BRIDS Salurkan Bantuan untuk Dukung Pemulihan Pascagempa di Nusa Tenggara Timur

Jakarta,
01 Oktober 2026 –
Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7
yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus
2026 masih memberikan dampak bagi masyarakat terdampak. Selain kerusakan rumah
dan fasilitas publik, aktivitas gempa susulan juga membuat sebagian masyarakat
memilih bertahan di tempat pengungsian dan belum beraktivitas secara normal di
dalam rumah.

 

Badan Nasional
Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 5.000 jiwa mengungsi pada
fase awal bencana dan 47 orang meninggal dunia. Hingga 7 September 2026,
sebanyak 51.591 unit rumah telah melalui proses verifikasi dan validasi, atau
50,39% dari 102.384 unit rumah yang menjadi data awal sasaran pendataan di
tujuh kabupaten terdampak. Dari hasil verifikasi sementara tersebut, 2.382
rumah masuk kategori rusak berat, 7.276 rusak sedang, dan 14.177 rusak ringan.
Data tersebut masih dinamis seiring proses verifikasi di lapangan.

                                                                                                                

Kondisi pascagempa
juga masih diwarnai aktivitas gempa susulan. BNPB mencatat sebanyak 3.002 gempa
susulan hingga 19 Agustus 2026, dengan gempa susulan terbesar mencapai
magnitudo 6,2. BNPB juga melaporkan bahwa sebagian masyarakat di Pulau Flores
masih memilih bertahan di tenda karena rasa takut dan kekhawatiran terhadap
guncangan susulan. Kondisi tersebut turut memperpanjang kebutuhan akan dukungan
dasar selama masa tanggap darurat dan proses pemulihan.

 

Merespons kondisi
tersebut, PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) bersinergi dengan Yayasan Baitul
Maal BRILiaN (YBM BRILiaN) untuk menyalurkan bantuan tanggap darurat
berdasarkan hasil asesmen lapangan di Kabupaten Nagekeo. Hasil asesmen
mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak, khususnya dukungan
pangan, pengembangan dapur darurat, serta peralatan yang dibutuhkan untuk
mendukung penyediaan makanan selama masa tanggap darurat.

 

Atas kebutuhan
tersebut, BRIDS melalui YBM BRILiaN menyalurkan bantuan sebesar Rp50 juta yang
dialokasikan untuk pengadaan 100 paket sembako, dukungan dapur darurat, serta
kebutuhan distribusi dan operasional bantuan. Dukungan ini diproyeksikan
memberikan manfaat bagi lebih dari 200 jiwa, termasuk siswa, masyarakat
terdampak, penghuni pengungsian, serta pihak lain yang membutuhkan dukungan
selama masa tanggap darurat.

 

Plt.
Direktur Utama BRIDS, Fifi Virgantria
, mengatakan bahwa penyaluran
bantuan melalui YBM BRILiaN merupakan bagian dari komitmen BRIDS untuk
menghadirkan kontribusi sosial yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di
lapangan.

 

“Melalui BRIDS
Peduli, kami berupaya memastikan dukungan yang diberikan dapat menjawab
kebutuhan nyata masyarakat terdampak. Dalam kondisi pascabencana, pemenuhan
kebutuhan dasar menjadi salah satu hal penting untuk mendukung masyarakat
melewati masa tanggap darurat dan memulai proses pemulihan. Ke depan, BRIDS
akan terus melihat ruang kontribusi yang dapat diberikan melalui program TJSL
agar manfaatnya dapat dirasakan secara relevan dan berkelanjutan oleh
masyarakat,” ujar Fifi.

 

Dukungan tersebut menjadi bagian dari
pelaksanaan program TJSL BRIDS melalui BRIDS Peduli, yang diarahkan untuk
memberikan kontribusi sosial berdasarkan kebutuhan masyarakat serta kondisi di
lapangan. Melalui sinergi dengan berbagai pihak, BRIDS terus mendorong
pelaksanaan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Spillify, YHKMI, dan Dinas Sosial Depok Buka Akses Ekonomi Digital bagi Penyandang Disabilitas dan UMKM

Spillify, YHKMI, dan Dinsos Depok meluncurkan program inklusi digital di Balai Kota Depok pada 30 September 2026 untuk 50 penyandang disabilitas, UMKM, dan warga pra-sejahtera. Tanpa syarat followers atau modal, peserta diajak menghasilkan uang dari media sosial dengan menjalankan Quest dari brand. Program ini berlanjut ke Bogor dan Jakarta sepanjang Oktober, disertai pelatihan lanjutan seperti pemasaran digital dan pengelolaan keuangan usaha.

DEPOK, 30 September 2026 – Platform aktivasi konsumen Spillify bersama Yayasan Harapan Karya Muda Indonesia (YHKMI) dan Dinas Sosial Kota Depok menggelar sosialisasi program inklusi digital di Ruang Teratai, Balai Kota Depok, Rabu (30/9/2026). Program ini mengajak warga menjadikan aktivitas media sosial sehari-hari sebagai sumber penghasilan, tanpa syarat jumlah pengikut maupun modal besar.

Sebanyak 50 warga hadir, terdiri atas 10 penyandang disabilitas, 25 pelaku UMKM, dan 15 warga pra-sejahtera. Pada hari yang sama, peserta langsung terdaftar sebagai Spillers dan ikut kampanye brand yang sedang berjalan.

Di Spillify, brand merancang Quest berupa kunjungan toko, ulasan produk, pembuatan konten, atau referral. Spillers yang menjalankan Quest tersebut mendapat Spiller Points dan reward lainnya.

“Kami tidak mencari influencer. Kami mencari konsumen nyata,” kata Firman Natayudha, Founder & CEO Spillify. “Dan konsumen nyata ada di mana-mana, termasuk di antara mereka yang selama ini merasa tidak punya tempat di ekosistem digital.”

Di akhir sesi, seorang peserta penyandang disabilitas menyampaikan kesannya. “Akhirnya ada tempat tanpa diskriminasi. Saya bisa dipandang tanpa melihat atau menilai bahwa saya memiliki disabilitas,” ujarnya.

Muhammad Ihsan, Ketua YHKMI sekaligus perwakilan Dinas Sosial Kota Depok, membuka kegiatan tersebut. “Ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk membangun keterampilan di bidang pemasaran digital,” katanya.

Program berlanjut ke SMK IBG 2 Bogor pada Kamis (1/10/2026), lalu ke sejumlah SMK lain di wilayah Bogor sepanjang Oktober, dan ke Jakarta pada akhir Oktober 2026. Peserta di Depok juga akan mendapat program lanjutan berupa workshop pemasaran digital untuk UMKM, sesi pengelolaan keuangan usaha, dan pelatihan pembuatan konten.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Badan Usaha Pemilik Aset Kripto di Indonesia Melonjak 92,8% dalam Setahun

Jakarta, 1 Oktober 2026 – Jumlah badan usaha dalam negeri yang memiliki aset kripto naik 92,8% secara tahunan (year-on-year). Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlahnya mencapai 943 badan usaha per Juni 2026, naik dari 489 badan usaha pada Juni 2025.

Lonjakan ini menunjukkan adopsi aset keuangan digital di Indonesia tidak lagi hanya digerakkan investor individu. Sektor bisnis kini ikut masuk dan menjadikan aset kripto bagian dari strategi pengelolaan aset perusahaan.

Naik Konsisten dalam Tiga Periode

Pertumbuhan terjadi bertahap dan konsisten. Pada Juni 2025 tercatat 489 badan usaha pemilik aset kripto, seperti USDT, Bitcoin dan lainnya. Angka ini naik menjadi 712 pada Desember 2025, lalu mencapai 943 pada Juni 2026.

Dalam setahun, terdapat tambahan 454 badan usaha baru. Pada semester kedua 2025, jumlahnya naik 45,6%. Pada semester pertama 2026, jumlahnya kembali naik 32,4%.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai data ini sebagai penanda pergeseran penting di pasar aset digital Indonesia. Menurutnya, pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat sekaligus meningkatnya peran aset digital dalam ekosistem keuangan nasional.

“Ketika jumlah perusahaan pemilik aset kripto hampir dua kali lipat dalam setahun, artinya keputusan ini sudah melewati meja direksi dan bagian keuangan. Perusahaan tidak masuk karena ikut tren. Mereka masuk karena ekosistemnya kini diawasi OJK, infrastrukturnya lengkap, dan tata kelolanya bisa dipertanggungjawabkan,” kata Yudho.

Menurut Yudho, fase industri kini bergeser dari adopsi menuju integrasi. Aset kripto mulai diposisikan sebagai bagian dari pengelolaan kas, diversifikasi aset, hingga persiapan menghadapi tokenisasi dan stablecoin.

“Badan usaha punya standar yang jauh lebih ketat dibanding investor ritel, mulai dari kepatuhan, kustodian, sampai pelaporan. Karena itu, kenaikan 92,8% ini kami baca sebagai mosi kepercayaan terhadap ekosistem yang dibangun bersama regulator dan pelaku industri,” tambahnya.

Basis Konsumen Terus Bertambah di Tengah Fluktuasi Pasar

Tren di sektor bisnis sejalan dengan pertumbuhan basis konsumen secara keseluruhan. OJK mencatat jumlah akun konsumen aset keuangan digital mencapai 22,93 juta per Juli 2026, naik 1,03% dari 22,69 juta pada Juni 2026.

Nilai transaksi bulanan memang berfluktuasi. Transaksi aset kripto Juli 2026 tercatat Rp20,52 triliun, turun 28,2% dari Rp28,58 triliun pada Juni. Meski begitu, OJK menilai kepercayaan konsumen tetap terjaga. Secara kumulatif, transaksi Januari–Juli 2026 mencapai Rp171,12 triliun.

Infrastruktur pasar juga makin lengkap. OJK mencatat 33 entitas berizin, terdiri dari dua bursa, dua lembaga kliring, dua kustodian, dan 27 pedagang aset keuangan digital. Bursa CFX mencatat 1.214 aset dan 49 derivatif yang dapat diperdagangkan per Juli 2026.

Regulatory sandbox OJK pun telah meluluskan tujuh model bisnis baru. Di antaranya tokenisasi emas, tokenisasi properti, stablecoin rupiah, kustodian nonperdagangan, dan manajer dana kripto.

Di tingkat global, tren serupa terlihat pada perusahaan publik. Per Agustus 2026, perusahaan tercatat yang dipantau CoinGecko memegang sekitar 1,28 juta BTC, setara 6,11% dari total pasokan maksimum Bitcoin.

“Indonesia sedang mengikuti arah yang sama dengan pasar global, tetapi dengan fondasi regulasi yang lebih jelas. Kami melihat semakin banyak pelaku usaha, dari UMKM digital hingga korporasi, mulai bertanya soal kustodian dan pelaporan, bukan lagi soal harga,” terang Yudho.

Edukasi dan Tata Kelola Jadi Kunci

Yudho menegaskan, pertumbuhan adopsi oleh badan usaha perlu diimbangi edukasi dan perlindungan konsumen. FLOQ berkomitmen mendukung ekosistem yang aman, transparan, dan patuh pada ketentuan OJK.

“Tugas kami sebagai pelaku industri adalah memastikan setiap pengguna, baik individu maupun perusahaan, mendapatkan akses yang aman, likuid, dan teregulasi. Kepercayaan yang sudah terbangun ini harus kita jaga bersama,” tutup Yudho.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Komisi Sales di Odoo: Hitung Insentif Salesman Otomatis Tanpa Debat

Komisi sales yang dihitung manual sering memicu perbedaan data antara salesman dan tim keuangan. Odoo membantu mengotomatisasi perhitungan insentif berdasarkan data penjualan yang lebih terstruktur.

Akhir bulan sering berubah menjadi meja negosiasi. Salesman datang membawa catatan sendiri, tim keuangan membawa versi berbeda. Selisih beberapa juta rupiah pun dibahas berjam-jam. Karena pola ini berulang, skema komisi sales di Odoo mulai banyak dicari pemilik bisnis.

Perdebatannya tidak berhenti pada angka. Kepercayaan antar divisi ikut terkikis setiap kali rekap dipertanyakan. Pembayaran insentif tertunda, lalu motivasi tim penjualan menurun. Sebagian salesman terbaik bahkan memilih pindah karena merasa tidak dihargai.

Ada risiko lain yang jarang dibicarakan terbuka. Insentif kerap dibayar atas order yang fakturnya belum tertagih. Arus kas perusahaan menanggung beban lebih dulu tanpa kepastian pelunasan. Kesalahan semacam ini lahir dari rekap manual, bukan dari niat buruk.

Akar masalahnya terletak pada sumber angka yang berbeda. Sejak versi 18, Odoo menyediakan fitur komisi bawaan di aplikasi Sales. Banyak perusahaan lalu menyiapkan jasa pembuatan ERP agar skemanya berjalan konsisten. Satu basis data, satu proses hitung, satu angka yang disepakati.

Akar Perdebatan Insentif yang Terus Berulang

Dua Versi Angka dalam Satu Meja

Tim penjualan biasanya menghitung dari order yang berhasil ditutup. Tim keuangan menghitung dari faktur yang benar-benar terbit. Dua sudut pandang itu sama-sama masuk akal, tetapi hasilnya berbeda. Tanpa kesepakatan awal, rekap bulanan berubah menjadi arena adu argumen.

Aturan yang Berubah Tanpa Catatan

Skema insentif sering direvisi di tengah tahun berjalan. Perubahan disampaikan lisan saat briefing, lalu terlupakan beberapa bulan kemudian. Ketika muncul klaim, tidak ada dokumen yang bisa dirujuk bersama. Spreadsheet pun ditimpa berulang kali tanpa meninggalkan jejak revisi.

Cara Menyusun Skema Komisi Sales di Odoo agar Terukur

Fitur komisi diaktifkan melalui pengaturan pada aplikasi Sales. Setelah aktif, menu khusus muncul untuk mengelola rencana insentif. Dokumentasi resmi Odoo menguraikan pilihan konfigurasinya secara cukup rinci. Skema dapat disusun per salesman maupun per tim penjualan.

Dasar Perhitungan yang Perlu Disepakati

Pilihan dasar perhitungan menentukan seluruh hasil akhirnya:

• Nilai order penjualan yang sudah dikonfirmasi

• Nilai faktur yang telah diterbitkan kepada pelanggan

• Kuantitas barang terjual maupun terfaktur

• Batasan pada produk atau kategori produk tertentu

Berbasis Target atau Berbasis Pencapaian

Rencana insentif bisa berbasis target maupun pencapaian. Skema pencapaian memberi persentase tetap dari nilai yang terfaktur. Skema target mengaitkan besaran insentif dengan tingkat pencapaian. Frekuensi pembayarannya dapat diatur bulanan, kuartalan, atau tahunan.

Langkah Menyiapkan Perhitungan Komisi Sales di Odoo

Konfigurasi sebaiknya dimulai dari kesepakatan, bukan dari layar sistem. Urutan berikut lazim dipakai selama pendampingan implementasi:

1. Sepakati dasar perhitungan bersama tim penjualan dan keuangan

2. Tentukan masa berlaku rencana beserta frekuensi pembayarannya

3. Susun aturan pencapaian, termasuk batasan produk atau kategori

4. Tetapkan daftar salesman atau tim yang terikat rencana tersebut

5. Uji hitung memakai data penjualan bulan sebelumnya

Tahap uji hitung sering diremehkan, padahal perannya besar. Hasil sistem dibandingkan dengan rekap manual pada bulan yang sama. Selisih yang muncul justru menolong memperjelas aturan yang belum tegas. Setelah angkanya cocok, skema baru layak dipakai penuh.

Data yang Harus Rapi Lebih Dulu

Hasil perhitungan hanya sebaik kualitas data sumbernya. Setiap order wajib mencantumkan salesman penanggung jawab secara benar. Order tanpa pemilik akan luput dari rekap, lalu memicu klaim susulan. Pembersihan data ini sering memakan waktu lebih lama dari konfigurasinya.

Ketika Insentif Terhubung Langsung dengan Faktur

Angka komisi mengalir dari transaksi yang sama dengan laporan keuangan. Tidak ada lagi proses menyalin data ke lembar terpisah. Sistem ERP Odoo memperbarui pencapaian tiap salesman mengikuti periode berjalan. Salesman pun bisa memantau posisinya tanpa menunggu rekap admin.

Menutup Celah Insentif atas Faktur Belum Tertagih

Perusahaan dapat memilih nilai faktur sebagai dasar perhitungan. Dengan begitu, insentif muncul setelah proses penagihan benar-benar berjalan. Arus kas lebih terjaga, sementara salesman tetap terdorong menutup transaksi. Kebijakan ini perlu dikomunikasikan sejak awal agar terasa adil.

Koreksi yang Tetap Meninggalkan Jejak

Penyesuaian manual kadang tetap dibutuhkan di lapangan. Ada retur, pembatalan, atau bonus khusus di luar skema utama. Menu penyesuaian mencatat koreksi tersebut lengkap dengan alasannya. Audit akhir tahun pun berjalan tanpa drama pencarian bukti.

Menyamakan Angka Sebelum Musim Insentif Berikutnya

Perdebatan insentif jarang berakar pada keserakahan. Sebagian besar muncul karena dua pihak memakai sumber data berbeda. Begitu dasar perhitungan disepakati dan dijalankan sistem, diskusi bergeser ke strategi penjualan. Perubahan kecil itu berdampak besar bagi ritme kerja tim.

Penerapan komisi sales di Odoo tetap menuntut disiplin pencatatan harian. Sistem hanya membaca apa yang benar-benar diinput oleh tim. Kebijakan insentif karena itu perlu diikuti kebiasaan kerja yang konsisten. Teknologi mempercepat prosesnya, tetapi kesepakatan tetap menjadi fondasinya.

i2C Studio mendampingi penerapan sistem ERP Odoo mulai dari audit alur kerja. Sebagai Odoo Silver Partner yang berbasis di Bandung, timnya memetakan kebijakan sebelum konfigurasi disentuh. Layanan jasa pembuatan ERP diarahkan pada kebutuhan operasional, bukan pada daftar fitur. Diskusi awal biasanya cukup untuk menilai kesiapan skema insentif Anda.

1. Apakah komisi bisa dihitung per tim, bukan per individu?

Bisa, karena rencana komisi dapat diterapkan untuk salesman tertentu maupun satu tim penjualan.

2. Apakah insentif dapat dihitung hanya dari faktur yang sudah terbit?

Bisa, sebab nilai faktur tersedia sebagai dasar perhitungan selain nilai order penjualan.

3. Berapa lama proses memindahkan skema komisi lama ke dalam sistem?

Durasinya bergantung pada kerumitan aturan serta kerapian data salesman pada transaksi lama.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Ponsel Penanda Tangan Hilang, Seberapa Aman Dokumen Perusahaan

Ponsel penanda tangan yang hilang dapat menimbulkan risiko keamanan bagi dokumen perusahaan. Tim perlu mengetahui langkah pengamanan yang tepat agar akses dan proses tanda tangan digital tetap terkendali.

Direktur menelepon pagi-pagi, kabarnya ponselnya tertinggal di taksi semalam. Di ponsel itu terpasang aplikasi yang dipakai menandatangani dokumen perusahaan. Kejadian ponsel penanda tangan hilang seperti ini membuat banyak tim langsung panik.

Kekhawatirannya wajar. Bayangan yang muncul biasanya berupa kontrak palsu yang diteken orang lain. Tambahan lagi, tidak ada yang tahu persis dokumen apa saja yang sedang menunggu tanda tangan. Kepanikan itu justru membuat langkah penanganannya jadi berantakan.

Kabar baiknya, risikonya biasanya lebih kecil dari yang dibayangkan. Memahami Fungsi Sertifikat Elektronik membantu Anda menilai situasi dengan lebih tenang. Dari sana langkah penanganannya bisa disusun secara berurutan.

Yang Sebenarnya Berisiko Saat Ponsel Penanda Tangan Hilang

Anggapan paling umum adalah tanda tangan tersimpan di dalam ponsel. Kenyataannya tidak demikian pada layanan yang diselenggarakan secara terpusat. Kunci kriptografinya berada di perangkat pengaman milik penyelenggara sertifikasi elektronik.

Artinya, orang yang memegang ponsel Anda tidak otomatis bisa menandatangani. Ia masih harus melewati lapisan otorisasi yang dipasang di akun tersebut. Di sinilah kekuatan atau kelemahan pengamanan Anda benar-benar diuji.

Perbedaan ini juga menjelaskan satu hal yang sering ditanyakan. Mengganti perangkat tidak membuat sertifikat Anda hilang atau harus diterbitkan ulang. Akunnya cukup diakses kembali dari ponsel baru setelah verifikasi.

Titik lemah yang sebenarnya

Ancaman terbesar bukan pada berkas di ponsel, melainkan pada akses ke akun. Email dan nomor telepon menjadi pintu masuk kode verifikasi sekali pakai. Bila keduanya ikut terbuka, barulah situasinya menjadi serius.

Langkah yang Perlu Dilakukan pada Jam-Jam Pertama

Urutan penanganan lebih menentukan daripada kecepatan bertindak tanpa arah. Berikut rangkaian yang umumnya dipakai tim keamanan informasi.

1. Blokir kartu SIM melalui operator agar kode verifikasi tidak bisa diterima.

2. Ubah kata sandi email yang terdaftar pada akun penandatanganan.

3. Hubungi penyelenggara untuk menindaklanjuti status akun dan sertifikat.

4. Periksa riwayat aktivitas untuk melihat dokumen yang diproses terakhir.

5. Beri tahu mitra bila ada dokumen penting yang sedang berjalan.

6. Catat kronologinya sebagai bahan laporan internal.

Langkah keempat paling sering dilewati. Padahal catatan aktivitas memperlihatkan waktu, dokumen, dan status prosesnya. Dari situ Anda bisa menilai apakah benar terjadi penyalahgunaan atau tidak.

Peran Admin Perusahaan dan Mekanisme Pencabutan Sertifikat

Pada akun korporat, penanganannya tidak bergantung pada satu orang. Admin perusahaan dapat meninjau dan menyesuaikan akses pengguna yang bermasalah. Kendali ini membuat respons berjalan lebih cepat dibanding akun perorangan.

Penyelenggara sertifikasi elektronik juga mengenal mekanisme pencabutan sertifikat. Sertifikat yang dicabut akan terbaca statusnya saat dokumen diverifikasi. Pemeriksa dokumen dapat melihat keterangan itu melalui portal verifikasi resmi.

Bagaimana nasib dokumen yang telanjur diteken

Pertanyaan ini hampir selalu muncul dan jawabannya melegakan. Dokumen yang ditandatangani sebelum insiden umumnya tetap dapat diverifikasi. Stempel waktu pada dokumen menunjukkan kapan tanda tangan itu dibubuhkan.

Karena itu pencabutan sertifikat tidak membatalkan kontrak yang sudah berjalan. Yang dihentikan adalah kemampuan sertifikat tersebut untuk dipakai selanjutnya.

Meski begitu, keputusan mencabut sebaiknya tidak diambil sendiri. Pertimbangkan lebih dulu dokumen apa saja yang sedang dalam proses. Diskusi singkat dengan penyelenggara biasanya menghasilkan jalan tengah yang lebih aman.

Mengurangi Dampak Sebelum Ponsel Penanda Tangan Hilang

Pencegahan jauh lebih murah daripada penanganan. Beberapa kebiasaan berikut sudah menutup sebagian besar celahnya.

● Aktifkan kunci layar dan verifikasi biometrik pada perangkat kerja.

● Pisahkan akun email pribadi dari email yang dipakai menandatangani dokumen.

● Jangan pernah membagikan PIN penandatanganan kepada siapa pun, termasuk staf.

● Gunakan alur peninjau dan penyetuju agar dokumen tidak langsung diteken.

Alur persetujuan sering diremehkan padahal fungsinya berlapis. Selain merapikan proses, alur itu memberi kesempatan orang lain memeriksa dokumen. Satu dokumen mencurigakan lebih mudah tertangkap sebelum sempat diteken.

Bagi tim yang baru mempelajari cara buat tanda tangan digital, kebiasaan ini layak dibentuk sejak awal. Mengubahnya belakangan biasanya jauh lebih sulit.

Menyiapkan Prosedur Sebelum Keadaan Darurat Datang

Kehilangan perangkat bukan bencana selama akunnya dirancang berlapis. Kuncinya ada pada pemisahan akses, otorisasi bertingkat, dan riwayat yang tercatat rapi. Prosedur singkat yang disepakati bersama membuat tim tahu harus berbuat apa.

ezSign merupakan layanan PT Solusi Identitas Global Net, penyelenggara sertifikasi elektronik yang diakui Kementerian Komunikasi dan Digital. Layanannya mencakup sertifikat elektronik, tanda tangan, e-Meterai, verifikasi biometrik, serta pencatatan aktivitas dokumen. Perusahaan yang ingin memahami fungsi sertifikat elektronik sekaligus cara buat tanda tangan digital yang aman dapat menjadikannya rujukan diskusi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Apakah orang lain bisa menandatangani dokumen memakai ponsel yang hilang?

Sulit, karena masih diperlukan kode verifikasi, PIN, atau biometrik yang tidak tersimpan di perangkat.

2. Apakah sertifikat perlu langsung dicabut setelah perangkat hilang?

Sebaiknya dikonsultasikan dengan penyelenggara, karena pencabutan menghentikan pemakaian sertifikat tersebut untuk seterusnya.

3. Apakah dokumen lama ikut batal bila sertifikatnya dicabut?

Tidak, dokumen yang ditandatangani sebelumnya umumnya tetap dapat diverifikasi lewat stempel waktunya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Jaring Antusiasme Menuju TEI 2026, Buyer dari 113 Negara dan 1.500 Exhibitor Siap Berpartisipasi

Kabupaten Tangerang, 30 September 2026 – Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 pada 2026 telah menjaring antusiasme yang tinggi dari buyer internasional dan pelaku usaha lokal. Hingga 29 September 2026, buyer dari 113 negara telah mendaftar untuk hadir di TEI 2026. Sementara itu, 1.533 pelaku usaha Indonesia, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), telah mendaftar sebagai exhibitor per 25 September 2026.

TEI 2026 akan digelar pada 14—18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, mengatakan, Kemendag menggelar TEI 2026 sebagai momentum strategis untuk mempertemukan produk dan pelaku usaha Indonesia dengan pasar global.

“Banyaknya negara asal buyer dan ekshibitor yang mendaftar jelang TEI 2026 menunjukkan tingginya minat pelaku usaha mancanegara dan lokal untuk bertemu di platform business-to-business (B-to-B). Kami harap, TEI 2026 semakin membuka peluang pelaku usaha Indonesia untuk masuk ke pasar global, membuka pasar baru, dan memperluas jejaring bisnis,” ujar Puntodewi pasca-Konferensi Pers Technical Meeting TEI ke-41 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Rabu (30/9).

Puntodewi mencatat, buyer asing terbanyak berasal dari India, diikuti Tiongkok, Nigeria, Malaysia, dan Mesir. Tingginya partisipasi buyer tersebut tidak terlepas dari dukungan aktif Kedutaan Besar RI (KBRI), Konsulat Jenderal RI (KJRI), serta perwakilan perdagangan (perwadag) RI dalam memperluas jejaring serta menjaring buyer potensial dari berbagai negara.

Sementara itu, para exhibitor lokal tersebar dalam lima zona produk. Pada Zona Food, Beverage, and Agriculture Products terdapat 754 exhibitor; Fashion and Handicraft 448 exhibitor; dan Manufactured Products and Services 183 exhibitor. Selanjutnya, di Zona Furniture and Home Decor terdapat 85 exhibitor dan Industrial Estate 63 exhibitor.

“Komposisi exhibitor menunjukkan keberagaman produk dan jasa yang Indonesia tawarkan kepada para buyer. Melalui pengelompokan zona tersebut, kami ingin memastikan buyer internasional lebih mudah menemukan produk sesuai kebutuhan mereka. Dengan begitu, pembahasan bisnis dengan exhibitor lokal bisa lebih terarah,” kata Puntodewi.

Mengusung tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing”, TEI 2026 menempati area pameran seluas 16.656 meter persegi. Penyelenggaraan TEI 2026 menargetkan potensi transaksi sebesar USD 17,5 miliar dengan sekitar 1.500 exhibitor dan 30.000 pengunjung. TEI 2026 juga diarahkan untuk membuka peluang investasi dan kerja sama bisnis.

Puntodewi menjelaskan, untuk mencapai target tersebut, Kemendag telah menggelar berbagai kegiatan prapenyelenggaraan sejak Maret 2026 lalu. Kegiatan tersebut mencakup perekrutan dan kurasi ekshibitor, penjaringan buyer, penyampaian daftar ekshibitor kepada perwadag RI di luar negeri, penjajakan bisnis (business matching), hingga CEO Gathering.

“Hingga 21 September 2026, terlaksana 17 sesi presentasi bisnis (pitching) dan persiapan business matching yang melibatkan 17 perwakilan RI dan perwakilan perdagangan RI di luar negeri. Kegiatan ini terdiri atas 12 sesi pada Agustus 2026 dan lima sesi pada September 2026,” kata Puntodewi.

Saat penyelenggaraannya nanti, TEI 2026 akan menghadirkan pameran produk ekspor Indonesia, konsultasi bisnis (business counseling), business matching, forum bisnis, penandatanganan nota kesepahaman, kesepakatan dagang, komitmen investasi, serta Media Award.

TEI 2026 juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan negara mitra. Kemendag akan memfasilitasi kunjungan menteri dari negara-negara mitra. Selain itu, terdapat permintaan undangan dari Zimbabwe, Rusia, Uzbekistan, Inggris, dan Serbia.

Pembiayaan TEI tidak bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), namun penerimaannya berasal dari retribusi kepesertaan dan sponsor yang dikelola Professional Event Organizer (PEO). Kurasi peserta dilakukan oleh PEO untuk memastikan pelaku usaha yang berpartisipasi memiliki kesiapan dan kapasitas untuk memasuki pasar internasional, baik dari sisi produksi, manajemen, maupun kemampuan ekspor.

Turut hadir pada konferensi pers, yaitu Staf Ahli Bidang Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri Zelda Wulan Kartika. Ia mengungkapkan, perwakilan RI di luar negeri, termasuk KBRI, KJRI, Atase Perdagangan, dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC), berperan memperluas jejaring perdagangan sekaligus menjaring dan mengkurasi buyer potensial. Buyer dipertemukan dengan pelaku usaha Indonesia sesuai kebutuhan dan potensi kerja sama melalui berbagai kegiatan, termasuk business matching, forum bisnis, hingga kunjungan lapangan.

“Kami terus menjembatani pelaku usaha Indonesia dengan pasar internasional melalui jaringan perwakilan RI di luar negeri. Bentuknya mulai dari memberikan informasi mengenai peluang pasar, mempromosikan produk Indonesia, hingga mempertemukan pelaku usaha dengan buyer yang sesuai. Sinergi ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar dan mendorong semakin banyak produk Indonesia masuk ke pasar global,” ujar Zelda.

Direktur Utama PT Debindomulti Adhiswasti, Vibiadhi Swasti Pradana turut hadir dalam konferensi pers tersebut. Untuk TEI 2026, PT Debindomulti Adhiswasti berkapasitas sebagai PEO. Vibiadhi menambahkan, TEI 2026 diperkuat melalui kolaborasi dengan lebih dari 154 media lokal dan internasional. Juga dilakukan upaya promosi kolaboratif dengan ajang perdagangan internasional di Rusia, Tailan, Hong Kong, Malaysia, dan Australia.

Selain itu, PEO mempersiapkan fasilitas untuk mendukung kehadiran buyer potensial dan peluang transaksi di TEI 2026. Lebih dari 200 kamar dipersiapkan bagi buyer yang telah melalui proses penjajakan dan memiliki potensi transaksi atau kerja sama dengan pelaku usaha Indonesia.

“Fasilitasi tersebut menjadi bagian dari upaya penyelenggara untuk mendukung proses bisnis, mulai dari mempertemukan buyer dengan pelaku usaha hingga mendorong terjadinya transaksi selama penyelenggaraan TEI 2026,” tambah Vibiadhi.

Pelaksanaan TEI 2026 didukung oleh Pertamina sebagai mitra strategis, Bank Mandiri sebagai bank mitra, dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). TEI 2026 juga didukung sejumlah lembaga dan instansi, antara lain Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) serta PT Bumi Serpong Damai (Sinar Mas Land). Informasi lebih lanjut mengenai Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 dapat diakses melalui Instagram @tei.2026 dan situs web tradexpoindonesia.com.

Di TEI 2025 pada 15—19 Oktober 2025 lalu, tercatat potensi transaksi sebesar USD 22,83 miliar, dengan 1.619 ekshibitor, 8.045 buyer, dan 34.550 pengunjung. Produk yang mendapatkan permintaan cukup tinggi pada penyelenggaraan sebelumnya antara lain produk pertambangan, logam mulia, minyak sawit dan turunannya, arang dan briket, serta suku cadang kendaraan. Buyer terbanyak berasal dari Malaysia, Tiongkok, India, Nigeria, dan Mesir.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Finance Hadir di Solo Run Fest 2026, Kenalkan Layanan Pembiayaan Kepada Masyarakat

SURAKARTA – PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) terus memperluas akses dan pengenalan layanan pembiayaan kepada masyarakat melalui Solo Run Fest 2026 di Taman Balekambang, Kota Surakarta. Corporate Secretary BRI Finance Aditia Fakhri Ramadhani menjelaskan, keikutsertaan BRI Finance dalam Solo Run Fest merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat dan memperkenalkan layanan pembiayaan secara lebih luas. “BRI Finance menilai kegiatan seperti Solo Run Fest sebagai momentum untuk semakin dekat dengan masyarakat. Melalui interaksi secara langsung, kami dapat memperkenalkan layanan pembiayaan sekaligus memahami kebutuhan masyarakat, sehingga ke depan dapat tumbuh bersama dengan membuka peluang-peluang bisnis baru,” ujar Dhani dalam keterangan resminya. Dalam event tersebut, BRI Finance juga menawarkan bunga 3,33% dengan tenor 12 bulan untuk pembiayaan mobil baru sebagai salah satu program pembiayaan yang dihadirkan bagi masyarakat. Sebagai informasi, Solo Run Fest merupakan agenda tahunan yang telah berlangsung sejak 2023 dan merupakan hasil kolaborasi PT SHA Solo dengan Pemerintah Kota Surakarta. Pada penyelenggaraan tahun ini, kegiatan menghadirkan kategori lari 5K, 10K, dan Half Marathon 21K serta diikuti sekitar 7.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Jumlah peserta tersebut turut mendorong tingginya aktivitas masyarakat selama penyelenggaraan kegiatan. Total pengunjung diperkirakan mencapai sekitar 14.000 orang, sehingga dapat menjadi ruang bagi BRI Finance untuk meningkatkan brand awareness sekaligus mendekatkan produk pembiayaan consumer kepada masyarakat. Dari sisi bisnis, kedekatan dengan masyarakat dan ekosistem usaha di wilayah Solo juga menjadi peluang bagi BRI Finance untuk mengembangkan pipeline pembiayaan, baik pada segmen consumer maupun komersial. “Ke depan, kami berharap dapat terus membangun pipeline nasabah, baik untuk kebutuhan pembiayaan kendaraan maupun pembiayaan komersial. Dengan begitu, BRI Finance dapat terus memperluas akses layanan pembiayaan sekaligus tumbuh bersama masyarakat dan pelaku usaha,” tuturnya. 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PT Tracon Industri Tegaskan Komitmen Zero Fatality & Zero Waste, Kembali Dipercaya Dukung Turn Around Pabrik I Pusri Palembang

PT Tracon Industri kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan yang aman, andal, dan berkelanjutan melalui partisipasi pada kegiatan General Safety Talk Turn Around (TA) Pabrik I Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang. Pada kegiatan tersebut, PT Tracon Industri bersama manajemen Pusri dan seluruh mitra kerja menandatangani Komitmen Zero Fatality dan Zero Waste, sebagai wujud kesepakatan bersama untuk mengutamakan keselamatan kerja dan kepedulian terhadap lingkungan selama pelaksanaan Turn Around.

Bagi PT Tracon Industri, komitmen tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari budaya kerja perusahaan. Setiap pekerjaan dilaksanakan dengan mengedepankan penerapan standar Health, Safety, Security & Environment (HSSE) guna memastikan seluruh personel dapat bekerja dengan selamat, aset pelanggan tetap terjaga, serta aktivitas proyek berlangsung secara bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Kepercayaan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang kepada PT Tracon Industri juga kembali diwujudkan melalui penerbitan Letter of Intent (LOI) untuk pekerjaan Change Out Catalyst, Inspection, Repair & Internal Part Replacement of Ammonia Converter F5A-105D pada Turn Around Pabrik I Tahun 2026.

Penerbitan LOI tersebut merupakan bentuk komitmen awal Pusri untuk melanjutkan proses pengadaan atas penawaran yang telah diajukan PT Tracon Industri. Kepercayaan tersebut diberikan berdasarkan pertimbangan bahwa PT Tracon Industri memiliki kompetensi, keahlian, serta pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan, sehingga dinilai mampu melaksanakan ruang lingkup pekerjaan secara optimal dan mendukung keberhasilan pelaksanaan Turn Around Pabrik I.

Dipercaya kembali oleh PT Pusri Palembang menjadi bukti konsistensi PT Tracon Industri dalam memberikan layanan berkualitas pada sektor industri proses. Dengan pengalaman dalam menangani berbagai proyek Operation & Maintenance, inspeksi, serta pekerjaan pemeliharaan fasilitas industri, PT Tracon Industri terus mengedepankan kualitas pelaksanaan, ketepatan waktu, dan budaya keselamatan sebagai fondasi utama dalam setiap proyek.

Melalui sinergi yang terjalin dengan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, PT Tracon Industri optimistis pelaksanaan Turn Around Pabrik I Tahun 2026 dapat berjalan sesuai target dengan mengedepankan prinsip Zero Fatality, Zero Waste, dan Operational Excellence. Komitmen tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan keandalan fasilitas produksi sekaligus memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. (fth)

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KALOG Express Beri Diskon Sebulan Penuh untuk Pengiriman ke Bandar Lampung

KAI Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang jasa logistik, menghadirkan penawaran khusus melalui layanan KALOG Express bagi masyarakat yang memiliki aktivitas pengiriman menuju Bandar Lampung. Berlangsung selama Oktober 2026, program ini memberikan potongan harga sebesar 30% untuk pengiriman paket dan 25% untuk pengiriman sepeda motor.

VP of Commercial KAI Logistik, Ferdian Pardosi, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memberikan nilai tambah sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan KALOG Express. “Menyambut bulan Oktober, kami ingin memberikan nilai tambah bagi pelanggan melalui kemudahan biaya pengiriman. Dengan adanya program ini, masyarakat dapat memanfaatkan layanan KALOG Express untuk mengirimkan paket maupun kirim motor menuju Bandar Lampung dengan tarif yang lebih terjangkau,” ujar Ferdian.

Penawaran ini hadir seiring dengan perkembangan aktivitas ekonomi Provinsi Lampung yang menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, perekonomian Lampung pada 2025 tumbuh sebesar 5,28% secara tahunan (yoy). Kondisi tersebut turut mendorong pergerakan barang untuk mendukung kegiatan usaha maupun aktivitas masyarakat di berbagai wilayah Lampung.

Menjawab dinamika tersebut, KALOG Express menyediakan akses pengiriman menuju Bandar Lampung dari 299 service point KALOG Express yang tersebar di berbagai wilayah. Jangkauan ini memungkinkan pelanggan, termasuk masyarakat dan pelaku UMKM, memanfaatkan layanan KALOG Express untuk mengirimkan paket maupun kirim motor dengan lebih mudah selama periode promo berlangsung.

“Melalui promo ini, kami juga ingin semakin memperkenalkan KALOG Express kepada masyarakat yang memiliki aktivitas pengiriman menuju Bandar Lampung. Kami berharap kemudahan yang diberikan dapat dimanfaatkan oleh pelanggan, termasuk pelaku UMKM, untuk mendukung aktivitas usaha dan distribusi barang antardaerah,” tambah Ferdian.

Kehadiran layanan tersebut sekaligus memperkuat konektivitas logistik antara Pulau Jawa dan Sumatera. Dengan jaringan service point yang menjangkau berbagai wilayah, KALOG Express menghadirkan pilihan layanan pengiriman ritel yang menghubungkan mobilitas paket dan sepeda motor melalui ekosistem logistik berbasis kereta api yang terintegrasi.

Melalui program ini, KAI Logistik terus menghadirkan layanan logistik yang semakin mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk terus memperkuat konektivitas antardaerah melalui layanan logistik yang terintegrasi dan mendukung kelancaran distribusi barang di Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Hilirisasi Mineral Jadi Pilar Penguatan Ekonomi Nasional

JAKARTA — Selama bertahun-tahun, kekayaan mineral Indonesia lebih banyak diekspor dalam bentuk bahan mentah dengan nilai tambah terbatas. Pola tersebut membuat manfaat ekonomi yang dihasilkan belum optimal dalam mendukung penguatan struktur perekonomian nasional.

Melalui kebijakan hilirisasi, pemerintah mendorong pengolahan mineral di dalam negeri agar nilai tambah dapat dinikmati secara lebih luas. Kebijakan ini mulai menunjukkan hasil dengan meningkatnya peran sektor pertambangan tidak hanya sebagai penghasil komoditas, tetapi juga sebagai pemasok bahan baku strategis bagi industri manufaktur nasional.

Peran sektor pertambangan terhadap ekonomi nasional pun terus menunjukkan kontribusi yang signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertambangan dan penggalian menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan II 2026 dengan nilai mencapai Rp229,9 triliun atau setara 8,87 persen.

Transformasi tersebut tidak terlepas dari kebijakan pelarangan ekspor mineral mentah yang mendorong pelaku usaha untuk membangun fasilitas pengolahan di dalam negeri. Dengan demikian, komoditas tambang tidak lagi berhenti sebagai bahan mentah, melainkan berkembang menjadi produk antara yang memiliki nilai tambah lebih tinggi dan menjadi input penting bagi industri hilir.

Ketua Research Group on Energy Security for Sustainable Development Universitas Indonesia (RESSED UI) Ali Ahmudi menilai pengelolaan sumber daya alam, termasuk melalui hilirisasi, harus mampu memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi negara sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945.

“Sebesar-besarnya manfaat dari kegiatan ekonomi yang memanfaatkan sumber daya alam, termasuk pertambangan, harus memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan, termasuk terhadap pemasukan negara, baik melalui pajak, bagi hasil, maupun mekanisme lainnya,” ujar Ali.

Dalam konteks tersebut, hilirisasi menjadi instrumen penting untuk memastikan peningkatan nilai tambah benar-benar berujung pada kontribusi ekonomi yang lebih besar. Proses ini menciptakan rantai nilai industri yang lebih panjang, memperluas aktivitas ekonomi, serta memperkuat ketahanan industri nasional.

Sebagai bagian dari ekosistem tersebut, Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, menjalankan pengelolaan mineral secara terintegrasi bersama anggota holdingnya. Sepanjang 2025, MIND ID mencatat Generated Economic Value sebesar Rp185,16 triliun dan Distributed Economic Value sebesar Rp180,30 triliun yang disalurkan kepada negara, pekerja, mitra usaha, investor, dan masyarakat.

Kontribusi tersebut mencerminkan bagaimana pengelolaan sumber daya mineral yang terintegrasi mampu menciptakan nilai ekonomi yang mengalir ke berbagai sektor, sekaligus memperkuat peran industri pertambangan dalam mendukung perekonomian nasional.

Salah satu contoh konkret terlihat pada pengembangan ekosistem bauksit menjadi alumina dan aluminium. Melalui proses hilirisasi, komoditas bauksit yang sebelumnya memiliki nilai relatif rendah sekitar US$40 per metrik ton, dapat diolah menjadi aluminium dengan nilai mencapai sekitar US$3.400 per ton.

Produk aluminium tersebut memiliki peran strategis sebagai bahan baku utama bagi berbagai sektor industri, mulai dari konstruksi, transportasi, kelistrikan, hingga energi baru terbarukan seperti panel surya. Ketersediaan aluminium di dalam negeri tidak hanya meningkatkan stabilitas pasokan, tetapi juga membuka peluang efisiensi biaya serta memperkuat daya saing industri manufaktur nasional.

Ali menilai keberhasilan hilirisasi tidak hanya diukur dari peningkatan penerimaan negara, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan basis industri baru serta memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat.

Dengan arah kebijakan tersebut, sektor pertambangan diharapkan tidak lagi bergantung pada aktivitas ekstraksi semata yang dipengaruhi permintaan global, melainkan berkembang menjadi pilar penting industrialisasi nasional. Konsistensi dalam mendorong hilirisasi menjadi kunci agar kekayaan mineral Indonesia dapat terus memberikan nilai tambah dan kontribusi berkelanjutan bagi perekonomian.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES