Barantum Pertegas Reputasi sebagai Penyedia CRM Indonesia

Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order.

Kebutuhan bisnis terhadap CRM terus berkembang. Perusahaan tidak lagi hanya membutuhkan tempat untuk menyimpan data pelanggan, tetapi juga sistem untuk mendukung penjualan, komunikasi, dan layanan pelanggan.

Di tengah kebutuhan tersebut, pilihan penyedia CRM di Indonesia semakin beragam. Vendor global hadir dengan ekosistem teknologi yang luas, sementara provider lokal menawarkan solusi yang lebih dekat dengan kebutuhan bisnis Indonesia.

Mengapa Kebutuhan CRM di Indonesia Semakin Besar?

Menurut Mordor Intelligence, pasar CRM Indonesia diperkirakan mencapai USD 205,47 juta pada 2026 dan meningkat menjadi USD 346,58 juta pada 2031, dengan CAGR 11,02% selama periode 2026–2031.

Perubahan teknologi juga membuat kebutuhan terhadap CRM semakin luas. Bisnis mulai membutuhkan sistem berbasis cloud, integrasi berbagai channel komunikasi, serta otomatisasi untuk meningkatkan efisiensi kerja.

Mordor Intelligence mencatat bahwa CRM berbasis cloud menguasai 61,30% pangsa pasar Indonesia pada 2025. Segmen usaha kecil dan menengah juga menyumbang 57,40% dari ukuran pasar pada tahun yang sama.

Artinya, kebutuhan CRM tidak hanya datang dari perusahaan besar. Bisnis dengan berbagai skala membutuhkan sistem yang dapat mengikuti perkembangan pelanggan dan cara kerja yang semakin digital.

Barantum Perkuat Reputasi di Industri CRM Indonesia

Barantum merupakan salah satu penyedia CRM lokal yang berkembang di pasar Indonesia. Perusahaan ini tercantum dalam laporan Indonesia CRM Software Market dari Mordor Intelligence, termasuk dalam daftar Indonesia CRM Software Industry Leaders.

Barantum juga masuk dalam bagian competitive landscape bersama sejumlah pemain global, seperti Salesforce, Pipedrive, Oracle, Zoho, Microsoft Dynamics 365, HubSpot.

Mordor Intelligence mencatat bahwa pemain lokal seperti Barantum memiliki pendekatan yang lebih dekat dengan kebutuhan bisnis Indonesia. Sementara itu, pemain global memiliki keunggulan dari sisi skala, ekosistem, dan jangkauan teknologi.

Selain pencantuman dalam laporan industri, Barantum juga memiliki rating 4,9/5 dari lebih dari 1.200 ulasan di Google. Rating tersebut menjadi salah satu gambaran pengalaman pengguna terhadap platform yang digunakan untuk mendukung aktivitas bisnis.

Kombinasi antara perkembangan bisnis, pencantuman dalam laporan industri, dan pengalaman pengguna menjadi bagian dari reputasi Barantum sebagai penyedia CRM di Indonesia.

Barantum Hadirkan Solusi CRM untuk Bisnis Indonesia

Dengan Barantum CRM, bisnis dapat mengelola data pelanggan, pipeline penjualan, aktivitas tim, dan follow-up. Sementara itu, Omnichannel, Broadcast, AI Agent, dan Call Center mendukung pengelolaan komunikasi, otomatisasi, dan layanan pelanggan melalui berbagai channel.

Barantum juga merupakan mitra resmi WhatsApp (BSP). Integrasi CRM dengan WhatsApp dalam satu sistem membuat bisnis dapat mengelola data pelanggan dan komunikasi WhatsApp tanpa harus berpindah platform. Pendekatan ini menjawab kebutuhan bisnis Indonesia yang masih banyak mengandalkan WhatsApp dalam berkomunikasi dengan pelanggan.

Seluruh fungsi tersebut tersedia dalam satu platform, sehingga aktivitas penjualan, komunikasi, dan layanan pelanggan dapat dikelola dalam alur kerja yang lebih terstruktur.

Dengan menggabungkan CRM, WhatsApp, komunikasi omnichannel, otomatisasi, dan customer service dalam satu platform, Barantum memperkuat perannya sebagai penyedia CRM yang menjawab kebutuhan bisnis Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Holding Perkebunan Nusantara PTPN IV PalmCo Fasilitasi Lintasan APRC 2026, Perputaran Ekonomi Masyarakat Simalungun Meningkat

SIMALUNGUN — PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara, kembali mendukung penyelenggaraan Sumatera Utara (Sumut) Rally 2026, Putaran ke-3 FIA Asia Pacific Rally Championship (APRC) sekaligus Putaran ke-4 Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Rally IMI. Ajang balap mobil tingkat internasional yang berlangsung pada 7–9 Agustus 2026 di kawasan perkebunan teh PTPN IV Regional II Unit Tobasari dan Sidamanik, Kabupaten Simalungun, tersebut tidak hanya menjadi arena kompetisi otomotif, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah sekitar.

Pelepasan peserta kejuaraan dilakukan di Lapangan Adam Malik, Kota Pematangsiantar, pada Jumat (7/8). Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Utara, H. Harun Mustafa, menyampaikan bahwa reli diikuti oleh 45 peserta dari berbagai kelas, termasuk enam pereli internasional yang berasal dari Prancis, India, dan Malaysia.

Tingginya partisipasi peserta dari dalam dan luar negeri menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah. Kehadiran 45 tim balap beserta ratusan kru mekanik, ofisial, dan ribuan penonton selama akhir pekan diperkirakan memicu perputaran uang hingga miliaran rupiah.

Dampak ekonomi tersebut dirasakan langsung oleh berbagai sektor riil di Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar, mulai dari meningkatnya tingkat hunian hotel dan penginapan, permintaan jasa transportasi, hingga kenaikan omzet pelaku UMKM kuliner, warung kopi, dan pedagang suvenir di sekitar kawasan special stage (SS) perkebunan teh.

Musa Rajekshah selaku Ketua Dewan Pembina IMI Sumut menyampaikan bahwa penyelenggaraan reli merupakan kegiatan otomotif yang membutuhkan biaya besar serta melibatkan banyak pihak karena berlangsung di luar sirkuit.

Lebih lanjut, pereli yang juga berhasil meraih Juara Pertama APRC Sumut 2026 tersebut menegaskan bahwa terdapat tujuan yang lebih besar di balik penyelenggaraan kompetisi ini.

“Kegiatan ini bukan sekadar melampiaskan hobi, melainkan juga mempromosikan pariwisata Danau Toba dan meningkatkan ekonomi rakyat,” ujarnya.

Dukungan Konsisten PTPN IV PalmCo

Keberhasilan pemanfaatan kawasan perkebunan sebagai arena balap internasional tidak terlepas dari dukungan PTPN IV PalmCo. Optimalisasi aset perkebunan ini merupakan bentuk kolaborasi aktif perusahaan dalam mendukung pengembangan ekosistem pariwisata olahraga (sport tourism) di Sumatera Utara.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyatakan bahwa perusahaan selalu terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, terutama untuk program-program yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Penyediaan lahan perkebunan teh di Simalungun sebagai lintasan reli merupakan bentuk komitmen PTPN IV PalmCo dalam mendukung inisiatif strategis pemerintah dan IMI. Kami menyadari bahwa aset BUMN ini memiliki potensi untuk menggerakkan ekonomi. Kehadiran kompetisi sebesar APRC terbukti mampu menjadi katalis perputaran uang yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan para pelaku UMKM dan masyarakat desa setempat,” jelas Jatmiko.

Keterlibatan PTPN IV PalmCo dalam kejuaraan reli merupakan wujud konsistensi perusahaan. Pada tahun-tahun sebelumnya, kawasan kebun teh PalmCo juga secara rutin dipercaya sebagai arena balap Kejurnas Rally maupun APRC.

Dukungan berkelanjutan terhadap penyediaan lintasan yang menantang ini sejalan dengan peta jalan IMI dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam mematangkan kesiapan daerah untuk mengembalikan seri World Rally Championship (WRC) ke Indonesia.

Keberhasilan penyelenggaraan Sumut Rally 2026 di kawasan perkebunan PTPN IV PalmCo menunjukkan bahwa sinergi lintas sektor mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang produktif, memperkuat posisi Danau Toba sebagai destinasi sport tourism, serta memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat di kawasan penyangga.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mengawal Anggaran Pendidikan, Komisi X Perjuangkan Kesejahteraan Guru dan Pendidikan Tanpa Biaya

PARLEMENTARIA, Jakarta – Komisi X DPR RI menyetujui pagu anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam RAPBN Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp61,1 triliun. Dalam persetujuan tersebut, Komisi X memberikan sejumlah catatan, terutama terkait peningkatan kesejahteraan guru, pemenuhan alokasi anggaran pendidikan, serta tindak lanjut putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pendidikan dasar tanpa memungut biaya.

Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026). Rapat membahas persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) Tahun Anggaran 2027 serta program yang akan didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) berdasarkan kriteria teknis Komisi X.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani selaku pimpinan rapat menyampaikan, selain menerima pagu anggaran Kemendikdasmen sebesar Rp61,1 triliun, Komisi X juga menerima usulan tambahan anggaran sebesar Rp157,75 triliun. Adapun total kebutuhan anggaran yang diusulkan mencapai Rp306,51 triliun untuk menindaklanjuti putusan MK terkait pendidikan dasar.

“Komisi X DPR RI menerima pagu anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp61.100.819.081.000,” ujar Lalu saat membacakan kesimpulan rapat.

Menurut Lalu, persetujuan tersebut disertai catatan dan masukan dari anggota Komisi X yang perlu menjadi perhatian Kemendikdasmen dalam penyusunan kebijakan dan pelaksanaan program tahun anggaran 2027. Salah satu perhatian utama ialah pemenuhan kebutuhan anggaran pendidikan dan kepastian kesejahteraan pendidik.

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Muhamad Nur Purnamasidi, dalam pandangan fraksi, menyoroti tindak lanjut Putusan MK Nomor 3/PUU-XXII/2024. Ia meminta pemerintah lebih optimistis dalam menyusun simulasi kebutuhan anggaran pendidikan, mengingat tambahan sekitar Rp5 triliun dinilai belum cukup untuk memenuhi porsi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dalam sisa waktu dua tahun.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB Muhammad Kadafi menyoroti kesejahteraan guru dan tendik yang masih menghadapi ketidakpastian. Menurutnya, peningkatan anggaran pendidikan perlu diarahkan pula untuk memberikan kepastian bagi para pendidik yang telah mengabdi di berbagai daerah.

“Yang utama adalah bagaimana kita bisa mendorong kesejahteraan para guru dan juga tendik yang terus mengabdi dalam ketidakpastian agar bisa nyaman dan mendapatkan kepastian,” ungkap Kadafi.

Senada, Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS Abdul Fikri Faqih meminta usulan tambahan anggaran dikawal secara ketat agar dapat mendukung keberlanjutan program prioritas nasional. Menurutnya, pengawalan tersebut juga penting untuk memastikan peningkatan mutu layanan pendidikan, kelancaran digitalisasi, serta pelaksanaan putusan MK dapat direalisasikan di lapangan.

Lalu menegaskan, berbagai pandangan dan masukan tersebut menjadi bagian dari catatan resmi Komisi X yang harus diperhatikan Kemendikdasmen dalam menjalankan program pada 2027.

“Komisi X DPR RI menekankan kepada Kemendikdasmen RI agar menjadikan pandangan dan masukan anggota Komisi X DPR RI yang disampaikan dalam laporan singkat pembahasan Pagu Indikatif hingga Pagu Anggaran RAPBN Tahun Anggaran 2027 sebagai rujukan dalam penyusunan kebijakan, program, dan kegiatan Kemendikdasmen RI Tahun Anggaran 2027,” tegas legislator dari Fraksi PKB itu.

Selanjutnya, pagu anggaran tersebut akan disampaikan kepada Badan Anggaran (Banggar) DPR RI untuk dibahas sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Komisi X DPR RI akan mengawal pelaksanaan program dan anggaran tersebut agar berjalan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan. Pemanfaatan anggaran diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan administratif, tetapi juga menghadirkan perbaikan nyata bagi layanan pendidikan serta kepastian dan kesejahteraan guru dan tendik di berbagai daerah. (fa/uc)

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dari Mabar ke Komunitas: Pop Mie Campus Gaming Ground Hadir di IPB, Satukan Mahasiswa Bogor Lewat Esports

Turnamen terbuka untuk mahasiswa ini hadir di awal tahun akademik. Membuka ruang bagi mahasiswa baru untuk membanun komunitas, mengasah kemampuan dan mengenal peluang karir di industri esports

Bogor, 29 Agustus 2026 – Tahun ajaran baru biasanya dimulai dengan mencari teman baru, mengenal lingkungan kampus dan menemukan komunitas yang punya minat serupa. Bagi sebagian mahasiswa, salah satu cara paling mudah untuk memulai percakapan bisa sesederhana, “Main mole, nggak?”. Dari kebiasaan mabar (main bareng) inilah komunitas gaming kampus terus tumbuh. Esports pun berkembang dari sekadar aktivitas kompetitif menjadi ruang sosial: tempat bertemu, membangun relasi, mengasah kemampuan, hingga mengenal peluang di industri digital. 

Campus Gaming Ground di IPB” />

Fenomena ini hadir dalam Pop Mie Campus Gaming Ground 2026 di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 29 Agustus 2026. Berbeda dari turnamen internal kampus di kota-kota sebelumnya. Ajang ini terbuka untuk mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Menjadikan IPB sebagai titik temu komunitas gaming mahasiswa di Bogor. Hal ini menjadi peluang tersendiri bagi mahasiswa baru. Di awal tahun akademik, kegiatan ini menjadi wadah pertemuan lintas kampus yang membuka kesempatan untuk bertemu pemain lain dan membentuk tim. Mereka juga bisa mengenal komunitas dan mengikuti aktivitas di luar ruang kelas.

Ketika Hobi Gaming Bertemu Industri yang Terus Tumbuh

Gaming kini sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia. Aktivitas ini tidak lagi sekedar hiburan. Tetapi telah berkembang menjadi industri besar dengan ekosistem yang semakin kompleks. Data Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat terdapat lebih dari 150 juta pemain gim di Indonesia, menjadikannya salah satu pasar terbesar di dunia. Industri ini juga terus berkembang dengan kontribusi ekonomi yang mencapai puluhan triliun rupiah per tahun, didukung ribuan pengembang dan penerbit aktif di berbagai daerah. 

Pertumbuhan ini turut melahirkan ekosistem yang lebih luas: esports, content creator, platform streaming, hingga industri kreatif dan teknologi pendukung. Sejumlah kajian juga menunjukkan bahwa industri ini berpotensi membuka lapangan kerja baru dalam skala besar, baik secara langsung maupun tidak langsung. Artinya, semakin besar industri gaming, semakin beragam pula kebutuhan talenta. Tidak semua peluang berada di dalam pertandingan, justru tumbuh di luar arena kompetitif. 

Di sinilah lingkungan kampus dapat memainkan peran penting. Mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen gim. Mereka juga bisa mulai mengenal berbagai profesi dan keterampilan yang dibutuhkan dalam ekosistem digital ini.

Esports Bukan Cuma Tentang Siapa yang Menang

Di Pop Mie Campus Gaming Ground, mahasiswa tidak hanya datang untuk bertanding di Mobile Legends: Bang Bang (MLBB). Acara ini juga menjadi ruang interaksi komunitas yang lebih luas. Format lintas kampus membuka kesempatan luas bagi mahasiswa. Mereka punya wadah bertemu pemain lain, berbagi pengalaman dan memahami bahwa sebuah ekosistem esports tidak hanya terdiri dari pemain. Di balik satu pertandingan, ada banyak peran yang bekerja, mulai dari pengelola event, tim produksi, konten hingga manajemen komunitas. 

Campus Gaming Ground” />

Mahasiswa juga dapat terlibat sebagai panitia lokal. Dari sini, mereka bisa belajar langsung tentang koordinasi acara, komunikasi, manajemen komunitas, hingga penyelesaian masalah di lapangan. Chaya Kusuma, Managing Director EVOS, melihat pengalaman seperti ini sebagai bagian penting dari perkembangan ekosistem esports. “Esports tidak tumbuh hanya dari pemain profesional. Komunitas punya peran besar karena dari sanalah pemain, kreator dan talenta baru berkembang. Ketika mahasiswa dari berbagai kampus bertemu, mereka tidak hanya bermain, tetapi juga membangun relasi dan pengalaman yang penting untuk perjalanan mereka di esports,” ujarnya. 

Jalur Pro Player dan Banyak Peluang Lain

Bagi mahasiswa yang ingin menekuni jalur kompetitif, turnamen ini bisa menjadi langkah awal untuk menguji kemampuan di lingkungan yang lebih serius. Kompetisi memberi pengalaman berbeda dibanding sekedar bermain bersama teman. Tim juara pertama akan mendapatkan kesempatan mengikuti kelas EVOS Academy secara gratis. Sebagai bentuk pembinaan untuk memahami standar kompetitif dan pengembangan skill lebih lanjut. 

Namun, jalur pro player bukan satu-satunya tujuan. Ekosistem esports juga membuka banyak ruang lain di luar pertandingan. Seperti halnya content creator, caster, analis, event organizer, manajemen tim hingga berbagai peran operasional lainnya. Antonius Pandu, Senior Brand Manager Pop Mie, menegaskan pentingnya ruang eksplorasi bagi mahasiswa. “Gaming sudah menjadi bagian dari keseharian mahasiswa. Yang menarik adalah ketika ketertarikan itu bisa berkembang, baik lewat kompetisi maupun pengalaman di balik layar. Kami ingin mahasiswa punya ruang untuk menemukan dan mengembangkan bidang yang paling sesuai dengan kemampuan mereka,” tambahnya. 

IPB sebagai Titik Temu Komunitas

Dengan format open to public, IPB menjadi ruang pertemuan mahasiswa dari berbagai kampus di Bogor. Komunitas yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri kini bisa saling bertemu dalam satu arena. Pelaksanaan pada 29 Agustus 2026 yang bertepatan dengan awal tahun akademik juga menjadikan acara ini relevan bagi mahasiswa baru yang sedang mencari lingkungan pertemanan dan komunitas. Bagi mahasiswa senior, ini menjadi kesempatan memperluas jaringan dan bertemu pemain baru dari kampus lain. Lebih dari sekadar turnamen, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi sosial yang membentuk pengalaman: kerja sama tim, komunikasi, hingga adaptasi dalam situasi kompetitif. 

Campus Gaming Ground di IPB” />

Melalui kegiatan seperti Pop Mie Campus Gaming Ground, esports tidak hanya dipandang sebagai permainan, tetapi juga sebagai ruang belajar: tentang kerja sama, kreativitas, kompetisi, dan peluang karir. Tidak semua peserta akan menjadi pro player. Sebagian akan menemukan komunitas baru, sebagian mendapatkan pengalaman pertama mengelola event, dan sebagian lainnya menyadari bahwa industri ini memiliki banyak jalur karir yang relevan dengan minat mereka. 

Dari pertemuan-pertemuan kecil inilah ekosistem mulai terbentuk secara pelan, tapi nyata. Bukan hanya tentang siapa yang menang, tetapi tentang siapa yang menemukan kesempatan untuk berkembang setelah pertandingan selesai.

Corner dalam Brand Experience Activity Pop Mie Campus Gaming Ground di IPB  ” />

Informasi lanjutan mengenai Pop Mie Campus Gaming Ground 2026 bisa diakses melalui media sosial Instagram Pop Mie @popmieofficial dan EVOS Esports @evosesports.

— Selesai —

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Keselamatan Jadi Prioritas, KAI Daop 2 Bandung Tutup Perlintasan Sebidang Rawan dan Bangun Palang Pintu di Sejumlah Lokasi

Info Daop 2 Bd

Rabu, 2 September 2026

Keselamatan Jadi Prioritas, KAI Daop 2 Bandung Tutup Perlintasan Sebidang Rawan dan Bangun Palang Pintu di Sejumlah Lokasi

Bandung (Jawa Barat), 2 September 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung fokus terhadap aspek keselamatan perjalanan kereta api salah satunya saat perjalanan kereta api melewati perlintasan sebidang. Berbagai langkah dilakukan, mulai dari sosialisasi keselamatan perjalanan kereta api, penutupan dan penyempitan perlintasan sebidang tidak dijaga hingga pembangunan pos jaga gardu Jalan Perlintasan Langsung (JPL) dan palang pintu di sejumlah lokasi yang dinilai memiliki potensi kerawanan terhadap keselamatan perjalanan kereta api.

Di wilayah kerja KAI Daop 2 Bandung saat ini terdapat 345 perlintasan sebidang, yang terdiri atas 138 perlintasan dijaga dan 207 perlintasan tidak dijaga.

Keberadaan perlintasan sebidang, khususnya yang tidak dijaga, menjadi salah satu perhatian serius karena memiliki potensi terjadinya gangguan perjalanan kereta api karena adanya orang maupun kendaraan yang menemper kereta api yang dapat mengakibatkan korban jiwa maupun kerugian secara material maupun non material.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo mengatakan, keselamatan merupakan prioritas utama KAI. Untuk itu, KAI Daop 2 Bandung secara berkelanjutan melakukan berbagai upaya untuk meminimalkan potensi gangguan perjalanan KA di perlintasan sebidang.

“Keselamatan perjalanan kereta api adalah prioritas utama kami. Perlintasan sebidang menjadi salah satu titik yang terus kami perhatikan karena interaksi antara perjalanan kereta api dengan pengguna jalan memiliki risiko yang sangat tinggi apabila tidak disertai kewaspadaan dan kedisiplinan,” ujar Kuswardojo.

Kuswardojo menjelaskan bahwa salah satu upaya yang sedang dilakukan adalah melakukan penutupan maupun penyempitan perlintasan sebidang tidak dijaga yang dinilai berpotensi menimbulkan kerawanan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya preventif untuk mencegah terjadinya orang maupun kendaraan menemper ke kereta api yang berdampak pada keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api.

Selain itu, saat ini di wilayah kerja KAI Daop 2 Bandung juga tengah dilakukan pembangunan pos jaga gardu JPL dan palang pintu perlintasan di 10 lokasi yang dinilai memiliki potensi kerawanan terhadap gangguan perjalanan kereta api karena orang maupun kendaraan menemper KA di lokasi ini.

Pembangunan fasilitas keselamatan tersebut menjadi salah satu prioritas peningkatan keselamatan di wilayah Daop 2 Bandung dan merupakan bagian dari program pemerintah dalam meningkatkan keselamatan transportasi, khususnya pada perlintasan sebidang.

“Kami menyambut baik dan mendukung program pemerintah dalam meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang. Pembangunan pos jaga dan palang pintu di 10 lokasi ini diharapkan dapat semakin meningkatkan aspek keselamatan. Namun, keberadaan palang pintu maupun petugas penjaga bukan berarti pengguna jalan dapat mengurangi kewaspadaannya,” kata Kuswardojo.

KAI menegaskan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. Pengguna jalan wajib meningkatkan kewaspadaan setiap kali akan melintasi perlintasan, baik perlintasan yang dijaga maupun yang tidak dijaga.

Kuswardojo mengingatkan, pengguna jalan harus selalu mematuhi rambu-rambu dan aturan keselamatan serta tidak menerobos ketika terdapat tanda bahwa kereta api akan melintas.

“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk tidak terburu-buru ketika akan melintasi perlintasan sebidang. Pastikan kondisi benar-benar aman sebelum melanjutkan perjalanan. Jangan menerobos palang pintu dan jangan memaksakan diri melintas apabila kereta api sudah terlihat atau terdengar,” tegasnya.

Sebagai langkah sederhana untuk meningkatkan kewaspadaan, KAI mengajak seluruh pengguna jalan menerapkan prinsip BERTEMAN (berhenti, tengok kanan-kiri, pastikan aman, dan silahkan melanjutkan perjalanan) ketika akan melintasi perlintasan sebidang. 

KAI juga mengingatkan bahwa secara ketentuan kereta api selalu memiliki prioritas perjalanan di perlintasan sebidang. Pengguna jalan wajib memberikan kesempatan kepada kereta api untuk melintas terlebih dahulu.

“Keselamatan bukan hanya tanggung jawab petugas KAI. Infrastruktur keselamatan dan petugas penjaga memang penting, tetapi kedisiplinan serta kewaspadaan pengguna jalan merupakan faktor yang tidak kalah penting. Kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama membangun budaya tertib dan selamat di perlintasan sebidang,” tutup Kuswardojo.

PT KAI Daop 2 Bandung mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan bersama. Karena satu detik kelalaian di perlintasan sebidang dapat berakibat fatal.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PTPN I (Persero, Subholding Perkebunan Nusantara Perkuat Kolaborasi untuk Dukung Swasembada Pangan

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, mendorong PT Perkebunan Nusantara I (Persero) untuk memperkuat kontribusinya dalam mendukung program swasembada pangan nasional melalui percepatan pengembangan komoditas perkebunan strategis, penguatan riset bibit unggul, serta optimalisasi pemanfaatan lahan.

Arahan tersebut disampaikan Zulkifli Hasan saat menerima jajaran Direksi PTPN I yang dipimpin Direktur Utama PTPN I, Dr. Abdul Rivai Ras, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Menko Pangan menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan swasembada pangan membutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah, BUMN, lembaga riset, perguruan tinggi, dan pelaku usaha. Menurutnya, sektor perkebunan memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita harus bergerak dalam satu barisan, bekerja sama, dan maju bersama. Komoditas perkebunan seperti kelapa, kakao, dan kopi memiliki potensi besar untuk meningkatkan nilai ekonomi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. Karena itu, pengembangannya harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan,” ujar Zulkifli Hasan.

Ia menjelaskan, pemerintah terus mendorong penguatan ekosistem perkebunan melalui pengembangan bibit unggul, peningkatan produktivitas lahan, serta pemanfaatan inovasi dan teknologi. Sinergi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), perguruan tinggi, serta kementerian dan lembaga terkait dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat transformasi sektor perkebunan nasional.

Menurut Menko Pangan, PTPN I memiliki posisi strategis untuk menjadi pusat pengembangan komoditas perkebunan nasional, mulai dari penyediaan lahan riset, pengembangan kebun induk bibit unggul, hingga implementasi teknologi budidaya yang mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil perkebunan.

“PTPN I harus menjadi motor penggerak pengembangan perkebunan nasional. Hasil riset dan inovasi harus mampu meningkatkan produksi, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, sekaligus membuka peluang pengembangan kawasan agrowisata berbasis perkebunan,” katanya.

Menanggapi arahan tersebut, Direktur Utama PTPN I, Dr. Abdul Rivai Ras, menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung penuh agenda strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan swasembada pangan nasional.

“Arahan Bapak Menteri Koordinator Bidang Pangan menjadi penguatan bagi langkah transformasi yang sedang dijalankan PTPN I. Kami siap mempercepat pengembangan komoditas perkebunan strategis, memperkuat tata kelola, mengoptimalkan aset produktif, serta meningkatkan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani, masyarakat, dan perekonomian nasional,” ujar Abdul Rivai Ras.

Ia menambahkan, PTPN I akan terus mengembangkan komoditas unggulan seperti kelapa, kakao, kopi, tebu, teh, dan tembakau melalui pendekatan berbasis inovasi, hilirisasi, serta penerapan teknologi modern untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing di pasar global.

Menurut Abdul Rivai Ras, transformasi yang dijalankan PTPN I tidak hanya berorientasi pada peningkatan kinerja perusahaan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kontribusi BUMN perkebunan dalam mendukung program prioritas pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan, hilirisasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui penguatan sinergi antara Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan PTPN I, diharapkan pengembangan komoditas perkebunan strategis dapat berjalan lebih terintegrasi, memperkuat swasembada pangan nasional, meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan, serta mendorong daya saing Indonesia sebagai salah satu negara agraris terkemuka di dunia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Telkom AI Center Malang Dukung Pengembangan Kapabilitas AI melalui AI for Everyone Batch 27

Telkom AI Center Malang bersama Nortis AI mendorong pemanfaatan AI untuk produktivitas, bisnis, dan kreativitas melalui AI for Everyone Batch 27 yang diikuti sekitar 40 peserta.

Malang, 2 September 2026 – Perkembangan Artificial Intelligence (AI) membuka berbagai peluang baru dalam mendukung produktivitas, proses belajar, hingga kebutuhan bisnis. Untuk memperluas pemahaman dan akses masyarakat terhadap pemanfaatan teknologi tersebut, Telkom AI Center Malang hadir sebagai Community Partner dalam kegiatan AI for Everyone: Productivity & Learning Batch 27 (12/8) yang diselenggarakan oleh Nortis AI dengan kolaborasi dan dukungan Telkom AI Center of Excellence.

Bertempat di Ruang Kriya Lantai 4 Malang Creative Center (MCC), kegiatan ini diikuti oleh sekitar 40 peserta yang terdiri dari masyarakat umum dan peserta program internship Malang Creative Center. Melalui sesi pembelajaran dan praktik langsung, peserta diajak mengenal konsep dasar AI, teknik prompting, serta berbagai peluang penerapannya untuk mendukung produktivitas kerja dan kebutuhan bisnis.

Kegiatan menghadirkan M. Ziaelfikar Albaba sebagai narasumber yang membawakan materi dengan pendekatan yang menggabungkan pemahaman fundamental dan praktik langsung. Materi yang disampaikan mencakup Fundamental AI & Teknik Prompting, AI untuk Produktivitas Kerja & Bisnis, Praktik Generative AI & Problem Solving, serta Responsible AI & AI Adoption. Dalam sesi pembelajaran, Ziaelfikar mengajak peserta memahami bagaimana AI dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mengembangkan ide, menyelesaikan permasalahan, dan mendukung berbagai aktivitas sehari-hari.

“AI dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mengembangkan ide, menyelesaikan permasalahan, dan mendukung berbagai aktivitas sehari-hari. Karena itu, penting untuk memahami cara menyusun prompt yang lebih terarah agar AI dapat menghasilkan output yang relevan dengan kebutuhan,” ujar Ziaelfikar.

Pemahaman tersebut kemudian dilanjutkan melalui sesi praktik Generative AI. Peserta menggunakan ChatGPT dan Google Flow untuk mengembangkan ide serta membuat desain poster dan video bertema Agustus. Melalui praktik ini, peserta mencoba secara langsung proses pemanfaatan AI, mulai dari pengembangan ide, penyusunan prompt, hingga menghasilkan konten yang dapat digunakan sebagai bagian dari kebutuhan kreatif.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan melalui sesi diskusi dan praktik yang berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya mengikuti materi, tetapi juga diberikan ruang untuk mengeksplorasi berbagai ide dan melihat bagaimana teknologi AI dapat menghasilkan beragam bentuk konten melalui tools yang tersedia.

Keterlibatan Telkom AI Center Malang sebagai partner dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya untuk memperluas ekosistem pembelajaran dan adopsi AI di berbagai kalangan. Kolaborasi dengan komunitas, institusi, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat membuka lebih banyak ruang bagi masyarakat untuk mengenal, mempelajari, dan memanfaatkan AI sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Melalui kegiatan ini, Telkom AI Center of Excellence bersama Nortis AI berharap pengalaman yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam aktivitas setelah kelas. Bagi peserta program internship Malang Creative Center, pembelajaran ini diharapkan dapat menjadi bekal untuk meningkatkan produktivitas dan mendukung pelaksanaan berbagai tugas selama menjalankan program internship. Sementara itu, bagi peserta dari masyarakat umum, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memahami dan memanfaatkan AI secara tepat serta bertanggung jawab dalam pekerjaan maupun aktivitas sehari-hari.

Kegiatan AI for Everyone: Productivity & Learning – Batch 27 merupakan bagian dari AI Opportunity Funding: Asia Pacific yang diinisiasi oleh AVPN dan didukung oleh Google.org serta Asian Development Bank (ADB). Melalui kolaborasi bersama berbagai mitra, Telkom AI Center Malang akan terus mendukung hadirnya ruang pembelajaran dan pengembangan kapabilitas AI yang relevan, inklusif, dan dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat.

Ke depan, kolaborasi lintas komunitas dan ekosistem akan terus menjadi bagian penting dalam mendorong pemanfaatan AI yang produktif dan bertanggung jawab, sekaligus mempersiapkan masyarakat dan talenta digital untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi di masa depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

OJK Siapkan Era Baru Kripto: SID Investor, Stablecoin hingga Tokenisasi Aset

Jakarta, 2 September 2026 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mendorong aset kripto terintegrasi lebih dalam dengan sistem keuangan Indonesia. Arah kebijakan ini mencakup penguatan status penyedia layanan aset kripto, penerapan Single Investor Identification (SID), pengaturan stablecoin, hingga pengembangan tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA).

Arah tersebut disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, dalam Coinfest Asia 2026 yang berlangsung di Bali pada 20–21 Agustus 2026.

“Hari ini, di forum Coinfest Asia, saya ingin menyatakan bahwa ekonomi on-chain Indonesia akan segera hadir,” ujar Adi.

Langkah tersebut menjadi sinyal bahwa pengembangan industri aset digital nasional mulai bergerak dari sekadar aktivitas perdagangan kripto menuju integrasi yang lebih luas dengan infrastruktur keuangan.

CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai arah tersebut dapat menjadi momentum penting bagi industri kripto Indonesia untuk memasuki tahap perkembangan yang lebih matang.

“Integrasi aset kripto dengan sistem keuangan bukan hanya tentang memperluas penggunaan teknologi blockchain. Yang lebih penting adalah membangun fondasi industri yang memiliki tata kelola, transparansi, perlindungan konsumen, dan infrastruktur yang semakin setara dengan sektor jasa keuangan lainnya,” ujar Yudho.

Industri Kripto Masuk Fase Baru

Perkembangan regulasi tersebut berlangsung di tengah pertumbuhan jumlah konsumen aset kripto di Indonesia.

Data OJK menunjukkan jumlah konsumen aset kripto mencapai 22,69 juta pada Juni 2026, meningkat dari 22,40 juta pada Mei. Nilai transaksi kripto pada periode yang sama mencapai Rp28,58 triliun, naik 24,2 persen dibandingkan Rp23,01 triliun pada bulan sebelumnya. Pertumbuhan tersebut berlangsung seiring semakin luasnya minat masyarakat terhadap aset digital, termasuk Bitcoin sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar.

Infrastruktur pasar aset kripto Indonesia juga terus berkembang dengan keberadaan 26 pedagang aset keuangan digital berizin, dua bursa, dua lembaga kliring, dan dua kustodian.

Salah satu agenda yang tengah disiapkan OJK adalah memperkuat posisi penyedia layanan aset kripto sebagai bagian dari industri jasa keuangan, sejalan dengan perkembangan regulasi melalui Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Menurut Adi, perubahan tersebut bukan hanya sebatas perubahan nomenklatur, melainkan mencerminkan peningkatan standar industri.

“Ini bukan sekadar perubahan label, tetapi benar-benar menunjukkan peningkatan kelas industri,” katanya.

Yudho melihat penguatan status tersebut dapat meningkatkan kepercayaan terhadap industri sekaligus mendorong pelaku usaha meningkatkan standar operasionalnya.

“Ketika aset digital semakin terhubung dengan sistem keuangan nasional, ekspektasi terhadap pelaku industri juga akan semakin tinggi. Governance, manajemen risiko, keamanan aset, hingga transparansi harus ikut berkembang. Bagi industri, ini merupakan tantangan sekaligus peluang untuk membangun kepercayaan dalam jangka panjang,” kata Yudho.

Investor Kripto Bakal Punya SID

OJK juga berencana menerapkan Single Investor Identification bagi investor aset kripto. Mekanisme serupa selama ini digunakan di pasar modal untuk memberikan nomor identitas tunggal kepada investor.

Menurut OJK, penerapan SID dapat membuat infrastruktur pasar aset digital semakin selaras dengan pasar modal sekaligus memperkuat transparansi aktivitas investor.

“Hal ini akan menyelaraskan ekosistem kripto dengan pasar modal, meningkatkan kredibilitas serta mendorong transparansi dan efisiensi secara bersamaan,” ujar Adi.

Yudho menilai SID dapat menjadi salah satu fondasi penting jika Indonesia ingin membangun ekosistem aset digital yang lebih terintegrasi.

“Identitas investor yang terintegrasi berpotensi membuat ekosistem lebih transparan sekaligus mempermudah pengembangan produk dan layanan keuangan digital di masa depan. Hal yang perlu dijaga adalah implementasinya tetap efisien, aman, dan tidak menciptakan hambatan yang berlebihan bagi masyarakat untuk mengakses layanan,” jelasnya.

Stablecoin Mulai Masuk Agenda Regulasi

Selain infrastruktur investor, stablecoin menjadi salah satu sektor yang mulai mendapatkan perhatian lebih besar dari regulator.

OJK berencana menempatkan stablecoin sebagai instrumen transaksi, bukan sebagai alat pembayaran. Pengaturannya akan tetap dikoordinasikan dengan Bank Indonesia sesuai kewenangan masing-masing lembaga.

“Stablecoin diposisikan sebagai instrumen transaksi, bukan sebagai alat pembayaran,” kata Adi.

Pembahasan mengenai stablecoin menjadi semakin relevan seiring peningkatan penggunaannya secara global. Berdasarkan data yang dipaparkan OJK, suplai stablecoin dunia meningkat dari sekitar US$200 miliar pada awal 2025 menjadi sekitar US$317 miliar–US$320 miliar pada awal 2026.

Sejumlah model bisnis stablecoin di Indonesia juga telah melewati proses regulatory sandbox OJK dan bersiap memasuki tahap pengembangan berikutnya.

Menurut Yudho, kejelasan regulasi menjadi faktor penting agar inovasi stablecoin dapat berkembang tanpa menimbulkan ketidakpastian bagi pelaku usaha maupun pengguna.

“Stablecoin memiliki banyak potensi penggunaan, terutama untuk efisiensi transaksi dan penyelesaian berbasis blockchain. Namun, karena bersinggungan langsung dengan sistem keuangan dan pembayaran, batas kewenangan serta aturan mainnya harus jelas. Kepastian regulasi justru akan memberikan ruang yang lebih sehat bagi inovasi,” ujarnya.

Tokenisasi Emas, SBN hingga Properti

Agenda lain yang berpotensi membuka babak baru industri aset digital Indonesia adalah tokenisasi aset dunia nyata.

OJK tengah menyusun kerangka regulasi yang lebih luas untuk pengembangan real-world assets. Sejumlah model tokenisasi yang telah dikembangkan melalui regulatory sandbox antara lain mencakup emas, Surat Berharga Negara (SBN), hingga hak ekonomi atas properti.

“Kami sedang menyusun regulasi OJK yang komprehensif untuk memastikan skalabilitas dan keamanannya,” kata Adi.

Secara global, perkembangan RWA juga berlangsung cepat. Data yang dipaparkan OJK menunjukkan nilai pasar RWA meningkat sekitar 256,7 persen dari kuartal pertama 2025 hingga kuartal pertama 2026, dengan nilai mendekati US$33,5 miliar pada pertengahan 2026.

Yudho melihat tokenisasi berpotensi menjadi salah satu titik pertemuan terbesar antara teknologi blockchain dan sistem keuangan tradisional.

“RWA bisa menjadi salah satu use case blockchain yang paling relevan bagi sektor keuangan karena teknologi tidak lagi berdiri sendiri, tetapi digunakan untuk merepresentasikan aset dan hak ekonomi yang nyata. Jika regulasi, kustodian, likuiditas, dan perlindungan investor dibangun dengan baik, tokenisasi dapat membuka akses investasi yang lebih luas sekaligus menciptakan model pembiayaan baru,” jelas Yudho.

Dari Trading Menuju Ekonomi On-Chain

Berbagai agenda tersebut menunjukkan arah kebijakan aset digital Indonesia mulai berkembang melampaui aktivitas jual beli kripto.

Identitas investor, standardisasi penyedia layanan, stablecoin, dan tokenisasi menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem keuangan berbasis teknologi yang lebih terintegrasi.

OJK juga mengaitkan perkembangan aset digital dengan agenda ekonomi nasional, termasuk transformasi digital, pendalaman pasar keuangan, serta perluasan akses investasi dan pembiayaan.

“Kami berkomitmen penuh menjadikan Indonesia sebagai pusat kripto Asia, pusat inovasi, investasi, dan transaksi kripto di kawasan ini,” ujar Adi.

Menurut Yudho, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat perkembangan aset digital di kawasan apabila inovasi dan regulasi dapat bergerak secara seimbang.

“Fase berikutnya dari industri aset digital tidak hanya akan berbicara tentang harga aset atau volume perdagangan. Kita akan semakin banyak melihat blockchain masuk ke infrastruktur investasi, tokenisasi aset, settlement, hingga berbagai layanan keuangan lainnya. Indonesia punya basis pengguna yang besar dan ekosistem yang terus berkembang. Jika regulasi mampu memberikan kepastian sekaligus ruang inovasi, peluang Indonesia untuk menjadi salah satu pusat ekonomi on-chain di Asia semakin terbuka,” tutup CEO FLOQ.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Menabung Harian untuk Apa? Ini Cara Memulainya

Menabung sering kali terasa seperti target yang besar. Padahal, kebiasaan menyimpan uang bisa dimulai dari nominal yang lebih kecil dan dilakukan secara rutin.

Salah satu caranya adalah menabung harian. Kamu bisa menentukan nominal yang sesuai dengan kondisi keuangan, lalu menyisihkannya secara rutin untuk mencapai tujuan tertentu.

Lalu, menabung harian untuk apa? Bisa untuk berbagai kebutuhan, mulai dari dana liburan, membeli barang yang dibutuhkan, biaya pendidikan, hingga membangun kebiasaan mengelola keuangan.

Tentukan tujuan dan nominal yang realistis agar kebiasaan menabung tetap sesuai dengan kemampuan finansial.

Menabung Harian untuk Apa?

Menabung harian dapat membantu kamu memecah target keuangan menjadi bagian yang lebih kecil.

Misalnya, kamu memiliki target mengumpulkan Rp600.000 dalam satu bulan. Jika ingin membaginya secara harian selama 30 hari, nominalnya sekitar Rp20.000 per hari.

Angka tersebut merupakan simulasi sederhana, bukan jumlah yang harus diterapkan oleh semua orang. Kamu dapat menyesuaikan nominal dan periode dengan kondisi keuangan masing-masing.

Dengan tujuan yang jelas, kamu dapat mengetahui alasan di balik uang yang disisihkan.

Apa Manfaat Menabung Setiap Hari?

Menabung secara rutin dapat membantu membangun kebiasaan menyisihkan sebagian penghasilan sebelum digunakan untuk kebutuhan lainnya.

Nominal yang kecil juga dapat terasa lebih mudah dikelola. Misalnya, kamu memilih menyisihkan Rp10.000 setiap hari. Dalam 30 hari, total setoran menjadi Rp300.000 apabila dilakukan setiap hari.

Namun, jumlah tersebut tetap bergantung pada konsistensi setoran. Kalau ada hari ketika kondisi keuangan tidak memungkinkan, kamu dapat menyesuaikan kembali rencana menabung.

Fokus utamanya adalah membangun kebiasaan yang realistis dan tidak mengganggu kebutuhan utama.

Tips Menabung Harian agar Lebih Konsisten

Berikut beberapa tips menabung harian yang bisa diterapkan.

1. Tentukan Nominal yang Realistis

Pilih jumlah yang sesuai dengan pemasukan dan pengeluaran. Tidak perlu memaksakan nominal tertentu hanya karena orang lain bisa menyisihkan lebih banyak.

2. Tentukan Tujuan

Buat target yang spesifik.

Contohnya:

Rp1 juta untuk liburanRp2 juta untuk laptopRp500 ribu untuk kebutuhan tertentu

Tujuan yang jelas membuat perkembangan tabungan lebih mudah dipantau.

3. Pisahkan Dana Tabungan

Dana yang sudah dialokasikan untuk tujuan tertentu sebaiknya dipisahkan dari uang untuk kebutuhan sehari-hari. Cara ini dapat membantu mengurangi risiko dana tabungan ikut terpakai.

4. Sesuaikan dengan Pola Pemasukan

Tidak semua orang menerima penghasilan setiap hari. Kalau penghasilan masuk bulanan, kamu tetap bisa menggunakan konsep menabung harian dengan menentukan target bulanan terlebih dahulu.

Misalnya, target Rp600.000 per bulan dapat dicapai melalui setoran harian, mingguan, atau satu kali setelah menerima penghasilan.

5. Evaluasi Secara Berkala

Cek apakah nominal dan target yang dibuat masih sesuai dengan kondisi keuangan. Jika pemasukan atau pengeluaran berubah, sesuaikan kembali rencana menabung. Kalau perlu, buat tabel menabung. Tabel menabung harian dapat membantu kamu melihat target secara lebih konkret.

Kalau penghasilan tidak memungkinkan untuk menabung setiap hari, kamu juga bisa membuat tabel berdasarkan setoran mingguan atau bulanan.

Haruskah Menabung Setiap Hari?

Tidak harus.

Menabung harian lebih tepat dipahami sebagai salah satu cara membangun kebiasaan menyisihkan uang secara rutin. Frekuensi setoran dapat disesuaikan dengan pola pemasukan.

Misalnya, target Rp600.000 per bulan bisa dibagi menjadi:

Rp20.000 per hari, atauRp150.000 per minggu, atauRp600.000 setelah menerima penghasilan bulanan.

Pilih pola yang paling mudah dilakukan secara konsisten tanpa mengganggu kebutuhan utama.

Adakah Aplikasi Menabung Harian?

Saat ini, kebiasaan menabung juga dapat dikelola secara digital. Aplikasi menabung harian dapat membantu kamu memantau saldo dan transaksi tanpa harus mencatat semuanya secara manual.

Salah satu pilihan untuk menyimpan dan mengelola dana adalah aplikasi neobank. Tabungan NOW di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce dapat digunakan untuk kebutuhan transaksi dan penyimpanan dana. Informasi mengenai bunga, biaya, fitur, serta ketentuan mengikuti produk yang berlaku.

Dengan rekening digital, kamu juga dapat memisahkan dana yang ingin disimpan dari uang yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Menabung dengan Tabungan NOW

Kalau kamu sedang membangun kebiasaan menabung, Tabungan NOW dapat digunakan sebagai salah satu tempat untuk menyimpan dana sesuai kebutuhan.

Misalnya, kamu memiliki target Rp3 juta dalam enam bulan. Kamu bisa menentukan alokasi sekitar Rp500.000 per bulan, kemudian menyesuaikannya dengan pola pemasukan.

Kamu juga dapat memantau perkembangan saldo melalui aplikasi neobank.

Cara ini membantu membuat proses menabung lebih terstruktur karena kamu dapat melihat berapa dana yang sudah tersedia dan menyesuaikan target jika kondisi keuangan berubah.

Tabungan NOW di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce dapat digunakan untuk menyimpan dan mengelola dana sesuai kebutuhan dan ketentuan produk yang berlaku. Bunga kompetitif* dan bunga cair harian bisa kamu nikmati di Tabungan NOW. 

Jadi, menabung harian untuk apa? Untuk tujuan yang ingin kamu capai dengan cara yang lebih terencana. Mulai dari nominal yang masuk akal, jaga konsistensinya, dan evaluasi sesuai kondisi keuanganmu.

***

Fitur, biaya, dan ketentuan produk dapat berubah sesuai kebijakan masing-masing penyedia layanan. 

*)Perhatikan tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Simpanan dengan bunga melebihi tingkat bunga penjaminan tidak dijamin oleh LPS. Tingkat bunga penjaminan LPS sampai 30 September 2026 adalah 3,75% per tahun.

Jika ingin mulai menggunakan Tabungan NOW, unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Tabungan NOW di website resmi Bank Neo Commerce.  

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Soroti Kedaulatan Digital Pengusaha Perempuan di UN Women 2026 Asia-Pacific WEPs Awards, DA (Trainer & CEO) Tegaskan Komitmen Inklusif Sanggabiz

Berkompetisi dalam ajang UN Women 2026 Asia-Pacific WEPs Awards kategori Leadership Commitment, Dwi Andi Rohmatika (DA), Trainer sekaligus CEO Sanggabiz, mengangkat sebuah prinsip penting: kepemimpinan perempuan yang berdaya tidak cukup hanya ditopang oleh penggunaan teknologi, tetapi juga oleh kepemilikan dan kendali digital.

Yogyakarta, 2 September 2026 — Kedaulatan digital bukan sekadar isu administratif, melainkan wujud nyata dari kesetaraan gender dan agensi ekonomi perempuan. Hal inilah yang disoroti secara tajam oleh Dwi Andi Rohmatika (“DA”), Trainer sekaligus CEO Sanggabiz, seiring dengan partisipasinya dalam ajang bergengsi UN Women 2026 Asia-Pacific WEPs Awards untuk kategori Leadership Commitment.

Komitmen kepemimpinan ini berakar dari pengalaman personal DA yang tumbuh di Gemolong, Sragen, Jawa Tengah. Ia menyaksikan langsung bagaimana ibunya ditolak saat mengajukan pinjaman setelah menjadi janda, yang mengungkap masalah struktural di mana perempuan kerap dianggap tidak utuh secara finansial tanpa validasi dari figur laki-laki. Realitas inilah yang mendorong misinya untuk membangun sistem agar perempuan, ibu, dan UMKM milik perempuan bisa mengakses pendanaan, pengetahuan, pasar, dan teknologi.

Realitas di lapangan menunjukkan bahwa perempuan menghadapi hambatan yang berlapis, mulai dari terbatasnya akses modal, rendahnya literasi digital, beban kerja perawatan tak berbayar, sistem bisnis yang lemah, norma patriarki, hingga minimnya representasi di tingkat dewan pengambil keputusan. Ketika seorang pemimpin perempuan mendelegasikan operasional kepada sistem yang buram, mereka perlahan kehilangan akses terhadap data analitik, metrik kinerja, dan instrumen pengambilan keputusan. Intervensi Sanggabiz hadir untuk mengembalikan kendali manajerial tersebut ke tangan pemimpin perempuan, sejalan dengan prinsip bahwa kepemilikan digital adalah agensi ekonomi.

Sebagai pemimpin yang memegang teguh semangat women power, DA memastikan komitmen pemberdayaan ini mendarah daging dalam struktur organisasinya. Dari sisi internal, Sanggabiz secara konsisten mempertahankan komitmen terhadap kepemimpinan inklusif: 75% posisi kepemimpinan di Sanggabiz diisi oleh perempuan. Selain itu, terdapat sekitar 10% representasi tim yang berasal dari komunitas disabilitas.

Komposisi tim inklusif inilah yang menggerakkan ekosistem kerja AI-powered Sanggabiz untuk memberikan dampak sistemis di berbagai ruang lingkup:

1. Pekerja Inklusif (Workplace): Sanggabiz menerapkan model pekerjaan inklusif yang dipimpin oleh perempuan. Tim ini memiliki 75% perempuan di jajaran kepemimpinan. Di samping itu, terdapat sekitar 10% representasi tim dari komunitas disabilitas yang terlibat langsung di balik layar.

2. UMKM dan Komunitas (Marketplace & Community): Sanggabiz menyediakan dukungan digital, operasional, dan bisnis secara langsung untuk UMKM. Dukungan ini mencakup penyediaan alat bisnis berbasis AI, model dashboard, digitalisasi SOP, dan sistem KPI. Secara kumulatif, program edukasi dan pelatihan Sanggabiz telah menjangkau lebih dari 20.000 peserta melalui lebih dari 200 sesi pelatihan dan wicara publik.

3. Institusi Tingkat Atas (Boardroom): DA hadir bukan sekadar sebagai perwakilan simbolis perempuan, melainkan sebagai ahli dan penasihat strategis. Ia memberikan saran dan konsultasi terkait desain organisasi, strategi bisnis, tata kelola, transformasi digital, serta sistem berbasis AI kepada Dewan Direksi, eksekutif BUMN/BUMD, dan institusi pemerintah.

“Tidak boleh ada perempuan yang ditolak kesempatannya hanya karena ia berasal dari pedesaan, seorang janda, seorang ibu, seorang pengasuh, atau diremehkan di ruangan yang didominasi laki-laki,” tegas DA. “Perempuan tidak perlu terintimidasi oleh teknologi; mereka membutuhkan teknologi yang membantu mereka menjual, mencatat, memutuskan, dan berkembang”.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES