Bukan Sekadar Hasil Pemeriksaan, Prodia Perkuat Pengalaman Pelanggan Lewat Customer Journey

Jakarta, 3 September 2026 – Di tengah ekspektasi masyarakat yang semakin tinggi terhadap layanan kesehatan, kualitas tidak lagi hanya diukur dari hasil pemeriksaan. Kemudahan mendapatkan informasi, proses pendaftaran, kenyamanan saat menerima layanan, hingga bagaimana pelanggan mendapatkan hasil pemeriksaan kini menjadi bagian dari pengalaman yang turut menentukan kepercayaan terhadap sebuah brand kesehatan.

Hal tersebut menjadi perhatian PT Prodia Widyahusada Tbk (“Prodia”) dalam mengembangkan layanan yang semakin berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Komitmen tersebut kembali mendapatkan apresiasi melalui Penghargaan Customer Journey Experience 2026, yang menjadi pengakuan atas upaya Prodia dalam menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih mudah, nyaman, dan terintegrasi di berbagai titik perjalanan layanan kesehatan.

Bagi Prodia, penghargaan ini menjadi refleksi bahwa membangun pengalaman pelanggan bukan hanya tentang menghadirkan teknologi, tetapi juga memastikan setiap proses dapat memberikan nilai bagi pelanggan. Mulai dari akses layanan melalui kanal digital, kemudahan mendapatkan informasi, proses pemeriksaan, hingga layanan setelah pemeriksaan, seluruh perjalanan tersebut terus dikembangkan agar masyarakat dapat memperoleh pengalaman kesehatan yang lebih seamless dan sesuai dengan kebutuhannya.

Upaya tersebut juga berjalan seiring dengan transformasi Prodia dalam menghadirkan ekosistem layanan kesehatan yang semakin terintegrasi. Tidak hanya melalui layanan laboratorium diagnostik, Prodia terus mengembangkan berbagai layanan klinik dan kanal digital seperti U by Prodia untuk memberikan akses yang lebih praktis bagi masyarakat. Pendekatan ini sejalan dengan penilaian CJX 2026 yang melihat pengalaman pelanggan melalui berbagai kanal, baik digital maupun nondigital, serta mempertimbangkan aspek Customer Experience Index, Company Innovation Factors, dan Value of Experience.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan bagi Prodia untuk terus mempertahankan fokus pada excellent customer journey. Dengan mendengarkan kebutuhan pelanggan dan terus berinovasi di setiap titik perjalanan layanan, Prodia berkomitmen menghadirkan pengalaman kesehatan yang bukan hanya berkualitas, tetapi juga memberikan rasa nyaman dan nilai yang lebih bagi masyarakat. 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Jelang Penutupan GIIAS 2026, BRI Finance Perkuat Kemudahan Pembiayaan Mobil

Jakarta, 7 Agustus 2026 – Gelaran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 akan segera berakhir pada 9 Agustus mendatang. Memasuki hari-hari terakhir pameran otomotif terbesar di Indonesia ini, masyarakat yang telah menentukan pilihan kendaraan kini dihadapkan pada langkah berikutnya, yakni memilih skema pembiayaan yang tepat agar rencana memiliki mobil baru dapat segera terwujud.

Berlangsung pada 30 Juli–9 Agustus 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, GIIAS 2026 menghadirkan lebih dari 60 merek otomotif dunia dengan tema Eye of the Future. Ribuan pengunjung memanfaatkan ajang ini untuk melihat inovasi terbaru, membandingkan berbagai model kendaraan, hingga melakukan test drive sebelum mengambil keputusan pembelian.

Di tengah semakin beragamnya pilihan kendaraan, termasuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV), kebutuhan akan solusi pembiayaan yang kompetitif juga semakin penting. Data GAIKINDO menunjukkan porsi battery electric vehicle (BEV) terhadap pasar mobil nasional mencapai sekitar 15,6% per Maret 2026, meningkat dari 12,9% pada akhir 2025. Penjualan BEV tercatat mencapai 33.146 unit atau tumbuh 96% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tren tersebut menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap kendaraan berteknologi baru.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan momentum menjelang penutupan GIIAS menjadi waktu yang tepat bagi masyarakat untuk segera merealisasikan keputusan pembelian kendaraan yang telah dipilih.

“Setelah membandingkan berbagai pilihan kendaraan dan menemukan mobil yang sesuai, langkah berikutnya adalah memastikan skema pembiayaannya juga tepat. Jangan sampai momentum GIIAS terlewat begitu saja. BRI Finance hadir dengan solusi pembiayaan yang kompetitif sehingga masyarakat dapat segera mewujudkan rencana memiliki kendaraan impiannya,” ujar Dhani.

Melalui program pembiayaan mobil baru, BRI Finance menawarkan bunga mulai dari 3,33% flat per tahun dengan pilihan tenor hingga 5 tahun. Penawaran tersebut memberikan fleksibilitas bagi masyarakat untuk memiliki kendaraan baru dengan skema pembiayaan yang disesuaikan dengan kemampuan finansial, termasuk bagi konsumen yang tertarik beralih ke kendaraan listrik.

Menurut Dhani, keputusan membeli kendaraan idealnya tidak hanya didasarkan pada preferensi terhadap merek atau teknologi, tetapi juga mempertimbangkan kesiapan finansial agar kepemilikan kendaraan tetap nyaman dalam jangka panjang.

“Memiliki kendaraan merupakan keputusan finansial yang bersifat jangka panjang. Karena itu, kami ingin masyarakat tidak hanya fokus memilih mobil yang diinginkan, tetapi juga memilih pembiayaan yang sesuai dengan kondisi keuangannya. Dengan begitu, proses memiliki kendaraan dapat berlangsung lebih terencana dan memberikan ketenangan bagi konsumen,” tambahnya.

Menjelang berakhirnya GIIAS 2026, BRI Finance mengajak masyarakat yang telah menemukan kendaraan incarannya untuk segera memanfaatkan berbagai kemudahan pembiayaan yang tersedia. Komitmen ini sejalan dengan upaya BRI Finance dalam menghadirkan layanan pembiayaan yang mudah diakses, kompetitif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Masyarakat yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut maupun mengajukan pembiayaan dapat mengakses bit.ly/JadiAda atau menghubungi Official WhatsApp BRI Finance di (+62) 811-1937-0838.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tren Renovasi Hunian Meningkat, BRI Finance Dukung Masyarakat Wujudkan Rumah Lebih Nyaman

Jakarta, 6 Agustus 2026 – Masyarakat kini semakin banyak melakukan pembaruan pada rumah yang telah dimiliki dibandingkan membeli hunian baru. Renovasi dapur, memperbarui interior, mengganti perangkat elektronik menjadi lebih hemat energi, hingga memasang perangkat smart home menjadi beberapa kebutuhan yang semakin umum dilakukan. Di sisi lain, sebagian masyarakat juga mulai beralih ke kendaraan listrik (electric vehicle/EV) sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dalam kehidupan sehari-hari.

Kebutuhan tersebut membutuhkan perencanaan keuangan yang matang karena umumnya memerlukan dana yang tidak sedikit. Dengan perencanaan yang tepat, berbagai pembaruan tersebut tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah bagi aset yang dimiliki.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan tren tersebut menunjukkan bahwa masyarakat kini semakin mempertimbangkan manfaat jangka panjang sebelum memutuskan mengeluarkan biaya untuk rumah maupun kendaraan.

“Saat ini kami melihat masyarakat semakin selektif dalam menggunakan dana untuk kebutuhan konsumtif. Banyak yang memilih melakukan renovasi rumah, mengganti perangkat elektronik dengan yang lebih efisien, atau beralih ke kendaraan listrik karena dinilai dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang. Yang terpenting, seluruh kebutuhan tersebut tetap disesuaikan dengan kemampuan finansial dan direncanakan dengan baik,” ujar Dhani.

Pembiayaan multiguna dapat menjadi salah satu alternatif untuk mewujudkan berbagai kebutuhan tersebut selama digunakan secara bijak dan sesuai dengan kemampuan membayar. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, BRI Finance menghadirkan BRI Flash, fasilitas dana multiguna yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari renovasi rumah, pembelian furnitur, perangkat elektronik, hingga kebutuhan konsumtif lainnya.

BRI Flash menawarkan tenor pembiayaan hingga empat tahun dengan suku bunga mulai dari 0,72% per bulan. Dengan menjaminkan BPKB kendaraan, nasabah dapat memperoleh pencairan dana hingga 90% dari nilai kendaraan atau maksimal Rp500 juta, sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami ingin menghadirkan solusi pembiayaan yang mudah diakses dan fleksibel agar masyarakat dapat mewujudkan berbagai rencana secara lebih terukur, termasuk peningkatan kualitas hidup. Dengan perencanaan yang baik, pembiayaan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus menjaga kondisi keuangan tetap sehat,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Permintaan dari Beragam Sektor Jadi Penopang, BRI Finance Optimistis Pembiayaan Alat Berat Berlanjut

Jakarta, 4 Agustus 2026 – Dinamika industri batu bara dan proses penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 tidak menyurutkan prospek pembiayaan alat berat PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”). Perseroan melihat kebutuhan alat berat masih terjaga seiring berlanjutnya aktivitas usaha dan investasi di berbagai sektor produktif.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Permintaan pembiayaan alat berat tahun ini masih berjalan dengan baik. Kami melihat kebutuhan tersebut berasal dari sektor-sektor produktif dengan fundamental usaha yang kuat.”

BRI Finance terus memantau perkembangan kebijakan pemerintah, termasuk proses revisi RKAB batu bara 2026. Namun demikian, hingga saat ini Perseroan belum melihat adanya penundaan investasi maupun ekspansi yang secara signifikan memengaruhi permintaan pembiayaan alat berat.

Pemerintah sebelumnya menetapkan target produksi batu bara dalam RKAB 2026 sekitar 600 juta ton, lebih rendah dibandingkan realisasi produksi 2025 yang mencapai 817,48 juta ton. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan batu bara sekaligus mendukung stabilitas harga komoditas di pasar global.

Di sisi lain, pemerintah masih membuka ruang penyesuaian produksi secara terukur dengan mempertimbangkan perkembangan pasar dan harga batu bara. Proses revisi RKAB 2026 pun menjadi salah satu perkembangan yang terus dicermati pelaku industri.

Bagi BRI Finance, dinamika tersebut tidak serta-merta mengubah prospek pembiayaan alat berat. Pasalnya, kebutuhan alat berat memiliki basis permintaan yang lebih luas, mencakup sektor konstruksi, perkebunan, logistik, hingga proyek infrastruktur.

Diversifikasi sektor tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kinerja portofolio pembiayaan alat berat. Dengan basis permintaan yang tidak terkonsentrasi pada satu industri, BRI Finance memiliki ruang untuk mengarahkan ekspansi pembiayaan kepada sektor-sektor yang memiliki prospek pertumbuhan dan kebutuhan investasi yang berkelanjutan.

“Dengan mempertimbangkan perkembangan industri saat ini, kami melihat pembiayaan alat berat hingga akhir tahun masih memiliki prospek yang stabil. Kami akan terus mengoptimalkan peluang di sektor-sektor yang memiliki prospek positif, dengan tetap memperhatikan kualitas pembiayaan dan penerapan manajemen risiko,” kata Dhani.

Optimisme tersebut sejalan dengan kinerja aktual Perseroan. Hingga 2026, penyaluran pembiayaan alat berat BRI Finance tercatat tumbuh 144,68% secara tahunan (year-on-year/yoy) dan telah memberikan kontribusi sebesar 20,17% terhadap total portofolio pembiayaan Perseroan.

Kinerja tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pembiayaan alat berat masih memiliki ruang pertumbuhan di tengah dinamika sektor komoditas. Ke depan, BRI Finance akan terus mencermati perkembangan industri dan kebijakan pemerintah sekaligus memperkuat penyaluran pembiayaan pada sektor-sektor produktif dengan prospek yang berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

GIIAS 2026 Hadirkan Beragam Pilihan Mobil, BRI Finance Siapkan Solusi Pembiayaan

Jakarta, 3 Agustus 2026 – Gelaran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 tidak hanya menjadi ajang bagi masyarakat untuk melihat perkembangan terbaru industri otomotif, tetapi juga momentum untuk mempertimbangkan pilihan kendaraan dan skema pembiayaan yang sesuai. Memanfaatkan momentum tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menghadirkan solusi pembiayaan mobil baru yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial konsumen.

Berlangsung pada 30 Juli–9 Agustus 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, GIIAS 2026 menghadirkan lebih dari 60 merek otomotif global dan mengusung tema “Eye of the Future”. Perhelatan ini turut menampilkan perkembangan teknologi kendaraan pintar dan mobilitas ramah lingkungan, seiring semakin beragamnya pilihan kendaraan yang tersedia bagi masyarakat, termasuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Pertumbuhan kendaraan listrik menjadi salah satu perkembangan yang turut mewarnai pasar otomotif nasional. Data GAIKINDO menunjukkan, porsi battery electric vehicle (BEV) terhadap pasar mobil nasional mencapai sekitar 15,6% per Maret 2026, meningkat dari 12,9% pada akhir 2025. Penjualan BEV pada periode tersebut mencapai 33.146 unit, tumbuh 96% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. GAIKINDO memperkirakan pangsa BEV dapat mencapai sekitar 19–20% pada akhir 2026.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan semakin beragamnya pilihan kendaraan membuat konsumen perlu mempertimbangkan kepemilikan kendaraan secara lebih menyeluruh, termasuk dari sisi pembiayaan.

“GIIAS memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal dan mencoba langsung berbagai pilihan kendaraan sebelum menentukan pilihannya. Setelah menemukan kendaraan yang sesuai, perencanaan pembiayaan menjadi bagian penting agar keputusan tersebut tetap sejalan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Di sinilah BRI Finance hadir untuk memberikan pilihan pembiayaan yang dapat membantu konsumen merencanakan kepemilikan kendaraan secara lebih terukur,” ujar Dhani.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, BRI Finance menawarkan pembiayaan mobil baru dengan bunga mulai dari 3,33% flat per tahun dan pilihan tenor hingga 5 tahun. Penawaran ini memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin memiliki kendaraan baru, termasuk mereka yang tengah mempertimbangkan kendaraan dengan teknologi elektrifikasi.

“Preferensi masyarakat terhadap kendaraan terus berkembang, baik dari sisi model maupun teknologi. Kami ingin memastikan perkembangan tersebut turut diikuti dengan akses terhadap solusi pembiayaan yang kompetitif dan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Dengan begitu, masyarakat dapat lebih leluasa menentukan kendaraan pilihannya sekaligus merencanakan pembiayaannya,” tambah Dhani.

Melalui momentum GIIAS 2026, BRI Finance mendorong konsumen untuk tidak berhenti pada pengalaman melihat dan mencoba kendaraan, tetapi juga melanjutkan proses tersebut dengan memahami kemampuan finansial dan pilihan pembiayaan yang tersedia. Pendekatan ini sejalan dengan komitmen BRI Finance untuk menjadi mitra pembiayaan yang mendukung masyarakat dalam mengambil keputusan kepemilikan kendaraan secara lebih terencana.

Masyarakat yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut maupun mengajukan pembiayaan dapat mengakses bit.ly/JadiAda atau menghubungi Official WhatsApp BRI Finance di (+62) 811-1937-0838.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Perkuat Akses Pembiayaan Kendaraan, BRI Finance Hadirkan BRIF Sunday Auto Corner di Bali

Denpasar, 2 Agustus 2026 – Masyarakat Denpasar dan sekitarnya kini punya lebih banyak pilihan untuk mencari kendaraan baru sekaligus mendapatkan solusi pembiayaan dalam satu kesempatan. PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menghadirkan BRIF Sunday Auto Corner, pameran kendaraan yang digelar setiap hari Minggu sepanjang Agustus di BRI Regional Office Renon Denpasar.

Pameran berlangsung pada 2, 9, 16, dan 23 Agustus 2026, dengan menghadirkan sejumlah merek kendaraan, di antaranya Wuling, Jetour, dan Chery. Kegiatan ini terbuka bagi nasabah BRI maupun masyarakat umum, sehingga masyarakat dapat melihat langsung pilihan kendaraan yang tersedia sekaligus memperoleh informasi mengenai skema pembiayaan.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Melalui BRIF Sunday Auto Corner, kami ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat yang sedang mencari kendaraan baru dengan menghadirkan pilihan kendaraan dan solusi pembiayaan dalam satu lokasi. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat Denpasar dan sekitarnya untuk menemukan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.”

Selama periode pameran, BRI Finance menawarkan pembiayaan mobil baru dengan suku bunga mulai dari 3,28% untuk tenor 1 tahun. Tidak hanya itu, konsumen yang melakukan pemesanan kendaraan selama periode pameran juga berkesempatan mendapatkan free BRIZZI senilai Rp1 juta, sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Kehadiran BRIF Sunday Auto Corner menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengeksplorasi berbagai pilihan kendaraan dari merek yang berpartisipasi sekaligus mendapatkan informasi pembiayaan secara langsung. Dengan pelaksanaan pada hari Minggu, pameran ini juga memberikan fleksibilitas bagi masyarakat yang ingin meluangkan waktu untuk melihat dan mempertimbangkan pilihan kendaraan.

“Kami mengundang masyarakat untuk datang langsung ke BRIF Sunday Auto Corner selama periode pameran. Selain melihat berbagai pilihan kendaraan, masyarakat juga dapat berkonsultasi mengenai pembiayaan dan memanfaatkan penawaran khusus yang kami hadirkan selama event berlangsung,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Siapkan Penerbitan Obligasi Rp500 Miliar pada Kuartal IV 2026, BRI Finance Perkuat Diversifikasi Pendanaan

Jakarta, 8 September 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menyiapkan rencana penerbitan obligasi senilai Rp500 miliar pada kuartal IV 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat struktur pendanaan sekaligus mendukung kebutuhan ekspansi bisnis.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan rencana penerbitan tersebut masih dalam tahap persiapan dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi pasar dan kebutuhan pendanaan perusahaan.

“BRI Finance terus melihat pasar obligasi sebagai salah satu alternatif pendanaan strategis. Untuk rencana penerbitan pada kuartal IV 2026, kami akan menyesuaikan waktu pelaksanaan dengan kebutuhan funding perusahaan serta kondisi pasar agar dapat dilakukan secara optimal dan prudent,” ujar Dhani.

Rencana tersebut melanjutkan pengalaman BRI Finance dalam memanfaatkan pasar modal sebagai salah satu sumber pendanaan. Sebelumnya, perusahaan telah melakukan tiga kali penerbitan surat utang, yakni Obligasi I BRI Finance Tahun 2022, Obligasi II BRI Finance Tahun 2023, dan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025.

Menurut Dhani, keputusan untuk menerbitkan obligasi tidak hanya mempertimbangkan pergerakan suku bunga acuan, tetapi juga memperhatikan sejumlah indikator pasar, termasuk perkembangan yield, minat investor, kebutuhan likuiditas, serta kesesuaian antara tenor pendanaan dan profil aset perusahaan.

“Dalam menentukan penerbitan obligasi, kami mempertimbangkan kondisi pasar secara menyeluruh, termasuk yield dan appetite investor, serta kebutuhan likuiditas dan profil aset. Dengan pendekatan tersebut, kami dapat memastikan pendanaan tetap selaras dengan kebutuhan bisnis dan prinsip kehati-hatian,” jelasnya.

Di tengah BI Rate yang saat ini berada pada level 5,75%, BRI Finance menilai kondisi biaya pendanaan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan momentum penerbitan. Karena itu, perusahaan akan terus memonitor perkembangan suku bunga dan pricing di pasar sebelum mengeksekusi rencana tersebut.

“Diversifikasi sumber pendanaan tetap menjadi fokus perusahaan. Kami akan memastikan kecukupan likuiditas sekaligus menjaga efisiensi cost of fund. Apabila kondisi pasar dan pricing mendukung, kami akan memanfaatkan peluang penerbitan obligasi pada waktu yang tepat,” kata Dhani.

Strategi tersebut dijalankan di tengah pasar surat utang multifinance yang masih menghadapi dinamika. Berdasarkan data PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), penerbitan surat utang multifinance hingga Juli 2026 mencapai Rp14,57 triliun, atau turun 41,8% secara tahunan dari Rp25,03 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut lebih dalam dibandingkan total penerbitan surat utang korporasi yang terkoreksi 16,2% secara tahunan menjadi Rp112,31 triliun. Dengan demikian, kontribusi multifinance terhadap total penerbitan surat utang korporasi turun menjadi sekitar 13% pada Juli 2026 dari 18,7% pada Juli 2025.

Di tengah dinamika tersebut, BRI Finance tetap membuka peluang pendanaan melalui pasar obligasi dengan mempertimbangkan kebutuhan bisnis dan kondisi pasar secara disiplin. Perusahaan akan mengedepankan keseimbangan antara dukungan terhadap pertumbuhan pembiayaan, kecukupan likuiditas, serta efisiensi biaya pendanaan dalam setiap keputusan pendanaan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

NPF di Bawah Industri, BRI Finance Jaga Kualitas Portofolio Pembiayaan

Jakarta, 7 September 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mencatatkan perbaikan kualitas pembiayaan hingga Juli 2026. Rasio pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Finance (NPF) BRI Finance tercatat sebesar 1,82%, turun 29 basis points (bps) secara year-on-year (YoY).

Penurunan tersebut mencerminkan upaya BRI Finance dalam menjaga kualitas portofolio melalui penerapan prinsip kehati-hatian di setiap proses pembiayaan. Pengelolaan dilakukan sejak tahap analisis dan seleksi pembiayaan, dilanjutkan dengan pemantauan portofolio secara berkala serta penguatan collection dan recovery.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan pengelolaan kualitas pembiayaan menjadi bagian penting dalam menjaga pertumbuhan bisnis perusahaan. Menurutnya, pendekatan terhadap risiko juga perlu disesuaikan dengan karakteristik setiap segmen pembiayaan.

“Setiap segmen pembiayaan memiliki karakteristik dan profil risiko yang berbeda. Karena itu, kami melakukan analisis dan seleksi secara cermat sejak awal, kemudian memantau perkembangan portofolio secara berkala. Penguatan collection dan recovery juga dilakukan untuk memastikan potensi risiko dapat ditangani lebih awal,” ujar Dhani.

Menurut Dhani, kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi kualitas pembiayaan. Perubahan profil risiko nasabah juga perlu terus dicermati agar perusahaan dapat mengambil langkah yang tepat dalam menjaga kualitas aset.

Pendekatan tersebut menjadi semakin penting di tengah industri pembiayaan yang tetap menghadapi dinamika kualitas aset. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), NPF gross industri perusahaan pembiayaan tercatat sebesar 3,01% per Juni 2026. Dengan NPF sebesar 1,82% pada Juli 2026, rasio BRI Finance berada di bawah level industri.

Di tengah kondisi ini, BRI Finance tetap menjaga disiplin dalam penyaluran pembiayaan sekaligus melakukan pemantauan terhadap kualitas portofolio yang telah berjalan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pembiayaan dan kualitas aset perusahaan.

“Kami akan terus menjaga kualitas dalam setiap proses pembiayaan, baik dari sisi penyaluran maupun pengelolaan portofolio yang berjalan. Dengan proses analisis yang prudent, monitoring yang konsisten, serta collection dan recovery yang terukur, kami optimistis kualitas pembiayaan BRI Finance tetap terjaga,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Hisense Perpanjang Kemitraan Jangka Panjang dengan UEFA sebagai Mitra Resmi UEFA EURO 2028

Hisense akan melanjutkan kemitraannya dengan UEFA sebagai Mitra Resmi UEFA EURO 2028. Kemitraan ini menandai keempat kalinya secara berturut-turut Hisense mendukung Kejuaraan Eropa UEFA

BERLIN, 3
September 2026 —
Hisense
sebagai merek elektronik konsumen dan peralatan rumah tangga global,
mengumumkan di IFA 2026 bahwa perusahaan akan melanjutkan kemitraannya dengan
UEFA sebagai Mitra Resmi UEFA EURO 2028. Kemitraan ini menandai keempat kalinya
secara berturut-turut Hisense mendukung Kejuaraan Eropa UEFA.

Perjalanan
Hisense dalam dunia sepak bola dimulai melalui UEFA EURO 2016 dan terus
berkembang sejak saat itu, mencakup sejumlah edisi UEFA EURO berikutnya serta
FIFA World Cup pada 2018, 2022, dan 2026. Bagi Hisense, peluit akhir bukanlah
akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari babak selanjutnya.

“Kemitraan
yang kuat dibangun melalui proses panjang, dan perjalanan kami bersama UEFA
mencerminkan keyakinan tersebut,”

ujar Catherine Fang, Wakil Presiden Hisense Group dan Presiden Hisense
Global Commercial Center
. “Sebagai sponsor pertama asal Tiongkok untuk
UEFA EURO, selama satu dekade terakhir kami telah berkembang dari sekadar
sponsor merek menjadi mitra teknologi layar khusus UEFA dan terus maju bersama.
Melalui teknologi mutakhir dan pengalaman yang imersif, kami membawa penonton
semakin dekat dengan keseruan sepak bola. Ke depannya, kami ingin menulis babak
berikutnya bersama UEFA dan menciptakan lebih banyak momen bermakna bagi para
penggemar di seluruh dunia,”
lanjutnya.

Direktur
Pemasaran UEFA, Guy-Laurent Epstein
, mengatakan, “Kami sangat senang dapat
melanjutkan kemitraan dengan Hisense untuk UEFA EURO 2028. Komitmen
berkelanjutan Hisense terhadap sepak bola Eropa dalam empat turnamen EURO
secara berturut-turut menunjukkan kuatnya hubungan kami serta kesamaan ambisi
untuk menciptakan pengalaman yang bermakna bagi para penggemar. Kami berharap
dapat terus bekerja sama untuk menjadikan EURO berikutnya sebagai turnamen yang
berkesan.”

Di IFA 2026,
para pengunjung dapat menjelajahi zona aktivasi khusus UEFA EURO 2028 di stan
Hisense. Zona tersebut menghadirkan tantangan sepak bola yang dilengkapi sistem
pencatatan gol dan fitur pembuatan foto secara otomatis untuk dibagikan.
Bersama berbagai inovasi terbaru Hisense, aktivasi ini mencerminkan visi perusahaan,
“Innovating a Brighter Life”—memanfaatkan teknologi untuk membuat berbagai
momen yang menyatukan banyak orang menjadi lebih menarik dan berkesan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Harga Emas Berpeluang Tembus 4.500, Ini Analisis Dupoin Futures

Harga emas atau XAUUSD diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan hari Kamis (10/9). Analisis Dupoin Futures menunjukkan adanya potensi pembentukan pola double bottom pada grafik harian yang dapat menjadi sinyal positif bagi pergerakan harga emas. Dalam skenario tersebut, XAUUSD berpeluang bergerak menuju area resistance terdekat di level 4.479 hingga 4.510.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, mengatakan peluang penguatan harga emas masih terbuka selama XAUUSD mampu mempertahankan area support penting. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, zona support yang perlu diperhatikan berada di kisaran 4.366 hingga 4.340.

Menurut Geraldo Kofit dari Dupoin Futures, selama harga emas tidak menembus area support tersebut, struktur pergerakan pada time frame Daily masih memberikan indikasi bullish. Kondisi ini membuat area 4.479–4.510 menjadi target resistance yang berpotensi diuji apabila momentum beli terus berlanjut.

Analisis Dupoin Futures melihat pola double bottom sebagai salah satu faktor teknikal yang mendukung peluang kenaikan XAUUSD. Pola tersebut biasanya terbentuk setelah harga mengalami tekanan dan kemudian menemukan area yang mampu menahan penurunan sebanyak dua kali. Apabila harga mampu bergerak lebih tinggi dari area neckline, peluang terjadinya pembalikan tren menuju level yang lebih tinggi akan semakin terbuka.

Dalam konteks pergerakan saat ini, Dupoin Futures menilai area support 4.366–4.340 menjadi batas penting bagi skenario bullish tersebut. Selama harga masih bertahan di atas zona itu, tekanan beli berpotensi tetap mendominasi. Sebaliknya, apabila support tersebut berhasil ditembus, skenario kenaikan yang disampaikan dalam analisis Dupoin Futures perlu dievaluasi kembali karena dapat membuka ruang bagi pelemahan lebih lanjut.

Selain faktor teknikal, pergerakan harga emas juga dipengaruhi oleh sejumlah sentimen fundamental. Berdasarkan rangkuman berita Reuters, emas masih memperoleh dukungan dari pelemahan dolar AS dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik akibat perkembangan konflik di Timur Tengah. Situasi tersebut membuat aset emas tetap menarik bagi investor yang mencari instrumen safe haven di tengah meningkatnya risiko global.

Dupoin Futures melihat perkembangan dolar AS sebagai salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam perdagangan XAUUSD. Ketika dolar AS mengalami tekanan, emas yang dihargai dalam mata uang tersebut cenderung menjadi lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya. Kondisi ini dapat memberikan dukungan tambahan terhadap harga emas.

Di sisi lain, Dupoin Futures juga menilai pelaku pasar perlu mencermati perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat. Investor kini menunggu rilis data Producer Price Index (PPI) AS pada hari ini dan Consumer Price Index (CPI) pada Jumat. Kedua indikator tersebut berpotensi memberikan gambaran baru mengenai tekanan inflasi dan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve atau The Fed.

Data inflasi menjadi perhatian karena dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap keputusan suku bunga The Fed. Berdasarkan pemberitaan Reuters, peluang kenaikan suku bunga saat ini berada di sekitar 60%. Ekspektasi tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat membatasi penguatan emas, terutama apabila kenaikan suku bunga mendorong imbal hasil Treasury AS semakin tinggi.

Kenaikan yield Treasury menjadi tantangan bagi emas karena instrumen tersebut tidak memberikan imbal hasil bunga. Dengan demikian, apabila imbal hasil obligasi AS terus meningkat, sebagian investor dapat mengalihkan perhatian ke aset berbasis dolar yang menawarkan tingkat pengembalian lebih tinggi.

Namun, menurut analisis Dupoin Futures, tekanan dari kenaikan yield dan ekspektasi suku bunga masih perlu dilihat bersama dengan kondisi teknikal XAUUSD. Jika dolar AS tetap melemah dan ketidakpastian geopolitik terus meningkat, permintaan terhadap emas berpotensi tetap kuat.

Dengan mempertimbangkan analisis Dupoin Futures dan perkembangan sentimen pasar, Geraldo Kofit memperkirakan XAUUSD masih memiliki peluang untuk bergerak naik selama area support 4.366–4.340 tetap bertahan. Jika momentum bullish semakin kuat, harga emas berpotensi menguji resistance 4.479–4.510.

Sebaliknya, apabila harga menembus support 4.340, pelaku pasar perlu mewaspadai perubahan struktur harga karena tekanan jual dapat kembali meningkat. Karena itu, Dupoin Futures menilai respons XAUUSD terhadap area support dan resistance tersebut menjadi kunci untuk melihat arah pergerakan emas selanjutnya, terutama menjelang rilis data ekonomi penting Amerika Serikat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES