vortex duct) aerodinamis. Hasilnya adalah hembusan udara bertenaga tinggi yang terpusat, mampu menurunkan suhu permukaan kulit dengan cepat, serta memberikan sensasi kesejukan seketika meski di lingkungan yang paling pengap sekalipun.

Terobosan Desain dan Teknologi

Pengembangan JisuLife Ultra 2 adalah hasil riset mendalam di bidang dinamika termal, efisiensi baterai, ergonomi, dan desain industri.

1. Hembusan Udara Bertenaga Turbo dengan Kontrol Kecepatan 1–100

Berbeda dengan kipas tradisional yang hanya memiliki tiga tingkat kecepatan (Rendah, Sedang, Tinggi), Ultra 2 memperkenalkan kendali roller tanpa batas (stepless). Pengguna dapat mengatur kecepatan angin secara presisi dari level 1 hingga 100. Pada performa maksimalnya, motor berkecepatan tinggi ini mampu menghasilkan hembusan udara hingga 17 meter per detik (m/s). Baik saat Anda membutuhkan angin sepoi-sepoi yang senyap di ruang kerja, maupun hembusan kuat untuk melawan panas terik, Ultra 2 memberikan kontrol penuh di ujung jari Anda.

2. Daya Tahan Baterai Superior hingga 25 Jam

Kelemahan utama perangkat elektronik berdaya tinggi biasanya terletak pada baterai. JisuLife Ultra 2 menjawab tantangan ini dengan membenamkan teknologi sel baterai lithium-ion kelas otomotif berkapasitas masif hingga 9.000 mAh. Kapasitas ini memastikan perangkat dapat menyala non-stop hingga 25 jam pada pengaturan terendah, dan tetap tangguh di kecepatan tinggi. Kini, pengguna bisa tenang menjalani penerbangan panjang, festival musik seharian, mendaki gunung, atau saat mati lampu tanpa khawatir kehabisan baterai.

3. Pengisian Daya Cepat (Fast Charging) 18W

Untuk menunjang kapasitas baterainya yang besar, Ultra 2 didukung oleh teknologi pengisian daya cepat 18W melalui port universal USB Type-C. Berkat protokol Power Delivery (PD), waktu pengisian daya menjadi jauh lebih singkat dibandingkan kipas portabel biasa. Pengguna dapat dengan mudah mengisi ulang baterai menggunakan adaptor smartphone, laptop, atau power bank saat bepergian.

4. Layar Pintar Interaktif

Menyempurnakan pengalaman pengguna, Ultra 2 dilengkapi panel layar digital LED beresolusi tinggi pada bagian gagangnya. Layar ini menampilkan dua informasi krusial secara real-time: tingkat kecepatan angin (1–100) dan persentase sisa baterai yang presisi. Fitur ini memudahkan pengguna dalam mengelola konsumsi daya sesuai dengan durasi aktivitas mereka.

5. Desain Ergonomis dengan Estetika Material Aviasi

Dirancang untuk melengkapi gaya hidup modern, bodi luar Ultra 2 meninggalkan material plastik murah yang mudah kusam. Perangkat ini menggunakan material paduan logam matte beranodisasi yang mewah, serta tahan terhadap goresan, sidik jari, maupun keringat. Strukturnya dirancang seimbang dengan titik berat di telapak tangan untuk mencegah pegal saat digenggam lama. Dilengkapi dengan alas anti-selip, kipas ini juga dapat berdiri kokoh dan disulap seketika menjadi kipas meja yang elegan.

6. Ekosistem Aksesori Multifungsi

Lebih dari sekadar kipas genggam, Ultra 2 mendukung berbagai aksesori tambahan. Dengan memasang nosel pemusat udara (corong khusus), perangkat ini dapat berubah fungsi menjadi blower debu portabel untuk membersihkan keyboard, lensa kamera, hingga peralatan luar ruangan Anda.

Solusi Praktis untuk Berbagai Gaya Hidup Modern

Kepraktisan JisuLife Ultra 2 menjadikannya teman ideal untuk beragam aktivitas:

Mobilitas Harian dan Komuter: Mengusir panas dan pengap di KRL, halte bus, atau saat terjebak macet tanpa memakan banyak tempat di dalam tas.

Olahraga dan Petualangan Luar Ruangan: Memberikan pendinginan instan saat mendaki, bersepeda, berkemah, atau setelah berolahraga berat.

Fotografi dan Videografi: Menjadi blower portabel andalan untuk efek angin pada rambut, atau mendinginkan peralatan kamera secara cepat di lokasi syuting.

Aktivitas Kantor dan Meja Kerja: Beroperasi sangat senyap pada kecepatan rendah sebagai pendingin meja tanpa mengganggu konsentrasi atau panggilan meeting.

Kebutuhan Darurat & Utilitas: Berfungsi ganda sebagai alat pembersih debu bertekanan tinggi untuk merawat perangkat elektronik dan gadget Anda.

Visi Global JisuLife

Seiring dengan meningkatnya suhu cuaca ekstrem yang kini menjadi fenomena global, inovasi teknologi pengatur kenyamanan personal dituntut untuk terus beradaptasi. Komitmen JisuLife dalam memadukan riset aerodinamis kelas wahid dengan estetika desain premium menempatkan merek ini sebagai pionir di industri tersebut.

Peluncuran JisuLife Ultra 2 tidak hanya mempertegas misi perusahaan, tetapi juga mengangkat kasta kipas angin genggam biasa menjadi perlengkapan penunjang gaya hidup (lifestyle gear) yang berkelas dan fungsional.

Ketersediaan Produk

JisuLife Handheld Fan Ultra 2 kini telah tersedia secara global melalui toko resmi JisuLife, distributor ritel terdaftar, serta platform e-commerce terkemuka seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, Amazon, dan situs resmi JisuLife. Setiap unit pembelian dilengkapi dengan kabel fast charging Type-C, lanyard eksklusif, rangkaian aksesori nosel, dan garansi resmi pabrikan.

Melalui perpaduan sempurna antara performa mesin setara turbin, ketahanan baterai tanpa kompromi, serta desain ergonomis berbalut material premium, JisuLife Handheld Fan Ultra 2 menetapkan standar baru di industri teknologi gaya hidup. Produk ini lebih dari sekadar solusi untuk menaklukkan panas ekstrem; ini adalah wujud nyata komitmen JisuLife dalam menghadirkan kenyamanan yang revolusioner, andal, dan relevan bagi masyarakat modern.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES