ATSI Dukung Penataan Platform Digital Global demi Persaingan Setara, Asal Tak Bebani Pengguna

Jakarta, 2 September 2026 – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyoroti dominasi platform digital global dalam ekosistem digital Indonesia yang telah menjadi pemain bisnis utama dalam berbagai aktivitas ekonomi digital, namun belum diimbangi dengan pengaturan yang komprehensif. Apalagi platform digital menjalankan bisnisnya sebagai substitusi layanan di sektor lain seperti layanan telekomunikasi, bisnis iklan, dan media massa.

Hal tersebut disampaikan Ketua KPPU Gopprera Panggabean dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Persaingan Usaha Platform Digital: Membangun Ekosistem Digital yang Sehat, Kompetitif, dan Berorientasi pada Perlindungan Konsumen.”pada Senin (31/8).

Gopprera mengatakan terdapat tiga tantangan utama, yakni ketimpangan (asymmetric) antara platform global dan industri telekomunikasi, risiko gatekeeper yang memungkinkan platform dominan menentukan akses layanan, serta regulasi yang masih sektoral.

“Perkembangan pasar digital membutuhkan regulasi yang komprehensif dan adaptif untuk menciptakan level playing field, memastikan akses yang terbuka dan nondiskriminatif, serta mencegah dominasi pasar.” ujar Gopprera.

Pandangan tersebut mendapat dukungan dari Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Dian Siswarini. Ia menegaskan ATSI mendukung langkah pemerintah menata platform digital global, sepanjang kebijakan tersebut tidak membebani masyarakat sebagai pengguna.

“ATSI mendukung langkah pemerintah dalam menata platform digital global untuk menciptakan ekosistem digital yang sehat dan berimbang, sepanjang kebijakan yang diterapkan tidak membebani masyarakat sebagai pengguna,” kata Dian.

Dian menilai pemerataan konektivitas merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, penataan platform digital perlu disertai prinsip level playing field dan fair share, sehingga platform digital global turut berkontribusi secara adil terhadap pembangunan infrastruktur jaringan dan peningkatan kualitas internet masyarakat.

Dukungan ATSI sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat kerangka hukum platform digital di Indonesia. Direktur Strategi dan Kebijakan Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Muchtarul Huda mengatakan pemerintah akan menyempurnakan PP Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PSTE) sebagai landasan pengawasan pasar digital.

“Penyempurnaan regulasi ini akan menjadi landasan pengawasan pasar dan ekosistem digital. Komdigi memastikan platform digital dapat diatur dan dijangkau oleh yurisdiksi hukum nasional. Penyempurnaan ini juga dilaksanakan secara objektif, tidak diskriminatif untuk memperkuat kepatuhan tanpa menghambat inovasi maupun menambah beban konsumen,” ujar Muchtarul.

FGD KPPU mempertemukan unsur parlemen, regulator, perlindungan konsumen, akademisi, dan industri. Pembicara lain yang hadir yaitu Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen DPR RI sekaligus Anggota Panitia Kerja Artificial Intelligence (Panja AI) Muhammad Husein Fadlulloh, Heru Sutadi dari Badan Perlindungan Konsumen Nasional, Komisioner KPPU Mohammad Reza, Muchtarul Huda, serta akademisi Universitas Padjadjaran Prof. Ahmad M. Ramli.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kapolda NTT Resmikan MI Al-Hidayah, Wujudkan Ruang Belajar Layak bagi Anak Pulau Kukusan

NTT, 3 September
2026 –
Dulu, sebagian anak-anak di Pulau Kukusan harus
belajar di bawah pohon karena keterbatasan ruang kelas. Kini, mereka dapat
kembali belajar di ruang yang lebih layak. Kondisi tersebut berubah setelah
Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., meresmikan revitalisasi
MI Al-Hidayah sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat dan
tenaga pendidik terdampak gempa bumi Flores, Selasa (1/9/2026).

Untuk mencapai Pulau Kukusan, perjalanan harus ditempuh
menggunakan kapal dengan akses yang cukup terbatas. Letaknya yang berada jauh
dari pusat aktivitas membuat perjalanan menuju pulau ini membutuhkan waktu dan
upaya lebih. Di tengah kondisi tersebut, Kapolda NTT hadir langsung di tengah
masyarakat Kukusan untuk melihat kondisi warga dan sekolah yang selama ini
menjalani aktivitas dengan berbagai keterbatasan.

Revitalisasi yang dilakukan Direktorat Polairud Polda NTT
pada Juni 2026 mencakup perbaikan dua ruang kelas. Dari sebelumnya hanya
memiliki dua ruang yang dapat digunakan, kini kegiatan belajar mengajar dapat
berlangsung di empat ruang kelas. Bagi 46 siswa MI Al-Hidayah, perubahan
tersebut memberikan ruang belajar yang lebih nyaman untuk mengikuti pelajaran
dan mengejar cita-cita.

Kapolda NTT, Irjen
Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si,
mengatakan, “Saat melihat langsung kondisi sekolah dan perjuangan para
pendidik di Pulau Kukusan, saya merasa prihatin sekaligus mengapresiasi
semangat mereka yang tetap bertahan memberikan pendidikan di tengah
keterbatasan. Ternyata masih ada sekolah di wilayah NTT yang membutuhkan
perhatian dan dukungan kita bersama. Saya berharap bantuan ini dapat membuat
anak-anak belajar lebih nyaman dan para pendidik terus semangat mendampingi
mereka meraih cita-cita.”

Apa yang disampaikan Kapolda NTT juga menggambarkan
keseharian yang dijalani pihak sekolah. Kepala MI Al-Hidayah, Husen,
mengatakan, “Perjuangan menyelenggarakan pendidikan di Pulau Kukusan memang
tidak mudah. Dulu sebelum direnovasi pada Juni 2026 oleh Direktorat Polairud
Polda NTT, hanya dua ruangan yang bisa digunakan untuk belajar. Sebagian siswa
harus belajar di bawah pohon dan kegiatan belajar juga sering terganggu oleh
kambing. Meski begitu, kami tetap berusaha memberikan pendidikan terbaik agar
anak-anak di sini bisa terus belajar dan meraih cita-cita.”

MI Al-Hidayah yang
berdiri sejak 2001 merupakan satu-satunya lembaga pendidikan di Pulau Kukusan.
Sekolah tersebut kini didukung empat orang tenaga guru yang mendampingi 46
siswa. Dengan fasilitas yang telah diperbaiki, kegiatan belajar mengajar
diharapkan dapat berlangsung lebih baik sekaligus mendukung para guru dalam
menjalankan proses pendidikan.

Selain revitalisasi
sekolah, kunjungan tersebut juga diisi dengan penyaluran bantuan bagi
masyarakat dan tenaga pendidik. Polda NTT membawa sembako, susu, mainan anak,
serta perlengkapan sekolah. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian
kepada warga Pulau Kukusan yang masih menjalani proses pemulihan setelah
terdampak gempa bumi Flores. Pemulihan juga menyasar kondisi psikologis
anak-anak melalui kegiatan trauma healing untuk membantu mengurangi rasa takut
dan kecemasan setelah bencana.

Kehadiran Kapolda NTT
bersama Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny. Vily Rudi Darmoko, Wakapolda NTT
Brigjen Pol. Faizal, S.I.K., M.H., sejumlah Pejabat Utama Polda NTT, dan
Kapolres Manggarai Barat menunjukkan bahwa pelayanan Polri tidak berhenti di
pusat kota. Hingga ke pulau dengan akses terbatas, Polri berupaya hadir melalui
pendidikan, bantuan kemanusiaan, dan pemulihan psikologis anak-anak.

Dari Pulau Kukusan, revitalisasi dua ruang kelas menjadi
bukti bahwa harapan bisa tumbuh di mana saja. Anak-anak yang sebelumnya belajar
di bawah pohon kini memiliki ruang yang lebih nyaman untuk belajar dan mengejar
cita-cita. Bagi Polri, melindungi juga berarti hadir dan memastikan masyarakat
di pelosok tetap diperhatikan. Bencana boleh datang, tetapi harapan tidak boleh
ikut hilang. Semangat Polri untuk Masyarakat terus diwujudkan melalui
kepedulian dan pelayanan hingga ke pelosok NTT. Polda NTT Penuh Kasih, Dari
Timur Menguatkan Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

MicaSense RedEdge-MX Kembali Hadir di Indonesia, Kamera Multispektral untuk Membaca Kesehatan Tanaman dari Udara

MicaSense RedEdge-MX adalah kamera multispektral yang dipasang pada drone untuk menilai kesehatan tanaman. Kamera ini menangkap cahaya di luar jangkauan mata manusia, lalu mengubahnya menjadi peta indeks seperti NDVI yang menunjukkan bagian lahan mana yang perlu diperiksa. Setelah sempat berhenti diproduksi, RedEdge-MX kembali hadir dengan lima band spektral dan bodi yang lebih tahan di lapangan.

Menilai kesehatan tanaman di lahan yang luas sulit dilakukan hanya dengan mata. Banyak tanda stres pada tanaman, seperti kekurangan air atau serangan awal penyakit, muncul pada panjang gelombang cahaya yang tidak terlihat manusia. Di sinilah kamera multispektral berperan.

MicaSense RedEdge-MX adalah kamera multispektral yang dipasang pada drone. Kamera ini menangkap lima band cahaya, termasuk Red Edge dan Near-Infrared yang paling peka terhadap kondisi tanaman. Data itu kemudian diolah menjadi peta indeks seperti NDVI, yaitu peta yang menandai bagian lahan yang sehat dan bagian yang perlu diperiksa lebih dekat.

Setelah sempat berhenti diproduksi, RedEdge-MX kembali hadir dengan pembaruan, termasuk bodi metalik yang lebih tahan lapangan dan interfacing yang lebih modern, sambil mempertahankan lima band spektral serta global shutter. Sensor ini bukan produk baru yang belum teruji. RedEdge-MX sudah dipakai pelanggan di lebih dari 70 negara selama lebih dari satu dekade, dengan kalibrasi profesional yang menjaga konsistensi datanya untuk studi jangka panjang.

RedEdge-MX kompatibel dengan drone seperti DJI Matrice 400, dan datanya dapat diolah di perangkat lunak umum seperti PIX4Dfields, Agisoft Metashape, dan OpenDroneMap. Untuk pertanian dan kehutanan di Indonesia, kamera ini membantu pemupukan presisi, deteksi dini penyakit, sampai pemantauan restorasi lahan. Halo Robotics menyediakan unitnya sekaligus pendampingan penggunaannya.

Selengkapnya: Analisis Vegetasi dengan Drone Multispektral: Panduan & Peran MicaSense RedEdge-MX

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Barantum Pertegas Reputasi sebagai Penyedia CRM Indonesia

Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order.

Kebutuhan bisnis terhadap CRM terus berkembang. Perusahaan tidak lagi hanya membutuhkan tempat untuk menyimpan data pelanggan, tetapi juga sistem untuk mendukung penjualan, komunikasi, dan layanan pelanggan.

Di tengah kebutuhan tersebut, pilihan penyedia CRM di Indonesia semakin beragam. Vendor global hadir dengan ekosistem teknologi yang luas, sementara provider lokal menawarkan solusi yang lebih dekat dengan kebutuhan bisnis Indonesia.

Mengapa Kebutuhan CRM di Indonesia Semakin Besar?

Menurut Mordor Intelligence, pasar CRM Indonesia diperkirakan mencapai USD 205,47 juta pada 2026 dan meningkat menjadi USD 346,58 juta pada 2031, dengan CAGR 11,02% selama periode 2026–2031.

Perubahan teknologi juga membuat kebutuhan terhadap CRM semakin luas. Bisnis mulai membutuhkan sistem berbasis cloud, integrasi berbagai channel komunikasi, serta otomatisasi untuk meningkatkan efisiensi kerja.

Mordor Intelligence mencatat bahwa CRM berbasis cloud menguasai 61,30% pangsa pasar Indonesia pada 2025. Segmen usaha kecil dan menengah juga menyumbang 57,40% dari ukuran pasar pada tahun yang sama.

Artinya, kebutuhan CRM tidak hanya datang dari perusahaan besar. Bisnis dengan berbagai skala membutuhkan sistem yang dapat mengikuti perkembangan pelanggan dan cara kerja yang semakin digital.

Barantum Perkuat Reputasi di Industri CRM Indonesia

Barantum merupakan salah satu penyedia CRM lokal yang berkembang di pasar Indonesia. Perusahaan ini tercantum dalam laporan Indonesia CRM Software Market dari Mordor Intelligence, termasuk dalam daftar Indonesia CRM Software Industry Leaders.

Barantum juga masuk dalam bagian competitive landscape bersama sejumlah pemain global, seperti Salesforce, Pipedrive, Oracle, Zoho, Microsoft Dynamics 365, HubSpot.

Mordor Intelligence mencatat bahwa pemain lokal seperti Barantum memiliki pendekatan yang lebih dekat dengan kebutuhan bisnis Indonesia. Sementara itu, pemain global memiliki keunggulan dari sisi skala, ekosistem, dan jangkauan teknologi.

Selain pencantuman dalam laporan industri, Barantum juga memiliki rating 4,9/5 dari lebih dari 1.200 ulasan di Google. Rating tersebut menjadi salah satu gambaran pengalaman pengguna terhadap platform yang digunakan untuk mendukung aktivitas bisnis.

Kombinasi antara perkembangan bisnis, pencantuman dalam laporan industri, dan pengalaman pengguna menjadi bagian dari reputasi Barantum sebagai penyedia CRM di Indonesia.

Barantum Hadirkan Solusi CRM untuk Bisnis Indonesia

Dengan Barantum CRM, bisnis dapat mengelola data pelanggan, pipeline penjualan, aktivitas tim, dan follow-up. Sementara itu, Omnichannel, Broadcast, AI Agent, dan Call Center mendukung pengelolaan komunikasi, otomatisasi, dan layanan pelanggan melalui berbagai channel.

Barantum juga merupakan mitra resmi WhatsApp (BSP). Integrasi CRM dengan WhatsApp dalam satu sistem membuat bisnis dapat mengelola data pelanggan dan komunikasi WhatsApp tanpa harus berpindah platform. Pendekatan ini menjawab kebutuhan bisnis Indonesia yang masih banyak mengandalkan WhatsApp dalam berkomunikasi dengan pelanggan.

Seluruh fungsi tersebut tersedia dalam satu platform, sehingga aktivitas penjualan, komunikasi, dan layanan pelanggan dapat dikelola dalam alur kerja yang lebih terstruktur.

Dengan menggabungkan CRM, WhatsApp, komunikasi omnichannel, otomatisasi, dan customer service dalam satu platform, Barantum memperkuat perannya sebagai penyedia CRM yang menjawab kebutuhan bisnis Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Holding Perkebunan Nusantara PTPN IV PalmCo Fasilitasi Lintasan APRC 2026, Perputaran Ekonomi Masyarakat Simalungun Meningkat

SIMALUNGUN — PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara, kembali mendukung penyelenggaraan Sumatera Utara (Sumut) Rally 2026, Putaran ke-3 FIA Asia Pacific Rally Championship (APRC) sekaligus Putaran ke-4 Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Rally IMI. Ajang balap mobil tingkat internasional yang berlangsung pada 7–9 Agustus 2026 di kawasan perkebunan teh PTPN IV Regional II Unit Tobasari dan Sidamanik, Kabupaten Simalungun, tersebut tidak hanya menjadi arena kompetisi otomotif, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah sekitar.

Pelepasan peserta kejuaraan dilakukan di Lapangan Adam Malik, Kota Pematangsiantar, pada Jumat (7/8). Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Utara, H. Harun Mustafa, menyampaikan bahwa reli diikuti oleh 45 peserta dari berbagai kelas, termasuk enam pereli internasional yang berasal dari Prancis, India, dan Malaysia.

Tingginya partisipasi peserta dari dalam dan luar negeri menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah. Kehadiran 45 tim balap beserta ratusan kru mekanik, ofisial, dan ribuan penonton selama akhir pekan diperkirakan memicu perputaran uang hingga miliaran rupiah.

Dampak ekonomi tersebut dirasakan langsung oleh berbagai sektor riil di Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar, mulai dari meningkatnya tingkat hunian hotel dan penginapan, permintaan jasa transportasi, hingga kenaikan omzet pelaku UMKM kuliner, warung kopi, dan pedagang suvenir di sekitar kawasan special stage (SS) perkebunan teh.

Musa Rajekshah selaku Ketua Dewan Pembina IMI Sumut menyampaikan bahwa penyelenggaraan reli merupakan kegiatan otomotif yang membutuhkan biaya besar serta melibatkan banyak pihak karena berlangsung di luar sirkuit.

Lebih lanjut, pereli yang juga berhasil meraih Juara Pertama APRC Sumut 2026 tersebut menegaskan bahwa terdapat tujuan yang lebih besar di balik penyelenggaraan kompetisi ini.

“Kegiatan ini bukan sekadar melampiaskan hobi, melainkan juga mempromosikan pariwisata Danau Toba dan meningkatkan ekonomi rakyat,” ujarnya.

Dukungan Konsisten PTPN IV PalmCo

Keberhasilan pemanfaatan kawasan perkebunan sebagai arena balap internasional tidak terlepas dari dukungan PTPN IV PalmCo. Optimalisasi aset perkebunan ini merupakan bentuk kolaborasi aktif perusahaan dalam mendukung pengembangan ekosistem pariwisata olahraga (sport tourism) di Sumatera Utara.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyatakan bahwa perusahaan selalu terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, terutama untuk program-program yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Penyediaan lahan perkebunan teh di Simalungun sebagai lintasan reli merupakan bentuk komitmen PTPN IV PalmCo dalam mendukung inisiatif strategis pemerintah dan IMI. Kami menyadari bahwa aset BUMN ini memiliki potensi untuk menggerakkan ekonomi. Kehadiran kompetisi sebesar APRC terbukti mampu menjadi katalis perputaran uang yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan para pelaku UMKM dan masyarakat desa setempat,” jelas Jatmiko.

Keterlibatan PTPN IV PalmCo dalam kejuaraan reli merupakan wujud konsistensi perusahaan. Pada tahun-tahun sebelumnya, kawasan kebun teh PalmCo juga secara rutin dipercaya sebagai arena balap Kejurnas Rally maupun APRC.

Dukungan berkelanjutan terhadap penyediaan lintasan yang menantang ini sejalan dengan peta jalan IMI dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam mematangkan kesiapan daerah untuk mengembalikan seri World Rally Championship (WRC) ke Indonesia.

Keberhasilan penyelenggaraan Sumut Rally 2026 di kawasan perkebunan PTPN IV PalmCo menunjukkan bahwa sinergi lintas sektor mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang produktif, memperkuat posisi Danau Toba sebagai destinasi sport tourism, serta memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat di kawasan penyangga.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES