KAI Logistik Kembangkan Green Freight Service, Dorong Pertumbuhan Angkutan Kereta Api Kontainer dan Dekarbonisasi Rantai Pasok

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) memperkuat strategi pertumbuhan bisnis angkutan kereta api kontainer melalui pengembangan green freight service. Inisiatif ini menjadi salah satu pilar pengembangan angkutan multikomoditas yang tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kinerja bisnis, tetapi juga menghadirkan solusi logistik berkelanjutan melalui pengelolaan emisi gas rumah kaca (GRK) yang lebih transparan dan terukur.

Secara umum strategi pengembangan angkutan multikomoditas KAI Logistik dijalankan melalui sejumlah inisiatif, meliputi pengembangan green freight service, optimalisasi layanan angkutan ekspor-impor, serta akuisisi pelanggan baru. Kombinasi strategi tersebut diharapkan dapat memperluas pasar, meningkatkan pemanfaatan layanan kereta api kontainer, serta memperkuat kontribusi segmen angkutan multikomoditas terhadap pendapatan perusahaan.

Sejalan dengan strategi tersebut, pendapatan angkutan multikomoditas KAI Logistik diproyeksikan akan bertumbuh dengan Sebagian besar didukung oleh green freight services yang mendorong peningkatan pertumbuhan hingga mencapai CAGR 8,5% dengan pendapatan Rp568,4 miliar pada 2029.

Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, mengungkapkan “Pengembangan green freight service menjadi langkah strategis KAI Logistik dalam merespons meningkatnya kebutuhan industri terhadap transparansi emisi dan pelaporan keberlanjutan. Seiring berkembangnya tuntutan pengungkapan kinerja lingkungan dalam rantai pasok, pelanggan membutuhkan data emisi dari penyedia jasa logistik untuk mendukung pengukuran jejak karbon, penyusunan laporan keberlanjutan, serta pencapaian target dekarbonisasi perusahaan.”

Pengembangan layanan mencakup perhitungan emisi karbon dari aktivitas transportasi kereta api, operasional terminal, serta distribusi first mile dan last mile, dengan mengacu pada metodologi yang relevan, termasuk ISO 14083. Standar ini menjadi salah satu acuan dalam penghitungan dan pelaporan emisi gas rumah kaca dari operasi rantai transportasi. Selain itu, layanan ini mencakup pelaporan emisi terintegrasi, konsultasi dan rekomendasi mitigasi emisi, serta dokumentasi atas upaya keberlanjutan pelanggan berdasarkan kriteria yang terukur.

Untuk memperkuat diferensiasi layanan, KAI Logistik juga mengembangkan sejumlah inisiatif strategis, antara lain konsep carbon-labelled freight berupa informasi atau sertifikat emisi untuk setiap pengiriman di mana saat ini Perusahaan telah memiliki kalkulator emisi untuk layanan antar stasiun. Ke depan, lauyanan akan dikembangkan pada pengukuran emisi karbon di sepanjang rantai pasok sehingga memungkinkan penyusunan laporan emisi secara lebih komprehensif, mencakup rangkaian aktivitas transportasi truk, operasional terminal, hingga angkutan kereta api.

Integrasi tersebut diharapkan dapat membantu pelanggan memperoleh visibilitas emisi di sepanjang rantai distribusi, mengidentifikasi peluang mitigasi, serta mengevaluasi alternatif transportasi yang lebih efisien. Dengan tersedianya data yang konsisten dan terukur, aspek keberlanjutan dapat menjadi bagian dari pertimbangan dalam pengambilan keputusan logistik dan pengelolaan rantai pasok.

”Melalui pengembangan green freight service, KAI Logistik berupaya menyelaraskan agenda pertumbuhan bisnis dengan kebutuhan pelanggan terhadap solusi logistik yang semakin transparan, efisien, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Ke depan, perusahaan akan terus memperkuat inovasi layanan, memperluas kemitraan, meningkatkan akuisisi pelanggan, serta mengembangkan angkutan multikomoditas melalui penerapan prinsip green logistics guna mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sekaligus mendukung terciptanya ekosistem logistik yang lebih ramah lingkungan,” tutup Yuskal.

Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen KAI Logistik untuk memperkuat peran angkutan kereta api kontainer dalam ekosistem logistik nasional, sekaligus mendukung transformasi rantai pasok menuju sistem distribusi yang lebih efisien dan rendah emisi.

Pada tahun 2025 layanan kereta api kontainer mencatatkan mencapai 2,5 juta ton dengan pertumbuhan 8% YoY dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 2,3 juta ton. Sementara pada 2026, KAI Logistik mencatatkan volume sekitar 2,3 juta ton hingga Triwulan III.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mahasiswa Fashion Program BINUS UNIVERSITY Tampil di Jakarta Fashion Week 2027, Padukan Beskap Jawa dengan Gaya Barat

Jakarta, 26 Oktober 2026 – Kekayaan budaya Indonesia kembali menjadi inspirasi dalam dunia fashion modern. Kali ini, Alifa Muthmainnah, mahasiswa Fashion Program – School of Design BINUS University, berhasil menjadi finalis Lomba Perancang Mode Menswear (LPMM) dan mendapatkan kesempatan untuk menampilkan karya rancangannya di panggung Jakarta Fashion Week 2027, salah satu ajang mode terkemuka di Indonesia yang menjadi wadah bagi para desainer untuk memperkenalkan kreativitas dan inovasi mereka.

Melalui koleksi bertajuk “An Odd One Out of Time”, Alifa menghadirkan eksplorasi busana pria yang mempertemukan dua identitas budaya berbeda, yakni warisan busana tradisional Jawa dan gaya berpakaian kalangan elite Barat pada era 1920-an. Koleksi ini tidak hanya menonjolkan keunikan visual, tetapi juga mengangkat perjalanan sejarah, identitas, dan perubahan budaya melalui pendekatan desain kontemporer.

Ketika Beskap Jawa Bertemu Gaya Barat dalam Satu Rancangan

Terinspirasi dari pengalaman masyarakat Indonesia pada masa kolonial, Alifa mengeksplorasi bagaimana busana dapat merepresentasikan identitas, maskulinitas, hingga kedudukan sosial seseorang. Melalui koleksi “An Odd One Out of Time”, ia mempertemukan teknik jahitan beskap Jawa dengan elemen busana Barat era 1920-an, seperti blazer dan seragam yang pada masanya identik dengan kalangan elite serta simbol status sosial.

Dua gaya berpakaian yang memiliki latar belakang budaya berbeda tersebut kemudian diolah melalui teknik rekonstruksi pola untuk menghasilkan rancangan hibrida yang unik dan memiliki karakter tersendiri. Eksplorasi ini terlihat melalui konstruksi melingkar, desain lengan yang fleksibel, permainan lapisan busana, hingga detail yang dapat dilepas dan dipasang kembali.

Pendekatan tersebut memberikan dimensi baru pada busana pria, sekaligus menghadirkan interpretasi modern terhadap elemen fashion dari masa lalu. Pemilihan material juga menjadi bagian penting dalam koleksi ini. Alifa memadukan wol, kulit, katun, denim, dan korduroi untuk menciptakan keseimbangan antara struktur busana yang tegas dan siluet yang lebih lembut serta dinamis.

“Melalui koleksi “An Odd One Out of Time”, saya ingin mengeksplorasi bagaimana dua budaya yang berbeda dapat dipertemukan dalam sebuah rancangan busana. Saya terinspirasi dari sejarah Indonesia pada masa kolonial, khususnya bagaimana pakaian menjadi bagian dari identitas dan status sosial. Dengan memadukan elemen beskap Jawa dan busana Barat, saya ingin menghadirkan perspektif baru bahwa warisan budaya dapat terus berkembang melalui desain yang lebih modern, tanpa kehilangan identitas aslinya,” ungkap Alifa Muthmainnah, mahasiswa Fashion Program BINUS University.

Mendorong Kreativitas Mahasiswa hingga ke Panggung Industri Fashion

Keberhasilan Alifa menampilkan karyanya di Jakarta Fashion Week 2027 menjadi salah satu bentuk pencapaian mahasiswa Fashion Program – School of Design BINUS University dalam mengembangkan kreativitas dan menerapkan kemampuan desain pada panggung industri fashion. Tidak hanya mengandalkan estetika, karya Alifa juga menunjukkan pentingnya riset, pemahaman sejarah, eksplorasi material, serta kemampuan menerjemahkan gagasan menjadi rancangan yang memiliki identitas kuat.

Ratna Dewi Paramita, MA selaku Head of Fashion Program BINUS University menyampaikan apresiasi atas pencapaian Alifa yang mampu menghadirkan perspektif baru terhadap kekayaan budaya Indonesia melalui karya fashion kontemporer.

“Kami sangat bangga melihat Alifa mampu membawa kreativitas dan gagasannya ke panggung Jakarta Fashion Week 2027. Koleksi yang dihadirkan menunjukkan bahwa fashion bukan hanya tentang menciptakan busana yang menarik secara visual, tetapi juga bagaimana seorang desainer mampu mengolah sejarah, budaya, dan identitas menjadi karya yang relevan dengan perkembangan industri. Inilah semangat yang terus kami dorong di Fashion Program BINUS University, agar mahasiswa berani bereksplorasi, memiliki karakter desain yang kuat, serta siap menunjukkan potensinya di industri kreatif,” ungkap Head of Fashion Program BINUS University.

School of Design BINUS UNIVERSITY Bangga atas Pencapaian Mahasiswa

Partisipasi Alifa Muthmainnah dalam Jakarta Fashion Week 2027 menjadi kebanggaan tersendiri bagi School of Design BINUS University. Pencapaian ini memperlihatkan potensi mahasiswa dalam menghasilkan karya yang tidak hanya inovatif, tetapi juga mampu mengangkat kekayaan budaya Indonesia melalui pendekatan kreatif yang relevan dengan perkembangan zaman.

Melalui Fashion Program, BINUS University terus berupaya mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, memperkuat identitas sebagai desainer, serta memperoleh pengalaman yang mempertemukan proses pembelajaran dengan kebutuhan industri fashion.

School of Design BINUS University berharap pencapaian Alifa dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengeksplorasi ide, berani menghadirkan perspektif baru, dan memanfaatkan berbagai kesempatan untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat serta pelaku industri.

Lebih dari sekadar kesempatan tampil di runway, kehadiran karya Alifa di Jakarta Fashion Week 2027 menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi untuk membawa cerita dan identitas budaya bangsa ke dalam perkembangan fashion modern.

Melalui semangat Fostering and Empowering, BINUS University berkomitmen untuk terus mendukung lahirnya talenta kreatif yang inovatif, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan industri fashion Indonesia maupun dunia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pelindo Multi Terminal Dorong Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui Program Jamur Berdaya HUB

Medan, Oktober 2026 – PT Pelindo Multi Terminal mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan program Jamur Berdaya HUB, yang mengembangkan budidaya jamur tiram sebagai sarana pembelajaran sekaligus peluang usaha produktif. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Budidaya Jamur Berdaya HUB di SMK Muhammadiyah 4 pada Rabu (28/10), sebagai langkah awal untuk memperkenalkan potensi budidaya jamur dan pengembangan usaha berbasis masyarakat.

Dalam sosialisasi ini, peserta diperkenalkan dengan Program Jamur Berdaya HUB, yaitu pusat budidaya, pembelajaran, dan kemitraan usaha jamur. Program ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya jamur tiram, sekaligus memperkenalkan potensi pengembangan usaha dari hasil produksi maupun pengolahan produk berbahan dasar jamur. Budidaya jamur tiram juga memiliki peluang untuk dikembangkan dalam skala rumah tangga maupun kelompok masyarakat dengan memanfaatkan ruang budidaya yang disesuaikan dengan kapasitas produksi.

VP TJSL Pelindo Multi Terminal, Zulhendri, menyampaikan bahwa Program Jamur Berdaya HUB merupakan salah satu upaya perusahaan untuk mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya generasi muda, agar mampu mengenali potensi di sekitarnya dan mengembangkannya menjadi peluang usaha produktif.

“Bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda, kami ingin mengajak generasi muda untuk terus menumbuhkan semangat berkarya, berinovasi, dan mengambil peran dalam membangun perekonomian masyarakat. Melalui Program Jamur Berdaya HUB, kami berharap anak-anak muda dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, menumbuhkan keberanian untuk berwirausaha, serta lebih kreatif dalam melihat peluang usaha dari potensi yang ada di lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya menjadi bagian dari perubahan, tetapi juga dapat menjadi penggerak bagi tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat,” ujar Zulhendri.

Program Jamur Berdaya HUB yang diinisiasi bersama Baitulmaal Muamalat (BMM) Sumatera Utara turut diarahkan untuk memperluas akses terhadap sarana dan prasarana budidaya, meningkatkan kemampuan produksi dan pemasaran, serta membangun kelembagaan masyarakat yang mampu mengelola usaha secara berkelanjutan.

Berdasarkan rencana program, tahap awal pelaksanaan pada Oktober–Desember 2026 mencakup kegiatan sosialisasi dan edukasi di Kecamatan Medan Belawan, Medan Marelan, dan Medan Labuhan. Tahapan selanjutnya diarahkan pada pengembangan fasilitas budidaya serta pendampingan program untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi dan pemasaran, sekaligus mendorong terbentuknya kelompok usaha yang mampu mengelola kegiatan secara berkelanjutan.

Pelaksanaan kegiatan ini turut melibatkan berbagai pihak yang memiliki peran dalam mendukung edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut VP TJSL Pelindo Multi Terminal Zulhendri, Head Regional Office BMM Sumatera Utara Budi Syahputra, Yayasan Bang Haris Syariah Mandiri (BHSM) yang sekaligus menjadi narasumber, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Saiful Famar, serta Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 4 Sopiah. Kolaborasi antara perusahaan, lembaga pendamping, dan institusi pendidikan ini menjadi bagian penting dalam memperkenalkan keterampilan budidaya sekaligus membuka wawasan generasi muda terhadap peluang kewirausahaan.

Melalui program TJSL ini, Pelindo Multi Terminal berupaya menghadirkan inisiatif pemberdayaan yang tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga membuka wawasan masyarakat terhadap peluang ekonomi produktif. Program kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengembangkan usaha, sehingga program dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan sekitar wilayah operasional perusahaan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pendapatan Usaha Tumbuh 7,9%, Jasa Marga Terus Perkuat Konektivitas dan Layanan Jalan Tol

Jakarta (30/10), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (“Perseroan”) mencatatkan kinerja keuangan yang positif hingga kuartal III 2026, didukung oleh kontribusi bisnis jalan tol dan optimalisasi operasional. Capaian ini menjadi landasan bagi Perseroan untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan usaha sekaligus memperkuat konektivitas dan kualitas layanan kepada pelanggan.

Perseroan membukukan Pendapatan Usaha sebesar Rp15,6 triliun, tumbuh 7,9% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan tersebut ditopang oleh Pendapatan Tol sebesar Rp14,3 triliun atau tumbuh 6,8%, serta Pendapatan Usaha Lain sebesar Rp1,3 triliun atau tumbuh 21,5% secara tahunan (year on year/yoy). Pendapatan Usaha Lain didukung oleh tiga lini bisnis utama Jasa Marga, yaitu pengoperasian jalan tol, preservasi jalan tol, dan bisnis prospektif.

Seiring peningkatan pendapatan tersebut, Perseroan memfokuskan strategi kuartal ketiga pada penguatan ketahanan fundamental dan optimalisasi struktur biaya. Langkah ini ditempuh melalui pengelolaan belanja operasional secara terukur dan disiplin.

Dari optimalisasi tersebut, Perseroan berhasil mempertahankan kinerja positif dengan mencatatkan EBITDA sebesar Rp10,5 triliun dan margin EBITDA sebesar 67,0%. Pada periode yang sama Perseroan membukukan Laba Bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,7 triliun, capaian kinerja positif ini menunjukkan keberhasilan Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha, pengelolaan risiko dan penciptaan nilai jangka panjang.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan upaya Perseroan menjaga kinerja bisnis dan kesehatan finansial di tengah kebutuhan pengembangan infrastruktur serta peningkatan kualitas layanan jalan tol.

“Kinerja keuangan yang sehat menjadi fondasi bagi Jasa Marga untuk menjalankan strategi bisnis secara berkelanjutan. Kami memastikan pengelolaan operasional berjalan optimal, sekaligus menjaga kapasitas investasi untuk mengembangkan jaringan jalan tol, meningkatkan standar layanan melalui pemanfaatan teknologi. Dengan demikian, pertumbuhan Perseroan dapat berjalan selaras dengan penciptaan nilai bagi pengguna jalan dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Rivan.

Dari prespektif kinerja operasional, volume transaksi kendaraan di jalan tol Jasa Marga mencapai lebih dari 981 juta kendaraan hingga kuartal III 2026, dengan lalu lintas harian rata-rata (LHR) sekitar 3,6 juta kendaraan per hari. Capaian ini mempertegas status Jasa Marga sebagai market leader jalan tol di Indonesia dengan mengoperasikan 1.294 KM jalan tol dari total konsesi sepanjang 1.736 KM atau setara dengan 42% dari total panjang jalan tol yang beroperasi di Indonesia.

Pengembangan jaringan terus dilakukan untuk memperluas akses dan meningkatkan keterhubungan antarwilayah serta untuk membuka simpul-simpul ekonomi baru. Memasuki Oktober 2026, Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi Segmen Gending–Paiton sepanjang 24 KM telah dioperasikan dengan tarif yang menjadi bagian dari upaya Perseroan memperkuat konektivitas di wilayah Jawa Timur. Dengan beroperasinya ruas jalan tol tersebut, hingga saat ini jumlah jalan tol beroperasi Jasa Marga mencapai 1.318 KM. Di saat bersamaan, Perseroan terus mempercepat penyelesaian pembangunan proyek-proyek strategis, meliputi Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan, Jalan Tol Akses Patimban, Jalan Tol Yogyakarta–Bawen, serta Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo.

“Bagi Jasa Marga, Pembangunan infrastruktur jalan tol tidak hanya berorientasi pada penambahan jaringan, tetapi juga pada penciptaan konektivitas yang berdampak langsung bagi masyarakat dan perekonomian. Keterhubungan antarwilayah ini mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi barang, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di wilayah yang dilalui,” jelas Rivan.

Menjawab tantangan tersebut, Jasa Marga terus mentransformasi perannya dari penyedia infrastruktur menjadi pengelola ekosistem layanan jalan tol yang terintegrasi. Transformasi ini diwujudkan melalui tiga pilar layanan, yaitu pilar Protect the Journey melalui pemeliharaan dan preservasi infrastruktur berbasis teknologi dengan pemanfaatan armada inspeksi Hawkeye 2000, sistem pelaporan digital Tollroad Real Time Operation Oversight Performance System (TROOPS), serta integrasi preservasi melalui  Jasamarga Integrated Maintenance Management System (JIMMS);  Pilar Support the Journey menghadirkan kenyamanan perjalanan melalui rejuvenasi Travoy Rest yang nyaman dan ramah pengguna; sementara pilar Inform the Journey berfokus pada penyediaan informasi dan pengendalian lalu lintas jalan tol secara terpusat melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) yang disampaikan kepada pelanggan melalui Call Center 133 dan Aplikasi Travoy yang dapat diunduh melalui Apps Store dan Google Play Store.

Selain peningkatan kualitas layanan, Jasa Marga turut mendukung kebijakan pemerintah menuju Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) pada 2027. Sebagai upaya menjaga keselamatan perjalanan dan keandalan infrastruktur, Perseroan menyediakan fasilitas Weigh In Motion (WIM) untuk mendeteksi beban kendaraan angkutan barang berbasis teknologi. Integrasi data WIM dengan sistem Bukti Lulus Uji Elektronik (BLUe) Kementerian Perhubungan, serta Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Korlantas Polri mendukung proses pengawasan dan penindakan sesuai kewenangan.

Menatap agenda akhir tahun, Perseroan memastikan kesiapan operasional dan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), termasuk dalam mengantisipasi peningkatan mobilitas pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Upaya ini dilakukan melalui pemeliharaan infrastruktur, pemantauan kondisi lalu lintas, kesiapan petugas, serta koordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait untuk mendukung perjalanan yang lancar, aman, dan nyaman.

“Dengan margin EBITDA yang solid, manajemen liabilitas yang pruden, serta keandalan volume lalu lintas harian sebagai sumber arus kas utama, Perseroan berada dalam lintasan pertumbuhan yang tepat untuk menutup tahun 2026 dengan hasil terbaik. Jasa Marga berkomitmen memastikan pengelolaan operasional berjalan optimal dengan terus berinovasi, menjaga kualitas layanan, memperkuat tata kelola perusahaan, serta menghadirkan nilai tambah nyata yang dapat dirasakan oleh investor, mitra bisnis, dan jutaan pelanggan di setiap kilometer perjalanan yang kami layani,” tutup Rivan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

LRT Jabodebek Perkuat Kompetensi Frontliner, Fokus pada Komunikasi dan Penanganan Keluhan Pengguna

Kualitas pelayanan transportasi publik tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan keandalan operasional, tetapi juga oleh kemampuan petugas dalam berinteraksi, memberikan informasi, serta membantu pengguna menghadapi berbagai situasi selama perjalanan. Untuk memperkuat aspek tersebut, LRT Jabodebek menyelenggarakan Pelatihan Personal Effectiveness and Assertive Communication bagi Frontliner Transportasi Publik yang telah diselenggarakan pada 28–29 Oktober 2026 di Ruang Auditorium Lantai 2, Kantor Divisi LRT Jabodebek.

Pelatihan yang diikuti oleh petugas Station Officer (SO) dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) stasiun ini menghadirkan Rudi Hillman dari Maha Talenta Serendi sebagai narasumber. Kegiatan tersebut berfokus pada penguatan kemampuan personal, pembentukan budaya pelayanan unggul (service excellence), serta keterampilan komunikasi profesional dalam menghadapi beragam kebutuhan dan karakter pengguna transportasi publik.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai 5 pilar service excellence, yakni empathy atau kemampuan memahami kebutuhan pengguna, professionalism dalam memberikan pelayanan secara sopan dan andal, responsiveness atau kecepatan dalam membantu pengguna, assurance untuk membangun kepercayaan, serta tangibles yang berkaitan dengan penampilan dan kesiapan fasilitas pelayanan.

Selain itu, peserta juga mempelajari pentingnya membangun komunikasi asertif, yakni kemampuan menyampaikan informasi, pendapat, maupun arahan secara tegas, jelas, dan profesional dengan tetap menghargai hak serta perasaan orang lain. Kemampuan ini menjadi penting bagi petugas stasiun, terutama ketika menghadapi pengguna dengan kebutuhan, pertanyaan, maupun keluhan yang beragam.

Pembekalan juga dilengkapi dengan studi kasus dan simulasi penanganan situasi pelayanan sehari-hari, mulai dari pengguna yang tertinggal barang di kereta, kepadatan di peron, hingga menghadapi keluhan akibat keterlambatan perjalanan maupun pengguna yang terlambat masuk ketika pintu kereta telah tertutup.

Salah satu pendekatan yang diperkenalkan adalah teknik A-E-R (Apologize, Empathy, dan Resolve). Melalui pendekatan ini, petugas diarahkan untuk terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pengguna, menunjukkan pemahaman terhadap kondisi yang dihadapi, kemudian memberikan informasi, solusi, atau alternatif penanganan yang sesuai.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas pelayanan harus berjalan seiring dengan penguatan kompetensi sumber daya manusia yang berhadapan langsung dengan pengguna.

“Pelayanan transportasi publik bukan hanya tentang bagaimana mengantarkan pengguna sampai ke tujuan, tetapi juga bagaimana petugas hadir memberikan rasa aman, nyaman, dan kepastian informasi selama perjalanan. Karena itu, kemampuan berkomunikasi, memahami kebutuhan pengguna, serta menangani keluhan secara tepat menjadi kompetensi penting yang terus kami perkuat,” ujar Radhitya.

Setiap interaksi antara petugas dan pengguna merupakan bagian dari pengalaman perjalanan yang turut membentuk kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik. Petugas diharapkan tidak hanya mampu menjalankan tugas sesuai prosedur, tetapi juga memiliki inisiatif, empati, dan ketenangan dalam menghadapi berbagai situasi pelayanan.

“Melalui pelatihan ini, diharapkan para petugas semakin percaya diri dan terampil dalam memberikan pelayanan. Ketika pengguna membutuhkan informasi, menghadapi kendala perjalanan, atau memerlukan bantuan, petugas dapat merespons dengan cepat, menyampaikan informasi secara jelas, serta memberikan solusi dengan pendekatan yang humanis dan profesional,” tambahnya.

LRT Jabodebek memandang pengembangan kompetensi pekerja sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam menghadirkan transportasi publik yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Penguatan kemampuan teknis operasional perlu didukung dengan kualitas interaksi dan pelayanan yang konsisten, sehingga pengguna mendapatkan pengalaman perjalanan yang semakin baik.

Dengan demikian, LRT Jabodebek berharap budaya pelayanan unggul tidak hanya menjadi standar dalam pelaksanaan tugas, tetapi juga menjadi pola pikir dan kebiasaan seluruh petugas dalam melayani masyarakat. Sebab, di balik teknologi transportasi yang modern, kualitas pelayanan dan sentuhan manusia tetap menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman perjalanan yang berkesan bagi setiap pengguna.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tindak Lanjuti Arahan Danantara, PTPN Group Tandatangani Kesepakatan Percepatan Penataan Rumah Sakit

Jakarta — Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus mengakselerasi penataan anak perusahaan sejalan dengan agenda Danantara selaku pemegang saham. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Penggabungan Bersyarat atau Conditional Merger Agreement (CMA) antar entitas pengelola rumah sakit di lingkungan PTPN Group. Penandatanganan berlangsung di gedung Agro Plaza, Jakarta, Jumat (30/10/2026), disaksikan Direktur Bisnis PTPN III (Persero), Ryanto Wisnuardhy.

Ryanto menyampaikan, penandatanganan CMA menjadi langkah konkret untuk memajukan proses konsolidasi entitas rumah sakit PTPN Group melalui tahapan yang terukur dan tetap memperhatikan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. “Kami ingin memastikan proses tersebut berjalan terarah, dengan dasar kajian yang memadai serta memperhatikan kepentingan perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Penataan tersebut diarahkan untuk mengonsolidasikan anak perusahaan di bidang rumah sakit di bawah naungan PTPN Group ke dalam satu badan hukum. Melalui konsolidasi ini, pengelolaan usaha pelayanan kesehatan diharapkan semakin terintegrasi dan memiliki landasan yang lebih kuat untuk pengembangan layanan.

CMA ditandatangani oleh masing-masing pimpinan PT Prima Medica Nusantara, PT Sri Pamela Medika Nusantara, PT Cut Meutia Medika Nusantara, PT Agro Medika Nusantara, PT Tembakau Deli Medica, dan PT Kalimantan Medika Nusantara sebagai peserta penggabungan. Sementara PT Nusa Lima Medika juga turut menjadi pihak dalam perjanjian, tetapi berkaitan dengan proses penggabungannya ke dalam PT Prima Medica Nusantara yang dilaksanakan melalui mekanisme tersendiri.

Ryanto menegaskan, percepatan penataan harus berjalan seiring dengan kesiapan pelaksanaan, terutama dalam menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan. “Karena itu, kesiapan operasional, perizinan, kerja sama pelayanan, serta hak karyawan dan kepentingan pemangku kepentingan lainnya harus diperhatikan dalam setiap tahapan,” katanya.

Perjanjian tersebut mengatur tahapan persiapan, persyaratan, serta hak dan kewajiban para pihak sebagai landasan bersama dalam proses penggabungan. Seluruh tahapan akan dilaksanakan secara terencana dan terukur, dengan tetap memastikan pemenuhan uji tuntas, kajian kelayakan, penetapan struktur akhir penggabungan, serta persetujuan korporasi dan ketentuan yang berlaku sebagai bagian dari proses yang prudent dan sesuai tata kelola perusahaan yang baik.

Dengan penandatanganan CMA, para pihak telah memiliki kerangka bersama untuk menuntaskan tahapan berikutnya secara terarah. PTPN III (Persero) selaku holding akan terus mengoordinasikan proses penataan agar selaras dengan arahan pemegang saham dan kebutuhan pengembangan usaha PTPN Group

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

IHSG Termurah Sejak 2008, Dr. Dhiraj Kelly Ingatkan Investor Ritel: Murah Belum Tentu Aman

Ancaman penurunan status Indonesia oleh MSCI memicu aksi jual terdalam dalam hampir tiga dekade. Dr. Dhiraj Kelly mengajak investor ritel memeriksa tiga variabel risiko sebelum menambah posisi.

JAKARTA, 30 Oktober 2026 – Valuasi saham Indonesia kini berada di level termurah sejak krisis keuangan global 2008. Namun, praktisi keuangan dan edukator manajemen risiko Dr. Dhiraj Kelly menilai harga murah bukan alasan cukup untuk langsung membeli. Menurutnya, tekanan jual saat ini sebagian besar datang dari mekanisme indeks global, bukan semata dari memburuknya kinerja perusahaan.

Turun Kelas Dua Tingkat Sekaligus

Pada 15 Oktober 2026, MSCI membuka konsultasi untuk mereklasifikasi indeks MSCI Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Keputusan final dijadwalkan paling lambat akhir Juni 2027. Langkah ini lebih berat dari peringatan Januari lalu, yang hanya menyebut kemungkinan turun ke Frontier Market.

Pasar bereaksi keras. IHSG anjlok 12% pada Jumat setelah pengumuman, lalu turun lagi 3,6% pada Senin berikutnya. Goldman Sachs memperkirakan pengeluaran penuh dari indeks Emerging Market bisa memicu arus keluar dana pasif sekitar US$5,6 miliar.

Akar masalah yang disorot MSCI adalah transparansi kepemilikan saham dan keandalan data free float. Otoritas merespons dengan menaikkan batas minimum free float dari 7,5% menjadi 15%, membuka data pemilik manfaat akhir (UBO), dan merinci klasifikasi investor.

Agenda terdekat yang dipantau pasar adalah pengumuman review indeks MSCI pada 11 November 2026, dengan perubahan berlaku mulai 1 Desember 2026.

Murah Belum Tentu Aman

Dr. Dhiraj Kelly menilai investor ritel perlu memahami dari mana tekanan jual berasal. Dana pasif global yang mengikuti indeks MSCI bekerja berdasarkan aturan, bukan berdasarkan prospek bisnis emiten.

“Ketika sebuah negara turun kelas di indeks global, dana yang mengikuti indeks itu tidak bertanya apakah perusahaannya bagus. Mereka wajib menyesuaikan portofolio. Jadi saham yang fundamentalnya baik pun bisa ikut terjual,” ujar Dr. Dhiraj Kelly.

Menurutnya, pertanyaan yang lebih penting bagi investor ritel bukan apakah saham sedang murah, melainkan apakah ia siap menahan posisi selama ketidakpastian berlangsung hingga keputusan final MSCI.

“Diskon besar sering terlihat seperti kesempatan. Tapi kalau uang yang dipakai adalah dana darurat, atau ukuran posisinya membuat Anda panik saat turun 30% lagi, itu bukan strategi. Itu menangkap pisau yang sedang jatuh,” katanya.

Dr. Dhiraj Kelly merangkum tiga variabel yang perlu diperiksa sebelum menambah posisi saham di tengah tekanan saat ini:

Free float dan likuiditas. Saham dengan porsi publik tipis atau transaksi sepi lebih rentan terdampak penyesuaian indeks.Sumber dana. Hanya gunakan dana yang tidak dibutuhkan dalam jangka menengah, bukan dana darurat atau dana kebutuhan.Ukuran posisi. Tentukan batas kerugian yang sanggup ditanggung sebelum membeli, bukan setelah harga bergerak.

“Prinsip saya sama dalam kondisi pasar apa pun: lindungi modal dulu, baru kejar keuntungan,” tutup Dr. Dhiraj Kelly.

Video Lengkap

Pembahasan lengkap Dr. Dhiraj Kelly mengenai ancaman penurunan status MSCI dan dampaknya bagi investor ritel dapat disimak di kanal YouTube resminya:

Tonton: https://www.youtube.com/watch?v=rij2RuRmLAY

Kanal resmi: youtube.com/@dhirajkelly

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mengangkat Keindahan Labuan Bajo, Echoes from the Land of the Dragon Raih Penghargaan di ART & TUR 2026

Echoes from the Land of the Dragon film dokumenter karya Film Roxx pada ajang ART & TUR International Tourism Film Festival 2026. Melalui film ini, Film Roxx memperkenalkan keindahan alam Labuan Bajo, kekayaan budayanya, serta hubungan antara masyarakat setempat dengan warisan alam Indonesia kepada audiens internasional.

Film Roxx, production house asal Bali, mencatatkan pencapaian di kancah internasional melalui Echoes from the Land of the Dragon, yang berhasil meraih penghargaan sebagai salah satu pemenang (Winner) di ART & TUR International Tourism Film Festival 2026. Festival ini menampilkan beragam karya audiovisual dari sejumlah negara termasuk Portugal, Colombia, Mexico, Jepang, Switzerland, dan negara lainnya yang menjadi wadah pertemuan bagi para sineas internasional untuk menyajikan perspektif dari negara mereka masing-masing.

ART & TUR International Tourism Film Festival yang berlangsung pada 27 – 30 Oktober 2026 ini menjadi salah satu ruang bagi karya film pariwisata untuk diperkenalkan kepada audiens internasional dari berbagai negara. Keikutsertaan Film Roxx menunjukan peluang bagi production house di Indonesia untuk membawa karya audiovisualnya ke kancah internasional yang mempertemukan berbagai perspektif mengenai pariwisata, budaya dan destinasi. 

Sebagai bagian dari program resmi festival, Echoes from the Land of the Dragon dijadwalkan tayang pada 28 Oktober 2026, pukul 17.50–18.30 WET (Western European Time). Film ini ditampilkan dalam session #7, bersama karya-karya dari Taiwan, Slovenia, Meksiko, dan Spanyol.

Seiring berkembangnya industri kreatif dan audiovisual, video kini tidak lagi sekadar media komunikasi. Video juga menjadi sarana untuk menyampaikan sudut pandang, membangun pengalaman visual, dan memperkenalkan gagasan kepada audiens lintas negara. Pencapaian ini menjadi salah satu tonggak dalam perjalanan Film Roxx.

Bagi Film Roxx, penghargaan ini juga merupakan buah dari proses kreatif dan kerja sama tim. Mulai dari pengembangan konsep hingga tahap akhir produksi, setiap proses ikut membentuk hasil visual yang ingin disampaikan kepada penonton.

Ke depan, Film Roxx berkomitmen untuk terus menjajaki pendekatan kreatif baru dalam produksi audiovisual serta memperluas kolaborasi yang mendukung pertumbuhan industri kreatif Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Live Showcase Sanggabright di JBEO 2027: Pecahkan Langsung Solusi Masalah Operasional Anda

Ajang Jogja Business & Economic Outlook (JBEO) 2027 pada 19 November mendatang akan menyoroti kehadiran Sanggabright, platform analitik revolusioner dari Sanggabiz. Platform ini bekerja layaknya konsultan virtual yang mampu mengubah data operasional mentah UMKM menjadi actionable insights secara real-time untuk pengambilan keputusan strategis. Melalui konsep live showcase yang interaktif di lokasi acara, para pengunjung dapat langsung mencoba dan merasakan pengalaman menggunakan dasbor analitik ini secara nyata. Penggunaan taktis Sanggabright di level eksekutif ini kemudian akan dikupas lebih dalam melalui sesi Product Showcase yang dipandu langsung oleh Yoga Samsugiharja.

Ajang Jogja Business & Economic Outlook (JBEO) 2027 yang akan diselenggarakan pada Kamis, 19 November 2026, di Wyndham Garden Yogyakarta, dipastikan tidak akan menjadi sekadar forum diskusi satu arah yang dipenuhi teori. Mengusung tema besar “From Resilience to Renewal: Membaca Ekonomi, Menggerakkan Bisnis, Mengeksekusi Teknologi AI”, konferensi ini secara khusus dirancang untuk mempercepat jarak antara strategi di atas kertas dan implementasi nyata di lapangan. Salah satu daya tarik paling menjanjikan dalam perhelatan akbar ini adalah kehadiran Sanggabright, sebuah platform analitik revolusioner dari Sanggabiz yang didesain untuk memecahkan kebuntuan operasional bisnis.

Menjawab Tantangan UMKM: Dari Data Mentah Menjadi Wawasan Strategis.  Selama ini, banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta para pemimpin perusahaan yang beroperasi menggunakan asumsi atau insting semata karena kerumitan dalam membaca data mentah. Memahami titik buta ini, Sanggabright hadir sebagai platform analitik terintegrasi yang berfungsi secara spesifik untuk mendiagnosis kesehatan bisnis UMKM secara menyeluruh. Platform ini bekerja layaknya konsultan virtual dengan cara mentransformasi ribuan data operasional yang kompleks menjadi actionable insights (wawasan yang dapat langsung ditindaklanjuti) secara real-time. Melalui pemantauan indikator kinerja yang komprehensif pada dasbor yang intuitif, Sanggabright menginginkan pelaku usaha untuk mengambil keputusan strategis yang murni berbasis data. Tujuan akhirnya sangat konkret yaitu meningkatkan efisiensi operasional harian dan mendongkrak kelayakan UMKM untuk menembus akses pembiayaan formal dari investor maupun lembaga keuangan.

Hal yang membuat partisipasi Sanggabiz di JBEO 2027 sangat berbeda adalah format eksibisinya. Sanggabiz dengan sengaja merombak area foyer dan ruang jejaring (networking area) untuk menghindari konsep expo dengan booth pasif yang membosankan. Alih-alih hanya menampilkan brosur atau slide presentasi statis, area ini dialihfungsikan menjadi sebuah live showcase yang dinamis. Artinya, para eksekutif, founder, dan pelaku bisnis yang hadir dapat mencoba dan melihat secara langsung bagaimana Sanggabright bekerja merapikan sistem. Peserta tidak perlu membayangkan sistemnya, mereka bisa langsung berinteraksi dengan dasbor, menyaksikan use case yang divisualisasikan secara tajam, dan mendiskusikan tantangan spesifik bisnis mereka secara langsung dengan para pembuat keputusan (decision makers) dan tim Sanggabiz di lokasi. Pengalaman langsung (hands-on experience) ini dirancang agar setiap peserta benar-benar merasakan bagaimana rumitnya proses manual dan data operasional yang berserakan dapat dipangkas menjadi grafik kinerja presisi dalam hitungan detik.

Selain pengalaman interaktif di area pameran, Sanggabright juga akan dikupas lebih mendalam melalui sesi khusus Product Showcase yang akan dipandu langsung oleh Yoga Samsugiharja. Sesi ini akan membedah secara taktis bagaimana platform ini digunakan pada level eksekutif dan owner untuk mengeksekusi strategi secara akurat. Bagi para pemimpin bisnis, pelaku UMKM, dan pembuat kebijakan yang ingin merasakan langsung pengalaman mentransformasi data mentah menjadi keputusan bisnis yang tajam, mengeksplorasi Sanggabright di JBEO 2027 adalah momentum emas yang tidak boleh dilewatkan. Informasi lengkap, pembelian tiket, dan registrasi acara dapat diakses dengan mengunjungi Instagram resmi di @jbeo.official.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Prediksi Harga Emas Pekan Depan: Dupoin Futures Analisis Potensi Penurunan XAUUSD ke US$3.946

Prospek harga emas dunia atau XAUUSD pada perdagangan pekan depan masih dibayangi risiko pelemahan. Ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat yang cenderung hawkish berpotensi memberikan tekanan tambahan bagi logam mulia. Di tengah peluang kenaikan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve (The Fed), penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dapat membatasi ruang kenaikan harga emas.

Berdasarkan analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit memperkirakan bahwa pergerakan emas masih memiliki kecenderungan bearish dalam jangka menengah. Analisis teknikal Dupoin Futures pada timeframe harian (Daily) memperlihatkan bahwa harga belum menunjukkan tanda pembalikan tren yang cukup kuat. Kondisi ini tercermin dari kegagalan XAUUSD menembus area resistance utama di US$4.080, yang menjadi penghalang bagi upaya pemulihan harga.

Menurut analisis Dupoin Futures, kegagalan menembus resistance US$4.080 membuat emas belum mampu membentuk swing high baru. Situasi tersebut mengindikasikan bahwa momentum kenaikan masih terbatas dan tekanan jual berpotensi tetap mendominasi pasar. Selama harga belum berhasil melewati resistance tersebut, skenario penurunan masih menjadi perhatian utama dalam proyeksi perdagangan pekan depan.

Geraldo Kofit dari Dupoin Futures mengidentifikasi area US$3.980 hingga US$3.946 sebagai zona support yang berpotensi menjadi sasaran penurunan berikutnya. Level US$3.980 merupakan support terdekat yang perlu diperhatikan ketika harga melanjutkan koreksi. Apabila tekanan jual semakin kuat dan level tersebut tidak mampu dipertahankan, XAUUSD berpeluang melanjutkan pelemahan menuju US$3.946.

Dalam skenario tersebut, Dupoin Futures menilai respons harga pada masing-masing level support akan menjadi indikator penting untuk melihat kekuatan tekanan bearish. Jika harga berhasil menembus support US$3.980, peluang pergerakan menuju US$3.946 akan semakin terbuka. Namun, apabila pembeli kembali masuk dan mampu mempertahankan harga di sekitar zona support, emas berpotensi mengalami konsolidasi atau pemulihan sementara. Meski demikian, pemulihan tersebut belum cukup untuk mengubah kecenderungan bearish selama resistance US$4.080 belum berhasil ditembus.

Dari sisi fundamental, Dupoin Futures juga menyoroti pengaruh ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed terhadap pergerakan emas. Bank sentral AS sebelumnya mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,75%–4,00%. Akan tetapi, keputusan tersebut diikuti perbedaan pandangan di antara para pejabat The Fed. Dua pejabat tercatat menginginkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin, sehingga kemungkinan pengetatan kebijakan moneter masih menjadi perhatian pelaku pasar.

Berdasarkan rangkuman Reuters, pasar masih memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga pada Desember. Ekspektasi tersebut dapat mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau Treasury sekaligus memperkuat dolar AS. Kondisi ini berpotensi mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga seperti instrumen berbasis obligasi.

Tekanan fundamental tersebut turut terlihat pada perdagangan 30 Oktober, ketika harga emas tercatat melemah sekitar 0,3% ke level US$4.008 per troy ounce. Pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa sentimen suku bunga dan arah kebijakan moneter AS masih menjadi faktor penting yang memengaruhi harga emas global.

Melihat kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan bahwa harga emas masih berisiko melanjutkan pelemahan pada pekan depan. Kegagalan XAUUSD menembus resistance US$4.080, disertai ekspektasi kebijakan The Fed yang cenderung hawkish, dapat mempertahankan tekanan jual di pasar. Oleh karena itu, Dupoin Futures menilai area US$3.980–US$3.946 perlu dicermati sebagai zona support potensial dalam skenario bearish berikutnya.

Meski demikian, perkembangan keputusan dan pernyataan pejabat The Fed, pergerakan dolar AS, serta yield Treasury tetap perlu dipantau karena dapat memengaruhi perubahan sentimen pasar. Bagi pelaku pasar, memperhatikan reaksi harga terhadap resistance dan support yang diidentifikasi Dupoin Futures dapat membantu memahami potensi arah pergerakan XAUUSD selanjutnya.

Analisis Dupoin Futures ini merupakan skenario pasar, bukan kepastian arah harga maupun rekomendasi transaksi. Perdagangan berjangka memiliki risiko kerugian yang signifikan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES